P. 1
Perumusan Topik dan Judul Karangan

Perumusan Topik dan Judul Karangan

|Views: 589|Likes:
Published by Rizal Mansur

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rizal Mansur on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/03/2014

pdf

text

original

DAFTAR ISI

BAB I ........................................................................................................................................................ 2 PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 2 BAB II ....................................................................................................................................................... 3 PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 3 A. 1. 2. B. TOPIK KARANGAN ....................................................................................................................... 3 Memilih Topik ......................................................................................................................... 4 Pembatasan Topik ................................................................................................................... 5 JUDUL KARANGAN ...................................................................................................................... 7

BAB III ...................................................................................................................................................... 9 PENUTUP ................................................................................................................................................. 9 KESIMPULAN ....................................................................................................................................... 9 Saran-saran ......................................................................................................................................... 9 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 10

1

BAB I PENDAHULUAN
Mengarang adalah suatu proses kegiatan pikiran manusia yang hendak

mengungkapkan kandungan jiwanya kepada orang lain atau kepada diri sendiri dalam bentuk tulisan. Mengarang juga dapat melatih orang untuk mengeluarkan pikirannya dengan baik sehingga dapat dimengerti oleh orang lain. Kegiatan mengarang itu merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan sadar, berarah, dan mempunyai mekanisme, serta persyaratanpersyaratan lain yang perlu diperhatikan agar karangan berhasil baik. Mekanisme karangan meliputi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap perencanaan karangan dan kegiatan-kegiatan pada tahap penulisan karangan. Tahap perencanaan karangan merupakan tahap persiapan dan rangkaian proses penulisan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi, antara lain : (1) (2) Memilih dan membatasi bahan pembicaraan (topik) Merumuskan judul karangan yang baik

Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari materi bab ini mahasiswa diharapkan mampu : 1. 2. 3. 4. Menyebutkan beberapa persyaratan dalam memilih topik karya ilmiah Menjelaskan beberapa cara pembatasan topik yang luas Mengemukakan persyaratan judul karya ilmiah Membedakan topik dengan judul karangan

2

BAB II PEMBAHASAN
A. TOPIK KARANGAN
Topik atau pokok pembicaraan berasal dari kata Yunani "topoi". Dalam suatu karangan, topik meupakan landasan yang dapat dipergunakan oleh seorang pengarang untuk menyampaikan maksudnya. Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan dalam ma bagi calon tulisan/karangan. Pokok pembicaraan yang dimaksud adalah sesuatu yang belum terurai. Kegiatan pada tahap pertama ini sering mengalami kesukaran, bahkan menjadi beban berat terutama bagi calon/orang yang baru mulai menulis. Hal ini disebabkan oleh kesukaran untuk menemukan topik mana yang akan atau dapat dipergunakan untuk menyusun karangan. Selain itu, sering pula diperhadapkan kepada sikap untuk memilih satu diantara sekian banyak bahan yang dapat dibicarakan. Dalam hal ini harus berpegang teguh pada satu pilihan saja. Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti pengalaman, pendapat/penalaran, pengamatan dan penyelidikan terhadap sesuatu, baik yang akan dilakukan sediri di lapangan maupun melalui buku-buku dan karangan-karangan lainnya. Selain itu, kreasi imajinatif (daya khayal) dapat dijadikan sumber bahan penulisan. Namun, topik-topik yang dipilih untuk karangan ilmiah, banyak bersumber pada pengalaman, pendapat/penalaran, pengamatan, dan penyelidikan. Dari bermacam-macam hal yang dijadikan topik tersebut, seorang pengarang dapat menyusun karangan dalam bentuk: a. b. Kisahan (narasi) adalah karangan yang berkenaan dengan rangkaian peristiwa. Perincian (deskripsi) adalah karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sebenarnya sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium, merasakan) apa yang dilukiskan itu sesuai dengan citra penulisnya. c. Paparan (eksposisi) adalah karangan yang berusaha menerangkan atau menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca karangan itu. d. Bahasan (argumentasi) adalah karangan yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan. e. Bila penulis mengalami kesukaran menemukan topik atau pokok pembicaraan untuk dijadikan bahan dalam penulisan maka petunjuk-petunjuk di bawah ini dapat membantu.

3

1) Selalu berusaha menambah pengalaman dengan banyak melihat, mendengar, membaca, dan mengalami sendiri berbagai peristiwa. 2) Rajin mengamat-amati sesuatu yang terjadi di sekitar kita atau membaca buku-buku yang merupakan hasil pengamatan dan penelitian orang lain. 3) Selalu mengembangkan imajinasi (daya khayal) dan kreativitas diri 4) Seiring mengadakan diskusi dan tukar-menukar pendapat dan mempertahankannya dengan argumentasi dan contoh yang baik dan tepat, serta memperluas cakrawala berfikir.

1.

Memilih Topik

Setelah melakukan hal di atas dan menentukan sejumlah topik yang dapat dijadikan tulisan/karangan maka langkah selanjutnya ialah mengadakan evaluasi untuk memilih satu topik di antara sekian banyak yang telah ditemukan. Sehubungan dengan evaluasi topik atau memilih topik yang baik untuk dijadikan karangan, terutama karangan ilmiah maka hal-hal di bawah ini perlu dipertimbangkan antara lain : (1) Topik harus menarik perhatian penulis Topik yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terusmenerus mencari data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan tulisan itu sebaik-baiknya. Topik yang tidak disenangi akan menimbulkan keengganan penulis dalam menyelesaikan tulisan sehingga pencarian data dan informasi untuk melengkapi karangan akan dilakukan dengan terpaksa. (2) Topik dikenal/diketahu dengan baik Yang dimaksud dengan sebuah topik dikenal/diketahui denigan baik adalah bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiahnya diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah yang diketahuinya. Penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. (3) Topik yang dipilih sebaiknya: a) Tidak terlalu baru Topik yang terlalu baru memang menarik untuk ditulis, akan tetapi seringkali penulis mengalami hambatan dalam memperoleh data kepustakaan yang akan

4

dipakai sebagai landasan atau penunjang. Data kepustakaan yang diperoleh mungkin terbatas pada berita dalam surat kabar atau majalah populer. b) Tidak terlalu teknis Karangan yang terlalu teknis kurang dapat menonjolkan segi ilmiah. Tulisan semacam ini biasanya bersifat sebagai petunjuk tentang bagaimana tata cara melakukan sesuatu, tanpa mengupas teori-teori yang ada. c) Tidak terlalu kontroversial Suatu tulisan yang mempunyai topik kontroversial menguraikan hal-hal di luar hal yang menjadi pendapat umum. Tulisan semacam ini sering menimbulkan permasalahan bagi penulisnya. (4) Bahannya dapat diperoleh Sebuah topik yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila bahannya cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk memperolehnya, kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya. (5) Topik dibatasi ruang lingkupnya Topik yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuan untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya. Sehubungan dengan butir keempat ini akan dibicarakan di bawah ini.
2. Pembatasan Topik

Di atas telah dipaparkan bahwa yang pertama-tama harus diusahakan dalam penulisan karangan ialah pokok pembicaraan (topik) yang tegas, bukan judul yang menarik. Penulisan karangan harus memulai dengan topik yang cakupannya terbatas dan mudah dipahami. Topik yang terbatas maksudnya bahwa topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit ruang lingkupnya. Topik yang terlalu umum dan luas dapat mengakibatkan uraian menjadi kabur dan tidak terarah. Paling tidak, topik yang terlalu umum dan luas tidak memberikan kesempatan untuk membahasnya secara mendalam. Sebaliknya, sempit akan bersifat sangat khusus melaporkan hasil suatu studi kasus. Pembatasan topik sekurang-kurangnya akan membantu penulis sekurang-kurangnya dalam dua hal. topik yang terlalu

dan tidak banyak manfaatnya, kecuali jika

5

Pertama : memungkinkan penulis untuk menulis dengan mudah dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri karena pokok persoalan itu benar-benar diketahui dengan jelas apa yang hendak ditulis. Kedua : pembatasan memungkinkan penulis untuk mengadakan penelitian yang lebih intensif mengenai masalah yang ditulis. Dengan pembatasan topik itu, penulis akan lebih mudah memilih hal-hal yang mudah dikembangkan. Membuat ruang lingkup pokok pembicaraan (topik) dapat dilakukan dengan cara-cara antara lain: (1) Mengambil sebuah topik yang umum dan luas. Selanjutnya memecahkannya manjadi bagian-bagian yang semakin terbatas. Contoh : Topik Umum dan Luas Topik Terbatas Topik Lebih Terbatas Kata Kerja. (2) Pembatasan topik juga dilakukan melalui berbagai aspek yang ada. Cara-cara yang dimaksud adalah : a. Menurut tempat : Pembentukan Kata : Pembentukan Kata secara Afiksasi : Pembentukan Kata secara Afiksasi yang Menghasilkan

Contoh : Topik Umum Topik Terbtas b. : Bahasa Indonesia : Bahasa Indonesia Dialek Jakarta

Menurut waktu/periode/zaman

Contoh : Topik Umum Topik Terbatas c. : Kebudayaan Indonesia : Seni Lukis Indonesia Kontemporer

Menurut hubungan sebab-akibat

Contoh : Topik Umum Topik Terbatas : Dekadensi Moral di Kalangan Kaum Remaja : Beberapa Hal yang Mendorong Timbulnya Krisis Moral di

Kalangan Kaum Remaja d. Menurut bidang kehidupan manusia (politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, agama, dan kesenian) Contoh : Topik Umum : Perkembangan Politik di Indonesia
6

Topik Terbatas e.

: Perkembagan Politik di Indonesia Era Reformasi

Menurut objek material dan objek formal

Objek material ialah yang dibicarakan, sedangkan objek formal ialah dari sudut/aspek mana bahan itu ditinjau. Contoh : Topik Umum : Perkembangan Pers (sebagai objek material) Topik Terbatas objek formal). : Perkebangan Pers Ditinjau dari Segi Kebebasan (sebagai

B. JUDUL KARANGAN
Tahap selajutnya dari rangkaian kegiatan dalam perencanaan karangan ialah menentukan/merumuskan judul yang cocok/sesuai. Judul karangan sering dikacaukan dengan pengertian topik atau pokok pembicaraan. Topik dan judul berbeda. Topik seperti yang telah disebutkan di atas ialah pokok pembicaraan atau pokok masalah yang dibahas dalam karangan, sedangkan judul ialah kepala atau nama sebuah karangan. Topik harus ditentukan sebelum penulis memulai menulis, sedangkan judul tidak selalu demikian, dapat dibuat/ditentukan setelah karangan itu selesai. Judul yang dirumuskan sifatnya tentatif karena selama proses penulisan ada kemungkinan judul berubah. Apabila judul ditentukan sebelum memulai menulis maka penulis/pengarang hendaknya selalu bersedia untuk mempertimbangkannya kembali sesudah karangan selesai ditulis seluruhnya. Hal ini dimaksudkan agar judul sebagai kepala karangan betul dengan isi karangan. Sebagai kepala karangan, judul memiliki kedudukan yang penting karena judul harus mampu menarik perhatian pembaca. Judul dapat saja diambil dari kata-kata, frase, atau kaliamt yang menarik yang terdapat dalam karangan tersebut. Itulah sebabnya kata-kata yang dipilih untuk judul karangan harus dipertimbangkan sedemikian rupan agar cocok betul dijadikan sebagai kepala karangan. Dengan demikian, antara judul, topic, dan isi karangan ada hubungannya/kaitan yang erat, terutama karangan yang bersifat ilmiah. Sebuah topic yang terbatas dan memenuhi syarat-syarat untuk judul karangan maka topic tersebut dapat dijadikan judul karangan. Judul karangan ilmiah harus dipikirkan secara sungguh-sungguh dengan

memperhatikan persyaratan antara lain :

7

a) Judul harus relevan : artinya sebuah judul yang baik harus mempunyai pertalian dengan topik, isi, dan jangkauannya pembahasannya. b) Judul harus produktif : artinya judul harus dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi karangan itu. c) Judul harus singkat : artinya judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, melainkan harus mengambil frasa atau kata. Bila tidak dapat dihindari judul yang panjang, pengarang dapat menempuh jalan keluar dengan menciptakan judul utama yang singkat, tetapi judul tambahan yang panjang (anak judul) d) Judul harus sejelas mungkin : maksudnya judul tidak boleh dinyatakan dalam kiasan dan tidak mengandung makna ganda. Hal seperti ini dihindari agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau interpretasi yang lain antara pengarang dan pembaca. Jadi, kata-kata yang dipilih untuk judul karangan sedapat mungkin kata yang bermakna denotasi (makna konsep). e) Judul harus dibatasi sedemikian rupa agar terdapat kesesuaian dengan isi karangan, baik kesesuaian dari segi sifat atau sudut pandang (segi kualitatif), maupun kesesuaian dari segi keseimbangan ruang lingkup pokok persoalan dengan kenyataan pembahasan (segi kuantitatif). Jauh lebih bijaksana memilih judul yang terbatas dengan diikuti pembahasan luar dan dalam daripada memilih judul yang luas dengan pembahasan yang sempit dan dangkal. f) Judul karangan hendaknya menunjukkan kepada pembaca hakikat pokok persoalan yang dikemukakan dalam karangan, sehingga setiap pembaca dengan segera mengetahui, apakah ia berkepentingan dengan karangan itu atau tidak. g) Sesungguhnya masih banyak yang perlu diperhatikan di dalam merumuskan sebuah judul karangan yang baik dan menarik, tetapi apabila keenam hal tersebut di atas dapat dipenuhi atau diperhatikan dengan sungguh-sungguh maka judul yang dibuat itu sudah cukup memadai adanya.

8

BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
Di dalam memilih topik dan judul karangan terdapat syarat-syarat, serta cara tentang bagaimana kita memilih topik dan judul karangan, agar lebih mempermudah kita untuk membuat suatu karangan baik itu karangan ilmiah dan sebagainya. Selain itu, pentingnya syarat-syarat dan cara dalam memilih topik dan judul karangan yaitu agar kita dapat menghasilkan karangan yang baik dan benar sehingga si pembaca dapat menikmati hasil karangan si pengarang. Dalam penulisan karangan, terdapat mekanisme atau tahap-tahap yang perlu dilakukan, meliputi tahap perencanaan karangan kemudian tahap penulisan karangan. Tahap perencanaan karangan merupakan tahap awal atau tahap persiapan dalam rangkaian proses penulisan karangan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain 1) Memilih dan membatasi bahan pembicaraan (topik) 2) Merumuskan judul karangan yang baik. Dalam penulisan karangan yang pertama-tama harus diperhatikan adalah pokok pembicaraan (topik) yang tegas, bukan judul yang menarik. Memilih topik berarti memilih apa yang jadi pembicaran dalam tulisan/karangan. Dalam menentukan topik yang baik untuk dijadikan karangan, terutama karangan ilmiah maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain 1) Topik menarik perhatian penulis, 2) Topik dikenal/diketahui dengn baik, 3) Bahannya dapat diperoleh dengan mudah, 4) Topik dibatasi ruang lingkupnya. Topik dan judul berbeda. Topik harus dapat ditentukan sebelum penulis memulai menulis, sedangkan judul tidak selalu demikian. Judul karangan Ilmiah harus dipikirkan secara sunguh-sungguh dengan memperhatikan beberapa persyaratan. Keberhasilan memilih dan merumuskan judul karangan secara jelas dapat mewakili pokok persoalan yang hendak dipaparkan, sudah merupakan modal yang berharga untuk menyusun karangan yang bermutu sebagai hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Saran-saran
1). Perbanyak latihan menulis karangan atau karya ilmiah 2). Perbanyak referensi dengan membaca

9

DAFTAR PUSTAKA
Tim Pengajaran. 2008. Bahasa Indonesia : Himpunan Materi Kuliah. Universitas Hasanuddin. Makassar.
http://www.scribd.com/doc/14260355/Teknik-Penulisan-Karya-Ilmiah http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3777/1/komunikasi-suwardi%20lbs2.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3777/1/komunikasi-suwardi%20lbs2.pdf http://blog.tp.ac.id/memilih-judul-karya-ilmiah

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->