P. 1
Virus Campak

Virus Campak

|Views: 113|Likes:
Published by Cynthia Alviena

More info:

Published by: Cynthia Alviena on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2012

pdf

text

original

Virus Campak : Sejarah, Komplikasi dan Kasus

by yusri on June 7, 2011 Virus Campak / Virus Rubella adalah adalah virus RNA beruntai tunggal, dari keluarga Paramyxovirus, dari genus Morbillivirus. Virus campak hanya menginfeksi manusia, dimana virus campak ini tidak aktif oleh panas, cahaya, pH asam, eter, dan tripsin (enzim). Ini memiliki waktu kelangsungan hidup singkat di udara, atau pada benda dan permukaan.

Vaksin Campak Efektif Mengurangi Siklus Epidemi
Referensi untuk campak dapat ditemukan sejauh abad ke-7 Masehi, bahkan penyakit tersebut telah diuraikan oleh Rhazes (filsuf Persia dan dokter), pada abad 10 Masehi, sebagai penyakit yang lebih ditakuti cacar. Tapi semua itu berubah pada tahun 1963, saat vaksin campak dan imunisasi campak ditemukan. Sebelum tahun 1963, hampir semua orang terjangkit dengan virus campak. Lebih dari setengah populasi menderita campak pada saat mereka berumur 6 tahun dan 90 persen mempunyai penyakit ini pada saat mereka berumur 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak infeksi virus campak yang terjadi daripada yang dilaporkan, namun setelah vaksin campak tersedia jumlah infeksi campak turun 99 persen, dan siklus epidemi berkurang drastis.

Mekanisme Virus Campak/ Virus Rubella Menular dan Komplikasinya
Virus campak berada dalam lendir di hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi. Penularan campak dapat terjadi ketika bersin atau batuk. Lendir yang terinfeksi dapat mendarat di hidung orang lain atau tenggorokan ketika mereka bernapas atau memasukkan jari-jari mereka di dalam mulut atau hidung setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi. Virus tetap aktif dan menular pada permukaan yang terinfeksi sampai 2 jam. Transmisi campak terjadi begitu mudah kepada siapa pun yang tidak di imunisasi campak. Sebagian besar orang yang terinfeksi virus campak / virus rubella sembuh, tetapi komplikasi campak tidak boleh dianggap sepele. Sekitar 6 hingga 20 persen orang yang terkena penyakit akan mengembangkan komplikasi campak. Campak menyebabkan infeksi telinga pada hampir 1 dari setiap 10 anak yang mendapatkan infeksi virus campak. Sebanyak 1 dari 20 anak dengan

campak mendapat pneumonia, dan sekitar 1 anak di setiap 1.000 yang mendapatkan campak akan mengembangkan ensefalitis.

Virus Influenza
by admin on June 6, 2011 Virus Influenza merupakan virus yang sangat menular, menyebar dengan mudah dari orang ke orang, terutama ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus influenza merupakan penyebab influenza (flu). Virus influenza berbentuk bulat, tetapi juga bisa berbentuk memanjang atau tidak teratur. Di dalam virus influenza ada delapan segmen RNA -untai tunggal (asam ribonukleat)- yang mengandung instruksi genetik untuk membuat salinan baru dari virus. Fitur yang paling mencolok dari virus influenza adalah lapisan yang terproyeksi dari permukaannya, yang pertama adalah protein hemagglutinin (HA), yang memungkinkan virus (berbentuk) untuk sel dan memulai infeksi, yang lain adalah protein yang disebut neuraminidase (NA), yang memungkinkan virus baru terbentuk untuk keluar dari sel inang.

Jenis Virus Influenza
Virus influenza diklasifikasikan sebagai tipe A, B, atau C berdasarkan komposisi protein mereka. Tipe A virus ditemukan dalam berbagai jenis hewan seperti bebek, ayam, babi, paus, termasuk manusia. Tipe B beredar secara luas pada manusia. Tipe C telah ditemukan pada manusia, babi, dan anjing menyebabkan infeksi saluran pernapasan ringan, tetapi tidak memicu epidemi. Tipe influenza A adalah yang paling menakutkan dari tiga, itu diyakini bertanggung jawab atas wabah global tahun 1918, 1957 dan 1968. Virus influenza tipe A dibagi lagi menjadi dua kelompok berdasarkan protein permukaan, HA dan NA. Para ilmuwan telah ditandai 16 subtipe HA dan 9 NA subtipe dari virus influenza. Tipe A subtipe dari virus influenza diklasifikasikan oleh sistem penamaan yang meliputi tempat ketegangan kali ditemukan, sejumlah identifikasi laboratorium, tahun penemuan, jenis HA dan NA yang dimilikinya. Di alam, virus influenza ditemukan pada unggas air liar, seperti bebek dan burung pantai. Flu telah bertahan dalam burung selama jutaan tahun dan biasanya tidak menyakiti mereka. Namun vaksin influenza sering bermutasi dengan mudah bisa melompat sebagai penghalang spesies dari burung liar untuk bebek piaraan dan kemudian ke ayam. Babi dapat terinfeksi influenza yang mirip bentuk influenza yang menginfeksi manusia.

Influenza – Sejarah dan Penyebabnya

yang ditunjuk A. dan manusia. Hal ini mengubah konstanta sering memungkinkan virus untuk menghindari sistem kekebalan tubuh (manusia. Tipe C biasanya menyebabkan infeksi baik penyakit pernafasan sangat ringan atau tanpa gejala sama sekali. B. dan lelah. mual. Upaya untuk mengendalikan dampak influenza ditujukan untuk jenis A dan B. burung. burung. dan kadang-kadang menyebabkan telinga. Influenza tipe A dan B bertanggung jawab atas wabah penyakit pernafasan yang terjadi hampir setiap musim dingin atau musim hujan dan sering dikaitkan dengan tingkat peningkatan rawat inap dan kematian. hasil infeksi pada orang akan menyebabkan gejala umum seperti demam. Namun dibandingkan dengan sebagian besar infeksi virus pernapasan lainnya. Proses ini bekerja sebagai berikut: host terinfeksi virus influenza mengembangkan antibodi terhadap virus karena host tidak mengenali penyakit influenza sebagai masalah sampai infeksi ini berjalan dengan baik. muntah. dan diare. Haemophilus influenza adalah bakteri yang salah dianggap penyebab influenza sampai virus itu ditunjukkan sebagai penyebab pada tahun 1933. biasanya dengan mutasi (perubahan RNA virus). Antibodi yang pertama kali dikembangkan mungkin dalam beberapa kasus memberikan perlindungan parsial terhadap infeksi dengan virus influenza yang baru. Mayoritas individu memiliki gejala selama sekitar satu hingga dua minggu kemudian sembuh tanpa masalah. sakit kepala. tetapi tidak menyebabkan flu. Pada kebanyakan orang.1% dari orang yang terinfeksi virus. sendi. batuk. dan C. dan hewan lainnya) sehingga host rentan terhadap infeksi virus influenza berubah sepanjang hidup.by admin on June 6. Beberapa orang juga dapat mengembangkan sakit tenggorokan. Flu burung Dari Wikipedia bahasa Indonesia. sinus. mata. Influenza tipe C berbeda dari tipe A dan B dalam beberapa hal penting. ensiklopedia bebas . Penyebab Virus Influenza Berdasarkan Tipe Virus influenza yang menjadi penyebab dibagi menjadi tiga jenis. dan beberapa infeksi lain. tetapi tidak menyebabkan epidemi dan tidak memiliki dampak kesehatan masyarakat parah influenza tipe A dan B. 2011 Influenza biasa disebut flu. infeksi influenza dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dengan angka kematian (tingkat kematian) sekitar 0. Virus influenza terus berubah dari waktu ke waktu. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi paruparu pada bayi dan anak-anak. adalah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA yang menginfeksi saluran pernafasan banyak hewan.

Daftar isi [sembunyikan]        1 Sumber penularan 2 Cara penularan 3 Gejala dan perawatan 4 Kasus penyebaran 5 Awal wabah 6 Lihat pula 7 Referensi dan pranala luar [sunting] Sumber penularan . Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan.Belum Diperiksa Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar. Flu          Influenza Virus Flu burung Flu babi Flu musiman Riset Vaksin Perawatan Pandemik Flu burung (bahasa Inggris: avian influenza) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.

Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga. Virus ini kemudian ditemukan mampu pula menyebar ke spesies lain seperti babi. jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Oleh karena itu daging. Namun demikian. Namun demikian. dan sentuhan. Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. dan manusia. Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Virus influenza tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). harimau. kucing. [sunting] Cara penularan Citra mikrograf virus flu burung dalam tahap akhir. Untuk mencegah penularan. Oleh karena itu. Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. . Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. anjing. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Ada 9 varian H dan 14 varian N. virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. telur. minuman. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas alih-alih jalur migrasi burung liar. hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat.[1] Burung liar dan unggas domestikasi (ternak) dapat menjadi sumber penyebar H5N1. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang menyebar antar unggas.

Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter. Ghina Vindry Jumat. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan. mengifeksi saluran usus.dan dicegah penyebarannya [sunting] Gejala dan perawatan Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi. . Definisi Poliomielitis atau polio. 17 Juni 2011 Virus polio Ilm 1. keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis. masuk ke tubuh melalui mulut. Penyakit ini menyerang sistem syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam hitungan beberapa jam. sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV). Agen pembawa penyakit ini. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor).

dan strain 3 (leon). Penderita sebelum ditemukannya vaksin terutama berusia di bawah 5 tahun. 30% menunjukkan kelumpuhan ringan. Mengenal penyakit polio Stadium akut ditandai dengan suhu tubuh meningkat. dan 10% menunjukkan gejala berat serta bisa menimbulkan kematian. Dari mereka yang mengalami viremia mayor ini. 2. Virus polio termasuk genus enteroviorus. Medan. jarang terjadi lebih dari 10 hari. Balai Penelitian dan Pengembangan Depkes. dan Balai Laboratorium Kesehatan Surabaya menemukan tujuh penderita polio di Malang. Laboratorium Biofarma. akan mengalami viremia mayor. Setelah adanya perbaikan sanitasi serta penemuan vaksin. usia penderita bergeser pada kelompok anak usia di atas 5 tahun.Virus polio (poliomyelitis) sangat menular dan tak bisa disembuhkan. Palembang. Bentuk virus itu icosahedral. Single stranded RNA membentuk hampir 30% bagian virion dan sisanya terdiri atas 4 protein besar (VP1-4) dan satu protein kecil (Vpg). Strain 1 seperti yang ditemukan di Sukabumi paling paralitogenik atau paling ganas dan sering menyebabkan kejadian luar biasa (wabah). sedangkan strain 2 paling jinak. India. 1% nonparalytic. Penyebab penyakit itu adalah virus polio yang terdiri atas tiga strain. virus yang ditemukan pada bayi berusia 18 bulan itu berasal dari Afrika Barat Karena itu. strain 2 (lanzig). Jawa Barat. mengkonfirmasikan bahwa isolat virus yang dikirim dari Sukabumi. dan Probolinggo. Kelumpuhan terjadi dalam seminggu permulaan sakit. 3. yaitu strain 1 (brunhilde). tanpa sampul (envelope) dengan genom RNA. ada yang . Laboraturium rujukan global di Mumbai. Gejala Klinik penyakit polio pada manusia sangat jelas. Cilacap. sedangkan 5% menampilkan gejala abortive infection. dan sisanya menunjukkan tanda klinik paralitik. famili picornavirus. Viremia ini dikaitkan dengan apa yang disebut poliomielitis abortif. single stranded messenger molecule. Sebagian besar (90%) infeksi virus polio menyebabkan inapparent infection. adalah polio liar (wild poliovirus) tipe 1. dunia kesehatan Indonesia dikejutkan munculnya kembali penyakit polio. Virus ini menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan sistem saraf) dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen dan kelumpuhan total dalam hitungan jam saja. kadang disertai sakit kepala dan muntah. Jenis Polio Pada 5% mereka yang terinfeksi virus polio. 30% menunjukkan kelumpuhan berat. 30% akan sembuh. Kali terakhir pada 1995. Dalam situs polio eradication yang bisa diakses di situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan. Bagi penderita dengan tanda klinik paralitik. Bahkan sekitar 10-15 persen mereka yang terkena polio akhirnya meninggal karena yang diserang adalah otot pernapasannya. Masa inkubasi biasanya 3-35 hari.

Seiring dengan berkembang biaknya virus dalam sistem saraf pusat. otot terasa lembek jika disentuh. – Polio bulbar . disebut quadriplegia. Berdasarkan manifestasi spesifiknya. Kelumpuhan paling sering ditemukan terjadi pada kaki. kemudian diikuti dengan penurunan kekuatan otot asimetris. ada yang berpendapat bahwa anak panas tidak boleh disuntik. – Polio paralisis spinal Faktor yang mempengaruhi terjadinya poliomielitis spinal belum diketahui secara pasti. sakit perut. dan poliomielitis bulbospinal. Kelumpuhan pada kaki menyebabkan tungkai menjadi lemas -. Infeksi parah pada sistem saraf pusat dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada toraks (dada) dan abdomen (perut). Invasi virus polio pada syaraf pusat dapat menyebabkan meningitis aseptik non paralitik dan poliomielitis paralitik. Poliomielitis spinal diawali dengan mialgia (nyeri otot). pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi. Setelah virus polio menyerang usus. menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Hanya saja. virus akan menghancurkan syaraf motorik. muntah.kemudian menunjukkan gejala dan tanda invasi virus polio pada sistem syaraf pusat. Terjadi kram otot pada leher dan punggung. virus ini akan diserap oleh pembulu darah kapiler pada dinding usus dan diangkut seluruh tubuh. terutama anggota gerak bawah dan menjadi maksimal setelah 48 jam. Polio paralitik Poliomielitis paralitik tidak disertai perubahan sensasi atau kognisi. Infeksi ini akan mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebar sepanjang serabut saraf. diduga aktivitas fisik dan injeksi intramuskular ketika fase klinis minor berperan penting (itulah kenapa. dahulu ketika angka kejadian infeksi polio masih tinggi. dan sensitif. poliomielitis paralitik dapat dibagi menjadi poliomielitis spinal.kondisi ini disebut acute flaccid paralysis (AFP). karena siapa tahu panasnya disebabkan oleh infeksi virus polio). Virus Polio menyerang saraf tulang belakang dan syaraf motorik yang mengontrol gerakan fisik. Namun. Meskipun strain ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang. yang diikuti dengan denervasi otot skeletal yang disarafinya. kurang dari satu penderita dari 200 penderita akan mengalami kelumpuhan. Syaraf motorik tidak memiliki kemampuan regenerasi dan otot yang berhubungan dengannya tidak akan bereaksi terhadap perintah dari sistem saraf pusat. poliomielitis bulbar. lesu. virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Pada periode inilah muncul gejala seperti flu. spasme otot (kontraksi otot yang tidak sadar dan abnormal). Hal ini disebabkan destruksi sel saraf motorik (bagian tanduk depan sistem syaraf tulang belakang). Polio non-paralisis Polio non-paralisis menyebabkan demam.

. Selain itu virus polio juga dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) akut. disfagia (kesulitan menelan). kolaps sirkulasi (shock). saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi. Penderita yang sembuh dapat memiliki fungsi tubuh yang mendekati normal. Batang otak mengandung syaraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial. kelenjar air mata. paru-paru akan mengembang. dan otot muka. dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung. Lima hingga sepuluh persen penderita yang menderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernapasan mereka tidak dapat bekerja. mereka yang bertahan hidup dari polio jenis ini harus hidup dengan paru-paru besi atau alat bantu pernapasan. Biasanya terjadi pada anak. yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata. dan sering ditemukan pada mereka yang tonsil dan adenoidnya (amandel) sudah diambil (itulah kenapa jika sedang terjadi wabah polio operasi pengambilan amandel sebaiknya ditunda). karena gangguan vasomotor seperti hipertensi. Infeksi yang jauh lebih parah pada otak dapat menyebabkan koma dan kematian. dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher.Poliomielitis bulbar (bagian dari batang otak) biasanya hanya disertai gangguan minimal pada otot gerak bawah. saraf auditori yang mengatur pendengaran. pergerakan lidah dan rasa. korban dapat 'tenggelam' dalam sekresinya sendiri kecuali dilakukan penyedotan atau diberi perlakuan trakeostomi untuk menyedot cairan yang disekresikan sebelum masuk ke dalam paruparu. polio bulbar dapat menyebabkan kematian. paru-paru. usus. Tanpa alat bantu pernapasan. disfungsi autonom. disfonia (kesulitan bersuara) dan kegagalan pernafasan. Kematian biasanya terjadi setelah terjadi kerusakan pada saraf kranial yang bertugas mengirim 'perintah bernapas' ke paru-paru. Poliomielitis bulbar mempunyai angka kematian yang tinggi. saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan. Dengan demikian udara terpompa keluar masuk paru-paru. Tingkat kematian karena polio bulbar berkisar 25-75% tergantung usia penderita. – Polio bulbospinal Poliomielitis bulbospinal terjadi karena invasi virus polio pada batang otak dan sistem syaraf tulang belakang. Polio bulbar dan spinal sering menyerang bersamaan dan merupakan sub kelas dari polio paralisis. paru-paru akan mengempis. Kalau tekanan udara ditambah. Polio paralisis tidak bersifat permanen. gusi. Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Alat ini membantu paru-paru yang lemah dengan cara menambah dan mengurangi tekanan udara di dalam tabung. Hingga saat ini. kalau tekanan udara dikurangi. Namun trakesotomi juga sulit dilakukan apabila penderita telah menggunakan 'paru-paru besi' (iron lung). hipotensi. Penderita juga dapat meninggal karena kerusakan pada fungsi penelanan.

Meskipun begitu. sodium hipoklorit. glutaraldehid.4. dan irigasi yang dengan air yang telah terkontaminasi virus polio. makanan dan minuman. Selanjutnya. Sampai sekarang telah diisolasi 3 strain virus polio yaitu : Tipe 1 (Brunhilde). Tipe 2 (Lanzig) adalah tipe yang paling jinak. maka yang lain juga terinfeksi. isopropanol. Virus ditularkan infeksi droplet dari oral-faring (mulut dan tenggorokan) atau tinja penderita infeksi. Selain itu. Fekal-oral berarti minuman atau - . Penularan virus polio terutama melalui jalur fekal-oral dan membutuhkan kontak yang erat. bersamaan dengan tingginya titer virus polio di faring dan feses. Biasanya bila salah satu anggota keluarga terinfeksi. famili Picornaviridae. Tipe 3 (Leon) 5. lisol. Virus ini tidak memiliki amplop lemak sehingga tahan terhadap pelarut lemak termasuk eter dan kloroform. Virus ini relatif tahan terhadap hampir semua desinfektan (etanol. asam kuat. Virus ini dapat diinaktifasi oleh formaldehid. bahkan mungkin sejak jaman Mesir kuno. Virus masuk melalui mulut dan hidung lalu berkembang biak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan atau usus. Virus polio diduga dapat menyebar melalui saluran pernafasan karena sekresi pernafasan merupakan material yang terbukti infeksius untuk virus entero lainnya. Virus polio menjadi inaktif dengan pemanasan di atas 42 derajat Celcius. alat tulis. amonium kuartener. diserap dan disebarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening. pengeringan dan ultraviolet juga dapat menghilangkan aktivitas virus polio. terutama pada fase akut. dll) dan yang paling ganas (paralitogenik) dan sering menyebabkan kejadian luar biasa atau wabah. anggota genus Enterovirus. mainan anak. Prevalensi infeksi tertinggi terjadi pada mereka yang tinggal serumah dengan penderita. Sumber penularan lain yang mungkin berperan adalah tanah dan air yang terkontaminasi material feses. Penularan terutama terjadi langsung dari manusia ke manusia melalui fekal-oral (dari tinja ke mulut) atau yang agak jarang melalui oral-oral (dari mulut ke mulut). Makanan dan minuman dapat terkontaminasi melalui lalat atau karena higienis yang rendah. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio. Transmisi oral biasanya mempunyai peranan yang dominan pada penyebaran virus polio di negara berkembang. dan klorin. persawahan yang diberi pupuk feses manusia. Mekanisme Penyebaran Virus Polio ditularkan terutama dari manusia ke manusia. merupakan sumber utama infeksi. sedangkan penularan secara fekal-oral paling banyak terjadi di daerah miskin. Tipe Virus Polio Penyakit polio atau poliomielitis paralitik sudah dikenal sejak akhir abad 18. Kontaminasi tinja pada jari tangan. jalur pernafasan belum terbukti menjadi jalur penularan untuk virus polio.

Sementara itu. dan fasilitas pengolahan limbah. Nah. pada keadaan beku atau suhu yang rendah justru virus dapat bertahan hidup bertahun-tahun. serum dan cairan serebrospinal tidak diklasifikasikan infeksius untuk virus polio. salah satu inang atau mahluk hidup perantaranya adalah manusia. Poliomyelitis atau yang lebih dikenal dengan Polio merupakan penyakit yang sangat menular diakibatkan oleh virus polio. Sebenarnya. Meskipun cara penularan utama adalah akibat tercemarnya lingkungan oleh virus polio dari penderita yang terinfeksi. maka yang lain juga terinfeksi. kondisi suhu yang tinggi dapat cepat mematikan virus. kualitas air. oral-oral adalah penyebaran dari air liur penderita yang masuk ke mulut manusia sehat lainnya. mainan anak. bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularan. Penyakit ini menyerang sistem syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian dalam hitungan beberapa jam. Penularan virus terjadi secara langsung melalui beberapa cara. makanan dan minuman. Globalisasi telah membuat pengendalian penyebaran virus menjadi lebih sukar. merupakan sumber utama infeksi * oral-oral (dari mulut ke mulut) Yaitu melalui percikan ludah atau air liur penderita yang masuk ke mulut orang sehat lainnya. alat tulis. Darah. Bahan yang dianggap infeksius untuk virus polio adalah feses dan sekresi pernafasan dari pasien yang terinfeksi virus polio atau yang menerima OPV (Oral Poliovirus Vaccine) dan produk laboratorium yang digunakan untuk percobaan dengan menggunakan virus polio. Biasanya bila salah satu anggota keluarga terinfeksi. Virus polio yang secara ilmiah dikenal sebagai virus polio liar atau Wild Polio Virus/WPV memasuki tubuh manusia melalui mulut dengan perantaraan . Di area dengan sanitasi yang bagus dan air minum yang tidak terkontaminasi. Sebaliknya. Kontaminasi tinja pada jari tangan. tingkat higienis.makanan yang tercemar virus polio yang berasal dari tinja penderita masuk ke mulut manusia sehat lainnya. Penularan virus polio terutama melalui jalur fekal-oral dan membutuhkan kontak yang erat. Mobilitas penduduk negara endemis ke berbagai negara membuat virus dengan cepat menyebar. Faktor yang mempengaruhi penyebaran virus adalah kepadatan penduduk. Bahan yang dianggap berpotensi infeksius adalah feses dan sekresi faring yang dikumpulkan untuk tujuan apapun dari daerah yang masih terdapat virus polio liar. melalui minuman atau makanan yang tercemar virus polio yang berasal dari tinja penderita lalu masuk ke mulut orang yang sehat. Virus ini dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan. Ketahanan virus ini di dalam tanah dan air sangat bergantung pada kelembapan suhu dan adanya mikroba lain. yaitu: * fekal-oral (dari tinja ke mulut) Maksudnya. rute transmisi lainnya mungkin penting. Prevalensi infeksi tertinggi terjadi pada mereka yang tinggal serumah dengan penderita. namun virus ini sebenarnya hidup di lingkungan yang terbatas.

Hanya saja. hati. mialgia (nyeri otot). Mekanisme virus polio menginfeksi sistem syaraf pusat masih belum diketahui secara pasti. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Virus polio masuk melalui saluran cerna. atau menunjukkan gejala yang disebut poliomielitis abortif (ada yang menyebutnya fase klinis minor dari infeksi virus polio). sunsum tulang. Virus yang telah masuk melalui mulut akan melewati jalur pencernaan hingga sampai di usus. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi dapat mengatasi infeksi yang terjadi sebelum timbul viremia yang kedua. Infeksi virus polio pada sistem syaraf pusat dapat menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak) aseptik (tidak disertai infeksi bakteri) non-paralitik atau dapat berupa poliomielitis paralitik (paralitik = kehilangan kemampuan untuk bergerak/lumpuh. dan badan terasa lemas. Virus polio pada fase ini dapat ditemukan di ludah dan feses. setelah perbanyakan virus di sistem retikuloendotelial dan tempat lainnya. Setelah masuk. termasuk diantaranya nodus limfe. gangguan saluran cerna (mual. rasa tidak enak di perut. Infeksi pada sistem syaraf pusat inilah yang ditakutkan pada infeksi virus polio. Meskipun begitu. nyeri tenggorokan. Penjelasan lebih detail di artikel yang akan datang). termasuk manusia. akan terjadi penyebaran virus di darah (viremia) yang kedua. Fase ini berlangsung 3-10 hari. dan limpa. Meskipun sistem saraf pusat (mungkin) dapat terserang ketika viremia pertama. yaitu demam. virus polio akan menyebar melalui darah (viremia) untuk menuju sistem retikuloendotelial lainnya. tidak jelas apakah virus polio memang bereplikasi di tempat tersebut atau “hanya terserap” oleh jaringan limfe setelah bereplikasi di sel epitel saluran cerna. dan atau gejala yang menyerupai influenza. Dari sini nampak jelas pentingya menjaga kebersihan lingkungan khususnya pengolahan makanan agar tidak terkontaminasi dengan tinja ataupun kotoran lain yang membawa berbagai macam agen penyakit. yang pertama. tipe sel dan tempat spesifik yang digunakan virus ini untuk bereplikasi pertama kalinya. dan mungkin ke tempat lainnya seperti jaringan lemak coklat dan otot. muntah. Tinja tersebut yang sangat berpotensi menjadi sumber penularan virus kepada orang lain. ditandai dengan sakit kepala.makanan yang telah terkontaminasi tinja dari orang yang sudah terjangkit polio. dapat sampai 3 minggu. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi virus polio tidak menunjukkan gejala apapun. Ada 3 hipotesis. virus ini dapat diisolasi dari jaringan limfe di saluran cerna. Setelah memperbanyak diri di jaringan limfe saluran cerna. Virus polio hanya menyerang primata. dan berperan dalam proses penularan. sehingga diduga tempat replikasi pertama virus tersebut adalah di jaringan limfe saluran cerna terutama “bercak Peyer” dan tonsil. Sekitar 5% dari mereka yang terinfeksi. virus akan bereplikasi (memperbanyak diri). konstipasi atau mungkin diare). sebagian atau total). Virus yang telah berada di dalam usus dapat berkembang biak yang pada gilirannaya akan dikeluarkan kembali oleh orang yang terjangkit melalui tinjanya. Gejalanya mirip infeksi virus pada umumnya. virus polio menginfeksi sistem syaraf pusat melalui transport axon (sel syaraf . namun mayoritas terjadi setelah viremia kedua (Di sini poin utama pentingnya vaksinasi polio.

panjang yang menghantarkan signal syaraf) dengan arah yang berlawanan (signal syaraf bergerak dari sistem syaraf pusat ke otot. Bagi penderita dengan tanda klinik paralitik. 2. 1% nonparalytic. virus polio diimpor ke sistem syaraf pusat melalui sel makrofag (mekanisme kuda Trojan). 5. dan sisanya menunjukkan tanda klinik paralitik. 30% menunjukkan kelumpuhan berat. virus bergerak dari otot ke sistem syaraf pusat). usia penderita bergeser pada kelompok anak usia di atas 5 tahun. Penderita sebelum ditemukannya vaksin terutama berusia di bawah 5 tahun. Sampai saat ini. Sebagian besar (90%) infeksi virus polio menyebabkan inapparent infection. sedangkan 5% menampilkan gejala abortive infection. Gejala polio antara lain: 1. 30% akan sembuh. independen dari keberadaan reseptor seluler untuk virus polio (CD155). 3. Berikut fase-fase infeksi virus tersebut: * stadium akut . 6. Gejala umum serangannya adalah pengidap mendadak lumpuh pada salah satu anggota gerak setelah demam selama 2-5 hari. Demam Rasa lelah Sakit kepala Muntah-muntah Rasa kaku pada leher Rasa sakit pada kaki atau tangan Masa inkubasi virus polio biasanya berkisar 3-35 hari. dan 10% menunjukkan gejala berat serta bisa menimbulkan kematian. 6. 30% menunjukkan kelumpuhan ringan. Setelah adanya perbaikan sanitasi serta penemuan vaksin. mayoritas bukti ilmiah mendukung hipotesis yang pertama. Dan hipotesis ketiga. Masa inkubasi biasanya 3-35 hari. 4. Hipotesis kedua adalah virus menembus sawar darah otak. Gejala Polio Tanda penyakit polio pada manusia sangat jelas.

sedangkan 41. Artinya. pemberian vaksinasi massal di daerah yang ditemukan penderita polio terhadap anak usia di bawah lima tahun tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Imunisasi polio yang harus diberikan sesuai rekomendasi WHO adalah sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu. Kelumpuhan yang terjadi sebagian besar pada tungkai kaki (78. dan 15 tahun. Mereka harus diperiksa tinjanya untuk memastikan karena polio atau bukan.Yaitu fase sejak adanya gejala klinis hingga 2 minggu. Upaya ketiga adalah survailance accute flaccid paralysis atau penemuan penderita yang dicurigai lumpuh layuh pada usia di bawah 15 tahun. Ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat. dan 1997. Yang paling efektif hanyalah pencegahan dengan cara imunisasi. diikuti Pekan Imunisasi Nasional yang dilakukan Depkes 1995. Kemudian. 7.4% pada lengan.5 tahun. Kelumpuhan ini berlangsung bertahap sampai sekitar 2 bulan sejak awal sakit. Selanjutnya setelah 2 tahun diperkirakan tidak terjadi lagi pemulihan kekuatan otot. Kadang disertai kekakuan otot dan nyeri otot ringan. Terjadi kelumpuhan anggota gerak yang layuh dan biasanya salah satu sisi saja. Kelumpuhan ini bersifat asimetris sehingga cenderung menimbulkan gangguan bentuk tubuh (deformitas) yang menetap atau bahkan menjadi lebih berat. Sekitar 50-70 persen fungsi otot pulih dalam waktu 6-9 bulan setelah fase akut. *stadium kronik Yaitu lebih dari 2 tahun sejak gejala awal penyakit biasanya menunjukkan kekuatan otot yang mencapai tingkat menetap dan kelumpuhan otot yang terjadi sudah bersifat permanen. Dalam World Health Assembly 1988 yang diikuti sebagian besar negara di dunia. Kelumpuhan terjadi dalam seminggu permulaan sakit. dunia bebas polio pada 2000. dibuat kesepakatan untuk melakukan eradikasi polio (Erapo) tahun 2000. *stadium convalescent Yaitu fase pada 2 bulan sampai dengan 2 tahun. diulang usia 1. Tindakan lain adalah melakukan mopping-up.6%). Ditandai dengan pulihnya kekuatan otot yang sebelumnya lemah. Kelumpuhan terjadi akibat kerusakan sel-sel motor neuron di bagian tulang belakang (medula spinalis) lantaran invasi virus. Kemudian. . Pencegahan Polio Hingga saat ini belum ditemukan cara pengobatan penyakit polio. Ditandai dengan menghilangnya demam dalam waktu 24 jam atau kadang suhu tidak terlalu tinggi. *stadium subakut Yaitu fase 2 minggu sampai 2 bulan. Yakni. Program Erapo pertama yang dilakukan adalah melakukan imunisasi tinggi dan menyeluruh. Kadang disertai sakit kepala dan muntah-muntah. 1996.

5 tahun. Mereka harus diperiksa tinjanya untuk memastikan apakah karena polio atau bukan. di antaranya adalah: * Eradikasi Polio Dalam World Health Assembly tahun 1988 yang diikuti oleh sebagian besar negara di seluruh penjuru dunia dibuat kesepakatan untuk melakukan Eradikasi Polio (ERAPO) tahun 2000. 1996 dan 1997.Ada beberapa langkah upaya pencegahan penyebaran penyakit polio ini. Pada beberapa pasien ditemukan adanya gangguan . * Mopping Up Artinya tindakan vaksinasi massal terhadap anak usia di bawah 5 tahun di daerah ditemukannya penderita polio tanpa melihat status imunisasi polio sebelumnya. Imunisasi polio yang harus diberikan sesuai dengan rekomendasi WHO yaitu diberikan sejak lahir sebanyak 4 kali dengan interval 6-8 minggu. artinya dunia bebas polio tahun 2000. Selain pencegahan dengan vaksinasi polio tentu harus disertai dengan peningkatan sanitasi lingkungan dan sanitasi perorangan. sebenarnya orang tua tak perlu panik jika bayi dan anaknya telah memperoleh vaksinasi polio lengkap. Tampaknya di era globalisasi dimana mobilitas penduduk antarnegara sangat tinggi dan cepat. Namun. * Survailance Acute Flaccid Paralysis Yaitu mencari penderita yang dicurigai lumpuh layuh pada usia di bawah 15 tahun. bagi mereka yang dapat bertahan hidup. 8. Bahkan merupakan satu-satunya program yang efisien dan efektif dalam pencegahan penyakit polio. Upaya imunisasi yang berulang ini tentu takkan menimbulkan dampak negatif. pemerintah mengadakan PIN pada tahun 1995. Kemudian diulang pada saat usia 1. serta memelihara kebersihan makanan merupakan upaya pencegahan dan mengurangi risiko penularan virus polio yang kembali mengkhawatirkan ini. Penyembuhan yang bisa dilakukan sedikit sekali alias tidak ada obat untuk menyembuhkan polio. * PIN (Pekan Imunisasi Nasional) Selanjutnya. air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan. Program ERAPO yang pertama dilakukan adalah dengan melakukan cakupan imunisasi yang menyeluruh. akan memasuki fase penyembuhan atau fase stabil. dan usia 15 tahun. Berbagai kasus yang diduga infeksi polio harus benar-benar diperiksa di laboratorium karena bisa saja kelumpuhan yang terjadi bukan karena polio. Sindroma Paska Polio Setelah mengalami serangan poliomielitis akut. Menjadi salah satu keprihatinan dunia bahwa kecacatan akibat polio menetap tak bisa disembuhkan. Penggunaan jamban keluarga. muncul kesulitan dalam mengendalikan penyebaran virus ini.5 tahun.

Komplikasi neurologik dapat dikarenakan deformitas skeletal dan penggunaan alat bantu gerak yang meningkatkan resiko terjadinya penjepitan syaraf tepi. penyembuhan yang tidak sempurna yang disertai disabilitas sisa. Efek penyakit polio pada pertumbuhan sangat penting. dan skoliosis. hiperekstensi atau instabilitas ke samping pada lutut atau pinggul. alat gerak atas dan kapasitas pernafasan dalam jarak waktu yang lama (bertahun-tahun) setelah terkena poliomielitis paralitik. kram. Hal ini menimbulkan dugaan adanya peran penting interferon dalam melindungi jaringan non syaraf tersebut. fasikulasi otot. Sindroma ini sering disebut sindroma paska polio. ada riwayat poliomielitis akut waktu usia muda. instabilitas progresif pada sendi. dan gangguan sensorik pada beberapa pasien.aktivitas sehari-hari. penyusutan massa otot. dan gangguan fungsional (gangguan aktivitas sehari-hari. dan aktivitas fisik berat dalam fase stabil tersebut. atau setelah vaksinasi dengan vaksin polio oral (OPV/oral poliovirus vaccine. 9. pernafasan. Abnormalitas meliputi deformitas fleksi yang terfiksasi. yang berakumulasi menjadi retardasi pertumbuhan. patah tulang. Komplikasi ortopedik sering ditemukan dan merefleksikan stress abnormal yang berkepanjangan karena deformasi skeletal dan kelemahan otot. Spondilosis servikal akan bermanifestasi sebagai nyeri leher. ada gangguan anggota gerak-batang otak-atau pernafasan berat ketika terkena polio akut. osteoporosis. Ketika tikus transgenik CD155 tersebut di-knock out interferon alfa-beta-nya. mobilitas. Antibodi yang dihasilkan setelah infeksi polio virus liar. Polio yang terjadi sebelum masa cepat pertumbuhan biasanya menyebabkan skoliosis progresif dan pemendekan anggota gerak. Faktor yang berkaitan dengan terjadinya sindroma paska polio adalah onset (saat muncul gejala pertama kali) setelah periode stabil yang panjang. osteoarthrosis. tulang dan otot. atau penyakit klinis sistemik. mobilitas. Ada kelompok yang mendukung ada pula yang menolaknya. atau ada yang menyebutnya vaksin polio “mati”) dapat mencegah terjadinya poliomielitis . skoliosis progresif. Keberadaan sindroma paska polio di dunia klinis sendiri masih menjadi perdebatan. Ada yang menyebutnya vaksin polio “hidup”) atau IPV (inactivated polio vaccine. neurologikal. Respon Imun Terhadap Infeksi Virus Polio Respon imun/kekebalan alami memegang peranan penting dalam penentuan trofisme jaringan dan patogenitas virus polio. Syarat untuk dapat disebut sindroma paska polio adalah gejala dan tanda yang baru muncul tersebut tidak disertai kelainan ortopedik. jaringan non syaraf yang tidak menjadi target replikasi untuk virus polio menunjukkan peningkatan aktivitas gen yang distimulasi oleh interferon dan respon interferonnya lebih cepat dibandingkan jaringan syaraf. Sindroma ini dapat berupa nyeri di sendi. Pada tikus transgenik CD155. Gangguan pernafasan tampak sebagai hipoventilasi nokturnal progresif dan mungkin berkaitan dengan deformitas dinding dada. titer virus polio di jaringan non syaraf meningkat dan terjadi peningkatan frekuensi paralisis dibandingkan dengan tikus transgenik CD155 liar Respon sistem kekebalan humoral berperan penting dalam perlindungan dan kekebalan jangka panjang. kelemahan. anggota gerak atas dan pernafasan). atau faktor lain yang memberikan stress pada sistem pernafasan.

jika terjadi re-infeksi. Secara teoritik. Sel T sitolitik mungkin mempunyai peranan dalam proses pembersihan virus secara langsung dengan cara melisiskan sel yang terinfeksi virus. Makin banyak dan makin lama virus polio dikeluarkan via tinja oleh si penderita.karena mencegah terjadinya viremia. Dibandingkan IPV. maka resiko penyebarannya akan semakin besar. Akibatnya dosis yang dibutuhkan oleh virus polio untuk melakukan re-infeksi akan mengalami peningkatan. Jumlah dan durasi pengeluaran virus polio di tinja ini berperan besar dalam proses penyebaran virus polio. jumlah dan durasi pengeluaran virus polio di tinja akan menurun. sehingga mencegah infeksi pada sistem syaraf pusat. Diposkan oleh Ghina Vindry di 05:27 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Ilmu Pengetahuan Alam 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) Translatter Google Translate . Selain itu. infeksi virus polio liar atau vaksin polio oral akan menghasilkan produksi IgG sirkulasi yang lebih banyak dan juga sekresi IgA di usus halus. sel T CD4+ membantu sel B dalam respon kekebalan humoral. Selain respon sistem kekebalan humoral. sistem kekebalan seluler mungkin juga berperan besar dalam menghadapi infeksi virus polio. Sel T gamma atau delta dan sel NK (yang merupakan bagian dari respon kekebalan alami) mungkin berperan dalam respon kekebalan adaptif sel T.

.

visitor Free Hit Counter .

Lencana Facebook Ghina Si Juteq Buat Lencana Anda Kategori    Ilmu Pengetahuan Alam (2) Motivasi (1) Umum (2) Arsip Blog  ▼ 2011 (5) o ▼ Juni (4)  Sistem Pencernaan Ruminansia  Virus polio  Tahukah Kamu???? .

Indonesia .shoutmix. Sul-Teng.o  Motivasi Diri-Mu ► April (1) Widget Animasi Widget Animasi <a href="http://www5.com/?juteq">View shoutbox</a> ShoutMix chat widget Jam My Music Music Playlist at MixPod.com Mengenai Saya Ghina Vindry Palu.

Saya anak pertama dari dua bersaudara. :) Lihat profil lengkapku Pengikut Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger... untuk lebih lanjutnya liat di facebook aku aja. ....Ga ada yang istimewa tentang saya.. Teman2 biasa manggil saya dengan nama gina..

Sul-Teng... Saya anak pertama dari dua bersaudara. Indonesia Ga ada yang istimewa tentang saya.Widget Animasi Widget Animasi <a href="http://www5.... Teman2 biasa manggil saya dengan nama gina. untuk lebih lanjutnya liat di facebook aku aja..com/?juteq">View shoutbox</a> ShoutMix chat widget Jam My Music Music Playlist at MixPod..shoutmix.com Mengenai Saya Ghina Vindry Palu. :) .

Diberdayakan oleh Blogger. .Lihat profil lengkapku Pengikut Template Picture Window.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->