Nama NIM Prodi MK

: Rina Wulandari : I 0609025 : Perencanaan Wilayah dan Kota : Bahasa Indonesia

Kelas Kata Kata merupakan bentuk yang sangat komplek yang tersusun atas beberapa unsur. Kata dalam bahasa Indonesia terdiri atas satu suku kata atau lebih. Bahasa Indonesia mengenal pengelompokan kosa dalam bentuk kelas kata. Kelas kata (jenis kata) adalah golongan kata dalam satuan bahasa berdasarkan kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem gramatikal. Untuk menyusun kalimat yang baik dan benar dengan berdasarkan polapola kalimat baku, pemakai harus mengenal jenis dan fungsi kelas kata. Adapun fungsi kelas kata:  melambangkan gagasan atau pikiran yang abstrak menjadi konkret  membentuk bermacam-macam struktur kalimat  memperjelas makna gagasan kalimat  membentuk satuan makna frase, klausa, atau kalimat  membentuk gaya pengungkapan sehingga menghasilkan karangan yang dapat dipahami dan dinikmati oleh orang lain  mengungkapkan berbagai jenis ekspresi, antara lain: berita, perintah, penjelasan, argumentasi, pidato dan diskusi  mengungkapkan berbagai sikap, misalnya: setuju, menolak, dan menerima. Dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia, kelas kata terbagi menjadi tujuh kategori, yaitu: 1. Kelas Nomina Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kelas kata ini ditandai oleh :  menduduki posisi subjek, objek, atau pelengkap dalam kalimat yang predikatnya verba,  tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, serta  umumnya dapat diikuti oleh adjektiva, baik secara langsung maupun diantarai oleh kata yang. Nomina dapat dibagi menjadi nomina dasar dan nomina turunan. Nomina dasar adalah nomina yang hanya terdiri atas satu morfem. Nomina turunan adalah nomina yang diturunkan melalui proses afiksasi, perulangan, atau pemajemukan. Contoh : Nomina dasar : radio, buku, rumah Nomina turunan :  afiksasi : pembicara, pembaca  perulangan : orang-orangan, mobil-mobilan  pemajemukan : kamar mandi, rumah sakit

 Mendampingi nomina di dampingi partikel seperti lebih. telah. contoh : menggembirakan  Denominalisasi. Kelas Adjektiva Adjektiva atau kata sifat adalah kelas kata yang mengubah nomina atau pronomina. akan. contoh : menyeluruh. bermanfaat  De-adverbalisasi. baru. belum. mendua  De-interjeksi. yaitu :  Adjektiva dasar adalah kata sifat yang berupa morfem dasar bebas. Contoh : pulang. menjalani  verba deadjektival adalah kata kerja yang terbentuk dari kelas kata adjektiva. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat. Adjektiva adalah kategori yang ditandai oleh  Kemungkinannya untuk bergabung dengan partikel tidak. Ada beberapa jenis adjektiva. buruk. pengalaman. Contoh : membersihkan  Verba denumeral adalah kata kerja ytang terbentuk dari kelas kata numeral. asoy  Adjektiva Majemuk  subordinatif :. baik. berlari  verba denomial adalah kata kerja yang terbentuk dari kelas kata nominal.  Mempunyai ciri-ciri morfologis seperti –er.  Dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke-an. Contoh : menyeluruh  Verba depronominal adalah kata kerja yang terbentuk dari kelas kata pronomina. maupun penekanan suatu kata. Contoh : kesepian. Contoh : dimakan. cantik-cantik. kualitas.  Adjektiva turunan adalah adjektiva yang telah mengalami afiksasi dan reduplikasi. biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. langsung. Contoh : menandatangani. gabungan proses atau berupa paduan leksem. Contoh : adil. –if. terhormat.2. kecukupan. agak. tua-tua. contoh : yahud. panjang akal . melompat. Ada beberapa jenis kata kerja dalam Bahasa Indonesia. reduplikasi. dan hendak.  Adjektiva yang berasal dari berbagai kelas dengan proses-proses berikut :  Deverbalisasi. buta warna. mau. contoh : berkurang  Denumeralia. sudah. keberadaan. atau pengertian dinamis lainnya. urutan. sangat. Contoh : mengakui 3. sedang. makan  Verba turunan yaitu verba yang telah mengalami afiksasi. yaitu :  Verba murni adalah verba yang berupa morfem dasar bebas. Adjektiva dapat menerangkan kuantitas. Kelas verba ini ditandai dengan potensi berkombinasi dengan kata tidak. pergi. -i. contoh : berguna. Kelas Verba Kelas verba atau kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan.

 Bilangan pecahan. sulit.  Numerelia tingkat adalah numerilia takrif yang melambangkan urutan dalam jumlah dan berstruktur Ke + Num. sangat. Contoh : dua pertiga.  adjektiva tak bertaraf. Contoh : nasional  adjektiva bertaraf. adalah numerelia utama yang menyatakan jumlah tertentu. harga uang. adalah adjektiva yang dapat menempati posisi predikat dalam klausa. seperti : pekat. yang diduduki partiker per-. 4. Kelas Numeralia Numeralia atau kata bilangan adalah kata yang menunjukkan bilangan atau kuantitas. yaitu numerelia yang menyatakan jumlah yang tenru. Numeralia adalah kategori yang dapat mendampingi nomina dalam konstruksi sintaksis. berat. Contoh : Pertunjukan malam itu sangat ramai sekali.merupakan prefiks dan Num . Ke. Contoh : satu. yaitu suatu tingkat yang menerangkan bahwa keadaan nomina berlebih-lebihan. dua. dan tidak dapat bergabung dengan tidak atau dengan sangat.  Tingkat superlatif. Numerelia utama dapat dihubungkan langsung dengan satuan waktu. adalah adjektiva yang tidak dapat berdampingan dengan agak. sangat. yang menerangkan bahwa keadaan nomina melebihi keadaan nomina lain. mempunyai potensi untuk mendamingi numerelia lain. yaitu adjektiva yang mendampingi nomina dalam frasa nominal. kodi. suatu tingkat yang menerangkan bahwa keadaan nomina melebihi keadaan beberapa atau semua nomina lain yang dibandingkannya.  adjektiva atributif. koordinatif : aman sentosa. Contoh : Kota Medan adalah kota yang paling luas di Indonesia  Tingkat eksesif. yaitu suatu tingkat yang menerangkan bahwa nomina dalam keadaan biasa. Kata bilangan ini ditandai dengan dapat bergabungnya dengan kata benda. yaitu adjektiva yang dapat berdampingan dengan agak. ukuran panjang. ribu. gross. puluh. Contoh : Kota Surakarta luas  Tingkat komparatif. Golongan ini terdiri atas :  Numerelia utama (koordinat)  Bilangan penuh. Ada beberapa jenis numeralia. contoh : lusin.  Bilangan gugus. seperti : intern Pemakaiaan Adjektiva  Tingkat positif. lima perenam. dan isi. makmur. Contoh : Kota Surabaya lebih luas dari pada Kota Jakarta. contoh : hangat. yaitu :  Numerelia takrif. lemah lembut Ada dua macam katagori adjektiva :  adjektiva predikatif . yitu numerelia yang terdiri dari pembilang dan penyebut.

Arti suatu kata tugas ditentukan bukan oleh kata itu secara lepas. atau adverbia lain. melainkan oleh kaitannya dengan kata lain dalam frase atau kalimat. misalnya dan. 5. atau proposisi. Ada dua jenis adverbia. memang. adalah  pronomina penanya. sang. justru. aduh  artikel (kata sandang). beberapa. saya. misalnya ah. agak. ke  konjungsi (kata sambung). Misalnya : suatu. ber. serta  interjeksi (kata seru). Dalam bahasa Indonesia ada tiga jenis pronomina. kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat (antarkata. tetapi dapat berpindah kelas menjadi verba seperti dalam kata “mendua”. dengan. ajektiva. Contoh : alangkah. tiap-tiap. kapan Kelas pronomina adalah kategori yang berfungsi untuk menggantikan nomina. 6.+ Num . Contoh : Catatan kedua sudah diperbaiki. di. numerelia. kata yang tidak memiliki arti tapi menjelaskan nomina. Numerelia tak takrif adalah numerelia yang menyatakan jumlah yang tak tentu. yaitu :  Adverbia intra klausal yang berkonstruksi dengan verba. misalnya si. antarfrasa. perempatan. kau . berbagai. 7. antarkalimat). pertigaan. Kata Tugas Kata tugas hanya mempunyai arti gramatikal dan tidak memiliki arti leksikal. numerelia. sangat  Adverbia ekstraklausal yang mempunyai kemungkinan untuk berpindahpindah posisi dan mengungkapkan perihal atau tingkat proposisi secara keseluruhan. kami  pronomina penunjuk. Ciri dari kata tugas adalah bahwa hampir semuanya tidak dapat menjadi dasar untuk membentuk kata lain. Apa yang digantikannya itu disebut antiseden. yaitu:  preposisi (kata depan). atau menjadi nomina seperti kesatuan.  Numerelia kolektif adalah numerelia takrif yang berstruktur : Ke + Num. misalnya dari. Kata tugas dikelompokkan menjadi lima. Numerelia tidak pernah dibentuk dari kategori lain. kata yang mengungkapkan seruan perasaan. atau.Contoh : bukan. contoh : itu. Kelas Pronomina Pronomina atau kata ganti adalah kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda. contoh : aku. contoh : bila. antarklausa. Kelas Adverbia Kelas adverbia atau kata keterangan adalah kategori yang dapat mendampingi adjektiva. menyatakan numerelia bilangan. ber. Contoh : Kedua kota itu tumbuh sangat pesat. yaitu :  pronomina personal. sebagaian.+ Num. kata yang biasa terdapat di depan nomina.

ya ampun. mengapa. selanjutnya. bilamana. bagaimana. didalam kalimat yang menyatakan pertanyaan. terharu. sedangkan. Kata Seru Kata yang digunakan untuk menggungkapkan perasaan bahwa. Kata Penghubung Kata ini digunakan untuk menghubungkan kata dengna klausa dengan klausa/kalimat dengan kalimat. dan hah. kagum. dengan. Kata seru serapan: astaga. contoh : diakah. . sebagai. adalah dan lain-lain. siapa. sedih dan lain-lain. alhamdulillah. marah. serta atau. o. mana. Kata serupa berupa kata-kata biasa: aduh. penegas. bila. bila. kenapa. apatah. celaka gila. kasihan. kapan. misalnya: Karena kaget. diapun 8. Untuk penghubung tak sederajat : sebab. Contoh: Untuk kata penghubung sederajat: dan. apalah. cih. sesudah dan lain-lain. hai. na. Contoh : Kata seru berupa kata-kata singkat : wah. jika. Kata Tanya Kata ini digunakn sebagai pembantu. sehingga. 9. nah. Contoh: apa. berapa . masya allah. 10.

Frasa setara Sebuah frasa dikatakan setara jika unsur-unsur pembentuknya berkedudukan sederajat atau setara.  Frasa Eksosentrik. Contoh : dari rumah. yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda. sedang mandi. yaitu frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang setara. hitam kelam. Frasa verbal dapat berfungsi menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat. dan verba. Contoh : buku tulis. Contoh : di pasar  Frase eksosentrik nondirektif. 2. sedangkan komponen kedua berupa kata. Frasa saya dan adik adalah frasa setara sebab antara unsur saya dan unsur adik mempunyai kedudukan yang setara atau tidak saling menjelaskan. Ciri-ciri frasa adalah :  Terbentuk atas dua kata atau lebih  Menduduki fungsi gramatikal dalam kalimat  Mengandung satu kesatuan makna gramatikal  Bersifat nonpredikatif Jenis. oleh kami. komponen pertama berupa artikulus. Salah satu pembentuk frasa ini merupakan kata tugas. Frasa nominal dapat berfungsi menggantikan kata benda.jenis frasa : 1. kepada Anda.  Frasa koordinatif. seperti : di. Contoh : cukup pandai. Contoh : Udin. rajin sekali. Berdasarkan fungsi unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :  Frasa endosentris. Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :  Frasa nominal. Frasa Eksosentrik ini dibagi menjadi dua. Demikian juga . anak Pak Camat. Contoh : kakek-nenek  Frasa apositif. komponen pertama berupa preposisi. yaitu :  Frase eksosentrik direktif.dan dari.Frasa Frasa adalah satuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang menduduki satu fungsi kalimat.  Frasa ajektiva. Contoh : Sang Raja 3. yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja. lemari besi. yaitu frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Contoh : akan datang. sedangkan komponen kedua berupa kata berkategori nomina. yaitu frasa yang salah satu unsurnya dapat menggantikan kedudukan unsur intinya. sangat baik. Contoh: Saya dan adik makan-makan dan minum-minum di teras rumah. yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata depan.  Frasa preposisional.  Frasa verbal. yaitu :  Frasa atributif. Frasa endosentris dibagi menjadi tiga macam. ke. yaitu frasa yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. yaitu frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. adjektiva. yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat. Contoh : hari libur.seperti si dan sang.

Contoh : bermental baja. Frasa ambigu yaitu frasa yang menimbulkan makna ganda dalam pemakaian kalimat. Contoh : Ayah akan pergi nanti malam. 5. Frasa Idiomatik Frasa idiomatik atau kata kiasan adalah kelompok kata yang memiliki makna idiom (ungkapan) dan memiliki arti konotatif. 4.frasa makan-makan dan minum-minum termasuk frasa setara. 6. Frasa “nanti malam” terdiri atas unsur atribut dan inti. sedangkatan “malam” merupakan inti. Kata “nanti” merupakan atribut. Frasa setara ditandai oleh adanya kata “dan” atau “atau” di antara kedua unsurnya. yaitu perancang busana yang berjenis kelamin wanita atau perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. Contoh : Perancang busana wanita. . Frasa bertingkat Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri atas inti dan atribut. Frasa ini dapat menimbulkan pengertian ganda. membanting tulang.

Sedangkan klausa lain yang hadir bersama klausa bawahan disebut klausa utama atau klausa atasan.Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek. Yayan menulis Kalimat mayor : Udin berbicara dan Yayan menulis 2. Klausa verba resiprok adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja resiprokal. refleksif. a. yaitu klausa yang memiliki kata-kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat. d. dan jangan. predikat. baik verba transitif. Klausa Positif. yaitu kata kerja yang menyatakan perbuatan yang mengenai pelaku perbuatan itu sendiri. Contoh: Yang dicari bukan dia. Pada umumnya kata kerja ini berbentuk kata kerja men. Klausa Negatif. Contoh: Mereka diliputi oleh perasaan senang. b. Contoh : Udin berbicara. Contoh : Besok sore. yaitu klausa yang tidak memiliki kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat. atau resiprok. tak. yaitu klausa yang memiliki unsure lengkap. Contoh : Rima sedang menyembunyikan diri.  Berdasarkan kategori unsur segmental : 1. jadi klausa jenis ini selalu terikat dengan klausa yang lain dan tidak pernag menjadi kalimat mayor. Klausa verba transitif adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata golongan kata kerja transitif. Klausa terikat biasanya berdiri sebagai jawaban atas suatu pertanyaan atau berdiri di dalam anak kalimat. Contoh : Burung-burung beterbangan di atas permukaan air laut. Klausa ini memiliki unsur yang tidak lengkap. Klausa ini tidak memiliki subyek sekaligus predikat. Bentuknya ialah (saling) men-. dan berpotensi menjadi kalimat mayor. (Jawaban untuk kalimat "Kapan kamu berangkat?")  Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatikal menegatifkan predikat : 3. yaitu klausa yang predikatnya berkategori verba. bukan. c. Klausa verba refleksif adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja refleksif. Klausa Bebas. Klausa Terikat. saling ber-an dengan proses . biasanya terletak dibelakang konjungsi subordinatif. 4. Sebuah klausa wajib memiliki subjek dan predikat. Macam-macam Klausa :  Berdasarkan strukturnya: 1. baik disertai objek dan keterangan. Contoh : Diyah sedang membaca laporannya. Kata-kata negatif itu ialah tiada. yaitu kata kerja yang menyatakan kesalingan . Klausa verba intransitif adalah klausa yang predikatnya terdiri atas kata golongan kata kerja intransitif. belum.diikuti kata diri. sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat. Klausa Verbal. sehingga disebut klausa subordinatif / klausa bawahan. intransitive. serta memiliki potensi untuk menjadi kalimat.

P. Klausa preposisional. Contoh : Anggotanya ada sepuluh orang. predikatnya berupa kata kata/frase ajektifa. Contoh : Kredit itu untuk para MBR. Klausa nominal. . Contoh : Mereka berdua saling menyalahkan. 3. predikatnya berupa adverbial. 4. Contoh : Udara di Kota Surakarta panas sekali. Nomina secara gramatik memiliki perilaku sebagai berikut :  Pada tataran klausa dapat menduduki fungsi S. predikatnya berupa kata/frase numeralia.2. Klausa adverbial. pengulangan atau tidak dan saling men-. 6. dan O. dapat diikuti kata itu sebagai atributnya. melainkan dengan kata bukan. Contoh : Susahnya teramat sangat. 5. dan dapat mengikuti kata depan di atau pada sebagai aksisnya. Contoh : Dia Arsitek Klausa ajektifal. predikatnya berupa nomina/frase nomina. Klausa numeral. predikatnya berupa frase berkategori preposisi.  Pada tataran frasa tidak dapat dinegatifkan dengan kata tidak.

di. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang. Di samping nomina.  Didahului kata bahwa Di dalam kalimat pasif kata bahwa merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi fungsi subjek. ke. Ciri-cirinya adalah :  Jawaban atas pertanyaan apa atau siapa Penentuan subjek dapat dilakukan dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang dinyatakan dalam suatu kalimat.  Berupa nomina atau frasa nominal Subjek kebanyakan berupa nomina atau frasa nominal. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :  Jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana Dilihat dari segi makna. Di samping itu. Pertanyaan sebagai apa atau jadi apa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa . Keterangan ini dinamakan keterangan pewatas. kata bahwa juga merupakan penanda subjek yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atau ialah. Untuk menyatakan takrif. Subyek disebut juga pokok kalimat serta merupakan unsur inti dari kalimat. bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapa atau bagaimana adalah predikat kalimat. Predikat Predikat merupakan unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menerangkan subjek. dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan. dan disertai dengan intonasi final. atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu. 2. biasanya. nama negara.  Mempunyai keterangan pewatas yang Kata yang menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan menggunakan penghubung yang.  Tidak didahului preposisi Subjek tidak didahului preposisi. Berikut unsur-unsur yang ada dalam kalimat : 1. biasanya digunakan kata itu. seperti dari. yang biasanya berupa klausa. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia. Orang sering memulai kalimat dengan menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang dihasilkan tidak bersubjek. kepada. dalam. disertai kata penunjuk itu. subjek dapat berupa verba atau adjektiva. biasanya digunakan kata tanya siapa.  Disertai kata itu Kebanyakan subjek dalam bahasa Indonesia bersifat takrif (definite). pada. Subjek Subjek adalah unsur pokok yang terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat.Kalimat Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar. instansi.

dan akan. kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek). belum. seperti ingin. sedangkan verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. frasa numeralia (bilangan). misalnya verba.  Dapat disertai kata-kata aspek atau modalitas Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah. dan objek.  Unsur pengisi predikat Predikat suatu kalimat dapat berupa: 1. Ciri-ciri objek adalah sebagai berikut :  Langsung di belakang predikat Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat. 3. sedang. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas. misalnya frasa verbal.  Dapat diingkarkan Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang diwujudkan oleh kata tidak. adjektiva. frasa nominal. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya. Dengan kata lain.  Dapat menjadi subjek kalimat pasif Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif.  Kata adalah atau ialah Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat itu terutama digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara subjek dan pelengkap tidak jelas. Objek Unsur kalimat ini bersifat wajib dalam susunan kalimat aktif transitif yaitu kalimat yang sedikitnya mempunyai tiga unsur utama.nomina penggolong (identifikasi). Kata tanya berapa dapat digunakan untuk menentukan predikat yang berupa numeralia (kata bilangan) atau frasa numeralia. kata bukan juga merupakan penanda predikat yang berupa nomina atau predikat kata merupakan. frasa adjektival. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva.  Didahului kata bahwa . atau nomina. dan mau. Frasa. hendak. di antara predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi. Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber. tidak pernah mendahului predikat. Kata. sudah.  Tidak didahului preposisi Objek yang selalu menempati posisi di belakang predikat tidak didahului preposisi. Di samping tidak sebagai penanda predikat.atau ter-) tidak memerlukan objek. 2. predikat. subjek. Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa verba atau adjektiva.

terhadap. frasa. sekarang. Unsur kalimat buku baru. Berikut ciri-ciri pelengkap:  Di belakang predikat Ciri ini sama dengan objek.  Tidak didahului preposisi Seperti objek. dan tujuan. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan. meskipun. dan pelengkap. frasa. dan minggu depan. Contohnya terdapat pada kalimat berikut. Ciri-ciri unsur keterangan dijelaskan setelah bagian ini. Keterangan Waktu Keterangan waktu dapat berupa kata. pelengkap tidak didahului preposisi. jika. saat. 7 Mei. sebelum. Keterangan ini dapat berupa kata. misalnya. pada. objek langsung di belakang predikat. tentang. objek. . besok. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang menyatakan waktu.  Tidak terikat posisi Di dalam kalimat. ke. dan malam. seperti di. seperti setelah. dan sehingga. Perbedaannya. sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat. seperti kemarin pagi. cara.  Jenis keterangan Keterangan dibedakan berdasarkan perannya di dalam kalimat. oleh. seperti kemarin. waktu. memberi informasi tentang tempat. dalam. dan ketika. seperti ketika. sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain. 1. yaitu objek.  Bukan unsur utama Berbeda dari subjek. Keterangan dapat menempati posisi di awal atau akhir kalimat. Pelengkap Pelengkap memiliki fungsi yang sama dengan objek. b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru. atau anak kalimat. sebab. a) Diah mengirimi saya buku baru. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata penghubung. dari. dan untuk. 5. lusa. sewaktu.Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif. atau anak kalimat. Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan. supaya. keterangan merupakan unsur tambahan yang kehadirannya dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib. 4. kini. Keterangan waktu yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu. predikat. sesaat. Keterangan yang berupa frasa ditandai oleh preposisi. keterangan merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. namun perbedaanya adalah pelengkap tidak bisa dijadikan subjek pada kalimat pasif. Keterangan waktu yang berupa frasa merupakan untaian kata yang menyatakan waktu. karena. siang. kepada. Keterangan Keterangan merupakan unsur kalimat yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam kalimat. hari Senin. sesudah. atau di antara subjek dan predikat.

Keterangan cara yang berupa kata ulang merupakan perulangan adjektiva. keterangan pewatas tidak dapat ditiadakan. keterangan. misalnya. dan dalam. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk atau demi. Keterangan Tempat Keterangan tempat berupa frasa yang menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi. mahasiswa tingkat lima. Keterangan Aposisi Keterangan aposisi memberi penjelasan nomina. predikat. sedangkan keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan. Jika ditulis. atau tanda kurang.2. Keterangan cara yang berupa frasa ditandai oleh kata dengan atau secara. atau pelengkap. misalnya. Bu Erwin. agar. Perhatikan contoh berikut. 5. 4. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh kata karena atau lantaran yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam.  Siswanto.  Dosen saya. Keterangan Cara Keterangan cara dapat berupa kata ulang. Contohnya sebagai berikut. atau anak kalimat yang menyatakan cara. Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan. melainkan hanya mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih. Keterangan Sebab Keterangan sebab berupa frasa atau anak kalimat. sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor supaya. pada. keterangan ini diapit tanda koma. 8. 6. . Keterangan Tujuan Keterangan ini berupa frasa atau anak kalimat. tetapi berbeda dari keterangan aposisi. subjek. Keterangan tambahan (tercetak miring) itu tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan yaitu kata Siswanto. Keterangan Tambahan Keterangan tambahan memberi penjelasan nomina (subjek ataupun objek). Keterangan Pewatas Keterangan pewatas memberikan pembatas nomina. Keterangan sebab yang berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran. seperti di. frasa. 3. Seperti contoh berikut. Contoh diatas menjelaskan bahwa bukan semua mahasiswa yang mendapat beasiswa. subjek atau objek. terpilih sebagai dosen teladan. 7. atau untuk. tanda pisah (--). Terakhir. mendapat beasiswa. objek. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan.  Mahasiswa yang mempunyai IP tiga lebih mendapat beasiswa.

93.3.#  .80-07.  .9../49.-07:5.880.3. 3:207. 4394$:8.17.17./. . 570/.93. 4394 &/.3.:8.:8.5.2.570548843.98.93.90475705488 439470/9 9::39:5.7. $:7.-07:5.79. 570/. -07:5.907...:8.091./.07-.07-.7.80.9  .  570/.

.17.3   ./.3. . 805::47. 4394  349.80 3:207.

/ 8:-0 8:.9./. .33943.2 -.81 ..5../:3.39/.9 /. /03./.3.2.71 28.2 / 0 05.3423.8.3-..2..:8. . 3.9 /:3.9 $:-0/80-:9:. .-.3:38:739/.9   $:-0 $:-0.380-.  8:-0/.3 /./.9..743899:03/. ..0907. .-. 207:5. .85079.3 /./03.3.8 13.3.9.3-071:38:39:20307.3 8073 202:.3203:3.7 /.:.2.9 /-07 0907.2.-078:-0   07:5..9.. $:-0 0-..::5705488 $:-09/.   8.3 9.. 3423.3. .9.9.3 202-07.5:3.3..:.9.3..9.9. -. :38:7 .5.3.3 -07:5. 3423.503:3:9:     !70/./507:./09.3 203:3..9.9 .253 3423./..3.2.3.2.343:38-.71 /01390  &39: 203. .2 8:.3 . 207:5.8 .. . 07:9:38:7 :38:7.3/8:8:3/.3:9 /03.3.3 203...98079.  389.9.2 .3203.3 -07:5.3/.   8079. /7 .2. 9:  $:-0 .3 -07:5.3.7 80 2.8. 2030-../.9..3 8:-0 /.3. 3/4308.7 .9 5038 1:38 8:-0   8.07-.9 !70/.3  0907.3/8079.9.8.2.5.9: .2.9.2.-07:9  .: 8.3..3.3 .95.  7./..9.570/..3..//..  /.3. . -0781./.3.3./.9 5.3 .2..2.3 8:-0 /.3/.5.9 !079..9.5.8 5079. -.9.3 570/.8.73.9 .5.3907/.88.9  &39: 8:-0 .253 9:  .:8.5. ..80-.3.9/.3 .8..9:./...: ..3./ .3  3.3.9 .9./.3 0907.9.2. -07:5.3839.2.9...2.9.::5705488 805079/....8./8079.9: 0-. .3 31472.2.3 .//.8   %/..3 /3..9 ..3.3 .9.5.38  .   025:3.2.:-....: 3.7 .3 -07:5.9.9.3 :.9 5.2.9.9.8.350.2.8. . 47.3..8.3..71  -.3 0- ..9-07:5.3203.3 3 /3...7. . 805079 9: 803.. ..3 50.3:8.3 8:-0 /.9.  . -.3 503.9...3 203079.3. /. /:3.3 503:-:3 .2.9/8. 30.9.73.3 /03.3.3 8:/.:17.5.544..2.-./.. 5.9 /. /8079.9 .2.: 17.9 /03. 8:-0 ..3 /.3 203. 9.9.:.253:38:7 570/.9  7 .9.8..  -. -.3 :39: 203039:.3.3/.9.7 .5/03.9.3.2.3 503.::.9.5.:-.9207:5...8.207:5.3:38:7395.3 203:3.7.3423.5.3.9 9.9 /..9 ..8.5.85079..5.2.80-:.-..9. -...2. !03039:..:38:7544./. :./. .2.8 5079./.9:   /. 5743423..3.2.3.-..9: .5.

.: 570/.2 .2 .: 203025.8 !70/.9/3.9.3 ..5./. 8:-0 ..850 805079 90.9 ...74-0.3 .  8:-0  570/./.3 .8  .9.5 502-.81 .8.7.3 /8079.207:5. -../09.9.9 /.32.07-.9.  17.34-00-...3 .2 .9/8079..2.3  -0:2  /.. /8079.. .3 20207:./ 8:-0 /.95.3 80/93. :38:7 .38:3/-0.91 /. 80-.253 9/.3. /.3.9..3 ..2.3-07:5..:. 9.9.9..3. !70/.2.8 ./09. //.7.570/.3 5...9 5.9 .3 :.9.:3423.39.3   .9.3.7.3 570/.9.9.:   &38:75038570/.2..  !70/.5.59/. .3 /::/./8:-0. 3/4308.. ..397.9   .3570/.9 .0.9.3-07.5.3 -07:5. 3423.3 /...3891 ..9 . .3..3 !70/..9.9  . . 3 /:3.81  !07:-.320  7 .  80/.   %/..8.3 4-0 80/. 9.80-. -:.2.91 203. :38:7 :9..5.5.5.3.07-. 570/.3 :38:7 4-0 /./09.3570/.- /.9: ..850.3 203.93.3  / .81 -0 .9 /. /.. . / /05.9 . 28.07-.8.    7.2.. 503443 /0391. 24/.9 5488 / -0.3423.3 9/.:: 5705488  03.9 -07:5. . . .2 8:8:3.3 4-0 9/.3891 0-.2..9 /..3 :39: 570/.570/. .:17....9.9.9.07-.8.:907 9/.-073.5.39.9.9-07:5. 202 9025.9.: .9/. 9: 90709. 203/.9 /885.9 /8079.07-.3 .2.5.. /.2.3 40 .3. 570/.9 /. ..3423.9 .3-07:5.3 -07:5.2.:.9:.9 3 -0781.91 97.  17.98:.2.   .-07:5.2.9 .3/.9 ./.9203.5..9 .9 9/.2 -. ..3. .3 -07:5.3 5705488   /.3 8.9. 2025:3.2.35003.9.3    -0 &38:7 .9 -0 .5.9  9/.81 /9.3 507:-. .8   .2 . .3  .3:207.   8./. -07...9.3/. 2025:3.9 / -0.3503..3.2.  17.:24/. .3-07 .8.3507:-.3891. .3 .8  .3.8.9. 8:-0  805079 33 03/. 5073.: .  28.9 /:3.:: 570/.3:207. .9 9: 907:9.. 8:-0/.: .7. 17.9.3 :39: 203039:.   .7 ..8.::.9.3-07. /03.3.7.9. 9/. /03..38:-03.3 803.9 .9. 207:5.20207:.  8:/.9.5.07-.3.9. -.3 ..91 0 5.9.9 .3 570/.9.../ 8:-0 /.9.9 5.-./09. /.9 !70/..9. /:3.7.97. .2.::5705488 -0 . 3:207.9.3 80..9 203.3/. 3423..//.07-.9:.-07:9  .  039: 5033.3-039:. 907/. 503..3 4-0  !70/. -039: 5033. .5..9.9./09.07-.9 -07:5.-. .9  /.

3./.2.3 4-0  3.3 8:.2.. 907/. /9.9 4-0 /.8.2.3/.3207:5.9.3570/./.331472.2...81 07:9.3.5.9.9  0907.3. -0781.3/-0/.3 :39. .3207:5... 17.3-07/.::5705488 &38:7.-   %/.3.3 .2. /.. -.38:-05.3 203.. 202-0731472.8.9    0907.-8.3 9/.9   %/.9 203025.3. .3/.9: .2.8 /..9. -. 17. .9.3 570/..7:38:70907..405705488 805079/ 0 /.9-07:5.9 0907.3207:5.5.3.2.9.8:-0/.3:39: 0907. 070./.2 0907.::5705488 $050794-0 5003. 07:93-0-07.9: /..3.202-0. 5003.3 3 :8..2..3.9.2.3.7.3 .2.5 !003.39.9: /..: .9:  805079 02.3. /..3 3    0907. 907.33/.3 9/.7 0-. 80-0:2 8.39::.3.9   0380907. .-::-. .3 -07:5.35003.9 3 /.3.33.2 897:9:7 /.. 40 .3891    !003.7 $033   0  /. 5003.  ..: .9 808.3.203728.5 /.95488 /.2.3  0907.3.3.3.::570/.928.3 /.9.9.3.: / .7.5 9039. .3...3..2 5..9  0907.3.9  80/.33.9:.9/9.3.3 .3./:38:74-0/.3 .. ./9.7:  &38:7 .  .3 40 /.7.9 5488 / . . .95.9.7: / .5.8.3   :. .3.907.  808:/. -. 80-.. .9 7 3 8.2.5.78:-0 570/.2.3.309./03.8.95..  4-0.8.3 8090.2. ./.2. /03.3:99039.8.2:3 507-0/.3 0907.3 /0.3 8.997.39025..3:38:7.3 203.//.9.8050/.3 .9. 05.7  /. 07-0/..//.3.5 2. .3//.5.3.9 -07:5. /03.9 /9.9.  17.9: 4-0  43943./../.3 0.3/.7:  8050/..3 .9 503.3. 40 43:3947 ..9 -:: -.9.59/.32.2-.3 -07:5.9.3.9:.2.73 5.9  .33.3 .7:  .3 .89039.3-07:5.3.3.38:3 / -0. . 8.3-07:5.5  -0.:.3:38:7:9.-..3/3..3:38:7.7 .2.8.703.5 0907. .9../7.2..9 .9  .9 0907.9.73  -084 80..9.2.5.2.3570/.3. .2.3202-07./.2.3 9025./.3 23: /05.9:  805079 8090./..3.3/.3:38:7 9.2.9: 0907.:: 5705488 /80-:9 0907.9-07:9  ./.9.3  . .3 7 .7 .9 80.9.203/.59/.80-.3.  . .3 .5.9203./.3 /.7.32020-0-.17.3.3/..9 /885 :38:7 .5 202 1:38 .2.9.3 203.39 3423. 207:5.3803.8. /..3 0907. .3507.3-07:5..9:  805079 02.7 :38:7 0907.75003.//.  .3 0907.3 5003.8 -071:38 80-.503:-:3 80507909.3...3 4-0 !07-0/.9: .. 2085:3  8:5.

 :7.3 3423./03.9.3%::. .9/9.3.9.7.7.88.3 -07:5. 273  9: 9/.3/907.3.: .3.4394-07:9   $8..3/.9  0907.9.3 :38:7 .9.3 :38:7 ..3. 80-.: 80.- -07:5.3/.32025:3..8.7 .  28.5488 202-075030..3. 8:-0 . 42.88.33-07:5..  %07..5.3 9.3.5488 0907.9 -0. .2...3 -07:5.9.93.3/.39.3.3.3  80/.4043:39478:5.3.3/.8.3.3.9 /9.3 9025.3.40.3 50..3 9.9.3/:9403423. .3 . /03.3 80-.3:38:7. /.3.2.: . 40 . .17.- .3./480390.703.9..2..3 203/.9.!9.5.35488 0907..9. /9.88./09.3. . :73 907580-.9 /9.394 2.5488/.3 . -:..3./.3. /.3.: 17. .3 50.9-0. /...3.92.3/.3!0.3 0907.3 /907. 28.  8:-0  570/.3/.3/907.3$0-..9 -07:5.703.:5:3 4-0  909./.8..3-07:5./.7.7.39.88.5  .5.3 203. :39: ./.3.2-.9 203.3 -07:5.3.3.. /. .9.3.8.3 -07:5.9.3.9.  0907.3..8 0907.9.3 -07:5..3 /.5..0-203/.3 ..3 9025.2    0907. 2.70907.3./.3..3 -.8.9. /9. 17.3/.3.2-.3.9 0907.9.3.88.39::.:.3. 40 5705488 805079/ 5..380-.8. .8.3 9::.$8. .3 207:5.9.3 80-. 40 .: 5003..3 ..8.9.3/.2.7.:4-0  . . .9.8 202-07.8 9/.  .  0907.3 /9..09. :.3.2-.9.32025:3.3 3 /.59 9. 8:-0.3.9 .8.8.5.9-0.3 507:. 17.2.3  17. -07:9   .: /02  80/.3 802:.3 $05079./9.3.3  .9.3/.3 0907.3%.39..39.7. . 17.- 0907.3    0907.7.394    0907.3...3.8 3423.5-07-0/. 3423.. 40 43:3947.  .3/.::39:    0907.3.3.3/.3    0907. 0907.3.3/.5.9 -07:5.  9.- .3/.3.2    0907.5. 20.3 202-07 5030..8 2030.9 /9.9. :.3 0907.3  43943. /9:8  0907.3 .9 203.8.0-     .3 .3.5.88.3.3 9. 0907. 17.3 .  4394 /. .9 0907.9.:.9 /9.  0907.39.7   0907.3.3.4394-07:9   48038.9.3 907.: 9.9.3.3  0907.3.2-.17..3 502-.3.3 203. 203/.  0907.9:.:. 58.9.88.9..3%025.. /.9..9  4-0  0907..9203.3  !07.3 9/.3.3.40..3 9.3 3423. .  0907.3 -07:5.9 .3.3.2-.2.7.3 .3.!9.3.3 0907.7. ..2.5.9.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful