P. 1
Puisi Pantun & Prosa

Puisi Pantun & Prosa

|Views: 824|Likes:
Published by Hendrik Alden

More info:

Published by: Hendrik Alden on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

PUISI, PANTUN DAN PROSA

1. Pengertian Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Unsur-unsur intrinsik puisi adalah : - Tema yaitu tentang apa puisi itu berbicara - Amanat yaitu apa yang hendak dinasehatkan kepada pembaca - Rima yaitu persamaan-persamaan bunyi - Ritme yaitu perhentian-perhentian atau tekanan-tekanan yang diatur - Majas atau gaya bahasa yaitu permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi - Kesan yaitu perasaan yang diungkap lewat puisi - Diksi yaitu pilihan kata atau ungkapan Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur. Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag, dll). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukan pemikirannya. Puisi terkadang juga hanya berisi satu kata / suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ' kenehan ' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru. Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakngan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu ' pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut. mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut. 2. Macam-macam Puisi Macam-macam puisi berdasarkan menurut zamannya puisi dibedakan menjadi puisi lama, puisi baru, dan puisi modern. a. Puisi Lama yaitu puisi yang yang sangat terkait oleh ketentuan banyaknya baris dalam satu bait, persajakan, dan irama. Macam-macam puisi lama : a. Mantra. b. Pantun dibedakan menurut isinya yaitu : - pantun anak-anak - pantun orang muda - pantun nasihat - pantun jenaka - pantun teka-teki c. Karmina atau pantun kilat. d. Talibun e. Syair f. Gurindam b. Puisi Baru yaitu puisi yang muncul pada Angkatan Pujangga Baru, karena pengaruh kesustraan Barat. Puisi baru ialah puisi yang lebih bebas dalam dalam menggunakan irama ( persajakan ), lebih bebas dalam memilih kata, perbandingan-perbandingan dan irama.

.

Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris biladituliskan). Pengertian Pantun Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasabahasa Nusantara. misalnya. Puisi modern atau puisi bebas tidak mengutamakan bentuk atau banyak baris dalam satu bait dan irama. 3. (persajakan) tetapi lebih mengutamakan isi puisi. Dalam bahasa Jawa. a-a-b-b.Bentuk puisi baru berdasarkan jumlah barisnya :  Distikon ( pusi yang setiap batasnya terdiri 2 baris )  Terzina ( puisi yang setiap batasnya terdiri 3 baris )  Kuatrain ( puisi yang setiap batasnya terdiri 4 baris )  Quint ( puisi yang setiap baitnya terdiri 5 baris )  Sextet ( puisi yang setiap baitnya terdiri 6 baris )  Septima ( puisi yang setiap baitnya terdiri 7 baris )  Oktaf/stansa ( puisi yang setiap baitnya terdiri 8 baris )  Soneta ( puisi 14 baris yang dibagi menjadi 2 kuatrain dan 2 tersina )  Puisi Bebas ( puisi yang tidak terikat oleh jumlah baris dan irama )  Puisi Kotemporer ( Puisi yang menyimpang dari aturan penulisan puisi ) Puisi berdasarkan isinya terbagi atas :  Balada  Elegi  Ode  Satire  Himne  Epigram  Romansa c. 4. Puisi Modern Puisi modern atau puisi bebas muncul pada angkatan 45. Macam-macam Pantun Pantun Adat Menanam kelapa di pulau Bukum Tinggi sedepa sudah berbuah Adat bermula dengan hukum Hukum bersandar di Kitabullah  Ikan berenang di dalam lubuk Ikan belida dadanya panjang Adat pinang pulang ke tampuk Adat sirih pulang ke gagang Lebat daun bunga tanjung Berbau harum bunga cempaka Adat dijaga pusaka dijunjung Baru terpelihara adat pusaka Bukan lebah sembarang lebah Lebah bersarang dibuku buluh Bukan sembah sembarang sembah Sembah bersarang jari sepuluh Pohon nangka berbuah lebat Bilalah masak harum juga Berumpun pusaka berupa adapt Daerah berluhak alam beraja . dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sundadikenal sebagai paparikan. bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a. atau a-b-ba). dipelopori oleh Chairil Anwar.Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Pantun Agama Banyak bulan perkara bulan Tidak semulia bulan puasa Banyak tuhan perkara tuhan Tidak semulia Tuhan Yang Esa  Daun terap diatas dulang Anak udang mati dituba Dalam kitab ada terlarang Yang haram jangan dicoba Bunga kenanga diatas kubur Pucuk sari pandan Jawa Apa guna sombong dan takabur Rusak hati badan binasa Asam kandis asam gelugur Ketiga asam si riang-riang Menangis mayat dipintu kubur Teringat badan tidak sembahyang Pantun Budi Bunga cina diatas batu Daunnya lepas kedalam ruang Adat budaya tidak berlaku Sebabnya emas budi terbuang  Diantara padi dengan selasih Yang mana satu tuan luruhkan Diantara budi dengan kasih Yang mana satu tuan turutkan Apa guna berkain batik Kalau tidak dengan sujinya Apa guna beristeri cantik Kalau tidak dengan budinya Sarat perahu muat pinang Singgah berlabuh di Kuala Daik Jahat berlaku lagi dikenang Inikan pula budi yang baik Anak angsa mati lemas Mati lemas di air masin Hilang bahasa karena emas Hilang budi karena miskin Biarlah orang bertanam buluh Mari kita bertanam padi Biarlah orang bertanam musuh Mari kita menanam budi Ayam jantan si ayam jalak Jaguh siantan nama diberi Rezeki tidak saya tolak Musuh tidak saya cari Jikalau kita bertanam padi Senanglah makan adik-beradik Jikalau kita bertanam budi Orang yang jahat menjadi baik .

melihat kucing duduk berbedak  Pantun Kepahlawanan Adakah perisai bertali rambut Rambut dipintal akan cemara.Kalau keladi sudah ditanam Jangan lagi meminta balas Kalau budi sudah ditanam Jangan lagi meminta balas Pantun Jenaka Dimana kuang hendak bertelur Diatas lata dirongga batu Dimana tuan hendak tidur Diatas dada dirongga susu  Elok berjalan kota tua Kiri kanan berbatang sepat Elok berbini orang tua Perut kenyang ajaran dapat Sakit kaki ditikam jeruju Jeruju ada didalam paya Sakit hati memandang susu Susu ada dalam kebaya Naik kebukit membeli lada Lada sebiji dibelah tujuh Apanya sakit berbini janda Anak tiri boleh disuruh Orang Sasak pergi ke Bali Membawa pelita semuanya Berbisik pekak dengan tuli Tertawa si buta melihatnya Jalan-jalan ke rawa-rawa Jika capai duduk di pohon palm Geli hati menahan tawa Melihat katak memakai helm Limau purut di tepi rawa. buah dilanting belum masak Sakit perut sebab tertawa. Adakah misai tahu takut Kamipun muda lagi perkasa Hang Jebat Hang Kesturi Budak-budak raja Melaka Jika hendak jangan dicuri Mari kita bertentang mata Kalau orang menjaring ungka Rebung seiris akan pengukusnya Kalau arang tercorong kemuka Ujung keris akan penghapusnya Redup bintang haripun subuh Subuh tiba bintang tak nampak Hidup pantang mencari musuh Musuh tiba pantang ditolak Esa elang kedua belalang Takkan kayu berbatang jerami Esa hilang dua terbilang .

Takkan Melayu hilang dibumi .

Macam-macam Prosa . Pengertian Prosa 6.5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->