Masyarakat Madani

Pendahuluan Masyarakat madani, yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society), kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Saat ini gejala itu sudah ada, sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas. Masyarakat Sipil Vs Militer Dalam tataran praktis sementara orang melihat, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini, konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. Koreksi kritis terhadap peran sosial ABRI bagi sementara orang merupakan keharusan sejarah setelah melihat betapa rezim lama memposisikan ABRI sebagai “backing” untuk melindungi kepentingan-kepentingan kelompok ekonomi kuat tertentu yang memiliki akses bagi penguatan legitimasi politik Soeharto. Sementara mereka tidak melihat komitmen yang sebanding untuk fungsi substansialnya yakni pertahanan dan keamanan. Berlanjutnya kerusuhan di beberapa tempat dan terancamnya rasa aman masyarakat, serta kekurangprofesionalan dalam teknik penanganan pada kasuskasus politik tertentu merupakan bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan pada fungsi utamanya. Maka sangat wajar bila kader-kader militer dipersilahkan untuk hengkang dari posisi eksekutif dan legislatif, ke tempat yang lebih fungsional yakni barak-barak. Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI, khususnya tugas kekaryaan, sebenarnya syah-syah saja namun masalahnya apakah masyarakat madani tepat bila hanya dipersepsikan sebagai bentuk peminggiran peran militer. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini. Masyarakat Sipil Vs Negara Masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society) dalam wacana baku ilmu sosial pada dasarnya dipahami sebagai antitesa dari “masyarakat politik” atau negara. Pemikiran itu dapat dilacak dari pendapatnya Hobbes, Locke, Montesquieu, Hegel, Marx, Gramsci dan lain-lain. Pemikiran mengenai masyarakat sipil tumbuh dan berkembang sebagai bentuk koreksi radikal kepada eksistensi negara karena peranannya yang cenderung menjadi alat kapitalisme. Substansi pembahasannya terletak pada penggugatan hegemoni negara dalam melanggengkan kekuatan kelompok kapitalis dengan memarjinalkan peran masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah kekuatan nonpemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk

mengurangi tekanan-tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya. Akan tetapi di sisi lain, mendukung peran pemerintah dalam menjadi juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam masyarakat. Dengan kata lain perlu adanya reposisi struktural dan kultural antar komponen dalam masyarakat, sederhananya, “serahkan urusan rakyat pada rakyat, dan posisikan pemerintah sebagai pejaga malam”. Penggugatan peran pemerintah oleh rakyat dalam konstelasi sosial di Indonesia bukan sama sekali baru. Bob S.Hadiwinata (1999) mencatat sejarah panjang gerakan sosial di Indonesia, yakni sejak abad ke-19 sampai masa orde baru. Menurutnya pemerintahan orde baru, Soeharto, telah “berhasil” mengangkangi hak-hak sipil selama 32 tahun, dengan apa yang ia sebut “tiga strategi utama”. Dan selama itu pula proses marjinalisasi hak-hak rakyat terus berlangsung, untuk kepentingan sekelompok pengusaha kroninya, dengan bermodalkan slogan dan jargon “pembangunan”. Celakanya rembesan semangatnya sampai pada strata pemerintahan yang paling bawah. Camat, lurah, sampai ketua RT pun lebih fasih melantunkan slogan dan jargon yang telah dipola untuk kepentingan ekonomi kuat. Tetapi sementara mereka menjadi gagap dalam mengaksentuasikan kepentingan rakyatnya sendiri. Maka yang terjadi, pasar yang telah mentradisonal menghidupi ribuan masyarakat kecil di bongkar untuk dijadikan mall atau pasar swalayan. Demikian pula, sawah dan kebun petani berubah fungsi menjadi lapangan golf. Perubahan yang terjadi di luar jangkauan kebutuhan dan pemikiran masyarakat karena mekanisme musyawarah lebih banyak didengungkan di ruang penataran ketimbang dalam komunikasi sosial. Masyarakat Peradaban dan Jahiliyah Umat Islam telah memperkenalkan konsep masyarakat peradaban, masyarakat madani, atau civil society, adalah Nabi Muhammad, Rosullullah s.a.w sendiri yang memberikan teladan ke arah pembentukan masyarakat peradaban tersebut. Setelah perjuangan di kota Makkah tidak menunjukkan hasil yang berarti, Allah telah menunjuk sebuah kota kecil, yang selanjutnya kita kenal dengan Madinah, untuk dijadikan basis perjuangan menuju masyarakat peradaban yang dicita-citakan. Di kota itu Nabi meletakan dasar-dasar masyarakat madani yakni kebebasan. Untuk meraih kebebasan, khususnya di bidang agama, ekonomi, sosial dan politik, Nabi diijinkan untuk memperkuat diri dengan membangun kekuatan bersenjata untuk melawan musuh peradaban. Hasil dari proses itu dalam sepuluh tahun, beliau berhasil membangun sebuah tatanan masyarakat yang berkeadilan, terbuka dan demokratis dengan dilandasi ketaqwaan dan ketaatan kepada ajaran Islam. Salah satu yang utama dalam tatanan masyarakat ini adalah pada penekanan pola komunikasi yang menyandarkan diri pada konsep egaliterian pada tataran horizontal dan konsep ketaqwaan pada tataran vertikal. Nurcholis Madjid (1999:167-168) menyebut dengan semangat rabbaniyah atau ribbiyah sebagai landasan vertikal, sedangkan semangat insyanyah atau basyariah yang melandasi komunikasi horizontal. Sistem sosial madani ala Nabi s.a.w memiliki ciri unggul, yakni kesetaraan, istiqomah, mengutamakan partisipasi, dan demokratisasi. Esensi ciri unggul tetap relavan dalam konteks waktu dan tempat berbeda, sehingga pada dasarnya prinsip itu layak diterapkan apalagi di Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim tanpa mengusik kepentingan dan keyakinan kelompok minoritas. Mengenai hal yang terakhir ini Nabi s.a.w telah memberi cotoh yang tepat, bagaimana sebaiknya memperlakukan kelompok minoritas ini. Mungkinkah terwujud? Berdasarkan kajian di atas masyarakat madani pada dasarnya adalah sebuah komunitas sosial dimana keadilan dan kesetaraan menjadi fundamennya. Muara dari pada itu adalah pada demokratisasi, yang dibentuk sebagai akibat adanya partisipasi nyata anggota kelompok masyarakat. Sementara hukum diposisikan sebagai satu-satunya alat pengendalian dan pengawasan perilaku

masyarakat. Dari definisi itu maka karakteristik masyarakat madani, adalah ditemukannya fenomena, (a) demokratisasi, (b) partisipasi sosial, dan (c) supremasi hukum; dalam masyarakat. Pertama, sehubungan dengan karakteristik pertama yakni demokratisasi, menurut Neera Candoke (1995:5-5) social society berkaitan dengan public critical rational discource yang secara ekplisit mempersyaratkan tumbuhnya demokrasi. Dalam kerangka itu hanya negara yang demokratis yang menjamin masyarakat madani. Pelaku politik dalam suatu negara (state) cenderung menyumbat masyarakat sipil, mekanisme demokrasi lah yang memiliki kekuatan untuk mengkoreksi kecenderungan itu. Sementara itu untuk tumbuhnya demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran berpribadi, kesetaraan, dan kemandirian. Syarat-syarat tersebut dalam konstatasi relatif memiliki linearitas dengan kesediaan untuk menerima dan memberi secara berimbang. Maka dalam konteks itu, mekanisme demokrasi antar komponen bangsa, terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian yang terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita-citakan tersebut. Kedua, partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik untuk terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi bilamana tersedia iklim yang memungkinkan otonomi individu terjaga. Antitesa dari sebuah masyarakat madani adalah tirani yang memasung secara kultural maupun struktural kehidupan bangsa. Dan menempatkan cara-cara manipulatif dan represif sebagai instrumentasi sosialnya. Sehingga masyarakat pada umumnya tidak memiliki daya yang berarti untuk memulai sebuah perubahan, dan tidak ada tempat yang cukup luang untuk mengekpresikan partisipasinya dalam proses perubahan. Tirani seperti inilah, berdasarkan catatan sejarah, menjadi simbol-simbol yang dihadapi secara permanen gerakan masyarakat sipil. Mereka senantiasa berusaha keras mempertahankan status quo tanpa memperdulikan rasa keadilan yang berkembang dalam masyarakat. Pada masa orde baru cara-cara mobilisasi sosial lebih banyak dipakai ketimbang partisipasi sosial, sehingga partisipasi masyarakat menjadi bagian yang hilang di hampir seluruh proses pembangunan yang terjadi. Namun kemudian terbukti pemasungan partisipasi secara akumulatif berakibat fatal terhadap keseimbangan sosial politik, masyarakat yang kian cerdas menjadi sulit ditekan, dan berakhir dengan protes-protes sosial serta pada gilirannya menurunnya kepercayaan masyarakat kepada sistem yang berlaku. Dengan demikian jelaslah terbukti bahwa partisipasi merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani. Demokrasi tanpa adanya partisipasi akan menyebabkan berlangsungnya demokrasi pura-pura atau pseudo democratic sebagaimana demokrasi yang dijalankan rezim orde baru. Ketiga, penghargaan terhadap supremasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan. Al-Qur’an menegaskan bahwa menegakan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa (Q.s. Al Maidah:5-8). Dengan demikian keadilan harus diposisikan secara netral, dalam artian, tidak ada yang harus dikecualikan untuk memperoleh kebenaran di atas hukum. Ini bisa terjadi bilamana terdapat komitmen yang kuat diantara komponen bangsa untuk iklas mengikatkan diri dengan sistem dan mekanisme yang disepakati bersama. Demokrasi tanpa didukung oleh penghargaan terhadap tegaknya hukum akan mengarah pada dominasi mayoritas yang pada gilirannya menghilangkan rasa keadilan bagi kelompok lain yang lebih minoritas. Demikian pula partisipasi tanpa diimbangi dengan menegakkan hukum akan membentuk masyarakat tanpa kendali (laissez faire). Dengan demikian semakin jelas bahwa masyarakat madani merupakan bentuk sinergitas dari pengakuan hak-hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat, dimana dalam implentasi kehidupan peran hukum stategis sebagai alat pengendalian dan pengawasan dalam masyarakat. Namun timbul pertanyaan sejauh mana kesiapan bangsa Indonesia memasuki masyarakat seperti itu. Penutup Seperti telah dikemukakan di atas, masyarakat madani membutuhkan institusi

sosial, non-pemerintahan, yang independen yang menjadi kekuatan penyeimbang dari negara. Posisi itu dapat ditempati organisasi masyarakat, maupun organisasi sosial politik bukan pemenang pemilu, maupun kekuatan-kekuatan terorganisir lainnya yang ada di masyarakat. Akan tetapi institusi tersebut selama orde baru relatif dikerdilkan dalam arti lebih sering berposisi sebagai corong kepentingan kekuasaan ketimbang menjadi kekuatan swadaya masyarakat. Hegemoni kekuasaan demikian kuat sehingga kekuatan ril yang ada di masyarakat demikian terpuruk. Padahal merekalah yang sebenarnya yang diharapkan menjadi lokomotif untuk mewujudkan masyarakat madani. Ada memang beberapa LSM yang secara konsisten memainkan peranan otonomnya akan tetapi jumlahnya belum signifikan dengan jumlah rakyat Indonesia yang selain berjumlah besar juga terfragmentasi secara struktural maupun kultural. Fragmentasi sosial dan ekonomi seperti itu sangat sulit mewujudkan masyarakat dengan visi kemandirian yang sama. Padahal untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi membutuhkan kesamaan visi dan kesadaran independensi yang tinggi. Dengan demikian boleh jadi masyarakat peradaban yang kita cita-citakan masih membutuhkan proses yang panjang. Dan boleh jadi hanya impian manakala pro status quo tetap berkuasa. Kepustakaan: Bob S.Hadiwinata, “Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah, Kelangsungan, dan Transformasinya”, dalam Wacana (Jurnal Ilmu Sosial Transformatif). Edisi 1.Vo.1,1999. Craig Calhoun, “Social Theory of the Politics of Identity”, Blackwell Publihers, USA,1994. Nezar Patria, dan Andi Arief, “Antonio Gramci: Negara dan Hegemoni”, Pustaka Pelajar 1999. Neera Chandoke, “State and Civil Society: Exploration in Political Theory”. New Delhi dan London: Sage Publication,1955. Nico Schulte Nordholt, “Menyokong Civil Society dalam era Kegelisahan”, dalam Mengenang Y.B. Mangunwijaya, Sindhunata (eds.).Kanisius, 1999. Nurcholis Madjid, “ Cita-cita Politik Islam Era Reformasi”, Paramadina, 1999. ?

Masyarakat Madani
Sabtu, 06-06-2009 08:50:51 oleh: Arisakti Prihatwono Kanal: Opini Beberapa hari ini kita mendapat berita yang mengejutkan baik dari dalam maupun luar negeri. Berita tersebut sangat menggoncangkan perasaan kita. Mulai dari perebutan kursi tertinggi di Istana Negara, drama Manohara, pembelaan Ambalat, drama Ibu Prita dengan kasus OMNI Internasional dan yang paling terbaru dan dahsyat adalah pidato Obama kemarin di Kairo Mesir. Jika kita mau lebih melihat persoalan diatas. Kita akan melihat sebuah kehidupan. Kehidupan yang nyata di dunia. Penuh lika liku, intrik, cerita sedih, keberhasilan dan kepercayaan diri. Kita seperti dihentakkan ke atas dan ke bawah saat melihat berita tersebut. Hidup kita adalah sebuah garis lurus yang linier. Garis itu adalah garis tangan kita berdasarkan pilihan hidup yang kita pilih. Tidak peduli jalan itu adalah jalan yg benar atau tidak, kita tetap menjalani pilihan kita dengan penuh konsekuensi.

Dari semua itu kita menyadari bahwa kita hidup dalam sebuah peradaban. Sebuah peradaban manusia yang ada pada suatu kurun waktu saat bumi dan dunia ini ada. Kita ada sekarang ini. Suatu saat anak cucu kita akan melihat apa yang kita lakukan melalui guratan sejarah yang kita buat. Itulah mengapa pidato Obama menjadi sedemikian penting. Mengambil tempat di Universitas Kairo merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pemimpin adidaya di peradaban saat ini untuk mengemukakan issue yang mutakhir. Kairo adalah lambang ilmu pengetahuan Islam sejak berabad lampau. Tempat lahirnya banyak pemikir Islam modern. Disinilah simbol renaisance Islam ingin ditonjolkan oleh Obama. Dalam pidatonya yang selalu menawan. Obama ingin sekali memberi harapan kepada dunia yang baru. Sebuah dunia yang menghargai dengan cara pandang yang baru dan dewasa. Perhatian Obama juga tercurah untuk sebuah hubungan Palestina - Israel. Ini memang batu sandungan bagi siapapun yang ingin membangun tata kelola dunia yang baru. Tidak terkecuali Obama. Dibesarkan oleh ayah muslim dengan masa kecil di Jakarta, tetapi mendapat sokongan penuh dari donatur Yahudi, menjadi teramat sulit untuk dia melangkah. Namun bagi muslim, tidaklah boleh melihat langkah seseorang dengan sudut pandang negatif. Sebagai muslim, kita selalu diajarkan untuk selalu khusnudhon dalam melihat kehidupan ini termasuk Obama sekalipun. Saya sebagai pribadi menyatakan kagum atas pidato-pidatonya, termasuk pidato kemarin. Dengan lancar dan fasih beliau menyebutkan beberapa kata dalam bahasa Arab bahkan menyebut nama Muhammad dengan diiringi kalimat "semoga Tuhan memberkahinya". Pilihan katanya dan referensi atas Qur'an, Taurat merupakan nilai tambah pidato kemarin. Namun dari semua itu kita ingin bahwa pidato ini menjadi sebuah awal berubahnya sudut pandang Amerika terhadap Islam khususnya Arab. Perubahan ini harus dilakukan secara simultan dengan berubahnya policy terhadap isu-isu Islam dan Arab. Perubahan ini haruslah bersifat politik dan hendaknya harus segera dirasakan oleh dunia Islam. Perumusan perubahan harus segera dan inilah saatnya jika Amerika untuk berubah. Jika waktu ini disia-siakan segeralah akan terungkap bahwa pidato Obama hanyalah sekedar simbolisasi atau pencitraan semata. Citra tanpa tindakan adalah omong kosong yang dibalut dengan pujian dan nyanyian indah. Indah tapi kosong. Berlanjut dengan khotbah di masjid saat Jumatan hari ini. Saya diingatkan tentang pembangunan masyarakat akan menuju ke pembangunan masyarakat yang sesuai dengan masyarakat Madinah saat Rasulullah SAW memimpin. Itulah yang disebut masyarakat madani. Sebuah masyarakat yang saling menghormati, tidak membedakan berdasarkan golongan, ras dan keturunan, bahkan kekayaan. Semua menjadi sama di hadapan hukum. Pembangunan masyarakat dimulai dari transformasi nilai dan budaya di keluarga berlanjut hingga kokohnya nilai dan etika sebuah bangsa. Suatu saat nanti kita akan melihat suksesi kepemimpinan dengan santun tanpa black campaign, santun, terhormat. Suatu saat kita akan melihat sebuah keluarga yang dibesarkan dengan nilai-nilai yang terhormat. Mendapatkan jodoh yang sholeh sholehah. Tanpa kekerasan, tanpa kebohongan, tanpa tipu daya. Jujur dan amanah. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT.

mula-mula terbatas di kalangan intelektual. Istilah masyarakat madani pun sebenarnya sangatlah baru. dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara festival Istiqlal. kehidupan yang menyangkut prinsip pokok dari masyarakat madani sudah ada. habibie. istilah masyarakat madani semakin banyak disebut. Soesilo bambang Yudoyono dan masih banyak lagi. pada tingkat masyarakat kecil.[2] Masyarakat madani atau yang disebut orang barat Civil society mempunyai prinsip pokok pluralis. Kesulitan ini tidak hanya disebabkan karena adanya hambatan psikologis untuk menggunakan istilah-istilah tertentu yang berbau Arab-Islam tetapi juga karena tiadanya pengalaman empiris diterapkannya nilai-nilai “masyarakat madaniyah” dalam tradisi kehidupan social dan politik bangsa kita. Sehingga masyarakat madani dalam artian negara menjadi suatu citacita bagi negara Indonesia ini. Suatu masyarakat yang menghormati konsumen dan produsen. hasil pemikiran Prof. ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia. societas civilis (Romawi) atau koinonia politike (Yunani). toleransi dan human righttermasuk didalamnya adalah demokrasi. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT. pemberi jasa dan penerima jasa. Tanpa arogan. Emil Salim. Wiranto.[1] Dewasa ini. Tetapi perkembangannya menunjukkan istilah masyarakat madani juga disebut-sebut oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan politik. tanpa maksud menyakiti dan menghakimi yang tidak berdaya. misalnya Nurcholish Madjid. meskipun sebenarnya pada wilayah-wilayah tertentu. dan Amien Rais. Naquib al-Attas seorang filosof kontemporer dari negeri jiran Malaysia dalam studinya baru-baru ini. 26 september 1995. Memencari padan kata “masyarakat madani” dalam literatur bahasa kita memang agak sulit.J. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak.Suatu saat kita akan melihat sebuah masyarakat yang menghormati yang lemah. model masyarakat madani merupakan tipe ideal suatu mayarakat Indonesia demi terciptanya integritas sosial bahkan integritas nasional. ke Indonesia membawa “ istilah masyarakat madani” sebagai terjemahan “ civil society”. Padahal istilah “masyarakat madani “ dan civil . Sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk. misalnya mantan Presiden B. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. penjual dan pembeli. Secara seimbang dalam koridor hukum yang kuat dan adil. Namun banyak orang memadankan istilah ini dengan istilah civil society. MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY) DAN PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Terlahirnya istilah masyarakat madani di Indonesia adalah bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. Kemudian mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Indonesia termasuk seorang Nurcholish Madjid yang telah melakukan rekonstruksi terhadap masyarakat madani dalam sejarah islam pada artikelnya “Menuju Masyarakat Madani”. Yang melindungi siapapun dia.

Dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai kata “civilized”. terdapat analisis yang mencakup dari kedua aspek (civil Society I dan II). Meskipun begitu. Aspek ini dibahas pemikir masyarakat madani atau madaniah yang mencoba melihat relevansi konsep tersebut (semacam “indigenisasi”) dan menekankan toleransi antar agama. Sedangkan yang kedua. [4] Penggunaan istilah masyarakat madani dan civil society di Indonesia sering disamakan atau digunakan secara bergantian. Masyarakat madani merujuk pada tradisi Arab-Islam sedang civil society tradisi barat non-Islam.society berasal dari dua sistem budaya yang berbeda. Marshall. atau sintesa Talcott Person tentang karisma Weber dan individualism Durkheim. hingga menghasilkan kombinasi atau tipe Civil society III. dalam tingkatan kelembagaan dan organisasi sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. dan dalam kamus bahasa Arab dengan kata “tamaddun” yang juga berarti peradaban atau kebudayaan tinggi. antropologi politik. Atau dengan kata lain bicara civil society sama dengan bicara demokrasi.[3] Dalam bahasa Arab. Civil society di sini erat dengan “civility” atau keberadaban dan “fraternity”. yang artinya memiliki peradaban(civilization). Hal ini dirasakan karena makna diantara keduanya banyak mempunyai persamaan prinsip pokoknya. tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis. Dalam wacana civil society I di Indonesia lebih menekankan aspek horizontal dan biasanya dekat dengan aspek budaya. sehingga masyarakat madani bias berarti masyarakat kota atau perkotaan . civil society menjadi wilayah kajian filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Perbedaan ini bisa memberikan makna yang berbeda apabila dikaitkan dengan konteks istilah itu muncul.H. Dancivil society ini merupakan obyek kajian dalam dunia politik (sosiologi politik. Yang kedua ini menurut Seligman.[5] Pemetaan tentang civil society pernah dilakukan oleh Michael W. Yaitu. istilah kota disini. Untuk yang pertama. Dalam pengertiancivil society dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi. tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. Namun dalam perkembangannya . civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. kata “madani” tentu saja berkaitan dengan kata “madinah” atau „kota”.yaitu yang berperadaban. Adam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari sudut konsep sosiologis. meskipun berasal dari latar belakang system budaya negara yang berbeda. kajian civil society sekarang ini mengarah pada kombinasi antara konsep durkheim tentang moral individualism dan konsep Weber tentang rasionalitas bentuk modern organisasi sosial. Foley dan Bob Edwards yang menghasilkan Civil Sosiety I danCivil Society II. Analis utama dalam kelompok ini adalah Nurcholish Madjid yang mencoba melihatcivil society berkaitan . tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota. dan social thoughts) . yang menurut Seligman dikembangkan oleh T. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat yang berada di perkotaan.

Wacana dalam civil Society II memfokuskan pada aspek “vertical” dengan mengutamakan otonomi masyarakat terhadap negara dan erat dengan aspek politik. Jadi civil society II dapat bermakna beragam dan ada pula yang mndefinisikan “civil society’ sebagai “the third sector” yang berbeda dari pemerintah dan pengusaha. yaitu membangun masyarakat yang adil. Perdebatan utamanya terletak pada bentuk masyarakat ideal dalamcivil society tersebut. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar sebagai “kebaikan negative”. adalah merupakan kelanjutan nilai-nilai keadaban(tamaddun). terbuka dan demokratif.[9] Maka dari itu. piagam madinah merupakan dokumen politik pertama dalam sejarah umat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme dan toleransi. beraneka ragam. Pluralisme harus difahami sebagai . Ditambah legalnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur. sementara toleransi di Eropa (Inggris ) baru dimulai dengan The Toleration Act of 1689. Dibahas pula oleh Paulus Wirutomo dalam pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul Membangun Masyarakat Adab: Suatu Sumbangan Sosiologi. terdapat perdebatan apakah partai politik atau konglomerat termasuk disini atau apakah semua organisasi yang non-negara merupakan civil society. terdiri dari berbagai suku dan agama. yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi. hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme. bukan pluralisme.dengan masyarakat kota madinah pada jaman Rosulullah. Namun. seperti toleransi dan juga pluralisme.[10] Di sini pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk. konsep masyarakat warga atau kewargaan digunakan pula oleh Ryaas Rasyid dan Daniel Dhakidae. perspektif masyarakat madani di Indonesia dapat dirumuskan secara sederhana.[6] Penggunaan konsep madani ini mendapat kritik dari kelompok yang menggunakan “civil society’ dengan Muhammad Hikam sebagai pemikir utamanya. Pemahaman civil society II intinya menekankan asosiasi diantara individu (keluarga) dengan negara yang relatif otonom dan mandiri. dengan landasan taqwa kepada Allah dalam arti semangat ketuhanan Yang Maha Esa. Kombinasi antaraCivil society I dan II yang menjadi civil society III telah dibahas oleh Afan Gaffar di bukunya Politik Indonesia.Menurut Madjid. istilah “civil” dekat dengan “citizen’ dan “liberty”. seperti demokratisasi dan partisipasi erat kaitannya dengan situasi horizontal atau SARA. Terjemahan yang diIndonesiakan adalah Masyarakat warga atau masyarakat kewargaan dan digunakan oleh ilmuwan politik . Dalamcivil society II. Walaupun kedua kelompok tersebut erat dengan “Islam cultural” namun contoh masyarakat Madinah kurang mencerminkan relevansi dengan Indonesia.[7] Selain civil society dan masyarakat madani. Kedua aspek tersebut mengalami represi dan sejak reformasi 1998 muncu ke permukaan dan membutuhkan perhatian dalam proses re-integrasi. Transisi Menuju demokrasi(1999).[8] Pembahasan civil society III merupakan upaya untuk mempertemukan civil sosiey I dan civil society II. Konsep civil society III ini yang dirasa relevan dengan masyarakat Indonesia dimana keadaan vertical (antar lapisan dan kelas). Sebab toleransi dan pluralisme adalah wujud ikatan keadaban (bond of civility).

Kemudian upaya-upaya mansipasi SARA pun terjadi dalam peristiwa Sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan 1945. . Kenyataan negara ini menjadi sebuah kesatuan organic yang memiliki satu pusat pemerintah yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum dan pusat kekuasaan yang riil. Ketika penjajah dating dengan konsep “God. yaitu: 1. Pluralisme Modern atau pluralisme organik. puncak dominasi Belanda atas wilayah nusantara tercapai dengan didirikannya “negara” Nederland Indie. Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia.„pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban”. Pluralisme jenis kedua ini kira-kira mulai abad 13 ketika agama islam mulai berkembang di Indonesia. Pluralisme SARA memang diperlemah. Kegiatan Belajar 2 a. Mereka hidup dalam lingkungan yang relative terisolasi dalam batas-batas wilayah yang tetap. Di awal abad ke 20. dan dibuat terfragmentasikan demi kepentingan Belanda. Agama-agama suku hidup dalam claim dan domain yang terbatas. pluralisme dalam keberagamaan dapat dibagi menjadi 3 jaman perkembangannya. persaingan antara Islam dan Kristen terus berlangsung hingga akhir abad 19. 3. Uraian Materi 2 . tidak berhubungan satu dengan lainnya. konflik dan peperangan mulai terjadi diantara kerajaan islam di pesisir dengan sisa-sisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa. Tujuan Kegiatan Belajar 2 Apabila telah mempelajari kegiatan belajar 1 dengan baik. disegregasikan. 2. Keadaan seperti ini tidak banyak berubah sampai datang pengaruh agama yaitu agama Hindu dan Budha dengan tingkat peradabannya masing-masing. Gold. dan belum memiliki mobilitas yang tinggi karena teknologi komunikasi dan transportasi yang mereka miliki belum memadai. and Glory”. Yang di maksud istilah ini adalah pluralisme yang relative stabil. antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkan. dan kemudian disusul dengan kedatangan agama Barat atau agama Kristen (baik katolik maupun Protestan) pada kira-kira abad 15. Pluralisme cikal-bakal.[11] Di Indonesia.[12] Ciri-Ciri Masyarakat Madani 2. Pluralisme kompetitif. karena kemajemukan suku dan masyarakat pada umumnya masih berada dalam taraf statis. (4) Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani b. maka pada akhir kegiatan belajar dapat : (1) Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani (2) Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat madani (3) Menjelaskan proses demokrasi menuju masyarakat madani.

maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat. berkumpul. (1) Lembaga Pers Supremasi Perguruan Swadaya Masyarakat (LSM) bebas hukum Tinggi yang . berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis. kesetaraan. memahami daerah Indonesia saat ini. memiliki pengertian kesejagatan. bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan. serta mempublikasikan informasikan kepada publik.berani dan mampu menjadi saksi. mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia. yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat. dan religius dengan bercirikan imtak. yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (2) (3) (4) (5) Partai politik 3. memilih calon pemimpin secara jujur-adil. mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat. Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 1. Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Demokratisasi. Toleransi. Pluralisme. 4. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi. dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. dan kreatif. menerima semangat Bhineka Tunggal Ika. yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Free public sphere (ruang publik yang bebas). kritis argumentatif. menyikapi mass media secara kritis dan objektif. berserikat. 2.CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. demokratis. sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab. mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat.

sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab. 7. 6. antara lain melalui peranannya sebagai berikut : 1. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”.5. 5. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) . Keadilan harus diposisikan secara netral. Sebagai kontrol terhadap negara 4. pemberdayaan civil society perlu ditekankan. yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. 3. tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. Partisipasi sosial. Supremasi hukum. yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban. Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia 4. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata 2. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas Hubungan jumlah 6. Masih Kondisi Pemutusan ekonomi rendahnya nasional Kerja yang (PHK) pendidikan belum sepihak stabil dalam politik pasca krisis yang masyarakat moneter besar yang sama tanpa kecuali. serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum diantaranya : 1. intimidasi. Keadilan sosial (social justice). Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 2. ataupun intervensi penguasa/pihak lain. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3.

Saya yakin mahasiswa keberatan dengan istilah itu karena pekerja sosial masyarakat bisa menunjuk pada para pekerja sosial volunteer sebagai kontraposisi dari pekerja sosial profesional. koperasi. Karakteristik masyarakat madani adalah : (1) Free public (2) (3) (4) (5) Keadilan (6) (7) Supremasi hukum sphere (ruang publik yang bebas) Demokratisasi Toleransi Pluralisme justice) sosial sosial Partisipasi (social MASYARAKAT MADANI: AKTUALISASI PROFESIONALISME COMMUNITY WORKERS DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DR. misalnya berupa perjanjian. dan mamaknai kehidupannya. Lantas bagaimana soal masyarakat madani yang berkeadilan? Apakah jika istilah “masyarakat madani” tanpa tambahan kata sifat “yang berkeadilan” memiliki arti yang berbeda atau setidaknya tidak sesuai dengan arti “masyarakat madani” yang sejati? Untuk soal ini saya mencoba menerkanerka. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik. khususnya community workers. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. menjalani. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun. mahasiswa bukannya tidak mengetahui terjemahan community workers yang secara harafiah bisa di-Indonesiakan menjadi para pekerja (sosial) masyarakat. Mungkin mahasiswa tahu bahwa ternyata makna masyarakat madani bisa merosot menjadi sebuah makna masyarakat lain yang tidak sejalan dengan visi dan misi civil society. Rangkuman Materi 2 1. Atau mungkin mahasiswa ingin menunjukkan sebuah makna baru dari istilah masyarakat madani? Yang ingin saya tunjukkan dari paparan di atas adalah bahwa memang masih banyak tantangantantangan yang dihadapi oleh pekerja sosial. dalam . EDI SUHARTO MSC PENGANTAR Ketika mahasiswa memberikan judul orasi ilmiah: “Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Yang Berkeadilan”. kalangan bisnis. Rukun Tetangga.5. Ada dua kata yang langsung masuk ke pusat kesadaran saya: yakni mengenai kata community workers dan kedua mengenai kata masyarakat madani yang berkeadilan. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. 3. Namun saya juga tahu bahwa istilah pekerja sosial masyarakat telah mengalami erosi dan degradasi makna. 2. Mengapa istilah community workers tidak dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia? Mengapa istilah masyarakat madani harus disertai dengan kata “yang berkeadilan”? Saya mencoba memahami. dan bentuk organisasi-organsasi lainnya. Rukun Warga. saya yakin. c. Soal community workers.

Manajemen permintaan Keynesian dan korporatisme. Apalagi tantangan-tantangan dalam kaitannya dengan tujuan profesionalismenya. Kesadaran ekologis yang rendah. 2. Intervensi pemerintah dalam perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan adalah mutlak diperlukan. Negara mendominasi masyarakat madani Kolektivisme. Kesadaran ekologis yang rendah. Modernisasi linear. Giddens (2000:8) memberikan ciri-ciri Demokrasi Sosial Klasik:             Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Dengan sedikit modifikasi pada judulnya. Egalitarianisme yang kuat. . Pemerintahan Reagan dan Thatcher mendasarkan diri pada gagasan ini dan menganut skeptisisme liberal klasik mengenai peran negara. 1. Intinya peran negara tidak dibenarkan secara ekonomis dan harus digantikan oleh superior pasar. Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman Modernisasi linear. Demokrasi Sosial Klasik atau Demokrasi Sosial Gaya Lama memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif. yaitu Demokrasi Sosial Klasik dan Neoliberalisme (lihat Giddens. yakni mewujudkan masyarakat madani. Termasuk dalam dunia dwikutub (bipolar). Negara kesejahteraan (welfare state) yang komprehensif: melindungi warga negara “sejak lahir sampai mati”.mengaktualisasikan jati dirinya. Secara ringkas. Kemudahan pasar tenaga kerja. Internasionalisme. Pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal. maka ciri utama Neoliberalisme adalah memusuhi pemerintah. kita tengok secara sepintas dua paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani. 2000: 8-17). Tantangan-tantangan tersebut masih belum beranjak dari persoalan epistemologi. Apabila Demokrasi Sosial Klasik cenderung pro pemerintah. yang oleh Anthony Gidden disebut sebagai “Jalan Ketiga”. Msyarakat madani yang otonom Fundamentalisme pasar. DUA PARADIGMA Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya. Negara memiliki kewajiban untuk menyediakan segala yang tidak bisa diberikan oleh pasar. sebagian besar dari makalah ini ingin mencoba menyingkap tirai itu. Demokrasi Sosial Klasik. pelopor konsevatisme di Inggris. Otoritarianisme moral dan individualisme ekonomi yang kuat. Nasionalisme tradisional. Jika perluasan perannya terlalu jauh dapat mematikan kebebasan dan kemandirian. Kemudian akan mencoba mengusulkan sebuah pandangan baru. Faham ini percaya bahwa semua ini dapat diatasi lewat intervensi negara terhadap pasar. Peran pasar yang dibatasi: ekonomi sosial atau campuran. Penerimaan ketidaksamaan. Menuut Giddens (2000:9):Ciri-ciri Neoliberalisme adalah:           Pemerintah minimal. Edmund Burke. menyatakan dengan jelas ketidaksukaannya kepada negara. Kekuatan publik dalam masyarakat demokratis adalah representasi dari kehendak kolektif. Neoliberalisme Neoliberalisme dikenal juga dengan Thatcherisme (Margaret Thatcher adalah mantan PM Inggris yang sangat setia mengikuti faham neoliberalisme semasa berkuasa).

Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 7. MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Bila kita kaji. 3. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. 7. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan. civil responsibility dan civil resilience).” Merujuk pada Bahmueller (1997). 3. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan programprogram pembangunan di wilayahnya. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. 4. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. . Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. 6. hukum. 2. Termasuk dalam dunia dwikutub. Dari beberapa ciri tersebut. taken for granted. Menurut Blakeley dan Suggate (1997). masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan programprogram pembangunan yang berbasis masyarakat. Namun demikian. 6. Adanya hak. yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. yang hampa udara. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. 5. Adanya jaminan. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. diantaranya: 1. 2. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasiorganisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb: 1. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. terbuka dan terpercaya. keluarga. 4. dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Apabila diurai. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani.  Teori realis tentang tatanan internasional. 5. dan kelompok dalam masyarakat.

kekuasaan dan prestise. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Pluralisme versus rasisme. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya. Sentralisme versus lokalisme. Dengan kata lain. . Pada tingkat individu. Pluralisme kosmopolitan. Pluralisme menghindari penyeragaman. 1992). rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. organisasional. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. AGENDA JALAN KETIGA Bagaimana mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan. Tak ada hak tanpa tanggungjawab. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan. Keluarga demokratis. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja.Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Dalam garis besar agenda itu mencakup dua hal. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan. Kebebasan sebagai otonomi. Karena. Secara struktural. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1. Agenda Jalan Ketiga dapat dijadikan pedoman oleh para community workers dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya di masyarakat. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. Konservatisme filosofis. Program Jalan Ketiga: Negara demokratis baru (negara tanpa musuh). “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. Masyarakat madani yang aktif.” Sebaliknya. seperti kata Kleden (2000:5). Pada tingkat organisasi. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. dan struktural. 2. meritokrasi dan keadilan sosial. 2000: 76-80): Politik Jalan Ketiga:            Persamaan Perlindungan atas mereka yang lemah. Tak ada otoritas tanpa demokrasi. ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley. yaitu: Politik Jalan Ketiga dan Program Jalan Ketiga (Giddens. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. 3. Elitisme dan communalisme.

Secara epistemologis. 2. Di samping itu. Secara ontologis. 2.       Ekonomi campuran baru. EDNESDAY. Peningkatan partisipasi masyarakat. Pada tahun 2002 belum lama ini. masyarakat madani dicapai melalui tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui demokratisasi pendidikan. Peningkatan investasi-investasi sosial dan pendistribusian pelayanan-pelayanan sosial dasar yang lebih luas dan adil. yang lahir di Jatiwangi. CATATAN 1. Secara aksiologi. Makalah disajikan pada Orasi Ilmiah dalam Pembentukan HIMA Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM) STKS Bandung. kebebasan berorganisasi dan menyatakan pendapat. Sejatinya. Social Planning dan Social Policy. Senin 21 Oktober 2002. penetapan struktur-struktur hukum bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Area of interest-nya antara lain: Poverty. dan epistemologi. Community Development. sedangkan aksi tanpa visi adalah kegiatan sehar-hari. Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak azasi manusia. 1997): 1. Bangsa kosmopolitan. adalah staf pengajar STKS dan UNPAS Bandung. Kesejahteraan positif. The Urban Informal Sector. agenda utama bagi para community workers dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan adalah mengetahui visi dan makna yang sesungguhnya dari community workers dan masyarakat madani. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. JULY 18. penulis baru saja kembali dari New Zealand setelah memperoleh PhD dari Massey University. Majalengka tanggal 6 Nopember 1965. penulis melanjutkan studi S2 di Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok dan memperoleh MSc pada tahun 1994. Negara berinvestasi sosial (social investemnt state). Social Work Research. melalui masyarakat madani akan timbul inovasi-inovasi pendidikan. Penulis. 2 007 MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI Demokratisasi Pendidikan MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI DEMOKRATISASI PENDIDIKAN Oleh Husaini Usman Abstrak: Hasil pemikiran ini mencoba menawarkan konsep-konsep baru tentang masyarakat madani ditinjau dari sudut: ontologi. masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis. aksiologi. Kesamaan sebagai inklusi. Seperti kata adagium: visi tanpa aksi adalah mimpi. Dengan . Setelah menamatkan Sarjana Pekerjaan Sosial di STKS Bandung tahun 1990. Strategi ini meliputi desentralisasi pembuatan keputusan dan peningkatan program-program pengembangan masyarakat yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merealisasikan kepentingan-kepentingannya. 3. Strategi ini ditujukan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan yang menjamin konsultasi dan pengakuan hakiki terhadap fungsi-fungsi organisasiorganisasi lokal. Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan pemerintah. 4. masyarakat madani bertujuan untuk meredam berbagai tuntutan reformasi baik dari dalam maupun luar negeri. Demokrasi kosmopolitan Startegi untuk menjalankan Agenda Jalan Ketiga meliputi empat hal (lihat Blakeley dan Suggate.

Untuk yang berjangka pendek dilaksanakan dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible). Namun. dapat diterima (acceptable). Proses ini ditandai dengan munculnya tuntutan kaum reformis untuk mengganti Orde Baru yang berusaha mempertahankan tatanan masyarakat yang status quo menjadi tatanan masyarakat yang madani." Melihat kelengkapan tujuan pendidikan nasional tersebut seharusnya proses pendidikan dapat mencapai tujuan tersebut sepenuhnya. Untuk jangka panjang antara lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan. masyarakat yang demokratis. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Kata kunci: masyarakat madani. dalam praktiknya ternyata tujuan pendidikan nasional tersebut belum sepenuhnya tercapai. Untuk mewujudkan masyarakat madani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Artikel ini membatasi pembahasannya pada pencapaian tujuan jangka panjang masyarakat madani melalui demokratisasi pendidikan. Pendahuluan Ungkapan lisan dan tulisan tentang masyarakat madani semakin marak akhir-akhir ini seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam mewujudkan masyarakat madani. Namun. pendidikan menjadi soko guru dalam mewujudkan masyarakat madani. Hal itu . Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Husaini Usman adalah Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Dosen Jurusan I. kesehatan jasmani dan rohani. dan dapat memimpin (capable). Perspektif pendidikan penting untuk dikaji mengingat konsep masyarakat madani sebenarnya merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa. "pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. inovasi pendidikan. demokrasi pendidikan *) Dr. memiliki pengetahuan dan keterampilan.demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar. memerlukan proses panjang dan waktu serta menuntut komitmen masing-masing warga bangsa ini untuk mereformasi diri secara total dan konsisten dalam suatu perjuangan yang gigih. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. Jadi. baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang.

Sedangkan civil society menurutHavel seperti yang dikutip Hikam (1994: 6) ialah rakyat sebagai warga negara yang mampu belajar tentang aturan-aturan main . nilai-nilai manfaat apa yang diperoleh dengan terbentuknya masyarakat madani (aksiologinya)?. Pembahasan Seligman seperti yang dikutip Mun‟im (1994: 6) mendefinisikan istilah civil society sebagai seperangkat gagasan etis yang mengejawantah dalam berbagai tatanan sosial. dan bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan demokratisasi pendidikan? Artikel ini mencoba mengungkapkan pemikiran yang menawarkan konsep-konsep baru masyarakat madani yang mungkin dapat dijadikan masukan dalam mewujudkan masyarakat madani melalui perspektif pendidikan. "sampai sejauh mana pemahaman kita tentang makna masyarakat madani (ontologinya)?. Mulder (1999) memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar. Senada dengan pendapat Hefner tersebut. masih terlalu berbau feodal. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani. dan bagaimana pemecahan masalahnya atau bagaimana cara melaksanakan demokratisasi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat madani (epistemologinya)?. bagaimana kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan tidak menggoda untuk menunda demokratisasi pendidikan?. sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah "menggoda" dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud. masyarakat. dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai. dan negara. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada apakah makna masyarakat madani itu. Dalam hal ini. pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. 1995: ix). sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan.mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut sehingga timbullah gagasan untuk membentuk masyarakat madani termasuk di masyarakat kampus. dan yang paling penting dari gagasan ini adalah usahanya untuk menyelaraskan berbagai konflik kepentingan antarindividu. Oleh karena itu. maka permasalahannya antara lain adalah. karena formatnya pun belum jelas. 2. bagaimanakah arah reformasi dan inovasi pendidikan harus dilakukan?. Jika reformasi dan inovasi pendidikan memang mendesak untuk dilakukan dan agar kita memiliki andil dalam membentuk dan menghadapi masyarakat madani. yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin. Tentu saja pemikiran konseptual ini akan dapat dioperasionalisasikan di lapangan secara kontekstual setelah melalui pengujian empiris yang profesional. Namun. Hefner meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya. apakah manfaat mewujudkan masyarakat madani itu?. Sejak digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim. bagaimanakah agar demokratisasi pendidikan itu berjalan mulus tanpa hambatan dan penyimpangan?. Hefner (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas tertentu.

Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. Keadaan masyarakat nonmadani ini menurut Suwardi (1999:67) seperti yang ditunjukan oleh perilaku manusia Orde Baru yakni pada saat itu ada mitos bahwa hanya Soeharto saja yang mampu memimpin bangsa dengan menggunakan kekuatan ABRI untuk mempertahankan staus quo. civil society tidak berkebalikan dengan masyarakat pimpinan TNI seperti yang banyak diasumsikan orang awam. badawah. kata civil society dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. dan sejenisnya. Gellner (1995:2) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis. Pendek kata. masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. lawan dari kata atau istilah masyarakat nonmadani adalah kaum pengembara. Lebih lanjut ditambahkan oleh Suwardi (1999:67) bahwa ada satu hal yang perlu dipahami yaitu masyarakat madani bukanlah masyarakat yang bebas dari senjata atau ABRI (sekarang TNI). yang masih membawa citranya yang kasar. Oleh karena itu. civil society. ditakuttakuti. perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani. dan sifat-sifat negatif lainnya. Secara normatif-politis. Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. Katacivil society sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu civitas dei yang artinya kota Illahi dan society yang berarti masyarakat.melalui dialog demokratis dan penciptaan bersama batang tubuh politik partisipatoris yang murni. diganggu kebebasannya. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan. Sebaliknya. Gerakan penguatan civil society merupakan gerakan untuk merekonstruksi ikatan solidaritas dalam masyarakat yang telah hancur akibat kekuasaan yang monolitik. inti strategi ini adalah usaha untuk memulihkan kembali pemahaman asasi bahwa rakyat sebagai warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban kepada para penguasa atas segala yang mereka lakukan atas nama pemerintah. tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta. Konsepsi seperti ini menurut Madjid seperti yang dikutip Mahasin (1995: x) pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukan oleh masyarakat kota Arab. tradisional penuh mitos dan takhayul. Dari kata civilakhirnya membentuk kata civilization yang berarti peradaban. sering dan suka menindas. dicecal. Gellner seperti yang dikutip Mahasin (1995: ix) menyatakan bahwa masyarakat madani sebagai terjemahan bahasa Inggris. masyarakat puritan. semakin dijauhkan dari demokrasi. 1999: 15-16). . Oleh sebab itu. berwawasan pengetahuan yang sempit. banyak memainkan kekuasaan dan kekuatan. Perjuangan masyarakat madani di Indonesia pada awal pergerakan kebangsaan dipelopori oleh Syarikat Islam (1912) dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan (Norlholt. yang bebas dari eksploitasi dan penindasan.

tinggal. Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan. Dalam memasuki milenium III. Masyarakat madani yang mereka harapkan adalah masyarakat yang lebih terbuka. melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Istilah madani menurut Munawir (1997: 1320) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. 1999: 4). dan desentralistik dengan partisipasi politik yang lebih besar (Nordholt. penuh persaingan dan perbedaan. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM). cita-cita suatu komunitas yang dapat terejawantahkan ke dalam kehidupan sosial. Kata madaniy berakar dari kata kerja madanayang berarti mendiami. civil society. orang sipil. berbicara. berserikat dan berekspresi. pelaku sosial akan berpegang teguh pada peradaban dan kemanusiaan. Hefner (1998: 16-20) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokratisasi dalam berinteraksi di masyarakat yang semakin plural dan heterogen. sebagai orator Yunani Kuno. Eropa Selatan. Mereka akhirnya mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global. Masyarakat madani menurut Rahardjo seperti yang dikutip Nurhadi (1999: 9) ialah masyarakat yang beradab. masyarakat diharapkan mampu mengorganisasikan dirinya dan tumbuh kesadaran diri dalam mewujudkan peradaban. maka kota difahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M. orang kota. harmonis. Dalam masyarakat madani. Dalam keadaan seperti ini. memihak yang lemah. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang artinya beradab. dan Eropa Timur. dan yang bersifat sipil atau perdata. . menjamin hak kepemilikan dan menghormati hakhak asasi manusia (Farkan. istilah madaniy dalam bahasa Arabnya mempunyai banyak arti. pluralistik. bayangan.Rahardjo (1997: 17-24) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Dengan konsep civility (kewargaan) danurbanity (budaya kota). menjamin kebebasan beragama. artinya suatu gagasan. 1999: 16). tuntutan masyarakat madani di dalam negeri oleh kaum reformis yang anti status quo menjadi semakin besar. atau membangun. mandiri. Istilah civil society sudah ada sejak Sebelum Masehi. madaniy. adil. Hall (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani identik dengan civil society. kompleks. Dengan demikian. Konsep masyarakat madani menurut Madjid (1997: 294) kerapkali dipandang telah berjasa dalam menghadapi rancangan kekuasaan otoriter dan menentang pemerintahan yang sewenang-wenang di Amerika Latin. jujur. angan-angan.

Indonesia akan mendapat tekanantekanan politik dan ekonomi dari PBB. direkayasa dan dicarikan kambing hitamnya. emansipasi. dan lain sebagainya. sinkronisasi. Perbedaan yang tampak jelas adalah civil society tidak mengaitkan prinsip tatanannya pada agama tertentu. Selanjutnya. komparasi. masyarakat sipil. Guna mewujudkan masyarakat madani dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. maka persoalan-persoalan besar bangsa Indonesia seperti: konflik-konflik suku. Manfaat yang diperoleh dengan terwujudnya masyarakat madani ialah terciptanya masyarakat Indonesia yang demokratis sebagai salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri dan tekanantekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. motivasi. koordinasi. dan masyarakat yang tinggal di suatu kota atau berfaham masyarakat kota yang pluralistik. dan hak asasi. agama. Bank Dunia. dari luar negeri. diharapkan dapat diselesaikan secara arif. dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani pada prinsipnya memiliki makna ganda yaitu: demokrasi. dan melegakan semua pihak. simplifikasi. ras. ditambahkan oleh Daliman (1999: 78-79) bahwa dengan terwujudnya masyarakat madani. Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi. integrasi. golongan. menurut Suwardi (1999: 66) melalui masyarakat madani akan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan. Konsep masyarakat madani menurut Islam adalah bangunan politik yang: demokratis. toleransi. Hal ini mendukung pendapat Suryadi (1999: 23) dan Daliman (1999: 78) yang intinya menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses dan waktu serta dituntut komitmen masing-masing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten dan penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. partisipatoris.Berdasarkan pendapat di atas. partisipasi. tuntas. terbuka. Dengan mengetahui makna madani. Di lain pihak. namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. maka istilah masyarakat madani secara mudah dapat difahami sebagai masyarakat yang beradab. etnik. partisipasi. transparansi. kemiskinan. sedangkan masyarakat madani (al-madaniy) jelas mengacu pada agama Islam. aspirasi. dan negara-negara penganut faham . kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi bangsa dapat dicegah. menghormati dan menghargai publik seperti: kebebasan hak asasi. keadilan sosial. Bila masyarakat Indonesia tidak demokratis. ketidakadilan pembagian "kue bangsa" antara pusat dan daerah. maka Indonesia akan mendapat tekanan-tekanan politik dari kaum reformis di dalam negeri. potensi. Demokrasi memiliki konsekuensi luas di antaranya menuntut kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistem politik dengan organisasi-organisasi politik yang independen sehingga memungkinkan kontrol aktif dan efektif dari masyarakat terhadap pemerintah dan pembangunan. Tuntutan terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai instrumen dasar lahirnya sebuah konsensus atau kompromi. Di samping itu. dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku ekonomi pasar. menjunjung tinggi etika dan moralitas. IMF. saling curiga serta ketidakharmonisan pergaulan antarwarga dan lain-lain yang selama Orde Baru lebih banyak ditutup-tutupi. Dengan demikian. kesenjangan sosial. suatu prakondisi untuk dapat mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat. kebodohan. konsistensi.

terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat orang lain. Di samping itu. maka ekonomi kita akan semakin terpuruk di mata internasional. dan persamaan hak akan menjadi lebih terjamin. Dalam perkembangannya. 1999: 55). toleransi umat beragama. Generasi penerus merupakan anggota masyarakat madani di masa mendatang. ikut merasa memiliki (melu handarbeni). Konsep demokrasi memberi keyakinan bahwa unsur-unsur rakyat senantiasa menjadi faktor utama yang dilibatkan dalam pemerintahan. Generasi penerus sebagai anggota masyarakat harus benar-benar disiapkan untuk membangun masyarakat madani yang dicita-citakan. demokratisasi pendidikan berguna untuk menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab. Tujuan demokratisasi pendidikan ialah menghasilkan lulusan yang merdeka. terbiasa bergaul dengan rakyat. persaudaraan. sama- . mereka perlu dibekali cara-cara berdemokrasi melalui demokratisasi pendidikan. demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan di tangan rakyat. baik di sekolah maupun di luar sekolah. 1999: 55). maka karakteristik masyarakat madani cocok diterapkan di Indonesia sehingga persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu. menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku secara konsisten dan berbudaya (Hartono. Marzuki (1999: 50) menyatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah melalui jalur pendidikan. rakyat boleh berharap bahwa masa depannya ditentukan oleh dan untuk rakyat. Senada dengan pendapat Hartono tersebut. maka kerusuhan sosial akan semakin meningkat yang pada gilirannya membahayakan stabilitas nasional dan dikhawatirkan akan terjadi disintegrasi bangsa. 3. mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang khas sebagai unity dandiversity. Dengan demikian. Jika ekonomi kita semakin terpuruk. berpikir kritis dan sangat toleran dengan pandangan dan praktik-praktik demokrasi (Suryadi. 1999: 23). Masyarakat dan generasi muda yang mampu membangun masyarakat madani dapat dipersiapkan melalui pendidikan (Hartono. menumbuhkan keberanian moral yang tinggi. Jika Bank Dunia dan IMF tidak memberikan bantuannya. Sementara ini. penuh toleransi. Jadi.demokratis. Pemecahan Masalah Salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah dengan melakukan demokratisasi pendidikan. sedangkan demokratisasi ialah proses menuju demokrasi. Oleh karena itu. ekonomi kita masih sangat bergantung pada pinjaman Bank Dunia dan IMF. turut bertanggung jawab (melu angrungkebi). Dengan demokrasi. Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata demos (rakyat) dan kratos(pemerintahan). saling mengasihi sesama umat. demokrasi mendapat sambutan yang luar biasa di dalam hati sanubari rakyat karena demokrasi lebih berpihak kepada rakyat. masyarakat yang mempunyai faham keagamaan yang berbeda-beda. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ciri utama masyarakat madani Indonesia adalah demokrasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan. demokrasi bermakna semakin spesifik lagi yaitu fungsifungsi kekuasaan politik merupakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kepentingan rakyat.

kebudayaan teman dan guru. kemampuan sosial-ekonomi teman dan guru.sama merasakan suka dan duka dengan masyarakatnya (padhasarasa). menurut Battle seperti yang dikutip Shannon (1978: 32) demokratisasi pendidikan dalam PBM juga dapat ditempuh dengan mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sekarang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakatnya (pragmatisme). dan sejumlah kemajemukan lainnya (Vaizey. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat nelayan. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanannya. pemilihan evaluasi hasil belajar. Pelaksanaan demokratisasi pendidikan di kelas harus mampu membawa peserta didik untuk menghargai kemampuan teman dan guru. sebab menurut Zamroni (1997: 1) hal ini merupakan inti dari proses pendidikan. demokrasi pendidikan dapat diarahkan pada pembaharuan kultur dan norma keberadaban. pemilihan metode. sampai kebutuhan yang diharapkan dunia kerja. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat bisnis. pemimpin harus senantiasa mengadakan kontak dengan rakyatnya. Pernyataan ini mendukung pendapat Suwardi (1999: 66) yang menyatakan bahwa sistem pendidikan yang selalu mengandalkan kekuasaan pendidik. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Hal ini juga dinyatakan oleh Barnadib (1997: 1) bahwa pendidikan memang sebagai upaya mengembangkan kemanusiaan dan pengalihan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. dan seterusnya. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas usaha bisnisnya. Hal ini cukup beralasan karena pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. Itulah sebabnya pengajaran pragmatik yaitu . output lulusan. suka dan duka bersama. tanpa harus melupakan hari kemarin. Kelak jika generasi penerus ini menjadi pemimpin bangsa. menghilangkan kesedihan dan penderitaan-penderitaan atas kerugian-kerugian yang dialami rakyatnya. Contoh-contoh tersebut di atas menggambarkan bahwa dalam melakukan inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu diperhatikan masalah-masalah pragmatik yakni mulai dari pemilihan materi ajar. mengenal dan peka terhadap tuntutan hati nurani rakyatnya. maka demokratisasi pendidikan yang telah dialaminya akan mengajarkan kepadanya bahwa seseorang penguasa tidak boleh terserabut dari budaya dan rakyatnya. Di samping itu. Bahkan akan lebih efektif kalau dimulai dari sistem pendidikan berskala lokal berupa pendidikan di dalam kelas. sudah saatnya harus diinovasi agar tercipta masyarakat madani. Dalam proses PBM di kelas. penentuan tujuan. tanpa memperhatikan pluralisme subjek didik. dan mempelajari kehidupan masyarakat. Sebagai contoh jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat petani. Demokratisasi pendidikan tidak harus dimulai dari sistem pendidikan berskala nasional. 1976: 115). Upaya ke arah ini dapat ditempuh melalui demokratisasi pendidikan.

PBM harus terbuka dan penuh dialog yang sehat dan bertanggung jawab antara pendidik dengan peserta didik. Dengan adanya kesetaraan ini. Intervensi pendidik adalah sebagai fasilitator. namun biarkan peserta didik itu sendiri yang memanfaatkan informasi (air) itu. namun kita tidak mampu menyuruh kuda itu meminum air. Revisi berarti terbuka untuk memperbaiki gagasan-gagasannya setelah mendapat masukan yang konstruktif dari pihak lain. pendidik harus selalu memberikan dorongan agar peserta didiknya bersemangat dalam menuntut ilmu. perlu ada keseimbangan antara keterampilan operasional dengan kemampuan konseptual sehingga tercipta sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global dan sekaligus bertindak lokal. dan keadilan dalam pendidikan akan terakomodasi. pendidik harus memberikan rambu-rambu atau arahan agar peserta didik bebas belajar. interpretasi. "Kita boleh membawa kuda masuk ke sungai. Asumsi pendidikan pragmatik diturunkan dari pemeo klasik yang dikemukakan Rodrigues dan Badaczewski (1978: 278) yang menyatakan. melainkan harus ada tindakan nyata dari hasil pemikirannya. Kalau demikian halnya. tranformasi.pengajaran yang menekankan pada aspek fungsi akan menjadi salah satu alternatif pencapaian pengajaran yang berwawasan kemanusiaan dan peradaban. pendidik harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba menemukan sendiri makna informasi yang diterimanya. Oleh sebab itu. Dalam proses pengajaran pragmatik. pendidik harus berusaha menciptakan iklim PMB yang dialogis dan berorientasi pada proses. Dalam pendidikan pragmatik yang bersifat profesional diakui bahwa kelemahan pendidikan sematamata hanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sifatnya praktis. Bahkan Wahid seperti yang dikutip Freire (1994: xv) telah meyakinkan kita bahwa pendidikan memang merupakan wahana ." Maknanya adalah pengajar (kita) hanya bisa memberikan dorongan (tut wuri handayani) kepada peserta didik (kuda). Interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam bentuk egaliter dan kesetaraan (equity). Seleksi berarti memilih informasi yang lengkap. Oleh sebab itu. dinamisator. Di samping tidak hanya teoritis. objektif. pendidik tidak monopoli dalam memberi dan mencari informasi. kebebasan berinisiatif. di dalam PBM yang pragmatik akan tercipta suasana kondusif bagi demokratisasi pendidikan. Interpretasi berarti pemberian makna. Oleh sebab itu. pendidikan hanya akan menciptakan bangsa tukang dan bukan bangsa pemikir. Tranformasi berarti mampu mengemasnya kembali dengan bahasanya sendiri dan menawarkan gagasan-gagasan baru ke pihak lain. mediator. Sebagai fasilitator. pendidik tidak hanya menerapkan pendidikan pragmatik melainkan juga pendidikan yang bersifat akademik yang bertugas menciptakan pemikir-pemikir bangsa yang sifatnya teoritis. Namun. Biarlah peserta didik itu sendiri yang melakukan SITR (seleksi. berbeda aspirasi dan pendapat. dan relevan. Sebagai dinamisator. Sebagai mediator. Freire (1984: 24) menyarankan upaya untuk mencapai demokratisasi pendidikan yang berwawasan adalah dengan menciptakan kebebasan interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya dalam PBM di kelas. Sebagai motivator. dan motivator. dan revisi) terhadap semua informasi yang telah diterimanya.

Dengan asas ini dapat dihasilkan lulusan yang pandai. Dengan kebebasan ini menurut Russel (1998: 63) akan mewujudkan demokratisasi pendidikan. Padahal ranah afektif sama penting peranannya dalam membentuk perilaku peserta didik. dan evaluasi hasil belajarnya. dalam mendukung pelaksanaan demokratisasi pendidikan. Hal serupa juga diakui Martadiatmadja (1986: 70-71) yang menyatakan bahwa jika pengajaran kurang pragmatik dan lebih menekankan pada pengajaran menghafal. 1998: 63). tetapi kepandaian dan kecerdasan intelektual tersebut kurang diimbangi dengan kecerdasan emosional. dan lebih parah lagi peserta didik tidak mendapatkan informasi baru. maka hal ini jelas kurang bermanfaat. senang. dan kebutuhan peserta didik secara utuh baik lahir maupun batin. Guru cenderung tidak merasa capek. dan kaya dengan informasi baru. materi. tetapi kecerdasan emosional juga tidak kalah pentingnya. dan terampil. bosan. Bahkan menurut Suryadi dan Tilaar (1993: 196) akan menyuap peserta didik dengan berbagai . Dengan model komunikasi top down timbul kecenderungan pendidik akan merasa capek sementara peserta didik tidak mengerti. Pendidik merupakan satu-satunya sumber belajar dengan otoritas yang sangat tinggi dan menganggap otak peserta didik bagaikan tong kosong yang siap diisi penuh dengan berbagai informasi darinya. dengan model komunikasi network. Sebaliknya. Orientasi pendidikan yang bersifat student oriented lebih menekankan pada pertumbuhan. Komunikasi dalam demokratisasi pendidikan harus terjadi ke segala arah dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta (topdown) melainkan juga ada keseimbangannya yaitu dari peserta didik dengan pendidik dan antarpeserta didik sendiri (network). Keadaan demikian terjadi karena kurangnya perhatian terhadap ranah afektif. tibalah saatnya mengubah asas subject matter oriented ke student oriented. Pendidikan yang menyangkut ranah kognitif sudah dijalankan dengan perhatian yang besar. perkembangan. sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga pada peserta didik. aktif. PBM. Namun. Dalam suasana PBM yang demokratis terjadi egalitarian (kesetaraan atau sederajat dalam kebersamaan) antara pendidik dengan peserta didik. Dalam hal ini kecerdasan otak memang penting. mengantuk. peserta didik mengerti dengan belajar dari pengalamannya sendiri. cerdas. Pengelolaan pengajaran yang ada memberi kesan terlalu berorientasi pada ipteks termasuk juga keterampilan motorik terlalu berorientasi pada teknis (Moeldjanto. Sekarang. Teknik menghafal mendikte peserta didik untuk menggunakan sistem drill dan hanya akan menjejali materi dalam waktu singkat yang mungkin tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.terpenting untuk mencapai kemerdekaan (kebebasan). pasif. Pengajaran tidak harus top down namun diimbangi dengan bottom upsehingga tidak ada lagi pemaksaan kehendak pendidik tetapi akan terjadi tawar-menawar kedua belah pihak dalam menentukan tujuan. selama ini terkesan bahwa pendidikan menganut asas subject matter oriented yang membebani peserta didik dengan informasi-informasi kognitif dan motorik yang kadang-kadang kurang relevan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan psikologis mereka. media.

maka akan terjadi interaksi yang sehat. aspirasi. transparansi. Peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk mencari dan mencerna sendiri informasi sesuai dengan bakat dan minatnya. dalam pandangan Acarya (1991: 147-148) menyatakan bahwa demokratisasi pendidikan merupakan pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. Kondisi ini dimungkinkan akan terjadi dalam demokratisasi pendidikan. . Pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. emansipasi. wajar. tetapi akan terjadi saling tukar informasi dan pengalaman dengan peserta didiknya. 4. sinkronisasi. konsistensi. Dalam iklim PBM yang demokratis. partisipasi. Peserta didik ditantang menguji validitas pikirannya dengan argumentasi-argumentasi yang rasional dan jika mungkin berdasarkan hasil penelitian yang seksama. dan bertindak sesuai dengan langkahnya sendiri dan mungkin saja berbeda dengan pendidiknya asalkan ada argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Secara epistemologis. motivasi. dan tujuan peserta didik. Bila hal ini dilupakan. dan hak asasi. Menurut Taroepratjeka (1996: 3) pendidikan yang berkonteks pragmatik sedapat mungkin harus mampu menghargai bakat. Peserta didik bukan saja memahami demokrasi tetapi juga menjalani latihan seperti berdebat. pendidik tidak harus merasa paling pandai di dalam kelasnya. masyarakat madani perlu segera diwujudkan karena bermanfaat untuk meredam berbagai tuntutan reformasi dari dalam negeri maupun tekanan-tekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. Kesimpulan Secara ontologis. tidak merasa paling benar di kelasnya. Melalui demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajarnya. untuk mewujudkan masyarakat madani dalam jangka panjang adalah dengan cara melakukan demokratisasi pendidikan. komparasi. Di samping itu. minat. koordinasi.informasi yang tinggal ditelan saja. Peserta didik boleh saja berpendapat. melalui masyarakat madani akan muncul inovasi-inovasi pendidikan dan menghindari terjadinya disintegrasi bangsa. dan bertanggung jawab. menghargai pandangan dan harga diri orang lain. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik. Dengan komunikasi struktural dan kultural antara pendidik dan peserta didik. Secara aksiologis. Sejalan dengan pendapat tersebut di atas. Demokratisasi pendidikan ialah pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. akibatnya peserta didik akan menjadi pembebekpembebek dan bukan menjadi manusia yang lebih beradab dan berbudaya melalui proses pendidikan tersebut. masyarakat madani bermakna ganda yaitu suatu tatanan masyarakat yang menekankan pada nilai-nilai: demokrasi. merasa telah menang belajar satu malam dibandingkan dengan peserta didiknya. berperasaan. serta mematuhi aturan hukum yang diaplikasikan dalam setting diskusi. Namun. toleransi. simplifikasi. integrasi. potensi.

Cakrawala Pendidikan. Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berwawasan Kemanusiaan. Genealogies of Civility. E. Jakarta: Kanisius. 1998. Gellner. Civil Society: Cultural Possibility of a Modern Ideal. 1977.) Jakarta: Bulan Bintang. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. Perubahan Orientasi Pendidikan Menuju Masyarakat Madani. Bandung: Mizan. I. Piagam Medinah dan Idealisme Masyarakat Madani. A. . I) Bandung: Mizan. Al-Munawir: Kamus Arab-Indonesia. G. 1995. XVIII No. 14 Mei. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam (Terjemahan Gani. Daliman. 2. 1997. Dinamika Budaya Pesisir dan Pedalaman: Menumbuhkan Masyarakat Madani. M. Al-Abrasyi. 1999. Edisi Khusus Mei Th. Marzuki.35.A. Tantangan Dunia Pendidikan. Dalam Hefner (Editor). Republika. Society.W. No. 1997. 1998. 1991. Mahasin. XVIII No. XVIII No. dan Bahry.A.A. Martadiatmadja. Hall. D. A. Vol. A. Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan.Jakarta: Persatuan Ananda Marga Indonesia. 29 Maret. Neo-Humanist Education. Fiere. Dimensi Moral dalam Pendidikan Menuju Pembentukan Manusia Seutuhnya. Hikam. Munawir.S. Cakrawala Pendidikan. Hartono.Cakrawala Pendidikan. 1984. Demokrasi adakan Wacana Civil Society. 1999. Diterjemahkan: Hasan.A. 10 Oktober. 1999. 2. 1987. I. N. Surabaya: Pustaka Progresif. Jakarta: Majelis Nasional KAHMI. Membangun Masyarakat Madani melalui Pendidikan Islam Sebuah Refleksi Pendidikan Nasional. Hefner. Edisi Khusus Mei Th. 1998. Reorientasi Pendidikan Sejarah melalui Pendekatan Budaya Menuju Transformasi Masyarakat Madani dan Integrasi Bangsa. 1995. A. B. M. 1994. R.Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat menuju Kebebasan. H. Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat Menuju Kebebasan (Terjemahan Hasan. Farkan. Bernas.Pustaka Acuan Acarya. Dalam Gneller. Jakarta: Gramedia.A. J. Moeldjanto. Masyarakat Madani dan Lawan-lawannya: Sebuah Mukadimah.Edisi Khusus Mei Th. Widya Darma. 1 Tahun IX. 1986. No. Madjis. Barnadib. Democratic Civility: The History and Cross Cultural Possibility of a Modern Political Ideal. dalam HMI dan KAHMI Menyongsong Perubahan Menghadapi Pergantian Zaman. 1999. P. New York: Longman.W. 3 March/April. 2.

Terjemahan: Abadi. 18 Mei.Z.Jakarta: Gunung Agung. 1998. Boston: Allyn and Bacon. 01. Nurhadi. No. Suryadi. Th. N. A. Inc. 1997. Th. A dan Tilaar.S. Yogyakarta: 19-20 Mei. Bandung: PT. 1999. Remaja Rosdakarya. Filosofi. Shannon. Jurnal Pendidikan No. J. Maret.Jakarta: Mutiara. halaman 17-24. 3-4. 1967. K.S. 1 Tahun XVIII. Relevansi Iptek Profetik dalam Pembangunan Masyarakat Madani. 1994. Mimbar Pendidikan. Analisis Kebijakan Pendidikan. Suryadi. Academika. Civil Society di Era Kegelisahan. Pendahuluan . XV. Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua. Suwardi.A. Pendidikan dan Tatanan Sosial. M.A. Pembaharuan Pendidikan dan Penelitian Multidisiplin. R & Badaczewski. Taroepratjeka. dan Strategi Pendidikan Nasional. 1978. Makalah Seminar Regional Pengembangan Budaya Penelitian Multidisiplin dan Antardisiplin. Republika 20 September. Edisi Khusus Mei. Pendidikan di Dunia Modern.Vol. 1999. Kebijaksanaan. 1999. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. Posted by Taufiq at 1:16 PM 0 comments KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI PROF DR Sofian Effendi Badan Kepegawaian Negara Bahan presentasi didepan Peserta Kursus Adum Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 29 Agustus 1999 Daftar Isi I.R. Masyarakat Sipil sebagai Masyarakat Beradab. 1997. 2. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Zamroni.D. D. dkk. A Guidebook for Teaching Literature. Demokratisasi Pendidikan Demokrasi. 1996. 1999. H. D. Rahardjo. Jakarta: Depdikbud. Rodrigues. Demokratisasi Pendidikan dalam Pengajaran Pragmatik Sastra Sebagai Wahana Penciptaan "Masyarakat Madani" Cakrawala Pendidikan. Russel. 1993. H. Np. Basis.Mun’im. Nordholt. Gagasan Baru dalam Pendidikan. Vaizey. A. 1978.. B. XVIII.

Dasar-dasar Kebijakan Kepegawaian Negara IV. sistem multi partai yang memerlukan pemerintahan koalisi. perubahan dalam sistem pemerintahan.perencanaan kepegawaian. Perubahan strategik dalam proses menuju Good Governance. Pemerintahan Yang Bersih. Dalam upaya untuk mengembangkan aparatur negara yang mampu melayani masyarakat madani tesebut. Karena perubahan-perubahan strategik yang akan terjadi setelah Pemilu 1999. Penyempurnaan Undang Undang tersebut diperlukan guna mempersiapkan suatu kepegawaian negara yang mampu melaksanakan Tap MPR-RI Nomor X/MPR/1998 dan Tap No. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan dan Peran Serta Masyarakat Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara dan Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Korupsi. Perubahan Strategik dalam Proses menuju Pemerintahan yang Bersih. Bertanggungjawab dan Bebas KKN (Good Governance) adalah bentuk dan cara pemerintahan yang paling sesuai dan paling mampu menyelenggarakan sistem ekonomi yang berwawasan kerakyatan. perlu dikembangkan pemerintahan negara yang bersih. Bebas KKN dan Bertanggungjawab III. pendidikan dan pelatihan. serta untuk mendorong ketaatan hukum serta ketertiban umum yang menjadi ciri dari suatu masyarakat madani. I. Usulan Penyempurnaan RUU No. Untuk mendukung terciptanya pemerintahan seperti itu diperlukan sistem kepegawaian negara baru yang dilandasi oleh kebijakan PSDM yang lebih holistik dan terintegrasi. 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan peraturan pelaksanaannya. UU Nomor 8 tahun 1974 dipandang tidak cukup memadai untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional dan karena itu harus disempurnakan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sumber daya manusia sebagai landasan fikir.II. XI/MPR/1998. hubungan antara pusat dan daerah serta dalam penyelengaraan pelayanan publik. bebas KKN dan bertanggunjawab. Pendekatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) memandang keseluruhan siklus pengembangan kepegawaian -. Guna menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut. pemanfaatan dan pembinaan kepegawaian dan penetapan imbalan -. Perubahan strategik tersebut adalah. Setelah Pemilu 1999. Pendekatan tata usaha kepegawaian terlalu sempit yang mendasari UU Nomor 8 tahun 1974 perlu ditinjau kembali karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan dinamika dan perkembangan masyrakat dan pemerintahan II. Indonesia diperkirakan akan mengalami beberapa perubahan strategik yang membawa implikasi terhadap sistem kepegawaiannya.sebagai suatu proses yang integral yang tak terpisahkan. Pendahuluan Tulisan ini secara ringkas menguraikan dasar-dasar kebijakan kepegawaian negara yang akan menjadi landasan fikiran dalam penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. pengembangan kepegawaian negara akan .

Perubahan strategik tersebut memerlukan readjustment pada kebijakan aparatur negara. Sistem pemerintahan koalisi Setelah Pemilu 1999 akan terjadi dua perubahan strategik yang amat mendasar dalam lingkungan politik nasional kita. Karena itu PNS dilarang untuk menjadi pengurus mau pun anggota partai politik. . b. khususnya pada UU Nomor 8 tahun 1974 yang mengatur tentang pokok-pokok kepegawaian. Dalam pelaksanaan asas akuntabilitas tersebut. serta jabatan lainnya. sistem multi-partai. dan dalam rangka mendorong pemerataan pembangunan secara cepat antara pusat dan daerah. Pertama. misalnya UU Pemerintahan Daerah serta peraturan pelaksanaanya sudah menerapkan asas desentralisasi sehingga dapat mempercepat upaya penciptakan kemakmuran secara adil dan merata antara daerah dan pusat.menjadi bagian penting dalam penciptaan “good governance capability”. pembagian kewenangan yang jelas antara ketiga cabang pemerintah perlu diadakan agar terjadi suatu check-and-balance yang baik. daerah akan menuntut adanya kewenangan yang lebih besar dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah. dan (b) tuntutan netralitas birokrasi dari kegiatan politik. Sebagai respons terhadap tuntutan tersebut. 48 partai yang sudah terdaftar secara resmi pada Komisi Pemilihan Umum dan diperkirakan 9-10 partai yang akan memperoleh cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan koalisi. Sistem keahlian (merit system) yang dianut dalam administrasi kepegawaian RI mengharuskan para pemegang jabatan profesional pada ketiga cabang pemerintahan (Jabatan Eselon I ke bawah serta jabatan fungsional yang setara) harus bebas dari representasi partai politik. Dalam pemerintahan koalisi tersebut dipastikan para anggota koalisi pasti akan menuntut porsi yang cukup dalam Pemerintahan yang terbentuk. Salah satu perubahan mendasar yang terjadi selama Pemerintah Reformasi yang baru berusia 9 bulan lebih 2 hari adalah semakin kuatnya semangat keterbukaan dan kebebasan. Dalam Pemilu mendatang. Terdorong oleh semangat tersebut. eksekutif dan judikatif. baik di Pusat mau pun di daerah. Karena itu setiap pejabat negara pada cabang legislatif. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan Pada lingkungan pemerintahan perubahan yang paling mendasar pada lingkungan adalah: (a) pergeseran fungsi pemerintahan dan pembangunan dari pusat ke daerah. dan antar daerah. Pemerintah Pusat akan memberikan otonomi semakin luas kepada daerah. Ketetapan netralitas tersebut Salah satu ciri masyarakat madani adalah lingkungan politik yang mengakui bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat. ekonomi. Proses menuju Masyarakat Madani (civil society) akan ditandai oleh beberapa perubahan strategik pada sistem politik. Beberapa kebijaksanaan pemerintah yang baru. Perubahan strategik yang akan terjadi sebagai hasil dari Pemilu 1999 antra lain adalah: a. perlu diadakan adjustment dalam format kepegawaian negara dengan memisahkan secara tegas antara pengangkatan politik (political appointments) pada pelbagai jabatan negara di pemerintahan dengan jabatan profesional yang harus netral dari kegiatan politik. pemerintahan dan sosial. harus dapat mempertanggunjawabkan pelaksanaan tugas mereka kepada rakyat. Untuk menjaga agar prinsip keahliian tetap terjaga.

bukan tidak mungkin akan mengalami disintegrasi menuju suatu federasi negaranegara kecil yang semakin lemah. pelatihan. Biaya yang terlalu berat yang harus ditanggung oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik tersebut sedikit demi sedikit sudah harus dialihkan kepada masyarakat. Dalam rangka mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya saing perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) untuk menghadapi persaingan global. dan akan dapat mengurangi tekanan yang besar pada anggaran pemerintah. Ancaman Disintegrasi Salah satu ciri penting dari masyarakat madani adalah kemampuan untuk mempertahan integrasi nasional yang tinggi pada suatu lingkungan sosial yang pluralistis. penyertaan masyarakat dalam pembiayaan penyediaan pelayanan publik diperkirakan akan mampu meningkatkan kapasitas dari pelayanan tersebut. pada tahun 1997. kesehatan. Peristiwa Banyuwangi. implikasi politiknya amat mendasar. c. Menghadapi kecenderungan disintegerasi yang semakin kuat tersebut. dan yang terahir Peristiwa Idi Cut. Bila tidak. sejak peristiwa Sanggau Ledo. Singkawang. Selain dapat memanfaatkan potensi masyarakat yang semakin besar. terdapat kecenderungan yang amat kuat di kalangan Pemerintah untuk melakukan privatisasi dan melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Pekerja untuk Berorganisasi. Peristiwa Kupang. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang partai politik untuk membuka organisasi pekekrja di perusahaan milik negara tersebut. Bila ini terjadi dapat diperkirakan betapa labilnya kondisi perusahaan milik negara di masa depan. III. Dasar-dasar Kebijakan Pengembangan SDM Aparatur Negara Pasca Pemilu 1999 . menunjukkan bahwa integrasi nasional kita sekarang ini sedang menghadapi goncangan-goncangan yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana. Kalau kebijakan tersebut dilaksanakan. PNS sebagai unsur aparatur negara memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai penyangga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. d.Desentralisasi tugas dan kewenangan tersebut membawa implikasi langsung terhadap kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan PNS agar aparatur negara di pusat dan di daerah secara keseluruhan memiliki kemampuan dan kapabilitas yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas yang semakin berat tersebut. penelitian dan pengembangan. Peristiwa Ketapang. Sejalan dengan itu. Berbagai konflik sosial yang terjadi di tanah air. di Aceh Timur. berbagai unit swadana yang mampu membiayai sendiri belanja pegawai tanpa harus membebani anggaran pemerintah perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan sistem kepangkatan dan penggajian yang lebih longgar walaupun tetap dalam kerangka kepegawaian negara. kerusuhan massal di Jakarta pada 14-20 Mei 1998. Peristiwa Ambon pada 20 Januari. Potensi Masyarakat Selama Pemerintahan Orde Baru peranan masyarakat kurang dapat berkembang secara maksimal karena peranan pemerintah yang terlalu dominan selama 30 tahun secara tidak sengaja telah menumpulkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan berbagai pelayanan publik yang pokok di bidang pendidikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1999.

pengembangan kepegawaian negara pada Pemerintahan Pasca Pemilu 1999 diarahkan untuk mengatur aspek-aspek kepegawaian negara berikut: a) Penataan struktur Kepegawaian Negara. misalnya pada kantor pimpinan negara. kebijakan pembinaan kepegawaaian negara pada pemerintahan pasca Pemilu 1999 harus mampu mencapai tujuan berikut: 1. lembaga diklat. Pada jabatan negara perlu diperbesar formasi untuk pengangkatan politik pada berbagai tingkat pemerintahan. serta badan usaha milik negara). Mempertahankan asas keahlian (merit system) dan netralitas. netral dari kegiatan politik. kantor pimpinan kementerian. diperlukan pembaharuan dalam struktur kepegawaian negara dengan menetapkan adanya tiga jenis jabatan pada kepegawaian negara yakni: jabatan negara. a. mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan untuk mendorong potensi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayananan publik. 4. Dapat memenuhi kebutuhan pemerintahan koalisi. Wakil Seskab dan para asisten Presiden adalah jabatan politik yang personilnya akan berganti bila terpilih Presiden baru. Penataan Struktur Kepegawaian Negara Untuk mengakomodasi aspirasi pemerintahan koalisi. jabatan negeri dan jabatan pada lembaga swadana dan perusahaan milik negara. Mendorong fungsi PNS sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. 6. Tetapi. perlu adanya perluasan jabatan negara serta tambahan jabatan pada lembaga swadana dan perushaan milik negara (lembaga pendidikan tinggi. Termasuk dalam kategori ini adalah jabatan-jabatan pada lembaga tertinggi dan tinggi negara. UU Nomor 8 tahun 1984 hanya mengenal dua jenis jabatan yakni jabatan negara dan jabatan negeri. lembaga litbang. Sebagai contoh. c) Desentralisasi kewenangan kepegawaian dengan tetap mempertahankan mobilitas PNS. kantor pimpinan daerah. berwawasan global. untuk menjaga agar profesionalitas dukungan pada Presiden tetap tinggi. Sesuai dengan perkembangan keadaan. 2. Mungkin diperlukan waktu 15-20 tahun untuk mentransformasi aparatur negara Indonesia untuk menjadi aparatur negara baru yang memiliki clean governance capacity seperti tersebut. Untuk menghadapi dinamika perkembangan politik dan pemerintahan pasca Pemilu. misalnya. Dapat memenuhi tuntutan desentralisasi kewenangan kepegawaian. badan otorita.Kebijakan kepegawaian negara atau kebijakan pengembangan SDM aparatur negara yang diperlukan untuk menghadapi perubahanperubahan strategik tersebut pada dasarnya adalah pembangunan SDM Aparatur Negara yang profesional. pada Sekretariat Negara. semua jabatan lainnya -. dan d) Meningkatkan Kesejahteraan PNS.. 3. Mengembangkan persaingan dengan pegawai swasta. Untuk menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut dengan efektif. Berkemampuan mengakomodasi berkembangnya lembaga swadana untuk menggali potensi masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut. lembaga pelayanan kesehatan.dibawah . bermoral tinggi serta berkemampuan sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. 5. jabatan Sekretaris Negara (Kepala Staf Presiden). b) Profesionalitas dan netralitas Aparatur Negara.

dari Eselon I ke bawah adalah jabatan profesional. c. Netralitas dan Profesionalitas PNS Untuk menjaga agar netralitas aparatur negara dalam suatu kehidupan politik yang lebih dinamis.adalah jabatan profesional yang pmenerapkan asas merit. pegawai perusahaan milik negara. Dengan demikian netralitas dalam mengembangkan misi perusahaan akan tercapai bila perusahaan milik negara tetap berada dalam lingkungan pegawai negara tanpa kehilangan daya kompetisi dengan swasta. perlu diadakan penataaan dalam sistem pengadaan. Perencanaan pelatihan perlu lebih dikaitkan dengan rencana penempatan sehingga tercapai efisiensi serta efektivitas yang lebih tinggi. Untuk memberi keleluasaan yang semakin besar kepada lembaga pendidikan. Prinsip yang sama juga digunakan pada semua kementerian. Untuk mempercepat dan menjamin pembangunan profesionalitas pada aparatur negara. lembaga pelayanan kesehatan.koordinasi Waseneg -. harus tetap netral dari kegiatan politik. sehingga kita dapat segera keluar dari krisis ekonomi yang parah ini. Perencanaan formasi PNS perlu lebih didasarkan pada kualifikasi keahlian yang diperlukan oleh instansi pemerintah. Tetapi.pemerintahan koalisi. peraturan kepegawaian negara juga berfungsi ganda sebagai pelindung hukum dari keharusan untuk melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Hak Bersyarikat. Desentralisasi kewenangan kepegawaian dan mobilitas PNS Salah satu unsur otonomi daerah yang ditetapkan oleh UU . untuk memberikan keleluasaan untuk mengembangkan jenjang jabatan dan skala penggajian yang lebih mampu memotivasi produktivitas yang tinggi. Di daerah pola jabatan ditetapkan dengan pola yang sama. serta penggajian dan penghargaan bagi PNS. jabatan menteri dan mungkin wakil menteri adalah jabatan politik. lembaga diklat dan perusahaan milik negara dalam pelaksanaan misi dan fungsinya. b. sistem pelatihan. Sebagai unsur pegawai negara. Guna menghadapi tantangan globalisasi ekonomi secara sistematis dan cepat dengan tingkat. sistem pengembangan karier. sedangkan birokrasi kementerian. Bagi perusahaan milik negara. Karena dibayar dengan anggaran negara. aparatur negara tidak terlalu perlu mengalami goncangan yang berarti bila terjadi pergantian. serta dapat segera menata dan mengembangkan suatu struktur ekonomi yang lebih kuat guna menghadapi persaingan yang semakin ketat pada tingkat regional dan global. pada struktur kepegawaian negara yang baru perlu diperkenalkan jenis ketiga: jabatan pada lembaga khusus. lembaga litbang. netralitas aparatur negara dari kegiatan poltik harus dijaga. Untuk meningkatkan profesionalitas PNS. Jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus tersebut adalah jabatan karier untuk para pegawai negara profesional. sistem kepegawaian harus mampu mempertahankan prinsip netralitas dengan cara memisahkan secara tegas antara jabatan negara dengan jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus yang dibentuk dengan peraturan perundangan. Pemerintah harus merespons dengan cepat melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan mikro yang tepat. secara umum dapat dikatakan bahwa mereka yang menduduki jabatan tersebut adalah pegawai negara. dibuka kemungkinan bagi lembaga khusus tersebut untuk mengembangkan peraturan kepegawaian khusus. Dengan adanya netralitas tersebut.

kepada daerah perlu diberikan kewenangan yang cukup memadai dalam bidang kepegawaian. Penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1984 tentang Pokok- . para PNS ini harus melakukan berbagai upaya supaya tetap survive. saat ini BAKN sedang mempersiapkan penyempurnaan peraturan tentang kepegawaian negara berikut: 1. Keadaan ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Usulan Penyempurnaan Peraturan Perundangan tentang Kepegawaian Negara Sejalan dengan dasar-dasar kebijakan kepegawaian seperti yang diuraikan. Sejalan dengan itu. Untuk itu mobilitas PNS secara nasional dan regional harus tetap dijaga. Pengangkatan tenaga pelaksana (Gol. Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak. pembinaan dan pemberhentian PNS tersebut dirumuskan dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa PNS harus menjadi penyangga kesatuan dan persatuan bangsa. dan pengangkatan pejabat Eselon IV dan V serta pejabat fungsional setara diserahkan kepada Kabupaten dan Kota. Penetapan kewenangan pengadaan. perlu diupayakan peningkatan gaji PNS secara bertahap sampai tercapai sistem penggajian dan penghargaan yang lebih kompetitif dengan sektor swasta. pelatihan. Dengan nilai riil yang sudah amat merosot tersebut. Demikian juga pengangkatan pada jabatan struktural dan fungsional setara Eselon I dan II berada ditangan Pusat agar mobilitas PNS pada 2 jenjang jabatan tinggi tersebut terjadi mobilitas secara nasional. bebas dari KKN dan bertanggunjawab. pejabat Eselon III dan jabatan fungsional setara diserahkan kepada Propinsi. IV. kewenangan pengangkatan pejabat struktural dan fungsional akan ditetapkan sebagai berikut: Pejabat Eselon I dan II serta jabatan fungsional yang setara akan berada pada Pusat. II/b ke atas) ada pada Pemerintah Pusat dan dilaksanakan oleh BKN. Pada jenjang jabatan eselon II terdapat mobilitas regional dan pada jenjang jabatan eselon IV dan V terjadi mobilitas secara lokal. Kewenangan pengangkatan PNS gol II/b ke atas harus tetap berada pada pemerintah pusat agar kualitas serta standar kepegawaian negara tetap terpelihara dengan baik. penggajian dan pemberhentian PNS. gaji PNS hanya dapat mendukung hidup keluarga PNS tidak lebih dari 10 hari. Meningkatkan Kesejahteraan PNS Isu terahir adalah isu klasik. Krisis ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berahir telah menyebabkan nilai riil gaji PNS menjadi amat rendah. Untuk menutupi kebutuhan hidup sebulan.Pemerintahan Daerah baru adalah kewenangan dalam pengadaan. Kewenangan pelatihan juga akan didesentralisasikan sesuai dengan kewenangan pengangkatan jabatan. pembinaan. Sesuai dengan ketentuan perundangan baru tersebut. Pemerintah perlu merumuskan kebijaksanaan penggajian yang manusiawi dan adil agar PNS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih. Prinsip umum dalam kebijaksanaan kepegawaian adalah sebagai berikut: pengangkatan PNS tetap (Gol. karena sejak RI didirikan PNS belum pernah menikmati kesejahteraan yang cukup memadai. I/a s/d II/a) akan diserahkan kepada daerah. d. Dengan demikian diharapkan PNS akan dapat berfungsi sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai gaji PNS pada saat ini hanyalah sepertiga dari nilai yang diterimanya pada bulan Oktober 1997.

RPerpu tentang Lembaga Swadana. 8. RPP tentang Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. RPP tentang Perubahan PP Nomor 20 tahun 1975 jo PP Nomor 19 tahun 1991 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian PNS. 4. bersama Depkes. 6. Bersamaan dengan penyusunan RPP tersebut. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakekatnya sebuah pernyataan niat atau proklamasi.SYAMSIR ANDILI Prinsip-Prinsip Dasar Masyarakat Madani Untuk memahami dan menentukan sumber dan vasilidasi pandangan-pandangan social politik yang relevan dengan agenda reformasi sekarang ini tentu akan sangat berfaedah jika kita menyempatkan diri mendalami lebih jauh pengertian prinsipil tentang masyarakat madani . 7. 6. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 6 tahun 1976 tentang Pengadaan PNS. 5. Depdikbud.Analisis Visi Misi Kota Ternate STRATEGI MENUJU KOTA MADANI ANALISIS VISI – MISI KOTA TERNATE OLEH Drs. serta Kantor Meneg Pendayagunaan BUMN perlu disusun: 1. RPP tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nonor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 3. Jakarta. Dalam sejarah perjalanan Islam membangun sebuah peradaban ditandai dengan dua dokumen penting yaitu : . RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pelayanan Kesehatan. yang berkehendak mendirikan dan membangun masyarakat yang beradab sebagai tantangan terhadap masyarakat jahilia dan di Mekkah. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Bukanlah suatu kebetulan bahwa wujud nyata masyarakat madani mulai dikenal dari hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah 13 tahun setelah Nabi Muhammad membangun landasan tauhid sebagai fondasi dasar masyarakat (Komunitas Mekkah) menuju ke Yastrib dan mengubah nama menjadi kota Madinah yang diambil kota Madaniyah yang berarti peradaban . 12 April 1999 Posted by Taufiq at 1:12 PM 0 comments STRATEGI MENUJU KOTA MADANI . RPP tentang Pengangkatan dalam pangkat Pegawai Negeri Sipil. RPP tentang Perubahan PP Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. 3. RPP tentang Kepegawaian Badan Usaha Milik Pemerintah. H. 5. 2. RPP tentang Kepegawaian lembaga Pendidikan dan Pelatihan. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. RPUU dan RPP-RPP tersebut sudah selesai disusun oleh BAKN dan telah disampaikan kepada Bapak Menko Wasbangpan untuk diteruskan kepada Bapak Presiden.Pokok Kepegawaian: 2. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pendidikan. 4.

* Piagam Aelia ( Mitsaq Aeliya) yang dibuat oleh Khalifah Umar dengan Patriak Yerussalem. Ada perkembangan tertentu yang menggembirakan kondusif . tidak saja akan meminta biaya social mahal. Masyarakat madani yang dibangun Nabi Muhammad dan dicontohkan oleh Umar Bin Khattab ini adalah cermin dari membangun sebuah kota demokratis yang mengharga pluralitas dengan prinspprinsi dasar seperti keadilan. tatanan masyarakat ini hanya dapat diteladani oleh para sahabatnya ( Al-Khulafa‟ al Rasyidin ) karena setelah masa itu bangun dasar masyarakat madani hancur dengan diterapkanya system geneologis ( Dinasti ) . Kini masyarakat madani adalah tidak sekedar Imagined Sociaty tetapi suatu kebutuhan social yang memerlukan Graes Roat terhadap nilai-nilai madani yang dapat teraktualisasi secara nyata dalam masyarakat kota . supremasi hukum. Berbagai perubahan –perubahan sosial-politik yang cukup signifikan terjadi oleh sementara orang dipandang sebagai pendorong proses demokratisasi dan perkembangan masyarakat madani namun. Akan tetapi harus diakui. Arah dan Prospek Menuju Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis. Sayangnya. arah dan prospek menuju masyarakat madani sangat membutuhkan waktu. tetapi bahkan dapat menghancurkan ketertiban dan keteraturan masyarakat yang merupakan esensi masyarakat madani itu sendiri.transparan dan partisipatif dimana peran infra dan supra struktur berada dalam keseimbangan yang dinamis. Sophronius setelah kota suci 3 agama itu dibebaskan oleh kaum muslim . membangun sebuah masyarakat yang berperadaban.* Perjanjian yang disebut Mitsaq Al-Madinah atau Piagam Madinah yang berisi 50 keputusan bersama sebagai sebuah dokumen politik pertama dalam sejarah ummat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme. Bahkan sebagai pengamat melihat terjadi pergeseran nilai-nilai sosial politik dalam tatanan masyarakat sebagai siklus perubahan di mana kita tengah berada pada titik memulai kembali pembentukan masyarakat madani dengan menyatukan kembali perbedaan-perbedaan menjadi sebuah pengakuan atas pruralitas yang stabil dan dinamis. pluralistis. dan mendukung bagi pencipta masyarakat madani. membentuk masyarakat madani adalah suatu cikal bakal penyaluran demokratisasi. sebagian pendapat mengatakan prospek masyarakat madani dalam tahun-tahun mendatang kelihatannya belum serba pasti . tetapi pada saat yang sama ada juga perkembangan dan indikasi tertentu (social confliet) yang kurang menggembirakan yang pada gilirannya dapat menjadi Constraints bagi perkembangan masyarakat madani . Dari pemahaman tersebut diatas. Bellah mengakui masyarakat Madinah dimasa Nabi adalah suatu masyarakat yang sangat modern dizamannya. Niat baik pemerintah kota membangun masyarakat madani tidak cukup dan sulit terealisir jika . Maka tidak berlebihan. yang didalamnya masyarakat madani yang memiliki ruang untuk bernapas dengan komitmen kemanusiaan dan keadilan. Piagam Madinah dan Piagam Aelia dalam terminology politik adalah wujud konkrit dari terbentuknya Civil Sociaty. Dalam konteks ini. egalitarianisasi dan toleransi. Pada saat yang sama kerangka dan pendekatan ini secara implisir menawarkan ongkos sosial minimal sebaliknya pendekatan revolusioner dalam masyarakat madani. jika sosiologi terkemuka Robert N. maju dan bermartabat dalam ikatan persamaan dan persaudaraan sejati memerlukan kerangka dan pendekatan yang lebih bersifat evolusioner dari pada revolusioner .

politik. Semua luluh jadi satu. kepadatan dan stuktur sosialnya sementara kebijakan yang diambil kurang berdaya untuk memecahkan masalah yang lebih mendasar yang menjadi "jiwa" dari kota itu berkembang. Keterlibatan aktif segenap pihak termasuk penghuni kota akan membuahkan hasil penampilan kota unik. melainkan menyentuh juga kesejahteraan ekonomi dan kegairahan budaya nya. maka mozaik kota hampir selalu merupakan pergelaran seni social yang terbentuk dari berbagai rencana ragam perorangan. maka saya mencoba menelaah kehidupan kota dari pandangan seorang Arsitektur John Eber. Dengan demikian. Gejala metabolisme (pencernaan).masyarakat tidak mempersiapkan diri dengan matang dan sabar. karakter kota Ternate. Visi biologis dari John Eberhand ini dalam bukunya Technology for the City (New york. kultur masyarakat dengan sejumlah permasalahan pokok dan actual maka dirumuskan "Visi dan Misi membangun Kota Ternate " sebagai . Ciri-ciri positif yang dikejar kita semua dalam menyusun strategi sebuah kota mendambakan kota yang sehat jasmani dan rohani . berpribadi dan mengesahkan sesuai visi dan misi kota ini. Kita sadar sudah terlalu lama bidang perencanaan kota didominasi dan dilihat dari aspek fisik dan keruanagn seperti untuk ukuran dan besar kota. sesuai dengan Visi dan Misi saya Membangun Kota ini (Ternate ) . 1966) menjamin dimanakah keseimbangan kota secara multidimensional. yaitu City‟s Hardware dan City‟s Software (jasmani kota dan rohani kota). Maka kota yang sehat "hard ware"nya juga memerlukan keseimbangan "soft ware" atau rohani kota yang mencakup berbagai aspirasi kehidupan kota secara ekonomis. Strategi Menuju Masyarakat madani Berawal dari arti dan pemahaman kata "Madani" yang merupakan strategi yang ditawarkan untuk penulisan topik makalah ini. Mengamati perkembangan global. masyarakat dan kelembagaan.hand yang melihat kota secara biologis mewujudkan suatu system utuh terdiri atas dua sub sistem. maka lebih diperkaya dan dipertajam dengan pengamatan dan kecenderungan penyusunan ruang kota guna menangkal kemungkinan hilangnya potensi prilaku (budaya) sebagai jati diri. social. Kota dipandang sebagai jasad yang hidup dimana suatu jaringan organisme untuk kedua sub sistem (jasmani/rohani) memiliki ketergantungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pandangan terhadap kota sebagai organisme atau jasad hidup dengan proses keutuhan dan keseimbangan City‟s hard ware dan City soft ware sebagaimana diungkapkan diatas. strategi perkembangan Kota Ternate ke depan yang nantinya tertuang dalam tata ruang kota dengan berbagai hierarki yang terwujud dalam bentuk peta-peta alokasi spasial dari aneka kegiatan masyarakatnya pada akhirnya harus dilandasi dengan analisa social ekonomi dan budaya yang tajam dan terarah. Adalah mustahil untuk menegakkan sebuah pluralistis yang berakar dari kesamaan dan persaudaraan sejati jika penghormatan pada martabat dan nilai kemanusiaan masih jauh di depan mata.) merumus (persyaratan) merumus (petualangan) merupakan sub sistem "jasmani kota" yang sehari-harinya memfungsikan jaringan yang menjamin pemenuhan kebutuhan secara fisik. kandiovaskuler (peredaran darah. jalan-jalan. Penampilan yang saya maksudkan tidak sekedar dalam konotasi keindahan fisual belaka. edukatif. kultual dan religius karena rohani kota dan jasmani kota bertalian sangat erat . Bila kita berpaling pada sejarah kota Ternate. Beberapa factor yang menjadi pertimbangan bagi kita semua dalam menterjemahkan "Visi dan Misi" kota ini ke depan sebagai strategi dasar menuju masyarakat maju dan bermartabat sebagai pemaknaan masyarakat yang madani. administrasi. Intinya membangun sebuah masyarakat madani memerlukan komitmen bersama semua pihak .

umur perjuangan komunitas keluarga besar bangsa-bangsa se-Asia-Afrika. Kota Perdagangan / Parawisata dan Kota Pulau/Pantai Posted by Taufiq at 1:08 PM 0 comments PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI Hidayat Nur Wahid. sumber daya manusia dalam kerangka pengembangan ekonomi rakyat . Oleh karena itu dibutuhkan penyediaan lahan perkotaaan dan penyiapan infra struktur perdgangan dan pariwisata yang memadai Strategi Program pembangunan kota pantai/kota pulau diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengimbangkan kota Ternate dalam suatu sistem wilayah kepulauan melalui peningkatan infra struktur perkotaan. Strategi program –strategi program pembangunan kota perdagangan dan wisata diarahkanpada upaya untuk lebih meningkatkan produktifitas. Rabu. * M I S I : Membangun Ternate menuju Kota Budaya Kota Perdagangan dan Wisata dan Kota Pantai Sebuah kota harus memiliki "jati diri" sehingga jati diri itulah dapat diketahui kearah mana kota itu dikembangkan. masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan . tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu. sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. .berikut * V I S I : Menjadikan Ternate sebagai kota budaya menuju masyarakat madani . bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local. sumber daya alam. Terbangunnya "kota budaya" dengan nilai-nilai interensiknya akan merupakan jalan lapang menuju "masyarakat madani" yaitu masyarakat berperadaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. tetapi itu merupakan pemaknaan dari sebuah pemahaman tentang "civil society". Sedangkan "Masyarakat Madani" yang diidamkan bukan semata-mata milik suatu komunitas tertentu. 17 Agustus 2005 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI SEBAGAI PEMEGANG PERAN STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN Setengah abad sudah. Penutup Demikianlah materi ceramah yang dapat saya sampaikan dalam forum ini semoga dapat menyatukan persepsi kita dalam upaya mewujudkan pembentukan menuju masyarakat Madani disertai beberapa strategi pembangunan visi Kota ternate ke depan untuk membangun Ternate sebagai Kota Budaya . jika kita menghitungnya sejak pertama kali mereka berkumpul di Bandung dalam tajuk Konferensi AsiaAfrika I tahun 1955. Kota Ternate adalah bagian dari sejarah masa lalu yang mengalami perjalanan panjang kolonialisme sejak abad XV dan kota inipun sejak abad VII dan VIII masehi telah tersentuh dengan peradaban dunia . masyarakat yang demokratis dan masyarakat sejahtera yang cinta damai . Strategi program pembangunan Ternate sebagai kota Budaya diarahkan upaya mengintegrasikan pembangunan fisik dan non fisik yang mengakarpada nilai dan keagamaan serta tradisi dan budaya masyarakat. Membangun kota budaya .

dan berada dalam naungan kerangka etika Islam. yang diposisikan sebagai yang-lain dari negara. Paling tidak. Selain itu. adanya persamaan semangat untuk bangkit dari kultur inferior sebagai dampak dari negeri yang pernah terjajah. Dalam konteks masa depan Indonesia sebagai bangsa hendaknya ada beberapa upaya serius yang hendaknya dilakukan ke depan. rule of law instead of human capriciousness. Ia juga bisa berarti suatu keberadaban (civility) atau kesalehan madani (civic virtues). demokrasi. beragam institusi dari keluarga sampai kelompok perkumpulan yang diposisikan berlawanan dengan negara (Hefner 1998). pertama. kapital sosial. Pembahasan masyarakat madani (civil society). berarti kita telah memiliki wadah untuk memperjuangkan implementasi prinsip universalitas dalam masyarakat madani. respect for individual freedom and the freedom of expression within the bounds of morality and decency. Karena itu konsep civil society mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan.Kurun waktu yang panjang itu. Tidak ada masa yang paling berharga bagi manusia secara individu ataupun secara kolektif termasuk suatu bangsa kecuali masa depannya. secara singkat dapat diartikan sebagai. konstitusionalisme. Alasan klasik yang umum yang terungkap bahwa politik itu kotor sementara agama adalah wilayah suci dan sacral sehingga bila agama dibawa dalam ranah politik maka hal itu idektik dengan menodai . mereorientasi paradigma yang selama ini dianut oleh kebanyakan pihak yang terkesan memarginalkan agama dari domain politik. sedang dalam pengertian kedua ia bersifat normatif. Masa lalu menjadi pijakan bagi manusia atau bangsa menapaki masa kininya demi merekayasa masa depannya yang lebih baik. Pertama. Yang jelas keberadaan civil society sering dihubungkan dengan demokrasi. Anwar Ibrahim mendefinisikan masyarakat madani: �a flourishing of social intermediaries between the family and the state. memudahkan negara-negara di Asia-Arika untuk duduk satu meja.� Anwar mengenalkan masyarakat madani sebagai suatu konsep institusi-institusi modern dan progresif. Dalam pengertian pertama. a social order founded upon moral rules rather than individual fancy. dalam artian fokus perhatian dititikberatkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata kehidupannya. civil society bersifat deskriptif. a governance based on popular participation rather than elitist imposition. mengingat bahwa pemeluk Islam dunia sebagian besar berada di negara-negara di Asia-Afrika. melalui kerja sama-kerja sama internasional. hingga pemilikan pribadi (Kumar 2000). telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. meski baru pada lingkup Asia-Afrika. Asia-Afrika merupakan wilayah potensial tempat lahirnya masyarakat berkarakter madani.

menjadikan negara sebagai daulat al-hadharah (state of civilization) dan daulat al-Risalah (state of mission). Bentuknya bisa berupa wakaf yang menyokong universitas. pengendalian. Nilai bagi setiap orang adalah karyanya. Syariah juga menyediakan mekanisme keberadaan ulama dan madrasah yang tak berikatan dengan negara. dan jabatan adalah prestise dan kehormatan. Pemerintah hendaknya mendorong terus departemen-departemen yang produktif dan strategis untuk bekerja secara lebih baik. Hal itu terjadi karena paradigma politik Orde Lama dan Orde Baru yang ada cenderung mempersepsikan politik sebagai entitas politik murni. . Kedua.kesucian dan sakralitas agama. Negara berfungsi mengeksplorasi segala potensi bangsa dan tanah airnya untuk mencapai peradaban yang akan dibangun sehingga yang terpenting dari setiap individu warga negara yang ada adalah perannya dan bukan jabatan. sehingga Anwar melihat bahwa. Kita tidak anti pertumbuhan yang merupakan hal natural dan menjadi hal yang inheren dalam setiap entitas yang hidup. Politik bagi mereka adalah cara mencapai legalitas dan kekuasaan. Ketiga. Jabatan merupakan beban dan tanggung jawab. efisien dan efektif. Paradigma ini yang kemudian melegitimasi praktik-praktik politik orde-orde masa lalu yang terbukti menyeret gerbong raksasa Indonesia menuju krisis multidimensional yang tidak berkesudahan dewasa ini. Yang terjadi justru disparitas sosial yang terus melebar. Bahan bagi terciptanya masyarakat madani memang sudah ada dalam ajaran-ajaran Islam. Tapi persoalannya kemudian pertumbuhan tersebut cenderung memberi ruang tidak proporsional kepada mereka yang sudah relatif established untuk bermain dalam berbagai sektor. Keempat. Oleh karenanya. mereorientasi politik pembangunan bangsa yang selama ini mengedepankan pertumbuhan. rumah sakit. rekayasa dan politik belah-bambu. Dan negara bukan lembaga kekuasaan tetapi lembaga pelayanan. kepentingan adalah misinya. �It is altogether ironical that while Islam provides all the values and impetus for the successful establishment and sustenance for civil society. Dalam konteks negara yang demikian maka pembangunan menjadi hal yang inherent dari dinamika internal negara tersebut. terutama sektor ekonomi.� Esposito (2003) mengamini pendapat Anwar Ibrahim ini dengan menunjukkan fakta sejarah banyaknya institusiinstitusi yang menjadi perantara antara penguasa dan rakyat. dan kegiatan amal sosial. kata kunci komunikasi politik dua orde tersebut adalah persaingan. Negara dianggap sebagai legalitas dan kekuasaan. bukan penghormatan apalagi sarana untuk meraih kesenangan. menata ulang pemerintahan agar struktur yang ada lebih ramping. partai politik adalah kendaraannya. Di samping itu harus ada upaya untuk mengkaji ulang eksistensi departemen-departemen yang tidak produktif agar tidak hanya menjadi institusi yang menguras anggaran negara. antara negara dan khalayak. Namun sering sumber daya ini diabaikan dan kadang sampai perlu dihancurkan. Sementara kelompok yang unestablished tidak mendapat porsi yang fair yang memungkinkan mereka tumbuh dengan baik dan menjadi besar. yet it is like a mirage among us. Di sini pertumbuhan yang ditarget pemerintahan masa lalu dianggp gagal menobatkan pertumbuhan sebagai sebuah instrumen yang dapat mewujudkan pemerataan di tengah masyarakat. � our failure today is not only to establish civil society but more importantly also because we have not begun to address this fundamental issue.

mutual respect. Meski umat muslim menjadi mayoritas di Indonesia. will herald the coming of an Asian Renaissance. corruption. toleransi tinggi dan sebagainya. multikulturalisme. abuse of power. is the establishment of a civil society. It is an Asia that has been further enriched with the encounter with modern science. to master the information revolution. as Muslims and as Southeast Asians.� Karenanya. if properly nurtured. and to demand justice for women.a situation quite reminiscent of the golden age of Muslim Spain. �Perhaps the greatest challenge in our time for Muslim societies. injustice. If that golden age could give birth to great intellectual flowerings. it is therefore not impossible that our own present convivencia. but it will not be the same old Asia.Anwar meyakini bahwa �many if not all of the problems afflicting the people of these continents -mass poverty.have their origin in the absence of civil society. fenomena ini justru menyadarkan para da�i dan ulama. economic backwardness -. religious and ethnic backgrounds has fostered close interdependence. Southeast Asian Muslims are not without their share of problems. Dalam kaca mata positif. where Christians. kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap semangat untuk menghidupkan kembali ruh masyarakat madani. moral decadence. They would rather strive to improve the welfare of the women and children in their midst. than spend their days elaborately defining the nature and institutions of the ideal Islamic State. The proponents of the imposition of Muslim laws or the establishment of an Islamic state are confined to the periphery. This \"living together\" would not be possible without mutual tolerance. Indeed. inhumane living conditions. Southeast Asian Muslims prefer to concentrate on the task of ensuring economic growth and eradicating poverty. Jews and Muslims lived in peaceful harmonious coexistence. tapi satu rumpun dengan melalui kegigihannya dalam belajar berhasil mengambil apa-apa penting bagi kepentingannya sambil tetap memegang teguh identitasnya. Nor do they believe it would strengthen one�s commitment to religion by instilling anxiety among people of other faiths. and other societies in Asia and Africa.� Kemungkinan mendirikan masyarakat madani lebih besar probabilitasnya di negara-negara tempat etika dan moralitas adalah bagian dari perikehidupan masyarakat itu sendiri. But what differentiates them from their brethren in other parts of the world is their sense of priorities. �The diversity and constant interaction of people from different cultural. It is no exaggeration to say that this is a living convivencia . ternyata muncul dari segelintir umat muslim sendiri. technology and modern political and civil institutions. and being moderate and pragmatic in the conduct of our affairs� Rumpun Melayu adalah mereka yang dianggap mampu melakukan program besar ini dibawah panji Asian Renaissance: �True. just to name a few. through cross fertilization of ideas. tempat masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan civil society yang menuntut pluralisme. instead of amputating the limbs of thieves.� Muslim Melayu yang kini adalah bagian dari Asia yang �is poised to rise again.� Dengan kata lain sebuah bangsa yang tak lagi meributkan perbedaan remeh antara Barat dan Timur atau Barat dengan Islam. . bahwa ternyata masih ada pemeluk Islam yang membutuhkan pencerahan terhadap wacana dan cita-cita masyarakat madani. the marginalization of women. They do not believe it would make one less of a Muslim to promote economic growth. we cherish this heritage of cultural and religious diversity. squandering of the nation\'s wealth. Symptomatic of such an absence is the denial of basic rights.

Institusi negara dibentuk justru dengan maksud untuk makin mendorong tumbuh dan berkembangnya peradaban bangsa Indonesia. seperti sebuah negeri yang dilukiskan Al-Quran sebagai � Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang makmur dan Tuhan Yang Maha Pengampun)� Pengertian pemberdayaan masyarakat madani perlu terus ditingkatkan dan mendapat perhatian sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara negara. berbangsa dan bernegara. Yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara kuat.. These are false hopes. Karena hanya denganya bangsa ini akan menjadi kontributor peradaban manusia. no law. di segi yang lain. hendaklah dibatasi sebagaimana mestinya.�. keberadaan momentum setengah abad KAA di Bandung ini hendaknya makin . paham �welfare state� yang memberikan pembenaran konseptual terhadap kecendurangan interventionisme negara. masyarakat (civil society) dan pasar (market) itu sama-sama harus dikembangkan keberdayaanya dalam hubungan yang fungsional. sejahtera lahir batin. ini sudah tercermin dalam rumusan UUD negara kita. Pada galibnya. Momentum KAA 50 tahun silam telah secara kuat menyiratkan gelombang demokratisasi ini bagi komunitas di negara bangsa di Asia dan Afrika. tidak dengan maksud untuk mengambil alih fungsi fungsi yang secara alamiah dapat dikerjakan sendiri secara lebih efektif dan efisien oleh istitusi masyarakat.Dalam konteks bangsa Indonesia. namun doktrin masyarakat madani kiranya perlu terus dikembangkan sejalan dengan gelombang demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. upon laws and courts. Maka tidaklah berlebihan jika UUD kita diharapkan dapat berfungsi efektif sebagai sarana pembaruan (tool of reformation) secara bertahap tetapi berkesinambungan dalam rangka perekayaan (constitutional engineering) ke arah perwujudan cita-cita masyarakat madani itu. Tetapi. Dengan kata lain. yang dapat membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia. Karenanya. Sekali lagi. when it dies there. Sebagai konsekuensinya. pondasi moralitas spiritual manusialah yang menentukan kebebasan hakikinya. Dan bumi Indonesia akan menjelma menjadi taman kehidupan yang tentram dan damai. meski pengertian-pengertian yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat madani itu belum mengkristal sebagai pendapat umum dan kesadaran kolektif rakyat. sesuai dengan cita dan citra masyarakat madani yang maju. sinergis dan seimbang. believe me these are false hopes. negara seyogianya tidak mencampuri (interventionist) terlalu jauh ke dalam mekanisme pasar dan demikian pula dalam domain publik (society). no constitution. Liberty lies in the hearts of man. cita-cita masyarakat madani sebenarnya sama dengan cita-cita bangsa Indonesia. Diatas semua pembaruan yang didasari konstitusi dan hukum.mandiri.. no court can save it. ketiga wilayah (domain) negara (state). demokratis dan berkeadilan. sebagaimana dikatakan Judge Learned Hand: �I often wonder whether we do not rest our hopes too much upon constitutions. Penting untuk disadari bahwa institusi negara dibentuk. yang disatu segi perlu mengadopsikan gagasan �welfare state� dan paham demokrasi ekonomi ke dalamnya . Bahkan untuk menjamin peradaban bangsa di masa depan. jangan sampai hanyut dengan menentukan hal-hal yang seharusnya merupakan domain publik dan domain pasar diatur oleh negara.

1995. Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‟ madani. 1. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). tsaqafi atau tamaddun. negara. yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‟an dan Hadits (Hamim. Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. Naquib Attas. World Summit for Social Development. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. 26 September 1995 (Hamim. Indonesia. sehingga bangsa Asia dan Afrika tetap selalu bijak dalam melangkah ke depan. pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. Civil society yang lahir di . projecting back theory. Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. Posted by Taufiq at 1:04 PM 0 comments Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Saefur Rochmat*) Abstrak: Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan “Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu”. Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Kata “madani” berarti civil atau civilized (beradab). sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari.memperkuat moralitas pentingnya pemberdayaan masyarakat madani sebagai pemegang peran strategis dalam penyelenggaraan pembangunan seperti teracantum dalam mukadimah di awal kutipan dari The Ten Commitments. alangkah baiknya jika semua pihak dapat memaksimalkan momentum ini untuk mengambil hikmah dalam perjalanan pahit getir upaya pengejewantahan Dasa Sila Bandung yang telah dilahirkan lima dekade silam. umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. Sebelumnya. 2000: 115-127). Nabi. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Madani berarti juga peradaban. pendiri ISTAC (Ismail. 2000:180-181). persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. Akhirnya. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern. 2000: 115). Copenhagen Declaration and Programme of Action. karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. yang diperkenalkan oleh Prof. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia. Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan.

yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Tentang Montesquieu ditulis “indeed there are many specific references to the Qur‟an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu” (Azizi. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke. Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik. karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society. 2000: 94). Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. dan kebebasan individu. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil. dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. terbitan Macmillan Press (1988). to that extent. Pada waktu itu. profesor studi tentang Arab. Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. 2000: 112-113). Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman. Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim.Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. good‟. terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. dan yudikatif. karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. 2. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia. dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif. legislatif. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problem-problem tentang pemerintahan. taking care to give unity to his political system. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. dan di sisi lain. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan.G. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. Bahkan dia secara jelas menyebut: „Mohamet had very sound opinions. Dengan demikian. Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. kekuasaan. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Weeramantry dan M. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. Kadang. Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. Menurutnya. konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). 2000: 113). and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI. tidak lepas dari pengaruh Islam. Di . masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. the government was undivided and.

Hegel dan Rousseau (Gamble. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. dan political economy. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. 2000: 87). konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. Atas dasar itu. Dalam pengertian yang pertama. maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika.Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). In the first. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. yaitu: . Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. Sedangkan di Indonesia. what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined. yaitu: …how government should ralate to the private. and if it is to be a genuine association between all members of the community. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. Kedua. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. the problem of the relationship of state power to civil society. Dalam bidang hukum pun demikian. If the state is accorded such a role. individualist world of civil society organised around commodity production. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. yang bertujuan: Pertama. Two principal lines of thought emerged. Sedangkan. 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik. untuk mengontrol kekuasaan negara. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. individual exchange. and money. dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. Akibatnya. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. in the second. 1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar keperluannya. Dengan penjelasan di atas. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. yang terjadi adalah sebalinya. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara.

(3) the right to vote. HKTI. sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. dan sebagainya. Gerakan Reformasi didukung oleh negara-negara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. PWI. Organisasi-organisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. (5) the right of political leaders to compate for support and votes. dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya. Bahkan. seperti MUI. Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies). Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). (7) free and fair elections. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. 2000: 90). Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada.(1) the freedom to form and join organizations. (4) eligibility for public office. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville “the people can be trusted to rule themselves” (Azizi. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. 3. maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. (2) freedom of expression. KNPI. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang . Dr. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. sehingga partai-partai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Amien Rais. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. SPSI. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern.

dan Gerakan Papua merdeka. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut.sangat dekat dengan Soeharto. di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. terutama pelembagaan politik. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. di samping birokrasi yang efektif. Dr Mohtar Mas'oed (Republika. Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. 1999). yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. supremasi hukum. Dengan demikian. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. Gerakan Aceh Merdeka. bukan oleh kalangan “modernis” (Rumadi. Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. Dalam pandangan Gus Dur. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan “tradisionalis” (termasuk Nahdlatul Ulama). dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. 2000: 16). yang menekankan paham pluralisme. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. Pengamat politik dari UGM. Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani). diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat non-negara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. agamawan. dan (3) fakta historis bahwa KH A. 1999: 17). yaitu: (1) aspek vertikal. bukan pada aturan main. Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. dan HAM. Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. (2) aspek horisontal. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. Kalangan muda NU begitu keranjingan dengan wacana civil society. tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya . sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid). akademisi. di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. Untuk menghindari hal itu. tidak tegaknya hukum. Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. Sedangkan.

Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus. 1979: 541). seperti kelompok Tradisionalis lainnya. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. dan (5) keselamatan profesi. (3) keselamatan keluarga dan keturunan. 1999: 3). dimana negara hanya berperan sebagai „polisi‟ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. kesederhanaan. Simpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‟ah. kini telah menjadi “negara” itu sendiri. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. dan kesejahteraan (Schacht. visi. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas non-negara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang. Gus Dur. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. (4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut. pluralitas budaya. keadilan. Dan Indonesia telah . Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. dan heteroginitas politik. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. Oleh karena itu. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. bukan pada aturan main. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). Sementara. yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. seperti kerusuhan berbau SARA. 1991: 164). Dalam Islam ada lima jaminan dasar. di samping tentunya sifat universalisme Islam. Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. 1998: xiv). yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. 1999: 4). 4. yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie.kebebasan. karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama.

Semarang: PT Tanjung Mas Inti. Gamble. Signifikansi Peran Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat madani. 11/9/99. Wahid. London: Oxford University Press. An Introduction to Modern Social and Political Thought. Jakarta. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. Yogyakarta: Tiara Wacana. (1999). Gusdurism. 1999. Jakarta: BP 7 Pusat. 2000. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern. 1991. Pendidikan Islam. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-à-vis masyarakat. Ismail.meniru model Amerika. Rumadi. 198 Tahun 1998 Tanggal 27 Februari 1999. Hongkong: Macmillan Education Ltd. Ismail SM. Masyarakat madani Antara Cita dan Fakta: Kajian Historis-Normatif. Joseph and C. Hidayat. B.E. 5 November 1999. NU. Pluralism dan Religious Tolerance. Andrew. Pancasila sebagai Ideologi. Keppres No. Mohtar Mas‟oed. Hamim. 1998. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1999. Wahid. 1979. Universalisme Islam dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam.J. The Legacy of Islam. Pasing Over: Melintas Batas Agama. Abdurrahman. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi. Civil Society dan NU Pasca-Gus Dur.). dan Politik Kyai. 2000. 1999. Republika 3 Maret 1999. Abdurrahman.). Wahid. Daftar Pustaka Azizi. Yogyakarta: LkiS. Pendidikan Islam. Kompas Online. Dalam Oetojo Oesman dan Alfian (eds. Abdurrahman. Habibie. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Hal. Faisal. Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. Pendidikan Islam. Hal. 2000. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Thoha. Komaruddin dan Ahmad Gaus AF. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. 1992. xiv. A Qodri Abdillah. 2000. Tuhan Tidak Perlu Dibela. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. 1988. Schacht. Islam dan Civil society (Masyarakat madani): Tinjauan tentang Prinsip Human Rights. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Departemen Agama. Bosworth (eds. Pancasila sebagai Ideologi dalam Kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. . 1999. 1. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Dengan demikian.

yakni kegiatan menulis warga masyarakat atas inisiatif sendiri untuk tujuan sosial politik cenderung dianggap enteng. C. resolusi. .Weeramantry. Literasi madani (civil literacy) adalah kemampuan masyarakat untuk membaca agar mampu memberi keputusan sosial yang bertanggung jawab dan kemampuan menulis secara kritis untuk mengaktualisasikan peran sosialnya dalam masyarakat. Dengan kata lain. Ini juga merupakan praktik perwakilan dalam masyarakat madani. Petisi. Lewat kaji ulang secara saksama ihwal tulis-menulis kita dapat mengungkap kesejarahan peradaban manusia. Ada sejumlah tujuan dari penulisan teks-teks demikian itu. Hidayatullah. dan iman adalah potensi psikologis yang inheren dalam setiap masyarakat dan relatif statis dibandingkan dengan ilmu. London: The Mcmillan Press. Islamic Jurisprudence: An International Perspective. surat aduan. yang indikatornya mencakup kemampuan membaca dan menulis. 7 September 2005 Nilai.G. yakni masyarakat yang berpendidikan. teknologi dan peradaban. Pikiran Rakyat. yakni berkomunikasi bacatulis. Chaedar Alwasilah. Masyarakat wacana madani Dalam arti luas setiap masyarakat yang berpendidikan pasti berwacana. Kedua. misalnya. norma. 1988. membangun hubungan emosional antara warga Bandung dengan para pengunjung. dan sebagainya adalah teks-teks yang merupakan bukti perwujudan literasi madani. Berperadaban adalah proses belajar secara kolektif dan sepanjang sejarah sehingga mencapai derajat cultured. Surat yang ditulis warga kepada wali kotanya ihwal kebersihan jalan-jalan. Literasi adalah niscaya untuk membangun masyarakat madani." misalnya. 'bermadani' mensyaratkan pemertahanan nilai-nilai tradisional dan pada waktu yang bersamaan disalinghadapkan dengan ilmu dan teknologi yang tidak sabar untuk berlari tanpa henti. literasi (keterampilan membaca dan menulis) mesti teraktualisasi dalam membaca madani (civic reading) dan menulis madani (civic writing). surat terbuka kepada editor. memo. untuk menyatakan hubungan personal maupun kolektif sebagai warga masyarakat. untuk memohon informasi dan bantuan. *) Dosen Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Yogyakarta Posted by Taufiq at 1:01 PM 0 comments Baca-Tulis Masyarakat Madani Baca-Tulis Masyarakat Madani Oleh A. catatan rapat. padahal pembiasaan kegiatan ini merupakan upaya demokratisasi. agenda. Poster dengan tulisan "Selamat Datang di Kota Kembang. tidak saja menyadarkan tanggung jawab wali kota tetapi warga itu secara tidak langsung mewakili anggota masyarakat lain yang hirau tentang kebersihan jalan. aduan kepada anggota legislatif. buletin. yaitu: pertama. Dua kegiatan ini adalah media transformasi dari tahap ke tahap peradaban manusia. Menulis partisipatoris (participatory writing). hukum. Proses belajar-mengajar dan pemerolehan keterampilan intelektual diniati sebagai upaya memberdayakan warga negara untuk partisipasi madani itu. pidato. dan M. yang merupakan ajang partisipasi warga negara sebagai bagian dari kehidupaan demokrasi. Dalam konteks masyarakat madani. protes. namun wacananya belum tentu berkualitas madani.

kemampuan mengakses pengetahuan. Yang terjadi selama ini adalah berjubelnya lulusan PT yang bernasib 'setengah literat. dan (3) pendekatan epistemologis. Yang sering dilupakan adalah perlunya mengubah mind set guru dan dosennya! Sejak dicantumkannya dalam kurikulum. Tampaknya kesadaran terhadap dahsyatnya potensi jenis-jenis teks ini masih lemah. catatan rapat. Desakan agar Presiden SBY merombak kabinetkhususnya bidang ekonomi dan hubungan luar negeri--menunjukkan kepedulian publik terhadap layanan dan kinerja kabinet sekarang ini. Keempat. dan sebagainya merupakan media untuk pemertahanan demokrasi. yakni SD untuk mengajarkan literasi tingkat performatif.' yakni memiliki kemampuan membaca tapi tidak diimbangi oleh kemampuan menulis. Para siswa dilatih menganalisis teks sehingga mampu mengidentifikasi karakteristik teks. MKU ini harus diberi darah baru agar mampu melejitkan literasi epistemik para mahasiswa. fenomena ini kurang menjadi kepenasaranan para birokrat kampus. yaitu dengan menyelaraskan hakikat MKU BI dengan tuntutan literasi epistemik. informational. SMA untuk mengajarkan literasi tingkat informasional.Ketiga. (2) pendekatan ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan mahasiswa. yakni tingkatan performative. Informasi yang diberikan oleh organisasi seperti LSM dalam bentuk "kalawarta" (newsletter). mengidentifikasi empat tingkatan literasi. Tingkatan itu dapat disejajarkan dengan tingkatan pendidikan formal. agenda. TahapanlLiterasi Wells (1987) yang teorinya dijadikan rujukan khususnya oleh tim pengembang Kurikulum Bahasa Inggris 2004. untuk mengevaluasi kinerja petugas layanan publik. SMP untuk mengajarkan literasi tingkat fungsional. kemampuan menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. dan tujuan penulisannya. . objektivitas. untuk menyuguhkan informasi kepada publik sebagai bentuk layanan publik. Pendidikan bahasa dalam konteks madani membekali siswa rasa percaya diri dan keterampilan retorika yang diperlukaan untuk berekspresi dalam wacana madani di sekolah dan di luar sekolah. yaitu: (1) pendekatan kurikuler dengan mereposisinya sebagai mata kuliah wajib dengan jumlah sks sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. functional. dan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia (MKU BI)--diyakini dapat menyulap 'sim salabim' para mahasiswa menjadi sarjana yang produktif menulis. Kita selama ini cenderung menyepelekan ketergantungan keempat tingkatan itu sehingga ada anggapan salah bahwa konsentrasi pada literasi epistemik-seperti melalui perkuliahan teori-teori menulis di jurusan-jurusan bahasa. dan efektivitas dalam penulisan itu. sasaran pembaca. Sayangnya. Ada tiga pendekatan yang dapat ditempuh secara serentak. dan epistemic. MKU BI turun mesin Pendidikan diniati untuk mengubah cara berpikir atau mind set anak bangsa. Jamu mujarab-tapi memang pahit--untuk mengobati 'penyakit' ini adalah reposisi dan redefinisi MKU BI di semua PT. Warga negara dianjurkan membiasakan diri menyampaikan kritik dan pujian secara proporsional ihwal layanan publik melalui surat kabar atau media komunikasi lainnya. Caranya antara lain dengan mengakrabi secara kritis berbagai jenis teks seperti disebut di atas. Sedikit sekali buku teks BI yang memasukkan teks-teks tersebut sebagai bahan bacaan. dan kemampuan mentransformasi pengetahuan. Masing-masing secara berurutan merujuk pada kemampuan membaca dan menulis. Mereka juga dilatih mencermati kejujuran. dan perguruan tinggi (PT) untuk mengajarkan minimal literasi epistemik.

perkuliahan ini terkesan asal-asalan. yaitu unjuk keterampilan berbahasa bukan unjuk pengetahuan teoretis ihwal bahasa. hasil wawancara dengan siswa dan guru ihwal kegiatan menulis. yakni meneliti karakteristik teks yang dihasilkan siswa. yakni bagaimana persepsi penulis ihwal proses kreatifnya. hasil revisinya. Mengapa MKU Bahasa Inggris yang sudah berusia lebih dari 300 tahun dalam PT di Amerika-yang lazim disebut college writing--begitu bergengsi? Sebaliknya. draf karangan dari sejawat dan guru. Banyak yang beranggapan bahwa hanya dosen sastra Indonesia yang mampu mengajar MKU ini. (5) analisis terhadap segala bentuk feedback. mendetil. Bagaimana mungkin seseorang dapat berekspresi tulis dalam bahasa asing sementara ia masih sulit berkspresi dalam bahasa ibunda. (2) penulis. Semuanya itu membantu kita memahami ihwal menulis secara luar-dalam. dan (7) portofolio. Yang disebut terakhir ini akan lebih dipahami lewat penelitian dengan pendekatan kualitatif. dan konteks sosial budaya. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan menulis. Pendidikan bahasa juga mesti berorientasi kepada kompetensi. yang terampil berteori tapi pada galibnya sangat lemah berkreasi. yakni konteks menulis. (6) analisis draf tulisan siswa. (2) hasil interviu sebelum dan sesudah kegiatan menulis dengan siswa dan guru. Jika kita melihat rasio antara dosen MKU BI dengan mahasiswa. yakni bagaimana persepsi pembaca ihwal sebuah teks. Sering didengungkan bahwa kita lebih berbudaya dengar-ucap (orality) daripada baca-tulis (literacy). bukannya kuantitatif. (3) teks. seperti konteks kelas. Pada garis besarnya ada empat orientasi penelitian menulis. Keempat orientasi ini sama pentingnya untuk memahami produk maupun proses menulis secara holistik. hasil observasi. Pendekatan kualitatif antara lain mengandalkan berbagai sumber data sebagai berikut: (1) kumpulan dokumen kelas. jangan begitu" untuk dicermati calon penulis. pendidikan bahasa atau language arts mesti berorientasi pada pengembangan literasi dan meninggalkan dominasi oraliti. sementara itu kita tidak dapat memberi solusi yang spesifik karena kita gelap-gulita ihwal proses kreatif menulis dan konteks makro pembelajarannya. kampus. . yaitu: (1) pembaca. mengapa MKU BI di PT kita dianggap kurang bermartabat? Bisa jadi karena selama ini MKU ini lebih merupakan pengulangan (yang membosankan) materi ajar di SMA. politik. Perlu diingatkan bahwa pendidikan bahasa pertama seyogianya meneratas jalan bagi pendidikan bahasa asing. Selama ini kita cenderung mendelegasikan perkuliahan MKU BI kepada dosen muda yang masih mentah dan kurang berpengalaman. Akibatnya kita lebih fasih mendeskripsi produk tulisan dengan sejumlah fatwa seputar retorika "Mesti begini. sering kali kita lupa bahwa keterampilan menulis ini sangat bergantung pada keterampilan menulis dalam BI. Para pengajar MKU ini pada umumnya adalah dosen-dosen jurusan BI yang telah 'kehabisan tenaga' mengajar di dapurnya masing-masing. (4) interviu retrospektif dengan responden ihwal tugas atau kegiatan menulis. Dengan kata lain. Kaum profesional dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian. beserta feedback yang diterima. Mereka lalu dibebani mengajar kelas MKU dengan mahasiswa terkadang 100 orang. Sungguh di luar batas kesehatan pedagogis! Jalan pintas menuju perbaikan ini adalah dengan memberdayakan dosen-dosen yang memiliki potensi untuk mengajar MKU ini. padahal para mahasiswa sudah saatnya membangun keterampilaan literasi epsitemik. yaitu bukti fisik apa yang dibaca dan ditulis siswa. (3) Think-aloud protocols dari guru saat menilai karangan siswa. Pendidikan menulis selama ini terlampau berorientasi pada produk dan mengabaikan proses.MKU ini belum berhasil melejitkan literasi epistemik bangsa ini. Sesungguhnya banyak dosen nonbahasa yang justru lebih produktif dan profesional dalam publikasinya. bukan hasil pengalaman subjektif pribadi atau ilham dan inspirasi. dan (4) konteks. dan komprehensif. Khusus dalam mengembangkan keterampilan menulis dalam bahasa asing.

Pokoknya. Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sangat majemuk. ia merupakan sesuatu “yang ada di sini”. serta hubungan antar masyarakat (horizontal) dari berbagai latar belakang (suku. SMP. kini saatnya dilakukan "turun mesin" MKU BI dengan berorientasi kepada perolehan kemampuan menulis akademik dan dengan memberdayakan dosen-dosen tertentu di semua fakultas untuk mengajar kedua mata kuliah itu. Adie Usman Musa memberikan batas yang jelas. baik dari sisi budaya. Masih menurut Adie Usman Musa. sehingga ia begitu didambakan dalam menyelesaikan problem social dalam masyarakat kita?. ia harus mampu menjawab berbagai kebutuhan praksis masyarakat seperti basis material. dan kurikuler. suku bangsa.Lemahnya keterampilan menulis akademik dan rendahnya jumlah publikasi di kalangan PT Indonesia selama ini disebabkan berbagai faktor: kultural. perbedaan. SMA. ia pun bukanlah wacana yang hanya ada di dalam ide. bahwa masyarakat madani hádala masyarakat yang juga toleran dan membuka diri terhadap berbagai pandangan yang berbeda antar mereka di berbagai belahan dunia. Sejalan dengan tuntutan akademisnya mahasiswa mesti mampu melakukan analisis. yang lebih penting adalah bagaimana warga dunia mampu merumuskan proses masa depan yang lebih baik bagi kemanusiaan. Masyarakat madani dipenuhi oleh berbagai penghampiran praksis kehidupan masyarakat. Inilah wujud kompetensi literasi epistemik yang memang merupakan perkembangan dari literasi performatif. dan interpretasi berbagai informasi yang diterimanya. Hasilnya. Kehidupan masyarkat pada masa itu terjalin begitu harmonis. dan agama. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. merupakan sisi lain dari upaya masyarakat untuk menemukan bentuknya yang ideal dalam tataran lokal maupun global. lalu diungkapkan secara kreatif dan imajinatif dengan ungkapan sendiri. 20 Desember 2006 Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel Cita-cita Masyarakat madani/beradab (civil society) merupakan cita-cita yang teramat mulia untuk dipraksiskan dalam kehidupan bermasyarakat kita. Kecurigaan ini boleh-boleh saja sebagai sebuah sikap kritis dan kehati-hatian. dan PT. bahwa makna substantif masyarakat madani akan menjadi relevan. Pembantu Rektor UPI Bandung Posted by Taufiq at 12:48 PM 0 comments Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani (Civil Society) Oleh: Aryanto Abidin. Konsepsi ini juga memberikan banyak kemungkinan bagi kita untuk melihat hal-hal yang bersifat keindonesiaan. jika dalam masyarakat ada rasa saling menghargai yang namanya pluralitas. . Lalu bagaimana posisi dan peran konsepsi masyarakat madani atau apapun varian padanan katanya. literasi madani sangat bergantung kepada kecanggihan literasi tingkat SD. Namun. Keragaman ini merupakan sebuah potensi yang bisa kita gunakan untuk membangun kapasitas masyarakat madani di tanah air. Cita-cita ini sesungguhnya merupakan cita-cita yang teramat renta untuk didambakan kehadirannya. Adi Usman Musa juga menegaskan bahwa masyarakat madani tentunya bukan hanya sebuah gambaran ideal tentang cita praktek kehidupan bersama. tetapi lebih dari itu. Dimana pada masa itu hubungan antara rakyat dengan pemerintah (vertical) begitu mesra. begitu mengagumkan. Dengan demikian. dan sebagainya. Banyak kalangan hingga kini masih curiga bahwa konsepsi civil society merupakan bentuk lain dari sebuah hegemoni ideologi tunggal liberalisme-kapitalisme. Namun demikian. rasa keadilan. sosial. yang dekat dengan kehidupan kita. sintesis. dan informasional. Menulis bagi mahasiswa di PT tidak sekadar ekspresi personal atau untuk menyampaikan informasi. fungsional. evaluasi.*** Penulis. Pada tingkat PT. Masyarakat madani atau masyarakat sipil. agama dan ras) juga begitu mesra. Makna substantif inilah yang hingga kini masih belum dilihat banyak pihak ketika memperdebatkan masalah masyarakat madani. Model masyarakat madani pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika memimpin Madinah. Artinya. ia juga menyimpan potensi konflik yang bisa meledak setiap saat.

Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya diantaranya adalah mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (quwwah al-munashomat). Hal ini-mengutip pendapat Sigmund Freud-disebabkan karena manusia memiliki yang namanya id atau nafsu alamarah yang mengusik manusia untuk selalu berbuat jahat. Betapa tidak. tokoh masyarakat. Kader harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keislaman. Maka dari itu. Profil muslim negarawan dalam definisi risalah tersebut adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar. Dalam perspektif gerakan mahasiswa. Dalam upaya membangun capasitas personal (personal capacity building) kader KAMMI. idealis dan konsisten. Secara aplikatif sosok kader muslim negarawan harus memiliki kompetensi kritis yang harus dilatih sejak dini. ataukah dia telah terkuburkan oleh id sehingga tugas untuk mencapaikan kebenaran menjadi terkubur. sebagai berikut ini: 1) Pengetahuan Ke-Islam-an. Kompetensi kritis ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki kader yang dirancang sesuai kebutuhan masa depan sebagaimana yang dirumuskan di dalam Visi Gerakan KAMMI. serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan. terkhususnya yang mengatasnamakan KAMMI. basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan. Deskripsi Muslim Negarawan Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat. setiap elemen-elemen civil society (Pemerintah. Oleh karenanya. Walau sebenarnya dalam lingkup KAMMI konsep ini baru merupakan tahap trial and error sebagai wujud sebuah ijtihad. keberhasilan konsep ini tentu tidak bisa kita harapkan dalam jangka waktu singkat. ilmu alat Islam.Atas dasar itulah. NGO. Konsep tersebut adalah konsep Muslim Negarawan. Pertanyaan tersebut sungguh menggelitik dan terdengar sangat pesimistik. Student Movement) diharapkan mampu memainkan perannya masing guna mengupayakan dan mengawal terciptanya nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Hal ini tentu membutuhkan evaluasi. Potensi id ini tentu tidak hadir begitu saja. Oleh karenanya. tidaklah terlalu berlebihan jika sekiranya konsep muslim negaram memiliki relevansi atau berkaitan dalam upaya mewujudkan masyarakat madani/beradab. Dia bisa hadir dengan rupa yang begitu sangar (id negatif) juga hadir dalam rupa yang ramah (id positif). semangat keimanan yang kuat (ghirah qawiyah) dan kompetensi yang tajam. dan wawasan sejarah dan wacana keislaman. Oleh karenanya Tuhan mengkombinasikannya dengan akal agar manusia mampu berpikir. Hal ini sebagaimana yang dimaksud oleh Farhan Hilmi HS dan A. agama. kakacauan dan tindakan anarkis masih mewarnai keseharian masyarakat kita. Yohan MSDM bahwa kuncinya adalah tergantung pada: Apakah manusia mampu berfikir rasional. berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. maka perlu adanya pembangunan kompetensi kritis sebagaimana yang penulis kutip dalam panduan kaderisasi KAMMI pusat. Pengetahuan ini harus dimiliki agar kader memiliki . Terdapat lima kompetensi kritis yang harus dimiliki kader KAMMI. sampai hari ini semua orang masih menjadikan masyarakat madani sebagai referensi ideal dalam membangun pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah hal tersebut telah menjadi rutnitas yang lumrah. mampukah kita menciptakan masyarakat madani tersebut? Sehingga dengannya akan tercipta hubungan yang saling menghargai atau saling toleransi. Point penting tersebut adalah KAMMI mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. sehingga muncul dari dirinya kesadaran untuk mengedepankan tugas kekhalifaan. telah memformulasikan sebuah konsep yang dengannya diharapkan akan mampu memainkan peran (sesuai dengan kompetensinyanya masing-masing) dalam menciptakan nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Pertanyaannya sekarang. sampai dimana tingkat keberhasilannya. Konsep ini disinyalir mampu memberikan tawaran solusi terhadap lunturnya nilai kearifan dalam masyarakat kita terkhususnya generasi muda kita. ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan dalam mendesain kader KAMMI. Sah-sah saja bila penulis menganggap pertanyaan tersebut teramat pesimistis.

realitas kebijakan publik.Kompetensi kepemimpinan yang dibangun kader KAMMI adalah kemampuan memimpin gerakan dan perubahan yang lebih luas. ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapat memberikan solusi praktis dan komprehensif. intelektual. dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan. dan politik mahasiswa. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuan kader beroganisasi dan beramal jama‟i. 2)Kredibilitas Moral. dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan. Dalam kapsitas sebagai mahasiswa islam. Kader memiliki basis pengetahuan ideologis. c. Kader memiliki pengetahuan yang berkorelasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa. e. lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan. Wawasan keIndonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an. mengembangkan. 6)Kepemimpinan.6)Diplomasi dan Jaringan. 5)Kepakaran dan profesionalisme. b. d. maka pada poin a tersebut tergambar secara implisit tentang hubungan person dengan sang khalik guna melahirkan kearifan dalam setiap pribadi mahasiswa islam. sehingga kader yang dihasilkan dalam proses kaderisasi KAMMI selain memiliki daya kritis. kekokohan akhlak. maka pertanyaan radikal yang patut kita lontarkan adalah. Konsep Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Cita-cita civil society Setelah kita memahami tentang deskripsi profil muslim negarawan. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik. dimana letak relevansinya antara muslim negarawan dengan cita-cita civil society (masyarakat beradab)?.Membina keislaman. Sosok kader KAMMI tidak sekedar ahli di wilayah spesialisasinya.Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan.Menggali.sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam. manusia butuh kearifan untuk menyadari peranya dalam membumikan nilai-nilai ketuhanan tersebut (khalifah). Posisi dan peran tersebut. dan sejahtera. Kader KAMMI adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. Hal tersebut tertuang jelas dalam landasan filosofis gerakan KAMMI yang terjabarkan dalam bentuk misi gerakan KAMMI yakni: a.Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani. Kader wajib menguasai studi yang dibidanginya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia. sosial. dan konsistensi dakwah Islam. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. adil. Pada poin b jelas menunjukan kapasitas personal yang berfungsi sebagai skill untuk melakukan perubahan dan pencerdasan kepada masyarakat sehingga memiliki kesamaan visi akan perannya sebagai kalifah. Pun demikian halnya dengan mereka yang berbasis gerakan di luar islam. madani. Sedangkan pada poin c lebih dititik beratkan pada peran KAMMI . yang terintegrasi oleh pengetahuan interdisipliner. menyebar manfaat. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harakiyah). Kelima poin di atas jelas memiliki relevansinya dengan cita-cita masyarakat madani-tentu saja kalu kita mengacu pada posisi dan peran konsepsi masyarakat madani yakni masyarakat yang menghargai pluralitas. keimanan. Menurut penulis. menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. tentu tidak hadir dengan begitu saja dengan hanya membaca mantra sim salabim lalu hadirlah peran tersebut. Oleh karena itu ia harus memiliki kemampuan jaringan. perbedaan. 3)Wawasan ke-Indonesia-an. Penguasaan skill diplomasi.Memelopori dan memelihara komunikasi. Relevansi antara keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat. solidaritas. kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi perubahan. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasan. komunikasi massa. dan memantapkan potensi dakwah. dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).

Kesimpulan Untuk mewujudkan masyarakat madani maka dibutuhkan kearifan setiap individu sehingga mampu bersikap dan memainkan peran menghargai pluralitas. Dr. 1999 ” href=”http://www. Di sinilah peran berbagai elemen civil society (tokoh masyarakat.htm”>Edi Suharto Msc. diharapkan akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang beradab. NGO. Risalah Manhaj Kaderisasi 1427 H Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat. 2005 Farhan Hilmi HS dan A. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sulsel. Kesadaran itu akan muncul jika sekiranya setiap pribadi memiliki visi dan misi sebagai khalifah di muka bumi ini atau dengan kata lain mampu membumikan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari. tokoh agama. Oleh karena itu. perbedaan. Jakarta. teori dan relevansinya dengan cita-cita reformasi). Demikina juga dengan makna yang terkandung pada poin e dimana tersiat semangat perubahan (quwwatut thaghiir) yang cukup kental. Jurnal AKSI. Pada poin c merupakan upaya KAMMI dalam upaya menghargai pluralitas. Student Movement) dalam memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat. 2002 Aryanto Abidin. dan saling percaya (trust) antar masyarakat.depdiknas%20go. perbedaan dan saling percaya yakni dengan memelopori dan memelihara komunikasi. Jakarta. KAMMI sebagai salah satu kekuatan civil society yang beridiologi islam juga harus mampu memainkan peran tersebut. Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani Adi Suryadi Culla. Wallahualambishawaab Daftar Referensi Adie Usman Musa.)YPSK. Yohan MSDM dalam sebuah pengantar Spiritualitas Sosial Untuk Masyarakat Beradab (Catatan di era Otoritarianisme.policy. edisi maret 2006 Anen Sutianto. Namun visi dan peran sebagai khalifah tidak akan lahir begitu saja. Masyarakat Madani (pemikiran. Yogyakarta. Masyarakat Madani: Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadilan KAMMI. Reaktualisasi Masyarakat Madani Dalam Kehidupan ” href=”http://www. Rajawali Pers.hu/suharto/modul_a/makindo_16.sebagai bagian dari civil society guna mewujudkan nilai-nilai masyarakat beradab. solidaritas dan kerjasama antar sesama elemen mahasiswa indonesia. Menuju Muslim Negarawan. Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Posted by Taufiq at 12:46 PM 0 comments Older Posts Subscribe to: Posts (Atom) . yakni masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran universal.id/”>Saefur Rochmat. akan arti pentingnya menghargai perbedaan dan saling percaya. Sehingga dengannya.

3 8:2-07/.:/../.:/...8.07./.3 043427..320.  49..3.3502-039:.3:39:202-.3/8079./.3/.9:88902.9   !03:9:5  02.50302-.3:3%073.349.05:.2147:238024.5.8..90/./.207.:..3..2:5.3.20::/.5:..3./.90502-.9080-.49.9.849.9073.5.49.900/05.9.3...2033.!07/.28:.2.:5033.3/.3.-0-07.907.7.35.9.3:8.3:3.2 8:2-07/...3203::2...3317..3 2032-.2..9203.5..%073.3/.9:.2.3 50780589..7. 897:9:750749.. 897.3.25.:5..98.

!.349.8.9.!:.:./.7.

5./30./8.3.2.2../.38.80 8.7-07.9. !4890/-%.7:9:731074780-.:39:202507:...5078.73.3203.7.!.35. 17.30.3/:3/.04254507:25:.09-0781.-: :89:8    !#$#%$!!#$%#%$ !#!&  $0903.. 5079./. 17.7. 208-.3.7.350..7.39: .8.9/.  -07.-08.35.-..39/.380-..2.3.2.29.3 . ..9 3472..3 2033./.   !.9/.23899:8/.3 .799.9:.3. 17.:431070388..30/:..7..7: 5..32.078.   !02-.79. 17. 01307   ..8.23..80.3/5488.9./.0. 30..7./.:16.9-07.2/:3..9.92.5079.-.35079.3802.203 .25.90.80-..9025./8:/. 9..8.9:20.:.8. 7.9072.3/03.8./.91 /.3472.:3   :7:3..39/./8.9.38.35073. :2:7507:.798:..-07:25:/.2. 07..70:.549038...202.3.84..7.7-./1:3/.857385 :3.-8../ #.3.92.342:39.9.207:5.. 202:/./.84. 17.22.3.9:7.2503079.330. ..8.7.3-07.7..:08.3 907.7.843.3.80:.39.32502039.3/99-07.202-07.2039:33..-:3//.-0781./.8.314:8507.32..9:0-07.2.25.2.39073.7.3-07.8/.79./.3..9 -.   $0.2... -.5020:8.9/08759180/.3/. 30.-.9.-07.7.7.-.   8./.7.3:58.79:08   .4220398 !#$#% !#$#% /./.9 ./.7.907.2503079.2070.:39:/:/:8.3 20.9:39:-.09 80..9 ! .3-08. -07.3 .3 30.73007 .:07. 30.7.39: 90.83.

3.5499:4947802039././05.32...:5.3-07.   !....3.3 .8.8./.2.. 207047039.7/42.9:438053899:8 3899:824/073/./:.3/9089.3.3 .5.. 5708980/./.: /..3./.549 7/0./-.390708.2.32070.9079...9/../..3/:5 %./.9.3549   .330703/.3:9400-.33.550784..2..703.3897:203.3:8.03.3 202.848.2-07-.5492. 4./.91473/.380-.073.30/05. /.80/43545:.2070.3/..47/090780-:9..3/.283. 3.2.8.203::7882:9/203843.:203.:.7.90 ..8549502-.5.703..35.85.3.80-07..8. .9....3 /0.2..3.307..3202:33..2.7.2.7:.2.7.3.0.7.09.   .38.3/4308..30472.7.320092.. 2.1./.7095020739.39/.35079:2-:.32.3-.7.2./-08..-.38..2.5-./.. 9:2-:/03.38./.2.8.9:79.85492:73   0.9.390780-:9./..5.3 .8.395079:2-:.35.3207:5.3..3..40919072./:.3549-0.307./2..0.3:8..2   %/.098073/:-:3.309892548943 7:041.203./.59.8 /.9:/09/03.9437./.33/4308./.9:-.2439082..30--.33.3805079 0.2.343805.../.:.5.-80/9/.8.95478.549..75. -.8.5.920::/.:...8549/:.7.580-.9:43805.3/../5.-80/:39:-072.9.3 7/0..03/..8094704342   $02039.5078.5 0399..1700/42. 207047039.47/0714:3/0/:543247.3 50303/.0-./:.708-09003 901.8.9..2809.3 /0247.3 5747081 .390720/.79.9.7.7.4:83088 70850.7 835079:2-:.2070.8 43899:843.3907:3.30:.3.3..03/07:3202-077:.30./..8.3 .31.8/././..9.38.:-.857.-.9.7..8.9:907.7.7./41:2.7.3.30..:3./.8:./.   3.3/0247.8   .7    3.803.3-07..-0708:/.38:/..3:3089.....3.33/.820 .3:2:2.8.302:/..203/.7:087.3-./05.807:8.38.3:3.3   !079.092025:3.5079..7./.3./2.2./.3 9/.8.8. 8:./2.8.80.3..3.3.2.2.3.3/.2.80-.8.380.92./.3203.. 08:.79.0./.9:7.5.3  9.3/901700/4241057088439390-4:3/841 247.42:3.3//0.7-7.33.32030/05.954947/0 47/02.7..0399.380-.84.3.703.720303. 050393.9 57.0/:5.9.8.2-:   0/:.3 !49-.32.3/.3/5488.203.-0-07.9079.73.04254.8.23.3/9.33.9.8.3907-:9 203070907-437..380-.:3.84..3/03.3.3.3890.35079:2-:./..3 .92./.91089.7.33..33.03/.57.../05...27.14:7834184.84.7./022070.3 03/.8: 8:.-.32034/.2034-.80-:.38. 80947 907:9.30:..8.8.3  70.2203/0138. .7.5.3.7.3203.357-.9.3 5.../ :2.380.354980-.3   0.574547843..35.35079:2-:. .3/..730.3203. 8...9/03.70.3-.502.7.05.8.3.:5:380..02:/..-..03/07:3 2025078058.. /.9/...   .

.30.0/350..92. .820 9407.0147.70.3 0--08.3   .73.09.3/-03 24/07.820 2:9:9:7.3:3.8./.0--..:7..7..43930398  2..52..390750393 /.5.90.0 19..9. 704:8.3#03.8848.38:/.32.3.7.790203 /05.477:5943 86:.:9:7.73.3/-.10   .3207:5..32./.0  :89943.  4:71. 89../03.5.7.908..302-.041:82$5.549038 -.0908 ..03034:7920147:8284.:.3203:7.7.7.7.7.80.3.-.39.790203.3/093.88..3.20.3.-8.9.3.38.3/.2070.3/704:8/./.3-:.3/490784.720.-.3 .42341.30.8 7:2.2539:.3247.8 :828.:./3899:8./.9089021742907-709703349075.9/1107039.3..0:.90.3:..4803907/0503/03.73/-.25.9.38.3/:828 .9.70850. 2.30.3/903.8.78   #:25:30.3/2509:8147908:.84.3.../90.940907743..94:7435708039.0890/03.3/073 41903.-.7.798419047/890780380415747908 %0 57454303984190254894341:82..4190574-028... 203...3..8.380-..50.39409074:/349-05488-094:92:9:.25:20.2.8.2  98 .35747.3..3/.30/:5..3203..3 307039/.9 /.-82039./.07.7034994:99078.32.  !07.502-.9089..90780-:9 0.3.9.-07:5.3..09083 8. .3 .8./.9 203..-.7574-.84.23/03.9.3.848.3.790203.3/.3.30889038 /05..83.37...9407.-8203941.09 02:33.7.79.5.9.3./:897:/85..2.2./7.41-.3202./.3909.03.//7088981:3/.3.:39:207.9.39.2:380738:2-07/.898.98:/.0789.3:3.3203.   $.3..703..9988..7.:.589070.3..38./30...80./. 890089.203/4743907:8/05..:08.9414:7..9..03/.92.3893/..390.3:828..-:80415407 902.7809./.3..301091  !020739.9025.84-0.35020739.:. 8.:39:203.4389.547.90.74881079. 30...3.9.7.4342.798 .3/17.7.7.-.-.0803.3.909..8.3/02.330.943948.8854..2.2.3./0..:800.9.03941904/03.7:8.904128843 .7.3..9 247.93900./. #8.079 3:2.3.790203 /05.7/3088 .7../.320.0789 %8 .8$4:90.8. 039:3..943 /...43.59..503:./08.3 .9:.74:3/8.574/:91./.:7094/.3:3803.39.09 09980. .84.-../..83494394089.243:8 854894    203.72434:8.8.7..43/9438 0.907.408903.0881: 089.0 2:9:.418:./.7/3.38.3.-8203941.7.38 0.09-:9247025479..9.8 07.3...39..3 070789.:39:203.11..03.27.3.3/.943414203 3:89.9.0 %7:0 $4:90.92./507.2039./.-9.9 .3-.33.-803.7.0.9-.39/..-:.0.507:/. 84. 140738 989070147034925488-09.3/57.43/:.907-..   0025./.3203/7.3#03.939050450419080.88:0   3.7.39073.203. -8. 89.39 .43130/94 .3.30.7.38 08.3.9./.898.24390830..09 $25942./.7   09.80-.94341/0.:.9 .8. 15745073:79:70/  974:.3574/:91/.  %0/.9..50207.:5.3907./03.8.89.8.3899:8 3899:8. .7..:.3 -0-./.3.3.2574.01:..0349-0:394.943 80. 809.0-7.32.7.507..908:39: -007..:9:7.23503/.53/.8./:.1.7.94/03..253 01803/.8 1489070/.31.3/..507.3/8:8903.8.330.-..7.3 803.3503472.2.0 41.88..84790089.041.0-799470.-071:3820308547.07898079.-.0907473390.2.. 3.502-.2.3203:39:95:7.9 .93.11.330.38200-07.3./.880..39.3/03.5.3907:8200-.720.7..31349.84.3/./. 89:.9041..7 5070/:5.7.3-.79/..3897.2-08..39.3/.38.3203:3:.0 3/00/ .9436:9070238./..4:/.3 8.94341504501742/1107039../.0 98340.7897:9:7.7./..-07.0789 ..8 .3.7.43.-803.7041574-028 :9 .7-7.99:803/7 9025.3..3/..2030/.3203443:3.7.-:.:..393907.0 .3 30.30..

9:203.9. .3%2:7 .3..7..2.2/0247..32.9.8.-3.3/0247..33.$9. .30.3503.0397./.2.37020.8.90.7:2..3.7089.2:7 /.3:.9507..2/.31:3843.92.--:3./.9:2:2/.3/03.7.38.094:/89703903430 8.8.1:7 3007.7.8/3/4308.290......9:7:25:3/03. 8.3:897:203. 89.3502-07/.03/:7....8.!03.3502-03.8.3.9/.2./2./.9:39:203/:5.3/./458.92.0 90.3.2../../.2.:0/.5.203.83-.09001.479./.309.079 3890.30.7.9073. .3042-.243504504149071... 38:/. .3/..3.207:5...9 .2.3438059:.73.9/03.9./.98../-./.7./.3/.38.90 2.2 01.80.243908-.50.5.7800397 :2.3 9:-0:2203789.35.3/02.30-07/.08 %04:/7.9.2.:.03.390:/0399. 30.3 01..9 . ./.5 802..35:- 84.8-0031:7907037.7.:38.390397.2:3.703.3...43.3.39..3/.90 .9.2 9./.... ./.7:8/02-.3 8 5480/94780. /42.3-072.3:9/03.8003./.5.3507:907:8/93..3.-.93902-84190.3203039:.3:8.38.3.35.:829457424900. 0.9./..4342.3507-0/..709 9: 8.9.7..5:2.2/42.308.9.8.3907.380-:..3007 .83.3 30.507.32.703.38.8043420/.3 .3/ :89.3:8.   $0-....3 09.5.907897.:7.3 9073.#. -./..:09/..33.23.3.38.38.8.25:3   !03079.7:83.3 -:99349-0908..:/.09 /.:. 42039:2 9.28 7.9.207-:9.9.3.3/4308..5.:.3 5:-/.3502-07/.42292039947043-3893 .8.42:39./03.   08:2...0394389 907.804.380-03./..9..3-0703.5020:8..7.-47.8.7 2.38.38.380.9:3.8./../...3.5./.2 20...841038:730..3/0247.35:.3 17..907. 98.3.25:7 3907.3203/.9202-.3/4308.52020.340917.3899:9438   03.094:/2.2-909.9.9:3%.3/94/02.9:70.7.80-.90 %0/4349-00./.0 942574.3907../70339072/89 9.4:3907924/0738.3/3899:94384190/0.9..90507507 $4:90.8 /.3042-.:.7.3:39:203.92.320302.80-.90 /.9354.7.3%:...7.8.3/24/073549.33/4308.01474203 47/490-00..20893.9 -07-.54891 1034203.2-.7041904203.749 942.3/03.3-. .9043909.3202-:9:.2-0.7-07. -.3.3.3/:8.7.302-.3 8:3: 8:3:/.9:80507: 203.2..07.7809.0394382030.23507.3   .2..7..35.0430 08841. %09.8 203..503/.3/. 03/.2.-.9.30/:5.09 03..9.  .3/07.92:82803/7   .7. 83078/.9.203.2...8. 749.92:82203.:.78.8/30./.380-.7/.9.3/42.4342./.907.33.50393-.204/8.2.9/.3.3.9 3.3 5.8.84.320. 80507980-:./..3/8.32..89079031472.38..3.0723/.7..3.3202-07.380.344.5503003.3. ./8.:0..98.92037.3./.38./.898.3 802-.92.8.3.9.7.58.4380:0383.3 503079.-.20/:5. 2..90 /0133903.3.98 :820.3-0730.35.2.32.3203.7.94370.4:943 .9:74030./41./.. ..39.0/ 99003. . /./.3:82857010794.7.8.2:-:3..7.7.7089.3/42.3/.-.3.7. 80.9.7/.3 3907. 208503079..9.3.   !.92.9 2.3 ":7.8.25./4397-:947507.3-:2 3/4308.3-.3&&30.3.7. ./ 2.880-.7.3.2:3/4973 2.5 /80 .2.27:2:8../05.7./03.92.3   .-.38205.-.8.-.050393./9.7.38503/907/.37.507:907:8/02-.25:9.   .

.7.9..8.3.907803/7  83..3:/00.0.2.3899:830.38.3.8./.2 20.././.7.089.280-.59.3:93.9.8.2507.2/03.798412.7./.8/3/4308.7./-039: 9/.90702...-.507.03907.2.3 :2.92.0330073 0..34/0739.3/02-.7..3203/47439:2-:/.84.5..2-:3.908/.8:/:39:2..2.-070-.7..22..330.43899:943 34.380.9 20302-.324/0738.3.743805.5909../.8.. :95.93-.2-2.97./.35.27.3 .280-.580-.3.330.3-039:/././$/../.57494 2.9:8:..80.502-07/.3 -0702-.8.980.380/..0990780-:9-07/.3%2-.943 80.01:7#4.3/./3.9:039070:.9.8..0-01091/.8.3242039:23:39: 203. 5.9  07/.2 09.3/7 80.7 -7..3/..98.8:/.804508-00.490780-:9-0781../.33./-039::897:/03.924/073 .70/:5.7.8.580.84.2-.9047   !03/.7.2/03.3. 2./.3::2 543/.030.7.:-.9.9/07.:16.8802:.7-..::.701.7..8.7.7. ../.2.72./.2.88579:./.3-.09/2.:3.3.7.7/.2.5020739.9.2.8.907.: 2.34/0739.985 . 84.9/.8  $0..3 ..8808:.7..8.3  .7.896.39:2/.98/..3/039/03./0 /03.48.39443. 1:381:38.434. 5740.- :.8..3.2.:43974/.92...7.48. /..3.92... 80-.82...22041. ..92.3//../.3242039:280903.3./.380-.3502-.32./.2.7.94.3/80/4380590780-:980-.43899:9438 :543.7%0%03422920398 4503....3:8.5.7.3.2 803.09.0908.-.3 /5.84.3805079907..9 ! . .8/3/4308...943.3:3..3/:3..8.3..48.9.09.5.-..804508 -079083900.5....3/0.3 94441701472.7..47:22..0209080.3. 34..507::/.3:3.3039/08 9070 34.9.5.3/!747.9:2.3.843././.332025:3.09   $0.7.0452039    73.403.7.3  !4890/-%../0.7.8. 0-07.07.8.5070.3 897.28.3/.9   -897.0.3/.703.../03.8.3..3 30..2:3/03..9.8.2/. 808:../.3.7./2..84..35740.39:   ..30-0-.3.9:-039:/..8:.92./.3203039:.7./08.943 47/ $:229147$4.703...4:79.30180340899:8 2.8.91./90702.93 /0247..2  ..//..3...50300.8503933.703./03.32.8.3..90780-:9207:5.9202.380./.7.7.. ./.380.380-.3/../03.0.35079.7..7.3/.8. .7../..43899:943.32.3494790720.$. $.4 8.../03.73.2 .3   . $05902-07 .3/.3 90.5. !0393:39:/8.:439086:0: $0-0:23../$/.9.3/  4190343/0709070/434970894:745089442:.84..:543.32.3. $2548:2.743899:8/..8.7.3.22  .8.3/.3.8.7..92.9097:5..7-.8.730/..3 .2./.54882.2503003./.9.8247..9.324/0739./.3 202507:.7.-079..8 3./.343805.3.7.7.22:...2.3. 502-.3/:3303/.27.7:..32.3 :348:/.4220398 ./..3803/780.9047 20.7.9:.8.7 .- 3/4308.-.9 3899:830.3 2..2/.5./.38.7.3203.92.9/.93-.39.38.8.502-.3.701.7..3./.3.7:./.9 5.22.2.5.3507.802:.3.3!07/.5-07083.9../.8:/:39:203.92.-:.09/03.7..3.2 2030702.2.0/05.3.909.3.&&9..3-070.317.5020. .09/50703.3..4:798  %080. .8..9247.9.-.8.3/4308.3::2/.7.9-071:380109180-.3503079.

92..07039 203/..22025:3.38..9:/90702.-070-.350309.203.3:3.5848:.9:8:.7..3850...9/8./.2.1.34947907 /.4 8.7094.380.8:2-073472.38.//:3 438052.3/94908./.3.3/.9:9: .990.8/03.3. /.79.3.-202..3   !07:2:8.7./. /5078.917:89.343805.7:8.9 03.0339073. 2.7.-.1.949.4/.89014724184.92.79:.92./902:.3507.350702-. 84..2.:3.75027..30.:5.3439086:0:/9:8 3/00/9070.7/!4./3..3 0:.22    .7.39.00/0/2 904.39.7:8/03./.340 !741 .3...38.089490 ":7 .2/03.3/3.3 .2.9/.2.3.7.3203.507./0. 2..9././.3203.243805./.:2.7/..7.:..:.:-:7:3.5.5./.3/147 .9.3-039:/.343805.2:820.3 84..3 7.3.2.3808:..9/. 203.-.8.073203903/:70/:3/0790..25: 20339075709.8.7203:9..3 /:3.92.  89...3 .3808:.7010703.3-8.3!7088  03:7:93.91.8.84.7.7/ .9..2 .2.:.2.2./2.9.3 .9 80/.3203.2/.8 8047.7..3/4308.3.339009:.39079341439086:0:        ../.9.2..9/.3-.3..7::2/.3503...9.   .09   070.0/:5./2.2/. .8/. 5027.2.9: .3.30-9079.88.574-02 574-029039.9:2.4394/.32030-.7.3/.3:.7.0/ -07.0732039 203.7./$ 070.8..:207:2:8.7/.37.7.3/..3..8.9-.3 7/0 .203.9.8.8.9.3438052.7:8.0784:3/453438 9.7/.098.8:3/. .20.3.0 20303.05..7.8.3.3-07.7.32..:3.9.8 2030-:9 4.3 -07..-.3/.8 .88902 ..34.3 438052.38..344/4./.-039:..550702-.8./.33/.3-...7.9.7..3203:3.: .2 4.:7857:/03.95.2.3/. 503/7$% 82.2030702.3/03.8. !07850.3.3207::5.3 0999078 .84.3907/..574/:8..7.8.7:8.7..2-::-07:93.20/:5.     ./...30-0-.3.2.39::39:203:3:.3.8:..:/.6:-99.-.209.9 #039075709.009.9/0.84./-././.92.3.3203:3:.8.35020739.9/0...8.-.05./3.2..9..0732039 ..84.22.39.2.9:88 8.2$4.3...3/50703.20.2.07.3/907:8.3.25:.3/03..9075:7:/./.91:39:20::/..8.3.1.2 /03.8.80.7.80-0:23./.3 /.703.27882:9/203843.. /.0.9 /-.439086:0:-072:.7..-2:9.32././$/.3434.7.:...209.47.3507./$.9.3:39:/39075709.7./.9203:3:39357385 57385/.3-..7.3-.4.702./.805079.3-..:.32...-.- :. ":7 .9:0..9088 .3/ 949.75.7./..9-0781...3/3. ./..2.220309.2/.84./.7 80-:..9:.3  2.80. 02.8/.2907.7../.3..9.38.357494 9502.3:.909039 44/ $02039../.9.:.:9.27./0  438052. .38.9047 .4397.88. -0708:/./.84..0:39948549..438052.8.09.7.09 #.6.9/.3/88.7.7:.3 . .3/./.2.5.389:/ 507-.:./8.92.739:22.7 503.2/...3-.0 5741084789:/9039.2..93-.:9.09.:3./98 .3203.09..:7#. !03../ .9:/.8.3 /.32.30--.3507.3./.3.0307. /./:   #4:880./03.3   :3.949. 147/8./3.7:/..7-::3.35020739..2..2/.:9:22../.889025020739.7.9.09.7.7.843.!078.207:5.80.9 3.7-.324/0739.- 02:/.20/:5.22.2-.91/.8.%0$5794190.33.: 9039.0 907-9.302:/... 0.35740.9/./.324/073 507883.3.943.3-07.09/03./98.399088 839088/.7 98..22.3#4:880./...397/.8.3.84.8.3.703.3.7./.2 %039. 203::0.7.91 .3  80-.3   007.35027.09 !.507.-:20.0/.3 /.390470/.7.2-::3..3207:5.8 9/.3/02.3::7.38:.3/8533../0/.894788.3. ":7:36..2.7503.380-.3/.9073.3.3-:.7:8.8/38../.3/03.3/0.8.3.3/3.3.3 .098:/.- :...8.5.- :...8..

80-.840702$40.8/.3104/.09  207.7.91 ./..3503.3.3/03.05....3/.9.:3907907.8/0247..903088 3./0  .9/.3907.9074459..:.3/4973/1:38 /2.34947907  7.3907.32027039..7..8.85027.3.3.3...3 802:.330..7574808503. ./.038.38:3907-039:/...3 /3. /80-:9/03.9907-.7.3:.3::22.3.3.794:39:202-:3.91805079..93.8.02-./.80.3/5.39.9: 502-039:.22     !..3.9805079./.9...3.38.92.95.3207.7. /3/4308.75:8.8 9:.257802:. .3 /.350./.8.34380535:32./.39:./.9.8. 438052.7/ .74380590780-:9/.3 2..3/2:3.84. ./.84.5.3.3/03.2..2070../.5#802..8073907...92.:..7.24/0/.80..3::2     $0/.8# 3.7.9:9::39:9039.5020739.3.202-039: 57410438053472.8.8.33. 80-./ 507.88580-.9./: -.3/..5.33 .8.8/.73.7.84.3:/..92.985 90702.$07.5/423.3907..2:38.3798 907.2.90780-:9/507:.802.890747/.7.3907:8. -. 02-.27.91 /.7.5030.3./.3..7..33  ../-0./.7.3.8.3548/ 3/4308.5.39/..8.2033907.7.9/.382.25.9:./.980-.3 438052./.7.21472...3-0702-. 5020739.28/.:#-07..9:.:82203.2-/.280-.22      .-./.7-039:. 503003..#20207.3..340# 0-03.-.8.9.3.39009:..3/3/4308.3.0:.3!#.209.8.98.380-.320307.080:91 08.09.09/ 3/4308.3 .3.7-0./.35020739.703..07../.3.-8.55.89...95.8 .3..39/.:2:././50.940.:.

30 -:92:89473.479.8.422:39 914489.90/94907:0/   03..3549.59.7.3 43805.2.3/. 9/.0947.80.998./0 /745.507-0/.3.9805079203:7:9 8:.703.3..90949057.3/.380/.84.90 3/.79: 507:2:8.3.0.097.7. 2.8.. :39:2033/.-07:9 .9:84..8.750./507-40.92.70/:.8. $0.341.3:..!#2025:3.98:36:0.7.3 2034708548830.3.70.74.908.3-:.7:820250702.943854189.8/.3::25:3/02.3-079039.-409:3/:05. 243./.3320::/.84.3.3349-0-.7/.033.. 0/:.5.389:.8  .3-08. 9.7:089..82.8 .3.30.3020398.3/84..7.90780-:9 9../:.34380530.7:078..-:..3902..3-.30.74:3/ ..  :39:203439740:.780.9079.884.35030..3 !079.8.904730.890507843.2948:57020 .90.3.84.:80419074095.7.0.24/073203..202-0784190.09 20.0/:...280.3 43/8/..:9479.7.9439.7..4342 90574-02419070..7.220302-.7.32..90.//207.3.7   9..7.2-0     9089.:5 /:.8500/:5..3.884.8..:80.84.7.32:3.9./.09203:8:307.3/.243.3. .:9479942.357385 0802-..84..884.84.3/1:79072470.8..24/0/...9-0..3207.33.884.9.943858 19089..9:  44.330./.7-39498:57020.943-0900390202-07841.3.3/19894-0.7.92.-84:9.3/03. 03:30./.90390..09 $0/.3 .8   %/.77. /.2.3-07-039:30.3.7..073203984:/7./42.2.09-078.3573850802-.320303/.7./$.5488080:91805079 .740 .7.8..7.80397.-03.703.9 8.943-09003.3.3::2/8.-..943-09003.84.07039/.47/0/8:..-40203.7 80-.38.90.23:2.90780-:9 907.3/03.3. 08.970:..8.24/073 .3203047.2-0  20325:..7.8.3-079::..80/:54390070/9.09 -0.3 .884.8..73.7070./.0.090--07.80-..8 900307...9/03.22..320325..307.32.3907.8 %33419089.8/.3.302.90 540794..30.8947/41.73..7.84./.8.90 84.8.94383.. 0:.703.202-07841.9: .2033..2:33/.799041.2-/..902.8.8.3/03147.3.38.3 ..

3.92. 907-039:3.7..9.35.3     20302:.8.38.3#4:880././..7.7.03/0/.30 .3.7.3. /97.9.320.4908.3/:3.20...318.9:39:203..90794147243041902.90789 .  805079503.503.2070.7/0/..38.: .7./.388..0   ../0.2502.3/2430.7.857.33.6:0..7.88 848.84.20202.721:0110.24/0730-/..3/.7.0   907941549.943 3/.9:1034203./3308324/073-07.3..92030.9.9:70/:5.3/3/4308.7809.7800/.:.8.954.2/:3.9:9/.3 805079.3 0507.-07.703.9094..38..09 .2203.7.503:3.3.3 .22025708039.389.703.47/.9:/.79:2-:/.3-0730.8 0:.:5:3.380-.3 .380-.3/4900307.324/073 47..-0702-.0980-.8.8 47./:20.3/..8:9:39:20.35. 2.20.90073.9/0/0247.35:3.23.2.4:39070/98.98.904:/.3 47.34.2-0  202./..330.84.:907.830.7/03../.5.88003....38:.3.943 .2507.38.30.293.25780:7:..30507. 85070./.8.8.. /2.8. & .24/073 2.8...073203954.7:549944/./../03.3/4347...411.30/:.09/.-07507.35.98 %080 /1107039.7. 0/:5.3439086:0:/.79079039:-078.5..3802:./.3/7..08     070.3/1.084:7.84..3 80-.52.7.33:.39.702 7/0. 803.20202.3 .9::.2502.3.4224/9574/:.5..3.170057088   1700.700.35022532./.3.0 9050450.890780-:99/./..30..9:7.24/073//7../.324947!741 7 203#.9.38.3/..3   !03:3.8/./.70507:.30:.3%:....74/.3.7.425../.39.3/   3899:94381472./.79.90793-:.35747.343974907.3-07-..0908 803.7..703.-07/...2.3.:39:/:3.3.3/.7.. .78:/:9 4380584844 .3002-.38.-.3/.2..3/.3..84.2025:3.490    0-91475:-.3/49070570884384157010703./...8/.393..-07.09./..3207:5.8..3/.9438 .2..9..7.7503.202 49479.3/2494740-/:77.38.9:3.7.38:/.80.33 ./:/.87.32030.43..3202-.3002-..97.3..8.23.743:39:202507:.../.830.9. ..3.30. 5. 805079&  ! ! $!$ % /.2.3/.8/.35....08.084131472.9:   901700/42941472. .38.80.55020739.0.32.9.850247./.2.3574108/.8.3-0702-.2503079.9820/.3 /.2502.43/ 9.3/:..3.802.24/073 070.3.3..3/780-.2070.7/0.3/5:54808984:/5:78:0 .3.8..9.7.2$02.80-.3507.8.9.35079.2. 2020:.33./:.901478:55479.35.84.38.38..9549 549.8 47.9 .84./07894.5.059438070.84..80.2 !03.389.203...7:247.4908    .1./.9/.:.8:.80397.24/073     .9.088.08/0503/43.4.  /.9:9500907.  .8 80-.9:7.3 .9438   1700/424105708843   907994./.8..9 50393:39:203. :38:7/.95084844549/.22..75078./.7.09/.47.2.2948/..9/.2.5.9:&.3-078.5.3084194:902070/ 3901789  9089.//.8:39:20302-.47.9.305./.9/.3%4.:-.788902848.-0-07.5.-08.%:./.35253..507::/..8497....72.3/.2.3-747..3./.38..3:.2.33.79.2.39:.3/7..2.2 5747.:47547.3 207:5.3...3803/03.0.3 202-:.2.-.8500/:5.5020739.  7..3.7.8 !020739..390780-:9.347.390708984:/-0/0130/ %4573..33.343974907.:5:3503:8:3..92. 5495:39/.3/03.3.3-097:890/947:090280../.3.3 /03.90.78:-47/3.:/0/-:9.9.25.0939080.38..3 80-../:3. /.53/.3805079.5.347.3 907:9.82   00/./.2094-070.3/.038/.7.92.:.3.9.32025:3.8.38:.23 -.8.3/5.4.3.3   0-.7 203..8..3. 30.3 /.3 3907.90789/0247..878903/.9:.7:.

5002-.92.703..3:39:203. 08025..8.7.35020739..303/0.703..8:8%247%2:7 07..703./03.4.3203848.3:897:-8..3.8::2 /.39:.5.8.5:.3:.8.-9.303/.3907-:.3#01472.3:9. /083907.3..9549/.. 30. .794.9/0.3203:7.-.203.5.5498.007/0.3203/.7.30--08.3:823/4308..8-.9: /507:.8/.39:203.3.3.8.39././.3202.3..307.59.8.703.9.3./.58../...3203/.3203./...3902.38:/.702 7/0.3907-:98:/..38:.3.5.:20439.709 . 909.802:.8.7./:/:80-.8..9/03../.3907.3 /.3 /0247.3!. 5708/03-08079.2-07/0247.38.97.7& 749..3 07.3/.7./..2.8.9./.3 9/.5498 .2/.350207.35.794   /..3/./.-3093.3 207:5..3 8./.3.2.84...8.3-8.7:/..3 50302-.9.3 &39:2033/.3.34947907 07.350302-..7.302-.8//::340 30.3438052.&2:23..3549 /8.32907$40.5/5075.9/::3.::2 /. 8:.3.3/3/4308..2030./.9: -039:57088:7074:5/.9:.794 9075.92.3.   7./.8.3:2..3438052...32.2.2.2.04090.8..80.3 2../.38890./.8.9:02-.2:3-.3.704254:39:2070-:9503./897-:80:.5708/03/.:20089./.9:0-//474340/48.30.7 ...7 2..3549/03.3  -:..3 80397.--02030:.9:0-07.23 0-07. 50302-./.9..80-0:23.3.3-..3.8:39:207:2:8.2!02:  02:/.3$40..9/. 5020739.35.202-.301091 .8.3438059:5.8 3.907:9.5 /0247. /.3..3 ./.2...3    !03. $40..25.8.2.35020739.2-.2.707./028  .../03.7.7:.203.7.98.5.75..-07050393.09/03.3/.357385 57385/0247.8 50302-..9.3..390.90:.    !708/03.7:89:7:39.8.3.3:39:2030.35748085020739.9:7.3.30.#01472. 02-.92./.7.8.7./2.898.544.7.3438052.3/8:78:89039..7985.38.. 207:5.3.3../.-.7.8.79.202545:07.7.7. .8.92..7.7.7.7.2070..8/.9/::3.7.7.3/02-.703.3-0:2-07503.7 :39:202-039:8:.39::..3502-.8.9.8.3.8. .3.2 /2..35.9.9/.-07-..343805 2.2.3.794 03.3/03.30:..90.8702$40.7..5/0247.3/..3#01472.203. %07-039:3.3#01472.3:8.8.2549 .--0203/.3.2203/0.3 .380507950. 207/0.2.2.39: 438052.7.--0 80-.7 .7.8 907:9.8.22.3.30557084%.3./..8 8:5702.0-7:..35.3.8 40/ #05:-.3203..92.2070.79..32.92.7/. /0247. 5.92.09:.75.7.8.320/.!708/03.253-747.4.9.3.3./.--0..3.38.8.3/02...:39.207.89.8.9:907.9478   090.8.32030.9.92../.88. -48.954-907./.507.8.7.9.343805.39..549.

-.5.9343 30...3848.3:8:780-.2   0-.8:.2507.5./.3203..09./8:..378.203/7.50784..8-.....30:.7.3-.3&/02-.8. 9.8.3.09:.7.3$# 203:3:..3.8...-84:9 $0/.3...42:39.8  9072.80503:3../..7.....:3.  ..2./5.907..3.3./. 84.9.330.3-8.3 97.02-.2535030.3.7..3././.3::2.3   :3.7.2:3/8.3.2&/..3/5.8...3./..9 2.&2:2& :8:720250703.25-07.3.3 24/0738  #:2..../03.280-..57.92.3.3 07:8:.7..3$ ...7.3-:9.90780-:9 &.84..09/..380.3.:3.&-09:07.8-0:2202:.2 3.2...73.3 /8.09 .703.3.32:/.424/.3..... -:.3.340..3 .:9.2 .7..02-.38073202-./843.3549 80-..39.8/.7980-03.3.2 30.3/03.9:&. .33../..::2/.5..3/03.39/.3030.2.7.2.84.3242039:202-.8.2.09/3/4308.92070.3 .7.3/./.3/537.340..32.099..38./  .780-..2..-.84.8.39.8.7.

54794/488.3.7.7..703.3:8.3-0757.3-.//.280-..8..2.3.907. 16..7..7&/ !./3.20/:5..7.9 9072..203.#.9/.9::3./$90.9:  .9: :8:78.7..2./.3.7.89478-./03.9/.850478439..39.3.9407.0.5738508.8.2.3/.3.8280-.2.-90.0/:5./..907. 80-.8.2.39/.9.5492..3080.3.7.80938 5:7.9.503039.79.4794/48 1472. ./.:. 02.7 09039:.3:8:7 8.3.3 82..81.202-.-.8.203.7/.9:803.2.2.39.:907::/3.. .5.89:3..2 -:/.3042548.33.3/03..2.0..078.2..9 "$.9203472.5:39:203//2./03.803.2202:9:8.8:2.3507.35.25.9-07./..30.9.    .8.7:3./502.:5:3.9:3.2.3574108   ././.203.2%7407::3.38./.9.5..8.2..//:.3!07033.30907439.3.8:2070.3/:3.2-07:-:3.3 0. .3/.820 907.7.5 507.9:7-039:30.3/.909../  80-./..3/.9.7.703.820 .9202-:3:0-07.:9.3503072.2539039:3..9..8208..390780-.98.7.22. ..703.2  794/48.-.8. 2:9.8549 !07.2/.9.-.3.8. /8.9/.358442.3:8./.3 .3:30-078. -079..2.32030..8./.9.078.-07:9  080.2.39.7./.9.3907-:.5//.3...907.3 /.7.080..2.2 30.3 $..23.5.330.:#04341900.940439087:.34824549.   909./.3/03.-:./.3.38:3.078.:3.3  080.28./03.3202507-.7.9    !.20.3.9.3::2   080.1.3 /0.2.8 8.3.2.3-./8/..5.73.8.3 4 0889038 /.3 0-0-.. 57.8.3&..2.9./.8.343805:2.03/07:3.-03/...83 2.59.5./   .330..9:02.8.7.2.39..:..3./.8.9:!7.30 0.3/.3507.4292033..7.80-.20439.7..3203079 /.9..-/ ./..   080.8-:/.-803/7.-07.97.7.32025072:/. /.7..3:2.5.3/.850. ..370..05.3/-0/./.3 5.3 $0-.:5:3.8./..3824/007::3. .2. .3-0757802:..2.3.2.9203/::3/.3 .3//..92.:39:20388902. .2.3/.33.3&907.35.50-0-.9.3.9 /.91.9 /.9-./   .!.3./.33.8..30.8.318..309:7:3.7..793/..3907.8.2203.1.7  805079.43 .757385/:.. .3.. :9:-.30:.503/0./.8./.25..47/07 9.7.: /.9.77 .3 9.3/03. ::7.80-.370..9.9 .3.8:3907..907. 2.4:8 /.3 /8.3507:2:8!.38:3 /9:/:80-.347/0-.9::.7&203072.30./ .9:.83.02-.503.83 9.2.8. 3..2 ..3/08:808./.3/../...3/780-. .  0.3.3  1.3:8.253.7.79 .38..3.95:7.32 57-..2.3.2907.809.2.:2:823/.9.8.3..38..2.3./.32:9.3:2.33472.3:39: -0753/. -07:8.-9/.8..5027. 80-..7.-:..5808:.2!49 ..5...042548.9:7::2..7./.3:/03.8.39:907.3.997.3 808:./.850 8.25:7./   0802-.2.!4845 8.3.3&2.7: .3. 0-0-.-...7.-.303907.8.22. :8:720207.80.9:81.5.35.8.9.:8 .3438052./$803/79/.3.80.35.91.39039:3..2.3/:.203.3/03.320.7.9. 203.9.2.-:..7.3343 :82  .//.3 907..7.757480/:7::2 /.35.5 !.80-.35:7./.9.3.22..2..3.907.3-:/.8047.3203..7..079.3   080.28.3 /73.0802-./.

2.3/7/.3/.8.7.30.3/::203.7.3../..9.2037...8:.3:39:202:5:8./. :8:7 80507904254%7././.3.830.39.:39:503.3 .3.0.-.&2025488.843.808.3.9:02-.7..9:02-.35.-.33./0 /2.39:9:.3/.-/.347.: 203..390.7.89039.3/.9.8:/.309::8.35.-.8.203..3&.9..7:8 20207./ .57-...:920257./ 30../.3/.9:8:.31:384250203907.   %0753.9.703.8 080/07.. 9/.3.7.8343 30... 9:803/7 .202.39..:5:3 .85493.2.2 43890.3-./.92./0..59:.3507..72...3 ./843.73.3..92-:3.095.2. .2./42:39.7.3 /039.:8:780-.8.3 390.380..4947907 2.2 -.3.&.9:202-.3-073. $05079.8..:./. 84.3-07/.830.33.3574850 2..380-:.-07/73.5.3 /.3/-039:/03.5708/0380-03.3. 39071/0 ..78..39::.50-5..90780-:920207:.574-029039.7.&.73./0:.350302-.7.3:39:203.3503079.2.

350207.3502-../0247. 548 .3-8./0247.7.-.84./0 /03.7.8 803.3202../03.09..2.2-./.3    .7./.8 80507907:8:.3.8./0.5020739.9.37.28.7/0247.8. .8./.33/4308.7.5488.24/073   03.3  808/.989/./.3-0702-..3 -:.3 2.92.3549/03.:5:32.7.3-07.3.30:.3.3.203:3:.90.:39.8-0:2-07503..3:39:2033/.3 909..3549:./.:.7:8203/::3907.3702$40.92.7..3.330.8/.3/0247.9:.39::.39/.3/02./.7/745.3203.8.92.9/.-.3-07.7.-.202:33.8.9.3.7.9.3/./.9 /.7..3.9 .-84:9 .380-.033.39703 #:2.92.3803/7402.9..7:8..380. 2037:24/0207.5.780.3 /2./      $25:. 28.8./  $02039.3.9.9:907.22.7.34030./.3.2-:!.8.90789/.0 2..9: -079039./. /897-:80:.7././.2025:3.7.-:.:30./$ #0.3808:...8.5.2..75020739.:.2.35020739.203.3.3#01472.3/03.2-07/0247.3...3.35.3573850802-.33..7...703.434.9/.7.3.59.:.3 /.9.. 2.3508.707....302.703.8..3/0247../3.-039:.20.580-..3..3-07-.2-: 7.7.50302-.8.2/.3!#.3-.703.:439086:0:-079::.3.8:.-07507..7.9:7.39443.9.75020739.98 8:5.2.5.7945.3/.82.3 2.8  .7..30.-.50302-.3203.8907:8-0:2907.3.5. :8:7.3 .0 .3..8..3.8 ./. .5.30.80/:5.30./.8203:3. /2.:$# .

/.3!7385:2.2.9439/   /.38!07.8.8.$  $31.389478 472.79..9.3!08.349.2!0302-.2. ..!0.7.3/0247./.9 42..7!:89.:5:3507.8.8.8/.930..79/.5.   .0802-.3#04:8%407.92..0 .3%0702./.39703/.03/./.2.9..!#8.282.7.3/.3 4...83 .92.839   ..8.3.79./.3003/.79.!0.3..!:89. .3 #98 !:7.3.. .7..79.$/.8.3 %3.09 .8   ./.8/.8..79...92..98.2 82.:8  !..7.3.39039.7.2.3!%%.920::/.  ..--0    0557084 %.7.7.3/:.8.7.8. $02./.98.:9 !03//.2 0247..7./.3/!49..38. .3.0-7:.3 /0247.:3%.3  4..7..3....2 0247.3./.$/.3  4..3.. 5020739..$/.   82.%4:9 4343 .3-/:..3.!:89.8../.9.3:39: 2030..19.!0.7  .33. 7.7..20/.3/03.9.3-/:.3.7   ./.-079039.3.8.9:.7.32.7./..8 .84.38.3..7 .380.91  .   ":7 .8/.38.2.2/.82/..9/.22 %4.3./.  8.7:820343974307.790203.7://3/.98.3:3.07039.7   05.!:89.3 ..282.339.943944/073$4.:9 !03//.3.9.3203.!:89.3 . 203.92.3::2.32..2-0 3/70  33974/:.35.2  0247.3-/:.9.2.:..:9 !03//...&9.92.   "4/7-/.

2.3 0/8  !...8.2..09/.078.8.   49.9.7..3&!./044/.80-.34824549.31.8 330 4..2..3!49./03..5%:..!!:8./. 82./  .33.3.418.0789 !7088   .38. .. .9 4805.. :8:7 425.%.02-07   $.7.80-.30/:5.  & :8/:782 /.79.709   #:2.3 07.30507.3.3./.2./ -/:77.2/.8208...../044 .3  &3.../ -/:77.8../.3/.3/  48479 0/8  %00.3907.8.3.3.2 .2 0944 082.2 43/43 147/&3..3  !.9   .8.3820!07..8 40/   #05:-.$4. 4.79...-.

.

38.7.8.82..8.7.3.3/03.-/.54903858448.5507.3805.2809.52.7:39:-07.2..7.7..70/:5.803.80074.32.3 .3-07503//..33/.:7857:/03.0  43/43%0....  .-..3 .3:8.25:..509..9./.7.2..302. 02.89-07.3/3.82.-0:29039:-07:.8..4220398 ./..9 $05902-07   .3.3203:8 2089907..9./.3/03././.79.!07850.3202-..3848.9 ..3848...7985.39/.203.5..8..2.7.339009:./.2./.35.30907. 9:8 3..7.3#..381472.:9:70/ .8./..8.:.9 907.9.././..943.79:.9:39:202-.25./.9:.9:.9../843..0789.3502079.9203:3.3..0339073..32:/.92...9.7.3 03.3 70...25.././ -/:77.8 0907.7..5.3/8.:16.72. .80-.7.32.3-078.  !7. 4..3%/.25:./...-.:39:202-.3-07503//..3./.397   /.7985.  8.3  %:.!07:-0.5.8   !74808-0.9:.3  2038.9././.3!7088   4803:7:8..32.9:.9/.7.3 . ..9.330703/.8..3203:880.33...3-079.3:3 ..8..3203:8 :. 3472.3507.2.9189.980-.3  907.79.35020740.8./.3/0247.3.3./. 3.8.780.:39:5.3 2..0./.8/.   ..8.380.9 ! ...3  -072.9.7./.8.32: 90344/. ::2 /..    .3$0.79.52.82.3/.30.8./07.9.7.98/-.9:8 203:89.2..5080.:502.7..9473.7.-.-...-..798:39:203.20/.7.8.2:3.907.3.97.7.9.3202-.3:32. .039   07507./..30..7.8-.3 907.390344.2..8.8.39: .33....3.7/.. %:8.3 5. /.3:8.9.-..7.7 203. !4890/-%.3 .$   007...3.97..2 2.3  .32.$&3.2439082..79.35.. 202-07/./.25:./.8..  0.25:202-0705:9:8.3-0742:3.7./.3507../3.3207:5..8.3 .92.0/.2..203.3 0 ..3 .3 /.8/..8.3.7.574808-0..4091/.3507..380.7.2./..35.:5.8809.2202-..3. %:8..3.

3   09.-::908.3-.3 202-.03/.8307.3 /-07.:5:3409180-.3:39:-07085708/.3 3:.7.7.3 8:7..88908803. 0-078./.-.:..8  08  ./:.-..39..90789908 8.3.-.320/.7.22.793   03:85.92..3/49. .8...9.2..3.3 28.8058902   9.3 70947./.331472.3 4-09./.9 :39:2030.83 2.3-..3507843..3203:8 02.: 8:7.7.7.3/9:8.3503:8.3 $:7.82.03/07:32030500..35:-20.38.3:3:-:3.3 -.37.3/:.3:5..08.9/.9.8..02-.8.05..39::.25.30907..42:3..3.2.3058902./.503:3:3   0/:.7!708/03$20742-.9.931472.30-078.3203./0247...393.3.39:.072.3.3203.943.549.7.7..9..7..9./.  .:39:502079. .9.3.7.39:8.9.503903 5.-80.3908 908/02.3/7203. :39:203. 070.502-.8.3/.9 .3908 90890780-:980-.3/0247.993.25:.909.7.3   %3.3:7.3   %.39.2503:8...-039:.8..-30980.94 574908 7084:8 .91 $!:39:203.9907-:.304342/.39:/.7.. 202-.8805079$/.3207:5.03/07:3/.3.3.509:.2439082.393 !% :39:203.9...5.:..:39:20203:0-:9:.9.37::.7.8.908 908./3 /.73007 203:3:.9.2.34047. .:.5.0/947 ../.././.7 . 30809907 . $:39: 203.79.. 907....9..3... /.9478 5.../.39047 9047 .8/.207:5..3:8:83.:9039..3050/:./.33..7.5 ..3907.9 !48907/03.39: ..8.3.70.90::7.3..7.25:203/0391.8.409250302-.943.838.9203.9.7. /.7.49.3 907..380.8..843.3207::5. :39:203::.8 !098 5/.3.7985.3202...7.3 :-:3. 9/...3...320397..25:.85.30025.91:3843.302.25.380.88.3$0.88.7503:8.893.37.25:.9.8058902 80507920.3232.3/03.2. 378  203/0391.9: 80.3202-0.:507:.30907.893.3202-.8:./. 08.02.2./.379/.7.3./7/.7  02../.7./.7./.37.3203:8.8380.8.08.3024843.3907.35:- .3848.9.3..7..8 .893.8025.  /.7... :39:20244331472.805.7.39:803.95071472.3203:3.8 /.0 1:3.9.8   !.8/../.8.3203:82..7..203.3   /...-07:7:9.3 28.3.91 /.3503//..5../:.7..39: %.3 .3:3.9507.30.03/.5:-80-./.3...../.39:3.947793 .393./.5/...2.-309 :8:83.39.35:-907.7.2.9..3/03..25:..93.3507:7:.850309.381472.9.7.507.33 207:5.574547843..80.3907.-/.5.7.9..3 502-.3/:3 /03.9.3:..2-039:.9/80.7..8. $0/980.4380397.31472.38:320.9.05.80:2.3.  31472.9 .8.3:-:3..9.9::.802.:.3 /.993./.8   0025./.. /.380-.3907./.33   !03//.038908805079/80-:9/.349.2.3/.9 .7804...7.35:..3:7::2.305.3.9203.8.:20/.3/507:..30..7.49.357../.3 0109.9.38.35.79..3-./.-. 207:5.9./.549038038 038908 32.3.349.3 .35:- 31472.8.907.91 803/7:39:9::.80850309. /.2.3/804. 2024  -:093 8:7.3307.9.98..2.33.380-.7.30..35071472...9:5079.5.3-:9507::/.798-07-.7.3$:39:203.390473.5.3907. .25.3907.8.8.3.3/.5.

7.9..3503:.7..8./ 80..7.203:-.82009.2..78-08.32030.390.320309.70.-07:8..7.../9:39:9:39:203.2.38:-09157-. 0025.0-/.3. 507:.0--07-:/.-07.2./.88.3..2.3-.3 $:3:/:.:/-0-.83 2.357410843.3:3:50309.88..20307.8080.55.25:-.3.9..804./.8 .3-.2089-0747039.3203:8/..3203.3507:.25:8   .!% &3. .7..93.203:8/:7:8.::39:503//.9..3.8..8.3.202-.7.3203:838.3 .3-..902...48  ../../48038.39:35.3:2.3.503.....8..7.:5.3/4308.9:  502-. .9203:.8.3..7.:.5...-.8& /03..7.3./.-3.83 070. 203..85.3../03.850309.3202-48..-.7.7 :.388.3..-/03.3/3.39.-07:-03././. 80.32.8.32.&/!%9...3/..2/80-:9.88./.   503/0.32033..9 :39:2034-.8.-:3/.7&3 .2.23/809:7:/.33.3.3-072./..8/.2:7::2  &3-0:2-07.7:8/-07/.9./.7..9.::8.7/$ 5./..9 !03//.8- 80903. 0.:.-.5.5:73.90789908..25:8 549 /../...3-..320202.9.3-. 2:33808047.7//.59/.- 9.33857.3:7..343908203:8 805079439080.3203:8 $.3:..9:/03. /./.2.8058902   $073//03:3..80-:.3-.2...:257410843.9.3-07-.908   503:8 .3 .80-..705488/.39:2.2-.3-073. !07:/3. 57480870.8.38.3203.3.9:39:203:-.3207054883.807039.9 .5202.3./2-.25:203.5.03/07:3203/00. .83 8073.3 203:8 !.850309.400793 -09: -07038$0-..-:.5 828.913..-2 5.9::3:0907.3 0-:9:...8058902   &9:7:32083  !03//.3/.3!%..88.9.8.3202 549038:39:203.9.8..3.3907.3  503/0.7.3..2-.3907.350/.8./ 0503.9 503.8 503. /.203.3 907.2!%/207.0.507:3.:.25:.:2:23..8.3.5 47.35.5:7.3 .503//.9/9025:80.8058902-./48032:/.3.7..907.9 /.8.33.302.:23/809..2.3-.. .8.2.907.3 03./.3 202-.3203:8 .3 -.98..3 47.2.38.9-07.84.3 907.2:2:.9&/03.2.5078058503:8.25.25:..2 .88.3 .3/423.3:30907....0907.7&35.73.2. 5.8.3..8./..32..5079.:3/.8./..../.25..3574/:91203:8 .:.25.3.34002.3.8 .8:/.9.-0757..&.50302-.7&3 $08:3:3.3:897:0-574/:91 /.25.-8.370/0138 &/802:.9.3.3-07503.-.3-07.3&05. 203../4803&/03.25..3/4803 /4803.39:39:9.83   .8 . 1034203.32./4803 /4803:7:8.&2:2.32.   :8:8/.7 9.3.3-.3. .-747.-.947039.7982089-0747039.3  43908  .8. 9:8 907.3.5078058502-..39047098.3 :7:07/03..25:.3539.7.9./03.9.9..3&30-207:5.3 2..3390708.30907..805.3 -:.378.2-.30897.9:  503/0.38073/:5.8.7-.3-.503/0.2. -0770.9.897..8058902 5.8203::507-...3203:8/.9.-../.3 !.88./8.8 2039.7.9..3.3/.88.35.72..2.../03.3 503//.8./.83802039.0907.   908 .  03.7:./..   $0.703..9-070857089:8/.907..3903.8 ..3/48033.3/4308.3 :7:8.  /. .88808:..2/.7.3 8:/.2.3.9.3907..3907...75..9.:7:07:39:203:3.5.3./4803343-.025.5..847.503//.39./.38..2-05:9:8.9 3. 42509038 ..8.3-07/..32.97.3:7.3907.9.-:/./.3202-07/.3-.3 /.20.8..33.3058902448 .88:9-0785708 /./.9 .. & /.83.2.220302-.25-0790479.79.343908848.3./.5. -..:.25:2009.$0. /.:.

503933.2.93.3703/.9..84-807.   3907.385081..3!:-../!%9/.91/03.83...805:9. /7.388.3-07-.3/03.9:   03:8-./02/.0907.3/03.3/9:888.5.91 !03/0.39.:80-0:2/.7. -07:9  :25:...9! .4:/57494.3202-07/. 848.7.3/80-.202./..25.339075709.9/.7 0/:.:..8.3#00.9.3/80-:9907.91203:8/.574/:/.3 .39:#0947&!.::/42509038907.3439082.9.3/.770947.:.9.-..50740.3/-.39:305.3.5.7./..7:7:8.2.:/:3.3.9./.3203:8 .88/7.9!% 38.394-/3  0802-07  0-.57480870.388..399.8203/08758574/:9:8..870./03.7.331472.09  07..3:7:.25:20.3!%   !03:8 !02-.2 203/09 /.3:7:   . !443.3203:8/03.3-0747039.3 708543/03.8 /.80-.:.9.:39:202.7907.8  $0..3./.3.3..2.../.3907.. /.3202..7 /.7.3.88 839088  0..::39:203.88../03...19:8.3.2.3203:8   ..3.8 ..8.:2.91..8/.30-/5.580.9.8 .3.5.3.8. 80.3 2.8:2-07/.9.7..3503/0..2574/:2.-.3.../0283./02/.3..3.302./..9.9..33.0-1.3574808  -.7.7.8 2. /.91/.2.1 .3.9:9.1.:.3:7:07 !.47039....3/03. /./.:5:3574808203:880..:7097485091/03.9.25.83907..9.9.93.:.3203:8   .:-0747039.9202-0784:8 .80.805..3:. 0.9.203:880.91 1:3843.3203:880.838.3.8058902.33./.-039:100/-.$:80  9.350702-.383.9-07.:... $02:.31472..3/03.5.3.780.92./.39:39:9..3:.70.85.:9.9.3/./.9:. -08079.3 :820. 907..5:-.0.3808:/.7.100/-.93.9$ $! $ /.7..:16.20.7085708507843.3/.73.3-09::39:/.39:9.7.5 :9.7.$4.331472..380:2./03../.2.9.3 207:5..74 502-0.388.3/9072.9.91  -:.3203.388.43503:8 802039.   .8:39:203.3 /9072.2.380..089 -03 .3907. /. .3/./.8..8..703.3203:8.88.3.3/.0.3..3.88907.3.3203.3..1.39:7:32083&/03.9: 202-.0.48/.3#00.8-07-.4220398 :820.1.9203.843.85071472.25:./. .25.383.7.3:7:    %3 .3/4:2030..3  54794144 .3-07-..20892.893.3/4803 /48039079039:/802:.:0.3/:3 !4890/-%.072. .3803/7 3.8.947:9:7.7.9/.3:3.950309.3!%3/4308.489   !03//.07.9:-:918./.3425700381   02.38.9.

3 8:: .5488/.:-. -09:2087.9::-:3.3/.3912. 4/02.3 .3./....7../7...8.. 2.2./.7.95.2.7 2../. 9./. ....3203.92.29.9. ...5. .3.7.985 207:5.9..7.9.88.3203.8.4394.8.3...32.7.8.7./.3.8.7:5.8 507-0/.39.7.22./.:.3.8..8.2.:5:34-.8.3 /.3574-0284.:2./3.3-09:.9.9:907..3-.2../7 .9.../.72.:39://.39.30.99.35073.7.9.9.3:8.8.:-:3.3907.-07..3.7. /0&82.92.8.8. ../..3.9407.9./.3507.7.8 -.9 .202-07.99.3.2..37. .2.92.35.207:5.2-..8.92.92.202253.9 /03.-09:2087....3202-:.7.8.3/0.2..5.:39: /57.3.8::.3-072.92:.9 47439.8./.388.9.20/:5./.7. 803.8. -.8 .3.2..7.3-039:3.- .2..30.2-..72438 ..3/.7.3  0/:5.8./.7 -07-.2./700.9 ./..7-0.. -09:203.9.33.09 207:5..84.38.8 :.3/.. .3907.7.. 8079.8. .8203:7:9/0 &82.3:.34.3 40#.8:-89.2.7.:2.3 4380582.3808:3:3./... 97:89 .079.9.$. /.2203008.3 /.22.3.83...97039.09.9.5:7.-09://.7.7.3E/.9 :39:20302:.5:3..2.35020739.8.33..39.7.9..7./.3.3.3507..3:8.3.

-8.3:8.93.257..3 .5798/. 8:-89. .900/:5.882.9-.33.7.3..9/03.390780-:98:3: 20309/.3.2202-.:.. ..9..549038.:8.203..3 ..92..35748082.203:5.7.02:33.8.907:-:7.30-03../.2021472:.38..:/.1.3.39:.9039.32.33.84.55079.384:8 907.9.903/4308..3 -8.3907/03.38..:.33. 8..8./.8.//..:.9./.843./..5:39:73.3.3913.02039 /. .3.30-50393.59.9.8.39039:202-:9:./7/.02: -.5.3:8.807.8.2.3 4.88.3..703./03.9 !49038/39039:9/.8..2.393/.820.:3.2.207:5.9   9.20325..38.357..380-.703..27:5.5.3.3. 3.5.8.9 . 3.3. 03.8.:3.80-.438052:8230..80..38./. .788-:/..8. $04.2.83.39:35./.84.::/ 80-:.3203. .9..9.92.340/803..50-/.2/0 4380583:.09 !020739./..9..9/..8:/40..3.7.. 4380590780-:9 .3:8..8.22.73. .9.8. 9:.380-.92.59.7. .390780-:9$03.32$/..92.7.7:82. 0-:9:.. 7./907:-:7   0.72070./7:939. 080.9.73802:.3:27.3..9805079-.5.2.39039:3. .2.7.703..30. !079.8./7-09: 8.202507/0-.3..3/03.3.7..2.597.72.2030./..3.3/0774780-.3.3.8.7..-0.59.7.32.33.5.79: .3 203.32..33..3 .9.907./83 ../03.5..8/.7.780-:....3203:82.380-:..3./.3-. 2. .72..7.3. ./.3.-.:..32..2:3.2202700...:-07-:...0/:5.8..7 /30.:-:3.:3..3./05.39407..3/.3.38..3-078.809.0.32.:7.3808:.-..2..3-07-0/.32.907:8:83.3.3507.--07-..3/.3/0.8.7:207:5.32.3.7.8.2:3/02..33.7.43805:820.:39:20.00243/0449:3..3 808:..8-0:2/.907.32.3 203:95 503/.8..3/.39.25:.2.3 /.79:.83 2.3.2.33.2.30./  0.3 -.33.25:-07177.99.3203.3/.3/.. /..90780-:990.9.80-:..99.92.:...357.2203.8.3.0.22..907.5./.8203.47.3.2:3 .09.. 8::-.3 ..7.5-07-. 803.57.25.2.3.9.0..25:203.3/.79: 9/.%:.32..2.7./7/03./.703... 809././.9508289 $. 909.907...:39:80..3-039:.3-0730.3.7.3:3 .3...3 90./2.3 90780-:9907.:7.380-:.38 !079./.30/:5.3/..3:354..8.3.907./.3.320342-3.9./.3.9: .3:8.3.99..5.: 80-03.3-07-..8.. 9442.25...09 207:5.7.882.7.30--./.5..7 .-:.3425090383.8.3/503:40-07-.3$-..3-09:8.3.8./.3.83 /.. /.3.3 907.25:202.3507..200/.22.202-07. 80.5:3-:.3.-8.82:/./.7.380-./-07-.: -07.8 8.02.3:8.99.82.25:202-07.7..-. 70107038/0. 2.3 ./:3.9 793.3:39:2030/05.. .9.880/:5.8:39:203.32.503:8203.9.18:.80-:..3.3 .23:5438053-.3 3-40 -408.7.8.25:202.3:8.3   /&82..7.33.3-.3203. 503. 8.3-8.7. 07.37:5./...9:83...3/2.92.8..../.3:39:202-.438058.-.7...3 2.83:3.3/:3.33207:5...89. .92. 0-07.20::/.8.2..3 /02.8.3549038431. .90.3.2-.43805 .3/0. 08.9 .3.59..2../03.39.500203 00203.9 3/4308.8.25:207:2:8.3.3/.71.2.71.820 .25078509107..9$2:3/70:/ /80-..0307.78.39..73.8.0..9   $9:/0394. -.9.5.3... / 54891  0.3./.71.3.8.-07./.7.3 ..7.820 0.3-0781.3..7.59.80-.2. 907:8:83.7/73.2.3. .782.91 :.3.37.7.202.90703..9.58.92.90-07.3 2.2.3 438053/83. .33.3.7.3..9.32..203.3.7.3/9.2:5.39..:-070-...3/.7.25:-0757  ../.2.7.95082898 09.34380539039:9/.

/9990.85:8./078.278.3.82./.54350393...3.3/7:2:8.7...5./078.-   08758:820.34092.2203/08.-07./.3  . -0-07.3/..9 ./07 !43950393 .3203..3.

.8.9.33. 02-3.5.5020.3-..2.38/542..307.8.8/.7:820202.3/03.439. 803..38..3.3   43805:820.203/.3907..9 7.2:8230.3.3 ..3-..7.3 425090380502253.7:8/.8:/.7:8/2.3203.8 42:3.3. !7410843.7./.88.8.3.32.2070.3./.3503:8:95/.3390381/03.3.8. .01091.59.3:9/5079:3.25:20225307.8047.38./07.3#00..2.3549 2..25:2037988079.74 0-.:.380.8.3/.9 4254303-.82.38.3 9.9.7...09.98.39.-.3/..7.8 /. /.3//.32.38.3-0747039..8./072:8230.3 20225307.7./..39.2 . 502253507:-./07 80-../.3.. /.39. /. 2.5./079/..7.:.:. 203.3/.08..9 .3.5079.8.7425090383./.38.85.30-:..2502039.90780-:99079:.3/.5020..0-03.38. 2:3...9..7..3808:..8079.3.357410843.9/.808:..3..3 /.305.7.3.503:./.30 8.9..3/.7.3.7.8..8.8. :2.383. 20302-./..3.3 /..30 3/4308..25:202-07.9/03.7.3.2..25:.25:203.:.-07:93  !0309.:2.38.202-.:.08.3  !7412:8230.8/..0 3/4308..57412:8230./..3207:5./07/.33.6.7.5.3 .9.3-.:3.8.3203.7.9/.207.384:8.9:.3/..2:5.3907...3907.3/.-.0/:..30.3-07.980./07.7:8/2.2. 39009:.507: ..9 !03:.3507:-./5070..84.3.2   .25:202253 507:-.8.:.83.7.5./ .. 0-/.3 /0..707.3.8/./.88..3.../903.384:8/03.2574808 507:.309./.3 574-02./.507-..3:.2532.3.7.3/..3.5 6:..8850309.2. .7.7.8.8.820 .7.33./05.842.202.3.9/.92...7/..8:.2.02.3..73..39079.3.2/013878.8./.9/.3/.:.2070. 848.3.3907.3/7.29039.  - 03.3/2.7.3/0448 044.0-:9:. .34388903  -074397-:85.9  0.343889038 /..2   70/-9...33..8.7. /2.3 8.3.39073907.9 :.7./07 2../078.39.3:3..820/.../07 .9.3/7:2:8.2:3./..2.8247.8.3.7/.502-.3 /..5.798 2.7.35.9-07.339009:..3/.5..7-.2../..83..8.3/.  ../...3/. 9.9.2.3/..3..84..3.3.. #00.2.9.7.3:.7:820242509038798./07.3/.35027..3.3/:3.32.2.3/-/.09 2./70107038./3 425090387983..../07 ..7...8.3..33.-203:.703...3 5:- .314841807.3 70.8850309..8.7. .3..88 /0448.3 02.9-:/3 .32.3.3.3 2.98/.9 802.342509038.918484.3425700381 ..2 -039:2807...3/-.8.7.3-07470.2././..9./.3  542.317.73.38.84050309./03.5.9/.8 ./.2:5.34-091:.3 .25:.3549038/.380-.3:3.3...92:9.3 .38.5..38508.9.73.  $484.32.72020.02.8.39.73907.:.3.3-07-.79:.3 ..3 9..2:823/4308..3202 /.8/.507-.2:5..89:/.7:8/2.:.3.202-07.25:203. /.7.../.9:9.../..9 $0.700..9.3.2'807./.7../07202-.2  /..7..25:.3 0 3/4308.3/0875857412:8230.9.89.7-.7..34.3..42509038798.6./078. .3 .7.7:82022:50309.25.3...2.38.3...2.8507:-../07.32020-075.80-.8/. 02.800/./0720250309.2020907.9202-07.7.3 !0309.3/./07.5.9. .  ./..3.5.3  %07/..9:99. 8484:820.37.58 2.3..3 .8574-02..3..3207:5.383.73.38.3.2.3/:.:5.7./.384:8/..09  $090.8.708..8.847./075:3202507..32.8 5:8.3 5./07202 88902-07578./.880.8507843.980-.3.307.3/.384:857.33.8508.32.3202-. 507843.3.8.2.8007...3 2:.:2.3 20342:3..3202.39.90780-:9.2574808..3/.2/./.8. ..34250903879880-..9...902..../07-074.33907/85307  05..90780-:9.3574-02. 8079./07..7 -.3.3 203.88.25:..3:3...3202:33.35:-   0502253.2 70/-9.702:/..8/..30.2.3907-...

8.30.79..7.3./.8.307.84.78.3../0.3 .9.9803.-:9:0.7.37.2..8507843.3-07.589..32070..59.9.3507:-..3.3 9039:8. 203.507.8.1...2../:..7.3-07/448.-  .3507.8 /.2./.  /.2.3/:.8.0.3/.84..2-.807.35072.3  0 0302-.2:3.- !../..38..9...9.09 9442.7.507-0/. 03.39.380.8...20/:5./-:9:.3.3/.709   303$:9.1..9.3/.7 .7.8.203.7-09:8. .2:3..203.3 /.7.25:202.32880-.2202-07.2.02:3.9.    7.9 944. 90780-:9907.3..38.$:80 0/82.32.32020.93/4308.9.557-.--.31..3.3/.33..3.307.09:..20. 023. $0/.7./.7 ..88.32020..3.:.   0825:.5:7.703.9 !488/.3 /03./03.8 507-0/.8 507-0/.3/./:803.32.305.3 /.307...7   02.09:./.30-.7507.9.3  2.-.3.7:82.543./..2:.8.8. 25!07:-.3.9.20208.: 9.2202-:2.8.2 !:3/02.8202700.3-09:8.88 07..:.-2.9202-.9..8.394-/3 03:::820.38.5.3/.2 0/:5.907.2-8.3507./7./7/03.8/..  .3503..7.3.3:3..7.078.9/03.3507.2809.3503.3..8.02039  /.30-03..3...8.202-.7.!078 .9507:-..32.8.88..3507.9.7.7.390780-:9 9039: 9/..20::/..79.701472.9.3 6:..88.88.3507..3507. .1./.3 80-..3 .3-07-.7.35.39:.8.383.38.3/.7. 97:89 ..32033..9.38..3:5.3.09.34380582.+7:13.5/.7.88./03.02..7.-:23.25:202-:2../ /.2 !.72.3.307.3.3.3507.3 :73..2.3507.3  2030-.2.39.383..8./. 83.3 3.3503.3507.07.2...2 203008.92./2:..2:5.8.880-.80.71.32.3202./.3:8.8.203..71.3.3 90780-:9 03:7:9503:8 2.7.3:..8.3..3.3203.7.2..3/:35..33./.:/03. 207:5.3/.7.2.3.. 97:89 .2.42:3././03..8.9 08...9 .9078.3700.7.7.9: 80-./.543.380-.33.92.::5039.00203.8.2.39.8.543-0.2./.9-07.5:7./2.33.780.3:-:3.09:3.:3.89.7#0107038  /0&82.3.25: -078.394 #0.:.42:3..39.8 507-0/..  / 0204547/...32...3203.2.3  701 995.3 0.7.3 5027...828..7 .25:203..8.7808./03.7.. .07. 3.7.9./.7..9..  $9:/0394../.7..8.3.3809.79.3203.. 84.1..2 2../.380.8 84/./.39.7.32..8.80-..38.5.557-.3  &39:20::/.390780-:9 .3507843/03.8  #.390780-:9 $03.07/.3/..3-07-../.543..  0.3/./.:5.3.8/.2..8.809.7.00203 2.. 3.53/.:.8 :39:20.9. .9/.3.3/4308.3.25899039.7.320204547/..07.5430/2.72...39.8203:3:.397..3:39:203.7..9.7.7 2.3 203::3933.507..71./03....9..8.:82 3/4308.8 .305.9:0:..3.3/.. 3. 3...9:99.9 802../03./2..35..2./.9.32./202.8 84/.8.543/. 507.$ 08./.3  /$:7././.3:8.9.82..8/.7002032.. ...92.3507.9.9:.3/4308. .3.5488/.3 9047/.7.38.0-/99-07.8.7.72.9.8..9:.3.3:8.3907.:. 5:7..32:3./...3..3-071:3880-.32.79503933.9.19...0-.9 /..5..3802.

.

 54. :.

8:.794.

24/:*.

20::/.8!7410843.8.3 .8.820422:3947078.7948.3/4* 92 /$:./.3070. 7  ..3 .7.9..8.2.7.9..39:./.

  #8.    .   !:8./078.7.88.&39: ..808.7.3$/.79.9 .3820 !$ 4.3 4.9.79...7.9..   701 995.9:.39.9.:823/4308.3.3/07..7$579:.- . 9479./.32$/.8$48.280-:..8...907.38.503.

.

 /05/3.8 4 /.

7. !4890/-%.9 .8/3/4308.8.7-094!4898 942   ./..2/.01:7#4. $.2.3 4/0739.48.9! .9.:16.4220398 /07!4898 $:-8.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful