P. 1
Masyarakat Madani

Masyarakat Madani

|Views: 202|Likes:
Published by Jenny Valentin

More info:

Published by: Jenny Valentin on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2015

pdf

text

original

Masyarakat Madani

Pendahuluan Masyarakat madani, yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society), kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Saat ini gejala itu sudah ada, sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas. Masyarakat Sipil Vs Militer Dalam tataran praktis sementara orang melihat, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini, konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. Koreksi kritis terhadap peran sosial ABRI bagi sementara orang merupakan keharusan sejarah setelah melihat betapa rezim lama memposisikan ABRI sebagai “backing” untuk melindungi kepentingan-kepentingan kelompok ekonomi kuat tertentu yang memiliki akses bagi penguatan legitimasi politik Soeharto. Sementara mereka tidak melihat komitmen yang sebanding untuk fungsi substansialnya yakni pertahanan dan keamanan. Berlanjutnya kerusuhan di beberapa tempat dan terancamnya rasa aman masyarakat, serta kekurangprofesionalan dalam teknik penanganan pada kasuskasus politik tertentu merupakan bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan pada fungsi utamanya. Maka sangat wajar bila kader-kader militer dipersilahkan untuk hengkang dari posisi eksekutif dan legislatif, ke tempat yang lebih fungsional yakni barak-barak. Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI, khususnya tugas kekaryaan, sebenarnya syah-syah saja namun masalahnya apakah masyarakat madani tepat bila hanya dipersepsikan sebagai bentuk peminggiran peran militer. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini. Masyarakat Sipil Vs Negara Masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society) dalam wacana baku ilmu sosial pada dasarnya dipahami sebagai antitesa dari “masyarakat politik” atau negara. Pemikiran itu dapat dilacak dari pendapatnya Hobbes, Locke, Montesquieu, Hegel, Marx, Gramsci dan lain-lain. Pemikiran mengenai masyarakat sipil tumbuh dan berkembang sebagai bentuk koreksi radikal kepada eksistensi negara karena peranannya yang cenderung menjadi alat kapitalisme. Substansi pembahasannya terletak pada penggugatan hegemoni negara dalam melanggengkan kekuatan kelompok kapitalis dengan memarjinalkan peran masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah kekuatan nonpemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk

mengurangi tekanan-tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya. Akan tetapi di sisi lain, mendukung peran pemerintah dalam menjadi juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam masyarakat. Dengan kata lain perlu adanya reposisi struktural dan kultural antar komponen dalam masyarakat, sederhananya, “serahkan urusan rakyat pada rakyat, dan posisikan pemerintah sebagai pejaga malam”. Penggugatan peran pemerintah oleh rakyat dalam konstelasi sosial di Indonesia bukan sama sekali baru. Bob S.Hadiwinata (1999) mencatat sejarah panjang gerakan sosial di Indonesia, yakni sejak abad ke-19 sampai masa orde baru. Menurutnya pemerintahan orde baru, Soeharto, telah “berhasil” mengangkangi hak-hak sipil selama 32 tahun, dengan apa yang ia sebut “tiga strategi utama”. Dan selama itu pula proses marjinalisasi hak-hak rakyat terus berlangsung, untuk kepentingan sekelompok pengusaha kroninya, dengan bermodalkan slogan dan jargon “pembangunan”. Celakanya rembesan semangatnya sampai pada strata pemerintahan yang paling bawah. Camat, lurah, sampai ketua RT pun lebih fasih melantunkan slogan dan jargon yang telah dipola untuk kepentingan ekonomi kuat. Tetapi sementara mereka menjadi gagap dalam mengaksentuasikan kepentingan rakyatnya sendiri. Maka yang terjadi, pasar yang telah mentradisonal menghidupi ribuan masyarakat kecil di bongkar untuk dijadikan mall atau pasar swalayan. Demikian pula, sawah dan kebun petani berubah fungsi menjadi lapangan golf. Perubahan yang terjadi di luar jangkauan kebutuhan dan pemikiran masyarakat karena mekanisme musyawarah lebih banyak didengungkan di ruang penataran ketimbang dalam komunikasi sosial. Masyarakat Peradaban dan Jahiliyah Umat Islam telah memperkenalkan konsep masyarakat peradaban, masyarakat madani, atau civil society, adalah Nabi Muhammad, Rosullullah s.a.w sendiri yang memberikan teladan ke arah pembentukan masyarakat peradaban tersebut. Setelah perjuangan di kota Makkah tidak menunjukkan hasil yang berarti, Allah telah menunjuk sebuah kota kecil, yang selanjutnya kita kenal dengan Madinah, untuk dijadikan basis perjuangan menuju masyarakat peradaban yang dicita-citakan. Di kota itu Nabi meletakan dasar-dasar masyarakat madani yakni kebebasan. Untuk meraih kebebasan, khususnya di bidang agama, ekonomi, sosial dan politik, Nabi diijinkan untuk memperkuat diri dengan membangun kekuatan bersenjata untuk melawan musuh peradaban. Hasil dari proses itu dalam sepuluh tahun, beliau berhasil membangun sebuah tatanan masyarakat yang berkeadilan, terbuka dan demokratis dengan dilandasi ketaqwaan dan ketaatan kepada ajaran Islam. Salah satu yang utama dalam tatanan masyarakat ini adalah pada penekanan pola komunikasi yang menyandarkan diri pada konsep egaliterian pada tataran horizontal dan konsep ketaqwaan pada tataran vertikal. Nurcholis Madjid (1999:167-168) menyebut dengan semangat rabbaniyah atau ribbiyah sebagai landasan vertikal, sedangkan semangat insyanyah atau basyariah yang melandasi komunikasi horizontal. Sistem sosial madani ala Nabi s.a.w memiliki ciri unggul, yakni kesetaraan, istiqomah, mengutamakan partisipasi, dan demokratisasi. Esensi ciri unggul tetap relavan dalam konteks waktu dan tempat berbeda, sehingga pada dasarnya prinsip itu layak diterapkan apalagi di Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim tanpa mengusik kepentingan dan keyakinan kelompok minoritas. Mengenai hal yang terakhir ini Nabi s.a.w telah memberi cotoh yang tepat, bagaimana sebaiknya memperlakukan kelompok minoritas ini. Mungkinkah terwujud? Berdasarkan kajian di atas masyarakat madani pada dasarnya adalah sebuah komunitas sosial dimana keadilan dan kesetaraan menjadi fundamennya. Muara dari pada itu adalah pada demokratisasi, yang dibentuk sebagai akibat adanya partisipasi nyata anggota kelompok masyarakat. Sementara hukum diposisikan sebagai satu-satunya alat pengendalian dan pengawasan perilaku

masyarakat. Dari definisi itu maka karakteristik masyarakat madani, adalah ditemukannya fenomena, (a) demokratisasi, (b) partisipasi sosial, dan (c) supremasi hukum; dalam masyarakat. Pertama, sehubungan dengan karakteristik pertama yakni demokratisasi, menurut Neera Candoke (1995:5-5) social society berkaitan dengan public critical rational discource yang secara ekplisit mempersyaratkan tumbuhnya demokrasi. Dalam kerangka itu hanya negara yang demokratis yang menjamin masyarakat madani. Pelaku politik dalam suatu negara (state) cenderung menyumbat masyarakat sipil, mekanisme demokrasi lah yang memiliki kekuatan untuk mengkoreksi kecenderungan itu. Sementara itu untuk tumbuhnya demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran berpribadi, kesetaraan, dan kemandirian. Syarat-syarat tersebut dalam konstatasi relatif memiliki linearitas dengan kesediaan untuk menerima dan memberi secara berimbang. Maka dalam konteks itu, mekanisme demokrasi antar komponen bangsa, terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian yang terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita-citakan tersebut. Kedua, partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik untuk terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi bilamana tersedia iklim yang memungkinkan otonomi individu terjaga. Antitesa dari sebuah masyarakat madani adalah tirani yang memasung secara kultural maupun struktural kehidupan bangsa. Dan menempatkan cara-cara manipulatif dan represif sebagai instrumentasi sosialnya. Sehingga masyarakat pada umumnya tidak memiliki daya yang berarti untuk memulai sebuah perubahan, dan tidak ada tempat yang cukup luang untuk mengekpresikan partisipasinya dalam proses perubahan. Tirani seperti inilah, berdasarkan catatan sejarah, menjadi simbol-simbol yang dihadapi secara permanen gerakan masyarakat sipil. Mereka senantiasa berusaha keras mempertahankan status quo tanpa memperdulikan rasa keadilan yang berkembang dalam masyarakat. Pada masa orde baru cara-cara mobilisasi sosial lebih banyak dipakai ketimbang partisipasi sosial, sehingga partisipasi masyarakat menjadi bagian yang hilang di hampir seluruh proses pembangunan yang terjadi. Namun kemudian terbukti pemasungan partisipasi secara akumulatif berakibat fatal terhadap keseimbangan sosial politik, masyarakat yang kian cerdas menjadi sulit ditekan, dan berakhir dengan protes-protes sosial serta pada gilirannya menurunnya kepercayaan masyarakat kepada sistem yang berlaku. Dengan demikian jelaslah terbukti bahwa partisipasi merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani. Demokrasi tanpa adanya partisipasi akan menyebabkan berlangsungnya demokrasi pura-pura atau pseudo democratic sebagaimana demokrasi yang dijalankan rezim orde baru. Ketiga, penghargaan terhadap supremasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan. Al-Qur’an menegaskan bahwa menegakan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa (Q.s. Al Maidah:5-8). Dengan demikian keadilan harus diposisikan secara netral, dalam artian, tidak ada yang harus dikecualikan untuk memperoleh kebenaran di atas hukum. Ini bisa terjadi bilamana terdapat komitmen yang kuat diantara komponen bangsa untuk iklas mengikatkan diri dengan sistem dan mekanisme yang disepakati bersama. Demokrasi tanpa didukung oleh penghargaan terhadap tegaknya hukum akan mengarah pada dominasi mayoritas yang pada gilirannya menghilangkan rasa keadilan bagi kelompok lain yang lebih minoritas. Demikian pula partisipasi tanpa diimbangi dengan menegakkan hukum akan membentuk masyarakat tanpa kendali (laissez faire). Dengan demikian semakin jelas bahwa masyarakat madani merupakan bentuk sinergitas dari pengakuan hak-hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat, dimana dalam implentasi kehidupan peran hukum stategis sebagai alat pengendalian dan pengawasan dalam masyarakat. Namun timbul pertanyaan sejauh mana kesiapan bangsa Indonesia memasuki masyarakat seperti itu. Penutup Seperti telah dikemukakan di atas, masyarakat madani membutuhkan institusi

sosial, non-pemerintahan, yang independen yang menjadi kekuatan penyeimbang dari negara. Posisi itu dapat ditempati organisasi masyarakat, maupun organisasi sosial politik bukan pemenang pemilu, maupun kekuatan-kekuatan terorganisir lainnya yang ada di masyarakat. Akan tetapi institusi tersebut selama orde baru relatif dikerdilkan dalam arti lebih sering berposisi sebagai corong kepentingan kekuasaan ketimbang menjadi kekuatan swadaya masyarakat. Hegemoni kekuasaan demikian kuat sehingga kekuatan ril yang ada di masyarakat demikian terpuruk. Padahal merekalah yang sebenarnya yang diharapkan menjadi lokomotif untuk mewujudkan masyarakat madani. Ada memang beberapa LSM yang secara konsisten memainkan peranan otonomnya akan tetapi jumlahnya belum signifikan dengan jumlah rakyat Indonesia yang selain berjumlah besar juga terfragmentasi secara struktural maupun kultural. Fragmentasi sosial dan ekonomi seperti itu sangat sulit mewujudkan masyarakat dengan visi kemandirian yang sama. Padahal untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi membutuhkan kesamaan visi dan kesadaran independensi yang tinggi. Dengan demikian boleh jadi masyarakat peradaban yang kita cita-citakan masih membutuhkan proses yang panjang. Dan boleh jadi hanya impian manakala pro status quo tetap berkuasa. Kepustakaan: Bob S.Hadiwinata, “Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah, Kelangsungan, dan Transformasinya”, dalam Wacana (Jurnal Ilmu Sosial Transformatif). Edisi 1.Vo.1,1999. Craig Calhoun, “Social Theory of the Politics of Identity”, Blackwell Publihers, USA,1994. Nezar Patria, dan Andi Arief, “Antonio Gramci: Negara dan Hegemoni”, Pustaka Pelajar 1999. Neera Chandoke, “State and Civil Society: Exploration in Political Theory”. New Delhi dan London: Sage Publication,1955. Nico Schulte Nordholt, “Menyokong Civil Society dalam era Kegelisahan”, dalam Mengenang Y.B. Mangunwijaya, Sindhunata (eds.).Kanisius, 1999. Nurcholis Madjid, “ Cita-cita Politik Islam Era Reformasi”, Paramadina, 1999. ?

Masyarakat Madani
Sabtu, 06-06-2009 08:50:51 oleh: Arisakti Prihatwono Kanal: Opini Beberapa hari ini kita mendapat berita yang mengejutkan baik dari dalam maupun luar negeri. Berita tersebut sangat menggoncangkan perasaan kita. Mulai dari perebutan kursi tertinggi di Istana Negara, drama Manohara, pembelaan Ambalat, drama Ibu Prita dengan kasus OMNI Internasional dan yang paling terbaru dan dahsyat adalah pidato Obama kemarin di Kairo Mesir. Jika kita mau lebih melihat persoalan diatas. Kita akan melihat sebuah kehidupan. Kehidupan yang nyata di dunia. Penuh lika liku, intrik, cerita sedih, keberhasilan dan kepercayaan diri. Kita seperti dihentakkan ke atas dan ke bawah saat melihat berita tersebut. Hidup kita adalah sebuah garis lurus yang linier. Garis itu adalah garis tangan kita berdasarkan pilihan hidup yang kita pilih. Tidak peduli jalan itu adalah jalan yg benar atau tidak, kita tetap menjalani pilihan kita dengan penuh konsekuensi.

Dari semua itu kita menyadari bahwa kita hidup dalam sebuah peradaban. Sebuah peradaban manusia yang ada pada suatu kurun waktu saat bumi dan dunia ini ada. Kita ada sekarang ini. Suatu saat anak cucu kita akan melihat apa yang kita lakukan melalui guratan sejarah yang kita buat. Itulah mengapa pidato Obama menjadi sedemikian penting. Mengambil tempat di Universitas Kairo merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pemimpin adidaya di peradaban saat ini untuk mengemukakan issue yang mutakhir. Kairo adalah lambang ilmu pengetahuan Islam sejak berabad lampau. Tempat lahirnya banyak pemikir Islam modern. Disinilah simbol renaisance Islam ingin ditonjolkan oleh Obama. Dalam pidatonya yang selalu menawan. Obama ingin sekali memberi harapan kepada dunia yang baru. Sebuah dunia yang menghargai dengan cara pandang yang baru dan dewasa. Perhatian Obama juga tercurah untuk sebuah hubungan Palestina - Israel. Ini memang batu sandungan bagi siapapun yang ingin membangun tata kelola dunia yang baru. Tidak terkecuali Obama. Dibesarkan oleh ayah muslim dengan masa kecil di Jakarta, tetapi mendapat sokongan penuh dari donatur Yahudi, menjadi teramat sulit untuk dia melangkah. Namun bagi muslim, tidaklah boleh melihat langkah seseorang dengan sudut pandang negatif. Sebagai muslim, kita selalu diajarkan untuk selalu khusnudhon dalam melihat kehidupan ini termasuk Obama sekalipun. Saya sebagai pribadi menyatakan kagum atas pidato-pidatonya, termasuk pidato kemarin. Dengan lancar dan fasih beliau menyebutkan beberapa kata dalam bahasa Arab bahkan menyebut nama Muhammad dengan diiringi kalimat "semoga Tuhan memberkahinya". Pilihan katanya dan referensi atas Qur'an, Taurat merupakan nilai tambah pidato kemarin. Namun dari semua itu kita ingin bahwa pidato ini menjadi sebuah awal berubahnya sudut pandang Amerika terhadap Islam khususnya Arab. Perubahan ini harus dilakukan secara simultan dengan berubahnya policy terhadap isu-isu Islam dan Arab. Perubahan ini haruslah bersifat politik dan hendaknya harus segera dirasakan oleh dunia Islam. Perumusan perubahan harus segera dan inilah saatnya jika Amerika untuk berubah. Jika waktu ini disia-siakan segeralah akan terungkap bahwa pidato Obama hanyalah sekedar simbolisasi atau pencitraan semata. Citra tanpa tindakan adalah omong kosong yang dibalut dengan pujian dan nyanyian indah. Indah tapi kosong. Berlanjut dengan khotbah di masjid saat Jumatan hari ini. Saya diingatkan tentang pembangunan masyarakat akan menuju ke pembangunan masyarakat yang sesuai dengan masyarakat Madinah saat Rasulullah SAW memimpin. Itulah yang disebut masyarakat madani. Sebuah masyarakat yang saling menghormati, tidak membedakan berdasarkan golongan, ras dan keturunan, bahkan kekayaan. Semua menjadi sama di hadapan hukum. Pembangunan masyarakat dimulai dari transformasi nilai dan budaya di keluarga berlanjut hingga kokohnya nilai dan etika sebuah bangsa. Suatu saat nanti kita akan melihat suksesi kepemimpinan dengan santun tanpa black campaign, santun, terhormat. Suatu saat kita akan melihat sebuah keluarga yang dibesarkan dengan nilai-nilai yang terhormat. Mendapatkan jodoh yang sholeh sholehah. Tanpa kekerasan, tanpa kebohongan, tanpa tipu daya. Jujur dan amanah. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT.

MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY) DAN PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Terlahirnya istilah masyarakat madani di Indonesia adalah bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. istilah masyarakat madani semakin banyak disebut.[1] Dewasa ini. Tetapi perkembangannya menunjukkan istilah masyarakat madani juga disebut-sebut oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan politik. Wiranto. misalnya mantan Presiden B. Memencari padan kata “masyarakat madani” dalam literatur bahasa kita memang agak sulit. Kesulitan ini tidak hanya disebabkan karena adanya hambatan psikologis untuk menggunakan istilah-istilah tertentu yang berbau Arab-Islam tetapi juga karena tiadanya pengalaman empiris diterapkannya nilai-nilai “masyarakat madaniyah” dalam tradisi kehidupan social dan politik bangsa kita. Istilah masyarakat madani pun sebenarnya sangatlah baru.J. Tanpa arogan. Namun banyak orang memadankan istilah ini dengan istilah civil society. habibie. misalnya Nurcholish Madjid. Emil Salim. Yang melindungi siapapun dia. penjual dan pembeli. Kemudian mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Indonesia termasuk seorang Nurcholish Madjid yang telah melakukan rekonstruksi terhadap masyarakat madani dalam sejarah islam pada artikelnya “Menuju Masyarakat Madani”. dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara festival Istiqlal. pemberi jasa dan penerima jasa. kehidupan yang menyangkut prinsip pokok dari masyarakat madani sudah ada. Sehingga masyarakat madani dalam artian negara menjadi suatu citacita bagi negara Indonesia ini. ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. 26 september 1995. Padahal istilah “masyarakat madani “ dan civil . ke Indonesia membawa “ istilah masyarakat madani” sebagai terjemahan “ civil society”. pada tingkat masyarakat kecil. societas civilis (Romawi) atau koinonia politike (Yunani). Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. tanpa maksud menyakiti dan menghakimi yang tidak berdaya. toleransi dan human righttermasuk didalamnya adalah demokrasi. Sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk.Suatu saat kita akan melihat sebuah masyarakat yang menghormati yang lemah. Soesilo bambang Yudoyono dan masih banyak lagi. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT. meskipun sebenarnya pada wilayah-wilayah tertentu. Naquib al-Attas seorang filosof kontemporer dari negeri jiran Malaysia dalam studinya baru-baru ini. model masyarakat madani merupakan tipe ideal suatu mayarakat Indonesia demi terciptanya integritas sosial bahkan integritas nasional. mula-mula terbatas di kalangan intelektual. hasil pemikiran Prof. Suatu masyarakat yang menghormati konsumen dan produsen.[2] Masyarakat madani atau yang disebut orang barat Civil society mempunyai prinsip pokok pluralis. dan Amien Rais. Secara seimbang dalam koridor hukum yang kuat dan adil.

atau sintesa Talcott Person tentang karisma Weber dan individualism Durkheim. Yaitu. Yang kedua ini menurut Seligman. antropologi politik. Dalam pengertiancivil society dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi. civil society menjadi wilayah kajian filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai kata “civilized”. Adam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari sudut konsep sosiologis. meskipun berasal dari latar belakang system budaya negara yang berbeda. Atau dengan kata lain bicara civil society sama dengan bicara demokrasi. yang artinya memiliki peradaban(civilization). Masyarakat madani merujuk pada tradisi Arab-Islam sedang civil society tradisi barat non-Islam. Marshall. dan social thoughts) . terdapat analisis yang mencakup dari kedua aspek (civil Society I dan II). sehingga masyarakat madani bias berarti masyarakat kota atau perkotaan . civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. Dalam wacana civil society I di Indonesia lebih menekankan aspek horizontal dan biasanya dekat dengan aspek budaya. Civil society di sini erat dengan “civility” atau keberadaban dan “fraternity”. yang menurut Seligman dikembangkan oleh T. Hal ini dirasakan karena makna diantara keduanya banyak mempunyai persamaan prinsip pokoknya. kajian civil society sekarang ini mengarah pada kombinasi antara konsep durkheim tentang moral individualism dan konsep Weber tentang rasionalitas bentuk modern organisasi sosial. Perbedaan ini bisa memberikan makna yang berbeda apabila dikaitkan dengan konteks istilah itu muncul. [4] Penggunaan istilah masyarakat madani dan civil society di Indonesia sering disamakan atau digunakan secara bergantian. kata “madani” tentu saja berkaitan dengan kata “madinah” atau „kota”. Dancivil society ini merupakan obyek kajian dalam dunia politik (sosiologi politik. tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota. tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis.yaitu yang berperadaban. Aspek ini dibahas pemikir masyarakat madani atau madaniah yang mencoba melihat relevansi konsep tersebut (semacam “indigenisasi”) dan menekankan toleransi antar agama.[5] Pemetaan tentang civil society pernah dilakukan oleh Michael W. Sedangkan yang kedua. Untuk yang pertama. Namun dalam perkembangannya . hingga menghasilkan kombinasi atau tipe Civil society III. dalam tingkatan kelembagaan dan organisasi sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Analis utama dalam kelompok ini adalah Nurcholish Madjid yang mencoba melihatcivil society berkaitan . Foley dan Bob Edwards yang menghasilkan Civil Sosiety I danCivil Society II.[3] Dalam bahasa Arab.H. tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. istilah kota disini. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat yang berada di perkotaan. Meskipun begitu. dan dalam kamus bahasa Arab dengan kata “tamaddun” yang juga berarti peradaban atau kebudayaan tinggi.society berasal dari dua sistem budaya yang berbeda.

terdiri dari berbagai suku dan agama. Terjemahan yang diIndonesiakan adalah Masyarakat warga atau masyarakat kewargaan dan digunakan oleh ilmuwan politik .[8] Pembahasan civil society III merupakan upaya untuk mempertemukan civil sosiey I dan civil society II. terdapat perdebatan apakah partai politik atau konglomerat termasuk disini atau apakah semua organisasi yang non-negara merupakan civil society. terbuka dan demokratif.[10] Di sini pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk. Pluralisme harus difahami sebagai .[6] Penggunaan konsep madani ini mendapat kritik dari kelompok yang menggunakan “civil society’ dengan Muhammad Hikam sebagai pemikir utamanya. seperti toleransi dan juga pluralisme. yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi. dengan landasan taqwa kepada Allah dalam arti semangat ketuhanan Yang Maha Esa. seperti demokratisasi dan partisipasi erat kaitannya dengan situasi horizontal atau SARA.dengan masyarakat kota madinah pada jaman Rosulullah. Sebab toleransi dan pluralisme adalah wujud ikatan keadaban (bond of civility).[9] Maka dari itu. beraneka ragam. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar sebagai “kebaikan negative”. Jadi civil society II dapat bermakna beragam dan ada pula yang mndefinisikan “civil society’ sebagai “the third sector” yang berbeda dari pemerintah dan pengusaha. Transisi Menuju demokrasi(1999). perspektif masyarakat madani di Indonesia dapat dirumuskan secara sederhana. Wacana dalam civil Society II memfokuskan pada aspek “vertical” dengan mengutamakan otonomi masyarakat terhadap negara dan erat dengan aspek politik. piagam madinah merupakan dokumen politik pertama dalam sejarah umat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme dan toleransi. adalah merupakan kelanjutan nilai-nilai keadaban(tamaddun). Dalamcivil society II. Kedua aspek tersebut mengalami represi dan sejak reformasi 1998 muncu ke permukaan dan membutuhkan perhatian dalam proses re-integrasi.Menurut Madjid. sementara toleransi di Eropa (Inggris ) baru dimulai dengan The Toleration Act of 1689. Pemahaman civil society II intinya menekankan asosiasi diantara individu (keluarga) dengan negara yang relatif otonom dan mandiri. Namun. Walaupun kedua kelompok tersebut erat dengan “Islam cultural” namun contoh masyarakat Madinah kurang mencerminkan relevansi dengan Indonesia. Kombinasi antaraCivil society I dan II yang menjadi civil society III telah dibahas oleh Afan Gaffar di bukunya Politik Indonesia. yaitu membangun masyarakat yang adil. istilah “civil” dekat dengan “citizen’ dan “liberty”. Perdebatan utamanya terletak pada bentuk masyarakat ideal dalamcivil society tersebut. hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme. Konsep civil society III ini yang dirasa relevan dengan masyarakat Indonesia dimana keadaan vertical (antar lapisan dan kelas). bukan pluralisme. konsep masyarakat warga atau kewargaan digunakan pula oleh Ryaas Rasyid dan Daniel Dhakidae. Dibahas pula oleh Paulus Wirutomo dalam pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul Membangun Masyarakat Adab: Suatu Sumbangan Sosiologi.[7] Selain civil society dan masyarakat madani. Ditambah legalnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur.

(4) Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani b. tidak berhubungan satu dengan lainnya. disegregasikan. Uraian Materi 2 . puncak dominasi Belanda atas wilayah nusantara tercapai dengan didirikannya “negara” Nederland Indie. Pluralisme jenis kedua ini kira-kira mulai abad 13 ketika agama islam mulai berkembang di Indonesia. and Glory”. dan belum memiliki mobilitas yang tinggi karena teknologi komunikasi dan transportasi yang mereka miliki belum memadai. Pluralisme kompetitif. Kenyataan negara ini menjadi sebuah kesatuan organic yang memiliki satu pusat pemerintah yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum dan pusat kekuasaan yang riil. Pluralisme SARA memang diperlemah. pluralisme dalam keberagamaan dapat dibagi menjadi 3 jaman perkembangannya. dan kemudian disusul dengan kedatangan agama Barat atau agama Kristen (baik katolik maupun Protestan) pada kira-kira abad 15. konflik dan peperangan mulai terjadi diantara kerajaan islam di pesisir dengan sisa-sisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa. Yang di maksud istilah ini adalah pluralisme yang relative stabil. Gold. 2. maka pada akhir kegiatan belajar dapat : (1) Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani (2) Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat madani (3) Menjelaskan proses demokrasi menuju masyarakat madani. Agama-agama suku hidup dalam claim dan domain yang terbatas. yaitu: 1.[12] Ciri-Ciri Masyarakat Madani 2. Di awal abad ke 20. Pluralisme Modern atau pluralisme organik. dan dibuat terfragmentasikan demi kepentingan Belanda. Ketika penjajah dating dengan konsep “God. Kegiatan Belajar 2 a.[11] Di Indonesia. karena kemajemukan suku dan masyarakat pada umumnya masih berada dalam taraf statis. persaingan antara Islam dan Kristen terus berlangsung hingga akhir abad 19. Mereka hidup dalam lingkungan yang relative terisolasi dalam batas-batas wilayah yang tetap. antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkan. Pluralisme cikal-bakal. .„pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban”. Tujuan Kegiatan Belajar 2 Apabila telah mempelajari kegiatan belajar 1 dengan baik. 3. Kemudian upaya-upaya mansipasi SARA pun terjadi dalam peristiwa Sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan 1945. Keadaan seperti ini tidak banyak berubah sampai datang pengaruh agama yaitu agama Hindu dan Budha dengan tingkat peradabannya masing-masing. Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia.

yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. memilih calon pemimpin secara jujur-adil. dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi. mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat. memiliki pengertian kesejagatan. demokratis. kesetaraan. yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (2) (3) (4) (5) Partai politik 3. (1) Lembaga Pers Supremasi Perguruan Swadaya Masyarakat (LSM) bebas hukum Tinggi yang .CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. kritis argumentatif. bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. dan kreatif. dan religius dengan bercirikan imtak. berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis. berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab. sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. memahami daerah Indonesia saat ini. mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. berkumpul. yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat. menerima semangat Bhineka Tunggal Ika. Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Free public sphere (ruang publik yang bebas).berani dan mampu menjadi saksi. Toleransi. serta mempublikasikan informasikan kepada publik. Demokratisasi. yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. Pluralisme. berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan. berserikat. 4. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia. Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 1. 2. maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas. menyikapi mass media secara kritis dan objektif.

antara lain melalui peranannya sebagai berikut : 1. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas Hubungan jumlah 6. Keadilan sosial (social justice). pemberdayaan civil society perlu ditekankan. 3. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata 2. Partisipasi sosial. artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum diantaranya : 1. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab.5. Sebagai kontrol terhadap negara 4. 5. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) . ataupun intervensi penguasa/pihak lain. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 2. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”. Masih Kondisi Pemutusan ekonomi rendahnya nasional Kerja yang (PHK) pendidikan belum sepihak stabil dalam politik pasca krisis yang masyarakat moneter besar yang sama tanpa kecuali. yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban. serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. 6. Keadilan harus diposisikan secara netral. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3. tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. Supremasi hukum. 7. Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia 4. intimidasi.

Karakteristik masyarakat madani adalah : (1) Free public (2) (3) (4) (5) Keadilan (6) (7) Supremasi hukum sphere (ruang publik yang bebas) Demokratisasi Toleransi Pluralisme justice) sosial sosial Partisipasi (social MASYARAKAT MADANI: AKTUALISASI PROFESIONALISME COMMUNITY WORKERS DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DR. kalangan bisnis. Rangkuman Materi 2 1. Ada dua kata yang langsung masuk ke pusat kesadaran saya: yakni mengenai kata community workers dan kedua mengenai kata masyarakat madani yang berkeadilan. misalnya berupa perjanjian. dan mamaknai kehidupannya. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik. Saya yakin mahasiswa keberatan dengan istilah itu karena pekerja sosial masyarakat bisa menunjuk pada para pekerja sosial volunteer sebagai kontraposisi dari pekerja sosial profesional. EDI SUHARTO MSC PENGANTAR Ketika mahasiswa memberikan judul orasi ilmiah: “Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Yang Berkeadilan”. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. 2.5. dan bentuk organisasi-organsasi lainnya. mahasiswa bukannya tidak mengetahui terjemahan community workers yang secara harafiah bisa di-Indonesiakan menjadi para pekerja (sosial) masyarakat. Mungkin mahasiswa tahu bahwa ternyata makna masyarakat madani bisa merosot menjadi sebuah makna masyarakat lain yang tidak sejalan dengan visi dan misi civil society. Rukun Warga. Lantas bagaimana soal masyarakat madani yang berkeadilan? Apakah jika istilah “masyarakat madani” tanpa tambahan kata sifat “yang berkeadilan” memiliki arti yang berbeda atau setidaknya tidak sesuai dengan arti “masyarakat madani” yang sejati? Untuk soal ini saya mencoba menerkanerka. 3. khususnya community workers. dalam . koperasi. Namun saya juga tahu bahwa istilah pekerja sosial masyarakat telah mengalami erosi dan degradasi makna. saya yakin. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. Rukun Tetangga. Mengapa istilah community workers tidak dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia? Mengapa istilah masyarakat madani harus disertai dengan kata “yang berkeadilan”? Saya mencoba memahami. Atau mungkin mahasiswa ingin menunjukkan sebuah makna baru dari istilah masyarakat madani? Yang ingin saya tunjukkan dari paparan di atas adalah bahwa memang masih banyak tantangantantangan yang dihadapi oleh pekerja sosial. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun. c. menjalani. Soal community workers.

Kemudahan pasar tenaga kerja. 2.mengaktualisasikan jati dirinya. Egalitarianisme yang kuat. Faham ini percaya bahwa semua ini dapat diatasi lewat intervensi negara terhadap pasar. 2000: 8-17). Negara memiliki kewajiban untuk menyediakan segala yang tidak bisa diberikan oleh pasar. Pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal. Termasuk dalam dunia dwikutub (bipolar). Demokrasi Sosial Klasik. Modernisasi linear. maka ciri utama Neoliberalisme adalah memusuhi pemerintah. Apalagi tantangan-tantangan dalam kaitannya dengan tujuan profesionalismenya. Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman Modernisasi linear. Tantangan-tantangan tersebut masih belum beranjak dari persoalan epistemologi. Negara kesejahteraan (welfare state) yang komprehensif: melindungi warga negara “sejak lahir sampai mati”. Dengan sedikit modifikasi pada judulnya. Msyarakat madani yang otonom Fundamentalisme pasar. Secara ringkas. pelopor konsevatisme di Inggris. Intervensi pemerintah dalam perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan adalah mutlak diperlukan. kita tengok secara sepintas dua paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani. yang oleh Anthony Gidden disebut sebagai “Jalan Ketiga”. Giddens (2000:8) memberikan ciri-ciri Demokrasi Sosial Klasik:             Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial. Peran pasar yang dibatasi: ekonomi sosial atau campuran. Kemudian akan mencoba mengusulkan sebuah pandangan baru. Neoliberalisme Neoliberalisme dikenal juga dengan Thatcherisme (Margaret Thatcher adalah mantan PM Inggris yang sangat setia mengikuti faham neoliberalisme semasa berkuasa). Menuut Giddens (2000:9):Ciri-ciri Neoliberalisme adalah:           Pemerintah minimal. Kesadaran ekologis yang rendah. Intinya peran negara tidak dibenarkan secara ekonomis dan harus digantikan oleh superior pasar. menyatakan dengan jelas ketidaksukaannya kepada negara. yakni mewujudkan masyarakat madani. Internasionalisme. Manajemen permintaan Keynesian dan korporatisme. . yaitu Demokrasi Sosial Klasik dan Neoliberalisme (lihat Giddens. Pemerintahan Reagan dan Thatcher mendasarkan diri pada gagasan ini dan menganut skeptisisme liberal klasik mengenai peran negara. Edmund Burke. sebagian besar dari makalah ini ingin mencoba menyingkap tirai itu. Penerimaan ketidaksamaan. Otoritarianisme moral dan individualisme ekonomi yang kuat. Kesadaran ekologis yang rendah. Jika perluasan perannya terlalu jauh dapat mematikan kebebasan dan kemandirian. Demokrasi Sosial Klasik atau Demokrasi Sosial Gaya Lama memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif. 1. Negara mendominasi masyarakat madani Kolektivisme. DUA PARADIGMA Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya. Nasionalisme tradisional. Kekuatan publik dalam masyarakat demokratis adalah representasi dari kehendak kolektif. Apabila Demokrasi Sosial Klasik cenderung pro pemerintah.

terbuka dan terpercaya.  Teori realis tentang tatanan internasional. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter. 6. civil responsibility dan civil resilience). dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. 2. 2. 5. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. dan kelompok dalam masyarakat. 3. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan programprogram pembangunan di wilayahnya. yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. Adanya jaminan. 6. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 5. Apabila diurai. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasiorganisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. Namun demikian. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil. 4. taken for granted. sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Adanya hak. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb: 1. 7. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. Dari beberapa ciri tersebut. 7. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan programprogram pembangunan yang berbasis masyarakat. keluarga. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. . maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. Menurut Blakeley dan Suggate (1997). yang hampa udara. Bila kita kaji. 3. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. Termasuk dalam dunia dwikutub.” Merujuk pada Bahmueller (1997). masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. 4. MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. hukum. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. diantaranya: 1. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market.

Elitisme dan communalisme. diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. Konservatisme filosofis. Pluralisme versus rasisme. rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Masyarakat madani yang aktif. “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. Dengan kata lain. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. Tak ada hak tanpa tanggungjawab. Pada tingkat organisasi. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. AGENDA JALAN KETIGA Bagaimana mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan. 2000: 76-80): Politik Jalan Ketiga:            Persamaan Perlindungan atas mereka yang lemah. Tak ada otoritas tanpa demokrasi. organisasional. Pluralisme menghindari penyeragaman. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan. . seperti kata Kleden (2000:5). Secara struktural. Program Jalan Ketiga: Negara demokratis baru (negara tanpa musuh).” Sebaliknya. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. Pada tingkat individu. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya.Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. dan struktural. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. 3. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley. Karena. Agenda Jalan Ketiga dapat dijadikan pedoman oleh para community workers dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya di masyarakat. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1. 1992). yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Kebebasan sebagai otonomi. Sentralisme versus lokalisme. kekuasaan dan prestise. meritokrasi dan keadilan sosial. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. yaitu: Politik Jalan Ketiga dan Program Jalan Ketiga (Giddens. Dalam garis besar agenda itu mencakup dua hal. 2. Pluralisme kosmopolitan. Keluarga demokratis.

Secara aksiologi. agenda utama bagi para community workers dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan adalah mengetahui visi dan makna yang sesungguhnya dari community workers dan masyarakat madani. Penulis. Peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan . 1997): 1. CATATAN 1. sedangkan aksi tanpa visi adalah kegiatan sehar-hari. kebebasan berorganisasi dan menyatakan pendapat. Kesejahteraan positif. Social Work Research. masyarakat madani dicapai melalui tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui demokratisasi pendidikan. 2 007 MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI Demokratisasi Pendidikan MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI DEMOKRATISASI PENDIDIKAN Oleh Husaini Usman Abstrak: Hasil pemikiran ini mencoba menawarkan konsep-konsep baru tentang masyarakat madani ditinjau dari sudut: ontologi. JULY 18. Setelah menamatkan Sarjana Pekerjaan Sosial di STKS Bandung tahun 1990. 2. Sejatinya. aksiologi. masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis. yang lahir di Jatiwangi. Demokrasi kosmopolitan Startegi untuk menjalankan Agenda Jalan Ketiga meliputi empat hal (lihat Blakeley dan Suggate.       Ekonomi campuran baru. Peningkatan investasi-investasi sosial dan pendistribusian pelayanan-pelayanan sosial dasar yang lebih luas dan adil. penulis baru saja kembali dari New Zealand setelah memperoleh PhD dari Massey University. 4. Secara ontologis. EDNESDAY. melalui masyarakat madani akan timbul inovasi-inovasi pendidikan. Pada tahun 2002 belum lama ini. dan epistemologi. masyarakat madani bertujuan untuk meredam berbagai tuntutan reformasi baik dari dalam maupun luar negeri. Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak azasi manusia. Kesamaan sebagai inklusi. penulis melanjutkan studi S2 di Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok dan memperoleh MSc pada tahun 1994. Makalah disajikan pada Orasi Ilmiah dalam Pembentukan HIMA Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM) STKS Bandung. Strategi ini meliputi desentralisasi pembuatan keputusan dan peningkatan program-program pengembangan masyarakat yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merealisasikan kepentingan-kepentingannya. 2. Negara berinvestasi sosial (social investemnt state). Social Planning dan Social Policy. Area of interest-nya antara lain: Poverty. Seperti kata adagium: visi tanpa aksi adalah mimpi. Secara epistemologis. Community Development. Bangsa kosmopolitan. The Urban Informal Sector. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Majalengka tanggal 6 Nopember 1965. Senin 21 Oktober 2002. Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan pemerintah. Strategi ini ditujukan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan yang menjamin konsultasi dan pengakuan hakiki terhadap fungsi-fungsi organisasiorganisasi lokal. adalah staf pengajar STKS dan UNPAS Bandung. penetapan struktur-struktur hukum bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat. 3. Di samping itu.

pendidikan menjadi soko guru dalam mewujudkan masyarakat madani. Artikel ini membatasi pembahasannya pada pencapaian tujuan jangka panjang masyarakat madani melalui demokratisasi pendidikan. inovasi pendidikan. dapat diterima (acceptable). "pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Untuk jangka panjang antara lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Namun. demokrasi pendidikan *) Dr. Untuk yang berjangka pendek dilaksanakan dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible). Husaini Usman adalah Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Dosen Jurusan I. Kata kunci: masyarakat madani." Melihat kelengkapan tujuan pendidikan nasional tersebut seharusnya proses pendidikan dapat mencapai tujuan tersebut sepenuhnya. dan dapat memimpin (capable). baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Jadi. Pendahuluan Ungkapan lisan dan tulisan tentang masyarakat madani semakin marak akhir-akhir ini seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. Proses ini ditandai dengan munculnya tuntutan kaum reformis untuk mengganti Orde Baru yang berusaha mempertahankan tatanan masyarakat yang status quo menjadi tatanan masyarakat yang madani. memerlukan proses panjang dan waktu serta menuntut komitmen masing-masing warga bangsa ini untuk mereformasi diri secara total dan konsisten dalam suatu perjuangan yang gigih.demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam mewujudkan masyarakat madani. Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. dalam praktiknya ternyata tujuan pendidikan nasional tersebut belum sepenuhnya tercapai. Perspektif pendidikan penting untuk dikaji mengingat konsep masyarakat madani sebenarnya merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. Untuk mewujudkan masyarakat madani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. kesehatan jasmani dan rohani. Namun. Hal itu . Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa. masyarakat yang demokratis.

sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah "menggoda" dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud. Namun. maka permasalahannya antara lain adalah. Dalam hal ini. Pembahasan Seligman seperti yang dikutip Mun‟im (1994: 6) mendefinisikan istilah civil society sebagai seperangkat gagasan etis yang mengejawantah dalam berbagai tatanan sosial. Sejak digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim. Tentu saja pemikiran konseptual ini akan dapat dioperasionalisasikan di lapangan secara kontekstual setelah melalui pengujian empiris yang profesional. Oleh karena itu. Sedangkan civil society menurutHavel seperti yang dikutip Hikam (1994: 6) ialah rakyat sebagai warga negara yang mampu belajar tentang aturan-aturan main . Mulder (1999) memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar. dan bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan demokratisasi pendidikan? Artikel ini mencoba mengungkapkan pemikiran yang menawarkan konsep-konsep baru masyarakat madani yang mungkin dapat dijadikan masukan dalam mewujudkan masyarakat madani melalui perspektif pendidikan. sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan. dan negara. apakah manfaat mewujudkan masyarakat madani itu?. 2. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada apakah makna masyarakat madani itu. "sampai sejauh mana pemahaman kita tentang makna masyarakat madani (ontologinya)?. nilai-nilai manfaat apa yang diperoleh dengan terbentuknya masyarakat madani (aksiologinya)?. karena formatnya pun belum jelas. Jika reformasi dan inovasi pendidikan memang mendesak untuk dilakukan dan agar kita memiliki andil dalam membentuk dan menghadapi masyarakat madani. masih terlalu berbau feodal. dan bagaimana pemecahan masalahnya atau bagaimana cara melaksanakan demokratisasi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat madani (epistemologinya)?. pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. masyarakat. dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai.mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut sehingga timbullah gagasan untuk membentuk masyarakat madani termasuk di masyarakat kampus. bagaimanakah agar demokratisasi pendidikan itu berjalan mulus tanpa hambatan dan penyimpangan?. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani. Hefner meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya. Senada dengan pendapat Hefner tersebut. bagaimanakah arah reformasi dan inovasi pendidikan harus dilakukan?. bagaimana kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan tidak menggoda untuk menunda demokratisasi pendidikan?. yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin. Hefner (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas tertentu. 1995: ix). dan yang paling penting dari gagasan ini adalah usahanya untuk menyelaraskan berbagai konflik kepentingan antarindividu.

Gellner seperti yang dikutip Mahasin (1995: ix) menyatakan bahwa masyarakat madani sebagai terjemahan bahasa Inggris. banyak memainkan kekuasaan dan kekuatan. tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta. Dari kata civilakhirnya membentuk kata civilization yang berarti peradaban. kata civil society dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. Gellner (1995:2) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis. semakin dijauhkan dari demokrasi. civil society tidak berkebalikan dengan masyarakat pimpinan TNI seperti yang banyak diasumsikan orang awam. tradisional penuh mitos dan takhayul. Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. Oleh sebab itu. Konsepsi seperti ini menurut Madjid seperti yang dikutip Mahasin (1995: x) pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukan oleh masyarakat kota Arab. yang masih membawa citranya yang kasar. Lebih lanjut ditambahkan oleh Suwardi (1999:67) bahwa ada satu hal yang perlu dipahami yaitu masyarakat madani bukanlah masyarakat yang bebas dari senjata atau ABRI (sekarang TNI). Pendek kata.melalui dialog demokratis dan penciptaan bersama batang tubuh politik partisipatoris yang murni. berwawasan pengetahuan yang sempit. Oleh karena itu. Sebaliknya. Katacivil society sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu civitas dei yang artinya kota Illahi dan society yang berarti masyarakat. Perjuangan masyarakat madani di Indonesia pada awal pergerakan kebangsaan dipelopori oleh Syarikat Islam (1912) dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan (Norlholt. dicecal. Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. Gerakan penguatan civil society merupakan gerakan untuk merekonstruksi ikatan solidaritas dalam masyarakat yang telah hancur akibat kekuasaan yang monolitik. sering dan suka menindas. 1999: 15-16). badawah. diganggu kebebasannya. lawan dari kata atau istilah masyarakat nonmadani adalah kaum pengembara. dan sifat-sifat negatif lainnya. perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani. masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. masyarakat puritan. . dan sejenisnya. yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. Keadaan masyarakat nonmadani ini menurut Suwardi (1999:67) seperti yang ditunjukan oleh perilaku manusia Orde Baru yakni pada saat itu ada mitos bahwa hanya Soeharto saja yang mampu memimpin bangsa dengan menggunakan kekuatan ABRI untuk mempertahankan staus quo. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan. inti strategi ini adalah usaha untuk memulihkan kembali pemahaman asasi bahwa rakyat sebagai warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban kepada para penguasa atas segala yang mereka lakukan atas nama pemerintah. civil society. Secara normatif-politis. ditakuttakuti.

atau membangun. . Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan. dan yang bersifat sipil atau perdata. orang kota. sebagai orator Yunani Kuno. madaniy. penuh persaingan dan perbedaan. Dalam memasuki milenium III. melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Istilah madani menurut Munawir (1997: 1320) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. harmonis. Masyarakat madani yang mereka harapkan adalah masyarakat yang lebih terbuka. mandiri. cita-cita suatu komunitas yang dapat terejawantahkan ke dalam kehidupan sosial. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M. Hall (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani identik dengan civil society. Dengan demikian. menjamin kebebasan beragama. memihak yang lemah. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang artinya beradab. masyarakat diharapkan mampu mengorganisasikan dirinya dan tumbuh kesadaran diri dalam mewujudkan peradaban. tuntutan masyarakat madani di dalam negeri oleh kaum reformis yang anti status quo menjadi semakin besar. civil society. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM). pelaku sosial akan berpegang teguh pada peradaban dan kemanusiaan. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. Dalam masyarakat madani. Dengan konsep civility (kewargaan) danurbanity (budaya kota). Istilah civil society sudah ada sejak Sebelum Masehi. kompleks. angan-angan. maka kota difahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk. dan Eropa Timur. menjamin hak kepemilikan dan menghormati hakhak asasi manusia (Farkan. 1999: 16). 1999: 4). orang sipil. bayangan. artinya suatu gagasan. Mereka akhirnya mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global. Kata madaniy berakar dari kata kerja madanayang berarti mendiami. jujur. Dalam keadaan seperti ini. pluralistik. Eropa Selatan. dan desentralistik dengan partisipasi politik yang lebih besar (Nordholt. berbicara.Rahardjo (1997: 17-24) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. adil. istilah madaniy dalam bahasa Arabnya mempunyai banyak arti. Masyarakat madani menurut Rahardjo seperti yang dikutip Nurhadi (1999: 9) ialah masyarakat yang beradab. tinggal. Hefner (1998: 16-20) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokratisasi dalam berinteraksi di masyarakat yang semakin plural dan heterogen. berserikat dan berekspresi. Konsep masyarakat madani menurut Madjid (1997: 294) kerapkali dipandang telah berjasa dalam menghadapi rancangan kekuasaan otoriter dan menentang pemerintahan yang sewenang-wenang di Amerika Latin.

maka istilah masyarakat madani secara mudah dapat difahami sebagai masyarakat yang beradab. direkayasa dan dicarikan kambing hitamnya. agama. Bila masyarakat Indonesia tidak demokratis. maka persoalan-persoalan besar bangsa Indonesia seperti: konflik-konflik suku. Bank Dunia. kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi bangsa dapat dicegah. tuntas. partisipasi. Di samping itu. dan melegakan semua pihak. komparasi. Tuntutan terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai instrumen dasar lahirnya sebuah konsensus atau kompromi. Dengan demikian. aspirasi. kesenjangan sosial. etnik. transparansi. Guna mewujudkan masyarakat madani dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. dan lain sebagainya. Selanjutnya. koordinasi. sedangkan masyarakat madani (al-madaniy) jelas mengacu pada agama Islam. golongan. maka Indonesia akan mendapat tekanan-tekanan politik dari kaum reformis di dalam negeri. Di lain pihak. ketidakadilan pembagian "kue bangsa" antara pusat dan daerah. ditambahkan oleh Daliman (1999: 78-79) bahwa dengan terwujudnya masyarakat madani. dan masyarakat yang tinggal di suatu kota atau berfaham masyarakat kota yang pluralistik. partisipatoris. Dengan mengetahui makna madani. terbuka. menurut Suwardi (1999: 66) melalui masyarakat madani akan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan. dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani pada prinsipnya memiliki makna ganda yaitu: demokrasi. kebodohan. masyarakat sipil. Manfaat yang diperoleh dengan terwujudnya masyarakat madani ialah terciptanya masyarakat Indonesia yang demokratis sebagai salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri dan tekanantekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. Indonesia akan mendapat tekanantekanan politik dan ekonomi dari PBB. Hal ini mendukung pendapat Suryadi (1999: 23) dan Daliman (1999: 78) yang intinya menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses dan waktu serta dituntut komitmen masing-masing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten dan penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. saling curiga serta ketidakharmonisan pergaulan antarwarga dan lain-lain yang selama Orde Baru lebih banyak ditutup-tutupi. dan hak asasi. toleransi. menjunjung tinggi etika dan moralitas. IMF. dari luar negeri. Perbedaan yang tampak jelas adalah civil society tidak mengaitkan prinsip tatanannya pada agama tertentu. kemiskinan. Demokrasi memiliki konsekuensi luas di antaranya menuntut kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistem politik dengan organisasi-organisasi politik yang independen sehingga memungkinkan kontrol aktif dan efektif dari masyarakat terhadap pemerintah dan pembangunan. dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku ekonomi pasar. emansipasi. partisipasi. dan negara-negara penganut faham . diharapkan dapat diselesaikan secara arif. simplifikasi. menghormati dan menghargai publik seperti: kebebasan hak asasi. keadilan sosial. Konsep masyarakat madani menurut Islam adalah bangunan politik yang: demokratis. ras. potensi. motivasi. namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. integrasi. sinkronisasi. Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi.Berdasarkan pendapat di atas. konsistensi. suatu prakondisi untuk dapat mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat.

Senada dengan pendapat Hartono tersebut. rakyat boleh berharap bahwa masa depannya ditentukan oleh dan untuk rakyat. 1999: 55). sama- . Dengan demokrasi. Tujuan demokratisasi pendidikan ialah menghasilkan lulusan yang merdeka. demokrasi mendapat sambutan yang luar biasa di dalam hati sanubari rakyat karena demokrasi lebih berpihak kepada rakyat. Generasi penerus merupakan anggota masyarakat madani di masa mendatang. Konsep demokrasi memberi keyakinan bahwa unsur-unsur rakyat senantiasa menjadi faktor utama yang dilibatkan dalam pemerintahan. persaudaraan. Dalam perkembangannya. sedangkan demokratisasi ialah proses menuju demokrasi. mereka perlu dibekali cara-cara berdemokrasi melalui demokratisasi pendidikan. menumbuhkan keberanian moral yang tinggi. saling mengasihi sesama umat. demokratisasi pendidikan berguna untuk menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab. maka ekonomi kita akan semakin terpuruk di mata internasional. terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat orang lain. 3. Jika ekonomi kita semakin terpuruk. mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang khas sebagai unity dandiversity. demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan di tangan rakyat. terbiasa bergaul dengan rakyat. Oleh karena itu.demokratis. ikut merasa memiliki (melu handarbeni). Marzuki (1999: 50) menyatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah melalui jalur pendidikan. 1999: 55). maka karakteristik masyarakat madani cocok diterapkan di Indonesia sehingga persatuan dan kesatuan. Generasi penerus sebagai anggota masyarakat harus benar-benar disiapkan untuk membangun masyarakat madani yang dicita-citakan. Sementara ini. demokrasi bermakna semakin spesifik lagi yaitu fungsifungsi kekuasaan politik merupakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kepentingan rakyat. dan persamaan hak akan menjadi lebih terjamin. Oleh karena itu. menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku secara konsisten dan berbudaya (Hartono. Di samping itu. baik di sekolah maupun di luar sekolah. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ciri utama masyarakat madani Indonesia adalah demokrasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan. maka kerusuhan sosial akan semakin meningkat yang pada gilirannya membahayakan stabilitas nasional dan dikhawatirkan akan terjadi disintegrasi bangsa. Jadi. turut bertanggung jawab (melu angrungkebi). ekonomi kita masih sangat bergantung pada pinjaman Bank Dunia dan IMF. penuh toleransi. Dengan demikian. Pemecahan Masalah Salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah dengan melakukan demokratisasi pendidikan. 1999: 23). Jika Bank Dunia dan IMF tidak memberikan bantuannya. berpikir kritis dan sangat toleran dengan pandangan dan praktik-praktik demokrasi (Suryadi. Masyarakat dan generasi muda yang mampu membangun masyarakat madani dapat dipersiapkan melalui pendidikan (Hartono. toleransi umat beragama. Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata demos (rakyat) dan kratos(pemerintahan). masyarakat yang mempunyai faham keagamaan yang berbeda-beda.

maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanannya.sama merasakan suka dan duka dengan masyarakatnya (padhasarasa). mengenal dan peka terhadap tuntutan hati nurani rakyatnya. Sebagai contoh jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat petani. 1976: 115). sampai kebutuhan yang diharapkan dunia kerja. sudah saatnya harus diinovasi agar tercipta masyarakat madani. pemimpin harus senantiasa mengadakan kontak dengan rakyatnya. menghilangkan kesedihan dan penderitaan-penderitaan atas kerugian-kerugian yang dialami rakyatnya. sebab menurut Zamroni (1997: 1) hal ini merupakan inti dari proses pendidikan. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Upaya ke arah ini dapat ditempuh melalui demokratisasi pendidikan. Pelaksanaan demokratisasi pendidikan di kelas harus mampu membawa peserta didik untuk menghargai kemampuan teman dan guru. suka dan duka bersama. Pernyataan ini mendukung pendapat Suwardi (1999: 66) yang menyatakan bahwa sistem pendidikan yang selalu mengandalkan kekuasaan pendidik. Contoh-contoh tersebut di atas menggambarkan bahwa dalam melakukan inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu diperhatikan masalah-masalah pragmatik yakni mulai dari pemilihan materi ajar. Di samping itu. output lulusan. demokrasi pendidikan dapat diarahkan pada pembaharuan kultur dan norma keberadaban. dan sejumlah kemajemukan lainnya (Vaizey. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat nelayan. tanpa harus melupakan hari kemarin. Hal ini juga dinyatakan oleh Barnadib (1997: 1) bahwa pendidikan memang sebagai upaya mengembangkan kemanusiaan dan pengalihan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Itulah sebabnya pengajaran pragmatik yaitu . pemilihan metode. maka demokratisasi pendidikan yang telah dialaminya akan mengajarkan kepadanya bahwa seseorang penguasa tidak boleh terserabut dari budaya dan rakyatnya. Hal ini cukup beralasan karena pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. tanpa memperhatikan pluralisme subjek didik. menurut Battle seperti yang dikutip Shannon (1978: 32) demokratisasi pendidikan dalam PBM juga dapat ditempuh dengan mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sekarang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakatnya (pragmatisme). penentuan tujuan. Dalam proses PBM di kelas. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat bisnis. kebudayaan teman dan guru. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas usaha bisnisnya. pemilihan evaluasi hasil belajar. Bahkan akan lebih efektif kalau dimulai dari sistem pendidikan berskala lokal berupa pendidikan di dalam kelas. Demokratisasi pendidikan tidak harus dimulai dari sistem pendidikan berskala nasional. Kelak jika generasi penerus ini menjadi pemimpin bangsa. kemampuan sosial-ekonomi teman dan guru. dan mempelajari kehidupan masyarakat. dan seterusnya.

Bahkan Wahid seperti yang dikutip Freire (1994: xv) telah meyakinkan kita bahwa pendidikan memang merupakan wahana . PBM harus terbuka dan penuh dialog yang sehat dan bertanggung jawab antara pendidik dengan peserta didik. Dalam pendidikan pragmatik yang bersifat profesional diakui bahwa kelemahan pendidikan sematamata hanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sifatnya praktis. mediator. Asumsi pendidikan pragmatik diturunkan dari pemeo klasik yang dikemukakan Rodrigues dan Badaczewski (1978: 278) yang menyatakan. pendidik tidak monopoli dalam memberi dan mencari informasi. pendidik harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba menemukan sendiri makna informasi yang diterimanya. tranformasi. Tranformasi berarti mampu mengemasnya kembali dengan bahasanya sendiri dan menawarkan gagasan-gagasan baru ke pihak lain. melainkan harus ada tindakan nyata dari hasil pemikirannya. pendidik harus berusaha menciptakan iklim PMB yang dialogis dan berorientasi pada proses. dinamisator. Freire (1984: 24) menyarankan upaya untuk mencapai demokratisasi pendidikan yang berwawasan adalah dengan menciptakan kebebasan interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya dalam PBM di kelas. Biarlah peserta didik itu sendiri yang melakukan SITR (seleksi. interpretasi. Seleksi berarti memilih informasi yang lengkap. Dalam proses pengajaran pragmatik. Oleh sebab itu. dan revisi) terhadap semua informasi yang telah diterimanya.pengajaran yang menekankan pada aspek fungsi akan menjadi salah satu alternatif pencapaian pengajaran yang berwawasan kemanusiaan dan peradaban. Sebagai mediator. pendidikan hanya akan menciptakan bangsa tukang dan bukan bangsa pemikir. Namun. berbeda aspirasi dan pendapat. namun kita tidak mampu menyuruh kuda itu meminum air. objektif. Kalau demikian halnya. dan relevan. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam bentuk egaliter dan kesetaraan (equity). Sebagai dinamisator. Intervensi pendidik adalah sebagai fasilitator. pendidik harus selalu memberikan dorongan agar peserta didiknya bersemangat dalam menuntut ilmu. Sebagai motivator. pendidik tidak hanya menerapkan pendidikan pragmatik melainkan juga pendidikan yang bersifat akademik yang bertugas menciptakan pemikir-pemikir bangsa yang sifatnya teoritis. Oleh sebab itu. Sebagai fasilitator. "Kita boleh membawa kuda masuk ke sungai. perlu ada keseimbangan antara keterampilan operasional dengan kemampuan konseptual sehingga tercipta sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global dan sekaligus bertindak lokal. dan motivator. kebebasan berinisiatif. di dalam PBM yang pragmatik akan tercipta suasana kondusif bagi demokratisasi pendidikan. Oleh sebab itu. pendidik harus memberikan rambu-rambu atau arahan agar peserta didik bebas belajar. dan keadilan dalam pendidikan akan terakomodasi. Di samping tidak hanya teoritis. namun biarkan peserta didik itu sendiri yang memanfaatkan informasi (air) itu. Dengan adanya kesetaraan ini." Maknanya adalah pengajar (kita) hanya bisa memberikan dorongan (tut wuri handayani) kepada peserta didik (kuda). Revisi berarti terbuka untuk memperbaiki gagasan-gagasannya setelah mendapat masukan yang konstruktif dari pihak lain. Interpretasi berarti pemberian makna.

Keadaan demikian terjadi karena kurangnya perhatian terhadap ranah afektif. Dengan asas ini dapat dihasilkan lulusan yang pandai. selama ini terkesan bahwa pendidikan menganut asas subject matter oriented yang membebani peserta didik dengan informasi-informasi kognitif dan motorik yang kadang-kadang kurang relevan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan psikologis mereka. Hal serupa juga diakui Martadiatmadja (1986: 70-71) yang menyatakan bahwa jika pengajaran kurang pragmatik dan lebih menekankan pada pengajaran menghafal. Sekarang. bosan. dalam mendukung pelaksanaan demokratisasi pendidikan. dan terampil. Dalam suasana PBM yang demokratis terjadi egalitarian (kesetaraan atau sederajat dalam kebersamaan) antara pendidik dengan peserta didik. senang. dan lebih parah lagi peserta didik tidak mendapatkan informasi baru. materi. tetapi kecerdasan emosional juga tidak kalah pentingnya. PBM. Pengelolaan pengajaran yang ada memberi kesan terlalu berorientasi pada ipteks termasuk juga keterampilan motorik terlalu berorientasi pada teknis (Moeldjanto. Dengan model komunikasi top down timbul kecenderungan pendidik akan merasa capek sementara peserta didik tidak mengerti. peserta didik mengerti dengan belajar dari pengalamannya sendiri. Pengajaran tidak harus top down namun diimbangi dengan bottom upsehingga tidak ada lagi pemaksaan kehendak pendidik tetapi akan terjadi tawar-menawar kedua belah pihak dalam menentukan tujuan. Sebaliknya. 1998: 63). Bahkan menurut Suryadi dan Tilaar (1993: 196) akan menyuap peserta didik dengan berbagai . dan evaluasi hasil belajarnya. dan kebutuhan peserta didik secara utuh baik lahir maupun batin. tetapi kepandaian dan kecerdasan intelektual tersebut kurang diimbangi dengan kecerdasan emosional. Orientasi pendidikan yang bersifat student oriented lebih menekankan pada pertumbuhan. cerdas. aktif. Guru cenderung tidak merasa capek. Padahal ranah afektif sama penting peranannya dalam membentuk perilaku peserta didik. dengan model komunikasi network. Dengan kebebasan ini menurut Russel (1998: 63) akan mewujudkan demokratisasi pendidikan. Namun. mengantuk.terpenting untuk mencapai kemerdekaan (kebebasan). perkembangan. sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga pada peserta didik. pasif. Teknik menghafal mendikte peserta didik untuk menggunakan sistem drill dan hanya akan menjejali materi dalam waktu singkat yang mungkin tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidik merupakan satu-satunya sumber belajar dengan otoritas yang sangat tinggi dan menganggap otak peserta didik bagaikan tong kosong yang siap diisi penuh dengan berbagai informasi darinya. Dalam hal ini kecerdasan otak memang penting. dan kaya dengan informasi baru. tibalah saatnya mengubah asas subject matter oriented ke student oriented. Komunikasi dalam demokratisasi pendidikan harus terjadi ke segala arah dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta (topdown) melainkan juga ada keseimbangannya yaitu dari peserta didik dengan pendidik dan antarpeserta didik sendiri (network). media. Pendidikan yang menyangkut ranah kognitif sudah dijalankan dengan perhatian yang besar. maka hal ini jelas kurang bermanfaat.

Sejalan dengan pendapat tersebut di atas. toleransi. transparansi. tidak merasa paling benar di kelasnya. konsistensi. Peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk mencari dan mencerna sendiri informasi sesuai dengan bakat dan minatnya. Secara epistemologis. masyarakat madani perlu segera diwujudkan karena bermanfaat untuk meredam berbagai tuntutan reformasi dari dalam negeri maupun tekanan-tekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. sinkronisasi. dalam pandangan Acarya (1991: 147-148) menyatakan bahwa demokratisasi pendidikan merupakan pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. Dengan komunikasi struktural dan kultural antara pendidik dan peserta didik. komparasi. Peserta didik ditantang menguji validitas pikirannya dengan argumentasi-argumentasi yang rasional dan jika mungkin berdasarkan hasil penelitian yang seksama. integrasi. simplifikasi. untuk mewujudkan masyarakat madani dalam jangka panjang adalah dengan cara melakukan demokratisasi pendidikan. Demokratisasi pendidikan ialah pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. aspirasi. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik. potensi. merasa telah menang belajar satu malam dibandingkan dengan peserta didiknya. pendidik tidak harus merasa paling pandai di dalam kelasnya. 4. partisipasi. . wajar. koordinasi. maka akan terjadi interaksi yang sehat. serta mematuhi aturan hukum yang diaplikasikan dalam setting diskusi. Kesimpulan Secara ontologis. masyarakat madani bermakna ganda yaitu suatu tatanan masyarakat yang menekankan pada nilai-nilai: demokrasi. Pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. Peserta didik bukan saja memahami demokrasi tetapi juga menjalani latihan seperti berdebat.informasi yang tinggal ditelan saja. dan bertindak sesuai dengan langkahnya sendiri dan mungkin saja berbeda dengan pendidiknya asalkan ada argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di samping itu. Bila hal ini dilupakan. menghargai pandangan dan harga diri orang lain. Menurut Taroepratjeka (1996: 3) pendidikan yang berkonteks pragmatik sedapat mungkin harus mampu menghargai bakat. Secara aksiologis. Peserta didik boleh saja berpendapat. berperasaan. tetapi akan terjadi saling tukar informasi dan pengalaman dengan peserta didiknya. dan bertanggung jawab. minat. Namun. dan tujuan peserta didik. melalui masyarakat madani akan muncul inovasi-inovasi pendidikan dan menghindari terjadinya disintegrasi bangsa. yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. Kondisi ini dimungkinkan akan terjadi dalam demokratisasi pendidikan. motivasi. dan hak asasi. akibatnya peserta didik akan menjadi pembebekpembebek dan bukan menjadi manusia yang lebih beradab dan berbudaya melalui proses pendidikan tersebut. Dalam iklim PBM yang demokratis. Melalui demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajarnya. emansipasi.

A. Bernas.A. Hall. 1995. XVIII No. M. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. 1986. Widya Darma. 10 Oktober. .Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat menuju Kebebasan. P. Jakarta: Kanisius. Vol.S. A. Hartono. Society. Republika. Daliman. 14 Mei. Dinamika Budaya Pesisir dan Pedalaman: Menumbuhkan Masyarakat Madani. A.W. 29 Maret. Munawir. I. XVIII No. 1999. J. 1994.Pustaka Acuan Acarya. Farkan. 1997. 1998. 2. Martadiatmadja. Genealogies of Civility. Jakarta: Majelis Nasional KAHMI. Diterjemahkan: Hasan. Piagam Medinah dan Idealisme Masyarakat Madani. Al-Abrasyi. Democratic Civility: The History and Cross Cultural Possibility of a Modern Political Ideal. 1987. A. Cakrawala Pendidikan. 1984. N. 1998. Dimensi Moral dalam Pendidikan Menuju Pembentukan Manusia Seutuhnya. Moeldjanto. 1997. H. I. Masyarakat Madani dan Lawan-lawannya: Sebuah Mukadimah. Bandung: Mizan. Gellner. 1999. dalam HMI dan KAHMI Menyongsong Perubahan Menghadapi Pergantian Zaman. G.W. I) Bandung: Mizan.Jakarta: Persatuan Ananda Marga Indonesia. 1999. D. Cakrawala Pendidikan. Demokrasi adakan Wacana Civil Society. Edisi Khusus Mei Th. Barnadib. M. Dalam Gneller.A. B. 1 Tahun IX. Dalam Hefner (Editor). Surabaya: Pustaka Progresif. XVIII No. Jakarta: Gramedia. Civil Society: Cultural Possibility of a Modern Ideal. 1977. 2. Fiere. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam (Terjemahan Gani. Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan. 1998. Membangun Masyarakat Madani melalui Pendidikan Islam Sebuah Refleksi Pendidikan Nasional. Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berwawasan Kemanusiaan. Al-Munawir: Kamus Arab-Indonesia. dan Bahry. Edisi Khusus Mei Th. E. Hefner. Marzuki. No. Hikam. Perubahan Orientasi Pendidikan Menuju Masyarakat Madani. No. A. Mahasin. 1995. 1991. New York: Longman.A. Neo-Humanist Education. 2.A. Reorientasi Pendidikan Sejarah melalui Pendekatan Budaya Menuju Transformasi Masyarakat Madani dan Integrasi Bangsa.35.) Jakarta: Bulan Bintang.Edisi Khusus Mei Th. 3 March/April. Madjis. R. 1999. Tantangan Dunia Pendidikan. Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat Menuju Kebebasan (Terjemahan Hasan.Cakrawala Pendidikan.

A. 1967. Np. Suryadi. Jurnal Pendidikan No. Demokratisasi Pendidikan Demokrasi. Pendidikan dan Tatanan Sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.S. Gagasan Baru dalam Pendidikan. Rodrigues. Boston: Allyn and Bacon.. Nordholt. D. Bandung: PT. 1999. B. 1 Tahun XVIII.Jakarta: Gunung Agung. D. A Guidebook for Teaching Literature. 1978. Makalah Seminar Regional Pengembangan Budaya Penelitian Multidisiplin dan Antardisiplin. Suryadi.Mun’im. Analisis Kebijakan Pendidikan. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. Masyarakat Sipil sebagai Masyarakat Beradab.R. 1998.D. 1994.Vol. Vaizey. Taroepratjeka. XVIII.S. J. Relevansi Iptek Profetik dalam Pembangunan Masyarakat Madani. A dan Tilaar. Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua. K. Academika. Pendahuluan . H. A. Edisi Khusus Mei. Basis. 1996. dkk.A. 1999. Russel. Yogyakarta: 19-20 Mei. dan Strategi Pendidikan Nasional. 2. Maret. XV. Mimbar Pendidikan. 18 Mei. 1997.Jakarta: Mutiara. Kebijaksanaan. Filosofi. Suwardi. Th. Nurhadi. Posted by Taufiq at 1:16 PM 0 comments KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI PROF DR Sofian Effendi Badan Kepegawaian Negara Bahan presentasi didepan Peserta Kursus Adum Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 29 Agustus 1999 Daftar Isi I. Th. N. 01. Pembaharuan Pendidikan dan Penelitian Multidisiplin.Terjemahan: Abadi. Shannon. 1997. Pendidikan di Dunia Modern. H. halaman 17-24. 1999. Republika 20 September. Inc. Rahardjo. Civil Society di Era Kegelisahan. Demokratisasi Pendidikan dalam Pengajaran Pragmatik Sastra Sebagai Wahana Penciptaan "Masyarakat Madani" Cakrawala Pendidikan. 1999. Jakarta: Depdikbud. R & Badaczewski. 1978. M. 1993. Remaja Rosdakarya. A. Zamroni. No.Z. 3-4.

Perubahan Strategik dalam Proses menuju Pemerintahan yang Bersih. pemanfaatan dan pembinaan kepegawaian dan penetapan imbalan -. perlu dikembangkan pemerintahan negara yang bersih. I. Pendekatan tata usaha kepegawaian terlalu sempit yang mendasari UU Nomor 8 tahun 1974 perlu ditinjau kembali karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan dinamika dan perkembangan masyrakat dan pemerintahan II. Pendekatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) memandang keseluruhan siklus pengembangan kepegawaian -. sistem multi partai yang memerlukan pemerintahan koalisi. Untuk mendukung terciptanya pemerintahan seperti itu diperlukan sistem kepegawaian negara baru yang dilandasi oleh kebijakan PSDM yang lebih holistik dan terintegrasi. Perubahan strategik tersebut adalah. pengembangan kepegawaian negara akan . Bebas KKN dan Bertanggungjawab III. UU Nomor 8 tahun 1974 dipandang tidak cukup memadai untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional dan karena itu harus disempurnakan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sumber daya manusia sebagai landasan fikir. Usulan Penyempurnaan RUU No. pendidikan dan pelatihan. Pemerintahan Yang Bersih. serta untuk mendorong ketaatan hukum serta ketertiban umum yang menjadi ciri dari suatu masyarakat madani. Dalam upaya untuk mengembangkan aparatur negara yang mampu melayani masyarakat madani tesebut.perencanaan kepegawaian. XI/MPR/1998. bebas KKN dan bertanggunjawab. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan dan Peran Serta Masyarakat Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara dan Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Korupsi. Perubahan strategik dalam proses menuju Good Governance. Pendahuluan Tulisan ini secara ringkas menguraikan dasar-dasar kebijakan kepegawaian negara yang akan menjadi landasan fikiran dalam penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Bertanggungjawab dan Bebas KKN (Good Governance) adalah bentuk dan cara pemerintahan yang paling sesuai dan paling mampu menyelenggarakan sistem ekonomi yang berwawasan kerakyatan. Dasar-dasar Kebijakan Kepegawaian Negara IV.sebagai suatu proses yang integral yang tak terpisahkan. Indonesia diperkirakan akan mengalami beberapa perubahan strategik yang membawa implikasi terhadap sistem kepegawaiannya. Penyempurnaan Undang Undang tersebut diperlukan guna mempersiapkan suatu kepegawaian negara yang mampu melaksanakan Tap MPR-RI Nomor X/MPR/1998 dan Tap No.II. 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan peraturan pelaksanaannya. hubungan antara pusat dan daerah serta dalam penyelengaraan pelayanan publik. perubahan dalam sistem pemerintahan. Karena perubahan-perubahan strategik yang akan terjadi setelah Pemilu 1999. Guna menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut. Setelah Pemilu 1999.

serta jabatan lainnya. Pertama. khususnya pada UU Nomor 8 tahun 1974 yang mengatur tentang pokok-pokok kepegawaian. Dalam Pemilu mendatang. Salah satu perubahan mendasar yang terjadi selama Pemerintah Reformasi yang baru berusia 9 bulan lebih 2 hari adalah semakin kuatnya semangat keterbukaan dan kebebasan. dan antar daerah. dan dalam rangka mendorong pemerataan pembangunan secara cepat antara pusat dan daerah. b. pembagian kewenangan yang jelas antara ketiga cabang pemerintah perlu diadakan agar terjadi suatu check-and-balance yang baik. Perubahan strategik tersebut memerlukan readjustment pada kebijakan aparatur negara. Dalam pelaksanaan asas akuntabilitas tersebut. sistem multi-partai. harus dapat mempertanggunjawabkan pelaksanaan tugas mereka kepada rakyat. dan (b) tuntutan netralitas birokrasi dari kegiatan politik. baik di Pusat mau pun di daerah. perlu diadakan adjustment dalam format kepegawaian negara dengan memisahkan secara tegas antara pengangkatan politik (political appointments) pada pelbagai jabatan negara di pemerintahan dengan jabatan profesional yang harus netral dari kegiatan politik. Karena itu PNS dilarang untuk menjadi pengurus mau pun anggota partai politik. Beberapa kebijaksanaan pemerintah yang baru. Perubahan strategik yang akan terjadi sebagai hasil dari Pemilu 1999 antra lain adalah: a. Pemerintah Pusat akan memberikan otonomi semakin luas kepada daerah. eksekutif dan judikatif. . Terdorong oleh semangat tersebut. Ketetapan netralitas tersebut Salah satu ciri masyarakat madani adalah lingkungan politik yang mengakui bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat. Proses menuju Masyarakat Madani (civil society) akan ditandai oleh beberapa perubahan strategik pada sistem politik. daerah akan menuntut adanya kewenangan yang lebih besar dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah. Dalam pemerintahan koalisi tersebut dipastikan para anggota koalisi pasti akan menuntut porsi yang cukup dalam Pemerintahan yang terbentuk. Sistem pemerintahan koalisi Setelah Pemilu 1999 akan terjadi dua perubahan strategik yang amat mendasar dalam lingkungan politik nasional kita. ekonomi.menjadi bagian penting dalam penciptaan “good governance capability”. misalnya UU Pemerintahan Daerah serta peraturan pelaksanaanya sudah menerapkan asas desentralisasi sehingga dapat mempercepat upaya penciptakan kemakmuran secara adil dan merata antara daerah dan pusat. Untuk menjaga agar prinsip keahliian tetap terjaga. Sebagai respons terhadap tuntutan tersebut. Karena itu setiap pejabat negara pada cabang legislatif. pemerintahan dan sosial. 48 partai yang sudah terdaftar secara resmi pada Komisi Pemilihan Umum dan diperkirakan 9-10 partai yang akan memperoleh cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan koalisi. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan Pada lingkungan pemerintahan perubahan yang paling mendasar pada lingkungan adalah: (a) pergeseran fungsi pemerintahan dan pembangunan dari pusat ke daerah. Sistem keahlian (merit system) yang dianut dalam administrasi kepegawaian RI mengharuskan para pemegang jabatan profesional pada ketiga cabang pemerintahan (Jabatan Eselon I ke bawah serta jabatan fungsional yang setara) harus bebas dari representasi partai politik.

implikasi politiknya amat mendasar. Kalau kebijakan tersebut dilaksanakan. Peristiwa Ambon pada 20 Januari. bukan tidak mungkin akan mengalami disintegrasi menuju suatu federasi negaranegara kecil yang semakin lemah. d. penelitian dan pengembangan. c. Ancaman Disintegrasi Salah satu ciri penting dari masyarakat madani adalah kemampuan untuk mempertahan integrasi nasional yang tinggi pada suatu lingkungan sosial yang pluralistis. menunjukkan bahwa integrasi nasional kita sekarang ini sedang menghadapi goncangan-goncangan yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana. kesehatan. Biaya yang terlalu berat yang harus ditanggung oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik tersebut sedikit demi sedikit sudah harus dialihkan kepada masyarakat. terdapat kecenderungan yang amat kuat di kalangan Pemerintah untuk melakukan privatisasi dan melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Pekerja untuk Berorganisasi. kerusuhan massal di Jakarta pada 14-20 Mei 1998. penyertaan masyarakat dalam pembiayaan penyediaan pelayanan publik diperkirakan akan mampu meningkatkan kapasitas dari pelayanan tersebut. Peristiwa Kupang. Sejalan dengan itu. Menghadapi kecenderungan disintegerasi yang semakin kuat tersebut. PNS sebagai unsur aparatur negara memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai penyangga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. berbagai unit swadana yang mampu membiayai sendiri belanja pegawai tanpa harus membebani anggaran pemerintah perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan sistem kepangkatan dan penggajian yang lebih longgar walaupun tetap dalam kerangka kepegawaian negara. sejak peristiwa Sanggau Ledo. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang partai politik untuk membuka organisasi pekekrja di perusahaan milik negara tersebut. Selain dapat memanfaatkan potensi masyarakat yang semakin besar. Peristiwa Ketapang. Singkawang. Dasar-dasar Kebijakan Pengembangan SDM Aparatur Negara Pasca Pemilu 1999 . Negara Kesatuan Republik Indonesia. Potensi Masyarakat Selama Pemerintahan Orde Baru peranan masyarakat kurang dapat berkembang secara maksimal karena peranan pemerintah yang terlalu dominan selama 30 tahun secara tidak sengaja telah menumpulkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan berbagai pelayanan publik yang pokok di bidang pendidikan. Dalam rangka mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya saing perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) untuk menghadapi persaingan global. pelatihan. dan akan dapat mengurangi tekanan yang besar pada anggaran pemerintah. pada tahun 1997. dan yang terahir Peristiwa Idi Cut. 1999.Desentralisasi tugas dan kewenangan tersebut membawa implikasi langsung terhadap kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan PNS agar aparatur negara di pusat dan di daerah secara keseluruhan memiliki kemampuan dan kapabilitas yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas yang semakin berat tersebut. III. Berbagai konflik sosial yang terjadi di tanah air. Bila ini terjadi dapat diperkirakan betapa labilnya kondisi perusahaan milik negara di masa depan. Peristiwa Banyuwangi. di Aceh Timur. Bila tidak.

jabatan Sekretaris Negara (Kepala Staf Presiden). kebijakan pembinaan kepegawaaian negara pada pemerintahan pasca Pemilu 1999 harus mampu mencapai tujuan berikut: 1. Penataan Struktur Kepegawaian Negara Untuk mengakomodasi aspirasi pemerintahan koalisi. berwawasan global. Tetapi. kantor pimpinan kementerian. Dapat memenuhi kebutuhan pemerintahan koalisi. Sebagai contoh. lembaga litbang. Sesuai dengan perkembangan keadaan. pada Sekretariat Negara. 6.dibawah . misalnya. serta badan usaha milik negara). Untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk menghadapi dinamika perkembangan politik dan pemerintahan pasca Pemilu. diperlukan pembaharuan dalam struktur kepegawaian negara dengan menetapkan adanya tiga jenis jabatan pada kepegawaian negara yakni: jabatan negara.Kebijakan kepegawaian negara atau kebijakan pengembangan SDM aparatur negara yang diperlukan untuk menghadapi perubahanperubahan strategik tersebut pada dasarnya adalah pembangunan SDM Aparatur Negara yang profesional. untuk menjaga agar profesionalitas dukungan pada Presiden tetap tinggi. misalnya pada kantor pimpinan negara. lembaga pelayanan kesehatan. Berkemampuan mengakomodasi berkembangnya lembaga swadana untuk menggali potensi masyarakat. Pada jabatan negara perlu diperbesar formasi untuk pengangkatan politik pada berbagai tingkat pemerintahan. Dapat memenuhi tuntutan desentralisasi kewenangan kepegawaian. Termasuk dalam kategori ini adalah jabatan-jabatan pada lembaga tertinggi dan tinggi negara. Mengembangkan persaingan dengan pegawai swasta. mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan untuk mendorong potensi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayananan publik.. badan otorita. kantor pimpinan daerah. 2. Wakil Seskab dan para asisten Presiden adalah jabatan politik yang personilnya akan berganti bila terpilih Presiden baru. 4. Mempertahankan asas keahlian (merit system) dan netralitas. 3. dan d) Meningkatkan Kesejahteraan PNS. netral dari kegiatan politik. c) Desentralisasi kewenangan kepegawaian dengan tetap mempertahankan mobilitas PNS. 5. Untuk menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut dengan efektif. lembaga diklat. b) Profesionalitas dan netralitas Aparatur Negara. a. bermoral tinggi serta berkemampuan sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. pengembangan kepegawaian negara pada Pemerintahan Pasca Pemilu 1999 diarahkan untuk mengatur aspek-aspek kepegawaian negara berikut: a) Penataan struktur Kepegawaian Negara. Mendorong fungsi PNS sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. perlu adanya perluasan jabatan negara serta tambahan jabatan pada lembaga swadana dan perushaan milik negara (lembaga pendidikan tinggi. jabatan negeri dan jabatan pada lembaga swadana dan perusahaan milik negara. semua jabatan lainnya -. UU Nomor 8 tahun 1984 hanya mengenal dua jenis jabatan yakni jabatan negara dan jabatan negeri. Mungkin diperlukan waktu 15-20 tahun untuk mentransformasi aparatur negara Indonesia untuk menjadi aparatur negara baru yang memiliki clean governance capacity seperti tersebut.

harus tetap netral dari kegiatan politik. Tetapi. Jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus tersebut adalah jabatan karier untuk para pegawai negara profesional. c. Untuk mempercepat dan menjamin pembangunan profesionalitas pada aparatur negara. b. lembaga diklat dan perusahaan milik negara dalam pelaksanaan misi dan fungsinya. secara umum dapat dikatakan bahwa mereka yang menduduki jabatan tersebut adalah pegawai negara. Untuk memberi keleluasaan yang semakin besar kepada lembaga pendidikan.adalah jabatan profesional yang pmenerapkan asas merit. Perencanaan formasi PNS perlu lebih didasarkan pada kualifikasi keahlian yang diperlukan oleh instansi pemerintah. pada struktur kepegawaian negara yang baru perlu diperkenalkan jenis ketiga: jabatan pada lembaga khusus.pemerintahan koalisi. netralitas aparatur negara dari kegiatan poltik harus dijaga. Guna menghadapi tantangan globalisasi ekonomi secara sistematis dan cepat dengan tingkat. perlu diadakan penataaan dalam sistem pengadaan. aparatur negara tidak terlalu perlu mengalami goncangan yang berarti bila terjadi pergantian. Karena dibayar dengan anggaran negara. pegawai perusahaan milik negara. jabatan menteri dan mungkin wakil menteri adalah jabatan politik. untuk memberikan keleluasaan untuk mengembangkan jenjang jabatan dan skala penggajian yang lebih mampu memotivasi produktivitas yang tinggi. Desentralisasi kewenangan kepegawaian dan mobilitas PNS Salah satu unsur otonomi daerah yang ditetapkan oleh UU . sistem pengembangan karier. Perencanaan pelatihan perlu lebih dikaitkan dengan rencana penempatan sehingga tercapai efisiensi serta efektivitas yang lebih tinggi. Dengan adanya netralitas tersebut. dibuka kemungkinan bagi lembaga khusus tersebut untuk mengembangkan peraturan kepegawaian khusus. Untuk meningkatkan profesionalitas PNS. Di daerah pola jabatan ditetapkan dengan pola yang sama. lembaga litbang. Prinsip yang sama juga digunakan pada semua kementerian. Sebagai unsur pegawai negara.koordinasi Waseneg -. sehingga kita dapat segera keluar dari krisis ekonomi yang parah ini. sistem kepegawaian harus mampu mempertahankan prinsip netralitas dengan cara memisahkan secara tegas antara jabatan negara dengan jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus yang dibentuk dengan peraturan perundangan. serta dapat segera menata dan mengembangkan suatu struktur ekonomi yang lebih kuat guna menghadapi persaingan yang semakin ketat pada tingkat regional dan global. Bagi perusahaan milik negara. sedangkan birokrasi kementerian. dari Eselon I ke bawah adalah jabatan profesional. peraturan kepegawaian negara juga berfungsi ganda sebagai pelindung hukum dari keharusan untuk melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Hak Bersyarikat. Pemerintah harus merespons dengan cepat melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan mikro yang tepat. Netralitas dan Profesionalitas PNS Untuk menjaga agar netralitas aparatur negara dalam suatu kehidupan politik yang lebih dinamis. Dengan demikian netralitas dalam mengembangkan misi perusahaan akan tercapai bila perusahaan milik negara tetap berada dalam lingkungan pegawai negara tanpa kehilangan daya kompetisi dengan swasta. lembaga pelayanan kesehatan. serta penggajian dan penghargaan bagi PNS. sistem pelatihan.

Nilai gaji PNS pada saat ini hanyalah sepertiga dari nilai yang diterimanya pada bulan Oktober 1997. kewenangan pengangkatan pejabat struktural dan fungsional akan ditetapkan sebagai berikut: Pejabat Eselon I dan II serta jabatan fungsional yang setara akan berada pada Pusat. d. Pemerintah perlu merumuskan kebijaksanaan penggajian yang manusiawi dan adil agar PNS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih. Dengan nilai riil yang sudah amat merosot tersebut. gaji PNS hanya dapat mendukung hidup keluarga PNS tidak lebih dari 10 hari. IV. Sejalan dengan itu. Usulan Penyempurnaan Peraturan Perundangan tentang Kepegawaian Negara Sejalan dengan dasar-dasar kebijakan kepegawaian seperti yang diuraikan. Meningkatkan Kesejahteraan PNS Isu terahir adalah isu klasik. pejabat Eselon III dan jabatan fungsional setara diserahkan kepada Propinsi. pelatihan. saat ini BAKN sedang mempersiapkan penyempurnaan peraturan tentang kepegawaian negara berikut: 1.Pemerintahan Daerah baru adalah kewenangan dalam pengadaan. para PNS ini harus melakukan berbagai upaya supaya tetap survive. kepada daerah perlu diberikan kewenangan yang cukup memadai dalam bidang kepegawaian. Untuk menutupi kebutuhan hidup sebulan. Kewenangan pengangkatan PNS gol II/b ke atas harus tetap berada pada pemerintah pusat agar kualitas serta standar kepegawaian negara tetap terpelihara dengan baik. Kewenangan pelatihan juga akan didesentralisasikan sesuai dengan kewenangan pengangkatan jabatan. I/a s/d II/a) akan diserahkan kepada daerah. Pengangkatan tenaga pelaksana (Gol. Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak. Untuk itu mobilitas PNS secara nasional dan regional harus tetap dijaga. dan pengangkatan pejabat Eselon IV dan V serta pejabat fungsional setara diserahkan kepada Kabupaten dan Kota. karena sejak RI didirikan PNS belum pernah menikmati kesejahteraan yang cukup memadai. pembinaan. Dengan demikian diharapkan PNS akan dapat berfungsi sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. II/b ke atas) ada pada Pemerintah Pusat dan dilaksanakan oleh BKN. bebas dari KKN dan bertanggunjawab. Keadaan ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1984 tentang Pokok- . Prinsip umum dalam kebijaksanaan kepegawaian adalah sebagai berikut: pengangkatan PNS tetap (Gol. pembinaan dan pemberhentian PNS tersebut dirumuskan dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa PNS harus menjadi penyangga kesatuan dan persatuan bangsa. perlu diupayakan peningkatan gaji PNS secara bertahap sampai tercapai sistem penggajian dan penghargaan yang lebih kompetitif dengan sektor swasta. Demikian juga pengangkatan pada jabatan struktural dan fungsional setara Eselon I dan II berada ditangan Pusat agar mobilitas PNS pada 2 jenjang jabatan tinggi tersebut terjadi mobilitas secara nasional. Penetapan kewenangan pengadaan. Krisis ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berahir telah menyebabkan nilai riil gaji PNS menjadi amat rendah. penggajian dan pemberhentian PNS. Pada jenjang jabatan eselon II terdapat mobilitas regional dan pada jenjang jabatan eselon IV dan V terjadi mobilitas secara lokal. Sesuai dengan ketentuan perundangan baru tersebut.

SYAMSIR ANDILI Prinsip-Prinsip Dasar Masyarakat Madani Untuk memahami dan menentukan sumber dan vasilidasi pandangan-pandangan social politik yang relevan dengan agenda reformasi sekarang ini tentu akan sangat berfaedah jika kita menyempatkan diri mendalami lebih jauh pengertian prinsipil tentang masyarakat madani . 6. RPUU dan RPP-RPP tersebut sudah selesai disusun oleh BAKN dan telah disampaikan kepada Bapak Menko Wasbangpan untuk diteruskan kepada Bapak Presiden. 6.Analisis Visi Misi Kota Ternate STRATEGI MENUJU KOTA MADANI ANALISIS VISI – MISI KOTA TERNATE OLEH Drs. RPP tentang Kepegawaian Badan Usaha Milik Pemerintah.Pokok Kepegawaian: 2. 2. 4. RPP tentang Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Depdikbud. RPP tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nonor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 5. 3. yang berkehendak mendirikan dan membangun masyarakat yang beradab sebagai tantangan terhadap masyarakat jahilia dan di Mekkah. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 6 tahun 1976 tentang Pengadaan PNS. Jakarta. bersama Depkes. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Penelitian dan Pengembangan. RPP tentang Perubahan PP Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pendidikan. 5. RPerpu tentang Lembaga Swadana. H. serta Kantor Meneg Pendayagunaan BUMN perlu disusun: 1. 3. RPP tentang Perubahan PP Nomor 20 tahun 1975 jo PP Nomor 19 tahun 1991 tentang Wewenang Pengangkatan. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakekatnya sebuah pernyataan niat atau proklamasi. Bukanlah suatu kebetulan bahwa wujud nyata masyarakat madani mulai dikenal dari hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah 13 tahun setelah Nabi Muhammad membangun landasan tauhid sebagai fondasi dasar masyarakat (Komunitas Mekkah) menuju ke Yastrib dan mengubah nama menjadi kota Madinah yang diambil kota Madaniyah yang berarti peradaban . 8. 12 April 1999 Posted by Taufiq at 1:12 PM 0 comments STRATEGI MENUJU KOTA MADANI . RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pelayanan Kesehatan. RPP tentang Pengangkatan dalam pangkat Pegawai Negeri Sipil. Pemindahan dan Pemberhentian PNS. Bersamaan dengan penyusunan RPP tersebut. RPP tentang Kepegawaian lembaga Pendidikan dan Pelatihan. 4. Dalam sejarah perjalanan Islam membangun sebuah peradaban ditandai dengan dua dokumen penting yaitu : . 7.

Pada saat yang sama kerangka dan pendekatan ini secara implisir menawarkan ongkos sosial minimal sebaliknya pendekatan revolusioner dalam masyarakat madani. Niat baik pemerintah kota membangun masyarakat madani tidak cukup dan sulit terealisir jika .transparan dan partisipatif dimana peran infra dan supra struktur berada dalam keseimbangan yang dinamis. Piagam Madinah dan Piagam Aelia dalam terminology politik adalah wujud konkrit dari terbentuknya Civil Sociaty. tidak saja akan meminta biaya social mahal. tatanan masyarakat ini hanya dapat diteladani oleh para sahabatnya ( Al-Khulafa‟ al Rasyidin ) karena setelah masa itu bangun dasar masyarakat madani hancur dengan diterapkanya system geneologis ( Dinasti ) . Bellah mengakui masyarakat Madinah dimasa Nabi adalah suatu masyarakat yang sangat modern dizamannya. Ada perkembangan tertentu yang menggembirakan kondusif . Masyarakat madani yang dibangun Nabi Muhammad dan dicontohkan oleh Umar Bin Khattab ini adalah cermin dari membangun sebuah kota demokratis yang mengharga pluralitas dengan prinspprinsi dasar seperti keadilan. Akan tetapi harus diakui. yang didalamnya masyarakat madani yang memiliki ruang untuk bernapas dengan komitmen kemanusiaan dan keadilan. jika sosiologi terkemuka Robert N. Maka tidak berlebihan. membentuk masyarakat madani adalah suatu cikal bakal penyaluran demokratisasi. sebagian pendapat mengatakan prospek masyarakat madani dalam tahun-tahun mendatang kelihatannya belum serba pasti .* Perjanjian yang disebut Mitsaq Al-Madinah atau Piagam Madinah yang berisi 50 keputusan bersama sebagai sebuah dokumen politik pertama dalam sejarah ummat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme. dan mendukung bagi pencipta masyarakat madani. Bahkan sebagai pengamat melihat terjadi pergeseran nilai-nilai sosial politik dalam tatanan masyarakat sebagai siklus perubahan di mana kita tengah berada pada titik memulai kembali pembentukan masyarakat madani dengan menyatukan kembali perbedaan-perbedaan menjadi sebuah pengakuan atas pruralitas yang stabil dan dinamis. arah dan prospek menuju masyarakat madani sangat membutuhkan waktu. supremasi hukum. maju dan bermartabat dalam ikatan persamaan dan persaudaraan sejati memerlukan kerangka dan pendekatan yang lebih bersifat evolusioner dari pada revolusioner . membangun sebuah masyarakat yang berperadaban. pluralistis. Arah dan Prospek Menuju Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis. Dari pemahaman tersebut diatas. tetapi bahkan dapat menghancurkan ketertiban dan keteraturan masyarakat yang merupakan esensi masyarakat madani itu sendiri. Sayangnya. Berbagai perubahan –perubahan sosial-politik yang cukup signifikan terjadi oleh sementara orang dipandang sebagai pendorong proses demokratisasi dan perkembangan masyarakat madani namun. egalitarianisasi dan toleransi. * Piagam Aelia ( Mitsaq Aeliya) yang dibuat oleh Khalifah Umar dengan Patriak Yerussalem. Sophronius setelah kota suci 3 agama itu dibebaskan oleh kaum muslim . tetapi pada saat yang sama ada juga perkembangan dan indikasi tertentu (social confliet) yang kurang menggembirakan yang pada gilirannya dapat menjadi Constraints bagi perkembangan masyarakat madani . Dalam konteks ini. Kini masyarakat madani adalah tidak sekedar Imagined Sociaty tetapi suatu kebutuhan social yang memerlukan Graes Roat terhadap nilai-nilai madani yang dapat teraktualisasi secara nyata dalam masyarakat kota .

masyarakat tidak mempersiapkan diri dengan matang dan sabar. kultual dan religius karena rohani kota dan jasmani kota bertalian sangat erat . edukatif. Keterlibatan aktif segenap pihak termasuk penghuni kota akan membuahkan hasil penampilan kota unik. administrasi. Penampilan yang saya maksudkan tidak sekedar dalam konotasi keindahan fisual belaka. politik. maka mozaik kota hampir selalu merupakan pergelaran seni social yang terbentuk dari berbagai rencana ragam perorangan. jalan-jalan. Strategi Menuju Masyarakat madani Berawal dari arti dan pemahaman kata "Madani" yang merupakan strategi yang ditawarkan untuk penulisan topik makalah ini. Bila kita berpaling pada sejarah kota Ternate. Adalah mustahil untuk menegakkan sebuah pluralistis yang berakar dari kesamaan dan persaudaraan sejati jika penghormatan pada martabat dan nilai kemanusiaan masih jauh di depan mata. Pandangan terhadap kota sebagai organisme atau jasad hidup dengan proses keutuhan dan keseimbangan City‟s hard ware dan City soft ware sebagaimana diungkapkan diatas. social. kepadatan dan stuktur sosialnya sementara kebijakan yang diambil kurang berdaya untuk memecahkan masalah yang lebih mendasar yang menjadi "jiwa" dari kota itu berkembang. Semua luluh jadi satu.hand yang melihat kota secara biologis mewujudkan suatu system utuh terdiri atas dua sub sistem. strategi perkembangan Kota Ternate ke depan yang nantinya tertuang dalam tata ruang kota dengan berbagai hierarki yang terwujud dalam bentuk peta-peta alokasi spasial dari aneka kegiatan masyarakatnya pada akhirnya harus dilandasi dengan analisa social ekonomi dan budaya yang tajam dan terarah. Visi biologis dari John Eberhand ini dalam bukunya Technology for the City (New york. Ciri-ciri positif yang dikejar kita semua dalam menyusun strategi sebuah kota mendambakan kota yang sehat jasmani dan rohani . Maka kota yang sehat "hard ware"nya juga memerlukan keseimbangan "soft ware" atau rohani kota yang mencakup berbagai aspirasi kehidupan kota secara ekonomis. 1966) menjamin dimanakah keseimbangan kota secara multidimensional. karakter kota Ternate. kandiovaskuler (peredaran darah. Beberapa factor yang menjadi pertimbangan bagi kita semua dalam menterjemahkan "Visi dan Misi" kota ini ke depan sebagai strategi dasar menuju masyarakat maju dan bermartabat sebagai pemaknaan masyarakat yang madani. Dengan demikian. berpribadi dan mengesahkan sesuai visi dan misi kota ini. maka lebih diperkaya dan dipertajam dengan pengamatan dan kecenderungan penyusunan ruang kota guna menangkal kemungkinan hilangnya potensi prilaku (budaya) sebagai jati diri. masyarakat dan kelembagaan. Gejala metabolisme (pencernaan). Kota dipandang sebagai jasad yang hidup dimana suatu jaringan organisme untuk kedua sub sistem (jasmani/rohani) memiliki ketergantungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Mengamati perkembangan global. sesuai dengan Visi dan Misi saya Membangun Kota ini (Ternate ) . yaitu City‟s Hardware dan City‟s Software (jasmani kota dan rohani kota).) merumus (persyaratan) merumus (petualangan) merupakan sub sistem "jasmani kota" yang sehari-harinya memfungsikan jaringan yang menjamin pemenuhan kebutuhan secara fisik. kultur masyarakat dengan sejumlah permasalahan pokok dan actual maka dirumuskan "Visi dan Misi membangun Kota Ternate " sebagai . Intinya membangun sebuah masyarakat madani memerlukan komitmen bersama semua pihak . Kita sadar sudah terlalu lama bidang perencanaan kota didominasi dan dilihat dari aspek fisik dan keruanagn seperti untuk ukuran dan besar kota. maka saya mencoba menelaah kehidupan kota dari pandangan seorang Arsitektur John Eber. melainkan menyentuh juga kesejahteraan ekonomi dan kegairahan budaya nya.

Strategi program pembangunan Ternate sebagai kota Budaya diarahkan upaya mengintegrasikan pembangunan fisik dan non fisik yang mengakarpada nilai dan keagamaan serta tradisi dan budaya masyarakat. bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local. Terbangunnya "kota budaya" dengan nilai-nilai interensiknya akan merupakan jalan lapang menuju "masyarakat madani" yaitu masyarakat berperadaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Strategi program –strategi program pembangunan kota perdagangan dan wisata diarahkanpada upaya untuk lebih meningkatkan produktifitas. umur perjuangan komunitas keluarga besar bangsa-bangsa se-Asia-Afrika. Oleh karena itu dibutuhkan penyediaan lahan perkotaaan dan penyiapan infra struktur perdgangan dan pariwisata yang memadai Strategi Program pembangunan kota pantai/kota pulau diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengimbangkan kota Ternate dalam suatu sistem wilayah kepulauan melalui peningkatan infra struktur perkotaan. tetapi itu merupakan pemaknaan dari sebuah pemahaman tentang "civil society". Membangun kota budaya . . sumber daya alam. Rabu.berikut * V I S I : Menjadikan Ternate sebagai kota budaya menuju masyarakat madani . Kota Perdagangan / Parawisata dan Kota Pulau/Pantai Posted by Taufiq at 1:08 PM 0 comments PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI Hidayat Nur Wahid. 17 Agustus 2005 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI SEBAGAI PEMEGANG PERAN STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN Setengah abad sudah. * M I S I : Membangun Ternate menuju Kota Budaya Kota Perdagangan dan Wisata dan Kota Pantai Sebuah kota harus memiliki "jati diri" sehingga jati diri itulah dapat diketahui kearah mana kota itu dikembangkan. jika kita menghitungnya sejak pertama kali mereka berkumpul di Bandung dalam tajuk Konferensi AsiaAfrika I tahun 1955. sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. masyarakat yang demokratis dan masyarakat sejahtera yang cinta damai . masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan . sumber daya manusia dalam kerangka pengembangan ekonomi rakyat . Penutup Demikianlah materi ceramah yang dapat saya sampaikan dalam forum ini semoga dapat menyatukan persepsi kita dalam upaya mewujudkan pembentukan menuju masyarakat Madani disertai beberapa strategi pembangunan visi Kota ternate ke depan untuk membangun Ternate sebagai Kota Budaya . Kota Ternate adalah bagian dari sejarah masa lalu yang mengalami perjalanan panjang kolonialisme sejak abad XV dan kota inipun sejak abad VII dan VIII masehi telah tersentuh dengan peradaban dunia . Sedangkan "Masyarakat Madani" yang diidamkan bukan semata-mata milik suatu komunitas tertentu. tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu.

Tidak ada masa yang paling berharga bagi manusia secara individu ataupun secara kolektif termasuk suatu bangsa kecuali masa depannya. pertama. mereorientasi paradigma yang selama ini dianut oleh kebanyakan pihak yang terkesan memarginalkan agama dari domain politik. Masa lalu menjadi pijakan bagi manusia atau bangsa menapaki masa kininya demi merekayasa masa depannya yang lebih baik. melalui kerja sama-kerja sama internasional. beragam institusi dari keluarga sampai kelompok perkumpulan yang diposisikan berlawanan dengan negara (Hefner 1998). Selain itu. Karena itu konsep civil society mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan. Paling tidak. civil society bersifat deskriptif. yang diposisikan sebagai yang-lain dari negara. konstitusionalisme. kapital sosial. secara singkat dapat diartikan sebagai. dalam artian fokus perhatian dititikberatkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata kehidupannya. demokrasi.Kurun waktu yang panjang itu. Anwar Ibrahim mendefinisikan masyarakat madani: �a flourishing of social intermediaries between the family and the state. Pembahasan masyarakat madani (civil society). Dalam pengertian pertama. berarti kita telah memiliki wadah untuk memperjuangkan implementasi prinsip universalitas dalam masyarakat madani. dan berada dalam naungan kerangka etika Islam. a governance based on popular participation rather than elitist imposition. adanya persamaan semangat untuk bangkit dari kultur inferior sebagai dampak dari negeri yang pernah terjajah. a social order founded upon moral rules rather than individual fancy. Alasan klasik yang umum yang terungkap bahwa politik itu kotor sementara agama adalah wilayah suci dan sacral sehingga bila agama dibawa dalam ranah politik maka hal itu idektik dengan menodai .� Anwar mengenalkan masyarakat madani sebagai suatu konsep institusi-institusi modern dan progresif. meski baru pada lingkup Asia-Afrika. Yang jelas keberadaan civil society sering dihubungkan dengan demokrasi. sedang dalam pengertian kedua ia bersifat normatif. Pertama. memudahkan negara-negara di Asia-Arika untuk duduk satu meja. respect for individual freedom and the freedom of expression within the bounds of morality and decency. Asia-Afrika merupakan wilayah potensial tempat lahirnya masyarakat berkarakter madani. hingga pemilikan pribadi (Kumar 2000). Dalam konteks masa depan Indonesia sebagai bangsa hendaknya ada beberapa upaya serius yang hendaknya dilakukan ke depan. telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. rule of law instead of human capriciousness. Ia juga bisa berarti suatu keberadaban (civility) atau kesalehan madani (civic virtues). mengingat bahwa pemeluk Islam dunia sebagian besar berada di negara-negara di Asia-Afrika.

bukan penghormatan apalagi sarana untuk meraih kesenangan. Ketiga. Bentuknya bisa berupa wakaf yang menyokong universitas. Dan negara bukan lembaga kekuasaan tetapi lembaga pelayanan. Sementara kelompok yang unestablished tidak mendapat porsi yang fair yang memungkinkan mereka tumbuh dengan baik dan menjadi besar. Jabatan merupakan beban dan tanggung jawab. Paradigma ini yang kemudian melegitimasi praktik-praktik politik orde-orde masa lalu yang terbukti menyeret gerbong raksasa Indonesia menuju krisis multidimensional yang tidak berkesudahan dewasa ini. antara negara dan khalayak. kepentingan adalah misinya. Keempat. Pemerintah hendaknya mendorong terus departemen-departemen yang produktif dan strategis untuk bekerja secara lebih baik. Bahan bagi terciptanya masyarakat madani memang sudah ada dalam ajaran-ajaran Islam. Namun sering sumber daya ini diabaikan dan kadang sampai perlu dihancurkan. Syariah juga menyediakan mekanisme keberadaan ulama dan madrasah yang tak berikatan dengan negara. Negara berfungsi mengeksplorasi segala potensi bangsa dan tanah airnya untuk mencapai peradaban yang akan dibangun sehingga yang terpenting dari setiap individu warga negara yang ada adalah perannya dan bukan jabatan. rumah sakit. �It is altogether ironical that while Islam provides all the values and impetus for the successful establishment and sustenance for civil society. Politik bagi mereka adalah cara mencapai legalitas dan kekuasaan. pengendalian. Nilai bagi setiap orang adalah karyanya. Negara dianggap sebagai legalitas dan kekuasaan. dan kegiatan amal sosial. Dalam konteks negara yang demikian maka pembangunan menjadi hal yang inherent dari dinamika internal negara tersebut. Hal itu terjadi karena paradigma politik Orde Lama dan Orde Baru yang ada cenderung mempersepsikan politik sebagai entitas politik murni. Di sini pertumbuhan yang ditarget pemerintahan masa lalu dianggp gagal menobatkan pertumbuhan sebagai sebuah instrumen yang dapat mewujudkan pemerataan di tengah masyarakat. Yang terjadi justru disparitas sosial yang terus melebar. Tapi persoalannya kemudian pertumbuhan tersebut cenderung memberi ruang tidak proporsional kepada mereka yang sudah relatif established untuk bermain dalam berbagai sektor. . terutama sektor ekonomi.� Esposito (2003) mengamini pendapat Anwar Ibrahim ini dengan menunjukkan fakta sejarah banyaknya institusiinstitusi yang menjadi perantara antara penguasa dan rakyat. � our failure today is not only to establish civil society but more importantly also because we have not begun to address this fundamental issue.kesucian dan sakralitas agama. Di samping itu harus ada upaya untuk mengkaji ulang eksistensi departemen-departemen yang tidak produktif agar tidak hanya menjadi institusi yang menguras anggaran negara. yet it is like a mirage among us. Kedua. Oleh karenanya. menata ulang pemerintahan agar struktur yang ada lebih ramping. efisien dan efektif. mereorientasi politik pembangunan bangsa yang selama ini mengedepankan pertumbuhan. rekayasa dan politik belah-bambu. sehingga Anwar melihat bahwa. partai politik adalah kendaraannya. menjadikan negara sebagai daulat al-hadharah (state of civilization) dan daulat al-Risalah (state of mission). dan jabatan adalah prestise dan kehormatan. Kita tidak anti pertumbuhan yang merupakan hal natural dan menjadi hal yang inheren dalam setiap entitas yang hidup. kata kunci komunikasi politik dua orde tersebut adalah persaingan.

and to demand justice for women. tempat masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan civil society yang menuntut pluralisme. the marginalization of women. technology and modern political and civil institutions.a situation quite reminiscent of the golden age of Muslim Spain. It is no exaggeration to say that this is a living convivencia . mutual respect. as Muslims and as Southeast Asians. economic backwardness -. Indeed. is the establishment of a civil society. corruption. tapi satu rumpun dengan melalui kegigihannya dalam belajar berhasil mengambil apa-apa penting bagi kepentingannya sambil tetap memegang teguh identitasnya. injustice.� Karenanya. to master the information revolution. Dalam kaca mata positif. ternyata muncul dari segelintir umat muslim sendiri. Jews and Muslims lived in peaceful harmonious coexistence. it is therefore not impossible that our own present convivencia. moral decadence. Symptomatic of such an absence is the denial of basic rights. But what differentiates them from their brethren in other parts of the world is their sense of priorities.have their origin in the absence of civil society. Southeast Asian Muslims prefer to concentrate on the task of ensuring economic growth and eradicating poverty.� Muslim Melayu yang kini adalah bagian dari Asia yang �is poised to rise again. squandering of the nation\'s wealth. than spend their days elaborately defining the nature and institutions of the ideal Islamic State. fenomena ini justru menyadarkan para da�i dan ulama. but it will not be the same old Asia. inhumane living conditions. �Perhaps the greatest challenge in our time for Muslim societies. instead of amputating the limbs of thieves. Southeast Asian Muslims are not without their share of problems. Nor do they believe it would strengthen one�s commitment to religion by instilling anxiety among people of other faiths. toleransi tinggi dan sebagainya. will herald the coming of an Asian Renaissance. This \"living together\" would not be possible without mutual tolerance. if properly nurtured. The proponents of the imposition of Muslim laws or the establishment of an Islamic state are confined to the periphery. bahwa ternyata masih ada pemeluk Islam yang membutuhkan pencerahan terhadap wacana dan cita-cita masyarakat madani. They do not believe it would make one less of a Muslim to promote economic growth. just to name a few. and other societies in Asia and Africa. where Christians.� Kemungkinan mendirikan masyarakat madani lebih besar probabilitasnya di negara-negara tempat etika dan moralitas adalah bagian dari perikehidupan masyarakat itu sendiri. abuse of power. Meski umat muslim menjadi mayoritas di Indonesia. It is an Asia that has been further enriched with the encounter with modern science. religious and ethnic backgrounds has fostered close interdependence. through cross fertilization of ideas. we cherish this heritage of cultural and religious diversity.Anwar meyakini bahwa �many if not all of the problems afflicting the people of these continents -mass poverty. kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap semangat untuk menghidupkan kembali ruh masyarakat madani. If that golden age could give birth to great intellectual flowerings. and being moderate and pragmatic in the conduct of our affairs� Rumpun Melayu adalah mereka yang dianggap mampu melakukan program besar ini dibawah panji Asian Renaissance: �True.� Dengan kata lain sebuah bangsa yang tak lagi meributkan perbedaan remeh antara Barat dan Timur atau Barat dengan Islam. . �The diversity and constant interaction of people from different cultural. They would rather strive to improve the welfare of the women and children in their midst. multikulturalisme.

sebagaimana dikatakan Judge Learned Hand: �I often wonder whether we do not rest our hopes too much upon constitutions. meski pengertian-pengertian yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat madani itu belum mengkristal sebagai pendapat umum dan kesadaran kolektif rakyat. Institusi negara dibentuk justru dengan maksud untuk makin mendorong tumbuh dan berkembangnya peradaban bangsa Indonesia. Diatas semua pembaruan yang didasari konstitusi dan hukum. berbangsa dan bernegara.Dalam konteks bangsa Indonesia.. negara seyogianya tidak mencampuri (interventionist) terlalu jauh ke dalam mekanisme pasar dan demikian pula dalam domain publik (society). ketiga wilayah (domain) negara (state). demokratis dan berkeadilan. yang dapat membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia. Karena hanya denganya bangsa ini akan menjadi kontributor peradaban manusia. Pada galibnya. masyarakat (civil society) dan pasar (market) itu sama-sama harus dikembangkan keberdayaanya dalam hubungan yang fungsional. Penting untuk disadari bahwa institusi negara dibentuk. jangan sampai hanyut dengan menentukan hal-hal yang seharusnya merupakan domain publik dan domain pasar diatur oleh negara. Dan bumi Indonesia akan menjelma menjadi taman kehidupan yang tentram dan damai. yang disatu segi perlu mengadopsikan gagasan �welfare state� dan paham demokrasi ekonomi ke dalamnya . Bahkan untuk menjamin peradaban bangsa di masa depan. cita-cita masyarakat madani sebenarnya sama dengan cita-cita bangsa Indonesia. These are false hopes. Sebagai konsekuensinya. paham �welfare state� yang memberikan pembenaran konseptual terhadap kecendurangan interventionisme negara. no constitution. no court can save it. sesuai dengan cita dan citra masyarakat madani yang maju. Sekali lagi. ini sudah tercermin dalam rumusan UUD negara kita.mandiri. Tetapi. upon laws and courts. seperti sebuah negeri yang dilukiskan Al-Quran sebagai � Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang makmur dan Tuhan Yang Maha Pengampun)� Pengertian pemberdayaan masyarakat madani perlu terus ditingkatkan dan mendapat perhatian sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara negara. hendaklah dibatasi sebagaimana mestinya. Yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara kuat. keberadaan momentum setengah abad KAA di Bandung ini hendaknya makin . when it dies there.. Maka tidaklah berlebihan jika UUD kita diharapkan dapat berfungsi efektif sebagai sarana pembaruan (tool of reformation) secara bertahap tetapi berkesinambungan dalam rangka perekayaan (constitutional engineering) ke arah perwujudan cita-cita masyarakat madani itu. Dengan kata lain. Karenanya. Liberty lies in the hearts of man.�. no law. di segi yang lain. pondasi moralitas spiritual manusialah yang menentukan kebebasan hakikinya. Momentum KAA 50 tahun silam telah secara kuat menyiratkan gelombang demokratisasi ini bagi komunitas di negara bangsa di Asia dan Afrika. tidak dengan maksud untuk mengambil alih fungsi fungsi yang secara alamiah dapat dikerjakan sendiri secara lebih efektif dan efisien oleh istitusi masyarakat. sejahtera lahir batin. sinergis dan seimbang. believe me these are false hopes. namun doktrin masyarakat madani kiranya perlu terus dikembangkan sejalan dengan gelombang demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan “Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu”. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. Akhirnya. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari. karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah.memperkuat moralitas pentingnya pemberdayaan masyarakat madani sebagai pemegang peran strategis dalam penyelenggaraan pembangunan seperti teracantum dalam mukadimah di awal kutipan dari The Ten Commitments. 2000:180-181). Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. World Summit for Social Development. 26 September 1995 (Hamim. 2000: 115). Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan. 2000: 115-127). Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Copenhagen Declaration and Programme of Action. Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‟ madani. Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. sehingga bangsa Asia dan Afrika tetap selalu bijak dalam melangkah ke depan. umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. tsaqafi atau tamaddun. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia. Posted by Taufiq at 1:04 PM 0 comments Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Saefur Rochmat*) Abstrak: Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. alangkah baiknya jika semua pihak dapat memaksimalkan momentum ini untuk mengambil hikmah dalam perjalanan pahit getir upaya pengejewantahan Dasa Sila Bandung yang telah dilahirkan lima dekade silam. Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). Naquib Attas. persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. Civil society yang lahir di . menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. negara. 1995. Madani berarti juga peradaban. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern. Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. Nabi. yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‟an dan Hadits (Hamim. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. Kata “madani” berarti civil atau civilized (beradab). pendiri ISTAC (Ismail. pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. yang diperkenalkan oleh Prof. projecting back theory. Sebelumnya. 1. Indonesia.

Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif. to that extent. terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. terbitan Macmillan Press (1988). Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. Di . profesor studi tentang Arab. kekuasaan. Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. tidak lepas dari pengaruh Islam. karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society. dan yudikatif. 2000: 112-113). pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. 2000: 113). dan kebebasan individu. Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. Menurutnya. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. taking care to give unity to his political system. Bahkan dia secara jelas menyebut: „Mohamet had very sound opinions. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problem-problem tentang pemerintahan. the government was undivided and. and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. legislatif. yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. 2. good‟. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI. Tentang Montesquieu ditulis “indeed there are many specific references to the Qur‟an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu” (Azizi. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil. Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan. Pada waktu itu. Dengan demikian. 2000: 94). konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). dan di sisi lain. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif.G. masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. Weeramantry dan M. Kadang. Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman.

seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar keperluannya. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. untuk mengontrol kekuasaan negara. di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan. Two principal lines of thought emerged. dan political economy. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. the problem of the relationship of state power to civil society. If the state is accorded such a role. yang terjadi adalah sebalinya. konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara. namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. Dalam pengertian yang pertama. individual exchange. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. 2000: 87). Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. In the first. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. Atas dasar itu. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika.Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. Sedangkan. Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. Akibatnya. individualist world of civil society organised around commodity production. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. Hegel dan Rousseau (Gamble. Sedangkan di Indonesia. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. yaitu: . Dengan penjelasan di atas. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. and if it is to be a genuine association between all members of the community. in the second. maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. yang bertujuan: Pertama. yaitu: …how government should ralate to the private. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. Kedua. Dalam bidang hukum pun demikian. and money. but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. 1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined.

Organisasi-organisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville “the people can be trusted to rule themselves” (Azizi. HKTI. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi. (3) the right to vote. PWI. Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. Amien Rais. sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang . seperti MUI. dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya. sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. KNPI. terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. Gerakan Reformasi didukung oleh negara-negara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). sehingga partai-partai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat.(1) the freedom to form and join organizations. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern. (4) eligibility for public office. (2) freedom of expression. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies). 2000: 90). Bahkan. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. Dr. 3. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. (7) free and fair elections. (5) the right of political leaders to compate for support and votes. SPSI. dan sebagainya.

bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. dan HAM. pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat non-negara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan “tradisionalis” (termasuk Nahdlatul Ulama). Untuk menghindari hal itu. Dalam pandangan Gus Dur. sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. Pengamat politik dari UGM. dan Gerakan Papua merdeka. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut. dan (3) fakta historis bahwa KH A. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. supremasi hukum. Dengan demikian. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. yang menekankan paham pluralisme. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani).sangat dekat dengan Soeharto. Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU. di samping birokrasi yang efektif. Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. yaitu: (1) aspek vertikal. Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. bukan oleh kalangan “modernis” (Rumadi. yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. 2000: 16). akademisi. 1999: 17). yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. terutama pelembagaan politik. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. Gerakan Aceh Merdeka. (2) aspek horisontal. Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. Sedangkan. sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid). bukan pada aturan main. di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. Kalangan muda NU begitu keranjingan dengan wacana civil society. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. Dr Mohtar Mas'oed (Republika. Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. 1999). tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya . agamawan. tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. tidak tegaknya hukum.

keadilan. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas non-negara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang. yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut. seperti kelompok Tradisionalis lainnya. 4. di samping tentunya sifat universalisme Islam. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. Sementara. Gus Dur. Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. 1999: 4). Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. kini telah menjadi “negara” itu sendiri.kebebasan. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. dan (5) keselamatan profesi. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. Simpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. dimana negara hanya berperan sebagai „polisi‟ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. visi. seperti kerusuhan berbau SARA. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie. karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. Oleh karena itu. kesederhanaan. Dan Indonesia telah . tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. (4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. 1991: 164). akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‟ah. sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. bukan pada aturan main. pluralitas budaya. 1999: 3). 1998: xiv). (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama. 1979: 541). dan heteroginitas politik. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. (3) keselamatan keluarga dan keturunan. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. Dalam Islam ada lima jaminan dasar. yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. dan kesejahteraan (Schacht. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus.

1999.meniru model Amerika. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. Pendidikan Islam. Civil Society dan NU Pasca-Gus Dur. (1999). agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. 2000. Pasing Over: Melintas Batas Agama. Departemen Agama. NU. Semarang: PT Tanjung Mas Inti. Yogyakarta: Tiara Wacana. Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. Hal. A Qodri Abdillah.E. Rumadi. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-à-vis masyarakat. Dalam Oetojo Oesman dan Alfian (eds. xiv. 5 November 1999.). Hidayat. An Introduction to Modern Social and Political Thought. Ismail SM. Gamble. dan Politik Kyai. Ismail. Keppres No. Kompas Online. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Joseph and C. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Pancasila sebagai Ideologi dalam Kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan Islam. Wahid. Signifikansi Peran Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat madani. Masyarakat madani Antara Cita dan Fakta: Kajian Historis-Normatif. 1988. Habibie. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Abdurrahman. Schacht. Wahid. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. B. Abdurrahman. Andrew. Hal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.J. Hamim. Mohtar Mas‟oed. Jakarta: BP 7 Pusat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Abdurrahman. 1. Wahid. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi. Daftar Pustaka Azizi. 1992. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. London: Oxford University Press. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Islam dan Civil society (Masyarakat madani): Tinjauan tentang Prinsip Human Rights. Hongkong: Macmillan Education Ltd. Pluralism dan Religious Tolerance. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. 198 Tahun 1998 Tanggal 27 Februari 1999. Universalisme Islam dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. 2000. Bosworth (eds. Jakarta. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. 11/9/99. Pendidikan Islam. 1999. 1999. Faisal. The Legacy of Islam. .). Komaruddin dan Ahmad Gaus AF. Tuhan Tidak Perlu Dibela. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Pancasila sebagai Ideologi. 1979. 1999. 2000. 1991. Gusdurism. Yogyakarta: LkiS. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Dengan demikian. 1998. Thoha. 2000. Republika 3 Maret 1999.

Kedua. hukum. Pikiran Rakyat. 7 September 2005 Nilai. Proses belajar-mengajar dan pemerolehan keterampilan intelektual diniati sebagai upaya memberdayakan warga negara untuk partisipasi madani itu. Dengan kata lain. agenda. literasi (keterampilan membaca dan menulis) mesti teraktualisasi dalam membaca madani (civic reading) dan menulis madani (civic writing). *) Dosen Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Yogyakarta Posted by Taufiq at 1:01 PM 0 comments Baca-Tulis Masyarakat Madani Baca-Tulis Masyarakat Madani Oleh A.Weeramantry. pidato. dan sebagainya adalah teks-teks yang merupakan bukti perwujudan literasi madani. Dua kegiatan ini adalah media transformasi dari tahap ke tahap peradaban manusia. Ada sejumlah tujuan dari penulisan teks-teks demikian itu. yakni kegiatan menulis warga masyarakat atas inisiatif sendiri untuk tujuan sosial politik cenderung dianggap enteng. untuk memohon informasi dan bantuan. memo. membangun hubungan emosional antara warga Bandung dengan para pengunjung. yakni masyarakat yang berpendidikan. Literasi adalah niscaya untuk membangun masyarakat madani. buletin. yang indikatornya mencakup kemampuan membaca dan menulis. Hidayatullah. misalnya. C. aduan kepada anggota legislatif. dan M. tidak saja menyadarkan tanggung jawab wali kota tetapi warga itu secara tidak langsung mewakili anggota masyarakat lain yang hirau tentang kebersihan jalan. surat terbuka kepada editor. Berperadaban adalah proses belajar secara kolektif dan sepanjang sejarah sehingga mencapai derajat cultured. 1988. Poster dengan tulisan "Selamat Datang di Kota Kembang. London: The Mcmillan Press. norma.G. Lewat kaji ulang secara saksama ihwal tulis-menulis kita dapat mengungkap kesejarahan peradaban manusia. padahal pembiasaan kegiatan ini merupakan upaya demokratisasi. Chaedar Alwasilah. Menulis partisipatoris (participatory writing). resolusi. Masyarakat wacana madani Dalam arti luas setiap masyarakat yang berpendidikan pasti berwacana. yakni berkomunikasi bacatulis. dan iman adalah potensi psikologis yang inheren dalam setiap masyarakat dan relatif statis dibandingkan dengan ilmu. Literasi madani (civil literacy) adalah kemampuan masyarakat untuk membaca agar mampu memberi keputusan sosial yang bertanggung jawab dan kemampuan menulis secara kritis untuk mengaktualisasikan peran sosialnya dalam masyarakat. yaitu: pertama. catatan rapat. surat aduan. yang merupakan ajang partisipasi warga negara sebagai bagian dari kehidupaan demokrasi. protes. Petisi. namun wacananya belum tentu berkualitas madani. 'bermadani' mensyaratkan pemertahanan nilai-nilai tradisional dan pada waktu yang bersamaan disalinghadapkan dengan ilmu dan teknologi yang tidak sabar untuk berlari tanpa henti. Islamic Jurisprudence: An International Perspective." misalnya. untuk menyatakan hubungan personal maupun kolektif sebagai warga masyarakat. teknologi dan peradaban. Surat yang ditulis warga kepada wali kotanya ihwal kebersihan jalan-jalan. . Ini juga merupakan praktik perwakilan dalam masyarakat madani. Dalam konteks masyarakat madani.

dan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia (MKU BI)--diyakini dapat menyulap 'sim salabim' para mahasiswa menjadi sarjana yang produktif menulis. Warga negara dianjurkan membiasakan diri menyampaikan kritik dan pujian secara proporsional ihwal layanan publik melalui surat kabar atau media komunikasi lainnya. MKU ini harus diberi darah baru agar mampu melejitkan literasi epistemik para mahasiswa. SMA untuk mengajarkan literasi tingkat informasional. untuk menyuguhkan informasi kepada publik sebagai bentuk layanan publik. dan (3) pendekatan epistemologis. Tampaknya kesadaran terhadap dahsyatnya potensi jenis-jenis teks ini masih lemah. sasaran pembaca. Para siswa dilatih menganalisis teks sehingga mampu mengidentifikasi karakteristik teks. Yang terjadi selama ini adalah berjubelnya lulusan PT yang bernasib 'setengah literat. dan efektivitas dalam penulisan itu. yaitu: (1) pendekatan kurikuler dengan mereposisinya sebagai mata kuliah wajib dengan jumlah sks sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. fenomena ini kurang menjadi kepenasaranan para birokrat kampus. mengidentifikasi empat tingkatan literasi. informational. yakni SD untuk mengajarkan literasi tingkat performatif. Yang sering dilupakan adalah perlunya mengubah mind set guru dan dosennya! Sejak dicantumkannya dalam kurikulum.Ketiga. dan tujuan penulisannya. Informasi yang diberikan oleh organisasi seperti LSM dalam bentuk "kalawarta" (newsletter). kemampuan menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. dan epistemic. Tingkatan itu dapat disejajarkan dengan tingkatan pendidikan formal.' yakni memiliki kemampuan membaca tapi tidak diimbangi oleh kemampuan menulis. Caranya antara lain dengan mengakrabi secara kritis berbagai jenis teks seperti disebut di atas. Pendidikan bahasa dalam konteks madani membekali siswa rasa percaya diri dan keterampilan retorika yang diperlukaan untuk berekspresi dalam wacana madani di sekolah dan di luar sekolah. Mereka juga dilatih mencermati kejujuran. . untuk mengevaluasi kinerja petugas layanan publik. dan sebagainya merupakan media untuk pemertahanan demokrasi. Desakan agar Presiden SBY merombak kabinetkhususnya bidang ekonomi dan hubungan luar negeri--menunjukkan kepedulian publik terhadap layanan dan kinerja kabinet sekarang ini. (2) pendekatan ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan mahasiswa. Sayangnya. Ada tiga pendekatan yang dapat ditempuh secara serentak. Sedikit sekali buku teks BI yang memasukkan teks-teks tersebut sebagai bahan bacaan. Keempat. dan kemampuan mentransformasi pengetahuan. kemampuan mengakses pengetahuan. SMP untuk mengajarkan literasi tingkat fungsional. yaitu dengan menyelaraskan hakikat MKU BI dengan tuntutan literasi epistemik. yakni tingkatan performative. catatan rapat. MKU BI turun mesin Pendidikan diniati untuk mengubah cara berpikir atau mind set anak bangsa. Jamu mujarab-tapi memang pahit--untuk mengobati 'penyakit' ini adalah reposisi dan redefinisi MKU BI di semua PT. Kita selama ini cenderung menyepelekan ketergantungan keempat tingkatan itu sehingga ada anggapan salah bahwa konsentrasi pada literasi epistemik-seperti melalui perkuliahan teori-teori menulis di jurusan-jurusan bahasa. functional. TahapanlLiterasi Wells (1987) yang teorinya dijadikan rujukan khususnya oleh tim pengembang Kurikulum Bahasa Inggris 2004. dan perguruan tinggi (PT) untuk mengajarkan minimal literasi epistemik. Masing-masing secara berurutan merujuk pada kemampuan membaca dan menulis. objektivitas. agenda.

(5) analisis terhadap segala bentuk feedback. (2) penulis. beserta feedback yang diterima. Pendekatan kualitatif antara lain mengandalkan berbagai sumber data sebagai berikut: (1) kumpulan dokumen kelas. dan (7) portofolio. Mereka lalu dibebani mengajar kelas MKU dengan mahasiswa terkadang 100 orang. Bagaimana mungkin seseorang dapat berekspresi tulis dalam bahasa asing sementara ia masih sulit berkspresi dalam bahasa ibunda. mengapa MKU BI di PT kita dianggap kurang bermartabat? Bisa jadi karena selama ini MKU ini lebih merupakan pengulangan (yang membosankan) materi ajar di SMA. dan komprehensif. sering kali kita lupa bahwa keterampilan menulis ini sangat bergantung pada keterampilan menulis dalam BI. Kaum profesional dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian. (3) teks. hasil wawancara dengan siswa dan guru ihwal kegiatan menulis. kampus. bukan hasil pengalaman subjektif pribadi atau ilham dan inspirasi. Banyak yang beranggapan bahwa hanya dosen sastra Indonesia yang mampu mengajar MKU ini. . hasil observasi. jangan begitu" untuk dicermati calon penulis. padahal para mahasiswa sudah saatnya membangun keterampilaan literasi epsitemik. Semuanya itu membantu kita memahami ihwal menulis secara luar-dalam. hasil revisinya. Yang disebut terakhir ini akan lebih dipahami lewat penelitian dengan pendekatan kualitatif. seperti konteks kelas. bukannya kuantitatif. Dengan kata lain. (6) analisis draf tulisan siswa. Perlu diingatkan bahwa pendidikan bahasa pertama seyogianya meneratas jalan bagi pendidikan bahasa asing. yaitu: (1) pembaca.MKU ini belum berhasil melejitkan literasi epistemik bangsa ini. Sungguh di luar batas kesehatan pedagogis! Jalan pintas menuju perbaikan ini adalah dengan memberdayakan dosen-dosen yang memiliki potensi untuk mengajar MKU ini. Akibatnya kita lebih fasih mendeskripsi produk tulisan dengan sejumlah fatwa seputar retorika "Mesti begini. Jika kita melihat rasio antara dosen MKU BI dengan mahasiswa. Khusus dalam mengembangkan keterampilan menulis dalam bahasa asing. Para pengajar MKU ini pada umumnya adalah dosen-dosen jurusan BI yang telah 'kehabisan tenaga' mengajar di dapurnya masing-masing. Keempat orientasi ini sama pentingnya untuk memahami produk maupun proses menulis secara holistik. yakni meneliti karakteristik teks yang dihasilkan siswa. dan konteks sosial budaya. (3) Think-aloud protocols dari guru saat menilai karangan siswa. yakni bagaimana persepsi penulis ihwal proses kreatifnya. Selama ini kita cenderung mendelegasikan perkuliahan MKU BI kepada dosen muda yang masih mentah dan kurang berpengalaman. sementara itu kita tidak dapat memberi solusi yang spesifik karena kita gelap-gulita ihwal proses kreatif menulis dan konteks makro pembelajarannya. draf karangan dari sejawat dan guru. Pendidikan menulis selama ini terlampau berorientasi pada produk dan mengabaikan proses. (2) hasil interviu sebelum dan sesudah kegiatan menulis dengan siswa dan guru. yakni bagaimana persepsi pembaca ihwal sebuah teks. yang terampil berteori tapi pada galibnya sangat lemah berkreasi. (4) interviu retrospektif dengan responden ihwal tugas atau kegiatan menulis. Pendidikan bahasa juga mesti berorientasi kepada kompetensi. Sesungguhnya banyak dosen nonbahasa yang justru lebih produktif dan profesional dalam publikasinya. yakni konteks menulis. Pada garis besarnya ada empat orientasi penelitian menulis. Sering didengungkan bahwa kita lebih berbudaya dengar-ucap (orality) daripada baca-tulis (literacy). perkuliahan ini terkesan asal-asalan. yaitu bukti fisik apa yang dibaca dan ditulis siswa. mendetil. yaitu unjuk keterampilan berbahasa bukan unjuk pengetahuan teoretis ihwal bahasa. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan menulis. pendidikan bahasa atau language arts mesti berorientasi pada pengembangan literasi dan meninggalkan dominasi oraliti. Mengapa MKU Bahasa Inggris yang sudah berusia lebih dari 300 tahun dalam PT di Amerika-yang lazim disebut college writing--begitu bergengsi? Sebaliknya. politik. dan (4) konteks.

Dengan demikian. ia pun bukanlah wacana yang hanya ada di dalam ide. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. begitu mengagumkan. jika dalam masyarakat ada rasa saling menghargai yang namanya pluralitas. ia juga menyimpan potensi konflik yang bisa meledak setiap saat. fungsional. ia merupakan sesuatu “yang ada di sini”. Dimana pada masa itu hubungan antara rakyat dengan pemerintah (vertical) begitu mesra. Namun demikian. Artinya. Namun. lalu diungkapkan secara kreatif dan imajinatif dengan ungkapan sendiri. perbedaan. bahwa masyarakat madani hádala masyarakat yang juga toleran dan membuka diri terhadap berbagai pandangan yang berbeda antar mereka di berbagai belahan dunia. Model masyarakat madani pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika memimpin Madinah. ia harus mampu menjawab berbagai kebutuhan praksis masyarakat seperti basis material. evaluasi. agama dan ras) juga begitu mesra. Inilah wujud kompetensi literasi epistemik yang memang merupakan perkembangan dari literasi performatif. dan sebagainya. Adie Usman Musa memberikan batas yang jelas. serta hubungan antar masyarakat (horizontal) dari berbagai latar belakang (suku. sehingga ia begitu didambakan dalam menyelesaikan problem social dalam masyarakat kita?. merupakan sisi lain dari upaya masyarakat untuk menemukan bentuknya yang ideal dalam tataran lokal maupun global. suku bangsa. Kehidupan masyarkat pada masa itu terjalin begitu harmonis. . Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sangat majemuk. Pembantu Rektor UPI Bandung Posted by Taufiq at 12:48 PM 0 comments Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani (Civil Society) Oleh: Aryanto Abidin. dan agama. Pada tingkat PT. SMP. Kecurigaan ini boleh-boleh saja sebagai sebuah sikap kritis dan kehati-hatian. bahwa makna substantif masyarakat madani akan menjadi relevan. dan PT. Lalu bagaimana posisi dan peran konsepsi masyarakat madani atau apapun varian padanan katanya. SMA. Hasilnya.Lemahnya keterampilan menulis akademik dan rendahnya jumlah publikasi di kalangan PT Indonesia selama ini disebabkan berbagai faktor: kultural. dan interpretasi berbagai informasi yang diterimanya. Pokoknya. Masyarakat madani atau masyarakat sipil. Keragaman ini merupakan sebuah potensi yang bisa kita gunakan untuk membangun kapasitas masyarakat madani di tanah air. Masyarakat madani dipenuhi oleh berbagai penghampiran praksis kehidupan masyarakat. literasi madani sangat bergantung kepada kecanggihan literasi tingkat SD. Masih menurut Adie Usman Musa. Menulis bagi mahasiswa di PT tidak sekadar ekspresi personal atau untuk menyampaikan informasi. Konsepsi ini juga memberikan banyak kemungkinan bagi kita untuk melihat hal-hal yang bersifat keindonesiaan. sosial. Adi Usman Musa juga menegaskan bahwa masyarakat madani tentunya bukan hanya sebuah gambaran ideal tentang cita praktek kehidupan bersama. kini saatnya dilakukan "turun mesin" MKU BI dengan berorientasi kepada perolehan kemampuan menulis akademik dan dengan memberdayakan dosen-dosen tertentu di semua fakultas untuk mengajar kedua mata kuliah itu. yang lebih penting adalah bagaimana warga dunia mampu merumuskan proses masa depan yang lebih baik bagi kemanusiaan. yang dekat dengan kehidupan kita.*** Penulis. 20 Desember 2006 Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel Cita-cita Masyarakat madani/beradab (civil society) merupakan cita-cita yang teramat mulia untuk dipraksiskan dalam kehidupan bermasyarakat kita. Banyak kalangan hingga kini masih curiga bahwa konsepsi civil society merupakan bentuk lain dari sebuah hegemoni ideologi tunggal liberalisme-kapitalisme. tetapi lebih dari itu. baik dari sisi budaya. sintesis. rasa keadilan. Makna substantif inilah yang hingga kini masih belum dilihat banyak pihak ketika memperdebatkan masalah masyarakat madani. Cita-cita ini sesungguhnya merupakan cita-cita yang teramat renta untuk didambakan kehadirannya. dan informasional. Sejalan dengan tuntutan akademisnya mahasiswa mesti mampu melakukan analisis. dan kurikuler.

telah memformulasikan sebuah konsep yang dengannya diharapkan akan mampu memainkan peran (sesuai dengan kompetensinyanya masing-masing) dalam menciptakan nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Oleh karenanya. idealis dan konsisten. Terdapat lima kompetensi kritis yang harus dimiliki kader KAMMI. Hal ini sebagaimana yang dimaksud oleh Farhan Hilmi HS dan A. Pertanyaannya sekarang. sehingga muncul dari dirinya kesadaran untuk mengedepankan tugas kekhalifaan. setiap elemen-elemen civil society (Pemerintah. mampukah kita menciptakan masyarakat madani tersebut? Sehingga dengannya akan tercipta hubungan yang saling menghargai atau saling toleransi. dan wawasan sejarah dan wacana keislaman. NGO. Secara aplikatif sosok kader muslim negarawan harus memiliki kompetensi kritis yang harus dilatih sejak dini. Point penting tersebut adalah KAMMI mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. Konsep ini disinyalir mampu memberikan tawaran solusi terhadap lunturnya nilai kearifan dalam masyarakat kita terkhususnya generasi muda kita. sebagai berikut ini: 1) Pengetahuan Ke-Islam-an. Yohan MSDM bahwa kuncinya adalah tergantung pada: Apakah manusia mampu berfikir rasional. Deskripsi Muslim Negarawan Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat. Konsep tersebut adalah konsep Muslim Negarawan. Walau sebenarnya dalam lingkup KAMMI konsep ini baru merupakan tahap trial and error sebagai wujud sebuah ijtihad. ilmu alat Islam. Dia bisa hadir dengan rupa yang begitu sangar (id negatif) juga hadir dalam rupa yang ramah (id positif). Betapa tidak. tokoh masyarakat. ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan dalam mendesain kader KAMMI.Atas dasar itulah. sampai dimana tingkat keberhasilannya. Oleh karenanya Tuhan mengkombinasikannya dengan akal agar manusia mampu berpikir. berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. Pertanyaan tersebut sungguh menggelitik dan terdengar sangat pesimistik. Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya diantaranya adalah mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (quwwah al-munashomat). Sah-sah saja bila penulis menganggap pertanyaan tersebut teramat pesimistis. ataukah dia telah terkuburkan oleh id sehingga tugas untuk mencapaikan kebenaran menjadi terkubur. Potensi id ini tentu tidak hadir begitu saja. Dalam upaya membangun capasitas personal (personal capacity building) kader KAMMI. kakacauan dan tindakan anarkis masih mewarnai keseharian masyarakat kita. terkhususnya yang mengatasnamakan KAMMI. Maka dari itu. Hal ini-mengutip pendapat Sigmund Freud-disebabkan karena manusia memiliki yang namanya id atau nafsu alamarah yang mengusik manusia untuk selalu berbuat jahat. Seolah hal tersebut telah menjadi rutnitas yang lumrah. Student Movement) diharapkan mampu memainkan perannya masing guna mengupayakan dan mengawal terciptanya nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Hal ini tentu membutuhkan evaluasi. sampai hari ini semua orang masih menjadikan masyarakat madani sebagai referensi ideal dalam membangun pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam perspektif gerakan mahasiswa. basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan. Profil muslim negarawan dalam definisi risalah tersebut adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar. agama. serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan. keberhasilan konsep ini tentu tidak bisa kita harapkan dalam jangka waktu singkat. Kompetensi kritis ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki kader yang dirancang sesuai kebutuhan masa depan sebagaimana yang dirumuskan di dalam Visi Gerakan KAMMI. semangat keimanan yang kuat (ghirah qawiyah) dan kompetensi yang tajam. Kader harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keislaman. Pengetahuan ini harus dimiliki agar kader memiliki . tidaklah terlalu berlebihan jika sekiranya konsep muslim negaram memiliki relevansi atau berkaitan dalam upaya mewujudkan masyarakat madani/beradab. maka perlu adanya pembangunan kompetensi kritis sebagaimana yang penulis kutip dalam panduan kaderisasi KAMMI pusat. Oleh karenanya.

sehingga kader yang dihasilkan dalam proses kaderisasi KAMMI selain memiliki daya kritis. solidaritas. Penguasaan skill diplomasi. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harakiyah). Hal tersebut tertuang jelas dalam landasan filosofis gerakan KAMMI yang terjabarkan dalam bentuk misi gerakan KAMMI yakni: a. dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar). Pun demikian halnya dengan mereka yang berbasis gerakan di luar islam. dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia. madani. Wawasan keIndonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasan. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuan kader beroganisasi dan beramal jama‟i.Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan. Kader KAMMI adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. Sedangkan pada poin c lebih dititik beratkan pada peran KAMMI . adil. Dalam kapsitas sebagai mahasiswa islam. Relevansi antara keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat.Menggali. b. yang terintegrasi oleh pengetahuan interdisipliner. dan politik mahasiswa. Sosok kader KAMMI tidak sekedar ahli di wilayah spesialisasinya. dan sejahtera. 5)Kepakaran dan profesionalisme.Kompetensi kepemimpinan yang dibangun kader KAMMI adalah kemampuan memimpin gerakan dan perubahan yang lebih luas. maka pertanyaan radikal yang patut kita lontarkan adalah. perbedaan. dimana letak relevansinya antara muslim negarawan dengan cita-cita civil society (masyarakat beradab)?. Menurut penulis. dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan.Membina keislaman. Kader wajib menguasai studi yang dibidanginya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. mengembangkan. dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan. menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. dan konsistensi dakwah Islam. manusia butuh kearifan untuk menyadari peranya dalam membumikan nilai-nilai ketuhanan tersebut (khalifah). Posisi dan peran tersebut. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik. c. keimanan.6)Diplomasi dan Jaringan. tentu tidak hadir dengan begitu saja dengan hanya membaca mantra sim salabim lalu hadirlah peran tersebut.Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani. maka pada poin a tersebut tergambar secara implisit tentang hubungan person dengan sang khalik guna melahirkan kearifan dalam setiap pribadi mahasiswa islam. Konsep Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Cita-cita civil society Setelah kita memahami tentang deskripsi profil muslim negarawan. dan memantapkan potensi dakwah. Pada poin b jelas menunjukan kapasitas personal yang berfungsi sebagai skill untuk melakukan perubahan dan pencerdasan kepada masyarakat sehingga memiliki kesamaan visi akan perannya sebagai kalifah. Kader memiliki basis pengetahuan ideologis.sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam. Oleh karena itu ia harus memiliki kemampuan jaringan. komunikasi massa. kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi perubahan. d.Memelopori dan memelihara komunikasi. kekokohan akhlak. e. 6)Kepemimpinan. 2)Kredibilitas Moral. 3)Wawasan ke-Indonesia-an. ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapat memberikan solusi praktis dan komprehensif. menyebar manfaat. Kader memiliki pengetahuan yang berkorelasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa. sosial. lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan. intelektual. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. Kelima poin di atas jelas memiliki relevansinya dengan cita-cita masyarakat madani-tentu saja kalu kita mengacu pada posisi dan peran konsepsi masyarakat madani yakni masyarakat yang menghargai pluralitas. realitas kebijakan publik.

depdiknas%20go. solidaritas dan kerjasama antar sesama elemen mahasiswa indonesia. akan arti pentingnya menghargai perbedaan dan saling percaya.)YPSK. Menuju Muslim Negarawan. Sehingga dengannya. Pada poin c merupakan upaya KAMMI dalam upaya menghargai pluralitas.id/”>Saefur Rochmat. NGO. 2005 Farhan Hilmi HS dan A.sebagai bagian dari civil society guna mewujudkan nilai-nilai masyarakat beradab. Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Posted by Taufiq at 12:46 PM 0 comments Older Posts Subscribe to: Posts (Atom) . teori dan relevansinya dengan cita-cita reformasi). perbedaan. 1999 ” href=”http://www. dan saling percaya (trust) antar masyarakat.hu/suharto/modul_a/makindo_16. Kesimpulan Untuk mewujudkan masyarakat madani maka dibutuhkan kearifan setiap individu sehingga mampu bersikap dan memainkan peran menghargai pluralitas. Rajawali Pers. Dr. Di sinilah peran berbagai elemen civil society (tokoh masyarakat. diharapkan akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang beradab. Namun visi dan peran sebagai khalifah tidak akan lahir begitu saja. Wallahualambishawaab Daftar Referensi Adie Usman Musa. Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani Adi Suryadi Culla. 2002 Aryanto Abidin. Jurnal AKSI. Masyarakat Madani (pemikiran. tokoh agama. Reaktualisasi Masyarakat Madani Dalam Kehidupan ” href=”http://www. Demikina juga dengan makna yang terkandung pada poin e dimana tersiat semangat perubahan (quwwatut thaghiir) yang cukup kental. perbedaan dan saling percaya yakni dengan memelopori dan memelihara komunikasi. Yogyakarta.policy. KAMMI sebagai salah satu kekuatan civil society yang beridiologi islam juga harus mampu memainkan peran tersebut. Jakarta. Oleh karena itu. yakni masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran universal. Masyarakat Madani: Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadilan KAMMI. Yohan MSDM dalam sebuah pengantar Spiritualitas Sosial Untuk Masyarakat Beradab (Catatan di era Otoritarianisme. Risalah Manhaj Kaderisasi 1427 H Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat. edisi maret 2006 Anen Sutianto. Jakarta. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sulsel.htm”>Edi Suharto Msc. Kesadaran itu akan muncul jika sekiranya setiap pribadi memiliki visi dan misi sebagai khalifah di muka bumi ini atau dengan kata lain mampu membumikan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari. Student Movement) dalam memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat.

.7./.3/8079..2:5..49.2..9203.9..7.3 043427./.5.3. 897:9:750749.!07/.2.3.2147:238024.9:.9   !03:9:5  02.3:3..900/05.3 2032-.28:./.849.3.2033.3502-039:.349.907.3.5../..90/... 897.207.8.3/.5.3.3/.2..%073.3:39:202-.49.3:3%073..5:..25..90502-..9.3..3 8:2-07/..9080-.50302-.05:.3203::2.3317.  49.320.:5.:/.9073.-0-07..2 8:2-07/.9:88902./.:/..20::/.3.3:8.:.3 50780589.07.9.3/.35.98..:5033..8.

7.9.8./.:.!:.349.!.

22.3-07. -07..3472.3 907. 17.09-0781. 30.-.9025..79.207:5.3 . 17.8.8.798:.:39:/:/:8.3 30.35./ #.-08..9:39:-.35079..9.90.   !.3 20.39/.9 ..9.8.3.   $0.9:7.80-.-07:25:/.39./.3.23../8.7.2.8. 5079.3.35.3.7-.5078./.:.39: .857385 :3. 01307   ../.3-08.2/:3.92.5020:8.32.3203.314:8507.3/03.9:..80:.3/:3/...09 80.843.7-07..7.3.2. :2:7507:.9:20.7.350.:3   :7:3.3. 9.:07.9.3 .38.:16.3/./1:3/.078..39: 90./.3.70:..84.7:9:731074780-.7. 17../.29.80 8.202-07.-:3//.../. -.30.3/5488.4220398 !#$#% !#$#% /. .7./../.9/.7.9-07.8/.7.:08. .92..32502039./. 30.9.9 -.2503079.2039:33.23899:8/./.7.907...3.2. 7.3 .7: 5.330.3-07. !4890/-%.9/08759180/.-07..  -07.9..73.203 .30/:.380-.-: :89:8    !#$#%$!!#$%#%$ !#!&  $0903.39073. 202:/...73007 .80.32.9. 07.3.3802.7.:431070388.79.-./8./.0..8.549038.2503079.38.9/.39/.. 208-.   !02-.-..9:0-07././8:/. 30..9072.7.2.202.04254507:25:.7.!.91 /.-0781.2.7..3:58.35073.2..2.:39:202507:.9 ! .8.79:08   .   8..8.5079.84.83.2.7.3/99-07...7.799. 17.3 2033.5.342:39./30.-8.25.25. 17.2070.7.9 3472.7..-..

32030/05.32070.3   !079./..95478.2...302:/.3/901700/4241057088439390-4:3/841 247.307.5492./.8.3.70.3-07.30.03.820 .9.307..-80/9/.3/4308.0.9:79.. 80947 907:9.3.59.8.80/43545:.5 0399./2.7095020739.9.3/.8.8549502-.8.30:.8./05.84.8...38. ...3.2   %/.38.:3.9.8.0-./.7.9:438053899:8 3899:824/073/.8 43899:843..574547843.9.5-.3.2034-..84..9/.708-09003 901.8.35079:2-:.9/.33.2.32.38..309892548943 7:041.9079.3./.57.7..3-.283.2203/0138..3.203.2.7.3:3089.9.1700/42.09.3549-0.30.3907-:9 203070907-437.7.2-:   0/:./..3/.32. ../..3-07.-.7...3.7.8.380-../41:2.5.390708.9437.33.9.03/07:3202-077:.30/05..8: 8:.3 5.5078./2..73.7.3/9.5.3207:5.092025:3.80-07.3 202./.35.3.././-..35.5.40919072.098073/:-:3.7.3.04254.9.91473/..:./5./022070./2.... ../05.91089.2.05..0.3:2:2.23.354980-.-0-07.30--.5499:4947802039...073.343805.3/03../.35079:2-:..8..02:/.9:7./.3 5747081 .3 9/.8.80-./../.   3.-.30:./.2.2..549 7/0..3  9.3 !49-.3 /0247.3..38:/. 207047039.3/9089.:5.0/:5.3 .3/.:-. 3..8.357-..9:43805./:./.92.39/.203::7882:9/203843.2..8.3:9400-.720303.3890.5..2.3203.3 7/0..3//0.3.80.320092.2.33.85. 5708980/.   !..8   ..8/.380-.1.7...7.3 .8.7..31.   .35.:..2070.3-.8..7.550784.380.7.2-07-.3907:3.8094704342   $02039..7    3.954947/0 47/02..3 .9079.7. 08:.549.03/07:3 2025078058. 2..47/090780-:9.3/.47/0714:3/0/:543247.9.92. 8.-..3203.:203.580-.8549/:.3 ..7 835079:2-:.3./05.7-7.38.5.84.3-./.7.390780-:9.38.33.848.90 ./. 9:2-:/03.3:3..38.3.5. 4.380-./-08.03/.79.8.-.03/..2809.8. 050393.8 /.7./.7:.3   0.7/42.35079:2-:.920::/.9/03..-80/:39:-072.4:83088 70850.3897:203.....2.0.3/:5 %../..330703/.7:087. /..8. 207047039.7..9..703.502.3549   .8.85492:73   0.2.33.395079:2-:.2..2.803.5079.8.7...3.857./.33/4308.42:3.703.3  70.7.5./.0399./.9 57..2439082....3202:33./.3203././ :2.9./.:5:380.807:8.3 50303/.33..3/.203.3.8.9:907.9. 8:.3:8.3.3:8.32034/.8.79./:.-0708:/.3.27.203/.2070.2. -.2. /./.3805079 0.14:7834184.3/.32.3 .3/5488./:.75.80-:.   ..:3.380.3.3.3 03/.33/..:.390720/.3 /0.3.3/0247.703..3.30472.8:../.9:/09/03..3.9:-.3.730..7.2.: /.

.507..3.5.939050450419080./.20.7././.94:7435708039.943948.3 .8.5..8.03.9 .84790089.547. 15745073:79:70/  974:..37.3.0 %7:0 $4:90.2.3..330.9..70850..89..9.0-7.8 07...3.3..88:0   3.8 7:2.5..39./.3/2509:8147908:.90.3/.0907473390.7/3.84.7   09.907.3.7.38./08.7-7./:.790203 /05././.32.3 .4190574-028. .31349.99:803/7 9025.42341.84-0.3247.09 $25942. 809.3.3907:8200-.   0025.390750393 /.3-:.3.:08.35020739.83494394089./.9 ..38 08.3/8:8903.0..//7088981:3/.-07:5.1.3 803.408903.7.907-..8854.3/.-..39 .3-.3/073 41903.39..90..9.904128843 . #8./30.8848.79..../.3/490784.3   .3.84.-.798419047/890780380415747908 %0 57454303984190254894341:82. 2.9089./03.:9:7./.380-.09 09980././.3/:828 ..7.50207. 84.3.0147.88..3.98:/.7574-..0 3/00/ . 89:.3.8.2  98 .3 -0-.10   .-8203941.3/.32.:39:207.9./..330.30.9 247.39409074:/349-05488-094:92:9:.3/-.03.2..203.38.0-799470.33../90.35747.3./.898./.31.:5.. -8.3...390.3/57.03/.2030/..320. 3.:..2.4:/.30.8.07...507:/./.041:82$5.:800.3503472.3/.820 2:9:9:7.798 ./.3/.8.7.7.30..9436:9070238.8.73/-.041. 89..7.3...3202.7.3 0--08. 30.943 /...3.3:3803.203/4743907:8/05.-8203941.38.3.:.3899:8 3899:8./.3/.38 0.079 3:2.3203/7.0789 .502-..-.3/02. 039:3.2.9.0 19. ./.84..80.3.0890/03.7..3-.507.9414:7...52.:.23/03.80...2039.93900. 8.24390830.7.3909.-07.25.-.0789.3#03.3.7.07898079.2.2.78   #:25:30.7..3/03.39073.-:.3/.-.7.3/903.898..477:5943 86:.418:.-8.:..39.3.7.7:8.30889038 /05.3203./0.43..90780-:9 0.7.:7094/.09-:9247025479.3.7.589070.3.9041.30.39.3/-03 24/07.:.3897.7.-803.3./7..3203443:3./03.3893/.8.53/.03941904/03.503:..7 5070/:5./507..3:828.27.9. 890089.01:.25:20.0..3.3./..93.38.2539:.-.38:/.393907.8.94341504501742/1107039.0349-0:394.4803907/0503/03.7.38200-07../.502-.:39:203.84.0/350..90.92...7..9.43930398  2.30/:5.3203:7.9.9 /.0  :89943.3203:3:.88.0:.7041574-028 :9 .03034:7920147:8284..9 .41-..549038 -.09083 8.92..3/093.3.9.9025.9..43/9438 0.8 1489070/.3 070789.92.8 .94341/0.73.50.3 30.703...3.73..  4:71.-.7.38.3.:.3..301091  !020739.3203.7..0 41.0--.7.0881: 089.43130/94 .59.9.43. 140738 989070147034925488-09.74:3/8.7./:897:/85.3/17.8 :828.4342./.7/3088 ..7.9988.908.-9./.39.-803.3.8$4:90.9. 89.9-.3#03.0 2:9:.  !07.2:380738:2-07/.   $..3:3..3:3./.3:.0789 %8 .. 203. ..9089021742907-709703349075..3 307039/.:.-:80415407 902.0908 ..-..8.848.79/.94/03.11..3 8.7.30.7897:9:7.243:8 854894    203.09 02:33.940907743.790203 /05./3899:8..2.3207:5.. 704:8..9407.9:..8.7809.-:.3203:39:95:7.7034994:99078.72434:8.790203.  %0/.70.7.3907.3/704:8/.43/:.:39:203.80-.5.8.32.720.8.820 9407.0803.9.4389.880.908:39: -007.943 80.574/:91.3/./.74881079.330.0 98340.9.790203.39..32.-071:3820308547..943414203 3:89.:9:7..8.-82039.39/..9..7.-.2-08.3.253 01803/. ..2.9 203.720.3574/:91/.09.2574.302-.11.909.3.3 .0 .9/1107039.3.23503/....83.2070.7.3.7.:7.

5503003.:09/.8.3/.9507.2./.3203/.7089. 42039:2 9..90507507 $4:90.31:3843..050393.09001.39..3-0730.2 20./.3907.-.9.30./41.42:39.7-07.2 01...3.92.8..28 7.3.7.703.9:3%.2.03/:7..-..:.2-0.9.8..907897.3/.38.3.2/.3./-.0723/.243908-..3&&30.03.3.5.7089.3..3.92:82803/7   .2.8.8043420/.7.344./.2/0247./70339072/89 9.3-072.7:8/02-...35:- 84..094:/89703903430 8.7..9.3899:9438   03. . ..3.7.9.7.3/02.0397...3/3899:94384190/0.   . /42..749 942./.094:/2.207:5./.2.3503.   08:2.3.3%:./05.2:3/4973 2. 0./.308.3/.3 -:99349-0908.38. 83078/.7/..3507-0/.380-:.9/.3/:8.-3..5 /80 ./.3/4308.3907.35..7800397 :2.23507..32.3 802-.  ./.8. .3.3.203.3502-07/.9../.9 2. /.3502-07/.3 8:3: 8:3:/.38. 2.2/42.-.8..33.0394382030..32.7.50.8/3/4308.5./458.3:.3/4308.8..30.07.01474203 47/490-00. .3042-..20/:5.0 942574./.907./.3.7.9 ./4397-:947507.38205.38.9:74030.9.-.5:2.340917.2-909.9.:829457424900.5020:8..8..32. -..84..9.3. 8./.4380:0383.3.38.0430 08841.2./8.7.7.309./2. 89.3. 98.98.8/30.90 /.9 -07-.33/4308..3   ...9/03.3.3/. .9../.38./.:..9.2...3 5..3   .3-.3202-07.78.2.079 3890.3.3 5:-/.3 9073../03.30-07/.7..30/:5.7/.9:80507: 203.7:83.38.7809.3/07.90 /0133903.302-.83.   $0-.38.#.94370./.2.93902-84190..0394389 907.09 03.35.3 8 5480/94780.5 802.33.7.503/.3..7./.38.09 /.92.8.89079031472.3.-.. 38:/.3 ":7.3:39:203.90.4:943 .0 90..3/ :89.:/.27:2:8./.:7.8003.3:82857010794.3 09.7.3-0703.8 203.3502-03../.3 30..--:3.-.2.25:3   !03079.. .3 01.2.3/42.3.7.9043909.2:3.380.7..3 503079.92037.907.35:.9:7:25:3/03.320.8..4342../.8 /.52020.9. .7.880-.3-:2 3/4308..80-..3/8. 03/.38503/907/.9:2:2/./.9..703. 30.9.9.3/. 80507980-:.:.9.2.2.90 .7041904203. -.4:3907924/0738.98 :820.37.23.92. .8.90 2.3507:907:8/93.3202-:9:.7.3:8.2:7 /.9.3/03..92:82203.   !.3%2:7 .2 9..507.90 %0/4349-00.83-.08 %04:/7./.9:3..3.1:7 3007./.3438059:.7:2.2.4342.9.50393-.203.320302.7.:.73./ 2.479.7 2.3.:.5.380.7.7.3203039:./03.380-03.9:70./.8..3:8.3/24/073549.38.3 9:-0:2203789.-.507:907:8/02-.3203.25./9. ..3/42.58...5. . 749.9.25:9.3/0247.9/...8.8. %09.3 17.9.3 .841038:730...2.898.390:/0399.8.3...3/03.7.8.204/8.8-0031:7907037.:38.92.804.33. .2:-:3.54891 1034203.3:9/03..35.3.3.92.9 3.290.80.243504504149071./.390397.43.3/94/02.32..3/.37020.9073.2-.7.20893.25:7 3907.3.3:897:203.3.9:203.35.98.-47./.7.92.9:39:203/:5.!03./.:0/..9354.9202-.42292039947043-3893 .3-....709 9: 8.80-.9..9 .7. 80.5.:0.7.$9.8.0/ 99003. 208503079.207-:9../..3042-.39.3 3907.3007 .5.3/0247.7.380-.

3:8.9.324/0739..82.8.7. 34.7 -7.9.701.7..3.7.27..0-01091/.8.07.3 -0702-./03.9:-039:/.3 94441701472.380.98. 1:381:38.01:7#4.9047 20..3::2 543/......3/  4190343/0709070/434970894:745089442:.502-..-:.507./.3 :348:/.332025:3.8.7.7./.8..9:.43899:943 34.3/:3303/.2507.9.8..9:2..2:3/03.9:039070:.4:798  %080.3::2/.7.3/.896.3203/47439:2-:/.-.3. :95.7.8/3/4308.8.3039/08 9070 34./-039: 9/.943.7./. 0-07.35079..2/03.380.380-.3203039:. 80-.2-.380.94..3.3-039:/.3/.2 2030702.317.48./90702.3/.3502-.39.8./.8.9./03.3 202507:.8..907..3.34/0739.38.92./..9097:5..3.5909.92.5-07083..39:2/.././.32..2.8././.84.:43974/.5070..9... .3899:830.943 80..8.3.-.8...84./.43899:9438 :543.7.580.7.. 808:.8:/:39:203.9/07.3-.7..701../$/.5.3/.8.88579:./.57494 2.3.-.8.93-.7.3.9.22  .22..7./.8247..8.9.3/:3.3 .2.9/..3.7.3  !4890/-%.3:/00.7..3.. 2.9.7.9 3899:830.8./.70/:5.7/.9 20302-.5.09. 5740./0.3.3.8./.34/0739.7.9:8:.7.7.- :.4 8.32.7.:16.5.33.03907.92.8503933...2./..//.3/4308.3..2./.8/3/4308.8:/.2 20.3  .7.3/0./.3/.-070-.0908./03.2.3//. $05902-07 ..8.7.3   .3203..3:3.507::/.743805.9-071:380109180-.2503003.09/50703.09/2.5020./.84.9/.3.3%2-..-./3.2 .93 /0247..980.743899:8/.3 30.9.32.2/...330.434.5.9  07/.5020739.73.2./03.580-.90702./.3.: 2..5.3/.. /...5..::.9   -897.7.. $.-.30-0-.343805.91.09   $0./.2.54882./.0209080.7.3 .3.2./-039::897:/03....3/02-.3./..8.2.09.909.9202.92..3.8808:..39:   .48.9.490780-:9-0781.907803/7  83.2-:3.3.9047   !03/.3:3.703.3.&&9..4220398 .2/03.3803/780.7.7:..7%0%03422920398 4503.908/.3 2.3 /5..9247.0..730/.8.47:22.3/!747.9.3/. .35740.97. 502-. ..:439086:0: $0-0:23.089.09/03.3!07/.84.28.8.3 90.9 5.3/7 80.38.324/0738.3.39443.3/.3.924/073 ..943 47/ $:229147$4.3/80/4380590780-:980-.22...4:79.3:93...380-.:3./.35.3.:-./.843.7./.9.8.$.0.92.8  $0..3494790720.7-.3 :2.5.2.7.- 3/4308.22041..2-2.3 897.43899:943.80.7..7.2 09..22:./.3.92.2 803.8. ..2/../2. 84. .8.7:../0 /03.:543.7. .0990780-:9-07/.7.84.280-.8.7./$/.50300.802:.3242039:280903.330..3.3503079..2.8:.98/.7 .3242039:23:39: 203.9.798412.7.804508 -079083900..804508-00. !0393:39:/8.380/.3.8 3..7../...32..92..3805079907..8.38.3.3.2. .703.3.3/039/03./.502-07/./.8.92./. 5..8./.2..3.7.30180340899:8 2.3.7.8802:.280-.8:/:39:2.7.0452039    73..3 .985 .7..3507.2  .0/05..27.703..0.-079...48..3-070..72.9 ! .90780-:9207:5.. $2548:2.403.7-./...32.7./08.93-.030..59.0330073 0.5.

%0$5794190.0732039 203./3.8.3 /././.38.3507.507.9:0.1.8.3 /.574/:8...0/.324/073 507883.4./.9..7.91:39:20::/.7.5./3.32.0/ -07.7/.203.84. /.7094./98.8.-.9.8.9073./$ 070.3-8.2-./.3-07.3-..7.3.05.84.8.389:/ 507-.3-:.7:..8.:.-./902:.20/:5.9 80/..2/03.3438052.9/8. .3:. 02.84.3./.38:./.2.2./. -0708:/.75027.38..9.27..84.09 !.3 ..3/8533..6.7.9203:3:39357385 57385/./.6:-99.3/02. 2..343805.7:8.7.8.3/4308.949. !03.7.9.75.09.22025:3..7010703.37.92..7.9 /-.7. 503/7$% 82.88.3   007... /5078.:.9075:7:/..343805.0 5741084789:/9039./03.3.3503.09.09.91/.9.-070-..9:9: .3:3./:   #4:880.9/0.07039 203/.3507.3 .3/..3.33/.2..3 .3203.:3.84.5.3/3.7 503.2030702.3439086:0:/9:8 3/00/9070..09.3.:7857:/03.9.7.703...7.9047 ...3  2.0339073.7 80-:.2/./...- :..2.9/.30-0-.324/0739.:.7.38.:.- :. 203::0.3:39:/39075709.8/03.: 9039.3. ..9:/90702.3203.80.- 02:/.5..80-0:23../.3. 203.089490 ":7 . !07850. ":7:36.   ..3/03.7:8.22    ..7.3507./.7.209.3!7088  03:7:93.88.3/..25:.805079.8./8.9-0781.098./2.84...8.3-039:/.9 #039075709.9.2..340 !741 .     .3-07.-.2.9.0/:5.357494 9502.3..-:20.3 /:3.9088 .3/.2/.38.3.33.2$4.7:8.7.3::7.889025020739../.3.220309..3 438052.207:5.344/4.3   !07:2:8.2-::-07:93.7.3-.7:/.9/.3.3.7.3808:.:.09   070.05.9: .20.909039 44/ $02039.8 .3.9/.9:2.8..5848:.3.//:3 438052.3/03.84../.073203903/:70/:3/0790.3..3.47.22..7-::3.4 8.949.9.1./$/.3.302:/.91.8... /.3 -07.9. 84. .32. 0.8.7:8.7..3/.3907/. .7.:9:22./.0 907-9.3.9/0.7.34947907 /.3434.8.9/.8 9/.3-.3207::5.2.3203:3.7-.:2...9/.2-::3.703.8.39::39:203:3:./0.4/.8/.7203:9.3/03. /.3.3..3.:207:2:8.-202.32.3850.943.9:.32.2.:3.350702-../.:.00/0/2 904..3/ 949.098:/.79.3/147 ..2.8.7503.92.09/03.92.439086:0:-072:.9:88 8.3 ./-.2/..9.2.!078..3/50703..3/907:8.7/ .3..91 .7.8:2-073472.917:89.2/./.009.894788..3.3 0:.8.:9...3#4:880.2 4..-.3.3207:5.3808:./3.27882:9/203843.39.3 .2.2:820. 5027.3 84./../.0:39948549.:9.88902 .3 0999078 ..7/.2.2 %039..39079341439086:0:        . ":7 .35020739.397/.990.209.9 03.34./.3203..09 #.2.:5.3./.80.2 .2..243805./.38..3/3. 2.  89.8 2030-:9 4..9./.22.3/94908.7.39..79:.0732039 .9-.30.3 7.4397../.3.0.:3.0307.92..3  80-././.380./2.7.25: 20339075709..38.1./..3 7/0 ..2./ .8 8047..8/.8.7:8/03.9.3/3..574-02 574-029039.7.:..739:22..8.8:.- :.7.2.2 /03.9:8:.7 98.80.92.-2:9.2.3-.7.3:.3. .8.2..2/.3/.0784:3/453438 9.3./.843././..3/.3203.7.507.3.8...07.7./..3-.7./98 .-.2.2.203.:/.22.-.7.2907..7..39../.89014724184.8/38.35020739..3./0  438052.30--./0/.3/.20/:5.3/0.30-9079..7..3   :3....550702-.8.0 20303.7/.8.8:3/.8.: .390470/..4394/.7::2/.95.380-.:-:7:3.:7#.7..5.35027.9.399088 839088/.702.339009:.20./.7/!4...350309.9.3/88.32030-.3203:3:.3 /.9:/./$.9 3. 147/8.438052.3-.-039:.7.92.35740..93-..

34380535:32.940.202-039: 57410438053472.55.-./.02-.3.080:91 08.7/ .3/4973/1:38 /2.27.7.3/03..95..3/.-./.9.8# 3.25. /80-:9/03.7.22     !..3548/ 3/4308.3:.3..3/5.8.320307.382.8073907.2.33.3 /3.32027039.84.5.8/0247.794:39:202-:3.73.22      .9:.:.3104/.7..3.3. 438052./: -.74380590780-:9/..7.2070./.3207.35020739.93.257802:.3.09.350.8/.88580-...3/.3::22..7.24/0/..8 9:.7-0.85027..380-./.9805079.9.8.38./.3.980-./..28/./.3. 5020739.7./.39.7574808503.3. ..8 ..340# 0-03./.3 .33  .09/ 3/4308././.84.5030.:#-07..3.39/.8.3.903088 3.09  207.91 .3/2:3.3.8.90780-:9/507:. 80-.80..9:9::39:9039.3/3/4308.../.3798 907.07.7.33 .9/.39/.7.9:.890747/..7.8.3..8. .9: 502-039:.330.2. 02-.3.3.7.8..2033907./. .3 802:.5020739.#20207.9907-./.3.5/423./. 503003.3.5#802.7.0:.3907:8.5..3907.38:3907-039:/.9/.9.39:.9.21472./-0.80-.3!#...3907.92.3907.-8.3 438052.98.7.5... /3/4308.985 90702..3 2.75:8. -./..3...:.3/03..7.80./..8/.840702$40.:3907907.91805079.$07.:82203.9074459.8.:2:.7-039:..802.39009:.8.2:38.05..8.3::2     $0/.34947907  7.89.280-..92.92./0  .:...038.8.95.3.2-/.3:/.209.3 /.91 /.3-0702-.703.3503..3.9...84./50./ 507....

8 %33419089.3/19894-0.884.80397.9 8.3320::/.-40203. $0.. 9/.90 3/.7.7.8.90/94907:0/   03.884..94383.84.09 20.9:84..3/....908..24/073203.970:..3.7./.:80419074095.8.890507843.8500/:5.2-0     9089.884.8.2.8947/41.3 .7   9.38..202-0784190.3..74:3/ .3-:.3.8 .-07:9 .2033.84.70/:. 9...2-/.7:820250702.24/0/.3 !079.9805079203:7:9 8:.34380530.80-.0..8.703.703.320325.90780-:9 907.09 $0/.3/84. :39:2033/..98:36:0.3.943-09003.-409:3/:05.9.3/03147.330.8  .79: 507:2:8.3/.943-09003..84./0 /745.80.8..8.9.32.3020398.2948:57020 ./$.:5 /:.389:.3203047.3207..  :39:203439740:.30.3/03...884.70.3..90390.73.09-078.7.3-08. /..0.3.8.92....77.3.4342 90574-02419070..7..3..3.7...320303/.8.7.9:  44.90 540794.902.7. 03:30.998.7.3.09203:8:307..307.84.8 900307.. 243.302.8..84.3.0.23:2.090--07./42.8.799041../..9/03...3-079::.3.84.33...-.3.84. 2.750.073203984:/7.8.09 -0.202-07841.3.32.5488080:91805079 .943-0900390202-07841.780.7.7:078.7.3907..30.8.943858 19089.-03.0947..07039/.3-079039.90.8/.30.47/0/8:.422:39 914489.3 .3 2034708548830..:9479942.033.280.943854189.9: .3.7. 08.:80.243./.7 80-.90 84..84.3549.90.:9479.35030.38.7.3/03.3:.80/:54390070/9.3::2/8.92..380/././/207.0/:.90949057.7-39498:57020.904730.73.32:3..7070.3 43805.7:089.3-07-039:30.341.24/073 .7/.7. 0:.59.7. .740 .3 .8./507-40.8.3.5.!#2025:3.30 -:92:89473.8   %/..9079.3::25:3/02.507-0/..8.3/.2../.7.2.2:33/.884...220302-.479.7.82.8/.097.3 43/8/.90./:..7.357385 0802-.-:.9-0.90780-:9 9./.3/1:79072470.3349-0-.9439.3573850802-.3902.22.3-.2-0  20325:.-84:9.74.703. 0/:..

390780-:9.3 .90789 .9:9/.35..35.3/5..47.9.7./..8 47..088.320.7.39.8.80397.7./..5020739.38.2.84.3 ...3/./.9.79. /2.7/0/.3803/03.79.20.389.35747.8.7.9:7..073203954.3. 0/:5.3.9:   901700/42941472.3..9:&.2$02.09/.3/3/4308../:20.3-747.878903/.3/5:54808984:/5:78:0 ./3308324/073-07.7809.75078.890780-:99/.38.305.857..38.:.9.87..3/7.3/   3899:94381472.8.2/:3.0   907941549..2 !03.-07.3   0-.8/.3.9:1034203.3-097:890/947:090280.8.3./07894.7.6:0..38./.80-.52.9.9:39:203.490    0-91475:-.72.3.9.84.3.3802:.33. 2020:.../.7.7.3/.3.4:39070/98.2502..8/.703.0 9050450.:/0/-:9.503. 907-039:3.  7.3.2.3-078.703..7.3/4900307.08.3/03.3.25.35253.3/:.33.8.55020739..8500/:5..3%4. 803.7.7.38:/.2.2.2070.5. ..9:/.3 3907.3. 805079&  ! ! $!$ % /..5.8 0:.2.3.../.721:0110. 5495:39/.4908    .80.5.2502.7.9/.2.830.9/0/0247.5.:907..24/0730-/.7.80.2502.3 /03..9:9500907.92030..347.95084844549/.:.32.. /97.3084194:902070/ 3901789  9089.90789/0247./:/.30507.9/../:3../0.3/2494740-/:77.7.39:.2. 2..9.850247./.7/0.3/:3.74/.38..24/073     .32025:3.-..3.7.03/0/.3805079.3 .30.:47547.743:39:202507:.47.170057088   1700.7/03.38.2503079.:5:3.24/073//7..3507.30.-07507.084:7.9820/..9.3 907:9.53/.24/073 2./.38.24/073 070..23..3439086:0:/.47/..:5:3503:8:3.35..92.2948/..09.788902848../.059438070..3/780-.038/.2 5747..324947!741 7 203#..32030.9 50393:39:203...30/:.30.2.3.39.%:.38.3.2507.7..-0702-.8././03.703..8:.3/2430.5..3/..3/7./.3 207:5.33.503:3.901478:55479..08/0503/43.22025708039.8:9:39:20.92.3 .7800/. 30.//..08     070.78:-47/3.43.09/.82   00/.3 805079./....3.98 %080 /1107039.700.23 -.3-0730../:./.3202-.-.7.9::.35079.324/073 47./.8.3 /.0939080.2.38.411.20202./.33..88 848.389.830.9..3002-.3/.4224/9574/:.9:70/:5.-0-07.20202.3:./.9 .3.3     20302:.3 202-:.0980-.8...380-..9:.3/.3.3 80-.8.3 /.9.3/...4.90.1.7:.330.8.203.30:......./..3-07-.3.23.3/.  .  805079503.30 . & .3/.2025:3.8 47.2..9438 .2203.8.35:3.3.8.202 49479.3.:. 5.7:549944/.3.38./.9438   1700/424105708843   907994.8/./.5.0.3.25780:7:.8 !020739.393..380-.88003.2.3.-07./.2./.90073.8:39:20302-.:39:/:3.7503.20.98.3..9/.9:3.507::/..43/ 9.9.7.3/1.38.9.425..80..3.-08.084131472./.3/.0   .3002-./.78:/:9 4380584844 .2094-070..802.347.3 80-.904:/.84.3574108/.: ..3/4347...7.0908 803.5. 85070.  /.79079039:-078.:-.3#4:880.90794147243041902.3/.293.38:.3   !03:3.9.2-0  202.9:7.35022532.4908. .84.9094.3 47.8.943 .2.-07/. /.3/49070570884384157010703..343974907.90793-:./.35.8. .33 ..38.92..7.84..22.7 203.09 .943 3/.318.702 7/0.35./.84.33:.8497...3.2070.0.9.97.. :38:7/.8.2.9549 549..34.70507:.3 0507.8 80-.5.388.390708984:/-0/0130/ %4573.343974907.3207:5.954./.4.38:..7:247.3-0702-.84.3%:...7.8..79:2-:/.

7./.3438052.9.5:.3.38890.5/5075.09/03.3..9/0./.3/..5.3902..!708/03.8.3 9/.709 .--02030:.2....3.. $40.3/03.--0203/.8.32.8/.9.5 /0247.8:8%247%2:7 07.8.8..794 9075.390.&2:23.3 . 5020739.3502-.79./.5498 . -48.88.794   /.8./03.9/.:39.549./.3:.39.3.2.2 /2.7./03.207.9...3203.2549 .203.9: /507:./028  .7.3    !03.544. 5.8 907:9.3.3!.92.8 3.2:3-.04090.3 8.80.8.2-.3./.9478   090.-07050393.3.2.89.7 .3/.2.9..35020739.898.7..3 /.92.23 0-07.3..39:203.5/0247.3 207:5./.-9. 909.7.#01472.3438052.794 03.3:2.8.5708/03/.38:.8.....8.907:9.30:.   7.32.3.301091 .35.703.7.8.8.3/.--0 80-.9..7 :39:202-039:8:. 08025.5002-...84../897-:80:.3/02-.3 /0247.3907-:.794.3202.4.7.2./.8.9/03.3.92.--0.7.3.3/02.8.8::2 /. .7.8-..5498.703./.8.30.39.2/. 50302-.8 8:5702. 8:.58.357385 57385/0247.39: 438052..30--08.8.3438052.7:.7..3#01472.-07-.954-907.350302-.09:.3.3/3/4308.507.92.253-747.../.-3093.2.75.2070.3./..59.5.34947907 07...802:..8..7:89:7:39..7./..302-. 30..3 2..38:/.7.702 7/0.-.90.8.92.92..7.3-.79.0-7:.:20089.92..38...9/::3.3.9/::3./.703.35748085020739.3$40.3 50302-.35020739.3/8:78:89039.8.202545:07.35.7.7.. 207/0.3:823/4308.307.3./.7..3./.3203..707.3203/.3 07. /083907.35.3.8..3549/03.2.3..4..303/.8../.5. /.38. .98.9.9:907.343805.3203/.7 2.7.9..38.:20439.7 . %07-039:3.2-07/0247.2070.8.8/.303/0.8./.3907..7.3.3 .7.2.202-.9/.3../..8....9: -039:57088:7074:5/.7.3..3.3203848.::2 /..2.3:39:203.32030.9549/.3.39:.7.8702$40.2030./:/:80-.7& 749.75..3#01472.3.3 80397./.7.2.9:0-//474340/48.007/0.9:7.80-0:23.8.3:39:2030.8//::340 30.    !708/03./.. /0247.350207././.3907-:98:/.343805 2.3.35.3-0:2-07503.704254:39:2070-:9503.2!02:  02:/.8 50302-.7/.203.8.97.703.9:.3. 5708/03-08079. .2. 02-.320/..7985..8..9:02-.30.9...39::...9.3:897:-8.-.3438059:5.3:9..92.32907$40.3-8.203.703.2203/0. 207:5.8:39:207:2:8.3.3549 /8.7:/.3..7.8.8.30557084%.3 &39:2033/.3#01472./2.9.25.3  -:.3./.3/./.8 40/ #05:-.5.3.9:0-07..22.3:8..7.90:..380507950.3203:7.

3242039:202-.3/5.3 24/0738  #:2..02-..39.:9.7.-84:9 $0/.7.09.:3.3.7.3848.::2/..2535030./.2.3/..8.3203..3 07:8:..2 3..9 2.3./.73.09:.3$# 203:3:.3 97./.../.3::2.84. -.2...8:.2&/.3&/02-.3.8/.703..8.92070.3..42:39.7.8.3549 80-.3.8.7980-03.2..2:3/8.30:.2507..203/7..50784.3:8:780-.8../.3./8:.2..3 .780-.7.8  9072.3/03.8./843../03..25-07.3.3 /8.39.3$ .84.2 30.32:/..3.84.....80503:3.3. . 9.3.2.3.......02-..3.92...32.2   0-.340...3   :3.8.8-.2.3-:9.340..-./.7.5..380.38073202-.5.907.90780-:9 &.3..39/. 84.&-09:07.099.09/3/4308.7.7.2 ..:3..3/03.7./  .3.9:&..7.57.330./.424/.3-8.&2:2& :8:720250703..09 .7.9.9343 30.3 ./5..33./.3/537.378...3-.3030..280-.09/..  .5..3..3.. -:.8-0:2202:.38..

/.9407.2...803..8.95:7.3 /.0802-.8. 2:9.22.7./03.2.32030.77 .3 82..2!49 .32:9.81.9::3.5 !.32 57-.7 09039:.2.2/.2.7./.8.2.38:3.3 /0.9.3./.9-.9.757480/:7::2 /.3 .3.9 .../.8.9.907.8.5.370.703..4292033.97.3-:/.9.3//..20439..:.!.-07:9  080.793/.3.80-.. .  0.83 2.3..909.8../.3/:./.3/780-.-:... -079..22.   909...5738508..91.30:.343805:2.80-.28.8.2. .23.7.91..8.1.202-.35.20/:5.9203/::3/.2.3:8.3-0757802:.35./502.9.3203079 /.-../.809.3/03.3:2.8.7.203.3:2.3/-0/.3 4 0889038 /.7..7.9.358442.9.703.3 5.2./   . :9:-.3!07033.33472..309:7:3..330.042548... .9./$803/79/.83 9.2./   .3 /8./..30.80938 5:7. 203.3:/03.7:3.39:907.3574108   ..39039:3.79 ../.73.253.98./   0802-.9:3.8.940439087:.5492.907.7..83.-:.3.9/. :8:720207. 80-.5.3   080.9 /.9:.9:  ..9:803.3 $0-.2  794/48.3:8.5..3./03.3503072.0/:5.9:81.:#04341900.0.203..7: ..303907..3.50-0-.//.7&203072.39. ./.2.54794/488./3.347/0-.-03/.7.9:7-039:30. 2.3080.3-.:3.3.2.2.2907.3/03.503.3 $.3.5.:9.3907-:././..:5:3.3507.:907::/3.9.7.9.!4845 8.3./.3/.820 907. 02.2 -:/.-90./.8.9.2. -07:8.38.5027.9.9::.850 8..7./.3.8:2.3 /73.39..32025072:/../.34824549.30.2.9.2 30.3..20.7.2. ..3 .9.3/.. 80-.3:39: -0753/.80.3 907.03/07:3.8..3/./.35../ ..9    !.9-07.80.2203.33..79.203.5 507.3.907.25.89478-.8-:/.997.3202507-.3.30907439.3.89:3././.#.38.22.35.7.3. .9/.5.2.3 0.4:8 /.25.8.3.7.9 9072.907.2202:9:8.59..8.//...2-07:-:3.318.:5:3..92.9202-:3:0-07.2..8549 !07.7..8.3  080.8.9 "$.8 8.8.3.3/.39.3&...3/.8.3.35:7..7&/ !.503/0.320.5.9.9:02.5:39:203//2.9/.8.. ::7.7.7./. 57.2.3/.3..8.8280-.:8 .33./8/.7  805079.7.3.390780-./  80-.9:!7. /8.7/.9.5.-9/./$90.3..3..907.8.-.7.2.3..9.079.3&907.3438052.5808:./. .3-..3824/007::3.8.-:..370.3203..3  1.3 0-0-.7..2.2.2...703..47/07 9.3:30-078.3:8..3 808:.078.:39:20388902.3/:3.850478439.2.05.3.3/03.: /. .7.39..9:7::2.9.9.-..2.9203472..3.38.2. .../.30 0.8:3907..-.8.//:. 3.3/08:808.3/03.2%7407::3.:2:823/./.280-.3042548.7.38:3 /9:/:80-.2539039:3.3907.5//.5.-.3:8:7 8.7.8047.30./...330.43 .3/.8.203.2 .3 9.3507:2:8!. .02-.   080.35.3&2.9 /... /.7.7.820 .33.0. 0-0-. 16.078.2.7..3343 :82  .503039./.3-0757./.2.2.39/.9: :8:78.28.../03.3/.8.7.850.3507.1.:.7./.4794/48 1472..757385/:.3.3.-07.7..    .-803/7.25:7..-/ .3.2.8:2070.9.080.2.3::2   080./.078.80-.8208.3..

.390.57-.7.73.-./42:39.574-029039.7..830./843.9.3/.&.72.30.3./.:5:3 .8.830.3-073.9.3&..3/.5.8 080/07..3.380-:.3/.2037./0:.8..7.2./. .3-.350302-.59:..808./0 /2.3./0.309::8.4947907 2.78.:./.3.73.347./.7.7.50-5..92-:3.3 /039.3503079.3.2.3:39:202:5:8.9.8:..8:/.. 84.39.8.7:8 20207.5708/0380-03.3. $05079...2 -.2.3:39:203.9..9:8:./.85493.35.3 390./...-07/73. 9:803/7 ./.33.9:02-. :8:7 80507904254%7. 9/...-.39::...3/.39:9:.2.203.0.703.2 43890..-../ .380..9:02-.3.3-07/.:39:503.3507.3574850 2.:8:780-.843.39.3.3 /.2.&.3 .33.8.3 .7.90780-:920207:.92.7...35.: 203..9:202-..3/7/.. 39071/0 .7.31:384250203907.89039.095.:920257.3/::203./ 30.3/-039:/03.202.   %0753.-/.8343 30.&2025488.

3.30.3808:.8.7.3-07.28.8-0:2-07503./.580-. 548 .3.7:8203/::3907.3.7./      $25:.2-:!.3508..3549:.3..39443..8.2.3.2.33/4308.30:.:39./0247.7..5020739.9.3.82.5...7.3203..8 803..3/..09.50302-.:30..3.8.7.9.3 -:.7.39/.3-07-.:.8.9/./.7.9.90789/.3-.7.3 /.3549/03.9 .3.:5:32.9 /./.7.7.5488. 2037:24/0207.8./.33.3 2..3/..8:.3.707.330.9:907.703.:.50302-...9..-07507.39::.3#01472.3 .2-07/0247.3/02.8907:8-0:2907.703.434.-.3.3.9:7./.9:...-84:9 .59.7.-.3-8./0 /03.3  808/.34030.92.8  ./.75020739./.-.7.22.780..380-.7.2-.302.90.3.8 .7./.350207./0..203.9.7.3:39:2033/./.3.24/073   03.989/.9..2.2/..7.380.2-: 7.20.39703 #:2.5. .5.3..3203./0247.3-0702-.75020739.0 .8.8/./.-039:.3    .3502-./.9/. 2./$ #0.7:8..3../03.3/03.3 /2.92.033.:439086:0:-079::. /2./.8.-.92.8..3.7/0247.37. 28.30.2025:3.3/0247./  $02039.8203:3.92. /897-:80:.3702$40..703.8.7.3 2.8.3/0247.3 909.80/:5.9./.0 2.8 80507907:8:.3.35020739.5..3202.7945.9: -079039./3.98 8:5.2.203:3:.3-07.84. ..30.7/745.:$# ..-:.3573850802-..3!#.35..3803/7402.202:33. :8:7.3.5.8.:.

!0.8/.79. $02.   ":7 .39703/.7.. 7.7.9.39039.349.!#8.389478 472. 5020739.38!07.  8./..3 #98 !:7.3:39: 2030.92./.   .7..:.282.839   .. .9 42.7.3-/:.:9 !03//.3!08.3/.282.7.7.380.3.3003/.  .22 %4.3  4.9/..98.3.9439/   /.79.3:3..3.91  ..-079039./.:3%.:8  !.20/.3/0247.2. .!0.8.7   ...9:.5..2.98.3%0702..339.3.38.9.$/.3/!49.03/.943944/073$4..3/03..%4:9 4343 .8.92.38.2 82..3.3::2.3 4.3203.2./.7.2  0247.79././...7.3!%%../.3.7:820343974307..8.2 0247.8/..3#04:8%407.83 .3...3 .82/.!:89.2.2/.7  ..9./.$  $31..98.3 /0247.0802-.3./.8   .3 %3..790203.8 .7.!0.:9 !03//.   82.19..3.$/.79/..:5:3507.2-0 3/70  33974/:.92.2!0302-.32...92..0-7:. 203.7   05.3/:./.09 .8/././.7...3.930.38.!:89.../.$/..8..2 0247.8.7://3/..33..2..   "4/7-/.79.8.7.92.!:89.8.79.--0    0557084 %.2.8.. . .!:89.3.35.3-/:.7.3.9.84.9.3  4.07039.3.8.7!:89.&9..7 .9.:9 !03//.3!7385:2.8.0 .3 .32.920::/.8.7.3-/:.3.

/ -/:77.3.3/  48479 0/8  %00.709   #:2.8.3907.9 4805.2/.8208.8.-.2 43/43 147/&3.31.%. .80-.3  !.7.3 07.8.3/.8.2.2.2 0944 082.3.078.../03.3..9..8./....418.  & :8/:782 /.2...33..8 330 4.38.9   .8 40/   #05:-.3&!.80-./ -/:77..3820!07.!!:8../.. 4. :8:7 425.5%:.$4.02-07   $..   49.79./..34824549. ./044 .7.79..3.3  &3./  .2. 82..30507.3!49...30/:5.2 .09/.3..0789 !7088   ./044/.3 0/8  !..

.

2809.9.9.7.3..9.7.39: ..79:.:16./..3./3./.397   /./..39/.7985.3./.:9:70/ ...35.9203:3.8..3 .8.../..9189.2.3 ../..3 907.7:39:-07.    .8.8 0907.7.8.25:.9..25:.9.0  43/43%0.72.9.$   007../.82.7./.8.-0:29039:-07:./.3 /.3  -072.3..30907.3#. 4.3203:8 2089907.25.3.!07850./.203. 3472.38.8.0../..3.3848.  .. 9:8 3.9..97../.3203:880.574808-0.3 ..9:39:202-..33/./.9.. %:8.79..7..4220398 .3:8.98/-.30...3.....80074. 3.3/0247.. ..3507...3 .8/.3203:8 :.52...25:202-0705:9:8.-.3207:5.3 .7.8.8.3  2038.:7857:/03.9:8 203:89.9 907.8.70/:5.79.7/.3:8.3 2.9 ! .   .8.20/.-.8.25:.3/03.907./.79..390344..3/3. ::2 /.9473.2.9 $05902-07   .82.803..54903858448.8/.798:39:203.3..4091/..2. ..7.3202-.$&3.33...7.7.780./.. /..3  %:.2439082.3:32.3/8.3-078.980-.!07:-0. %:8.943.25..5.3!7088   4803:7:8.7..3502079.3507.8...7.9.7.5507.3 70..35..3-07503//.3/.3.:39:5.8   !74808-0./.  8.0339073.9.330703/.380.339009:.302.3202-.3-0742:3.3.3 03..2.8-.89-07.8./.35020740././.8.82.-.7.  0.2.32.3%/.2.3.5..3 5.3  907.32..8.92..9/.52.039   07507.32./.0/.7..2202-.-.7.9:.:.5.32: 90344/..8.9:.7.35.97.381472.3 .2.-/.2. 02..7 203.3.92./843..3805.32.2.  !7... .8.79.33..203.-.:39:202-././..9 .7..509..3:3 ..7.3$0.7.:5.9:.3  .8.3507.32:/./ -/:77...-.3-07503//.380.7985.5080..8809./. 202-07/..3848./.7./07.:502..3 0 .3/03.3-079..8.80-. !4890/-%.2:3./..7.9.9:..0789.7....30.2 2..

9.9907-:./.3/:.7..08.3 8:7.7!708/03$20742-..39:8... :39:203.70.82.3:7::2./.8..838.. 0-078.805.8   !.05.8 .. ..203./...7 .25:.:..3$:39:203.843.3.94 574908 7084:8 ...3/:3 /03.3 ..3/03.. .35:-20.3.8:.9./.3.35:- 31472.8 /.9 .907.850309..88908803.37::.33.5.39::.7.7.37.390473.9 :39:2030.7.8380.35071472. 08.35:-907. :39:203::.92.943.7.39.3 907.3202-0..409250302-. ./0247.9.30-078.3.7.-039:.: 8:7.33.393.25:.9.8058902   9.80:2../.3. /..908 908..5..:9039.7.35:.320397.9.3:7.3907.379/...7./..03/07:32030500..-.320/.95071472.30.38.943.3.3050/:.207:5.88.3908 90890780-:980-. $0/980.80850309.7..3 0109.3.2.25./.25:.349.2439082.3207:5.3-.9.3202-.91:3843.3/0247.8.3/507:.-::908..502-././..8.03/07:3/..798-07-..3503//. 378  203/0391.-.35:- ..38:320.3.3908 908/02.39:.9.9...8.8.9.39.3/804./.3 :-:3.37./.25./.03/..7.05.90::7.7./.7.8.38.7.3$0.3/7203...380.8  08  .7.30907./.08.3 70947.7./.  31472.2.-07:7:9.5.7.3.3/03..:.8.85..9 ../.509:..33 207:5.39:803.22.39./.98.9507.3:.305./3 /./:..8.5 .3   %.3203:8. $:39: 203.909.2503:8.357.7..02.549038038 038908 32.7.3.8 !098 5/.9.2.:39:502079./.3 28.  /.80.88....25:203/0391.304342/..:.3 4-09.3 $:7.83 2.73007 203:3:.2.393 !% :39:203.072..7.5/.8.-..25.7.3 /-07.34047...3 .3203:3.7503:8.8.9: 80.3 502-.7  02.5:-80-.3.:507:.3203.7.3. 9/.549../.3..3503:8...3/49.-30980.3   %3.7.9.90789908 8.3907.8.3907.9....3:8:83. /.9..9203.2.3-.3/.3203:82..39: %...7.380-.8.7804.9.  ./.2.93.9.8.993.802. 202-.79.3507843.3/.:20/.3   09.9..893./.9 !48907/03.7.9.3.3-.91 $!:39:203.7...3203:8 02..39047 9047 .91 803/7:39:9::.30907./. /.574547843.9203.9.7...31472.9.331472...8025.3 28..3.0 1:3.3024843. 207:5.8   0025.3 3:.8..2.7..30025.3507:7:.49.503903 5. 907.2.7..8.8307.-309 :8:83.7..30.3058902.39: .49.0/947 .3..3.42:3. :39:20244331472.3-:9507::/.91 /./:.3202.4380397.3:5.37.931472.8805079$/.-/.3.3203.39:3.507..947793 .349.-80.9.5.2-039:.9/./.7.. 070..33   !03//.893.9 .7985.39:/. /.3.380-. 2024  -:093 8:7.9/80.9.7.3/9:8..3907.3:-:3..302.30.893.3..5.79.9.8/.3 -.-.5.3 202-.25:..3:39:-07085708/.3848.35.. 30809907 .9.3232.3..:39:20203:0-:9:.02-.3 /.3907..3   /.380.503:3:3   0/:.038908805079/80-:9/.7..3:3:-:3.9:5079.3:3..:.9..8.03/.381472.9::.7.8/./../7/.2.9478 5.793   03:85.5./..3307.8.8058902 80507920.3207::5.393.3907.993.:5:3409180-.3/. ....2.

503//.3.8080.38:-09157-.8058902 5.8:/....378.2..9...8.:5... 0.3.503//.5079.2./.8 503.7.8058902-.3907.38.2/.:.:2:23..39.8/.3-072.3-07-../8./..907..7:8/-07/.9:  502-.3...2.:.5:73.3.!% &3.3..23/809:7:/.2.7..:3/..3....9.38.913.3!%..3-.75./..-:/./03.947039...8.39:39:9.9:39:203:-.3:30907.320202.8.3202-07/..-/03. . /.82009../. & /.:..2.3 !..38..7-..3507:.2././48038.33..3 /.3/4308.30907.9-070857089:8/.-747.8.25.3 0-:9:../. 0025.32.350/.2.5 828..847.7...3-07503.9 /.7:..83 2.25-0790479.3907...8- 80903.3&30-207:5..8.8.357410843.3/4803 /4803.7.78-08.203:8/:7:8.:.3-..25:8   .25:.3390708.2./9:39:9:39:203.3.2:7::2  &3-0:2-07.9 .39047098.25:.7/$ 5.88808:.3503:..83..7//. 507:.9.7.2089-0747039.48  .3 907.-07./...3-.7.9.3/3.5078058503:8.3203:8 $.3-.9.:7:07:39:203:3.33.3 -.220302-.805.   503/0./4803&/03.8058902   &9:7:32083  !03//.703.3.5..503.3539.9 503.33.:23/809.8.507:3.3-.39.03/07:3203/00.7982089-0747039./.3/.34002. 80.3202-48.8.9.3-./.9.343908203:8 805079439080.-:3/.9 :39:2034-.3 2. 203. 57480870..2.3/4308.   $0.25.202-.3907.804.:257410843.3:7.-.9 3.55.7.3907.8& /03. !07:/3.70.3.2-05:9:8./.3/.73.3  43908  .3203.9.32.85.3.32.9.3./48032:/.88.-:.3 -:.8203::507-.50302-..:/-0-.25..7&3 ...3907.88.2/80-:9.2 .9::3:0907../.907.7 9../.302.25:.-.25././.../.  /.-3./4803 /4803:7:8.5. -.&.9...   908 .9..3.2.-.8.8..- 9.25.3.&/!%9.25:203.2:2:. 42509038 .3903.7.2.7..  03.8.9:  503/0.3 .88.0.38073/:5.9.3.88..8 ..9-07.3 8:/.9..343908848.25:2009. 2:33808047.3:3:50309.83 8073..3203:838.705488/.3:897:0-574/:91 /..3 203:8 !.9 .9/9025:80.8.84.3/48033.3 :7:8.72./2-.3 03.7.0907..7&3 $08:3:3.-..3207054883./ 80.0-/.9 !03//.8.3-07.7.5:7. 1034203. .9203:..88.3-.90789908.../...83802039.2../ 0503.320309.3:./03.8 2039..   :8:8/.3.-07:-03.2!%/207.9../.9&/03.8. /.3202 549038:39:203.3.7&35.33857..390.897.3058902448 .35.59/.203.5 47..25:-.-0757.7.39:2.3/.2-...8...3  503/0./.80-:.7.9:/03.3-.3-073.3.025.8 .::39:503//.0907. /.908   503:8 .3.5.3 907..98.83 070.32.400793 -09: -07038$0-.8.8...503/0.388.32.3&05.3-.79.:.-07:8.8..30897.-.88.7 :.3:2.3../.370/0138 &/802:.83   .850309. 9:8 907.3-07/..32..2.35.8 .9.3 :7:07/03.0--07-:/.8 .3 $:3:/:.$0.3.&2:2..93. -0770./.:.8.8.3203..8.907.850309./.32033..3.2-..3 47..3574/:91203:8 .-2 5.2.20.88:9-0785708 /. .88.. 5..2-.3.3.::8.9./.3/423.3203:8 . 203.3203:8/.5.80-.203:-.8..9.2..3-.32030.97..3./. .3./4803343-.25:8 549 /.3.7...8058902   $073//03:3.. .902.3 .5.20307./03.3203:8/.7.3.2.3 .9..3:7.39:35.3 202-..3 .3 503//.9.7.3.-8..-. .807039.5202.9.5..5078058502-..

09  07.1.3425700381   02.7.9./.:0.805.5.9.5:-.072..2.5..8..089 -03 ...2 203/09 /.3/9:888.0-1.3!%   !03:8 !02-.3203./.3/03.9.2.3/03.3203:8   .39:9.3/:3 !4890/-%.3.9.91  -:.7.8-07-.3.3/.383.7 0/:.9....9!% 38.7.202.88907..3:3.8.3:.48/.3/80-:9907./.3202-07/. -07:9  :25:..0.   3907...3203.3:7:    %3 .88 839088  0.8:39:203.4:/57494..805:9.7085708507843..9... .$4. /7.3:7:   .:. 848.91/..3..38.7..574/:/.:. /.388.3/4803 /48039079039:/802:.   .9202-0784:8 ./03.3-07-.3.1.80.3-0747039..843.580.:.380:2.88.3/.3..$:80  9.8 /./....9.3 .7.9.83907.0.9.:80-0:2/.3#00.780.331472.7 /..100/-..3/80-.33.3-09::39:/.3. $02:.8.39:39:9.3.3574808  -.3/.302.:.3 /9072.::/42509038907.893..388.9:.9! .0907.3:.3.8058902.../02/. 0.3!%3/4308.339075709.91.9.3 708543/03./0283./!%9/.3203:880.25:20.91203:8/.1 .43503:8 802039.8:2-07/..350702-.394-/3  0802-07  0-.:2.9-07.:9..7.3  54794144 .388./.7..-.88.3203:8/03.20.:.3803/7 3..3907.388.8203/08758574/:9:8...3-07-.7.9..93.:-0747039.2./. ..3!:-.92.91 1:3843. . /.25.3..20892.503933..57480870./.3:7:07 !.3. -08079./02/./.7907.:5:3574808203:880.8  $0.7:7:8..85071472..3#00.3.770947.2.9.9.331472.3/03..8.3503/0...4220398 :820.0.84-807.25.9.93..3./. 80.7.3.25:.73.9:   03:8-.8 2.80-.:/:3.9..3 2.7.203:880.3.50740.8./.703.3.::39:203.3202.8 .3203:8.3/4:2030.:..88/7.489   !03//..-.../.8/. /.399. 907.3439082./.83.3.91/03.3.5.39:305.9203.5 :9.5.7.31472.8 .3./.380.9$ $! $ /.39:#0947&!.39.91 !03/0.9.-039:100/-./03..9/.3907.7.8.2.:16.7.3.3203:8   .85.07.9/.:7097485091/03.47039.9:-:918.870..39:7:32083&/03.3/-.25.3.19:8.3 207:5.9: 202-.70.33.3.3:7:.7..838. /.3/9072.3/./.383.947:9:7.74 502-0.3808:/.2.30-/5..3203:8 .3 :820./03.:39:202.9.3/03.93.385081.950309.1.9.2.2574/:2.3703/.9:9. !443.3/...

8.9.2.7.8.-09:2087..7. .985 207:5.2-.92..3:8.9.09.:2.8..:-....2.92. 8079.30.207:5../.39.22./. .22.3203.8..3./.9..8. -09:203.2.7.202253. /0&82..3..8../.7. .7.3203.8...3  0/:5.$.39.9 47439.7..8 507-0/.8.7 2.2.-07.3 /.7.7-0.8.7.:-:3.3574-0284.3 .32.37..3.9407.9..3.8./.8 :.-09://.9 /03.3-09:.3-072..7.9.09 207:5.7.95.35073.:..9.9. ./7. .3202-:.88.388.3907.29.2-.:39: /57. -..7:5.202-07.3.33.5:7.9.72438 .2203008.97039..2.3.2.3.9 .7./3..92.83.7..8 -.3507..3-.- .3-039:3.33./.3 4380582.8.2..3.99.30.3.2./.8.5:3.9 . 803.92:.3/0.2.8::.3 /.3.72..20/:5.9.3907.:39://. .3507.8..7../700.3/.3:8./7 ./.7 -07-./..7./...8.7.5.84.7.3 40#.2.4394...:5:34-...92. /. 2.3E/.2.9./.8 .7.99.8203:7:9/0 &82.3808:3:3.5.7.39. -09:2087.9 :39:20302:...35020739.079.92.3.8./.8:-89.35./..9.8.3912...9.3:.9:907.9::-:3.3..8.. .8.9.3. 97:89 .3/./.38../. 4/02..7.34.2.7.5488/.. 9..3.:2..3/.3 8:: .

33.3:8..3549038431.9.788-:/.32.88...3 -8././.3 ..25. 0-:9:.39..3-8.3.25:202.3 ..907.3..39.903/4308.8...3/.3 .9   $9:/0394.8-0:2/..3/..202-07.80-:./..91 :..3.72..7../.9-.3/.5.2..3..:.38.3.9$2:3/70:/ /80-.50-/.2.7.320342-3.:-070-.33. 8.202..9.2.203.43805:820.9:83.2. .2:3 .2.8/. .39.8 8.907.8.3-.3.. 909.32.5.3.09 !020739.33.3.9.8.:-:3.83 2.8.99.8..843.3.3 -.92.//.500203 00203..92.3203:82.703.79: .380-.3.3.7 .30.-0.72.99.2.7.9 !49038/39039:9/.357.9039../.3/.2.3/.3   /&82.9805079-.3-0781. 3. 080..99.. 803.9.35748082.820 .8./-07-.3 /02. .02: -..3.380-..3..71. 8:-89.3.3.3.3/0.3.: 80-03.. .30--.33...0.7./...2.5. 9:../03.22./.390780-:98:3: 20309/.25:207:2:8.3-078.9 ..2:5.9/03.7.57. 503. .809.357..32.:3.3:8.3 438053/83.3/0774780-.7/73..3507./...3507..:. .7.32.79:.2./.3/./.78.8. 07.38. .34380539039:9/./83 ...5. 08.7.0.2.92.3203.32. /.3/..703./.2.:3.3:39:202-.80-../.5.:-07-:.7.3.3203.8..2.5798/.5.3 203.39:35..09 207:5..7.9: .2.90..18:..3 907./  0..9.3. .340/803.7.8.3.3././...::/ 80-:.20::/.8.-8.0/:5.3. .-:.8.2203.3-039:.33.820 0.47..0.3:8...2.90-07..207:5....3/.3.8:/40.3 2.-.8.8.59..:39:20.25:203.3..3-07-..8..55079.90703.390780-:9$03.93.39.84.8203.38.8..7.3 808:...:39:80.-.02:33.8.:/. 9442.3:8.39407.8.3.59.3.3/0..: -07.7.33.3:27./7:939.7.3/503:40-07-.3 .3-07-0/.25:202.3.38./..30-50393.9.39:.33.3.22.380-:.7.393/..3:8.907. 80././05.3./7/.92.30/:5....3.79: 9/.3913. -.83 /./03.2/0 4380583:.3 90. 0-07.8.7./.-.3 4..99.7:82.7./03.703. 8./:3.8.. .8.%:.8.7..59..3 /.3.3808:.:7.7. 7.7.9. / 54891  0../.92.7.:.32.71.73.2:3.780-:.2..3.7.2202-.0307..2.503:8203.3:8.. 2. 70107038/0.33.-07.-8.72070.3.:7.00243/0449:3.703.2.59.3.....820.438052:8230.1.. 907:8:83.3 .3.3..84.8. !079.43805 .80-:.9.25:-07177.-...882.83. 03.39039:3..83:3.32.3 3-40 -408.. 809..25:202-07./.880/:5.5:39:73.3/:3.9.7:207:5./.33. ..9.3/.82:/.8.3/2.2-.2202700.9508289 $..3.3 203:95 503/.32$/.2.0.3 .32..3-.7..3. 3.7.3:354..3..9 .82.7.8..5..33..380-.37:5..92.32..5:3-:.380-:./.907:8:83.:.80-.907..8.2021472:.7..3.9.8..5.3 .3.2:3/02.3-0730.3.20325. /.7.9.. 4380590780-:9 .782.3-09:8.. 8::-..7./7/03.32.3.7.5-07-.58.882.3:39:2030/05./.597.384:8 907..73./.90780-:990..92.9 793.3 2.2.3 90780-:9907. . $04..7 /30.900/:5.23:5438053-.5.02039 /.3:3 .3/9.25:-0757  .9 3/4308.02..92../.25:...8:39:203.202507/0-.27:5.9.37.8.907:-:7.8./907:-:7   0.3.203:5.59.549038.3.3203.7.--07-./2.33207:5.7.7.9.22.9..39039:202-:9:.807.3$-.3/03.200/.9.73802:.203.:8.3425090383. . 2..71.9.30.3.38 !079.3.9/..8.9   9.2030.2.3. .3.438058...5..257.80././7-09: 8..38..09.89.3907/03.3.30-03.7..:3.25.32.25078509107.95082898 09.9.907.... .:.

3.2203/08..9 .5.54350393./07 !43950393 .82./.3203.3/.-07.-   08758:820../078.3/7:2:8.278.3../9990.85:8.3./078...7./.3  .34092.. -0-07.

8.3  %07/.3./70107038....3..3 .3/.38.89.3.7.38.7.8:/.92...33.25:202253 507:-.82..2:5./072:8230.32.8507:-.439.7...8/.2.98.7.3/..59..3/.3-.25:.3 .384:857.820/.30 3/4308.32. 2..3.8.3549038/.2..8....3-07-.7.8.7.2.5.3202-.800/.25:203.9. !7410843.3.0 3/4308.80-.309.3 ./075:3202507..8507843.3202 /.207.9-07.3.8/.3./07202 88902-07578.3 .8/.5020..880./903.:.3 /.798 2.90780-:99079:...09  $090.. .:.8/.8.2/.25:203.307..5.:2.01091.3390381/03./07./.8850309.30 8.:.:.39...3 .35.7../. .8.38.820 .3 203.02..2  /./..8:.7....33907/85307  05.83.3/-/. 0-/..3 425090380502253.9. 39009:.5 6:.3 70.7-.3:.2:5.383..314841807.7:8/2..383.2.0-:9:.3.9 :.9 4254303-./.32..9 .3425700381 .8.703.3/.8.8.. :2.507-.3 9.3 .85..7 -. /... 9.902.25:...7.2 -039:2807.9.2..58 2..8247./079/... .3.:./.3 2:..88.3.7/./07 ..8574-02.-.8.39073907.2070.3.3..339009:..918484.202-.3 !0309.:./.08.38.2.380-.32.2574808.39..2070..3.3. 848.3207:5.8.7.:..8...3..39.09 2.3/.8. 02../..3  542.2.3.3:3.8/.8/.2020907.2.73.:2.7-.32.38/542.30-:..25:2037988079.700./.9..8007./.92:9.2...25:.9 7.3202.847.3.25:.7:8/2./07 80-.2.5.32020-075..3808:..38.3/. 803.3574-02.384:8/03.37.8 /.88 /0448.8.90780-:9..3/-.7425090383.34.7.33..8.7.3.9/.3./.8.  .3907.2   70/-9.88.980-.7.. .3./.39.8.384:8/.34250903879880-.3 20342:3..3..503:.8.3.305...7.3 /.8850309./078.30.2:823/4308.38.2'807.203/.980.7.5079.3/03.7.3907..73.3 5:- .3 0 3/4308.3.9 802.  - 03.3:9/5079:3.3 2.73.5.  .38./. 8484:820.74 0-..25:20225307.8079.3//..3.30.3.380...39. /.:5.3/...3-07../5070../07 ...3/0448 044...9  0.9/03.38.3-07470.3 /0.5.38...34388903  -074397-:85.317./.:./07 2.38508.2502039.702:/.808:..2../07202-....3/7:2:8..88./.09.3-....25:202-07.3/.3/2.3..5020./..8.7.842../.02.7./07.7.2.3 574-02..:.3....3/.307..72020..2:8230./07/.3.89:/.3#00.3 20225307.25.3503:8:95/.:3.708.0-03.3/.9 !03:..357410843.33.7.3.5.7.507-.3/.8.2:5.57412:8230.3:.7..3-0747039.5.2.7..9 $0..3..7.8047.8 42:3.2/013878.3.9..2532.3/.3.33. #00.3./05.6. 203.3.9.08...../07.7:820202.3/../07././03../078./07-074.9..3.7. /2.9.34-091:.3203.35:-   0502253.5.9.84050309. ./ ..39.9.3/.2:3.8.3907-..3549 2.342509038.3/0875857412:8230.9-:/3 .84.39079.35027.343889038 /./..3.-07:93  !0309.3   43805:820.384:8. .9/..3907.. 2:3.5..3:3. 20302-.7.8.3.3.3/. 502253507:-.3/7.42509038798.7.9..3203.7:820242509038798..9.3507:-.2   .3.8 5:8./.73907.. /.9/.3 02.2.32...7/. /.2.8.8 .3. 507843.3207:5./..3 9.8508.3.8.3./..33.7:8/.3  !7412:8230..707.3 /.9/.38.9:.3...7.7.7.0/:.2..3202:33.9/.3:3./...33. 8079. 02-3..9:99..3/.-.3-.98/.3.6.502-.7:8/2.2 70/-9../.../.3 .9202-07./07..3 5..7:82022:50309.2 .84..29039.3.9.9.3/:.90780-:9.202.3907.79:.3/.73. ./.7.3 8.7.38.  $484.3.8.83..-203:..202-07.5.3/:3./3 425090387983.9:9.32./0720250309.8..7.2574808 507:./07.2.507: ./.3.

:/03.8.3.32033. 207:5.3/./-:9:.89.8./.1..9202-.9..3/4308. . 83.203.3.2.9.3700.09:.2.8.3503.3.3507:-.00203 2.8.8.701472..809.8.7./2.38.9.3507.35...7.9.3  0 0302-..: 9.-  .9-07.. .3./:803.7 2..88 07.3 /. $0/.32.3 9039:8.19..9..2-..2.31..507-0/. 97:89 .20::/. .543.9.8.- !.7507.38../0.7 ..3/.380.59.09 9442.25:202.3-09:8.3507..32.  .7.8.2202-:2.383./03.32.7 .7808.3.5:7.33././03../.  0..72.8 .79.907...:.7#0107038  /0&82..9.79.7-09:8./.53/.32.1. 25!07:-.589. ./03.39.543/.3.3.3/.3-07.7.8...8 84/.2202-07./.7.3.7..02:3.84.72.3..25899039.9078.38..8202700../03.3/4308.3:3.3 6:..3 203::3933..30...--.7.79503933.3802.32.+7:13./.3  &39:20::/./.3507...2.37.2:5.7.:5.92. 3.3/.2....34380582..3/:35.09:...2.305. 3.20208.3.$ 08.8. 507.8 507-0/.71.33.80..9 944..7./03.3507.9.3-071:3880-.3:8.543-0.3.2:3./.557-.7.3/.3  2.3 .-:23..3507.3 /.88.3 90780-:9 03:7:9503:8 2.397.32020..8...09.7.32.:.3.507.780.383..09:3.39.3/:../.5..8.8.9.7.7.2 2.9.2.07/..557-.7..25:203.8/.320204547/.2..3507.3:5.8.38..2 !.3 9047/.3 :73..07./2:.7.32070..307.3/..3.  $9:/0394.8.88.42:3...88.35..5488/.7.8  #.32880-.92.3..828.3.3:-:3.3507...0.    7...9..8./..3/.3:8.3907.3..8 507-0/.2 !:3/02.3  701 995.32020.9 08. 203.8/.3 .390780-:9 9039: 9/..9.9/03. 3.7.3..3202.3. 03.././7/03...32.2..390780-:9 ./2.7.7./.3/..3507843/03.79.8.9: 80-.30-03./202./..8203:3:.9:.....3203.8.9:0:..2..703./.8..7.39.9 !488/./...7..7   02.543.3.807.30-.3809.8.202-.$:80 0/82./.:.709   303$:9.307..25: -078..02.9803.33..9.9:99.38..38.-.9.3.3 /03./.7./.9.3507.380.5430/2.7 .3 80-.32:3...:.394-/3 03:::820.3203.3:.9.  / 0204547/..2.3503.394 #0.3 5027../:.2..::5039.:3.39.84.3/.88.8 84/.3507...3 0.2 203008.3  2030-.8.1.9:./.  /.1...07.   0825:.!078 .9/.2.:82 3/4308./7.2 0/:5..3:39:203.39:. 90780-:9907.9.3.078./. 5:7.7.3./. 023.39.5/.0-/99-07.8.8 /.3.9.3-07/448.7..:.203.-:9:0.71..2.42:3.8 :39:20.3  /$:7..7:82.3-07-.9.-2.8.507...3.02039  /..32.39.3/.8.3.3..00203.80-.2809./.8 507-0/.3.3:8.3.2-8.. 3. 97:89 ./.3-07-.7.25:202-:2..71.307....5:7.92.33.8.9.380-.7002032.20/:5.8/.38./.9.5.5.7.3/...78./ /.20.72.88./03.8507843.7..9507:-. .7..7..390780-:9 $03.7..307..35072.3507.7.8.2..2.7.9.2:.880-..07..3.543.203.305.7.8.8.3503.82.2:3.0-.9.9 /.3.9 802. . 84.3 3.3203.9 .93/4308.8.

.

 :. 54.

8:.794.

24/:*.

39:.3070./.9.7948.7.2.8./.3 ...9.8..8!7410843.3/4* 92 /$:.20::/. 7  .3 .7.8.820422:3947078.

8.7.3$/.   701 995.32$/.808.3820 !$ 4.7$579:.7..    ..907.&39: .38.8$48.9 .3/07.280-:.503.  #8.../078. 9479.3.9.79..9:.3 4./.9.88.- .79.   !:8.39..:823/4308...9.7.

.

8 4 /. /05/3.

4220398 /07!4898 $:-8.2.8.01:7#4.9 .2/.48.9.9! .3. $.:16..7.8/3/4308.7-094!4898 942   ./. !4890/-%.3 4/0739.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->