Masyarakat Madani

Pendahuluan Masyarakat madani, yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society), kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Saat ini gejala itu sudah ada, sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas. Masyarakat Sipil Vs Militer Dalam tataran praktis sementara orang melihat, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini, konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. Koreksi kritis terhadap peran sosial ABRI bagi sementara orang merupakan keharusan sejarah setelah melihat betapa rezim lama memposisikan ABRI sebagai “backing” untuk melindungi kepentingan-kepentingan kelompok ekonomi kuat tertentu yang memiliki akses bagi penguatan legitimasi politik Soeharto. Sementara mereka tidak melihat komitmen yang sebanding untuk fungsi substansialnya yakni pertahanan dan keamanan. Berlanjutnya kerusuhan di beberapa tempat dan terancamnya rasa aman masyarakat, serta kekurangprofesionalan dalam teknik penanganan pada kasuskasus politik tertentu merupakan bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan pada fungsi utamanya. Maka sangat wajar bila kader-kader militer dipersilahkan untuk hengkang dari posisi eksekutif dan legislatif, ke tempat yang lebih fungsional yakni barak-barak. Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI, khususnya tugas kekaryaan, sebenarnya syah-syah saja namun masalahnya apakah masyarakat madani tepat bila hanya dipersepsikan sebagai bentuk peminggiran peran militer. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini. Masyarakat Sipil Vs Negara Masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society) dalam wacana baku ilmu sosial pada dasarnya dipahami sebagai antitesa dari “masyarakat politik” atau negara. Pemikiran itu dapat dilacak dari pendapatnya Hobbes, Locke, Montesquieu, Hegel, Marx, Gramsci dan lain-lain. Pemikiran mengenai masyarakat sipil tumbuh dan berkembang sebagai bentuk koreksi radikal kepada eksistensi negara karena peranannya yang cenderung menjadi alat kapitalisme. Substansi pembahasannya terletak pada penggugatan hegemoni negara dalam melanggengkan kekuatan kelompok kapitalis dengan memarjinalkan peran masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah kekuatan nonpemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk

mengurangi tekanan-tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya. Akan tetapi di sisi lain, mendukung peran pemerintah dalam menjadi juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam masyarakat. Dengan kata lain perlu adanya reposisi struktural dan kultural antar komponen dalam masyarakat, sederhananya, “serahkan urusan rakyat pada rakyat, dan posisikan pemerintah sebagai pejaga malam”. Penggugatan peran pemerintah oleh rakyat dalam konstelasi sosial di Indonesia bukan sama sekali baru. Bob S.Hadiwinata (1999) mencatat sejarah panjang gerakan sosial di Indonesia, yakni sejak abad ke-19 sampai masa orde baru. Menurutnya pemerintahan orde baru, Soeharto, telah “berhasil” mengangkangi hak-hak sipil selama 32 tahun, dengan apa yang ia sebut “tiga strategi utama”. Dan selama itu pula proses marjinalisasi hak-hak rakyat terus berlangsung, untuk kepentingan sekelompok pengusaha kroninya, dengan bermodalkan slogan dan jargon “pembangunan”. Celakanya rembesan semangatnya sampai pada strata pemerintahan yang paling bawah. Camat, lurah, sampai ketua RT pun lebih fasih melantunkan slogan dan jargon yang telah dipola untuk kepentingan ekonomi kuat. Tetapi sementara mereka menjadi gagap dalam mengaksentuasikan kepentingan rakyatnya sendiri. Maka yang terjadi, pasar yang telah mentradisonal menghidupi ribuan masyarakat kecil di bongkar untuk dijadikan mall atau pasar swalayan. Demikian pula, sawah dan kebun petani berubah fungsi menjadi lapangan golf. Perubahan yang terjadi di luar jangkauan kebutuhan dan pemikiran masyarakat karena mekanisme musyawarah lebih banyak didengungkan di ruang penataran ketimbang dalam komunikasi sosial. Masyarakat Peradaban dan Jahiliyah Umat Islam telah memperkenalkan konsep masyarakat peradaban, masyarakat madani, atau civil society, adalah Nabi Muhammad, Rosullullah s.a.w sendiri yang memberikan teladan ke arah pembentukan masyarakat peradaban tersebut. Setelah perjuangan di kota Makkah tidak menunjukkan hasil yang berarti, Allah telah menunjuk sebuah kota kecil, yang selanjutnya kita kenal dengan Madinah, untuk dijadikan basis perjuangan menuju masyarakat peradaban yang dicita-citakan. Di kota itu Nabi meletakan dasar-dasar masyarakat madani yakni kebebasan. Untuk meraih kebebasan, khususnya di bidang agama, ekonomi, sosial dan politik, Nabi diijinkan untuk memperkuat diri dengan membangun kekuatan bersenjata untuk melawan musuh peradaban. Hasil dari proses itu dalam sepuluh tahun, beliau berhasil membangun sebuah tatanan masyarakat yang berkeadilan, terbuka dan demokratis dengan dilandasi ketaqwaan dan ketaatan kepada ajaran Islam. Salah satu yang utama dalam tatanan masyarakat ini adalah pada penekanan pola komunikasi yang menyandarkan diri pada konsep egaliterian pada tataran horizontal dan konsep ketaqwaan pada tataran vertikal. Nurcholis Madjid (1999:167-168) menyebut dengan semangat rabbaniyah atau ribbiyah sebagai landasan vertikal, sedangkan semangat insyanyah atau basyariah yang melandasi komunikasi horizontal. Sistem sosial madani ala Nabi s.a.w memiliki ciri unggul, yakni kesetaraan, istiqomah, mengutamakan partisipasi, dan demokratisasi. Esensi ciri unggul tetap relavan dalam konteks waktu dan tempat berbeda, sehingga pada dasarnya prinsip itu layak diterapkan apalagi di Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim tanpa mengusik kepentingan dan keyakinan kelompok minoritas. Mengenai hal yang terakhir ini Nabi s.a.w telah memberi cotoh yang tepat, bagaimana sebaiknya memperlakukan kelompok minoritas ini. Mungkinkah terwujud? Berdasarkan kajian di atas masyarakat madani pada dasarnya adalah sebuah komunitas sosial dimana keadilan dan kesetaraan menjadi fundamennya. Muara dari pada itu adalah pada demokratisasi, yang dibentuk sebagai akibat adanya partisipasi nyata anggota kelompok masyarakat. Sementara hukum diposisikan sebagai satu-satunya alat pengendalian dan pengawasan perilaku

masyarakat. Dari definisi itu maka karakteristik masyarakat madani, adalah ditemukannya fenomena, (a) demokratisasi, (b) partisipasi sosial, dan (c) supremasi hukum; dalam masyarakat. Pertama, sehubungan dengan karakteristik pertama yakni demokratisasi, menurut Neera Candoke (1995:5-5) social society berkaitan dengan public critical rational discource yang secara ekplisit mempersyaratkan tumbuhnya demokrasi. Dalam kerangka itu hanya negara yang demokratis yang menjamin masyarakat madani. Pelaku politik dalam suatu negara (state) cenderung menyumbat masyarakat sipil, mekanisme demokrasi lah yang memiliki kekuatan untuk mengkoreksi kecenderungan itu. Sementara itu untuk tumbuhnya demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran berpribadi, kesetaraan, dan kemandirian. Syarat-syarat tersebut dalam konstatasi relatif memiliki linearitas dengan kesediaan untuk menerima dan memberi secara berimbang. Maka dalam konteks itu, mekanisme demokrasi antar komponen bangsa, terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian yang terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita-citakan tersebut. Kedua, partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik untuk terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi bilamana tersedia iklim yang memungkinkan otonomi individu terjaga. Antitesa dari sebuah masyarakat madani adalah tirani yang memasung secara kultural maupun struktural kehidupan bangsa. Dan menempatkan cara-cara manipulatif dan represif sebagai instrumentasi sosialnya. Sehingga masyarakat pada umumnya tidak memiliki daya yang berarti untuk memulai sebuah perubahan, dan tidak ada tempat yang cukup luang untuk mengekpresikan partisipasinya dalam proses perubahan. Tirani seperti inilah, berdasarkan catatan sejarah, menjadi simbol-simbol yang dihadapi secara permanen gerakan masyarakat sipil. Mereka senantiasa berusaha keras mempertahankan status quo tanpa memperdulikan rasa keadilan yang berkembang dalam masyarakat. Pada masa orde baru cara-cara mobilisasi sosial lebih banyak dipakai ketimbang partisipasi sosial, sehingga partisipasi masyarakat menjadi bagian yang hilang di hampir seluruh proses pembangunan yang terjadi. Namun kemudian terbukti pemasungan partisipasi secara akumulatif berakibat fatal terhadap keseimbangan sosial politik, masyarakat yang kian cerdas menjadi sulit ditekan, dan berakhir dengan protes-protes sosial serta pada gilirannya menurunnya kepercayaan masyarakat kepada sistem yang berlaku. Dengan demikian jelaslah terbukti bahwa partisipasi merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani. Demokrasi tanpa adanya partisipasi akan menyebabkan berlangsungnya demokrasi pura-pura atau pseudo democratic sebagaimana demokrasi yang dijalankan rezim orde baru. Ketiga, penghargaan terhadap supremasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan. Al-Qur’an menegaskan bahwa menegakan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa (Q.s. Al Maidah:5-8). Dengan demikian keadilan harus diposisikan secara netral, dalam artian, tidak ada yang harus dikecualikan untuk memperoleh kebenaran di atas hukum. Ini bisa terjadi bilamana terdapat komitmen yang kuat diantara komponen bangsa untuk iklas mengikatkan diri dengan sistem dan mekanisme yang disepakati bersama. Demokrasi tanpa didukung oleh penghargaan terhadap tegaknya hukum akan mengarah pada dominasi mayoritas yang pada gilirannya menghilangkan rasa keadilan bagi kelompok lain yang lebih minoritas. Demikian pula partisipasi tanpa diimbangi dengan menegakkan hukum akan membentuk masyarakat tanpa kendali (laissez faire). Dengan demikian semakin jelas bahwa masyarakat madani merupakan bentuk sinergitas dari pengakuan hak-hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat, dimana dalam implentasi kehidupan peran hukum stategis sebagai alat pengendalian dan pengawasan dalam masyarakat. Namun timbul pertanyaan sejauh mana kesiapan bangsa Indonesia memasuki masyarakat seperti itu. Penutup Seperti telah dikemukakan di atas, masyarakat madani membutuhkan institusi

sosial, non-pemerintahan, yang independen yang menjadi kekuatan penyeimbang dari negara. Posisi itu dapat ditempati organisasi masyarakat, maupun organisasi sosial politik bukan pemenang pemilu, maupun kekuatan-kekuatan terorganisir lainnya yang ada di masyarakat. Akan tetapi institusi tersebut selama orde baru relatif dikerdilkan dalam arti lebih sering berposisi sebagai corong kepentingan kekuasaan ketimbang menjadi kekuatan swadaya masyarakat. Hegemoni kekuasaan demikian kuat sehingga kekuatan ril yang ada di masyarakat demikian terpuruk. Padahal merekalah yang sebenarnya yang diharapkan menjadi lokomotif untuk mewujudkan masyarakat madani. Ada memang beberapa LSM yang secara konsisten memainkan peranan otonomnya akan tetapi jumlahnya belum signifikan dengan jumlah rakyat Indonesia yang selain berjumlah besar juga terfragmentasi secara struktural maupun kultural. Fragmentasi sosial dan ekonomi seperti itu sangat sulit mewujudkan masyarakat dengan visi kemandirian yang sama. Padahal untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi membutuhkan kesamaan visi dan kesadaran independensi yang tinggi. Dengan demikian boleh jadi masyarakat peradaban yang kita cita-citakan masih membutuhkan proses yang panjang. Dan boleh jadi hanya impian manakala pro status quo tetap berkuasa. Kepustakaan: Bob S.Hadiwinata, “Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah, Kelangsungan, dan Transformasinya”, dalam Wacana (Jurnal Ilmu Sosial Transformatif). Edisi 1.Vo.1,1999. Craig Calhoun, “Social Theory of the Politics of Identity”, Blackwell Publihers, USA,1994. Nezar Patria, dan Andi Arief, “Antonio Gramci: Negara dan Hegemoni”, Pustaka Pelajar 1999. Neera Chandoke, “State and Civil Society: Exploration in Political Theory”. New Delhi dan London: Sage Publication,1955. Nico Schulte Nordholt, “Menyokong Civil Society dalam era Kegelisahan”, dalam Mengenang Y.B. Mangunwijaya, Sindhunata (eds.).Kanisius, 1999. Nurcholis Madjid, “ Cita-cita Politik Islam Era Reformasi”, Paramadina, 1999. ?

Masyarakat Madani
Sabtu, 06-06-2009 08:50:51 oleh: Arisakti Prihatwono Kanal: Opini Beberapa hari ini kita mendapat berita yang mengejutkan baik dari dalam maupun luar negeri. Berita tersebut sangat menggoncangkan perasaan kita. Mulai dari perebutan kursi tertinggi di Istana Negara, drama Manohara, pembelaan Ambalat, drama Ibu Prita dengan kasus OMNI Internasional dan yang paling terbaru dan dahsyat adalah pidato Obama kemarin di Kairo Mesir. Jika kita mau lebih melihat persoalan diatas. Kita akan melihat sebuah kehidupan. Kehidupan yang nyata di dunia. Penuh lika liku, intrik, cerita sedih, keberhasilan dan kepercayaan diri. Kita seperti dihentakkan ke atas dan ke bawah saat melihat berita tersebut. Hidup kita adalah sebuah garis lurus yang linier. Garis itu adalah garis tangan kita berdasarkan pilihan hidup yang kita pilih. Tidak peduli jalan itu adalah jalan yg benar atau tidak, kita tetap menjalani pilihan kita dengan penuh konsekuensi.

Dari semua itu kita menyadari bahwa kita hidup dalam sebuah peradaban. Sebuah peradaban manusia yang ada pada suatu kurun waktu saat bumi dan dunia ini ada. Kita ada sekarang ini. Suatu saat anak cucu kita akan melihat apa yang kita lakukan melalui guratan sejarah yang kita buat. Itulah mengapa pidato Obama menjadi sedemikian penting. Mengambil tempat di Universitas Kairo merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pemimpin adidaya di peradaban saat ini untuk mengemukakan issue yang mutakhir. Kairo adalah lambang ilmu pengetahuan Islam sejak berabad lampau. Tempat lahirnya banyak pemikir Islam modern. Disinilah simbol renaisance Islam ingin ditonjolkan oleh Obama. Dalam pidatonya yang selalu menawan. Obama ingin sekali memberi harapan kepada dunia yang baru. Sebuah dunia yang menghargai dengan cara pandang yang baru dan dewasa. Perhatian Obama juga tercurah untuk sebuah hubungan Palestina - Israel. Ini memang batu sandungan bagi siapapun yang ingin membangun tata kelola dunia yang baru. Tidak terkecuali Obama. Dibesarkan oleh ayah muslim dengan masa kecil di Jakarta, tetapi mendapat sokongan penuh dari donatur Yahudi, menjadi teramat sulit untuk dia melangkah. Namun bagi muslim, tidaklah boleh melihat langkah seseorang dengan sudut pandang negatif. Sebagai muslim, kita selalu diajarkan untuk selalu khusnudhon dalam melihat kehidupan ini termasuk Obama sekalipun. Saya sebagai pribadi menyatakan kagum atas pidato-pidatonya, termasuk pidato kemarin. Dengan lancar dan fasih beliau menyebutkan beberapa kata dalam bahasa Arab bahkan menyebut nama Muhammad dengan diiringi kalimat "semoga Tuhan memberkahinya". Pilihan katanya dan referensi atas Qur'an, Taurat merupakan nilai tambah pidato kemarin. Namun dari semua itu kita ingin bahwa pidato ini menjadi sebuah awal berubahnya sudut pandang Amerika terhadap Islam khususnya Arab. Perubahan ini harus dilakukan secara simultan dengan berubahnya policy terhadap isu-isu Islam dan Arab. Perubahan ini haruslah bersifat politik dan hendaknya harus segera dirasakan oleh dunia Islam. Perumusan perubahan harus segera dan inilah saatnya jika Amerika untuk berubah. Jika waktu ini disia-siakan segeralah akan terungkap bahwa pidato Obama hanyalah sekedar simbolisasi atau pencitraan semata. Citra tanpa tindakan adalah omong kosong yang dibalut dengan pujian dan nyanyian indah. Indah tapi kosong. Berlanjut dengan khotbah di masjid saat Jumatan hari ini. Saya diingatkan tentang pembangunan masyarakat akan menuju ke pembangunan masyarakat yang sesuai dengan masyarakat Madinah saat Rasulullah SAW memimpin. Itulah yang disebut masyarakat madani. Sebuah masyarakat yang saling menghormati, tidak membedakan berdasarkan golongan, ras dan keturunan, bahkan kekayaan. Semua menjadi sama di hadapan hukum. Pembangunan masyarakat dimulai dari transformasi nilai dan budaya di keluarga berlanjut hingga kokohnya nilai dan etika sebuah bangsa. Suatu saat nanti kita akan melihat suksesi kepemimpinan dengan santun tanpa black campaign, santun, terhormat. Suatu saat kita akan melihat sebuah keluarga yang dibesarkan dengan nilai-nilai yang terhormat. Mendapatkan jodoh yang sholeh sholehah. Tanpa kekerasan, tanpa kebohongan, tanpa tipu daya. Jujur dan amanah. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT.

habibie. Tetapi perkembangannya menunjukkan istilah masyarakat madani juga disebut-sebut oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan politik. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Wiranto. ke Indonesia membawa “ istilah masyarakat madani” sebagai terjemahan “ civil society”. istilah masyarakat madani semakin banyak disebut. toleransi dan human righttermasuk didalamnya adalah demokrasi. pada tingkat masyarakat kecil. hasil pemikiran Prof. misalnya Nurcholish Madjid. Memencari padan kata “masyarakat madani” dalam literatur bahasa kita memang agak sulit. mula-mula terbatas di kalangan intelektual. MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY) DAN PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Terlahirnya istilah masyarakat madani di Indonesia adalah bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. misalnya mantan Presiden B. Sehingga masyarakat madani dalam artian negara menjadi suatu citacita bagi negara Indonesia ini. Istilah masyarakat madani pun sebenarnya sangatlah baru. Namun banyak orang memadankan istilah ini dengan istilah civil society. Emil Salim. kehidupan yang menyangkut prinsip pokok dari masyarakat madani sudah ada.Suatu saat kita akan melihat sebuah masyarakat yang menghormati yang lemah.[1] Dewasa ini. dan Amien Rais. Naquib al-Attas seorang filosof kontemporer dari negeri jiran Malaysia dalam studinya baru-baru ini. tanpa maksud menyakiti dan menghakimi yang tidak berdaya. Kesulitan ini tidak hanya disebabkan karena adanya hambatan psikologis untuk menggunakan istilah-istilah tertentu yang berbau Arab-Islam tetapi juga karena tiadanya pengalaman empiris diterapkannya nilai-nilai “masyarakat madaniyah” dalam tradisi kehidupan social dan politik bangsa kita. Suatu masyarakat yang menghormati konsumen dan produsen. Yang melindungi siapapun dia. Soesilo bambang Yudoyono dan masih banyak lagi. Secara seimbang dalam koridor hukum yang kuat dan adil. model masyarakat madani merupakan tipe ideal suatu mayarakat Indonesia demi terciptanya integritas sosial bahkan integritas nasional. ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia. 26 september 1995. Sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk. Padahal istilah “masyarakat madani “ dan civil . Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT. meskipun sebenarnya pada wilayah-wilayah tertentu. Tanpa arogan.J. pemberi jasa dan penerima jasa. Kemudian mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Indonesia termasuk seorang Nurcholish Madjid yang telah melakukan rekonstruksi terhadap masyarakat madani dalam sejarah islam pada artikelnya “Menuju Masyarakat Madani”. societas civilis (Romawi) atau koinonia politike (Yunani).[2] Masyarakat madani atau yang disebut orang barat Civil society mempunyai prinsip pokok pluralis. dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara festival Istiqlal. penjual dan pembeli.

[5] Pemetaan tentang civil society pernah dilakukan oleh Michael W. dan dalam kamus bahasa Arab dengan kata “tamaddun” yang juga berarti peradaban atau kebudayaan tinggi.[3] Dalam bahasa Arab. kajian civil society sekarang ini mengarah pada kombinasi antara konsep durkheim tentang moral individualism dan konsep Weber tentang rasionalitas bentuk modern organisasi sosial. Sedangkan yang kedua.society berasal dari dua sistem budaya yang berbeda. sehingga masyarakat madani bias berarti masyarakat kota atau perkotaan . Adam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari sudut konsep sosiologis. tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. Dalam wacana civil society I di Indonesia lebih menekankan aspek horizontal dan biasanya dekat dengan aspek budaya. Namun dalam perkembangannya . tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota. meskipun berasal dari latar belakang system budaya negara yang berbeda. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. istilah kota disini. civil society menjadi wilayah kajian filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. kata “madani” tentu saja berkaitan dengan kata “madinah” atau „kota”. terdapat analisis yang mencakup dari kedua aspek (civil Society I dan II). Marshall.H. Dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai kata “civilized”. Analis utama dalam kelompok ini adalah Nurcholish Madjid yang mencoba melihatcivil society berkaitan . atau sintesa Talcott Person tentang karisma Weber dan individualism Durkheim.yaitu yang berperadaban. Atau dengan kata lain bicara civil society sama dengan bicara demokrasi. Dalam pengertiancivil society dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi. hingga menghasilkan kombinasi atau tipe Civil society III. [4] Penggunaan istilah masyarakat madani dan civil society di Indonesia sering disamakan atau digunakan secara bergantian. Civil society di sini erat dengan “civility” atau keberadaban dan “fraternity”. Yaitu. Yang kedua ini menurut Seligman. Aspek ini dibahas pemikir masyarakat madani atau madaniah yang mencoba melihat relevansi konsep tersebut (semacam “indigenisasi”) dan menekankan toleransi antar agama. Perbedaan ini bisa memberikan makna yang berbeda apabila dikaitkan dengan konteks istilah itu muncul. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat yang berada di perkotaan. dalam tingkatan kelembagaan dan organisasi sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Masyarakat madani merujuk pada tradisi Arab-Islam sedang civil society tradisi barat non-Islam. Dancivil society ini merupakan obyek kajian dalam dunia politik (sosiologi politik. tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis. antropologi politik. Untuk yang pertama. Hal ini dirasakan karena makna diantara keduanya banyak mempunyai persamaan prinsip pokoknya. yang artinya memiliki peradaban(civilization). yang menurut Seligman dikembangkan oleh T. Meskipun begitu. Foley dan Bob Edwards yang menghasilkan Civil Sosiety I danCivil Society II. dan social thoughts) .

yaitu membangun masyarakat yang adil.[10] Di sini pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk. yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi. hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme. beraneka ragam. Transisi Menuju demokrasi(1999). Dibahas pula oleh Paulus Wirutomo dalam pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul Membangun Masyarakat Adab: Suatu Sumbangan Sosiologi.dengan masyarakat kota madinah pada jaman Rosulullah. Kombinasi antaraCivil society I dan II yang menjadi civil society III telah dibahas oleh Afan Gaffar di bukunya Politik Indonesia. terbuka dan demokratif. Terjemahan yang diIndonesiakan adalah Masyarakat warga atau masyarakat kewargaan dan digunakan oleh ilmuwan politik . seperti toleransi dan juga pluralisme.[7] Selain civil society dan masyarakat madani. perspektif masyarakat madani di Indonesia dapat dirumuskan secara sederhana.[9] Maka dari itu. Pemahaman civil society II intinya menekankan asosiasi diantara individu (keluarga) dengan negara yang relatif otonom dan mandiri. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar sebagai “kebaikan negative”. Wacana dalam civil Society II memfokuskan pada aspek “vertical” dengan mengutamakan otonomi masyarakat terhadap negara dan erat dengan aspek politik. Kedua aspek tersebut mengalami represi dan sejak reformasi 1998 muncu ke permukaan dan membutuhkan perhatian dalam proses re-integrasi. piagam madinah merupakan dokumen politik pertama dalam sejarah umat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme dan toleransi. Walaupun kedua kelompok tersebut erat dengan “Islam cultural” namun contoh masyarakat Madinah kurang mencerminkan relevansi dengan Indonesia. konsep masyarakat warga atau kewargaan digunakan pula oleh Ryaas Rasyid dan Daniel Dhakidae. seperti demokratisasi dan partisipasi erat kaitannya dengan situasi horizontal atau SARA. istilah “civil” dekat dengan “citizen’ dan “liberty”. dengan landasan taqwa kepada Allah dalam arti semangat ketuhanan Yang Maha Esa. Namun. Ditambah legalnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur.Menurut Madjid. terdapat perdebatan apakah partai politik atau konglomerat termasuk disini atau apakah semua organisasi yang non-negara merupakan civil society. Perdebatan utamanya terletak pada bentuk masyarakat ideal dalamcivil society tersebut. Konsep civil society III ini yang dirasa relevan dengan masyarakat Indonesia dimana keadaan vertical (antar lapisan dan kelas). terdiri dari berbagai suku dan agama. Pluralisme harus difahami sebagai . sementara toleransi di Eropa (Inggris ) baru dimulai dengan The Toleration Act of 1689.[8] Pembahasan civil society III merupakan upaya untuk mempertemukan civil sosiey I dan civil society II.[6] Penggunaan konsep madani ini mendapat kritik dari kelompok yang menggunakan “civil society’ dengan Muhammad Hikam sebagai pemikir utamanya. bukan pluralisme. Dalamcivil society II. Sebab toleransi dan pluralisme adalah wujud ikatan keadaban (bond of civility). Jadi civil society II dapat bermakna beragam dan ada pula yang mndefinisikan “civil society’ sebagai “the third sector” yang berbeda dari pemerintah dan pengusaha. adalah merupakan kelanjutan nilai-nilai keadaban(tamaddun).

Pluralisme jenis kedua ini kira-kira mulai abad 13 ketika agama islam mulai berkembang di Indonesia. 3. Tujuan Kegiatan Belajar 2 Apabila telah mempelajari kegiatan belajar 1 dengan baik. Pluralisme Modern atau pluralisme organik. pluralisme dalam keberagamaan dapat dibagi menjadi 3 jaman perkembangannya. yaitu: 1. konflik dan peperangan mulai terjadi diantara kerajaan islam di pesisir dengan sisa-sisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa. Mereka hidup dalam lingkungan yang relative terisolasi dalam batas-batas wilayah yang tetap. and Glory”.[12] Ciri-Ciri Masyarakat Madani 2. (4) Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani b. Pluralisme cikal-bakal. antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkan. Uraian Materi 2 . Kegiatan Belajar 2 a. disegregasikan. Keadaan seperti ini tidak banyak berubah sampai datang pengaruh agama yaitu agama Hindu dan Budha dengan tingkat peradabannya masing-masing. dan belum memiliki mobilitas yang tinggi karena teknologi komunikasi dan transportasi yang mereka miliki belum memadai. 2. Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia. . persaingan antara Islam dan Kristen terus berlangsung hingga akhir abad 19. Kenyataan negara ini menjadi sebuah kesatuan organic yang memiliki satu pusat pemerintah yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum dan pusat kekuasaan yang riil. Pluralisme SARA memang diperlemah. Ketika penjajah dating dengan konsep “God.„pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban”. karena kemajemukan suku dan masyarakat pada umumnya masih berada dalam taraf statis. puncak dominasi Belanda atas wilayah nusantara tercapai dengan didirikannya “negara” Nederland Indie. maka pada akhir kegiatan belajar dapat : (1) Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani (2) Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat madani (3) Menjelaskan proses demokrasi menuju masyarakat madani. Pluralisme kompetitif. Agama-agama suku hidup dalam claim dan domain yang terbatas.[11] Di Indonesia. Kemudian upaya-upaya mansipasi SARA pun terjadi dalam peristiwa Sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan 1945. dan dibuat terfragmentasikan demi kepentingan Belanda. tidak berhubungan satu dengan lainnya. dan kemudian disusul dengan kedatangan agama Barat atau agama Kristen (baik katolik maupun Protestan) pada kira-kira abad 15. Di awal abad ke 20. Gold. Yang di maksud istilah ini adalah pluralisme yang relative stabil.

demokratis. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (2) (3) (4) (5) Partai politik 3. 2. bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. dan kreatif.berani dan mampu menjadi saksi. dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia. maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas. Pluralisme. mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat. sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. serta mempublikasikan informasikan kepada publik. berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi. menyikapi mass media secara kritis dan objektif. mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat. kritis argumentatif. kesetaraan. yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. Free public sphere (ruang publik yang bebas). memilih calon pemimpin secara jujur-adil. memahami daerah Indonesia saat ini. berkumpul. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat. memiliki pengertian kesejagatan. Demokratisasi. (1) Lembaga Pers Supremasi Perguruan Swadaya Masyarakat (LSM) bebas hukum Tinggi yang . berserikat. menerima semangat Bhineka Tunggal Ika. berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab. Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat. Toleransi. Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 1. yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. dan religius dengan bercirikan imtak.CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara. yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. 4. berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis.

yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3. 3. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 2. 6. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”. Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia 4. yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. 5. Supremasi hukum. antara lain melalui peranannya sebagai berikut : 1. Keadilan sosial (social justice).5. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas Hubungan jumlah 6. Partisipasi sosial. Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata 2. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. Sebagai kontrol terhadap negara 4. sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab. ataupun intervensi penguasa/pihak lain. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) . tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. intimidasi. Keadilan harus diposisikan secara netral. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. Masih Kondisi Pemutusan ekonomi rendahnya nasional Kerja yang (PHK) pendidikan belum sepihak stabil dalam politik pasca krisis yang masyarakat moneter besar yang sama tanpa kecuali. 7. artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum diantaranya : 1. pemberdayaan civil society perlu ditekankan. serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.

Atau mungkin mahasiswa ingin menunjukkan sebuah makna baru dari istilah masyarakat madani? Yang ingin saya tunjukkan dari paparan di atas adalah bahwa memang masih banyak tantangantantangan yang dihadapi oleh pekerja sosial. saya yakin. Saya yakin mahasiswa keberatan dengan istilah itu karena pekerja sosial masyarakat bisa menunjuk pada para pekerja sosial volunteer sebagai kontraposisi dari pekerja sosial profesional. dan bentuk organisasi-organsasi lainnya. khususnya community workers. Namun saya juga tahu bahwa istilah pekerja sosial masyarakat telah mengalami erosi dan degradasi makna. dan mamaknai kehidupannya. EDI SUHARTO MSC PENGANTAR Ketika mahasiswa memberikan judul orasi ilmiah: “Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Yang Berkeadilan”. Mengapa istilah community workers tidak dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia? Mengapa istilah masyarakat madani harus disertai dengan kata “yang berkeadilan”? Saya mencoba memahami. Rangkuman Materi 2 1. Soal community workers. 2. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik. c. koperasi. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. mahasiswa bukannya tidak mengetahui terjemahan community workers yang secara harafiah bisa di-Indonesiakan menjadi para pekerja (sosial) masyarakat. Lantas bagaimana soal masyarakat madani yang berkeadilan? Apakah jika istilah “masyarakat madani” tanpa tambahan kata sifat “yang berkeadilan” memiliki arti yang berbeda atau setidaknya tidak sesuai dengan arti “masyarakat madani” yang sejati? Untuk soal ini saya mencoba menerkanerka. Rukun Tetangga. kalangan bisnis. dalam . menjalani. Karakteristik masyarakat madani adalah : (1) Free public (2) (3) (4) (5) Keadilan (6) (7) Supremasi hukum sphere (ruang publik yang bebas) Demokratisasi Toleransi Pluralisme justice) sosial sosial Partisipasi (social MASYARAKAT MADANI: AKTUALISASI PROFESIONALISME COMMUNITY WORKERS DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DR. Rukun Warga. Mungkin mahasiswa tahu bahwa ternyata makna masyarakat madani bisa merosot menjadi sebuah makna masyarakat lain yang tidak sejalan dengan visi dan misi civil society. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. misalnya berupa perjanjian. Ada dua kata yang langsung masuk ke pusat kesadaran saya: yakni mengenai kata community workers dan kedua mengenai kata masyarakat madani yang berkeadilan.5. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun. 3.

Egalitarianisme yang kuat. Kesadaran ekologis yang rendah. Internasionalisme. . menyatakan dengan jelas ketidaksukaannya kepada negara. Intervensi pemerintah dalam perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan adalah mutlak diperlukan. Termasuk dalam dunia dwikutub (bipolar). DUA PARADIGMA Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya. Tantangan-tantangan tersebut masih belum beranjak dari persoalan epistemologi. Kesadaran ekologis yang rendah. Negara memiliki kewajiban untuk menyediakan segala yang tidak bisa diberikan oleh pasar. Giddens (2000:8) memberikan ciri-ciri Demokrasi Sosial Klasik:             Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial. 2. Secara ringkas. Edmund Burke. Apalagi tantangan-tantangan dalam kaitannya dengan tujuan profesionalismenya. Kemudahan pasar tenaga kerja. Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman Modernisasi linear. sebagian besar dari makalah ini ingin mencoba menyingkap tirai itu. yakni mewujudkan masyarakat madani. Dengan sedikit modifikasi pada judulnya. yang oleh Anthony Gidden disebut sebagai “Jalan Ketiga”. Otoritarianisme moral dan individualisme ekonomi yang kuat. Penerimaan ketidaksamaan. Neoliberalisme Neoliberalisme dikenal juga dengan Thatcherisme (Margaret Thatcher adalah mantan PM Inggris yang sangat setia mengikuti faham neoliberalisme semasa berkuasa). Pemerintahan Reagan dan Thatcher mendasarkan diri pada gagasan ini dan menganut skeptisisme liberal klasik mengenai peran negara. Kemudian akan mencoba mengusulkan sebuah pandangan baru. Pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal. pelopor konsevatisme di Inggris. Apabila Demokrasi Sosial Klasik cenderung pro pemerintah. Menuut Giddens (2000:9):Ciri-ciri Neoliberalisme adalah:           Pemerintah minimal. Negara mendominasi masyarakat madani Kolektivisme. Intinya peran negara tidak dibenarkan secara ekonomis dan harus digantikan oleh superior pasar. Peran pasar yang dibatasi: ekonomi sosial atau campuran. yaitu Demokrasi Sosial Klasik dan Neoliberalisme (lihat Giddens. Msyarakat madani yang otonom Fundamentalisme pasar. kita tengok secara sepintas dua paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani. Faham ini percaya bahwa semua ini dapat diatasi lewat intervensi negara terhadap pasar. Nasionalisme tradisional. Manajemen permintaan Keynesian dan korporatisme. Demokrasi Sosial Klasik. Negara kesejahteraan (welfare state) yang komprehensif: melindungi warga negara “sejak lahir sampai mati”. Kekuatan publik dalam masyarakat demokratis adalah representasi dari kehendak kolektif. 2000: 8-17). 1. maka ciri utama Neoliberalisme adalah memusuhi pemerintah.mengaktualisasikan jati dirinya. Demokrasi Sosial Klasik atau Demokrasi Sosial Gaya Lama memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif. Jika perluasan perannya terlalu jauh dapat mematikan kebebasan dan kemandirian. Modernisasi linear.

3. 4. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.  Teori realis tentang tatanan internasional. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb: 1. 3. 5. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter. Apabila diurai. Adanya jaminan. Termasuk dalam dunia dwikutub. 2. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. Adanya hak. masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. Dari beberapa ciri tersebut. . Menurut Blakeley dan Suggate (1997). kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan programprogram pembangunan yang berbasis masyarakat. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil. MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. yang hampa udara.” Merujuk pada Bahmueller (1997). yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasiorganisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. 5. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan. 4. 7. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. keluarga. 7. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. Namun demikian. civil responsibility dan civil resilience). dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan programprogram pembangunan di wilayahnya. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. 6. taken for granted. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. hukum. maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. dan kelompok dalam masyarakat. terbuka dan terpercaya. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. diantaranya: 1. Bila kita kaji. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. 6. 2.

1992). Pluralisme versus rasisme. 3. Keluarga demokratis. “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. 2000: 76-80): Politik Jalan Ketiga:            Persamaan Perlindungan atas mereka yang lemah. AGENDA JALAN KETIGA Bagaimana mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. meritokrasi dan keadilan sosial. Program Jalan Ketiga: Negara demokratis baru (negara tanpa musuh). yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Pada tingkat individu. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. . organisasional. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan. Tak ada otoritas tanpa demokrasi. seperti kata Kleden (2000:5). Pada tingkat organisasi. 2. Kebebasan sebagai otonomi. Sentralisme versus lokalisme. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley. Tak ada hak tanpa tanggungjawab. rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. Masyarakat madani yang aktif. kekuasaan dan prestise. Elitisme dan communalisme.Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya. Agenda Jalan Ketiga dapat dijadikan pedoman oleh para community workers dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya di masyarakat.” Sebaliknya. Karena. Pluralisme menghindari penyeragaman. diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. Secara struktural. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. dan struktural. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan. Pluralisme kosmopolitan. yaitu: Politik Jalan Ketiga dan Program Jalan Ketiga (Giddens. Dengan kata lain. Dalam garis besar agenda itu mencakup dua hal. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. Konservatisme filosofis.

sedangkan aksi tanpa visi adalah kegiatan sehar-hari. yang lahir di Jatiwangi. JULY 18. melalui masyarakat madani akan timbul inovasi-inovasi pendidikan. Makalah disajikan pada Orasi Ilmiah dalam Pembentukan HIMA Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM) STKS Bandung. Demokrasi kosmopolitan Startegi untuk menjalankan Agenda Jalan Ketiga meliputi empat hal (lihat Blakeley dan Suggate. 2 007 MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI Demokratisasi Pendidikan MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI DEMOKRATISASI PENDIDIKAN Oleh Husaini Usman Abstrak: Hasil pemikiran ini mencoba menawarkan konsep-konsep baru tentang masyarakat madani ditinjau dari sudut: ontologi. Setelah menamatkan Sarjana Pekerjaan Sosial di STKS Bandung tahun 1990. 3. Kesamaan sebagai inklusi. Pada tahun 2002 belum lama ini. masyarakat madani dicapai melalui tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui demokratisasi pendidikan. Negara berinvestasi sosial (social investemnt state). EDNESDAY. 2. Penulis. Majalengka tanggal 6 Nopember 1965. Bangsa kosmopolitan. Community Development. Area of interest-nya antara lain: Poverty. agenda utama bagi para community workers dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan adalah mengetahui visi dan makna yang sesungguhnya dari community workers dan masyarakat madani. kebebasan berorganisasi dan menyatakan pendapat. Sejatinya. 2. penetapan struktur-struktur hukum bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak azasi manusia. Secara aksiologi. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Seperti kata adagium: visi tanpa aksi adalah mimpi. Social Planning dan Social Policy. Strategi ini meliputi desentralisasi pembuatan keputusan dan peningkatan program-program pengembangan masyarakat yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merealisasikan kepentingan-kepentingannya. The Urban Informal Sector. adalah staf pengajar STKS dan UNPAS Bandung. 4. 1997): 1. Peningkatan partisipasi masyarakat. Kesejahteraan positif. penulis baru saja kembali dari New Zealand setelah memperoleh PhD dari Massey University. Secara ontologis. Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan pemerintah. Di samping itu. Strategi ini ditujukan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan yang menjamin konsultasi dan pengakuan hakiki terhadap fungsi-fungsi organisasiorganisasi lokal.       Ekonomi campuran baru. Social Work Research. CATATAN 1. Dengan . Secara epistemologis. Peningkatan investasi-investasi sosial dan pendistribusian pelayanan-pelayanan sosial dasar yang lebih luas dan adil. aksiologi. Senin 21 Oktober 2002. masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis. penulis melanjutkan studi S2 di Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok dan memperoleh MSc pada tahun 1994. masyarakat madani bertujuan untuk meredam berbagai tuntutan reformasi baik dari dalam maupun luar negeri. dan epistemologi.

Namun. Untuk mewujudkan masyarakat madani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. Berbagai upaya perlu dilakukan dalam mewujudkan masyarakat madani. Husaini Usman adalah Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Dosen Jurusan I. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa. demokrasi pendidikan *) Dr. dapat diterima (acceptable)." Melihat kelengkapan tujuan pendidikan nasional tersebut seharusnya proses pendidikan dapat mencapai tujuan tersebut sepenuhnya. Artikel ini membatasi pembahasannya pada pencapaian tujuan jangka panjang masyarakat madani melalui demokratisasi pendidikan. Proses ini ditandai dengan munculnya tuntutan kaum reformis untuk mengganti Orde Baru yang berusaha mempertahankan tatanan masyarakat yang status quo menjadi tatanan masyarakat yang madani. kesehatan jasmani dan rohani. Untuk jangka panjang antara lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan. Kata kunci: masyarakat madani. Jadi. Perspektif pendidikan penting untuk dikaji mengingat konsep masyarakat madani sebenarnya merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional. Untuk yang berjangka pendek dilaksanakan dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible). pendidikan menjadi soko guru dalam mewujudkan masyarakat madani. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Hal itu . "pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. memerlukan proses panjang dan waktu serta menuntut komitmen masing-masing warga bangsa ini untuk mereformasi diri secara total dan konsisten dalam suatu perjuangan yang gigih. dan dapat memimpin (capable).demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. inovasi pendidikan. dalam praktiknya ternyata tujuan pendidikan nasional tersebut belum sepenuhnya tercapai. Pendahuluan Ungkapan lisan dan tulisan tentang masyarakat madani semakin marak akhir-akhir ini seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. masyarakat yang demokratis. Namun.

dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai. 2. bagaimanakah agar demokratisasi pendidikan itu berjalan mulus tanpa hambatan dan penyimpangan?. Oleh karena itu. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada apakah makna masyarakat madani itu. dan bagaimana pemecahan masalahnya atau bagaimana cara melaksanakan demokratisasi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat madani (epistemologinya)?. bagaimana kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan tidak menggoda untuk menunda demokratisasi pendidikan?. dan yang paling penting dari gagasan ini adalah usahanya untuk menyelaraskan berbagai konflik kepentingan antarindividu. masyarakat. masih terlalu berbau feodal. apakah manfaat mewujudkan masyarakat madani itu?. Hefner (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas tertentu. nilai-nilai manfaat apa yang diperoleh dengan terbentuknya masyarakat madani (aksiologinya)?. dan bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan demokratisasi pendidikan? Artikel ini mencoba mengungkapkan pemikiran yang menawarkan konsep-konsep baru masyarakat madani yang mungkin dapat dijadikan masukan dalam mewujudkan masyarakat madani melalui perspektif pendidikan. Tentu saja pemikiran konseptual ini akan dapat dioperasionalisasikan di lapangan secara kontekstual setelah melalui pengujian empiris yang profesional. Pembahasan Seligman seperti yang dikutip Mun‟im (1994: 6) mendefinisikan istilah civil society sebagai seperangkat gagasan etis yang mengejawantah dalam berbagai tatanan sosial. yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin. Dalam hal ini. sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah "menggoda" dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud.mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut sehingga timbullah gagasan untuk membentuk masyarakat madani termasuk di masyarakat kampus. 1995: ix). Namun. "sampai sejauh mana pemahaman kita tentang makna masyarakat madani (ontologinya)?. maka permasalahannya antara lain adalah. Senada dengan pendapat Hefner tersebut. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani. pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. Sedangkan civil society menurutHavel seperti yang dikutip Hikam (1994: 6) ialah rakyat sebagai warga negara yang mampu belajar tentang aturan-aturan main . sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan. Sejak digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim. Jika reformasi dan inovasi pendidikan memang mendesak untuk dilakukan dan agar kita memiliki andil dalam membentuk dan menghadapi masyarakat madani. dan negara. Mulder (1999) memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar. bagaimanakah arah reformasi dan inovasi pendidikan harus dilakukan?. karena formatnya pun belum jelas. Hefner meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya.

Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. inti strategi ini adalah usaha untuk memulihkan kembali pemahaman asasi bahwa rakyat sebagai warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban kepada para penguasa atas segala yang mereka lakukan atas nama pemerintah. masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani. sering dan suka menindas. badawah. civil society. berwawasan pengetahuan yang sempit. yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. lawan dari kata atau istilah masyarakat nonmadani adalah kaum pengembara. Sebaliknya. ditakuttakuti. Gellner (1995:2) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis. . Gerakan penguatan civil society merupakan gerakan untuk merekonstruksi ikatan solidaritas dalam masyarakat yang telah hancur akibat kekuasaan yang monolitik. dicecal. dan sejenisnya. Keadaan masyarakat nonmadani ini menurut Suwardi (1999:67) seperti yang ditunjukan oleh perilaku manusia Orde Baru yakni pada saat itu ada mitos bahwa hanya Soeharto saja yang mampu memimpin bangsa dengan menggunakan kekuatan ABRI untuk mempertahankan staus quo. civil society tidak berkebalikan dengan masyarakat pimpinan TNI seperti yang banyak diasumsikan orang awam. Lebih lanjut ditambahkan oleh Suwardi (1999:67) bahwa ada satu hal yang perlu dipahami yaitu masyarakat madani bukanlah masyarakat yang bebas dari senjata atau ABRI (sekarang TNI). Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. Oleh karena itu. Dari kata civilakhirnya membentuk kata civilization yang berarti peradaban. banyak memainkan kekuasaan dan kekuatan. Perjuangan masyarakat madani di Indonesia pada awal pergerakan kebangsaan dipelopori oleh Syarikat Islam (1912) dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan (Norlholt. diganggu kebebasannya. 1999: 15-16). masyarakat puritan. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan. Oleh sebab itu. dan sifat-sifat negatif lainnya. Gellner seperti yang dikutip Mahasin (1995: ix) menyatakan bahwa masyarakat madani sebagai terjemahan bahasa Inggris.melalui dialog demokratis dan penciptaan bersama batang tubuh politik partisipatoris yang murni. Secara normatif-politis. Pendek kata. Katacivil society sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu civitas dei yang artinya kota Illahi dan society yang berarti masyarakat. semakin dijauhkan dari demokrasi. tradisional penuh mitos dan takhayul. kata civil society dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. yang masih membawa citranya yang kasar. Konsepsi seperti ini menurut Madjid seperti yang dikutip Mahasin (1995: x) pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukan oleh masyarakat kota Arab. tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta.

Masyarakat madani menurut Rahardjo seperti yang dikutip Nurhadi (1999: 9) ialah masyarakat yang beradab. masyarakat diharapkan mampu mengorganisasikan dirinya dan tumbuh kesadaran diri dalam mewujudkan peradaban. tuntutan masyarakat madani di dalam negeri oleh kaum reformis yang anti status quo menjadi semakin besar. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. harmonis. 1999: 4). angan-angan. Hefner (1998: 16-20) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokratisasi dalam berinteraksi di masyarakat yang semakin plural dan heterogen. artinya suatu gagasan. kompleks. sebagai orator Yunani Kuno. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang artinya beradab. Eropa Selatan. dan Eropa Timur. menjamin hak kepemilikan dan menghormati hakhak asasi manusia (Farkan. madaniy. dan desentralistik dengan partisipasi politik yang lebih besar (Nordholt. tinggal. Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan. orang kota. bayangan.Rahardjo (1997: 17-24) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. 1999: 16). mandiri. Konsep masyarakat madani menurut Madjid (1997: 294) kerapkali dipandang telah berjasa dalam menghadapi rancangan kekuasaan otoriter dan menentang pemerintahan yang sewenang-wenang di Amerika Latin. melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Istilah madani menurut Munawir (1997: 1320) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. civil society. menjamin kebebasan beragama. penuh persaingan dan perbedaan. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM). cita-cita suatu komunitas yang dapat terejawantahkan ke dalam kehidupan sosial. pelaku sosial akan berpegang teguh pada peradaban dan kemanusiaan. berbicara. maka kota difahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk. . Dalam keadaan seperti ini. pluralistik. berserikat dan berekspresi. memihak yang lemah. Mereka akhirnya mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global. atau membangun. Hall (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani identik dengan civil society. jujur. Dalam masyarakat madani. Dengan konsep civility (kewargaan) danurbanity (budaya kota). Dengan demikian. Kata madaniy berakar dari kata kerja madanayang berarti mendiami. Istilah civil society sudah ada sejak Sebelum Masehi. istilah madaniy dalam bahasa Arabnya mempunyai banyak arti. orang sipil. Dalam memasuki milenium III. dan yang bersifat sipil atau perdata. Masyarakat madani yang mereka harapkan adalah masyarakat yang lebih terbuka. adil.

partisipasi. simplifikasi. menurut Suwardi (1999: 66) melalui masyarakat madani akan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan. ketidakadilan pembagian "kue bangsa" antara pusat dan daerah. maka persoalan-persoalan besar bangsa Indonesia seperti: konflik-konflik suku. dari luar negeri. Demokrasi memiliki konsekuensi luas di antaranya menuntut kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistem politik dengan organisasi-organisasi politik yang independen sehingga memungkinkan kontrol aktif dan efektif dari masyarakat terhadap pemerintah dan pembangunan. Hal ini mendukung pendapat Suryadi (1999: 23) dan Daliman (1999: 78) yang intinya menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses dan waktu serta dituntut komitmen masing-masing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten dan penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. agama. transparansi. ras. dan masyarakat yang tinggal di suatu kota atau berfaham masyarakat kota yang pluralistik. motivasi. saling curiga serta ketidakharmonisan pergaulan antarwarga dan lain-lain yang selama Orde Baru lebih banyak ditutup-tutupi. Guna mewujudkan masyarakat madani dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. dan negara-negara penganut faham . komparasi. namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. Dengan demikian. masyarakat sipil. Bila masyarakat Indonesia tidak demokratis. maka istilah masyarakat madani secara mudah dapat difahami sebagai masyarakat yang beradab. Indonesia akan mendapat tekanantekanan politik dan ekonomi dari PBB. dan lain sebagainya. Di lain pihak. Konsep masyarakat madani menurut Islam adalah bangunan politik yang: demokratis. direkayasa dan dicarikan kambing hitamnya. golongan. menjunjung tinggi etika dan moralitas. Bank Dunia. sedangkan masyarakat madani (al-madaniy) jelas mengacu pada agama Islam. sinkronisasi. diharapkan dapat diselesaikan secara arif. Dengan mengetahui makna madani. keadilan sosial. kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi bangsa dapat dicegah.Berdasarkan pendapat di atas. dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku ekonomi pasar. toleransi. suatu prakondisi untuk dapat mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat. emansipasi. potensi. IMF. kebodohan. partisipasi. dan melegakan semua pihak. Selanjutnya. Tuntutan terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai instrumen dasar lahirnya sebuah konsensus atau kompromi. aspirasi. terbuka. dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani pada prinsipnya memiliki makna ganda yaitu: demokrasi. maka Indonesia akan mendapat tekanan-tekanan politik dari kaum reformis di dalam negeri. integrasi. etnik. dan hak asasi. konsistensi. tuntas. kesenjangan sosial. ditambahkan oleh Daliman (1999: 78-79) bahwa dengan terwujudnya masyarakat madani. Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi. partisipatoris. Manfaat yang diperoleh dengan terwujudnya masyarakat madani ialah terciptanya masyarakat Indonesia yang demokratis sebagai salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri dan tekanantekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. koordinasi. Perbedaan yang tampak jelas adalah civil society tidak mengaitkan prinsip tatanannya pada agama tertentu. kemiskinan. menghormati dan menghargai publik seperti: kebebasan hak asasi. Di samping itu.

mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang khas sebagai unity dandiversity. demokrasi mendapat sambutan yang luar biasa di dalam hati sanubari rakyat karena demokrasi lebih berpihak kepada rakyat. Generasi penerus sebagai anggota masyarakat harus benar-benar disiapkan untuk membangun masyarakat madani yang dicita-citakan.demokratis. masyarakat yang mempunyai faham keagamaan yang berbeda-beda. Jika Bank Dunia dan IMF tidak memberikan bantuannya. persaudaraan. ikut merasa memiliki (melu handarbeni). menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku secara konsisten dan berbudaya (Hartono. Masyarakat dan generasi muda yang mampu membangun masyarakat madani dapat dipersiapkan melalui pendidikan (Hartono. Marzuki (1999: 50) menyatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah melalui jalur pendidikan. Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata demos (rakyat) dan kratos(pemerintahan). Konsep demokrasi memberi keyakinan bahwa unsur-unsur rakyat senantiasa menjadi faktor utama yang dilibatkan dalam pemerintahan. terbiasa bergaul dengan rakyat. demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan di tangan rakyat. Oleh karena itu. Sementara ini. Senada dengan pendapat Hartono tersebut. maka karakteristik masyarakat madani cocok diterapkan di Indonesia sehingga persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu. toleransi umat beragama. Dalam perkembangannya. dan persamaan hak akan menjadi lebih terjamin. 1999: 23). berpikir kritis dan sangat toleran dengan pandangan dan praktik-praktik demokrasi (Suryadi. Dengan demikian. menumbuhkan keberanian moral yang tinggi. rakyat boleh berharap bahwa masa depannya ditentukan oleh dan untuk rakyat. 1999: 55). saling mengasihi sesama umat. baik di sekolah maupun di luar sekolah. sama- . Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ciri utama masyarakat madani Indonesia adalah demokrasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan. demokrasi bermakna semakin spesifik lagi yaitu fungsifungsi kekuasaan politik merupakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kepentingan rakyat. penuh toleransi. Jika ekonomi kita semakin terpuruk. demokratisasi pendidikan berguna untuk menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab. Tujuan demokratisasi pendidikan ialah menghasilkan lulusan yang merdeka. 3. terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat orang lain. ekonomi kita masih sangat bergantung pada pinjaman Bank Dunia dan IMF. turut bertanggung jawab (melu angrungkebi). Di samping itu. Dengan demokrasi. Jadi. 1999: 55). maka kerusuhan sosial akan semakin meningkat yang pada gilirannya membahayakan stabilitas nasional dan dikhawatirkan akan terjadi disintegrasi bangsa. mereka perlu dibekali cara-cara berdemokrasi melalui demokratisasi pendidikan. Generasi penerus merupakan anggota masyarakat madani di masa mendatang. maka ekonomi kita akan semakin terpuruk di mata internasional. sedangkan demokratisasi ialah proses menuju demokrasi. Pemecahan Masalah Salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah dengan melakukan demokratisasi pendidikan.

suka dan duka bersama. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat bisnis. pemimpin harus senantiasa mengadakan kontak dengan rakyatnya. kemampuan sosial-ekonomi teman dan guru. sampai kebutuhan yang diharapkan dunia kerja. Demokratisasi pendidikan tidak harus dimulai dari sistem pendidikan berskala nasional. menurut Battle seperti yang dikutip Shannon (1978: 32) demokratisasi pendidikan dalam PBM juga dapat ditempuh dengan mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sekarang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakatnya (pragmatisme). Hal ini cukup beralasan karena pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. penentuan tujuan. demokrasi pendidikan dapat diarahkan pada pembaharuan kultur dan norma keberadaban. Kelak jika generasi penerus ini menjadi pemimpin bangsa. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Hal ini juga dinyatakan oleh Barnadib (1997: 1) bahwa pendidikan memang sebagai upaya mengembangkan kemanusiaan dan pengalihan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.sama merasakan suka dan duka dengan masyarakatnya (padhasarasa). maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanannya. Upaya ke arah ini dapat ditempuh melalui demokratisasi pendidikan. Dalam proses PBM di kelas. sudah saatnya harus diinovasi agar tercipta masyarakat madani. maka demokratisasi pendidikan yang telah dialaminya akan mengajarkan kepadanya bahwa seseorang penguasa tidak boleh terserabut dari budaya dan rakyatnya. sebab menurut Zamroni (1997: 1) hal ini merupakan inti dari proses pendidikan. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas usaha bisnisnya. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat nelayan. Pelaksanaan demokratisasi pendidikan di kelas harus mampu membawa peserta didik untuk menghargai kemampuan teman dan guru. menghilangkan kesedihan dan penderitaan-penderitaan atas kerugian-kerugian yang dialami rakyatnya. Contoh-contoh tersebut di atas menggambarkan bahwa dalam melakukan inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu diperhatikan masalah-masalah pragmatik yakni mulai dari pemilihan materi ajar. Di samping itu. kebudayaan teman dan guru. dan mempelajari kehidupan masyarakat. tanpa harus melupakan hari kemarin. dan seterusnya. dan sejumlah kemajemukan lainnya (Vaizey. Sebagai contoh jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat petani. 1976: 115). pemilihan metode. tanpa memperhatikan pluralisme subjek didik. pemilihan evaluasi hasil belajar. output lulusan. Bahkan akan lebih efektif kalau dimulai dari sistem pendidikan berskala lokal berupa pendidikan di dalam kelas. Pernyataan ini mendukung pendapat Suwardi (1999: 66) yang menyatakan bahwa sistem pendidikan yang selalu mengandalkan kekuasaan pendidik. Itulah sebabnya pengajaran pragmatik yaitu . mengenal dan peka terhadap tuntutan hati nurani rakyatnya.

Tranformasi berarti mampu mengemasnya kembali dengan bahasanya sendiri dan menawarkan gagasan-gagasan baru ke pihak lain. pendidikan hanya akan menciptakan bangsa tukang dan bukan bangsa pemikir. Asumsi pendidikan pragmatik diturunkan dari pemeo klasik yang dikemukakan Rodrigues dan Badaczewski (1978: 278) yang menyatakan. Sebagai motivator. Sebagai mediator. pendidik harus berusaha menciptakan iklim PMB yang dialogis dan berorientasi pada proses. tranformasi. Revisi berarti terbuka untuk memperbaiki gagasan-gagasannya setelah mendapat masukan yang konstruktif dari pihak lain. Di samping tidak hanya teoritis. melainkan harus ada tindakan nyata dari hasil pemikirannya. dan keadilan dalam pendidikan akan terakomodasi. berbeda aspirasi dan pendapat. "Kita boleh membawa kuda masuk ke sungai." Maknanya adalah pengajar (kita) hanya bisa memberikan dorongan (tut wuri handayani) kepada peserta didik (kuda). Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. dan revisi) terhadap semua informasi yang telah diterimanya. di dalam PBM yang pragmatik akan tercipta suasana kondusif bagi demokratisasi pendidikan. Namun. pendidik tidak hanya menerapkan pendidikan pragmatik melainkan juga pendidikan yang bersifat akademik yang bertugas menciptakan pemikir-pemikir bangsa yang sifatnya teoritis. Dengan adanya kesetaraan ini.pengajaran yang menekankan pada aspek fungsi akan menjadi salah satu alternatif pencapaian pengajaran yang berwawasan kemanusiaan dan peradaban. pendidik harus memberikan rambu-rambu atau arahan agar peserta didik bebas belajar. namun kita tidak mampu menyuruh kuda itu meminum air. interpretasi. mediator. Sebagai dinamisator. Sebagai fasilitator. Biarlah peserta didik itu sendiri yang melakukan SITR (seleksi. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam bentuk egaliter dan kesetaraan (equity). kebebasan berinisiatif. pendidik harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba menemukan sendiri makna informasi yang diterimanya. Bahkan Wahid seperti yang dikutip Freire (1994: xv) telah meyakinkan kita bahwa pendidikan memang merupakan wahana . dan relevan. Dalam proses pengajaran pragmatik. Oleh sebab itu. Intervensi pendidik adalah sebagai fasilitator. perlu ada keseimbangan antara keterampilan operasional dengan kemampuan konseptual sehingga tercipta sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global dan sekaligus bertindak lokal. dan motivator. dinamisator. namun biarkan peserta didik itu sendiri yang memanfaatkan informasi (air) itu. Interpretasi berarti pemberian makna. Freire (1984: 24) menyarankan upaya untuk mencapai demokratisasi pendidikan yang berwawasan adalah dengan menciptakan kebebasan interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya dalam PBM di kelas. pendidik tidak monopoli dalam memberi dan mencari informasi. Dalam pendidikan pragmatik yang bersifat profesional diakui bahwa kelemahan pendidikan sematamata hanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sifatnya praktis. Kalau demikian halnya. PBM harus terbuka dan penuh dialog yang sehat dan bertanggung jawab antara pendidik dengan peserta didik. Seleksi berarti memilih informasi yang lengkap. pendidik harus selalu memberikan dorongan agar peserta didiknya bersemangat dalam menuntut ilmu. objektif.

tibalah saatnya mengubah asas subject matter oriented ke student oriented. Keadaan demikian terjadi karena kurangnya perhatian terhadap ranah afektif. sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga pada peserta didik. Sekarang. Pengajaran tidak harus top down namun diimbangi dengan bottom upsehingga tidak ada lagi pemaksaan kehendak pendidik tetapi akan terjadi tawar-menawar kedua belah pihak dalam menentukan tujuan. Dengan model komunikasi top down timbul kecenderungan pendidik akan merasa capek sementara peserta didik tidak mengerti. pasif. Sebaliknya. Teknik menghafal mendikte peserta didik untuk menggunakan sistem drill dan hanya akan menjejali materi dalam waktu singkat yang mungkin tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. tetapi kecerdasan emosional juga tidak kalah pentingnya. Komunikasi dalam demokratisasi pendidikan harus terjadi ke segala arah dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta (topdown) melainkan juga ada keseimbangannya yaitu dari peserta didik dengan pendidik dan antarpeserta didik sendiri (network). selama ini terkesan bahwa pendidikan menganut asas subject matter oriented yang membebani peserta didik dengan informasi-informasi kognitif dan motorik yang kadang-kadang kurang relevan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan psikologis mereka. peserta didik mengerti dengan belajar dari pengalamannya sendiri. dan terampil. Pendidik merupakan satu-satunya sumber belajar dengan otoritas yang sangat tinggi dan menganggap otak peserta didik bagaikan tong kosong yang siap diisi penuh dengan berbagai informasi darinya. dan kaya dengan informasi baru. tetapi kepandaian dan kecerdasan intelektual tersebut kurang diimbangi dengan kecerdasan emosional. cerdas. Padahal ranah afektif sama penting peranannya dalam membentuk perilaku peserta didik.terpenting untuk mencapai kemerdekaan (kebebasan). dan lebih parah lagi peserta didik tidak mendapatkan informasi baru. maka hal ini jelas kurang bermanfaat. aktif. Pengelolaan pengajaran yang ada memberi kesan terlalu berorientasi pada ipteks termasuk juga keterampilan motorik terlalu berorientasi pada teknis (Moeldjanto. senang. Dengan kebebasan ini menurut Russel (1998: 63) akan mewujudkan demokratisasi pendidikan. Orientasi pendidikan yang bersifat student oriented lebih menekankan pada pertumbuhan. Guru cenderung tidak merasa capek. dengan model komunikasi network. perkembangan. 1998: 63). Bahkan menurut Suryadi dan Tilaar (1993: 196) akan menyuap peserta didik dengan berbagai . Dalam hal ini kecerdasan otak memang penting. dan kebutuhan peserta didik secara utuh baik lahir maupun batin. PBM. Dalam suasana PBM yang demokratis terjadi egalitarian (kesetaraan atau sederajat dalam kebersamaan) antara pendidik dengan peserta didik. dalam mendukung pelaksanaan demokratisasi pendidikan. Hal serupa juga diakui Martadiatmadja (1986: 70-71) yang menyatakan bahwa jika pengajaran kurang pragmatik dan lebih menekankan pada pengajaran menghafal. Dengan asas ini dapat dihasilkan lulusan yang pandai. dan evaluasi hasil belajarnya. Namun. Pendidikan yang menyangkut ranah kognitif sudah dijalankan dengan perhatian yang besar. materi. mengantuk. media. bosan.

tetapi akan terjadi saling tukar informasi dan pengalaman dengan peserta didiknya. sinkronisasi. potensi. dan tujuan peserta didik. pendidik tidak harus merasa paling pandai di dalam kelasnya. masyarakat madani perlu segera diwujudkan karena bermanfaat untuk meredam berbagai tuntutan reformasi dari dalam negeri maupun tekanan-tekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. Secara aksiologis. toleransi.informasi yang tinggal ditelan saja. transparansi. berperasaan. dan bertindak sesuai dengan langkahnya sendiri dan mungkin saja berbeda dengan pendidiknya asalkan ada argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. akibatnya peserta didik akan menjadi pembebekpembebek dan bukan menjadi manusia yang lebih beradab dan berbudaya melalui proses pendidikan tersebut. integrasi. dan bertanggung jawab. Peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk mencari dan mencerna sendiri informasi sesuai dengan bakat dan minatnya. Secara epistemologis. Bila hal ini dilupakan. Sejalan dengan pendapat tersebut di atas. melalui masyarakat madani akan muncul inovasi-inovasi pendidikan dan menghindari terjadinya disintegrasi bangsa. emansipasi. Kesimpulan Secara ontologis. Peserta didik boleh saja berpendapat. simplifikasi. serta mematuhi aturan hukum yang diaplikasikan dalam setting diskusi. konsistensi. Demokratisasi pendidikan ialah pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. menghargai pandangan dan harga diri orang lain. komparasi. untuk mewujudkan masyarakat madani dalam jangka panjang adalah dengan cara melakukan demokratisasi pendidikan. Kondisi ini dimungkinkan akan terjadi dalam demokratisasi pendidikan. minat. dan hak asasi. . 4. Peserta didik bukan saja memahami demokrasi tetapi juga menjalani latihan seperti berdebat. yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. partisipasi. Menurut Taroepratjeka (1996: 3) pendidikan yang berkonteks pragmatik sedapat mungkin harus mampu menghargai bakat. Di samping itu. Peserta didik ditantang menguji validitas pikirannya dengan argumentasi-argumentasi yang rasional dan jika mungkin berdasarkan hasil penelitian yang seksama. aspirasi. dalam pandangan Acarya (1991: 147-148) menyatakan bahwa demokratisasi pendidikan merupakan pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. masyarakat madani bermakna ganda yaitu suatu tatanan masyarakat yang menekankan pada nilai-nilai: demokrasi. motivasi. Pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. wajar. Namun. Dengan komunikasi struktural dan kultural antara pendidik dan peserta didik. Melalui demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajarnya. Dalam iklim PBM yang demokratis. koordinasi. maka akan terjadi interaksi yang sehat. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik. merasa telah menang belajar satu malam dibandingkan dengan peserta didiknya. tidak merasa paling benar di kelasnya.

1994. Cakrawala Pendidikan. Jakarta: Kanisius. dan Bahry. Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berwawasan Kemanusiaan. Munawir. 3 March/April.A. Dalam Hefner (Editor). R. B. A. 2. Perubahan Orientasi Pendidikan Menuju Masyarakat Madani. Al-Abrasyi. Piagam Medinah dan Idealisme Masyarakat Madani.A. Marzuki.Cakrawala Pendidikan.35.Jakarta: Persatuan Ananda Marga Indonesia. 2. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam (Terjemahan Gani. 1991. 1999. 1995. Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan.) Jakarta: Bulan Bintang. Hikam.S. Hartono. Dimensi Moral dalam Pendidikan Menuju Pembentukan Manusia Seutuhnya. Diterjemahkan: Hasan.Pustaka Acuan Acarya. Genealogies of Civility. 1997. No. 1997. 2. dalam HMI dan KAHMI Menyongsong Perubahan Menghadapi Pergantian Zaman. Farkan.Edisi Khusus Mei Th. Daliman. Madjis. 1 Tahun IX.A. D. Moeldjanto.W. Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat Menuju Kebebasan (Terjemahan Hasan. Edisi Khusus Mei Th. Barnadib. 1999. Hall. Neo-Humanist Education.Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat menuju Kebebasan. A. Jakarta: Majelis Nasional KAHMI. Mahasin. No. M. E. Masyarakat Madani dan Lawan-lawannya: Sebuah Mukadimah. Al-Munawir: Kamus Arab-Indonesia. N. 1998. 1977. I. Martadiatmadja. Widya Darma. 29 Maret. Edisi Khusus Mei Th. 10 Oktober. Membangun Masyarakat Madani melalui Pendidikan Islam Sebuah Refleksi Pendidikan Nasional. Jakarta: Gramedia. G. H. Bandung: Mizan. XVIII No. Tantangan Dunia Pendidikan. 1986. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. Democratic Civility: The History and Cross Cultural Possibility of a Modern Political Ideal. Society. 1984. A. XVIII No. Gellner. Cakrawala Pendidikan. J. 1998.A. M. Demokrasi adakan Wacana Civil Society.A. P. Bernas. Reorientasi Pendidikan Sejarah melalui Pendekatan Budaya Menuju Transformasi Masyarakat Madani dan Integrasi Bangsa. Civil Society: Cultural Possibility of a Modern Ideal.W. I) Bandung: Mizan. Dinamika Budaya Pesisir dan Pedalaman: Menumbuhkan Masyarakat Madani. . 1987. Hefner. 1999. Vol. XVIII No. Fiere. 1995. Surabaya: Pustaka Progresif. 1998. I. 1999. A. Dalam Gneller. New York: Longman. Republika. 14 Mei.

Pendidikan dan Tatanan Sosial. A Guidebook for Teaching Literature. Vaizey. Academika. Basis. Suryadi. A dan Tilaar. Nurhadi. Filosofi. 18 Mei. XVIII. Kebijaksanaan.R. Boston: Allyn and Bacon.Mun’im.A. A. XV.S. Russel. halaman 17-24.Z.A. Suwardi. Mimbar Pendidikan.Jakarta: Gunung Agung. No. 1999. Civil Society di Era Kegelisahan. Makalah Seminar Regional Pengembangan Budaya Penelitian Multidisiplin dan Antardisiplin. Masyarakat Sipil sebagai Masyarakat Beradab. Remaja Rosdakarya. Analisis Kebijakan Pendidikan. Np. H. Shannon. D. Pendahuluan . A. 01.S. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta. Rodrigues. 1994. J. 1996. M. Edisi Khusus Mei. Rahardjo. B. 1993. Demokratisasi Pendidikan dalam Pengajaran Pragmatik Sastra Sebagai Wahana Penciptaan "Masyarakat Madani" Cakrawala Pendidikan. Th. Zamroni. K. 1997. Gagasan Baru dalam Pendidikan. 1978. Inc. D. 1999. Yogyakarta: 19-20 Mei. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. Maret. 1999. 1998. Relevansi Iptek Profetik dalam Pembangunan Masyarakat Madani. H. Nordholt. 1978. Demokratisasi Pendidikan Demokrasi. N.Jakarta: Mutiara.Terjemahan: Abadi. Bandung: PT. Th.D. Jurnal Pendidikan No. Pendidikan di Dunia Modern.Vol. Republika 20 September. 1997. Suryadi. 3-4. Pembaharuan Pendidikan dan Penelitian Multidisiplin. Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua. dkk. 1999. 1967. Jakarta: Depdikbud. 2. 1 Tahun XVIII. dan Strategi Pendidikan Nasional. R & Badaczewski. Taroepratjeka. Posted by Taufiq at 1:16 PM 0 comments KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI PROF DR Sofian Effendi Badan Kepegawaian Negara Bahan presentasi didepan Peserta Kursus Adum Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 29 Agustus 1999 Daftar Isi I..

pemanfaatan dan pembinaan kepegawaian dan penetapan imbalan -. Pemerintahan Yang Bersih.perencanaan kepegawaian. 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan peraturan pelaksanaannya.II. Pendekatan tata usaha kepegawaian terlalu sempit yang mendasari UU Nomor 8 tahun 1974 perlu ditinjau kembali karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan dinamika dan perkembangan masyrakat dan pemerintahan II. Karena perubahan-perubahan strategik yang akan terjadi setelah Pemilu 1999. Pendahuluan Tulisan ini secara ringkas menguraikan dasar-dasar kebijakan kepegawaian negara yang akan menjadi landasan fikiran dalam penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Dasar-dasar Kebijakan Kepegawaian Negara IV. perlu dikembangkan pemerintahan negara yang bersih. XI/MPR/1998. Penyempurnaan Undang Undang tersebut diperlukan guna mempersiapkan suatu kepegawaian negara yang mampu melaksanakan Tap MPR-RI Nomor X/MPR/1998 dan Tap No. perubahan dalam sistem pemerintahan. Guna menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut. bebas KKN dan bertanggunjawab. Bebas KKN dan Bertanggungjawab III. Untuk mendukung terciptanya pemerintahan seperti itu diperlukan sistem kepegawaian negara baru yang dilandasi oleh kebijakan PSDM yang lebih holistik dan terintegrasi. Dalam upaya untuk mengembangkan aparatur negara yang mampu melayani masyarakat madani tesebut. I. Pendekatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) memandang keseluruhan siklus pengembangan kepegawaian -. Perubahan Strategik dalam Proses menuju Pemerintahan yang Bersih. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan dan Peran Serta Masyarakat Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara dan Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Korupsi. UU Nomor 8 tahun 1974 dipandang tidak cukup memadai untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional dan karena itu harus disempurnakan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sumber daya manusia sebagai landasan fikir. serta untuk mendorong ketaatan hukum serta ketertiban umum yang menjadi ciri dari suatu masyarakat madani. Perubahan strategik tersebut adalah. hubungan antara pusat dan daerah serta dalam penyelengaraan pelayanan publik. pengembangan kepegawaian negara akan . Bertanggungjawab dan Bebas KKN (Good Governance) adalah bentuk dan cara pemerintahan yang paling sesuai dan paling mampu menyelenggarakan sistem ekonomi yang berwawasan kerakyatan. Indonesia diperkirakan akan mengalami beberapa perubahan strategik yang membawa implikasi terhadap sistem kepegawaiannya. Usulan Penyempurnaan RUU No. Perubahan strategik dalam proses menuju Good Governance.sebagai suatu proses yang integral yang tak terpisahkan. Setelah Pemilu 1999. pendidikan dan pelatihan. sistem multi partai yang memerlukan pemerintahan koalisi.

sistem multi-partai. Sebagai respons terhadap tuntutan tersebut. Proses menuju Masyarakat Madani (civil society) akan ditandai oleh beberapa perubahan strategik pada sistem politik. Karena itu setiap pejabat negara pada cabang legislatif. Beberapa kebijaksanaan pemerintah yang baru. Dalam pemerintahan koalisi tersebut dipastikan para anggota koalisi pasti akan menuntut porsi yang cukup dalam Pemerintahan yang terbentuk. Dalam pelaksanaan asas akuntabilitas tersebut. perlu diadakan adjustment dalam format kepegawaian negara dengan memisahkan secara tegas antara pengangkatan politik (political appointments) pada pelbagai jabatan negara di pemerintahan dengan jabatan profesional yang harus netral dari kegiatan politik. Karena itu PNS dilarang untuk menjadi pengurus mau pun anggota partai politik. Dalam Pemilu mendatang. Salah satu perubahan mendasar yang terjadi selama Pemerintah Reformasi yang baru berusia 9 bulan lebih 2 hari adalah semakin kuatnya semangat keterbukaan dan kebebasan. pembagian kewenangan yang jelas antara ketiga cabang pemerintah perlu diadakan agar terjadi suatu check-and-balance yang baik. Perubahan strategik tersebut memerlukan readjustment pada kebijakan aparatur negara. ekonomi. Sistem pemerintahan koalisi Setelah Pemilu 1999 akan terjadi dua perubahan strategik yang amat mendasar dalam lingkungan politik nasional kita.menjadi bagian penting dalam penciptaan “good governance capability”. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan Pada lingkungan pemerintahan perubahan yang paling mendasar pada lingkungan adalah: (a) pergeseran fungsi pemerintahan dan pembangunan dari pusat ke daerah. dan dalam rangka mendorong pemerataan pembangunan secara cepat antara pusat dan daerah. Ketetapan netralitas tersebut Salah satu ciri masyarakat madani adalah lingkungan politik yang mengakui bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat. khususnya pada UU Nomor 8 tahun 1974 yang mengatur tentang pokok-pokok kepegawaian. harus dapat mempertanggunjawabkan pelaksanaan tugas mereka kepada rakyat. dan antar daerah. misalnya UU Pemerintahan Daerah serta peraturan pelaksanaanya sudah menerapkan asas desentralisasi sehingga dapat mempercepat upaya penciptakan kemakmuran secara adil dan merata antara daerah dan pusat. Pemerintah Pusat akan memberikan otonomi semakin luas kepada daerah. b. . daerah akan menuntut adanya kewenangan yang lebih besar dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah. serta jabatan lainnya. pemerintahan dan sosial. Pertama. eksekutif dan judikatif. dan (b) tuntutan netralitas birokrasi dari kegiatan politik. 48 partai yang sudah terdaftar secara resmi pada Komisi Pemilihan Umum dan diperkirakan 9-10 partai yang akan memperoleh cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan koalisi. Untuk menjaga agar prinsip keahliian tetap terjaga. Perubahan strategik yang akan terjadi sebagai hasil dari Pemilu 1999 antra lain adalah: a. Terdorong oleh semangat tersebut. Sistem keahlian (merit system) yang dianut dalam administrasi kepegawaian RI mengharuskan para pemegang jabatan profesional pada ketiga cabang pemerintahan (Jabatan Eselon I ke bawah serta jabatan fungsional yang setara) harus bebas dari representasi partai politik. baik di Pusat mau pun di daerah.

kerusuhan massal di Jakarta pada 14-20 Mei 1998. Peristiwa Ambon pada 20 Januari. berbagai unit swadana yang mampu membiayai sendiri belanja pegawai tanpa harus membebani anggaran pemerintah perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan sistem kepangkatan dan penggajian yang lebih longgar walaupun tetap dalam kerangka kepegawaian negara. Menghadapi kecenderungan disintegerasi yang semakin kuat tersebut. dan yang terahir Peristiwa Idi Cut. penyertaan masyarakat dalam pembiayaan penyediaan pelayanan publik diperkirakan akan mampu meningkatkan kapasitas dari pelayanan tersebut. Dasar-dasar Kebijakan Pengembangan SDM Aparatur Negara Pasca Pemilu 1999 . kesehatan. c. bukan tidak mungkin akan mengalami disintegrasi menuju suatu federasi negaranegara kecil yang semakin lemah. menunjukkan bahwa integrasi nasional kita sekarang ini sedang menghadapi goncangan-goncangan yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana. Peristiwa Ketapang. Berbagai konflik sosial yang terjadi di tanah air. di Aceh Timur.Desentralisasi tugas dan kewenangan tersebut membawa implikasi langsung terhadap kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan PNS agar aparatur negara di pusat dan di daerah secara keseluruhan memiliki kemampuan dan kapabilitas yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas yang semakin berat tersebut. Bila ini terjadi dapat diperkirakan betapa labilnya kondisi perusahaan milik negara di masa depan. penelitian dan pengembangan. Peristiwa Kupang. Bila tidak. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ancaman Disintegrasi Salah satu ciri penting dari masyarakat madani adalah kemampuan untuk mempertahan integrasi nasional yang tinggi pada suatu lingkungan sosial yang pluralistis. terdapat kecenderungan yang amat kuat di kalangan Pemerintah untuk melakukan privatisasi dan melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Pekerja untuk Berorganisasi. Potensi Masyarakat Selama Pemerintahan Orde Baru peranan masyarakat kurang dapat berkembang secara maksimal karena peranan pemerintah yang terlalu dominan selama 30 tahun secara tidak sengaja telah menumpulkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan berbagai pelayanan publik yang pokok di bidang pendidikan. Peristiwa Banyuwangi. implikasi politiknya amat mendasar. Selain dapat memanfaatkan potensi masyarakat yang semakin besar. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang partai politik untuk membuka organisasi pekekrja di perusahaan milik negara tersebut. 1999. Sejalan dengan itu. III. Kalau kebijakan tersebut dilaksanakan. Biaya yang terlalu berat yang harus ditanggung oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik tersebut sedikit demi sedikit sudah harus dialihkan kepada masyarakat. d. pelatihan. dan akan dapat mengurangi tekanan yang besar pada anggaran pemerintah. pada tahun 1997. PNS sebagai unsur aparatur negara memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai penyangga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. Singkawang. sejak peristiwa Sanggau Ledo. Dalam rangka mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya saing perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) untuk menghadapi persaingan global.

serta badan usaha milik negara). pada Sekretariat Negara. Wakil Seskab dan para asisten Presiden adalah jabatan politik yang personilnya akan berganti bila terpilih Presiden baru. Dapat memenuhi kebutuhan pemerintahan koalisi.dibawah . Sebagai contoh. Mendorong fungsi PNS sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. Mungkin diperlukan waktu 15-20 tahun untuk mentransformasi aparatur negara Indonesia untuk menjadi aparatur negara baru yang memiliki clean governance capacity seperti tersebut. c) Desentralisasi kewenangan kepegawaian dengan tetap mempertahankan mobilitas PNS. a. Penataan Struktur Kepegawaian Negara Untuk mengakomodasi aspirasi pemerintahan koalisi. kantor pimpinan kementerian. diperlukan pembaharuan dalam struktur kepegawaian negara dengan menetapkan adanya tiga jenis jabatan pada kepegawaian negara yakni: jabatan negara. berwawasan global. netral dari kegiatan politik. untuk menjaga agar profesionalitas dukungan pada Presiden tetap tinggi. 2. lembaga pelayanan kesehatan. Untuk menghadapi dinamika perkembangan politik dan pemerintahan pasca Pemilu. dan d) Meningkatkan Kesejahteraan PNS. Dapat memenuhi tuntutan desentralisasi kewenangan kepegawaian. 5. pengembangan kepegawaian negara pada Pemerintahan Pasca Pemilu 1999 diarahkan untuk mengatur aspek-aspek kepegawaian negara berikut: a) Penataan struktur Kepegawaian Negara. Mengembangkan persaingan dengan pegawai swasta. lembaga diklat.. Pada jabatan negara perlu diperbesar formasi untuk pengangkatan politik pada berbagai tingkat pemerintahan. badan otorita. kebijakan pembinaan kepegawaaian negara pada pemerintahan pasca Pemilu 1999 harus mampu mencapai tujuan berikut: 1. jabatan Sekretaris Negara (Kepala Staf Presiden). Termasuk dalam kategori ini adalah jabatan-jabatan pada lembaga tertinggi dan tinggi negara. 6. Sesuai dengan perkembangan keadaan. Untuk mencapai tujuan tersebut. semua jabatan lainnya -. mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan untuk mendorong potensi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayananan publik. misalnya pada kantor pimpinan negara. perlu adanya perluasan jabatan negara serta tambahan jabatan pada lembaga swadana dan perushaan milik negara (lembaga pendidikan tinggi. bermoral tinggi serta berkemampuan sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. 4. kantor pimpinan daerah. UU Nomor 8 tahun 1984 hanya mengenal dua jenis jabatan yakni jabatan negara dan jabatan negeri. b) Profesionalitas dan netralitas Aparatur Negara. misalnya. Untuk menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut dengan efektif. Tetapi.Kebijakan kepegawaian negara atau kebijakan pengembangan SDM aparatur negara yang diperlukan untuk menghadapi perubahanperubahan strategik tersebut pada dasarnya adalah pembangunan SDM Aparatur Negara yang profesional. lembaga litbang. jabatan negeri dan jabatan pada lembaga swadana dan perusahaan milik negara. Berkemampuan mengakomodasi berkembangnya lembaga swadana untuk menggali potensi masyarakat. Mempertahankan asas keahlian (merit system) dan netralitas. 3.

aparatur negara tidak terlalu perlu mengalami goncangan yang berarti bila terjadi pergantian. sistem pelatihan. Dengan demikian netralitas dalam mengembangkan misi perusahaan akan tercapai bila perusahaan milik negara tetap berada dalam lingkungan pegawai negara tanpa kehilangan daya kompetisi dengan swasta. Sebagai unsur pegawai negara. pada struktur kepegawaian negara yang baru perlu diperkenalkan jenis ketiga: jabatan pada lembaga khusus. serta penggajian dan penghargaan bagi PNS. Netralitas dan Profesionalitas PNS Untuk menjaga agar netralitas aparatur negara dalam suatu kehidupan politik yang lebih dinamis. Untuk memberi keleluasaan yang semakin besar kepada lembaga pendidikan. sistem kepegawaian harus mampu mempertahankan prinsip netralitas dengan cara memisahkan secara tegas antara jabatan negara dengan jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus yang dibentuk dengan peraturan perundangan.pemerintahan koalisi. peraturan kepegawaian negara juga berfungsi ganda sebagai pelindung hukum dari keharusan untuk melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Hak Bersyarikat. serta dapat segera menata dan mengembangkan suatu struktur ekonomi yang lebih kuat guna menghadapi persaingan yang semakin ketat pada tingkat regional dan global. Perencanaan formasi PNS perlu lebih didasarkan pada kualifikasi keahlian yang diperlukan oleh instansi pemerintah. c. Karena dibayar dengan anggaran negara.koordinasi Waseneg -. Dengan adanya netralitas tersebut. lembaga pelayanan kesehatan. Desentralisasi kewenangan kepegawaian dan mobilitas PNS Salah satu unsur otonomi daerah yang ditetapkan oleh UU . sedangkan birokrasi kementerian. untuk memberikan keleluasaan untuk mengembangkan jenjang jabatan dan skala penggajian yang lebih mampu memotivasi produktivitas yang tinggi. Di daerah pola jabatan ditetapkan dengan pola yang sama. sehingga kita dapat segera keluar dari krisis ekonomi yang parah ini. Untuk meningkatkan profesionalitas PNS. netralitas aparatur negara dari kegiatan poltik harus dijaga. jabatan menteri dan mungkin wakil menteri adalah jabatan politik. sistem pengembangan karier. b. harus tetap netral dari kegiatan politik. lembaga litbang. Guna menghadapi tantangan globalisasi ekonomi secara sistematis dan cepat dengan tingkat. Bagi perusahaan milik negara. Perencanaan pelatihan perlu lebih dikaitkan dengan rencana penempatan sehingga tercapai efisiensi serta efektivitas yang lebih tinggi. Prinsip yang sama juga digunakan pada semua kementerian. Pemerintah harus merespons dengan cepat melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan mikro yang tepat. Jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus tersebut adalah jabatan karier untuk para pegawai negara profesional. perlu diadakan penataaan dalam sistem pengadaan. secara umum dapat dikatakan bahwa mereka yang menduduki jabatan tersebut adalah pegawai negara. dibuka kemungkinan bagi lembaga khusus tersebut untuk mengembangkan peraturan kepegawaian khusus. dari Eselon I ke bawah adalah jabatan profesional. pegawai perusahaan milik negara. Tetapi.adalah jabatan profesional yang pmenerapkan asas merit. Untuk mempercepat dan menjamin pembangunan profesionalitas pada aparatur negara. lembaga diklat dan perusahaan milik negara dalam pelaksanaan misi dan fungsinya.

II/b ke atas) ada pada Pemerintah Pusat dan dilaksanakan oleh BKN. Krisis ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berahir telah menyebabkan nilai riil gaji PNS menjadi amat rendah. Untuk itu mobilitas PNS secara nasional dan regional harus tetap dijaga. Kewenangan pelatihan juga akan didesentralisasikan sesuai dengan kewenangan pengangkatan jabatan. Dengan demikian diharapkan PNS akan dapat berfungsi sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak. karena sejak RI didirikan PNS belum pernah menikmati kesejahteraan yang cukup memadai. Meningkatkan Kesejahteraan PNS Isu terahir adalah isu klasik. Kewenangan pengangkatan PNS gol II/b ke atas harus tetap berada pada pemerintah pusat agar kualitas serta standar kepegawaian negara tetap terpelihara dengan baik. pembinaan. pejabat Eselon III dan jabatan fungsional setara diserahkan kepada Propinsi. perlu diupayakan peningkatan gaji PNS secara bertahap sampai tercapai sistem penggajian dan penghargaan yang lebih kompetitif dengan sektor swasta. gaji PNS hanya dapat mendukung hidup keluarga PNS tidak lebih dari 10 hari. Pada jenjang jabatan eselon II terdapat mobilitas regional dan pada jenjang jabatan eselon IV dan V terjadi mobilitas secara lokal. saat ini BAKN sedang mempersiapkan penyempurnaan peraturan tentang kepegawaian negara berikut: 1. Dengan nilai riil yang sudah amat merosot tersebut. I/a s/d II/a) akan diserahkan kepada daerah. Untuk menutupi kebutuhan hidup sebulan. pelatihan. Sejalan dengan itu. Prinsip umum dalam kebijaksanaan kepegawaian adalah sebagai berikut: pengangkatan PNS tetap (Gol. kewenangan pengangkatan pejabat struktural dan fungsional akan ditetapkan sebagai berikut: Pejabat Eselon I dan II serta jabatan fungsional yang setara akan berada pada Pusat. Pengangkatan tenaga pelaksana (Gol. Pemerintah perlu merumuskan kebijaksanaan penggajian yang manusiawi dan adil agar PNS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih. Penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1984 tentang Pokok- . kepada daerah perlu diberikan kewenangan yang cukup memadai dalam bidang kepegawaian. penggajian dan pemberhentian PNS.Pemerintahan Daerah baru adalah kewenangan dalam pengadaan. Keadaan ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Nilai gaji PNS pada saat ini hanyalah sepertiga dari nilai yang diterimanya pada bulan Oktober 1997. Penetapan kewenangan pengadaan. Sesuai dengan ketentuan perundangan baru tersebut. d. para PNS ini harus melakukan berbagai upaya supaya tetap survive. Demikian juga pengangkatan pada jabatan struktural dan fungsional setara Eselon I dan II berada ditangan Pusat agar mobilitas PNS pada 2 jenjang jabatan tinggi tersebut terjadi mobilitas secara nasional. bebas dari KKN dan bertanggunjawab. dan pengangkatan pejabat Eselon IV dan V serta pejabat fungsional setara diserahkan kepada Kabupaten dan Kota. Usulan Penyempurnaan Peraturan Perundangan tentang Kepegawaian Negara Sejalan dengan dasar-dasar kebijakan kepegawaian seperti yang diuraikan. pembinaan dan pemberhentian PNS tersebut dirumuskan dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa PNS harus menjadi penyangga kesatuan dan persatuan bangsa. IV.

RPP tentang Perubahan PP Nomor 20 tahun 1975 jo PP Nomor 19 tahun 1991 tentang Wewenang Pengangkatan. Pemindahan dan Pemberhentian PNS. 12 April 1999 Posted by Taufiq at 1:12 PM 0 comments STRATEGI MENUJU KOTA MADANI . RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pendidikan. 4. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pelayanan Kesehatan. 8. 7. 5. 4. 6.Analisis Visi Misi Kota Ternate STRATEGI MENUJU KOTA MADANI ANALISIS VISI – MISI KOTA TERNATE OLEH Drs. Bukanlah suatu kebetulan bahwa wujud nyata masyarakat madani mulai dikenal dari hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah 13 tahun setelah Nabi Muhammad membangun landasan tauhid sebagai fondasi dasar masyarakat (Komunitas Mekkah) menuju ke Yastrib dan mengubah nama menjadi kota Madinah yang diambil kota Madaniyah yang berarti peradaban .SYAMSIR ANDILI Prinsip-Prinsip Dasar Masyarakat Madani Untuk memahami dan menentukan sumber dan vasilidasi pandangan-pandangan social politik yang relevan dengan agenda reformasi sekarang ini tentu akan sangat berfaedah jika kita menyempatkan diri mendalami lebih jauh pengertian prinsipil tentang masyarakat madani . 3. 3. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Dalam sejarah perjalanan Islam membangun sebuah peradaban ditandai dengan dua dokumen penting yaitu : . Bersamaan dengan penyusunan RPP tersebut. Jakarta. Depdikbud. RPP tentang Perubahan PP Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. RPerpu tentang Lembaga Swadana. bersama Depkes. RPP tentang Pengangkatan dalam pangkat Pegawai Negeri Sipil. serta Kantor Meneg Pendayagunaan BUMN perlu disusun: 1. RPP tentang Kepegawaian Badan Usaha Milik Pemerintah.Pokok Kepegawaian: 2. 5. RPP tentang Kepegawaian lembaga Pendidikan dan Pelatihan. 2. 6. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakekatnya sebuah pernyataan niat atau proklamasi. yang berkehendak mendirikan dan membangun masyarakat yang beradab sebagai tantangan terhadap masyarakat jahilia dan di Mekkah. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 6 tahun 1976 tentang Pengadaan PNS. RPUU dan RPP-RPP tersebut sudah selesai disusun oleh BAKN dan telah disampaikan kepada Bapak Menko Wasbangpan untuk diteruskan kepada Bapak Presiden. RPP tentang Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. H. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. RPP tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nonor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

tatanan masyarakat ini hanya dapat diteladani oleh para sahabatnya ( Al-Khulafa‟ al Rasyidin ) karena setelah masa itu bangun dasar masyarakat madani hancur dengan diterapkanya system geneologis ( Dinasti ) . Bahkan sebagai pengamat melihat terjadi pergeseran nilai-nilai sosial politik dalam tatanan masyarakat sebagai siklus perubahan di mana kita tengah berada pada titik memulai kembali pembentukan masyarakat madani dengan menyatukan kembali perbedaan-perbedaan menjadi sebuah pengakuan atas pruralitas yang stabil dan dinamis. yang didalamnya masyarakat madani yang memiliki ruang untuk bernapas dengan komitmen kemanusiaan dan keadilan. Niat baik pemerintah kota membangun masyarakat madani tidak cukup dan sulit terealisir jika . arah dan prospek menuju masyarakat madani sangat membutuhkan waktu. Ada perkembangan tertentu yang menggembirakan kondusif . egalitarianisasi dan toleransi. Sophronius setelah kota suci 3 agama itu dibebaskan oleh kaum muslim . tidak saja akan meminta biaya social mahal. Maka tidak berlebihan. * Piagam Aelia ( Mitsaq Aeliya) yang dibuat oleh Khalifah Umar dengan Patriak Yerussalem.* Perjanjian yang disebut Mitsaq Al-Madinah atau Piagam Madinah yang berisi 50 keputusan bersama sebagai sebuah dokumen politik pertama dalam sejarah ummat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme. Arah dan Prospek Menuju Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis. maju dan bermartabat dalam ikatan persamaan dan persaudaraan sejati memerlukan kerangka dan pendekatan yang lebih bersifat evolusioner dari pada revolusioner . Sayangnya. tetapi bahkan dapat menghancurkan ketertiban dan keteraturan masyarakat yang merupakan esensi masyarakat madani itu sendiri. jika sosiologi terkemuka Robert N. Akan tetapi harus diakui. Bellah mengakui masyarakat Madinah dimasa Nabi adalah suatu masyarakat yang sangat modern dizamannya. sebagian pendapat mengatakan prospek masyarakat madani dalam tahun-tahun mendatang kelihatannya belum serba pasti .transparan dan partisipatif dimana peran infra dan supra struktur berada dalam keseimbangan yang dinamis. Kini masyarakat madani adalah tidak sekedar Imagined Sociaty tetapi suatu kebutuhan social yang memerlukan Graes Roat terhadap nilai-nilai madani yang dapat teraktualisasi secara nyata dalam masyarakat kota . Dalam konteks ini. Berbagai perubahan –perubahan sosial-politik yang cukup signifikan terjadi oleh sementara orang dipandang sebagai pendorong proses demokratisasi dan perkembangan masyarakat madani namun. supremasi hukum. membangun sebuah masyarakat yang berperadaban. membentuk masyarakat madani adalah suatu cikal bakal penyaluran demokratisasi. pluralistis. Dari pemahaman tersebut diatas. dan mendukung bagi pencipta masyarakat madani. Piagam Madinah dan Piagam Aelia dalam terminology politik adalah wujud konkrit dari terbentuknya Civil Sociaty. Pada saat yang sama kerangka dan pendekatan ini secara implisir menawarkan ongkos sosial minimal sebaliknya pendekatan revolusioner dalam masyarakat madani. tetapi pada saat yang sama ada juga perkembangan dan indikasi tertentu (social confliet) yang kurang menggembirakan yang pada gilirannya dapat menjadi Constraints bagi perkembangan masyarakat madani . Masyarakat madani yang dibangun Nabi Muhammad dan dicontohkan oleh Umar Bin Khattab ini adalah cermin dari membangun sebuah kota demokratis yang mengharga pluralitas dengan prinspprinsi dasar seperti keadilan.

politik. Gejala metabolisme (pencernaan). Maka kota yang sehat "hard ware"nya juga memerlukan keseimbangan "soft ware" atau rohani kota yang mencakup berbagai aspirasi kehidupan kota secara ekonomis. Visi biologis dari John Eberhand ini dalam bukunya Technology for the City (New york. maka mozaik kota hampir selalu merupakan pergelaran seni social yang terbentuk dari berbagai rencana ragam perorangan.hand yang melihat kota secara biologis mewujudkan suatu system utuh terdiri atas dua sub sistem. Pandangan terhadap kota sebagai organisme atau jasad hidup dengan proses keutuhan dan keseimbangan City‟s hard ware dan City soft ware sebagaimana diungkapkan diatas. sesuai dengan Visi dan Misi saya Membangun Kota ini (Ternate ) . melainkan menyentuh juga kesejahteraan ekonomi dan kegairahan budaya nya. Intinya membangun sebuah masyarakat madani memerlukan komitmen bersama semua pihak . kandiovaskuler (peredaran darah. maka saya mencoba menelaah kehidupan kota dari pandangan seorang Arsitektur John Eber. jalan-jalan. kultual dan religius karena rohani kota dan jasmani kota bertalian sangat erat . berpribadi dan mengesahkan sesuai visi dan misi kota ini. Dengan demikian. Semua luluh jadi satu. Adalah mustahil untuk menegakkan sebuah pluralistis yang berakar dari kesamaan dan persaudaraan sejati jika penghormatan pada martabat dan nilai kemanusiaan masih jauh di depan mata. Bila kita berpaling pada sejarah kota Ternate. yaitu City‟s Hardware dan City‟s Software (jasmani kota dan rohani kota). karakter kota Ternate.) merumus (persyaratan) merumus (petualangan) merupakan sub sistem "jasmani kota" yang sehari-harinya memfungsikan jaringan yang menjamin pemenuhan kebutuhan secara fisik. strategi perkembangan Kota Ternate ke depan yang nantinya tertuang dalam tata ruang kota dengan berbagai hierarki yang terwujud dalam bentuk peta-peta alokasi spasial dari aneka kegiatan masyarakatnya pada akhirnya harus dilandasi dengan analisa social ekonomi dan budaya yang tajam dan terarah. Kita sadar sudah terlalu lama bidang perencanaan kota didominasi dan dilihat dari aspek fisik dan keruanagn seperti untuk ukuran dan besar kota. Kota dipandang sebagai jasad yang hidup dimana suatu jaringan organisme untuk kedua sub sistem (jasmani/rohani) memiliki ketergantungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. kultur masyarakat dengan sejumlah permasalahan pokok dan actual maka dirumuskan "Visi dan Misi membangun Kota Ternate " sebagai . maka lebih diperkaya dan dipertajam dengan pengamatan dan kecenderungan penyusunan ruang kota guna menangkal kemungkinan hilangnya potensi prilaku (budaya) sebagai jati diri.masyarakat tidak mempersiapkan diri dengan matang dan sabar. Ciri-ciri positif yang dikejar kita semua dalam menyusun strategi sebuah kota mendambakan kota yang sehat jasmani dan rohani . Keterlibatan aktif segenap pihak termasuk penghuni kota akan membuahkan hasil penampilan kota unik. 1966) menjamin dimanakah keseimbangan kota secara multidimensional. kepadatan dan stuktur sosialnya sementara kebijakan yang diambil kurang berdaya untuk memecahkan masalah yang lebih mendasar yang menjadi "jiwa" dari kota itu berkembang. Penampilan yang saya maksudkan tidak sekedar dalam konotasi keindahan fisual belaka. Strategi Menuju Masyarakat madani Berawal dari arti dan pemahaman kata "Madani" yang merupakan strategi yang ditawarkan untuk penulisan topik makalah ini. Mengamati perkembangan global. Beberapa factor yang menjadi pertimbangan bagi kita semua dalam menterjemahkan "Visi dan Misi" kota ini ke depan sebagai strategi dasar menuju masyarakat maju dan bermartabat sebagai pemaknaan masyarakat yang madani. administrasi. masyarakat dan kelembagaan. edukatif. social.

Strategi program –strategi program pembangunan kota perdagangan dan wisata diarahkanpada upaya untuk lebih meningkatkan produktifitas. 17 Agustus 2005 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI SEBAGAI PEMEGANG PERAN STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN Setengah abad sudah. Kota Perdagangan / Parawisata dan Kota Pulau/Pantai Posted by Taufiq at 1:08 PM 0 comments PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI Hidayat Nur Wahid. Kota Ternate adalah bagian dari sejarah masa lalu yang mengalami perjalanan panjang kolonialisme sejak abad XV dan kota inipun sejak abad VII dan VIII masehi telah tersentuh dengan peradaban dunia . Strategi program pembangunan Ternate sebagai kota Budaya diarahkan upaya mengintegrasikan pembangunan fisik dan non fisik yang mengakarpada nilai dan keagamaan serta tradisi dan budaya masyarakat. Oleh karena itu dibutuhkan penyediaan lahan perkotaaan dan penyiapan infra struktur perdgangan dan pariwisata yang memadai Strategi Program pembangunan kota pantai/kota pulau diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengimbangkan kota Ternate dalam suatu sistem wilayah kepulauan melalui peningkatan infra struktur perkotaan. sumber daya alam. Sedangkan "Masyarakat Madani" yang diidamkan bukan semata-mata milik suatu komunitas tertentu. tetapi itu merupakan pemaknaan dari sebuah pemahaman tentang "civil society". . tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu. Terbangunnya "kota budaya" dengan nilai-nilai interensiknya akan merupakan jalan lapang menuju "masyarakat madani" yaitu masyarakat berperadaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Membangun kota budaya . * M I S I : Membangun Ternate menuju Kota Budaya Kota Perdagangan dan Wisata dan Kota Pantai Sebuah kota harus memiliki "jati diri" sehingga jati diri itulah dapat diketahui kearah mana kota itu dikembangkan. Rabu. sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. jika kita menghitungnya sejak pertama kali mereka berkumpul di Bandung dalam tajuk Konferensi AsiaAfrika I tahun 1955. Penutup Demikianlah materi ceramah yang dapat saya sampaikan dalam forum ini semoga dapat menyatukan persepsi kita dalam upaya mewujudkan pembentukan menuju masyarakat Madani disertai beberapa strategi pembangunan visi Kota ternate ke depan untuk membangun Ternate sebagai Kota Budaya . bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local. sumber daya manusia dalam kerangka pengembangan ekonomi rakyat . masyarakat yang demokratis dan masyarakat sejahtera yang cinta damai . masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan .berikut * V I S I : Menjadikan Ternate sebagai kota budaya menuju masyarakat madani . umur perjuangan komunitas keluarga besar bangsa-bangsa se-Asia-Afrika.

Pembahasan masyarakat madani (civil society). Karena itu konsep civil society mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan. kapital sosial. a governance based on popular participation rather than elitist imposition. Pertama. konstitusionalisme. Anwar Ibrahim mendefinisikan masyarakat madani: �a flourishing of social intermediaries between the family and the state. Tidak ada masa yang paling berharga bagi manusia secara individu ataupun secara kolektif termasuk suatu bangsa kecuali masa depannya.� Anwar mengenalkan masyarakat madani sebagai suatu konsep institusi-institusi modern dan progresif. mengingat bahwa pemeluk Islam dunia sebagian besar berada di negara-negara di Asia-Afrika. respect for individual freedom and the freedom of expression within the bounds of morality and decency. pertama. Alasan klasik yang umum yang terungkap bahwa politik itu kotor sementara agama adalah wilayah suci dan sacral sehingga bila agama dibawa dalam ranah politik maka hal itu idektik dengan menodai . meski baru pada lingkup Asia-Afrika. secara singkat dapat diartikan sebagai. sedang dalam pengertian kedua ia bersifat normatif. dan berada dalam naungan kerangka etika Islam. Masa lalu menjadi pijakan bagi manusia atau bangsa menapaki masa kininya demi merekayasa masa depannya yang lebih baik. beragam institusi dari keluarga sampai kelompok perkumpulan yang diposisikan berlawanan dengan negara (Hefner 1998).Kurun waktu yang panjang itu. Paling tidak. Ia juga bisa berarti suatu keberadaban (civility) atau kesalehan madani (civic virtues). memudahkan negara-negara di Asia-Arika untuk duduk satu meja. adanya persamaan semangat untuk bangkit dari kultur inferior sebagai dampak dari negeri yang pernah terjajah. mereorientasi paradigma yang selama ini dianut oleh kebanyakan pihak yang terkesan memarginalkan agama dari domain politik. rule of law instead of human capriciousness. hingga pemilikan pribadi (Kumar 2000). civil society bersifat deskriptif. demokrasi. Dalam pengertian pertama. berarti kita telah memiliki wadah untuk memperjuangkan implementasi prinsip universalitas dalam masyarakat madani. Selain itu. telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. Yang jelas keberadaan civil society sering dihubungkan dengan demokrasi. dalam artian fokus perhatian dititikberatkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata kehidupannya. Dalam konteks masa depan Indonesia sebagai bangsa hendaknya ada beberapa upaya serius yang hendaknya dilakukan ke depan. a social order founded upon moral rules rather than individual fancy. melalui kerja sama-kerja sama internasional. Asia-Afrika merupakan wilayah potensial tempat lahirnya masyarakat berkarakter madani. yang diposisikan sebagai yang-lain dari negara.

Keempat. Nilai bagi setiap orang adalah karyanya. antara negara dan khalayak. Politik bagi mereka adalah cara mencapai legalitas dan kekuasaan. kepentingan adalah misinya. Jabatan merupakan beban dan tanggung jawab. Dalam konteks negara yang demikian maka pembangunan menjadi hal yang inherent dari dinamika internal negara tersebut. terutama sektor ekonomi. bukan penghormatan apalagi sarana untuk meraih kesenangan. Kedua. dan kegiatan amal sosial. Dan negara bukan lembaga kekuasaan tetapi lembaga pelayanan. efisien dan efektif. pengendalian. Tapi persoalannya kemudian pertumbuhan tersebut cenderung memberi ruang tidak proporsional kepada mereka yang sudah relatif established untuk bermain dalam berbagai sektor. yet it is like a mirage among us. Paradigma ini yang kemudian melegitimasi praktik-praktik politik orde-orde masa lalu yang terbukti menyeret gerbong raksasa Indonesia menuju krisis multidimensional yang tidak berkesudahan dewasa ini. Di sini pertumbuhan yang ditarget pemerintahan masa lalu dianggp gagal menobatkan pertumbuhan sebagai sebuah instrumen yang dapat mewujudkan pemerataan di tengah masyarakat. Ketiga. Di samping itu harus ada upaya untuk mengkaji ulang eksistensi departemen-departemen yang tidak produktif agar tidak hanya menjadi institusi yang menguras anggaran negara. Pemerintah hendaknya mendorong terus departemen-departemen yang produktif dan strategis untuk bekerja secara lebih baik. mereorientasi politik pembangunan bangsa yang selama ini mengedepankan pertumbuhan. menata ulang pemerintahan agar struktur yang ada lebih ramping. Oleh karenanya. Bentuknya bisa berupa wakaf yang menyokong universitas. rumah sakit. Bahan bagi terciptanya masyarakat madani memang sudah ada dalam ajaran-ajaran Islam. Negara berfungsi mengeksplorasi segala potensi bangsa dan tanah airnya untuk mencapai peradaban yang akan dibangun sehingga yang terpenting dari setiap individu warga negara yang ada adalah perannya dan bukan jabatan. Kita tidak anti pertumbuhan yang merupakan hal natural dan menjadi hal yang inheren dalam setiap entitas yang hidup. �It is altogether ironical that while Islam provides all the values and impetus for the successful establishment and sustenance for civil society. partai politik adalah kendaraannya. � our failure today is not only to establish civil society but more importantly also because we have not begun to address this fundamental issue. rekayasa dan politik belah-bambu. kata kunci komunikasi politik dua orde tersebut adalah persaingan. Hal itu terjadi karena paradigma politik Orde Lama dan Orde Baru yang ada cenderung mempersepsikan politik sebagai entitas politik murni. dan jabatan adalah prestise dan kehormatan. Negara dianggap sebagai legalitas dan kekuasaan. sehingga Anwar melihat bahwa. Yang terjadi justru disparitas sosial yang terus melebar. menjadikan negara sebagai daulat al-hadharah (state of civilization) dan daulat al-Risalah (state of mission). Syariah juga menyediakan mekanisme keberadaan ulama dan madrasah yang tak berikatan dengan negara. Namun sering sumber daya ini diabaikan dan kadang sampai perlu dihancurkan. . Sementara kelompok yang unestablished tidak mendapat porsi yang fair yang memungkinkan mereka tumbuh dengan baik dan menjadi besar.� Esposito (2003) mengamini pendapat Anwar Ibrahim ini dengan menunjukkan fakta sejarah banyaknya institusiinstitusi yang menjadi perantara antara penguasa dan rakyat.kesucian dan sakralitas agama.

through cross fertilization of ideas. ternyata muncul dari segelintir umat muslim sendiri. corruption. and to demand justice for women. multikulturalisme. They would rather strive to improve the welfare of the women and children in their midst. will herald the coming of an Asian Renaissance. mutual respect. just to name a few. toleransi tinggi dan sebagainya.have their origin in the absence of civil society. It is an Asia that has been further enriched with the encounter with modern science.� Karenanya. instead of amputating the limbs of thieves. injustice. if properly nurtured. tapi satu rumpun dengan melalui kegigihannya dalam belajar berhasil mengambil apa-apa penting bagi kepentingannya sambil tetap memegang teguh identitasnya. and other societies in Asia and Africa. Dalam kaca mata positif. religious and ethnic backgrounds has fostered close interdependence.� Muslim Melayu yang kini adalah bagian dari Asia yang �is poised to rise again. This \"living together\" would not be possible without mutual tolerance. the marginalization of women. abuse of power. It is no exaggeration to say that this is a living convivencia . �Perhaps the greatest challenge in our time for Muslim societies.� Dengan kata lain sebuah bangsa yang tak lagi meributkan perbedaan remeh antara Barat dan Timur atau Barat dengan Islam. They do not believe it would make one less of a Muslim to promote economic growth. fenomena ini justru menyadarkan para da�i dan ulama. and being moderate and pragmatic in the conduct of our affairs� Rumpun Melayu adalah mereka yang dianggap mampu melakukan program besar ini dibawah panji Asian Renaissance: �True. Jews and Muslims lived in peaceful harmonious coexistence. But what differentiates them from their brethren in other parts of the world is their sense of priorities. kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap semangat untuk menghidupkan kembali ruh masyarakat madani. moral decadence.a situation quite reminiscent of the golden age of Muslim Spain. as Muslims and as Southeast Asians. Meski umat muslim menjadi mayoritas di Indonesia. it is therefore not impossible that our own present convivencia. Nor do they believe it would strengthen one�s commitment to religion by instilling anxiety among people of other faiths. squandering of the nation\'s wealth. . where Christians. If that golden age could give birth to great intellectual flowerings. Indeed. Southeast Asian Muslims prefer to concentrate on the task of ensuring economic growth and eradicating poverty. technology and modern political and civil institutions.� Kemungkinan mendirikan masyarakat madani lebih besar probabilitasnya di negara-negara tempat etika dan moralitas adalah bagian dari perikehidupan masyarakat itu sendiri.Anwar meyakini bahwa �many if not all of the problems afflicting the people of these continents -mass poverty. but it will not be the same old Asia. to master the information revolution. than spend their days elaborately defining the nature and institutions of the ideal Islamic State. is the establishment of a civil society. �The diversity and constant interaction of people from different cultural. we cherish this heritage of cultural and religious diversity. Symptomatic of such an absence is the denial of basic rights. Southeast Asian Muslims are not without their share of problems. The proponents of the imposition of Muslim laws or the establishment of an Islamic state are confined to the periphery. inhumane living conditions. tempat masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan civil society yang menuntut pluralisme. bahwa ternyata masih ada pemeluk Islam yang membutuhkan pencerahan terhadap wacana dan cita-cita masyarakat madani. economic backwardness -.

Tetapi. yang dapat membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia.�. sebagaimana dikatakan Judge Learned Hand: �I often wonder whether we do not rest our hopes too much upon constitutions. when it dies there. sesuai dengan cita dan citra masyarakat madani yang maju. Karenanya. no court can save it. Sebagai konsekuensinya. no law.. no constitution. paham �welfare state� yang memberikan pembenaran konseptual terhadap kecendurangan interventionisme negara. namun doktrin masyarakat madani kiranya perlu terus dikembangkan sejalan dengan gelombang demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Dan bumi Indonesia akan menjelma menjadi taman kehidupan yang tentram dan damai. These are false hopes. hendaklah dibatasi sebagaimana mestinya. Maka tidaklah berlebihan jika UUD kita diharapkan dapat berfungsi efektif sebagai sarana pembaruan (tool of reformation) secara bertahap tetapi berkesinambungan dalam rangka perekayaan (constitutional engineering) ke arah perwujudan cita-cita masyarakat madani itu. sejahtera lahir batin. di segi yang lain. Sekali lagi. Dengan kata lain. cita-cita masyarakat madani sebenarnya sama dengan cita-cita bangsa Indonesia. meski pengertian-pengertian yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat madani itu belum mengkristal sebagai pendapat umum dan kesadaran kolektif rakyat. believe me these are false hopes. keberadaan momentum setengah abad KAA di Bandung ini hendaknya makin . seperti sebuah negeri yang dilukiskan Al-Quran sebagai � Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang makmur dan Tuhan Yang Maha Pengampun)� Pengertian pemberdayaan masyarakat madani perlu terus ditingkatkan dan mendapat perhatian sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara negara. yang disatu segi perlu mengadopsikan gagasan �welfare state� dan paham demokrasi ekonomi ke dalamnya . demokratis dan berkeadilan. ini sudah tercermin dalam rumusan UUD negara kita. tidak dengan maksud untuk mengambil alih fungsi fungsi yang secara alamiah dapat dikerjakan sendiri secara lebih efektif dan efisien oleh istitusi masyarakat. Liberty lies in the hearts of man.mandiri. Bahkan untuk menjamin peradaban bangsa di masa depan. upon laws and courts. Yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara kuat. Penting untuk disadari bahwa institusi negara dibentuk. masyarakat (civil society) dan pasar (market) itu sama-sama harus dikembangkan keberdayaanya dalam hubungan yang fungsional. Institusi negara dibentuk justru dengan maksud untuk makin mendorong tumbuh dan berkembangnya peradaban bangsa Indonesia. Momentum KAA 50 tahun silam telah secara kuat menyiratkan gelombang demokratisasi ini bagi komunitas di negara bangsa di Asia dan Afrika.. pondasi moralitas spiritual manusialah yang menentukan kebebasan hakikinya. jangan sampai hanyut dengan menentukan hal-hal yang seharusnya merupakan domain publik dan domain pasar diatur oleh negara.Dalam konteks bangsa Indonesia. Pada galibnya. Diatas semua pembaruan yang didasari konstitusi dan hukum. negara seyogianya tidak mencampuri (interventionist) terlalu jauh ke dalam mekanisme pasar dan demikian pula dalam domain publik (society). berbangsa dan bernegara. ketiga wilayah (domain) negara (state). Karena hanya denganya bangsa ini akan menjadi kontributor peradaban manusia. sinergis dan seimbang.

Indonesia. persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. yang diperkenalkan oleh Prof. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. Civil society yang lahir di . sehingga bangsa Asia dan Afrika tetap selalu bijak dalam melangkah ke depan. Akhirnya. World Summit for Social Development. projecting back theory. Posted by Taufiq at 1:04 PM 0 comments Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Saefur Rochmat*) Abstrak: Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan “Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu”. Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. Sebelumnya. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. tsaqafi atau tamaddun. Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‟ madani. 26 September 1995 (Hamim. Naquib Attas. alangkah baiknya jika semua pihak dapat memaksimalkan momentum ini untuk mengambil hikmah dalam perjalanan pahit getir upaya pengejewantahan Dasa Sila Bandung yang telah dilahirkan lima dekade silam. 1. Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. Madani berarti juga peradaban. 2000: 115). Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan. 1995. Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. negara. 2000: 115-127). 2000:180-181). menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani.memperkuat moralitas pentingnya pemberdayaan masyarakat madani sebagai pemegang peran strategis dalam penyelenggaraan pembangunan seperti teracantum dalam mukadimah di awal kutipan dari The Ten Commitments. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia. yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‟an dan Hadits (Hamim. Nabi. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. Kata “madani” berarti civil atau civilized (beradab). Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. Copenhagen Declaration and Programme of Action. pendiri ISTAC (Ismail. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern.

Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. good‟. Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. to that extent. pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. Dengan demikian. and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. tidak lepas dari pengaruh Islam. Tentang Montesquieu ditulis “indeed there are many specific references to the Qur‟an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu” (Azizi. Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik. taking care to give unity to his political system. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. 2000: 94).Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. kekuasaan. karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. Kadang. 2000: 113). Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim. konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan. dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke. Bahkan dia secara jelas menyebut: „Mohamet had very sound opinions. terbitan Macmillan Press (1988). 2000: 112-113). legislatif. Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. dan kebebasan individu. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. dan di sisi lain. Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman. dan yudikatif. profesor studi tentang Arab. dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. Menurutnya. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. Pada waktu itu. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif. Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problem-problem tentang pemerintahan. karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society.G. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil. Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI. 2. Weeramantry dan M. Di . the government was undivided and. yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia.

1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. Dengan penjelasan di atas. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. dan political economy. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara. Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. In the first. Hegel dan Rousseau (Gamble. 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. Dalam bidang hukum pun demikian. seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar keperluannya. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. Atas dasar itu. untuk mengontrol kekuasaan negara. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. 2000: 87). but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. Two principal lines of thought emerged. namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. yaitu: . what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined. and money. Sedangkan di Indonesia. Akibatnya. Sedangkan. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. If the state is accorded such a role. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. individualist world of civil society organised around commodity production. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. yang terjadi adalah sebalinya. in the second. maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. Dalam pengertian yang pertama. Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. the problem of the relationship of state power to civil society. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). yaitu: …how government should ralate to the private. and if it is to be a genuine association between all members of the community. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. individual exchange. yang bertujuan: Pertama. Kedua. di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan.

sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.(1) the freedom to form and join organizations. maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. Organisasi-organisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). (2) freedom of expression. Gerakan Reformasi didukung oleh negara-negara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). (7) free and fair elections. terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies). Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. dan sebagainya. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. Bahkan. PWI. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. HKTI. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. SPSI. KNPI. 2000: 90). Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang . Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville “the people can be trusted to rule themselves” (Azizi. 3. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi. (5) the right of political leaders to compate for support and votes. sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. seperti MUI. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern. (4) eligibility for public office. sehingga partai-partai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat. Dr. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. Amien Rais. (3) the right to vote.

Sedangkan. Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. yaitu: (1) aspek vertikal. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan “tradisionalis” (termasuk Nahdlatul Ulama). Pengamat politik dari UGM. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut. dan Gerakan Papua merdeka. di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid). tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. Kalangan muda NU begitu keranjingan dengan wacana civil society. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan.sangat dekat dengan Soeharto. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. Gerakan Aceh Merdeka. bukan oleh kalangan “modernis” (Rumadi. bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. 1999: 17). (2) aspek horisontal. agamawan. yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. bukan pada aturan main. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani). Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. dan (3) fakta historis bahwa KH A. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. 2000: 16). Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat non-negara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. tidak tegaknya hukum. diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. terutama pelembagaan politik. akademisi. Dalam pandangan Gus Dur. dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. yang menekankan paham pluralisme. tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya . Dengan demikian. supremasi hukum. Untuk menghindari hal itu. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. dan HAM. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. di samping birokrasi yang efektif. di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. Dr Mohtar Mas'oed (Republika. 1999). Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU.

bukan pada aturan main. (2) keselamatan keyakinan agama masing-masing. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. di samping tentunya sifat universalisme Islam. dan kesejahteraan (Schacht. kini telah menjadi “negara” itu sendiri. Oleh karena itu. Simpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. kesederhanaan. 1999: 3). Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. Sementara. yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. seperti kelompok Tradisionalis lainnya. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama. Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. (3) keselamatan keluarga dan keturunan.kebebasan. akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‟ah. Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas non-negara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang. pluralitas budaya. Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. dan heteroginitas politik. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). dan (5) keselamatan profesi. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. Dalam Islam ada lima jaminan dasar. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. 1991: 164). Dan Indonesia telah . seperti kerusuhan berbau SARA. 1998: xiv). Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. keadilan. bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. 1999: 4). 4. sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. dimana negara hanya berperan sebagai „polisi‟ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. (4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. visi. Gus Dur. 1979: 541).

Pancasila sebagai Ideologi dalam Kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 1999. Gusdurism. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. B. Schacht. Wahid. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern. Dengan demikian. Pendidikan Islam. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Universalisme Islam dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam. Keppres No. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Hal. Ismail SM. Hal. Masyarakat madani Antara Cita dan Fakta: Kajian Historis-Normatif. NU. Ismail. London: Oxford University Press. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. dan Politik Kyai. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi. Semarang: PT Tanjung Mas Inti. (1999). Abdurrahman. Habibie. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. Thoha. 1998. 1992. 2000. Andrew. Faisal. Islam dan Civil society (Masyarakat madani): Tinjauan tentang Prinsip Human Rights.meniru model Amerika. 1. Joseph and C. Jakarta: BP 7 Pusat. Gamble. Bosworth (eds. Hamim. 1999. 1999. Pendidikan Islam. An Introduction to Modern Social and Political Thought. Hongkong: Macmillan Education Ltd. Civil Society dan NU Pasca-Gus Dur. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Hidayat. 11/9/99. Signifikansi Peran Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat madani.J. xiv. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Abdurrahman. Rumadi.). Yogyakarta: LkiS. Pendidikan Islam. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.E. Wahid. . 1988. 5 November 1999. Komaruddin dan Ahmad Gaus AF. A Qodri Abdillah. Abdurrahman. Mohtar Mas‟oed. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Pancasila sebagai Ideologi. 1991. Pluralism dan Religious Tolerance. 1979. Wahid. Jakarta. Yogyakarta: Tiara Wacana. Tuhan Tidak Perlu Dibela. 2000. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-à-vis masyarakat. Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. 1999. 198 Tahun 1998 Tanggal 27 Februari 1999. Daftar Pustaka Azizi. Pasing Over: Melintas Batas Agama. 2000. 2000. Republika 3 Maret 1999.). Departemen Agama. The Legacy of Islam. Kompas Online. Dalam Oetojo Oesman dan Alfian (eds.

Literasi madani (civil literacy) adalah kemampuan masyarakat untuk membaca agar mampu memberi keputusan sosial yang bertanggung jawab dan kemampuan menulis secara kritis untuk mengaktualisasikan peran sosialnya dalam masyarakat. Poster dengan tulisan "Selamat Datang di Kota Kembang. C. yakni kegiatan menulis warga masyarakat atas inisiatif sendiri untuk tujuan sosial politik cenderung dianggap enteng. surat terbuka kepada editor. protes. Pikiran Rakyat. dan iman adalah potensi psikologis yang inheren dalam setiap masyarakat dan relatif statis dibandingkan dengan ilmu. Hidayatullah. hukum. yaitu: pertama. agenda. memo. Kedua. Ada sejumlah tujuan dari penulisan teks-teks demikian itu. teknologi dan peradaban. membangun hubungan emosional antara warga Bandung dengan para pengunjung. 1988." misalnya. Menulis partisipatoris (participatory writing). aduan kepada anggota legislatif. Literasi adalah niscaya untuk membangun masyarakat madani. 'bermadani' mensyaratkan pemertahanan nilai-nilai tradisional dan pada waktu yang bersamaan disalinghadapkan dengan ilmu dan teknologi yang tidak sabar untuk berlari tanpa henti. dan sebagainya adalah teks-teks yang merupakan bukti perwujudan literasi madani. misalnya. Lewat kaji ulang secara saksama ihwal tulis-menulis kita dapat mengungkap kesejarahan peradaban manusia. Dengan kata lain. 7 September 2005 Nilai. literasi (keterampilan membaca dan menulis) mesti teraktualisasi dalam membaca madani (civic reading) dan menulis madani (civic writing). untuk memohon informasi dan bantuan. . Chaedar Alwasilah. Proses belajar-mengajar dan pemerolehan keterampilan intelektual diniati sebagai upaya memberdayakan warga negara untuk partisipasi madani itu. London: The Mcmillan Press. Petisi. untuk menyatakan hubungan personal maupun kolektif sebagai warga masyarakat. Islamic Jurisprudence: An International Perspective. resolusi. yakni berkomunikasi bacatulis.G. dan M.Weeramantry. surat aduan. *) Dosen Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Yogyakarta Posted by Taufiq at 1:01 PM 0 comments Baca-Tulis Masyarakat Madani Baca-Tulis Masyarakat Madani Oleh A. Dalam konteks masyarakat madani. pidato. Masyarakat wacana madani Dalam arti luas setiap masyarakat yang berpendidikan pasti berwacana. Ini juga merupakan praktik perwakilan dalam masyarakat madani. Surat yang ditulis warga kepada wali kotanya ihwal kebersihan jalan-jalan. yang merupakan ajang partisipasi warga negara sebagai bagian dari kehidupaan demokrasi. norma. Dua kegiatan ini adalah media transformasi dari tahap ke tahap peradaban manusia. tidak saja menyadarkan tanggung jawab wali kota tetapi warga itu secara tidak langsung mewakili anggota masyarakat lain yang hirau tentang kebersihan jalan. catatan rapat. padahal pembiasaan kegiatan ini merupakan upaya demokratisasi. yang indikatornya mencakup kemampuan membaca dan menulis. Berperadaban adalah proses belajar secara kolektif dan sepanjang sejarah sehingga mencapai derajat cultured. buletin. yakni masyarakat yang berpendidikan. namun wacananya belum tentu berkualitas madani.

TahapanlLiterasi Wells (1987) yang teorinya dijadikan rujukan khususnya oleh tim pengembang Kurikulum Bahasa Inggris 2004. informational. dan kemampuan mentransformasi pengetahuan. Tingkatan itu dapat disejajarkan dengan tingkatan pendidikan formal. fenomena ini kurang menjadi kepenasaranan para birokrat kampus. Yang terjadi selama ini adalah berjubelnya lulusan PT yang bernasib 'setengah literat. (2) pendekatan ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan mahasiswa.' yakni memiliki kemampuan membaca tapi tidak diimbangi oleh kemampuan menulis. kemampuan menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. objektivitas. Masing-masing secara berurutan merujuk pada kemampuan membaca dan menulis. yaitu dengan menyelaraskan hakikat MKU BI dengan tuntutan literasi epistemik. mengidentifikasi empat tingkatan literasi. kemampuan mengakses pengetahuan. SMA untuk mengajarkan literasi tingkat informasional. Para siswa dilatih menganalisis teks sehingga mampu mengidentifikasi karakteristik teks. yakni SD untuk mengajarkan literasi tingkat performatif. Kita selama ini cenderung menyepelekan ketergantungan keempat tingkatan itu sehingga ada anggapan salah bahwa konsentrasi pada literasi epistemik-seperti melalui perkuliahan teori-teori menulis di jurusan-jurusan bahasa. dan perguruan tinggi (PT) untuk mengajarkan minimal literasi epistemik. . Yang sering dilupakan adalah perlunya mengubah mind set guru dan dosennya! Sejak dicantumkannya dalam kurikulum. functional. Caranya antara lain dengan mengakrabi secara kritis berbagai jenis teks seperti disebut di atas. MKU BI turun mesin Pendidikan diniati untuk mengubah cara berpikir atau mind set anak bangsa. Mereka juga dilatih mencermati kejujuran. Warga negara dianjurkan membiasakan diri menyampaikan kritik dan pujian secara proporsional ihwal layanan publik melalui surat kabar atau media komunikasi lainnya. untuk menyuguhkan informasi kepada publik sebagai bentuk layanan publik. untuk mengevaluasi kinerja petugas layanan publik. Sayangnya. dan efektivitas dalam penulisan itu. dan (3) pendekatan epistemologis. SMP untuk mengajarkan literasi tingkat fungsional. agenda. dan tujuan penulisannya.Ketiga. dan epistemic. sasaran pembaca. Tampaknya kesadaran terhadap dahsyatnya potensi jenis-jenis teks ini masih lemah. dan sebagainya merupakan media untuk pemertahanan demokrasi. Jamu mujarab-tapi memang pahit--untuk mengobati 'penyakit' ini adalah reposisi dan redefinisi MKU BI di semua PT. yaitu: (1) pendekatan kurikuler dengan mereposisinya sebagai mata kuliah wajib dengan jumlah sks sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Pendidikan bahasa dalam konteks madani membekali siswa rasa percaya diri dan keterampilan retorika yang diperlukaan untuk berekspresi dalam wacana madani di sekolah dan di luar sekolah. Keempat. Sedikit sekali buku teks BI yang memasukkan teks-teks tersebut sebagai bahan bacaan. catatan rapat. yakni tingkatan performative. Ada tiga pendekatan yang dapat ditempuh secara serentak. Informasi yang diberikan oleh organisasi seperti LSM dalam bentuk "kalawarta" (newsletter). MKU ini harus diberi darah baru agar mampu melejitkan literasi epistemik para mahasiswa. dan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia (MKU BI)--diyakini dapat menyulap 'sim salabim' para mahasiswa menjadi sarjana yang produktif menulis. Desakan agar Presiden SBY merombak kabinetkhususnya bidang ekonomi dan hubungan luar negeri--menunjukkan kepedulian publik terhadap layanan dan kinerja kabinet sekarang ini.

dan komprehensif. yakni konteks menulis. Pendekatan kualitatif antara lain mengandalkan berbagai sumber data sebagai berikut: (1) kumpulan dokumen kelas. Keempat orientasi ini sama pentingnya untuk memahami produk maupun proses menulis secara holistik. politik. Sungguh di luar batas kesehatan pedagogis! Jalan pintas menuju perbaikan ini adalah dengan memberdayakan dosen-dosen yang memiliki potensi untuk mengajar MKU ini. hasil wawancara dengan siswa dan guru ihwal kegiatan menulis. sering kali kita lupa bahwa keterampilan menulis ini sangat bergantung pada keterampilan menulis dalam BI. Perlu diingatkan bahwa pendidikan bahasa pertama seyogianya meneratas jalan bagi pendidikan bahasa asing. dan (4) konteks. kampus. (3) teks. (4) interviu retrospektif dengan responden ihwal tugas atau kegiatan menulis. . yakni meneliti karakteristik teks yang dihasilkan siswa. (6) analisis draf tulisan siswa. Akibatnya kita lebih fasih mendeskripsi produk tulisan dengan sejumlah fatwa seputar retorika "Mesti begini. seperti konteks kelas. mengapa MKU BI di PT kita dianggap kurang bermartabat? Bisa jadi karena selama ini MKU ini lebih merupakan pengulangan (yang membosankan) materi ajar di SMA. draf karangan dari sejawat dan guru. Pendidikan menulis selama ini terlampau berorientasi pada produk dan mengabaikan proses. dan (7) portofolio. dan konteks sosial budaya. Sesungguhnya banyak dosen nonbahasa yang justru lebih produktif dan profesional dalam publikasinya. Pendidikan bahasa juga mesti berorientasi kepada kompetensi. beserta feedback yang diterima. (3) Think-aloud protocols dari guru saat menilai karangan siswa. Jika kita melihat rasio antara dosen MKU BI dengan mahasiswa. Dengan kata lain. yakni bagaimana persepsi penulis ihwal proses kreatifnya. Khusus dalam mengembangkan keterampilan menulis dalam bahasa asing. yaitu bukti fisik apa yang dibaca dan ditulis siswa. Mereka lalu dibebani mengajar kelas MKU dengan mahasiswa terkadang 100 orang. bukannya kuantitatif. (5) analisis terhadap segala bentuk feedback. Selama ini kita cenderung mendelegasikan perkuliahan MKU BI kepada dosen muda yang masih mentah dan kurang berpengalaman. (2) penulis. bukan hasil pengalaman subjektif pribadi atau ilham dan inspirasi. yaitu unjuk keterampilan berbahasa bukan unjuk pengetahuan teoretis ihwal bahasa. padahal para mahasiswa sudah saatnya membangun keterampilaan literasi epsitemik. Semuanya itu membantu kita memahami ihwal menulis secara luar-dalam. sementara itu kita tidak dapat memberi solusi yang spesifik karena kita gelap-gulita ihwal proses kreatif menulis dan konteks makro pembelajarannya. Yang disebut terakhir ini akan lebih dipahami lewat penelitian dengan pendekatan kualitatif. hasil revisinya. yaitu: (1) pembaca.MKU ini belum berhasil melejitkan literasi epistemik bangsa ini. Mengapa MKU Bahasa Inggris yang sudah berusia lebih dari 300 tahun dalam PT di Amerika-yang lazim disebut college writing--begitu bergengsi? Sebaliknya. (2) hasil interviu sebelum dan sesudah kegiatan menulis dengan siswa dan guru. Banyak yang beranggapan bahwa hanya dosen sastra Indonesia yang mampu mengajar MKU ini. Sering didengungkan bahwa kita lebih berbudaya dengar-ucap (orality) daripada baca-tulis (literacy). Pada garis besarnya ada empat orientasi penelitian menulis. Bagaimana mungkin seseorang dapat berekspresi tulis dalam bahasa asing sementara ia masih sulit berkspresi dalam bahasa ibunda. jangan begitu" untuk dicermati calon penulis. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan menulis. hasil observasi. mendetil. perkuliahan ini terkesan asal-asalan. Para pengajar MKU ini pada umumnya adalah dosen-dosen jurusan BI yang telah 'kehabisan tenaga' mengajar di dapurnya masing-masing. pendidikan bahasa atau language arts mesti berorientasi pada pengembangan literasi dan meninggalkan dominasi oraliti. yakni bagaimana persepsi pembaca ihwal sebuah teks. Kaum profesional dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian. yang terampil berteori tapi pada galibnya sangat lemah berkreasi.

baik dari sisi budaya. literasi madani sangat bergantung kepada kecanggihan literasi tingkat SD. Masih menurut Adie Usman Musa. kini saatnya dilakukan "turun mesin" MKU BI dengan berorientasi kepada perolehan kemampuan menulis akademik dan dengan memberdayakan dosen-dosen tertentu di semua fakultas untuk mengajar kedua mata kuliah itu. perbedaan. dan kurikuler.*** Penulis. Pokoknya. Pada tingkat PT. Namun demikian. Keragaman ini merupakan sebuah potensi yang bisa kita gunakan untuk membangun kapasitas masyarakat madani di tanah air. Kecurigaan ini boleh-boleh saja sebagai sebuah sikap kritis dan kehati-hatian. Dimana pada masa itu hubungan antara rakyat dengan pemerintah (vertical) begitu mesra. yang dekat dengan kehidupan kita. Pembantu Rektor UPI Bandung Posted by Taufiq at 12:48 PM 0 comments Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani (Civil Society) Oleh: Aryanto Abidin. ia merupakan sesuatu “yang ada di sini”. Masyarakat madani dipenuhi oleh berbagai penghampiran praksis kehidupan masyarakat. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. agama dan ras) juga begitu mesra. jika dalam masyarakat ada rasa saling menghargai yang namanya pluralitas. suku bangsa. bahwa masyarakat madani hádala masyarakat yang juga toleran dan membuka diri terhadap berbagai pandangan yang berbeda antar mereka di berbagai belahan dunia. Artinya. sosial. dan interpretasi berbagai informasi yang diterimanya. bahwa makna substantif masyarakat madani akan menjadi relevan. evaluasi.Lemahnya keterampilan menulis akademik dan rendahnya jumlah publikasi di kalangan PT Indonesia selama ini disebabkan berbagai faktor: kultural. Hasilnya. SMP. Namun. sintesis. fungsional. lalu diungkapkan secara kreatif dan imajinatif dengan ungkapan sendiri. Makna substantif inilah yang hingga kini masih belum dilihat banyak pihak ketika memperdebatkan masalah masyarakat madani. Banyak kalangan hingga kini masih curiga bahwa konsepsi civil society merupakan bentuk lain dari sebuah hegemoni ideologi tunggal liberalisme-kapitalisme. Cita-cita ini sesungguhnya merupakan cita-cita yang teramat renta untuk didambakan kehadirannya. dan agama. ia pun bukanlah wacana yang hanya ada di dalam ide. . dan informasional. rasa keadilan. begitu mengagumkan. Sejalan dengan tuntutan akademisnya mahasiswa mesti mampu melakukan analisis. Adie Usman Musa memberikan batas yang jelas. Adi Usman Musa juga menegaskan bahwa masyarakat madani tentunya bukan hanya sebuah gambaran ideal tentang cita praktek kehidupan bersama. serta hubungan antar masyarakat (horizontal) dari berbagai latar belakang (suku. Model masyarakat madani pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika memimpin Madinah. dan PT. ia juga menyimpan potensi konflik yang bisa meledak setiap saat. Masyarakat madani atau masyarakat sipil. tetapi lebih dari itu. Menulis bagi mahasiswa di PT tidak sekadar ekspresi personal atau untuk menyampaikan informasi. Inilah wujud kompetensi literasi epistemik yang memang merupakan perkembangan dari literasi performatif. sehingga ia begitu didambakan dalam menyelesaikan problem social dalam masyarakat kita?. dan sebagainya. Lalu bagaimana posisi dan peran konsepsi masyarakat madani atau apapun varian padanan katanya. merupakan sisi lain dari upaya masyarakat untuk menemukan bentuknya yang ideal dalam tataran lokal maupun global. ia harus mampu menjawab berbagai kebutuhan praksis masyarakat seperti basis material. Konsepsi ini juga memberikan banyak kemungkinan bagi kita untuk melihat hal-hal yang bersifat keindonesiaan. Kehidupan masyarkat pada masa itu terjalin begitu harmonis. Dengan demikian. Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sangat majemuk. 20 Desember 2006 Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel Cita-cita Masyarakat madani/beradab (civil society) merupakan cita-cita yang teramat mulia untuk dipraksiskan dalam kehidupan bermasyarakat kita. yang lebih penting adalah bagaimana warga dunia mampu merumuskan proses masa depan yang lebih baik bagi kemanusiaan. SMA.

kakacauan dan tindakan anarkis masih mewarnai keseharian masyarakat kita. sampai dimana tingkat keberhasilannya. Profil muslim negarawan dalam definisi risalah tersebut adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar. tokoh masyarakat. ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan dalam mendesain kader KAMMI. Walau sebenarnya dalam lingkup KAMMI konsep ini baru merupakan tahap trial and error sebagai wujud sebuah ijtihad. Konsep ini disinyalir mampu memberikan tawaran solusi terhadap lunturnya nilai kearifan dalam masyarakat kita terkhususnya generasi muda kita. Pertanyaan tersebut sungguh menggelitik dan terdengar sangat pesimistik. sehingga muncul dari dirinya kesadaran untuk mengedepankan tugas kekhalifaan. Hal ini sebagaimana yang dimaksud oleh Farhan Hilmi HS dan A. mampukah kita menciptakan masyarakat madani tersebut? Sehingga dengannya akan tercipta hubungan yang saling menghargai atau saling toleransi. Kompetensi kritis ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki kader yang dirancang sesuai kebutuhan masa depan sebagaimana yang dirumuskan di dalam Visi Gerakan KAMMI. dan wawasan sejarah dan wacana keislaman. basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan. keberhasilan konsep ini tentu tidak bisa kita harapkan dalam jangka waktu singkat. Student Movement) diharapkan mampu memainkan perannya masing guna mengupayakan dan mengawal terciptanya nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. NGO. serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan. Dalam upaya membangun capasitas personal (personal capacity building) kader KAMMI. Point penting tersebut adalah KAMMI mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. agama. ilmu alat Islam. Pengetahuan ini harus dimiliki agar kader memiliki . Oleh karenanya. setiap elemen-elemen civil society (Pemerintah. ataukah dia telah terkuburkan oleh id sehingga tugas untuk mencapaikan kebenaran menjadi terkubur. Oleh karenanya. Dia bisa hadir dengan rupa yang begitu sangar (id negatif) juga hadir dalam rupa yang ramah (id positif). Betapa tidak. Hal ini tentu membutuhkan evaluasi. berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. Oleh karenanya Tuhan mengkombinasikannya dengan akal agar manusia mampu berpikir. telah memformulasikan sebuah konsep yang dengannya diharapkan akan mampu memainkan peran (sesuai dengan kompetensinyanya masing-masing) dalam menciptakan nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Yohan MSDM bahwa kuncinya adalah tergantung pada: Apakah manusia mampu berfikir rasional. maka perlu adanya pembangunan kompetensi kritis sebagaimana yang penulis kutip dalam panduan kaderisasi KAMMI pusat. Secara aplikatif sosok kader muslim negarawan harus memiliki kompetensi kritis yang harus dilatih sejak dini. semangat keimanan yang kuat (ghirah qawiyah) dan kompetensi yang tajam. Dalam perspektif gerakan mahasiswa. Hal ini-mengutip pendapat Sigmund Freud-disebabkan karena manusia memiliki yang namanya id atau nafsu alamarah yang mengusik manusia untuk selalu berbuat jahat. tidaklah terlalu berlebihan jika sekiranya konsep muslim negaram memiliki relevansi atau berkaitan dalam upaya mewujudkan masyarakat madani/beradab. sebagai berikut ini: 1) Pengetahuan Ke-Islam-an.Atas dasar itulah. Terdapat lima kompetensi kritis yang harus dimiliki kader KAMMI. sampai hari ini semua orang masih menjadikan masyarakat madani sebagai referensi ideal dalam membangun pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Sah-sah saja bila penulis menganggap pertanyaan tersebut teramat pesimistis. Potensi id ini tentu tidak hadir begitu saja. Pertanyaannya sekarang. Deskripsi Muslim Negarawan Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat. idealis dan konsisten. Kader harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keislaman. Konsep tersebut adalah konsep Muslim Negarawan. Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya diantaranya adalah mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (quwwah al-munashomat). Maka dari itu. terkhususnya yang mengatasnamakan KAMMI. Seolah hal tersebut telah menjadi rutnitas yang lumrah.

menyebar manfaat. Posisi dan peran tersebut. tentu tidak hadir dengan begitu saja dengan hanya membaca mantra sim salabim lalu hadirlah peran tersebut. Pada poin b jelas menunjukan kapasitas personal yang berfungsi sebagai skill untuk melakukan perubahan dan pencerdasan kepada masyarakat sehingga memiliki kesamaan visi akan perannya sebagai kalifah. dimana letak relevansinya antara muslim negarawan dengan cita-cita civil society (masyarakat beradab)?. Hal tersebut tertuang jelas dalam landasan filosofis gerakan KAMMI yang terjabarkan dalam bentuk misi gerakan KAMMI yakni: a. e.Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuan kader beroganisasi dan beramal jama‟i. realitas kebijakan publik. Kader memiliki basis pengetahuan ideologis. sehingga kader yang dihasilkan dalam proses kaderisasi KAMMI selain memiliki daya kritis. d. Oleh karena itu ia harus memiliki kemampuan jaringan. Kelima poin di atas jelas memiliki relevansinya dengan cita-cita masyarakat madani-tentu saja kalu kita mengacu pada posisi dan peran konsepsi masyarakat madani yakni masyarakat yang menghargai pluralitas. dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar). kekokohan akhlak. Wawasan keIndonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an. 2)Kredibilitas Moral. mengembangkan.Menggali. dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan. komunikasi massa. 5)Kepakaran dan profesionalisme. 6)Kepemimpinan. Penguasaan skill diplomasi. maka pertanyaan radikal yang patut kita lontarkan adalah. dan konsistensi dakwah Islam. Pun demikian halnya dengan mereka yang berbasis gerakan di luar islam. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasan. manusia butuh kearifan untuk menyadari peranya dalam membumikan nilai-nilai ketuhanan tersebut (khalifah). Kader wajib menguasai studi yang dibidanginya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harakiyah). Konsep Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Cita-cita civil society Setelah kita memahami tentang deskripsi profil muslim negarawan. yang terintegrasi oleh pengetahuan interdisipliner. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. dan politik mahasiswa. Relevansi antara keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat. b. 3)Wawasan ke-Indonesia-an.Kompetensi kepemimpinan yang dibangun kader KAMMI adalah kemampuan memimpin gerakan dan perubahan yang lebih luas. dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan. Dalam kapsitas sebagai mahasiswa islam. dan sejahtera.sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam.Memelopori dan memelihara komunikasi. intelektual. c.6)Diplomasi dan Jaringan. Menurut penulis. solidaritas. Kader memiliki pengetahuan yang berkorelasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa. sosial. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik. Kader KAMMI adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi perubahan. madani. menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. keimanan. Sosok kader KAMMI tidak sekedar ahli di wilayah spesialisasinya. dan memantapkan potensi dakwah. maka pada poin a tersebut tergambar secara implisit tentang hubungan person dengan sang khalik guna melahirkan kearifan dalam setiap pribadi mahasiswa islam. lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan.Membina keislaman. dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan. adil. ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapat memberikan solusi praktis dan komprehensif. Sedangkan pada poin c lebih dititik beratkan pada peran KAMMI . perbedaan.

solidaritas dan kerjasama antar sesama elemen mahasiswa indonesia.hu/suharto/modul_a/makindo_16.id/”>Saefur Rochmat. KAMMI sebagai salah satu kekuatan civil society yang beridiologi islam juga harus mampu memainkan peran tersebut. Namun visi dan peran sebagai khalifah tidak akan lahir begitu saja. Yogyakarta. Sehingga dengannya. Pada poin c merupakan upaya KAMMI dalam upaya menghargai pluralitas. Jurnal AKSI.depdiknas%20go. Jakarta. tokoh agama. Masyarakat Madani (pemikiran. 2005 Farhan Hilmi HS dan A. perbedaan. 2002 Aryanto Abidin. Wallahualambishawaab Daftar Referensi Adie Usman Musa. Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Posted by Taufiq at 12:46 PM 0 comments Older Posts Subscribe to: Posts (Atom) . 1999 ” href=”http://www. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. Di sinilah peran berbagai elemen civil society (tokoh masyarakat.htm”>Edi Suharto Msc. teori dan relevansinya dengan cita-cita reformasi). Kesimpulan Untuk mewujudkan masyarakat madani maka dibutuhkan kearifan setiap individu sehingga mampu bersikap dan memainkan peran menghargai pluralitas. NGO. edisi maret 2006 Anen Sutianto. Student Movement) dalam memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat. perbedaan dan saling percaya yakni dengan memelopori dan memelihara komunikasi. Kesadaran itu akan muncul jika sekiranya setiap pribadi memiliki visi dan misi sebagai khalifah di muka bumi ini atau dengan kata lain mampu membumikan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.policy. Dr. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sulsel. Risalah Manhaj Kaderisasi 1427 H Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat. Yohan MSDM dalam sebuah pengantar Spiritualitas Sosial Untuk Masyarakat Beradab (Catatan di era Otoritarianisme. Oleh karena itu. Masyarakat Madani: Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadilan KAMMI. Jakarta. yakni masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran universal. Demikina juga dengan makna yang terkandung pada poin e dimana tersiat semangat perubahan (quwwatut thaghiir) yang cukup kental. diharapkan akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang beradab.)YPSK. Menuju Muslim Negarawan. Reaktualisasi Masyarakat Madani Dalam Kehidupan ” href=”http://www. akan arti pentingnya menghargai perbedaan dan saling percaya. Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani Adi Suryadi Culla. Rajawali Pers.sebagai bagian dari civil society guna mewujudkan nilai-nilai masyarakat beradab.

/.2147:238024.2.3:8.2033..3:3.3.3..320.49.:5033.3.3 8:2-07/..3317..3:39:202-...5:.9.28:..3/..3.20::/.3/.:5..3502-039:.90/.907.05:..:..:/.3 50780589./.90502-.3203::2.5.9080-.-0-07.3.2 8:2-07/.35..:/.849.2.8..3/.!07/.3. 897:9:750749.3 2032-.3/8079.3:3%073..5.3.  49././.25..7.5.%073. 897.2:5..9073.49.7..349.2.9.07.9203..9..50302-.9:88902./..3 043427.9:.8.900/05.98.207..9   !03:9:5  02.

9.!:.!.349./.7.:.8.

5020:8.35073.2.9.2.3/.-: :89:8    !#$#%$!!#$%#%$ !#!&  $0903.39: 90.32502039.7. !4890/-%.83.39/.:08.5079./ #.:39:202507:..:39:/:/:8.92. 30..2039:33.9./.-8./.:. .7: 5.73.9 -..8.857385 :3.-.. -.2503079..7. 7.30/:.7.35.2070.7-.:3   :7:3.3.3-08.:431070388.92.  -07.330.:16.-./..-././1:3/.9:0-07...3472.9..843.9 ! .79.39/. 01307   .8/.3.39./8..09-0781.798:.-08.39073.09 80.3.342:39.7..8.23.9/08759180/.4220398 !#$#% !#$#% /...38..29.7.2.3 2033.2..0..22.078.3-07./..32.7.3-07.80 8. 208-..350..7.2.3 20.   !.3.9 .84.3.3 .91 /.. 30.9072. 17.38.549038./.80:.2.35.202..90. 07..3/:3/./8:/.9:.2.2503079.30...9025./.9/.79.7:9:731074780-./8.7./.79:08   .203 . 5079.-0781.9 3472.3.-.   $0. 9.3/5488.   8.8.8..7.9.3 30.39: .5.3. :2:7507:.3.8.70:.9:7.3/03.799.7..2/:3.9/..3:58.25.. 202:/.32././30./.3203.23899:8/.7-07.202-07.5078..35079.25.314:8507.-07:25:/.3 907.7.   !02-.7.. 17.9:39:-./. 17.80.3 .9.:07..8.8..7.9:20.3802./. -07.. 17.2.907. 17.9.3 . 30.-07.-:3//.04254507:25:..380-..7.207:5.73007 .3.84.!.3/99-07.9-07. .7.80-.7.

/....092025:3.0/:5.5079.30472.3//0./.3 .3/.3 5747081 .2809./-./:.2.549.3 /0247..7:..380-..3 03/.3907:3.80.5.3.9:438053899:8 3899:824/073/..380.8 /.3203..47/0714:3/0/:543247.. 2.32034/.2-07-..3805079 0.3907-:9 203070907-437..3.33.2.1700/42.79.3 /0./.3:2:2.9079.9:-.03/07:3 2025078058.35079:2-:.85492:73   0.32030/05./05.8.3:9400-./.9.3 ..5 0399.2-:   0/:./..703.9:43805..3890.80-:./...2070.30.-.330703/.38:/./5.3 . .42:3.3.9..3-07.3:3.3.703.7.203/.3-.9.730.3..5.8.803.380.3./2..2439082.0.8 43899:843.33/.8.3..5078.8.03/07:3202-077:.7.8: 8:...03...33.3.9/03.3203.7../.5499:4947802039.3 7/0. 5708980/.5.8./.3.. 207047039.38. 050393.2   %/./:..2034-.8. /.35.23..7..2.8.9.7/42.0-./41:2./..3/4308.203..:.2.40919072.-0-07././022070.3897:203.35.8/./.3.57.820 .3.. 207047039.3.2..3..8549502-.7.33.9.35.09...31..7.7./.3-07.2. .3. .4:83088 70850.9./.3549-0.3/..3/./.9437.-80/:39:-072.3/:5 %../.:5:380..3:8.9:/09/03.30--.3/9.9079./ :2.7.720303.:3.2203/0138.84.30.5492.0.   ./.7.7    3.357-.9:79.91089.073.2070.3.84.2.3.38.8../.73.3-..920::/.3/. 3.354980-.098073/:-:3..857./.2.:.8   ./.2..3:8.-./.9.3.2...320092.8.30:.3  70.92.3/03.549 7/0..8. /.580-.7.9..3 50303/.954947/0 47/02./2.38.390720/.3.8.3  9.3/901700/4241057088439390-4:3/841 247.3 202.8.   !..550784..0399.7.2.302:/.7-7.309892548943 7:041.3   !079..92. 8:.8094704342   $02039.7.:203.2..../..3....7.35079:2-:.0.3203.33/4308..3 .2.70.3:3089.307.03/.8549/:.7.: /.3/.3/9089..:.80-07.5.8.38.7.30/05..1.33..-80/9/.807:8.:5.59.574547843.   ./.3/0247./05..7.390780-:9.-. 80947 907:9.   3..02:/.33.03/.:3..95478.8.5-.47/090780-:9.3207:5.32.05.32.38.-0708:/.8:./.8.80-.9:7.5..8./05.8.9/.502././2.27.7:087.14:7834184..2.380-.33.9/.5.3 9/.3 !49-.390708.307. 08:.9 57...7 835079:2-:./:..5..3.3. 9:2-:/03.9.7.39/..35079:2-:.75.8.9:907.3549   .8.:-.708-09003 901...85.9.8.3.395079:2-:..380-./.-. -. 8./-08.7..8.32.3/5488..91473/.3/.3202:33.8.32070.. 4.3 5..7.2.04254.80/43545:.38..3   0./.848.343805.203.9.3 .7.3-.7095020739..283.84.2.3...703.90 .203::7882:9/203843.30:.79.

7034994:99078.3203:39:95:7.3/704:8/....7041574-028 :9 . 704:8. ../507.3:3803.0789 .330.3.78   #:25:30.2574..943 /.9:.3202.   0025.3.7..502-./.3/. 890089.0-7..59....25.7...898..848..-8203941.3/.24390830.:9:7..7..7..720.907-.09 09980.3...3.39/.9/1107039.84-0.3.:39:203./.3...32.3203:3:.9..-. 15745073:79:70/  974:.:.   $.37.9436:9070238.3503472.9 .9.943 80.-8.418:. .8 1489070/.939050450419080.7.7./.39..3.7.52.03..94341/0. 84.:.:39:203.798419047/890780380415747908 %0 57454303984190254894341:82.8 07.943414203 3:89.079 3:2.79.0 3/00/ .502-.30/:5.35747.30.0881: 089..3.3#03. .380-.3/093.9 247.8.39 ..0147./.507:/./:..38.0 41.3-././.3/903.589070./.3./../3899:8.3 .83494394089.0890/03.9.3 -0-.2.80.3.70850.2./.39.7.09.0 98340.-.3203.-..898. 203.3..9 .820 9407.88.3.30.8 :828.9 203.41-.39./.3893/.8854.09-:9247025479.9.8.798 .0--.50.9089021742907-709703349075.43/9438 0.7:8.84.3:.703. 809.3907.3247..574/:91.7574-.-9.943948.79/.-../.8.43930398  2.5..9.0. 3..73.88.93.3/03.3#03.83.9.09 $25942.39.7. 89:..549038 -.:39:207.43130/94 .0 19../0.3909.3/57..2:380738:2-07/../.35020739.3/17.-07..39.9.3/-03 24/07.7.-.2030/. 2.3.09 02:33..909. 8.790203 /05.3/:828 .3.790203.9.041.11.90780-:9 0..90..90.3 .3/.38:/. -8..203.-071:3820308547.3/8:8903.32.3.9.3/073 41903.//7088981:3/.908:39: -007..3:3.9.2070.7.0789.3203/7.4:/.73/-.1..74:3/8..84.03.09083 8.507.7.-.84.03/.2..70.477:5943 86:.31.9./.92.3 .3 307039/.547.0789 %8 .-8203941..7.0908 .2.38.-07:5./:897:/85..2.3.7.:800. .790203 /05.041:82$5.5.-:.0 .. 30.3-:.0/350.330..253 01803/.:5.3./.9407.3...93900.7809.9./.3207:5.72434:8.940907743..94341504501742/1107039.92.8 7:2.8...9025.7.03034:7920147:8284.408903.32.0  :89943.0803.904128843 ..3.30.3.8848.. #8.3.7/3088 .-:.84790089.203/4743907:8/05.3 070789.2039.31349./..0.390750393 /.0349-0:394..7 5070/:5.30.0 2:9:.38..7.8.30889038 /05..25:20.820 2:9:9:7.0 %7:0 $4:90.:.3..3.790203..3 30..3/.:7094/.38200-07.7897:9:7.  %0/.4389.53/.301091  !020739.3:3..390..07..4342.33.94/03.:08.9.:.80.84.330.2539:.7.8 ..8.:9:7..88:0   3..27.3203:7..43.03941904/03.9.7   09.9 /.8.3907:8200-.43/:.42341./08.-../.5.302-.7. 89..393907.99:803/7 9025. 039:3.39409074:/349-05488-094:92:9:.720.98:/.-.503:.9041.7..9089.2..7-7.3..8..908..2-08.80-.3.9-.39./.7.2.74881079.:.  4:71.3.7/3.0907473390.-./..3-.9.-803.3/.3897.:7.8.3/2509:8147908:.07898079.01:.3/..9988.3574/:91/..507.39073.38.3/.. 140738 989070147034925488-09.10   ..320.89.8$4:90.9 .:.3/490784.7.3/02.23/03.2.38./7.880.7.243:8 854894    203.907.3 803.8.:.7.9414:7.3 8.0:.3 0--08./.0-799470.2  98 ..43.-803.. 89.11.23503/.7.4803907/0503/03.50207.3..3.3203443:3.20.3/-.32./03.7./.3.90.  !07.8.3./90..94:7435708039.7.5.30././30.7.3./.38 08./..3.7./03.8.4190574-028..3203.38 0.7..3:828.73.3/.-82039.92.3899:8 3899:8.3.-:80415407 902.3..3   .8.

208503079.9.8.2-909.9./4397-:947507.37.8.3 8:3: 8:3:/..38.380./.7.2.03..2.2-.2..0397.320302..2/0247.9 -07-.-.3/0247.92.3.32..90.   .7/...07.3:.3202-07.3../.3907.42:39.3.7.3502-07/.7.3438059:.3./.3 503079. -.3/03.7.80.3. 80.9202-.207:5.-.380-03.3/24/073549.5 /80 .3/4308.907897. .3899:9438   03.:09/.3.3 30.39.7:8/02-.3&&30.2.3 802-.3907.3.-.3   .340917.80-./2..7.09 03.83-.3/.25..:.3/.0723/.3.3 09..7.32.9507.9.8-0031:7907037./.3 ":7.39.73./.92.3:82857010794.9 3.9/03.25:9.3 8 5480/94780.2. .4342.   $0-.8. 38:/.5.3..7041904203.9.4380:0383..3:39:203.23.2/..90 2.3%2:7 .92:82803/7   .3.8..90 .7.-.7089./. .7.3-0730.3203/.204/8.3.7-07.31:3843.243504504149071..503/./..:.3%:..42292039947043-3893 .3-:2 3/4308.25:3   !03079.3007 .25:7 3907.09 /.:/.7.35.4:3907924/0738./9..898. ../.3.20893.5.3/02.33/4308.3..3 -:99349-0908.54891 1034203..5.3203.7./.7./05.98 :820.0/ 99003.30/:5..3..507:907:8/02-. .38./70339072/89 9.9:2:2/.8 /.9:3%.30.9.38.9:74030.3042-.:829457424900...7.7..:.93902-84190.3.907.9:80507: 203.9:39:203/:5.8/3/4308.32.9. 89. 80507980-:..03/:7.8.3502-03.3/42.3/:8.  .7.243908-.92.3 5:-/./.3/07../..8003. .9.7..01474203 47/490-00. ..290.703..0 90.203.5503003.7... 83078/.709 9: 8..203.38205.38..3.507.8.8.390:/0399.4:943 .3/8.880-.9.1:7 3007..079 3890.3 .7 2.3202-:9:.33.98.2.9.3-0703.9 .7809.:0/.7. 42039:2 9.5.   08:2.3/42./.38.9043909.3./. 2.9.9.38.3.92.7.8..90 /0133903.3503.3/ :89./.09001.2-0...3/4308.28 7.84.38.3. . /.3042-.3/0247.2.9:70.35.3203039:.8.3.90507507 $4:90.23507..38. .9.83..:38./458.2.3.9. 30. .3:897:203.9.0394382030.3502-07/.. 749.2. /42.5.2:3.52020.2/42.9 .#.309.35.37020.9.3/.92.9073. %09.3507-0/.0394389 907.749 942./.38503/907/..7.27:2:8.3.92:82203.5020:8..3.3/03.50...7..98../.3:8./.302-.8.35:./..320.3   .8.8.380-.:.50393-.7:83./8.3. .7..08 %04:/7..9:3.703./.2...-47.:.92037..89079031472.:7.7:2.7/.   !.4342. 0.094:/2..9/.-.8 203.35:- 84.....3-.../.3/3899:94384190/0.9.7.2.8/30.5 802.8.9:203.3 17./ 2.7.7800397 :2.2:7 /.2.8.344.--:3.80-.30-07/.43.8.9/..907.$9./41..9.2 01.2:-:3..8.3 01. 03/.3-072.7.2:3/4973 2.9.30.90 /.7. 98./.7.094:/89703903430 8. 8./03.8.3:9/03./.804.3:8.!03. -.32.2..92.3 9073.-3...2 20.380.3..-.9.3.33.841038:730.35.479.20/:5.2 9.38.-.3-.3 9:-0:2203789.7089.3/.3/94/02...33.050393.58.9354.90 %0/4349-00.38./.9 2.9./03./.0 942574.390397..3507:907:8/93.3/...308.:0.3 3907.78.3.5.207-:9.380-:..9:7:25:3/03.3/.5:2./../.0430 08841./.94370.8043420/./-.3 5.2.

..-079..9.9.380/.-.9..9.380.7.92..8:/.7.985 .3 /5..9.2. 502-.09/2.3502-. .3:8./..93-.09/03.30180340899:8 2.: 2.3./03.97./.980...:-.88579:.84.22.3/0.403.3.0908.5020.2 2030702.92.7./.0330073 0....3::2/....22:..09   $0./0 /03./03.3/039/03.2./3./..7.3. $05902-07 ./.507.7...22  .84..3/4308.$.9 3899:830.9.2/03./.93-.2-2./03.. .3.7.7..3:3.28.7.3.7:..8..502-..3/:3303/.. .330..35079./-039: 9/../.92.730/.502-07/.7.380.943.8.38./-039::897:/03.7.-.8.9..3/  4190343/0709070/434970894:745089442:.7/.8..5.8.3.8503933.2.7.3//.3.804508-00.7.8.3/.7./.7././08.9./.3/80/4380590780-:980-.703.5.3507.43899:9438 :543.9/07.2 .27.94.5./.5.5./.3%2-.09.7-.3..32.580.22.9 20302-.8.32..8.924/073 .3.7.3...701.9...48. $2548:2.-.9.7./.9097:5.030..57494 2./. 5740...8247.2/03.3203039:.2.27.01:7#4.4:79.3494790720.7:..8.09/50703.3.0209080.:3.72.3.8:/:39:203.3   .7.9:2.22041..8.9202..3.39:   .280-././03..8.7.90780-:9207:5.3.3..324/0738./..32././90702.. 34././.. $.3/.7.9.8..7..47:22.3203/47439:2-:/.7.07.580-..35.- 3/4308...09.3203.92.3-039:/.-070-.3 .909.7.8.2.//./.-:.4220398 .701.380-.8:/:39:2.8..39443.2.2.3242039:280903.7. 808:.3:93.3.. !0393:39:/8..5020739.907803/7  83. 5.9   -897.0452039    73.2:3/03..2..3  .330.8.7 -7.70/:5.7.92.5070..&&9.0.3 2.5././$/.3 202507:.48.907.9  07/.3.8..2  .39:2/.332025:3.8.4:798  %080./.3.5./.50300./..7.3-070.7./0..48.9..8/3/4308.3-...8.7.3 :2..7./...3 :348:/.:43974/..3.9247.8.93 /0247..7 .7.743805.9-071:380109180-.343805.434..3/.3242039:23:39: 203.3.:439086:0: $0-0:23.2.7./.3 90.. 1:381:38.3 94441701472.3  !4890/-%.33.:543.9:039070:.0.280-..507::/.908/.804508 -079083900.3/.35740..8:..98.8.03907.8.0990780-:9-07/.3!07/./.8.0..59..380.3 30.3./2.7.9 ! .5909.3/.34/0739.39.743899:8/.896.2/.7.2/.843.2.7.2.3503079.3/:3.80.3 .3...91.2-..0/05.703.324/0739.38.3 .4 8.3/.92.30-0-..703.3039/08 9070 34.3/7 80.490780-:9-0781. 80-.32.3.32.. .5-07083.3.2 09.3/.802:./..3.9:8:.7%0%03422920398 4503.43899:943...8 3. 0-07.2 20.9 5.2.2.3/!747./...943 47/ $:229147$4..3:/00. :95.:16..84.73..54882.8  $0.9:.. 2.92.3/.8./.3/02-.7.84..3 -0702-.2507.7.3.9047   !03/.- :.9047 20.3803/780.9./. .8808:. .7.. .7.380-.82.9:-039:/. 84.7-.3.8.. /.317.34/0739.43899:943 34.2-:3..3 897.3.0-01091/.089..8.8802:.3.-.8.3.84.2503003.38.3805079907.3.90702..7.9/.2 803.8/3/4308.::.8.92./$/.798412.943 80.-..3899:830./..5.3:3.3::2 543/.9/.98/..8.7.

93-.3::7.3/3.7-..702.9./..3203..324/073 507883..-.098:/./03.9.2907. 503/7$% 82.3.7...343805.8/.9/.3 7/0 .3203.9.9.05.3:3.3..8.3 .7..:9:22.0.35740.7.0339073..-2:9.2-..00/0/2 904.7.3 ../98.340 !741 .0307.9:9: .2/.34947907 /.243805.8:2-073472.:. 02..3-. 5027.302:/./98 .2.3-..3-.84.3/.38.3   007.3..3 .3/4308.-202.: 9039.2$4.7:8.3/3.9203:3:39357385 57385/.!078.5.0/.7.8/03.339009:.47./.33..3 /.9075:7:/.30--.3.9/8...3:.22    .7094.22.7-::3.-.7.4394/. 203::0.80.399088 839088/.9.3/50703.../.3203. 84.1.:..27882:9/203843.33/..949.05.1.009.949.507.39..098.84..80-0:23.7:8/03.3.343805.09 #..0:39948549. 0.550702-...7.0 5741084789:/9039.2/. .7.3-.9..703.3   !07:2:8.9 03.95.39.38.38.:5.3. /.843.089490 ":7 .3 /:3.2./902:.389:/ 507-.739:22.324/0739.09.3!7088  03:7:93.:3.3/..3.9.09/03.- :.3/02.9 #039075709.3.3808:./..3439086:0:/9:8 3/00/9070./2.:.91.-.3/03..2..9.20.3203.3.350309.:2.3/0.37.3-.91:39:20::/..79:..32030-.574/:8.380.7.2..2.  89..:/.3507.3434./.350702-.88.1..3 7.- :..7.8. .20./.3:39:/39075709.3./3. ":7:36.7..92..805079.-.3.8 .8.0732039 .7.3/88.3.3/./$/./.9:88 8.:.0 907-9.3 ./2..:9...3-.9047 .3507.07.:3.   .3.9:/90702.9. ./.2./.- :../.8. !07850.7:8.439086:0:-072:.7.3 84.7.8.889025020739..574-02 574-029039.3438052./.438052.703.3/.9/0.35027.38:.:./.%0$5794190.3907/./.34.7.7.2..30.3.3..8.. 2.7.8. 2..7:/.207:5./0/.2..3.2.7.3.3.9.:7#./.3/94908..2 /03././.3/03.91/.2030702.8.2. .3/ 949.3.2...3 /..3/03.0784:3/453438 9.5.7010703.9 /-.7 98..-070-.7/.84.7:.22025:3.9 3.7:8.3#4:880. !03...8.80.2.203.8.3  2.8.7.073203903/:70/:3/0790. /..09./.8:3/./.7.2/.0/ -07./3.0/:5.30-9079.2.6.8:.3  80-.09.80.92.20/:5.35020739.4.5.357494 9502.8.8 2030-:9 4.917:89.7..203./.7/.0 20303.209..30-0-.25:.3...344/4.: .3/3.:.3.7../..6:-99./8.7/.8.:-:7:3.2:820.84../$ 070.7 80-:.4397.. /.:207:2:8.7. 203.507.8.909039 44/ $02039./..3 -07. /5078.8.2 4..2./-.32.3808:./0  438052./..09 !.35020739.27..7:8../.380-.25: 20339075709.39079341439086:0:        .75.2 .7..3-039:/.84.894788..3850.3   :3.9/.9/0.3:..9/.84..8./..9088 . .990.2 %039.220309./.91 .7/ .38.3 0:.3-07.7/!4.8..2../.8.32.0732039 203.3 0999078 . ":7 ..8..3 .8 8047.39::39:203:3:.2..3.:3.4/.8..88902 .3/8533.7.8 9/.8.7.3207:5.//:3 438052.:.2.3.9-.8/.209.397/..75027..84.9073.7.3/.3-:.20/:5.09   070./$.     .22.7203:9.88.3203:3.8.32.9.9 80/.943./.22.3 438052.390470/.9..9/..3-8..7 503.7.9:2./.8/38..39.2/03.9:8:.9:./..9:0.8.3203:3:.3.92.4 8..3/147 .9: .3/.09..9.3.5../0..3207::5.7503.92.38./.2/.9.7::2/.2-::3.3/907:8.3503.2/.89014724184.3.3-07.2.07039 203/.38.3 /.3.-039:.-./ .9-0781.9/.:7857:/03.2.7.3.92.3/.79..9.3.2-::-07:93.- 02:/.3.32.2../. -0708:/.3507./3. 147/8.7.../.7.9:/..:9.5848:.-.7./:   #4:880.-:20.92.7.

./.7../.3.2070./.34380535:32.7.280-.3..75:8.9:.802.5.3798 907.#20207.940.330..85027./../-0.09.3.5.8.84.09  207..8073907.8.-.35020739.7.88580-..0:.7.89.3.....:.2.33  .3/3/4308.80.39/...840702$40..92../.:.22     !...9..3!#.8..95.9074459.74380590780-:9/.:#-07.038.320307.703.7.3-0702-.903088 3.05.33 .07./.080:91 08.2:38.257802:.8./..92.:2:.8.3 2.:82203.209. 02-.28/.3.890747/.93. /80-:9/03.7/ ..340# 0-03. 438052.90780-:9/507:.7574808503./.39:.3/.8# 3..3.9:. /3/4308.91 .3/5../.24/0/..9.5020739./.95.39.8/.7..2033907..39/.3::22.3.-8.9/.98.84.3548/ 3/4308.09/ 3/4308.3907./50././.73.8 9:.8/0247.9805079.3207.7-0..80. -.3 /.9: 502-039:.3.80-.91805079.3/03.92.3/..3:/.3:.794:39:202-:3.7.5#802.22      .25.3...38:3907-039:/./..32027039. 503003.3::2     $0/.9.5.8.3.3/03.5030.380-..7.84. ../.02-.$07.55./.3907..8.3/4973/1:38 /2..7.9.3 . 5020739./.202-039: 57410438053472.3907:8.980-.7-039:./.38.3104/.2-/...:3907907.3.3 /3.-.3907.3.8./ 507.9/. .3 802:.9907-.9.3.27. .3 438052.8/.3.:..382.7./0  .7.7.3.34947907  7..8.91 /.7.8 .33.3.39009:../: -.8.21472. 80-..985 90702.3.3503.3.8.5/423.3.350.9:9::39:9039.3/2:3.2...

 ./.90.0.970:..3.9.357385 0802-.23:2.22.243..3/1:79072470.8/.3349-0-..3/84.90780-:9 907.3549.7.9: .84.9-0.8..3-..7-39498:57020.943-0900390202-07841.884.09 $0/.389:.943-09003. 9./..90949057.3.3..9:  44..3573850802-.280.8.84./0 /745.7.84.-03..:5 /:.07039/.../.9 8.9:84. 2.5.7..2-0  20325:.320303/.8 900307..507-0/.3-07-039:30.8.3907.47/0/8:.799041.77./.8.220302-.341.90 540794....3 43805.80-.884.24/073 .090--07.7   9.033.3-:.. 0:...32./.09-078.74./42.70. /..-40203.908.5488080:91805079 .:9479.!#2025:3.3 !079.8.3.3 43/8/.7.. 08.740 . 9/.7.8   %/.7.0.7070..:80419074095.7.2:33/.884.703.:80.7 80-.9439.943-09003.7..943854189.30.3207.3/..90.84.3. 243.3203047.32:3.3::2/8.2.8.8.3-079::..38.90.884.8947/41.3.33.3 2034708548830.. :39:2033/.3.3020398.8.8.80.79: 507:2:8.38.8.0.7.479.3.202-07841.3.998.30.35030.8....202-0784190.422:39 914489.3..8.3.74:3/ .3 ..3-079039.84.7.80/:54390070/9.-:.82.:9479942.0947./.7:078.3::25:3/02..3.380/.302.-409:3/:05.7.073203984:/7.24/0/.90 84.90390.3-08.703.3/.09203:8:307.3.3/03.8 %33419089.3 .7.. $0.92.84.73.84.32.90 3/.30.320325.3.70/:.3 .9805079203:7:9 8:./:.8..7:089.7..3902.84. 03:30.3/19894-0..80397.2.2033.-.703.... 0/:..34380530.  :39:203439740:.30 -:92:89473.92...2948:57020 ...9079.7/./507-40.3:.9/03.-07:9 .7:820250702.7.09 -0.3/03.307..097.59..750.//207.3/03147.330.4342 90574-02419070.09 20.8...902.90/94907:0/   03.-84:9.3/.2.7.8  .7.8.3320::/.7.3.890507843.8 .9.2-/./$.7.904730.24/073203.0/:.943858 19089.780.8500/:5..94383.98:36:0.90780-:9 9...73.3.2-0     9089.8/.884.

3./.3:..35079.33.7800/.8..3 /.-.3-0730./.3.7.98 %080 /1107039../:20.904:/../:3..8/.:39:/:3.7/0/.38.9820/.8.9.32030.09.%:.-0702-.3.23 -.32.411.7:247../.3 202-:.3-747.:-.7.5.7.2502.98.: .9::.9..47.318.3   0-../...8 !020739.347./.08     070..8.3.35.3/780-..7:.3/3/4308.3   !03:3.38.0980-.3 80-.9.-07.0939080.30507.3 907:9./.24/073//7.79.  /.08.3 207:5.43.954...38.9..890780-:99/.35.9:3.7:549944/.  .20202.293.92..703.30:./07894.878903/.  7..4908    .38.7/0.2 5747./.202 49479.2.3439086:0:/.2.3 805079..38:..3     20302:....3..203.30.2.7.0.3/4900307.3/.38../03.9.2..305.2070..47.09 .850247.35.7503.8.7.1.2.3/5:54808984:/5:78:0 .:/0/-:9.3/7.3/2494740-/:77.95084844549/..3/:3..3802:.3002-./. .88003. /97.9:&.5.23.830.20202.7.8.3574108/.3/..3507.324/073 47.0908 803./0.9:.8:../.  805079503./...70507:.3/5.7.35022532..47/.:.//./.80.24/073 070.3.5.3.3.23.7.90789 . 5495:39/. 85070. 2020:./.8.2 !03./.84.7.9:1034203.3/7.5.347.52. /2.3.2507.38.3805079.90073..33.3%4.330.503:3.084:7.490    0-91475:-.3.3 /03.8.4. & .38.20.3.3.700.. 5.9549 549..90789/0247.8...7...8 0:.39.324947!741 7 203#.80397.9:7.9438   1700/424105708843   907994..-0-07.35747.38.7.4.9..0   907941549.84. :38:7/...9 50393:39:203.2/:3.857...24/073     .788902848.802.7 203. 2..3 .:5:3.3.38.3 /.2070.3%:.0   .30/:.32025:3.79.3/03.3/.35..3.-07/.2..78:/:9 4380584844 .:5:3503:8:3.7.92..3 47.2502. 30.35253../.170057088   1700.380-.943 3/.2.8.39:.059438070.75078./:.9094.38:..9/./.5.3 ..0 9050450.388..3.90793-:...8.830..7.3.2203.7809./.84.2.3 80-.3/   3899:94381472.:907.3084194:902070/ 3901789  9089.088.79:2-:/.343974907.25780:7:.2-0  202.84.3/4347.5.3/49070570884384157010703.038/.3-07-...53/.82   00/.7.9:/.943 .2502.9438 .80.3.3/2430.3 0507.30 .3 .3/..6:0.4908.8 47.3/.2$02.9/.-07.3 3907..743:39:202507:.22.33:.2.3./.2503079.:.393.3..901478:55479..7.20.390780-:9.35./:/.84./.3.09/.88 848.3/.8/.7.2025:3.7.425.9:9500907.3/:.2.8.380-.507::/. 0/:5.503.4224/9574/:.. 805079&  ! ! $!$ % /.7/03.3207:5.79079039:-078.9.702 7/0.22025708039.703.. .9.39.-..33.7.33.08/0503/43.3/. /.92./.80-.74/.80.084131472.8 47.3.5020739.9:39:203../.9:70/:5.7.87.3.34.78:-47/3.3/.9:7.8:39:20302-..84.3.9:9/.43/ 9.3-0702-.5./.55020739.3/1.24/0730-/. 803.0.8500/:5..30.9/0/0247.3#4:880.2./.9..9/.8.3-078.9.7.8497..2..38.3.92030..5.:...073203954.3803/03..84.24/073 2../..8 80-.3.3/.9 .8. ./.30.90...3/../.8:9:39:20.8...9..72.25.3002-.90794147243041902.38.389.8..38.2094-070.35:3..320.:47547.2948/.721:0110..-08.9.3-097:890/947:090280./.703.3..343974907. 907-039:3./3308324/073-07.389.2.-07507.9.3 .9:   901700/42941472.3.09/..8/.390708984:/-0/0130/ %4573.38:/.03/0/.2.33 .97...4:39070/98.8.3202-..

34947907 07.80-0:23.35020739.9.:20089.7.92.9:907.3. 207:5.38.3203848.3.7.7.    !708/03.38890.3202. /.3438052.3.3. .2.58.8 3..3  -:.8.3907-:98:/.8./.7.98.3.35..8.5498.2!02:  02:/...32.35020739.3 &39:2033/.3907-:.3:2.350302-..8::2 /.9/.3!././.9/03./..3-.:39./. 909.8.8702$40.3-0:2-07503.7:.. 30..794 9075.302-.7.3.2.9.7.7 .8 8:5702.35./.8.4.8..7985.39: 438052..709 ./03.3 .-3093../.3 207:5.9/0.3438052./.3:39:2030.92.2.5498 .--0203/.3.9/..8.794.5:.3../.3.30:.7..3/.3    !03.2. /0247..207.703.5/0247.22..3.350207..5708/03/.3.703../.203.802:.2070.3203./03.3 50302-. 08025.8. 5708/03-08079.3. 5020739.-07050393.203.92.9. -48.9478   090.30.907:9.5/5075.3203:7..30557084%.794   /.2.-07-.8.3#01472.8.8..3502-..3 /0247./.9..3./.8.   7.8.3438059:5.8 907:9..8.3.9.35.39..3902.8.59..7..8.253-747.09:.3549 /8.3-8.3203/./.7.92. .3:897:-8.92.8. 8:.3/03.9:.4..3:.09/03.8.7.#01472.3549/03.7..8 50302-.507.303/0..2/.3 07.32907$40.7.79.703..39:.../028  .--0 80-....3.3:39:203.9549/..3438052.::2 /. 207/0.39::..3.0-7:.75.3../.3 8..3/3/4308.303/.9:0-//474340/48.35748085020739.80.7:/.301091 .2.343805 2..7.8-..7. 50302-.8.7.7.25.92..3.89.2 /2..898.2-.5.79.2070.8 40/ #05:-.9.88.3.35.7./897-:80:.38:/.9/::3..3.3 80397.203.2203/0.8.3 .544. /083907.3..9:02-..8.2-07/0247.5.3.3203./.30.2549 .3:9.8.8.7.8/.2:3-..954-907.202545:07.8.703.9.357385 57385/0247.92.75.3/02.704254:39:2070-:9503. $40./.8.320/.2..04090.38.32030./.7 .5 /0247..3#01472..9. .3.3/02-.38..9/::3.3.3:8..7.7..3.307.549.3:823/4308.7& 749.8.7 2.390.3/8:78:89039..8:8%247%2:7 07./:/:80-.8/.7.343805.-9.3#01472.5..8//::340 30.././.7.3.007/0.3$40./2.39:203...3 9/.9:7.:20439.3/..3/.707.97.3203/.2.5..--0.32.3.92.2.--02030:.30--08..3..39.90:.2030.794 03..3 /.!708/03./.-.3.90.&2:23.7..202-. %07-039:3..9: /507:.380507950..703.38:.3 2.3907.8.2.9:0-07.9.7/.9: -039:57088:7074:5/. 02-.23 0-07.8:39:207:2:8.7 :39:202-039:8:.3/..702 7/0././. 5.8.9./.2...84.3.-.7.7:89:7:39.5002-.

703..09.3..3   :3.3.2:3/8...7./03.8:./.7..3030.09/3/4308.38... .:9./5.3/5.../  .39/..3/537..  .57.3.9343 30.3242039:202-.2.3 .8-0:2202:.3-:9.2&/..8.340..02-.5...9.3.3..9 2...2.3-.3$ .&-09:07.3/03.9:&.3.7.42:39.3....7.340..7980-03.8.7.09/.2.8. 9.09 .:3.8/.330.2.5./..2507.39..50784..3.907./...84.3..90780-:9 &.3-8.3 /8..7.3.2.39.424/.3549 80-.3&/02-.3:8:780-...92070.2.280-./.09:.3 97.3/03.../8:.203/7.3$# 203:3:.::2/. -:.2   0-.5.-84:9 $0/.3... 84.378.3. -.3.3.30:.7./.84.32:/..3 ..8./.380.7.2 30..3203.33..7.780-.2535030./843.8../..73.7.099.25-07.2 .8-..-.3 07:8:.:3..8  9072.8..3.3..3::2.80503:3..92.2 3.38073202-.3 24/0738  #:2.8.32.02-....&2:2& :8:720250703..3/..3848../.84.7.

3:8.3.9.9::3.20.8.32025072:/.3 0.9/.32030.3 $.3 5.3.20439.3:2.8:2070.5492.97.2.3/:.9202-:3:0-07. /8.303907.3/./.-... 0-0-.38:3.:5:3.#.3/...7.7..2  794/48..1.503039.3:/03.9:7-039:30./ .-07:9  080.-803/7.9.318.203..7.:39:20388902./..9.3907-:.8.909..03/07:3.9.3503072.7. /.2..7.:2:823/.757385/:.8..9:7::2.3 82.39039:3.:8 .2.22.-:.39.8.8.320. 203.3203079 /.8...3..2 .8208.:9. .8.7.850..2.50-0-.9 9072.3 /.28.-..3/.703.2539039:3.3/03...9.2.77 .32 57-./.503.850 8.9.5.2.3&907.4292033.9:!7.3  080.22.7.33. .2.9203/::3/.8.2203./03.3507:2:8!.28./03.202-.8.5..3/08:808.. 16.:5:3.940439087:..//.9::.2.7.8.703.35.3./..05.3./.9.078.7 09039:.7.3 4 0889038 /.3 0-0-.7.7...:3.9:81.3/03..38.3.//:../  80-.80.8.3/.!.330.3 /73.7.. 2./.3 ..8:2.370.9.95:7../.3:2.820 .347/0-.9.2. ::7. -07:8.83./.343805:2.0802-..3..3/03.9: :8:78.5..8:3907.9.3::2   080.8.3.309:7:3..79.3/:3.280-. 02.2-07:-:3..3...2.078.3507../3..3:30-078. .91.3.9 .9/.35:7.7.079.-03/.7/..3./..7.3 9./   0802-..9-.3-0757802:./.39.02-./.2202:9:8.803.22.: /.2.9407.-.8.43 .2/.5//.   909..358442.30:.5. ./. .38:3 /9:/:80-..9.7&203072.8.3:8.850478439.3.:#04341900./.9-07.2..253.2.. 80-.    . :8:720207.757480/:7::2 /.3   080.9.9/.:..3  1..7.907.83 2...8047.30. 3.9    !.3.2.7.80.9:3./.7..9 /..33.8..1.3 907.3 /0...3824/007::3.3507...3 /8.54794/488..078.3&2.91.3!07033.  0.8-:/.2.2907.-. 57.2.2.8.4:8 /..59.203.3203.3..809.3/-0/.20/:5./.203.7. .2..080.5.7.. .7...38.5.3438052.7:3...3.820 907.3.7.703./.5738508..3.3 808:./.2./.997.9.3.3:8. .3/.5 507.80-.9 "$.0/:5.25.7.25:7.:907::/3./.2 -:/.3/.9:803.2.8.39:907.-90.0.8.   080.3:8:7 8.8.23. ..39.35.370.5027.8.3-.3.30 0. 80-.7.8 8...3. :9:-.3.89:3...3-:/.3-.3.//.4794/48 1472.2.3&.83 9.3-0757./8/.7: ./.9203472.:..907.3/03.793/. ./$803/79/.30.8././$90.2%7407::3.0.7  805079.2.8.3.5..-:.330.8.39.3.2 30./.79 .2.3./.81.3/.8549 !07./502.73.38.2!49 .5 !.3.3080.7.3 $0-./.3.25.47/07 9.7.3907....2.042548.9:.32:9.8.8280-.3//.3574108   .203..35.-.5:39:203//2.30907439../.80-.3202507-.9.80-.5.9.3/./..9:  .-:.8.5808:.3 .3:39: -0753/.3343 :82  .9 /.2.!4845 8.35.3.80938 5:7.7.7.89478-. -079.907..2.33472.9.-9/..2.98./.3.9.907.-/ .2.35.3/780-.-07.2.33.9:02.390780-./03..3042548. 2:9.92.9..907.34824549.30.7..503/0.7&/ !./   .9.3./.9.2.39/./   .

./.39.3503079.5.78.8.703.3:39:203.90780-:920207:.3 ..30./ . 84.35.72.2037.7.. :8:7 80507904254%7.3574850 2.:.3/..3-07/./.309::8.3&.:5:3 .3../.3-../42:39.-/.2.830.-.3.2..7:8 20207.9:202-.350302-./843.5708/0380-03.85493.:920257.39:9:.390.2.3/::203.-.380..73.57-.3/.8343 30.89039./0./0 /2..3 .2 43890. .830.. 9:803/7 .:8:780-.3-073./0:.50-5.39::.: 203. 39071/0 .3/7/.33.3:39:202:5:8..8..-.....9:8:.&.0.2 -..92.7.3./.3/..380-:.3507.9. 9/.8:/.2.3..2.31:384250203907.-07/73.9:02-.9..3.7.808./..3 390.. $05079.3.39..33./.347.:39:503.7.7.92-:3.843.203.574-029039./.3 /.8.3/-039:/03.7.8:.9:02-.59:.9.3 /039.4947907 2./ 30.73.8.7.3.9.202..3/.095...35.   %0753.7.&.8 080/07.3.&2025488.

../.92.3508.3#01472.-:.9.3/0247.7:8203/::3907./. /897-:80:.9:907.22.3  808/..-.707.92.. 28.30.3808:.3549:.3202.:.9: -079039.3702$40.0 2.202:33.3/.7.5.28.8 .:..24/073   03../.3573850802-.59.. /2.203:3:.9:7.2/.8.39/.7/745./  $02039.8:.3 2.9..7.3-.3../..5020739.92.3 /./0247..3.3.3.5.3.8.7.-././.703. 2.9/./..75020739.3/0247.3203.3 /2.2.5..9.7.5..3 .7./0 /03../      $25:.2-: 7.7945.3-0702-.33/4308.3 2.7.2025:3.302..3. 2037:24/0207.9 .8.-..92.3    .3-07.7.8.3.3.. :8:7.7..3./3.3..9/.7:8.:39.3:39:2033/.2-:!.3502-.50302-.3.5488.8.0 .7.20.90.39703 #:2.8203:3.3./.80/:5.7.82.2.8907:8-0:2907.2-.:439086:0:-079::.8-0:2-07503.8 80507907:8:. .3803/7402.7../03.:$# .703./.90789/./.5.8.-.-07507./0247..033.7/0247.2.780./0.2.:30.39443.34030. 548 ..9.3 -:.7.3203.3/02.3!#.380..7.84..3 909.09.7.3.703.3./$ #0.3549/03.3/03..:..-039:.98 8:5.3.580-.8././.3-07.330.8.8  .-84:9 .9.8.9:.3-07-. .39::.9.33..350207.30.3/.9 /.3...2-07/0247.:5:32.50302-.3./.35020739.203.434.989/.8.3.8 803..37.8.30.75020739.7.35.30:.8/.380-.7.3-8.7.9.

../.0802-../.09 ./.:9 !03//.:.3.8..3-/:..3 /0247.920::/.3.. 5020739..2.3 ..3 .7:820343974307.92.03/..39703/..3/:..9 42.. $02.8..389478 472.$/.2./..7.92.8.8.82/.7../.3  4.3/03.91  .3003/.3.930.92.839   .79. 203.3 #98 !:7.3:3.8...7.3.3.  . .3.   ":7 .9.7   .7!:89.3#04:8%407.339.7.79. 7...20/.3!08.9...9/.$/.2./.%4:9 4343 . ..3.07039..2  0247.0 ..8.!:89./.2!0302-.:8  !.79.3./.-079039.282.79.3/0247.7.39039.8/.8.:9 !03//.7..7.2 0247.7.3!7385:2.92./.3%0702.8 .8/.  8..3.38!07...3.7.3-/:.7.32.32.79/.9:.   .--0    0557084 %..2-0 3/70  33974/:..!0.!:89.2.3 %3.19.349./.!:89.7./.8   ..3  4.!:89.79.7.8/.&9..7  .$  $31.5.!0.7   05.790203.282...3::2./.98.33.:3%.:5:3507.380./.:9 !03//.3.2/. .!0.3203.9.22 %4.9439/   /.3 4..8.2.7.98.84.38.38.3.98..3-/:.3..2 0247..2.7://3/..9.9.35.7 .92.8.2 82.3/!49.9.!#8.943944/073$4..38.0-7:.$/.8.3:39: 2030.3.   "4/7-/.8.3!%%.3/.83 .   82..

3.3 07..8 330 4..3../ -/:77.9 4805.418.7.8.3&!.. . ./.02-07   $.30/:5..3 0/8  !.2 0944 082.$4. 82.  & :8/:782 /..8....80-..79.   49./  ...9./ -/:77.2..078.38.80-.2 43/43 147/&3.3.!!:8.2./.3  !./03.34824549.3  &3./044 .3.3/  48479 0/8  %00.3907.33..7.31. :8:7 425.79.2..3.%..8..5%:.3/.8.2.2 .. 4.30507.8./044/.3820!07.0789 !7088   .3!49./..2/.-.09/.8208.8 40/   #05:-.709   #:2...9   .

.

9..7.7.:16.7...9../ -/:77.. !4890/-%.80-.3 .3.980-.3/8.3:8....0...2.2.3 907.3.2...3 .8.9...7.9/./3.9:8 203:89.:502. %:8.4220398 ..-0:29039:-07:.3203:880.9 .0789.3%/.35.3 .8..82.3 03.7:39:-07../.3:8.33..8./.9.5.../..7.8. .3  .203.2202-.3507./.32.3/03.  0.../.:7857:/03.7...38.3.30907.9.7.32.32.33./.98/-.:39:5.2.3203:8 :.9.397   /.2 2.574808-0...7.5080.  8.3.9..3-078..3848..3 .:9:70/ .82.79.3.3#.2:3./.3/.-.8.3$0.7.330703/.3  907./..9..35.302./.9203:3.3502079.3  %:.3/0247..8/.7. ::2 /.25:.97.3.33/..8.3805.3/3.8   !74808-0.7./..5..7.  !7.3207:5.32: 90344/.7.3-07503//./..39: ./.803.97.52.. 9:8 3..7 203.339009:.7.3 /.8.8.32..3 70.3:3 .. .9:..8809.92.  .-..3/03..203...30.25:202-0705:9:8.8.25.3. .8.9:.!07:-0.380.3-0742:3.7.3 0 . %:8./.3 2./.7985.79..9:.35..79..3 .9:39:202-.. 4.9189.7.8.82.2.3.9:.7985.3 .2809..8./..2.20/.2439082.7..8/.25:.3507.2..3.54903858448.3./.3203:8 2089907.3 5.25:.. 3472.3202-.8..8..89-07.7/.-.8.5.-.9 907.0/..92.    .4091/.7....9./.390344./07.70/:5.30. 02.52.3.3848./..039   07507.$&3..5507.380.7.....7.0  43/43%0./..9 $05902-07   ..3202-../.9.7..79.3:32.3...$   007.8.-..72.9.   .798:39:203.35020740.-/. /.25..!07850..9 ! .381472.-.0339073./.80074.3  -072.8-./.7.:5.3  2038././.907.8..3507./.9473.3-079.:39:202-.3-07503//. 202-07/...8 0907..:. 3.943.8.2.3!7088   4803:7:8.79:.39/.509.2./843.780.32:/.8.

85.94 574908 7084:8 .349..91:3843.-80.39:.3 3:.207:5.9.9.5./...3 0109.9.:5:3409180-.90::7.8.02.7..3-. ..3:.9.30.507.33. 070.9 ./.80850309.3.7.82.././:.7.379/.9.33   !03//.8.509:.7.7.8058902   9....3:3.3203.7.7.08./.  31472..9 .3-:9507::/.7.70.7.9 !48907/03.9.893.34047. 207:5.9: 80.3 8:7.3/49./..8.3 /...7.35:- 31472.3 202-.9:5079.  /.79..33 207:5.3202-0.39: %.90789908 8.3.2..3908 90890780-:980-..2439082.3/:3 /03...3907.7.9/..793   03:85.7.2.-309 :8:83.88..3203.. /.3:8:83./.549.38:320.37.:.. 202-..3/7203.8.91 /.3/507:.42:3.8..:39:20203:0-:9:.-::908.35:-20.-.7.3:3:-:3...5.3.3 -.3./.381472../.9 .409250302-.-07:7:9.3/.9.8  08  .3507843.9/80.:.3 .7.9507.993.25.8.9478 5.30025.3.3 28.3.850309. :39:203.3207:5.380-.88.39.49.9. 0-078.9.9./.3:7::2.35:- .49.3 28.5 .39:803.9.3   09..39: .8 .3.3203:82...9 :39:2030.838./.072.3.3203:3.22./.3503//.7.03/.-/.9.8.3 70947.3.3907./..8.8380.893.502-.37.3/:.304342/...549038038 038908 32..05.:9039.3907./.3/804.. /./.802.9../. 9/.-. :39:20244331472./.2.2.8   0025.302.798-07-.2.8/.9.907..3232.25:.9.9.943..5/.8... 30809907 .3/03.2.8. $0/980.35:-907.203.39:3.8.30.3908 908/02./7/.3024843..8805079$/./.7..:20/.:.380.7.7!708/03$20742-.8   !..30907./0247.3$0.95071472.3.3907.7.3848.931472.39047 9047 ..0/947 ./.-.38.7503:8.380-..7  02.2503:8. $:39: 203.5:-80-.3   /.91 803/7:39:9::.8/.3.8 /..08.5.05.7.33.3307.3..:. .7.:39:502079.3:7.3203:8 02.9907-:.3.92...947793 .393.909./.349.908 908..2-039:..3.503903 5..3.3...0 1:3../3 /.  ..3/0247..7.5../..805.993.7 .9.38.3503:8..7.3907.7.3203:8.31472..3..7..7985.7. 907.39:8.8.-039:.9.3050/:.-.893..39:/.7.80./:.9..73007 203:3:..331472.3207::5.503:3:3   0/:..91 $!:39:203.98.25.39::.3 907.30-078.8307.83 2.30907.25:.25:203/0391.03/07:32030500.393. /...3202-..7.5..9.393 !% :39:203.88908803..3058902.. 2024  -:093 8:7.8058902 80507920..3-.02-.4380397.9::.9203. .93.390473.3907.3 $:7..3/03.843.038908805079/80-:9/.7.3 :-:3.943./.3/9:8.320/.5.9203...7804.7.2...5. 08..3 /-07.3-. :39:203::.3/.... 378  203/0391.3/.25:.25:././.3...25./.8 !098 5/.:507:..: 8:7..03/07:3/..2.3:-:3.35.9.80:2.3.37.03/.3...357. /.3 .37::.3   %.39.8.3:39:-07085708/.79.320397.574547843.3 4-09.7.380.7.9.8.39.9.3   %3.8.35071472.3202.7.2.30.7.3:5.3 502-.305.9..35:.8025.3$:39:203..8:.8.-30980.3507:7:. .2..3./.8.

38.72.38:-09157-.2/..25:.25-0790479.3-07.3.25:8 549 /..5:7.343908848./8.3 503//.3.203:-....9.7.3203:8 .83..3.357410843.9:  503/0.7..9.902.3.8. .9-07.8.25:2009.3  503/0.5.9...3/.88. !07:/3...3/4308./.9 .7.3907.3 !. 80./.3  43908  ..3.8058902   $073//03:3.83   ./03. 203.8 ..390.3.:3/.2./.3/48033.9.7&35.8..-:/.8/..8 .3-07/.2.7.2:2:.320309.8:/.   $0.378.:7:07:39:203:3.7 9./.2-.80-:..3-.8.343908203:8 805079439080.3 -:.3-07-.9-070857089:8/.8 . 42509038 ..3 203:8 !./..3.3 -.7/$ 5.3574/:91203:8 .7&3 $08:3:3..3/4308..3-.907.3202 549038:39:203.3202-48.2-.3.3&30-207:5.32./.3207054883.3539.23/809:7:/.7&3 ...::39:503//.:.3-.3./48038.-:3/.75..7.8058902-.3 :7:8.3 47.388.9:  502-.7-.-07:-03.3&05..2.3203./..25..7:.5..-07. 5.   908 ..3. 507:.9.2-.8.370/0138 &/802:.8.30907.5079.3-.7.73..908   503:8 .39047098. 2:33808047.9./4803343-.-.-/03..88.5.907.3..  03..3390708.9.79.32.93.9.3/423./.3-.9&/03.3 2. 1034203.25:203./4803 /4803:7:8.3907.3 8:/.33857.3-07503.85.9:/03.&..7 :.8058902 5.34002.2.38.7..807039.-0757../2-.3.:/-0-.39:35.5.9 3.-07:8.9.3203:8/..9...7./.!% &3..400793 -09: -07038$0-.9 .83 070.39.850309...90789908.320202.25:-.2 .507:3.202-.503//.:23/809.2.0907.3.3-.0907.::8..:. 203...8203::507-.3!%./.302..32.32.8..5078058503:8.55.3.3.907.:257410843.7982089-0747039.25:.2-05:9:8.3:897:0-574/:91 /.8.3.32.3203.5078058502-.3907.2.3.-.5 828..8.. .8.25.8.3058902448 .20307.5 47..503/0.3907..8.80-.7..804../03.39:39:9.3:30907.203.3202-07/. .3 202-.2.83 8073.7.7./.2.7.88.32033../ 0503.84..97.503.8058902   &9:7:32083  !03//.847.8.2.-. /.3/.3-.3503:.2089-0747039. & /..805.:.0-/. ..3:.3 .35..3203:838..897.-8.705488/.8& /03..$0.2!%/207.0--07-:/.83 2.8.8080.35.8 503.:.3.30897.3 /.3507:.-:.3 907.3:7.48  ...8 2039.3 .32.98.220302-.-3..:5..83802039..3.././ 80..59/.9.9:39:203:-. -0770./03./9:39:9:39:203.   503/0.2.88.3..3203:8/..39:2..88:9-0785708 /. /. 9:8 907.703..0./..850309./.9::3:0907.82009.3/3.3-073./.38./.39.5:73.2./. /....9./4803&/03. .3..3:2.25:8   ..3-072.&/!%9./.33.3 :7:07/03.5202.  /..3.50302-..8.2.3/..-..:2:23.2.   :8:8/..8..78-08.3.3 907.8.-747.../48032:/.9 /.2/80-:9.33.. .2..3-.3:7.7.9/9025:80.- 9.3...7.25:.3-.3.9.3203:8 $.20.7..9.3..-.3907.3:3:50309.7:8/-07/..25.88.2..9....&2:2..-.:.. 57480870.3903. 0025.350/.8.913.8.7//. 0.8..9./.:.9.33.025..9.503//.25.3-.8.03/07:3203/00.9203:.70.88808:. -.5.3./.8.7.38073/:5.9 :39:2034-.8- 80903.947039./.5.8 ./..2.2:7::2  &3-0:2-07..3 0-:9:.3/4803 /4803.9..-2 5./.25..3 $:3:/:.88.88.9.9 !03//.3.3 03..3 .32030.9 503..3 .203:8/:7:8.

072.3202-07/.7.7.3./02/..7 0/:.3.7 /...50740.950309.3 /9072..:.2..5.8058902..9.203:880.770947.1.870.805:9.3..3/03..3:7:    %3 .3!%3/4308. .:.3 708543/03.8.0.9:-:918.3 2.8.....3439082.3425700381   02.::39:203.3203:8/03. 80.83907..385081.. $02:.3:7:   .7..8 .85071472.:5:3574808203:880.-.9202-0784:8 . /7.7./.48/.3:7:07 !.503933.85..0-1.39:305.7.39:9.3 .88907.8:39:203.388.39:7:32083&/03..380.9.8/./0283..339075709.7.9:.3./.25. 0.3.39:#0947&!.70.5:-.5. .47039.3/9072..3/-. -07:9  :25:.9.91 !03/0.3 207:5.7.9/.3/03.3/03.3/..39:39:9.9.09  07.-039:100/-.07.489   !03//.9.3-07-.:.1.7./.3!%   !03:8 !02-.8203/08758574/:9:8.3203.3/.3/9:888.3-07-...3.$:80  9.3/.3203:8.3.331472.9.91  -:.4:/57494./03.388.20.38.3203:8   .8 /.388..843.:2.84-807.3203.9..5.3 :820.3.9.:.3203:8   .3!:-.3202.3.57480870.3:7:.302.20892./.25.574/:/.380:2.805.3/./03.893.5 :9.74 502-0.9.7.9! .838..2 203/09 /.2. /.80.2.7.39.3.91203:8/..7.9!% 38.3/80-..93.91/03.3803/7 3..703.3.9:9.1 ..31472.780.:7097485091/03.3#00.9..:/:3..33./.9. -08079.089 -03 .9/./02/. 848./.9-07.3.2..0..331472.3:.92.:.:-0747039.91/.399.5.. /./.19:8.3/03.3/4:2030..3907.8.9./.388./.   3907..3.2574/:2..3:3.3/80-:9907.3.3-09::39:/..3808:/. !443./.7. /.8 .91. 907..7907..3#00.9.25:20.88 839088  0.8.:.3/.80-./.3203:880./.7:7:8... /.383./!%9/.43503:8 802039.9: 202-./.9$ $! $ /.3  54794144 .8:2-07/..88/7. .3574808  -.9:   03:8-..25.0./.3:.:80-0:2/.:16.100/-..4220398 :820.8.7.3203:8 .7085708507843..93.:9.$4..3.73.3/:3 !4890/-%.3..8 2.3503/0.:0.9.350702-.3907.30-/5.9203.2.3.2.3703/.3.0907..2.7.9.9.33.9.8-07-./03.383.   .3.....202.9.25:.93.83.3.947:9:7.88..3.1..88.580.3-0747039.91 1:3843.-..3/4803 /48039079039:/802:.8  $0.394-/3  0802-07  0-.:39:202.::/42509038907.8.

3.:39: /57.22./. 9.3 4380582.-09:2087./700.202-07..9.8. 8079.3-039:3../.8.8203:7:9/0 &82./.8.3 40#.7./3.3-072.3202-:.3.3../.9.5.9 ./....83.-07.:2..7.88.7.8 :.8.2.2-.7 -07-.2-.3907..99.95.8.985 207:5.2.2..2.- .:. 97:89 .3.9.3 .9.8.079.30./..7.3/. -. .8. -09:203.92:. .84.3.3907....30.388..5:3...8.3..8.92.3./.2...8..35.3574-0284.3507.33..3..:39://.3203.5488/.8 -./. .72.7./7 .7.38.2.7.7.72438 ./..7.5.3 8:: .2..7.3.8:-89.3-09:...3-. /0&82.92..7..4394./.3/0. /.3203.8 507-0/.09 207:5.9..9407.3:8..92..3/.29.7.3 /..9:907.33.$.92.8::.2203008.8.9.99..9. 803./.3..3  0/:5.7.7.8.7.202253...7. .7.8. .22.39.20/:5.3808:3:3.2..39. . 4/02.8..3..207:5.2.3:...:-..97039.39./.7..9 .-09://.7.32.8.9..8 .3 /.3/.9.3912.2.2.3.92.7 2. 2.8.7-0.3./.9::-:3.5:7.9 :39:20302:.35073.:2.3E/.9 47439.7:5.34.:5:34-./.3507.35020739..:-:3.9. -09:2087.9.7..3:8.8. .9 /03.2.09.9./7.8./.3.9.37..

5-07-.3../.7.:-070-.3808:.72.3.3 203:95 503/..9: .3./. 0-:9:.32.02.:3. 80.90.882.2:3/02./. 7.3/..0.7.3 .5798/.807.3   /&82.9...3.3-07-.5.32.3-07-0/./. . 8..3.3.2../7/..7.7.38.59..39039:3.7:207:5.25:.882.3:27.782.9./05..3..59..3/..80-:.2.27:5.8.02:33.33. 080.9.22.3.7 /30.549038.3/.3203. ..8.2.:7..38.3..500203 00203.8.3 203. .7....8:39:203.79:.82:/.3..3-039:.23:5438053-.82.38.5.3-0781.7..8.9.88.3:8.-0.3/2.7/73.3 -8. 8:-89.18:.3..33.2...8.880/:5.3.203:5.8./  0.5:39:73.3.7.20::/.5..3-.99.8.3/.3/.92..2/0 4380583:.2. .71.3.843.820 0.39.-.257.0.8.390780-:9$03.: -07.2:3 .7../. 08..7.597.7.8.99.903/4308..72070.90703.5.59.39../.3.32...2..9 793.8.3./.2.2-.3.33.907.9/03.:7.2.80-.92..33..2021472:..3 2.71.38..:3.:-07-:.907.3.3-0730. ..2.83. 8::-.:39:80..73.3.3.7. 9442..380-.38./03. . / 54891  0.340/803.8.25:202.33.9.2./:3. 70107038/0.8.9:83. ./-07-.3 90780-:9907.3....7.7.7..0.7.3 907.9.2.:.3:8. 2.39:35.33..79: . !079.380-:..02: -.//.9-.2203../.5.907:8:83./.:-:3. ..3. 907:8:83.3:8.92.8.80-:.09 207:5.00243/0449:3..3:354..8/./7:939.22..32.438052:8230.3/03. 0-07.7.. 8.3/0.:39:20.99.3.7.3.25:-0757  .7.71../.73.3 .8..7..25:202.7 ..8203.3 90../....907. 07.3.2.25.9. 9:.3. 3...:.8.3..393/.3/.:8.25:203.3425090383.:/..09 !020739.3 -.25:-07177. 4380590780-:9 .33../.9. $04. 3.:3./83 ./.2..703.32./907:-:7   0. 803.73802:.:.8.357.9/./.380-.384:8 907..7..92.30--..8.8.91 :.9.703.3.09.8./7-09: 8.820.2:5.3:3 .3 3-40 -408..32.203. 909..3-09:8.80.9 .3:8.3.3/9.3 4./03.55079.43805 . 503.7..-8.9$2:3/70:/ /80-.9 .3/503:40-07-../.20325.3:8.7.-.2.9 3/4308..83 /.9.%:.3.3549038431.30-50393. ./.200/.37:5...7.47.3/:3.92. .9./7/03.-07.33.83 2.2.2030..25078509107.9.8./.9805079-.0.3..02039 /...7.7. -.5.30-03..3.3 .202..3-078. /..202-07.8-0:2/.3.7.503:8203..57.3.9.7.30..7.3 2..35748082.:.8.3.3-..9 !49038/39039:9/..80-. ..9   $9:/0394..9..92.92.:.84.900/:5.92.2202700.3.9.3 .25:207:2:8.3507.2..30/:5.380-.5.5.7.90-07./.37.3/.8..3907/03..8.3:39:2030/05.703. 03././..58./..25:202-07...32.33207:5.380-:.33.39407.3 .3..0307.9039.207:5.3203:82..3913..2.2.703.1...22.3$-.3:8..3.2202-.3 ..320342-3.3/..93.3507..3 /.8.8.79: 9/.90780-:990. /..5:3-:../2.30..3 438053/83.32.9.83:3.7:82.203..72.8.907.9.202507/0-./.3 /02. .8 8.3... 809.8..89.39:.820 .357.0/:5.780-:.39.32$/.390780-:98:3: 20309/.9   9.43805:820./03.3.3/0.8.32..788-:/.3.3.--07-.-.2.8.78.::/ 80-:.5. . 2.3/.8:/40.32../.9508289 $.3/0774780-. .84.3.50-/.7.99.3 808:.-.2.3 .7.3-8..438058.3203.38 !079..3...3.59.-8.39.34380539039:9/.809.59..: 80-03.3:39:202-../.95082898 09.25.3./.3.39039:202-:9:.907:-:7.7.3..3203. .3.907.2:3..9..-:..3.5.32.33.

-   08758:820.82.5./.34092.54350393./078.-07./07 !43950393 ../.3/..2203/08./9990.... -0-07.3.3203./078.278.85:8.3/7:2:8.9 .7..3.3  .3.

33.3. 2:3.39.7:820202.5.8.2070. 02-3.3/7:2:8.39079.207.808:./.:2.9.339009:.35...439.3.2  /..3 9. 39009:..35027.3.3.-.8.39..39.8.83.8.8:/.30-:.85.2:8230.3202.3/..3:9/5079:3.3203.2.3390381/03... /. /./.7.3 !0309.5020.. .9 $0.2.38.8..8..3.9.3.820/.384:8./.3:3.9.7:82022:50309./07 80-..3/.9 4254303-.9:99..9/.-203:.3425700381 .7.8.32.8507843.25:.7.3 /..8.30.8/..3/.8.7.2   70/-9./.7./07/.2.3 02.6.5.5..3203...317.7425090383.98/./07202-.3 .9...90780-:9.3-0747039..3.3/.08...9.3:.32./.7..3:3.3 8.3/0448 044..38.25:203..9.38.2020907....7..8.:5.384:8/.7:8/2..2.847./079/..02./../07.7-.-... .9.9/. 02.34.3/03.. 203.32.. #00...2:5.33./.3/.3/-/.7./.9-:/3 . 9. 8484:820..5.700..3.7.38.3-07-../.25:.8/./072:8230.-07:93  !0309.3.2 -039:2807.32.8850309.384:857.3 ../07.708..:.3.357410843..8.38508...33907/85307  05...9 .3 5./.5.90780-:99079:.3 2:.32.2...2'807...3.25.33./3 425090387983.8/.98.25:2037988079...83..3 ..09.2.8/./903.3.343889038 /.89:/.8.507-.38/542.08.80-.8.9:.73907..8079./.39.8507:-..8.7:8/2...42509038798.25:.7.79:..798 2.3/.3 .0 3/4308.02.3/../70107038.  $484.:.72020.88 /0448.73.7....9202-07..:..2502039.3 .7.880.5.:.8047.3..38.507-.3907.3. !7410843.33.3  %07/./.7.58 2.7.8.38.9 :./0720250309..:.3-.9..8247.././. ..3#00.8 .2.2.7..3/.3 574-02..3.3549 2.3907.3 0 3/4308.3.:.202-07.3-../07-074..202-..3./.9.7.57412:8230.32. /.7.  ./.3/.7.09  $090.3574-02...7.././.../078.:3..3.5..25:202253 507:-.3202-./.3  !7412:8230.30..3202 /.9/.7-.3...39073907.3. /2.3.3././ .3. 803...38.73./.84050309.9/03...3/2.2070..502-.2.8..39....3. 507843.203/..3549038/.3 .5079.7...3.3 20225307.3.7/.3.2.8850309./07 .8.3/0875857412:8230./05.2..9.9..3//..34250903879880-.3.2 70/-9.3:.703. ..3 /0.8.3.09 2..8508...2.0-:9:.6.842..307.8./5070.3.305.3907..9.2532..32020-075.3/.32..:2. 502253507:-.2   .33.8 5:8.980-.3503:8:95/.3 203.3202:33.8 42:3.9 7.2..9/.3.39.3207:5.7..3.74 0-../.33.38./07 .84.../.3/.38..73./07202 88902-07578../07.3.3/:. 2.2:5.30 3/4308.820 .8/.3207:5.9 802./07.3-07. 848.3.8..01091.:.7..2:3.980.2574808 507:.9:9.7/.7.3..2:5.8..902..7.7.7.3.309...0-03.314841807./07 2.2 .2.  .3/:3.7./07./07../. 20302-.73.92.800/.29039.383.3/.383.8007.7.380-.:.3:3.9 !03:.384:8/03./075:3202507.5.5.88.82..5020.3 /.3.25:.30 8.3907-.507: .2. .503:. ./03.3 2..89.7./078.:.35:-   0502253.3 70.2:823/4308./.3.3.3507:-. 8079.3/.202.3.34388903  -074397-:85.8..3.8.3/.92:9.3.3-07470.2/013878.88./.25:202-07.8.2..2.3.7.3  542.3.7. :2.9.84. 0-/.3907.7:8/2.707.3/.9/.3/-.2574808.3 5:- .702:/..8:.5 6:.7..3 20342:3..90780-:9.8.7:820242509038798.88.8574-02.0/:.38.3   43805:820.9.307.  - 03...59.9  0.3/.380.918484.37.7:8/.9-07..3/. .3/7..7 -.8/.25:20225307...3 9..7. /.3.8 /.3 /..3808:.8...342509038.3 ..34-091:.3.3 425090380502253.2/.3.5.25:203.38..3-.

305.3:3. 97:89 .3.8..8..5.2 2.3 9039:8..5430/2.3/.7..3809...25:203.3/:.3..9.3/.380.5..32033.:/03.8.2-8.3802.7.88.7.20208./.3 /03.9202-.38.7.3507./.9...  / 0204547/.394 #0..9..3.20::/.3507.32880-. 3./.8.2.3/.09:.38.7.07.3 .3./.709   303$:9..7.79.7.9.00203 2.0-/99-07../03.9..7./03.59.9 !488/../2.88.07.507./.3.2202-:2.33.3.33.3507./.80.2.:5.7:82..7#0107038  /0&82....7 .3/.9.9.3507:-..390780-:9 $03.3-07-..7.9:.:.71.3./:803./.-:23.3...8.25:202.0.35.35.3.. 207:5./.3 /.3.2.7.-2.3.3.:..8/.3.9..2.3  0 0302-.3  &39:20::/.$:80 0/82.3507..80-.9..543.307./03.3..3:5.8./03. 03.557-.8203:3:.--.  /.8.9.8.2.3/.7.5/.3.3...3:8.8.7.7.3202.3-07-.880-.3/4308...543.33.3507843/03.  0.7...3 :73. 507.203.2 !:3/02.09:3.8 507-0/.3.380...8507843.38.  $9:/0394..3 80-..2 0/:5.84.::5039... 5:7.9..3..7.8.84.203.305.9 802././.3.92.32.93/4308.7   02..9..8.:82 3/4308..2..25899039.9./202..7.7..3:.8..7-09:8. 203.3:39:203.2. .507.3/.38..88.2809./2:.72.3507..2..2:./03..557-.7.9: 80-.8  #..9078.02.39.07/.9.2 203008.383.32.39:.543-0.3. .8.9:./.. 90780-:9907. 3.:..3 90780-:9 03:7:9503:8 2.   0825:./2.39.7.7507.+7:13./7.809..00203.383.8.32.32070.307..3 9047/...79.5:7./.33.3  2030-.72.7..8.31..7 ...7 .2 !.7.3503.3.07.2./.7.8..8..9 944.543.703./.39.89..2202-07.:.39...078.7.9.3507...3203.9.3507.3 5027.3 3.8. 84.5:7.7.907.3/.42:3.3  2./ /. 25!07:-.3507.3/./.82..38.32020.8.3503..39.8202700.8.8.8 84/..2:3.2.92..32.203.-  .32.307.7....20/:5..8 84/.7. $0/.3 0.3203.9/.:.9:99.3  /$:7.7.2.79503933.394-/3 03:::820..3:8.3.  .35072.-:9:0.543/.8.8.3:8.25: -078.2./.9.780.3/..8 :39:20.390780-:9 .3. 3.8./.$ 08..8 /.3907./0...02039  /.9..807.88 07.3-071:3880-.53/..!078 ./-:9:.32020.02:3.8 507-0/..8 .25:202-:2.72.38.7..397.307.9:0:.37..7 2.:3.2.9.1.3 203::3933.2-./.    7.3507./.3... 3.7..7.09 9442.3 6:. 83. 023.8 507-0/.-.- !.9507:-.7..2.3/:35.88.78.3700..09..3-09:8.3/4308..20.9. ..9803..3./:.32.32.: 9.589./.8.30-03.92.507-0/.9-07..9 /.3.1.39.828.7808..3  701 995.1.2:5.3:-:3.30.0-..9.19.32:3..42:3.7002032.34380582.5.2.7...3/.3/.390780-:9 9039: 9/...9./.3 /..701472.9 ...3203.3-07/448.88./.8./7/03.380-.2. .9 08..71.8. ./03./.09:...3-07.3503.8.. 97:89 .3.8.30-.320204547/.9/03.8/...5488/.3.3.2:3.71.3507.9.7.3.8/.202-.32.1.38./.3 .. .79..

.

 :. 54.

8:.794.

24/:*.

./.7.3070.7.3/4* 92 /$:.820422:3947078..8.9.39:.3 ..8./. 7  .9.8.8!7410843.3 .7948.2.20::/.

7./.   701 995..3/07.&39: .   !:8.79.8$48.39..38.- .503./078.79..7$579:..9.:823/4308..3. 9479.32$/.8.907.    ..3820 !$ 4.808.7.88..280-:.9.3 4.9 ..  #8.7.9.9:.3$/.

.

 /05/3.8 4 /.

2.9 .9! .01:7#4./. $.3 4/0739.8/3/4308.4220398 /07!4898 $:-8.3.48.8.7.2/.9. !4890/-%..7-094!4898 942   .:16.