Masyarakat Madani

Pendahuluan Masyarakat madani, yang merupakan kata lain dari masyarakat sipil (civil society), kata ini sangat sering disebut sejak kekuatan otoriter orde baru tumbang selang satu tahun ini. Malah cenderung terjadi sakralisasi pada kata itu seolah implementasinya mampu memberi jalan keluar untuk masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa kita. Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Saat ini gejala itu sudah ada, sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas. Masyarakat Sipil Vs Militer Dalam tataran praktis sementara orang melihat, masyarakat madani dianggap sebagai institusi sosial yang mampu mengkoreksi kekuatan “militer “ yang otoriter. Dalam arti lain masyarakat sipil memiliki konotasi sebagai antitesa dari masyarakat militer. Oleh sebab itu eksistensi masyarakat sipil selalu dianggap berjalan linier dengan penggugatan Dwi Fungsi ABRI. Dengan begitu menurut yang pro pada pemikiran ini, konsep Indonesia baru yang dicita-citakan merupakan masyarakat tanpa pengaruh dan dominasi kekuatan militer. Maka dengan demikian dinamika kehidupan sosial dan politik harus memiliki garis batas pemisah yang jelas dengan dinamika pertahanan dan keamanan. Koreksi kritis terhadap peran sosial ABRI bagi sementara orang merupakan keharusan sejarah setelah melihat betapa rezim lama memposisikan ABRI sebagai “backing” untuk melindungi kepentingan-kepentingan kelompok ekonomi kuat tertentu yang memiliki akses bagi penguatan legitimasi politik Soeharto. Sementara mereka tidak melihat komitmen yang sebanding untuk fungsi substansialnya yakni pertahanan dan keamanan. Berlanjutnya kerusuhan di beberapa tempat dan terancamnya rasa aman masyarakat, serta kekurangprofesionalan dalam teknik penanganan pada kasuskasus politik tertentu merupakan bukti kuat bahwa militer tidak cukup memiliki kecakapan pada fungsi utamanya. Maka sangat wajar bila kader-kader militer dipersilahkan untuk hengkang dari posisi eksekutif dan legislatif, ke tempat yang lebih fungsional yakni barak-barak. Kekurangsetujuan terhadap implementasi Dwi Fungsi ABRI, khususnya tugas kekaryaan, sebenarnya syah-syah saja namun masalahnya apakah masyarakat madani tepat bila hanya dipersepsikan sebagai bentuk peminggiran peran militer. Kebutuhan untuk keluar dari rasa takut akibat distorsi peran militer selama masa orde baru menyebabkan terjadinya proses kristalisasi konsep masyarakat madani yang berbeda dengan konsep bakunya. Dengan kata lain telah terjadi gejala “contradictio internemis” pada wacana masyarakat madani dalam masyarakat kita dewasa ini. Masyarakat Sipil Vs Negara Masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society) dalam wacana baku ilmu sosial pada dasarnya dipahami sebagai antitesa dari “masyarakat politik” atau negara. Pemikiran itu dapat dilacak dari pendapatnya Hobbes, Locke, Montesquieu, Hegel, Marx, Gramsci dan lain-lain. Pemikiran mengenai masyarakat sipil tumbuh dan berkembang sebagai bentuk koreksi radikal kepada eksistensi negara karena peranannya yang cenderung menjadi alat kapitalisme. Substansi pembahasannya terletak pada penggugatan hegemoni negara dalam melanggengkan kekuatan kelompok kapitalis dengan memarjinalkan peran masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah kekuatan nonpemerintah yang mampu mengimbangi dan mencegah kekuatan negara untuk

mengurangi tekanan-tekanan yang tidak adil kepada rakyatnya. Akan tetapi di sisi lain, mendukung peran pemerintah dalam menjadi juru damai dan penjaga keamanan dari kemungkinan konflik-konflik antar kepentingan dalam masyarakat. Dengan kata lain perlu adanya reposisi struktural dan kultural antar komponen dalam masyarakat, sederhananya, “serahkan urusan rakyat pada rakyat, dan posisikan pemerintah sebagai pejaga malam”. Penggugatan peran pemerintah oleh rakyat dalam konstelasi sosial di Indonesia bukan sama sekali baru. Bob S.Hadiwinata (1999) mencatat sejarah panjang gerakan sosial di Indonesia, yakni sejak abad ke-19 sampai masa orde baru. Menurutnya pemerintahan orde baru, Soeharto, telah “berhasil” mengangkangi hak-hak sipil selama 32 tahun, dengan apa yang ia sebut “tiga strategi utama”. Dan selama itu pula proses marjinalisasi hak-hak rakyat terus berlangsung, untuk kepentingan sekelompok pengusaha kroninya, dengan bermodalkan slogan dan jargon “pembangunan”. Celakanya rembesan semangatnya sampai pada strata pemerintahan yang paling bawah. Camat, lurah, sampai ketua RT pun lebih fasih melantunkan slogan dan jargon yang telah dipola untuk kepentingan ekonomi kuat. Tetapi sementara mereka menjadi gagap dalam mengaksentuasikan kepentingan rakyatnya sendiri. Maka yang terjadi, pasar yang telah mentradisonal menghidupi ribuan masyarakat kecil di bongkar untuk dijadikan mall atau pasar swalayan. Demikian pula, sawah dan kebun petani berubah fungsi menjadi lapangan golf. Perubahan yang terjadi di luar jangkauan kebutuhan dan pemikiran masyarakat karena mekanisme musyawarah lebih banyak didengungkan di ruang penataran ketimbang dalam komunikasi sosial. Masyarakat Peradaban dan Jahiliyah Umat Islam telah memperkenalkan konsep masyarakat peradaban, masyarakat madani, atau civil society, adalah Nabi Muhammad, Rosullullah s.a.w sendiri yang memberikan teladan ke arah pembentukan masyarakat peradaban tersebut. Setelah perjuangan di kota Makkah tidak menunjukkan hasil yang berarti, Allah telah menunjuk sebuah kota kecil, yang selanjutnya kita kenal dengan Madinah, untuk dijadikan basis perjuangan menuju masyarakat peradaban yang dicita-citakan. Di kota itu Nabi meletakan dasar-dasar masyarakat madani yakni kebebasan. Untuk meraih kebebasan, khususnya di bidang agama, ekonomi, sosial dan politik, Nabi diijinkan untuk memperkuat diri dengan membangun kekuatan bersenjata untuk melawan musuh peradaban. Hasil dari proses itu dalam sepuluh tahun, beliau berhasil membangun sebuah tatanan masyarakat yang berkeadilan, terbuka dan demokratis dengan dilandasi ketaqwaan dan ketaatan kepada ajaran Islam. Salah satu yang utama dalam tatanan masyarakat ini adalah pada penekanan pola komunikasi yang menyandarkan diri pada konsep egaliterian pada tataran horizontal dan konsep ketaqwaan pada tataran vertikal. Nurcholis Madjid (1999:167-168) menyebut dengan semangat rabbaniyah atau ribbiyah sebagai landasan vertikal, sedangkan semangat insyanyah atau basyariah yang melandasi komunikasi horizontal. Sistem sosial madani ala Nabi s.a.w memiliki ciri unggul, yakni kesetaraan, istiqomah, mengutamakan partisipasi, dan demokratisasi. Esensi ciri unggul tetap relavan dalam konteks waktu dan tempat berbeda, sehingga pada dasarnya prinsip itu layak diterapkan apalagi di Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim tanpa mengusik kepentingan dan keyakinan kelompok minoritas. Mengenai hal yang terakhir ini Nabi s.a.w telah memberi cotoh yang tepat, bagaimana sebaiknya memperlakukan kelompok minoritas ini. Mungkinkah terwujud? Berdasarkan kajian di atas masyarakat madani pada dasarnya adalah sebuah komunitas sosial dimana keadilan dan kesetaraan menjadi fundamennya. Muara dari pada itu adalah pada demokratisasi, yang dibentuk sebagai akibat adanya partisipasi nyata anggota kelompok masyarakat. Sementara hukum diposisikan sebagai satu-satunya alat pengendalian dan pengawasan perilaku

masyarakat. Dari definisi itu maka karakteristik masyarakat madani, adalah ditemukannya fenomena, (a) demokratisasi, (b) partisipasi sosial, dan (c) supremasi hukum; dalam masyarakat. Pertama, sehubungan dengan karakteristik pertama yakni demokratisasi, menurut Neera Candoke (1995:5-5) social society berkaitan dengan public critical rational discource yang secara ekplisit mempersyaratkan tumbuhnya demokrasi. Dalam kerangka itu hanya negara yang demokratis yang menjamin masyarakat madani. Pelaku politik dalam suatu negara (state) cenderung menyumbat masyarakat sipil, mekanisme demokrasi lah yang memiliki kekuatan untuk mengkoreksi kecenderungan itu. Sementara itu untuk tumbuhnya demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran berpribadi, kesetaraan, dan kemandirian. Syarat-syarat tersebut dalam konstatasi relatif memiliki linearitas dengan kesediaan untuk menerima dan memberi secara berimbang. Maka dalam konteks itu, mekanisme demokrasi antar komponen bangsa, terutama pelaku praktis politik, merupakan bagian yang terpenting dalam menuju masyarakat yang dicita-citakan tersebut. Kedua, partisipasi sosial yang benar-benar bersih dari rekayasa merupakan awal yang baik untuk terciptanya masyarakat madani. Partisipasi sosial yang bersih dapat terjadi bilamana tersedia iklim yang memungkinkan otonomi individu terjaga. Antitesa dari sebuah masyarakat madani adalah tirani yang memasung secara kultural maupun struktural kehidupan bangsa. Dan menempatkan cara-cara manipulatif dan represif sebagai instrumentasi sosialnya. Sehingga masyarakat pada umumnya tidak memiliki daya yang berarti untuk memulai sebuah perubahan, dan tidak ada tempat yang cukup luang untuk mengekpresikan partisipasinya dalam proses perubahan. Tirani seperti inilah, berdasarkan catatan sejarah, menjadi simbol-simbol yang dihadapi secara permanen gerakan masyarakat sipil. Mereka senantiasa berusaha keras mempertahankan status quo tanpa memperdulikan rasa keadilan yang berkembang dalam masyarakat. Pada masa orde baru cara-cara mobilisasi sosial lebih banyak dipakai ketimbang partisipasi sosial, sehingga partisipasi masyarakat menjadi bagian yang hilang di hampir seluruh proses pembangunan yang terjadi. Namun kemudian terbukti pemasungan partisipasi secara akumulatif berakibat fatal terhadap keseimbangan sosial politik, masyarakat yang kian cerdas menjadi sulit ditekan, dan berakhir dengan protes-protes sosial serta pada gilirannya menurunnya kepercayaan masyarakat kepada sistem yang berlaku. Dengan demikian jelaslah terbukti bahwa partisipasi merupakan karakteristik yang harus ada dalam masyarakat madani. Demokrasi tanpa adanya partisipasi akan menyebabkan berlangsungnya demokrasi pura-pura atau pseudo democratic sebagaimana demokrasi yang dijalankan rezim orde baru. Ketiga, penghargaan terhadap supremasi hukum merupakan jaminan terciptanya keadilan. Al-Qur’an menegaskan bahwa menegakan keadilan adalah perbuatan yang paling mendekati taqwa (Q.s. Al Maidah:5-8). Dengan demikian keadilan harus diposisikan secara netral, dalam artian, tidak ada yang harus dikecualikan untuk memperoleh kebenaran di atas hukum. Ini bisa terjadi bilamana terdapat komitmen yang kuat diantara komponen bangsa untuk iklas mengikatkan diri dengan sistem dan mekanisme yang disepakati bersama. Demokrasi tanpa didukung oleh penghargaan terhadap tegaknya hukum akan mengarah pada dominasi mayoritas yang pada gilirannya menghilangkan rasa keadilan bagi kelompok lain yang lebih minoritas. Demikian pula partisipasi tanpa diimbangi dengan menegakkan hukum akan membentuk masyarakat tanpa kendali (laissez faire). Dengan demikian semakin jelas bahwa masyarakat madani merupakan bentuk sinergitas dari pengakuan hak-hak untuk mengembangkan demokrasi yang didasari oleh kesiapan dan pengakuan pada partisipasi rakyat, dimana dalam implentasi kehidupan peran hukum stategis sebagai alat pengendalian dan pengawasan dalam masyarakat. Namun timbul pertanyaan sejauh mana kesiapan bangsa Indonesia memasuki masyarakat seperti itu. Penutup Seperti telah dikemukakan di atas, masyarakat madani membutuhkan institusi

sosial, non-pemerintahan, yang independen yang menjadi kekuatan penyeimbang dari negara. Posisi itu dapat ditempati organisasi masyarakat, maupun organisasi sosial politik bukan pemenang pemilu, maupun kekuatan-kekuatan terorganisir lainnya yang ada di masyarakat. Akan tetapi institusi tersebut selama orde baru relatif dikerdilkan dalam arti lebih sering berposisi sebagai corong kepentingan kekuasaan ketimbang menjadi kekuatan swadaya masyarakat. Hegemoni kekuasaan demikian kuat sehingga kekuatan ril yang ada di masyarakat demikian terpuruk. Padahal merekalah yang sebenarnya yang diharapkan menjadi lokomotif untuk mewujudkan masyarakat madani. Ada memang beberapa LSM yang secara konsisten memainkan peranan otonomnya akan tetapi jumlahnya belum signifikan dengan jumlah rakyat Indonesia yang selain berjumlah besar juga terfragmentasi secara struktural maupun kultural. Fragmentasi sosial dan ekonomi seperti itu sangat sulit mewujudkan masyarakat dengan visi kemandirian yang sama. Padahal untuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi membutuhkan kesamaan visi dan kesadaran independensi yang tinggi. Dengan demikian boleh jadi masyarakat peradaban yang kita cita-citakan masih membutuhkan proses yang panjang. Dan boleh jadi hanya impian manakala pro status quo tetap berkuasa. Kepustakaan: Bob S.Hadiwinata, “Masyarakat Sipil Indonesia: Sejarah, Kelangsungan, dan Transformasinya”, dalam Wacana (Jurnal Ilmu Sosial Transformatif). Edisi 1.Vo.1,1999. Craig Calhoun, “Social Theory of the Politics of Identity”, Blackwell Publihers, USA,1994. Nezar Patria, dan Andi Arief, “Antonio Gramci: Negara dan Hegemoni”, Pustaka Pelajar 1999. Neera Chandoke, “State and Civil Society: Exploration in Political Theory”. New Delhi dan London: Sage Publication,1955. Nico Schulte Nordholt, “Menyokong Civil Society dalam era Kegelisahan”, dalam Mengenang Y.B. Mangunwijaya, Sindhunata (eds.).Kanisius, 1999. Nurcholis Madjid, “ Cita-cita Politik Islam Era Reformasi”, Paramadina, 1999. ?

Masyarakat Madani
Sabtu, 06-06-2009 08:50:51 oleh: Arisakti Prihatwono Kanal: Opini Beberapa hari ini kita mendapat berita yang mengejutkan baik dari dalam maupun luar negeri. Berita tersebut sangat menggoncangkan perasaan kita. Mulai dari perebutan kursi tertinggi di Istana Negara, drama Manohara, pembelaan Ambalat, drama Ibu Prita dengan kasus OMNI Internasional dan yang paling terbaru dan dahsyat adalah pidato Obama kemarin di Kairo Mesir. Jika kita mau lebih melihat persoalan diatas. Kita akan melihat sebuah kehidupan. Kehidupan yang nyata di dunia. Penuh lika liku, intrik, cerita sedih, keberhasilan dan kepercayaan diri. Kita seperti dihentakkan ke atas dan ke bawah saat melihat berita tersebut. Hidup kita adalah sebuah garis lurus yang linier. Garis itu adalah garis tangan kita berdasarkan pilihan hidup yang kita pilih. Tidak peduli jalan itu adalah jalan yg benar atau tidak, kita tetap menjalani pilihan kita dengan penuh konsekuensi.

Dari semua itu kita menyadari bahwa kita hidup dalam sebuah peradaban. Sebuah peradaban manusia yang ada pada suatu kurun waktu saat bumi dan dunia ini ada. Kita ada sekarang ini. Suatu saat anak cucu kita akan melihat apa yang kita lakukan melalui guratan sejarah yang kita buat. Itulah mengapa pidato Obama menjadi sedemikian penting. Mengambil tempat di Universitas Kairo merupakan pilihan yang tepat bagi seorang pemimpin adidaya di peradaban saat ini untuk mengemukakan issue yang mutakhir. Kairo adalah lambang ilmu pengetahuan Islam sejak berabad lampau. Tempat lahirnya banyak pemikir Islam modern. Disinilah simbol renaisance Islam ingin ditonjolkan oleh Obama. Dalam pidatonya yang selalu menawan. Obama ingin sekali memberi harapan kepada dunia yang baru. Sebuah dunia yang menghargai dengan cara pandang yang baru dan dewasa. Perhatian Obama juga tercurah untuk sebuah hubungan Palestina - Israel. Ini memang batu sandungan bagi siapapun yang ingin membangun tata kelola dunia yang baru. Tidak terkecuali Obama. Dibesarkan oleh ayah muslim dengan masa kecil di Jakarta, tetapi mendapat sokongan penuh dari donatur Yahudi, menjadi teramat sulit untuk dia melangkah. Namun bagi muslim, tidaklah boleh melihat langkah seseorang dengan sudut pandang negatif. Sebagai muslim, kita selalu diajarkan untuk selalu khusnudhon dalam melihat kehidupan ini termasuk Obama sekalipun. Saya sebagai pribadi menyatakan kagum atas pidato-pidatonya, termasuk pidato kemarin. Dengan lancar dan fasih beliau menyebutkan beberapa kata dalam bahasa Arab bahkan menyebut nama Muhammad dengan diiringi kalimat "semoga Tuhan memberkahinya". Pilihan katanya dan referensi atas Qur'an, Taurat merupakan nilai tambah pidato kemarin. Namun dari semua itu kita ingin bahwa pidato ini menjadi sebuah awal berubahnya sudut pandang Amerika terhadap Islam khususnya Arab. Perubahan ini harus dilakukan secara simultan dengan berubahnya policy terhadap isu-isu Islam dan Arab. Perubahan ini haruslah bersifat politik dan hendaknya harus segera dirasakan oleh dunia Islam. Perumusan perubahan harus segera dan inilah saatnya jika Amerika untuk berubah. Jika waktu ini disia-siakan segeralah akan terungkap bahwa pidato Obama hanyalah sekedar simbolisasi atau pencitraan semata. Citra tanpa tindakan adalah omong kosong yang dibalut dengan pujian dan nyanyian indah. Indah tapi kosong. Berlanjut dengan khotbah di masjid saat Jumatan hari ini. Saya diingatkan tentang pembangunan masyarakat akan menuju ke pembangunan masyarakat yang sesuai dengan masyarakat Madinah saat Rasulullah SAW memimpin. Itulah yang disebut masyarakat madani. Sebuah masyarakat yang saling menghormati, tidak membedakan berdasarkan golongan, ras dan keturunan, bahkan kekayaan. Semua menjadi sama di hadapan hukum. Pembangunan masyarakat dimulai dari transformasi nilai dan budaya di keluarga berlanjut hingga kokohnya nilai dan etika sebuah bangsa. Suatu saat nanti kita akan melihat suksesi kepemimpinan dengan santun tanpa black campaign, santun, terhormat. Suatu saat kita akan melihat sebuah keluarga yang dibesarkan dengan nilai-nilai yang terhormat. Mendapatkan jodoh yang sholeh sholehah. Tanpa kekerasan, tanpa kebohongan, tanpa tipu daya. Jujur dan amanah. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT.

Baik yang mempunyai kekayaan alam maupun yang tidak. Suatu saat kita akan melindungi wilayah kita dimanapun. 26 september 1995. MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY) DAN PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA Terlahirnya istilah masyarakat madani di Indonesia adalah bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. Kesulitan ini tidak hanya disebabkan karena adanya hambatan psikologis untuk menggunakan istilah-istilah tertentu yang berbau Arab-Islam tetapi juga karena tiadanya pengalaman empiris diterapkannya nilai-nilai “masyarakat madaniyah” dalam tradisi kehidupan social dan politik bangsa kita.J. Sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk. istilah masyarakat madani semakin banyak disebut. Secara seimbang dalam koridor hukum yang kuat dan adil. misalnya Nurcholish Madjid. Tetapi perkembangannya menunjukkan istilah masyarakat madani juga disebut-sebut oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan politik. pada tingkat masyarakat kecil. Wiranto. habibie. penjual dan pembeli. mula-mula terbatas di kalangan intelektual. ke Indonesia membawa “ istilah masyarakat madani” sebagai terjemahan “ civil society”. Kemudian mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Indonesia termasuk seorang Nurcholish Madjid yang telah melakukan rekonstruksi terhadap masyarakat madani dalam sejarah islam pada artikelnya “Menuju Masyarakat Madani”. Tanpa arogan. ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia. kehidupan yang menyangkut prinsip pokok dari masyarakat madani sudah ada. Semangat melindungi dengan berharap lindungan Allah SWT.Suatu saat kita akan melihat sebuah masyarakat yang menghormati yang lemah. Suatu masyarakat yang menghormati konsumen dan produsen. model masyarakat madani merupakan tipe ideal suatu mayarakat Indonesia demi terciptanya integritas sosial bahkan integritas nasional. hasil pemikiran Prof. Namun banyak orang memadankan istilah ini dengan istilah civil society. pemberi jasa dan penerima jasa. dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara festival Istiqlal. meskipun sebenarnya pada wilayah-wilayah tertentu. Memencari padan kata “masyarakat madani” dalam literatur bahasa kita memang agak sulit. misalnya mantan Presiden B. Emil Salim. dan Amien Rais. Padahal istilah “masyarakat madani “ dan civil . Sehingga masyarakat madani dalam artian negara menjadi suatu citacita bagi negara Indonesia ini. Naquib al-Attas seorang filosof kontemporer dari negeri jiran Malaysia dalam studinya baru-baru ini.[1] Dewasa ini. Yang melindungi siapapun dia. tanpa maksud menyakiti dan menghakimi yang tidak berdaya. Soesilo bambang Yudoyono dan masih banyak lagi. toleransi dan human righttermasuk didalamnya adalah demokrasi. Istilah masyarakat madani pun sebenarnya sangatlah baru. societas civilis (Romawi) atau koinonia politike (Yunani).[2] Masyarakat madani atau yang disebut orang barat Civil society mempunyai prinsip pokok pluralis.

Foley dan Bob Edwards yang menghasilkan Civil Sosiety I danCivil Society II. [4] Penggunaan istilah masyarakat madani dan civil society di Indonesia sering disamakan atau digunakan secara bergantian. Dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai kata “civilized”. dalam tingkatan kelembagaan dan organisasi sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Atau dengan kata lain bicara civil society sama dengan bicara demokrasi. Aspek ini dibahas pemikir masyarakat madani atau madaniah yang mencoba melihat relevansi konsep tersebut (semacam “indigenisasi”) dan menekankan toleransi antar agama. Dancivil society ini merupakan obyek kajian dalam dunia politik (sosiologi politik. Dalam wacana civil society I di Indonesia lebih menekankan aspek horizontal dan biasanya dekat dengan aspek budaya. Marshall. Analis utama dalam kelompok ini adalah Nurcholish Madjid yang mencoba melihatcivil society berkaitan . dan dalam kamus bahasa Arab dengan kata “tamaddun” yang juga berarti peradaban atau kebudayaan tinggi.[3] Dalam bahasa Arab. Untuk yang pertama. Meskipun begitu.yaitu yang berperadaban. Masyarakat madani merujuk pada tradisi Arab-Islam sedang civil society tradisi barat non-Islam. tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. Civil society di sini erat dengan “civility” atau keberadaban dan “fraternity”. Yaitu. Sedangkan yang kedua. atau sintesa Talcott Person tentang karisma Weber dan individualism Durkheim. tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. kata “madani” tentu saja berkaitan dengan kata “madinah” atau „kota”. tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota. Namun dalam perkembangannya . Yang kedua ini menurut Seligman. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat yang berada di perkotaan. hingga menghasilkan kombinasi atau tipe Civil society III. istilah kota disini. Dalam pengertiancivil society dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi. yang artinya memiliki peradaban(civilization). Perbedaan ini bisa memberikan makna yang berbeda apabila dikaitkan dengan konteks istilah itu muncul. meskipun berasal dari latar belakang system budaya negara yang berbeda.[5] Pemetaan tentang civil society pernah dilakukan oleh Michael W. dan social thoughts) . terdapat analisis yang mencakup dari kedua aspek (civil Society I dan II). sehingga masyarakat madani bias berarti masyarakat kota atau perkotaan . civil society menjadi wilayah kajian filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. kajian civil society sekarang ini mengarah pada kombinasi antara konsep durkheim tentang moral individualism dan konsep Weber tentang rasionalitas bentuk modern organisasi sosial. Hal ini dirasakan karena makna diantara keduanya banyak mempunyai persamaan prinsip pokoknya.society berasal dari dua sistem budaya yang berbeda. Adam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari sudut konsep sosiologis. antropologi politik. yang menurut Seligman dikembangkan oleh T.H.

Ditambah legalnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur. bukan pluralisme. Konsep civil society III ini yang dirasa relevan dengan masyarakat Indonesia dimana keadaan vertical (antar lapisan dan kelas). konsep masyarakat warga atau kewargaan digunakan pula oleh Ryaas Rasyid dan Daniel Dhakidae. Transisi Menuju demokrasi(1999). Dibahas pula oleh Paulus Wirutomo dalam pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul Membangun Masyarakat Adab: Suatu Sumbangan Sosiologi. sementara toleransi di Eropa (Inggris ) baru dimulai dengan The Toleration Act of 1689. Perdebatan utamanya terletak pada bentuk masyarakat ideal dalamcivil society tersebut. beraneka ragam. perspektif masyarakat madani di Indonesia dapat dirumuskan secara sederhana. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar sebagai “kebaikan negative”.dengan masyarakat kota madinah pada jaman Rosulullah. Pluralisme harus difahami sebagai . Namun. Pemahaman civil society II intinya menekankan asosiasi diantara individu (keluarga) dengan negara yang relatif otonom dan mandiri.[6] Penggunaan konsep madani ini mendapat kritik dari kelompok yang menggunakan “civil society’ dengan Muhammad Hikam sebagai pemikir utamanya. terbuka dan demokratif. yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi.Menurut Madjid. Sebab toleransi dan pluralisme adalah wujud ikatan keadaban (bond of civility). Walaupun kedua kelompok tersebut erat dengan “Islam cultural” namun contoh masyarakat Madinah kurang mencerminkan relevansi dengan Indonesia.[7] Selain civil society dan masyarakat madani. Dalamcivil society II. seperti toleransi dan juga pluralisme. Terjemahan yang diIndonesiakan adalah Masyarakat warga atau masyarakat kewargaan dan digunakan oleh ilmuwan politik .[10] Di sini pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk. Jadi civil society II dapat bermakna beragam dan ada pula yang mndefinisikan “civil society’ sebagai “the third sector” yang berbeda dari pemerintah dan pengusaha. yaitu membangun masyarakat yang adil. terdapat perdebatan apakah partai politik atau konglomerat termasuk disini atau apakah semua organisasi yang non-negara merupakan civil society. dengan landasan taqwa kepada Allah dalam arti semangat ketuhanan Yang Maha Esa. terdiri dari berbagai suku dan agama. hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme. adalah merupakan kelanjutan nilai-nilai keadaban(tamaddun). seperti demokratisasi dan partisipasi erat kaitannya dengan situasi horizontal atau SARA.[8] Pembahasan civil society III merupakan upaya untuk mempertemukan civil sosiey I dan civil society II. piagam madinah merupakan dokumen politik pertama dalam sejarah umat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme dan toleransi. Kombinasi antaraCivil society I dan II yang menjadi civil society III telah dibahas oleh Afan Gaffar di bukunya Politik Indonesia. istilah “civil” dekat dengan “citizen’ dan “liberty”. Kedua aspek tersebut mengalami represi dan sejak reformasi 1998 muncu ke permukaan dan membutuhkan perhatian dalam proses re-integrasi. Wacana dalam civil Society II memfokuskan pada aspek “vertical” dengan mengutamakan otonomi masyarakat terhadap negara dan erat dengan aspek politik.[9] Maka dari itu.

Pluralisme jenis kedua ini kira-kira mulai abad 13 ketika agama islam mulai berkembang di Indonesia. 3. konflik dan peperangan mulai terjadi diantara kerajaan islam di pesisir dengan sisa-sisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa. 2.[11] Di Indonesia. Pluralisme Modern atau pluralisme organik. Di awal abad ke 20.[12] Ciri-Ciri Masyarakat Madani 2. Kegiatan Belajar 2 a. disegregasikan. Tujuan Kegiatan Belajar 2 Apabila telah mempelajari kegiatan belajar 1 dengan baik. pluralisme dalam keberagamaan dapat dibagi menjadi 3 jaman perkembangannya. Mereka hidup dalam lingkungan yang relative terisolasi dalam batas-batas wilayah yang tetap. persaingan antara Islam dan Kristen terus berlangsung hingga akhir abad 19. dan belum memiliki mobilitas yang tinggi karena teknologi komunikasi dan transportasi yang mereka miliki belum memadai. Uraian Materi 2 . (4) Menjelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani b. and Glory”. Yang di maksud istilah ini adalah pluralisme yang relative stabil. Pluralisme SARA memang diperlemah. Pluralisme kompetitif. dan kemudian disusul dengan kedatangan agama Barat atau agama Kristen (baik katolik maupun Protestan) pada kira-kira abad 15. tidak berhubungan satu dengan lainnya. Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia. Agama-agama suku hidup dalam claim dan domain yang terbatas. puncak dominasi Belanda atas wilayah nusantara tercapai dengan didirikannya “negara” Nederland Indie. yaitu: 1. Ketika penjajah dating dengan konsep “God. Pluralisme cikal-bakal. maka pada akhir kegiatan belajar dapat : (1) Mendeskripsikan pengertian masyarakat madani (2) Mengidentifikasikan ciri-ciri masyarakat madani (3) Menjelaskan proses demokrasi menuju masyarakat madani. Gold.„pertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban”. antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkan. Kenyataan negara ini menjadi sebuah kesatuan organic yang memiliki satu pusat pemerintah yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum dan pusat kekuasaan yang riil. Keadaan seperti ini tidak banyak berubah sampai datang pengaruh agama yaitu agama Hindu dan Budha dengan tingkat peradabannya masing-masing. . dan dibuat terfragmentasikan demi kepentingan Belanda. karena kemajemukan suku dan masyarakat pada umumnya masih berada dalam taraf statis. Kemudian upaya-upaya mansipasi SARA pun terjadi dalam peristiwa Sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan 1945.

kritis argumentatif. sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. mampu dan mau silih asah-asih-asuh antara sejawat. berserikat. Demokratisasi dapat terwujud melalui penegakkan pilar-pilar demokrasi yang meliputi : (2) (3) (4) (5) Partai politik 3. Karakteristik masyarakat madani adalah sebagai berikut : 1. Bangsa Indonesia berusaha untuk mencari bentuk masyarakat madani yang pada dasarnya adalah masyarakat sipil yang demokrasi dan agamis/religius. Dalam kaitannya pembentukan masyarakat madani di Indonesia. Demokratisasi. memiliki pengertian kesejagatan. 2. menerima semangat Bhineka Tunggal Ika. menyikapi mass media secara kritis dan objektif. dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain. mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat. dan religius dengan bercirikan imtak. dan kreatif. demokratis. berkumpul. Free public sphere (ruang publik yang bebas). bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. (1) Lembaga Pers Supremasi Perguruan Swadaya Masyarakat (LSM) bebas hukum Tinggi yang .berani dan mampu menjadi saksi. yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. kesetaraan. berfikir dan berperasaan secara jernih sesuai dengan aturan. Toleransi. yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus. serta mempublikasikan informasikan kepada publik. yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat. berorganisasi secara sadar dan bertanggung jawab. yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. 4. memahami daerah Indonesia saat ini. Pluralisme. maka warga negara Indonesia perlu dikembangkan untuk menjadi warga negara yang cerdas. memilih calon pemimpin secara jujur-adil. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi. Dalam perkembangannya istilah civil society dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi berhadapan dengan negara serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat. mengenal cita-cita Indonesia di masa mendatang dan sebagainya. berani tampil dan kemasyarakatan secara profesionalis.CIRI-CIRI MASYARAKAT MADANI Istilah masyarakat madani dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah civil society pertama kali dikemukan oleh Cicero dalam filsafat politiknya dengan istilah societies civilis yang identik dengan negara.

serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. Keadilan harus diposisikan secara netral. kelompok buruh yang digaji atau di PHK secara sepihak dan lain-lain) 3. Adapun yang masih menjadi kendala dalam mewujudkan masyarakat madani di Indonesia 4. Sebagai pengembangan masyarakat melalui upaya peningkatan pendapatan dan pendidikan 2. antara lain melalui peranannya sebagai berikut : 1. sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab. Menjadi kelompok kepentingan (interest group) atau kelompok penekan (pressure group) . yaitu partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa. yaitu upaya untuk memberikan jaminan terciptanya keadilan. tidak berdaya membela hak-hak dan kepentingan mereka (masyarakat yang terkena pengangguran. 5. 3.5. Sebagai kontrol terhadap negara 4. ataupun intervensi penguasa/pihak lain. intimidasi. Tingginya angkatan kerja yang belum terserap karena lapangan kerja yang terbatas Hubungan jumlah 6. yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban. Supremasi hukum. 7. pemberdayaan civil society perlu ditekankan. artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum diantaranya : 1. Kondisi sosial politik yang belum pulih pasca reformasi Oleh karena itu dalam menghadapi perkembangan dan perubahan jaman. 6. Partisipasi sosial. Sebagai advokasi bagi masyarakt yang “teraniaya”. Keadilan sosial (social justice). Kualitas SDM yang belum memadai karena pendidikan yang belum merata 2. Masih Kondisi Pemutusan ekonomi rendahnya nasional Kerja yang (PHK) pendidikan belum sepihak stabil dalam politik pasca krisis yang masyarakat moneter besar yang sama tanpa kecuali.

dan bentuk organisasi-organsasi lainnya. Rangkuman Materi 2 1. 2. menjalani. mahasiswa bukannya tidak mengetahui terjemahan community workers yang secara harafiah bisa di-Indonesiakan menjadi para pekerja (sosial) masyarakat. saya yakin. EDI SUHARTO MSC PENGANTAR Ketika mahasiswa memberikan judul orasi ilmiah: “Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Yang Berkeadilan”. Karakteristik masyarakat madani adalah : (1) Free public (2) (3) (4) (5) Keadilan (6) (7) Supremasi hukum sphere (ruang publik yang bebas) Demokratisasi Toleransi Pluralisme justice) sosial sosial Partisipasi (social MASYARAKAT MADANI: AKTUALISASI PROFESIONALISME COMMUNITY WORKERS DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERKEADILAN DR. Masyarakat madani akan terwujud apabila suatu masyarakat telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dengan baik. Namun saya juga tahu bahwa istilah pekerja sosial masyarakat telah mengalami erosi dan degradasi makna. kalangan bisnis. Saya yakin mahasiswa keberatan dengan istilah itu karena pekerja sosial masyarakat bisa menunjuk pada para pekerja sosial volunteer sebagai kontraposisi dari pekerja sosial profesional. misalnya berupa perjanjian. Masyarakat madani pada dasarnya merupakan suatu ruang yang terletak antara negara di satu pihak dan masyarakat di pihak lain. dan mamaknai kehidupannya.5. dalam . Rukun Warga. Mayarakat madani (civil society) dapat diartikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun. 3. Ada dua kata yang langsung masuk ke pusat kesadaran saya: yakni mengenai kata community workers dan kedua mengenai kata masyarakat madani yang berkeadilan. Mengapa istilah community workers tidak dicarikan padanannya dalam bahasa Indonesia? Mengapa istilah masyarakat madani harus disertai dengan kata “yang berkeadilan”? Saya mencoba memahami. Dalam ruang lingkup tersebut terdapat sosialisasi warga masyarakat yang bersifat sukarela dan terbangun dari sebuah jaringan hubungan di antara assosiasi tersebut. Lantas bagaimana soal masyarakat madani yang berkeadilan? Apakah jika istilah “masyarakat madani” tanpa tambahan kata sifat “yang berkeadilan” memiliki arti yang berbeda atau setidaknya tidak sesuai dengan arti “masyarakat madani” yang sejati? Untuk soal ini saya mencoba menerkanerka. Mungkin mahasiswa tahu bahwa ternyata makna masyarakat madani bisa merosot menjadi sebuah makna masyarakat lain yang tidak sejalan dengan visi dan misi civil society. Atau mungkin mahasiswa ingin menunjukkan sebuah makna baru dari istilah masyarakat madani? Yang ingin saya tunjukkan dari paparan di atas adalah bahwa memang masih banyak tantangantantangan yang dihadapi oleh pekerja sosial. c. Soal community workers. Rukun Tetangga. khususnya community workers. koperasi.

Menuut Giddens (2000:9):Ciri-ciri Neoliberalisme adalah:           Pemerintah minimal. Pemerintahan Reagan dan Thatcher mendasarkan diri pada gagasan ini dan menganut skeptisisme liberal klasik mengenai peran negara. Kemudian akan mencoba mengusulkan sebuah pandangan baru. Negara kesejahteraan (welfare state) yang komprehensif: melindungi warga negara “sejak lahir sampai mati”. Nasionalisme tradisional. Apabila Demokrasi Sosial Klasik cenderung pro pemerintah. Demokrasi Sosial Klasik. Negara memiliki kewajiban untuk menyediakan segala yang tidak bisa diberikan oleh pasar. Tantangan-tantangan tersebut masih belum beranjak dari persoalan epistemologi. Manajemen permintaan Keynesian dan korporatisme. pelopor konsevatisme di Inggris. menyatakan dengan jelas ketidaksukaannya kepada negara. Kekuatan publik dalam masyarakat demokratis adalah representasi dari kehendak kolektif. Negara kesejahteraan sebagai jaring pengaman Modernisasi linear. Apalagi tantangan-tantangan dalam kaitannya dengan tujuan profesionalismenya. Pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal. Modernisasi linear. 1. Egalitarianisme yang kuat. Jika perluasan perannya terlalu jauh dapat mematikan kebebasan dan kemandirian. Intinya peran negara tidak dibenarkan secara ekonomis dan harus digantikan oleh superior pasar. yaitu Demokrasi Sosial Klasik dan Neoliberalisme (lihat Giddens. Termasuk dalam dunia dwikutub (bipolar). Peran pasar yang dibatasi: ekonomi sosial atau campuran. . maka ciri utama Neoliberalisme adalah memusuhi pemerintah. Demokrasi Sosial Klasik atau Demokrasi Sosial Gaya Lama memandang pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak dampak negatif. Kesadaran ekologis yang rendah. yang oleh Anthony Gidden disebut sebagai “Jalan Ketiga”. Dengan sedikit modifikasi pada judulnya. 2. Intervensi pemerintah dalam perekonomian dan sektor-sektor kemasyarakatan adalah mutlak diperlukan. Penerimaan ketidaksamaan. Secara ringkas.mengaktualisasikan jati dirinya. Msyarakat madani yang otonom Fundamentalisme pasar. Edmund Burke. Kemudahan pasar tenaga kerja. Giddens (2000:8) memberikan ciri-ciri Demokrasi Sosial Klasik:             Keterlibatan negara yang cukup luas dalam kehidupan ekonomi dan sosial. yakni mewujudkan masyarakat madani. kita tengok secara sepintas dua paradigma besar yang menjadi dasar perdebatan mengenai masyarakat madani. Kesadaran ekologis yang rendah. 2000: 8-17). Otoritarianisme moral dan individualisme ekonomi yang kuat. DUA PARADIGMA Untuk memahami akar pengertian masyarakat madani ada baiknya. Neoliberalisme Neoliberalisme dikenal juga dengan Thatcherisme (Margaret Thatcher adalah mantan PM Inggris yang sangat setia mengikuti faham neoliberalisme semasa berkuasa). Negara mendominasi masyarakat madani Kolektivisme. Internasionalisme. Faham ini percaya bahwa semua ini dapat diatasi lewat intervensi negara terhadap pasar. sebagian besar dari makalah ini ingin mencoba menyingkap tirai itu.

sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. 2. . 6. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. civil responsibility dan civil resilience). dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan programprogram pembangunan di wilayahnya. 5. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. yakni adanya democratic governance (pemerinthana demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. dan kelompok dalam masyarakat. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasiorganisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. 7. maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan programprogram pembangunan yang berbasis masyarakat. Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. Termasuk dalam dunia dwikutub.” Merujuk pada Bahmueller (1997). Adanya hak. taken for granted. Bila kita kaji. terbuka dan terpercaya. Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter. hukum. Adanya jaminan. diantaranya: 1. Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. 4. Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan.  Teori realis tentang tatanan internasional. 3. masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. 3. Apabila diurai. 7. 5. keluarga. 4. Menurut Blakeley dan Suggate (1997). Dari beberapa ciri tersebut. 6. 2. yang hampa udara. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya. ada beberapa karakteristik masyarakat madani. masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil. dua kriteria tersebut menjadi tujuah prasyarat masyarakat madani sbb: 1. MASYARAKAT MADANI Masyarakat madani merupakan konsep yang berwayuh wajah: memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Namun demikian.

Pluralisme menghindari penyeragaman. yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan.” Sebaliknya. organisasional. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. Karena. Pluralisme kosmopolitan. yaitu: Politik Jalan Ketiga dan Program Jalan Ketiga (Giddens. “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1. Secara struktural. diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya. 1992). Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. seperti kata Kleden (2000:5). Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan.Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. . Konservatisme filosofis. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. 2000: 76-80): Politik Jalan Ketiga:            Persamaan Perlindungan atas mereka yang lemah. Dengan kata lain. Pada tingkat organisasi. Agenda Jalan Ketiga dapat dijadikan pedoman oleh para community workers dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya di masyarakat. dan struktural. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumber-sumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. Tak ada otoritas tanpa demokrasi. Tak ada hak tanpa tanggungjawab. 2. Elitisme dan communalisme. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. Keluarga demokratis. Pada tingkat individu. Kebebasan sebagai otonomi. rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. Sementara itu komunalisme adalah perasaan superioritas yang berlebihan terhadap kelompoknya sendiri dan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus diwaspadai dan kalau perlu dibinasakan. Masyarakat madani yang aktif. Program Jalan Ketiga: Negara demokratis baru (negara tanpa musuh). Pluralisme versus rasisme. Dalam garis besar agenda itu mencakup dua hal. meritokrasi dan keadilan sosial. AGENDA JALAN KETIGA Bagaimana mewujudkan masyarakat madani yang berkeadilan. Sentralisme versus lokalisme. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. 3. ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley. kekuasaan dan prestise.

2 007 MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI Demokratisasi Pendidikan MENUJU MASYARAKAT MADANI MELALUI DEMOKRATISASI PENDIDIKAN Oleh Husaini Usman Abstrak: Hasil pemikiran ini mencoba menawarkan konsep-konsep baru tentang masyarakat madani ditinjau dari sudut: ontologi. melalui masyarakat madani akan timbul inovasi-inovasi pendidikan. Kesamaan sebagai inklusi. Seperti kata adagium: visi tanpa aksi adalah mimpi. penulis melanjutkan studi S2 di Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok dan memperoleh MSc pada tahun 1994. Demokrasi kosmopolitan Startegi untuk menjalankan Agenda Jalan Ketiga meliputi empat hal (lihat Blakeley dan Suggate. Setelah menamatkan Sarjana Pekerjaan Sosial di STKS Bandung tahun 1990. masyarakat madani dicapai melalui tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui demokratisasi pendidikan. masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis. 1997): 1. Bangsa kosmopolitan. 4. aksiologi. Di samping itu. 2. Secara epistemologis. Penulis. Kesejahteraan positif. Makalah disajikan pada Orasi Ilmiah dalam Pembentukan HIMA Jurusan Pengembangan Sosial Masyarakat (PSM) STKS Bandung. masyarakat madani bertujuan untuk meredam berbagai tuntutan reformasi baik dari dalam maupun luar negeri. 3. Sejatinya. kebebasan berorganisasi dan menyatakan pendapat. Peningkatan partisipasi masyarakat. Secara ontologis. Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Strategi ini meliputi desentralisasi pembuatan keputusan dan peningkatan program-program pengembangan masyarakat yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merealisasikan kepentingan-kepentingannya. Area of interest-nya antara lain: Poverty. Community Development. CATATAN 1. sedangkan aksi tanpa visi adalah kegiatan sehar-hari. Negara berinvestasi sosial (social investemnt state). 2. penetapan struktur-struktur hukum bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Peningkatan investasi-investasi sosial dan pendistribusian pelayanan-pelayanan sosial dasar yang lebih luas dan adil. penulis baru saja kembali dari New Zealand setelah memperoleh PhD dari Massey University. adalah staf pengajar STKS dan UNPAS Bandung. Secara aksiologi. Senin 21 Oktober 2002. Social Work Research. Pada tahun 2002 belum lama ini. The Urban Informal Sector. JULY 18. EDNESDAY. Peningkatan masyarakat dan perlindungan hak azasi manusia. Membangun masyarakat dalam membantu pencapaian tujuan-tujuan pemerintah. Dengan .       Ekonomi campuran baru. yang lahir di Jatiwangi. dan epistemologi. Social Planning dan Social Policy. agenda utama bagi para community workers dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadilan adalah mengetahui visi dan makna yang sesungguhnya dari community workers dan masyarakat madani. Majalengka tanggal 6 Nopember 1965. Strategi ini ditujukan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan dan praktek-praktek pemerintahan yang menjamin konsultasi dan pengakuan hakiki terhadap fungsi-fungsi organisasiorganisasi lokal.

dan dapat memimpin (capable). Perspektif pendidikan penting untuk dikaji mengingat konsep masyarakat madani sebenarnya merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional. pendidikan menjadi soko guru dalam mewujudkan masyarakat madani. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Artikel ini membatasi pembahasannya pada pencapaian tujuan jangka panjang masyarakat madani melalui demokratisasi pendidikan. memiliki pengetahuan dan keterampilan. masyarakat yang demokratis. baik yang berjangka pendek maupun yang berjangka panjang. dapat diterima (acceptable). Berbagai upaya perlu dilakukan dalam mewujudkan masyarakat madani. Kata kunci: masyarakat madani." Melihat kelengkapan tujuan pendidikan nasional tersebut seharusnya proses pendidikan dapat mencapai tujuan tersebut sepenuhnya. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik sehingga peserta didik tidak terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. dalam praktiknya ternyata tujuan pendidikan nasional tersebut belum sepenuhnya tercapai. Proses ini ditandai dengan munculnya tuntutan kaum reformis untuk mengganti Orde Baru yang berusaha mempertahankan tatanan masyarakat yang status quo menjadi tatanan masyarakat yang madani. Untuk jangka panjang antara lain adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berwawasan dan berperilaku madani melalui perspektif pendidikan. "pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Hal itu . Pendahuluan Ungkapan lisan dan tulisan tentang masyarakat madani semakin marak akhir-akhir ini seiring dengan bergulirnya proses reformasi di Indonesia. inovasi pendidikan. Untuk mewujudkan masyarakat madani tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Husaini Usman adalah Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Dosen Jurusan I. Untuk yang berjangka pendek dilaksanakan dengan memilih dan menempatkan pemimpin-pemimpin yang dapat dipercaya (credible). Namun.demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajar. demokrasi pendidikan *) Dr. Namun. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa. Jadi. memerlukan proses panjang dan waktu serta menuntut komitmen masing-masing warga bangsa ini untuk mereformasi diri secara total dan konsisten dalam suatu perjuangan yang gigih. kesehatan jasmani dan rohani. Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Mulder (1999) memberikan dugaan bahwa Indonesia masih akan jauh dari pembentukan masyarakat madani karena demokratisasi pendidikan belum berjalan lancar. sistem pendidikannya masih menerapkan faham kekuasaan. 2. Pembahasan Seligman seperti yang dikutip Mun‟im (1994: 6) mendefinisikan istilah civil society sebagai seperangkat gagasan etis yang mengejawantah dalam berbagai tatanan sosial. "sampai sejauh mana pemahaman kita tentang makna masyarakat madani (ontologinya)?. Dalam hal ini. apakah manfaat mewujudkan masyarakat madani itu?. bagaimanakah arah reformasi dan inovasi pendidikan harus dilakukan?. nilai-nilai manfaat apa yang diperoleh dengan terbentuknya masyarakat madani (aksiologinya)?. Namun. sejak itu pula upaya untuk mewujudkan masyarakat madani telah "menggoda" dan memotivasi para pakar pendidikan untuk menata dan mencari masukan guna mewujudkan masyarakat madani yang dimaksud. Hefner (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah impian (dream) suatu komunitas tertentu. yang kemudian diikuti oleh Nurcholis Madjid (Mahasin. Tentu saja pemikiran konseptual ini akan dapat dioperasionalisasikan di lapangan secara kontekstual setelah melalui pengujian empiris yang profesional. dan belum memperhatikan aspirasi kemajemukan peserta didik secara memadai. masih terlalu berbau feodal. karena formatnya pun belum jelas. dan negara. Hefner meragukan upaya bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat madani yang diharapkannya. dan yang paling penting dari gagasan ini adalah usahanya untuk menyelaraskan berbagai konflik kepentingan antarindividu. Senada dengan pendapat Hefner tersebut. maka pada kesempatan ini pembahasan dibatasi pada apakah makna masyarakat madani itu. Mengingat banyaknya masalah yang dihadapi dalam mewujudkan masyarakat madani. bagaimana kekuasaan dan kepentingan pribadi atau golongan tidak menggoda untuk menunda demokratisasi pendidikan?. pihak-pihak yang skeptis meragukan keberhasilan bangsa Indonesia mewujudkan masyarakat madani. dan bagaimana pemecahan masalahnya atau bagaimana cara melaksanakan demokratisasi pendidikan untuk mewujudkan masyarakat madani (epistemologinya)?. Oleh karena itu. bagaimanakah agar demokratisasi pendidikan itu berjalan mulus tanpa hambatan dan penyimpangan?. Jika reformasi dan inovasi pendidikan memang mendesak untuk dilakukan dan agar kita memiliki andil dalam membentuk dan menghadapi masyarakat madani. masyarakat. dan bagaimana cara mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan demokratisasi pendidikan? Artikel ini mencoba mengungkapkan pemikiran yang menawarkan konsep-konsep baru masyarakat madani yang mungkin dapat dijadikan masukan dalam mewujudkan masyarakat madani melalui perspektif pendidikan. Sedangkan civil society menurutHavel seperti yang dikutip Hikam (1994: 6) ialah rakyat sebagai warga negara yang mampu belajar tentang aturan-aturan main . Sejak digulirkannya istilah masyarakat madani pada tahun 1995 oleh Datuk Anwar Ibrahim.mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum sepenuhnya mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut sehingga timbullah gagasan untuk membentuk masyarakat madani termasuk di masyarakat kampus. maka permasalahannya antara lain adalah. 1995: ix).

Sebaliknya. yang masih membawa citranya yang kasar. dan sifat-sifat negatif lainnya. kata civil society dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. dan sejenisnya. Katacivil society sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu civitas dei yang artinya kota Illahi dan society yang berarti masyarakat. dicecal. Secara normatif-politis. Pendek kata. 1999: 15-16). lawan dari kata atau istilah masyarakat nonmadani adalah kaum pengembara. Konsepsi seperti ini menurut Madjid seperti yang dikutip Mahasin (1995: x) pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukan oleh masyarakat kota Arab. tuntutan perjuangan transformasi menuju masyarakat madani pada era reformasi ini tampaknya sudah tak terbendungkan lagi dengan tokoh utamanya adalah Amien Rais dari Yogyakarta. masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. sering dan suka menindas. civil society. Lebih lanjut ditambahkan oleh Suwardi (1999:67) bahwa ada satu hal yang perlu dipahami yaitu masyarakat madani bukanlah masyarakat yang bebas dari senjata atau ABRI (sekarang TNI). berwawasan pengetahuan yang sempit. badawah. Keadaan masyarakat nonmadani ini menurut Suwardi (1999:67) seperti yang ditunjukan oleh perilaku manusia Orde Baru yakni pada saat itu ada mitos bahwa hanya Soeharto saja yang mampu memimpin bangsa dengan menggunakan kekuatan ABRI untuk mempertahankan staus quo. semakin dijauhkan dari demokrasi. Gellner (1995:2) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud manakala terjadi tatanan masyarakat yang harmonis. Jiwa demokrasi Soeltan Syahrir ternyata harus menghadapi kekuatan represif baik dari rezim Orde Lama di bawah pimpinan Soekarno maupun rezim Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto. Perjuangan masyarakat madani di Indonesia pada awal pergerakan kebangsaan dipelopori oleh Syarikat Islam (1912) dan dilanjutkan oleh Soeltan Syahrir pada awal kemerdekaan (Norlholt. civil society tidak berkebalikan dengan masyarakat pimpinan TNI seperti yang banyak diasumsikan orang awam. Gerakan penguatan civil society merupakan gerakan untuk merekonstruksi ikatan solidaritas dalam masyarakat yang telah hancur akibat kekuasaan yang monolitik. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan. ditakuttakuti.melalui dialog demokratis dan penciptaan bersama batang tubuh politik partisipatoris yang murni. perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani. masyarakat puritan. Oleh sebab itu. yang bebas dari eksploitasi dan penindasan. Gellner seperti yang dikutip Mahasin (1995: ix) menyatakan bahwa masyarakat madani sebagai terjemahan bahasa Inggris. . Dari kata civilakhirnya membentuk kata civilization yang berarti peradaban. Oleh karena itu. banyak memainkan kekuasaan dan kekuatan. Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. tradisional penuh mitos dan takhayul. inti strategi ini adalah usaha untuk memulihkan kembali pemahaman asasi bahwa rakyat sebagai warga negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban kepada para penguasa atas segala yang mereka lakukan atas nama pemerintah. diganggu kebebasannya.

angan-angan. Kata madaniy berakar dari kata kerja madanayang berarti mendiami. Konsep masyarakat madani menurut Madjid (1997: 294) kerapkali dipandang telah berjasa dalam menghadapi rancangan kekuasaan otoriter dan menentang pemerintahan yang sewenang-wenang di Amerika Latin. melainkan juga sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Istilah madani menurut Munawir (1997: 1320) sebenarnya berasal dari bahasa Arab. penuh persaingan dan perbedaan. 1999: 4). orang sipil. berbicara. pluralistik. Eropa Selatan. Istilah civil society sudah ada sejak Sebelum Masehi. Dalam masyarakat madani. memihak yang lemah. dan yang bersifat sipil atau perdata. Dalam keadaan seperti ini. harmonis. Masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamadhun (masyarakat yang berperadaban) yang diperkenalkan oleh Ibn Khaldun dan konsep Al Madinah al fadhilah (Madinah sebagai Negara Utama) yang diungkapkan oleh filsuf Al Farabi pada abad pertengahan. maka kota difahami bukan hanya sekedar konsentrasi penduduk. Masyarakat madani yang mereka harapkan adalah masyarakat yang lebih terbuka. Dengan demikian. tuntutan masyarakat madani di dalam negeri oleh kaum reformis yang anti status quo menjadi semakin besar. berserikat dan berekspresi. Hall (1998: 1) menyatakan bahwa masyarakat madani identik dengan civil society. civil society. tinggal. Civil society menurut Cicero ialah suatu komunitas politik yang beradab seperti yang dicontohkan oleh masyarakat kota yang memiliki kode hukum sendiri. bayangan. artinya suatu gagasan. Orang yang pertama kali mencetuskan istilah civil society ialah Cicero (106-43 SM). mandiri. kompleks. atau membangun. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang artinya beradab. sebagai orator Yunani Kuno. jujur. orang kota. 1999: 16). menjamin kebebasan beragama. Mereka akhirnya mampu mengatasi dan berpartisipasi dalam kondisi global. adil. istilah madaniy dalam bahasa Arabnya mempunyai banyak arti. Istilah masyarakat madani selain mengacu pada konsep civil society juga berdasarkan pada konsep negara-kota Madinah yang dibangun Nabi Muhammad SAW pada tahun 622M. pelaku sosial akan berpegang teguh pada peradaban dan kemanusiaan. menjamin hak kepemilikan dan menghormati hakhak asasi manusia (Farkan. Dalam memasuki milenium III. Masyarakat madani menurut Rahardjo seperti yang dikutip Nurhadi (1999: 9) ialah masyarakat yang beradab. madaniy.Rahardjo (1997: 17-24) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. cita-cita suatu komunitas yang dapat terejawantahkan ke dalam kehidupan sosial. Hefner (1998: 16-20) menyatakan bahwa masyarakat madani merupakan masyarakat modern yang bercirikan kebebasan dan demokratisasi dalam berinteraksi di masyarakat yang semakin plural dan heterogen. dan Eropa Timur. masyarakat diharapkan mampu mengorganisasikan dirinya dan tumbuh kesadaran diri dalam mewujudkan peradaban. dan desentralistik dengan partisipasi politik yang lebih besar (Nordholt. Dengan konsep civility (kewargaan) danurbanity (budaya kota). .

Perbedaan yang tampak jelas adalah civil society tidak mengaitkan prinsip tatanannya pada agama tertentu. menjunjung tinggi etika dan moralitas. Konsep masyarakat madani menurut Islam adalah bangunan politik yang: demokratis. komparasi. Hal ini mendukung pendapat Suryadi (1999: 23) dan Daliman (1999: 78) yang intinya menyatakan bahwa untuk mewujudkan masyarakat madani diperlukan proses dan waktu serta dituntut komitmen masing-masing warganya untuk mereformasi diri secara total dan selalu konsisten dan penuh kearifan dalam menyikapi konflik yang tak terelakan. Indonesia akan mendapat tekanantekanan politik dan ekonomi dari PBB. golongan. dari luar negeri. Demokrasi memiliki konsekuensi luas di antaranya menuntut kemampuan partisipasi masyarakat dalam sistem politik dengan organisasi-organisasi politik yang independen sehingga memungkinkan kontrol aktif dan efektif dari masyarakat terhadap pemerintah dan pembangunan. dan masyarakat yang tinggal di suatu kota atau berfaham masyarakat kota yang pluralistik. ras. konsistensi. Guna mewujudkan masyarakat madani dibutuhkan motivasi yang tinggi dan partisipasi nyata dari individu sebagai anggota masyarakat. dan hak asasi. IMF. Ciri utama masyarakat madani adalah demokrasi. toleransi. Tuntutan terhadap aspek ini sama pentingnya dengan kebutuhan akan toleransi sebagai instrumen dasar lahirnya sebuah konsensus atau kompromi. partisipasi. ketidakadilan pembagian "kue bangsa" antara pusat dan daerah. Manfaat yang diperoleh dengan terwujudnya masyarakat madani ialah terciptanya masyarakat Indonesia yang demokratis sebagai salah satu tuntutan reformasi di dalam negeri dan tekanantekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. ditambahkan oleh Daliman (1999: 78-79) bahwa dengan terwujudnya masyarakat madani. Dengan demikian. dan lain sebagainya. Bila masyarakat Indonesia tidak demokratis. potensi. Bank Dunia. sedangkan masyarakat madani (al-madaniy) jelas mengacu pada agama Islam. kekhawatiran akan terjadinya disintegrasi bangsa dapat dicegah. Di lain pihak. diharapkan dapat diselesaikan secara arif. menurut Suwardi (1999: 66) melalui masyarakat madani akan mendorong munculnya inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan. dan negara-negara penganut faham . partisipatoris. tuntas. Dengan mengetahui makna madani. terbuka. agama. direkayasa dan dicarikan kambing hitamnya. emansipasi. kemiskinan. etnik. motivasi. menghormati dan menghargai publik seperti: kebebasan hak asasi. namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. partisipasi. maka istilah masyarakat madani secara mudah dapat difahami sebagai masyarakat yang beradab. maka Indonesia akan mendapat tekanan-tekanan politik dari kaum reformis di dalam negeri. kebodohan. keadilan sosial. dan melegakan semua pihak.Berdasarkan pendapat di atas. sinkronisasi. integrasi. aspirasi. dan sekaligus masyarakat sebagai pelaku ekonomi pasar. Selanjutnya. suatu prakondisi untuk dapat mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat. koordinasi. masyarakat sipil. maka persoalan-persoalan besar bangsa Indonesia seperti: konflik-konflik suku. Di samping itu. kesenjangan sosial. saling curiga serta ketidakharmonisan pergaulan antarwarga dan lain-lain yang selama Orde Baru lebih banyak ditutup-tutupi. simplifikasi. dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani pada prinsipnya memiliki makna ganda yaitu: demokrasi. transparansi.

Pemecahan Masalah Salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah dengan melakukan demokratisasi pendidikan. toleransi umat beragama. 3. 1999: 23). Dengan demokrasi. Sementara ini. terbiasa bergaul dengan rakyat. rakyat boleh berharap bahwa masa depannya ditentukan oleh dan untuk rakyat. Tujuan demokratisasi pendidikan ialah menghasilkan lulusan yang merdeka. maka kerusuhan sosial akan semakin meningkat yang pada gilirannya membahayakan stabilitas nasional dan dikhawatirkan akan terjadi disintegrasi bangsa. saling mengasihi sesama umat. Masyarakat dan generasi muda yang mampu membangun masyarakat madani dapat dipersiapkan melalui pendidikan (Hartono. terbiasa mendengar dengan baik dan menghargai pendapat orang lain. Jika ekonomi kita semakin terpuruk. menegakkan hukum dan peraturan yang berlaku secara konsisten dan berbudaya (Hartono. Dengan demikian.demokratis. Marzuki (1999: 50) menyatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan masyarakat madani adalah melalui jalur pendidikan. Generasi penerus merupakan anggota masyarakat madani di masa mendatang. maka karakteristik masyarakat madani cocok diterapkan di Indonesia sehingga persatuan dan kesatuan. Senada dengan pendapat Hartono tersebut. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa ciri utama masyarakat madani Indonesia adalah demokrasi yang menjunjung tingi nilai-nilai kemanusiaan. sedangkan demokratisasi ialah proses menuju demokrasi. penuh toleransi. demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dengan kekuasaan di tangan rakyat. mereka perlu dibekali cara-cara berdemokrasi melalui demokratisasi pendidikan. sama- . baik di sekolah maupun di luar sekolah. Generasi penerus sebagai anggota masyarakat harus benar-benar disiapkan untuk membangun masyarakat madani yang dicita-citakan. Dalam perkembangannya. demokrasi mendapat sambutan yang luar biasa di dalam hati sanubari rakyat karena demokrasi lebih berpihak kepada rakyat. berpikir kritis dan sangat toleran dengan pandangan dan praktik-praktik demokrasi (Suryadi. Jika Bank Dunia dan IMF tidak memberikan bantuannya. Konsep demokrasi memberi keyakinan bahwa unsur-unsur rakyat senantiasa menjadi faktor utama yang dilibatkan dalam pemerintahan. maka ekonomi kita akan semakin terpuruk di mata internasional. menumbuhkan keberanian moral yang tinggi. ekonomi kita masih sangat bergantung pada pinjaman Bank Dunia dan IMF. Oleh karena itu. Oleh karena itu. demokratisasi pendidikan berguna untuk menyiapkan peserta didik agar terbiasa bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat secara bertanggung jawab. 1999: 55). Di samping itu. dan persamaan hak akan menjadi lebih terjamin. mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang khas sebagai unity dandiversity. 1999: 55). Jadi. demokrasi bermakna semakin spesifik lagi yaitu fungsifungsi kekuasaan politik merupakan sarana dan prasarana untuk memenuhi kepentingan rakyat. persaudaraan. masyarakat yang mempunyai faham keagamaan yang berbeda-beda. turut bertanggung jawab (melu angrungkebi). Demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata demos (rakyat) dan kratos(pemerintahan). ikut merasa memiliki (melu handarbeni).

sampai kebutuhan yang diharapkan dunia kerja. Demokratisasi pendidikan tidak harus dimulai dari sistem pendidikan berskala nasional. tanpa harus melupakan hari kemarin. kebudayaan teman dan guru. dan mempelajari kehidupan masyarakat. maka demokratisasi pendidikan yang telah dialaminya akan mengajarkan kepadanya bahwa seseorang penguasa tidak boleh terserabut dari budaya dan rakyatnya. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas usaha bisnisnya. pemilihan metode. Upaya ke arah ini dapat ditempuh melalui demokratisasi pendidikan. dan sejumlah kemajemukan lainnya (Vaizey. Contoh-contoh tersebut di atas menggambarkan bahwa dalam melakukan inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu diperhatikan masalah-masalah pragmatik yakni mulai dari pemilihan materi ajar. kemampuan sosial-ekonomi teman dan guru. suka dan duka bersama.sama merasakan suka dan duka dengan masyarakatnya (padhasarasa). Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat bisnis. demokrasi pendidikan dapat diarahkan pada pembaharuan kultur dan norma keberadaban. Jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat nelayan. pemimpin harus senantiasa mengadakan kontak dengan rakyatnya. pemilihan evaluasi hasil belajar. Pernyataan ini mendukung pendapat Suwardi (1999: 66) yang menyatakan bahwa sistem pendidikan yang selalu mengandalkan kekuasaan pendidik. menghilangkan kesedihan dan penderitaan-penderitaan atas kerugian-kerugian yang dialami rakyatnya. Hal ini cukup beralasan karena pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. Hal ini juga dinyatakan oleh Barnadib (1997: 1) bahwa pendidikan memang sebagai upaya mengembangkan kemanusiaan dan pengalihan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam proses PBM di kelas. penentuan tujuan. Bahkan akan lebih efektif kalau dimulai dari sistem pendidikan berskala lokal berupa pendidikan di dalam kelas. Pelaksanaan demokratisasi pendidikan di kelas harus mampu membawa peserta didik untuk menghargai kemampuan teman dan guru. mengenal dan peka terhadap tuntutan hati nurani rakyatnya. Itulah sebabnya pengajaran pragmatik yaitu . dan seterusnya. output lulusan. Di samping itu. Kelak jika generasi penerus ini menjadi pemimpin bangsa. Sebagai contoh jika peserta didik kebanyakan berlatar belakang masyarakat petani. tanpa memperhatikan pluralisme subjek didik. sebab menurut Zamroni (1997: 1) hal ini merupakan inti dari proses pendidikan. 1976: 115). sudah saatnya harus diinovasi agar tercipta masyarakat madani. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian. maka orang tua atau keluarganya cenderung menuntut hasil nyata dari pendidikan anaknya agar mampu meningkatkan produktivitas hasil perikanannya. menurut Battle seperti yang dikutip Shannon (1978: 32) demokratisasi pendidikan dalam PBM juga dapat ditempuh dengan mengajarkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia sekarang yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik dan masyarakatnya (pragmatisme).

Oleh sebab itu. Asumsi pendidikan pragmatik diturunkan dari pemeo klasik yang dikemukakan Rodrigues dan Badaczewski (1978: 278) yang menyatakan. objektif. Sebagai fasilitator. pendidik harus selalu memberikan dorongan agar peserta didiknya bersemangat dalam menuntut ilmu. dan revisi) terhadap semua informasi yang telah diterimanya. Revisi berarti terbuka untuk memperbaiki gagasan-gagasannya setelah mendapat masukan yang konstruktif dari pihak lain. perlu ada keseimbangan antara keterampilan operasional dengan kemampuan konseptual sehingga tercipta sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan global dan sekaligus bertindak lokal. berbeda aspirasi dan pendapat. Dalam proses pengajaran pragmatik. dinamisator. melainkan harus ada tindakan nyata dari hasil pemikirannya. Biarlah peserta didik itu sendiri yang melakukan SITR (seleksi. kebebasan berinisiatif. pendidikan hanya akan menciptakan bangsa tukang dan bukan bangsa pemikir. Dalam pendidikan pragmatik yang bersifat profesional diakui bahwa kelemahan pendidikan sematamata hanya untuk menyiapkan tenaga kerja yang sifatnya praktis. dan keadilan dalam pendidikan akan terakomodasi. Dengan adanya kesetaraan ini. Freire (1984: 24) menyarankan upaya untuk mencapai demokratisasi pendidikan yang berwawasan adalah dengan menciptakan kebebasan interaksi antara pendidik dengan peserta didiknya dalam PBM di kelas. Intervensi pendidik adalah sebagai fasilitator.pengajaran yang menekankan pada aspek fungsi akan menjadi salah satu alternatif pencapaian pengajaran yang berwawasan kemanusiaan dan peradaban. tranformasi. Kalau demikian halnya. namun biarkan peserta didik itu sendiri yang memanfaatkan informasi (air) itu. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam bentuk egaliter dan kesetaraan (equity). Bahkan Wahid seperti yang dikutip Freire (1994: xv) telah meyakinkan kita bahwa pendidikan memang merupakan wahana . pendidik harus berusaha menciptakan iklim PMB yang dialogis dan berorientasi pada proses. pendidik tidak hanya menerapkan pendidikan pragmatik melainkan juga pendidikan yang bersifat akademik yang bertugas menciptakan pemikir-pemikir bangsa yang sifatnya teoritis. Sebagai dinamisator. di dalam PBM yang pragmatik akan tercipta suasana kondusif bagi demokratisasi pendidikan. Oleh sebab itu. "Kita boleh membawa kuda masuk ke sungai. mediator. pendidik harus memberikan rambu-rambu atau arahan agar peserta didik bebas belajar. Sebagai motivator. interpretasi. Tranformasi berarti mampu mengemasnya kembali dengan bahasanya sendiri dan menawarkan gagasan-gagasan baru ke pihak lain. Sebagai mediator. Oleh sebab itu. Seleksi berarti memilih informasi yang lengkap." Maknanya adalah pengajar (kita) hanya bisa memberikan dorongan (tut wuri handayani) kepada peserta didik (kuda). pendidik tidak monopoli dalam memberi dan mencari informasi. dan relevan. Namun. pendidik harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba menemukan sendiri makna informasi yang diterimanya. Di samping tidak hanya teoritis. namun kita tidak mampu menyuruh kuda itu meminum air. PBM harus terbuka dan penuh dialog yang sehat dan bertanggung jawab antara pendidik dengan peserta didik. dan motivator. Interpretasi berarti pemberian makna.

1998: 63). peserta didik mengerti dengan belajar dari pengalamannya sendiri. Hal serupa juga diakui Martadiatmadja (1986: 70-71) yang menyatakan bahwa jika pengajaran kurang pragmatik dan lebih menekankan pada pengajaran menghafal. perkembangan.terpenting untuk mencapai kemerdekaan (kebebasan). Padahal ranah afektif sama penting peranannya dalam membentuk perilaku peserta didik. materi. Komunikasi dalam demokratisasi pendidikan harus terjadi ke segala arah dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta (topdown) melainkan juga ada keseimbangannya yaitu dari peserta didik dengan pendidik dan antarpeserta didik sendiri (network). dan kaya dengan informasi baru. Orientasi pendidikan yang bersifat student oriented lebih menekankan pada pertumbuhan. media. Keadaan demikian terjadi karena kurangnya perhatian terhadap ranah afektif. dan kebutuhan peserta didik secara utuh baik lahir maupun batin. Pengajaran tidak harus top down namun diimbangi dengan bottom upsehingga tidak ada lagi pemaksaan kehendak pendidik tetapi akan terjadi tawar-menawar kedua belah pihak dalam menentukan tujuan. Sebaliknya. Bahkan menurut Suryadi dan Tilaar (1993: 196) akan menyuap peserta didik dengan berbagai . dan terampil. Teknik menghafal mendikte peserta didik untuk menggunakan sistem drill dan hanya akan menjejali materi dalam waktu singkat yang mungkin tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. PBM. Dalam hal ini kecerdasan otak memang penting. tetapi kepandaian dan kecerdasan intelektual tersebut kurang diimbangi dengan kecerdasan emosional. mengantuk. Dengan kebebasan ini menurut Russel (1998: 63) akan mewujudkan demokratisasi pendidikan. tetapi kecerdasan emosional juga tidak kalah pentingnya. dengan model komunikasi network. tibalah saatnya mengubah asas subject matter oriented ke student oriented. dan evaluasi hasil belajarnya. senang. Pengelolaan pengajaran yang ada memberi kesan terlalu berorientasi pada ipteks termasuk juga keterampilan motorik terlalu berorientasi pada teknis (Moeldjanto. Pendidik merupakan satu-satunya sumber belajar dengan otoritas yang sangat tinggi dan menganggap otak peserta didik bagaikan tong kosong yang siap diisi penuh dengan berbagai informasi darinya. bosan. selama ini terkesan bahwa pendidikan menganut asas subject matter oriented yang membebani peserta didik dengan informasi-informasi kognitif dan motorik yang kadang-kadang kurang relevan dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan psikologis mereka. Dengan asas ini dapat dihasilkan lulusan yang pandai. dalam mendukung pelaksanaan demokratisasi pendidikan. sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga pada peserta didik. dan lebih parah lagi peserta didik tidak mendapatkan informasi baru. Dalam suasana PBM yang demokratis terjadi egalitarian (kesetaraan atau sederajat dalam kebersamaan) antara pendidik dengan peserta didik. aktif. Guru cenderung tidak merasa capek. Dengan model komunikasi top down timbul kecenderungan pendidik akan merasa capek sementara peserta didik tidak mengerti. maka hal ini jelas kurang bermanfaat. Sekarang. Pendidikan yang menyangkut ranah kognitif sudah dijalankan dengan perhatian yang besar. pasif. Namun. cerdas.

minat. akibatnya peserta didik akan menjadi pembebekpembebek dan bukan menjadi manusia yang lebih beradab dan berbudaya melalui proses pendidikan tersebut. partisipasi. simplifikasi. Sejalan dengan pendapat tersebut di atas. konsistensi. potensi. maka akan terjadi interaksi yang sehat. Peserta didik ditantang menguji validitas pikirannya dengan argumentasi-argumentasi yang rasional dan jika mungkin berdasarkan hasil penelitian yang seksama. Kesimpulan Secara ontologis. Peserta didik boleh saja berpendapat. tidak merasa paling benar di kelasnya. Kondisi ini dimungkinkan akan terjadi dalam demokratisasi pendidikan. masyarakat madani bermakna ganda yaitu suatu tatanan masyarakat yang menekankan pada nilai-nilai: demokrasi. dan tujuan peserta didik. wajar. Dengan komunikasi struktural dan kultural antara pendidik dan peserta didik. Namun. untuk mewujudkan masyarakat madani dalam jangka panjang adalah dengan cara melakukan demokratisasi pendidikan. melalui masyarakat madani akan muncul inovasi-inovasi pendidikan dan menghindari terjadinya disintegrasi bangsa. dan hak asasi. Secara aksiologis. Inovasi pendidikan yang berkonteks demokratisasi pendidikan perlu memperhatikan masalah-masalah pragmatik. . Melalui demokratisasi pendidikan akan terjadi proses kesetaraan antara pendidik dan peserta didik di dalam proses belajar mengajarnya. integrasi. Secara epistemologis. aspirasi. menghargai pandangan dan harga diri orang lain. Peserta didik bukan saja memahami demokrasi tetapi juga menjalani latihan seperti berdebat. pendidik tidak harus merasa paling pandai di dalam kelasnya. masyarakat madani perlu segera diwujudkan karena bermanfaat untuk meredam berbagai tuntutan reformasi dari dalam negeri maupun tekanan-tekanan politik dan ekonomi dari luar negeri. toleransi. dalam pandangan Acarya (1991: 147-148) menyatakan bahwa demokratisasi pendidikan merupakan pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. transparansi. emansipasi. koordinasi. Peserta didik tidak memiliki kesempatan untuk mencari dan mencerna sendiri informasi sesuai dengan bakat dan minatnya. sinkronisasi. dan bertanggung jawab. motivasi. Menurut Taroepratjeka (1996: 3) pendidikan yang berkonteks pragmatik sedapat mungkin harus mampu menghargai bakat. Bila hal ini dilupakan. Demokratisasi pendidikan ialah pendidikan hati nurani yang lebih humanistis dan beradab sesuai dengan cita-cita masyarakat madani. Pengajaran yang kurang menekankan pada konteks pragmatik pada gilirannya akan menyebabkan peserta didik akan terlepas dari akar budaya dan masyarakatnya. dan bertindak sesuai dengan langkahnya sendiri dan mungkin saja berbeda dengan pendidiknya asalkan ada argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. merasa telah menang belajar satu malam dibandingkan dengan peserta didiknya. 4. Di samping itu.informasi yang tinggal ditelan saja. tetapi akan terjadi saling tukar informasi dan pengalaman dengan peserta didiknya. berperasaan. serta mematuhi aturan hukum yang diaplikasikan dalam setting diskusi. yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis. Dalam iklim PBM yang demokratis. komparasi.

. Cakrawala Pendidikan. A. Fiere. Bernas. Daliman. Al-Abrasyi.35. Surabaya: Pustaka Progresif. Hall. 1986. 1995. Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat Menuju Kebebasan (Terjemahan Hasan. 1987. G. Dinamika Budaya Pesisir dan Pedalaman: Menumbuhkan Masyarakat Madani. dan Bahry. 1991. 1995. 14 Mei. Dimensi Moral dalam Pendidikan Menuju Pembentukan Manusia Seutuhnya. Bandung: Mizan. 10 Oktober.A. A. Jakarta: Kanisius. Perubahan Orientasi Pendidikan Menuju Masyarakat Madani. R. 1 Tahun IX. 1999. H. M. Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berwawasan Kemanusiaan. Civil Society: Cultural Possibility of a Modern Ideal.A. Vol. I. Madjis. Jakarta: Gramedia. Munawir.A. I. New York: Longman. Hartono. dalam HMI dan KAHMI Menyongsong Perubahan Menghadapi Pergantian Zaman. Dalam Hefner (Editor). 1997. E. 1999. B. Mahasin. 1994. 1999. 29 Maret. 1998. A. Cakrawala Pendidikan.Cakrawala Pendidikan. J. Diterjemahkan: Hasan. 1984. 2. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam (Terjemahan Gani.) Jakarta: Bulan Bintang. Membangun Masyarakat Madani melalui Pendidikan Islam Sebuah Refleksi Pendidikan Nasional. 1998. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta.W. Barnadib. P. 3 March/April. 2. Piagam Medinah dan Idealisme Masyarakat Madani. Society. Al-Munawir: Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Majelis Nasional KAHMI. Hefner. Marzuki. 1998. XVIII No. A. Neo-Humanist Education. Masyarakat Madani dan Lawan-lawannya: Sebuah Mukadimah. Moeldjanto. I) Bandung: Mizan. N. Pendidikan sebagai Praktek Pembebasan. Gellner.Jakarta: Persatuan Ananda Marga Indonesia. XVIII No. XVIII No. Martadiatmadja. Demokrasi adakan Wacana Civil Society.W. Edisi Khusus Mei Th. No. 2.A. Democratic Civility: The History and Cross Cultural Possibility of a Modern Political Ideal.A. M. 1977. D. 1999. Republika. Hikam. Widya Darma. Reorientasi Pendidikan Sejarah melalui Pendekatan Budaya Menuju Transformasi Masyarakat Madani dan Integrasi Bangsa. No.Edisi Khusus Mei Th. Edisi Khusus Mei Th. Dalam Gneller.S.Membangun Masyarakat Sipil: Prasyarat menuju Kebebasan. Tantangan Dunia Pendidikan. Genealogies of Civility. Farkan. 1997.Pustaka Acuan Acarya.

Rahardjo. Russel. Makalah Seminar Regional Pengembangan Budaya Penelitian Multidisiplin dan Antardisiplin. Republika 20 September. Zamroni. 1978. Th. Pendahuluan . Rodrigues. dkk. 1 Tahun XVIII. 18 Mei. H. 1999. Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam Pembangunan Jangka Panjang Kedua.Z. A dan Tilaar. 1999. XVIII. 1996. Vaizey. Np. 2. dan Strategi Pendidikan Nasional.D.Jakarta: Gunung Agung. Pendidikan di Dunia Modern. A Guidebook for Teaching Literature. Maret. 1997. Demokratisasi Pendidikan dalam Pengajaran Pragmatik Sastra Sebagai Wahana Penciptaan "Masyarakat Madani" Cakrawala Pendidikan. 1998. Filosofi. Pendidikan dan Tatanan Sosial. Nordholt. Masyarakat Sipil sebagai Masyarakat Beradab.. 1999. 01. Kebijaksanaan. R & Badaczewski. Civil Society di Era Kegelisahan. Mimbar Pendidikan.Vol.S. Gagasan Baru dalam Pendidikan.A. Suwardi. 1999. Jurnal Pendidikan No. K. Analisis Kebijakan Pendidikan. Th. Demokratisasi Pendidikan Demokrasi. 1978. M.Terjemahan: Abadi. Edisi Khusus Mei. D. 3-4. Remaja Rosdakarya. 1997. J. Basis.R. H. Posted by Taufiq at 1:16 PM 0 comments KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA APARATUR NEGARA UNTUK MENDUKUNG MASYARAKAT MADANI PROF DR Sofian Effendi Badan Kepegawaian Negara Bahan presentasi didepan Peserta Kursus Adum Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 29 Agustus 1999 Daftar Isi I. B. A. Pembaharuan Pendidikan dan Penelitian Multidisiplin. Academika. No. Inc. 1967. 1994. Suryadi. Shannon. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 1993. A. D. Relevansi Iptek Profetik dalam Pembangunan Masyarakat Madani. Nurhadi.S. Suryadi. Jakarta: Depdikbud.A. N. Boston: Allyn and Bacon. Makalah Seminar Temu Alumni IKIP Yogyakarta.Mun’im. halaman 17-24.Jakarta: Mutiara. Bandung: PT. Taroepratjeka. Yogyakarta: 19-20 Mei. XV.

perubahan dalam sistem pemerintahan. perlu dikembangkan pemerintahan negara yang bersih. Pemerintahan Yang Bersih. I. pendidikan dan pelatihan. Indonesia diperkirakan akan mengalami beberapa perubahan strategik yang membawa implikasi terhadap sistem kepegawaiannya. hubungan antara pusat dan daerah serta dalam penyelengaraan pelayanan publik. Pendekatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) memandang keseluruhan siklus pengembangan kepegawaian -. Perubahan strategik tersebut adalah. Untuk mendukung terciptanya pemerintahan seperti itu diperlukan sistem kepegawaian negara baru yang dilandasi oleh kebijakan PSDM yang lebih holistik dan terintegrasi. Setelah Pemilu 1999. Pendekatan tata usaha kepegawaian terlalu sempit yang mendasari UU Nomor 8 tahun 1974 perlu ditinjau kembali karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan dinamika dan perkembangan masyrakat dan pemerintahan II.II. pengembangan kepegawaian negara akan . Penyempurnaan Undang Undang tersebut diperlukan guna mempersiapkan suatu kepegawaian negara yang mampu melaksanakan Tap MPR-RI Nomor X/MPR/1998 dan Tap No. XI/MPR/1998. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan dan Peran Serta Masyarakat Ketetapan MPR Nomor X/MPR/1998 tentang Pokok-pokok Reformasi Pembangunan Dalam Rangka Penyelamatan dan Normalisasi Kehidupan Nasional sebagai Haluan Negara dan Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi dan Korupsi.sebagai suatu proses yang integral yang tak terpisahkan. UU Nomor 8 tahun 1974 dipandang tidak cukup memadai untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional dan karena itu harus disempurnakan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sumber daya manusia sebagai landasan fikir. Guna menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut. Dalam upaya untuk mengembangkan aparatur negara yang mampu melayani masyarakat madani tesebut. 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dan peraturan pelaksanaannya. Pendahuluan Tulisan ini secara ringkas menguraikan dasar-dasar kebijakan kepegawaian negara yang akan menjadi landasan fikiran dalam penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Perubahan strategik dalam proses menuju Good Governance. Usulan Penyempurnaan RUU No. serta untuk mendorong ketaatan hukum serta ketertiban umum yang menjadi ciri dari suatu masyarakat madani.perencanaan kepegawaian. pemanfaatan dan pembinaan kepegawaian dan penetapan imbalan -. Dasar-dasar Kebijakan Kepegawaian Negara IV. Bebas KKN dan Bertanggungjawab III. sistem multi partai yang memerlukan pemerintahan koalisi. Karena perubahan-perubahan strategik yang akan terjadi setelah Pemilu 1999. Bertanggungjawab dan Bebas KKN (Good Governance) adalah bentuk dan cara pemerintahan yang paling sesuai dan paling mampu menyelenggarakan sistem ekonomi yang berwawasan kerakyatan. bebas KKN dan bertanggunjawab. Perubahan Strategik dalam Proses menuju Pemerintahan yang Bersih.

Perubahan strategik tersebut memerlukan readjustment pada kebijakan aparatur negara. Karena itu PNS dilarang untuk menjadi pengurus mau pun anggota partai politik. Terdorong oleh semangat tersebut. Sistem pemerintahan koalisi Setelah Pemilu 1999 akan terjadi dua perubahan strategik yang amat mendasar dalam lingkungan politik nasional kita. Beberapa kebijaksanaan pemerintah yang baru. Ketetapan netralitas tersebut Salah satu ciri masyarakat madani adalah lingkungan politik yang mengakui bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat. harus dapat mempertanggunjawabkan pelaksanaan tugas mereka kepada rakyat. Perubahan strategik yang akan terjadi sebagai hasil dari Pemilu 1999 antra lain adalah: a. misalnya UU Pemerintahan Daerah serta peraturan pelaksanaanya sudah menerapkan asas desentralisasi sehingga dapat mempercepat upaya penciptakan kemakmuran secara adil dan merata antara daerah dan pusat. . Pertama. daerah akan menuntut adanya kewenangan yang lebih besar dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah. baik di Pusat mau pun di daerah. b. Karena itu setiap pejabat negara pada cabang legislatif. Salah satu perubahan mendasar yang terjadi selama Pemerintah Reformasi yang baru berusia 9 bulan lebih 2 hari adalah semakin kuatnya semangat keterbukaan dan kebebasan. Sebagai respons terhadap tuntutan tersebut. 48 partai yang sudah terdaftar secara resmi pada Komisi Pemilihan Umum dan diperkirakan 9-10 partai yang akan memperoleh cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan koalisi. Sistem keahlian (merit system) yang dianut dalam administrasi kepegawaian RI mengharuskan para pemegang jabatan profesional pada ketiga cabang pemerintahan (Jabatan Eselon I ke bawah serta jabatan fungsional yang setara) harus bebas dari representasi partai politik. serta jabatan lainnya. pemerintahan dan sosial. pembagian kewenangan yang jelas antara ketiga cabang pemerintah perlu diadakan agar terjadi suatu check-and-balance yang baik. khususnya pada UU Nomor 8 tahun 1974 yang mengatur tentang pokok-pokok kepegawaian. dan antar daerah. dan dalam rangka mendorong pemerataan pembangunan secara cepat antara pusat dan daerah. Desentralisasi Kewenangan Pemerintahan Pada lingkungan pemerintahan perubahan yang paling mendasar pada lingkungan adalah: (a) pergeseran fungsi pemerintahan dan pembangunan dari pusat ke daerah. perlu diadakan adjustment dalam format kepegawaian negara dengan memisahkan secara tegas antara pengangkatan politik (political appointments) pada pelbagai jabatan negara di pemerintahan dengan jabatan profesional yang harus netral dari kegiatan politik. Dalam pemerintahan koalisi tersebut dipastikan para anggota koalisi pasti akan menuntut porsi yang cukup dalam Pemerintahan yang terbentuk. eksekutif dan judikatif. sistem multi-partai.menjadi bagian penting dalam penciptaan “good governance capability”. Dalam pelaksanaan asas akuntabilitas tersebut. Dalam Pemilu mendatang. Untuk menjaga agar prinsip keahliian tetap terjaga. dan (b) tuntutan netralitas birokrasi dari kegiatan politik. ekonomi. Pemerintah Pusat akan memberikan otonomi semakin luas kepada daerah. Proses menuju Masyarakat Madani (civil society) akan ditandai oleh beberapa perubahan strategik pada sistem politik.

1999. Potensi Masyarakat Selama Pemerintahan Orde Baru peranan masyarakat kurang dapat berkembang secara maksimal karena peranan pemerintah yang terlalu dominan selama 30 tahun secara tidak sengaja telah menumpulkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan berbagai pelayanan publik yang pokok di bidang pendidikan. Dasar-dasar Kebijakan Pengembangan SDM Aparatur Negara Pasca Pemilu 1999 . d. dan yang terahir Peristiwa Idi Cut. dan akan dapat mengurangi tekanan yang besar pada anggaran pemerintah. Bila tidak. pada tahun 1997. pelatihan. III. Menghadapi kecenderungan disintegerasi yang semakin kuat tersebut. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila ini terjadi dapat diperkirakan betapa labilnya kondisi perusahaan milik negara di masa depan. penelitian dan pengembangan. Sejalan dengan itu. c. Selain dapat memanfaatkan potensi masyarakat yang semakin besar. Peristiwa Ketapang.Desentralisasi tugas dan kewenangan tersebut membawa implikasi langsung terhadap kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan PNS agar aparatur negara di pusat dan di daerah secara keseluruhan memiliki kemampuan dan kapabilitas yang sama untuk melaksanakan tugas-tugas yang semakin berat tersebut. kerusuhan massal di Jakarta pada 14-20 Mei 1998. terdapat kecenderungan yang amat kuat di kalangan Pemerintah untuk melakukan privatisasi dan melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Pekerja untuk Berorganisasi. Kalau kebijakan tersebut dilaksanakan. Peristiwa Ambon pada 20 Januari. di Aceh Timur. Biaya yang terlalu berat yang harus ditanggung oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik tersebut sedikit demi sedikit sudah harus dialihkan kepada masyarakat. penyertaan masyarakat dalam pembiayaan penyediaan pelayanan publik diperkirakan akan mampu meningkatkan kapasitas dari pelayanan tersebut. berbagai unit swadana yang mampu membiayai sendiri belanja pegawai tanpa harus membebani anggaran pemerintah perlu diberikan keleluasaan untuk mengembangkan sistem kepangkatan dan penggajian yang lebih longgar walaupun tetap dalam kerangka kepegawaian negara. Pemerintah sebagai pemilik perusahaan tidak memiliki kekuatan hukum untuk melarang partai politik untuk membuka organisasi pekekrja di perusahaan milik negara tersebut. PNS sebagai unsur aparatur negara memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai penyangga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara. sejak peristiwa Sanggau Ledo. Singkawang. Peristiwa Banyuwangi. Dalam rangka mempersiapkan diri untuk meningkatkan daya saing perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) untuk menghadapi persaingan global. Berbagai konflik sosial yang terjadi di tanah air. Peristiwa Kupang. kesehatan. implikasi politiknya amat mendasar. menunjukkan bahwa integrasi nasional kita sekarang ini sedang menghadapi goncangan-goncangan yang perlu ditangani secara arif dan bijaksana. bukan tidak mungkin akan mengalami disintegrasi menuju suatu federasi negaranegara kecil yang semakin lemah. Ancaman Disintegrasi Salah satu ciri penting dari masyarakat madani adalah kemampuan untuk mempertahan integrasi nasional yang tinggi pada suatu lingkungan sosial yang pluralistis.

Sesuai dengan perkembangan keadaan. Untuk menghadapi perubahan-perubahan strategik tersebut dengan efektif. pada Sekretariat Negara. Sebagai contoh. a. lembaga diklat. misalnya. serta badan usaha milik negara). perlu adanya perluasan jabatan negara serta tambahan jabatan pada lembaga swadana dan perushaan milik negara (lembaga pendidikan tinggi. bermoral tinggi serta berkemampuan sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa.Kebijakan kepegawaian negara atau kebijakan pengembangan SDM aparatur negara yang diperlukan untuk menghadapi perubahanperubahan strategik tersebut pada dasarnya adalah pembangunan SDM Aparatur Negara yang profesional. diperlukan pembaharuan dalam struktur kepegawaian negara dengan menetapkan adanya tiga jenis jabatan pada kepegawaian negara yakni: jabatan negara.. Pada jabatan negara perlu diperbesar formasi untuk pengangkatan politik pada berbagai tingkat pemerintahan. Termasuk dalam kategori ini adalah jabatan-jabatan pada lembaga tertinggi dan tinggi negara. Dapat memenuhi kebutuhan pemerintahan koalisi. Tetapi. misalnya pada kantor pimpinan negara. 6. untuk menjaga agar profesionalitas dukungan pada Presiden tetap tinggi. jabatan negeri dan jabatan pada lembaga swadana dan perusahaan milik negara. pengembangan kepegawaian negara pada Pemerintahan Pasca Pemilu 1999 diarahkan untuk mengatur aspek-aspek kepegawaian negara berikut: a) Penataan struktur Kepegawaian Negara. berwawasan global. dan d) Meningkatkan Kesejahteraan PNS. Mungkin diperlukan waktu 15-20 tahun untuk mentransformasi aparatur negara Indonesia untuk menjadi aparatur negara baru yang memiliki clean governance capacity seperti tersebut. mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan untuk mendorong potensi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayananan publik. Penataan Struktur Kepegawaian Negara Untuk mengakomodasi aspirasi pemerintahan koalisi. 5. jabatan Sekretaris Negara (Kepala Staf Presiden). Mengembangkan persaingan dengan pegawai swasta. Wakil Seskab dan para asisten Presiden adalah jabatan politik yang personilnya akan berganti bila terpilih Presiden baru. Untuk menghadapi dinamika perkembangan politik dan pemerintahan pasca Pemilu. 3. lembaga litbang.dibawah . kantor pimpinan daerah. UU Nomor 8 tahun 1984 hanya mengenal dua jenis jabatan yakni jabatan negara dan jabatan negeri. 4. lembaga pelayanan kesehatan. semua jabatan lainnya -. c) Desentralisasi kewenangan kepegawaian dengan tetap mempertahankan mobilitas PNS. Dapat memenuhi tuntutan desentralisasi kewenangan kepegawaian. Berkemampuan mengakomodasi berkembangnya lembaga swadana untuk menggali potensi masyarakat. badan otorita. kantor pimpinan kementerian. 2. netral dari kegiatan politik. Untuk mencapai tujuan tersebut. kebijakan pembinaan kepegawaaian negara pada pemerintahan pasca Pemilu 1999 harus mampu mencapai tujuan berikut: 1. Mendorong fungsi PNS sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. Mempertahankan asas keahlian (merit system) dan netralitas. b) Profesionalitas dan netralitas Aparatur Negara.

lembaga diklat dan perusahaan milik negara dalam pelaksanaan misi dan fungsinya. lembaga litbang. Perencanaan pelatihan perlu lebih dikaitkan dengan rencana penempatan sehingga tercapai efisiensi serta efektivitas yang lebih tinggi. Dengan adanya netralitas tersebut. harus tetap netral dari kegiatan politik. Di daerah pola jabatan ditetapkan dengan pola yang sama. serta dapat segera menata dan mengembangkan suatu struktur ekonomi yang lebih kuat guna menghadapi persaingan yang semakin ketat pada tingkat regional dan global.pemerintahan koalisi. Pemerintah harus merespons dengan cepat melalui kebijakan-kebijakan ekonomi makro dan mikro yang tepat. sedangkan birokrasi kementerian. Prinsip yang sama juga digunakan pada semua kementerian. Perencanaan formasi PNS perlu lebih didasarkan pada kualifikasi keahlian yang diperlukan oleh instansi pemerintah. Untuk memberi keleluasaan yang semakin besar kepada lembaga pendidikan. dibuka kemungkinan bagi lembaga khusus tersebut untuk mengembangkan peraturan kepegawaian khusus. pada struktur kepegawaian negara yang baru perlu diperkenalkan jenis ketiga: jabatan pada lembaga khusus. lembaga pelayanan kesehatan. Desentralisasi kewenangan kepegawaian dan mobilitas PNS Salah satu unsur otonomi daerah yang ditetapkan oleh UU . jabatan menteri dan mungkin wakil menteri adalah jabatan politik. sistem pengembangan karier. Sebagai unsur pegawai negara. pegawai perusahaan milik negara. Untuk meningkatkan profesionalitas PNS. secara umum dapat dikatakan bahwa mereka yang menduduki jabatan tersebut adalah pegawai negara. Bagi perusahaan milik negara. Jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus tersebut adalah jabatan karier untuk para pegawai negara profesional. dari Eselon I ke bawah adalah jabatan profesional. Guna menghadapi tantangan globalisasi ekonomi secara sistematis dan cepat dengan tingkat. netralitas aparatur negara dari kegiatan poltik harus dijaga. aparatur negara tidak terlalu perlu mengalami goncangan yang berarti bila terjadi pergantian. b. sistem pelatihan. Netralitas dan Profesionalitas PNS Untuk menjaga agar netralitas aparatur negara dalam suatu kehidupan politik yang lebih dinamis.koordinasi Waseneg -. Dengan demikian netralitas dalam mengembangkan misi perusahaan akan tercapai bila perusahaan milik negara tetap berada dalam lingkungan pegawai negara tanpa kehilangan daya kompetisi dengan swasta. serta penggajian dan penghargaan bagi PNS. Tetapi. untuk memberikan keleluasaan untuk mengembangkan jenjang jabatan dan skala penggajian yang lebih mampu memotivasi produktivitas yang tinggi. Karena dibayar dengan anggaran negara. sistem kepegawaian harus mampu mempertahankan prinsip netralitas dengan cara memisahkan secara tegas antara jabatan negara dengan jabatan negeri dan jabatan pada lembaga khusus yang dibentuk dengan peraturan perundangan. c. peraturan kepegawaian negara juga berfungsi ganda sebagai pelindung hukum dari keharusan untuk melaksanakan Konvensi ILO tentang Kebebasan Hak Bersyarikat. Untuk mempercepat dan menjamin pembangunan profesionalitas pada aparatur negara.adalah jabatan profesional yang pmenerapkan asas merit. perlu diadakan penataaan dalam sistem pengadaan. sehingga kita dapat segera keluar dari krisis ekonomi yang parah ini.

d. Meningkatkan Kesejahteraan PNS Isu terahir adalah isu klasik. Penetapan kewenangan pengadaan. pembinaan. penggajian dan pemberhentian PNS. Prinsip umum dalam kebijaksanaan kepegawaian adalah sebagai berikut: pengangkatan PNS tetap (Gol. Demikian juga pengangkatan pada jabatan struktural dan fungsional setara Eselon I dan II berada ditangan Pusat agar mobilitas PNS pada 2 jenjang jabatan tinggi tersebut terjadi mobilitas secara nasional. Kewenangan pelatihan juga akan didesentralisasikan sesuai dengan kewenangan pengangkatan jabatan. perlu diupayakan peningkatan gaji PNS secara bertahap sampai tercapai sistem penggajian dan penghargaan yang lebih kompetitif dengan sektor swasta. gaji PNS hanya dapat mendukung hidup keluarga PNS tidak lebih dari 10 hari.Pemerintahan Daerah baru adalah kewenangan dalam pengadaan. Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari pajak. Untuk menutupi kebutuhan hidup sebulan. Krisis ekonomi yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berahir telah menyebabkan nilai riil gaji PNS menjadi amat rendah. Penyempurnaan UU Nomor 8 tahun 1984 tentang Pokok- . kepada daerah perlu diberikan kewenangan yang cukup memadai dalam bidang kepegawaian. Usulan Penyempurnaan Peraturan Perundangan tentang Kepegawaian Negara Sejalan dengan dasar-dasar kebijakan kepegawaian seperti yang diuraikan. para PNS ini harus melakukan berbagai upaya supaya tetap survive. Dengan nilai riil yang sudah amat merosot tersebut. Pada jenjang jabatan eselon II terdapat mobilitas regional dan pada jenjang jabatan eselon IV dan V terjadi mobilitas secara lokal. Sesuai dengan ketentuan perundangan baru tersebut. pelatihan. II/b ke atas) ada pada Pemerintah Pusat dan dilaksanakan oleh BKN. saat ini BAKN sedang mempersiapkan penyempurnaan peraturan tentang kepegawaian negara berikut: 1. Pengangkatan tenaga pelaksana (Gol. Pemerintah perlu merumuskan kebijaksanaan penggajian yang manusiawi dan adil agar PNS dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih. Untuk itu mobilitas PNS secara nasional dan regional harus tetap dijaga. bebas dari KKN dan bertanggunjawab. Kewenangan pengangkatan PNS gol II/b ke atas harus tetap berada pada pemerintah pusat agar kualitas serta standar kepegawaian negara tetap terpelihara dengan baik. pejabat Eselon III dan jabatan fungsional setara diserahkan kepada Propinsi. Sejalan dengan itu. I/a s/d II/a) akan diserahkan kepada daerah. Nilai gaji PNS pada saat ini hanyalah sepertiga dari nilai yang diterimanya pada bulan Oktober 1997. dan pengangkatan pejabat Eselon IV dan V serta pejabat fungsional setara diserahkan kepada Kabupaten dan Kota. Dengan demikian diharapkan PNS akan dapat berfungsi sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. IV. pembinaan dan pemberhentian PNS tersebut dirumuskan dengan tetap berpegang pada prinsip bahwa PNS harus menjadi penyangga kesatuan dan persatuan bangsa. Keadaan ini tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. karena sejak RI didirikan PNS belum pernah menikmati kesejahteraan yang cukup memadai. kewenangan pengangkatan pejabat struktural dan fungsional akan ditetapkan sebagai berikut: Pejabat Eselon I dan II serta jabatan fungsional yang setara akan berada pada Pusat.

RPP tentang Perubahan PP Nomor 20 tahun 1975 jo PP Nomor 19 tahun 1991 tentang Wewenang Pengangkatan. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS. RPP tentang Perubahan PP Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS. 4. RPP tentang Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 8.Analisis Visi Misi Kota Ternate STRATEGI MENUJU KOTA MADANI ANALISIS VISI – MISI KOTA TERNATE OLEH Drs. 5. 6. 3. Pemindahan dan Pemberhentian PNS. Dalam sejarah perjalanan Islam membangun sebuah peradaban ditandai dengan dua dokumen penting yaitu : . Bersamaan dengan penyusunan RPP tersebut. 4. 6. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Penelitian dan Pengembangan. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pelayanan Kesehatan. H. RPerpu tentang Lembaga Swadana. 5. bersama Depkes. Jakarta. RPP tentang Kepegawaian Lembaga Pendidikan. yang berkehendak mendirikan dan membangun masyarakat yang beradab sebagai tantangan terhadap masyarakat jahilia dan di Mekkah.SYAMSIR ANDILI Prinsip-Prinsip Dasar Masyarakat Madani Untuk memahami dan menentukan sumber dan vasilidasi pandangan-pandangan social politik yang relevan dengan agenda reformasi sekarang ini tentu akan sangat berfaedah jika kita menyempatkan diri mendalami lebih jauh pengertian prinsipil tentang masyarakat madani . 12 April 1999 Posted by Taufiq at 1:12 PM 0 comments STRATEGI MENUJU KOTA MADANI . 3.Pokok Kepegawaian: 2. 7. Bukanlah suatu kebetulan bahwa wujud nyata masyarakat madani mulai dikenal dari hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah 13 tahun setelah Nabi Muhammad membangun landasan tauhid sebagai fondasi dasar masyarakat (Komunitas Mekkah) menuju ke Yastrib dan mengubah nama menjadi kota Madinah yang diambil kota Madaniyah yang berarti peradaban . serta Kantor Meneg Pendayagunaan BUMN perlu disusun: 1. 2. RPP tentang Kepegawaian lembaga Pendidikan dan Pelatihan. RPP tentang Pengangkatan dalam pangkat Pegawai Negeri Sipil. RPP tentang Perubahan Atas PP Nomor 6 tahun 1976 tentang Pengadaan PNS. RPP tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nonor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Perubahan nama Yatsrib menjadi Madinah pada hakekatnya sebuah pernyataan niat atau proklamasi. RPP tentang Kepegawaian Badan Usaha Milik Pemerintah. Depdikbud. RPUU dan RPP-RPP tersebut sudah selesai disusun oleh BAKN dan telah disampaikan kepada Bapak Menko Wasbangpan untuk diteruskan kepada Bapak Presiden.

tidak saja akan meminta biaya social mahal. membangun sebuah masyarakat yang berperadaban. Dari pemahaman tersebut diatas. Arah dan Prospek Menuju Masyarakat Madani Masyarakat madani merupakan sebuah tatanan kehidupan masyarakat yang demokratis. tetapi pada saat yang sama ada juga perkembangan dan indikasi tertentu (social confliet) yang kurang menggembirakan yang pada gilirannya dapat menjadi Constraints bagi perkembangan masyarakat madani . Bahkan sebagai pengamat melihat terjadi pergeseran nilai-nilai sosial politik dalam tatanan masyarakat sebagai siklus perubahan di mana kita tengah berada pada titik memulai kembali pembentukan masyarakat madani dengan menyatukan kembali perbedaan-perbedaan menjadi sebuah pengakuan atas pruralitas yang stabil dan dinamis. tatanan masyarakat ini hanya dapat diteladani oleh para sahabatnya ( Al-Khulafa‟ al Rasyidin ) karena setelah masa itu bangun dasar masyarakat madani hancur dengan diterapkanya system geneologis ( Dinasti ) . maju dan bermartabat dalam ikatan persamaan dan persaudaraan sejati memerlukan kerangka dan pendekatan yang lebih bersifat evolusioner dari pada revolusioner . supremasi hukum. tetapi bahkan dapat menghancurkan ketertiban dan keteraturan masyarakat yang merupakan esensi masyarakat madani itu sendiri. Bellah mengakui masyarakat Madinah dimasa Nabi adalah suatu masyarakat yang sangat modern dizamannya. Sophronius setelah kota suci 3 agama itu dibebaskan oleh kaum muslim . arah dan prospek menuju masyarakat madani sangat membutuhkan waktu. jika sosiologi terkemuka Robert N. sebagian pendapat mengatakan prospek masyarakat madani dalam tahun-tahun mendatang kelihatannya belum serba pasti .transparan dan partisipatif dimana peran infra dan supra struktur berada dalam keseimbangan yang dinamis. Maka tidak berlebihan. dan mendukung bagi pencipta masyarakat madani. Sayangnya. membentuk masyarakat madani adalah suatu cikal bakal penyaluran demokratisasi. Ada perkembangan tertentu yang menggembirakan kondusif . pluralistis. * Piagam Aelia ( Mitsaq Aeliya) yang dibuat oleh Khalifah Umar dengan Patriak Yerussalem. Pada saat yang sama kerangka dan pendekatan ini secara implisir menawarkan ongkos sosial minimal sebaliknya pendekatan revolusioner dalam masyarakat madani. Piagam Madinah dan Piagam Aelia dalam terminology politik adalah wujud konkrit dari terbentuknya Civil Sociaty. Dalam konteks ini. yang didalamnya masyarakat madani yang memiliki ruang untuk bernapas dengan komitmen kemanusiaan dan keadilan. Akan tetapi harus diakui. egalitarianisasi dan toleransi. Niat baik pemerintah kota membangun masyarakat madani tidak cukup dan sulit terealisir jika . Berbagai perubahan –perubahan sosial-politik yang cukup signifikan terjadi oleh sementara orang dipandang sebagai pendorong proses demokratisasi dan perkembangan masyarakat madani namun. Masyarakat madani yang dibangun Nabi Muhammad dan dicontohkan oleh Umar Bin Khattab ini adalah cermin dari membangun sebuah kota demokratis yang mengharga pluralitas dengan prinspprinsi dasar seperti keadilan. Kini masyarakat madani adalah tidak sekedar Imagined Sociaty tetapi suatu kebutuhan social yang memerlukan Graes Roat terhadap nilai-nilai madani yang dapat teraktualisasi secara nyata dalam masyarakat kota .* Perjanjian yang disebut Mitsaq Al-Madinah atau Piagam Madinah yang berisi 50 keputusan bersama sebagai sebuah dokumen politik pertama dalam sejarah ummat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme.

Maka kota yang sehat "hard ware"nya juga memerlukan keseimbangan "soft ware" atau rohani kota yang mencakup berbagai aspirasi kehidupan kota secara ekonomis. kandiovaskuler (peredaran darah. Kota dipandang sebagai jasad yang hidup dimana suatu jaringan organisme untuk kedua sub sistem (jasmani/rohani) memiliki ketergantungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. jalan-jalan. edukatif. Keterlibatan aktif segenap pihak termasuk penghuni kota akan membuahkan hasil penampilan kota unik. Pandangan terhadap kota sebagai organisme atau jasad hidup dengan proses keutuhan dan keseimbangan City‟s hard ware dan City soft ware sebagaimana diungkapkan diatas. administrasi. maka lebih diperkaya dan dipertajam dengan pengamatan dan kecenderungan penyusunan ruang kota guna menangkal kemungkinan hilangnya potensi prilaku (budaya) sebagai jati diri. Penampilan yang saya maksudkan tidak sekedar dalam konotasi keindahan fisual belaka. Kita sadar sudah terlalu lama bidang perencanaan kota didominasi dan dilihat dari aspek fisik dan keruanagn seperti untuk ukuran dan besar kota. yaitu City‟s Hardware dan City‟s Software (jasmani kota dan rohani kota). 1966) menjamin dimanakah keseimbangan kota secara multidimensional. masyarakat dan kelembagaan. Beberapa factor yang menjadi pertimbangan bagi kita semua dalam menterjemahkan "Visi dan Misi" kota ini ke depan sebagai strategi dasar menuju masyarakat maju dan bermartabat sebagai pemaknaan masyarakat yang madani. maka mozaik kota hampir selalu merupakan pergelaran seni social yang terbentuk dari berbagai rencana ragam perorangan. berpribadi dan mengesahkan sesuai visi dan misi kota ini. strategi perkembangan Kota Ternate ke depan yang nantinya tertuang dalam tata ruang kota dengan berbagai hierarki yang terwujud dalam bentuk peta-peta alokasi spasial dari aneka kegiatan masyarakatnya pada akhirnya harus dilandasi dengan analisa social ekonomi dan budaya yang tajam dan terarah. politik. Adalah mustahil untuk menegakkan sebuah pluralistis yang berakar dari kesamaan dan persaudaraan sejati jika penghormatan pada martabat dan nilai kemanusiaan masih jauh di depan mata. Visi biologis dari John Eberhand ini dalam bukunya Technology for the City (New york.) merumus (persyaratan) merumus (petualangan) merupakan sub sistem "jasmani kota" yang sehari-harinya memfungsikan jaringan yang menjamin pemenuhan kebutuhan secara fisik. Gejala metabolisme (pencernaan). kultur masyarakat dengan sejumlah permasalahan pokok dan actual maka dirumuskan "Visi dan Misi membangun Kota Ternate " sebagai . melainkan menyentuh juga kesejahteraan ekonomi dan kegairahan budaya nya. Bila kita berpaling pada sejarah kota Ternate.masyarakat tidak mempersiapkan diri dengan matang dan sabar. Intinya membangun sebuah masyarakat madani memerlukan komitmen bersama semua pihak . Mengamati perkembangan global. kultual dan religius karena rohani kota dan jasmani kota bertalian sangat erat . maka saya mencoba menelaah kehidupan kota dari pandangan seorang Arsitektur John Eber. social.hand yang melihat kota secara biologis mewujudkan suatu system utuh terdiri atas dua sub sistem. kepadatan dan stuktur sosialnya sementara kebijakan yang diambil kurang berdaya untuk memecahkan masalah yang lebih mendasar yang menjadi "jiwa" dari kota itu berkembang. karakter kota Ternate. Strategi Menuju Masyarakat madani Berawal dari arti dan pemahaman kata "Madani" yang merupakan strategi yang ditawarkan untuk penulisan topik makalah ini. Ciri-ciri positif yang dikejar kita semua dalam menyusun strategi sebuah kota mendambakan kota yang sehat jasmani dan rohani . sesuai dengan Visi dan Misi saya Membangun Kota ini (Ternate ) . Dengan demikian. Semua luluh jadi satu.

masyarakat yang demokratis dan masyarakat sejahtera yang cinta damai . Strategi program pembangunan Ternate sebagai kota Budaya diarahkan upaya mengintegrasikan pembangunan fisik dan non fisik yang mengakarpada nilai dan keagamaan serta tradisi dan budaya masyarakat. 17 Agustus 2005 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI SEBAGAI PEMEGANG PERAN STRATEGIS DALAM PENYELENGGARAAN PEMBANGUNAN Setengah abad sudah. sumber daya alam. Membangun kota budaya . Oleh karena itu dibutuhkan penyediaan lahan perkotaaan dan penyiapan infra struktur perdgangan dan pariwisata yang memadai Strategi Program pembangunan kota pantai/kota pulau diarahkan pada upaya meningkatkan dan mengimbangkan kota Ternate dalam suatu sistem wilayah kepulauan melalui peningkatan infra struktur perkotaan. jika kita menghitungnya sejak pertama kali mereka berkumpul di Bandung dalam tajuk Konferensi AsiaAfrika I tahun 1955. . umur perjuangan komunitas keluarga besar bangsa-bangsa se-Asia-Afrika. masyarakat berbudaya yang saling cinta dan kasih yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan . sumber daya manusia dalam kerangka pengembangan ekonomi rakyat . Terbangunnya "kota budaya" dengan nilai-nilai interensiknya akan merupakan jalan lapang menuju "masyarakat madani" yaitu masyarakat berperadaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. tetapi itu merupakan pemaknaan dari sebuah pemahaman tentang "civil society". tetapi lebih dari itu adalah membangun masyarakat yang berbudaya agamis sesuai keyakinan indifidu. Rabu. Sedangkan "Masyarakat Madani" yang diidamkan bukan semata-mata milik suatu komunitas tertentu. * M I S I : Membangun Ternate menuju Kota Budaya Kota Perdagangan dan Wisata dan Kota Pantai Sebuah kota harus memiliki "jati diri" sehingga jati diri itulah dapat diketahui kearah mana kota itu dikembangkan. sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota secara keseluruhan. Strategi program –strategi program pembangunan kota perdagangan dan wisata diarahkanpada upaya untuk lebih meningkatkan produktifitas. Penutup Demikianlah materi ceramah yang dapat saya sampaikan dalam forum ini semoga dapat menyatukan persepsi kita dalam upaya mewujudkan pembentukan menuju masyarakat Madani disertai beberapa strategi pembangunan visi Kota ternate ke depan untuk membangun Ternate sebagai Kota Budaya .berikut * V I S I : Menjadikan Ternate sebagai kota budaya menuju masyarakat madani . Kota Ternate adalah bagian dari sejarah masa lalu yang mengalami perjalanan panjang kolonialisme sejak abad XV dan kota inipun sejak abad VII dan VIII masehi telah tersentuh dengan peradaban dunia . bukan sekedar merevitalisasikan adab dan tradisi masyarakat local. Kota Perdagangan / Parawisata dan Kota Pulau/Pantai Posted by Taufiq at 1:08 PM 0 comments PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADANI Hidayat Nur Wahid.

konstitusionalisme. Masa lalu menjadi pijakan bagi manusia atau bangsa menapaki masa kininya demi merekayasa masa depannya yang lebih baik. melalui kerja sama-kerja sama internasional. Ia juga bisa berarti suatu keberadaban (civility) atau kesalehan madani (civic virtues). mereorientasi paradigma yang selama ini dianut oleh kebanyakan pihak yang terkesan memarginalkan agama dari domain politik. rule of law instead of human capriciousness. dan berada dalam naungan kerangka etika Islam. Tidak ada masa yang paling berharga bagi manusia secara individu ataupun secara kolektif termasuk suatu bangsa kecuali masa depannya.Kurun waktu yang panjang itu. meski baru pada lingkup Asia-Afrika. beragam institusi dari keluarga sampai kelompok perkumpulan yang diposisikan berlawanan dengan negara (Hefner 1998). pertama. dalam artian fokus perhatian dititikberatkan pada norma yang menjadi fundamen masyarakat dan mengatur tata kehidupannya. Asia-Afrika merupakan wilayah potensial tempat lahirnya masyarakat berkarakter madani. civil society bersifat deskriptif. telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. demokrasi. Pembahasan masyarakat madani (civil society). yang diposisikan sebagai yang-lain dari negara. Selain itu. Yang jelas keberadaan civil society sering dihubungkan dengan demokrasi. memudahkan negara-negara di Asia-Arika untuk duduk satu meja.� Anwar mengenalkan masyarakat madani sebagai suatu konsep institusi-institusi modern dan progresif. Alasan klasik yang umum yang terungkap bahwa politik itu kotor sementara agama adalah wilayah suci dan sacral sehingga bila agama dibawa dalam ranah politik maka hal itu idektik dengan menodai . Anwar Ibrahim mendefinisikan masyarakat madani: �a flourishing of social intermediaries between the family and the state. Dalam konteks masa depan Indonesia sebagai bangsa hendaknya ada beberapa upaya serius yang hendaknya dilakukan ke depan. a governance based on popular participation rather than elitist imposition. respect for individual freedom and the freedom of expression within the bounds of morality and decency. Pertama. hingga pemilikan pribadi (Kumar 2000). adanya persamaan semangat untuk bangkit dari kultur inferior sebagai dampak dari negeri yang pernah terjajah. mengingat bahwa pemeluk Islam dunia sebagian besar berada di negara-negara di Asia-Afrika. secara singkat dapat diartikan sebagai. sedang dalam pengertian kedua ia bersifat normatif. berarti kita telah memiliki wadah untuk memperjuangkan implementasi prinsip universalitas dalam masyarakat madani. kapital sosial. Paling tidak. a social order founded upon moral rules rather than individual fancy. Dalam pengertian pertama. Karena itu konsep civil society mempunyai pertalian erat dengan konsep lain seperti kewarganegaraan.

� Esposito (2003) mengamini pendapat Anwar Ibrahim ini dengan menunjukkan fakta sejarah banyaknya institusiinstitusi yang menjadi perantara antara penguasa dan rakyat. Tapi persoalannya kemudian pertumbuhan tersebut cenderung memberi ruang tidak proporsional kepada mereka yang sudah relatif established untuk bermain dalam berbagai sektor. Bentuknya bisa berupa wakaf yang menyokong universitas. rekayasa dan politik belah-bambu. partai politik adalah kendaraannya. Nilai bagi setiap orang adalah karyanya. efisien dan efektif. dan kegiatan amal sosial. Syariah juga menyediakan mekanisme keberadaan ulama dan madrasah yang tak berikatan dengan negara. menata ulang pemerintahan agar struktur yang ada lebih ramping. mereorientasi politik pembangunan bangsa yang selama ini mengedepankan pertumbuhan. kata kunci komunikasi politik dua orde tersebut adalah persaingan. bukan penghormatan apalagi sarana untuk meraih kesenangan. kepentingan adalah misinya. Pemerintah hendaknya mendorong terus departemen-departemen yang produktif dan strategis untuk bekerja secara lebih baik. terutama sektor ekonomi. menjadikan negara sebagai daulat al-hadharah (state of civilization) dan daulat al-Risalah (state of mission). Kita tidak anti pertumbuhan yang merupakan hal natural dan menjadi hal yang inheren dalam setiap entitas yang hidup. Di samping itu harus ada upaya untuk mengkaji ulang eksistensi departemen-departemen yang tidak produktif agar tidak hanya menjadi institusi yang menguras anggaran negara. pengendalian. rumah sakit. Jabatan merupakan beban dan tanggung jawab. Ketiga. dan jabatan adalah prestise dan kehormatan. Paradigma ini yang kemudian melegitimasi praktik-praktik politik orde-orde masa lalu yang terbukti menyeret gerbong raksasa Indonesia menuju krisis multidimensional yang tidak berkesudahan dewasa ini. sehingga Anwar melihat bahwa. Sementara kelompok yang unestablished tidak mendapat porsi yang fair yang memungkinkan mereka tumbuh dengan baik dan menjadi besar. Negara dianggap sebagai legalitas dan kekuasaan. antara negara dan khalayak. Dalam konteks negara yang demikian maka pembangunan menjadi hal yang inherent dari dinamika internal negara tersebut. Negara berfungsi mengeksplorasi segala potensi bangsa dan tanah airnya untuk mencapai peradaban yang akan dibangun sehingga yang terpenting dari setiap individu warga negara yang ada adalah perannya dan bukan jabatan.kesucian dan sakralitas agama. Keempat. Di sini pertumbuhan yang ditarget pemerintahan masa lalu dianggp gagal menobatkan pertumbuhan sebagai sebuah instrumen yang dapat mewujudkan pemerataan di tengah masyarakat. Hal itu terjadi karena paradigma politik Orde Lama dan Orde Baru yang ada cenderung mempersepsikan politik sebagai entitas politik murni. Kedua. Dan negara bukan lembaga kekuasaan tetapi lembaga pelayanan. �It is altogether ironical that while Islam provides all the values and impetus for the successful establishment and sustenance for civil society. Politik bagi mereka adalah cara mencapai legalitas dan kekuasaan. � our failure today is not only to establish civil society but more importantly also because we have not begun to address this fundamental issue. Yang terjadi justru disparitas sosial yang terus melebar. Namun sering sumber daya ini diabaikan dan kadang sampai perlu dihancurkan. yet it is like a mirage among us. Oleh karenanya. . Bahan bagi terciptanya masyarakat madani memang sudah ada dalam ajaran-ajaran Islam.

abuse of power. we cherish this heritage of cultural and religious diversity. religious and ethnic backgrounds has fostered close interdependence. moral decadence. and other societies in Asia and Africa. than spend their days elaborately defining the nature and institutions of the ideal Islamic State. squandering of the nation\'s wealth.� Karenanya. economic backwardness -. . They do not believe it would make one less of a Muslim to promote economic growth. the marginalization of women. where Christians. inhumane living conditions. through cross fertilization of ideas. injustice. multikulturalisme. Nor do they believe it would strengthen one�s commitment to religion by instilling anxiety among people of other faiths. fenomena ini justru menyadarkan para da�i dan ulama. Jews and Muslims lived in peaceful harmonious coexistence. just to name a few. kecurigaan atau ketidakpercayaan terhadap semangat untuk menghidupkan kembali ruh masyarakat madani. Indeed. is the establishment of a civil society. technology and modern political and civil institutions.have their origin in the absence of civil society. to master the information revolution. corruption. and to demand justice for women. will herald the coming of an Asian Renaissance. toleransi tinggi dan sebagainya. If that golden age could give birth to great intellectual flowerings.� Muslim Melayu yang kini adalah bagian dari Asia yang �is poised to rise again. tempat masyarakat sudah terbiasa dengan kehidupan civil society yang menuntut pluralisme. The proponents of the imposition of Muslim laws or the establishment of an Islamic state are confined to the periphery. Symptomatic of such an absence is the denial of basic rights. They would rather strive to improve the welfare of the women and children in their midst. and being moderate and pragmatic in the conduct of our affairs� Rumpun Melayu adalah mereka yang dianggap mampu melakukan program besar ini dibawah panji Asian Renaissance: �True. �The diversity and constant interaction of people from different cultural. but it will not be the same old Asia.Anwar meyakini bahwa �many if not all of the problems afflicting the people of these continents -mass poverty. mutual respect. �Perhaps the greatest challenge in our time for Muslim societies. Meski umat muslim menjadi mayoritas di Indonesia. Dalam kaca mata positif. But what differentiates them from their brethren in other parts of the world is their sense of priorities. ternyata muncul dari segelintir umat muslim sendiri. as Muslims and as Southeast Asians.� Dengan kata lain sebuah bangsa yang tak lagi meributkan perbedaan remeh antara Barat dan Timur atau Barat dengan Islam. it is therefore not impossible that our own present convivencia.� Kemungkinan mendirikan masyarakat madani lebih besar probabilitasnya di negara-negara tempat etika dan moralitas adalah bagian dari perikehidupan masyarakat itu sendiri. bahwa ternyata masih ada pemeluk Islam yang membutuhkan pencerahan terhadap wacana dan cita-cita masyarakat madani. This \"living together\" would not be possible without mutual tolerance. instead of amputating the limbs of thieves.a situation quite reminiscent of the golden age of Muslim Spain. Southeast Asian Muslims are not without their share of problems. It is no exaggeration to say that this is a living convivencia . It is an Asia that has been further enriched with the encounter with modern science. Southeast Asian Muslims prefer to concentrate on the task of ensuring economic growth and eradicating poverty. if properly nurtured. tapi satu rumpun dengan melalui kegigihannya dalam belajar berhasil mengambil apa-apa penting bagi kepentingannya sambil tetap memegang teguh identitasnya.

sejahtera lahir batin. Karenanya. Tetapi. Institusi negara dibentuk justru dengan maksud untuk makin mendorong tumbuh dan berkembangnya peradaban bangsa Indonesia. Dengan kata lain. Maka tidaklah berlebihan jika UUD kita diharapkan dapat berfungsi efektif sebagai sarana pembaruan (tool of reformation) secara bertahap tetapi berkesinambungan dalam rangka perekayaan (constitutional engineering) ke arah perwujudan cita-cita masyarakat madani itu. ini sudah tercermin dalam rumusan UUD negara kita.Dalam konteks bangsa Indonesia. paham �welfare state� yang memberikan pembenaran konseptual terhadap kecendurangan interventionisme negara. seperti sebuah negeri yang dilukiskan Al-Quran sebagai � Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur (negeri yang makmur dan Tuhan Yang Maha Pengampun)� Pengertian pemberdayaan masyarakat madani perlu terus ditingkatkan dan mendapat perhatian sungguh-sungguh dari setiap penyelenggara negara. negara seyogianya tidak mencampuri (interventionist) terlalu jauh ke dalam mekanisme pasar dan demikian pula dalam domain publik (society). yang disatu segi perlu mengadopsikan gagasan �welfare state� dan paham demokrasi ekonomi ke dalamnya . when it dies there.�. meski pengertian-pengertian yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat madani itu belum mengkristal sebagai pendapat umum dan kesadaran kolektif rakyat. masyarakat (civil society) dan pasar (market) itu sama-sama harus dikembangkan keberdayaanya dalam hubungan yang fungsional. ketiga wilayah (domain) negara (state). sinergis dan seimbang. Pada galibnya. sesuai dengan cita dan citra masyarakat madani yang maju. upon laws and courts. no court can save it. Diatas semua pembaruan yang didasari konstitusi dan hukum. believe me these are false hopes. jangan sampai hanyut dengan menentukan hal-hal yang seharusnya merupakan domain publik dan domain pasar diatur oleh negara. Karena hanya denganya bangsa ini akan menjadi kontributor peradaban manusia. no constitution. Yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara kuat. Sekali lagi. demokratis dan berkeadilan. sebagaimana dikatakan Judge Learned Hand: �I often wonder whether we do not rest our hopes too much upon constitutions. Dan bumi Indonesia akan menjelma menjadi taman kehidupan yang tentram dan damai. keberadaan momentum setengah abad KAA di Bandung ini hendaknya makin . Sebagai konsekuensinya.mandiri. cita-cita masyarakat madani sebenarnya sama dengan cita-cita bangsa Indonesia. di segi yang lain. pondasi moralitas spiritual manusialah yang menentukan kebebasan hakikinya. Penting untuk disadari bahwa institusi negara dibentuk. yang dapat membawa misi rahmat keadilan bagi segenap umat manusia. hendaklah dibatasi sebagaimana mestinya.. no law. namun doktrin masyarakat madani kiranya perlu terus dikembangkan sejalan dengan gelombang demokratisasi dalam kehidupan bermasyarakat.. Liberty lies in the hearts of man. tidak dengan maksud untuk mengambil alih fungsi fungsi yang secara alamiah dapat dikerjakan sendiri secara lebih efektif dan efisien oleh istitusi masyarakat. berbangsa dan bernegara. These are false hopes. Momentum KAA 50 tahun silam telah secara kuat menyiratkan gelombang demokratisasi ini bagi komunitas di negara bangsa di Asia dan Afrika. Bahkan untuk menjamin peradaban bangsa di masa depan.

umat Islam menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Posted by Taufiq at 1:04 PM 0 comments Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Saefur Rochmat*) Abstrak: Masyarakat madani yang sedang dikembangkan sekarang ini mempunyai sejarah tersendiri. Perumusan konsep masyarakat madani menggunakan projecting back theory. tsaqafi atau tamaddun. seorang ahli sejarah dan peradaban Islam dari Malaysia. sehingga bangsa Asia dan Afrika tetap selalu bijak dalam melangkah ke depan. pendiri ISTAC (Ismail. Pendahuluan Masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society diperkenalkan pertama kali oleh Anwar Ibrahim (ketika itu Menteri Keuangan dan Timbalan Perdana Menteri Malaysia) dalam ceramah Simposium Nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada Festival Istiqlal. Civil society yang lahir di . 1995. Konsep madani bagi orang Arab memang mengacu pada hal-hal yang ideal dalam kehidupan. alangkah baiknya jika semua pihak dapat memaksimalkan momentum ini untuk mengambil hikmah dalam perjalanan pahit getir upaya pengejewantahan Dasa Sila Bandung yang telah dilahirkan lima dekade silam. Selanjutnya dilihat juga posisi masyarakat dan negara dalam Islam. yang berangkat dari sebuah hadits yang mengatakan “Khayr al-Qurun qarni thumma al-ladhi yalunahu thumma al-ladhi yalunahu”. 2000: 115-127). negara. Hal tersebut merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas sesuai dengan hukum dialektika. Karena ciri-ciri kehidupan yang ideal pada masa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai proto-masyarakat modern. Kata “madani” berarti civil atau civilized (beradab). Akhirnya. Madani berarti juga peradaban.memperkuat moralitas pentingnya pemberdayaan masyarakat madani sebagai pemegang peran strategis dalam penyelenggaraan pembangunan seperti teracantum dalam mukadimah di awal kutipan dari The Ten Commitments. Berdasarkan projecting back theory (melihat sejarah awal Islam sebagai patokan). pada zaman Yunani Kuno sudah dikenal societies civilis. sebagaimana kata Arab lainnya seperti hadlari. 2000: 115). Istilah itu diterjemahkan dari bahasa Arab mujtama‟ madani. Munculnya konsep masyarakat madani menunjukkan intelektual muslim Melayu mampu menginterpretasikan ajaran Islam dalam kehidupan modern. menggantikan bangunan Orde Baru yang menyebabkan bangsa Indonesia terpuruk dalam krisis multidimensional yang tak berkesudahan. World Summit for Social Development. namun dengan pengertian yang identik dengan negara. Masyarakat madani kadang dipahami sebagai masyarakat sipil. Nabi. Civil society dimaksudkan mencegah lahirnya pemerintahan otoriter melalui kontrol dari masyarakat. Sebelumnya. 2000:180-181). karena diterjemahkan dari konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu. Copenhagen Declaration and Programme of Action. Dialog tersebut bersifat aktif karena Barat mengembangkan konsep civil society tersebut berdasarkan sejarah awal Islam Kata kunci: masyarakat madani. Naquib Attas. Indonesia. projecting back theory. persisnya mengawinkan ajaran Islam dengan konsep civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. yaitu suatu masyarakat yang diciptakan Nabi Muhammad SAW di Madinah. 1. Di sini akan diselidiki konsep tersebut sebagai suatu bentuk dialog Islam dengan modernisasi. yang diperkenalkan oleh Prof. Konsep masyarakat madani digunakan sebagai alternatif untuk mewujudkan good government. 26 September 1995 (Hamim. yaitu dalam menetapkan ukuran baik atau buruknya perilaku harus dengan merujuk pada kejadian yang terdapat dalam khazanah sejarah masa awal Islam dan bila tidak ditemukan maka dicari pada sumber normatif al-Qur‟an dan Hadits (Hamim.

dan lebih tertarik mengikuti ceramah dan kuliah Edward Pococke. Reinterpretasi Islam terhadap perkembangan zaman bukan sesuatu yang tabu melainkan suatu keharusan dari hukum dialektika thesis-antithesis-synthesis dalam rangka menuju ke arah yang lebih baik.Barat diislamkan menjadi masyarakat madani. 2000: 112-113). good‟. Bahkan dia secara jelas menyebut: „Mohamet had very sound opinions. dan kebebasan individu. dan menilai sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW adalah sangat baik. to that extent. konsep masyarakat madani merupakan bentuk dialog Islam dengan modernitas (Barat). Dengan demikian. 2000: 94). Konsep masyarakat madani memiliki rentang waktu pembentukan yang sangat panjang sebagai hasil dari akumulasi pemikiran yang akhirnya membentuk profile konsep normatif seperti yang dikenal sekarang ini (Hamim. legislatif. Pada waktu itu. profesor studi tentang Arab. masyarakat kota Madinah merupakan proto-type masyarakat ideal produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan konsep civil society. Di . Mereka melakukan penyetaraan itu untuk menunjukkan bahwa di satu sisi. Tentang Montesquieu ditulis “indeed there are many specific references to the Qur‟an and to the Islamic law in the writing of Montesquieu” (Azizi. Locke ketika menjadi mahasiswa Oxford sangat frustasi dengan disiplinnya. taking care to give unity to his political system. 2000: 113). karena sebelumnya Barat telah melakukan studi perbandingan dengan peradaban Islam ketika mau merumuskan civil society. tidak lepas dari pengaruh Islam. kekuasaan. Para intelektual Muslim menjadikan Amerika Serikat sebagai model dari bentukan civil society. dan di sisi lain. yaitu suatu masyarakat kota Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya. Kebencian terhadap ABRI semakin dalam ketika mereka terkooptasi oleh rezim Soeharto untuk membungkam rakyat yang kritis terhadap gaya pemerintahan yang feodal dan otoriter. karena kehidupan masyarakat Madinah di bawah Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam civil society yang lahir di Barat. Orang juga tahu kalau ABRI berada di belakang semua aksi teror dan penculikan terhadap para aktivis demokrasi (Hamim. terbitan Macmillan Press (1988). terjemahan civil society yang lahir di Barat pada abad ke-18. masyarakat madani dipahami sebagai masyarakat sipil.G. sebagai kaunter terhadap dominasi ABRI (nama waktu itu untuk tentara dan polisi di Indonesia) yang menerapkan doktrin dwi fungsi. Dialog dialektik Islam dan Barat bersifat aktif. the government was undivided and. dan yudikatif. Kemudian perhatian pemikiran Locke mengenai problem-problem tentang pemerintahan. Hidayatullah dalam bukunya Islamic Jurisprudence: An International Perspective. Weeramantry dan M. Kadang. dimana ABRI memerankan tugas-tugas sipil sebagai penyelenggara lembaga-lembaga eksekutif. Sementara Montesquieu bermula dari bukunya Persian Lettters. Islam mempunyai kemampuan untuk diinterpretasi ulang sesuai dengan perkembangan zaman. and for as long as the form of his government endured under the caliphs who succeeded him. 2. Mereka mengambil contoh dari data historis Islam yang secara kualitatif dapat dibandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society. Pengaruh Islam dalam civil society sudah dijelaskan C. Barat sedang dalam cengkeraman pemerintahan otoriter. Rasanya tidaklah berlebihan kalau kita menerjemahkan civil society dengan masyarakat madani. Hampir semua kepala pemerintahan dari pusat sampai daerah dipegang oleh ABRI. pemikiran John Locke dan Rousseau tentang teori kedaulatan (sovereignty) mendapatkan pengaruh dari pemikiran Islam. Bahkan konsep ini pun masih akan berkembang terus akibat dari proses pengaktualisasian yang dinamis dari konsep tersebut di lapangan. Rousseau dalam Social Contract-nya juga tidak lepas dari pengaruh Islam. yang kemudian diteruskan dalam buku berikutnya The Spirit of the Laws. Masyarakat Madani dan Negara Konsep masyarakat madani tidak langsung terbentuk dalam format seperti yang dikenal sekarang ini. Hal tersebut diperkuat oleh latar belakang dimunculkannya civil society di Indonesia.

maka negara tidak hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan akhir tertentu bersama. Kedua. individualist world of civil society organised around commodity production. the state came to be regarded as necessarily subordinate to civil society. dan mengkoreksi posisi negara yang lemah vis-à-vis masyarakat. Sedangkan di Indonesia. it follows that its claim to supreme authority cannot be based upon the hereditary title of a royal line. 1988: 47-48): …the state as an association between the members of a society rather than as the personal domain of a monarch. Islam mengembangkan prinsip keseimbangan dalam segala aspek kehidupan.Amerika kekuasaan negara sangat terbatas dan tidak bisa mengintervensi hak-hak individu (biasa disebut dengan small stateness). 2000: 88-89) mengemukakan dua penggunaan istilah civil society dari sudut konsep sosiologi. individual exchange. but must originate in the way in which rulers are related to the ruled. In the first. Selain bertentangan dengan prinsip keseimbangan juga mengingkari sejarah masyarakat madani ciptaan Nabi Muhammad SAW yang berbentuk negara. and furthermore as an association that is unique among all the associations in civil society because of the role it plays. 1988: 56) memandang negara modern lebih dari sekedar penjamin bagi berkembangnya civil society. Kita boleh menjadikan Amerika sebagai model dan bukan mengekor karena perbedaan situasi dan kondisi dari kedua negara tersebut. and if it is to be a genuine association between all members of the community. Two principal lines of thought emerged. If the state is accorded such a role. seperti penjamin aturan pasar agar setiap individu dapat mengejar keperluannya. yaitu: …how government should ralate to the private. melainkan merupakan puncak dari sistem sosial. 2000: 87). namun sangat kuat dalam bidang pelaksanaan hukum (Azizi. yaitu dalam tingkatan kelembagaan (organisasi) sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. yang bertujuan: Pertama. what policies and puposes it should pursue and how the general interest should be defined. karena negara tidak boleh tunduk kepada keinginan masyarakat yang menyimpang dari akal sehat seperti menuruti suara mayoritas yang menghendaki diperbolehkannya minuman keras. Hegel dan Rousseau (Gamble. Dengan penjelasan di atas. yang terjadi adalah sebalinya. perumus civil society menyusun kerangka dasar sebagai berikut (Gamble. Tidak benar jika ingin mewujudkan masyarakat madani harus memperlemah posisi eksekutif seperti yang terjadi di Amerika. and money. konsep civil society lebih berkait dengan tema kedua itu. yaitu: . Dalam bidang hukum pun demikian. in the second. Kesan salah tersebut terjadi karena lahirnya civil society bersamaan dengan konsep negara modern. karena penegakkan hukum masih lemah dan MPR/DPR mempunyai kekuasaan yang besar. Gamble (1988: 54) menyimpulkan bahwa teori negara modern mencakup dua tema sentral yaitu sovereignty. Thingking of the state as an association between all members of a society means ascribing to it supreme authority to make and enforce laws –the general rules that regulate social arrangements and social relationships. Atas dasar itu. Dalam pengertian yang pertama. These different conceptions were later to form one of the major dividing lines in modern liberalism. Akibatnya. Kita mungkin dapat belajar dari pelaksanaan hukum di sana. dimana nilai tertinggi bukan pada individu melainkan pada kehidupan bersama Adam Seligman (Azizi. untuk menghindari lahirnya negara absolut yang muncul sejak abad ke-16 di Eropa. the problem of the relationship of state power to civil society. di Indonesia sering terjadi pergantian pemerintahan. dan political economy. Sedangkan. karena negara modern didirikan atas dasar persamaan semua warga negara. untuk mengontrol kekuasaan negara. it was seen as a sphere which included but also transcended civil society and countered its harmful effects. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan dan dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi yang mempunyai delapan karakteristik.

3. Organisasi-organisasi tersebut tidak memiliki kemandirian dalam pemilihan pemimpin maupun penyusunan program-programnya. terutama terbentuknya organisasi-organisasi kemasyarakatan dan profesi dalam wadah tunggal. Presiden Habibie mendapat dukungan dari ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Hanya beberapa organisasi keagamaan yang memiliki basis sosial besar yang agak memiliki kemandirian dan kekuatan dalam mempresentasikan diri sebagai unsur dari masyarakat madani. Penggunaan istilah yang kedua berkaitan dengan tinjauan filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Hal itu terjadi karena ada perantara Habibie yang . maka kita tahu bahwa negara mempunyai tugas untuk mengembangkan masyarakat madani. sebagai pengaruh moralitas Kristen dalam peradaban modern. Pemerintah sulit untuk melakukan intervensi dalam pemilihan pimpinan organisasi keagamaan tersebut karena mereka memiliki otoritas dalam pemahaman ajaran Islam. seperti Nahdlatul Ulama (NU) yang dimotori oleh KH Abdurrahman Wahid dan Muhammadiyah dengan motor Prof. Dari delapan karakteristik demokrasi yang merupakan tugas negara modern. Mereka yakin agama hanya berperan sebagai masa transisi antara dunia mitos dan dunia modern. walaupun aspek moral itu tidak ditransendenkan kepada Tuhan. dimana ia duduk sebagai Ketua Umumnya. Kebijakan ini juga berlaku terhadap masyarakat politik (political societies).(1) the freedom to form and join organizations. Terbentuknya ICMI merupakan suatu keberhasilan umat Islam dalam mendekati kekuasaan karena sebelumnya pemerintah sangat phobi terhadap Islam politik. (3) the right to vote. Era Reformasi yang melindas rezim Soeharto (1966-1998) dan menampilkan Wakil Presiden Habibie sebagai presiden dalam masa transisi telah mempopulerkan konsep masyarakat madani karena presiden beserta kabinetnya selalu melontarkan diskursus tentang konsep itu pada berbagai kesempatan. Habibie mengeluarkan Keppres No 198 Tahun 1998 tanggal 27 Februari 1999 untuk membentuk suatu lembaga dengan tugas untuk merumuskan dan mensosialisasikan konsep masyarakat madani itu. Pengaruh politik tokoh dan organisasi keagamaan ini bahkan lebih besar daripada partai-partai politik yang ada. dengan alasan seperti yang diyakini Montesquieu dan Tocqueville “the people can be trusted to rule themselves” (Azizi. Moral diyakini sangat penting untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. SPSI. Konsep masyarakat madani dikembangkan untuk menggantikan paradigma lama yang menekankan pada stabilitas dan keamanan yang terbukti sudah tidak cocok lagi. seperti MUI. Soeharto terpaksa harus turun tahta pada tanggal 21 Mei 1998 oleh tekanan dari gerakan Reformasi yang sudah bosan dengan pemerintahan militer Soeharto yang otoriter. dan sebagainya. Dr. Masyarakat Madani di Indonesia Masyarakat madani sukar tumbuh dan berkembang pada rezim Orde Baru karena adanya sentralisasi kekuasaan melalui korporatisme dan birokratisasi di hampir seluruh aspek kehidupan. 2000: 90). (6) alteernative sources of information (what we would call a free press. sehingga mereka tidak memiliki kekuatan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. HKTI. PWI. suatu bentuk pressure group dari kalangan Islam. Amien Rais. sehingga partai-partai politik pun tidak berdaya melakukan kontrol terhadap pemerintah dan tawar-menawar dengannya dalam menyampaikan aspirasi rakyat. (2) freedom of expression. Mereka mengabaikan peran Tuhan yang dipandang sudah tidak cocok lagi untuk dunia modern. Bahkan. and (8) institutions for making government policies depend on votes and other expressions of preference. Gerakan Reformasi didukung oleh negara-negara Barat yang menggulirkan konsep civil society dengan tema pokok Hak Asasi Manusia (HAM). (4) eligibility for public office. (5) the right of political leaders to compate for support and votes. KNPI. (7) free and fair elections.

Dengan demikian. dan (3) fakta historis bahwa KH A. Gerakan Aceh Merdeka. 1999: 17). diperlukan pengembangan lembaga-lembaga demokrasi. 1999). yang dibedakan dengan kelompok Islam Politik. Munculnya wacana civil society di Indonesia banyak disuarakan oleh kalangan “tradisionalis” (termasuk Nahdlatul Ulama). Pengamat politik dari UGM. bahkan dipinggirkan dalam peran kenegaraan. (2) aspek horisontal. bukan pada aturan main. akademisi. Kebangkitan wacana civil society dalam NU diawali dengan momentum kembali ke khittah 1926 pada tahun 1984 yang mengantarkan Gus Dur sebagai Ketua Umum NU. tidak tegaknya hukum. bukan oleh kalangan “modernis” (Rumadi. yang menjamin keberlanjutan proses pemerintahan yang terbuka dan partisipatoris. Untuk menghindari hal itu. lihat mereka mendirikan LKIS yang arti sebenarnya adalah Lembaga Kajian Kiri Islam. Islam sebagai agama universal tidak mengatur bentuk negara yang terkait oleh konteks ruang dan waktu sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri tidak menamakan dirinya sebagai kepala negara Islam dan Nabi tidak melontarkan ide suksesi yang tentunya sebagai prasyarat bagi kelangsungan negara (Wahid. tetapi ia sangat menghormati tradisi dan memperbaharuinya secara bertahap sesuai dengan psikologi manusia karena tujuannya bukanlah menciptakan orde baru (a new legal order) tapi untuk mendidik manusia dalam mencapai keselamatan melalui terwujudnya . di samping penegakkan hukum yang masih belum memuaskan. Hal itu lebih didorong oleh dosa rezim Orde Baru yang telah mengabaikan ciri-ciri masyarakat madani seperti pelanggaran HAM. Dalam pandangan Gus Dur. yaitu kemaslahatan umat dalam memutuskan perkara baik politik maupun agama. namun disamarkan keluar sebagai Lembaga Kajian Islam. terutama pelembagaan politik. yaitu: (1) aspek vertikal. Alasan penerimaan NU terhadap Pancasila berkaitan dengan konsep masyarakat madani. Kemudian konsep masyarakat madani mendapat dukungan luas dari para politisi. Di kalangan NU dikembangkan wacana civil society yang dipahami sebagai masyarakat non-negara dan selalu tampil berhadapan dengan negara. di samping adanya fatwa Mukhtamar NU 1935 di Palembang (Ismail. namun bagi masyarakat yang belum berpengalaman dalam berdemokrasi. Keteganggan di Indonesia tidak hanya dalam wacana politik saja. dan media massa karena mereka semua merasa berkepentingan untuk menyelamatkan gerakan Reformasi yang hendak menegakkan prinsip-prinsip demokrasi. sebagai dasar NU menerima asas tunggal Pancasila. supremasi hukum. Walaupun Nabi telah melakukan revolusi dalam masyarakat Arab. pengembangan konsep masyarakat madani merupakan salah satu cara dari kelompok ICMI untuk merebut pengaruh dalam Pemilu 1997. Dari kandungan NU lahir prinsip dualitas Islam-negara. Kalangan muda NU begitu keranjingan dengan wacana civil society. Sedangkan.sangat dekat dengan Soeharto. tetapi diperparah dengan gejala desintegrasi bangsa terutama kasus Timor Timur. agamawan. yang menekankan paham pluralisme. dan pemerintahan yang sentralistis/absolut. 3 Maret 1999) yakin bahwa pengembangan masyarakat madani memang bisa membantu menciptakan atau melestarikan demokrasi. di samping birokrasi yang efektif. Gus Dur memperkenalkan pendekatan budaya dalam berhubungan dengan negara sehingga ia dikenal sebagai kelompok Islam budaya. kerusuhan sosial yang sering membawa persoalan SARA menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang buta hukum dan politik (sebagai prasyarat masyarakat madani). Hal ini bisa dipahami karena pada masa tersebut. Dr Mohtar Mas'oed (Republika. Wahid Hasyim sebagai salah seorang perumus Pancasila. pengembangan masyarakat madani justru bisa menjadi hambatan terhadap demokrasi karena mereka menganggap demokrasi adalah distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. dan HAM. NU adalah komunitas yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam negara. yaitu sifat pluralitas umat (QS al-Hujurat 13) dan adanya satu universal kemanusiaan. dan Gerakan Papua merdeka. 2000: 16). sesuai dengan Perennial Philosophy (Filsafat Hari Akhir) atau Religion of the Heart yang didasarkan pada prinsip kesatuan (tawhid).

(2) keselamatan keyakinan agama masing-masing.kebebasan. Sementara. kini telah menjadi “negara” itu sendiri. visi. Nabi Muhammad SAW telah menampilkan peradaban Islam yang kosmopolitan dengan konsep umat yang menghilangkan batas etnis. dimana negara hanya berperan sebagai „polisi‟ yang menjaga lalu lintas kehidupan beragama dengan rambu-rambu Pancasila (Wahid. Alamsyah Ratu Prawiranegara (1978-1983). yang tidak hanya didasarkan pada toleransi model kerukunan (ko-eksistensi) dalam Trilogi Kerukunan Umat Beragama-nya mantan Menteri Agama H. tidak memandang orang berdasarkan agama tapi lebih pada pribadi. tanpa adanya paksaan untuk berpindah agama. bukan pada aturan main. Dan Indonesia telah . yaitu membantu tugas negara ataupun melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh negara. Dalam Islam ada lima jaminan dasar. tetapi didasarkan pada aspek saling mengerti (Hidayat dan Gaus. dan (5) keselamatan profesi. dan kesejahteraan (Schacht. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal bahwa timbulnya civil society pada abad ke-18 dimaksudkan untuk mencegah lahirnya negara otoriter. Pandangan pluralisnya didasarkan pada sejarah kehidupan Nabi sendiri yang terbuka terhadap peradaban lain. 1979: 541). Oleh karena itu. 1998: xiv). Gus Dur sangat mendukung dialong antaragama/antarimam. Terpilihnya Gus Dur sebagai presiden sebenarnya menyiratkan sebuah problem tentang prospek masyarakat madani di kalangan NU karena NU yang dulu menjadi komunitas non-negara dan selalu menjadi kekuatan penyeimbang. 4. di samping tentunya sifat universalisme Islam. Gus Dur memerankan diri sebagai penentang terhadap ortodoksi Islam atau dikatakannya main mutlak-mutlakan yang dapat membunuh keberagaman. sebagaimana dikatakan Wahid (1999: 1) sebagai berikut: (1) keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum. seperti kerusuhan berbau SARA. akhirnya menjadi pemasung terhadap kebebasan berpikir karena setiap ada pemikiran kreatif langsung dituduh sebagai bid‟ah. Ortodoksi yang tadinya untuk mensistematiskan dan mempermudah pengajaran agama. Peradaban Islam yang ideal tercapai bila tercapai keseimbangan antara kecenderungan normatif kaum Muslimin dan kebebasan berpikir semua warga masyarakat (termasuk mereka yang non-Muslim) (Wahid. (4) keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar prosedur hukum. Gus Dur. 1991: 164). (3) keselamatan keluarga dan keturunan. Hal tersebut memerlukan identikasi tentang peran apa yang akan dilakukan dan bagaimana NU memposisikan diri dalam konstelasi politik nasional. Keseimbangan itu terganggu dengan dilakukannya ortodoksi (formalisme) terhadap ajaran Islam. Hal itu terjadi karena baik pemerintah maupun masyarakat masih belum berpengalaman dalam berdemokrasi. dan ketulusannya untuk pengabdian pada sesama. misalnya pengembangan pesantren (Rumadi. kesederhanaan. sehingga pengembangan masyarakat madani bisa menjadi hambatan bagi demokrasi. Sebagai komitmennya dia berusaha membangun kebersamaan dalam kehidupan umat beragama. Simpulan Ekses dari gerakan Reformasi yang berhasil menggulingkan rezim Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 masih terus belum teratasi. karena demokrasi dianggap sebagai distribusi kekuasaan politik dengan tujuan pemerataan pembagian kekuasaan. yaitu suatu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk memupuk saling pengertian antaragama. 1999: 4). Dilihat dari sejarahnya civil society yang lahir di Eropa pada abad ke-18 dengan tokohnya John Locke atau Montesquieu bertujuan untuk menghindari pemerintahan yang absolut. maka NU harus memerankan fungsi komplemen terhadap tugas negara. Gus Dur harus mendukung terciptanya negara yang demokratis supaya memungkinkan berkembangnya masyarakat madani. pluralitas budaya. seperti yang tersebar dalam literatur hukum agama (al-kutub al-fiqhiyyah). bahkan ia ikut memprakarsai berdirinya suatu lembaga yang bernama Interfidie. seperti kelompok Tradisionalis lainnya. 1999: 3). keadilan. dan heteroginitas politik.

Daftar Pustaka Azizi. Republika 3 Maret 1999. Kompas Online. NU. Civil Society dan NU Pasca-Gus Dur. Pluralism dan Religious Tolerance. Keppres No. Hal. Hamim. 1999. Wahid. Pendidikan Islam. 1991. Departemen Agama. Hal itu bertentangan dengan prinsip keseimbangan dalam Islam dan sejarah masyarakat Madinah bentukan Nabi Muhammad SAW. dan Politik Kyai. Semarang: PT Tanjung Mas Inti. Hidayat. 11/9/99. Realitas juga menunjukkan kalau negara yang demokratis tidak dapat dilakukan sendiri oleh masyarkat madani. Wahid. agar tidak bertentangan dengan kehendak masyarakat madani. Andrew. . 5 November 1999. Mohtar Mas‟oed. Islam dan Civil society (Masyarakat madani): Tinjauan tentang Prinsip Human Rights. Yogyakarta: Tiara Wacana. 2000. Ismail SM. Jakarta: BP 7 Pusat.J. Masyarakat madani Antara Cita dan Fakta: Kajian Historis-Normatif.meniru model Amerika. Pancasila sebagai Ideologi. Rumadi. Abdurrahman. Bosworth (eds. Yogyakarta: LkiS. Gusdurism. Abdurrahman. Hal. 1. Faisal. 2000. Ismail. 1979. Joseph and C. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 198 Tahun 1998 Tanggal 27 Februari 1999.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. B. Hongkong: Macmillan Education Ltd. Signifikansi Peran Pesantren dalam Pengembangan Masyarakat madani. Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Tuhan Tidak Perlu Dibela. Dalam Oetojo Oesman dan Alfian (eds. Gamble. Baik menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan demokrasi. (1999). Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Dengan demikian. Jakarta. Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. The Legacy of Islam. 1999. Universalisme Islam dan Kosmopolitanisme Peradaban Islam. Thoha. dimana negara mempunyai posisi yang lemah vis-à-vis masyarakat. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. 2000. A Qodri Abdillah. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Wahid. 1998. Masyarakat juga harus mengontrol kinerja pemerintah dan para wakilnya. Abdurrahman. Pancasila sebagai Ideologi dalam Kaitannya dengan Kehidupan Beragama dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Schacht. 1992. diharapkan pemerintah dan MPR/DPR saling menjaga keseimbangan untuk menegakkan hukum yang sehat dan demokrasi. Demokratisasi dan Masyarakat Madani. Habibie. Dalam Ismail SM dan Abdullah Mukti. xiv. 1988. 1999.E. Pasing Over: Melintas Batas Agama. Komaruddin dan Ahmad Gaus AF. 1999.). Pendidikan Islam. London: Oxford University Press. tetapi harus ada keinginan politik juga dari pemerintah karena banyak karakteristik dari demokrasi yang memang menjadi kewajiban negara modern. 2000. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. An Introduction to Modern Social and Political Thought.

Masyarakat wacana madani Dalam arti luas setiap masyarakat yang berpendidikan pasti berwacana. . protes. surat terbuka kepada editor. yakni berkomunikasi bacatulis. padahal pembiasaan kegiatan ini merupakan upaya demokratisasi. yang indikatornya mencakup kemampuan membaca dan menulis. 1988. Dalam konteks masyarakat madani. literasi (keterampilan membaca dan menulis) mesti teraktualisasi dalam membaca madani (civic reading) dan menulis madani (civic writing). membangun hubungan emosional antara warga Bandung dengan para pengunjung. Ini juga merupakan praktik perwakilan dalam masyarakat madani. norma. Literasi madani (civil literacy) adalah kemampuan masyarakat untuk membaca agar mampu memberi keputusan sosial yang bertanggung jawab dan kemampuan menulis secara kritis untuk mengaktualisasikan peran sosialnya dalam masyarakat. catatan rapat. untuk menyatakan hubungan personal maupun kolektif sebagai warga masyarakat. resolusi. Islamic Jurisprudence: An International Perspective. Poster dengan tulisan "Selamat Datang di Kota Kembang. Literasi adalah niscaya untuk membangun masyarakat madani. misalnya. pidato. memo. hukum. tidak saja menyadarkan tanggung jawab wali kota tetapi warga itu secara tidak langsung mewakili anggota masyarakat lain yang hirau tentang kebersihan jalan. Menulis partisipatoris (participatory writing). London: The Mcmillan Press. Ada sejumlah tujuan dari penulisan teks-teks demikian itu. dan iman adalah potensi psikologis yang inheren dalam setiap masyarakat dan relatif statis dibandingkan dengan ilmu. teknologi dan peradaban. namun wacananya belum tentu berkualitas madani. Lewat kaji ulang secara saksama ihwal tulis-menulis kita dapat mengungkap kesejarahan peradaban manusia. C. Kedua. 7 September 2005 Nilai. Petisi. Pikiran Rakyat. Dengan kata lain. Berperadaban adalah proses belajar secara kolektif dan sepanjang sejarah sehingga mencapai derajat cultured. Dua kegiatan ini adalah media transformasi dari tahap ke tahap peradaban manusia. yakni masyarakat yang berpendidikan. agenda. yang merupakan ajang partisipasi warga negara sebagai bagian dari kehidupaan demokrasi. yaitu: pertama. untuk memohon informasi dan bantuan. *) Dosen Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Yogyakarta Posted by Taufiq at 1:01 PM 0 comments Baca-Tulis Masyarakat Madani Baca-Tulis Masyarakat Madani Oleh A. aduan kepada anggota legislatif. dan M. Proses belajar-mengajar dan pemerolehan keterampilan intelektual diniati sebagai upaya memberdayakan warga negara untuk partisipasi madani itu. surat aduan. 'bermadani' mensyaratkan pemertahanan nilai-nilai tradisional dan pada waktu yang bersamaan disalinghadapkan dengan ilmu dan teknologi yang tidak sabar untuk berlari tanpa henti.G.Weeramantry. buletin. dan sebagainya adalah teks-teks yang merupakan bukti perwujudan literasi madani. Hidayatullah." misalnya. Chaedar Alwasilah. yakni kegiatan menulis warga masyarakat atas inisiatif sendiri untuk tujuan sosial politik cenderung dianggap enteng. Surat yang ditulis warga kepada wali kotanya ihwal kebersihan jalan-jalan.

untuk mengevaluasi kinerja petugas layanan publik. Yang sering dilupakan adalah perlunya mengubah mind set guru dan dosennya! Sejak dicantumkannya dalam kurikulum. objektivitas. dan sebagainya merupakan media untuk pemertahanan demokrasi.' yakni memiliki kemampuan membaca tapi tidak diimbangi oleh kemampuan menulis. Sayangnya. Yang terjadi selama ini adalah berjubelnya lulusan PT yang bernasib 'setengah literat. Keempat. (2) pendekatan ekstrakurikuler untuk menunjang kemampuan mahasiswa. Pendidikan bahasa dalam konteks madani membekali siswa rasa percaya diri dan keterampilan retorika yang diperlukaan untuk berekspresi dalam wacana madani di sekolah dan di luar sekolah. dan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia (MKU BI)--diyakini dapat menyulap 'sim salabim' para mahasiswa menjadi sarjana yang produktif menulis. Mereka juga dilatih mencermati kejujuran. SMP untuk mengajarkan literasi tingkat fungsional. Sedikit sekali buku teks BI yang memasukkan teks-teks tersebut sebagai bahan bacaan. kemampuan menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. SMA untuk mengajarkan literasi tingkat informasional. Informasi yang diberikan oleh organisasi seperti LSM dalam bentuk "kalawarta" (newsletter). Tampaknya kesadaran terhadap dahsyatnya potensi jenis-jenis teks ini masih lemah. Caranya antara lain dengan mengakrabi secara kritis berbagai jenis teks seperti disebut di atas. untuk menyuguhkan informasi kepada publik sebagai bentuk layanan publik. yaitu dengan menyelaraskan hakikat MKU BI dengan tuntutan literasi epistemik. Ada tiga pendekatan yang dapat ditempuh secara serentak. Tingkatan itu dapat disejajarkan dengan tingkatan pendidikan formal. yaitu: (1) pendekatan kurikuler dengan mereposisinya sebagai mata kuliah wajib dengan jumlah sks sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Masing-masing secara berurutan merujuk pada kemampuan membaca dan menulis. dan perguruan tinggi (PT) untuk mengajarkan minimal literasi epistemik. MKU ini harus diberi darah baru agar mampu melejitkan literasi epistemik para mahasiswa. Kita selama ini cenderung menyepelekan ketergantungan keempat tingkatan itu sehingga ada anggapan salah bahwa konsentrasi pada literasi epistemik-seperti melalui perkuliahan teori-teori menulis di jurusan-jurusan bahasa. yakni SD untuk mengajarkan literasi tingkat performatif. . dan (3) pendekatan epistemologis. kemampuan mengakses pengetahuan. Jamu mujarab-tapi memang pahit--untuk mengobati 'penyakit' ini adalah reposisi dan redefinisi MKU BI di semua PT. sasaran pembaca. Para siswa dilatih menganalisis teks sehingga mampu mengidentifikasi karakteristik teks. Warga negara dianjurkan membiasakan diri menyampaikan kritik dan pujian secara proporsional ihwal layanan publik melalui surat kabar atau media komunikasi lainnya.Ketiga. fenomena ini kurang menjadi kepenasaranan para birokrat kampus. catatan rapat. dan epistemic. dan tujuan penulisannya. MKU BI turun mesin Pendidikan diniati untuk mengubah cara berpikir atau mind set anak bangsa. dan efektivitas dalam penulisan itu. functional. dan kemampuan mentransformasi pengetahuan. mengidentifikasi empat tingkatan literasi. TahapanlLiterasi Wells (1987) yang teorinya dijadikan rujukan khususnya oleh tim pengembang Kurikulum Bahasa Inggris 2004. informational. Desakan agar Presiden SBY merombak kabinetkhususnya bidang ekonomi dan hubungan luar negeri--menunjukkan kepedulian publik terhadap layanan dan kinerja kabinet sekarang ini. yakni tingkatan performative. agenda.

dan (7) portofolio. beserta feedback yang diterima. Hal yang sama berlaku untuk pendidikan menulis. jangan begitu" untuk dicermati calon penulis. Para pengajar MKU ini pada umumnya adalah dosen-dosen jurusan BI yang telah 'kehabisan tenaga' mengajar di dapurnya masing-masing. Perlu diingatkan bahwa pendidikan bahasa pertama seyogianya meneratas jalan bagi pendidikan bahasa asing. Khusus dalam mengembangkan keterampilan menulis dalam bahasa asing. Akibatnya kita lebih fasih mendeskripsi produk tulisan dengan sejumlah fatwa seputar retorika "Mesti begini. Semuanya itu membantu kita memahami ihwal menulis secara luar-dalam. yaitu bukti fisik apa yang dibaca dan ditulis siswa. (3) Think-aloud protocols dari guru saat menilai karangan siswa. yakni meneliti karakteristik teks yang dihasilkan siswa. (2) penulis. Bagaimana mungkin seseorang dapat berekspresi tulis dalam bahasa asing sementara ia masih sulit berkspresi dalam bahasa ibunda. Selama ini kita cenderung mendelegasikan perkuliahan MKU BI kepada dosen muda yang masih mentah dan kurang berpengalaman. hasil revisinya. Yang disebut terakhir ini akan lebih dipahami lewat penelitian dengan pendekatan kualitatif. politik. Sering didengungkan bahwa kita lebih berbudaya dengar-ucap (orality) daripada baca-tulis (literacy). yaitu: (1) pembaca. yang terampil berteori tapi pada galibnya sangat lemah berkreasi. (6) analisis draf tulisan siswa. yakni konteks menulis. (4) interviu retrospektif dengan responden ihwal tugas atau kegiatan menulis. sementara itu kita tidak dapat memberi solusi yang spesifik karena kita gelap-gulita ihwal proses kreatif menulis dan konteks makro pembelajarannya. draf karangan dari sejawat dan guru. Pendidikan menulis selama ini terlampau berorientasi pada produk dan mengabaikan proses. perkuliahan ini terkesan asal-asalan. Sesungguhnya banyak dosen nonbahasa yang justru lebih produktif dan profesional dalam publikasinya. yakni bagaimana persepsi penulis ihwal proses kreatifnya. Dengan kata lain. yaitu unjuk keterampilan berbahasa bukan unjuk pengetahuan teoretis ihwal bahasa. Pendekatan kualitatif antara lain mengandalkan berbagai sumber data sebagai berikut: (1) kumpulan dokumen kelas. Pada garis besarnya ada empat orientasi penelitian menulis. Banyak yang beranggapan bahwa hanya dosen sastra Indonesia yang mampu mengajar MKU ini. Jika kita melihat rasio antara dosen MKU BI dengan mahasiswa. bukan hasil pengalaman subjektif pribadi atau ilham dan inspirasi. Pendidikan bahasa juga mesti berorientasi kepada kompetensi. hasil observasi. Mereka lalu dibebani mengajar kelas MKU dengan mahasiswa terkadang 100 orang. hasil wawancara dengan siswa dan guru ihwal kegiatan menulis. Mengapa MKU Bahasa Inggris yang sudah berusia lebih dari 300 tahun dalam PT di Amerika-yang lazim disebut college writing--begitu bergengsi? Sebaliknya. padahal para mahasiswa sudah saatnya membangun keterampilaan literasi epsitemik. bukannya kuantitatif. Sungguh di luar batas kesehatan pedagogis! Jalan pintas menuju perbaikan ini adalah dengan memberdayakan dosen-dosen yang memiliki potensi untuk mengajar MKU ini. mengapa MKU BI di PT kita dianggap kurang bermartabat? Bisa jadi karena selama ini MKU ini lebih merupakan pengulangan (yang membosankan) materi ajar di SMA. (3) teks. dan konteks sosial budaya. dan (4) konteks. sering kali kita lupa bahwa keterampilan menulis ini sangat bergantung pada keterampilan menulis dalam BI. kampus. Keempat orientasi ini sama pentingnya untuk memahami produk maupun proses menulis secara holistik. dan komprehensif. (5) analisis terhadap segala bentuk feedback. . seperti konteks kelas. yakni bagaimana persepsi pembaca ihwal sebuah teks. (2) hasil interviu sebelum dan sesudah kegiatan menulis dengan siswa dan guru.MKU ini belum berhasil melejitkan literasi epistemik bangsa ini. mendetil. Kaum profesional dituntut untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil penelitian. pendidikan bahasa atau language arts mesti berorientasi pada pengembangan literasi dan meninggalkan dominasi oraliti.

Masih menurut Adie Usman Musa. yang lebih penting adalah bagaimana warga dunia mampu merumuskan proses masa depan yang lebih baik bagi kemanusiaan. suku bangsa. evaluasi. Banyak kalangan hingga kini masih curiga bahwa konsepsi civil society merupakan bentuk lain dari sebuah hegemoni ideologi tunggal liberalisme-kapitalisme.*** Penulis. Cita-cita ini sesungguhnya merupakan cita-cita yang teramat renta untuk didambakan kehadirannya. tetapi lebih dari itu. begitu mengagumkan. jika dalam masyarakat ada rasa saling menghargai yang namanya pluralitas. Adi Usman Musa juga menegaskan bahwa masyarakat madani tentunya bukan hanya sebuah gambaran ideal tentang cita praktek kehidupan bersama. merupakan sisi lain dari upaya masyarakat untuk menemukan bentuknya yang ideal dalam tataran lokal maupun global. SMA. ia pun bukanlah wacana yang hanya ada di dalam ide. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. Inilah wujud kompetensi literasi epistemik yang memang merupakan perkembangan dari literasi performatif. dan informasional. literasi madani sangat bergantung kepada kecanggihan literasi tingkat SD. Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang sangat majemuk. serta hubungan antar masyarakat (horizontal) dari berbagai latar belakang (suku. dan interpretasi berbagai informasi yang diterimanya. ia harus mampu menjawab berbagai kebutuhan praksis masyarakat seperti basis material. Namun demikian. 20 Desember 2006 Kebijakan Publik KAMMI Daerah Sulsel Cita-cita Masyarakat madani/beradab (civil society) merupakan cita-cita yang teramat mulia untuk dipraksiskan dalam kehidupan bermasyarakat kita. Makna substantif inilah yang hingga kini masih belum dilihat banyak pihak ketika memperdebatkan masalah masyarakat madani. perbedaan. yang dekat dengan kehidupan kita. Konsepsi ini juga memberikan banyak kemungkinan bagi kita untuk melihat hal-hal yang bersifat keindonesiaan. Sejalan dengan tuntutan akademisnya mahasiswa mesti mampu melakukan analisis. sintesis. bahwa makna substantif masyarakat madani akan menjadi relevan. Kehidupan masyarkat pada masa itu terjalin begitu harmonis. Model masyarakat madani pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw ketika memimpin Madinah. ia juga menyimpan potensi konflik yang bisa meledak setiap saat. SMP. ia merupakan sesuatu “yang ada di sini”. Lalu bagaimana posisi dan peran konsepsi masyarakat madani atau apapun varian padanan katanya. dan sebagainya. Artinya. Pada tingkat PT. kini saatnya dilakukan "turun mesin" MKU BI dengan berorientasi kepada perolehan kemampuan menulis akademik dan dengan memberdayakan dosen-dosen tertentu di semua fakultas untuk mengajar kedua mata kuliah itu. . rasa keadilan. Kecurigaan ini boleh-boleh saja sebagai sebuah sikap kritis dan kehati-hatian. Pembantu Rektor UPI Bandung Posted by Taufiq at 12:48 PM 0 comments Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Masyarakat Madani (Civil Society) Oleh: Aryanto Abidin. sosial. Namun. fungsional. dan PT. Masyarakat madani dipenuhi oleh berbagai penghampiran praksis kehidupan masyarakat. Menulis bagi mahasiswa di PT tidak sekadar ekspresi personal atau untuk menyampaikan informasi. dan agama. Hasilnya.Lemahnya keterampilan menulis akademik dan rendahnya jumlah publikasi di kalangan PT Indonesia selama ini disebabkan berbagai faktor: kultural. Keragaman ini merupakan sebuah potensi yang bisa kita gunakan untuk membangun kapasitas masyarakat madani di tanah air. Adie Usman Musa memberikan batas yang jelas. Masyarakat madani atau masyarakat sipil. sehingga ia begitu didambakan dalam menyelesaikan problem social dalam masyarakat kita?. agama dan ras) juga begitu mesra. Pokoknya. Dimana pada masa itu hubungan antara rakyat dengan pemerintah (vertical) begitu mesra. Dengan demikian. baik dari sisi budaya. dan kurikuler. lalu diungkapkan secara kreatif dan imajinatif dengan ungkapan sendiri. bahwa masyarakat madani hádala masyarakat yang juga toleran dan membuka diri terhadap berbagai pandangan yang berbeda antar mereka di berbagai belahan dunia.

Pertanyaan tersebut sungguh menggelitik dan terdengar sangat pesimistik. Student Movement) diharapkan mampu memainkan perannya masing guna mengupayakan dan mengawal terciptanya nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita. Konsep tersebut adalah konsep Muslim Negarawan. Dia bisa hadir dengan rupa yang begitu sangar (id negatif) juga hadir dalam rupa yang ramah (id positif). berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. tokoh masyarakat. sebagai berikut ini: 1) Pengetahuan Ke-Islam-an. Dalam perspektif gerakan mahasiswa. Hal ini tentu membutuhkan evaluasi. serta mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan. semangat keimanan yang kuat (ghirah qawiyah) dan kompetensi yang tajam. NGO. Point penting tersebut adalah KAMMI mampu menciptakan kader yang berorientasi pada profil muslim negarawan. Yohan MSDM bahwa kuncinya adalah tergantung pada: Apakah manusia mampu berfikir rasional. setiap elemen-elemen civil society (Pemerintah. Konsep ini disinyalir mampu memberikan tawaran solusi terhadap lunturnya nilai kearifan dalam masyarakat kita terkhususnya generasi muda kita. maka perlu adanya pembangunan kompetensi kritis sebagaimana yang penulis kutip dalam panduan kaderisasi KAMMI pusat. tidaklah terlalu berlebihan jika sekiranya konsep muslim negaram memiliki relevansi atau berkaitan dalam upaya mewujudkan masyarakat madani/beradab. Kompetensi kritis ini adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki kader yang dirancang sesuai kebutuhan masa depan sebagaimana yang dirumuskan di dalam Visi Gerakan KAMMI. keberhasilan konsep ini tentu tidak bisa kita harapkan dalam jangka waktu singkat. Maka dari itu. basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan.Atas dasar itulah. Terdapat lima kompetensi kritis yang harus dimiliki kader KAMMI. Hal ini sebagaimana yang dimaksud oleh Farhan Hilmi HS dan A. ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan dalam mendesain kader KAMMI. agama. Ada tiga hal yang merupakan syarat utama munculnya sosok Muslim Negarawan yang memiliki keberpihakan pada kebenaran dan terlatih dalam proses perjuangannya diantaranya adalah mereka yang terlahir dari gerakan Islam yang tertata rapi (quwwah al-munashomat). Hal ini-mengutip pendapat Sigmund Freud-disebabkan karena manusia memiliki yang namanya id atau nafsu alamarah yang mengusik manusia untuk selalu berbuat jahat. Potensi id ini tentu tidak hadir begitu saja. dan wawasan sejarah dan wacana keislaman. mampukah kita menciptakan masyarakat madani tersebut? Sehingga dengannya akan tercipta hubungan yang saling menghargai atau saling toleransi. idealis dan konsisten. Oleh karenanya Tuhan mengkombinasikannya dengan akal agar manusia mampu berpikir. Seolah hal tersebut telah menjadi rutnitas yang lumrah. Oleh karenanya. Oleh karenanya. Pertanyaannya sekarang. Pengetahuan ini harus dimiliki agar kader memiliki . kakacauan dan tindakan anarkis masih mewarnai keseharian masyarakat kita. ilmu alat Islam. Profil muslim negarawan dalam definisi risalah tersebut adalah kader KAMMI yang memiliki basis ideologi Islam yang mengakar. sehingga muncul dari dirinya kesadaran untuk mengedepankan tugas kekhalifaan. Secara aplikatif sosok kader muslim negarawan harus memiliki kompetensi kritis yang harus dilatih sejak dini. ataukah dia telah terkuburkan oleh id sehingga tugas untuk mencapaikan kebenaran menjadi terkubur. sampai hari ini semua orang masih menjadikan masyarakat madani sebagai referensi ideal dalam membangun pola kehidupan berbangsa dan bernegara. Betapa tidak. sampai dimana tingkat keberhasilannya. terkhususnya yang mengatasnamakan KAMMI. Kader harus memiliki ilmu pengetahuan dasar keislaman. Dalam upaya membangun capasitas personal (personal capacity building) kader KAMMI. Deskripsi Muslim Negarawan Dalam risalah kaderisasi manhaj 1427 H yang dirumuskankan oleh tim kaderisasi KAMMI pusat. Sah-sah saja bila penulis menganggap pertanyaan tersebut teramat pesimistis. Walau sebenarnya dalam lingkup KAMMI konsep ini baru merupakan tahap trial and error sebagai wujud sebuah ijtihad. telah memformulasikan sebuah konsep yang dengannya diharapkan akan mampu memainkan peran (sesuai dengan kompetensinyanya masing-masing) dalam menciptakan nilai-nilai kearifan dalam masyarakat kita.

sehingga kader yang dihasilkan dalam proses kaderisasi KAMMI selain memiliki daya kritis. dan saling percaya (trust) antar masyarakat.sistem berpikir Islami dan mampu mengkritisi serta memberikan solusi dalam cara pandang Islam. Sedangkan pada poin c lebih dititik beratkan pada peran KAMMI . dan jaringan ini adalah syarat sebagai pemimpin perubahan. Hal mendasar dari kompetensi ini adalah kemampuan kader beroganisasi dan beramal jama‟i. realitas kebijakan publik.Memelopori dan memelihara komunikasi. Oleh karena itu ia harus memiliki kemampuan jaringan. dan sejahtera. 3)Wawasan ke-Indonesia-an. kekokohan akhlak. c. madani. dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar). menawarkan dan mengkomunikasikan fikrah atau gagasannya sesuai bahasa dan logika yang digunakan berbagai lapis masyarakat. mengembangkan.Membina keislaman. adil. Profesionalisme dan kepakaran adalah syarat mutlak yang kelak menjadikan kader dan gerakan menjadi referensi yang ikut diperhitungkan publik. Konsep Muslim Negarawan dan Relevansinya dengan Cita-cita civil society Setelah kita memahami tentang deskripsi profil muslim negarawan. Di samping mampu memimpin gerakan dan gagasan. Hal tersebut tertuang jelas dalam landasan filosofis gerakan KAMMI yang terjabarkan dalam bentuk misi gerakan KAMMI yakni: a. Kredibilitas moral ini merupakan hasil dari interaksi yang intensif dengan manhaj tarbiyah Islamiyah serta implementasinya dalam gerakan (tarbiyah Islamiyah harakiyah). perbedaan.Kompetensi kepemimpinan yang dibangun kader KAMMI adalah kemampuan memimpin gerakan dan perubahan yang lebih luas. keimanan. maka pertanyaan radikal yang patut kita lontarkan adalah. 5)Kepakaran dan profesionalisme.Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa kebaikan. maka pada poin a tersebut tergambar secara implisit tentang hubungan person dengan sang khalik guna melahirkan kearifan dalam setiap pribadi mahasiswa islam. tentu tidak hadir dengan begitu saja dengan hanya membaca mantra sim salabim lalu hadirlah peran tersebut. komunikasi massa. b. d. dimana letak relevansinya antara muslim negarawan dengan cita-cita civil society (masyarakat beradab)?. Kader memiliki basis pengetahuan ideologis. Kader wajib menguasai studi yang dibidanginya agar memiliki keahlian spesialis dalam upaya pemecahan problematika umat dan bangsa. Dalam kapsitas sebagai mahasiswa islam. Relevansi antara keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Penguasaan skill diplomasi. menyebar manfaat. dan kerjasama mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan. yang terintegrasi oleh pengetahuan interdisipliner. Menurut penulis. Kelima poin di atas jelas memiliki relevansinya dengan cita-cita masyarakat madani-tentu saja kalu kita mengacu pada posisi dan peran konsepsi masyarakat madani yakni masyarakat yang menghargai pluralitas. e. ilmiah dan obyektif juga mampu memberikan tawaran solusi dengan cara pandang makro kebangsaan agar kemudian dapat memberikan solusi praktis dan komprehensif.Menggali. Wawasan keIndonesia-an yang dimaksud adalah penguasaan cakrawala ke-Indonesia-an. Kader KAMMI adalah mereka yang terlibat dalam upaya perbaikan nyata di tengah masyarakat. dan memantapkan potensi dakwah. lebih dari itu ia adalah seorang intelektual yang mampu memimpin perubahan. Pada poin b jelas menunjukan kapasitas personal yang berfungsi sebagai skill untuk melakukan perubahan dan pencerdasan kepada masyarakat sehingga memiliki kesamaan visi akan perannya sebagai kalifah. Kader memiliki pengetahuan yang berkorelasi kuat dengan solusi atas problematika umat dan bangsa. kader pun memiliki pergaulan luas dan jaringan kerja efektif yang memungkinkan terjadi akselerasi perubahan. 2)Kredibilitas Moral. manusia butuh kearifan untuk menyadari peranya dalam membumikan nilai-nilai ketuhanan tersebut (khalifah). sosial.6)Diplomasi dan Jaringan. Sosok kader KAMMI tidak sekedar ahli di wilayah spesialisasinya. dan politik mahasiswa. solidaritas.Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang rabbani. Pun demikian halnya dengan mereka yang berbasis gerakan di luar islam. dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia. Posisi dan peran tersebut. intelektual. dan konsistensi dakwah Islam. 6)Kepemimpinan.

Mimpi Perubahan dan Cita Ideal Masyarakat Madani Adi Suryadi Culla. 2002 Aryanto Abidin. Dr. Kesadaran itu akan muncul jika sekiranya setiap pribadi memiliki visi dan misi sebagai khalifah di muka bumi ini atau dengan kata lain mampu membumikan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan sehari-hari.id/”>Saefur Rochmat. perbedaan.policy. Menuju Muslim Negarawan. Jurnal AKSI. Yogyakarta. Masyarakat Madani: Dialog Islam dan Modernitas di Indonesia Posted by Taufiq at 12:46 PM 0 comments Older Posts Subscribe to: Posts (Atom) . Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Sulsel. yakni masyarakat yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran universal. Reaktualisasi Masyarakat Madani Dalam Kehidupan ” href=”http://www. Wallahualambishawaab Daftar Referensi Adie Usman Musa.depdiknas%20go. Di sinilah peran berbagai elemen civil society (tokoh masyarakat. 2005 Farhan Hilmi HS dan A.sebagai bagian dari civil society guna mewujudkan nilai-nilai masyarakat beradab. Jakarta. Student Movement) dalam memberikan pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat. Masyarakat Madani: Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadilan KAMMI. teori dan relevansinya dengan cita-cita reformasi). akan arti pentingnya menghargai perbedaan dan saling percaya. Yohan MSDM dalam sebuah pengantar Spiritualitas Sosial Untuk Masyarakat Beradab (Catatan di era Otoritarianisme. Oleh karena itu. NGO.htm”>Edi Suharto Msc. KAMMI sebagai salah satu kekuatan civil society yang beridiologi islam juga harus mampu memainkan peran tersebut.)YPSK. tokoh agama. Rajawali Pers. edisi maret 2006 Anen Sutianto. Demikina juga dengan makna yang terkandung pada poin e dimana tersiat semangat perubahan (quwwatut thaghiir) yang cukup kental. perbedaan dan saling percaya yakni dengan memelopori dan memelihara komunikasi. Pada poin c merupakan upaya KAMMI dalam upaya menghargai pluralitas. diharapkan akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang beradab. solidaritas dan kerjasama antar sesama elemen mahasiswa indonesia. Kesimpulan Untuk mewujudkan masyarakat madani maka dibutuhkan kearifan setiap individu sehingga mampu bersikap dan memainkan peran menghargai pluralitas. dan saling percaya (trust) antar masyarakat. Namun visi dan peran sebagai khalifah tidak akan lahir begitu saja. Sehingga dengannya. Masyarakat Madani (pemikiran. Jakarta. Risalah Manhaj Kaderisasi 1427 H Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat. 1999 ” href=”http://www.hu/suharto/modul_a/makindo_16.

.05:.3.3/.:/./.907.3.!07/..3/..../.2 8:2-07/.3..3..5:.8.3 50780589./.. 897.3203::2.5.9   !03:9:5  02.%073..9073.-0-07...3.2.9080-..07.3:3.3.90502-.5.35..:/.2033.90/.8.2147:238024./.9203.349.98.9..9:.28:.2..9:88902../.3/8079.:..2.49.5.25.849.49.7.3:8.20::/.:5...900/05.3/.3:39:202-.3 2032-..3.7.3:3%073.3 043427.50302-. 897:9:750749.3 8:2-07/.  49.207.3502-039:.9.320.3317.:5033.9.2:5..

7.!:.349.9./.!.8.:.

  8.73007 .32.. -.3 907. 17. !4890/-%.8.3 .5078.92. 202:/..!.8.7.8./. .79.  -07. 30.39: ..2070.3:58.2/:3.:39:/:/:8.9025..2..799.:3   :7:3.0.2...4220398 !#$#% !#$#% /.3 30..9/.857385 :3.25. 9.2.2..3 2033./1:3/.35073.22.-.79.38./8.39/. -07./8:/.3203.7.09-0781..80-..84.-.3/03.. 17.-:3//.3/99-07.8.9/08759180/.3.3 ..8/.   !02-.9:20.7. 5079.9 -./.:08.09 80.9./.04254507:25:./.39073.2503079.35.3..7.39.83.2039:33.. 17.-8.5.39: 90.30.8..-: :89:8    !#$#%$!!#$%#%$ !#!&  $0903. :2:7507:.549038.8./..7.202.91 /.80 8.:39:202507:.798:.202-07.23.7-07..9:0-07.:431070388.35079.30/:.3.3.3472.25.3 20.907.-07:25:/..38.....3.29./30.73./.3.7.-.7:9:731074780-.078.9/..-.9 3472.. 01307   .7.9./8.9 ! .2.7. 7.3.7.. 17.35.350.342:39.:.203 .3-07. 30.9:39:-.32./.7..80.314:8507. 30.3/5488.2.2503079.9 .90. 208-.32502039.7.9.84./.:07.:16.7.5079.   $0../.-07. 07.3802.9.3/:3/.23899:8/. .330.7-.3 ./../.2.7./ #.7: 5.79:08   .9:.2.5020:8.9.92.70:..9..3-08.3-07..207:5.80:. 17..-08.7.8.9:7..39/.9072.7.380-.3.843.3.7.3/.-0781.   !./.9-07..

8.3/:5 %..8.8.7/42.549 7/0.7.   .549./.3:8.2-:   0/:.39/.7.092025:3.3.47/090780-:9.70.32./:.203/.2.3.3 202...8.3../2.0...1.2203/0138.9079.:3.8: 8:..3:8. 8.80-07.857.502.3.42:3.32030/05.9./.03/07:3202-077:..7.2.2..3203../05.3.8.:.8549/:.390720/.8. 5708980/.9.730.2./.3.7095020739.2./..84..3..5 0399.:3.38.3907-:9 203070907-437.7 835079:2-:.30--.8.7.30.57. -.32.3   0.35.5.38.820 .3  9..0/:5.03/.9:79. 050393.3.2.203.33..33.85492:73   0.95478.   .9.-0-07.2070..2.35..580-..2   %/.9.   3.330703/.3907:3.7.27..84./.30/05.2.5.9:-./.3/0247..3 .3.3/.2.35.574547843.09.91473/.3/5488.:.3-07.807:8. . 9:2-:/03..-0708:/.3.380-.38. 207047039.30472.-80/:39:-072./-08.: /.4:83088 70850./ :2.7.92.38:/.-..9:7.9079.3:3.38.5.390780-:9..7./.8.7. /...79.8..02:/.7.9.395079:2-:.:5:380.3-./-.0..3 03/.-.2.8.3../5.33.31.8..3.3 .-80/9/.5.354980-. 08:./.3-...3/901700/4241057088439390-4:3/841 247.203::7882:9/203843.9 57.   !..7..35079:2-:..0..38... 4.59.9.8094704342   $02039.85.3..283. .3.3 5..3 50303/.03/.3 9/.8   .3 !49-./.380-./.3 7/0./..3.5.3 .3/...7.3805079 0.35079:2-:.75.703.9:438053899:8 3899:824/073/.92.03/07:3 2025078058...7.3549-0.3 5747081 .8.3897:203..3.3/4308.8.7.8.03.3...8.7../.9.0-..84.30:.954947/0 47/02..3202:33.90 .720303.7:087.9.5499:4947802039.3/.307..3549   .5. /.30:..32070.5492.357-.8.2070.3   !079.40919072...3 /0247.5078..2809.2.8549502-.3/03./.3.3.32034/.3.7./05.2.9/03./.33.307.703.7.3.9:/09/03.32.3 /0. 2./.2-07-...-.8. 80947 907:9.7././.33/4308..3/.04254..80.9./.2034-..098073/:-:3.3/9089.5..7-7.79.380-.:-.380.8.91089.302:/./2..3203./41:2.23.:203.:.. 8:.848.2.3:2:2.390708.80-:.380.5079.80-./:.47/0714:3/0/:543247..1700/42.05.3207:5.8/./.3//0.3 ..8.33./05.-.7..14:7834184./.33.073.7./.3.3/9.2.2.9:43805.803.33/.35079:2-:.3/.3:9400-.. 3.3/.2./022070....2439082.8 /.:5./.5-.7:.8 43899:843.3  70.703.343805.3203.320092./..0399.9/.708-09003 901..8....3890.3.8.203.550784.9437.9/..920::/.38. 207047039.309892548943 7:041.3-07. .././:.././.30...8.80/43545:.9.7..9.3-...8:.3 .9:907./2.7    3.3:3089.73.

09 09980.3.8./.84.3-.09083 8. .848.0-799470.0-7.939050450419080..0/350.9-.-071:3820308547.502-../..:7.940907743.94:7435708039.73/-.  4:71.9 ./.33.8854.3907:8200-.3#03.-9.:08.3/8:8903.898..:.3 30./.:.8.3.38 0.3574/:91/..7.3203:3:.3.70.80-..:5.23/03.8.70850..32.0 19.32.39.3/704:8/.3:828.09.3.3899:8 3899:8.3/:828 .7.2-08.7 5070/:5./.3/03././.3.35747.01:.7.3 307039/. 89:.3-.9407.7:8.203.7.9.3:.32..32.7041574-028 :9 .03.74881079.3.24390830... 89.4:/.30.-.3.8.589070.7./3899:8.:.3202.39...3/57..3/2509:8147908:.84.43...9414:7.43.3..3.503:.9 .89.3.408903.720./:897:/85.9..88.507.8 ..03941904/03..53/.9089021742907-709703349075.03034:7920147:8284.94341504501742/1107039.  %0/.3.790203 /05. 890089..73.   0025.73.7.. 8.-.-.50.79.3.8..3:3.43930398  2...74:3/8.1..9.7897:9:7.2:380738:2-07/.30..079 3:2.9 /.908.0881: 089.943 80././03. -8. 203. 30. .390750393 /./.09 02:33.8 :828.-8203941..574/:91..3..27./.3909.7809.3.8../..3.:.2.7574-..93900./30.0789 .4803907/0503/03.7.38.38:/.502-.790203.3/02./.7. .-:.3203.52.:39:207..  !07.:9:7.3/.9.3.330./:.8 7:2..798419047/890780380415747908 %0 57454303984190254894341:82.3 0--08.37.39409074:/349-05488-094:92:9:...7.943948.908:39: -007.3#03...2.3 . 809.:39:203.0 98340.9.3.3.820 9407.8$4:90.9.301091  !020739.39.253 01803/./.39073.0789 %8 .39.38 08.43130/94 ..72434:8.9.3.820 2:9:9:7.83494394089.3/903..-:.20.880.380-.-803.:9:7.8.898.10   .0890/03.3.8.7..9/1107039.39 .30.9.7.5.7.//7088981:3/..7.8.92.790203.320.9041.:.3/-03 24/07..-../03.9.7/3088 ..3/.:.././.8 07.3203443:3.3.3/.09-:9247025479.9.3907.-82039.9 203.11.79/.3..0:.3 803.8.393907.3:3803.3203/7.798 .904128843 ..4389..:7094/.330.8.7.7034994:99078....3207:5.:.943414203 3:89.703.3.38.3/093.03.0 . 84.92..30.90.4342.0803.0--.8.3/..   $.-803.9:.9 ..9988.0908 ./507.-07.. 140738 989070147034925488-09.9.507.907.3 -0-.2  98 .0907473390..3/.92.9.8.39/.50207.2.302-.43/:..041..88.38. 15745073:79:70/  974:.907-.80.2574.7...84.9 247.38200-07.3.9436:9070238.3/-.78   #:25:30.25:20..31.330.80./.0 2:9:.7.-8203941.0 %7:0 $4:90.3.59.203/4743907:8/05.41-.93..5.3. 039:3.-.3   .0147.42341.0349-0:394.3203:39:95:7../...38.9025.25.7.3:3..3 ..7.3/.-8.9.0 3/00/ .0.30889038 /05.547.03/.30.477:5943 86:./.720.90.7.3247.07898079..549038 -.3.2.2..7   09.3.-.3 .3-:..7.0789..3897.9.84790089.-.7.3/490784. 2.. .7.7.9089.3.31349.2070.5./.0  :89943.30/:5.90780-:9 0.3893/...3/17..98:/.43/9438 0.7..3/..3/./.3.0.38.7./90.7/3.2.3..99:803/7 9025./.7.2030/.3 8.2539:.943 /.0 41.3203:7././08./7.84-0..2.7-7./. 704:8.09 $25942.07..84..94341/0..2.418:.:39:203.90..-.7.39.83.3.9.5.8 1489070/.909.3/073 41903.8848.2039./0.3 070789./.-07:5.:800. #8.11..7.3503472.4190574-028.507:/..243:8 854894    203.39...7.35020739.390..790203 /05.-:80415407 902...3.94/03.23503/.3203. 89..041:82$5.88:0   3.3.-. 3.

9.37020.243504504149071. 98.50393-.8-0031:7907037. .3042-.   08:2.3.3.3/..3:897:203.. 03/. . -.:09/.3/42.5.8./. 80507980-:.32.. 0./.92.2-.2.3/.-3.9:74030.0723/...3:39:203.3007 .80-.3/8.7089.90 /.9354. .3/03.3.98.1:7 3007.3. %09.2/./9.2 01..--:3..33.709 9: 8.3.2./..3. 38:/..35:- 84./..7.7/.07.!03.9:80507: 203.92:82803/7   ./-.3:9/03..2:3.7.094:/89703903430 8./..90 %0/4349-00..5020:8.3.880-..38205.:0/..5./.30.94370.3/ :89.84..3:8.3.03.28 7.38..38.3/24/073549.90.3/3899:94384190/0.:7.7..92:82203.3 9073..8..8003..38503/907/....-.3.0397. .3 ././2./..203.7.58.9:39:203/:5.7089.38.:/..3.35.#..7...3..3/./4397-:947507.8/3/4308.3042-.7./. .7.3/.3503.7..8.3/4308.8..050393.. /42.3502-07/.9 3.25:7 3907.5.3 -:99349-0908.4:943 .703. .3.503/.33.9.-.90 .4342.   .380-.0394389 907.35.2-909.2.2 20.3.83-.8043420/.3.38.2:7 /.841038:730.2./41.479.380.3 8:3: 8:3:/.3-0703.32.8 /..3 802-.8.2.2 9.80-.7809.39..344.3507:907:8/93.42292039947043-3893 ..9 .7 2.5 802.507:907:8/02-.7.3203039:.8..33..78.9:7:25:3/03.33/4308..03/:7.9:203./05. /.7:2.9.2/0247..8.7:83.30-07/.7./.5 /80 .9. 208503079..42:39.3/94/02./03./.7.7..3   .7:8/02-.2/42.7.38../70339072/89 9.3/:8.:.92.380-:./.9073.308.3/07.9/03.-.2-0.390:/0399.3-.7.92.92./.3-072.0/ 99003.7.98 :820.3 503079.7041904203. 30.35:.203.92037.3907..204/8.079 3890.7800397 :2..25:3   !03079.9 -07-.3 8 5480/94780.7.3.3   ..5503003.3/02. 80./.3203.3.0394382030.3:.43.2.9.3. 89.25.5.8.907897.3507-0/.3 09..32.898.52020.9/.:829457424900.4:3907924/0738.-..80.094:/2.. 83078/.2.8.7.5:2.9.30/:5.8.:.3202-:9:.9.92.09 03..3.39.:.2:3/4973 2.2..23..8/30. -.302-.9 ..38.7.9..8 203.507. 42039:2 9.01474203 47/490-00.20893.3 3907.3-..93902-84190.7/..2.4342. .3.90 /0133903.38.3/42.90 2. 8.3/03.907.98.9:3.0 942574.31:3843.5...8.3.380.9.5.703.37..9.83././03.9 2.3 5.7.4380:0383.8.92.9.2.   !.8.3.3 ":7.3-0730./.804. ./.3%2:7 .54891 1034203..3/0247...9. ...2.309./.7.3.3 9:-0:2203789./../.-./.9:70.:38.7.320302.3899:9438   03.9:3%.8./ 2...3.9043909.3/.9:2:2/.3/4308.3.9.3.   $0-./.-47..3:82857010794. .3/.3 30./458.3. 749.9202-.8..9507.3/0247.35.:0.30.0430 08841.9./..:.90507507 $4:90.3502-07/.3 17.390397.7.-.32.3502-03.25:9.207-:9.7.8.:.907.380-03.  ..38.3:8./.2.-.20/:5.9..9/.3907...9.0 90.3.38.9.7./.3&&30.$9.3-:2 3/4308./.3202-07.9.3203/.2.50.290.207:5.8.9..35.09 /.2:-:3.340917. ./.3438059:.749 942.09001.08 %04:/7.9.7.2.3 5:-/.7.73../8.320.27:2:8. 2.7-07.3 01.38..89079031472.3%:.243908-.23507.

82.47:22.39:   .9.3-039:/.4:79.84.3   .54882.3.8..8.92.-079...48.8:/:39:2././03.507. 5740.8.38..703.3::2 543/.$.3  !4890/-%..35. 502-.8.92..7-./.7.7..35740..8.//.985 .3/039/03.70/:5.580..3/4308.8././.3 :348:/.7.3.. /.3203.22:.3.3 90.8. .3 30.343805.:-.7.8:/.2.5070.3/:3303/..908/. 34.380.3503079.-./.7.2-..32.3/.9.3..92.403..9 20302-.317./..380-.030..92.490780-:9-0781./..:3.703.3/!747.8.43899:943..2  ...7%0%03422920398 4503.&&9.8503933.. 808:.3 .3  ..3502-.3/.3. 0-07.089.38.843..92.9047   !03/.03907.. 1:381:38.::.3/0.507::/. .3::2/.7.. 5.-.5.73.2-2.8 3.72..92.9097:5./.09/50703.0/05./.84.0.5020..2/.743899:8/..2.3:8.32..9. $2548:2.22041.7.7.8.3/.7./03.30-0-.94.8.84..2..9.0330073 0./..896.7.7.48..2/03.9.802:.730/.- :.2/03..7.3.98/.502-07/.9/.-070-.3.7.3/.3242039:280903.9.7.2.0-01091/.5.3 .2:3/03.8.9:./03...7./-039: 9/.3..8.3.2..8.3/80/4380590780-:980-.8.2 803.50300./.2..57494 2../.9  07/.3.3:/00.701./.39.5909...27.3:93.4:798  %080.8.. $05902-07 .09/2..380-.9/..90780-:9207:5. .9247.7 ./././.3!07/.943..7.2/./90702.-.907.3805079907.980.2-:3.-:.7.9.3 /5..3 897.34/0739.3 -0702-.9:8:.30180340899:8 2.8/3/4308..92.3.3039/08 9070 34.5020739....7:.3.2.8.7.7./..3.0./.59./2./.9:2.98../..330.8.0209080.3./$/.943 80..22.7.7-.3.7.798412.0452039    73.7.3 :2..93-.3..28../..703./..324/0738.804508-00.97.804508 -079083900..8.7.7.8:..3/02-.5-07083. .9:-039:/..9047 20.2 2030702.5..3/  4190343/0709070/434970894:745089442:.5.3.434.9 3899:830..07.7..:43974/.3/.7.8.8.4 8.38.701.8247..9.330.280-.5../.88579:.7.9   -897.3507.3/.84.3-.3.9.3../-039::897:/03.9:039070:. :95..: 2.32.7.3:3.2.7./.2 .3..3-070.09/03./.2 20.35079.8  $0.9 ! .3/.9.:543.4220398 ..909.:16.8:/:39:203.7..3/:3.3242039:23:39: 203./3.7:.7.7.3899:830.7. 84.39:2/.907803/7  83.7./.2 09.2507..3494790720.5.39443.48.8808:./0 /03.5.8...93-.743805..8802:.3/.324/0739.91.7.0908.8.3.:439086:0: $0-0:23.22. 2.22  .43899:9438 :543.9. 80-./.7 -7../03.380.. !0393:39:/8.90702..84.- 3/4308./.92.09   $0.. ...8.93 /0247.3 94441701472.943 47/ $:229147$4.3//.3.3/7 80..3 .380/. .01:7#4.8.3.3203039:.9 5.3:3.380.3..2.-.9/07.3 2.80..27.580-. .8./$/.../.2.43899:943 34.502-.3.3 202507:.-./0.7.2.09.33..2.3.3.3.9-071:380109180-.5..9202..332025:3.09.3./.34/0739.8.3803/780.924/073 ..32.3./...7.3..3%2-. $.9../.9..0.7.7/.3203/47439:2-:/..7.280-.32.0990780-:9-07/.2.8/3/4308..8./08.2503003.8.

3/ 949..7.00/0/2 904.80.7.3.8:2-073472.- 02:/..0 20303.91 .3/94908..4394/./98.3/.25:. ":7 .9. 0.84.32030-. !03.:.0.7 503.27882:9/203843. .8.:5.7/.5848:.7:8.7:8/03.././.3!7088  03:7:93.80-0:23.3/8533..2.5.8 8047...92.2/..6././:   #4:880.3.2.8.09   070.949.9-0781.2$4.8 2030-:9 4.7..22025:3..3207::5...2.:2./..7.7 98.-039:.3./.302:/.439086:0:-072:.2./..:.397/.574-02 574-029039.2-::3..009...:207:2:8..098:/..3.:9..340 !741 .3507.3.3-:.3/./$ 070.38.:. 5027.:7857:/03.:/..7.-.7.7.84. .2.703. .1..7 80-:.3.8.4.-.0732039 .8. !07850../.2.2/.9/.32.8/..9.22. .8 .95..3/.3:39:/39075709.35020739. /.9 80/.39.91/.703./..75.9:88 8..3203:3.9.7.909039 44/ $02039.8/38.3/.3/03./.3./.8.350309.3.-.3..9075:7:/.2.3/88.2.380.3203..3.   . /5078.- :.3   !07:2:8.:7#.34.9: ..9.702.7...09.7./.3..3 438052.3#4:880.9:2.8.89014724184.9.9.20/:5.343805.3808:..35020739..3.88. /.0/:5.8:3/./$.0339073.2/.3 7/0 ../.3808:.3..3 ..7. ":7:36...2..550702-.3 -07.:.343805.09.5.3.3-.9047 .1..22    .3-039:/.2.7.38.79.3207:5..2907.7./3.38.7:8.30-0-.39::39:203:3:.35740..92.3 /./.8.207:5.324/0739.-.3/.8:.3 .3/907:8.203.3503./..2/.3 /.7.3-07.09 !.220309.4/.8.92.-.3/147 .8.8.3 /.7:.3.0307.9.507..3850./.7.3-.:3.6:-99.9/./ .9:/..3/03.38..3.8./.3..3203..84.9-.-:20./.34947907 /.7.39079341439086:0:        .8.894788.7:8.3.8.7./0.8.92.399088 839088/./.38:.7/.9.3 .3/03.4397.2.9/0.339009:.5.3..0/ -07..7...25: 20339075709.8.22..9.:3.574/:8..09.380-.3 0:.3-.2030702.:-:7:3.8/.8.3.39.//:3 438052.9/0..3438052./.3   007.3..8.5.3 7.35027.2:820.390470/./.3  80-.:.2 .84. 147/8.91.88.: 9039.20.7./03.-.2/03.3:3.0 5741084789:/9039./3. 2.843.7.7.7.3 0999078 ./.09 #.3-.9:.: .3::7./902:.3   :3.././.88902 .9 /-.20.:3..1./2.33/.8..9/.943.344/4.889025020739.0732039 203.7010703.389:/ 507-. 2.91:39:20::/./2.39..7.9.438052.:.:.3-07./..-070-..2./.2.949. 02.9:/90702.3. 503/7$% 82./98 .8.37.073203903/:70/:3/0790.84.9.3..3434.. 84..9.32.9:9: .9088 . /.507..30--.3 /:3.38.     .20/:5.2.84.3203.7.9.%0$5794190.3-.3.4 8.805079..2 /03...38.-2:9.9:0.30-9079..3/.3/50703.7:/.2.2 %039..350702-..3/3.7503.0784:3/453438 9.9 3.0/.80.8..3.9073...9 #039075709.7/!4.22./.7203:9.8 9/.8/03.0 907-9.2.9 03..3/3..47.3 ./3.203.  89./$/..30.05..7../.32./-.07039 203/. 203. -0708:/.7/ .7..9/.089490 ":7 .09/03.209.:9:22.2 4.917:89.7-::3./0  438052.3203.3/4308.84..2.357494 9502./.7/.- :..8.3:.7::2/.7.09.9/8.27.3-8.-202.7:8.3  2.7.3 .3.2.243805.098.9203:3:39357385 57385/.3/3.3-.92.80.2/.7..7.9.2-::-07:93.7.32.739:22.3507..../8.3:.3./.79:.7.0:39948549..3/02.2.324/073 507883.9. 203::0.209./.9/./0/..7094.7.3.!078.05./.9:8:.3. .2.- :.3203:3:.2-.3907/.3/.8.3507.:9.92./...3/0..33.3..990.93-.3 84.3439086:0:/9:8 3/00/9070.07..8..7-.75027.

.75:8.257802:./.7.9./..8.5020739.:2:..7.794:39:202-:3.9074459.95.3/.202-039: 57410438053472.2.3.3/3/4308.09/ 3/4308.39/.7.-..89.7.39/.8# 3./.80-./.3 .84.:82203.91 /.5/423. 503003..7/ .3. .3.703. 80-.2../-0..28/./.3/5.8 .8.05..33.8.8.3.3 438052../..74380590780-:9/.3.34380535:32..3/03.330./.2-/..3::22...8..07..3907././..802..9: 502-039:.3.7..5030.7-039:.:#-07.280-.8/.73.33 .7.22     !.-8.5.3104/.9/.7574808503./.3.9:.340# 0-03.038..5.3-0702-.24/0/.3.3..9907-.940.209..32027039.3..92.8.3 2.3907:8./.8.7.8.9.3907.3/.80.02-.903088 3.09.9:9::39:9039.93.380-.7.8 9:.3798 907../: -./ 507.80.21472.382..25..95.55.8073907./50.:3907907.3.38.3 /.3:/.09  207.3/2:3.3 802:..91805079../..5.8.:. 02-.3. .3548/ 3/4308.320307.39:.98./0  .3907.91 .22      .3.39./.2033907.7.080:91 08.92.33  .84.3207.2070.350.85027..3/4973/1:38 /2.3/03.90780-:9/507:.:.3..8..2:38. /80-:9/03.. 438052.9805079.3503./.9/.92..3:.980-.890747/.7.8./. -.9..:..3...3::2     $0/.3.27..34947907  7.7./.-.#20207.39009:.9.7.8/. /3/4308./..7-0.$07.7.9:.8/0247...84.3.985 90702.3 /3.0:.3!#.3.3.. .38:3907-039:/.5#802.9.88580-.35020739. 5020739.840702$40.

.3.3349-0-.7.3 .9: ...8.7.8.7.3320::/.3/19894-0. /.0. .82. 0/:.80-.84./42. 0:.7.479.80.8.38.8.7 80-.7.2948:57020 .3-079::..09 -0.92.3 .7.. :39:2033/.3 ..90.90 3/.8   %/..3.780..220302-.3/03./.703.3-07-039:30..9805079203:7:9 8:.7.320303/.90780-:9 9.8  .8.7:089.-:.3907.357385 0802-.2:33/.!#2025:3.073203984:/7.799041.92.3.7.943858 19089.7:820250702.22..998.90949057./.-409:3/:05.80397.8/.2-0     9089.09 $0/.3207.943-0900390202-07841...0.8.7.7   9.:9479942.09 20.35030.3.32:3..90780-:9 907..3573850802-.8 900307.422:39 914489. 03:30.320325.3/03...8 .:80419074095.884..3549.2.3 !079.389:. $0.902.07039/.94383./507-40...7..24/073203.884..3.:5 /:.507-0/..70.341.7.8./0 /745.090--07..243.9 8.24/0/.7/.38..884.3-08.//207.3.3/03147.740 ..73.90.30.47/0/8:.84.3020398.34380530.3/84.7070.5488080:91805079 .84..74.59..8/.9.7.8 %33419089.943854189.90 540794.9:  44. 9.3.0/:..8947/41. 9/./:.202-07841.-84:9.74:3/ .30 -:92:89473..3..70/:.84..7.3.703.7.3/.3::25:3/02.24/073 .7.3..8. 243.9-0.3.750.-07:9 .9/03.7.77. 08..3.73.8.3/1:79072470.2..8500/:5./.943-09003.30..3902.2-0  20325:.98:36:0./$..202-0784190.904730.32.90/94907:0/   03.9439./.5.32.8..9079..3-:.330.380/.33.84.943-09003..4342 90574-02419070..307.3 43805.90 84.890507843.7.280.3-079039.7-39498:57020.3 2034708548830..8.80/:54390070/9.970:.097.-.8..84.302..3:.30.:80.0.9:84.  :39:203439740:.-03.3-..3.3 43/8/..:9479.2033.8.2-/.84.908.-40203.7:078.90390.90.2.884.09-078..23:2.9.7.79: 507:2:8..8. 2.884./.84.033.703.3/..09203:8:307.3.3.3203047.0947./..3...3::2/8.3/.8.

-0702-.3 .0   907941549. .79.%:./.78:/:9 4380584844 .2..2.3%:.3 907:9..3%4.293...39.84.2 5747..9 50393:39:203.:-.3..75078.3/:3. 5495:39/.92.3..3 207:5.389.084:7..320..:5:3503:8:3.8...3002-.7.:39:/:3.:.4.9.3-0730..3/5.4.09 .8..7..5.7:..3/..9..30.38..4224/9574/:.80397.90789 .8:.20202.490    0-91475:-.3.30507.3.4908.3#4:880./.3/4900307.3-747.9:.9.8 47.9:9500907./.39:.3/7.92.411.2../.: ./.703.-0-07.9.38. 5.-07/..84..3/4347.9::.2..8..:/0/-:9.390708984:/-0/0130/ %4573.425..25.2507.32030.7..38.08/0503/43.35.-.3.343974907.084131472.7..23 -./.5.34..3002-...943 .2502.389./.38. /2.20202.22. .3/.2502.20.39.9549 549.20.79079039:-078.3..24/0730-/.:.830.88 848..9:1034203..  /.35022532.2503079./:20.2502.9 .38.9/0/0247...904:/.4908    .3   !03:3.-07507..88003.9:3.-08..30:.3-0702-./.3.3/1.3.90.6:0./.35253.059438070..3 805079.2.3.3.2..38.3/.802./07894.8/.90073.2.9.47/.388.7800/.2/:3.7/03.35..38.390780-:9.78:-47/3.90789/0247./:.8... 30.5.//.08     070.3507.7/0.38.3.073203954.24/073     ...  .33.24/073 2..0 9050450.3.3 .330./3308324/073-07.8/./..8.92..03/0/..9/.  805079503..3/780-. 85070..9.33.3:.7.../.3/.52.-./.3/3/4308. :38:7/.878903/.3/.38....8. .9438 .82   00/..80.3.9094.47..2..3.380-.38.33..98 %080 /1107039.7.7. 803..3 /.8.80-.0980-.703.324/073 47.3.35.8.3.38.702 7/0.9..943 3/.393.9.38:..3439086:0:/.3/49070570884384157010703.3202-.2070.2.72../0.87.3/   3899:94381472...8.2 !03.3-097:890/947:090280.7.3     20302:. & .3/:.9820/.90794147243041902.788902848.3-078.3207:5.700.2025:3.3084194:902070/ 3901789  9089.2.203././.98.170057088   1700.9/.2-0  202.9:39:203.3.9438   1700/424105708843   907994.35.088.7. 2.3802:.3/2430.954.23.79.3..2./..3.43.3-07-.380-..8500/:5.24/073 070.503:3.30.1.09.08.8 !020739.47.202 49479.5.901478:55479.4:39070/98..09/.7../. 907-039:3.7.3. /97.3 80-.5.35:3.2..9. 0/:5.3 /03.3/.3.80./.7:549944/.305.  7.-07.7.7.7.38./.35..7 203.30 .:5:3./.32025:3.3 80-..-07..703.84.2.55020739...721:0110.347.38:/..9:7..343974907.3   0-.23.3/.3/7.9.8 80-.7../.7503.3 /./.743:39:202507:.857.7.53/.8/.890780-:99/..8.0.09/.24/073//7.5.830.8:39:20302-.8 47.3.9.2203.3.90793-:./03.503..74/./.0908 803.33:.5./.0   ./:/.7..3 47.324947!741 7 203#.347.8 0:....8.84.7:247.2070./:3...32.38:.3/.9:9/..33 .2094-070.3/..84.35079. 2020:.3 202-:.850247.:907.3803/03.7/0/.3.9:70/:5.7.84.33.79:2-:/.318.3805079.3/.7.9/.43/ 9.8.7./..3 .0939080.3 3907.3.35747.9:&.8.2948/.84.3 0507.3574108/.8:9:39:20.9.70507:.9:   901700/42941472.0.3/5:54808984:/5:78:0 .22025708039./.3/2494740-/:77.038/.92030.3/03..7809.3./.3.25780:7:.9:/.9.8.80.97.95084844549/.30/:.8497.5.30. /.2$02.:47547.9:7.2..5020739.8..3 .:.8. 805079&  ! ! $!$ % /.507::/.

3-0:2-07503.3.7.3 /0247.9/0.301091 ..7..--0.8. 50302-.3438059:5.7.9478   090.9549/./2.. $40.9/.2.38.3.8::2 /./028  .3.3 /.7.30--08.7985..8 8:5702.3 80397.307.303/././.8.3./.--0203/.303/0../.3:39:203.7:/.3..90.7..9.9: -039:57088:7074:5/.3 2./.8..79. 207/0.9:0-07. .7 ..09/03.3 .3902.794   /.-./.-07-.3203.:39.3438052.5.25.3/8:78:89039...7.3..8 50302-.8./.3907.5.2-..3. 909.32.3 .704254:39:2070-:9503.8....3-.8.98.3..8.   7.2549 ..8702$40.7.3/..3:823/4308.9.2070.380507950..3...8/. 8:./.3.5002-.3203:7.9.35.5 /0247.9.3.8-.8.544.350302-..5498 ...59.2203/0.:20439..3    !03..3438052.802:.3./.4.3/03.35.9.707.8.09:.7.2..8.2!02:  02:/.7.507.4.8.9:7.3:.703. -48.3/.9/::3.7.7.3203.7..8.38890.38.8.89.-07050393.9:02-.3 07.3549/03.343805 2.7. /0247.202-..39: 438052.8 907:9..703. 5020739.04090.2..3907-:.794 03.75.7 :39:202-039:8:..30557084%.2/.92.3.7 2.2.8.703.9:907.7.3907-:98:/.702 7/0...3!.898././.9.3/02. /083907.&2:23./03.3:897:-8.22.8:8%247%2:7 07..9: /507:.202545:07.8.92.549.2.32907$40.3../.9/.5./.7 .32030.9/03.3 8...3/3/4308.3203848.3#01472.007/0.8.3.58./:/:80-.3.2.907:9.8//::340 30.34947907 07.9:0-//474340/48.75.703.35..9./..2:3-.3 207:5.3 &39:2033/..343805.32./897-:80:.5/0247.38.--02030:.7.84.8.7.2-07/0247.38:/.3/.9. . /.9:.-.794 9075.3.7.#01472. 5.7:89:7:39.3:9..2.--0 80-. 207:5.30:.7.92.3#01472.5.3438052.357385 57385/0247.7.9/::3.390.!708/03.8.92..38:.3549 /8.2../.3..3.7/.2.35.709 .. 02-.3/.::2 /.30.2.3:8.8.954-907...92.30.0-7:.3203/./.7..8.3:39:2030..3..39:203./.:20089.35020739.203.2 /2.3.5/5075.794.92.3#01472.2.3/02-.3.8..90:. .7.3202.8.3 9/..207.8.-3093..3.39.9.3203/. 5708/03-08079.3 50302-.320/..302-.3502-.7& 749.8.23 0-07..8/..5708/03/.5498.8.203.7.39.3.3-8.8.79./.80../.3./.3./.3:2..703.80-0:23..9.-9.253-747./03...203..8:39:207:2:8./..88.92.35748085020739.3.92../.3. 30.8 40/ #05:-. %07-039:3.3  -:.3$40.3..35020739.7:. 08025..    !708/03.5:.8.8 3.39:.97.3.7.2070.2030.8..7.350207.39::.

.2 30..7.3:8:780-.2 3.3$# 203:3:.3.2.3.09/3/4308.330.8  9072.09:....3/.39.3.  .099.8-.424/...8..:9.3&/02-.7...8/.30:.2...3.09..25-07... -.3242039:202-.3 /8.2.38073202-.7./.09/..80503:3....7. 9.3-..3::2.8.8..3..2.32.50784.8-0:2202:.3 24/0738  #:2.2507.2&/.378...2   0-.3.703..42:39..02-.84.907.3030..57.203/7.&-09:07../843.3.3..3   :3.7..02-.3203..3 ../  ..92.3 07:8:.5.9:&.3.7.3.280-./.3.7.9343 30.7.3/5.32:/.3848.7.:3.2.38.92070..5.3/537.&2:2& :8:720250703...2535030.84.380.9.5.3/03..7980-03. .3.7. -:...09 ..2.3$ .90780-:9 &.-.8:.39.8.:3.3.3-8./.33.2 ./03.3..3./.3 97././8:.780-..340.3.73.3-:9..3/03.8.3549 80-./...-84:9 $0/.::2/.39/....7./.../5.2:3/8.9 2. 84./.3 .84...340.8.8.

/.3  1.7.3..-07.3/03.330.8. /8.81./.4292033.1.  0.:907::/3./03.5738508.3-0757.8.    .2907..79.54794/488..3/...-. -07:8.-803/7. .83 9./3.3/. ::7./..35..3:2.9.: /.330.078.2.28. 80-.3::2   080.25.5027.3.8.3.98..1.3:8.5. .3.757385/:.30:..940439087:.-03/..3-0757802:..32:9..3&907.9/.3 4 0889038 /.850478439..9.757480/:7::2 /./.83 2.253.80-.3-.7.22.43 .080.7./   0802-.9.850.7 09039:.9/.2.2.2.8.9:!7.3574108   ./.0.80.35../502.-90... .3 /0.3203.83.5.2%7407::3.9203472.9203/::3/.:39:20388902.3   080.809.3/. 0-0-.8:3907./  80-.3.39.9407.3:8.3/08:808.3&.3 /73.7.34824549.2.3203079 /.25.:2:823/.5.3042548.35.8..39/./.3.:.7.9 .!.9.2 .7.80-./03./.   909..9.390780-.-:.9:803.9: :8:78..!4845 8.2  794/48.820 907..3907-:..2./8/.8.320.9 /.9.3 0-0-.5.30. .3..2 -:/.7.2./ .-.8.9:  .5.7.8.3/-0/.23.3:/03..8..9.042548.9..9:3.2.907. :9:-.20439.32030.3-:/.30907439.8:2070.8.3.820 .078./.3/.7  805079.73.80.9.079./../$90. 3./.2.5492.3/03.203.2/..3./$803/79/.3:8:7 8./.3 9. 80-.47/07 9.3/03.0/:5..35:7. .9202-:3:0-07.7./03.38:3..7.8.503039.50-0-..3!07033..3 0.3/:3. 02.3 /..8-:/.2.8..91..907.2.//..80-.7..2203..2.3..2.2539039:3.9 "$.7&/ !.4:8 /.7././   .59.5:39:203//2.3343 :82  .309:7:3.3 /8.3 .8.3/03.7./....347/0-.95:7.39..8:2.7.909.503.2.793/..39039:3.907.3/780-.:5:3.7:3.#.9-.7&203072.303907.3507:2:8!..7: ..9.-:.3 $.8208.358442...8.5 !.2.39:907.907.8.2..80938 5:7.5808:./.3:2.503/0.33.850 8.9.3..3 907.2. 203.9::3.0802-.2 30.3././/:.203.33472.8549 !07././/.3 5..2.202-.9.9-07.39.03/07:3.2202:9:8..38..05.:9.3&2.9:81.3.3.8.2.8.35..35..9. 2..0.7..-07:9  080.5.:8 .3/.:..22./.3.33.280-..3-.8.38.7.3 82.3:8..7.39.3:39: -0753/.8 8.3  080.3.9 9072.38:3 /9:/:80-.3./.-:.803.9:7::2.25:7...3:30-078./.32 57-...79 .-./.3 $0-.8.3.:3.9::.20/:5..4794/48 1472.3.30 0.7.:5:3.92.2../. :8:720207.2.3//./.2!49 ./.91.9:7-039:30.9    !.3.2..33.97.907.3080.7.30.7../.3.318. .3507.9 /.2..8.2.3.3 ./.77 .703.. -079.30.-. .. /..9.8.7/.3.-.343805:2.7.8280-.9/./..7..02-.2.8047./.8.703.703.3.89:3.203./.3/:.3503072.7.3/...3.9.9.20. 2:9.   080.9:02.8.3 808:.370.2.3/.7.3.3907.9.22.9. 16.2.38. 57.2.8..2.28. .-9/..5.5 507..7.2-07:-:3.32025072:/.203..9:.370.3.9.. ..3.3438052.3202507-.3824/007::3.3.:#04341900.997...2.7.8.89478-.078.3.-/ .3/./   .5.7.7. ..3507.5//.9.

830.30.2.3-.202.9:202-.309::8./843.:5:3 .2./.3503079.9.72./0:.7.843.808..2.3/..-.7.3-07/..830.:8:780-.3-073.:.90780-:920207:.8.78.50-5./.: 203.3.2037. 9/.3.-07/73.5.7.-/.2.7:8 20207. $05079.&.3 /.39:9:...31:384250203907./ .2 -.85493.2.8:.347.33.8343 30.3/-039:/03.3 .8:/./0 /2. :8:7 80507904254%7../..3/../.3574850 2.39::..   %0753..203.3./ 30...57-..3&.9./.9.35.3.59:..7.92./0.7.2 43890.3/.9:02-.5708/0380-03.35..390./.3/::203.:920257.8.92-:3.7.89039.3:39:202:5:8.380-:.3.73. 84..9:02-.7. .8.3...&2025488.380.9:8:.4947907 2..3.7.39.:39:503../.73.3507..0.3/7/.-.095. 9:803/7 .39.574-029039.3:39:203...3./42:39.3 ..9.3 390.33.8 080/07..350302-.703.3 /039.3/.-.&. 39071/0 .8..

37.8..3/03.3./.7.35.202:33..2/./..989/./.8.34030.330.5.3203../0.7.:39.3./.3:39:2033/.3-0702-..7.3/0247.3803/7402.350207.84.-84:9 .2.3.3508.3./.8.:439086:0:-079::.. .9 /.7.7.7.3 -:.3.3#01472.90789/./.380-.3-07.50302-.8907:8-0:2907..98 8:5...30:. 548 .703.3549/03.3549:.3502-.3-07-.75020739..7. /2.3/.24/073   03.434../../.3-07.3 . 28.3 /.8.3808:.-.9:7.9.30.3 /2.:.92.8 803.5020739. 2037:24/0207.9: -079039.3.3    .3573850802-. 2.7.3702$40..35020739./.8.-./.2-: 7...7.-.90.3 909.:5:32.703.7.5.3.7.3/0247.3.3  808/. /897-:80:.580-..3..8203:3.39703 #:2.-.9.2.80/:5.22.9.3 2.3203.8  .28..5.33/4308./$ #0.2.39/.3.780.:30.9/.9:907.7..39::./03.8/..707.3/.09.5.2-:!..8..3/02.59.7/0247.20.9:.5488..7:8203/::3907.3.82..7.302.0 2.3.30.9.8.203:3:./0247.8-0:2-07503.9 ./0 /03.3202.2-07/0247.8..:$# .3.703.8.7.:..033.3-.2025:3.30..3.3.92./      $25:..7945.2-.3.9/.75020739.7./.8:.3-8..7/745. .50302-./  $02039.2.-039:.5..8 .7:8.8 80507907:8:.-:.33.7.9./.3!#./0247.9.:.380.-07507.8. :8:7.0 .203.8.39443.92./3./.3.92..9.3.3 2.7.

.282.79/.9.7..8.33.!#8.3..3 .22 %4.3 /0247..3.32.7.349.7.79.3 4.:5:3507..9439/   /..:9 !03//.282./.79.84.0-7:.79.   "4/7-/.3203.3.92..!0.7!:89.20/.3.  .8 .92.3  4.3!%%./.3.8/. .79.8.9..943944/073$4.91  ..7.82/.38.92.!0.2./.7.7.790203..03/.8.8.  8.3/03.7.8.9.9.9/..$  $31.2.3.7.3.3%0702.$/.%4:9 4343 . 5020739.:9 !03//..3./.2.3003/.35.9.8.98.92./.7://3/.39039.9./..32.$/.07039./.:8  !. $02.:. .!:89..930.2  0247.2.38..8...8./.7.2......2 0247.3 ../. 7...:9 !03//.   82..&9../..3/:.7.9 42.7:820343974307.8..!:89.2.98.:3%. 203.7   .5.3-/:.92.2 82.3#04:8%407.7 ./..$/.!:89. .2-0 3/70  33974/:.98.3::2.9:./.83 ..8   .0 .3-/:. .   .38!07.380.3!08.3:39: 2030.2!0302-.3.0802-..3 %3..38.839   .!:89..--0    0557084 %.7.   ":7 .339.389478 472.8/.19.3/0247.3.3/!49.3.3.....79.2/..8.3:3.8.7.3!7385:2.3-/:.7   05.3.3.7.920::/.3/.!0./..-079039.2 0247.7  .39703/.3  4.09 .8/.3 #98 !:7.

9 4805.3../044/.2.3.3/  48479 0/8  %00.8 40/   #05:-.3  !.   49.-.80-.078. ./..!!:8.7./044 .34824549..8..3.7..9   .3&!.3 0/8  !..38.2 0944 082.2. 82..%.0789 !7088   .8.2./...709   #:2..31.02-07   $.09/...3. ./  . :8:7 425./ -/:77.79. 4./03...79.3/.3  &3../.418./ -/:77.8208.33.2/.2 43/43 147/&3.8 330 4.3907.8.3..3!49.  & :8/:782 /..80-.9..2 ..8.3820!07..3 07..2.30/:5.5%:.$4.30507.8.

.

.2439082..7.2.3203:880.7.:39:5.3./.79.397   /.98/-.3/03.2.7 203.30907.-0:29039:-07:.3202-.2.-.203.70/:5.3-07503//.7.3207:5.7.33/.. 4..039   07507. 02.3202-../843.7.3203:8 2089907.5..3805.  0.3:32.:7857:/03.7...82.9189.3 5.  8..9 $05902-07   ...3 2.8...$   007.9.9.3502079.3:8.9 907.$&3.:5..0789./.39/.7..0.9/./..9:39:202-..  .8.3....3  .  !7.8.3507.9.9.8.9:./.390344.8 0907.-.33.79.3.3-078. 202-07/.3 03.79:./. ::2 /.3%/./..3/0247.-/.4091/.33.8.9:.80-.3..7/./.3848.3#.80074..7985.:502.5...    .9 .3  -072.!07:-0.943.97./.8/..0  43/43%0.8/.!07850.980-..7.2././.509..3-079.3 .9.3507.574808-0.32./.9:.:.3-0742:3.../.3:8.7.3-07503//...3/8.:39:202-.7.3.25...25:..97.339009:.. 3.302.9.3 .8.7.3  907..72.7985.7:39:-07.3/03.8..8./.7..8./..././.4220398 .3.330703/.. ..0/.203.3.35.3  %:..   .3 .....9.3/.39: .92.8.7.9:8 203:89.3.907.54903858448./07./.35020740..52..8809.3203:8 :.8-.3507.3:3 ..32.7..9. %:8./ -/:77.5.5080.-. /../.7.2:3.803.7.7.25:202-0705:9:8.79.3 907..3848..3 0 .7.25:.8.3 ./.381472.-.3.9.-.8...8.38.380.9.. 9:8 3..3 .30.32:/.9..3 /.780..8.35.25:..2809.8./.798:39:203.9203:3..9 ! ...3.52.9:.9473.2202-..380..8..3/3.5507.25.0339073.2.35....30..3  2038.7.2.:16.7.. ... %:8..3 .92..2././.82.79.89-07.2.. 3472..8./.. .3!7088   4803:7:8.3.3 70.-.7./3.8.32.20/.2.3$0.:9:70/ .2 2.3.32.7././.8   !74808-0. !4890/-%.8.32: 90344/.82.

9..91 /..2.8..380.7.381472.25.3-.3908 90890780-:980-..3:39:-07085708/....3307.7985.30-078.03/07:32030500.39.8.3.9..35071472.893./..203. .8307.320/.37::.3/7203.30907.-..9 :39:2030.:.380.8 !098 5/..3058902.5. /.91 803/7:39:9::.39:/.2.3.7.:.3503:8.7.95071472.9.7. $0/980..5. 0-078.3203:8.7503:8./.39:..9.7!708/03$20742-.7. 907.03/07:3/.2...0/947 . 207:5.9..038908805079/80-:9/...35:-20.2.7.7.37.072.909..8/.8   !..:9039.3907.3024843.7..3 70947.7.25:.3.8.8./..39./:.3907.88.25...7  02.9907-:.3203:82.3   %3.37.3.3:8:83.9507.7..9: 80.993.3232.8./..3:7.3203.3 28.3-.2-039:.3-:9507::/.3202-0..8   0025.91:3843./.393./.3 202-. 2024  -:093 8:7..2503:8.9.: 8:7.7 .9.80:2.5..35:- 31472.3202-.850309.3/.-309 :8:83.3207::5.893. /.349.3 502-..9/80.7..843.3/03.9:5079.39: .25...3907.3848.. .302.3/507:.08.893.7.2./...390473.-80.3.9. 378  203/0391.549.9.. $:39: 203.30.3.574547843.-30980.8.3:5.2439082.9.3 907.3 -.3.3.3507843.3.9. ../:.42:3.357.8.79.5.331472.9 !48907/03.3907.9203.39::.3 4-09.88./3 /.503903 5..8./.793   03:85.9.:20/./.3 /-07.7. /./.8.3.8 /./.4380397.30907..39:8.98.:39:502079.9 .3/.94 574908 7084:8 . 08./.7.../7/.35:-907..3./.943..7.79.8.349.35:.908 908..8..9.05..8025.409250302-.9::. 202-.5. 9/.7.3   %.3 .9203.7.9.3.393 !% :39:203.7..3.8.3.34047.798-07-.22.03/.02-.7.3   /.5.3.3050/:. ..3/804.93..49.92.30.25:.3.25:.838.35:- .9.509:.8  08  .3.7....3/:3 /03.7.08.805./.:39:20203:0-:9:.90::7.39: %./.3-. :39:20244331472..9.8:.7804.7..02.320397.9...:.3 8:7.947793 .5 .3202.7.993.3 /.7.33   !03//.0 1:3..9 . :39:203. 30809907 .2../..  .7./.380-.3 3:.30..9/.38:320..3/:./.802.80..:507:.3908 908/02.7..3/.207:5.3/0247.3207:5.85.3507:7:..7.9.3.907..49.3 28.-::908.33.380-.943./.:...3:3:-:3..88908803.39:803.31472.-.9478 5...3203:8 02.2.33 207:5./.. /.37.3 $:7.305.3.8058902 80507920..38.33.3 .5/.8 .3   09.25:203/0391.25:.7.8380.9.3 :-:3.91 $!:39:203.-07:7:9.2.8/.3:-:3.9.9.7.2.3$:39:203..2.7.90789908 8.3:7::2.502-.8./.:5:3409180-.70.80850309./.8805079$/..5.8...9.304342/.8..3:3.39047 9047 .-039:.507..8058902   9.8.3/49.931472.3907./..8.9./. :39:203::.503:3:3   0/:.  /.3$0.-.7.9.35.7.  31472.3203.3907....393..3503//...3././0247.3/03..5:-80-.3.-.82..39:3.3203:3. 070.3:...03/...3 0109.38..-/.39.7.30025.9 .05.3/9:8.83 2.73007 203:3:.549038038 038908 32.379/.

3.73.8 .503/0.9./.9 !03//.3:30907.::8./.9. 1034203.3 2.3-.2:7::2  &3-0:2-07./.8 503.3:2.907./4803&/03..82009.343908203:8 805079439080.$0./...3-.9..3:.38:-09157-.400793 -09: -07038$0-..3-. /..2.850309./03.3.202-.3907.3.9:/03./.3202-48.-0757..2.3-072.9.3203:8 $..320309.3 203:8 !.7&35.343908848.32.:./.25.8./ 80./....908   503:8 .8 .3207054883.9:  503/0.48  .:2:23.3-07/.93..7.2.3203:8 .3058902448 .703.8.3&30-207:5...9.33857.8.3:897:0-574/:91 /..3203.3.3507:..2.88. 0025.7.3-.2./.35.8.38073/:5.3 -.-2 5..25:2009.:.88.8058902   $073//03:3.5...7/$ 5.-:.38.203../.25:8 549 /.8/.8.3 .7&3 $08:3:3.3 47..85.3-.2.72.3.2:2:.3.8.39047098.3 /.7.32.!% &3.98.   503/0..8..9 3..90789908.9-070857089:8/.8058902 5. 203.8.. !07:/3.&2:2.3 ..88./03.8.5 828.-8.2..39:39:9.-..3390708.9..8 .3..8058902-.:.3..2.220302-.3-..7.390.5..25.9 :39:2034-.-.:23/809..9..3:3:50309.2..9::3:0907..-.805.5 47.3202-07/.3 503//.-:3/././2-.-3.3  43908  .9.32030..33.5.7.5078058502-.3./9:39:9:39:203.3..75.3/4308...3/4308.7.8.7.902./ 0503.9.8.:/-0-..80-.7.35.3-07.3..:5.25.804.97.38.2-. 5.39:2.20...3.3/.7.&/!%9.8 .8..0--07-:/.8.83802039.302.7.3203:8/.2.7 :./..-.80-:.2.7..25..9..3. 507:.2. /.807039.   :8:8/.8 2039..3.0.3...8058902   &9:7:32083  !03//.3-07-.320202../48032:/.7982089-0747039./48038./..3574/:91203:8 . .0907.350/..  03.8.3 .3 0-:9:.907..7.503//.25:8   .9203:.9.30907.32033. .9.8& /03.3!%.3/423..9.79..83.9:  502-.847..025.38.2.70.947039.03/07:3203/00.8.7..83 8073.:.-. & /..3.897.25-0790479.9 503.3/4803 /4803.3&05..-07:-03.7&3 .39:35..::39:503//..25:-.-747.8.3203:8/.7:..32.23/809:7:/.-07..9..357410843./8..203:-.3503:.39.3 202-. .5078058503:8..../..7-.9:39:203:-.503../.32..9.7.2./.3 !.-:/.:.3 907.9&/03.3 :7:8..2.33.3 907.8- 80903.8.3 03.59/.3 :7:07/03.3.-.55.7//.8080.88:9-0785708 /.25:../03.3.3907.20307.3202 549038:39:203.-/03. -.705488/.2 .:7:07:39:203:3.9-07.913.32.3 8:/.88.50302-.3539.34002.3/.7./4803 /4803:7:8.3-.3.78-08.2089-0747039...3907...3:7. .88.83 070.:3/.3-07503.2-./.. 203.3/48033.   908 .88.8:/.3..3907.3/.850309.8.-07:8..9/9025:80.25..3.2!%/207.3.8.3203.9. 57480870..3 .507:3.32.2/80-:9.25:..3 -:.. 42509038 .. 0.- 9.2/.25:.:.:257410843.203:8/:7:8.370/0138 &/802:. 2:33808047.5:7..39./.3..3. /.9.5202. -0770.3:7.  /. 9:8 907..9.503//.7. .9.83 2.2-..0907.7:8/-07/.5079.8203::507-.2.3-. 80..25:203.88808:.3-./.2-05:9:8.0-/../.3903.&.5./.8...9...3.3.33.378.7 9.30897../.9 .3 $:3:/:.3./4803343-..3..5.907./.3203:838..3907..388..9 .   $0.8.3-.88.3  503/0. .9 /.3-073.5.5:73.83   .84.3/3.8./.

9!% 38.100/-./.3. /..8.9.93.1.8.:9.7.7..8 /.3203:8/03..9.09  07.383.3907.3/.3:3. !443.574/:/.7:7:8.8203/08758574/:9:8..3/03.203:880.394-/3  0802-07  0-.3202.:5:3574808203:880.2.3/-.9.805:9.9:9.. -08079..9.4:/57494.503933.3.88.3 708543/03.3.5:-../.3#00.9.0907.3425700381   02./..8058902.9$ $! $ /.25:.85071472.:80-0:2/.:2.:.0.580.9..30-/5.3203:8   .91/.:.3-07-.399.3/.38. 0.3907../!%9/.80...7 0/:.4220398 :820./03../03..380:2.2 203/09 /./..3203:8   ...19:8.9..2.072...0.33. 80.5.3/4803 /48039079039:/802:.3-0747039.7.8./.3  54794144 .91  -:.85.93.:-0747039.57480870./..780.838.3./.3/.2.9.2..88907.2.770947.9.7085708507843.3.7./.::/42509038907.:0.9../02/. /..   .47039.25./0283.3439082..3 /9072.25:20.8  $0.-.9:.20.5.331472.339075709.3203.3703/.3503/0.9.3.39.9-07.07.9.489   !03//.8 2.:/:3. $02:.33.3 207:5..8.3..39:9.385081.2574/:2.::39:203.893.48/..0..3:7:    %3 .3:.7.3-07-..9/.:7097485091/03..9.8 . /.380..3/4:2030.7.83.20892.350702-.74 502-0.3202-07/.7 /.3203:8 .3:7:07 !.3/03.3/9072.947:9:7..3:.7907.:.3.8.39:7:32083&/03.3.31472.3/.39:305.3.9203.843..3#00.80-../..8:2-07/..3.7.$4.7.3/9:888.7.3 .-. .9/.92.3 :820..383. /7. ..91203:8/.950309.8/.$:80  9.50740.3/03.:.331472.1./.3.1..91/03....9.3!%3/4308.88..:.5.91 !03/0.39:39:9. /.3/80-:9907...5..3203.388.2.   3907.3.3!:-.73.3:7:.9! .91 1:3843.3203:8.3..39:#0947&!. 907..:39:202./.3803/7 3.70.7.3-09::39:/./03.388.3!%   !03:8 !02-.388.3:7:   .388.88/7.-039:100/-. -07:9  :25:.805..7.3574808  -.:16.8-07-.202.302.1 .25.3808:/.3/:3 !4890/-%.:..0-1.3203:880.3.9..9202-0784:8 .88 839088  0.9:   03:8-./02/..3/03.93.5 :9.3.7.3./.3.703..8:39:203.9:-:918.84-807.83907.9: 202-.9.25.91.9.3./.870.3 2.3.3..7. 848.8.9.3/80-.8 .2./..7.089 -03 .3/. .43503:8 802039.

3.3.72438 .3:.3907.22. ..8.5488/..7./.././.3.33.7..7.3 .38.3.8.8..9.09 207:5. ..2.3574-0284.32./3..5.7..9 47439.2-.99. 4/02.83.99.7.$.3-09:.7.3.92.9.3907.3../.33.22.-09://.9 /03.8::. 2.3808:3:3.9::-:3./.3  0/:5.92.3203.97039.9 ./700.3202-:.8 507-0/./.29.84.7.8...7:5..2-.7-0.:2.7 2.4394.9 .3/.:39: /57.3507.20/:5.3-039:3...30.2./.207:5.9.9./7 .8.9:907.9..3:8.3-072..35073..3.3. 97:89 .-07.3/.:-..9.. 8079.9407.079./.8.202-07.8..8..202253.7..3912..8.39. /.7.8.3.:5:34-.7.:.2203008.2.3/0.8203:7:9/0 &82.3. .7.7.7..3:8.34.72..3 8:: ..9.3. -.3E/.388. .3203.9.3 4380582.8 .7 -07-.2.:-:3.9..8.37.2.985 207:5..3 40#..-09:2087.5:7.3..8./.7.3-..- .2.7.2.9./7.5:3..3507.09.:39://..39.. -09:203.. .92:.2. 803.7.8 :.8..3 /.. 9.2.7.. .9./.88.9.8 -.9.7.../.:2.92.3/.2.35020739...3. /0&82..7.3 /.8. ../.92.9 :39:20302:.92.95.3.8.8:-89./..8.7.30.8.2.2.35.8.. -09:2087./.5../.39.

 .32.3:8.9   $9:/0394.3.907.3-.-8.-.3./.3507.3..8./.9.43805:820.203.257. 8.3:8.71..00243/0449:3..39.3.:-07-:.9.32.38.3.7.. .89.90703.8.202507/0-.99.2.2..8.99.3:8.33.25:202.3 .99.202-07.02.9805079-.--07-.3203.25:-07177.2./03.93...33..3.3/:3...32.39. 2.7:207:5.32.. .2203.3.438058.90.91 :.7../7/.8..:8.92.:.0.703.8.8.2:3./.20::/.7.3   /&82.3-07-./.71.35748082.8..203:5.3/.3/.7/73.30-50393.3-07-0/..82.3 203:95 503/.7.703.3/0.2.8:/40.9039.-8..2.8.907:8:83.3:8.3..3.3/0..3.37:5..83:3..8203.32..:3.3/0774780-..39407../..380-.882.2-.90-07. 07..3:8.5..3/.3.8:39:203..3 .2:3/02..788-:/.3 /..0. 809.7.3203.02039 /.3./.200/.9:83.3.907.3 203.3/../.843.59.3..3-0730.:/.8.3:39:202-.807.3:39:2030/05..8. 8.33.3.202.30--.5.79: . 9:.7..3./. 080.3:8./.99..9.3808:.57.80-:.2.5:3-:.22.95082898 09.3.380-.//..438052:8230.3 /02.3.9.. 7./.8.59./  0.7.82:/.:.3-8.30-03.3:354.:..3507.3.: -07.:39:80.2/0 4380583:.-./.3.92...9/03.9. .:3.9: . .3.882..3.3..5.25:-0757  ..90780-:990.33.2202700.92.27:5.3203... 3./7-09: 8.02: -./.0307..9.9.2..02:33./05..3/9.3 438053/83.73.7.9   9.8..703./-07-.3.3:3 .92.33.3..8/.2.:.900/:5.3425090383.92.3 .34380539039:9/.80-:.9-.2.33.357. 0-:9:. . /..22.25:202.18:.597..8..83 2. -./7:939...25.3-09:8./.-:..32.9 .38.3.8.../:3.:7.907.9 3/4308./..38./.7.9 793.59.390780-:98:3: 20309/./.2.:39:20.9 !49038/39039:9/. 803...0.903/4308.2.. 8:-89.907.3.2:5.25:.7 /30.55079.2.9.3..3.7:82.83 /./.80-./...380-.25078509107.3. 907:8:83.7.3-.8 8.8.207:5.80-..38.. .3 ..47.0.7.:...3-0781.23:5438053-.782.3.8../.320342-3.9.3. 3.80..8.3 ..39:35.32.3 2..:7.%:...3 .1.09 207:5..32.9508289 $. $04. / 54891  0.820 ././7/03.30/:5.780-:..3.7.3 90.7. ../.549038.30.390780-:9$03.2.8. 80..33..8.:3..:-070-.2.9 .3/.809. ..3 808:.3.3..5-07-.8..3 90780-:9907..8-0:2/.3. /.2. 08.3 ...880/:5.3.203.25:202-07.7.33. ..-.72.0/:5.38 !079.2...32. .3 -.73.72.39.9/.22..3/.5.340/803..43805 .3..39./.3 4.2021472:../907:-:7   0.3.703./03.3/03.84..5..7.79:./.2..820 0. 909.8..5798/.3.3/2.37.820.78.39:.7. 2.3 2. 70107038/0.7.7.7 .25:207:2:8./2.09 !020739.79: 9/..9. 03.5.500203 00203.3907/03.3-039:.7.3... .3.39039:202-:9:.. ..3..9.7.:-:3...8.: 80-03.7.73802:.907:-:7.72070.::/ 80-:. 8::-.380-:...357.3-078.-07.5..5:39:73..8.8./83 .503:8203.84.3913.5.2. .09. 503.3 3-40 -408.3203:82.2202-.50-/.3/.92..8.8.7.7.3/.3..3/503:40-07-...7.3.30.3.7.8.7.7.9..2030..25:203.92.3.88..-.7.9$2:3/70:/ /80-.7. 9442..38.380-:..83.7.5.33.59.32$/.25.32...32.3 907.7.9... 0-07.92.3.3 -8.8. .9.8.20325.2.-0.9. 4380590780-:9 .58.393/.3/.3549038431.7.5.. !079.2.3.9.9.3:27./..907.2:3 .384:8 907.33.59.33207:5./.3.71.39039:3../03.9.3$-.

.82.3  ...3.34092./..3/.../9990.85:8. -0-07.5.54350393.3./078.278./078.7.3203.3.-07.2203/08.3/7:2:8.9 .-   08758:820././07 !43950393 .

8./07 .2502039.2:5.8 /. !7410843..09  $090.25:202-07.9202-07.7../.9.2.. 39009:.3 /.88.:.3.3907.9.7.3  !7412:8230.3//.2:5.3/-...7.2.9 $0. 02./..3#00.9.:.7.7.3   43805:820.8/.7.34.42509038798..74 0-.:.85..8...3907.  ./.3 02.3 /0.90780-:9..7. /.7.2 70/-9.3.339009:.3:3..202-.32..3..808:./07 80-.314841807.25:.9-07.5..33907/85307  05./.33.380../075:3202507.. .82.83.3 ..7.3..2:823/4308.80-.38./03.3/7..3/.  $484.3503:8:95/.3203.8.3.384:857.2.3 20342:3.25:.2070.5.3 5.35027.2:3.5.7..33.79:.8.7.3:./.9/.39./07 .902.3 .3.847.2 -039:2807.32020-075.57412:8230.92:9.3.5.3 .8..3.-07:93  !0309.707.25:././.8.7..38.5020.8247..5.3.83.3 .92.3.9..3.38.7..7.3202-./.3/:3..30..307.3549 2.... ...3/:.8 5:8.8/./07.34-091:..3.3 574-02.2'807.7.9/..38.3/.9:9.3203.8./.39./.203/. ..309..7.2020907...2.307.3. 9....7.8574-02.39...2./072:8230..:...-.38.33.9 .343889038 /.73./70107038.7:8/2.9.3907.2   70/-9.3.25:203...3-..3 20225307..3.3../../07/. /2.73.202-07.2532.842.3202 /..7.5..37...3207:5.7:8/2..3-0747039... 2.3.3/./.3.980.8./.383.5079.39.7:82022:50309.7:8/.9.7:820202.7.02.9.3./07../07..:.3. 507843.84.9/..././079/.09 2.3/.:.383.:.09.8./5070..8850309.88.59.3207:5.3.5020.8.3:3.:2..3 425090380502253.:2.3.32.3/.3.7..58 2..9 802.305./.2.3 0 3/4308.3/.7. 8079.9./.3.73./..3..33.8/..3. /..8507843.3/0448 044./.3 ...7.7.439.25..8507:-.8850309.38.798 2...7.0/:.3. 0-/.7/.3. 20302-.2./07.32.507-.98/.. 502253507:-../078.5.3  542.2.3:3.9.3/2.7.3.3.3 8.3/.8.9-:/3 .3907...3-07470./.8.5.7.3/./.01091..73.3.33. :2..3.25:202253 507:-./.3.3-.207.38.3/...2 .89.3/.2/013878.3-.8.3.32..2070.3808:..2574808 507:..3...30-:.38..34388903  -074397-:85.3 .8.3 9.88.08..2  /.7425090383.8079.35./ .2.2.34250903879880-. .3 2:.3..5..708./078. 2:3.9.3 70.9 :..3202:33.9.3.29039.38508...703.3./903.7.3./07 2. 848..3/0875857412:8230./07-074.9.88 /0448.3 !0309..8..507: .820 .3.....-.39.3/7:2:8./.2:5.3 203.8..8.:.3:.9/.7:820242509038798. 203.3390381/03.39073907.  - 03.2574808...357410843.3202..9 !03:.3/..3/.8..502-.3..8..3 /..3-07.9.38/542..8/.38..98..317.7..3907-.6. 803.3:9/5079:3.2.3.2.3/.0-:9:....980-.73907.9/..30 3/4308.3  %07/..3/03. .8 42:3.32.7.8:.384:8/. .84050309.0 3/4308..:5.9 4254303-.7.8007.....8.39.8.3 .3/..918484.3 2.25:..2.30.7-.25:20225307.8/.7...9/03..8.89:/.8.32.880....8.3-07-.503:.8.2.8./07.9:99..2.90780-:9.7.25:203.380-./07.820/.90780-:99079:.3.7-./05.2:8230.3 9.30 8.3425700381 .8:/./.9 7.3.8 .84.342509038. #00./3 425090387983..25:2037988079..800/..72020.:.3 /.7.384:8/03.507-.32. .3507:-.3.3549038/.3/.8508.2.7/./0720250309.3/.:3.8/..3 5:- .3574-02./..35:-   0502253.8047..3.9:. 8484:820.5 6:.7:8/2.2.7 -./07202 88902-07578./07202-.3.9.02..2   .  .38.700.702:/.3/-/. /.6. /.9  0.3/.39079./.-203:.0-03.5.2/. 02-3.202...33.384:8./.08.38.

.383.8.3  0 0302-.9.7#0107038  /0&82.1..2 0/:5.5.:82 3/4308.543/.9.3 .33.307.507-0/.30-.3802./. ..3 80-.307.7.9..8./.543-0..3:5.2 !:3/02.3/./.30.39.71.79.71.07/.07.507./2..3507.02..  .7.7 .7.07..84..3.3. 3. 203.7507.9.7.3  /$:7...3:-:3.7. 84.-2.3 /.88.709   303$:9. 97:89 ..32./.3/.9: 80-..  0.00203.9803./..42:3.3 5027.305.25:203.9.9:0:.3203.307.09 9442..9.3/.3/:.09:3..8./03.3/..380.3...92.71.390780-:9 $03.80-.3/.9/.078.3.557-.394 #0.79.3507.3...2202-07.2./..3.:3.9.5/.3/4308..202-.1./7/03...5:7..9.    7.7.8.9078.390780-:9 .2./.8.3.88 07.2:.:.7.72../.3.2.38.8.02039  /..92..9/03.3503.8/.31.3/.8 507-0/.3.3.3  2030-.809.9. 3.3907./.8.8.3809.  /./03./202.7.8  #.394-/3 03:::820.88./.307.3507..3203./:.33...39..32:3.  / 0204547/.39..$ 08...--..8 507-0/.3:8.33..7.2.543./.3./-:9:./.3. 03.2:3.20::/.25:202..3-09:8.8.5.8 :39:20./03.0.3.78...8.507.2-8.80./.3.2.84.9 08.390780-:9 9039: 9/.3:.25: -078.2.2 203008.2...9./:803.8203:3:./ /.7.37.2:3..8507843..3-07-.3507..32880-.2.93/4308..3  &39:20::/.35072..3  701 995.  $9:/0394.:.3./.2 2.-  .8.7.9..320204547/.8 ..32..3.38..3 90780-:9 03:7:9503:8 2.32.0-. 3.39.39:.:.7..3..2.9-07. 5:7.7.9.9 802.-.7.7.5:7.9202-. .380.3./.3 203::3933.780.2.1. 207:5.203.:..3.7.907.7..8.9.07. $0/.8 84/.32..7002032.3. 90780-:9907.9507:-.3 3.92.8.8/..8..25899039.701472.3507.3203.30-03..2:5.3-07.3..2.9.8..3503..203.8.9..:.25:202-:2.::5039.20/:5.9 .3202.3/.8./.8./0..3:39:203..2.!078 .5..7.7..7 2.203.33.3507.7:82. 3.3../.543./7.7808.589.880-.9.7   02.38..305.7./.32033.38. . .2202-:2. .3/4308.7.3-07/448.2.9.3507843/03.3/.20./.09:.7.7.7..9:99./.9:.0-/99-07..2.38.8 84/.3 9047/.9.32020.3-071:3880-..72.. 023.3.   0825:..35.-:23.9 944./.3.3.383./03.8..$:80 0/82.703.8.557-.7.88.8.32070. 507.+7:13./03..09:.7 .....72.8..2809..00203 2.3 .39.- !.32.32..5488/. 97:89 .59.9 /.9:.32.3 9039:8.7-09:8.3507.9.42:3. 83.8202700.3:8..2.1.39...8.3 6:.7.3.82./03..8/...3 0.8..3:8.19././2:... 25!07:-..8..8 507-0/..3507.: 9.3:3..32020./.3/.9.3.9.9.88..7..397.8.88.79503933.380-.3/./.:5.3507..2-.8.3/..79..7.7.9 !488/.2 !.828.8.7 .32.3700.3.3503.9.3-07-.3 :73..543..89..02:3.807.7..3/:35.-:9:0..5430/2.8 /.38.8.3  2.34380582.35...7..7..3 /.3507:-.09.3507...:/03.38.3 /03..53/....20208./2.7.3....3.2.

.

 54. :.

794.8:.

24/:*.

8.8!7410843.8.3 ..3070..2.820422:3947078.7.7. 7  ..3/4* 92 /$:.20::/./.3 .7948.9./.8.39:.9.

808.7.    .32$/.79.9:.8.280-:./078.:823/4308. 9479.9.   701 995.- ..   !:8..503.3/07.  #8.907..7..3 4.38.88.9./.&39: .7.3$/.9 .8$48..9.7$579:.39..79.3820 !$ 4.3...

.

 /05/3.8 4 /.

.8.9.8/3/4308.48.4220398 /07!4898 $:-8.9! ./. $.9 .01:7#4.7-094!4898 942   .:16.3 4/0739.2/.3.7. !4890/-%.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful