P. 1
Turbo Innova

Turbo Innova

|Views: 529|Likes:

More info:

Published by: Aghie Hasmawan Isgandhi on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

KARYA TULIS TURBOCHARGER (KIJANG INNOVA 2KD-FTV

)
Karya Tulis Praktek Industri Sebagai Salah Satu Persyaratan Menempuh Ujian Karya Tulis dan Kelulusan Dari SMK Negeri 3 Buduran Sidoarjo

Rendi Setiawan NIS.3806/201.MO

PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF SMKN 3 BUDURAN (PERKPALAN) SIDOARJO TAHUN 2010

LEMBAR PENGESAHAN

Tim Penguji

Tanda Tangan

1._______________ 2._______________ 3._______________ 4._______________

1.________________ 2.________________ 3.________________ 4.________________

Pembimbing I

Pembimbing II

Edi Supriyadi

Drs.Hadi Haryanto NIP.196205231988031006

Kepala Bengkel

Kepala Sekolah

Suparna

Drs.H. Asmunir,MM NIP.195912101987031006

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb ii

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya.Sehingga karya tulis ini ini dapat selesai tepat waktu , dan dengan karya tulis ini sebagai salah satu syarat kelulusan. Penyusunan karya tulis ini berdasarkan pengalaman OJT serta dari bukubuku penunjang,wawancara dan informasi dengan pihak sekolah dan pembimbing selama praktek di Auto 200 Basuki Rachmat Pembahasan karya tulis ini tentang TURBOCHARGER (KIJANG INNOVA). Bersama ini saya ingin berterima kasih kepada yang terhormat: 1. Drs.H Asmunir,MM selaku kepala sekolah SMKN 3 Buduran Sidoarjo 2. Bapak Suparna selaku Kepala bengkel di Auto 2000 BAsuki Rachmad Surabaya 3. Bapak Edi Supriyadi selaku insturktur di Auto 2000 Basuki Rachmad Surabaya 4. Ir. Aghie Hasmawan selaku kepala program MO SMKN 3 Buduran Sidoarjo 5. Drs. Hadi Haryanto selaku pembimbing saya di SMKN 3 Buduran Sidoarjo 6. Bapak dan Ibu guru SMKN 3 Buduran 7. Kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya 8. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan karya tulis ini Semoga karya tulis ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan pembaca pada umumnya.Saya menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna, untuk itu saya memohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan karya tulis ini. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Sidoarjo,november 2010 untuk mencapai

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman judul………………………………………………………………..i iii

Lembar Pengesahan………………………………………………………….ii Kata Pengantar……………………………………………………………….iii Daftar Isi……………………………………………………………………..iv Motto………………………………………………………………………....vi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………..….1 1.2 Alasan Pemilihan Judul……………………………………………2 1.3 Tujuan Penulisan Karya Tulis…………………………………..…2 1.4 Metode Penulisan…………………………………………………. 3 1.5 Batasan Masalah………………………………………………….. 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perlunya TURBOGHARGER dan SUPERCHARGER…………..4 2.2 Bebeberapa Cara Untuk Menambah Tenaga………………………5 2.2.1 Memperbesar Volume Silinder………………………………5 2.2.2 Menaikkan Putaran Max……………………………………..5 2.2.3 Pengisian Dengan Udara yang Dipadatkan…………………..5 2.3 Perbedaan Pemompaan Udara……………………………………...5 2.3.1 Turbogharger …………………………………………………5 2.3.2 Supercharger………………………………………………….6 BAB III TURBOCHARGER PADA KIJANG INNOVA (2KD-FTV)
3.1 Spesifikasi Mesin Kijang innova 2KD-FTV……………………….7

3.2 Lokasi turbocharger pada Kijang innova (2KD-FTV)……………..8 3.3 Bagian-Bagian System Turbocharger………………………………9 3.3.1 Gambar umum………………………………………………..9 3.3.2 Uraian 3.3.2.1 Turbine and Compresor wheel………………………..10 3.3.2.2 Center Housing………………………………………..11 3.3.3.3 Full-floating Bearing ………………………………....12 3.3.4.4 Waste gate valve dan actuator……………………....…13

iv

3.4 Sistem Pelumasan dan pendinginan 3.4.1 Sistem pelumasan……………………………………..16 3.4.2 Sistem pendingin………………………………………17 3.5 Service Tip Turbocharger.…………………………………...18 BAB IV PENUTUP 5.1 Kesimpulan…………………………………………………...21 5.2 Saran…………………………………………………………..22 Daftar Pustaka……………………………………………………………..23 Lampiran…………………………………………………………………...24

v

MOTTO

- IKUTI MIMPIMU UNTUK MEMBUAT MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK

- TETAPLAH BERMIMPI DAN MULAILAH MEWUJUDKAN MIMPIMU

vi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Umumnya pada mesin pembakaran dalam, besarnya tenaga mesin tergantung dari volume silindaer mesin yang menentukan banyak udara yang masuk kedalam ruang baker,dalam satuan waktu yang ditentukan, Berdasarkan hal tersebut terdapat beberapa cara berbeda yang dapat di gunakan untuk menambah out-put mesin yaitu dengan memperbesar volume silinder, menaikkan putaran mesin MAX atau cara memperbesar volume silinder Namun ada cara yang lebih efisiaen dalam menambah tenaga yaitu

dengan cara memadatkan udara menggunakan TURBOCHARGER atau SUPERCHARGER, dikarenakan dengan cara ini banyaknya udara yang diperlukan untuk pembakaran extra bahan baker dapat di tambah lebih banyak , sehingga dapat menggasilkan out-put yang lebih besar tanpa membuat kerja mesin menjadi berat,kerugian gesek,bunyi dan getaran serta berkurangnya efisiensi pengisian yang terjadi pada putaran tinggi, Tetapi yang akan kita ulas lebih lanjut dalam karya tulis ini adalah tentang system TURBOCHARGER Di mana permintaan akan jasa pelayanan dan perbaikan kendaraan bermotor dirasakan semakin meningkat seiring bertambahnya tuntutan konsumen terhdap layanan yang lebih baik khususnya para pemilik Mobil Kijang Innva PT.Astra Internasional Toyota sebagai bengkel resmi mobil Toyota selalu meningkatkan mutu dalam hal perawatan dan perbaikan.Berdirinya PT.Astra Intenational Toyota merupakan pengembang mobIL Toyota merupakan masivestasi dan transportasi dalam bidang otomotif.Sebagai konsekuensinya dibutuhkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang teknik .Berkaitan dengan itu PT.Astra Internasional Toyota mau bekerja sama dengan sekolah dengan cara memberi tempat OJT (On the Job Training) kepada kami, dalam perwujudan kerjasama Toyota antara SMKN 3 Buduran,Sidoarjo dengan PT.Astra Internasional

1

1.2

Alasan Pemilihan Judul

Alasan pemilhan judul karya tulis ini adalah: 1.Karena penulis ikut serta dalam perawatan dan perbaikan system Turbocharger Kijang Innva 2.Penulis ingin membahas lebih jauh mengenai perawatan dan perbaikan system Turbocharger khususnya pada kijang Innva 3.Penulis ingin menenrangkan proses kerja perawatan dan perbaikan system turbocharger pada kijang innva

1.3

Maksud dan Tujuan karya Tulis

Adapun maksud dan tujuan karya tulis ini adalah sebagai berikut: 1.Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir di SMKN 3 Buduran,sidoarjo 2.Sebagai perbandingan ilmu yang di dapatkan dari sekolah dan dari industri 3.Menambah pengetahuan baru mengenai Turbocharger 4.Mengetahui prosedur kerja yang di gunakan oleh bengkel-bengkel produksi dalam menjalankan tugasnya tersebut 5.Belajar menggunakan waktu seoptimal mungkin untuk menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan schedule yang ditetapkan 6. Sebagai perbenahan buku perpustakaan

2

1.4

Metode Penulisan

Pada penyusunan karya tulis ini, penulis memerlukan bahan-bahan dan data-data yang digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan dari karya tulis ini sehingga karya tulis ini lebih akurat dan terperinci Untuk memperoleh bahan-bahan yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini,penulis menggunakan metode pengumpulan data di antaranya: - Studi Lapangan Penulisan melakukan pengamatan dan mengikuti langsung proses kerja di lapangan - Wawancara Hal ini dapat dilakukan dengan pegawai yang terlibat langsung dalam proses service - Kepustakaan Pengumpulan data-data yang berhubungan dengan karya tulis melalui buku-buku referensi yang tersedia

1.5

Batasan Masalah

Pada pembahasan karya tulis ini, penulis hanya menitik beratkan pada proses Turbocharger pada mobil kijang innva saja, sehingga dalam pembahasan tidak terdapat kericuhan dalam memahami isi karya tulis ini

3

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Perlunya TURBOGHARGER dan SUPERCHARGER
Dalam merenganakan suatu mesin, harus diperhatikan keseimbangan antara besaenya tenaga dengan ukupan dan berat mesin. Salah satu gara agar supaya mesin mampu kebutuhan seperti tersebut di atas perlu dilengkapi dengan TURBOCHARGER atau supercharger yang memungkinkan volume dan berat udara yang dikompresikan dan kemudian di baker dengan bahan bakar akan lebih banyak sehingga mesin akan menggasilkan tenaga out put yang besar

4

2.2 Beeberapa Cara Untuk Menambah Tenaga
Umumnya pada mesin pembakaran dalam, besarnya tenaga mesin tergantung dari volume silonder mesin yang menentukan banyaknya udara yang masuk ke dalam ruang bakar, dalam satuan waktu yang ditentukan. Berdasarkan hal tersebut beberapa cara yang berbeda dapat digunakan untuk menambah out put mesin, sebagai berikut:

2.2.1

Memperbesar Volume Silinder
Cara ini biasa dilakukan , tetapi menyebabkan berat mesin mungkin juga bertambah, ssehingga tidak banyak memperbaiki perbandingan berat dan tenaga

2.2.2

Menaikkan Putaran Max
Putaran mesin konvensional terbatas kira-kira 6000 rpm, hal ini disebabkan oleh bertambahnya kerugian gesek, bunyi dan getaran serta berkurangnya effisiensi pengisian yang terjadi pada putaran tinggi

2.2.3

Pengisian Dengan Udara yang Dipadatkan
Dengan cara ini, banyaknya udara yang diperlukan pembakaran extra dapat terwujud, sehingga dapat menghasilkan power out put yang bertambah

2.3 Perbedaan pemompaan udara 2.3.1 Turbocharger
Turbocharger digerakkan oleh gas buang, gas buang tersebut menggerakkan turbine wheel yang menjadi satu dengan compressor wheel melalui poros utama. Compressor wheel diserakkan pada kecepatan tinggi sehingga mendorong udara bertekanan masuk ke dalam silinder-slinder. Karena turbocharger menggunakan energi yang

terbuang dari gas buang, maka out put mesin dapat bertambah dengan sedikit tenaga yang hilang.

5

Turbocharger diguakan pada mesin bensin dan mesin diesel. Prinsip kerja pada kedua mesin tersebut adalah sama. Turbocharger dilengkapi denga wase gate valve untuk mengontrol tekanan udara yang masuk (boost pressure). Sebagaian besar mesin dengan turbo charger juga dilengkapi dengan intercooler untuk menurunkan tekanan udara yang masuk, untuk mencegah mesin agar tidak knocking dan meningkatkan efisiensi pengisapan udara.

2.3.2 Supercharger
Supercharger seperti halnya dengan turbocharger, yaitu pompa udara yang menekan sebanyak mungkin udara ke dalam silinder-silinder dibandingkan dengan mesin biasa. Untuk mengaktifkan supercharger, out put mesin dipindahkan melalui drive belt (V-ribbed belt) dari puli poros engkol ke magnet clutch dan akhirnya ke rotor yang berbentuk dua kepompong di dalam supercharger. Karena supercharger digerakkan langsung oleh poros engkol dan drive belt, supercharger dapat mulai memberi momen yang kuat pada kecepatan rendah dibandingkan denagn turbocharger. Selain itu time lag lebih pendek, sehingga menjamin respon yang cepat. Magnet clutch menempel dan terlepas dengan adanya signal dari ECU sesuai dengan kondisi putaran mesin.

Dalam sistem supercharger, terdapat air by-pass valve, yang mengontrol banyaknya udara yang di bay pass dari supercharger dan air control valve yang mengontrol masuknya udara atmosfer ke pipa-pipa ventilasi untuk mencegah kebocoran oli supercharger dan grease pada bearing. Kesemuanya ini di kontrol oleh Engine ECU. Intercooler tipe pendingin udar (air cooled) dilengkapi untuk meningkatkan efisiensi pengisian. Cara kerja intercooler ini sama halnya seperti intercooler pada turbocharger.

6

BAB III TURBOGHARGER PADA KIJANG INNOVA (2KD-FTV)
3.1. Spesifikasi Mesin Kijang innova 2KD-FTV
Tipe Mesin Jumlah silinder dan susunan Mekanisme katup 2KD-FTV High Version 4-Cylinder, in line 16- Valve DOHC,Belt & Gear Drive Ruang bakar Manifold Sistem bahan bakar Displecement m² Bore x stroke m Rasio kompresi Max. output (SAE-NET) Max. Torque (SAE-NET) Buka Intake Valve timing Buka Exhaust Firing order Fuel Cetan number Oil Garade Emision Regulation Engine serfice mass kg Tutup 30˚ BBDC 0˚ ATDC 1-3-4-2 50 atau lebih CF-4, 10W-30 EURO II 222 Tutup m c (in.) Direct Injection Type Cross- flow Common Rail Type 2,494 (2)

(in.)

92.0 x 93.8 ( 3.62 x 3.69 )

17.9 : 1 75 kW @ 3,600 rpm 260 N-m@1,600 ~ 2.400 rpm 2˚ BTDC 31˚ ABDC

7

3.2. LOKASI SISTEM TURBOCHARER KIJANG INNOVA (2KD-FTV)

8

3.3. Bagian-bagian TURBOCHARGER 3.3.1. Gambar umum

9

3.3.2. Uraian
Turbocharger terdiri dari banyak komponen-komponen, namun yang kami bahas hanya lomponen yang vital, bagiam-bagian ini digunakan untuk memampatkan udara ke ruang baker pada kijang innova 2KD-FTV terdiri dari :

3.3.2.1. Turbine and Compresor wheel
Turbine dan compressor wheel dipasangkan pada poros yang sama. Gas bekas dari exhaust manifold mengalir ke turbine wheel Bila turbine wheel berputar,compressor wheel juga berputar untuk memampatkan udara masuk ke dalam silinder. Karena turbine wheel berhubungan langsung dengan gas buang maka ia menjadi sangat panas dan berputar pada kecepatan tinggi, karena itu turbine wheel harus tahan terhadap panas dan tahan lama, maka karena itu terbuat dari bahan yang daya tahan panas yang tinggi (ultra resistant alloy)

10

3.3.2.2. Center Housing
Centaer housing menopang turbin dan compressor wheel melalui poros. Di dalam housing, minyak pelumas bersirkulasi melalui oil shanel yang tersedia. Juga bersirkulasi air pendingin mesin melalui coolant chanel yang terpasang di dalam housing, bagi engine yang menggunakan intercooler.

11

3.3.2.3. Full Floating Bearing
Selama turbine dan compressor wheel berputar pada kecepatan di atas 100.000 rpm,full floating bearing di gunakan untuk menjamin penyerapan getaran dari poros dan bantalan-bantalan Bantalan-bantalan ini di lumasi oleh minyak dan berputar bebas antara poros dan housing untuk mencegah ke ausan, selama bekerja pada kecepatan tinggi. Kebocoran minyak pelumas di cegah oleh 2 ring seal atau oleh mekanikal seal dan ring seal yang di pasang paa poros.

12

3.3.2.4. Waste Gate Valve dan Actuator
Waste gate valve terdapat di dalam turbine housing. Tujuannya untuk mengatur tekanan udara yang di kompresikan. Ketika katup ini membuka sebagian dari gas buang tidak melaui turbine wheel dan mengalir langsung ke pipa gas buang. Membuka dan menutupnya waste gate valve di control oleh actuator

Cara Kerja Waste gate valve dan actuator
Turbochanger menghasilkan out put yang tinggi dengan adanya daya tekan dengana adanya daya tekanan dari aliran udara yang masuk ke dalam silindersilinder, tetapi bila boost pressure meningkat terlalu tinggi maka daya eksplosif yang ditimbulkan oleh pembakaran dari campuran udara bahan bakar akan menjadi besar dan mesin tak dapat menahan tekanan tersebut. Oleh karena itu boost pressure tersebut dikotrol dan disesuaikan dengan nilai oktan dari bahan bakar yang digunakan

13

Cara actuator dan waete gate valve mengontrol boost pressure adl sbb: 1. Boost Pressure dibawah 114 kPa (1.50 kgf/cm², 21.3 psi) Selam bopost pressure di dalam intake manifold di bawah 114 kPa maka actuator tidak bekerja dan waste gate valve tetap menutup. Dan semua gas buang melalui turbine housing.

14

2.

Boost Pressure mencapai 114 kPa (1.50 kgf/cm², 21.3 psi)

Saat pedal akselerasi ditekan (sehinngga volume penginjeksian bahan bakar bertambah). Tekanan gas buang bertambah, dengan demikian boost pressure menjadi bertambah. Ketika boost pressure mencapai 114 kPa waste gate valve terbuka oleh actuator (karena adanya kombinasi tekanan gas bekas pada wast gate dan boost pressure pada actuator diaphragm) sehingga sebagian dari gas bekas dialihkan dari turbine wheel. Dengan demikian kecepatan turbine dijaga pada tingkat optimal untuk mencegah naiknya tekanan dorong (boost pressure) yang berlebihan.

15

3.4. Sistem Pelumasan dan Pendinginan
3.4.1.Sistem Pelumasan Untuk melumasi full floating bearing di dalam center housing, oli mesin di salurkan dari oli inlet pipet dan di sirkulasikan diantara bearing-bearing. Setelah melumasi bearing-bearing, oli ini mengalir melalui oli outlet pipet dan kembali ke oil pan

16

3.4.2.Sistem Pendinginan Turbocharger didinginkan oleh air pendingin mesin. Air pendingin mesin dikirim dari rumah thermostat dan masuk ke dalam channel pendingin (terdapat di dalam center housing) melalui coolant inlet pipe. Setelah mendinginkan turbocharger air pendingin langsung kembali ke water pump melalui coolant outlet

17

3.5. Service Tip Turbocharger
Ecu Mesin menentukan ketinggian denga sensor tekanan atmosfer. Jika nilai indikasi sekitar 85kPa atau kurang (ketinggian : lebih dari kira-kira 1500 m), ECU mesin menurunkan preset maximum engine speed (beragam sesuai ketinggian. Jika ketinggian bertambah nilai sensor tekanan atmosfer berkurang, sehingga preset maximum engine speed pun berkurang), untuk mencegah turbine wheel dipacu saat kendaraan berada pada area tinggi (tekanan atmosfer rendah). Untuk itu preset maximum engine speed lebih rendah dari standart. Ini bukan mala fungsi mesin.

Hal hal yang perlu diperhatikan Turbo changer adalah bagian yang dibuat dengan presisi tetapi memiliki desain yang sederhana, dan cepat bertahan lama bila diperhatikan bagamana cara menggunakan dan perawatannya. Turbochanger dioperasikan dibawah kondisi yang luar biasa yaitu turbine whee berhadapan dengan gas bekas (exhaust gas) yang temperaturnya mencapai 900˚C ketika berputar pada beban maximum dengan kecepatan putaran turbine sampai 100.000 rpm. Oleh karena itu yang paling menentukan mempengaruhi terhadap kemampuan dan ketahanan turbochanger adalah pelumasan pada bantalan yang menjamin turbine dan compressor wheel. Maka daripada itu yang diperhatikan adalah: 1. Oli mesin dengan cepat panas karena digunakan denga cepat menjadi panas karenadigunakan untuk pendinginan dan pelumasan turbo changer,

sehingga cepat menjadi memburuk.Utuk itu, oli mesin dan saringan oli diperlukan perawatan yang teratur. Penggantian oli mesin dan saringan oli secara berkala, ditentukan berdasarkan dimana kendaraan itu dipaksakan. Oleh sebab itu maka kita harus mengikuti pedoman prosedur pemeliharaan penggantianberkala yang tepat 2. Memperhatikan penggunaan tipe oli mesin pada mesin yang dilengkapi turbochanger

18

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT PENGOPERASIAN MESIN DENGAN TURBOCHANGER Setelah mesin dihidupkan, hindari menaikkan atau mempercepat putaran mesin secara tiba-tiba karena pelumasan pada bantalan-bantalan turbochanger belum mencukupi. Kondisi ini akan mempercepat keausan/kerusakan pada bantalan-bantalan tersebut, bila tidak diberi kesempatan sekurang kurangnya 30 detik untuk putaran idling setelah mesin dihidupkan. Hindari juga untuk menaikkan atau mempercepat putaran mesin ketika: - Setelah lama tidak digunakan selama lebih dari setengah hari - Setelah penggantian oli mesin atau saringan oli - Pada cuaca dingin Dan juga hindari mematikan mesin dengan segera setelah menarik trailer atau setelah dioperasikan dengan kecepatan tinggi atau melalui jalan menanjak. Biarkan mesin pada putaran idling selama 20~120 detik

WAKTU IDLING YANG DISARANKAN MEMATIKAN SEBELUM MESIN
PENGENDARAAN Di dalam kota atau luar kota di bawah 80 km/jam Pada 80 Kecepatan Tinggi km/jam Pada 100 km/jam Pengendaraan pada jalan berbukit atau sedang berlomba atau melebihi 100km/jam secara terus menerus Sekitar 2 menit Sekitar 20 detik Sekitar 1 menit WAKTU IDLING Tidak diperlukan

19

Mengapa Mesin Turbo Perlu Putaran Idling Sebelum Dimatikan?
Selama berjalan pada kecepatan tinggi, turbine wheel bersinggungan dengan gas bekas yang panas sekali sehingga temperaturnya menjadi sangat tinggi. Tapi karena poros penghubung turbine wheel dengan compressor wheel di inginkan oleh oli, temperaturnya tidak naik sedemikian tinggi. Apabila mesin dimatikan dengan segera setelah mesin dioperasikan pada kecepatan tinggi, sirkulasi oli dan pendingin akan berhenti sehingga

temperatur poros penghubung akan naik dengan tiba-tiba akibatnya temperature menjadi tinggi dari turbine wheel tersebut. Oleh karena itu biarkan mesin pada putaran idling sebelum dimatikan, untuk mendinginkan poros secara perlahan – lahan (disebabkan temperature gas buang selama idling lebih rendah sekitar 300~400˚C)

20

BAB IV
4.1 KESIMPULAN
Berdasrkan materi yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya juga berdasarkan pengamatan serta peninjaun maka dapat diambil beberapa keputusan sebagai kesimpulan yaitu sebagai berikut. 1. Sistem Turbochanger 2KD-FTV mempunyai fungsi dan keuntungan sebagai berikut. - Desain kompak dan ringan dengan pendinginan udara sehingga mengurangi beban mesin. - Mempunyai sensor tekann atmosfer yang berfungsi untuk menurunkan preset maximum engine speed, pada ketinggian tertentu. - Menaikkan out-put mesin dengan memampatkan udara masuk ke ruang bakar. 2. Selain keuntungan sistem Turbochanger 2KD-FTV - Kerusakan salah satu komponen harus dilakukan penggantian (tidak dapat diperbaiki lagi/ mala fungsi sensor) - Kinerja Turbochanger tidak maximal apabila rpm rendah. - Adanya Turbo-lag. Yakni, keterlambatan reaksi karena ada jeda waktu ketika pedal gas di tekan sampai tercapainya tekanan gas buang yang cukup memutar turbin.

Untuk menunjang semua kegiatan diatas diperlukan fasilitas dan peralatan yang menunjang yang akan mendukung proses perakitan sehingga waktu yang telah ditetapkan dapat dipergunakan seefisien mungkin. Ala-alat penunjang yang dimaksut antara lain petunjuk dasar mengenai pedoman pengertian yang meliputi gambar kerja (working drawing), data material (material list) dan lain-lain.

21

4.2 Saran
Berdasarkan atas pengalaman dan pengamatan selama OJT dan mengikuti proses kerja di industri, masih terdapat beberapa hal yang kurang pada proses produksi di bengkel divisi Toyota. Oleh karena itu penulis ingin memberikan saran-saran dan pendapat yang sekiranya dapat menjadi bahan pertimbangan. 1.Kebersihan lingkungan kerja hendaknya lebih ditingkatkan 2.Kedisiplinan dan ketelitian karyawan terhadap pekerjaan perlu ditingkatkan lagi, sehingga bisa mengurangi defect (cacat) pada hasil pekerjaan. 3.Menigkatkan kewaspadaan untuk menghadapi terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. 4.Penataan peralatan yang harus disesuaikan dengan kondisi, tempat dan fungsinya. 5.Adanya kunjungan secara rutin dari Bapak atau Ibu guru sehingga dapat mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan. 6.Tidak menggunakan bahan kimia yang terlalu berlebihan Demikian hal-hal yang dapat penulis sampaikan dalam penyusunan karya tulis ini., dan penulis mohon maaf bila terdapat kata-kata yang kurang berkenan di hati pembaca, dan penulis juga mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang terdapat dalam karya tulis ini karena penulis menyadari bahwa penulis hanyalah manusia biasa yang penuh dengan kekurangan dan kesalahan serta jauh dari kesempurnaan, sehingga masih perlu untuk belajar dan belajar lebih banyak lagi untuk menambah pengetahuan. Akhir kata penulis mengucapkan syukur yang tak terhingga atas segala limpahan rahmat dan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada penulis. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini sehingga karya tulis ini bisa terselesaikan tepat pada waktunya.

22

DAFTAR PUSTAKA
TAM,New Step 3 Turbochanger ,Jakarta,2000 TAM,Pedoman Reparasi Kijang Innova,Jakarta,2005

23

DAFTAR BIMBINGAN KARYA TULIS
Nama Program Keahlian NIS Guru Pembimbin Judul karya Tulis No. 1 2 3 4 5 6 7 8 : Rendi Setiawan : Mekanik Otomotif : 3806/201.M : Drs. Hadi haryanto : TURBOCHARGER (INNOVA 2KD-FTV) Kegiatan Bimbingan Pengajuan judul konsultasi BAB I konsultasi BAB II Konsultasi BAB III Konsultasi BAB IV Konsultasi revisi Paraf

Tanggal Bimbingan 9. September 2010 15. September 2010 30. September 2010 09. Oktober 2010 16. Oktober 2010 26. Oktober 2010

Catatan:…………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………

Pembimbing

Kepala Program Study

Drs. Hadi haryanto NIP.196205231988031006

Ir. Agie Hasmawan

NIP.1907003092000121001

24

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->