P. 1
pembelahan zigot

pembelahan zigot

1.0

|Views: 1,683|Likes:
Published by Hanny Herzegovina

More info:

Published by: Hanny Herzegovina on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2014

pdf

text

original

Pembelahan Zigot dan Gastrulasi D I S U S U N Oleh : Hanny Herzegovina Elida Silvia Hilmina Itawarnemi Siti Fatimah Maya ulfa

Nanda Mariani

1990). Kandungan itu berada dalam tubuh induk atau diluar tubuh induk (dalam telur).2. Latar belakang Janin atau embryo adalah makhluk yang sedang dalam tingkat tumbuh dalam kandungan. 1. Sedangkan dalam Microsoft Encarta 2006 disebutkan bahwa janin merupakan suatu hewan bertulang belakang yang belum lahir pada suatu fase dimana semua ciri struktural orang dewasa sudah dapat dikenal. Tumbuh adalah perubahan dari bentuk sederhana dan muda sampai bentuk yang komplek atau dewasa (Wildan yatim. .Bab I Pendahuluan 1. terutama keturunan manusia yang belum lahir setelah delapan minggu pertumbuhan.1. Tujuan Mengetahui proses pembelahan zigot dan bagaimana proses perkembangan janin.

Spermatogenesis berlangsung pada tubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadtotropin dan testosterone (Wildan yatim.Spermatocytogenesis Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan menjadi spermatosit primer. 2. . yaitu spermatosit sekunder.1. Proses Pembentukan Janin 2.Bab II Pembahasan 2. 1990). Spermatogonia Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan cara mitosis. Spermatosit Primer Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan mengalami meiosis. Tahapan Meiois Spermatosit I (primer) menjauh dari lamina basalis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi spermatosit primer.1.1 Spermatogenesis Peralihan dari bakal sel kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta menyangkut berbagai macam perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Tahap pembentukan spermatozoa dibagi atas tiga tahap yaitu : 1. sitoplasma makin banyak dan segera mengalami meiosis I yang kemudian diikuti dengan meiosis II.

tetapi juga ditutup oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidase yang mempermudah fertilisasi ovum. fase tutup. 2. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. tetapi tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel kelamin yang disebut oosit primer.1. bertanggungjawab untuk memproduksi tenaga yang dibutuhkan untuk motilitas. 2. tapi masih berhubungan sesame lewat suatu jembatan (Interceluler bridge). tidak hanya mengandung inti (nukleus) dengan kromosom dan bahan genetiknya. berfungsi untuk mendorong spermatozoa masak ke dalam vas defern dan ductus ejakulotorius. 4. dan mengadakan migrasi ke epitelium germinativum kira-kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Leher (servix).000. menghubungkan kepala dengan badan. maka pola sel somatik manusia yang 23 pasang kromosom itu akan dipertahankan. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan selama masa kanak-kanak. Tahapan Spermiogenesis Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi. Sel-Sel Kelamin Primordial Sel-sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ektoderm embrional dari saccus vitellinus. Apabila salah satu dari spermatozoa ini bersatu dengan ovum. Oogenesis 2.2.2.1.2. Kepala (caput).1.1. fase akrosom dan fase pematangan. Folikel Primordial Folikel primordial mengadakan migrasi ke stroma cortex ovarium dan folikel ini dihasilkan sebanyak 200. Dibandingkan dengan spermatosit I. 3.Sitokenesis pada meiosis I dan II ternyata tidak membagi sel benih yang lengkap terpisah. Spermatozoa masak terdiri dari : 1. 2. 3. Ekor (cauda). Dua spermatozoa akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita “X”. Masing-masing sel kelamin primordial (oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan memberi nutrien oogonium dan secara bersama-sama membentuk folikel primordial.2. . Badan (corpus). spermatosit II memiliki inti yang gelap.

Oosit Primer Inti (nukleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Pembelahan Meiosis Pertama Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai sebelum terjadi ovulasi. Fertilisasi Menurut Sri Sudarwati (1990) fertilisasi merupakan proses peleburan dua macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan sifat genetic yang berasal dari kedua parentalnya. Satu set tetap lebih besar dibanding yang lain karena mengandung seluruh sitoplasma. Pembelahan meiosis pertama ini menyebabkan adanya kromosom haploid pada oosit sekunder dan badan polar primer. tetapi dengan bahan genetik yang polanya berbeda. Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama. Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi. 2.6. dan disebut kromosom XX. Setiap kromosom masih membawa satu kromatid tanpa pertukaran. Oosit Sekunder Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucida oosit (ovum).5. Ovum yang masak yang telah mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional. sehingga terbentuk dua atau tiga badan polar dan satu ovum matur. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin.3. sel ini disebut oosit sekunder.1. Kadangkadang badan polar primer ini dapat membelah diri dan secara normal akan mengalami degenerasi.2. tetapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya). Kromosom-kromosom yang lain disebut autosom.1. Satu pasang kromosom merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin.2. Kromatin membawa gen-gen yang disebut DNA.2.2. juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. 2. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set yang masing-masing mengandung 23 kromosom. 2.1. semua mengandung bahan genetik yang berbeda.4. Sedangkan menurut Wildan Yatim (1990) fertilisasi merupakan .2.1. Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalami degenerasi. Sel yang lebih kecil disebut badan polar pertama.

2. 8 sel. ekuator dan latitudinal . Pembelahan atau segmentasi terjadi setelah pembelahan. yaitu enzim yang memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan sedikit lebih mudah. Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel. Pembelahan ini terjadi secara mitosis. Segera setelah kedua sel bersatu. kemudian terjadi tingkat 3 sel. vertical. Gambar 1. 7 sel. sehingga terbentuk kromosom diploid (2n). disebut bidang pembelahan. bias pula hanya sebagian kecil zigot. Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ketika zigot mengalami mitosis terus-menerus menjadi banyak sel. Perkembangan Janin di Rahim 2. kumparan kutub kedua dalam inti (nukleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu bersatu dengan inti sperma.masuknya spermatozoa kedalam ovum. kemudian tingkat 4 sel. Fertilisasi dan pembelahan (sumber. microsoft encharta) 2. Setelah spermatozoa masuk. dan terus menerus hingga terbentuk balstomer yang terdiri dari 60-70 sel. Spermatozoa yang mengelilingi ovum akan menghasilkan enzim hialuronidase. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot.2. Pembelahan itu bias meliputi seluruh bagian. 6 sel. ovum dapat tumbuh menjadi individu baru. Ada 4 macam bidang pembelahan yaitu meridian. Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomer.1 Pembelahan Menurut yatim (1990:155) pada manusia pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. Enzim tersebut merusak korona radiata dan memudahkan penembusan zona pellucida hanya untuk satu sperma saja. Badan dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. berupa gumpalan massif yang disebut morula. diteruskan tingkat 5 sel.

Gastrulasi Menurut Tenzer (2000:212) Setelah tahap blastula selesai dilanjutkan dengan tahap gastrulasi. 1990: 136) 2. Daerah-daerah bakal pembentuk alat atau ketiga lapis benih ectoderm. Dalam proses gastrulasi disamping terus menerus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel. 6-7 hari setelah fertilisasi embryo akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya. Rongga ini makin lama makin besar dan berisi cairan. yang pada pertumbuhan berikutnya akan menumbuhkan alat (organ) bentuk definitif. Setelah memasuki uterus. berongga.4. Kumpulan sel yang semula terletak berjauhan. Embrio yang memiliki rongga disebut blastula. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi atau nidasi.2.2. Gastrula berlangsung pada hari ke 15. Pada gastrulasi terjadi perkembangan embryo yang dinamis karena terjadi perpindahan sel. . Blastulasi dan Nidasi Setelah sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus maka akan terbentuk rongga di tengah.2.2.3. Mengiringi proses tubulasi terjadi proses differensiasi setempat pada tiap bumbung ketiga lapis benih. terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menyusun sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan. Yang tidak mengalami pembumbungan yaitu notochord. Ketika tubulasi ectoderm saraf berlangsung. perubahan bentuk sel dan pengorganisasian embryo dalam suatu sistem sumbu. rongganya disebut blastocoel. proses pembentukan blastula disebut blastulasi.2. Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari. Gastrulasi ini menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam. mesoderm disebelah tengah dan ectoderm di sebelah luar. menyusun diri sehingga berupa bumbung. Kemudian. 2. sekarang terletak cukup dekat untuk melakukan interkasi yang bersifat merangsang dalam pembentukan sistem organ-organ tbuh. mesoderm dan endoderm. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Tubulasi Tubulasi adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau disebut juga dengan pembumbungan. mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus. tetapi masif. terjadi pula differensiasi awal pada daerah-daerah bumbung itu. Tahap gastrula ini merupakan tahap atau stadium paling kritis bagi embryo. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari setelah fertilisasi (Yatim.

Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan berakhir pada akhir minggu ke 8. kuku. otot visera. Kelenjar-kelenjar kulit: kelenjar minyak bulu. Lensa mata. Lapisan enamel gigi. bulu. 2. Lapisan epitel seluruh saluran pencernaan mulai faring sampai rectum. Bumbung epidermis Menumbuhkan: 1. Dengan berakhirnya organogenesis maka cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya embryo disebut fetus (Amy Tenzer. . Proctodeum menumbuhkan dubur bersama kelenjarnya yang menghasilkan bau tajam.2. Organogenesis pada bumbung-bumbung: 1. taji. Lapisan epidermis kulit. 4. 6. Bumbung endoderm 1.5. kelenjar ludah dan indra pengecap.dkk. kelenjar ludah. cula. dengan derivatnya yang bertekstur (susunan kimia) tanduk: sisik. 2. Pada periode pertumbuhan akhir. 5. kelenjar lender. bagian dermis kulit dan jaringan pengikat lain. rangka dan alat urogenitalia. Pada bumbung mesoderm terjadi differensiasi awal untuk menumbuhkan otot rangka. tengah dan belakang. watak (karakter fisik dan psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu. alat telinga dalam.bagian depan tubuh menjadi encephalon (otak) dan bagian belakang menjadi medulla spinalis bagi bumbung neural (saraf). Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu spesies. indra bau dan indra peraba. dengan derivatnya seperti lapisan email gigi. penyelesaian secara halus bentuk definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. tanduk. Pada bumbung endoderm terjadi differensiasi awal saluran atas bagian depan. 3. Pada periode ini embryo mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin. Stomodeum menumbuhkan mulut. 2000) Pada periode pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasi dan differensiasi bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk definitif. kelenjar air mata. kelenjar peluh. Organogenesis Organogenesis atau morfogenesis adalah embryo bentuk primitive yang berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memmiliki bentuk dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. 2.

cementum dan periodontum gigi. dan kelamin (ductus genitalis). 7. uretra. Otak dan sumsum tulang belakang. bersama pulpanya. 4. genetalia eksterna belum dapat dibedakan.2. gaster dan intestium. 3. pancreas. pancreas. Lapisan dentin. kelamin. pericardium. seperti mata. 6. 8. Tahap Perkembangan Fetus/Janin . Kloaka yang menjadi muara ketiga saluran: pembuangan (ureter). polos dan jantung. Kelenjar-kelenjar pencernaan misalnya hepar. 3. seperti pencernaan. tunica adventitia. Lapisan otot dan jaringan pengikat (tunica muscularis. makanan (rectum). hidung dan kulit. Bagian persyarafan indra. 5. saluran serta kelenjar-kelenjarnya. Otot:lurik. 4. Pada saat ini otak berkembang sangat cepat sehingga kepala terlihat sangat besar. tunica musclarismucosa dan serosa) berbagai saluran dalam tubh. 5. Ginjal dan ureter. Lapisan epitel paru atau insang. trakea. 3. Lapisan epitel vagina. badan mulai memanjang dan lurus. 4. vesika urinaria dan kelenjar-kelenjarnya. 2. 4. Pada minggu ke 5 embryo berukuran 8 mm. serta kelenjar lender yang mengandung enzim dlam esophagus. jari-jari mulai dibentuk. Pada minggu ke 6 embrio berukuran 13 mm. Gonad. Jaringan ikat dalam alat-alat seperti hati.Bumbung neural (saraf) 1. 2. Lapisan rongga tubuh dan selaput-selaput berbagai alat: plera. 2.3. Kepala masih lebih besar daripada badan yang sudah mulai lurus. peritoneum dan mesenterium. jari tangan dan kaki mulai dibentuk. 3. dan pembuluh darah. Pada minggu ke 7 embryo berukuran 18 mm. kelenjar buntu. Setelah tahap organogenesis selesai yaitu pada akhir minggu ke 8 maka embrio akan disebut janin atau fetus dengan ukuran 30 mm.Bumbung mesoderm 1. Mesenkim yang dapat berdifferensiasi menjadi berbagai macam sel dan jaringan. bronchi. Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang berpigment. Saraf tepi otak dan punggung.

Karakteristik Janin 2. Skrotum berkembang dan testis mulai turun untuk masuk ke skrotum. organ internal sudah pada posisi normal. Kuku mulai nampak pada ujung jari tangan dan kaki. Pada bulan ke 8 testis ada dalam skrotum dan tubuh mulai ditumbuhi lemak sehingga terlihat halus dan berisi. Pembesaran uterus sudah dapat dirasakan oleh ibu. tubuh janin semakin besar maka ruang gerak menjadi berkurang dan lanugo mulai menghilang. janin lebih banyak tertutup lemak (vernix caseosa). Muka nampak seperti manusia dan rambut mulai nampak diseluruh tubuh (lanugo). Kepala masih dominan dibandingkan bagian badan. Gerakan janin sudah dapat dirasakan oleh ibu. Berat badan mulai naik jika dilahirkan 70% dapat bertahan hidup. Pada bulan ke 6 ukuran tubuh sudah lebih proporsional tapi nampak kurus. sedangkan akhir bulan ke 5 ukuran fetus mencapai 160 mm. Paru-paru sudah selesai dibentuk tapi belum berfungsi.4. Pada minggu ke 16 semua organ vital sudah terbentuk. Pada bulan ke 10. Pada saat janin memasuki bulan ke 3. Pada bulan ke 9. Percabangn paru lengkap tapi tidak berfungsi sampai lahir.4.1. hal ini selesai pada bulan ke 9. system saraf berkembang sehingga cukup untuk mengatur pergerakan fetus. Pada usia ini genitalnya belum dapat dibedakan antara jantan dan betina dan tampak seperti betina serta denyut jantung sudah dapat didengarkan. Pada bulan ke 5 ukuran janin 112 mm. Janin sudah mempunyai sistem organ seperti yang dipunyai oleh orang dewasa.Tahap perkembangan janin dimulai pada bulan ke 3 sampai ke 10. Proses Terbentuknya janin laki-laki dan perempuan . 2. jika dilahirkan 10% dapat bertahan hidup. keriput dan berwarna merah. Pada 6 bulan terakhir perkembangan manusia digunakan untuk meningkatkan ukuran dan mematangkan organ-organ yang dibentuk pada 3 bulan pertama. genitalia eksternal nampak berbeda. Induk mensuplai antibodi plasenta mulai regresi dan pembuluh darah palsenta juga mulai regresi. Pada yang jantan testis mulai menempati tempat dimana ia akan turun ke dalam skrotum. panjangnya 40 mm. Pada bulan ke 7 janin nampak kurus. Pada bulan ke 4 ukuran janin 56 mm.

berlangsung sekitar 2-3 jam. Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari. Pada perempuan duktus mesonefros degenerasi. Karena ada enzim 5 alfareduktase testosteron berdeferensiasi menjadi dihidrotestosteron yang kemudian pada epitel uretra terbentuk prostat dan bulbouretra. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1. Secara umum dan normal. Tahapan yang pertama adalah kontraksi. Selanjunya mengalami pembengkakan dan terbentuk skrotum. Deferensiasi lanjut kromosom Y membentuk testis sedangkan kromosom X membentuk ovarium. 2. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. testosteron berdeferensiasi menjadi epididimis. Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas. Klitoris sebenarnya merupakan sebuh penis yang tidak berkembang secara sempurna. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit. tahap kedua adalah kelahiran bayi yang keluar dengan selamat.Proses terbentuknya janin laki-laki dan perempuan dimulai dari deferensiasai gonad. Sedangkan kromosom X yang telah mengalami deferensiasi lanjut kemudian pit primer berdegenerasi membentuk medula yang terisi mesenkim dan pembuluh darah. Di sini cortex tumbuh membina ovarium sedangkan medula menciut. Awalnya sel sperma yang berkromosom Y akan berdeferensiasi awal menjadi organ jantan dan yang X menjadi organ betina. sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda. tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). juga disertai penipisan (effasi). Tahap pertama. . polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit.Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya. Setelah itu leher rahim akan semakin lebar. Kemudian testis turun ke pelvis terus menuju ke skrotum. Deferensiasi gonad jadi ovarium terjadi setelah beberapa hari defrensiasi testis. Sel leydig bersama dengan sel sertoli membentuk testosteron dan duktus muller tp duktus muller berdegenerasi akibat adanya faktor anti duktus muller. vas deferent. bahkan beberapa minggu. PGH dari placenta mendorong pertumbuhan sel induk menjadi oogonia. Mula-mula testis berada di cekukan bakal skrotum saat skrotum mkin lmamakin besar testis terpisah dari rongga pelvis. Tahap ketiga. Saat gonad yang berdeferensiasi menjadi ovarium turun smpai rongga pelvis kemudian berpusing sekitar 450 letaknya menjadi melintang. Pada laki-laki evagina ectoderm berkembang bersama terbawanya sinus urogenitalis dari cloaca. Leher rahim membuka sampai 7 cm. pembukaan leher rahim akan terus meningkat dengan kontraksi yang makin kuat.5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat. Tahap berikutnya adalah observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar. Ini biasanya fase paling lama.5. proses persiapan persalinan. Proses deferensiasi menjadi testis dimulai dari degenerasi cortex dari gonad dan medulla gonad membentuk tubulus semineferus. lalu berplorifrasi menjadi oosit primer. Selanjutnya. Di celah tubulus sel mesenkim membentuk jaringan intertistial bersama sel leydig. Pengeluaran Bayi Kelahiran bayi dibagi dalam beberapa tahap. Penis dan klitoris awalnya pertumbuhannya sama yaitu berupa invagina ectoderm. epitel germinal menebal membentuk sel folikel yang berkembang menjadi folikel telur. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm. pengeluaran plasenta. vesikula seminlis dan duktus mesonefros.

Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. sekitar 15 menit sampai 1 jam.1 Pengeluaran plasenta Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi.Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Apabila plasenta telah keluar. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. 2. tapi tugas belum berakhir.5. Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. . Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan. akan segera dijahit robekan atau episiotomi sehingga kembali seperti semula.

Bandung: Tarsito Penerbit buku . 2001. 1990. Malang: JICA UM Malang. W. Genetika Kelamin. 1997. The Developing Human. Human Embryology. Sudarwati. Heffer % Sans Limited. 1988. W.B Saunders Company.dkk. Dasar-Dasar Struktur dan Perkembangan Hewan. A dkk. Moore. 1957. Surabaya: Airlangga University Press Hamilton. Yatim.J dkk. Petunjuk Praktikum Perkembangan Hewan. Reproduksi dan Embriologi. AD. Bandung: Penerbit ITB Tenzer. 1982. Keith L. Canada: W. Sri.Bab III Kesimpulan Rujukan: Corebima. Cambridge: W.

7 .2-7/0 01107$.3 #::.7.3 470-2.3  $:/.3 .30..3/:3%.0453:2.&3.30.32-744 .   0309.3.3.38290/  4470 09  %00.8.9 $7 /  .. $.0.3  .3!0702-.3 .-.0789!7088 .3/:3!0307-9% %0307 /   !09:3:!7.2943  /  :2.3&.32-744 .7894!0307-9-::   .92   #0574/:8/.7$97:9:7/..9:2!0702-./.3 .8.- 0825:.23 $:7.3.7.:3/078425..3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->