P. 1
IDENTIFIKASI KERUSAKAN

IDENTIFIKASI KERUSAKAN

3.0

|Views: 854|Likes:
Published by bomass

More info:

Published by: bomass on Oct 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2013

pdf

text

original

IDENTIFIKASI KERUSAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

Meskipun revolusi hijau atau revolusi pertanian telah membantu untuk memberi pangan kepada jutaan manusia yang kelaparan, namun penggunaan pestisida yang semakin meningkat telah menimbulkan ancaman yang ternyata lebih berbahaya dari pada hama itu sendiri. Banyak pestisida serta herbisida tak dapat dimusnahkan dan keduanya berbahaya bila ditelan. Lebih parah lagi, untuk memerangi hama baru, campuran zat kimia secara tetap ditambah kadar kekuatannya tetapi orang tidak mengetahui bagaimana zat kimia ini akan mempengaruhi rantai makanan. Hal yang sangat memprihatinkan beberapa jenis maargasatwa, terutama burung, berada diambang bahaya kepunahan karena penimbunan zat kimia di dalam makan maupun jaringan tubuhnya sehingga mengganggu proses reproduksi burung itu. Begitu juga manusia, menghancurkan tumbuhan alam begitu saja tanpa melihat kegunaanya. Manusia telah banyak menimbulkan angin panas dan erosi air sehingga merusak beribu jenis tumbuhan yang evolusinya telah memakan waktu ratusan juta tahun dan tak pernah dapat digantikan.

A. FAKTOR FAKTOR KERUSAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN
Dari uraian di atas, dapat terlihat bahwa faktor utama yang merusak tumbuhan dan hewan sehingga mengganggu keseimbangan ekologis adalah manusia. Apalagi kebutuhan hidup manusian terus meningkat, ditambah dengan kerakusan dan teknologi, maka kesemibangan elkologis tergangu sehingga mempercepat kerusakan tumbuhan dan hewan yaitu : 1. Pengaruh Evolusi Evolusi adalah perubahan makhluk hidup secara prlahan-lahan dalam jangka waktu yang sangat lama, mulai dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih sempurna. Proses evolusi bisa berlangsung ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun. Kira – kira 150 juta tahun yang lalu terdapat binatang dinosaurus. Binatang ini sangat besar dan pangjangya sampai kira-kira 30 meter. Binatang ini sangat berbeda dengan binatang yang ada sekarang.

Penyesuaian diri dengan lingkungan hidup yang berbeda pula. Akibat persaingan tersebut. tidak semua tumbuhan dan hewan dapat bertahan hidup di daerah gurun pasir. Misalnya. angina topan. Faktor lingkungan Sesama makhluk hidup sering bersaing dalam memperebutkan makanan dan ruang hidup. A. yang kalah akan punah sedang yang menang akan tetap bertahan hidup. dimungkinkan hanya terdapat beberapa jenis makhluk hidup. Adaptasi Lingkungan Telah kamu ketahui bahwa keadaan lingkungan hidup sangat beragam. itulah yang disebut sebagai adaptasi. USAHA-USAHA UNTUK MENGATASI KERUSAKAN DAN KEPUNAHAN TUMBUHAN DAN HEWAN . Seleksi Alam Pada suatu tempat. Pengaruh evolusi tersebut secara tidak langsung melahirkan hewan generasi baru yang berbeda dengan hewan sebelumnya. dan kemarau yang berkepanjangan. Bencana alam tersebut meliputi gempa bumi. Kita tidak lagi menemukan hewan asli zaman purba yang hidup kecuali fosilnya. 3. Adaptasi inilah yang keanekaragaman makhluk hidup. Semuanya itu karena terjadinya evolusi 2. Faktor alam Alam membatasi kemampuan hidup suatu organisme di suatu tempat. menyebabkan terjadinya 4. Apabila kondisi tersebut dibiarkan maka lembu dan biri-biri di Australia akan punah karena tidak mampu bersaing dengan jumlahnya kelinci sangat banyak. kecuali hewan yang mampu bertahan terhadap iklim panas dan jumlah air yang sangat sedikit b. letusan gunung api. Sehingga disimpulkan binatang yang sekarang merupakan keturunan dari makhluk hidup yang hidup pada zaman purba. Beberapa dinosaurus tertentu ternyata mempunyai kerangka hampir sama dengan mamalia. Contoh di Australia pernah terjadi bahaya kelapran yang dialami lembu dan biri-biri karena rumputnya habis dimakan oleh kelinci pada musim kemarau panjang.Menurut penelitian terhadap tulang-tulang dinosaurus. Hal tersebut menuntut makhluk hidup untuk selalu berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan hidupnya. Hal itu terjadi karena seleksi alam yang meliputi : a. bahkan ada suatu tempat yang hanya didiami satu jenis makhluk hidup saja. tanah longsor. ternyata kerangka tulangnya termasuk binatang melata/reptil. banjir. Bencana Alam Berbagai bencana alam di permukaan bumi mempercepat kerusakan makhluk hidup.

Dengan system ini terjadi penghancuran semai dan kerusakan pohon-pohon yang tersisa setelah pembalakan. yang diselengarakan beberapa tahun lalu . Pada 1972. Perumusan cara-cara pembalakan yang tepat untuk setiap tipe hutan dan kompleks hutan. yang mengharuskan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk meninggalkan paling sedikit 25 pohon inti berdiameter lebih dari 35 cm dari jenis-jenis yang laku di pasaran dalam areal konsesi hutan. 2. ekonomi. Sistem Tebang Pilih Indonesia (TPI). mencegah erosi tanah hutan dan menigkatkan nilai ekonomi hutan. Pemerintah juga mengarahkan agar invertarisasi dan evaluasi potensi tumbuhan terus ditingkatkan dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan memanfaatkan bagi pembangunan. Degariskan pula bahwa program penyelamatan hutan perlu dilanjutkan dan ditingkatkan dan bahwa peranan hutan sebagai sumber pendapatan dan lapangan kerja bagi penduduk di sekitarnya juga perlu diperhatikan. Perladangan berpindah yang tidak terkendali merupakan salah satu penyebab Studi dampak pembalakan harus dlakukan dengan pendekatan secara terpadu Peningkatan dan pengefektifa peraturan-peraturan mengenai kehutan. Hal ini dilaksanakan dengan silvikultur di areal pembalakan. dan sosial. untuk di daya gunakan dalam pembangunan nasional. pihak yang berwenangdi Ditjen kehutanan telah menetapkan 3 macam system pengelolaan hutan. Selain itu siklus35 tahun tidak cukup lama untuk panenan kayu selanjutnya. 5. yang menekankan hasil maksimal dengan tetap memelihara produktivitas. Karena itu. Mekanisme pengawasan harus dilakukan secara efektif untuk mengurangi pengaruh pembalakan yang bersifat merusak. pemanfaatan hutan perlu dipraktekkan dengan prinsip-prinsip hasil tersangga. berat 3. Isu-isu tersebut yaitu: 1. mengeluarkan beberapa isu agar diperhatikan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab mengenai masalah-masalah yang bersangkutan. sebagai modal dasar. Pengelolaan hutan perlu dilaksanakan dengan tepat sehingga keletariannya dapat dipertahankan untuk menunjang paembangunan yang berkesinambungan. Pegelolaan hutan yang baik didasarkan pada faktor ekonomi dan faktor pelestarian. symposium tentang pengaruh jangka panjang pembalakan di Asia Tenggara. Tampak bahwa banyak pemegang HPH tidak mengindahkan peraturan ini 2. 4. Pemangaatan dan Pelestariannya Pemerintah menempatkan sumber daya hutan. Sistem tebang habis dengan regenerasi buatan Menyadari terhadap apa yang sedang terjadi di Asia Tenggara.1. yang merupakan salah satu dari sumber-sumber daya alam. Kerapuhan dan kerusakan tanah-tanah kawasan tropika oleh karena alat alat . meliputi dampak fisik. yaitu : 1. Sistem Tebang Pilih ternyata tidak mencapai sasaran. biologi. kerusakan hutan. 6. Sistem tebang habis dengan regenerasi alami 3. Pohon-pohon inti tersebut letakya harus tersebar untuk digunakan sebagai pohon induk bagi anak-anakn selanjutnya.

Melestarikan tumbuhan di kebun-kebun koleksi dan di bank plasma nufah dalam bentuk biji. dan pengukuran perubahan ekosistem. Melaksankan system tebang pilih 2. Memperbanyak koleksi tumbuhan Indonesia di kebun kebun raya. tetapi ekosistemnya tidak dapat dipindahkan . Langkah-langkah yang ditempuh untuk mencegah berkurangnya jenis-jenis tumbuhan antara lain: 1. yang fungsinya berbeda dengan kebun raya Pengelolaan cagar alam merupakan cara peletarian in situ. cara pelestarian ex situ kurang menguntungkan. Menetapkan jenis-jenis tumbuhan yang dilindungi 6. di mana pelestarian alam dipadukan dengan penelitian. termasuk pengaruh yang disebabkan oleh kegiatan manusia. Cara pelestarian plasma nutfah yang lain ialah pelestarian ex situ. Lore Kalmantan (Sulewesi Tengah). 8. oleh karena disamping tiap-tiap jenis dari kawasan tertentu dapat dilestarikan. alam untuk melestarikan tumbuhan dan hewan setempat. 9. Dibandingkan dengan pelestarian in situ. 8. Cara pelestarian semacam ini adalah yang terbaik.7. dan lain-lain. Percobaan program pemukiman kembali setelah penelitian yang terperinci tentang daya dukung lahan hutan diadakan. Bagian yang dilestarikan dapat seluruh tubuhnya. Mendirikan kebun-kebun raya. produktivitas. yaitu cagar biosfer Gede-Pangrango (Jawa Barat). Menetapkan cagar-cagar alam 5. umbi. Tujuannya ialah untuk melestarikan sumber daya genetika berbagai jenis makhluk yang ada di dalamnya dan melestarikan keanekaragaman dan integritas komunitas tumbuhan dan hewan dalam berbagai ekosistem alami untuk pemanfaatan masa sekarang dan mendatang. jaringan. pendidikan. Perumusan system silvikultur yang tepat untuk setiap tipe hutan dan kompleks Penggalakkan program penghutanan kembali dan rehabilitasi hutan Penyelisihan areal yang cukup luas dari setiap ekosistem hutan sebagai cagar hutan berdasarkan komposisi jenis. 10. dan regenerasi. Tanjung Putting (Kalimantan Tengah). ekosistemnya juga dapat dipertahankan. srtuktur. yang memindahkan jenis tumbuhan dari habitat aslinya ke tempat lain. akan dikembangkan dan dilestarikan dengan mengikutisertakan peran serta penduduk di sekitarnya secara aktif. dan Komodo (NTT). serbuk sari. Mengutankan kembali kawasan hutan yang sudah ditebang 4. tampak jelas perlunya program pemanfaatan dan pelestarian hutan seiring sejalan. Akhir-akhir ini telah didirikan 4 cagar biosfer dalam rangka program MAB-Indonesia. di mana tumbuh-tumbuhan dilestarikan di habitat asalnya. dinamika. jaringan. 7. Mengekspor kayu yang sudah diproses 3. biji. Cagar biosfer ialah suatu kawasan yang meliputi penyangga. Cagar-cagar biosfer itu. karena meskipun jenis-jenis tumbuhan berhasil diselamatkan. Jika lahan miskin dan tidak dapat menopang pertanian tetap. pengamatan. mak hutan yang ada di lahan tersebut tidak boleh ditebang Berdasarkan isu-isu tersebut. atau bagian lainnya.

4. Untuk pengelolaan pelestarian plasma nutfah di Indonesia. Menanamkan kesadaran pada masyarakat ramai akan pentingnya melestarikan plasma nutfah melalui ceramah. yang diusulkan untuk didirikan di daerah-daerah. pemanfaatan. tulisan teknis. kebun raya ini membantu pelestarian plasma nutfah tumbuh-tumbuhan tersebut. Pemanfaatan. 2. yang berbeda fungsinya dari kebun raya yang sudah ada.. Fungsi kebun raya adalah sebagai taman rekreasi. Kebun raya ialah sebidang lahan yang cukup luas dan terbuka di daerah pemukiman yang diisi dengan berbgai macam tumbuhan serta kadang-kadang dengan hewan-hewan tertentu. Komisi ini beranggotakan wakil-wakil dari departemen pertanian. laboratorium alam. dan kebudayaan (sekarang departemen pendidikan nasional) serta lembaga ilmu pengetahuan Indonesian kegiatannya meliputi 1. Kebun raya merupakan suatu cara pelestarian ex situ. Akhir-akhir ini telah dekeluarkan sebuah cetak biru tentang pengembangan dan pembinaan kebun raya sebagai tapak pelestarian plasma nutfah tumbuhan langka. ditata. Tumbuhtumbuhan yang mengisi kebun raya tersebut adalah tumbuh-tumbuhan setempat yang mulai langka. telah dibentuk Komisi Pelestarian Plasma Nutfah Nasional yang bernaung di bawah departemen pertanian dan bertanggung jawab kepada mentri pertanian. pemeliharaan. memperjuangkan kepentingan nasional. pengawasan. koleksi. pada tahun 1976. Mengadakan pertemuan teknis secara teratur untuk merumuskan garisMengkoordinasikan berbagai kegiatan pelestarian plasma nutfah. yang garis kebijaksanaan nasional dalam melestarikan plasma nutfah. pengendalian. Namun.dan cara-cara informasi melalui media masa lainnya. dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi taman yang khas. penataan. selebaran. departemen pendidikan. meliputi eksplorasi. yang dipilih. nutfah tadi.atau ditiru. dan pelestarian (konfersi) plasma 1. dalam melaksankan kegiatan rutin pelestarian plasma nutfah. Karena kurangnya pengetahuan tentang jenis-jenis tertentu saja yang bisa dilestarikan. khususnya untuk membina tenaga kerja Mengkoordinasikan kerja sama regional dan internasional dengan evaluasi seperlunya. pemulihan serta pengembanganwilayah hutan di Indonesia secara administratif menjadi tugas Departemen kehutanan. pemeliharaan kelestarian kawasan hutan menjadi kewajiban setiap warga masyarakat. paru-paru daerah pemukiman. yang dapat memberikan kesenangan untuk keperluan tempat rekrasi umum. Memantau keadaan koleksi plasma nutfah yang ada dan mengadakan Mengadakan kursus penataran. Kerusakan Flora dan Fauna di Indonesia . 5. Dengan demikian. 3. 6. evaluasi. obyek pariwisata dan tapak pelestarian nutfah tumbuhan langkah.

monitoring. sumatera utara. sekarang telah punah karena tidak mampu untuk survival menyesuaaikan dengan lingkungan atau habitat yang ada. evaluasi. sulawesi utara. a. nusa tenggara timur.dan platform reefs. Peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat . Seleksi alam adalah penyaringan suatu lingkungan hidup sehingga hanya makhluk hidup tertentu yang dapat bertahan dan mampu menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang baru. Jadi. a. d. maluku.Dalam siklus kehidupan baik hewan maupun tumbuhan selau terjadi evolusi. Dengan adanya seleksi alam ini. Tujuan utama program ini adalah pengelolaan dan pemanfatan sumber daya terumbu karang yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sepuluh profinsi yang terpilih. dan papua. misalnya kerusakan terumbuh karang (coral reefs). riau. Sumatra barat. dan adaptasi. 2. fringing reefs. antara lain peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat pengelolaan berbasis masyarakat. barrier reefs. sulawesi tenggara. pemerintah Indonesia mencanangkan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang. Secara garis besar. mengelilingi pulau. Contoh kerusakan flora dan fauna yang terjadi di Indonesia akibat kegiatan manusia. Sepuluh propinsi tersebut antara lain nusa tenggara barat. makhluk hidup selalu mengalami perubahan sehingga timbul spesies baru. Lima komponen utama dalam upaya pengelolaan dan rehibilitasi terumbu karang yang telah di tetapkan. terumbu karang dapat dibedakan menjadi empat tipe utama yaitu atol. Makhluk hidup yang tidak mampu bertahan dan menyesuaikan dengan lingkungannya yang telah berubah akan mati atau panda ke lingkungan lain. banyak hewan dan tumbuhan yang dulu hidup. beberapa kilometer dari garis pantai terletak di antara barrier reefs dan dataran. sulawesi selatan. Atol adalah jenis karang yang berbentuk lingkaran yang mengelilingi batas dari Fringing reefs adalah karang yang terdapat di daerah dekat pantai yang Barrier reefs adalah karang yang terletak sejajar dengan garis pantai dan berjarak Platform reefs adalah karang yang terbentuk di perairan dangkal laguna yang pulau-pulau vulkanik yang tenggelam. pengembangan kelembagaan. Evolusi adalah perubahan makhluk hidup secara perlahan-lahan dari sederhana ke bentuk sempurna dalam jangka waktu sangat lama. penegakan hokum. c. Pelestarian Terumbu karang Sebagai upaya memperlambat kerusakan kondisi terumbu karang. seleksi alam. b. Perlu diketahui bahwa tumbuhan dan hewan berasal dari makhluk hidup masa lampau yang telah mengalami perubahan dalam waktu yang sangat lama. penelitian.

dan pemerhati lingkungan. . Penelitian. pemerintah mmenerapkan kemammpuansumber daya manusia melalui berbagai pelatihan berkaitan dengan pengelolaan dan teknik rehibilitasi trumbu karang d. dan evaluasi Komponen ini bertujuan memantau kegiatan masyarakat yang secara langsung berhubungan dengan trumbu karang. Dalam kaitannya dengan komponen ini. Selain itu. Pengembangan Kelembagaan Komponen ini bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi yang berperan dalam penanganan terumbu karang baik pengelola kawasan. monitoring. hutan lindung. c. pendidikan. Mendirikan kawasan kebun raya dan kebun binatang yang dijadikan sebagai koleksi hidup misalnya: kebun raya bogor dan taman safari Indonesia. Diadakan bank gen yaitu tempat menyimpan dan menjaga suatu gen agar tetap baik 5. Penyusaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan yang berbeda akan menghasilkan makhluk hidup yang baru pula sehingga dengan proses adaptasi ini akan timbul keaneka ragaman makhluk hidup. 4. akan dibentuk system jaringan pemantauan dan informasi terumbu karang dengan membangun simpul-simpul di beberapa provinsi e. dan pariwisata 3. Mengadakan daerah yang dilindungi seperti cagar alam. Penegakan hukum Penegakan hukum merupakan komponen penting sebagai hal pokok dalam usaha mencapai tujuan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang. Pengembangan daerah yang di lindungi dengan cara menggunakan daerah tersebut sebagai daerah penelitian. aparat keamanan. Pengelolaan Berbasis masyarakat Komponen ini bertujuan membina masyarakat untuk melakukan kegiatan aktif seperti membentuk usaha kerajinan tangan yang akan meningkatkan pendapatan masyaraktat setempat. dan suaka marga satwa 2. Selain itu. pemerintah menerapkan pengetahuan dan teknologi rehabilitasi dalam pengeloloaan trumbu karang agar dapat dimanfaatkan secara lestari. daerah antara lahan pertanian and pemukiman penduduk dengan daerah cagar alam. yaitu dengan cara membuat suaka marga satwa dan cagar alam Cara pelestarian Flora dan Fauna : 1. b. Usaha-usaha yang dilakukan dalam menjaga kelestarian makhluk hidup yang ada. Mengadakan daerah penyangga.Komponen ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan trumbu karang dan partisipasi aktif dalam pengelolaan dan pemanfaatan terumbu karang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->