P. 1
LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

|Views: 105|Likes:
Published by Susanti Suhartati

More info:

Published by: Susanti Suhartati on Oct 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN OMPALOKEL

A. Pengertian Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit. Usus terlihat dari luar melalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan (tembus pandang). Omfalokel (eksomfotos) merupakan suatu cacat umbilicus, tempat usus besar dan organ abdomen lain dapat menonjol keluar. Ia bisa disertai dengan kelainan kromosom, yang harus disingkirkan. Cacat dapat bervariasi dan diameter beberapa centimeter sampai keterlibatan dinding abdomen yang luas. Organ yang menonjol keluar ditutupi oleh lapisan tipis peritoneum yang mudah terinfeksi. Rongga abdomen sendiri sangat kecil, sehingga perbaikan bedah bisa sangat sulit atau tidak mungkin, kecuali bila dinding abdomen yang tersisa cukup dapat direntang untuk memungkinkan penempatan kembali isi abdomen. Penggantinya, cacat ini dapat ditutupi dengan bahan sintetis seperti silastic, yang dapat digulung ke atas, sehingga usus dapat didorong masuk secara bertahap ke dalam rongga abdomen dalam masa beberapa minggu. B. Etiologi Penyebab pasti terjadinya omphalokel belum jelas sampai sekarang. Beberapa faktor resiko atau faktor-faktor yang berperan menimbulkan terjadinya omphalokel diantaranya adalah infeksi, penggunaan obat dan rokok pada ibu hamil, defisiensi asam folat, hipoksia, penggunaan salisilat, kelainan genetik serta polihidramnion. Walaupun omphalokel pernah dilaporkan terjadi secara herediter. Menurut Glasser (2003) ada beberapa penyebab omfalokel, yaitu: 1. Faktor kehamilan dengan resiko tinggi, seperti ibu hamil sakit dan terinfeksi, penggunaan obat-obatan, merokok dan kelainan genetik. Faktor-faktor tersebut berperan pada timbulnya insufisiensi plasenta dan lahir pada umur kehamilan kurang atau bayi prematur, diantaranya bayi dengan gastroschizis dan omfalokel paling sering dijumpai. 2. Defisiensi asam folat, hipoksia dan salisilat menimbulkan defek dinding abdomen pada percobaan dengan tikus tetapi kemaknaannya secara klinis masih sebatas perkiraan. Bila suatu kelainan didapati bersamaan dengan adanya omfalokel, layak untuk dilakukan amniosintesis guna melacak kelainan genetik.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada masa prenatal selain USG diantaranya ekhocardiografi. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik. Angka kematian tinggi bila omfalokel besar karena kantong dapat pecah dan terjadi infeksi. tanpa kantong yang ekhogenik dan terlihat defek terpisah dari tali pusat. Pada pemeriksaan USG Omphalokel tampak sebagai suatu gambaran garis–garis halus dengan gambaran kantong atau selaput yang ekhogenik pada daerah tali pusat (umbilical cord) berkembang. dimana pada saat tersebut secara normal seharusnya usus telah masuk seluruhnya kedalam kavum abdomen janin. seperti kelainan kromosom. dan analisa kromosom melaui amniosintesis. Diagnosis omphalokel ditegakkan berdasarkan gambaran klinis. Diagnosis tidak sukar yaitu dengan adanya defek pada umbilikus. Defek dinding abdomen janin biasanya dapat dideteksi pada saat minggu ke 13 kehamilan. pada pemeriksaan USG tampak gambaran garis-garis yang kurang halus. Banyaknya usus dan organ perut lainnya yang menonjol pada omfalokel bervariasi. Tanda Gejala Omfalokel yaitu hernia umbilikalis inkomplet terdapat waktu lahir ditutup oleh peritonium. Jika lubangnya kecil. Diagnosis banding bila ada defek supraumbilikus dekat dengan defek umbilikus dengan penonjolan lemak preperitonial yang dirasakan tidak enak. tetapi jika lubangnya besar. Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan selain menunjang diagnosis sekaligus menilai apakah ada kelainan lain pada janin. mungkin hanya usus yang menonjol. hati juga bisa menonjol melalui lubang tersebut. tergantung kepada besarnya lubang di pusar. Patofiologi Omfalokel disebabkan oleh kegagalan alat dalam untuk kembali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu sehingga menyebabkan timbulnya omfalokel. . E. MSAPF (maternal serum alpha-fetoprotein). hernia diafragmatika dan kelainan jantung D. Berbeda dengan gastroskisis. kelainan ini disertai oleh kelainan bawaan lainnya. selai Warton dan selaput amnion.dan dapat ditegakkan pada waktu prenatal dan pada waktu postnatal. jarang yang mengeluh nyeri. dimana isi perut terlihat dari luar melalui selaput peritoneum. Pemeriksaan fisik secara lengkap dan perlu suatu rontgen dada serta ekokardiogram. Kelainan ini dapat terlihat dengan adanya prostrusi (sembilan) dari kantong yang serisi usus dan visera abdomen melalui defek dinding abdomen pada umbilicus (umbilicus terlihat menonjol keluar). Pada 25-40% bayi yang menderita omfalokel.C. a. Diagnosis prenatal Diagnosis prenatal terhadap omphalokel sering ditegakkan dengan bantuan USG. Hernia umbilikalis biasanya tanpa gejala.

harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Penatalaksanaan Omfalokel (eksomfalokel) adalah suatu hernia pada pusat. isi perut yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi. Kantong atau selaput tersusun atas 2 lapisan yaitu lapisan luar berupa selaput amnion dan lapisan dalam berupa peritoneum. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir. Defek bervarasi ukurannya. . Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan pada saat bayi lahir untuk mendukung diagnosis diantaranya pemeriksaan laboratorium darah dan radiologi.b. tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan. sehingga isi perut keluar dan dibungkus suatu kantong peritoneum. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan. segera dilakukan pembedahan untuk menutup omfalokel. mengandung herniasi organ–organ abdomen baik solid maupaun berongga dan masih dilapisi oleh selaput atau kantong serta tampak tali pusat berinsersi pada puncak kantong. F. Agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut. bila kantong belum pecah. Sebelum dilakukan operasi. Diagnosis postnatal (setelah kelahiran) Gambaran klinis bayi baru lahir dengan omphalokel ialah terdapatnya defek sentral dinding abdomen pada daerah tali pusat. Pemeriksaan radiologi dapat berupa rongent thoraks untuk melihat ada tidaknya kelainan paru-paru dan ekhocardiogram untuk melihat ada tidaknya kelainan jantung. dengan diameter mulai 4 cm sampai dengan 12 cm. Penanganannya adalah secara operatif dengan menutup lubang pada pusat.

1997. EGC : Jakarta .DAFTAR PUSTAKA Ngastiyah.Perawatan Anak Sakit. Editor: Setiawan. Rustam Mochtar.Sinopsis Obstetri. 1998. Jakarta: EGC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->