PATOFISIOLOGI KANKER PAYUDARA

PATOFISIOLOGI KANKER PAYUDARA

Kanker payudara, seperti bentuk lain dari kanker, adalah hasil dari faktor lingkungan dan turuntemurun beberapa. Beberapa faktor-faktor ini meliputi: 1. Lesi pada DNA seperti mutasi genetik. Mutasi yang dapat menyebabkan kanker payudara telah eksperimental dikaitkan dengan paparan estrogen. 2. Kegagalan pengawasan kekebalan, sebuah teori di mana sistem kekebalan tubuh menghilangkan sel-sel ganas sepanjang hidup seseorang. 3. Faktor pertumbuhan abnormal sinyal dalam interaksi antara sel-sel stroma dan sel epitel dapat memfasilitasi pertumbuhan sel ganas. 4. Cacat diwariskan dalam gen perbaikan DNA, seperti''''BRCA1, BRCA2''''dan''''TP53. Orang-orang di negara-negara berkembang melaporkan tingkat kejadian lebih rendah dibandingkan di negara maju. Di Amerika Serikat, 10 sampai 20 persen pasien dengan kanker payudara dan pasien dengan kanker ovarium memiliki kerabat pertama atau kedua-derajat dengan salah satu dari penyakit ini. Mutasi di salah satu dari dua gen kerentanan besar, kanker payudara gen kerentanan 1 (BRCA1) dan kanker payudara gen kerentanan 2 (BRCA2), memberikan risiko kanker payudara seumur hidup antara 60 dan 85 persen dan risiko seumur hidup dari kanker ovarium antara 15 dan 40 persen. Namun, mutasi dalam gen account hanya 2 sampai 3 persen dari semua kanker payudara. Breast cancers are described along four different classification schemes, or groups, each based on different criteria and serving a different purpose:
 

Pathology - Each tumor is classified by its histological (microscopic anatomy) appearance and other criteria. Grade of tumor - The histological grade of a tumor is determined by a pathologist under a microscope. A ''well-differentiated'' (low grade) tumor resembles normal tissue. A ''poorly differentiated'' (high grade) tumor is composed of disorganized cells and, therefore, does not look like normal tissue. ''Moderately differentiated'' (intermediate grade) tumors are somewhere in between. Protein & gene expression status - Currently, all breast cancers should be tested for expression, or detectable effect, of the estrogen receptor (ER), progesterone receptor (PR) and HER2/neu proteins. These tests are usually done by immunohistochemistry and are presented in a pathologist's report. The profile of expression of a given tumor helps predict its prognosis, or outlook, and helps an oncologist choose the most appropriate treatment. More genes and/or proteins may be tested in the future. Stage of a tumor - The currently accepted staging scheme for breast cancer is the TNM classification. This considers the Tumor itself, whether it has spread to lymph Nodes, and whether there are any Metastases to locations other than the breast and lymph nodes.

Breast cancer is usually, but not always, primarily classified by its histological appearance. Rare variants are defined on the basis of physical exam findings. For example, inflammatory breast cancer (IBC), a form of ductal carcinoma or malignant cancer in the ducts, is distinguished from

Kanker payudara Dari Wikipedia bahasa Indonesia. The cancer cells are invading nearby tissue inside the breast. This picture shows ductal carcinoma in situ.other carcinomas by the inflamed appearance of the affected breast. ensiklopedia bebas Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar. Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan. This picture shows cancer cells spreading outside the duct. . some pathologic classifications may be changed. In the future.

3 Keluarnya cairan (Nipple discharge) 5 Faktor-faktor penyebab o 5.3 Kemoterapi o 6.1.2 Fase metastasis 3 Klasifikasi o 3.Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara.1 Histopatologi o 3.2 Faktor Genetik 6 Pengobatan kanker o 6.2 Pencegahan sekunder o 7.1 Faktor risiko o 5.2 Erosi atau eksema puting susu o 4.1.2 Fase promosi o 2.1 Benjolan pada payudara o 4.3.3 Pencegahan tertier 8 Catatan kaki 9 Pranala luar [sunting] Definisi .1 Array-mikro DNA  3. walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000[rujukan?]. Daftar isi [sembunyikan]          1 Definisi 2 Patofisiologi o 2.3. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita.4 Lintasan onkogenik 4 Gejala klinis o 4.1 Sistem TNM o 3.2 Radiasi o 6.1 Mastektomi o 6. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.1 Pencegahan primer o 7.2.1.1 Profil intrinsik Perou-Sørlie o 3. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara.2 Stadium  3.3 Genetik  3.1 Transformasi  2.4 Lintasan metabolisme 7 Strategi pencegahan o 7.1 Fase inisiasi  2.

yang bisa berupa bahan kimia. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. Progestin akan menginduksi transkripsi regulator siklus sel berupa siklin D1 untuk disekresi sel epitelial. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. progesteron juga menginduksi sekresi kalsitonin sel luminal dan morfogenesis kelenjar. Progesteron. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. [sunting] Fase inisiasi Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas.Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya. sebuah hormon yang menginduksi ductal side-branching pada kelenjar payudara dan lobualveologenesis pada sel epitelial payudara. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma.[6] [sunting] Fase promosi Pada tahap promosi.[2] [sunting] Patofisiologi Beberapa jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen Met.[3] [sunting] Transformasi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. cepat dan tidak terkendali. [sunting] Fase metastasis . menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. diperkirakan berperan sebagai aktivator lintasan tumorigenesis pada sel payudara yang diinduksi oleh karsinogen.[4] oleh karena estrogen merupakan hormon yang mengaktivasi ekspresi pencerap progesteron pada sel epitelial. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17. Sekresi dapat ditingkatkan sekitar 5 hingga 7 kali lipat dengan stimulasi hormon estrogen. serta ekspresi berlebih enzim PTK-6. radiasi (penyinaran) atau sinar matahari.[5] Selain itu. sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal.[1] Selain itu. virus. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor.

yang berarti bahwa osteoklas hasil induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi diferensiasi dan aktivitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan resorpsi tulang.[7] VEGF merupakan mitogen angiogenik positif yang bereaksi dengan sel endotelial. sel T-47D. Tanpa faktor angiogenik negatif seperti angiostatin. [sunting] Histopatologi Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor. Oleh sebab itu.Metastasis menuju ke tulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker payudara. Non-invasif karsinoma o Non-invasif duktal karsinoma o Lobular karsinoma in situ 2. Tulang merupakan jaringan unik yang terbuat dari matriks protein yang mengandung kalsium dengan kristal hydroxyappatite sehingga mekanisme yang biasa digunakan oleh sel kanker untuk membuat ruang pada matriks ekstraselular dengan penggunaan enzim metaloproteinase matriks tidaklah efektif. pathological fractures atau spinal cord compression. sel MB-MDA-468.[7] Metastasis demikian bersifat osteolitik. Invasif karsinoma o Invasif duktal karsinoma  Papilobular karsinoma  Solid-tubular karsinoma  Scirrhous karsinoma  Special types  Mucinous karsinoma  Medulare karsinoma o Invasif lobular karsinoma  Adenoid cystic karsinoma  karsinoma sel squamos  karsinoma sel spindel  Apocrin karsinoma  Karsinoma dengan metaplasia kartilago atau osseus metaplasia  Tubular karsinoma  Sekretori karsinoma  Lainnya . kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut: 1. sel endotelial yang berinteraksi dengan VEGF sel kanker melalui pencerap VEGFR-1 dan VEGFR-2. beberapa diantaranya disertai komplikasi lain seperti simtoma hiperkalsemia. yaitu sel MCF-7. resorpsi tulang yang memungkinkan invasi neoplastik terjadi akibat interaksi antara sel kanker payudara dengan sel endotelial yang dimediasi oleh ekspresi VEGF. sel MDA-MB-231. [sunting] Klasifikasi Terdapat beberapa jenis sel kanker yang dapat terkultur pada kanker payudara. bermigrasi dan membentuk tubulus. akan meluruhkan matriks ekstraselular. sel BT-20 dan sel BT-549.

Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. N. dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi. sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. dan M didapatkan. scintigrafi. [sunting] Sistem TNM TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor size atau ukuran tumor . "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. USG. Untuk menentukan suatu stadium. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium. harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA. N. dan bila memungkinkan dengan CT scan. namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer dari World Health Organization)/AJCC (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).3. kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama N (node). penyebaran jauh: o M x: metastasis jauh belum dapat dinilai o M 0: tidak terdapat metastasis jauh o M 1: terdapat metastasis jauh Setelah masing-masing faktor T. ukuran tumor: o T 0: tidak ditemukan tumor primer o T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang o T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm o T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm o T 4: ukuran tumor berapa saja. dll. penilaian TNM sebagai berikut:    T (tumor size). Pada kanker payudara. ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan akan diperoleh stadium kanker sebagai berikut: . rontgen . edema atau bengkak. Ketiga faktor T. tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya. Paget's Disease [sunting] Stadium Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya. juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). kelenjar getah bening regional (kgb): o N 0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla o N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan o N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan o N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum M (metastasis). dapat berupa borok.

3. luminal B. ditemukan 8 kluster genetik yang merupakan variasi sel-sel tertentu yang terdapat di dalam tumor.[10] Subtipe berdasarkan ESR1/ERBB2 dengan profil ESR1+/ERBB2-. pencerap estrogen. dan ERBB2+. p53. . DNA/ploiditas dengan penggunaan sitometri. Pada profil intrinsik. beberapa diantaranya adalah:    Profil genetik dari American Society of Clinical Oncology yang menawarkan klasifikasi berdasarkan CA 15. multiparameter assays tertentu. kemudian dicari kesamaan kluster pada sel lain dari jenis yang berbeda. luminal A. pencerap faktor pertumbuhan epidermal-2. basal. CA 27. namun beberapa grup periset mempertimbangkan bahwa beberapa grup/kluster gen mempunyai kecenderungan untuk meninggalkan jejak genetik pada sel lain hingga terjadi ekspresi genetik yang sama. CEA. cathepsin D.29. dinamika fungsional gen dan genom dapat diamati seperti proses transkripsi mRNA. dan ERBB2+. sel tumor payudara merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari berbagai jenis sel selain sel kanker. pencerap progesteron.[9] Penggunaan kategori berikut sebagai dasar diagnosa juga dianggap belum cukup. Profil genetik yang disebut normal breast-like. perlu diketahui ekspresi genetik khas dari tiap sel yang merupakan hasil transkripsi kluster gen tertentu. Dengan demikian.[8] Sejumlah profil genetik telah diajukan oleh berbagai pihak.[10] [sunting] Profil intrinsik Perou-Sørlie Dari sudut pandang histologi. identifikasi domain pengikat dari protein asam nukleat. analisa single-nucleotide polymorphism.[11] Untuk mendapatkan profil genetik dari sebuah tumor. deteksi metastasis-mikro pada sumsum tulang dan kadar sel tumor dalam sirkulasi darah.        Stadium 0: T0 N0 M0 Stadium 1: T1 N0 M0 Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0 Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0 Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0 Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0 Stadium III C: Tiap T N3 M0 Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1 [sunting] Genetik [sunting] Array-mikro DNA Array-mikro DNA merupakan suatu metode yang diawali dengan membandingkan sel normal dengan sel kanker dan melihat perbedaan yang terjadi pada ekspresi genetik antara dua jenis sel. Walaupun perbedaan ekspresi genetik tersebut belum tentu menunjukkan ciri khas onkogen sel kanker. ESR1-/ERBB2-. siklin E. penghambat aktivator plasminogen 1. yang disebut profil genetik. aktivator plasminogen urokinase.

terjadi ekspresi berlebihan protein yang berperan dalam lintasan metabolisme asam lemak dan lintasan transduksi sinyal selular yang menggunakan steroid. HER-2 -. lintasan p21 dan transduksi sinyal dalam siklus sel pada checkpoint antara fasa G1 dan fasa S. Sel B. Makrofaga.[12] basal A dengan lintasan ETS dan gen BRCA1.[14] . CD31. 12% penderita luminal B.544 kasus yang terjadi di Amerika. Sedangkan kluster genetik sel luminal meliputi faktor transkripsi yang berkaitan dengan pencerap estrogen seperti GATA-binding protein-3. Ekspresi protein dari sel stromal merupakan kluster genetik yang teridentifikasi terlebih dahulu dan meliputi beberapa isomer kolagen 3. 11% adalah kanker triple negative dan 4% merupakan jenis HER-2 over-expressing.   basal-like dengan ekspresi berlebih protein yang berperan pada proliferasi dan diferensiasi sel. Banyak gen yang hanya dimiliki oleh salah satu jenis sel ini dan jarang ditemukan gen yang dimiliki oleh kedua sel. triple negative dengan pencerap hormon -.[12] luminal B dengan pencerap hormon +. Sebuah kluster genetik yang nampaknya merupakan ciri khas makrofaga/monosit adalah ekspresi CD68. 5. HER-2 +. meninggalkan jejak genetik seperti ekspresi gen berupa protein imunoglobulin saat melakukan infiltrasi dan memberikan variasi pada kluster genetik seperti yang terjadi pada ekspresi sel RPMI-8226 dari kultur mieloma multipel. Berdasarkan klasifikasi ini. Terdapat dua jenis sel epitelial pada kelenjar ini. Sel T juga meninggalkan jejak genetik yang menjadi indikasi aktivitas infiltrasi. baik estrogen.[13] Beberapa ahli lain menambahkan subtipe seperti. khususnya melalui ekspresi pencerap estrogen. X-box binding protein-1 dan hepatocyte nuclear factor-3. chitinase dan lysozyme. 2. hasil sampling dari 2. Sebuah kluster geneteik meliputi kluster diferensiasi CD3 dan 2 subunit pencerap sel T ditemukan pada sel MOLT-4 dari kultur leukimia. Sebuah kluster gen merupakan ciri khas ekspresi genetik sel endotelial. faktor von Willebrand. yaitu sel basal atau sel mioepitelial. progesteron maupun keduanya. dan sel epitelial luminal. seperti CD34. HER-2 +. integrin-4 dan laminin. baik sel endotelial dari kultur HUVEC maupun HMVEC. keratin17. 6. Sel endotelial. 73% didapati mengidap subtipe luminal A. Pada subtipe luminal A. [sunting] Lintasan onkogenik Klasifikasi menurut lintasan onkogenik terbagi menjadi 4 subtipe yang disebut     luminal A yang disertai ekspresi pencerap hormon. Sel stromal. acid phosphatase 5. Sel payudara normal maupun yang kaya akan adiposa dengan kluster genetik meliputi fatty-acid binding protein 4 dan PPAR 4. HER-2 over-expressing dengan pengecerap hormon -. dan tanpa ekspresi HER-2 (bahasa Inggris: human epidermal growth factor receptor 2).1. Kluster genetik sel basal meliputi keratin-5.

sudah timbul borok. terdapat model parasternal. lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. adanya edema lengan. serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar. basal B dengan lintasan sel mesenkimal dan/atau sel punca/sel progenitor [sunting] Gejala klinis Gejala klinis kanker payudara dapat berupa: [sunting] Benjolan pada payudara Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. edema kulit. [sunting] Erosi atau eksema puting susu Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi). menyusui dan pemakai pil kontrasepsi.5 cm. terdapat nodul supraklavikula. kulit terfiksasi pada dinding toraks. adanya metastase jauh. yaitu ulserasi kulit. Ciri-ciri lainnya antara lain:    Pendarahan pada puting susu. Benjolan itu mula-mula kecil. adanya nodul satelit pada kulit payudara. bengkak (edema) pada lengan. semakin lama akan semakin besar. [sunting] Keluarnya cairan (Nipple discharge) Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain. sering berbau busuk. atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:         terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara). kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2. mengkerut. kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa. Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil. 1990). Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan . atau timbul borok (ulkus) pada payudara. berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange). dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo. Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak. dan mudah berdarah.

5. hanya pada satu payudara (unilateral). risiko sedikit meningkat 1. Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis. payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. menopause pada umur lebih tua. Secara anatomi dan fungsional. berlangsung terus menerus. [sunting] Faktor-faktor penyebab [sunting] Faktor risiko Menurut Moningkey dan Kodim.5 sampai 2 kali. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. fibroadenoma. 3. periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. 4. dan fibrosis. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. risiko meningkat hingga 5 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun. Willet dkk. tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya: 1. menarche pada umur muda. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas. Diperkirakan. penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. dan kehamilan pertama pada umur tua. Pada hiperplasis dan papiloma. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas[15]. 2.berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat. 6. keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. dan cairan selain air susu. tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. .

yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.7. nafsu . tulang selangka dan tulang iga. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. [sunting] Radiasi Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton. [sunting] Pengobatan kanker Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi. jaringan payudara di tulang dada. Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman. yaitu: [sunting] Mastektomi Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker. probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Gen pensupresi tumor yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara diantaranya adalah gen BRCA1 dan gen BRCA2. Radical Mastectomy. Apabila terdapat BRCA 1. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. 1994). yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara. tetapi bukan kelenjar di ketiak. serta benjolan di sekitar ketiak. yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara. yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy. Total (Simple) Mastectomy. 1992):    Modified Radical Mastectomy. bukan seluruh payudara. Faktor genetik yang dimaksud adalah adanya mutasi pada beberapa gen yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara gen yang dimaksud adalah beberapa gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. 1996). Resiko terbesar usia 75 tahun [16] [sunting] Faktor Genetik Kanker peyudara dapat terjadi karena adanya beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun.

[17] Walaupun pada umumnya asupan asam bifosfonat dapat ditoleransi tubuh. hiperplasia dan kanker. [sunting] Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. yaitu pencegahan pada lingkungan. Apoptosis sel MDA-MB-231 juga diinduksi oleh asam lipoat yang menghambat fosforilasi Akt dan mRNA AKT. menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang. Namun penggunaan tamoxifen meningkatkan risiko terjadi polip endometrial. melalui mekanisme adrenomedulin. Tidak hanya sel kanker pada payudara. MMP-9 dan MMP-2. hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang. Senyawa efektor adenylate cyclase seperti forskolin dan senyawa beta-adrenergic receptor agonist seperti isoproterenol hanya menghasilkan sedikit produksi cAMP. aktivitas Bcl-2 dan protein Bax. 1996).25(OH)2D3.[20] Respon berupa produksi cAMP yang kuat. dan meningkat seiring inkubasi senyawa penghambat pertumbuhan seperti tamoxifen dan 1.[24] [sunting] Strategi pencegahan Pada prinsipnya.[22] Walaupun demikian kalsitonin tidak mempunyai efek yang signifan untuk menghambat proliferasi sel MCF-7.[18] CT dapat menginduksi sel kanker payudara untuk memproduksi cAMP dan menghambat perkembangan sel kanker. tidak ditemukan pada senyawa selain CT.makan berkurang. [sunting] Lintasan metabolisme Asam bifosfonat merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan osteoporosis yang diinduksi oleh ovarian suppression.[19] Molekul cAMP tersebut terbentuk dari ekspresi pencerap CT yang terhubung adenylate cyclase oleh paling tidak satu buah guanine nucleotide-binding protein. Respon cAMP terhadap CT dapat menurun ketika sel terinkubasi senyawa mitogenik berupa 17beta-estradiol dan EGF. serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar.[23] serta meningkatkan aktivitas kaspase-3. warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam. dan milestone. serta oligonukleotida dan proto-onkogen c-myc. Pada sel MDA-MB-231. penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti osteonekrosis dan turunnya fungsi ginjal.[21] dan menghambat ekspresi mRNA uPA yang diperlukan sel MDA-MB-231 untuk invasi dan metastasis. tapi juga di seluruh tubuh (Denton. pada pejamu. Hampir setiap epidemiolog sepakat . CT akan menginduksi fosforilasi c-Raf pada serina posisi ke 259 melalui lintasan protein kinase A dan menyebabkan terhambatnya fosforilasi ERK1/2 yang diperlukan bagi kelangsungan hidup sel MDA-MB-231. Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.

Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara. Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: [sunting] Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Karena itu. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75% [sunting] Pencegahan tertier Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Begitu pula pada kanker payudara. Bila kanker telah jauh bermetastasis. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:    Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey. Pada stadium tertentu.[25] [sunting] Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. tetapi keterpaparan terusmenerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. . dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan.

Baylor College of Medicine. Bast RC Jr. Amato P.. Department of Cell Biology. S E Aldridge. Harris L. Han W. Haslam SZ.tempo. Conneely OM. Framlington Place. in vivo. American Society of Clinical Oncology. Diakses pada 19 Juli 2011. Medina D. 6. ^ (http://www. Department of Oncology. Diakses pada 16 Juli 2011. Nicolau M.id/medika/arsip/082002/pus-3. Brown PO. Haukeland University Hospital. Ross. T W J Lennard.". soluble tyrosine kinase overexpressed in the majority of breast tumors. Ravdin P. Department of Pathology. dan M A Birch. Department of Biochemistry. and Transplantation). Department of Molecular and Cellular Biology. "Breast tumor kinase (Brk/protein tyrosine kinase 6 (PTK6)) is a nonreceptor. Perou. Bukholm IR. 10.co. Yale Cancer Center. 11.php) 2. University of Bergen. ^ a b (Inggris) "Discovery and validation of breast cancer subtypes.". Wang S. 7. Michigan State University. J R Williams.. ultimately resulting in increased tumor growth and invasion. Said TK. Jeffrey. Diakses pada 21 Juli 2011. Genome Institute of Singapore. Michael B. Department of Pathology. Counterman LJ.com/utama07. Department of Molecular Biology. Nancy E Castro dan Carol A Lange. DeMayo FJ. Pollack.[sunting] Catatan kaki 1. ^ (Inggris)"Progesterone induction of calcitonin expression in the murine mammary gland. Øystein Fluge. Hayes DF. Douglas T. induces cyclin D1 expression in the murine mammary epithelial cell. Ismail PM. Noh DY. Yale University. Lydon JP. Alexander . Department of Genetics. Stanford University School of Medicine. Diakses pada 23 Juli 2011. Charles M.". The School of Surgical Sciences. ^ (Inggris)"Progesterone action in normal mouse mammary gland. Hilde Johnsen. Department of Genetics. Fritsche H. The Medical School. ^ (Inggris)"Progesterone. The Gade Institute. Diakses pada 23 Juli 2011. Breast cancers frequently exhibit dysregulation of HGF and Met signaling. Kapp AV. ^ (Inggris) "Breast tumor kinase and extracellular signal-regulated kinase 5 mediate Met receptor signaling to cell migration in breast cancer cells". Taube S. The Norwegian Radium Hospital. Langerød A. Lars A. Akslen. Jeffrey SS. Eisen. University of Newcastle. Lydon JP. Department of Medicine (Division of Hematology. Howard Hughes Medical Institute. O'Malley BW. ^ (Inggris) "American Society of Clinical Oncology 2007 update of recommendations for the use of tumor markers in breast cancer. Diakses pada 15 Juli 2011.. ^ (Inggris) "Molecular portraits of human breast tumours". Børresen-Dale AL. Baylor College of Medicine." 4. Mennel R. ^ a b (Inggris) "Vascular endothelial growth factor acts as an osteolytic factor in breast cancer metastases to bone". 8. Lance D Miller dan Edison T Liu. Diakses pada 21 Juli 2011. ^ (http://www. Department of Pharmacology.. Diakses pada 23 Juli 2011. Department of Surgery. Therese Sørlie.htm) 3. Tibshirani R. Christian A. Somerfield MR..mediasehat. ^ (Inggris) "Expression genomics in breast cancer research: microarrays at the crossroads of biology and medicine". Masonic Cancer Center. University of Minnesota. Norton L. Stefanie S.".. Physiology Department. Matt van de Rijn. Jonathan R. 9. Rees. 5. Department of Statistics. Oncology.". in addition to estrogen.. Stanford University.

Anne-Lise BørresenDale.ORG. Diakses pada 21 Juli 2011. ^ (Inggris) "Breast Cancer Risk Factors Vary by Tumor Subtype". Rikshospitalet-Radiumhospitalet Medical Center. M C P Rees. Na MH. John Radcliffe Hospital. 23. Mori I.. L L Nikitenko. Nuffield Department of Clinical Laboratory Sciences. Department of Pathology. S B Fox. BREASTCANCER. Bai Y. Johnsen H. Naume B. Sørlie T. Diakses pada 16 Juli 2011. Gazdar AF. Diakses pada 21 Juli 2011. PCR differential display identified the vasoactive peptide adrenomedullin (AM) as one such gene. Siwek B. Department of Foods and Nutrition. Bordet. Gloria J.". ^ [2] 17. Université Libre de Bruxelles. Samaha RR. Kwei KA. Department of Pathology. Xiao C. Børresen-Dale AL. Kao J. Brown David Botstein.Pergamenschikov. Ishii A. 12.. Department of Genetics. ^ (Inggris) "Breast cancer cell response to calcitonin: modulation by growth-regulating agents. The University of Oxford... Stanford University. Girard L. Wang Y. Hortobagyi. Lønning. Bocanegra M. Zhu. FACP. ^ (Inggris) "Adrenomedullin and tumour angiogenesis". 14. Han B. hyperplasia and cancer in women receiving tamoxifen treatment for breast cancer prompted our group to look for genes induced in endometrial isolates by tamoxifen.. 19. Morris dan Edith P. Choi YL. Institut J. Nuffield Department of Obstetrics and Gynaecology.".J. Kim WK. Birmingham University Medical School. Institute for Cancer Research. Nakamura M. Shirley X. Diakses pada 16 Juli 2011. Laboratoire d'Investigation Clinique et d'Oncologie Expérimentale H. Body JJ. Diakses pada 16 Juli 2011. Pollack JR. Department of Pathology. Tagnon. ^ (Inggris) "Molecular profiling of breast cancer cell lines defines relevant tumor models and provides a resource for cancer gene discovery. Salari K. Nakamura M. D. Diakses pada 14 Juli 2011. Patrick O. ^ (Inggris) "Calcitonin inhibits invasion of breast cancer cells: involvement of urokinasetype plasminogen activator (uPA) and uPA receptor. Anderson Cancer Center. Kakudo K. Gandhi J.. Lacroix M. Cheryl Williams.". Weatherall Institute of Molecular Medicine. Thomas Jefferson University Hospital. Diakses pada 16 Juli 2011. dan R Bicknell. 15. Gabriel N. Kakudo K. Han B.". MD. Wang P. Nakamura A. ^ (Inggris) "Calcitonin targets extracellular signal-regulated kinase signaling pathway in human cancers. 22. ^ (Inggris) "Bisphosphonate therapy for women with breast cancer and at high risk for osteoporosis. Lee HS. Department of Breast Medical Oncology at The University of Texas M. ^ (Inggris) "Commentary: Role of Bone-Modifying Agents in Metastatic Breast Cancer". Kookmin University. "The increased risk of endometrial polyps.."." 21. Hernandez-Boussard T. ^ a b (Inggris) "Distinct molecular mechanisms underlying clinically relevant subtypes of breast cancer: gene expression analyses across three different platforms. Nishishita T. S Kehoe. Zhou G. Institute for Biomedical Research. ^ (Inggris) "Effects of α-lipoic acid on cell proliferation and apoptosis in MDA-MB-231 human breast cells". but not oestrogen. Diakses pada 21 Juli 2011. Molecular Angiogenesis Laboratory. 13. Wakayama Medical University. Mitchell. Diakses pada 20 Juli 2011. Minna JD.". Diakses pada 9 Juli 2011. 18. Cancer Research UK. ^ [1] 16. Bai Y. Kimmel Cancer Center. . 20. Diakses pada 17 Juli 2011. Wakayama Medical University. Per E.

Mendiagnosis tahap awal kanker payudara sendiri. Meski kaum adam juga bisa terkena namun sangat kecil kemungkinannya. [sunting] Pranala luar Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Kanker payudara           (Indonesia) Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) . Kanker Payudara . Department Food Science and Nutrition. ^ (Inggris) "alpha-Lipoic acid reduces matrix metalloproteinase activity in MDA-MB231 human breast cancer cells.Sudah sering mendengar nama ini kan kawan? so pasti. Pengobatan yang dilakukan untuk Kanker Payudara ini adalah dengan pembedahan. Eun Young Seo. Mi Hee Na. ^ [3]  CancerHelps.Treatment / Pengobatan kanker payudara di Indonesia (Indonesia) Kanker Payudara . (Indonesia) Kanker Payudara . 25.Cancer and Tumor herbal treatment Indonesia. dan Woo Kyoung Kim. Menurut om Wikipedia. Diakses pada 14 Juli 2011. . Dankook University.org. Kanker jenis ini umumnya terjadi pada kaum hawa. Kanker Payudara adalah kanker yang terjadi pada jaringan payudara. Mendengar nama Kanker yang terdapat dalam pikiran kita tentu saja sebuah nama penyakit yang sangat berbahaya dan mengerikan? Momok mengerikan sama halnya dengan Kanker Serviks.Artikel Kanker payudara.com . melihat perubahan di hadapan cermin dan melihat perubahan bentuk payudara dengan cara berbaring.". Karena nama ini sangat tidak asing ditelinga kita. (Indonesia) Treatment Kanker Payudara .Penjelasan tentang kanker payudara oleh ibu lusa (Indonesia) Rumah Kanker: Cara Deteksi Dini Kanker Payudara (Inggris) Breast tumour angiogenesis (Inggris) Breast Cancer Symptoms (Inggris) Breast Cancer treatment (Inggris) Stromal Effects on Mammary Gland Development and Breast Cancer (Indonesia) Gejala Klinis Kanker Payudara Artikel ini bermanfaat? Share ke teman2 ya --> 732Share Kanker Payudara? Kenalan yuk apa itu Kanker Payudara. Dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.24.

Ciri-ciri lainnya adalah terjadinya pendarahan pada puting. Tapi lama-lama membesar dan menempel pada kulit serta menimbulkan perubahan warna pada puting dan atau payudara. kulit atau puting tertarik kedalam (retraksi).Kanker payudara tingkat lanjut sangat mudah diketahui. Kenapa cairan ini dikatakan tidak normal. Keluar dengan terus menerus pada satu payudara. tidak lain karena cairan normal hanya keluar pada ibu hamil. warna merah atau coklat.click to zoom : Kanker Payudara Gejala. kulit terfiksasi. metastase jauh. serta ada nodul satelit. sedang menyusui atau yang memakai pil kontrasepsi.Ciri cairan ini. Adanya edema pada lengan. 2. Sakit/nyeri bila tumor sudah besar dan timbul borok. Kemudian terjadi penyebaran kanker ke seluruh tubuh. cairan berdarah encer. ciri-ciri. dan tanda Kanker Payudara Gejala klinis terjadinya Kanker Payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut : 1. terjadi pembekakan pada lengan. Adanya kelenjar getah bening aksila. mengkerut dan menjadi borok.Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan ukuranya kecil. Borok membesar dan mendalam hingga bisa merusak payudara. Eksema atau erosi pada puting. 3. Benjolan kecil pada payudara. terjadi ulserasi kulit. edema kulit.Gejala yang ktiga adalah keluarnya cairan yang tidak wajar dan spontan dari putih atau yang disebut dengan nipple discharge. Nipple discharge atau keluarnya cairan.Selanjutya. Bagi anda yang mengalami ciri-ciri ini harus waspada dan segera periksa ke dokter untuk mencegah kanker makin parah. keluar sendiri tanpa dipijit. . warna pink atau kecoklatan sampai menjadi oedema yang menyebabkan menjadi seperti kulit jeruk. Kemudian timbul pembesaran pada ketiak yaitu kelenjar getah bening. Busuk dan berdarah. Yaitu adanya pada kulit payudara yang cukup luas.

Namunterdapat banyak faktor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Memiliki penyakit fibrokistik. Konsumsi lemak. 3. Yaitu adanya mutasi pada beberapa gen yang dapat memicu terjadinya kanker payudara. Harvard School of Public Health melaporkan bahwa terdapat para pengguna terapi estrogen replacement mengalami peningkatan terjadinya kanker payudara. 5. 4. terjadinya menopause dan kehamilan pertama pada wanita berusia tua. 2. Faktor reproduksi.click to zoom : kanker payudara stadium 4 Penyebab terjadinya Kanker Payudara Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kanker payudara. 6. Yaitu gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Obesitas atau kegemukan. Faktor genetik : Selain faktor-faktor diatas kanker payudara juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Radiasi ionisasi yang terjadi selama atau sesudah pubertas dapat meningkatkan terjadinya resiko kanker payudara.Terjadinya nuliparitas. menarche pada wanita berusia muda. Pencegahan kanker payudara . Yaitu : Faktor risiko : 1. Diantaranya adalah gen BRCA2 dan BRCA1. Penggunaan hormon.

wanita yang harus rujuk skrining setiap tahun dan wanita normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun. pengankatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat kanker saja. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti kanker. Pilih sehat apa pilih operasi Kanker Payudara hayoo? sumber : http://id. 2. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel kanker. 3. Pengobatan kanker payudara. Henah cukup jelas bukan sedikit info tentang kanker payudara diatas. kemoterapi sitostatika. Pengobatan kanker 1. Pencegahan tertier dilakukan pada wanita yang positif menderita kanker payudara. 2. radiasi dan kemoterapi bukanlah jaminan untuk sembuh total dari kanker payudara. Untuk info lebih lanjut seputar kanker payudara ini bisa hubungi dokter terdekat.1. Baik pengangkatan total payudara dan benjolak di ketiak. Pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi. Yaitu melalui upaya menghindarkan diri dari Faktor Risiko diatas serta melakukan pola hidup sehat. Maka dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Skrining berlaku untuk wanita usia 40 tahun keatas. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiei alias SADARI. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Pencegahan sekunder dilakukan pada wanita yang memiliki risiko terkena kanker payudara. 3.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara – Kanker Payudara . Bisa berupa operasi. Yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Merupakan promosi kesehatan yang sehat. Pencegahan primer. Mastektomi. Dengan begini kita terutama kaum wanita jadi lebih menjaga diri dan kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful