P. 1
Etika Dalam IT (Bab 1)

Etika Dalam IT (Bab 1)

|Views: 49|Likes:
Published by Irwanto Pardamean H

More info:

Published by: Irwanto Pardamean H on Oct 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2012

pdf

text

original

ETIKA DALAM IT

TINJAUAN UMUM ETIKA
Tujuan Pembelajaran : • Mahasiswa memahami pengertian etika dalam beberapa sudut pandang. • Mahasiswa memiliki pemahaman mengenai hubungan antara etika, filsafat dan ilmu pengetahuan. • Mahasiswa dapat mengetahui hubungan etika, moral dan hukum. • Mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam etika yang berkembang dalam masyarakat. • Mahasiswa dapat mengidentifikasi tantangan yang akan dihadapi oleh etika pada masa depan.

#

Tinjauan Umum Etika

Materi : Pengertian Etika Etika, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Etika, Moral dan Norma Kehidupan Berbagai Macam Etika Yang Berkembang Dalam Masyarakat Pelanggaran Etika dan Kaitannya dengan Hukum Etika dan Teknologi : Tantangan Masa Depan

#

Pengertian Etika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut : Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas atau nilai yang bekenaan dengan akhlak Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat


etika dapat di kelompokkan dalam dua definisi : • Etika merupakan karakter individu • Etika merupakan hukum sosial .Menurut Profesor Robert Solomon.

Etika Merupakan Karakter Individu Dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik. . Pengertian ini disebut pemahaman manusia sebagai individu yang beretika.

. mengendalikan.Etika Merupakan Hukum Sosial Etika merupakan hukum yang mengatur. serta membatasi perilaku manusia.

Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Filsafat Etika Ilmu Pengetahuan .Etika.

metodis dan sistematis Untuk kebahagiaan manusia .Abdul Kadir (2001) memperinci unsur-unsur penting filsafat sebagai ilmu : Kegiatan Intelektual Mencari Makna Yang Hakiki Segala fakta dan gejala Dengan cara refleksi.

Kegiatan Intelektual Bahwa Filsafat merupakan kegiatan yang memerlukan intelektualitas atau pemikiran .

Mencari Makna Yang Hakiki Filasafat memerlukan interprestasi terhadap sesuatu dalam kerangka makna yang hakiki .

Segala Fakta dan Gejala Bahwa objek dari kegiatan filsafat adalah fakta dan gejala yang terjadi secara nyata .

Dengan Cara Refleksi. Metodis dan Sistematis Filsafat memerlukan suatu metode dalam kegiatannya serta membutuhkan prosedurprosedur yang sistematis .

Untuk Kebahagiaan Manusia Tujuan akhir filsafat sebagai sebuah ilmu adalah untuk kebahagiaan umat manusia .

. etika juga berkembang menjadi studi tentang kehendak manusia dalam mengambil keputusan untuk berbuat.Etika merupakan bagian dari filsafat yaitu filsafat moral. yang mendasari hubungan antar sesama manusia. Sebagai sebuah ilmu. berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan dalam kehendaknya. benar atau salah. bahwa etika merupakan ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk. Etika juga merupakan studi tentang pengembangan nilai moral untuk memungkinkan terciptanya kebebasan kehendak karena kesadaran. bukan paksaan.

. Moral dan Norma Kehidupan Secara etimologis. seperti psikologi. bahkan ilmu politik. Lawrence menyatakan bahwa pendidikan moral merupakan integrasi berbagai ilmu. ilmu pendidikan. filsafat. sosiologi.Etika. Kata moral sama dengan etika yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya didalam komunitas kehidupannya. antropologi budaya. etika dapat disamakan dengan moral. yang menyatakan bahwa etika dekat dengan moral. Lawrence Konhberg (1927-1987). Moral berasal dari bahasa latin “mos” yang juga berarti adat kebiasaan.

Lawrence Konhberg juga mencatat enam orientasi tahap perkembangan moral yang dekat hubungannya dengan etika. Ganjaran. 4. 6. dan universal. Orientasi pada Hukuman. komprehensif. Orientasi kontrak sosial. Orientasi Konformitas. Orientasi Moralitas prinsip suara hati. individual. yaitu: 1. Kekuatan Fisik dan Material Orientasi Hedonistis hubungan antar manusia. . Orientasi pada Otoritas. 3. 2. 5.

.Orientasi pada Hukuman. Orang cenderung takut pada hukuman dibandingkan sekedar menjalankan mana yang baik atau mana yang buruk. Nilai-nilai yang bersifat kemanusiaan tidak dipersoalkan pada orientasi ini. Kekuatan Fisik dan Material Ganjaran.

. rasa terima kasih dan keadilan sebagai latar belakang pelaksanaan etika. saya juga dapat merugikan Anda”. Hubungan antar manusia dipandang seperti hubungan formal di tempat umum.Orientasi Hedonistis hubungan antar Manusia Orientasi ini melihat bahwa perbuatan benar adalah perbuatan yang memuaskan kebutuhan individu dan atau (kadang-kadang) kebutuhan orang lain. unsur kewajaran adalah timbal balik. Hal itu terlihat pada adanya anggapan seperti “jika Anda merugikan saya. Orientasi ini tidak mempersoalkan kesetiaan.

. Tingkah laku konformitas dianggap tingkah laku wajar dan baik.Orientasi Konformitas Orientasi ini sering disebut orientasi “anak manis” dimana seseorang cenderung mempertahankan harapan kelompoknya. serta memperoleh persetujuan kelompoknya. sedangkan moral adalah ikatan antara individu.

yang dianggap sebagai nilai-nilai utama dalam kehidupan. religius. orang cenderung melihat hukum.Orientasi pada Otoritas Pada orientasi ini. dan lain-lain. kewajiban untuk mempertahankan tata tertib sosial. .

. Pengutamaan pad prosedur dan upaya mencapai kesepakatan konstitusional dan demokratis. kemudian diangkat sebagai moralitas resmi kelompok tersebut. Kesadaran atas relatifitas niali dan pendapat pribadi.Orientasi kontrak sosial Orientasi ini dilatarbelakangi adanya tekanan pada persamaan derajat dan hak kewajiban timbal balik atas tatanan bersifat demokratis.

komprehensif. individual.Orientasi Moralitas prinsip suara hati. dimana persamaan derajat dan martabat menjadi suatu hal pokok yang dipertimbangkan. . dan universal Orientasi ini memberi nilai tertinggi pada hidup manusia.

Menurut Sony Keraf (1991). moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana kita bharus hidup dengan baik sebagai manusia. sedangkan yang memberi manusia norma tentang bagaimana manusia harus hidup adalah moralitas.Beberapa ahli membedakan etika dengan moralitas. memiliki pernyataan yang sepaham dengan pernyataan di atas. bahwa etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran. Frans Magnis Suseno (1987). .

Etika Etika Moral Etika = Moral .Dari berbagai penjelasan di atas. dapat disimpulkan bahwa etika dan moral dapat digambarkan sebagai dua buah objek yang saling beririsan (intersection).

sedangkan dalam kondisi berbeda ia bisa sama dengan moral. etika berbeda dengan moral. .Di suatu kondisi. yaitu nilai-nilai yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku di dalam komunitas kehidupannya. Etika merupakan refleksi kritis dari nilai-nilai moral.

Pelanggaran Etika dan Kaitannya dengan Hukum Etika sebagai sebuah nilai yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku. . Tindakan tidak etis yang dimaksud adalah tindakan melanggar etika yang berlaku dalam lingkungan kehidupan sehari-hari. tidak dapat terlepas dari tindakan-tindakan yang tidak etis.

Jan Hoesada (2002) mencatat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tindakan tidak etis dalam sebuah perusahaan: • • • • • Kebutuhan Individu Tidak Ada Pedoman Perilaku dan Kebiasaan Individu Lingkungan Tidak Etis Perilaku Atasan .

Kebutuhan Individu Hal ini dapat menjadi faktor utama penyebab terjadinya hal yang tidak etis. Artinya kebutuhan seseorang dapat menjadi sugesti tersendiri bagi seseorang untuk melakukan hal yang tidak etis. . Contohnya seseorang dapat melakukan korupsi hanya karena merasa kebutuhannya tidak dapat terpenuhi.

Tidak Ada Pedoman Tindakan tidak etis bisa saja muncul karena tidak adanya pedoman atau prosedur-prosedur yang baku tentang bagaimana melakukan sesuatu yang dapat membuka peluang seseorang untuk melakukan pelanggaran etika. .

.Perilaku dan Kebiasaan Individu Tindakan tidak etis juga bisa muncul karena perilaku dan kebiasaan individu tanpa memperhatikan faktor lingkungan dimana individu tersebut berada.

Lingkungan Tidak Etis Kebiasaan tidak etis yang sebelumnya sudah ada dalam suatu lingkungan dapat mempengaruhi orang lain dalam lingkungan tersebut untuk melakukan hal serupa. Lingkungan tidak etis ini terkait pada teori psikologi sosial. dimana anggota mencari konformitas dengan lingkungan dan kepercayaan kelompok. .

Perilaku Atasan Atasan yang terbiasa melakukan tindakan tidak etis. . dapat mempengaruhi orang-orang yang berada dalam lingkup pekerjaannya untuk melakukan hal serupa.

Etika juga tidak terlepas dari hukum urutan kebutuhan (Needs Theory). Pendapat kontroversial responden Kohlberg menunujukkan bahwa menipu. namun di lain pihak kebutuhan jasmani tak pernah dapat terpuaskan dan dikonversikan menjadiu bentuk ekstrim lain yang mungkin akan berpengaruh terhadap tindakan yang melanggar etika. yang paling pokok adalah pemenuhan kebutuhan jasmaniah terlebih dahulu agar dapat merasakan urgensi kebutuhan ekstrim dan aktualisasi diri sebagai profesional. . mencuri. Kendala yang mempengaruhi di suatu pihak kode etik tidak mempersoalkan urutan kebutuhan. Menurut kerangka berpikir Maslow. berbohong adalah tindakan etis apabila digunakan dalam kerangka untuk melanjutkan hidup.

seperti korupsi. 2. Sanksi Sosial Sanksi sosial bisa saja berupa teguran dari pemuka sosial hingga pengucilan dari kehidupan bermasyarakat. hukum mengukur kegiatan-kegiatan etika yang kebetulan selaras dengan aturan hukum. Sanksi Hukum Secara umum. Jika pelanggaran etika sudah mengarah kepada pelanggaran hukum. kolusi.Jenis Sanksi Pelanggaran Etika 1. dan nepotisme. maka hukumlah yang akan berbicara. .

pegawai negeri. dll) 2. Golongan Non-Hierarkis (hukum profesi atau hukum organisasi profesi) Hukum disiplin pada pokoknya memiliki ciri sanksi yang diberikan tidak terlalu keras. Hukum disiplin terbagi dua golongan. yaitu: 1. Golongan Hierarkis (militer.Dalam hukum dikenal adanya hukum disiplin (tuchtrecht) yang merupakan bagian hukum pidana yang berlaku bagi suatu golongan yang bergerak dalam aktivitas sosial kemasyarakatan yang keputusannya dipatuhi anggota. dan edukatif . penegakkan moral.

. namun pada kondisi lain.Etika Moral Hukum Etika = Moral = Hukum Gambar di atas dapat diatikan bahwa pelanggaran etika dan moral bisa saja menyentuh wilayah hukum dan akan mendapatkan sanksi hukum. pelanggaran etika hanya mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat. karena tidak menyentuh wilayah hukum positif yang berlaku.

Berbagai Macam Etika Yang Berkembang Dalam Masyarakat Jika dilihat berdasarkan nilai dan norma yang terkandung didalamnya. etika dapat dikelompokkan kedalam dua jenis yaitu : • Etika Deskriptif • Etika Normatif .

yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.Etika Deskriptif Etika deskriptif merupakan etika yang berbicara mengenai suatu fakta. . Etika ini berusaha menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia dalam hidup ini mengenai sesuatu yang bernilai.

etika ini berbicara mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-harinya. .Etika Normatif Etika Normatif merupakan etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Jadi.

Perbedaan Etika Deskriptif dan Normatif Etika Deskriptif berbeda dengan Etika Normatif. . perbedaannya adalah etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang akan dilakukan. sedangkan etika normatif memberikan penialaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang diputuskan.

Norma Norma Umum Norma Khusus . yaitu norma umum dan norma khusus.Sony Keraf (1991) mencatat adanya dua macam norma yang berkembang.

yaitu: • Norma Sopan Santun • Norma Hukum • Norma Moral .Norma Umum Norma umum memiliki sifat universal yang dapat dikelompokkan menjadi tiga.

menegur orang terlebih dahulu jika bertemu.Norma Sopan Santun yaitu norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari seperti misalnya cara makan yang sopan. . tata cara bertamu dan sebagainya.

Norma Hukum Yaitu norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hukum dengan jaminan hukuman bagi pelanggannya. .

.Norma Moral Merupakan norma yang sering digunakan sebagai tolak ukur masyarakat untuk menentukan baik buruknya seorang sebagai manusia. Sebagai contoh sikap manusia dalam menjalankan tugas-tugas yang diembannya.

Norma Khusus Norma khusus merupakan aturan yang berlaku dalam bidang bidang kegiatan atau kehidupan dalam lingkup yang lebiah sempit. Contoh : Aturan mengunjungi pasien di rumah sakit atau aturan dalam olahraga dan sebabaginya .

Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup.Etika dan Teknologi : Tantangan Masa Depan Perkembangan teknologi memberikan banyak perubahan pada cara berfikir manusia. Akibat perkembangan teknologi tersebut. . Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya. akan terjadi kerugian yang di akibatkan oleh hilangnya fungsi-fungsi tersebut dari kerja mental manusia. akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan aktifitasnya. faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Hal itu karena manusia memang memilki keterbatasan. Jadi. Para pakar ilmu kognitif menemukan bila teknologi mengambil alih fungsi-fungsi mental manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->