P. 1
Rangkuman Pendidikan Pancasila Prof Kaelan

Rangkuman Pendidikan Pancasila Prof Kaelan

4.0

|Views: 18,704|Likes:
Published by abah79

More info:

Published by: abah79 on Oct 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2015

pdf

text

original

Judul Oleh Penerbit Tahun Jumlah halaman Harga

: Pendidikan Pancasila : Prof. Dr. Kaelan, M.S. : Paradigma Yogyakarta : 2010 : 285 : Rp. 24.000,-

Kondisi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dewasa ini, serta penyimpangan implementasi Pancasila pada masa Orde Lama dan Orde Baru menimbulkan gerakan reformasi di Indonesia, sehingga terjadilah suatu perubahan yang cukup besar dalam berbagai bidang terutama bidang kenegaraan, hokum, maupun politik. Konsekuensinya mengharuskan kita untuk merevisi ulang atas materi Pendidikan Pancasila terutama pada tingkat Perguruan Tinggi. Materi Buku ini disusun untuk dijadikan sebagai acuan perkuliahan yang disusun dari upaya mengumpulkan buku-buku refrensi, hasil-hasil seminar dan diskusi ilmiah serta berbagai tulisan di media masa. Buku ini membahas tentang aspek-aspek pancasila serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia. Buku ini mengulas seluk-beluk Pancasila dan hal-hal yang berkaitan, misalnya asal-usul, landasan, tujuan, segi-segi tinjauan Pancasila, hakikat nilai-nilai Pancasila, dan Pancasila sebagai pilihan bangsa, serta memuat susunan dalam satu naskah Undang-Undang Dasar 1945 dengan perubahan (hasil amandemen). Sesuai dengan kewenangan yang diberikan di Pasal 37 UndangUndang Dasar 1945, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengadakan pengubahan Undang-Undang Dasar 1945. Perubahan pertama 1999, perubahan kedua 2000, perubahan ketiga 2001, dan perubahan keempat 2002.

Isi Buku Pendidikan Kewarganegaraan ini disusun untuk program 1 tahun, yang babnya berjumlah 4 bab pokok materi kemudian diikuti oleh beberapa materi sub bab. Dalam setiap bab terdapat pendahuluan yang berfungsi sebagai pengenalan bab yang akan dipelajari, ringkasan materi (kesimpulan), dan uji kompetensi. Bab-bab tersebut diantaranya : BAB I- – - { PENDAHULUAN } – - Pancasila = dasar filsafat o Disahkan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 o Tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 o Diundangkan dalam :

Berita RI Tahun 2 No.7 Batang Tubuh UUDS 1945 TAP MPR Tahun 1998 No.XVIII/MPR/1998 Mengembalikan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara RI - – - { LANDASAN } – - Landasan Pendidikan Pancasila : A. Historis B. Kultural C. Yuridis D. Filosofis A. LANDASAN HISTORIS • Terbentuk melalui proses panjang sejak zaman kerajaan • Suatu prinsip tersimpul dalam pandangan dan filsaat hidup bangsa berupa ciri khas, sifat, dan karakter. • Nasionalisme Indonesia bukan dengan kekuasaan atau hegemoni ideologi tapi dengan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berakar pada sejarah. • Kausa Materialis Pancasila : B. LANDASAN KULTURAL • Setiap bangsa memiliki ciri khas dan pandangan hidup yang berbeda dengan bangsa lain. • Sila-sila Pancasila merupakan karya besar bangsa yang dimiliki melalui proses refleksi filosofis pendiri negara, diantaranya : o Soekarno o Moh.Yamin o Moh.Hatta o Soepomo • Sila-sila Pancasila merupakan hasil pemikiran tentang bangsa dan negara yang mendasarkan pandangan hidup suatu prinsip nilai. C. LANDASAN YURIDIS • UU No.2 Tahun 1989 memuat Sistem Pendidikan Nasional di Perguruan Tinggi • Pasal 39 berisi kurikulum (jenis/jalur/jenjang) dinyatakan wajib memuat pendidikan : o Pancasila

o Agama o Kewarganegaraan • SK Mendiknas No.232/U/2000 Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belaja Mahasiswa. Pasal 10 ayat 1 menyatakan setiap pelajaran wajib memuat agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan. • SK Dirjen PT : SK No.38/DIKTI/KEP/2002 (pasal 3) Untuk : o Mampu berpikir o Nasional o Dinamis Terdiri : o Historis o Filosofis o Ketatanegaraan o Etika politik D. LANDASAN FILOSOFIS • Sebelum merdeka o Bangsa berketuhanan dan berkemanusiaan o Karena manusia makhluk Tuhan Yang Maha Esa (kenyataan objektif) • Syarat mutlak suatu negara o Negara berpersatuan dan berkerakyatan o Persatuan berwujud rakyat (unsur pokok) • Konsekuensi rakyat o Rakyat o Dasar ontologis demokrasi karena asal mula kekuasaan negara adalah rakyat - – - { TUJUAN } – - UU No.2 Tahun 1989 dan SK No.38/DIKTI/KEP/2003 Mengarahkan perhatian pada moral dalam kehidupan sehari-hari dengan : o Memanfaatkan iman dan taqwa o Mendukung kerakyatan

– . Keberhasilan bertindak o Tanggung jawab.Arti tujuan pendidikan Seperangakat tindakan intelektual penuuh tanggung jawab yang berorientasi pada kompetensi dan bidang profesi masing-masing. kesejahteraan dan solusi o Mengenali perubahan dan perkembangan : a.R. Budaya Kesimpulan tujuan o Kemampuan bertanggung jawab sesuai hati nurani o Mengenali masalah hidup. Ketepatan c. yaitu : Berobjek Bermetode Bersistem Universal BEROBJEK Menurut filsafat ilmu : Objek Forma Objek Materia . Agama d. meliputi : a. Seni o Memaknai sejarah dan nilai budaya untuk persatuan .  Cermin sikap o Intelektual. Iptek b.Syarat-syarat ilmiah Pembahasan Pancasila menurut buku “Tahu dan Pengetahuan” karangan I. Teknologi c. Ilmu pengetahuan b.{ PEMBAHASAN ILMIAH } – . Etika c. meliputi : a. Kemafiran b.Poedjawijatno ada 4.

• Objek Forma Sudut pandang tertentu dalam Pembahasan Pancasila. kondisi. ruang. Penafsiran dan Interpretasi BERSISTEM Hubungan dalam sistem : Interelasi artinya berhubungan Interpedensi artinya ketergantungan Sifat sistem : Koheren (runtut) Sehingga sila-sila Pancasila menjadi kesatuan yang sistematik UNIVERSAL Berarti tidak terbatas untuk waktu. situsi. Pancasila dapat dipandang dari sudut : Moral Moral Pancasila Ekonomi Ekonomi Pancasila Pers Pers Pancasila Hukum Pancasila Yuridis Filsafat Filsafat Pancasila • Objek Materia Sasaran pengkajian pancasila adalah Bangsa Indonesia dengan segala aspek budayanya yang meliputi : Non Empiris Budaya Empiris Adat Istiadat Moral Bukti Sejarah Religius Naskah Kenegaraan Lembaran Sejarah BERMETODE • Analitico Syntetic Metode pembahasan Pancasila yang merupakan perpaduan metode analisis dan sintetis • Hermeneutika Digunakan untuk menemukan makna dibalik objek • Koherensi Historis • Pemahaman. Hakikatnya : Ontologis Nilai Pancasila Intisari / esensi Makna sila-sila universal . dan jumlah. keadaan.

dasar o Syiila : peraturan tingkah laku yang baik  Berbatu sendi 5 Dasar yang memiliki 5 unsur • Kitab Tripitaka o Suttha Pitaka o Abhidama Pitaka o Vinaya Pitaka • Five Moral Principles.Tingkatan pengetahuan ilmiah : Deskriptif : Bagaimana Kausal : Mengapa Normatif : Kemana Essensial : Apa Proses kausalitas Pancasila : Materialis Formalis Effisien Finalis Pengamalan : Das Sollen : yg seharusnya Das Sein : kenyataan . alas. menurut Budha : o Panatipada veramani sikhapadam samadiyani Jangan membunuh o Dinna dana veramani sikhapadam samadiyani Jangan mencuri o Kameshu micchacara veramani sikhapadam samadiyani .{ BEBERAPA PENGERTIAN PANCASILA } – .Lingkup pengertian : Etimologis Historis Terminologis SECARA ETIMOLOGIS • Bahasa Sansekerta India o Panca : lima o Syila : batu sendi.– .

Soekarno (1 Juni 1945) o Nasionalisme / Kebangsaan Indonesia o Internasionalisme / Perikemanusiaan o Mufakat / Demokrasi o Kesejahteraan Sosial o Ketuhanan yang Berkebudayaan .Jangan berzina o Musawada veramani sikhapadam samadiyani Jangan berbohong o Surya meraya masjja pamada tikana veramani Jangan mabuk • Syair Pujian Empu Prapanca (sarga 53 bait 2) Yatnaggegwani Pancasyiila Kertasangkarbhisekaka krama berarti 5 pantangan.Muhammad Yamin (29 Mei 1945) o Peri Kebangsaan o Peri Kemanusiaan o Peri Ketuhanan o Peri Kerakyatan o Kesejahteraan Rakyat Yang dituangkan menjadi : o Ketuhanan Yang Maha Esa o Kebangsaan Persatuan Indonesia o Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab o Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan o Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia • Menurut Ir. berupa : o Mateni : Membunuh o Maling : Mencuri o Madon : Berzina o Mabok : Mabuk o Main : Berjudi SECARA HISTORIS • Menurut Mr.

o Kemanusiaan yang adil dan beradab o Persatuan Indonesia o Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyawaratan perwakilan o Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia SECARA TERMINOLOGIS • Bagian UUD 1945 o Pembukaan (4 alinea) o 37 Pasal o Peraturan Peralihan (4 pasal) o Aturan Tambahan (2 ayat) • Konstitusi RIS (berlaku sejak 29 Desember 1949 s/d 17 Agustus 1950) o Ketuhanan Yang Maha Esa o Peri Kemanusiaan o Kebangsaan o Kerakyatan o Keadilan Sosial • UUDS 1950 (berlaku sejak 17 Agustus 1950 s/d 5 Juli 1959) o Ketuhanan Yang Maha Esa o Peri Kemanusiaan o Kebangsaan o Kerakyatan o Keadilan Sosial .Dalam perkembangannya PANCASILA diusulkan menjadi TRISILA yang berisi : o Sosio Nasional : Nasionalisme dan Internasionalisme o Sosiso Demokrasi : Demokrasi dan Kesejahteraan Rakyat o Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam perkembangannya TRISILA diusulkan menjadi EKASILA yang merupakan gotong royong • Menurut Piagam Jakarta (22 Juni 1945) o Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari‟at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

mutlak diperlukan pemahaman sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk suatu negara yang berdasarkan suatu asa hidup bersama demi kesejahteraan hidup bersama. Majapahit (1293-1525) – keprabuan 3. Sriwijaya/ syailendra (600-1400) – kedatuan 2. Modern (17 Agustus 1945-sekarang) . dan rumusan Pancasila yang sah dan benar adalah PEMBUKAAN UUD 1945 ← RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF.12.13 April 1968 menegaskan : Pengucapan. A. penulisan. B. ZAMAN KUTAI Masyarakat Kutai memebuka sejarah Indonesia pertama kalinya menampilkan nilai sosial politik dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan kenduri serta sedekah pada para Brahmana. 2011 by saepudin BAB II PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN PANCASILA Untuk memahami Pancasila secara lengkap dan utuh terutama dalam kaitannya dengan jati diri bangsa Indonesia. ZAMAN SRIWIJAYA Tiga tahap pembentukan negara Indonesia : 1.KAELAN BAB 2 Posted on Januari 10. KAELAN BAB 3 → RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF. yaitu negara yang berdasarkan Pancasila.• Kalangan Masyarakat o Ketuhanan Yang Maha Esa o Peri Kemanusiaan o Kebangsaan o Kedaulatan Rakyat o Keadilan Sosial Pembukaan UUD 1945 dan TAP MPR XX/MPRS/1966 dan INPRES No.KAELAN BAB I RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF.

ZAMAN MAJAPAHIT Empu Prapanca menilis Negarakertagama yang memuat istilah Pancasila. Munculnya organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa persatuan untuk melawan penjajah mulai terealisasikan. Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu. dll. F. Kalasan. G. D. kerajaan dan pemerintahan yang ada saat itu melakukan perundingan silih berganti. Darmawangsa. jikalau seluruh nusantara bertakluk di bawah kekuasaan negara. SI. PNI. KEBANGKITAN NASIONAL Terjadinya pergolakkan kebangkitan dunia timur mendorong bangkitnya semangat kesadaran berbangsa yang ditandai dengan lahirnya Budi Utomo. Namun. disusul dengan lahirnya SDI. namun berkat kegigihan para pejuang untuk bebas dari penjajah. Indische Partij. yang berisi cita-cita mempersatukan seluruh nusantara raya sebagai berikut : “Saya barua akan berhenti berpuasa makan pelapa. ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG Indonesia jatuh ke tangan Jepang karena Belanda takluk pada Jepang. yaitu Hindu dan Budha. ZAMAN KERAJAAN SEBELUM MAJAPAHIT Banyak kerajaan kecil yang mendukung akan lahirnya kerajaan Majapahit seperti Isana. semua perlawanan senantiasa kandas karena tidka disertai rasa persatuan dan kesatuan dalam menaklukkan penjajah. hal ini merupakan cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara yang sudah tercermin sejak zaman kerajaan Sriwijaya. ZAMAN PENJAJAHAN Belanda terbukti menindas rakyat Indonesia melalui berbagai cara. Begitu juga Empu Tantular yang mengarang kitab Sutasoma yang memuat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Magrua yang berarti walau berbeda namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda.Impian ini telah mempersatukan silayah nusantara dalam sebuah kesatuan menjadi kenyataan hingga saat ini. C. E. Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada dalam sidang Ratu dan Menterimenteri di paseban keprabuan Majapahit tahun 1331.Marvuat vanua criwijaya siddhayatra subhiksa berarti suatu cita-cita negara yang adil dan makmur. Tak ada bedanya dengan .dll.

29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 Membahas usulan0usulan rumusan dasar negara. SIDANG BPUPKI 1. H. • Menetapkan rancangan Hukum Dasar yang telah diterima dari Badan Penyelidik pada tanggal 17 Juli 1945.Belanda. BPUPKI mengadakan sidang untuk mewujudkan keinginan merdeka. Sidang Kedua (19 Agustus 1945) Pada sidang kali ini. Janji merdeka diberikan pada Indonesia berkali-kali melalui BPUPKI dan PPKI. Jepang pun memeras tenaga rakyat untuk kepentingan Jepang. • Memilih Presiden dan Wakil Presiden yang pertama. Dr. Sidang Pertama (18 Agustus 1945) Sidang pertama PPKI dihadiri 27 orang dan menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut : • Setelah melakukan beberapa perubahan pada Piagam Jakarta yang kemudian berfungsi sebagai Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. 10 Juli 1945 – 16 Juli 1945 Membentuk “Panitia Sembilan” untuk membuat pembukuan hukum dasar yang lebih kita kenal dengan istilah Undang-Undang Dasar. Muh. PPKI berhaisl menetapkan daerah Propinsi sebagai berikut : • Jawa Barat • Jawa Tengah • Jawa Timur • Sumatera • Borneo • Sulawesi . 2. Soekarno 2. yaitu pada : 1. Yamin • Prof. Soepomo • Ir. • Menetapkan berdirinya Komite Nasional Indonesia Pusat sebagai badan musyawarah darurat. Sidang ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting. seperti : • Mr. kemudian berfungsi sebagai Undang-Undang Dasar 1945. setelah mengalami berbagai perubahan karena berkaitan dengan perubahan Piagam Jakarta.

bangsa Indonesia telah memeliki kedaulatan. dan mulai berlakunya hukum masional. Sidang Keempat (22 Agustus 1945) Pada sidang keempat PPKI membahas agenda tentang Komite Nasional Partai Nasional Indonesia. Jepang terdesak memberikan kemerdekaan Indonesia melalui PPKI sebagai tim perncang kemerdekaan Indoensia. . Proklamasi menjadi awal tidak berlakunya hukum kolonial. Salah satu dari pasal tersebut yaitu. pasal 2 dibentuklah suatu badan yang disebut „ Badan Keamanan Rakrat‟ (BKR) 4. Pembentukan Negara RIS Sebelum persetujuan KMB. I. Sidang Ketiga (20 Agustus 1945) Sidang ketiga ini dilakukan pembahasan terhadap agenda tentang „Badan Penolong Keluarga Korban Perang‟. Secara politis ideologis. adapun keputusan yang dihasilkan adalah terdiri atas delapan pasal. Oleh karena itu. PROKLAMASI KEMERDEKAAN DAN SIDANG PPKI Proklamasi Jepang kalah perang melawan tentara sekutu. Secara yuridis. Proklamasi berarti bahwa Indonesia terbebas dari penjajahan dan memiliki kedulatan untuk menentukan nasib sendiri. melainkan pengalihan atau pengakuan kedaulatan. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Ketidakstabilan negara disegala bidang membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisi : • Membubarkan Konstituante • UUDS 1950 tidak berlaku lagi dengan diberlakukannya UUD 1945 • Dibentuknya MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. persetujuan KMB bukanlah penyerahan kedaulatan. PPKI beranggotakan 21 orang. MASA SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN Arti proklamasi kemerdekaan bagi Indonesia : 1. yang tidak satupun anggotanya dari pihak Jepang sehingga dapat leluasa merundingkan proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia. J.• Maluku • Sunda Kecil 3. yang pusatnya berkedudukan di Jakarta. 2.

konsep. Filsafat sebagai jenis pengetahuan. pemikiran-pemikiran dari para filsuf pada . kesenangan dan kepuasan lahiriah maka paham ini disebut hedonisme. Etika 5. Jikalau seseorang berpandangan bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah kenikmatan. KAELAN BAB 3 Posted on Januari 10. 2011 by saepudin PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT Jika seseorang berpandangan bahwa kebenaran pengetahuan itu sumbernya rasio maka orang tersebut berfilsafat rasionalisme.Landasan hukum Dekrit adalah hukum darurat : • Hukum tata negara darurat subjektif • Hukum tata negara darurat objektif Masa Orde Baru Muncul Tritura akibat adanya peristiwa pemberontakan PKI yang berisi : • Pembubaran PKI • Pembersihan kabinet dari unsur PKI • Penurunan harga kebutuhan pokok Pemerintahan orde baru melaksanakan program-programnya dalam upaya merealisasikan pembangunan nasional sebagai perwujudan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Alam 3. Secara etimologis. filsafat berasal dari bahasa Yunani : 1. Pengetahuan 4. ilmu. Sophos yang berarti hikmah/ kebijaksanaan/ wisdom  Secara harfiah. Logika Filsafat secara menyeluruh berarti : A. Philein yang berarti cinta 2. RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF. Filsafat sebagai produk yang mencakup pengertian 1. Manusia 2. filsafat mengandung makna kebijaksanaan Bidang ilmu yang mencakup filsafat : 1.

Jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan yang bersumber pada akal manusia. Filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang bersifat dinamis. Epistemologi Berkaitan dengan persoalan hakikat pengetahuan. Metafisika Membahas tentang hal-hal yang bereksistensi di balik fisis. 3. 1. Suatu kesatuan bagian-bagian B. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri C. Saling berhubungan dan saling ketergantungan. kosmologi. saling bekarja sama untuk suatu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan utuh yang memiliki ciri-ciri : A. yaitu rumusan dan dalil berfikir yang benar. D. tingkah laku manusia. 4.zaman dahulu yang lazimnya merupakan suatu aliran. Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat. 2. Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks  Pancasila yang terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila Pancasila setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asas sendiri. Etika Berkaitan dengan moralitas. Susunan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang Bersifat Organis . B. Logika Berkaitan dengan persoalan filsafat berfikir. Estetika Berkaitan dengan persoalan hakikat keindahan RUMUSAN KESATUAN SILA-SILA PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM Sistem adalah suatu keasatuan bagian-bagian yang saling berhubungan. 1. Metodologi Berkaitan dengan persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan. fungsi sendiri namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis. dan antropologi. 6. 2. Keseluruhan dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu (tujuan sistem) E. yang meliputi bidang-bidang ontologi. 5.

Dasar Aksiologis Sila-sila Pancasila Nilai-nilai Pancasila sebagai Suatu Sistem Nilai-nilai yang terkandung dalam sila satu sampai dnegan sila lima merupakan cita-cita harapan . atau dengan lain perkataan dalam setiap sila senantiasa dikualifikasi oleh keempat sila lainnya.Monopluralis merupakan kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat organis. Dasar Epistemologis Sila-sila Pancasila 3. komunisme. KESATUAN SILA-SILA PANCASILA SEBAGAI KESATUAN SISTEM FILSAFAT Secara filosofis Pancasila sebagai suatu kesatuan sistem filsafat memiliki dasar ontologis. Dasar Antropologis Sila-Sila Pancasila 2. memiliki hakikat secara filosofis yang bersumber pada hakikat dasara ontologis manusia sebagai pendukung dari inti. liberalisme. 1. dan dasar oskologis sendiri yang berbeda degan sistem filsafat yang lainnya misalnya materialisme. isi dari sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia. 2. Rumusan Hubungan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi Kesatuan sila-sila Pancasila yang meajemuk tunggal. pragmatisme. Susunan Pancasila yang Bersifat Hierarkis dan Berbentuk Piramida Secara ontologis hakikat sila-sila Pancasila mendasarkan pada landasan Pancasila yaitu : • Tuhan • Manusia • Satu • Rakyat • Adil Hakikat dan inti Pancasila : • Ketuhanan • Kemanusiaan • Persatuan • Kerakyatan • Keadilan 3. hierarki piramidal juga dimaksudkan bahwa dalam setiap sila terkandung nilai keempat sila lainnya. dasar epistemologis. idealisme dan lain paham filsafat di dunia.

Norma moral Berkaitan dengan tingkah laku manusia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 2. KAELAN BAB 4 Posted on Januari 10. Sila Perstuan Indonesia 4. Dasar Filofofis 2. Dalam kapasitas inilah nilai-nilai Pancasila telah terjabarkan dalam suatu norma-norma moralitas atau norma-norma etika sehingga Pancasila merupakan sistem etika dalam maasyarakat.dan dambaan bangsa Indonesia yang akan diwujudkannya dalam kehidupan. Oleh karena itu. Norma hukum . dapat diukur dari sudut baik maupun buruk. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. tata tentrem karta raharja. 2011 by saepudin BAB IV PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK  Dalam filsafat Pancasila terkandung di dalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis. 2. berbangsa dan bernegara. dengan penuh harapan diupayakan terealisasi dalam setiap tingkah laku dan perbuatan setiap manusia Indonesia. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. suatu pemikiran filsafat tidak secraa langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam suatu tindakan atau aspek praksis melainkan suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin oLeh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan 5. Norma-norma tersebut meliputi : 1. Nilai-nilai Pancasila sebagaiNIlai Fundamental Negara INTI ISI SILA PANCASILA 1. Sejak dahulu citacita tersebut telah didambakan oleh bangsa Indonesia agar terwujud dalam suatu masyarakat yang gemah ripah loh jinawi. PANCASILA SEBAGAI NILAI DASAR FUNDAMENTAL BAGI BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1. rasional. RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF. mendasar. sitematis dan komprehensif (menyeluruh) dan sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai.

Jadi hakikatnya. Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum di negara Indoensia. NORMA. PENGERTIAN ETIKA Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. PENGERTIAN NILAI Nilai merupakan kemampuan yang dipercayai yang ada pad asuatu benda untuk memuaskan manusia. Nilai-nilai Pancasila sebenarnya berasal dari Bangsa Indonesia sendiri atau dnegan lain perkataan bangsa Indonesia sebagai asal mula materi (kausa materialis) nilai-nilai Pancasila. Etika Khusus: o Etika Individual. bukan objek itu sendiri. membahas kewajiban manusia trhadap manusia lain. DAN MORAL A. B.Suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Etika terbagi menjadi 2 bagian. nilai merupakan sifat atau kualitas yang melakat pada suatu objek. HIERARKI NILAI Kelompok nilai menurut tinggi dan rendahnya : • Nilai-nilai kenikmatan • Nilai-nilai kehidupan • Nilai-nilai kejiwaan • Nilai-nilai kerohanian Golongan manusia menurut Walter G. atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengna pelbagai jaaran moral. membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri o Etika Sosial. yaitu : 1.Everet : • Nilai-nilai ekonomis • Nilai-nilai kejasmanian • Nilai-nilai hiburan • Nilai-nilai sosial • Nilai-nilai watak • Nilai-nilai estetis . PENGERTIAN NILAI. Etika Umum 2.

nilai instrumental dan nilai praksis merupakan suatu sistem perwujudan yang tidak boleh menyimpang dari sistem tersebut. NILAI INSTRUMENTAL Merupakan suatu pedoman yang dapat diukur dan diarahkan. NILAI PRAKSIS Merupakan perwujudan dari nilai instrumental sehingga dapat berbeda-beda wujudnya. Nilai bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya Tuhan. PENGERTIAN ASAL MULA PANCASILA Pancasila terbentuk melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.NILAI INSTRUMENTAL dan NILAI PRAKTIS NILAI DASAR Nilai dasar tidak dapat diamati melalui indera manusia. namun berkaitan dengan tingkah laku manusia atau segala aspek kehidupan manusia yang bersifat nyata. Nilai kebaikan 4. 2011 by saepudin BAB V PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL A. Nilai keindahan 3. RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF. namun demikian tidak bisa menyimpang atau bahkan tidak dapat bertentangan karena nilai dasar. manusia atau segala sesuatu lainnya. nilai-nilainya telah ada . Secara kausalitas.• Nilai-nilai intelektual • Nilai-nilai keagamaan Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam : • Nilai material • Nilai vital • Nilai kerohanian : 1.KAELAN BAB 5 Posted on Januari 10. Nilai kebenaran 2. Pancasila sebelum disyahkan menjadi dasar filsafat negara. sehingga dapat dikatakan bahwa nilai instrumental juga merupakan suatu eksplisitasi dari nilai dasar. Nilai religius NILAI DASAR.

maka secara ilmiah harus ditinjau berdasarkan proses kausalitas.Hatta serta anggota BPUPKI lainnya yang merumuskan dan membahas Pancasila terutama dalam hal bentuk. 1.dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai istiadat. 2. Asal Mula Bentuk (Kausa Formalis) Asal mula bentuk Pancasila adalah Ir. c. Asal Mula Bahan (Kausa Materialis) Asal Bahan Pancasila adalah pada bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam kepribadian dan pandangan hidup. Adapun rincian asal mula langsung Pancasila adalah sebagai berikut : a. Agar memiliki pengetahuan yang lengkap tentang proses terjadinya Pancasila. d. Asal Mula yang Langsung Teori kausalitas ini dikembangkan oleh Aristoteles. adapun berkaitan dengan asal mula yang langsung tentang Pancasila adalah asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi Kemerdekaan yaitu sejak dirumuskan para pendiri negara sejak sidang BPUPKI pertama. Soekarno bersama Drs. Asal Mula Tujuan (Kausa Finalis) Asal mula tujuan adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan termasuk Soekarno dan Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebelum ditetapkan oleh PPKI sebgaai dasar negara yang sah. Unsur Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar filsafat negara yaitu : Nilai Ketuhanan Nilai Kermanusiaan Nilai Persatuan . Asal Mula yang Tidak Langsung Asal mula tidak langsung terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia dengan rincian berikut : a. kebudayaan dan nilainilai religius. Asal Mula Karya (Kausa Effisien) Asal mula karyanya adalah PPKI sebagai pembentuk negara dan atas kuasa pembentuk negara yang mengesahkan Pancasila menjadi dasar negara yang sah. rumusan serta nama Pancasila. Moh. b.

walaupun hakikat dan sumbernya sama. 1. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Indonesia. Meliputi suasana kebatinan (Geistlichenhintergrund) dari Undang-Undang Dasar 1945.Nilai Kerakyatan Nilai Keadilan b. Terkandung dalam pandangan hidup masyarakat sebelum membentuk negara yaitu : Nilai adat istiadat Nilai kebudayaan Nilai religius c. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa (nasional). yaitu : a. . dan pandangan hidup negara dapat disebut sebagai ideologi negara. Pancasila Asas Religius c. 3. Pancasila bukanlah hasil perenungan seseorang atau kelompok atau bahkan hasil sintesa pahampaham besar dunia. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dapat dirinci sebagai berikut : a. Pancasila Asas Kebudayaan b. melainkan pandangan hidup bangsa Indonesia. b. Pancasila Asas Kenegaraan B. Bangsa Indoenesia ber-Pancasila dalam “Tri Prakara” Pancasila terbentuk melalui suatu proses yang cukup panjang dalam sejarah kebangsaan Indonesia yang terangkum dalam tiga asas atau Tri Prakara. Pandangan hiudp berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan. KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA Setiap kedudukan dan fungsi Pancasila pada hakikatnya memiliki makna serta dimensi masingmasing yang konsekuensi aktualisasinya pun memiliki aspek yang berbeda-beda. Asal mula tidak langsung Pancasila merupakan kausa materialis atau asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila. 2.

kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis yang menyangkut : Bidang Politik Bidang Sosial Bidang Kebudayaan Bidang Keagamaan Ideologi negara yang merupakan sistem kenegaraan utnuk rakyat dan bangsa pada hakikatnya merupakan asas kerohanian yang memilki ciri khas diantaranya :  Mempunyai derajat tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. . c. Bukan hanya berupa nilai dan cita-cita tertentu melainkan sebuah tuntutan bagi rakyatnya. pedoman hidup. Merupakan sumber semangat bagi UUD 1945 bagi penyelenggara negara. pandangan dunia. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Ideologi Partikular dan Ideologi Komprehensif Ideologi partikular diartikan sebagai suatu keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial tertentu dalam masyarakat. d. Pengertian Ideologi Ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar atau sering kita sebut sebagai cita-cita. Ideologi terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang tidak hanya dibenarkan. pandangan hidup. Karena ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia. Pengertian ideologi secara umum dapat dikatakan sebagai kumpulan gagasan. dikembangkan. Mengharuskan UUD mengandung isi yang mewajibkan pemerintah memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. a.c. keyakinan. ide. b. moral dan budaya masyarakat itu sendiri. Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup Ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup yang membenarkan pengorbanan masyarakat. dibutuhkan karena bukan merupakan paksaan dari pihak luar melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan rohani. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.  Mewujudkan suatu asas kerohanian. Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara. diamalkan. 3. e. dilestarikan kepada generasi berikutnya. pegangan hidup yang dipelihara.

Negara Pancasila Berdasarkan ciri khas proses dalam rangka membentuk suatu negara. marxisme leninisme. maupun nazisme dan facisme bersumber kepda aliran-aliran filsafat yang berkembang disana. kebudayaan serta karakter yang berbeda. Ideologi Pancasila Ideologi Pancasila mendasarkan pada hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Ideologi Pancasila mengakui kebebasan dan kemerdekaan individu yang berarti tetap mengakui dan menghargai kebebasan individu lain. dan kedaulatan pemerintah. Maka bangsa ini mendirikan suatu negara berdasarkan Filsafat Pancasila. yaitu suatu Negara Persatuan. kapitalisme. Negara Kebangsaan serta Negara yang bersifat Integralistik. C. 2. ciri khas tertentu yang karena ditentukan oleh keanekaragaman. sifat dan karakternya. Paham Negara Kebangsaan Manusia membentuk suatu persekutuan hidup yang disebut bangsa. Paham Negara Persatuan Merupakan kesatuan unsur-unsur yang membentuknya berupa rakyat. dan bangsa yang hidup .Ideologi komprehensif diartikan sebagai suatu sistem pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial yang memiliki cita-cita melakukan transformasi sosial besar-besaran emnuju bentuk tertentu. a. wilayah. PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN PAHAM IDEOLOGI BESAR LAINNYA DI DUNIA 1. namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan yaitu persatuan bangsa dan negara Indonesia. b. Bhineka Tunggal Ika Hakikat makna Bhineka Tunggal Ika yang memberikan suatu pengertian bahwa meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas bermacam-macam suku bangsa yang memiliki adat istiadat. Hubungan antara Filsafat dan Ideologi Dari tradisi sejarah filsafat barat dapat dibuktikan bahwa tumbuhnya ideologi seperti liberalisme. d. Maka bangsa Indonesia mendirikan suatu negara memiliki suatu karakteristik. memiliki agama yang berbeda dan terdiri dari beribu kepulauan wilayah nusantara Indonesia.

Teori Geopolitik Frederich Ratzel “Negara merupakan suatu organisme yang hidup yang memiliki hubungan wilayah geografis dengan bangsa.” ii. diantaranya : i. • Wilayah dan ras bukan penyebab timbulnya bangsa. peradaban. hasil sejarah. Hakikat Bangsa Pada hakikatnya merupakan suatu penjelmaan dari sifat kodrat manusia dalam merealisasikan harkat dan martabat kemanusiaannya. Suatu bangsa tumbuh dan berkembang dari anasir serta akar yang terbentuk melalui suatu proses sejarah. bangsa bukanlah suatu totalitas kelompok masyarakat yyang menenggelamkan hak-hak individu sebagaimana terjadi pada bangsa sosialis komunis.Namun.” iv. iii. ras. Teori Kebangsaan Ernest Renan Pokok pikiran bangsa adalah sebagai berikut : • Bangsa adalah suatu jiwa. • Bangsa bukan sesuatu yang abadi. agama. Teori Kebangsaan Terdapat berbagai macam teori besar di dalam suatu bangsa. negara dan kewarganegaraan. asas kerohanian. Teori Hans Kohn “Bangsa terbentuk karena persamaan bahasa.dalam suatu wilayah tertentu serta memiliki tujuan tertentu maka pengertian ini disebut sebagai negara. Negara Kebangsaan Pancasila Pancasila bersifat mejemuk tunggal. • Bangsa adalah solidaritas besar. wilayah. Unsur-unsur yang membentuk nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut : • Kesatuan Sejarah • Kesatuan Nasib • Kesatuan Kebudayaan • Kesatuan Wilayah • Kesatuan Asas Kerohanian .

Hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa Hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa secara ilmiah filosofis mengandung makna terdapat kesesuaian hubungan sebab akibat antara Tuhan. Semua golongan bagian. manusia dan negara Yng merupakan dasar untuk memimpin cita-cita kenegaraan untuk menyelenggarakan yang baikbagi masyarakat dan penyelenggara negara. Negara menjamin keselamatan hidup bangsa seluruhnya. Negara Pancasila adalah Negara Kebangsaan Yang Berketuhanan Yang Maha Esa Setiap individu yang hidup dalam suatu bangsa adalah sebagai makhluk Tuhan. Negara tidak memihak kepada sesuatu golongan. d. Maka.c. Dalam pengertian ini. Paham Negara Integralistik Pancasila sebagai asas kerohanian bangsa dan negara Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu asas kebersamaan. Semua golongan. bangsa dan negara sebagai totalitas yang integral adalah berketuhanan. Oleh karena itu sifat dasar kodrat manusia tersebut merupakan sifat dasar negara. . Negara tidak hanya menjamin kepentingan seseorang atau golongannya saja namun menjamin kepentingan manusia seluruhnya sebagai suatu kesatuan integral. Berdasarkan pengertian paham integralistik tersebut maka rincian pandangannya adalah sebagai berikut : Negara merupakan suatu susunan masyarakat yang integral. asas kekeluargaan serta religius. sehingga negara sebagai manifestasi kodrat manusia secara horizontal dalam hubungan dengan manusia lain untuk mencapai tujua bersama. bagian dan anggotanya berhubungan erat satu dengan lainnya. bagian dan anggotanya merupakan persatuan masyarakat yang organis. Indonesia dengan keanekaragamannya membentuk suatu kesatuan integral sebagai suatu bangsa yang merdeka. Hubungan Negara dan Agama Negara pada hakikatnya merupakan suatu persekutuan hidup bersama sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. tidak menganggap kepentingan seseorang sebagai pusat. Yang terpenting dalam kehidupan bersama adalah perhimpunan bangsa seluruhnya. demiian pula setiap warganya juga berKetuhanan Yang Maha Esa.

• Tidak mengizinkan pertentangan agama. Kebangsaan . Hubungan ini sangat ditentukan oleh dasar ontologis setiap individu. • Tidak mengakui atheisme dan sekularisme. golongan agama. Hubungan Negara dan Agama Menurut Sekularisme Paham sekularisme membedakan dan memisahkan antara agama dan negara. Hubungan Negara dan Agama Menurut Pancasila Hubungan menurut Pancasila adalah sebagai berikut : • Negara berdasarkan Ketuhan Yang Maha Esa • Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Berketuhanan yang Maha Esa dengan konsekuensi setiap warga memiliki hak untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai agama masingmasing. segala tata kehidupan dalam masyarakat. Hubungan Negara dan Agama Menurut Paham Theokrasi Negara menyatu dengan agama. Negara Pancasila adalah Negara Kebangsaan Yang Berkemanusiaan Yang Adil dan Beradab Negara Pancasila sebagai negara Kebangsaan yang berkemanusiaan yang Adil dan Beradab. iii.Oleh karena itu. • Tidak ada tempat bagi pemaksaan agama tertentu. i. negara memiliki sebab akibat langsung dengan manusia karena manusia adalah sebgaai pendiri negara. • Segala peraturan harus sesuai dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. inter serta antar pemeluk agama tertentu. • Memberikan toleransi terhadap pemeluk agama lain yang menjalankan ibadah. pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan. ii. bangsa dan negara didasarkan atas firman Tuhan. melainkan Kepala Negara atau Raja yang memerintah negara atas kehendak Tuhan. Negara Theokrasi Langsung Doktrin dan ajaran yang berkembang dalam negara Theokrasi langsung sebagai upaya memperkuat dan meyakinkan rakyat terhadap kekuasaan Tuhan dalam negara. e. Sekularisme bepandanagn bahwa masalah keduniawian berhubungan dengan manusia saja tanpa Tuhan. mendasarkan nasionalisme (kebangsaan) berdasar hakikat kodrat manusia. Bentuk. sistem segala aspek kenegaraan tidak ada hubungannya dengan agama. Negara Theokrasi Tidak Langsung Bukan Tuhan sendiri yang memerintah dalam negara. • Negara merupakan berkah rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

bukan suatu kebangsaan yang Chauvimisme. Sebelum mengambil keputusan. Dalam hidup bersama baik dalam masyarakat. Negara Pancasila adalah Negara Kebangsaan Yang Berkeadilan sosial Sebagai suatu negara hukum yang berkeadilan sosial maka negara Indonesia harus mengakui dan melindungi hak asasi manusia. Karena mempunyai kedudukan. Hubungan Negara dan Agama Menurut Paham Liberalisme Nilai-nilai agama dalam negara dipisahkan dan dibedakan dengan negara. g. Keputusan diusahakan ditentukan secara musyawarah. selalu memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan negara dan masyarakat. keputusan dan . 4. Pemahaman atas eksistensi rakyat dalam suatu negar ainilah yang merupakan sumber perbedaan konsep. Negara Pancasila adalah Negara Kebangsaan Yang Berkerakyatan Pokok-pokok yang terkandung dalam sila keempat dalam penyelenggaraan negara dapat dirinci sebagai berikut : Manusia Indonesia sebagai warga negara dan masyarakat mempunyai kedudukan dan hak yang sama.  Musyawarah untuk mencapai mufakat disertai semangat kebersamaan. dalam kehidupan masyarakat bersama yang disebut negara. antara lain terdapat konsep yang menekankan bahwa rakyat adalah sebagai suatu kesatuan integral dari elemen-elemen yang menyusun negara. bangsa dan negara harus terwujud suatu keadilan (Keadilan Sosial) yang meliputi 3 hal : Keadilan Distributif Keadilan Legal  Keadilan Komutatif 3.  Dalam menggunakan hak-haknya. f.Indonesia adalah kebangsaan yang berkemanusiaan. hak serta kewajiban yang sama maka pada dasarnya tidak dibenarkan memaksakan kehendak pada pihak lain. Ideologi Liberal Atas dasar ontologis hakikat manusia. bahkan komunisme menekankan bahwa rakyat adalah suatu totalitas di atas eksistensi individu. terlebih dahulu dimusyawarahkan. kebebasan individu sebagai basis demokrasi bahkan merupakan unsur fundamental.

5. 2011 by saepudin PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA A. Pancasila merupakan sumber nilai dan sumber norma dalam setiap aspek penyelenggaraan negara. PENGANTAR Sebagai dasar negara. Hubungan Negara dan Agama Menurut Paham Komunisme Negara yang berpaham komunisme adalah bersifat atheis bahkan bersifat antitheis. Ideologi Sosialis Komunis Dalam kaitannya dengan negara. . Hak asasi manusia hanya berpusat pada hakkolektif.ketentuan kenegaraan terutama peraturan perundang-undangan sangat ditentukan oleh kesepakatan individu-individu sebagai warga negaranya. hak dan kewajiban warga negara. Pembukaan UUD 1945 dalam konteks ketatanegaraan Republik Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena merupakan suatu staatsfundamentalnorm dan berada pada hierarki tertib hukum tertinggi di Negara Indonesia. termasuk sebagai sumber tertib hukum di negara Republik Indonesia. keadilan sosial dan lainnya diatur dalam suatu Undang-Undang Dasar negara. lembaga-lembaga tinggi negara. Mengubah masyarakat secara revolusioner harus berakhir dengan kemenangan pada pihak kelas proletar. Negara dilaksanakan berdasarkan pada suatu konstitusi atas Undang-Undang Dasar negara. sehingga hak individual pada hakikatnya tidak ada. RANGKUMAN PENDIDIKAN PENCASILA PROF. bahwa negara sebagai manifestasi dari manusia sebagai makhluk komunal. Pancasila merupakan suatu asas kerohanian dalam ilmu kenegaraan populer disebut sebagai dasar filsafat negara. seluruh peraturan perundang-undangan serta penjabarannya senantiasa berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. KAELAN BAB 6 Posted on Januari 10. Dalam kedudukan ini. melarang dan menekan kehidupan agama. 6. Nilai yang tertinggi dalam negara adalah materi sehingga nilai manusia ditentukan oleh materi. Pembagian kekuasaan. Konsekuensinya. Pancasila merupakan sumber hukum dasar negara baik yang tertulis yaitu Undang-Undang Dasar negara maupun hukum dasar tidak tertulis ataupun konvensi.

disahkan oleh Ppki pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diundangkan dalam Berita Republik Indonesia Tahun II No.B. namun keduanya terjalin dalam suatu hubungan kesatuan yang kausal dan organis.7. b) Dari segi isinya Memuat dasar-dasar pokok negara sebagai berikut : 1) Dasar tujuan negara 2) Ketentuan diadakannya UUD Negara 3) Bentuk negara 4) Dasar filsafat negara . Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental a) Dari segi terjadinya Ditemukan oleh pembentuk negara dan terjelma dalam suatu pernyataan lahir sebagai penjelmaan kehendak Pembentuk negara untuk menjadikan hal-hal tertntu sebagai dasar-dasar negara yang dibentuknya. Konsekuensinya keduanya memiliki kedudukan hukum yang berlainan. 2. 1. Pembukaan UUD 1945 Memenuhi Syarat Aadanya Tertib Hukum Indonesia Syarat-syarat tertib hukum Indonesia dianataranya adalah : a) Adanya kesatuan subjek b) Adanya kesatuan asas kerohanian c) Adanya kesatuan daerah d) Adanya kesatuan waktu 3. Pembukaan UUD 1945 sebagai Tertib Hukum Tertinggi Keududukan Pembukaan Uud 1945 dalam kaitannya dengan tertib hukum Indonesia memiliki dua aspek yang sangat fundamental yaitu : a) Memberikan faktor-faktor mutlak bagi terwujudnya tertib hukum Indonesia b) Memasukkan diri dalam tertib hukum Indonesia sebagai tertib hukum tertinggi Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Pembukaan UUD 1945 dalam ilmu hukum mempunyai kedudukan di atas pasal-pasal UUD 1945. PEMBUKAAN UUD 1945 Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bersama-sama dengan pasal-pasal UUD 1945.

hubungan antara Pembukaan UUD 1945 adalah bersifat timbal balik sebagai hubungan secara formal dan hubungan secara material. Alinea II : menetapkan cita-cita Indonesia yang ingin dicapai dengan kemerdekaan yaitu terpeliharanya secara ungguh-sungguh kemerdekaan dan kedauatan negara. HUBUNGAN PEMBUKAAN DAN BATANG TUBUH UUD 1945 Dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD 1945. Nilai-nilai Hukum Tuhan. Bahkan boleh dikatakan bahwa sebenarnya hanya alinea IV Pembukaan UUD 1945 inilah yang menjadi inti sari Pembukaan dalam arti sebenarnya. Alinea III : menegaskan bahwa proklamasi kemerdekaan. HUBUNGAN PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN PANCASILA Pembukaan UUD 1945 secara formal yuridis Pancasila ditetapkan sebagai dasar filsafat Negara Indonesia. menempatkan pembukaan UUD 1945 alinea IV pada kedudukan yang amat penting. kesatuan bangsa. HUBUNGAN PEMBUKAAN UUD 1945 DENGAN PROKLAMASI Memiliki hubungan yang menunjukkan kesatuanyang utuh dan apa yang terkandung dalam pembukaan adalah merupakan amanat daris eluruh Rakyat Indonesia tatkala mendirikan negara dan untuk mewujudkan tujuan bersama. negara dan daerah atas keadlian hukum dan moral bagi diri sendiri dan pihak lain serta kemakmuran bersama yang berkeadlian. Tujuan Pembukaan UUD 1945 Alinea I : mempertanggungjawabkan bahwa pernyataan kemerdekaan sudah selayaknya. . menjadi permulaan dan dasar hidup kebangsaan dan kenegaraan bagi seluruh orang Indonesia yang luhur dan suci dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Alinea IV : melaksanakan segala sesuatu itu dalam perwujudan dasar-dasar tertentu sebagai ketentuan pedoman dan pegangan yang tetap dan praktis yaitu dalam realisasi hidup bersama dalam suatu negara Indonesia. Maka. serta dalam ilmu hukum memenuhi syarat bagi terjadinya suatu tertib hukum Indonesia dan sebagi Pokok Kaidah Negara yang Fundamental. 5. Pembukaan UUD 1945 Tetap Terlekat pada Kelangsungan Hidup Negara Republik Indonesia Berdasarkan hakikat kedudukan Pembukaan UUD 194 sebagai naskah Proklamasi yang terinci sebagai penjelmaan Proklamasi Kemerdekaan RI. karena berdasarkan atas hak kodrat yang bersifat mutlak dari moral bangsa Indonesia untuk merdeka. D. 6. E. Hukum Kodrat dan Hukum Etis yang Terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 C.4.

PENGERTIAN PARADIGMA Paradigma merupakan suatu asumsi-asumsi dasar dan asumsi-asumsi teoretis yang umum sehingga merupakan suatu sumber hukum-hukum. cita-cita serta platform yang jelas dan bagi bangsa Indonesia Nilai-Nilai Pancasila itulah yang merupakan paradigma Reformasi Total tersebut. BERBANGSA DAN BERNEGARA A. Dengan demikian. . PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI Reformasi dengan melakukan perubahan dalam berbagai bidang yang sering diteriakkan dengan jargon reformasi total tidak mungkin melakukan perubahan terhadap sumbernya itu sendiri. sumber asas serta arah dan tujuan dari suatu perkembangan. orientasi dasar. terutama pengubahan 5 paket UU. KAELAN BAB 7 Posted on Januari 10. budaya. perubahan serta proses dalam suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan. Dalam masalah ini. istilah paradigma berkembang menjadi terminologi yang mengandung konotasi pengertian sumber nilai. B. pendidikan. B. reformasi harus diikuti juga dengan reformasi hukum bersama aparat penegaknya serta reformasi pada berbagai instansi pemerintahan. GERAKAN REFORMASI Awal keberhasilan gerakan Reformasi ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998 yang kemudian disusul dengan dilantiknya Wakil Presiden Prof. hukum. rasa dan kehendak. ilmu pengetahuan. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN Pembangunan nasional harus meliputi aspek jiwa yang mencakup akal. ciri serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. reformasi maupun pendidikan. J. 2011 by saepudin PANCASILA SEBAGAI PERADIGMA KEHIDUPAN DALAM BERMASYARAKAT. aspek makhluk sosial. Dr. Habibie menggantikan kedudukan Presiden. sosial. ekonomi. aspek pribadi dan juga aspek kehidupan ketuhanannya. Kemudian diikuti dengan pembentukan Kabinet Reformass Pembangunan. aspek individu. C. teknologi serta agama. kerangka pikir. metode. dasar. Reormais harus memiliki tujuan. Pemerintahan Habibie inilah yang merupakan pemerintahan transisi yang akan mengantarkan rakyat Indonesia untuk melakukan reformasi secara menyeluruh. serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat.RANGKUMAN PENDIDIKAN PANCASILA PROF. asepk raga. Kemudian dijabarkan dalam bebagai bidang pembangunan antara lain politik.

diharapakan supaya para elit politik dan penyelenggaranya memiliki budi pekerti yang luhur. Sebagai warga negara indonesia manusia harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik. dan pendidikan pada khususnya. pengembangan politik di indonesia harus berlandaskan atas moral ketuhanan. karena sistem politik negara harus berdasarkan hak dasar kemanusiaan. Berdasar pada hal diatas. apapun yang diperoleh manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan akan sangat bermanfaat untuk mencapai tujuan dalam bermasyarakat. reformasi. maka dari itu dari apa yang telah diciptakan atau diperoleh dari penelitian tersebut ada baiknya berdasar pada nilai-nilai yang menjadi tolak ukur kesetaraan dalam bermasyarakat. dan bernegara indonesia guna melaksanakan pembangunan nasional. Dengan berpedoman pada nilai-nilai pancasila. Kekuasaan adalah dari rakyat. Semakin banyak penemuan-penemuan atau penelitian yang dilakukan oleh manusia. Secara khusus. apabila pelaku politik baik warga negara maupun penyelenggaranya berkembang atas dasar moral tersebut maka akan menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral yang baik. Yaitu sila pancasila. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI POLITIK Politik sangat berperan penting dalam peningkatan harkat dan martabat manusia. Karena Pancasila sebagai paradigma dalam berpolitik. moral kemanusiaan. tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan-kelemahan didalamnya. dan moral keadilan. berbangsa. dan untuk rakyat. bukan sekedar objek politik yang diharapkan kekuasaan tertinggi ada pada rakyat. atau yang lebih dikenal dengan hak asasi manusia. sejalan dengan kemajuan jaman. berbangsa dan bernegara. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI EKONOMI Sesuai dengan Paradigma Pancasila dalam pembangunan ekonomi. sistem ekonomi harus mandasarkan pada moralitas ketuhanan. begitu pula dengan cara berpikir masyarakat yang cenderung menyukai hal-hal yang dinamis.PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA REFORMASI HUKUM Perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah pesat. dan kemanusiaan. oleh rakyat. moral persatuan. Sehingga sistem politik negara pancasila mampu memberikan dasar-dasar moral. . Hal ini untuk menghindari adanya pengembangan ekonomi yang cenderung mengarah pada persaingan bebas. maka sistem politik di indonesia berasaskan demokrasi. dan berpegang pada cita-cita moral rakyat yang luhur. bukan otoriter. maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. moral kerakyatan.

60 Tahun 1999. D. bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tugas pokok yang disebut Tridharma Perguruan Tinggi. yatu : 1) Pendidikan Tinggi 2) Penelitian 3) Pengabdian Kepada Masyarakat F. sistem ekonomi ini di kembangkan oleh mubyarto. AKTUALISASI PANCASILA Aktualisasi Pancasila dapat dibedakan atas dua macam yaitu aktualisasi objektif dan subjektif. maka eropa pada awal abad ke-19 bereaksi untuk merubah perkembangan ekonomi tersebut menjadi sosialisme komunisme. eksekutif maupun yudhikatif. yaitu : 1) Kritis 2) Kreatif 3) Objektif 4) Analitis . oleh sebab itu kita harus menghindarkan diri dari persaingan bebas. Maka menurut PP no. monopoli dan yang lainnya yang berakibat pada penderitaan dan penindasan manusia. E. BUDAYA AKADEMIK Terdapat beberapa ciri masyarakat ilmiah sebgaai budaya akademik. yang berjuang untuk nasib rakyat proletar yang sebelumnya ditindas oleh kaum kapitalis. seperti yang pernah terjadi pada abad ke-18. Dengan adanya kejadian pada abad ke-18 tersebut. Ekonomi yang humanistik mendasarkan pada tujuan demi mensejahterakan rakyat luas. agar manusia menjadi lebih sejahtera.yaitu yang terkuat dialah yang akan menang. Tujuan ekonomi adalah memenuhi kebutuhan manusia. Sedangkan aktualisasi subjektif adalah aktualisasi Pancasila pada setiap individu terutama dalam aspek moral dalam kaitannya dengan hidup negara dan masyarakat. TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI Pendidikan tinggi sebgai institusi dalam masyarakat bukanlah merupakan menara gading yang jauh dari kepentingan masyarakat malainkan. Aktualisasi objektif yaitu aktualisasi Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan kenegaraan yang meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif. senantiasa mengemban dan mengabdi kepada masyarakat. yang tidak hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan demi kemanusiaan dan kesejahteraan seluruh bangsa. yaitu tumbuhnya perekonomian kapitalis.

serta penyimpangan . : ed 2010 Kertas & Halaman : 285 Halaman. isi kertas cd (koran) Ukuran Buku Kategori ISBN Harga : 15 x 21 cm.000 20% Rp 20. M.D. Soft Cover : Pendidikan : 979-8568-00-0 : Rp 25..000 Top of Form Share | ok 4599 Submit Bottom of Form Kondisi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dewasa ini. Drs.5) Konstruktif 6) Dinamis 7) Dialogis Menerima Kritik 9) Menghargai Prestasi Ilmiah/Akademik 10) Bebas dari Prasangka 11) Menghargai Waktu 12) Memiliki dan Menjunjung Tinggi Tradisi Ilmiah 13) Berorientasi ke Masa Depan 14) Kesejawatan/Kemitraan Pendidikan Pancasila ed terbaru 2010 /PAG Penerbit Penulis Tahun Terbit : Paradigma J : Kaelany H.A.

Proses Perumusan Pancasila dan UUD 1945 3. 19 karya penelitian bidang filsafat.implementasi Pancasila pada masa Orde Lama dan Orde Baru menimbulkan gerakan reformasi di Indonesia. Prof. bahasa pers. Pancasila dan IBD. Etika Lingkungan Hidup Berdasarkan Pancasila 9. Pancasila Yuridis Kenegaraan GBPP tahun 1980 5. ilmiah dan bersifat aktual yaitu senantiasa cepat menyesuaikan dengan perkembangan yang sedang terjadi dalam bidangkenegaraan.S adalah alumnus Fakultas Filsafat UGM tahun 1978. sebagai Pembina Sosial Mata Kuliah Kepribadian Pancasila Nasional pada Dirjen Dikti sampai sekarang. H. Ensiklopedi Pancasila (Penyusun Naskah) (1996) 2. filsafat Pancasila. hukum maupun politik. Hakikat Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab . Oleh karena itu buku ini layak digunakan sebagai referensi Pendidikan Pancasila di tingkat Perguruan Tinggi. Pandangan Bangsa Indonesia tentang Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Pancasila (dalam tim dosen) kerja sama dengan Wanhankamnas (1993) 8. dan Doktor bidang Filsafat Bahasa dipertahankan pada 20 Oktober 2003. dan buku yang baru terbit tahun 2004 adalah “Filsafat Analitis manurut Ludwig Wittgenstein” dan Pendidikan Pancasila SK Dirjen Dikti No. buku ini membahas Pancasila secara objetif. Konsekuensinya mengharuskan kita untuk merevisi ulang atas materi Pendidikan Pancasila terutama pada tingkat Perguruan Tinggi. Beliau pernah menjabat komisi staf ahli di Lembaga Penelitian UGM. Beliau sebagai dosen senior S1 bbidang filsafat bahasa. linguistik. Adapun karya-karya yang pernah ditulis dalam bidang Pancasila adalah: 1. sehingga terjadilah perubahan yang cukup besar dalam berbagai bidang terutama bidang kenegaraan.38/DIKTI/KEP/2002 edisi reformasi 2004. Pancasila secara ilmiah (Segi Yuridis Kenegaraan) 4. Filsafat Pancasila 6. Kaelan M. Pancasila sebagai ideologi Terbuka 7. Dr. Magister Linguistik diraihnya di Fakultas Sastra UGM tahun 1988. 12 karya diterbitkan secara nasional. ketua MKU IBD dan Pancasila UGM. etika periklanan.

Berat: .. M. Hakikat Keadilan Sosial dan Pelaksanaannya 14. dan masih banyak karya lainnya baik berupa diktat. Filsafat Pancasila Pandangan Hidup Bangsa Indonesia 2002 13.10.Si.. hasil penelitian.Zubaidi. Hakikat Sila Ketuhanan yang Maha Esa (Tinjauan Analitis) 11. buku terbitan. gram. Pendidikan Kewarganegaraan 2007 (dengan Drs. Kajian tentang UUD Negar Amandemen 2002 12.). makalah maupun tulisan di Jurnal. .A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->