P. 1
SKRIPSI (BAB I-V)

SKRIPSI (BAB I-V)

4.5

|Views: 6,736|Likes:
Published by Muhammad Bryant

More info:

Published by: Muhammad Bryant on Oct 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2015

pdf

text

original

Secara geologis letak wilayah Indonesia yang dilalui oleh dua jalur

pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah Barat dan

Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah Timur menyebabkan Indonesia banyak

memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadi bencana. Bencana alam yang

sering terjadi di wilayah Indonesia antara lain banjir, kemarau panjang, tsunami,

gempa bumi, gunung berapi dan tanah longsor serta angin puting beliung.

Banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh pemerintah dan

masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam. Mulai dari persiapan

peralatan untuk mendeteksi terjadinya bencana. Permasalahan rendahnya kualitas

pelayanan sistem dan penanganan bencana di daerah merupakan potret buram

sistem dan sinergitas antar lembaga yang menaunginya. Dengan adanya otonomi

daerah memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengembangkan

pemerintahan atau rumah tangganya sendiri dengan kemampuan dan potensi yang

dimiliki. Salah satunya adalah dalam usaha penanganan bencana. Akan tetapi

daerah kurang dapat menyelenggarakan hal tersebut dengan baik karena

kemampuan dan potensi yang dimiliki daerah sangat terbatas.

30

Sorotan khusus adalah bagaimana birokrasi pemerintah bisa

mengupayakan sebuah kontruksi dan sinergitas di tataran birokrasi dalam

penanggulangan bencana alam. Lembaga pemerintah yang mempunyai peran dan

tanggungjawab dalam penanggulangan bencana harus bisa memposisikan sebagai

fasilitator dalam upaya sinergitas dengan lembaga lain, agar tidak terjadi sebuah

ego lembaga dalam penanganan bencana, sehingga terjadi sebuah efektifitas

mekanisme kerja.

Dengan demikian mau tidak mau pemerintah daerah dituntut untuk

mampu mengembangkan pola sinergisitas penanggulangan bencana guna

menunjang peningkatan kualitas dan akuntabilitas lembaga. Dalam hal ini peneliti

ingin mengkaji peran dan sinergi stakeholder pemerintah daerah di Kabupaten

Majalengka dalam penanggulangan bencana alam.

Adapun kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah:

Gambar 3. Kerangka Berfikir

UU No 24/2007

“Penanggulangan

Bencana”

dan

Perka BNPB No

3/2008 “Pedoman

Pembentukan

BPBD”

Bencana

alam di

Kabupaten

Majalengka

Perda Kabupaten

MajalengkaNo

10/2009 “Organisai

Perangkat

Daerah”

Pemerintah Daerah

Kab. Majalengka

(OPD) Organisasi

Perangkat Daerah

Penanggulangan

Bencana Alam di

Kabupaten Majalengka

(BPBD) Badan

Penanggulangan

Bencana Daerah Kab.

Majalengka

Peran dan sinergi

stakeholder pemerintah

daerah dalam

penanggulangan

bencana alam di

Kabupaten Majalengka

Studi

Kasus

31

BAB III

METODE PENELITIAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->