P. 1
SKRIPSI (BAB I-V)

SKRIPSI (BAB I-V)

4.5

|Views: 6,748|Likes:
Published by Muhammad Bryant

More info:

Published by: Muhammad Bryant on Oct 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2015

pdf

text

original

(Kebijakan, Strategi, dan Operasi)

Penelitian yang ditulis oleh Adi Suhendi pada tahun 2009 dalam ringkasan

evaluasi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

Bencana. Penelitian ini membahas penetapan status bencana (nasional, provinsi,

dan kabupaten/kota) serta penyorotan terhadap kelembagaan setingkat menteri

yaitu badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) dalam alur komando

ketika terjadi bencana belum terlaksana secara efektif. Dikarenakan BNPB punya

13

kecenderungan untuk berbenturan dengan fungsi-fungsi kementerian-kementerian

teknis lainnya yang terkait dengan penanggulangan bencana. Mekanisme

koordinasi antara BNPB dengan BPBD cenderung sulit dilaksanakan secara

efektif, karena BPBD sebagai perangkat daerah akan lebih patuh terhadap kepala

daerah. Pada kesimpulannya sistem penanggulangan dan koordinasi antar lembaga

pusat dan daerah tidak berjalan dengan efektif karena sebuah benturan

pelaksanaan teknis yang sama.

Penelitian-penelitian terdahulu ini menginspirasi untuk melakukan sebuah

penelitian yang berkesinambungan, salah satunya dengan penelitian yang akan

peneliti lakukan menyoroti peran dan sinergi stakeholder dalam penanggulangan

bencana. Tentunya ini berbeda dengan penelitian terdahulu. Untuk melihat

pembanding dan komparasi dengan penelitian terdahulu dapat dilihat dalam tabel

berikut ini.

14

Tabel 1. Matriks Analisis Penelitian Terdahulu

No

Peneliti

Judul Penelitian

Tujuan Penelitian

Metode

Hasil

Persamaan dan Perbedaan Penelitian

Persamaan

Perbedaan

1. Bagas

Megantoro

Manajemen

Pemerintah Dalam

Penanganan Bencana

“Birokratisasi

Penyaluran Dana

Rekonstruksi”

Tahun 2006

Mengetahui sejauh mana

manajemen penyaluran

dana rekonstruksi dalam

peanggulangan bencana

Kualitatif

Studi

Kasus

Manajemen pemerintah dalam

penanganan [pasca] bencana perlu

diperbaiki. salah satu sumber

permasalahan tersebut adalah lamanya

dan rumitnya pencairan dana rekonstruksi

korban bencana dan diperlukan perbaikan

dan pembetulan dalam sistem birokrasi

Indonesia

Menyoroti

sinergisitas

lembaga dalam

penanggulangan

bencana

Peneliti lebih menyoroti pada peran dan

sinergi stakeholder pemerintah daerah dalam

penanggulangan bencana, sedangkan

penelitian Bagas Megantoro lebih membahas

mengenai sinergi penyaluran dana

rekonstruksi antar lembaga pusat-daerah

dalam penanggulangan bencana.

2. Agus

Suryono

Pentingnya

Manajemen Birokrasi

Profesional Untuk

Mengatasi

Kemunduran Birokrasi

Dalam Pelayanan

Publik

Tahun 2005

Memahami pentingnya

manajemen birokrasi

profesional

Studi

Pustaka

Merubah persepsi dan paradigma tentang

birokrasi

Unsur pemerintah, privat dan masyarakat

harus all together yang sinergi dengan

adanya standar minimal pelayanan publik

dan adanya mekanisme pengawasan sosial

terhadap birokrat

Mencari

keefektifan dan

sinergitas dalam

tubuh birokrasi

Peneliti lebih menekankan pada aspek

birokrasi (institusi atau lembaga daerah)

dalam konteks penanganan dan pelayanan

penangulangan bencana sedangkan penelitian

Agus Suryono memfokuskan pada aspek dan

pengkrirtisan terhadap birokrasi yang

mengarah ke arah parkinsonian dan orwelian

sehingga birokrasi menjadi tidak efektif dan

efisien dalam menjalankan tugasnya secara

profesional.

3. Adi Suhendi Telaah Sistem Terpadu

Penanggulangan

Bencana di Indonesia

(Kebijakan, Strategi,

dan Operasi

Tahun 2009

Melakukan review

tentang sistem

penanggulangan bencana

nasional dan menellaah

efektifitas PB di tingkst

daerah-pusat

Studi

Pustaka

Kelembagaan penanggulangan bencana

harus dapat bertindak lintas sektor dan

lintas wilayah serta memiliki rantai

komando yang jelas dan efektif

Fokus pada

aspek sinergitas

lembaga dalam

penanggulangan

bencana

Peneliti lebih memfokuskan pada peran dan

sinergitas stakeholder , sementara penelitian

Adi Suhendi lebih memfokuskan pada

sinergitas di tataran pusat dan implikasi nya

terhadap sinergi dengan daerah dan berbicara

tentang aturan dalam pasal-pasal UU No. 24

tahun 2007.

4. Asep Deni

Jatnika

Peran Pemerintah

Daerah Dalam

Penanggulangan

Bencana Alam di

Kabupaten Majalengka

Tahun 2011

Mengetahui sejauh mana

peran dan sinergi

stakeholder dalam

penanggulangan bencana

alam di Kabupaten

Majalengka

Kualitatif

Studi

Kasus

-

-

-

15

2.2. Kerangka Teori

Penelitian ini memfokuskan pada peran pemerintah daerah dalam

penanggulangan bencana alam di Kabupaten Majalengka. Sesuai dengan fokus

penelitian, maka diperlukan beberapa teori pendukung untuk mempermudah

dalam proses penelitian. Beberapa landasan teori yang mendukung dalam

penelitian yang akan peneliti lakukan adalah teori dan konsep tentang peran

pemerintah daerah dan manajemen kebencanaa (Disaster Management). Berikut

penjelasan mengenai teori dan konsep yang menjadi landasan teori dan kerangka

berfikir dalam penelitian ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->