PENGARUH PERGAULAN BEBAS DI KALANGAN REMAJA

TUGAS KELOMPOK

Disusun untuk memenuhi nilai dari tugas TPTA

Oleh Kelompok 1

Jurusan Manajemen Informatika Akademi Manajemen Informatika Komputer Medan Busness Polytechnic Medan 2010

1

ABSRAK Perkembangan zaman sangat cepat mempengaruhi pola pikir masyarakat, baik dari kalangan bawah, menengah, maupun kalangan atas. Demikian halnya di negara – negara maju, pergaulan bebas kerap terjadi seperti melakukan hubungan diluar nikah. Demikian juga di kalangan remaja dalam bergaul kerap terjadi pergaulan yang mengarah pada tindakan yang negatif, bertindak tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya, kurang bertanggung jawab dalam menghadapi suatu masalah, bukan tidak mungkin dapat memperkecil tindakan pergaulan bebas yang kerap terjadi sekarang ini. Dengan demikian penulis mencoba membuat satu perubahan dalam bergaul. Dengan demikian dapat dibedakan hasil dari pergaulan dikalangan remaja sebelumnya dengan sesudahnya.

2

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadiran Tuhan yang Maha Esa dimana atas rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Pengaruh Pergaulan Bebas di kalangan Remaja. Dalam makalah ini kami akan memberitahukan kepada para remaja agar dapat berhati-hati dalam pergaulan. Selain itu makalah ini kami buat agar dapat bermanfaat bagi pembaca khususnya dikalangan para generasi muda, agar tidak terjerumus kepergaulan bebas dimana generasi muda saat ini masih mudah terpengaruh dalam bergaul, sehingga dapat merugikan dirinya sendiri. Kami berterima kasih kepada dosen pengajar yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini meskipun makalah yang kami buat belum begitu sempurna. Dan kami sebagai penulis sangat menyadari masih banyak kekurangan yang ada dimakalah kami tentang Pengaruh Pergaulan Bebas di kalangan Remaja. Kami berharap dengan adanya makalah ini para remaja dapat mengambil sikap positifnya dalam bergaul. Saran dan masukan dari pembaca untuk makalah yang kami buat ini akan kami terima sehingga kami dapat membuat makalah menjadi lebih baik lagi.

Medan,……Mei 2010

Penulis

3

................3 Batasan Masalah............................................................................................................... i ABSRAK…………………………………………………………………………......................................................................... 2 1................................................................................ ii KATA PENGANTAR.............................................. PENDAHULUAN.............................................................. 1 1....................... 1 1............................. iv BAB 1.............................DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL………………………………………………………………................ iii DAFTAR ISI.....2 Rumusan Masalah....................................... 2 4 ..........1 Latar Belakang Masalah.........................................

................................ 12 2.................4 Upaya Pencegahan Pergaulan Bebas................6................................. 6 2.............3 Akibat Pergaulan Bebas......................................................................................................................................... 4 BAB 2...................... 16 2..................... 5 2...... 3 1........................1 Data dan Fakta HIV/AIDS....................................................2 Dampak Pergaulan Bebas......................... 17 5 .........................................................................................5 Sistematika Penulisan......................5 Pentingya Para Remaja Bagi Bangsa dan Agama................... 11 2...... LANDASAN TEORI DAN KONSEPTUAL............................................. 9 2......4 Tujuan dan Manfaat Study..... 15 2..........1..........6 Penyimpangan Seks Pada Remaja…………………………………………...........1Masa Remaja.........................

................... 27 6 ........6..................................................... 19 2..................................................6.............................. 26 BAB 3 PEMBAHASAN.... 20 2................................................................... 23 2..............3 Apa sih HIV dan AIDS?........ 20 2............. 21 2...................2...........8 Hal yang menyebabakan para Remaja masuk Pergaulan Bebas......................................................5 Mengetahui status HIV.6 Sudah adakah obat untuk HIV?.............................. ......................... 21 2..........6................................................7 Aborsi..6...........................................................2 Remaja dan HIV/AIDS.................................................4 Perjalanan Infeksi HIV.................6....

... 29 DAFTAR PUSTAKA............................................................ Latar Belakang Masalah 7 ...................................................2Saran............................................................1.....................................BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN... 30 BAB 1 PENDAHULUAN 1......................1Kesimpulan......................... 28 4.............................................................................................................................. 28 4..

sex bebas.2. mengkonsumsi obat terlarang. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia. Setiap tahun ada sekitar 2. 75 % gadis mengandung di luar nikah. tindak kriminal termasuk aborsi.3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20 persennya dilakukan remaja. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif. sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. 1. Apa akibat dari seks bebas ? 8 . dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. yang antara lain. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas. dll.Pengaruh pergaulan bebas di kalangan remaja saat ini telah berkembang di berbagai kota. Banyak remaja yang terpengaruh dalam pergaulan bebas. 1 dari 2 anak hasil perzinahan.5 juta hubungan seks dengan pelacuran. pulau. 1 dari 2 pernikahan berujung pada perceraian. serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS). dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Di Amerika. setiap hari terjadi 1. maka masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut : 1. minuman keras. narkoba. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas.

Bagaimana Remaja bisa memasuki pergaulan bebas di jaman sekarang.3. bagaimana cara mengatasi pergaulan bebas dikalangan berkembang diindonesia remaja yang 1. Ruang lingup permasalah yang dapat dibahas meliputi: Data Akibat Seks bebas Data pencegahan seks bebas Data Perusakan Masa depan remaja Data remaja yng memasuki pergaulan bebas Data Penyebab Remasa masuk Pergaulamn bebas Data mengatasi pergaulan Bebas 1. Hal apa yang menyebabkan Para remaja memasuki pergaulan Bebas.4. 6. Tujuan Dan Manfaat Study Tujuan kami menulis makalah ini untuk memberi tahu atau menginformasikan bahwa jauhi pergaulan bebas yang dapat membahaya diri sendiri dan memalukan 9 . 5.2. Apa upaya pencegahan seks bebas ? 3. 4. Batasan Masalah Untuk menghidari kesalahan dalam pembuatan makalah ini maka kami mencoba untu membatasi masalah yang akan dibahas. Bagaimana Cara remaja menjauhi Hal-hal yang dapat merusak masa depan yang mereka miliki.

dampak pergaulan bebas. akibat dari pergaulan bebas. batasan masalah.dimana bab tersebut dibagi menjadi bagian-bagian dan sub Bab Bab 1 : Pedahuluan Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah. Jika seseorang tersebut sudah masuk pergaulan bebas maka kita akan direndahkan oleh orang lain dan hidup ini tidak akan berguna lagi.keluarga. Manfaat dalam pembuatan makalah ini agar para remaja lebih menjaga dirinya dalam bergaul.dan supaya lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan yang ada di lingkungan. Bab 3 : Pembahasan 10 . Bab 2 : Landasan Teori dan konseptual Pada bab ini menjelaskan tentang pengertian remaja.aborsi. 1. kami menguraikan dalam empat bab yang disusun secara sistematika. upaya pencegahan pergaulan bebas. Hal yang menyebabakan para Remaja masuk Pergaulan Bebas. tujuan dan manfaat studi dan sistematika penulisan. rumusan masalah. Sistematika Penulisangau Untuk mempermudah penyelesaian makalah ini.5. pentingya remaja bagi bangsa dan agama.

sehingga tidak lebih banyak lagi remaja yang terjerumus ke pergaulan bebas. BAB 2 11 .Pada bab ini akan dijelaskan solusi untuk mengatasi pergaulan bebas dikalangan remaja yang telah berkembang di suatu lingkungan atau kota. Bab 4 : Kesimpulan dan Saran Pada bab ini kami menguraikan Kesimpulan dan Saran dari permasalah yang telah dihadapi remaja saat memasuki pergaulan bebas.

dan juga pergaulan bebas. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi. 1998). Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial.LANDASAN TEORI DAN KONSEPTUAL 2. Hal ini dikarenakan dampaknya yang cukup besar bagi perkembangan lingkungan masyarakat. yang berarti usia menjadi orang. masalah remaja sudah menjadi suatu masalah yang cukup pelik.1. pola perilaku. Masalah remaja yang marak akhir-akhir ini diantaranya adalah penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. tawuran atau perkelahian antar pelajar. tubuh. suatu periode di mana anak dipersiapkan untuk mampu menjadi individu yang dapat melaksanakan tugas biologis berupa melanjutkan keturunannya. Kata “pubertas” berasal dari bahasa Latin. yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock. Usia remaja memang saatnya dimana seorang anak memasuki masa pubertas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan 12 . Zaman sekarang ini. minat. Oleh karenanya. Masa Remaja.

Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan. namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Kesalahan 13 . Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa.untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun.

Dibanyak kota salasatunya kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anakanak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). 155 orang atau 23. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. mengkonsumsi obat terlarang. minuman keras. dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas(SLTA) atau mahasiswa.yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya. Dampak Pergaulan Bebas Akibat pergaualan bebas banyak para remaja terkena penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) hal itu disebabkan remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. yang antara lain.2. Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun. Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. 14 . Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya.4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. sex bebas. yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. 2.

Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. serta penghinaan terhadap masyarakat. sepsis sampai kematian. juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih 15 . Secara psikologis seks pra nikah memberikan dampak hilangnya harga diri. lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menikah. Diantaranya. Seks pranikah. Secara fisik tindakan aborsi ini memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan. perasaan takut hamil. kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol. apabila ibunya sudah tidak menghendaki. risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun.Dari sisi kesehatan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi. perasaan dihantui dosa. terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. infeksi pasca aborsi. Dampak jangka panjang berupa mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas. Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas. tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat. juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan.

Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe “jarum super” alias jarang di rumah suka pergi. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang. usia 15-19 tahun 21 orang. sebagian besar menyerang usia produktif. Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan. anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas. usia 30-39 tahun 185 orang. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang. 16 . Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini. sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah. usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang. namun bukan pendidikan seks secara vulgar. Dengan demikian. Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi. tetapi bahaya akibat pergaulan bebas. anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. usia 20-29 tahun 352 orang. lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. seperti penyakit menular seksual dan sebagainya.teman-teman. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. Selain itu.

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa. Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap. “Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”. padahal dalam agama malu merupakan suatu hal yang amat ditekankan dan dianggap perhiasan yang sangat indah khususnya bagi wanita. hilangnya sikap menjaga diri dari dosa. buruk kepribadian dan hilangnya rasa cemburu. 17 . cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. 2. Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting. Akibat dari Pergaulan Bebas Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang antara lain di bidang sosial. agama dan kesehatan sebagai berikut : Dalam seks bebas terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan yakni berkurangnya iman si penzina.3. Seks bebas menghilangkan rasa malu.

- Tuhan akan mencampakkan sifat liar di hati penzina. - Apa yang didapatkan para pelaku seks bebas dalam kehidupan ini adalah sebaliknya dari apa yang diinginkannya. sehingga pandangan matanya liar dan tidak terjaga. Bahkan boleh membawa kepada pertumpahan darah dan perdukunan serta dosa-dosa besar yang lain. durhaka kepada orang tua. 18 . serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara bermaksiat maka Tuhan akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan. berbuat zalim. - Pelaku seks bebas akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak percaya.- Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Ini adalah karena. Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim. - Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Tuhan maupun sesama manusia. - Zina mengeluarkan bau busuk yang mampu dicium oleh orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) melalui mulut atau badannya. dan Tuhan tidak menjadikan maksiat sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan. Seks bebas biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain sebelum atau bila berlakunya dan selepas itu biasanya akan melahirkan kemaksiatan yang lain pula.

Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas. Jika dia ialah seorang wanita yang telah bersuami dan melakukan perselingkuhan sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir maka dia telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disadari siapa dia sebenarnya. Perzinaan akan melahirkan generasi individu-individu yang tidak ada asal keturunan (nasab). karena orang kafir yang memeluk Islam selesailah persoalannya. 19 . Amat mengerikan. naudzubillah min dzalik. Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita. - Aib yang dicorengkan kepada pelaku seks bebas lebih membekas dan mendalam daripada dosa kafir misalnya.- Seks bebas menghilangkan harga diri pelakunya dan merusakkan masa depannya di samping meninggalkan aib yang berkepanjangan bukan saja kepada pelakunya bahkan kepada seluruh keluarganya. namun dosa zina akan benar-benar membekas dalam jiwa karena walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan masih merasa berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya. - Jika wanita yang berzina hamil dan untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya itu maka dia telah berzina dan juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa .

- Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa keluarganya di mana mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat. sehingga kadang-kadang menyebabkan mereka tidak berani untuk mengangkat muka di hadapan orang lain. 2. yaitu : (a) pendekatan psikoanalitik. yang hanya mengakui bahwa perkembangan psiko-seksual ditentukan oleh pembawaan yang untuk sebagian besar sifatnya autonom. Upaya Pencegahan Pergaulan Bebas Menanamkan nilai-nilai agama. siphilis. (b) pendekatan 20 .- Zina dapat menanamkan permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya. kerjasama guru. mengembangkan ketrampilan berkomunikasi. yang mampu mengatakan “tidak” tanpa beban dan tanpa mengikuti orang lain. mengembangkan ketrampilan mengambil keputusan yang baik dan tepat. a. Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya kemampuan intelektual. orangtua dan tokoh masyarakat. - Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti AIDS.4. b. mengembangkan rasa harga diri. moral dan etika dalam keluarga. Pendidikan dan penyuluhan seksual Pada waktu ini cara-cara pendidikan seksual didasari oleh dua pandangan dan pendekatan yang sangat berbeda. tetapi juga mengembangkan kemauan diri. moral dan etika antara lain : pendidikan agama. dan gonorhea atau kencing bernanah.

2. Penyuluhan yang salah dapat berakibat negatif. dan penerus perjuangan generasi sebelumnya. Juga variasi dan penyimpangannya yang masih dianggap dalam batas-batas normal perlu dikemukakan. baik oleh dokter maupun oleh guru. c. yang mengakui adanya pengaruh dari lingkungan. Hal ini menjadikan berbagai kalangan merasa cemas dan berupaya menemukan langkah-langkah penyelesaiannya. Semua itu dilakukan dengan latar belakang norma-norma yang berlaku. dalam masa kanak-kanak dengan peranan utama dipegang oleh para orangtua dan para guru. Secara kejiwaan remaja mempunyai energi yang berpotensi menghasilkan kecermelangan berfikir 21 . termasuk agama dan pandangan masyarakat. yang kedua-duanya sudah memiliki pengetahuan tentang seksologi modern. Bagi para remaja penyuluhan seksual sudah dapat dimulai di sekolah lanjutan. Yang mempunyai banyak pengikutnya adalah pandangan pendekatan yang kedua.5. Penyuluhan pada remaja Dalam penyuluhan pada remaja perlu dibahas secara singkat anatomi dan fisiologi alat kelamin. Para orangtua tentunya dapat pula memegang peranan dalam hal ini.sosiologik. Pendidikan seksual sebaiknya sudah dimulai sedini mungkin. Bagaimanapun juga remaja adalah aset negara. agama. Pentingya Para Remaja Bagi Bangsa dan Agama Persoalan remaja saat ini sudah masuk dalam tataran kritis dan sulit dikendalikan. serta fisiologi hubungan seksual.

keunikan organ reproduksinya. dan Tingkatkan mobilisasi sumber dana dan daya. Tingkatkan layanan kesehatan komprehensif. Namun potensi ini harus diimbangi dengan kejelasan arah dan tujuan hidupnya. Sebagaimana pernyataan yang dikeluarkan presiden RI bahwa endemik ganda narkoba dan HIV/AIDS telah mencapai keadaan yang mengkuatirkan eksistensi negara. Beliau menyarankan langkah antisipatif dengan 3T-nya: Tingkatkan kepemimpinan dan upaya pencegahan. Selain itu dengan dalih kedaruratan. pemanfaatan potensi ini akan beralih pada keadaan yang justru merugikan bahkan menghancurkan kehidupannya. Banyak pula pernyataan solutif yang diberikan para praktisi kesehatan. anjuran pemakaian jarum steril saat mengonsumsi narkoba. diambil langkah-langkah penyelesaikan seperti ATM kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS.dalam menemukan ide dan inovasi baru yang penuh kedinamisan. Dengan demikian remaja mampu memberikan keputusan tepat dan bertanggung jawab terhadap penggunaan organ reproduksinya. Ketika remaja kosong dengan tujuan hidup yang benar. Pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja sekarang sudah menjadi wabah yang setiap saat bisa melahirkan berbagai penyakit fisik dan psikososial. kemudahan sarana untuk melakukan aborsi aman yang sebenarnya justru akan memfasilitasi 22 . psikologi bahkan pemerhati remaja tentang cara terbaik bagaimana mencegah semakin menjamurnya kasus endemik ganda yang merusak generasi bangsa. Sebagian praktisi mengatakan remaja putri merupakan pihak yang sangat dikorbankan akibat pergaulan bebas ini Untuk itu perlu memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksinya sehingga remaja memahami tentang dirinya. profesional dan manusiawi.

PENYIMPANGAN SEKS PADA REMAJA Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak "kuper" dan "jomblo" yang biasanya jadi anak mama. Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan. "Banyak teman maka banyak pengetahuan". Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal. Mungkin mereka suka hura-hura. Ibarat fenomena gunung es dampak pergaulan bebas dan seks bebas yaitu meningkatnya pemakai narkoba. tidak terkecuali bidang seks. dan tentu saja ada yang bersikap terpuji. berkembangnya penyakit menular seksual terutama HIV/AIDS yang akan menghancurkan aset termahal bangsa ini.6.semakin berkembangnya seks bebas berikut juga dampaknya. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Sekali lagi kita selalu dihadapkan dengan kenyataan bahwa kenaikan kasus dampak dari pergaulan bebas yang terjadi di masyarakat terutama remaja semakin tidak terkendali. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang. 2. Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Kematangan organ reproduksi dan 23 . suka dengan yang berbau pornografi. organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada akhirnya akan mengalami kematangan.

Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi pada usia sekolah. biasanya jika terjadi kehamilan pada siswi. Pertama yaitu dari pihak sekolah. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal. lingkungan akan cenderung mencemooh dan mengucilkan siswi tersebut. perbedaan 24 .perkembangan psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu remaja tersebut. Kehamilan remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian pemerintah. Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita. Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja diluar pernikahan. Beberapa sebab kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga berencana. Siswi yang mengalami kehamilan biasanya mendapatkan respon dari dua pihak. Namun. alasan-alasannya tidak sepenuhnya dimengerti. maka yang sampai saat ini terjadi adalah sekolah meresponya dengan sangat buruk dan berujung dengan dikeluarkannya siswi tersebut dari sekolah. Karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagai individu dan bayi mereka namun juga mempengaruhi secara luas pada seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumber-sumber kesejahteraan.

).219 orang di dunia yang meninggal karena AIDS. Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan sampai Juni 2003 jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA (Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS) di Indonesia adalah 3.14%).088 orang.647 orang terdiri dari pengidap HIV 2. Dari data tersebut.1 Data dan Fakta HIV/AIDS Dilihat dari jumlah pengidap dan peningkatan jumlahnya dari waktu ke waktu. dilaporkan yang sudah meninggal karena AIDS secara umum adalah 394 orang (Subdit PMS & AIDS.559 dan penderita AIDS 1. Ditjen PPM & PL. sedangkan di 25 .I. Ini berarti bahwa jumlah terbanyak penderita HIV/AIDS adalah remaja dan orang muda. 19-24 berjumlah 930 orang (25. perasaan remaja akan ketidakamanan dan keinginan atau yang impulsifisitas. Diperkirakan setiap hari ada 8.budaya yang menempatkan harga diri remaja di lingkungannya. kelompok usia 15 19 berjumlah 151 orang (4. Depkes R. maka dewasa ini HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sudah dapat dianggap sebagai ancaman hidup bagi masyarakat Indonesia. 2. Selain masalah kehamilan pada remaja masalah yang juga sangat menggelisahkan berbagai kalangan dan juga banyak terjadi pada masa remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AIDS.6. sangat untuk ketergantungan kebutuhan. mendapatkan kebebasan. Dari jumlah tersebut.50%).

kawasan Asia Pacific mencapai angka1. Penularan HIV di Indonesia terutama terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman. Dari beberapa penelitian terungkap bahwa semakin lama semakin banyak remaja di bawah usia 18 tahun yang sudah melakukan hubungan seks.2 Remaja dan HIV/AIDS Penularan virus HIV ternyata menyebar sangat cepat di kalangan remaja dan kaum muda. FKUl-RSCM melaporkan bahwa lebih dari 75% kasus infeksi HIV di kalangan remaja terjadi di kalangan pengguna narkotika. 2. Beberapa penyebab rentannya remaja terhadap HIV/AIDS adalah 26 . artinya.10%) kasus). yaitu sebanyak 2. yaitu sebesar 815 (22. yang kelihatan atau dilaporkan hanya sedikit. melainkan hanya merupakan "puncak gunung es".3%) kasus dan melalui transfusi darah 4 (0.192orang. Para ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya bisa 100 kali lipat. Cara penularan lainnya adalah melalui jarum suntik (pemakaian jarum suntik secara bergantian pada pemakai narkoba. Data dan fakta tersebut belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya.6. sementara yang tidak kelihatan atau tidak dilaporkan jumlahnya berkali-kali lipat.112(58%) kasus. Jumlah ini merupakan kenaikan menyolok dibanding beberapa tahun yang lalu.

moralitas dan lainlain. 6. Informasi mengenai penularan dan pencegahan HIV/AIDS rupanya juga belum cukup menyebar di kalangan remaja. karena HIV/AIDS mempunyai periode inkubasi yang panjang. narkoba. termasuk penularan HIV/AIDS. Banyak remaja masih mempunyai pandangan yang salah mengenai HIV/AIDS. 2.1. alkohol. dan sebagainya yang disampaikan melalui berbagai media cetak atau elektronik. Adanya informasi yang menyuguhkan kenikmatan hidup yang diperoleh melalui seks. 4. Perubahan fisik dan emosional pada remaja yang mempengaruhi dorongan seksual. gejala awalnya tidak segera terlihat. Kurangnya informasi ini disebabkan adanya nilai-nilai agama. 27 . Adanya tekanan dari teman sebaya untuk melakukan hubungan seks. budaya. misalnya untuk membuktikan bahwa mereka adalah jantan. sehingga remaja seringkali tidak memperoleh informasi maupun pelayanan kesehatan reproduksi yang sesungguhnya dapat membantu remaja terlindung dari berbagai resiko. Resiko HIV/AIDS sukar dimengerti oleh remaja. termasuk melakukan hubungan seks dan penggunaan narkoba. 3. Kondisi ini mendorong remaja untuk mencari tahu dan mencoba-coba sesuatu yang baru. 5. Kurangnya informasi yang benar mengenai perilaku seks yang aman dan upaya pencegahan yang bisa dilakukan oleh remaja dan kaum muda.

6. Merupakan virus penyebab AIDS yang melemahka sistem kekebalan tubuh.3 Apa sih HIV dan AIDS? HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan kumpulan dari beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV sehingga orang yang telah terinfeksi HIV mudah diserang berbagai penyakit yang bisa mengancam hidupnya 2.6. melahirkan. melakukan hubungan seks berganti – ganti pasangan. atau proses penularan dari ibu ke bayi melalui proses : hamil.4 Perjalanan Infeksi HIV HIV menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. 2. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya remaja yang terkena HIV/AIDS tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. sehingga sulit dikontrol. dan menyusui. jarum suntik bekas pakai. jarum suntik yang tidak steril.7. Remaja pada umumnya kurang mempunyai akses ke tempat pelayanan kesehatan reproduksi dibanding orang dewasa. Setelah masuk dan menginfeksi manusia selama 2 minggu sampai 6 bulan ( 3 bulan pada 95% kasus) merupakan masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkal penyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIV Positif. Pada fase ini HIV sudah dapat ditularkan kepada orang lain walaupun hasil 28 . kemudian menyebar ke remaja lain.

Terpapar batuk atau bersin 5. Selama 3 – 10 tahun setelah terinfeksi HIV. Berenang bersama 4. Pelukan. Fase ini disebut fase jendela.2 tahun kemudian mulai timbul infeksi opportunistik ( penyakit lain yang muncul karena sistem kekebalan tubuh menurun).6. Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama 6. Baru setelah 1. ataupun Ciuman 3. Obat ARV ( Anti RetroViral ) yang diminum pada fase ini dapat menekan pertumbuhan HIV. Keringat. dan dapat beraktifitas seperti biasa. Akan tetapi obat ini tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh. Seseorang yang telah mengidap HIV Positif tidak akanmenampakkan gejala. Setelah melalaui fase jendela. Memakai toilet bergantian 2.tes masih negatif.5 Mengetahui status HIV Status HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV Sukarela  Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaan laboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV 29 . tampak sehat. Sentuhan. Gigitan nyamuk atau serangga lain 2. HIV tidak menular melalui 1.

 Konseling dan Testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan. pelayanan. dan sedini kebutuhan masing-masing • Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dari penularan HIV 2. Aborsi Dalam melakukan seks bebas para remaja selalu mengalami kehamilan yang memberikan dampak buruk bagi dirinya sendiri dan dengan mengalami kehamilan tersebut para remaja putus asa dan tidak tahan menagung beban yang ada pada dirinya sehingga mereka mengambil jalan pintas dengan melakikan Aborsi. rahasia. tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnyamManfaat Konseling dan Testing HIV Sukarela : • perawatan mungkin Mendapat sesuai informasi.  Odha harus minum obat ARV secara rutin pada jam tertentu setiap hari dan seumur hidup Sejak tahun 2007 terdapat 75 rumah sakit rujukan bagi Odha dis eluruh Indonesia yang menyediakan obat ARV 2. 30 .6 Sudah adakah obat untuk HIV?  Obat ARV (Anti Retro Viral) dapat mengendalikan pertumbuhan jumlah HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk memperpanjang usia hidup ODHA ( Orang dengan HIV dan AIDS)  Obat ARV tidak dapat menyembuhkan Odha karena tidak bisa menghilangkan HIV dalam tubuh.7.6.

Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut. Phd. 31 . Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah . Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita. kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan. pola makan yang salah dan keracunan. 2. Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. kandungan lemah. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.Kematian mendadak karena pendarahan hebat. Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. . (sebelum dapat lahir secara alamiah). Aborsi terbagi 2 : 1. penyebabnya.Aborsi atau abortus adalah penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya.

.Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik.Rahim yang sobek (Uterine Perforation).Kanker hati (Liver Cancer). .Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.Kanker indung telur (Ovarian Cancer).Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. . Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan 32 .Kanker leher rahim (Cervical Cancer). . .Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). . .Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).. . Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review. .Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. . Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. .

2 kali lebih tinggi ketimbang remaja lain yang lebih sedikit melihat eksploitasi seks dari media. alias buka paha tinggi-tinggi. Video klip lagu dangdut saja. 2. dimana saja.seks yang baik dan benar. para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja. Ditambah lagi. Akhirnya jangan heran kalau persepsi yang muncul tentang seks di kalangan remaja adalah sebagai sesuatu 33 . Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’. orang tua juga melakukan kesalahan dengan tidak memberikan pendidikan seks yang memadai di rumah. alias sekitar wilayah dada. Pada saat yang sama. maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar “sekwilda”. dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman seks yang salah dari media. jika mau berhubungan seksual. mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.8. Hal yang menyebabakan para Remaja masuk Pergaulan Bebas Banyak hal yang mendorong atau menyebabkan para remaja masuk pergaulan bebas. kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan seksual dari media cenderung melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun 2. Konyolnya. pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif. dan gambar “bupati”. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan. Sala satunya Dengan melihat tampilan atau tayangan seks di media. Secara umum. saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki.

Dengan mendapatkan temuan-temuan lain yang lebih konsisten. mungkin kita tak perlu menunggu lama untuk membuktikan bahwa media memiliki peranan penting dalam pembentukan norma seksual di kalangan remaja. sambungnya pengawasan orang tua harus diperketat. Oleh sebab itu. menurut hasil penelitian tersebut. para remaja yang terlanjur mendapat informasi seks yang salah dari media cenderung menganggap bahwa teman-teman sebaya mereka juga sudah terbiasa melakukan seks bebas. sehingga anak tersebut memperoleh perhatian dari orng lain dan orang tua yang BROKEN HOME. Selain itu para remaja juga bisa masuk kepergaulan bebas karena teman disatu lingkungan sudah terjerumus ke dalam pergaaulan bebas sehingga remaja tersebut terpengaruh dengan kebiasaan teman-temannya.yang menyenangkan dan bebas dari resiko (kehamilan atau tertular penyakit kelamin). misalnya kurang orang tua yang memperhatikan anaknya. 34 . anak-anak bisa saja berbohong. Parahnya lagi. Orang tua juga bisa menjadi penyebab para remaja masuk pergaulan bebas. Mereka akhirnya mengadopsi begitu saja norma-norma sosial "tak nyata" yang sengaja dibuat oleh media. Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan. sehingga anak tersebut menyadari bahwa tidak ada orang tua yang memperdulikan dan sayang terhadap dirinya lagi.

BAB 3 PEMBAHASAN Pergaulan bebas dikalangan remaja sekarang ini semakin meningkat sehingga mengakibatkan HIV. Jadi mengatasi dan demi mengurangi rusaknya anak remaja 35 . yang dapat merusak masa depan remaja dan menjadi pengaruh buruk dalam kehidupan.

anak-anak bisa saja berbohong. Ditingkat pergaulan dalam kondisi hari ini. orang tua harus lebih memperhatikan anaknya.saat ini maka diperlukan pencegahan kepada semua kalangan. Banyaknya kalangan remaja yang melakukan seks bebas. akibat perkembangan zaman. BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4. sambungnya pengawasan orang tua harus diperketat.Selain itu. ‘’Solusinya. kuatkan lagi ajaran agama. ‘’Orang tua dan anak harus selalu berkomunikasi. ‘’Menutup tempat maksiat itu jauh lebih penting demi generasi muda. Sehingga tahu persoalan anak. Baik di sekolah maupun di rumah agama merupakan kebutuhan pokok. dan tokoh masyarakat agar memfungsikan tugas-tugas sosialnya. ada jaringan tertentu yang menggiring anak-anak ke hal yang negatif.1 Kesimpulan  Akibat seks bebas antara lain : 36 . baik para pendidik. Oleh karena itu ki ta harus menghimbau untuk menutup tempat yang berbau maksiat.‘’Kita harus menanamkan nilainila agama sejak dini sehingga mereka memiliki kepribadian yang kuat agar tidak terpengaruh. ketika agama tidak lagi menjadi pokok dalam kehidupan banyak remaja yang terjebak dalam pergaulan bebas. orang tua. Oleh sebab itu. Tentu saja contoh perilaku orang tua sangat berperan dan semua sekolah-sekolah tanpa terkecuali memperkuat kembali kehidupan beragama.

b. 37 . c.a.2 Saran a. Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dapat merusak moral generasi muda. tetapi juga mengembangkan kemauan emosional agar dapat mengembangkan rasa percaya diri. moral dan etika.  Upaya mencegah pergaulan bebas : a. Bagi pemerintah Diharapkan memberi bimbingan dan penyuluhan kepada para pemuda agar tidak salah dalam memilih pergaulan. Pendidikan dan penyuluhan seksual. c. Menanamkan nilai agama. Penyuluhan kepada para remaja. Beresiko tertular penyakit menular seksual. d. Melakukan hubungan seksual secara bebas yang mengakibatkan kehamilan remaja/kehamilan sebelum nikah yang mempunyai resiko : Pengguguran kandungan/aborsi Rasa malu atau putus asa Terpaksa menikah b. Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya intelektual. 4.

c. DAFTAR PUSTAKA www.com// pengaruh pergaulan bebas dikalangan remaja/2010 38 .b. Bagi para remaja Isilah hidup dengan kegiatan yang positif dan jangan mencoba hal-hal yang memberikan kenikmatan sesaat.google. Bagi orangtua Diharapkan memberi kasih sayang tidak hanya limpahan materi saja tetapi perlu juga memperhatikan tingkah laku anak-anaknya agar tidak salah jalan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful