STRATEGI BERINVESTASI DI INDONESIA BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Masalah

Setelah deraan krisis multidimensi yang dialami oleh bangsa Indonesia, kita selalu berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan di berbagai hal. Dari segi pertumbuhan ekonomi, investasi adalah titik awal dari kesempatan untuk tumbuh. Dalam investasi dibutuhkan kejelian dan kepekaan terhadap apa yang dijadikan objek investasi. Dalam investasi, semua investor pasti menginginkan keuntungan yang besar dengan risiko yang relatif rendah atas investasi yang ia lakukan. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan melakukan analisis-analisis atau peramalan-peramalan. Investasi di pasar modal, investor harus memiliki data yang konfrehensif tentang apa yang dijadikan objek investasi, sekaligus pengetahuan dan serangkaian kemungkinan keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan risiko yang kecil. Ada tiga karakter perilaku para investor terhadap risiko, Karakter tersebut antara lain 1). Pengambil risiko (Risk seeker) 2). Penghindar risiko (Risk averter) dan 3). Acuh terhadap risiko (Indefferent). ( Weston, Fred and Thomas, Copeland). Dari ketiga karakter tersebut, karakter kedua sering terjadi dikarenakan pada hakikatnya investor adalah bukan makhluk sosial yang selalu mau rugi karena harus menanggung risiko. Oleh karena itu, investasi sangat sensitif terhadap perubahanperubahan yang bersifat global. Hal ini dicontohkan pada saat krisis ekonomi mulai tahun 1998 sampai sekarang ini. yang mana ada keterkaitan antara situasi dengan perilaku investor dalam meresponnya, dan ini wajar karena secara rasional investor harus pandai membaca peluang dan ancaman sebelum memutuskan investasinya terutama pertimbangan risiko yang dihadapi, dalam hal ini investor harus menyadari bahwa investasi yang dilakukan untuk mendapatkan return

1

mengandung

konsekuensi

adanya

risiko.

Mereka

secara

pasti

sebenarnya tidak tahu seberapa besar hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Untuk masalah investasi, suatu negara biasanya menyediakan pasar modal atau bursa efek beserta institusi pendukungnya. Pasar modal merupakan wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga profesi yang berkaitan dengan efek dan sekuritas. Produk yang diperjual belikan adalah sahamsaham atau efek-efek perusahaan yang telah listing di Bursa Efek kepada masyarakat pemilik Pada dasarnya kegiatan investasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Kedua investasi tersebut mengacu ke masa depan dalammemperhitungkan return on investment (ROI). Seperti diketahui masa depan adalah suatuyang tidak pasti dan ketidakpastian berarti suatu risiko dalam berbagai tingkatan tertentu.Walaupun mengandung risiko masa depan juga menjanjikan sesuatu yang lebih baik darimasa sekarang, sehingga banyak orang mau melakukan investasi. Kunci utama untuk berhasil dalam melakukan investasi di bursa efek adalah berkaitan dengan pemilihan strategi yang tepat agar investasi yang akan dilakukan memberikan hasil yang optimal. 2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah strategi apa yang harus diambil/diterapkan oleh para pemodal dalam melakukan investasi dananya di bursa Efek Jakarta (BEJ), agar hasil yang diperoleh optimal? 3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai strategi investasi yang dapat digunakan masyarakat pada umumnya dan para investor pada

2

3 . NilaiN relatif dari jenisjenis pendapatan tersebut akan bervariasi dengan pergerakan yang timbul dalam tingkat suku pasar. 4. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya saham adalah nilai sekarang (present value) dari pendapatan suku dalam seperti dari Bestial bunga nilai sebagai komponen discount rate dalam perhitungan saham dan tingkat suku bunga pasar yang digunakan nilai sekarang saham. 2) Bagi Mahasiswa. penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahanpertimbangan dalam melakukan investasi saham di bursa efek. yang bunga obligasi dan dividen saham. 2.khususnya dalam menginvestasikan dananya di bursa efek. Interest rate risk adalah variasi dalam pendapatan yang disebabkan oleh adanya perubahan dalam tingkat suku bunga pasar. penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pandangan lebih jauh tentang strategi investasi di bursa efek dan akhirnya dapat digunakan untuk membantu dalam menganalisis sekuritas. BAB II ISI I. TINJAUAN PUSTAKA 1) Menurut R. Jenis risiko ini biasanya muncul dalam Investasi menghasilkan current income.L Hagin (1979) ada 5 jenis risiko yang dihadapi pemodal dalam menganalisis investasi yaitu: 1. Liquidity risk merupakan risiko yang berhubungan dengan menjadi uang kas. Sehingga fluktuasi dalam tingkat suku bunga berjalan akan mempengaruhi pendapatan investasi. Manfaat Penelitian 1) Bagi para investor.

Investment risk merupakan risiko yang berhubungan dinamika permintaan dan penawaran sekuritas. konsep leading “polarized industry development” dalam pengembangan memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor kegiatan ekonomi lainnya di daerah. maka nilai secara riil akan lebih kecil dibandingkandengan nilai nominalnya. Sehingga kalau misalnya perusahaan gagal dalam bisnisnya. 4. Business risk merupakan risiko yang berhubungan dengan prospek bisnis untuk dari perusahaan (emiten) yang dalam mengeluarkan lingkungan saham. pariwisata dan perhotelan untuk Bali. yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat (keuntungan) tertentu sebagai hasil penanaman modal tersebut (21 : 23) 3) Menurut Suad Husnan (2001:17) menyatakan bahwa proses investasi menunjukan bagaimana investor seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas yaitu sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyak investasi tersebut dilakukan. Daerah Aceh memiliki dua industri andalan masing-masing industri yang 4 . minyak bumi dan kelapa sawit untuk Riau. 4) Menurut Perroux. 2) Menurut Sri Handaru Yuliati. pemodal akan ikut merasakan dampaknya. tekstil untuk Jawa Barat dan perbankan/lembaga keuangan untuk DKI Jakarta. Handoyo Prasetyo dan Fandy Tjiptono dalam buku mereka yang berjudul Manajemen Portofolio dan Analisis Investasi mengemukakan : Investasi dapat diartikan sebagai cara penanaman modal. baik langsung maupun tidak langsung. 5) Menurut analisis yang dilakukan oleh Brodjonegoro (1999). purchasing power risk merupakan risiko yang berhubungan dengan adanya inflasi. sehingga dapat mendorong pola pembangunan yang terpolarisasi di dalam wilayah suatu daerah. sebagai pioneer arsitek daerah. 5. fluktuasi harga sekuritas dan harapannya terhadap prospek perusahaan. seperti LNG untuk Aceh. terus Keberhasilan perusahaan tergantung dari kemampuan manajemen mengendalikan perusahaan yang berubah. Industri andalan ini biasanya berbentuk industri yang berorientasikan ekspor.3.Dengan adanya inflasi.

Sayangnya ada kendala keterbatasan cadangan minyak dan besarnya komponen impor bahan baku pupuk yang jika akan dikembangkan Propinsi lainnya. lebih lanjut menjadi terbatas sustainabilitynya. baik ke hulu maupun ke hilir. Keterkaitan growth center dan perekonomian daerah pernah banyak terjadi di banyak kawasan sebagaimana dilaporkan oleh Brian Berry (1969) dan Gordon Cameron (1970).menghasilkan produk minyak bumi dan pupuk. dan bahkan di Indonesia seperti di kawasan industri Makassar. PEMBAHASAN Investasi adalah setiap wahana dimana dana ditempatkan dengan harapan dapat memelihara dan atau menghasilkan hasil yang positif. yang merupakan salah satu syarat menuju terciptanya pasar efek yang efisien 5 . dan atau kegiatan tersebut telah cukup untuk menghasilkan external localization economies untuk industri-industri yang terkait. maka strategy pengembangan ancillary industry sudah dapat dicoba untuk dilaksanakan (Moriarty .1968) dan DF Darwent (1969). 7) Jika industri yang berorientasikan ekspor atau suatu leading industry dan dapat pula kawasan industri atau pelabuhan/airport menjadi cukup berkembang sehingga dapat menciptakan pasar untuk produkproduk lanjutan . Cirebon dan Semarang. Amerika Latin. walaupun sebenarnya banyak juga kasus-kasus kegagalan seperti terjadi di Malaysia.1980) II. Disamping rasa aman para investor perlu memperoleh keyakinan dan kepercayaan bahwa mereka dilayani berdasarkan profesionalisme dengan norma etika yang tinggi untuk itu para investor harus mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. dengan RCA index di atas satu. Demikian proses analisis seperti ini dapat dilanjutkan untuk Daerah 6) Niles M Hansen (1967.

Para investor menyadari investasi yang dilakukan untuk mendapatkan return mengandung konsekuensi adanya risiko.Menurut Sri Handaru Yuliati. Masa yang akan datang selalu penuh ketidakpastian. tujuan investor atau manajemen investasi dalam melakukan (rate of kegiatan return) investasi adalah memaksimalkan pendapatan tingkat investor keuntungan atau menaikkan nilai investasi awal. Untuk dapat membuat prediksi di masa yang akan datang diperlukan pengetahuan tertentu untukmenganalisis datadata ekonomi keuangan masa sekarang dan masa yang akan datang. obligasi. Tingkat keuntungan adalah persentase total dibandingkan dengan investasi awal yang diperoleh selama periode investasi Menurut Suad Husnan (2001:17) menyatakan bahwa proses investasi menunjukan bagaimana investor seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas yaitu sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyak investasi tersebut dilakukan. Mereka secara pasti sebenarnya tidak tahu seberapa besar hasil yang akan 6 . Risiko dan Ketidakpastian Pemodal ( investor) tidak dapat dipisahkan dengan harapan mendapatkan incomedi masa yang akan datang. baik langsung maupun tidak langsung. yang bertujuan sebagai untuk hasil mendapatkan manfaat (keuntungan) tertentu penanaman modal tersebut (21 : 23) Namun. Atas dasar itu dibuatlah keputusan investasi di mana pendapatan yang belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan. deposito atau investasi lainnya harus mengetahui risiko yang akan timbul pada investasi tersebut. Handoyo Prasetyo dan Fandy Tjiptono dalam buku mereka yang berjudul Manajemen Portofolio dan Analisis Investasi mengemukakan : Investasi dapat diartikan sebagai cara penanaman modal. inilah yang menimbulkan risiko bagi pemodal. sehingga pemodal perlu membuat perkiraan atau prediksi. A. Pemodal yang akan menanamkan dananya pada saham.

Sedangkan menurut R. 3. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya saham adalah nilai sekarang (present value) dari pendapatan suku 7 . yaitu risiko bagi pemodal yaitu bertindak secara emosional dalam menghadapi harga saham berdasarkan optimisme dan pesimisme dapat mengakibatkan kenaikan atau penurunan harga saham. Risiko finansial. yang bunga obligasi dan dividen saham. Namun demikian mereka dapat memperkirakan berapa keuntungan yang diharapkan dan seberapa besar kemungkinan hasil yang sebenarnya nanti akan menyimpang dari yang diharapkan. NilaiN relatif dari jenis-jenis pendapatan tersebut akan bervariasi dengan pergerakan yang timbul dalam tingkat suku pasar. Risiko pasar. Keuangan manajemen perusahaan negara. Jenis risiko ini biasanya muncul dalam Investasi menghasilkan current income.L Hagin (1979) ada 5 jenis risiko yang dihadapi pemodal dalam menganalisis investasi yaitu: 1. Portofolio tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko. pemodal dihadapkan oleh adanya beberapa risiko antara lain: 1. 2. Melalui portofolio saham mereka berusaha memaksimalkan keuntungan yang diharapkan dari investasi dengan tingkat risiko tertentu atau berusaha meminimalkan risiko untuk sasaran tingkat keuntungan tertentu. yaitu risiko yang diderita oleh pemodal sebagai akibat dari ketidakmampuan emiten memenuhi kewajiban pembayaran dividen/bunga serta pokok investasi. Interest rate risk adalah variasi dalam pendapatan yang disebabkan oleh adanya perubahan dalam tingkat suku bunga pasar. yaitu risiko akibat menurunnya harga pasar secara substansial baik keseluruhan saham maupun saham tertentu akibat perubahan tingkat inflasi ekonomi.diperoleh dari investasi yang dilakukan. Perubahan atau kebijaksanaan pemerintah. Upaya melakukan diversifikasi dapat diwujudkan dengan cara mengombinasikan berbagai pilihan saham dalam investasinya. Dalam melaksanakan investasi. Risiko psikologis.

terus Keberhasilan perusahaan tergantung dari kemampuan manajemen mengendalikan perusahaan yang berubah. maka nilai secara riil akan lebih kecil dibandingkandengan nilai nominalnya. Sehingga fluktuasi dalam tingkat suku bunga berjalan akan mempengaruhi pendapatan investasi. pemodal akan ikut merasakan dampaknya. Penghasilan dasar pertama memenuhi kebutuhan seperti pangan.Dengan adanya inflasi. unsur-unsur tersebut akan muncul. Dalam setiap proses pengambilan keputusan investasi. B. Proses psikologis seorang akan pemodal. mengalokasikan dana yang dimilikinya. Sehingga kalau misalnya perusahaan gagal dalam bisnisnya. Liquidity risk merupakan risiko yang berhubungan dengan menjadi uang kas. pada umumnya mengikuti urutyang sama. digunakan sandang. 2. Dalam untuk papan.dalam seperti dari Bestial bunga nilai sebagai komponen discount rate dalam perhitungan saham dan tingkat suku bunga pasar yang digunakan nilai sekarang saham. Determinasi Investasi Setiap keputusan investasi melibatkan lima unsur pokok yang dapat disebut determinasi investasi. Kelima unsur-unsur tersebut adalah: 1. Business risk merupakan risiko yang berhubungan dengan prospek bisnis untuk dari perusahaan (emiten) yang dalam mengeluarkan lingkungan saham. kesehatan. apakah secara eksplisit atau implisit. disadari atau tidak. yaitu investasi dengan tingkat keamanan yang tinggi dan tingkat keuntungan yang 8 . pendidikan dan rekreasi. 4. Investment risk merupakan risiko yang berhubungan dinamika permintaan dan penawaran sekuritas. Kondisi Pemodal (investor) Kondisi pemodal meliputi kondisi keuangannya dan sikap terhadap urutan risiko. Lapisan penghasilan yang berikut diatasnya akan digunakan untuk core investment. 3. 5. purchasing power risk merupakan risiko yang berhubungan dengan adanya inflasi. fluktuasi harga sekuritas dan harapannya terhadap prospek perusahaan. diolah secara sistematis atau tidak.

maka penampilan perusahaan akan membaik juga dan dengan demikian harga saham diharapkan akan menjadi baik. Berkembangnya perekonomian. Pemodal pada umumnya memiliki motif investasi yang tidak tunggal. pendapatan. yang merupakan saham perusahaan yang berkembang dan tingkat pertumbuhan lebih cepat dari trend ekonomi umumnya ditandai oleh pemasaran yang agresit. dividend yield lebih rendah serta price earning ratio yang tinggi. konstruksi dan eletronik pada umumnya berfluktuasi bersama siklus ekonomi. Media Investasi Media investasi sebagai unsur yang ketiga menyodorkan pilihan antara real assets dan financial assets. Namun intensitas motif-motif seperti keamanan. cenderung menggeser objek investasi dari real assets seperti tanah dan emas ke arah financial assets baik di pasar uang maupun di pasar modal. R & D oriented. 3. pertumbuhan. Saham sebagai objek investasi utama di pasar modal memiliki berbagai karakteristik yang memungkinkan seorang pemodal mempunyai pilihan yang tepat.terukur. juga ditentukan oleh jumlah dana yang ia miliki. Apabila kondisi perekonomian membaik. fasilitas pajak dan spekulasi. Sedangkan seorang pemodal yang konvensional mungkin akan 9 . Flow back ratio yang tinggi. baru ia bisa mengarahkan dananya untuk investasi yang lebih agresif. yaitu investasi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dan potensi pendapatan yang lebih tinggi pula. yang merupakan saham dari perusahaan yang besar atau ia lebih memilih Growth stocks. automotive. Motif Investasi Unsur yang kedua adalah motif investasi. Sikap seseorang terhadap risiko dipengaruhi oleh kondisi keuangan. seorang pemodal dapat memilih blue chips stock. Apakah seseoran bersifat berani menghadapi risiko (risk seeker). selain ditentukan oleh umur dan tempramen. berbeda dari pemodal yang satu dengan pemodal yang lain. Seandainya seorang pemodal miliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi lagi. Untuk menyebut sebagian karakteristik tersebut. netral (risk neutral) atau menghindari risiko (risk Averter). Seorang pemodal yang lebih spekulatif mungkin memilih cylical stocks. Perusahaan yang bergerak di bidang real eatate. 2.

Pendapatan dari selisih penjualan saham dapat saja bernilai negatif. jika harga jual saham di bawah harga belinya (capital loss). Ada dua cara untuk merealisasikan potensi keuntungan di atas. sedangkan pendapatan dividen tidak bisa negatif. Dividen perusahaan sangat berkaitan dengan performance perusahaan. tidak hanya nilai intrinsik suatu saat tetapi juga adalah harapan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan pemegang saham di masa yang akan datang. 10 . melahirkan dua aliran dalam disiplin securities analysis. PER dapat dihitung dengan membagi harga saham pada suatu saat dengan Earning per share (EPS) suatu periode tertentu. atau bahkan seringkali di atas rata-rata pada saat resesi. Ada berbagai model yang populer dalam fundamental analysis. yaitu saham dari perusahaan yang bertahan.memilih defensive stocks. Pendekatan Price Earning Ratio (PER). Unsur spekulasi sangat berperan dalam jual-beli saham. Model dan teknik Analisis Ada dua potensi keuntungan dari investasi di Bursa Efek. seorang fundamentalis memcoba mempelajari hubungan antara harga saham dengan kondisi perusahaan. Kedua cara tersebut di atas sungguh sebuah formulasi yang sederhana. Alasannya adalah bahwa nilai saham mewakili nilai perusahaan. 4. tetapi tak mudah untuk dilaksanakan. 2) membeli efek pada saat harganya murah dan menjual setelah harganya naik. Fundamental analysis mempunyai anggapan bahwa setiap pemodal adalah makhluk rasional. yaitu: fundamental analysis dan technical analysis. sedangkan capital gain tidak begitu dipengaruhi oleh performance perusahaan. yaitu dividen dan capital gain. Karena itu. Usaha konkrit untuk menerjemahkan formulasi itu ke dalam suatu model analisis yang sistematis. antara lain: a. yaitu: 1) membeli efek yang dalam jangka panjang menunjukkan performance yang lebih baik dari sekian banyak alternatif yang ada di pasar modal.

. Pada pendekatan ini harga saham dihitung dengan cara: Ekspektasi dividen per saham (EDP) Harga Saham = Yield Jadi apabila EDP adalah Rp 150. Pendekatan Net Assets Value Pendekatan ini menghitung nilai buku suatu saham yang menggambarkan nilai klaim atas fisik perusahaan. Sebagian pemodal mengambil perbandingan dengan PER dari perusahaan sejenis.000. Apabila pemodal mempunyai rate of return sebesar 10%.-.. maka PER maksimum adalah 1/10% = 10 X b.Harga Saham PER = Expected Earning per share Jadi Apabila EPS suatu perusahaan adalah Rp 1. Pendekatan Dividen Yield. Pemodal yang konvensional sering menetapkan PER maksimum dengan menggunakan angka dari minimum required rate of return (tingkat keuntungan minimal yang diharapkan).dan harga sahamnya Rp 20. Tidak ada suatu standar yang pasti berapa PER yang wajar bagi suatu saham. maka PER = 20 X.000.dan yield yang di inginkan adalah 5% pertahun. maka: 750 Harga saham = `5% = Rp 15.c. dengan formula sebagai berikut: Nilai Assets Nilai Buku = Jumlah Saham Beredar 11 .000.

Technical Analysis sebagai aliran yang kedua. Model ini pada intinya menggambarkan bahwa harga saham selalu akan berfluktuasi naik dan turun. menyatakan bahwa pemodal adalah makhluk yang irrasional. Beberapa pialang di Bursa Efek Jakarta memiliki patokan bahwa harga saham maksimum tidak boleh melebihi tiga kali nilai buku.Jadi kalau nilai asset bersih suatu perusahaan adalah Rp 100 milyar. Para teknikalis menggugat bahwa kalau harga saham dipengaruhi semata-mata oleh kondisi perusahaan. Pada kondisi yang ekstrim seorang pemodal tidak memerlukan informasi mengenai perusahaan. Salah satu model yang populer pada technical analysis adalah apa yang disebut support level and resistance level. bukan hanya sekedar kehilangan rasionalitasnya tetapi juga seringkali melebur identitas pribadinya kedalam identitas kolektif. Harga saham sebagai dan komoditas perdagangan. kenapa harga saham berubah setiap saat padahal kondisi perusahaan dan prospeknya belum tentu berubah.. Jika pada periode tertentu harga-harga saham tiba-tiba turun. maka situasi ini akan mendorong para pemegang saham untuk ramal-ramal menjual sahamnya. Pada titik ini para pemodal mulai merasa bahwa harga saham sudah cukup rendah untuk dibeli dan akhirnya banyak pemodal yang mulai membeli saham dan situasi mass behaviour akan mendorong 12 . Seorang individu yang bergabung kedalam suatu massa. hingga mencapai suatu titik yang disebut support level. gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manifestasi dari kondisi psikologis pemodal. Akibatnya terjadi over supply yang mengakibatkan downward pressure. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behavior. Hal yang pasti adalah naik dan turunnya harga ada batasnya (batas atas dan batas bawah). Sepanjang pemodaL membeli saham pada saat harganya rendah dan menjual saham pada saat harganya tinggi. maka nilai buku saham tersebut adalah Rp 4. maka pemodal tersebut akan memperoleh keuntungan. Pada tentu dipengaruhi oleh permintaan penawaran.000. dan jumlah saham yang beredar 25 juta lembar saham.per lembar saham. Dan harga akan terus turun.

Meskipun demikian. yang melakukan strategi Strategi investasi yang disarankan adalah membuat portofolio saham. sehingga harga saham akan mulai melonjak sampai pada ressistance level (batas atas). Ketidakpastian itu dalam teori risiko dalam portofolio disebut risiko yang sistematik. 1) Strategi untuk menarik minat Investor dalam Berinvestasi a.terjadinya pemodal permintaan yang merasa yang tinggi. Menurut Perroux. sebagai pioneer arsitek konsep “polarized development” dalam pengembangan daerah. untuk adalah dapat mengurangi ketidakpastian investasi. Pada titik ini dapat merealisasikankeuntungannya menjual saham-sahamnya. leading industry memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor kegiatan ekonomi lainnya di 13 . seperti : perkembangan stabilitas politik atau keamanan berinvestasi. perkembangan tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta pertumbuhan ekonomi. Industri andalan yang akan dikembangkan biasanya merupakan kegiatan usaha atau industri di daerah yang memiliki keunggulan daya saing dibandingkan dengan kegiatan sejenis di daerah pesaing lainnya. Strategi Investasi Perkembangan investasi dalam saham adalah fluktuatif dan spekulatif. karena secara empiris. Alternatif dihadapi investor. return yang diperoleh investor masih memiliki ketidakpastian karena risiko sistematik merupakan risiko yang ditimbulkan oleh faktor makro ekonomi yang tidak bisa diramalkan secara pasti. investasi dalam saham di pasar modal sering masuk pada kondisi ketidakpastian karena mengikuti variabelvariabel ekonomi yang bersifat makro. 5. Strategi Pengembangan Leading/ Key Industry Strategi pengembangan industri andalan merupakan strategi pembangunan daerah yang paling favorit untuk dilaksanakan.

Industri andalan yang dikembangkan di daerah diharapkan akan mendorong proses pertumbuhan ekonomi daerah. Industri kunci yang telah mature perlu segera dicarikan penggantinya. dengan RCA index di atas satu. Agar proses ini dapat terlaksana Pemerintah Daerah dapat memberikan berbagai kemudahan dan sistem insentif investasi yang merangsang agar industri andalan ini dapat berkembang. minyak bumi dan kelapa sawit untuk Riau. Daerah Aceh memiliki dua industri andalan masing-masing industri yang menghasilkan produk minyak bumi dan pupuk. antara lain dengan mengembangkan lebih lanjut industri hilir dan industri-industri penunjang. Sayangnya ada kendala keterbatasan cadangan minyak dan besarnya komponen impor bahan baku pupuk yang jika akan dikembangkan lebih lanjut menjadi terbatas sustainabilitynya. sehingga pada akhirnya akan meningkatkan sumber pendapatan di daerah tersebut baik dalam bentuk pendapatan perusahaan dan rumah tangga maupun pendapatan dari pajak daerah. mengingat kemunduran dalam perkembangan penjualannya dapat 14 . Industri andalan ini biasanya berbentuk industri yang berorientasikan ekspor. tekstil untuk Jawa Barat dan perbankan/lembaga keuangan untuk DKI Jakarta. Keunggulan daya saing industri andalan dapat dipertahankan sepanjang industri tersebut dapat mendorong terbentuknya berbagai penghematan eksternal (external economies). Pemberian sistem insentif tersebut perlu dikaitkan dengan kemampuan industri ini melakukan kegiatan R&D dan inovasi agar proses multiplier terhadap perekonomian daerah dapat terus dipelihara dalam jangka panjang. Menurut analisis yang dilakukan oleh Brodjonegoro (1999). seperti LNG untuk Aceh. sehingga dapat mendorong pola pembangunan yang terpolarisasi di dalam wilayah suatu daerah. Salah satu metode untuk menyeleksi industri andalan yang memiliki daya saing adalah dengan “revealed comparative advantage”(RCA). Demikian proses analisis seperti ini dapat dilanjutkan untuk Daerah Propinsi lainnya..daerah. pariwisata dan perhotelan untuk Bali..

dan Friedmann (l966). Sebaiknya suatu daerah tidak mengandalkan hanya pada satu industri kunci. transit site. sebagaimana dibahas oleh Niles M Hansen (1967. Kelemahan utama dari strategi pembangunan leading industry ini adalah ancaman terhadap kemungkinan terpolarisasinya pembangunan daerah hanya pada wilayah core yang terbatas. Para perintis model strategi pembangunan daerah ini antara lain adalah Hirschman (1958).mempengaruhi kinerja keuangan daerah. Keterkaitan growth center dan perekonomian daerah pernah banyak terjadi di banyak kawasan sebagaimana dilaporkan oleh Brian Berry (1969) dan Gordon Cameron (1970). Strategi ini antara lain menekankan pentingnya program penyediaan fasilitas kota atau infrastruktur untuk suatu kawasan industri pada lokasi atau tempat strategik (ports. seperti halnya Sumbar dengan PT Semen Padangnya dan Irian Barat dengan PT Freeport Indonesianya. intersection dekat dengan lokasi growth center). Lyod Rodwin (1963). Hal ini sudah terbukti dengan kehadiran PT Caltex di Dumai. Amerika Latin. Tetapi sebaliknya pilihan industri kunci ini jangan terlalu banyak mengingat kemampuan daya serap yang terbatas dari perekonomian lokal dalam mensupply tenaga kerja trampil dan dalam penyediaan sarana/prasarana. walaupun sebenarnya banyak juga kasus-kasus kegagalan seperti terjadi di Malaysia. Strategy Growth Center Strategi growth center pernah populer dikalangan arsitek pembangunan kota pada tahun 1960 dan 1970.1968) dan DF Darwent (1969). 15 . b. Doktrin growth center ini kemudian berkembang pesat . dan bahkan di Indonesia seperti di kawasan industri Makassar. PT Freeport Indonesia di wilayah Irian Jaya dan mega proyek lainnya di pelosok daerah Indonesia. Cirebon dan Semarang.

1995). dan memanfaatkan pengembangan ancillary industries yang memiliki keterkaitan dengan leading industry elektronika di negara tetangga. Kawasan Silicon Valley telah dikembangkan sedemikian rupa dan dihubungkan dengan pemanfaatan aglomerasi dalam industri terkait dalam industri komputer. North Carolina State University dan Duke University menjadi lokasi favorit untuk riset di bidang kedokteran. North Carolina Research Triangle Park yang memanfaatkan kedekatan terhadap lokasi tiga universitas besar masing masing University of North Carolina at Chapel Hill.lapangan terbang Kemayoran sebagai cyber-city merupakan contoh-contoh pengembangan strategi investasi growth center abad ke 21. . dan elektronik (Scott. British Science Park di Inggris walaupun manfaatnya masih sedang dikaji ulang (Gower. 1990). Keberhasilan pengembangan Pulau Batam adalah karena lokasinya yang strategis dekat dengan tranfer-points perdagangan antar negara di Singapura.Strategi growth center telah banyak berhasil di Indonesia antara lain dengan dibangunnya kawasan Pulau Batam (BIDA. Hal yang serupa banyak dilakukan di negara maju kawasan industri otomotif di Jepang. c. obat-obatan dan penyakit kanker. Sedangkan untuk kawasan industri Pulogadung pada saat ini sedang menghadapi permasalahan struktural karena meningkatnya “external diseconomies” dan “urbanization diseconomies “dari kota Jakarta. chips. Pada saat ini konsep pengembangan ekonomi daerah melalui pendekatan growth center telah berkembang dengan sangat pesat dan diujicobakan di berbagai tempat strategis di dunia. disamping tentunya hasil kerja keras dari para pimpinan puncak manajemen pengelola kawasan Batam. Banyaknya obyek wisata baru yang dikembangkan turut pula mendorong keberhasilan tersebut. Strategi Pengembangan Ancillary Industry 16 . 2000) dan kawasan industri di Pulogadung-Jakarta. proyek high-tech corridor dari PM Mahatir di Kuala Lumpur dan yang paling akhir rencana pengembangan lokasi ex. khususnya di sekitar lokasi kawasan tersebut.

Ancillary industry tertarik untuk datang ke suatu daerah karena penghematan ongkos angkut. di 1987). antara lain perusahaan-perusahaan komunikasi. Alasan lainnya adalah karena labor pool. produksi Los Angeles (Scott. Selanjutnya kehadiran ancillary industry ini dapat menciptakan external localization economies di wilayah tersebut. tumbuh daerah. jasa profesi dan pengiriman/pengangkutan dan mendorong di pendapatan berkembangnya kegiatan dan perekonomian menambah penerimaan Contoh terbaik dalam sukses strategi investasi ini dijumpai dalam pengembangan industri semiconductor di kompleks produksi SiliconValley. Hal ini banyak kita jumpai pada industri kertas semen.Jika industri yang berorientasikan ekspor atau suatu leading industry dan dapat pula kawasan industri atau pelabuhan/airport menjadi cukup berkembang sehingga dapat menciptakan pasar untuk produk-produk lanjutan . seperti halnya dalam kasus dimana baik leading dan ancillary industry menggunakan bahan baku atau produk intermediate yang sama dalam proses produksi mereka. karoseri kendaraan.1980). areal Beberapa tersebut produksi pengamatan telah atas keberhasilan strategi ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (a) semiconductor di sekitar mendorong dapat menjamurnya kelahiran para pemasok bahan baku maupun para subkontraktor kompleks sehingga 17 . yaitu industri ancillary berlokasi dekat dengan leading industry karena dapat dengan mudah menggunakan tanaga kerja dengan ketrampilan dan pengetahuan yang sama dengan upah yang relatif rendah. maka strategy pengembangan ancillary industry sudah dapat dicoba untuk dilaksanakan (Moriarty . sekaligus Seluruh yang kegiatan ekspor kapasitas memberikan ini dapat jasa pemeliharaan. dan atau kegiatan tersebut telah cukup untuk menghasilkan external localization economies untuk industri-industri yang terkait. bahan baku cat. daerah pelayanan bisnis. baik ke hulu maupun ke hilir. percetakan dan sebagainya.

Hal ini dapat kita jumpai dalam kegiatan investasi di 18 . Jaminan ini sangat diminta oleh para investor maupun calon investor dalam kegiatan investasi yang jangka waktu pengembalian modal yang ditanamnya cukup lama. d. cepat dan murah. pengolahan data. Memphis International airport.menciptakan agglomeration economies. dan jasa public relations. Kemajuan pesat aplikasi strategi ini banyak dijumpai di beberapa tempat sekitar lapangan terbang yang menghubungkan akses kota-kota di dunia dengan mudah. Pemerintah kurang berhasil dalam memberikan jaminan bahwa peraturan yang telah ditetapkan dalam kegiatan investasi dan usaha akan tetap dipegang walaupun sistem pemerintahan berubah. akuntansi dan auditing. sehingga pada saat ini terjadi ancaman naiknya agglomeration diseconomies. Kepastian Hukum dan Kebijakan Insentif Salah satu faktor yang terpenting dalam upaya menarik investor ke daerah adalah adanya jaminan kepastian hukum dalam menjalankan usaha. seperti pengusaha manufaktur komputer dan televisi. (b) kompleks ini juga merupakan daya tarik untuk datangnya industri pengguna peralatan semiconductor. iklan. Dallas-Fort International airport. Pengalaman selama masa orde Baru. Chicago’s O’Hare airport dan lapangan-lapangan terbang internasional lainnya. hukum. Lokasi airport disamping memberikan akses pasar dunia juga pada saat yang sama dapat diperoleh penghematan agglomeration karena kehadiran jasa profesional dalam bidang konsultan. Kasarda (1999) baru-baru ini mengamati kecenderungan perusahaanperusahaan klas dunia yang bersaing menurut waktu (time-based competition) banyak memindahkan lokasi usahanya disekitar lokasi tempat lapangan terbang Dulles airport. Kepesatan pengembangan kompleks produksi ini sayangnya tidak diantisipasi oleh Pemerintah Daerah dalam hal penyediaan labor dan perumahan serta cara-cara menanggulangi kerusakan lingkungan hidup.

tetapi juga karena underwriter Biasanya tidak akan membiarkan harga jatuh pada minggu pertama pasar sekunder. sedangkan yang terendah adalah saham PT. baik karena perusahaan tersebut berada pada growing sector industry atau karena sifat usaha dan produknya yang strategis.bidang eksplorasi minyak bumi dan hasil tambang. Delta Djakarta sebesar 140. Keyakinan itu bukan saja dilandasi oleh data fundamental yang up to date dan akurat yang dimuat dalam prospektus pada saat emisi. Harga penawaran merupakan hasil negosiasi emiten dengan penjamin emisi. serta kegiatan-kegiatan high-tech industries. industri berat.12%. jual begitu masuk pasar sekunder Para pemburu agio di Bursa Efek Jakarta berkeyakinan bahwa harga akan naik begitu suatu emisi saham dicatatkan di bursa. apartemen dan gedung bertingkat. perkebunan. Jadi harga di pasar perdana pada tahap awal pencatatan saham menyangkut secara langsung reputasi underwriter.81%. 2) Strategi Investasi di Bursa Efek Jakarta Kunci utama untuk sukses dalam investasi di bursa efek adalah pemilihan strategi yang tepat agar investasi yang dilakukan memberikan basil yang optimal Beberapa strategi yang dapat digunakan oleh para pemodal dalam melakukan investasi di bursa efek antara lain adalah: a) Beli di pasar perdana. selama minggu pertama di bursa selama minggu pertama di bursa mengalami kenaikan harga rata-rata 14. Kenaikan tertinggi dialami oleh saham PT. Saham perusahaan IBM pada awal tahun 70-an masih berharga $ 40 di New York Stock 19 . b) Beli dan Simpan Pemodal yang yakin bahwa suatu perusahaan akan berkembang dalam jangka panjang.43%. kawasan industri. Jakarta International Hotel sebesar 10. Sebagai ilustrasi yang mendukung sepenuhnya keyakinan tersebut adalah dari 5 emisi saham selama periode tahun 1988-1989. dapat melakukan strategi beli dan simpan.

pemodal yang membeli saham PT. Strategi ini mengharuskan pemodal mengikuti gerakan pasar dari dekat setiap saat. Pemodal yang sabar dapat memilih strategi into Kesabaran sangat dibutuhkan di sini karena mungkin diperlukan waktu yang cukup lama sampai masyarakat menyadari adanya potensi keuntungan pada saham tersebut. khususnya pada saham-saham berpindah dari satu saham yang diperkirakan harganya akan turun ke saham yang diperkirakan harganya akan naik.dan menyimpan 1988. Ekstensifikasi pemakaian komputer sampai akhir pada awal tahun 70-an telah menaikkan saham IBM menjadi $ 600 pada akhir tahun 1973. akan memperoleh laba rata-rata 27% pertahun. Demikian juga para analis. Dengan memanfaatkan yang aktif.Exchange (NYSE). saham-saham yang aktif adalah saham yang dapat dibeli oleh pemodal asing. Di Bursa Efek Jakarta. beberapa saham yang tidak bisa dibeli 20 . nilai kekayaannya meningkat hampir dua puluh kali lipat dalam kurun waktu Sembilan tahun. Contoh yang lebih ekstrim. Kecenderungan ini bisa dimengerti karena saham perusahaan yang tidak aktif. Richardson Visks Indonesia pada pasar perdana Pebruari 1980 pada harga Rp. merupakan saham yang tidur dan cenderung undervalued. Di Bursa Efek Jakarta. Saham yang tidak mendapat perhatian masyarakat pemodal. tecnical pemodal information. c) Strategi Berpindah Pemodal yang lebih spekulatif cenderung berpindah dari saham yang satu ke saham yang lain dengan memanfaatkan perbedaan siklus harga individual. Di Bursa Efek Jakarta. tidak menyangkut minat dan kepentingan orang banyak.. terutama perusahaan kecil. Saham yang boleh dibeli oleh pemodal asing adalah saham dari perusahaan yang modal disetornya mayoritas (yaitu 51% atau lebih) dimiliki oleh pemodal Indonesia. seorang pemodal yang membeli saham di pasar perdana dan menyimpannya sampai akhir 1988. 3000. d) Pilih Saham yang Tidur Mass media cenderung diskriminatif terhadap saham perusahaan yang tidak aktif.

sedangkan saham PT. Multi Bintang miliki keunggulan dalam banyak hal seperti besarnya laba. f) Belilah Pasar Strategi ini mungkin tidak tepat untuk disebut sebagai suatu strategi.000. Kedua perusahaan tersebut sama-sama bergerak di bidang produksi minuman dan sahamnya sama-sama memiliki nilai nominal Rp.-. 5. Strategi investasi dengan demikian adalah memilih saham yang terbaik pada industri tersebut. e) Kosentrasi Pada Industri Sebagian pemodal memusatkan perhatiannya pada perkembangan industri tertentu. Multi Bintang. Sahamsaham di Bursa Efek Jakarta yang tercatat sama sekali Belum representative mewakili industri.. Seorang pemodal dikatakan melakukan strategi buying the market. 9. Di industri tekstil. trend industri dan sebagainya.-. mekanisme kerja dari perusahaan yang berada pada industri tersebut. Delta Djakarta dan saham PT. Dari laporan keuangan tiga tahun terakhir kita bisa melihat bahwa PT. laba per saham (EPS) dan dividen Per saham Namun karena saham PT. Pemodal yang tidak mampu atau tidak sempat melakukan analisis cenderung mempercayakan investasinya pada trend pasar. perusahaan sektor yang pertumbuhannya agrobisnis Paling jasa stabil. catatan harga saham menunjukkan Agustus 1989. Pada hari Jum'at tanggal 4 dibeli oleh pemodal asing. dan keuangan merupakan sektor yang tingkat hanya tahun-tahun terakhir ini. 1000.oleh pemodal asing cenderung menjadi saham yang tidur. Mungkin karena ia lebih mengetahui kondisi. Sebagai ilustrasi dapat dikemukakan perbandingan antara saham perusahaan PT. Delta Djakarta dapat situasi yang terbalik. Merupakan Indonesia. 21 . Delta tercatat Djakarta harga Rp. maka akan semakin banyak instrumen yang dipilih. Statistik dari berbagai modal di mancanegara membuktikan bahwa perusahaan besar yang bergerak di bidang utilities seperti ATT. Namun dengan semakin melakukan banyaknya perusahaan yang go public.800. Multi Bintang hanya sebesar Rp. saham PT.

Unit Umum Jenis ini mencoba mengkombinasikan unsur pendapatan dan pertumbuhan. Investment trust akan melakukan diversifikasi investasi untuk mencapai tujuan dari pembentukan dana. g) Mutual Fund/Unit Trust Strategi yang lebih aman bagi pemodal yang belum berpengalaman adalah mempercayakan dananya kepada lembaga profesional yang disebut investment trust. tetapi dapat berupa saham yang tergabung dalam down average atau 500 Standar & Poor dan semacamnya. maka ia akan memperoleh laba pada tingkat rata-rata pasar. 3. maka ia akan menderita kerugian. satu-satunya investment trust yang beroperasi saat ini adalah PT. Unit Saham Jenis ini baru diperkenalkan pertama kali pada akhir Juni 1989 yang lalu. Strategi seperti ini hasilnya gampang dimonitor.apabila ia membagi dananya secara relatif proporsional ke dalam saham-saham yang ada di pasar. Di Indonesia. yaitu: 1. Karena itu unit saham di dukung oleh saham-saham yang menurut 22 . 2. dana ini membayar dividen yang tetap secara berkala. Motif utamanya adalah memaksimumkan pertumbuhan. juga pada tingkat ratarata pasar.Danareksa telah memasarkan tiga jenis sertifikat. Sebaliknya apabila trend pasar menunjukkan penurunan. Danareksa. Unit Pendapatan Unit ini sebagian besar didukung oleh obligasi. Didukung oleh saham-saham dan money market instruments. Apabila trendpasar menunjukkan kenaikan. karena itu unsur stabilitas pendapatan dan keamanan menjadi motif utama. PT. namun secara umum setiap usaha pembentukan well diversified portfolio secara eksplisit bertujua memaksimumkan keuntungan pada tingkat risiko tertentu atau meminimumkan risiko dengan tingkat keuntungan yang relatif stabil. namun pemodal masih bisa mengharapkan potensi pertumbuhan. Intensitas tujuan dari suatu dana bisa berbeda. Pengertian pasar di sini tidak harus identik dengan seluruh saham yang tercatat.

Dalam menyimak perkembangan suatu perekonomian selalu ada faktor yang uncontrollable dan unpredictable. Tidak ada seorang pemodalpun mekanisme yang pasar. Secepat ia masuk secepat itu pula ia keluar apabila suatu pasar tidak lagi menjanjikan potensi keuntungan. tidak henti-hentinya melakukan riset untuk mencari new emerging markets sebagai objek investasi mereka. Dibidang dari syarat-syarat yang diperlukan. Strategi investasi yang analisis efek. Namun dana asing yang masuk ke pasar modal adalah dana yang paling volatile. maka pemodal domestik (dalam negeri) akan memperoleh laba. Beberapa negara telah menelan pil pahit dari mekanisme tersebut. gerak pasar sekunder sangat ditentukan oleh animo dan antusiasme pemodal asing. Alternatif untuk dapat mengurangi ketidakpastian yang dihadapi investor. pengembangan pasar modal adalah proses edukasi jangka panjang yang menyangkut semua aspek yang terlibat dalam mekanismenya. kita baru memulai. Jardine Flaming sebagai pengelola Indonesia Fund. dan Fund-Fund yang lain. Banque Indosuez pengelola Malacca Fund. terus tidak menerus terkecuali memperoleh di Bursa laba Efek. kesabaran dan disiplin merupakan sebagian 23 . dari Pada suatu tahap perkembangan saat ini.manajer dana (PT. Perpindahan yang cepat dari satu emerging market ke yang lainnya dapat membuat suatu bursa efek melambung dan yang lainnya akan mengalami collapse. adalah melakukan strategi investasi. BAB III PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN Analisis investasi memang bukan suatu disiplin yang eksak. Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa pada saat permulaan masuknya pemodal asing. Ketekunan. Oleh karena itu. Danareksa) akan mengalami pertumbuhan paling baik.

ABC Pasar Modal Indonesia. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia.  Suad Husnan. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. 1990. Manajemen & Usahawan Indonesia. Rineka Cipta. Puji Oktaviani 017131505 24 .disarankan adalah membuat portofolio saham. "Strategi Investasi Di Bursa Efek Jakarta". 1993. Yogyakarta.AMP YKPN. PT. Jakarta.  Marzuki Usman. Jakarta. 1989. dkk. Meskipun demikian. Pasar Modal : Keberadaan dan Manfaatnya bagi Pembangunan.  Pandji Anoraga dan Ninik Widiyanti.. UPP . Edisi Pertama. 1992. Edisi Pertama. return yang diperoleh investor masih memiliki ketidakpastian karena risiko sistematik merupakan risiko yang ditimbulkan oleh faktor makro ekonomi yang tidak bisa diramalkan secara pasti DAFTAR PUSTAKA REFERENSI  Hasan Zein Mahmud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful