NAMA NIM JURUSAN

: NUNUNG HAERANI : 0708802 : BIOLOGI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

KARAKTERISTIK GURU DAN SISWA (SD, SMP, DAN SMA)

1.

KARAKTERISTIK GURU Kata Guru dalam bahasa sanskerta secara etimologi berasal dari dua suku kata

yaitu “Gu” artinya darkness dan “Ru” artinya light. Manusia secara alamiah pada mulanya adalah “gu” yaitu tidak berpengetahuan atau gelap. Dalam posisi ini sering disebut masih belum memiliki arah atau orientasi. Setelah menjalani pendidikan ia akan menjadi “ru” atau terang, bercahaya, bersinar, ringan karena disinari oleh pengetahuan yang dimilikinya Secara harafiah guru atau pendidik adalah orang menunjukkan “cahaya terang” atau pengetahuan dan memusnahkan kebodohan atau kegelapan. Guru dalam pengertian sistem pendidikan Indonesia adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (pasal 1 ayat 1 UU No.14 Tahun 2005). Guru dalam konteks UU No.14 Tahun 2005 lebih memiliki makna sebagai pekerjaan atau kegiatan profesi yang lebih mendekati makna teacher. Namun ada perbedaan antara guru dan teacher menurut Sudira (2011), yaitu:

1

yang diterima oleh guru. kemungkinan juga karena kejenuhan guru berinteraksi akademik dengan para siswanya. Pekerjaan guru memerlukan waktu untuk mendukung waktu kerja di ruang kelas. Pekerjaan guru adalah pekerjoan yang bersifat individualistis non colaboratif. yaitu: a. hampir seluruh waktu guru dihabiskan di ruangruang kelas bersama para siswanya. b. d. justru waktu guru untuk mempersiapkan proses belajar mengajar di ruang kelas lebih lama. c. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang dilakukan dalam ruang yang terisolir dan menyerap seluruh waktu. secara akademik guru profesional harus memiliki ciri atau karakteristik. Dalam banyak hal. pemahaman akan hakekat kerja guru ini sangat penting sebagai landasan dalam mengembangkan program pembinaan dan pengembangan guru. waktu kerja guru tidak terbatas hanya di ruang-ruang kelas saja. Harus memiliki landasan pengetahuan yang kuat 2 . dikarenakan soal waktu guru yang habis diserap di ruang-ruang kelas. guru dalam melaksanakan tugas-tugas pengajarannya memiliki tanggung jawab secara individual. tidak mungkin dikaitkan dengan tanggung jawab orang lain. informasi baik berupa komentar ataupun kritik atas apa yang telah dilakukan dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Pekerjaan guru tidak pernah mendapatkan umpan balik. e. Menurut Thompson et al.Sebelum mengetahui karakteristik guru. 2007) Menurut Houle (1980) dikutip oleh Suyanto (2007) dalam Sudira (2011). (Anonim. (2003) adapun beberapa karakteristik kerja guru.. antara lain (SALAH): a. Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang memungkinkan terjadinya kontak akademis antar guru rendah.

o.b. f. Harus berdasarkan kompetensi individual Memiliki sistem seleksi dan sertifikasi Ada kerjasama dan kompetisi yang sehat antar sejawat Adanya kesadaran profesional yang tinggi Memiliki kode etik Memiliki sistem sanksi profesi Adanya militansi individu Memiliki organisasi profesi (PGRI). p. e. Memiliki tingkat berpikir lebih tinggi Berpengalaman dalam mengajar Mampu mengembangkan berpikir divergen Memiliki kemampuan dalam generalisasi Memiliki kemampuan verbal tinggi Menguasai program keberbakatan Memiliki minat yang tinggi terhadap pendidikan siswa berbakat Memiliki derajat/tingkat wawasan terhadap IPTEK lebih tinggi Memiliki derajat/tingkatkomitmen terhadap pekerjaan lebih tinggi Memiliki kemampuan dalam mendorong kemandirian berpikir Memiliki kreativitas yang tinggi Memiliki kemampuan mengekspresikan ide-ide kreatif m. b. r. i. g. e. s. h. c. c. f. Sedangkan menurut para ahli dalam Anonim (2011). d. k. l. g. q. Memiliki kemampuan menstimulasi berpikir tingkat tinggi n. karakterisitk Guru ideal adalah sebagai berikut: a. h. d. Memilki kemampuan mengajarkan pemecahan masalah (problem solving) Memiliki daya imajinasi yang kuat Memiliki kemampuan mengolah data Tahan dan tanggap terhadap kritik Pandai mengelola diskusi tingkat tinggi Menguasai aturan dan hukum pendidikan siswa berbakat 3 . i. j.

Bassett.karena anak usia SD tidak harus mendapatkan pelajaran yang terlalu rumit 4 . perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak. Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai pubertas. KARAKTERISTIK SISWA Karakteristik Siswa SD Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan- perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang. Jacka. di antaranya. 2) Mereka senang bermain dan lebih suka bergembira / riang. Memahami Karakteristik Anak di Sekolah Dasar Masa usia SD (sekitar 6. Terlatih dalam mengidentifikasi siswa berbakat Minat terhadap buku tinggi 2.Jadi mereka akan mencoba mencari tahu apa yang ingin mereka tahu tentang sesuatu yang mereka dapat dan apa yang terjadi disekitar mereka baik positif maupun negatif. Oleh karena itu guru dituntut untuk memahami karakteristik anak di SD. dan Logan (1983)mengatakan bahwa karakteristik anak usia sekolah dasar secara umum adalah : 1) Mereka secara alamiah memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan tertarik akan dunia sekitar yang mengelilingi mereka sendiri. kemampuan dalam kognitif dan bahasa. a. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah. mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat. anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.t.012.0 ) ini merupakan tahapan perkembangan penting dan bahkan fundamental bagi kesuksesan perkembangan selanjutnya. perbedaan dalam intelegensi. u.

Adapun karakteristik siswa SD dilihat dari beberapa aspek yaitu: 1) Aspek Kognitif 5 .3) Mereka suka mengatur dirinya untuk menangani berbagai hal yang dihadapinya. 3) Tahap opersional kongkrit usia 7-11 atau 12 tahun. Nasution (1992) mengatakan bahwa masa kelas tinggi sekolah dasar mempunyai beberapa sifat khas sebagai berikut : 1) Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit. ingin tahu dan ingin belajar 3) Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus. 6) Anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya. oleh ahli yang mengikuti teori faktor ditaksirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor. Misal orang tua yang berbicara begini anak pun akan mengikuti apa yang didapatkannya. 5) Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat mengenai prestasi sekolah. 4) Tahap operasional formal usia 11 atau 12 tahun ke atas. mengeksplorasi suatu situasi dan mencobakan usaha-usaha baru dan tidak akan pernah mau diatur oleh orang lain. 4) Mereka belajar dengan cara mengikuti atau berinisiatif dari apa yang temannya/orang lain dapat. Piaget mengidentifikasikan tahapan perkembangan intelektual yang dilalui anak yaitu : 1) Tahap sensorik motor usia 0-2 tahun. 2) Tahap operasional usia 2-6 tahun. biasanya untuk bermain bersama-sama. 4) Pada umumnya anak menghadap tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikan sendiri. 2) Amat realistik.

memungkinkan siswa berpindah atau bergerak dan bekerja atau belajar dalam kelompok.Oleh karena itu. karena mereka sudah diharapkan pada dunia pengetahuan. serta otot-otot tubuh berkembang pesat.Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan. bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. 2) Aspek Pribadi Karakteristik anak usia SD adalah senang bermain. senang bekerja dalam kelompok.Bertitik tolak pada perkembangan intelektual dan psikososial siswa sekolah dasar. di mana dalam proses berfikirnya. 2) Aspek Seksual Terdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja. senang bergerak. ia mengalami masa mimpi yang pertama. yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepat dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung. serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran b. tulang kaki dan tangan. mereka belum dapat dipisahkan dari dunia kongkrit atau hal-hal yang faktual.Sedangkan pada anak perempuan. agar pertumbuhan bisa berjalan secara optimal.Pada fase ini remaja memerlukan asupan gizi yang lebih. guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan. Karakteristik Siswa SMP 1) Aspek Jasmani/Fisik Pada masa remaja. 6 .Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat reproduksi spermanya mulai berproduksi. sedangkan perkembangan psikososial anak usia sekolah dasar masih berpijak pada prinsip yang sama di mana mereka tidak dapat dipisahkan dari hal-hal yang dapat diamati. hal ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai karakteristik sendiri.

tidak jernih. 1) Pada laki-laki  Pada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah.Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. kemudian orang tua melarangnya sambil berkata “pantang”. guru. masih menganggapnya sebagai anak kecil. lingkungan.  Didaerah wajah. warnanya pucat dan pori-porinya meluas. 2) Pada anak perempuan  Diwajahnya mulai tumbuh jerawat.  Payudara membesar dan rambut tumbuh di daerah ketiak dan sekitar kemaluan. secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar.  Pinggul membesar bertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak bawah kulit.Apabila guru/pendidik dan oarang tua tidak 7 .Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka dia akan tetap melakukannya. ketiak.  Kulit menjadi lebih kasar. Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra. 3) Aspek Kognitif Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua.Mereka tidak akan terima jika dilarang melakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yang logis. hal ini dikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Misalnya.  Suara menjadi lebih penuh dan merdu. dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu atau rambut.Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. remaja makan didepan pintu.

Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. 8 . Pada kenyataan. dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).Pada periode ini. Perkembangan kognitif remaja. idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalahmasalah yang kompleks dan abstrak. sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri.Dengan kemampuan operasional formal ini. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak.Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi. akibatnya akan menimbulkan kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. dan rencana untuk masa depan. prediksi. para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka.memahami cara berfikir remaja. di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini.Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. yaitu operasional konkrit.

Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis.Semestinya. karena erat hubungannya dengan keadaan hormon. 4) Aspek Emosi Emosi pada remaja masih labil. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. 5) Aspek Sosial Sebagai makhluk sosial. Saat melakukan sesuatu mereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya. individu dituntut untuk mampu mengatasi segala permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak.Ketrampilanketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak. dsb. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang tersinggung perasaannya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. Dalam satu waktu mereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisa menjadi sedih atau marah. misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya. 6) Aspek Moral 9 .

7) Aspek Kepribadian Secara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi dari kepribadian seseorang.Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku. terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Misalnya. misalnya: politik. Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. kemanusiaan.Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat.Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. perang.Dalam hal ini 10 . Secara kritis.Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. dsb. jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. keadaan sosial.Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka.Karena apa yang tampil tidak selalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya). remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. namun sebenarnya tidak.Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. sederhana.

Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua. Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu. Karakteristik yang menonjol pada anak usia sekolah menengah adalah sebagai berikut. 1. sehingga orang yang memiliki penampilan tidak menarik cenderung dikucilkan. Mulai timbulnya ciri-ciri sekunder. 3. 5. 15-18 tahun termasuk masa remaja pertengahan.amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorang berdasarkan penampilan semata. atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa. 6.Masa remaja ini sering dianggap sebagai masa peralihan. 7. Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing. Senang membandingkan kaidah-kaidah.. Adanya kekurangseimbangan proporsi tinggi dan berat badan. Karakrteristik Siswa SMA Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. 11 . 18-21 tahun termasuk masa remaja akhir. tetapi dilihat dari pertumbuhan fisiknya ia belum dapat dikatakan orang dewasa. Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan. 2. nilai-nilai etika. Fase-fase masa remaja (pubertas) menurut Monks dkk (2004) yaitu antara umur 12-21 tahun. 4. dengan pembagian 12-15 tahun termasuk masa remaja awal. Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.Disinilah pentingnya orangtua memberikan penanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan. C. dimana saat-saat ketika anak tidak mau lagi diperlakukan sebagai anak-anak. 8.

Mempunyai banyak fantasi. DAFTAR PUSTAKA Sudira.multiply. Tersedia [Online]: http://eprints. Tn. dan SMA. Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas. Karakteristik Guru Siswa Berbakat. Guru Sebagai Agen Modernisasi Pendidikan Dalam Dimensi Sosio-Kultural Untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan.pendidikan. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.id/4961/ (05 Oktober 2011) Tn. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. khayalan. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentanganpertentang dengan orang tua. Tersedia [Online]: http://pakguruonline.uny. 9. (2011). Ketidakstabilan emosi. yaitu: 1.ac. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. (2011). 8.net/problematika_sptr_guru_25. 2.html) Tn. Senang bereksplorasi.9. 3. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. 4. dan bualan. Bandung: UPI. P. 5. 6. Karakteristik siswa SD. Yogyakarta : Fakultas Teknik Universitas Negeri.com/journal/item/41?&show_interstitial=1&u=% 2Fjournal%2Fitem 12 . 7. membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan 10. Kecenderungan berkelompok. Problematika Guru. Tersedia [Online]:. (2007). Senang bereksperimentasi. (2011). http://capoecini. SMP. Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja.

13 .