PRAKTIKUM TOPOGRAFI DI PANTAI KENJERAN SURABAYA

Jonathan Ivander (1509100002), Erna Rofidah (1509100011),Nur Alindatus Sa’ Diyah (1509100061), Siti Nurhalimah (1509100033), Wenny Devinta (1509100043), Agma Bhaib (1509100046), Ratna Juwita (15091000)

Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2010

Abstrak

Daerah pinggir laut atau wilayah darat yang berbatasan langsung dengan bagian laut disebut sebagai pantai. Pantai juga bisa di definisikan sebagai wilayah pertemuan antara daratan dan lautan. Secara umum dasar laut terdiri atas empat bagian. Pembagian ini dimulai dari bagian daratan menuju ke tengah laut, adalah sebagai berikut: Landasan Benua (Continental Shelf), Lereng Benua (Continental Slope), Deep Sea Plain, The Deeps. Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang beraneka ragam, bentuk muka bumi di lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar relatif di daratan. Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan olah arus laut. Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara lain: Gunung laut, Seamount, Punggung laut (ridge), Guyot, Ambang laut (drempel), Lubuk laut (basin), Palung laut (trog). Praktikum yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan memahami terminologi topografi pantai, mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard analisis topografi pantai, mengetahui faktor – faktor fisika, geologi – aseanografi yang berpengruh teerhadap pembentukan topografi pantai.

Kata kunci : Pantai, topografi

menghasilkan lingkungan unik dan rentan dari setiap perubahan (Anonim. yang dengan demikian menghasilkan lingkungan yang sangat berbeda.serta bagaimana mengetahui faktor – faktor TINJAUAN PUSTAKA Dasar Laut Dalam kawasan yang terbatas ini boleh dikatakan semua tipe topografi dasar laut bisa ditemukan seperti paparan (shelf) yang dangkal. terumbu karang dan sebagainya (Nontji. mengetahui faktor – faktor fisika. Maka. Tujuan Praktikum yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan memahami terminologi topografi pantai. ridge). topografi laut. mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard analisis topografi pantai.PENDAHULUAN fisika. palung). depresi yang dalam dengan berbagai bentuk (basin. dan potensi sumber daya energi (Anonim. Permasalahan Permasalahan yang akan dibahas pada praktikum kali ini adalah bagaimana untuk mengetahui dan memahami terminologi topografi pantai. maka peranan wilayah laut menjadi sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara. Proses geologi maupun perubahan garis pantai seiring perubahan paras muka laut mengiringi perkembangan pantai di Indonesia. geologi – aseanografi yang berpengruh terhadap pembentukan topografi pantai. Kompleksnya topogarfi dasar laut di Indonesia diseaabbkan karena di kawasan ini berbenturan atau bergesekkan empat lempeng litosfer yakni lempeng-lempeng Eurasia. berbagi bentuk elevasi berupa punggung (rise. 2002). 2010). Aspek fisik kemaritiman berkaitan erat dengan potensi fisik laut dalam mendukung wilayah maritime. 2010). geologi – aseanografi yang berpengruh terhadap pembentukan topografi pantai. bagaimana mengetahui dan mampu melaksanakan metode standard analisis topografi pantai. maka salah satunya akan tertekan menukik ke bawah lempeng . dapat dikatakan bahwa pantai merupakan ekosistem dimana kondisi darat dan laut berinteraksi. Dalam geologi dikenal teori tektonika lempeng (plate tektonik) yang menganggap bahwa kerak bumi ini terdiri atas lempenglempeng litosfer yang plastis dan berbenturan.Pasifik. dan samudra Hindia-Australia.Filipina. Pantai di Indonesia memiliki bentang dan ekosistim yang terbentuk oleh gejala alam yang berbeda dalam kurun waktu lama. gunung bawah ini (seamount). Secara umum aspek fisik dapat dibedakan menjadi potensi sediment laut. Latar Belakang Sebagai negara kepulauan yang wilayah perairan lautnya lebih luas dari pada wilayah daratannya.

Wilayah ini . namun masih ada binatang – binatang yang dapat hidup pada wilayah yang memiliki organ yang dapat menimbulkan cahaya sendiri. Zona pesisir (littoral zone).lainnya hingga di zone benturan itu terbentuklah palung-palung laut dalam. wilayah laut yang kedalamannya lebih dari 1.000 meter. Karena sinar matahari sudah tidak dapat menembus zona ini maka tumbuhan mulai berkurang namun binatang masih banyak terdapat di wilayah laut ini.505 meter). 2 Laut Regresi. terjadinya karena dasar laut mengalami penurunan.000 meter). yaitu laut yang dalam.000 meter. Contohnya pada perairan Indonesia. begitu juga sebaliknya (Nontji. Laut Flores. Zona Epirenitik yaitu bagian cekungan lautan di antara garisgaris surut dan tempat paling dalam yang masih dapat dicapai oleh daya cahaya sinar matahari (pada umumnya sampai sedalam 50 meter ) 3. 2. Laut Maluku. terjadinya karena menyempitnya luas permukaan laut karena kegiatan erosi dan sedimentasi yang tiada hentihentinya serta berlangsung selama berabad-abad mengakibatkan semakin meluasnya dataran pantai. Laut Karibia (kedalaman 5. LAUT Menurut terjadinya dibedakan menjadi : Laut 0 Laut Transgresi. dan masih terdapat ombak yang menyebabkan tersebarnya plankton sebagai makanan utama ikan. zona ini merupakan zona yang sangat gelap sehingga sudah tidak terdapat lagi tumbuhtumbuhan yang dapat hidup. karena masih terdapat sinar matahari yang menyebabkan fotosintesis dapat berjalan baik (matahari dapat menembus air laut hingga kedalaman 90 meter). 2002). terjadi karena daratan rendah yang tergenang oleh air laut. Zona ini kaya akan ikan dan tumbuh-tumbuhan laut. yaitu laut yang meluas. wilayah laut yang dalam dengan kedalamannya antara 200 meter hingga kedalaman 1. Laut Sulawesi. 4 Zona laut sangat dalam (abyssal zone). wilayah laut antara garis batas air pasang naik dengan garis batas air pasang surut. Pada perairan Indonesia terdapat dua wilayah yang merupakan termasuk laut transgresi yakni Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul. Zona laut dangkal (neuritic zone). 1. Pada zona ini pula plankton dapat tumbuh dengan subur karena terdapat banyak oksigen. Menurut dibedakan zona : kedalamannya laut menjadi beberapa tergenang pada saat pasang naik sedangkan pada surut wilayah ini tidak tergenang air laut. yaitu laut yang menyempit.440 meter). wilayah laut yang dangkal antara batas pasang surut antara 50 sampai kedalaman 200 meter. Di luar Indonesia perairan laut yang merupakan jenis laut ingresi adalah: Laut Jepang (kedalaman 4. 1 Laut Ingresi. 3 Zona laut dalam (bathyal zone). Pada perairan Indonesia laut – laut yang merupakan jenis laut ingresi adalah: Laut Banda (kedalaman 7.

yaitu laut yang terletak diantara benua – benua. Dasar Samudera terdiri atas: (Ocean Floor) • Deep Sea Plain meliputi dua pertiga seluruh dasar laut dan terletak pada kedalaman lebih dari 1. yaitu laut yang hampir seluruhnya di kelilingi dengan daratan. biasanya relief di daerah ini bervariasi. 4. mulai dari yang rata sampai pada puncak vulkanik yang menyembul di atas permukaan laut sebagai pulau yang terisolasi. Daerah continental slope bisa mencapai kedalaman 1500 m. . 3. Perairan laut yang termasuk ke dalam klasifikasi laut pedalaman antara lain : Laut Baltik. • The Deeps merupakan kebalikan dari deep sea plain. Teluk Meksiko.4%. (Anonim. Landasan Benua (Continental Shelf) Continental shelf (landasan benua) adalah dasar laut yang berbatasan dengan benua. yaitu laut yang terletak di tepi benua dan dipisahkan dari samudera oleh pulau-pulau. Laut tepi. Lereng Benua (Continental Slope) Gambar 1. Dangkalan (Plat) Merupakan perluasan dari landas kontinen dengan kedalam lebih kurang 200 meter dan masih merupakan kelanjutan benua. Laut pedalaman. Laut tengah. Laut Cina Selatan. Pembagian Zona Pantai Menurut letaknya diklasifikasikan menjadi: laut 1. Lembah beberapa sungai yang terdapat di Continental Shelf ini merupakan bukti bahwa dulunya continental shelf meupakan bagian daratan yang kemudian tenggelam. Bentuk-bentuk muka bumi di lautan adalah sebagai berikut : 1. Laut (Danau) Kaspia. 2.500 m. Laut Australia. Wilayah laut yang dangkal disepanjang pantai yang kedalamannya kurang dari 200 meter dengan sudut kemiringan lereng kirakira 0. Perairan laut yang termasuk ke dalam klasifikasi laut tepi antara lain : Laut Jepang. Merupakan kelanjutan dangkalan dengan sudut kemiringan lereng 4% hingga 6% 3. Laut Utara 2. 2010) Continental slope (lereng benua) biasanya terdapat di pinggir continental shelf. Perairan laut yang termasuk ke dalam klasifikasi laut tengah antara lain : Laut tengah. Laut Hitam.Setiap jalur tersebut biasanya mempunyai ciri-ciri persekutuan hidup jasad-jasad tertentu sehingga dengan menggunakan fosil-fosil yang ditemukan dapat dikonstruksikan keadaan daerah seperti semula. Di dasar laut ini sering ditemukan juga lembah yang menyerupai sungai. Laut Karibia.

Contoh: gunung Krakatau. ambang laut sulawesi. 4. Guyot. Lubuk laut (basin). Punggung laut (ridge). Helena. yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai kepermukaan laut. 5. sedimentasi) • Dari segi laut Pesisir adalah wilayah laut sampai wilayah darat yang masih dipengaruhi sifat – sifat laut (seperti pasang surut. 7. Palung laut (trog). lubuk laut sulawesi.Hanya sebagian kecil dasar lautan sebagai the deeps. Palung Mindanao. misalnya di Samudera Pasifik mencapai kedalaman 75. yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. angin laut ) Dalam literature barat sering dikenal 2 istilah. 2010) Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara lain: 1. 6. yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau. 2. Contoh: St. Azores da Ascension di laut Atlantik. Pantai juga bisa didefinisikan sebagai wilayah pertemuan antara daratan dengan lautan. Palung Mariana. Contoh: lubuk laut sulu. The deeps permukaan laut adalah dasar laut dengan cirri adanya palung laut (trog) dan mencapai kedalaman yang besar. Lebih lanjut pengertian pesisir bisa dijabarkan dari 2 segi yang berlawanan : • Dari segi daratan Pesisir adalah wilayah daratan sampai wilayah laut yang masih dipengaruhi sifat – sifat darat (seperti angin darat. yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi. Ambang laut (drempel). Gunung laut. Banyak terdapat di lautan Pasifik. yaitu coast dan shore yang biasa diterjemahkan kedalam . Contoh: ambang laut sulu. Relief dasar laut Pantai dan Pesisir Daerah pinggir laut atau wilayah darat yang berbatasan langsung dengan bagian laut disebut sebagai pantai. yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Contoh: Palung Sunda. drinase air tawar dari sungai. 3.000 m. Gambar 2. salinitas. yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam. Seamount. yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut. (Anonim. intrusi air laut ke wilayah daratan. Contoh: punggung laut Sibolga.

Sebenarnya antara dua kosakata tersebut terdapat perbedaan pengertian sebagai berikut :  Coast : Wilayah pantai yang kering atau disebut sebagai pesisir  Shore : Wilayah pantai yang basah termasuk daerah pasang surut ( Neshyba. Gambaran pantai berbatu adalah menonjolnya pembagian horizontal . yaitu pantai yang terbentuk terutama kerena prose sedimentasi yang bekerja di pantai. 1988).bahasa indonesia sebagai pantai. 2004) Penggolongan pantai berdasarkan komposisi yang membentuknya 0 Pantai Berbatu Pantai ini tidak dapat berkembang dengan hadirnya gerakan gelombang. 2 Pantai hasil aktifitas organisme. pantai ini hanya terbatas pada daerah intertidal yang benar terlindungi dari aktivitas gelombang laut terbuka. Termasuk kategori ini adalah beach. Selama terjadi gelombang. pantai dalam keadaan keseimbangan dinamis.450 Kelompok tingkat kemiringan antara 450– 600 (Wibisono. tetapti angkutan netto pada suatu lokais yang ditinjau sangat kecil. maka pantai dapat dibedakan menjadi: 0 Pantai hasil proses erosi. 1988). Dengan membandingkan profil panati sebelum dan sesudah badai dapat diketahui volume sedimen yang tererosi dan mundurnya garis pantai(Nybakken. Saat terjadi badai. Baik sandy beach maupun gravely beach. 1987 ) Dikenal ada beberapa tipe pantai. sejumlah besar pasir bergerak pada profil pantai. yaitu pantai yang terbentuk terutama melalui proses erosi yang bekerja di pantai. Karena itu.300 Kelompok tingkat kemiringan antara 300 . 2 Pantai Berlumpur Sedangkan berdasar pantai kita kenal adanya :  Pantai landai  Pantai curam dengan tingkat kemiringan > 600 Pantai landai dapat dikelompokkan menjadi : Kelompok tingkat kemiringan antara 00 . Termasuk dalam kategori ini adalah pantai batu (rocky shore). maka kemiringan pantai lumpur cenderung utnuk lebih datar(Nybakken. Pantai Berpasir Selama kondisi gelombang biasa. yaitu pantai yang Pantai berbatu tersusun dari bahan yang keras merupakan daerah yang paling padat mikroorganismenya dan mempunyai keragaman terbesar. Karena daerah ini terbentuk bila pergerakan air rendah. 1 organisme(Nybakken. Bila tipe-tipe pantai di atas kita lihat dari sudut pandang proses yang bekerja membentuknya. terlihat perubahan profil pantai. antara lain :      Pantai Pantai Pantai Pantai Pantai pasir pasir Lumpur pasir karang karang berbatu kemiringan atau zonasi 1988). 1 Pantai hasil proses sedimentasi.

3. 2.terbentuk karena aktifitas organisme tumbuhan yang tumbuh di pantai. Sedimen neritik dijumpai di sekitar continental margin dan pulaupulau. Partikel pasir terdeposisi dalam hitungan hari. Sedimen pelagic terdiri dari partikel yang berukuran sangat halus.yang terdeposisi perlahan di dasar laut. yaitu pantai yang memiliki tebing vertikal.partikel yang berukuran lebih besar terendapkan lebih awal dibandingkan dengan partikel yang berukuran lebih kecil yang terbawa aliran arus kewilayah lautan.000 hari(>125 tahun) di deep sea floor.partikel yang berukuran lebih besar terendapkan lebih awal dibandingkan dengan partikel yang berukuran lebih kecil yang terbawa aliran arus kewilayah lautan.ukuran sedimen mempengaruhi jenis bentos. Pantai bertebing (cliffed coast). bila dilihat dari sudut morfologinya.000 hari(>125 tahun) di deep sea floor. sedimen berdasar Sebagai habitat hewan bentos. Pantai berlereng (non-cliffed coast).Partikel yang berukuran besar membutuhkan energi transport yang lebih besar dibandingkan dengan partikel yang ukurannya kecil.Partikel yag berukuran besar membutuhkan energi transport yang lebih besar dibandingkan dengan partikel yang ukurannya kecil. maupun endapan pasir.Pengelompokan berdasarkan Asal sedimen . Kemudian.denga ukuran partikel yang bervariasi. 2010) Sediment laut 1.ukuran sedimen mempengaruhi jenis bentos yang dijumpai antara lain:pebble dan granule dihuni oleh gastropoda. Sebagai habitat hewan bentos.Pengelompokan Ukuran. yaitu pantai dengan lereng pantai.sand dihuni bivalvia dan lanau sering kali dihuni cacing. Ukuran partikel mempengaruhi jarak/jauhnya sedimen terdeposisi dan lama pengendapannya.intermediet dan small.sedang clay akan terdeposisi lebih kurang 50. Ada yang mengelompokkan menjadi ukuran large. Ukuran partikel mempengaruhi jarak/jauhnya sedimen terdeposisi dan lama pengendapannya. Di wilayah pesisir. pantai dapat dibedakan menjadi: 1.Sebagian besar sedimen neritik berasal dari erosi batuan d daratan dan di bawa oleh aliran sungai menuju wilayah pesisir dan kemudian akan disebarkan oleh dan gelombang laut. Partikel pasir terdeposisi dalam hitungan hari. Termasuk kategori ini adalah pantai mangrove.Pengelompokan berdasarkan Lokasi sedimen Sedimen dikelompokkan sebagai sedimen neritik (neritos = pesisir)dan pelagic(pelagios = lautan) berdasar lokasi ditemukannya. Tebing yang terbentuk dapat berupa tebing pada batuan induk.Di wilayah pesisir. Keberadaan tebing ini menunjukkan bahwa pantai dalam kondisi erosional. Pantai berlereng ini biasanya merupakan pantai pasir. 2.sedang clay akan terdeposisi lebih kurang 50. (Anonim.

Hydrogenous Sedimen ini berasl dari komponen kimia yang larut dalam air laut dengan kosentrasi yang kelewat jenuh sehingga terjadi pengendapan. Gelombang terjadi karena adanya gesekan angin di permukaan.serpihan skeleton dll.Lithogenous/Terigoneus. Helmholts menerangkan prinsip dasar terjadinya gelombang laut sebagai berikut : “Jika ada dua massa benda yang berbeda kerapatannya (densitasnya) bergesekan satu sama lain. oleh karena itu arah gelombang sesuai dengan arah angin.generare = memproduksi)Terigenous(terri =daratan).jumlah sedimen ini sangat sedikit disbanding dengan jenis sedimen yang lainnya.Cosmogenous. Biogenous Sedimen ini berasal dari biota laut yang telah mati dan terdiri dari cangkang. Kebanyakan sedimen dari lithogenous memiliki kandungan kursa yang tinggi karena kuarsa merupakan mineral yang banyak terdapat dibatuan dan cenderung stabil. d. Silliceous ooze disusun oleh atom dan radiolarian. (Wibisono. 2004) Gelombang Laut Gelombang laut atau ombak merupakan gerakan air laut yang paling umum dan mudah kita amati. oleh karena itu arahnya akan .endapan fosforite(P2O5)dan endapan glaukonit. Jenis sedimen ini berasal dari pelapukan (weathering process=angina.Bardasar asal usulnya sedimen dapat digolongkan sebagai berikut: a.air. Gelombang terjadi beberapa sebab. Air yang pacah itu akan terjadi arus balik dan membentuk gelombang.Contoh endapan mangan(Mn)yang berbentuk nodul .bila sedimen tersusun atas material biogous>30%dari beratnya (ooze)atau calcareous ooze dan siliceous ooze. Calcareous ooze disusun oleh coccolithopore(single-celled plant)dengan ukuran <2um-beberapa mm. Gelombang yang sampai ke pantai akan terjadi hempasan dan pecah.sebagian besar partikel terbakar saat memasuki atmosfer buni tetapi sekitar 10% material dapat mencapai permukaan bumi. Sedimen ini berasal dari luar angkasa yang masuk ke bumi. Lithogenous(lithos = batu.perubahan suhu)batuan didaratan dan juga debu gunung api & debu dari daerah kering. 1 Karena menabrak pantai.Bila sedimen lithogenous terdeposisi sebagai sedimen pelagic dengan kandungan Clay sebanyak >70% (abbysall clay) sedang clay bamyak mengandung oksida besi dan ini menjadikan sedimen berwarna kemerahan (red clay) b. antara lain: karena 0 Karena angin. c. Sedimen lithogenous mendominasi sedimen neritik.kompsisi kimia dari sedimen bigenous:kalsium karbonat/caco3 atau silica/sio2. maka pada bidang gerakannya akan terbentuk gelombang”.fragment karang.Kedalaman dimana calcareous skeletal materil mulai terendapnya dikenal sebagai lysocline.

sedangkan ketika kembali disebut back swash. Gerakan permukaan gelombang dapat dikelompokan sebagai berikut: a. Bagian-bagian dari gelombang Keterangan : a. Gelombang ini tidak memiliki puncak dan lembah yang kemucian dikenal dengan istilah surf. 2010) Arus Laut Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). Puncak gelombang akan pecah di dekat pantai yang disebut breaker atau gelora. lamanya angin bertiup.berlawanan dengan datangnya gelombang arah 2 Karena gempa bumi. Arus dasar (Anonim. Adanya gelombang dibangkitkan oleh kecepatan angin. Gelombang ini dimanfaatkan untuk olah raga surfing. Gelombang translasi d. yaitu gelombang osilasi yang telah pecah lalu seperti memburu garis pantai. menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang banyak menimbulkan kerugian. Gerak osilasi. Gerak swash dan back swash berbentuk gelombang telah menyentuh garis pantai. Gelombang yang ditimbulkan biasanya besar dan disebut dengan gelombang “tsunami”. yaitu gerak gelombang akibat molekul air bergerak melingkar. Gambar 3. Gelombang laut terjadi karena adanya gempa di dasar laut. luas daerah yang ditiup angin (fetch). dan kedalaman laut. Gerak translasi. Pembelokan itu akan mengarah ke kanan di belahan bumi utara dan mangarah ke kiri di belahan bumi selatan. Gelora (surf atau breaker) c. Contoh ketika Gunung Krakatau meletus 1883. Gempa terjadi karena adanya gunung laut yang meletus atau adanya getaran/pergeseran kulit bumi di dasar laut. yaitu pada bagian laut dalam. bergerak searah dengan gerak gelombang tanpa diimbangi gerakan mundur. yaitu gaya yang membelok arah arus dari tenaga rotasi bumi. Gerak osilasi biasanya terjadi di laut lepas. Contoh-contoh gerakan itu seperti gaya coriolis. Kedatangan gelombang disebut swash. Gelombang ini memiliki tinggi dan lembah gelombang. b. Gelombang osilasi b. Back swash f. Gaya ini yang mengakibatkan adanya aliran gyre yang searah jarum jam (ke kanan) pada belahan bumi utara dan berlawanan dengan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Swash e. Perubahan arah arus dari pengaruh . c.

dan laut Flores. Agar Anda lebih jelas perhatikan perbedaan gambar gerakan upwelling dan sinking. arah arus laut permukaan (atas) mengikuti arah angin yang ada. arus ini mengandung larutan nutrien seperti nitrat dan fosfat sehingga cederung mengandung banyak fitoplankton. Arus atas adalah arus yang bergerak di permukaan laut.00 . Adapun pada musim timur sebaliknya mengalir dari arah selatan.00 – 11. Arus musim barat ditandai oleh adanya aliran air dari arah utara melalui laut Cina bagian atas. dengan demikian di daerah upwelling umumnya kaya ikan. Oleh karena air yang dari kedalaman lapisan belum berhubungan dengan atmosfer. angin dapat menimbulkan arus air vertikal yang dikenal dengan upwelling dan sinking di daerah-daerah tertentu. Khususnya di Asia Tenggara karena arah angin musim sangat kentara perubahannya antara musim barat dan musim timur maka arus laut permukaan juga banyak dipengaruhinya. Selain pergerakan arah arus mendatar. Sinking merupakan proses kebalikan dari upwelling. Kecepatan arus ini akan berkurang sesuai dengan makin bertambahnya kedalaman perairan sampai pada akhirnya angin tidak berpengaruh pada kedalaman 200 meter. Faktor pembangkit arus permukaan disebabkan oleh adanya angin yang bertiup diatasnya.angin ke pengaruh gaya dikenal dengan spiral ekman. yaitu gerakan air yang tenggelam ke arah bawah di perairan pantai. akibatnya air yang berasal dari bawah menggantikan kekosongan yang berada di atas. Gb. Sedangkan arus bawah adalah arus yang bergerak di bawah permukaan laut.4(a) Daerah upwelling (b) Daerah sinking. Oleh karena dibangkitkan angin. Proses upwelling adalah suatu proses massa air yang didorong ke atas dari kedalaman sekitar 100 sampai 200 meter. laut Jawa. maka kandugan oksigennya rendah dan suhunya lebih dingin dibandingkan dengan suhu air permukaan lainnya. Fitoplankton merupakan bahan dasar rantai makanan di lautan. Tenaga angin memberikan pengaruh terhadap arus permukaan (atas) sekitar 2% dari kecepatan angin itu sendiri. METODOLOGI Waktu dan Tempat Lokasi Kenjeran Tanggal praktikum 2010 Waktu WIB : Pantai : 27 Maret : 08. Walaupun sedikit oksigen. Angin yang mendorong lapisan air permukaan mengakibatkan kekosongan di bagian atas. coriolis Menurut letaknya arus dibedakan menjadi dua yaitu arus atas dan arus bawah.

tonggak baru inidianggap sebagai titik ke – 1. Cara Kerja Wilayah pantai yang akan dilihat topografinya ditentukan kemudian direkam posisi geografis lokasi tersebut dengan menggunakan GPS. Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain meteran jahit atau meteran kayu. ke – 3 dan seterusnya.5 1 2 . Pada tonggak ke – 0. waterpass. tali raffia. desa Nambangan. lalu alat tulis. tonggak kayu atau bambu sepanjang 2. ikatkan tali tepat di atas pemukaan tanah. Surabaya Tanggal praktikum: 27 April 2010 Waktu : 08.00 WIB Keadaan cuaca: Cerah Keadaan pantai: Pasang Jenis sediment : Lumpur Tabel Analisis Profil Pantai Patok Jarak patok dengan patok lain (cm) 2 4 Jarak patok dengan tanah (cm) 17 36. kompas. Pada garis tertinggi (seringkali ditandai dengan tumpukan sampah yang teratur sejajar engan garis pantai). Jarak (ketinggian) antara tali dengan permukaan tanah pada masing – masing tonggak diukur. dan pantai di wilayah Kenjeran. meteran lapangan (50 atau 100 m). Dengan menggunakan waterpass. dari tonggak ke – 1 dibuat lagi jarak sejauh 2 meter lagi dan ditancapan tonggak ke – 2. ke – 2. serta PEMBAHASAN Data Hasil Pengamatan Lokasi : Pantai Kenjeran. an demikian seterusnya hingga mencapai jarak 40 meter dari garis pasang tertinggi. Global Positioning System (GPS). ditancapkan satu buah tonggak dan tonggak ini dianggap sebagai tonggak ke – 0.Keadaan cuaca Keadaan pantai Alat dan Bahan : berangin : pasang dibentangkan hingga mencapai tonggak ke – 1. dari tonggak ke – 0 dibuat jarak 2 meter ke arah laut lalu tancapkan satu tonggak lagi.00 meter sabanyak 20 buah. Variasi jarak atau selisih jaraj tersebut merupakan data awal untuk penentuan tingkat keterjalan atau kelandaian pantai. posisikan tali selalu dalam keadaan sejajar (tidak naik turun atau mengikuti kontur pantai).

karena merupakan titik pasang tertinggi. Hal itu dapat dijadikan sebagai tanda karena pada saat air laut pasang gelombang menyapu sebagian besar endapan yang terdapat di pantai dan mengendapkannya ketika air laut menjadi surut sehingga endapan yang berupa sampah dan cangkang bivalvia maupun gastropoda akan terkumpul pada titik tersebut. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 27 April 2010 pukul 08.00 WIB. Praktikum dimulai dengan mengukur koordinat dengan menggunakan GPS kemudian menentukan lokasi pengambilan data melalui pengamatan tumpukan sampah tertinggi.3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 58 82 101 107 111 112 118 120 121 123 124 125 126 128 129 130 132 134 Praktikum topografi pantai bertujuan untuk menentukan profil pantai suatu wilayah pesisir di kawasan Surabaya yaitu di pantai Kenjeran. Kemudian diukur dari plot 0 dengan menggunakan kompas tembak untuk menentukan lurus tidaknya plot. Pada saat pengambilan data. Pada titik ini ditancapkan tongkat sebagai plot 1. kondisi cuaca cerah dan pantai dalam keadaan pasang. kemudian diukur 2m ke depan dari plot 1 sampai plot 0 dan ke belakang dari plot 1 sampai plot 20. desa Nambangan. Pembahasan Grafik Profil Pantai .

Lumpur pada umumnya terendapkan jauh dari pantai jika gelombang yang berada di pantai cukup besar dan stabil sehingga lumpur yang berada di pantai tetap tersuspensi di dalam air laut. Kelandaian ini dapat dilihat dari perbandingan jarak dan ketinggian pantai pada plot 1 sampai plot 2 yang berubah sekitar 19cm sampai 21. Kemudian ditarik menuju plot 2 sampai benar-benar lurus. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penentuan ketinggian pantai dapat dilakukan dengan menggunakan metode transek (tali rafia yang diikatkan pada tiap plot).Setelah itu dipasang batu dari plot 0 kemudian diukur dengan jarak 2 meter dan dipasang plot 1 setinggi 2meter.com/ Ocean%20Floor%20Profile.dan pada plot 10 sampai ke 20 juga berubah antara 1cm sampai 2cm setiap 2 meter pengukuran.www. sedangkan pada plot 3 sampai plot 9 keadaan dasar pantai landai dan berlumpur yang mengandung pasir. Pantai kenjeran disebut pantai berlumpur karena komposisi utama sedimennya berupa lumpur. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Kelandaian pantai Kenjeran dapat dilihat juga dari perubahan warna laut dimana warna laut tidak berubah secara drastis menjadi gelap melainkan berangsur-angsur kegelapan warna laut kenjeran menunjukan bahwa daerah dengan warna yang lebih gelap memiliki tingkat kedalaman yang lebih daripada daerah dengan warna laut lebih terang.Hal tersebut dikarenakan pada plot 0 sampai plot 2 keadaan dasar pantai berbatu dan curam. Jika gelembung air pada waterpass sudah tepat berada di tengah maka tali sudah dalam keadaan lurus atau datar pada suatu permukaan. . Pantai Kenjeran merupakan daerah continental shelf dengan tingkat kemiringan yang landai. sedangkan pada plot 3 sampai plot 9 ketinggian pantai berubah sekitar 1cm sampai 24cm. Pantai Kenjeran merupakan wilayah pantai dengan kemiringan yang landai dan hampir tidak ada lonjakan ketinggian sehingga bisa disebut sebagai daerah continental shelf. Perlakuan yang sama diulang untuk tiap-tiap plot dengan bantuan plot di belakangnya.5cm setiap 2 meter pengukuran.2009.kinderscience. Komposisi utama sedimen pada pantai kenjeran adalah lumpur. Berdasarkan hal tersebut pantai Kenjeran dapat dikatakan sebagai pantai berlumpur. Hal ini disebabkan karena aktifitas gelombang dan arus tidak cukup kuat untuk tetap mensuspensikan lumpur dan dissolved material di pantai. Untuk memastikan lurus atau tidaknya tali tersebut digunakan waterpass.

and Gross. 1996. In: Proceedings of the offshore technology conference. Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut. W. PT. J.Press. New York Triatmodjo. Djambatan: Jakarta . K.jpg. 1985. Gramedia: Jakarta Pratikto.ditkp. Karslen S.00 Anonim.00 Grant. Diakses pada tanggal 15 April 2009 pukul 19.A and Duxbury. 1999. Pengantar Ilmu Kelautan. Barros M. Falkenberg E.www. Jakarta Kaster F. Teknik Beta offset: Yogyakarta Pantai.org. 2004.S. Nybakken. Rossi RR. M. 1997. Wibisono. Agus. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis.2003. Masetti IQ.com/html/indonesi a/zona. Diakses pada tanggal 15 April 2009 pukul 19. ITS: Surabaya Sverdrup. An Introduction to the world’s oceans Seventh edition.DICAS-A new mooring concept for FPSOs. 1988. Mc. Penerbit UI.W. Pengantar Oseanografi.B. Prentice Hall Upper Saddle River. Oceanography a view of earth.00 Anonim.Diakses pada tanggal 15 April 2009 pukul 19. Graw-hill.indoforum. 1997.2009.2009. New Jersey Hutabarat. Seventh edition.