TATA CARA PEMBUATAN PIRAMIDA PENDUDUK

OLEH : Dra.Theodora Pandjaitan, MSc

BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Direktorat Analisis dan Evaluasi Program TAHUN 2005

1

I. bentuk ‘slope’ piramida akan semakin curam dibandingkan dengan ‘slope’ piramida pada tahun-tahun sebelumnya. Bentuk semacam ini terdapat pada penduduk dengan tingkat kelahiran dan kematian sangat tinggi. 3. Jika migrasi masuk lebih besar dibandingkan dengan migrasi keluar pada kelompok umur-umur tersebut maka akan terjadi pembengkakan pada bagian tengah piramida penduduk dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mortalitas Jika mortalitas untuk setiap kelompok umur meningkat maka terjadi penciutan diagram balok piramida pada setiap kelompok umur. Faktor-faktor yang mempengaruhi Struktur Umur Penduduk adalah: 1. Bentuk Piramida Penduduk 2. sebelum mereka mengadakan pengendalian terhadap kelahiran maupun kematian. jika angka kelahiran (CBR) menurun. Contoh: Piramida Penduduk India tahun 1951 Piramida Penduduk Indonesia tahun 1971 2 . akan terjadi dasar piramida yang lebih pendek. Fertilitas Jika angka kelahiran (CBR) meningkat maka dasar piramida penduduk akan menjadi lebih panjang dibandingkan dengan dasar piramida penduduk tahun-tahun sebelumnya. Umur median rendah. Sampai saat ini dalam demografi dikenal ada 5 (lima) bentuk atau model Piramida Penduduk yaitu : Model 1: Piramida penduduk model ini mempunyai dasar lebar dan ‘slope’ tidak terlalu curam atau datar. Sebaliknya.PIRAMIDA PENDUDUK Komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk dapat digambarkan secara grafik dalam bentuk piramida penduduk. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Migrasi Migrasi biasanya terjadi pada kelompok umur-umur dewas.

Contoh: Pramida penduduk pada hamper seluruh negara-negara Eropa barat. Karakteristik yang dimiliki piramida ini yaitu umur median sangat tinggi. Terdapat pada negara dengan tingkat kelahirandan tingkat kematian yang rendah. Contoh: Piramida penduduk Amerika Serikat. Bentuk ini dicapai oleh Negara-negara yang paling sedikit sudah 100 tahun mengalami penurunan tingkat fertilitas (kelahiran) dan kematian. Model 4: Piramida penduduk dengan bentuk lonceng/genta (The bellshapedpyramid).Model 2: Dibandingkan dengan model 1. sedangkan angka beban tanggungan (dependency ratio) tinggi. Bentuk ini terdapat pada negara dengan permulaan pertumbuhan penduduk yang tinggi/cepat akibat adanya penurunan tingkat kematian bayi dan anak-anak tetapi belum ada penurunan tingakt fertilitas. maka dasar piramida model 2 ini lebih lebar dan ‘slope’ lebih curam sesudah kelompok umur 0-4 tahun sampai ke puncak piramida. Model 3: Bentuk piramida ini dikenal sebagai bentuk sarang tawon kuno (old fashioned beehive). Meksiko. Contoh: Sri Lanka. Umur median sangat rendah. dan Brazilia. dengan beban tanggungan sangat rendah. terutama pada kelompok umur-umur tua. 3 . Umur median cenderung menurun dan angka beban tanggungan meninggi.

49 40 .34 25 .0 5 .59 50 . dan seterusnya cukup dituliskan 75+.Model 5: Terdapat pada negara yang menjalani penurunan drastis yang tingkat kelahiran dan kematiannya sangat rendah. 1. Bagian sebelah kiri untuk penduduk laki-laki. Penurunan tingkat kelahiran yang terus menerus akan menyebabkan berkurangnya jumlah absolute dari pada penduduk.0 P ER A S E N TA S E 5 . Contoh: Jepang. 4 .19 1 0 .0 0 . Cara penggambaran piramida penduduk P IR A M ID A P E N D U D U K IN D O N E S IA T A H U N 2001 L a k i .64 55 .09 0 .0 15.74 65 . 78. Dasar piramida dimulai dengan umur muda (0-4) tahun.0 1 0 .04 15 . Sumbu horizontal untuk jumlah penduduk. 3. dan bagian sebelah kanan untuk penduduk perempuan. 4.14 05 . II.0 2. 5. Puncak piramida untuk umur tua sering dibuat dengan sistim ‘open ended interval’ artinya.L a k ie r e m p u a n P 75 + 70 . 6. Sumbu vertikal untuk distribusi umur. 76. semakin ke atas untuk umur yang lebih tua.24 1 5 .0 10 .39 30 .29 20 . dapat angka absolut maupun persentase. Besarnya balok diagram untuk masing-masing kelompok umur harus sama. 77. misalkan: untuk umur 75.69 60 .44 35 .54 45 .

dengan cara sebagai berikut: a. menggunakan dua tahapan program. Masuklah ke program WebI. Pada Program WebI Buatlah tabel distribusi umur untuk laki-laki dan perempuan. yaitu: 1. Membuat Piramida Penduduk Untuk membuat piramida penduduk dengan menggunakan data hasil pendataan keluarga.III. lalu klik Create Documents pada menu di samping kiri. sehingga muncul tampilan seperti berikut: 5 . sampai ke area menu masing-masing.

Selanjutnya plih universe ‘Group 13’ atau ‘Group 24’ yang tertera pada daftar universe tersebut di atas. Selanjutnya. Oleh karena itu. pilih individu. e. Buatlah query dengan terlebih dahulu menentukan Conditions. pilih kelompok umur 5 tahunan mulai dari 0-04 hingga 75+ dengan cara menekan keyboard ‘Ctrl’ sambil memilih kelompok umur dengan menggunakan mouse. d. Dalam contoh ini akan membuat piramida penduduk ‘DI Yogyakarta’. sehubungan dengan pemilihan kelompok umur yang akan digunakan. Klik ‘Equal to’ dan pilih ‘In List’. Klik ‘OK’ setelah selesai memilih kelompok umur. f. taruhlah DI Yogyakarta pada conditions. double klik ‘Kelompok Umur Ind’. Klik tanda ‘_’ dan pilih ‘show list of values’. yaitu kelompok umur 5 tahunan dimulai dari kelompok umur 0-4 sampai dengan kelompok umur 75+.b. dengan cara klik Conditions’. dan hasilnya seperti berikut: 6 . sehingga muncul layar seperti berikut: c.

hasilnya seperti di bawah ini: 7 . tarik ‘Jender’ ke kanan. Selanjutnya kembali ke menu utama.g. double klik ‘Kelompok Umur Ind’. akhirnya double klik ‘Jumlah Individu’. klik tanda + di kiri ‘Individu’. klik ‘Result’.

lalu klik File. muncul icon seperti berikut ini: Rubah name filenya Rubah type file menjadi txt 8 . pilih Save as.h. Selanjutnya. sehingga hasilnya seperti berikut ini: i. klik pada tabel. Klik ‘Run Query’ pada sisi kanan bawah.

Pada Program Excel Dalam program Excel. kemudian klick save pada icon tersebut.Tentukan directory untuk menyimpan file. Selanjutnya. panggil file datapiramida. misalkan datapiramida.txt. keluar dari WebI. beri nama file. sehingga muncul tampilan seperti berikut ini: Klik tombol Next Susun atau rapihkan datanya seperti gambar dibawah ini. setelah terlebih dahulu mengganti jenis file sebagai file. dan masuk ke program Excel 2. Susun atau rapihkan garis-garis ini Kemudian klick next 9 .

Setelah garis yang seperti dalam gambar diatas dirapihkan menurut kolom yang diinginkan. sehingga tampil gambar seperti dibawah ini kemudian sesuaikan nama pada kolom-kolom tersebut dengan toolbar pada kolom tersebut perhatikan gambar dibawah ini: Toolbar Block hitam Pehatikan judul yang tercantum di kolom dan sesuaikan contoh apabila kolom yang blok hitam teks maka klick tex pada toolbar yag sedia dan apabila angka maka klik general untuk pindah lakukan dengan mengklik. Setelah itu klik Finish pada toolbar tersebut maka secara otomatis data tersebut akan pindah kedalam exel seperti gambar dibawah ini: 10 . maka selanjutnya klik Next pada kolom tersebut.

lakukan penjumlahan untuk setiap kolom menurut jenis kelamin dengan menggunakan the ‘Σ ’ button. copy semua tabel persentase ke kolom di kanan untuk membuat grafik. sehingga jika rumus di copy ke bawah (dalam satu kolom). Untuk membuat piramida penduduk. Hasilnya akan terlihat seperti table Excel di bawah ini: Selanjutnya.Selanjutnya. dan dikalikan dengan 100 persen. Untuk menghitung proporsi atau persentase tersebut.264. sehingga menjadi 3 kolom: kelompok umur.5%.787) dibagi total laki-laki (1. program Excel yang akan melakukannya dengan rumus: =B3/B$19*100% Dalam hal ini. dan perempuan. 11 .450). Dalam hal ini. bubuhkan tanda $ pada rumus untuk memberikan perintah penggunaan angka tetap (kolom B baris $19). Hasilnya adalah 6. laki-laki. digunakan rumus: (Jumlah individu di kelompok umur/Total individu)*100% Contoh: persentase laki-laki di kelompok umur 0-4 tahun adalah: jumlah laki-laki di kelompok umur 0-4 (82. Jangan lupa membuat satu kolom untuk kelompok umur. diperlukan angka persentase atau proporsi laki-laki dan perempuan di setiap kelompok umur. maka angka total yang digunakan akan selalu sama (karena angka total yang digunakan sebagai penyebut adalah angka yang sama).

dengan rumus: F3-(2*F3). Hal ini perlu diakukan agar Excel dapat membuat piramida penduduk. laki-laki. copy. tabel telah siap untuk membuat piramida penduduk. yaitu grafik sebelah kiri dengan angka negatif. Blok tiga kolom yang akan digambarkan (kelompok umur. dan perempuan): Klik icon grafik di atas layar. Sekarang.Cara yang paling aman untuk meng-copy adalah melalui menu Edit. lalu gunakan ‘PASTE SPECIAL’. lalu pilih gambar horizontal barchart: Icon Grafik 12 . Perhatikan gambar di bawah ini: Setelah meng-copy angka-angka tersebut ke kolom yang baru. langkah berikutnya adalah membuat angka persentase pada kelompok laki-laki menjadi angka MINUS. sehingga akan meng-copy angka saja bukan rumus. Kemudian pilih ‘Values’ dan OK.

Horizontal barchart Selanjutnya. lagi klik Next. sehingga muncul tampilan berikut: 13 . klik icon Next.

dengan mengklik menu Legend. klik Top: 14 . maka muncul pula tayangan berikut. dan ketik Persentase pada kolom isian Category (Y) axis. susunlah legenda grafik agar sesuai dengan tampilan. sehingga muncul pula tampilan sebagai berikut: Selanjutnya. ketik Judul grafik pada kolom isian Chart title.Selanjutnya. ketik Kelompok Umur pada kolom isian Category (X) axis.

Pilih ‘none’ pada Area. klik Next. terakhir klik Finish: Klik utk. kemudian klik OK: 15 . akan keluar box ‘Format plot area’. hal yang perlu dilakukan adalah menghilangkan latar belakang kelabu dengan cara: double klik pada latar belakang abu-abu. simpan Setelah grafik piramida penduduk terbentuk.Selanjutnya. dan simpan grafik pada sheet yang berbeda seperti cara di bawah ini.

baik laki-laki maupun perempuan). Pilih ‘Options’. Klik OK. ‘double klik’ pada salah satu angka yang dibawah X-axis. agar tidak diinterpretasikan sebagai proporsi yang negative untuk laki-laki. Kurangi ‘Gap width’ menjadi 10 (or 0).Langkah selanjutnya adalah menseimbangkan bar laki-laki dan perempuan. Pilih ‘Number’. maka harus tampil layar yang berjudul ‘Format data series’. kemudian klik OK: 16 . Akan muncul layar yang berjudul ‘Format Axis’. Akhirnya. Untuk melakukannya. Dengan ‘double klik’ pada bar (di kelompok umur mana saja. X-axis yang bernilai negative diganti menjadi warna merah postif. dan kemudian buat Overlap 100. kemudian pilih box kanan yang menunjuk pada angka pertama yang berwarna merah.

Dengan demikian. Anda dapat menyelesaikan bagian-bagian yang diperlukan selanjutnya. piramida penduduk DI Yogyakarta sudah dapat diselesaikan seperti di bawah ini. 17 .

Sementara itu. 18 . penduduk usia 60-64 segera memasuki usia 65+ (usia lansia/non produktif). akan muncul masalah sosial. Penduduk usia 10 . Grafik penduduk usia 0-4 tahun. sebagai dasar analisis yaitu angka fertilitas.14 tahun. Aspek ekonomi. Masih banyak informasi yang dapat digali dari gambaran Piramida penduduk tersebut. Penjelasan: 1. informasi melalui piramida penduduk dapat dipakai untuk masukan utama pada perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan bidang kependudukan. 2. 2. Perlu diperhatikan bahwa populasi sebanyak itu segera memasuki usia sekolah. sehingga harus mempersiapkan sarana pendidikan. yaitu menggambarkan trend fertilitas dengan memperhatikan penduduk usia 0–4 tahun. yaitu: 1. Aspek Sosial. segera memasuki usia kerja yaitu 15-19 tahun. Sehingga kesempatan kerja yang ahrus dipersiapkan adalah sebanyak selisih antara penduduk usia 10-14 tahun dengan 60-64 tahun. sehingga lapangan kerja harus dipersiapkan. Aspek demografi.1Piramida Penduduk Grafik proporsi penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin seperti di atas mengandung informasi setidak-tidaknya 3 aspek. dengan memperhatikan dependency ratio (beban ketergantungan penduduk belum dan tidak berusia produktif (0–14 tahun dan 65+) terhadap penduduk usia produktif (15-64 tahun). Jika lapangan kerja tidak terpenuhi. Dengan demikian. yaitu dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan dengan memperhatikan angka harapan hidup pada penduduk usia 65+.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful