P. 1
Pengertian Sistem Pemerintahan Indonesia Menurut Uud 1945

Pengertian Sistem Pemerintahan Indonesia Menurut Uud 1945

|Views: 45|Likes:
Published by AdiEs Iskandar

More info:

Published by: AdiEs Iskandar on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2011

pdf

text

original

PENGERTIAN SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA MENURUT UUD 1945 Mnurut muhamad kosnardi dan harmaili Ibrahim, UUD 1945

baik dalam pembukaan maupun pasal pasalnya (pasal 1) tidak menunjukan adanya persamaan pengertian dalam menggunakan istilah bentuk Negara. Apakah istilah penggunaan bentuk Negara itu di tujukan di sifat Negara Indonesia sebagai republic ataukah sebagai Negara kesatuan. Dalam pembukaan di nyatakan : maka di susunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu undang undang dasar Negara Indonesia terbentuk dalam susunan Negara Indonesia yang berdaulatan rakyat yang berdasarkan kepada…. Lebih lanjut pasal 1 ayat 1 di sebutkan pula : Negara Indonesia adalah Negara kesatuan yang berbentuk republic. Namun demikian sesuai dengan musyawarah badan PPKI menyimpulkan bentuk Negara Indonesia adalah republic. Hal ini dapat di ketahui dari beberapa devinisi : 1. Bentuk Negara bukan monarchi atau Negara kerajaan 2. Kepala Negara di pilih dan tidak turun temurun 3. Masa jabatan kepala Negara di tentukan dalam kuiurun waktu tertentu. Apabila ke tiga cirri pemerintah republic tersebut di kaitkan dalam ketentuan pasal pasal undang undang dasar 1945 maka terdapat dalam 1. Pasal 1 ayat 1, yang menyatakan Negara Indonesia adalah kesatuan yang berbentuk republic dan bukan kerajaan 2. Pasal 6 ayat 2 yang menyatakan presiden dan wakil presiden di pilih oleh rakyat dan tidak turun temurun 3. Pasal 7 yang menyatakan presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun Dengan demikian jelas dari pasal tersebut tersirat bahwa bentuk Negara Indonesia adalah republic sedangkan susunan negaranya adalah kesatuan. Berdasarkan undang undang dasar 1945 maka system pemerintahan Indonesia adalah presidensil, namun system ini bukan merupakan suatu konsekuensi yang di adakan karena undang undang dasar 1945 menganut ajaran trias politika. Jadi jika ada system pemerintahan presidensil itu harus di ukur dengan syarat syarat yang ada dalam system presidensil, maka Indonesia tidak terdapat system presidensil yang murni. Pasal 4 dan 17 undang undang dasar 1945 menunjukan bahwa system pemerintahan Indonesia menganut system presidensil, di mana presiden menjadi kepala eksekuytif (pemerintahan) dan mengangkat, serta memberhentikan para menteri yang bertanggung jawab kepadanya. Tetapi jika di lihat dari pasal 5 ayat 1 dalam hubunganya dalam pasal 1 ayat 2 undang undang dasar 1945, dapat di pastikan bahwa dalam system presidensil tersebut dan system presidensil sepenuhnya karena menurut pasal tersebut presiden dan DPR bersama sama membuat undang undang dasar 1945 yang berarti system pemerintah presidensiil di Indonesia bukan merupakan pelaksanaan dari ajaran trias politika. Pertanggung jawaban presiden kepada MPR mengandung cirri cirri parlementer dan juga kedudukan presiden sebagai mandataris pelaksanaan GBHN menunjukan supremasi dari MPR (parlemetentary) yang melambanghkan sifat dari lembaga pemegang kedaulatan rakyat yang tidak habis kekuasaanya di bagi bagikan kepada lembaga Negara yang ada di bhawahnya.

kepada lembaga lembaga Negara lainya. B. Kekuasaan eksaminatif ( inspektif ). (kepada siapa presiden bertanggung jawab. As’ad Iskandar suhadi XII IPA1 . By: M. meliputi :a. yang merupakan cirri pemerintahan parlementer). pasal 1 ayat 2. Undang undang dasar 1945 tidask membatasi kekuasaan itu di bagi atas 3 bagian saja dan juga tidak membatasi pembagian kekuasaan di lakukan oleh tiga organ badan saja. 3. maka system pemerintahan di bawah undang undang dasar 1945 dapat di sebut.misalnya pemerintah daerah dan pemerintah desa. Jika terdapat lembaga lembaga lainya yang tidak di atur oleh indang undang dasar 1945 . Tetapi apabila di lihat dari sudut pertanggungjawaban presiden kepada MPR. karena presiden adalh eksekutif. system pemerintahan Indonesia adaslah presidensiil. 2. Kekuasaan pemerintahan Negara (eksekutif). mahkamah yudikatif atau MY. yaitu badan pemeriksa keuangan ( BPK )> 2. 4. maka lembaga lembaga itu termasuk dalam organisasi pemerintahan yang di sebut sebagai lembaga pemerintah atau regirings organen dan lembaga lembaga administrasi Negara . melainkan menganut system pembagian kekuasaan karena : 1. bahwa setiap kekuasaan itu harus di lakukan oleh satu organ atau badan tertentu yang tidask boleh saling campur tangan. meliputi : a. B. yaitu presiden. 3. dewan perwakilan rakyat atau DPR. Undang undang dasar 1945 menetapkan 4 kekuasaan dan 7 lembaga Negara sebagai berikut . Undang undang dasar 1945 tidak membagi habis kekuasan rakyat yang di lakukan oleh MPR. C. maka berarti bahwa eksekutif dapat di jatuhkasn oleh lembaga negar lain.Dengan demikian berdasarkan pasal 4 ayat 1 dan pasal 17 undang undang dasar 1945. dan menteri menteri adalah pembantu presiden. mahkamah agung tu MA. Kekuasaan legislative. Undang undangh dasa r 1945 tidak membatasi secara tajam. dewan perwakilan daerah atau DPD. quasi. mahkamah konstitusi atau MK. dan wakil presiden. Undang undangh 1945 pada dasarnya tidak menganut system pemisahan kekuasaan (trias plitica) sebagai mana di ajarkan oleh montesqui. presidensiil. 1. Kekuasan di kehakiman (yudikatif).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->