P. 1
Proposal Famria

Proposal Famria

|Views: 804|Likes:
Published by Michael Hemran

More info:

Published by: Michael Hemran on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 ada empat kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SD khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu kompetensi membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Pada keterampilan membaca harus segera dikuasai oleh para siswa di SD, karena dengan kemampuan dan keterampilan membaca ini secara lansung berkaitan dengan seluruh proses belajar siswa di sekolah. Burns, dkk (Rahim,2005:13) mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar. Dimana melalui membaca siswa akan memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas untuk dapat mengembangkan ide dan gagasan. Keberhasilan belajar mereka dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar di sekolah sangat ditentukan oleh penguasaan kemampuan membaca mereka. Karena dengan membaca siswa mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan. Membaca di Sekolah Dasar (SD) pada hakekatnya terbagi atas dua bagian, yaitu membaca permulaan pada kelas 1-2 dan membaca lanjut atau membaca pemahaman untuk kelas 3-6. Dalam kurikulum telah ditetapkan bahwa untuk siswa kelas 3-6 adalah membaca lanjut atau disebut juga membaca pemahaman, karena tujuannya adalah agar anak mampu memahami makna dan mengambil manfaat dalam pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca (siswa), (Depdikbud:1996)

Menurut Burn, Roe dan Roess, (Ritawati dkk, 2005:10) ada dua tipe pemahaman (1) pemahaman literal (literal compherension), yaitu jenis pemahaman lebih dasar dan pemahaman yang lebih tinggi yang meliputi (1) pemahaman interpretif (2) pemahaman kritis (3) dan pemahaman kreatif. Pemahaman interpretif yaitu pemahaman yang dihasilkan oleh suatu proses perolehan ide-ide yang tidak dinyatakan secara langsung dalam bacaan. Menurut Ritawati, (2005:10) Pemahaman interpretif ini, merupakan pemahaman yang lebih tinggi dari pemahaman literal. Jenis pemahaman ini dihasilkan melalui proses berpikir yang lebih tinggi seperti menginterpretasi, analisis, dan sintesis informasi. Dalam pemahaman ini, prediksi suatu bacaan merupakan keterampilan yang penting. Dengan memprediksi seseorang dapat membuat hipotesis, yang diikuti dengan penerimaan atau penolakan terhadap hipotesis itu. Pemahaman ini lebih menuntut kemampuan menafsirkan fakta dan informasi dalam bacaan. Pemahaman interpretif mencakup kemampuan antara lain (1) membuat kesimpulan, (2) membuat generalisasi, (3) mencari hubungan sebab akibat, (4) membuat perbandingan dan (5) menemukan hubungan antar proposisi. Dalam membaca pemahaman interpretif, siswa dituntut untuk memahami isi bacaan yang dibacanya secara tersirat. Hal ini sejalan dengan Burns (Syafi’ie,1999:34) menyebutkan untuk memperoleh pemahaman interpretif, pembaca harus mampu menangkap apa yang tersirat dalam wacana. Sehingga siswa mudah membuat kesimpulan bacaan dan ide pokok pada isi bacaan dalam tiap paragraf terhadap wacana yang dibacanya. Untuk mendapatkan ide pokok

dalam membaca siswa harus berpikir bersama penulis dari bacaan tersebut. Lazimnya ide pokok berada di awal paragraf, di tengah paragraf, di akhir paragraf, di awal dan akhir paragraf, serta berada diseluruh paragraf. Kemampuan tiap siswa berbeda dalam memahami apa yang dibaca untuk mendapatkan ide pokok. Hal ini tergantung pada perbendaharaan kata yang dimiliki, minat, jangkauan mata, kecepatan interpretasi, latar belakang pengalaman sebelumnya, kemampuan intelektual, keakraban dengan ide yang dibaca. Siswa kelas IV SD diharapkan sudah mampu membaca pemahaman interpretif khususnya dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan dalam suatu bacaan, karena menentukan ide pokok sudah dipelajari sejak kelas 1V semester 1 sesuai dengan kompetensi dasar yang ada. Selain itu, diharapkan guru mengajarkan materi menentukan ide pokok dengan jalan membimbing siswa secara terpadu sesuai dengan prosedur atau tahapan yang menjadi bagian dari membaca pemahaman interpretif tersebut. Berdasarkan kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum KTSP 2006 kelas IV semester 2 dengan Standar Kompetensi “Membaca” diharapkan guru tidak memandang kegiatan membaca pemahaman interpretif dalam menentukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan yang dibacanya sebagai aktivitas menghadapi buku dengan jalan membacanya dari awal sampai akhir dan beranggapan bahwa dengan cara itu siswa telah menguasai dan memahami isi bacaan. Hal tersebut di atas belum sesuai dengan kenyataan yang terjadi di SD Negeri 16 Napabalano. Hal ini terungkap melalui prapenelitian pada bulan

Desember tahun 2007 melalui interview dan observasi kepada guru dan siswa kelas IV. Dari hasil interview diperoleh data tentang kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano masih kurang, yaitu sulit menafsirkan ide pokok suatu paragraf dan sulit menafsirkan kesimpulan isi bacaan. Hasil observasi terhadap guru terungkap (1) guru tidak membimbing siswa untuk memahami makna yang tersirat dalam bacaan. (2) siswa tidak dilatih dalam menentukan ide pokok. (3) siswa tidak diberi kesempatan untuk melakukan prediksi awal suatu bacaan untuk memudahkan menyimpulkan isi bacaan (4) siswa tidak dilatih untuk menemukan kalimat inti suatu paragraf (5) hasil belajar membaca pemahaman interpretif dalam menafsirkan ide pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan rata-rata di bawah 50 %. Hasil interview terhadap siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano terungkap (1) siswa sulit menentukan ide pokok dalam sebuah wacana (2) siswa sulit menarik kesimpulan isi suatu bacaan. Hal tersebut di atas disebabkan oleh faktor pemahaman guru terhadap proses pembelajaran membaca pemahaman interpretif belum maksimal. Padahal guru harus memandang bahwa menentukan ide pokok adalah sebagai proses untuk dapat menarik kesimpulan isi bacaan. Dengan memiliki pandangan yang tepat terhadap pemahaman suatu bacaan dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan, maka guru dapat mengatasi kesulitan siswa dalam pembelajaran membaca pemahaman interpretif. Mengatasi masalah tersebut di atas penulis merencanakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan strategi Aktifitas Membaca Berpikir Terbimbing (AMBT) sebagai alternatif tindakan dalam meningkatkan

Bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca pemahaman interpretif dalam menentukan ide pokok siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano ? b. secara umum dirumuskan masalah : Kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa kelas IV SD Negeri 16 Napabalano rendah. Berdasarkan temuan-temuan yang menjadi pokok permasalahan siswa. B. Adapun rumusan masalah khusus : a. membaca pemahaman interpretif tersebut di atas. (Hairuddin:27) bahwa strategi AMBT merupakan strategi yang berguna untuk membimbing siswa berinteraksi dengan teks yang berlandaskan pada pendekatan proses membaca. Pemecahan Masalah Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas. Bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano dalam menarik kesimpulan isi bacaan ? 2.kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano. Fokus Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian ini. Fokus dan Pemacahan Masalah 1. penulis sebagai pelaksana Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merencanakan pemecahan masalah melalui tiga . Dengan judul “Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Melalui Strategi Aktivitas Membaca Berpikir Terbimbing Siswa Kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano”. maka penulis merencanakan tindakan perbaikan pembelajaran melalui PTK. Hal ini sejalan dengan pendapat Staufer dan Manzo.

Pencapaian hasil belajar dalam menentukan ide pokok dilakukan dalam bentuk daur ulang yang terdiri atas tiga siklus. Alasan menggunakan strategi AMBT dalam hal meningkatkan kemampuan membaca pemahaman interpretif khususnya dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan karena Strategi AMBT membuat siswa aktif dan memudahkan menemukan isi bacaan. Melalui bimbingan secara bertahap diharapkan siswa dapat menentukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan tanpa mengalami kesulitan. Pada . saatbaca. Pada tahap kedua siswa dapat menunjukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan yang dibacanya. yaitu siklus satu direncanakan aktivitas yang dilakukan menggunakan pengajaran mini. pascabaca. Menemukan ide pokok atau detail penting dalam sebuah wacana yang dibacanya serta menyimpulkan isi bacaan dalam proses membaca pemahaman interpretif. Dengan menggunakan Strategi AMBT khususnya dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan.siklus yaitu prabaca. karena keberhasilan dalam membaca sangat ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan pendahuluan yang dimiliki siswa Aminuddin (Abas saleh. hal ini penting. diberi bimbingan secara sistematis oleh penulis (pelaksana penelitian tindakan kelas) selama proses tindakan mulai dari siklus satu sampai siklus tiga. Pada siklus pertama diharapkan sudah terlaksana tahap prabaca yaitu berlatih dan mencoba kebiasaan untuk memecahkan suatu masalah dan lansung termotivasi untuk menguji kebenarannya dari bacaan. 2006:35). Aktifitas ini dilakukan untuk membantu siswa dalam mengaktifkan skemata sebelum membaca.

Untuk mendiskripsikan peningkatkan kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa dalam menentukan ide pokok suatu bacaan 2.tahap ketiga direncanakan tahap mengintegrasikan informasi yang baru dalam kehidupan skematanya dan juga dapat menghadirkan pengalaman belajarnya pada tahap yang dilaluinya. maka didevinisikan secara operasional sebagai berikut: 1. 1. Kemampuan membaca pemahaman interpretif adalah kemampuan siswa dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan 2. maka tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano melalui penerapan strategi Aktifitas Membaca Berpikir Terbimbing. Strategi Aktivitas Membaca Berpikir Terbimbing adalah merupakan strategi yang berguna untuk membimbing siswa dalam menemukan ide pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan D. Definisi Operasional Guna memudahkan pemahaman tentang variable penelitian. C. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan di atas. Tujuan khusus sebagai berikut. Untuk mendiskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa dalam menarik kesimpulan isi bacaan . Sehingga siswa mampu menunjukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan.

Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca pemahaman interpretif sehingga prestasi belajar membaca pemahaman interpretif siswa meningkat. . 2.E. Hasil penelitian ini memberikan pengalaman secara lansung penerapan strategi AMBT dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa. 3. Hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi positif pada sekolah dalam rangka perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran membaca pemahaman interpretif. Manfaat Penelitian 1.

(5) menemukan hubungan antar proposisi. Pemahaman interpretif ini. Hal ini sejalan dengan pendapat Syafi’ie (1993:46) bahwa membaca pemahaman adalah proses kegiatan untuk memahami dan menerima isi bacaan yang disampaikan penulis melalui bahasa . (4) membuat perbandingan. Dalam pemahaman ini. analisis dan sintesis informasi. Dengan memprediksi seseorang dapat membuat hipotesis. Jenis pemahaman ini dihasilkan melalui proses berpikir yang lebih tinggi seperti menginterpretasi. dan memahami ide yang disampaikan penulis dan dihubungkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca. Ritawati (2005:5). Pengertian Membaca Pemahaman Membaca pemahaman interpretif adalah membaca antara garis bawah. membaca pemahaman adalah suatu aktifitas memproses makna kata. Faris. prediksi suatu bacaan merupakan keterampilan yang penting. Pengertian dan Tujuan Membaca Pemahaman Interpretif 1. merupakan pemahaman yang lebih tinggi dari pada pemahaman literal.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pemahaman interpretif mencakup kemampuan antara lain (1) membuat kesimpulan. yang diikuti dengan penerimaan atau penolakan dengan hipotesis itu. memahami konsep. Membaca pemahaman interpretif merupakan proses memperoleh ide-ide yang tidak dinyatakan secara lansung. Pemahaman ini lebih menuntut kemampuan menafsirkan fakta dan informasi dalam bacaan. (Farida Rahim:122) mengatakan bahwa. (2) membuat generalisasi. (3) mencari hubungan sebab akibat.

. 2) membuat generalisasi. 3)memahami sebab akibat. 4) membuat perbandinganperbandingan. Membaca pemahaman interpretif adalah membaca antara garis bawah atau membuat kesimpulan pemahaman interpretif meliputi kegiatan-kegiatan penalaran sebagai berikut: 1) menarik kesimpulan. pendapat. pemahaman tentang struktur teks. tempat. (Syafi’ie. Skemata seseorang menggambarkan apa yang diketahui seorang tentang konsep tertentu dan hubungan antar potongan-potongan informasi yang telah diketahui seseorang. dan ungkapan perasaan. Skemata yang menggambarkan sekelompok konsep yang tersusun dalam diri seseorang yang dihubungkan dengan objek. tindakan. guru yang efektif seharusnya mampu mengarahkan siswa agar lebih banyak mengunakan pengetahuan topik untuk memproses ide dan pesan suatu teks. Hal ini sejalan dengan pendapat Gillet. 5) menemukan hubungan-hubungan baru antara fakta-fakta yang di sebutkan dalam bacaan. dan temple. (1999:4) mengatakan bahwa Pengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa akan memudahkannya memahami bahan yang dibaca (Skemata). Sehubungan dengan teori membara ini. Marohaini.tulis dalam wujut isi pesan berupa fakta. dan kegiatan menemukan makna. yaitu pengetahuan yang telah dimiliki oleh pembaca.1999:33) mengatakan bahwa proses pemahaman dalam membaca melibatkan tiga hal pokok. Memahami bacaan adalah suatu proses yang kompleks untuk mendapatkan makna dari apa yang dibaca. Skemata adalah latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa tentang suatu informasi atau konsep tentang sesuatu. gagasan. atau peristiwa.

Tujuan membaca pemahaman interpretif adalah agar siswa mampu mengambil manfaat dan pesan yang disampaikan penulis kepada pembaca (siswa). f) Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis. Adapun tujuan dari membaca mencakup a) Kesenangan. siswa diharapkan mampu memahami isi bacaan. e) Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya. membuat generalisasi. Pemahaman adalah kemampuan siswa untuk memahami dan mengerti ide pokok. Tujuan Membaca Untuk memahami suatu bacaan dalam membaca siswa dituntut untuk menerapkan tujuan dalam membaca. Pengertian Strategi AMBT Strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing adalah sebagai salah satu bentuk pembelajaran membaca dan keterampilan berbahasa di SD. 3. mampu membuat kesimpulan isi bacaan. c) Menggunakan strategi tertentu. b) Menyempurnakan membaca nyaring. saatbaca. maka akan memudahkan siswa dalam memahami makna suatu bacaan. Dengan kata lain. pascabaca. mampu mencari hubungan sebab akibat. g) Mengkofirmasikan atau menolak prediksi h) Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang sturktur teks. dan seluruh pengertian 2. mampu membuat perbandigan. . strategi ini berguna untuk membimbing siswa untuk berinteraksi dengan teks berlandaskan pada pendekatan proses membaca dimulai dari tahap prabaca. mampu menemukan hubungan antar proposisi Ritawati (2005:10). d) Memperbaharui pengetahuan tentang suatu topik.Dengan kemampuan memahami kegiatan-kegiatan penalaran tersebut di atas.

Latihan itu meliputi : Latihan menemukan letak ide pokok dalam paragraf. Latihan menangkap maksud paragraf. dua dan tiga. Melatih keterampilan siswa menemukan ide pokok adalah latihan menemukan ide pokok paragraf. (2) Kalimat topik ada pada akhir kalimat (kalimat Penutup). latihan menemukan ide pokok dengan kecepatan membaca yang tinggi. maka siswa (pembaca) harus mencari ide pokok sendiri sebab ide pokok menyebar diseluruh paragraf. Pada saat membaca. Pada umumnya ide pokok berada pada kalimat-kalimat topik (kalimat utama). Jika siswa dalam membaca wacana tidak menemukan ide pokok pada melalui prosedur satu. untuk menentukan Ide pokok paragraf. (4) Ide pokok paragraf menyebar diseluruh paragraf. bacalah kalimat yang terakhir. Penggunaan Strategi AMBT dalam Membaca Pemahaman Dalam memahami suatu bacaan untuk menentukan ide pokok dan menarik kesimpulam bacaan melalui beberapa tahap atau langkah untuk mempermudah dalam menemukan ide pokok dan kesimpulan terhadap wacana yang dibacanya. Nurhadi (2004:69-70). Bacalah kalimat pertama yang ada dalam wacana karena kemungkinan ide pokoknya terletak pada kalimat pertama. jika langkah kedua juga gagal coba gabungkan antara kalimat pertama dan kalimat terakhir. lazimnya ide .4. Bila kita tidak menemukannya pada kalimat pertama. Latihan menyatakan ide pokok sebuah paragraf. penulis harus ingat bahwa peletakan ide pokok mempunyai gaya tersendiri untuk lebih mudah memahaminya. metode yang sesuai atau relevan digunakan dalam menentukan ide pokok adalah Strategi AMBT. Oleh karana itu. Penerapan Strategi AMBT dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif a. Kalimat topik dapat ditemukan melalui empat kemungkinan yaitu (1) kalimat topik di awal paragraf. (3) Ide pokok terdapat pada kalimat pertama dan terakhir.

Paragraf adalah kumpulan . serta diseluruh paragraf. (2004:67-96).pokok berada : di awal paragraf. menemukan ide pokoknya. (1) Ide pokok di awal paragraf (2) Ide pokok di akhir paragraf Keterangan : Gambar 1 menunjukan bahwa ide pokok terdapat di awal paragraf Gambar 2 menunjukan bahwa ide pokok suatu paragraf terdapat di akhir paragraf 3) ide pokok di tengah paragraf Keterangan : Gambar 3 menunjukan ide pokok terdapat di tengah paragraf. Dengan adanya latihan siswa dapat menentukan ide pokok. di awal dan akhir paragraf. Untuk mengetahui ide pokok suatu paragraf sebelumnya harus mengetahui bagian fungsi paragraf. di tengah paragraf. Berikut gambar tipe paragraf Soedarso.

Hal ini penting karena keberhasilan dalam membaca sangat ditentukan oleh pengalaman dan pengatahuan pendahuluan yang dimiliki siswa Aminuddin. Kalimat lainnya adalah kalimat pendukung yang menguraikan. dan motivasi. Pengajaran mini dilakukan untuk membantu siswa membangkitkan pengalaman atau skemata. Tahapan Strategi AMBT dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Siswa 1) Tahap Prabaca Aktivitas yang dilakukan saat prabaca mengunakan pengajaran mini. untuk memudahkan pembaca (siswa) dalam menemukan ide pokok. . Selain itu. melukiskan. garis besar) paragraf itu. (Hairuddin:37). b. menjabarkan. Kalimat kunci paragraf mengandung pernyataan tentang kata benda atau kata ganti orang yang dominan atau yang menjadi topik (secara umum. menjelaskan. pengajaran mini yang bertujuan membangkitkan skemata ini dianggap penting karena aktivitas tersebut akan membantu guru dalam menciptakan iklim yang lebih kuat bagi pengembangan afektif minat. sikap positif. Paragraf merupakan jalan yang ditempuh penulis untuk menyampaikan buah pikirannya. Salah satu tujuan pengajaran mini untuk aktivitas ini ialah membantu siswa dalam mengaktifkan skemata sebelum membaca atau mengisikan skemata pada pembaca. Kalimat itu mengandung ide pokok paragraf. Dalam satu paragraf ada kalimat pokok atau kalimat kunci. dan menyajikan contoh-contoh ide pokok.kalimat yang berisi satu gagasan.

Aktivitas pada tahap prabaca memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih mencoba kebiasaan untuk memecahkan suatu maasalah dan lansung termotivasi untuk menguji kebenarannya dari bacaan. Dari judul bacaan dapat dihubungkan dengan petunjuk-petunjuk yang ada dalam bacaan seperti gambar dan kata-kata yang menghubungkan dengan pengalaman siswa. b) Guru kemudian memperkenalkan topik bacaan. siswa akan dapat mengaktifkan skemata untuk menghubungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan topik yang akan dibaca. Aktivitas yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut a) Guru mengelompokkan siswa menjadi empat kelompok yang terdiri atas lima siswa. Dalam hal ini akan membantu membangkitkan pengetahuannya. Pengelompokkan siswa berdasarkan perbedaan kemampuan. Disamping itu. Guru memberikan penjelasan atau pernyataan yang akan membantu metakognisi siswa dengan cara menghubungkan judul bacaan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa. c) Guru memberikan penjelasan tentang judul membaca yang akan dilaksanakan. penulis memfokuskan perhatian siswa pada judul bacaan. Apabila siswa menemui hambatan dalam memperdiksi guru melaksanakan pengajaran mini yaitu memberi penjelasan singkat cara memprediksi. d) Guru menjelaskan langkah-langkah yang akan dilaksanakan guna mempersiapkan mental dan kerangka kerja terhadap metakognisi yang telah dimiliki. .

halaman atau paragraf. 3) Tahap Pascabaca Aktivitas pascabaca adalah aktivitas pengajaran setelah siswa melakukan kegiatan membaca. Banyak hal harus dibaca dapat ditentukan oleh guru misalnya sejumlah bab.e) Kemudian guru mencatat dipapan semua prediksi yang dikemukakan siswa dilakukan untuk mempermudah siswa melakukan penafsiran isi bacaan. menentukan ide pokok dan ide penjelas dalam setiap paragraf. Oleh karena itu membaca dalam hati sering disebut rekreasional. 2) Tahap Saatbaca Tahap ini adalah tahap membaca dalam hati guna memahami isi bacaan. Dan juga penghadiran pengalaman belajarnya pada tahap yang dilaluinya. Bila pada waktu membaca dalam hati siswa disuruh membaca dalam hati. kegiatan pascabaca sangat membantu siswa mengintegrasikan informasi yang baru dalam kehidupan skematanya. maupun kelompok. . Pelaksanaan membaca dapat dilakukan perseorangan. yang memerlukan ketenagan dan terbebas dari rasa tertekan. menemukan maksud isi suatu paragraf sehingga memudahkan menyimpulkan isi bacaan suatu paragraf . Membaca dalam hati biasanya untuk penikmatan atau kesengan. menjumlah kata dalam paragraf. tetapi gurunya tidak ikut serta membaca bahkan tidak berada dalam kelas. berpasangan. Sewaktu membaca dalam hati siswa dapat dilatih menentukan letak ide pokok. mencari kalimat inti suatu paragraf. guru harus turut serta membaca karena ia sebagai model membaca bagi siswa Holawai (Hairuddin:24)). maka ada kemungkinan siswa menganggap kegiatan membaca sesuatu yang kurang penting.

Kerangka Pikir Pengajaran membaca pemahaman sangat penting karena keberhasilan guru dalam mengajarkan membaca berdampak positif terhadap keberhasilan mata pelajaran. melakukan sharing hasil dalam diskusi kelas. pascabaca. Banyak aspek yang perlu diketahui tentang kesulitan yang dihadapi siswa khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia antara lain menentukan ide pokok dan kemampuan menarik kesimpulan isi bacaan. saatbaca. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat kerangka pikir seperti tampak dalam skema di bawah ini . B. bertanya jawab untuk merefisi / menguji prediksi awal. berdasarkan kerangka teori yang mendasari pelaksanaan penelitian tindakan kelas tentang “ Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Melalui Strategi Aktifitas Membaca Berpikir Terbimbing Siswa Kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano” yang terdiri atas tiga tahap.Pengajaran pada tahap pascabaca dilakukan dengan membaca ulang prediksi awal yang dikemukakan pada tahap prabaca. yaitu tahap prabaca.

Skema 1 Kerangka Pikir Penelitian Tindakan Penggunaan Strategi AMBT dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Siswa Kelas IV SD Negeri 16 Napabalano Membaca Pemahaman Intepretif Ide pokok Kesimpulan isi bacaan Strategi AMBT Saatbaca Melaksanakan membaca dalam hati Menentukan jumlah kata suatu paragraf Menentukan letak ide pokok Menentukan ide penjelas Menentukan maksud isi suatu paragraf untuk memudahkan menyimpulkan bacaan Pascabaca Membaca ulang prediksi awal siswa Memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok Memperbaiki kesalahan dalam menyimpulkan isi bacaan Tanya jawab/menguji prediksi awal Prabaca Memperkenalkan topik Menyampaikan tujuan membaca Mengelompokkan siswa Memprediksi isi bacaan Mencatat prediksi siswa peas Menarik kesimpulan isi bacaan Kemampuan membaca pemahaman interpretif siswa meningkat .

Adapun data yang dikumpulkan dari siswa dalam penelitian ini adalah : (1) Hasil pekerjaan siswa pada tes awal. C. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano berjumlah 20 orang. dan pekerjaan orang tua mereka. Dimana kelas satu dan kelas dua satu ruangan.BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Memilih siswa kelas 1V sebagai responden karena 1. 5 guru tidak tetap (tenaga honorer). SD Negeri 16 Napabalano terdiri atas lima kelas. Sumber Data Sumber data yang dijadikan populasi dalam penelitian ini diambil adalah guru dan siswa. Setting Penelitian Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada SD Negeri 16 Napabalano. di kelas IV SD yang terdiri dari 20 siswa yaitu 7 orang putra 13 putri. tes akhir tindakan pada setiap tahap pembelajaran. Siswa kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano yang berjumlah 20 orang dan terdaftar pada semester genap. pendidikan. dan tes akhir setelah berakhirnya . B. dilihat dari status sosial. Adanya variasi siswa. Dengan tenaga pendidik 6 orang guru yaitu 1 guru tetap (kepala sekolah). yaitu sulit menentukan ide pokok dan sulit menafsirkan isi bacaan/menarik kesimpulan isi bacaan 2. Ditemukannya masalah yang dialami siswa kelas 1V dalam membaca pemahaman interpretif.

observasi. Empat teknik diuraikan sebagai berikut : 1. pada akhir tiap selesai melakukan serangkaian tindakan (tes akhir) bertujuan untuk melihat peningkatan siswa mengikuti pembelajaran membaca pemahaman interpretif dalam menentukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan melalui strategi AMBT. Tes berupa cerita fiksi dan non fiksi (2) aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran membaca pemahaman interpretif (3) Hasil wawancara dengan subjek penelitian (4) Hasil pengamatan dalam proses belajar mengajar (5) Hasil catatan lapangan yang sesuai dengan kegiatan siswa selama proses pembelajaran yang berkaitan dengan tindakan. . dan catatan selama proses pembelajaran berlansung. Pada akhir tiap tindakan. Tes Tes dilakukan bertujuan untuk mengumpulkan informasi guna mengetahui kemampuan pemahaman siswa dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan dalam sebuah wacana.setiap tindakan pembelajaran. wawancara. bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa dalam membaca pemahaman interpretif yaitu menentukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan. D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Untuk pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes. Tes dilaksanakan pada awal penelitian. Sedangkan data yang diperoleh dari guru adalah (1) kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menentukan ide pokok dan menyimpulkan bacaan (2) aktivitas yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran membaca pemahaman interpretif.

. Hal ini dilakukan guna mendapatkan masukan untuk merumuskan kegiatan pemberian tindakan selanjutnya.2. 3. (3) Pemeriksaan teman sejawat. rinci dan terus menerus selama penelitian. Hal ini dapat diikuti dengan wawancara secara intensif selama kegiatan pembelajaran. terhadap suatu data yang ditemukan. Observasi Observasi bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan tindakan yang telah disusun serta untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan yang dikehendaki. Trianggulasi dilakukan untuk membandingkan persepsi peneliti dengan pihak lain. Ketekunan pengamat dilakukan dengan cara melakukan secara teliti. Pengecekan teman sejawat yang diikuti dalam pengumpulan data atau rekan mahasiswa. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan tehnik derajat kepercayaan Moleong. Validasi Data Untuk mengetahui keabsahan data diperlukan tehnik pemeriksaan. Wawancara Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi dari siswa mengenai strategi yang digunakan oleh guru dalam membaca pemahaman interpretif untuk menentukan ide pokok dan menafsirkan isi bacaan. (2001: 176) yaitu (1) ketekunan pengamatan (2) Triaggulasi. Apakah pembelajaran dengan menggunakan strategi AMBT dapat memahami isi bacaan tentang ide pokok dan kesimpulan isi bacaan. E.

Indikator Kinerja Indikator kinerja pada penelitian tindakan ini adalah apabila seluruh siswa telah mencapai 75 % atau kualifikasi baik dinyatakan berhasil Kualifikasi Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup (C) Kurang (K) Sangat Kurang (SK) . Hal ini senada dengan pendapat Mc. observasi selama tahapan-tahapan (siklus) yang telah dilewati. Analisis Data Analisis data dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data.Taggar (Faisal 2007:30) mengatakan bahwa PTK terdiri atas beberapa siklus yaitu: (1) perencanaan. Selanjutnya data ditafsirkan dengan menggunakan rentang taraf keberhasilan sebagai berikut : Taraf Keberhasilan 85%-100% 70%-84% 55%-69% 46%-54% 0%-45% G. Selain itu analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan data aspek guru dan aspek siswa dalam proses pembelajaran dianalisis berdasarkan kemunculan indikator. Analisis data dapat dilakukan setelah melihat data yang telah dikumpulkan melalui tes. Penafsiran data proses pembelajaran pada aspek guru dan siswa digunakan acuan dengan rumus: Frekuensi x 100% Jumlah responden. (2) Tindakan (3) observasi (4) refleksi.F.

H. refleksi. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas beberapa siklus. Adapun langkah-langkah dalam siklus terdiri dari perencanaan tindakan. Tahapan tindakan dapat dilihat pada bagan I berikut. observasi. Bagan I Alur Penelitian Tindakan Pembelajaran Membaca Pemahaman Interpretif dalam Menentukan Ide pokok dan Menarik Kesimpulan Isi bacaan dengan Menggunakan Strategi AMBT Ide Awal Diagnostik masalah Menyusun rencana siklus 1 Tindakan siklus 1 Prabaca Saatbaca Pascabaca Observasi siklus 3 Refleksi siklus 1 analisis dan evaluasi pascabaca Belum berhasil Tindakan siklus 2 Prabaca Saatbaca a Refleksi tindakan siklus 2 Analisis dan Evaluasi Observasi siklus 2 Menyusun rencana siklus 2 Belum berhasil Menyusun rencana siklus 3 Tindakan siklus 3 Observasi siklus 3 Refleksi siklus 3 Analisis dan evaluasi Kesimpulan Berhasil .

Tahap Perencanaan Perencanaan tindakan adalah persiapan perencanaan tindakan pembelajaran membaca pemahaman interpretif dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan dengan menggunakan strategi AMBT. 2. Pelaksanaan Tindakan Tindakan dalam penelitian ini adalah tindakan yang disusun oleh penulis sebagai pelaksana penelitian tindakan kelas dan guru kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano.Berdasarkan bagan I tentang prosedur pelaksanaan tindakan penelitian (wardani 2005) yang terdiri atas: tahap perencanaan. Secara sistematis menyusun rencana tindakan pembelajaran siklus 1 Menentukan bahan dan media pembelajaran yang akan digunakan Menyusun rambu-rambu instrumen keberhasilan guru. wawancara. a. Dengan langkahlangkah sebagai berikut. peneliti. fotto pelaksanaan tindakan. catatan lapangan observasi dan persiapan rekaman. d. siswa berupa. pelaksanaan. b. observasi dan refleksi dapat di uraikan sebagai berikut: 1. Menyamakan persepsi antara pelaksana penelitian tindakan kelas (penulis) dan guru tentang konsep dan tujuan penggunaan Strategi AMBT (Aktifitas Membaca Berpikir Terbimbing) dalam pembelajaran membaca pemahaman interpretif untuk menentukan ide pokok dan menyimpulkan isi bacaan. tes. Adapun kegiatan yang akan dilakukan dalam menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan dengan menggunakan strategi AMBT (Aktivitas Membaca Berpikir Terbimbing) melalui tiga tahap yaitu (1) Prabaca (2) . c.

dengan menerapkan pembelajaran yang telah disusun pada rencana tindakan. Observasi Pada kegiatan ini meliputi: pengamatan yang dilaksanakan selama kegiatan tindakan berlansung yaitu dengan mengamati aktifitas guru dan siswa sesuai dengan lembar observasi yang telah disediakan sebelumnya. . Tindakan dilaksanakan terhadap siswa yang menjadi subjek penelitian. Kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan yang terjadi pada setiap siklus akan diperbaiki pada siklus berikutnya. Hasil yang diperoleh dari tahap observasi dianalisis hingga menjadi refleksi atas pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan. 3. selain itu juga disediakan catatan lapangan untuk melengkapi data. 4.Saatbaca (3) Pascabaca. Refleksi Dalam prosedur pelaksanaan penelitian tindakan ini langkah terakhir adalah mengadakan refleksi (perenungan).

Mampu menghubungkan judul dengan pengetahuan yang dimilik c. Mampu memperbaiki kesalahan dalam menarik kesimpulan isi bacaan d. Menentukan ide pokok 10 4 0 0 17 50% 20% 85% 40% 40% b. Mampu memperbaiki kesalahan dalam memprediksi isi bacaan melalui judul b. Menentukan jumlah paragraf suatu bacaan 8 c. Mampu memprediksi isi bacaan Saatbaca a.Tabel 4. Mampu menentukan ide penjelas dalam suatu paragraf d. Mampu menarik kesimpulan isi bacaan dengan benar Pascabaca a. Mampu menentukan letak ide pokok dengan benar e. Mampu memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok dengan baik c.1 Data aktivitas membaca pemahaman interpretif siswa dalam menentukan ide pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan siklus I Prabaca Indikator Frekuensi Persentase a. Kemampuan bekerjasama dalam kelompok b. Mampu melakukan sharing dalam diskusi 8 0 5 0 0 5 25% 0 0 25% .

5 .2 Data hasil belajar menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan siklus I N Hasil membaca pemahaman interpretif o 1 Siswa dapat menentukan ide pokok suatu 2 3 4 5 paragraf Siswa dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf Siswa dapat menentukan letak ide pokok Siswa dapat menjumlah kalimat dalam sebuah paragraf Siswa dapat menarik kesimpulan isi suatu bacaan Tabel 4.Tabel 4.4 Data hasil belajar menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan Siklus II No 1 2 3 4 5 Hasil Membaca Pemahaman Interpretif Frekuensi Siswa dapat menentukan ide pokok suatu paragraf Siswa dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf Siswa dapat menentukan letak ide pokok Siswa dapat menjumlah kalimat dalam sebuah paragraf Siswa dapat menarik kesimpulan isi suatu bacaan 14 16 14 14 13 Persentase 70 % 80 % 70 % 70 % 65 % Kualifikasi Baik(B) Baik (B) Baik (B) Baik (B) Cukup (C) Frekuensi Persentase Kualifikasi Cukup (C) Cukup (C) Cukup (C) Cukup (C) Kurang (K) 10 10 11 12 10 50% 50% 55 % 60 % 50% Tabel 4.

Mampu melaporkan hasil kerja dengan baik c. Mampu menjumlah kata dalam suatu paragraf d. Menentukan letak ide pokok b. Mampu memprediksi isi bacaan melalui judul. Mampu memperbaiki kesalahan dalam memprediksi isi bacaan melalui judul b.Data aktivitas membaca pemahaman interpretif siswa dalam menentukan ide pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan siklus III Prabaca Indikator a. Mampu menarik kesimpulan isi bacaan dengan benar Pascabaca a. Mampu memperbaiki kesalahan menarik kesimpulan isi bacaan d. Menentukan jumlah paragraf suatu bacaan c. Saatbaca a. Kemampuan bekerjasama dalam kelompok b. Mampu menghubungkan judul dengan pengetahuan yang dimiliki c. Mampu menentukan letak ide pokok dengan benar e. Mampu melakukan dalam diskusi melakukan dalam sharing 17 85% Frekuensi 20 17 80% 16 10 20 16 16 16 50% 100% 80% 80% 80% Persentase 100% 85% 14 13 17 70% 65% 85% .

6 Data hasil belajar menentukan ide pokok dan menarik kesimpulan isi bacaan siklus III N o Hasil membaca pemahaman interpretif Frekuensi Persentase Kualifikasi 80% 80 % 100 % 100 % 90% Baik(B) Baik (B) Sangat Baik (SB) Sangat Baik (SB) Sangat Baik (SB) 1 Siswa dapat menentukan ide pokok suatu paragraf 2 Siswa dapat menentukan ide penjelas suatu paragraf 3 Siswa dapat menentukan letak ide pokok 4 Siswa dapat menjumlah kalimat dalam sebuah paragraf 5 Siswa dapat menarik kesimpulan isi suatu bacaan 16 16 20 20 18 .Tabel 4.

Hal ini terbukti adanya perkembangan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus pertama dengan kualifikasi kurang menjadi kualifikasi Baik pada siklus kedua demikian juga dari siklus II menjadi kualifikasi Sangat Baik (SB) pada siklus ketiga. yaitu dari siklus kedua kualifikasi Baik (B) menjadi . Hasil yang dicapai adalah siklus pertama kualifikasi kurang (K) atau sebahagian besar siswa tidak lancar melakukan instruksi guru. Hal ini terbukti adanya perkembangan hasil belajar membaca pemahaman interpretif siswa dari siklus pertama ke siklus berikutnya. dan merefleksi secara berdaur ulang selama tiga siklus. Proses pembelajaran membaca pemahaman interpretif dari aspek guru dan siswa dapat dicapai karena dari satu siklus ke siklus berikutnya terus diadakan refleksi dan perbaikan melalui kolaborasi yang baik dengan Tim PTK. melaksanakan. mengobservasi. Melalui strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri 16 Napabalano dalam menentukan ide pokok dan menafsirkan kesimpulan isi bacaan. Pada siklus ketiga menunjukan peningkatan yang berarti.SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Penggunaan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing dapat meningkatkan proses membaca pemahaman interpretif siswa kelas IV SD Negeri 16 Napabalano. pada siklus kedua hasil yang dicapai adalah kualifikasi Baik (B) atau sebahagian siswa tidak lancar melakukan instruksi guru. Hasil ini dapat dicapai karena adanya kerjasama Tim PTK dalam merancang.

Saran-saran Berdasarkan hasil penelitian ini.kualifikasi Sangat Baik (SB). Hal ini dapat dicapai karena secara terus menerus diberikan bimbingan secara intensif. B. maka saran yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut : 1. agar menggunakan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing (AMBT) sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan proses dan hasil pembelajaran membaca pemahaman interpretif 2. Kepada mahasiswa PGSD diharapkan dapat menerapkan strategi aktivitas membaca berpikir terbimbing di SD jika menjadi guru di SD . Kepada guru SD. agar lebih memotivasi diri dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di SD 3. Kepada guru SD.

Jakarta: Depdiknas. Jakarta: Yudistira. 2006. Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Melalui Pendekatan Proses dan Asasmen Portopolio Murid Kelas V SD Negeri 1 Watampone: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Faisal. Hairuddin. Bandung: remaja roslan karya. 2008. Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Djuanda Dadan. Untuk Kelas 1V SD. 2007. 2004. 2006. 2005. Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Efektif Di Sekolah Dasar.DAFTAR PUSTAKA Abas Saleh. 1999. . Peningkatan Keterampilan Membaca Dan Menulis di kelas Tinggi. Jasruddin. 2007. dkk. L. Darisman. Rahim Farida. 2000. Direktur Ketenagaan. Nguroh I Gusti. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: PT Bumi Aksara Ritawati. dkk. S. Jakarta: Depdiknas. Depdiknas. Bandung: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi pjs. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Dan Pustaka. Mari Belajar Bahasa Indonesia. Dkk. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Membaca: Bandung Sinar Baru Algensindo. Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Komunikatif Dan Menyenangkan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Dekdikbut. 2006. 2006. Pengajaran Membaca Di Sekolah Dasar . Jakarta: Bumi Aksara.J. Makassar: Universitas Negeri Makasar Marohaini. Strategi Pengajaran Bacaan Dan Kefahaman. Jakarta: Depdiknas. Arikunnto. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Moleong. 2005. 2001. Surabaya: Nasional: Usaha Nasional Nurhadi. Metode Penelitian Kualitatif. Pengantar Membaca dan Pengajarannya.

Jakarta: Universitas Terbuka. Berbagai Pendekatan.Soedarso. Sistim Membaca Cepat Dan Efektif. 1999. 2007. Pengajaran Membaca Di Kelas-kelas Awal Sekolah Dasar. Syafi’ie. Strategi belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Metode Tehnik dan Media Pengajaran. . Malang: Depdiknas Universitas Negeri Malang. Bandung: Pustaka Setia. Jakarta: Gramedia pustaka Utama. Sunarti dan Subana. Wardani. 1988. Penelitian Tindakan Kelas. IGK.

15 10 90 (SK) (SK) (SK) (SK) (SK) (SK) (SK) (SK) (SK) (SK (SK) SK) (SK) (C) (B) (B) (SK) (SK) (SK) Keterangan : No 1-6 adalah Jumlah Soal Rata-rata Kelas % Ketuntasan % Ketidaktuntasan = Jumlah Nilai Keseluruhan Jumlah Siswa Keseluruhan = Jumlah Siswa Yang Memenuhi Nilai Kriteria X 100 Jumlah Siswa Keseluruhan = Jumlah Siswa Yang Tidak Memenuhi Nilai Kriteria X 100 Jumlah Siswa Keseluruhan . Z JUMLAH Rata-rata kelas %Ketuntasan %Katidaktuntasan 10 10 0 0 10 10 10 10 10 0 0 10 10 10 10 10 10 10 0 0 0 10 0 0 10 10 10 10 10 10 0 10 10 10 10 10 10 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 20 20 20 20 20 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 0 10 20 0 0 0 0 20 20 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 20 0 0 0 0 10 40 0 0 20 20 40 30 40 10 0 40 40 60 80 80 40 40 0 0 590 2. S MERI INDRA.Lampiran I Data Hasil Awal Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Siswa Kelas IV SD Negeri 16 Napabalano Total Kualifikasi N 1 2 3 4 5 6 o NAMA SISWA Skor Soal (10) (10) (20) (20) (20) (20) (100) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 LUSMAN DESTIA DEDI SOFYAN INDANG GUSTINI ALEXSANDER ASTIKA EVANG EKSAL IRNA INENG ILON HEDI. SUHARNI. I NUR HAYATI OMA SAFITRI SRI MUTMAINAH SAFIRA SUHARNI RONI ANTI L.

Melalui membaca siswa dapat menyimpulkan isi bacaan B. siswa dapat menentukan ide pokok pada sebuah paragraf dengan benar. dan membaca pantun Kompetensi Dasar Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca intensif Indikator a. Materi Pokok Teks dalam beberapa paragraf C. c. Metode Pembelajaran Strategi AMBT D. Tujuan Pembelajaran a.Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1 (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal Standar Kompetensi Membaca memahami teks melalui membaca intensif. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal (10 Menit) : Sekolah Dasar : Bahasa Indonesia : 1V / 11 : 2x35 Menit :………………………… . Melalui membaca siswa dapat menyatakan kalimat penjelas pada sebuah paragraf dengan benar c. Dapat menyatakan kalimat penjelas pada sebuah paragraf Dapat menentukan ide pokok Dapat menyimpulkan isi bacaan A. Melalui membaca. membaca nyaring. b. b.

3. Mengecek kebersihan kelas 3. A. 6. 1. Apersepsi 5. 3. Guru memeriksa lembar kerja siswa Guru membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran Motivasi perbaikan tugas yang belum baik Menyampaikan rencana KBM pertemuan ke tiga Media dan Sumber Belajar Saatbaca Pascabaca . Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (90 Menit) Prabaca 1. 1. 5. 2. Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa Guru mengelompokan siswa berdasarkan perbedaan kemampuan Guru memperkenalkan topik bacaan Guru memfokuskan perhatian siswa pada judul bacaan Siswa ditugasi untuk memprediksi bacaan Guru mencatat prediksi siswa Guru membimbing siswa membaca dalam hati Membimbing siswa untuk menjumlah kata dalam suatu paragraf Melatih siswa dalam menentukan letak ide pokok suatu paragraf Siswa ditugasi menentukan ide pokok suatu paragraf Siswa ditugasi mencari ide penjelas dalam setiap paragraf Siswa ditugasi menyimpulkan isi bacaan Siswa ditugasi melaporkan hasil kerjanya Memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok Memperbaiki kesalahan dalam menyimpulkan kesalahan siswa dalam menarik kesimpulan isi bacaan Kegiatan Akhir (20 Menit) 1. 2.1. 2. 4. 6. 4. Memberi Salam 2. 5. 3. 4. 2. 3. Melakukan persiapan pembelajaran 4.

Tes Awal b. Jenis Penilaian a. Penilaian 1.1.Essay . 2. a.Tes Akhir 2.Lisan dan tertulis 3. Media Gambar ide pokok Sumber belajar Buku Paket Mari Belajar Bahasa Indonesia Kelas 1V (SD) TerbitanYudistira Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. E. b. Prosedur Penilaian a. Alat tes a. Tes Proses c.

Membimbing siswa memperbaiki kesalahan dalam menentukan ide pokok 2 3 . 4. Mencatat prediksi siswa Saatbaca 1. Siswa ditugasi untuk menyimpulkan isi bacaan Pascabaca 1. Menentukan letak ide pokok dari wacana yang dibacanya 3. Membimbing siswa Menguji prediksi awal 2. Menggali pengetahuan awal siswa 2. 5. Siswa ditugasi mencari ide pokok dari bacaan yang dibacanya 4. 6. Tanya jawab untuk merevisi 3. Siswa ditugasi untuk mencari ide penjelas dari wacana yang dibacanya 5. Siswa membaca dalam hati seluruh isi bacaan 2.Lampiran 4 Format Obserfasi Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Interpretif Melalui Strategi AMBT Siswa Kelas 1V SD Negeri 16 Napabalano (Aspek Guru) NAMA GURU :……………………HARI/TANGGAL :…………………. 3. 2. SIKLUS KE :I PETUNJUK Mengamati pelaksanaan KBM yang dilakukan oleh guru Mengisi kolom pengamatan sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan ! Memberikan kualifikasi pada kolom yang tersedia! N o Indikator/ Deskriptor Pengamatan YA TDK SB Kualifikasi B C K SK skor A Kegiatan Awal 1. 1 Memberi salam Guru melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar Pengelolaan kelas Guru menyampaikan apersepsi Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B Kegiatan Inti Prabaca 1. Mengelompokan siswa 3.

.4. C Kegiatan Akhir Memberikan penilaian hasil kerja siswa Siswa melaporkan hasil kerja Memberi motivasi dalam belajar Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari Berdoa untuk mengakhiri pelajaran. jika semua indikator muncul. Baik jika (B). Membimbing siswa memperbaiki kesalahan dalam menyimpulkan isi bacaan. jika hanya 1 indikator yang muncul Cukup (C) jika hanya 3 indikator yang muncul Sangat kurang (SK). Sangat baik (SB). bacaan 5. jika hanya satu indikator yang muncul.

membaca nyaring. siswa dapat menentukan ide pokok pada sebuah paragraf dengan benar. Dapat menyatakan kalimat penjelas pada sebuah paragraf Dapat menentukan ide pokok Dapat menyimpulkan isi bacaan Melalui membaca. 1.Lampiran 10 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Hari / Tanggal Standar Kompetensi Membaca memahami teks melalui membaca intensif. dan membaca pantun Kompetensi Dasar Menemukan kalimat utama pada tiap paragraf melalui membaca intensif Indikator 1. Melalui membaca siswa dapat menyatakan kalimat penjelas pada sebuah paragraf dengan benar Melalui membaca siswa dapat menyimpulkan isi bacaan B. 2. Materi Pokok Teks dalam beberapa paragraf C. Metode Pembelajaran Strategi AMBT : Sekolah Dasar : Bahasa Indonesia : 1V / 11 : 2x35 Menit :………………………… A. 3. Tujuan Pembelajaran . 2. 3.

Menggali pengetahuan awal yang dimiliki siswa 2. 2. Memberi Salam Mengecek kebersihan kelas Melakukan persiapan pembelajaran Apersepsi Menyampaikan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (90 Menit) Prabaca 1. 4.D. 3. 5. 6. 3. 2. Langkah-Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal (10 Menit) 1. Guru memfokuskan perhatian siswa pada judul bacaan 4. 2. 1. Kegiatan Akhir (20 Menit) . 8. 5. 4. Guru memperkenalkan topik bacaan 3. Siswa ditugasi untuk memprediksi bacaan 5. Menampilkan alat peraga Guru membimbing siswa membaca dalam hati Membimbing siswa untuk menjumlah kata dalam suatu paragraf Melatih siswa dalam menentukan letak ide pokok suatu paragraf melalui gambar Guru memberi penjelasan ide pokok dan ide penjelas suatu paragraf Siswa ditugasi menentukan ide pokok suatu paragraf Siswa ditugasi mencari ide penjelas dalam setiap paragraf Siswa ditugasi menyimpulkan isi bacaan Pascabaca Siswa ditugasi merevisi kesalahan dalam memprediksi isi bacaan Membimbing siswa memperbaiki kesalahan dalanm menentukan ide pokok Membimbing siswa memperbaiki kesalahan dalanm menentukan ide pokok Guru melakukan Tanya-jawab sharing 6. 7. Guru mencatat prediksi siswa Saatbaca 1. 3. 4.

E. c.1. Menyampaikan rencana KBM pertemuan ke tiga A. Guru memeriksa hasil kerja siswa 2. Tes Awal Tes Proses Tes Akhir 2. Penilaian 1. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi pelajaran 4. Motivasi perbaikan tugas yang belum baik 5. Prosedur Penilaian a. Alat tes Essay . Sumber Belajar 1. b. Jenis Penilaian Lisan dan tertulis 3. Buku Paket Mari Belajar Bahasa Indonesia Kelas 1V (SD) TerbitanYudistira 2. Membagikan hasil kerja siswa 3.

PROPOSAL KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN INTERPRETIF MELALUI STRATEGI AKTIVITAS MEMBACA BERPIKIR TERBIMBING SISWA KELAS IV SD NEGERI 16 NAPABALANO OLEH: WA ODE FAMRIA NIM. A1B5 00965 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO 2011 .

DARTAR ISI Halaman DAFTAR ISI i BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. 2. Analisis 22 G. Devinisi Operasional 7 D. Tujuan Penelitian 7 E. Pengertian strategi AMBT 11 3. Rencana Pemecahan Masalah 5 C. Fokus Masalah 5 2. Subjek 19 C. Simpulan 30 B. Sumber 19 D. . b. Seting 19 B. Indikator Kinerja 22 H. Pengertian dan Tujuan Membaca Pemahaman Interpretif 9 Pengertian Membaca Pemahaman 9 Tujuan Membaca Pemahaman Interpretif 11 3. Penerapan Strategi AMBT dalam Meningkatkan kemampuan membaca pemehaman interpretif 12 Penggunaan Strategi AMBT dalam Membaca Pemahaman 12 Tahapan Strategi AMBT dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahamann terpretif Siswa 14 B. Manfaat Penelitian 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Validasi 21 F.KerangkaPikir 17 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Fokus dan Pemecahan Masalah 1. a. Tehnik pengumpulan 20 E. Prosedur Penelitian 23 SIMPULAN DAN SARAN A. Saran-Saran 31 DAFTAR PUSTAKA 32 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->