P. 1
pendidikan

pendidikan

|Views: 51|Likes:

More info:

Published by: ShOfii 'tetepcengeng on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

text

original

Pengembangan Pendidikan Agama di Sekolah Akan Berbasis Problem Sosial Tue, 12/21/2010 - 15:42 — Ozie

• •

Berita | pendidikan (Global FM Lombok) -

Mataram

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM, megatakan, pendidikan agama di sekolah yang cenderung bersifat doktrin akan dihapus. Sebagai gantinya, akan dikembangkan pendidikan agama yang berbasis pada problem social masyarakat. Dimana, dengan pemahaman agama yang dimiliki, siswa dapat mengaplikasinya di kehidupan sehari – hari. ” Salah satunya, bagaimana meredam konflik yang kerap kali terjadi di tengah masyarakat. Sebab, ilmu agama tidak saja harus dapat difahami secara konseptual, tapi juga dapat memecahkan problem – problem dalam kehidupan sehari – hari. ” jelas Drs. H. L. Syafi’i, MM, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (21/12). Syafi’i mengungkapkan, pendidikan agama juga tidak harus bersifat ekslusif, tapi ke depan akan diterapkan inekslusif. Tahun – tahun sebelumnya, pendidikan agama juga hanya diajarkan satu orang guru agama dengan 2 jam pelajaran. Ke depan guru agama harus berkolaborasi dengan guru – guru lainnya untuk menanamkan pemahaman agama kepada para siswanya. Caranya, di setiap mata pelajaran umum, akan diselipkan materi keagamaan, sehingga pelajaran agama diterima siswa setiap saat selama pelajaran di sekolah berlangsung. Salah satu komitment pemerintah memperhatikan pendidikan agama kepada para siswa tegas Syafi’i, mulai tahun 2011 mendatang, mata pelajaran agama, masuk sebagai mata pelajaran Ujian Nasional (UN). Dengan demikian, secara otomatis, para siswa akan serius mempelajari agama, menghafal, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – harinya. Sebuah mata pelajaran yang tidak di-UN-kan, biasanya akan disepelekan para siswa. Realita itu akan mulai dirubah, sehingga para siswa tidak lagi menyepelekan pelajaran agama yang akan membentuk karakter dan kepribadian siswa itu sendiri. (ozi)

TERKEJUT dan kaget. Ungkapan ini mungkin tepat untuk menggambarkan berapa terhentaknya kita semua mendengar laporan Sekretaris Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) yang disampaikan pada acara Konferensi Nasional Matematika XIII dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang diselenggarakan Unnes Semarang. Saat itu Sekretaris BNSP mengatakan

Berdasar hasil penelitian tentang Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP 2005. jenjang. dan satuan pendidikan. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia. manajemen mutu sekolah. Bahkan kalau kita amati lebih cermat kondisi pendidikan di negeri ini dari hari ke hari semakin menurun kualitasnya. juga masih dihadapkan pada dampak buruk dari krisis dalam berbagai bidang kehidupan dan kenaikan harga BBM yang berimplikasi pada meningkatnya biaya pendidikan di segala jalur jenis dan jenjang pendidikan. Apabila kita mencoba melakukan refleksi mendalam. Pertanyaannya. jalur. dan menyiapkan sekolah unggul. antara lain melalui penyempurnaan kurikulum. Berbagai usaha dan inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. saat ini kita berada pada peringkat 110 dari 174 negara yang diteliti. Bahkan untuk yang terakhir ini. sistem SKS. kita temukan berbagai persoalan muncul silih berganti melanda dunia pendidikan nasional kita. Salah satu permasalahan esensial pendidikan yang sampai saat ini masih dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenis. menurut Dirjen Mandikdasmen pemerintah menyediakan dana blockgrant Rp 500 juta pertahun selama lima tahun. mengapa sampai saat ini mutu dunia pendidikan nasional kita masih memprihatinkan dan apa akar persoalan yang menyebabkan semua itu terjadi? Guru: Pihak yang Tertuduh Dunia pendidikan nasional kita memang sedang menghadapi masalah yang demikian kompleks. Filipina. pengadaan buku dan alat pelajaran. Selain tantangan yang amat berat utamanya dalam upaya menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global.3% dari tenaga pendidik yang ada di Indonesia. Namun demikian sampai saat ini tanda-tanda bahwa dunia pendidikan kita semakin membaik tidak kunjung muncul indikasinya.217 orang atau sekitar 49. baik yang berskala mikro maupun yang makro. Begitu kompleksnya masalah itu tidak jarang guru merupakan pihak yang paling sering dituding sebagai orang yang paling . pelatihan dan peningkatan kompetensi guru. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya daya saing SDM Indonesia untuk memperoleh posisi kerja yang baik di tengah-tengah persaingan global yang kompetitif. Brunei dan apalagi dengan Singapura kita jauh tertinggal.bahwa secara nasional jumlah guru SD yang tidak layak mengajar mencpaai 609. perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

pertimbangan politik praktis. Asumsi demikian tentunya tidak semuanya benar. Upaya pengembangan itu memang merupakan suatu keharusan. pengelolaan reaktif. Guru memang merupakan komponen determinan dalam penyelenggaraan pengembangan SDM dan menempati posisi kunci dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Dampak kualitas kemampuan profesional dan kinerja guru bukan hanya akan berkontribusi terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan (output) melainkan juga akan berlanjut pada kualitas kinerja dan jasa para lulusan tersebut (outcome) dalam pembangunan. pendidikan kita dikelola hanya dengan logika pragmatis. Oleh sebab itu peningkatan profesionalisme guru merupakan suatu keharusan. mengingat tuntutan standar kualitas serta kebutuhan di lapangan juga terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan pesatnya laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi di era global ini. terencana dan berkesinambungan. bahan ajar. Guru yang profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu. Meminjam istilah Winarno Surakhmad. mengingat teramat banyak komponen mikrosistem pendidikan yang ikut menentukan kualitas pendidikan. menguasai metode yang tepat. tuntutan profesionalisme itu semakin kuat. logika bisnis. dan instan. trial-and-error. melainkan harus diupayakan penyiapan dan pengembangannya secara terus-menerus. pendekatan otoriter. Lebih-lebih setelah lahirnya UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. mampu memotivasi peserta didik. memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Pendidikan nasional kita sudah terlalu lama dikelola dengan konsep nonpendidikan. Persoalannya. untuk mendapatkan guru yang profesional dan berkualitas sudah barang tentu . maka tuntutan terhadap guru yang berkualitas dan profesional merupakan suatu keniscayaan yagn tidak bisa dihindari. Namun begitu guru memang merupakan salah satu komponen mikrosistem pendidikan yang sangat strategis dan banyak mengambil peran di dalam proses pendidikan secara luas. Begitu strategis dan pentingnya posisi guru dalam pendidikan. Guru merupakan titik sentral dari peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar.bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. khususnya dalam pendidikan persekolahan. Guru yang profesional juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang . yang pada gilirannya kemudian akan nampak pengaruhnya terhadap kualitas peradaban dan martabat hidup masyarakat.mustahil dapat terjadi dengan sendirinya. bangsa serta umat manusia pada umumnya.

Dengan demikian. dan reaktif-pragmatik. tetapi yang lebih penting lagi perlu ada pemahaman bahwa pendidikan lebih dari itu. Itu memang penting. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belejar dari pengalamannya. menurut Supriadi (1988) untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: (satu) Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. tetapi persoalan kemanusiaan yang hakiki. Dua. dan iklim organisasi pengajaran yang bermakna.seorang guru yang sejati . Tetapi bagaimana realitasnya? Pendidikan nasional kita sudah terlalu lama dikelola dengan konsep nonpendidikan. Tiga. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. dan masyarakat. Prinsip bahwa tanpa ilmu pendidikan maka praksis pendidikan menjadi semu. logika bisnis. sistem SKS. trial-and-error. Meminjam istilah Winarno Surakhmad. Dalam kaitan ini. Pragmatik. Lima. Reaktif karena harus memenuhi tuntutan globalisasi. Sertifikasi dan uji kompetensi guru hanya memenuhi tuntutan dunia modern. Juga dalam implementasi proses belajar mengajar guru harus mampu mengembangkan budaya organisasi kelas. pasar terbuka dan persaingan bebas. logika bisnis.hakekat manusia. pendekatan otoriter. kreatif dan dinamis bergairah. menyesatkan dan membahayakan bangsa. dan yang saat ini sedang hangat dibicarakan adalah persoalan sertifikasi dan uji kompetensi guru. Para pendidik harus memperjuangkan prinsip itu. karena dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah aktual yang pada dasarnya sangat teknis. pertimbangan politik praktis. budaya global. Empat. lihat misalnya kasus KBK. dialogis sehingga menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan tuntutan UU Sisdiknas (UU No 20 / 2003 Pasal 40 ayat 2a). dan instan. sehingga menjadi warga negara yang mandiri dan berdaya. Persoalan lain yang tidak kalah essensialnya yang menyebabkan mutu pendidikan semakin memprihatinkan adalah kecenderungan kita mengambil . Betapa tidak.harus berdiri di atas prinsip bahwa praksis pendidikan mutlak memerlukan ilmu pendidikan. guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa. lokal. pendidikan kita dikelola hanya dengan logika pragmatis. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi. tidak hanya menyelesaikan persoalan aktual. untuk menjadi guru yang profesional . Hakikat-hakikat ini akan melandasi pola pikir dan pola kerja guru dan loyalitasnya kepada profesi pendidikan. pengelolaan reaktif. serta menjadi lebih antisipatif-humanistik. Pendidikan harus mampu membekali peserta didiknya dengan kemampuan individual.

Asal saja kita mendengar ada suara dari luar yang agak aneh. Demokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan rakyat yang berkuasa sekaligus diperintah pemerintahan dalam Negara demokrasi pada dasarnya adalah pilihan rakyat yang berdaulat dan diberi tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan Negara serta mempertanggung jawabkan pada rakyat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang berasal dari rakyat. lesensi. KBK. oleh rakyat untuk rakya) Jadi demokrasi berarti kekuasaan berarti kekuasaan dari rakyat. Akibatnya kita senantiasa berkembang denegan ketertinggalan yang berkelanjutan. tanpa mau memahami konteksnya yang lebih luas dan implikasinya yang lebih jauh. Dengan kata lain demokrasi adalah pemerintahan yang dijalan kan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung ( melalui perwakilan ). dilaksanakan oleh rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Demokrasi dapat diterjemahkan sebagai “ Rakyat berkuasa “. Padahal konsep yang kita anggap bagus saat ini itu di negara mereka merupakan konsep yang sudah lama ditinggalkan. Dewasa ini . 2009 masri. para pejabat membuat UU dan menjalan kan program untuk kepentingan umum atas nama rakyat. sertifikasi. demokrasi berasal dari bahasa yunani. bentuk demokrasi paling umum dengan jumlah penduduk kota ratusan ribu bahkan jutaan orang adalah demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan dalam demokrasi tidak langsung. Mereka selalu bergerak dan maju terus kita selalu menunggu hasil dokumentasi dan menyesuaikannya. DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI Oct 27. . Hak – hak rakyat dihormati dan dijunjung tinggi. kita cepat menerimanya sebagai "pasti bagus". Dengan demikian dalam suatu Negara yang menganut sistem pemerinthan demokrasi.prima | Uncategorized Pengertian demokrasi Secar etimologis. standarisasi. by the people and for the people “ ( suatu pemerinthan dari rakyat. yaitu dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan atau kratein yang berarti memerintah. kekuasaan tertinggi nyaada ditangan rakyat sebagaimana pengertian demokrasi yang diucapkan oleh Abraham Lincoln “the goverment from the people. karena pejabat itu dipilih dan diangkt oleh rakyat. misalnya.konsep dari luar.

non formal ( pendidikan diluar sekolah dan informal ( pergaulan dirumah dan masyarakat kulturaluntuk membangun cita – cita. b.2. merata. meghayati. budaya demokrasi dimasyarakat akan terbentuk bialmana nilai – nilai demokrasi itu sudah berkembang luas. 2006 : 12) Demokrasi memang tidak diwarisi . berkesinambungan terus – menerus. Pengertian pendidikan demokrasi Pendidikan demokrasi diartikan sebagai upaya sistematis yang dilakukan Negara dan masyarakat untuk memfasilitasi individu warga negaranya agar memahami. tetapi ditangkap dan dicerna melalui proses belajar oleh karena itu untuk memahaminya diperlukan suatu proses pendidikan demokrasi. Demokrasi bertujuan menghasilkan demokrasi yang mengaju pada cirri – cirri sebagai berikut : a. dalam arti pebedaan yang ada siselesaikan dengan cara musyawarah. Perubahan bersifat damai dalam arti tanpa kekerasan ( anarkis) d. jumlah penduduk nya sedikit dan bahkan tidak semua warga Negara mempunyai hak untuk ikut menentukan keputusan – keputusan politik. sikap. Jadi. dihayati dan dijalankan sebagai sikap dan prilaku hidup pada hakikat nya budaya demokrasi akan mengembangkan nilai – nilai demokrasi 3. Bersifat evolusioner dalam arto dilakukan secara berlahan. Sejarah pertumbuhan demokrasi Pada awal nya di era yunani kuno abad ke 6-3 SM dilaksanakan demokrasi dengan system demokrasi langsung yaitu suatu bentuk proses pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga Negara berdasarkan procedure mayoritas sistem demokrasi langsung ini efektif dalam sederhana wilayah nya terbatas. dalam arti bertahap.2006:19) System pemerintahan demokrasi demokrasi sebanyak cita – cita kan oleh berbagai Negara. megamall kan dan mengembangkan konsep. prinsip dan nilai demokrasi sesuai dengan status dan peran nya dalam masyarakat ( winataputra. Berjalan melalui cara musyawarah. c. nilai. . dalam hal ini untuk pendidikan formal ( disekolah dan perguruan tinggi). prinsip. Namun upaya untuk menuju kehidupan demokrasi yang ideal tidak lah mudah. dan keterampilan demokrasi dalam berbagai konteks(Winaputra. Pendidikan demokrasi dalam nerbagai konteks. Proses yang tak pernah selesai. Proses mengimplementasikan demokrasi inilah sebagai system politik dalam kehidupan bernegara. konsep.

substance democracy yaitu menunjuk pada bagaimana proses demokrasi itu dilakukan ( Winataputra. Dari praktik demokrasi abad ke 19 yang menekan kan pada paham liberalism dan akses –aksesnya mengubah pikiran para ahli menandai wajah baru constitutional abad ke – 20 4. Pemerintahan berdasarkan aturan atau UU. System parlementer : system ini menerapkan model hubungan yang menyatu antara kekuasaan eksekutif dan legislative. Tokoh tokoh terkenal dalam konteks adalah john locke and property dan montesquiew (1689 – 1755) dari perancis denan gagasan tias politika yang membagi kekuasaan mengadili ( yudikatif) Demokrasi mempunyai wujud konkret sebagai program dan system politika pada akhir abad pertengahan yang merupakan wujud pemikiran akan adanya hak – hak politik rakyat agar ada jaminan hak – hak politik rakyat tersebut berjalan lebih efektif. Peradilan Administrasi. 3. Dalam system ini kekuasaan eksekutif ( kekuasaan menjalankan pemerintah) sepenuh nya berada ditangan presiden. Formal democratif dan yang kedua. Hak – hak manusia 2. munculah gagasan untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang – wenang melalui kontitusi baik yang besifat tertulis maupun tidak tertulis ( konvensi) gagasan in disebut sebagai kontitualisme. yaitu adanya : 1. Gagasan ini dikenal sebagai Negara konstitusional ( constitutional sate) atau dalam pembahasan UUD 1945 disebut sebagai Rechtstaab atau Negara hokum. Menurut stahl ada emapat unsure Negara hokum (Re chtss taat) dalam arti klasik. Teori dan konsep demokrasi Menurut Torres demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu pertama. 2006) System presidensial : system ini menekankan penting nya pemilihan presiden secara langsung dari rakyat. Kepala eksekutif (head of government) adalah berada ditanga seseorang perdana mentri. Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak itu. Demokrasi Perwakilan Liberal . 1.Pada awal pertengahan ini masyarakat bercirikan feodal dan dualisme kekuasaan antara kekuasaan antara paus dan para pejabat keagamaanlain nya dalam politik kenegaraan sering terjadi pertikaian antara kedua pusat kekuasaan tersebut. 4.

rusia. Kebebasan formal berdasarkan demokrasi liberal akan menghasilkan kesenjangan kelas yang semakin lebar dalam masyarakat. Menurut pandangan kaum Marxis-Leninis. Negara post kapitalis tidak akan melahirkan kemiripan apapun dengan suatu rezim liberal. Rakyat adalah sebagai asal mula kekuasaan Negara dan sebagai tujuan kekuasaan Negara. system demokrasi delegatif harus dilengkapi. Dalam hubungan ini Marx mengembangkan pemikiran system demokrasi “ commune structure”(struktur persekutuan ). Semua perwakilan atau agen Negara akan dimasukkan kedalam lingkungan seperangkat institusi – institusi tunggal yang bertanggung jawab secara langsung. 5. Adapun rincian structural ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut : a. dan akhirnya kapitalislah yang emnguasai Negara. Kaitan Demokrasi dan Bentuk Pemerintahan Rumuan kedaulatan ditangan Rakyat menunjuk kan bahwa kedudukan rakyatlah yang tertinggi dan paling sentral. Demokrasi satu partai dan komunisme Demokrasi satu partai ini lazim nya dilaksankan dinegara – Negara komunitas seperti . pada prinsipnya dengan suatu system yang terpisah tetapi sama pada tingkat partai komunis. Oleh karena itu “rakyat” adalah merupakan paradigm sentral kekuasaan Negara. . Kekuasaan ditangan Rakyat. dan lain nya. Memnurut system demokrasi ini masyarakat tersusun atas komunitas – komunitas yang terkecil. Oleh karena itu dalam system demokrasi ini kebebasan individu sebagai dasar fundamental dalam pelaksanaan demokrasi Menurut Held (2004:10). Vietnam. yakni rezim perlementer. 2. Konsep kekuasaan Konsep kekuasaan Negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut : 1. Oleh karena itu menurut komunis. bahwa demokrasi perwakilan liberal merupakan suatu pembaharuan kelembagaan pokok untuk mengatasi problema keseimbangan antara kekuasaan memaksa dan kebebasab.Prinsip demokrasi ini didasarkan pada suatu filsafat kenegaraan bahwa manuisa adalah sebagai makhluk individu yang bebas. Namun demikian perlu disadari bahwa dalam prinsip demokrasi ini apapun yang dikembangkan melalui kelembagaan serta jaminan atas kebebasan individu dalam hidup bernegara. china.

maka menurut UUD 1945 hasil amandemen. Pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 c. MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia 2.a. b) Namun demikian. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (1) d. Putusan majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Pembatasan Kekuasaan b. Konsep pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: 1) Pasal 1 ayat 2. Pembagian kekuasaan 3. Berdaarkan ketentuan tersebut. misalnya pasal 7B ayat 7 Ketentuan-ketentuan tersebut diatas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hokum tata Negara Indonesia adalah berdasarkan: a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai azasnya. “ Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas DPR dan anggota DPD. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. .Oleh karena itu system negara yang terbentuk dalam UUD 1945.. jikalau mufakat itu tidak tercapai. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan/perwakilan. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (2) 2. Penjelasan UUD 1945 tentang pokok pikiran ke III. Pembukaan UUD 1945 alinia IV b.maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak c. Konsep Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut : 1. “ Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. 2) Pasal 2 ayat 1. yaitu “.

Karena kekuasaan di dalam system ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. “…kecuali itu anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR. Konsep Partisipasi Konsep partisipasi menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut: 1) Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang dasar 1945 “ Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hokum dan pemerintahan itu dengan tiada kecualinya”. Hamper semua Negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asasnya yang fundamental sebagai telah ditunjukkan oleh studi UNESCO pada awal 1950-an yang mengumpulkan lebihd ari 100 sarjana barat dan timur.3) Penjelasan UUD 1945 tentang kedudukan DPR disebut. Implementasi Pendidikan Demokrasi Pembahasan tentang peranan Negara dan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang demokrasi dan hal ini karena dua alasan yaitu: a. 6. b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan ada di tangan DPR d. maka konsep kekuasaan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah: a) Dilakukan oleh seluruh warga Negara. sementaa Negara-negara demokrasi itu pemberian peranan kepada Negara dan masyarakat hidup dalam porsi yang berbeda-beda. DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UndangUndang” 3) Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara. Oleh karena itu. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas. . 2) Pasal 28 UUD 1945 “ Kemerdekaan berserikat dan berkumpul.

b. Periode 1949-1950 menggunakan UUD RIS c. Jadi system presidensil murni dapat dilakukan setelah dekrit presiden 1959. yang antara lain dapat dilihat dari system ketatanegaraan di Prancis atau Indonesia berdasar UUD 1945 7. Secara formal Indonesia menganut demokrasi konstitusional. Di beberapa Negara ada yang menggunakan system campuran antara presidensial dengan parlementer. Periode 1950-1959 menggunakan UUDS d. 1959-sekarang menggunakan UUD 1945 Perubahan penggunaan UUD ini berimplikasi pada system pemerintahan. Maka untuk melihat perkembangan demokrasi di Indonesia secara sederhana. kita dapat membagi menjadi 3 periode yaitu: a. Masa demikrasi parlementer tahun 1945-1959 . Esensi Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Sejak diproklamasikan kemerdekaan RI dan disyahkan UUD 1945 sebagai konstitusi Negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ). Namin sejak proklamasi kemerdekaan sampai sekarang telah terjadi perubahan konstitusi Negara sebagai berikut: a. sampai digunakan UUD RIS dan UUDS bentuk pemerintahan menggunakan system parlementer. begitu pula praktik pemerintahannya tidak jarang menyimpang dari landasan dasarnya. Periode 1945-1949 menggunakan UUD 1945 b. Dalam hubungannya dengan implementasi ke dalam system pemerintahan. Sistem referendum yang meletakkan pemerintah sebagai bagian dari parlemen. c. b. Demikrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan Negara sebagai organisasi tertinggi tetapi ternyata berjalan dalam jalur yang berbeda-beda. Sistem pemerintahan adalah presidential namun dalam prakteknya parlementer. Sistem Parlementer yang meletakkan pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri yang hanya berkedudukan sebagai pemerintahan dan bukan kepala Negara sebab kepala Negara bias diduduki oleh raja atau presiden yang hanya sebagai symbol kedaulatan dan persatuan. Sistem presidensial yang menyejajarkan antara parlemen dan presiden dengan member dua kedudukan kepada presiden yakni sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan. demokrasi juga melahirkan system yang bermacam-macam seperti: a.

Namun dalam pelaksanaannya kebijakan pendidikan Indonesia secara umum dinilai belum memiliki orientasi yang jelas. Maa demokrasi pancasila tahun 1965 sampai sekarang Dalam pelaksanan pemilu meskipun dirasakan kekurangan. Budaya politik di Indonesia masih didominasi oleh budaya politik non-demokrasi (feodal). Beberapa pelanggaran terjfadi oleh peserta pemilu sebagai akibat dari upaya masing-masing peserta pemilu untuk memperoleh dukungan masyarakat. Masalahnya dalam kenyataan budaya demokrasi belum berkembang dengan baik. Hal yang perlu dicatat pada masa orde baru adalah adalah adanya upaya pengembangan demokrasi Pancasila yaitu demokrasi yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. Untuk itu dalam konteks kepentingan upaya mewujudkan integrasi bangsa perlu kebijakan pendidikan diorientasikan pada peningkatan mutu SDM dan pemerataannya di daerah. . Budaya politik oposisi sebagai wujud budaya barat tidak dikenal atau sekurang-kurangnya belum dapat diaplikasikan dalam masyarakat Indonesia Kebijakan pendidikan seharusnya bersifat akomodatif terhadap aspirasi rakyatnya sebagai konsekuensi Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Hal ini penting karena ada kecenderungan kemauan dan kontrol serta tekanan tersebut lemah karena didominasi oleh pemilik modal (kuasa ekonomi). Untuk itu perlu dikembangkan pendidikan demokrasi melalui PKn (Civic Education). Masa demikrasi terpimpin tahun 1959-1965 c.b. Dalam Demokrasi Pancasila ada dua nilai dasar yang dikembangkan sebagai budaya politik yaitu tidak dikenalnya istilah oposisi dan nilai musyawarah untuk mencapai mufakat. Lemahnya kemauan politik pemerintah tersebut. Strateginya adalah menanamkan pengetahuan demokrasi yang dibarengi dengan memberikan pengalaman hidup berdemokrasi. Masyarakat juga harus melakukan tekanan (pressure) terus menerus. maka kebijakan pendidikan yang demokratis telah mendapat wadah pengejawantahannya secara jelas. Disamping itu pelaksanaan kebijakan yang ada masih tampak belum adanya koordinasi yang baik antara pusat dan daerah. Pendidikan demokrasi akan dapat meningkatkan integrasi bangsa karena merupakan proses transformasi nilai-nilai daris sistem politik nasional yang telah disepakati yakni sistem politik demokrasi. Ke depan agar supaya kebijakan pendidikan bersifat efektif kontrol DPR dan Parpol harus kuat dan konsisten. namun kalau kita lihat dari proses perkembangan tampak adanya kemajuan. Dengan diberlakukan otonomi daerah yang termasuk di dalamnya otonomi bidang pendidikan. Kondisi ini diperparah adanya kecenderungan lemahnya kemauan politik pemerintah untuk menerapkan amanat konstitusi terutama menyangkut alokasi dana pendidikan. partai politik dan asosiasi – asosiasi dalam masyarakat. tampak tidak dipersoalkan oleh DPR dan Parpol. Upaya untuk memperkuat integrasi bangsa disamping melalui kebijakan pendidikan yang demokratis juga dapat melalui pendidikan demokrasi.

1.berserikat.the assertion of rule of law.konsep yang masih disalahpahami dan disalahgunakan manakala rezim-rezim totaliter dan diktator militer berusaha memperoleh dukungan rakyat dengan menempelkan label demokrasi pada diri mereka sendiri” (USIS.berpendapat. Dari kutipan pengertian tersebut tampak bahwa kata demikrasi merujuk kepada konsep kehidupan Negara atau masyarakat di mana warganegara warganegara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih.Sedangkan yang dimaksud dengan kaitan fungsional adalah hubungan antara demokrasi sebagai substansi dan proses pendidikan bagi segenap warganegara.DIMENSI DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI Pada bagian ini dibahas bagaimana kaitan konseptual dan fungsional demokrasi dengan pendidikan demokrasi.Pengertian Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara.beragama. dan masyarakat yang warganegaranya saling member perlakuan yang sama. (3) society in which there is treatment of each other by citizens as equals”.religion.Yang dimaksud dengan kaitan konseptual adalah hubungan logis demokrasi sebagai suatu konsep dasar politik dengan pendidikan demokrasi sebagai suatu konsep pendidikan. hak asasi tidak dapat dipisahkan dari .accompanied by respect for the rights of minorities.1991:4).kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris “democracy” kini sudah menjadi kosakata umum yang sudah terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.menegakkan rule of law.Pengertian tersebut pada dasarnya merujuk kepada ucapan Abraham A.adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas.opinion. Konsep dan Nilai Demokrasi Kata “demokrasi” yang berasal dari bahasa Latin “de mos” dan “crate i n atau cratos”.and association..Namun demikian demokrasi merupakan “…. Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari tuhan kepada makhluknya.majority rule. Di dalam “The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (Hornby dkk:261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan “democracy” adalah: (1) country with principles of government in which all adults citizens share through their effected representatives. (2) country with government which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speech.

B. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain.kesadaran akan adanya hak asasi manusia tumbuh dari pengakuan manusia sendiri bahwa mereka adalah sama dan sederajat. 1) Landasan yang langsung dan pertama.semua manusia adalah sederajat tanpa membedakan ras. jadi.dengan pengakuan akan prinsip dasar tersebut.Penegakan HAM di Indonesia Sebagai mana kita ketahui. mencangkup hak hidup. Persaingan berbagai kekuatan politik menjadi warna utama dalam kehidupan politik pada masa orde lama.suku. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. persaingan tersebut meluas kesegenap kehidupan rakyat hingga memicu perseteruan diantara mereka. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari tuhan. bahwa hak asasi manusia bersifat Universal sehingga masalah ini menjadi perhatian segenap umat manusia.eksistensi pribadi manusia itu sendiri.Karena itu di hadapan tuhan manusia adalah sama kecuali nanti pada amalnya.hak kemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu. yakni kodrat manusia. ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Penegakkan hak asasi manusia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.dan sebagainya. karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. 2) Landasan yang kedua dan yang lebih dalam: Tuhan menciptakan manusia. Kesadaran akan hak asasi manusia didasarkan pada pengakuan bahwa semua manusia sebagai makhluk tuhan memiliki derajat dan martabat yang sama.setiap manusia memiliki hak dasar yang disebut hak asasi manusia. mulai dari sanksi ringan berupa pengucilan atau pemboikotan hingga sanksi pidana melalui pengadilan internasional. bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain.Semua manusia adalah makhluk dari pencipta yang sama yaitu tuhan yang maha esa. Dunia internasional sendiri memiliki berbagai instrumen sanksi untuk para penjahat kemanusiaan.???? . Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain.agama. Walau demikian. tanpa memperdulikan dari mana para korban atau pelaku pelanggaran HAM berasal. Haruskah persaingan politik selalu mengarah pada perseteruan.sebagai berikut.bahasa.kodrat manusia adalah sama derajat dan martabatnya.

Hubungan Pancasila Dengan Agama Islam Islamisasi Indonesia lewat politik dakwah. Media massa dan elite Muslim yang duduk di pemerintahan tengah ‘haus’ akan keislaman yang otentik (bahkan ironisnya cenderung ke arah konsuptivisme akut). Kendati demikian. Teman dari Bali menyatakan kekhawatirannya pada penulis bahwa golnya RUUP ini adalah tanda dari Islamisasi Indonesia. Tetapi. itu hanya mengulang-ulang kembali perdebatan yang ada pada sidang Konstituante 1957. agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dalam sebaik-baiknya. dan multikultur. Kaum Nasionalis banyak yang melihat bahwa ini adalah awal dari shariatisasi Indonesia. proses demokratisasi yang terjadi pasca tumbangnya kekuasaan orde baru telah memberi harapan yang besar bagi kita agar pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dapat ditegakkan. Kita harus terus berupaya untuk menyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia. meski wacana Islam sebagai solusi bangsa sangatlah lantang sebenarnya kaum Islamis ini juga belum sepenuhnya mengerti bagaimana Islam menjawab secara riil permasalahan bangsa yang multietnis. Walaupun demikian. Seruan Hisbutahrir Indonesia (HTI) dan simpatisan politik Islamisasi lainnya tantang shariah Islam sebagai solusi kini memuncak pada gol tidaknya RUU Anti Pornoaksi dan Pornografi (APP) atau kini yang berubah nama menjadi RUU Anti Pornografi (AP) yang kontroversial itu. Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan hak asasi manusia tersebut. Hal ini dikarenakan Islam yang tidak tunggal. Tetapi. diera reformasi dapat kita catat bahwa pemerintah dan lembaga legislatif telah bekerja sama menyusun perangkap perundangan yang menunjukkan upaya nyata untuk mengedepankan perlindungan tentang hak asasi manusia. Kita dapat mencermati bahwa dalam lingkungan sosial kita terdapat beberapa hambatan yang bersifat structural (berkenaan dengan budaya masyarakat). Walau demikian hambatan tersebut sepatutnya tidak membuat semangat kita untuk menegakkan hak asasi manusia menjadi surut. Terlihat dari wacana ini bahwa semenjak euforia reformasi Islam adalah wacana politik di public dan elite pemimpin yang Islamis. demi terwujudnya hak asasi manusia yang baik. wacana Pancasila oleh kaum Nasionalis terasa direduksi menjadi isu kebangsaan dan kebinekaan yang boleh jadi merupakan kegamangan akan trauma stigmatisasi Pancasila di bawah Rezim Orba. mulailah dari diri kita sendiri untuk belajar menghormati hakhak orang lain. C. Sementara itu.Kenyataan menunjukan bahwa hingga kini proses penegakan HAM di indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Bahkan kaum nasionalispun sepertinya terbawa arus debat kusir yang tak berkesudahan tentang dasar . multikeyakinan. Diakui atau tidak ‘perasaan’ kaum nasionalis ini menumpulkan wacana Pancasila sebagai Dasar Negara RI. multiras. meski iklim demokratis kini tengah tumbuh subur bukan berarti upaya penegakkan hak asasi manusia di indonesia tidak mengalami hambatan sama sekali. mari kita upayakan sedikit demi sedikit untuk dikurangi. sebenarnya telah berjalan secara pasti sejak awal Orde Baru hingga puncaknya saat berjalan seiring dengan Penguasa dalam ICMI menjadi letak mendasar bagi Islamisasi Indonesia.

Prof Mr. Ada ketidakadilan yang signifikan dalam menempatkan status dzimmi bagi bangsa yang didirikan diatas pengorbanan semua kaum yang ingin menjadi satu bangsa dalam satu tatanan kenegaraan. tampak jelas bahwa keberatan kaum agama lain terhadap klaim keunggulan Islam sebagai Dasar Negara adalah Islam dalam sejarahnya di dunia maupun di Indonesia masih mengandung ketidakadilan dalam artian demokrasi modern. Bila direfleksikan pada kondisi sekarang ini. . dan filsafat Pancasila disini bisa menjadi kalimat al sawaa untuk semua golongan. Pancasila lebih luas dan universal dari pada pandangan Islam yang meletakkan umat agama lain dalam status dibawahnya (dzimmi. dan ini akan berakibat fatal karena nafsu syahwat kekuasaan politik lebih dominan dan menarik daripada niat untuk membangun kehidupan yang rahmatan lil alamin dalam satu bangsa dan negara. dijiwai semangat revolusi 17 Agustus 1945 yang menjamin hak asasi manusia dan menjamin berlakunya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. R. Mengapa bisa seperti ini keadaannya dan bagimana seharusnya umat Islam dan umat agama lainnya menyikapi krisis kebangsaan dan kenegaraan kita ini? Bagaimana dengan Pancasila? Kalau kita menengok kembali perdebatan tentang Pancasila sebagai Dasar Negara NKRI di sidang Konstituante 1957. Oleh karenanya. dunia Islam seperti Iran dan Pakistan misalnya penuh dengan pertentangan ideologi Islam yang bahkan menyeret umat Islam pada perpecahan yang berdarah antar sesama Muslim dan lebih senang melupakan makna dan tujuan berbangsa dan bernegara. Berdakwah politis untuk mencapai satu shariat Islam sepertinya jauh dari pada kenyataan. Hal ini karena politik Islam selama ini lebih cenderung pada politik ideologi daripada politik kebangsaan dan kebernegaraan. Umat Islam dan umat agama lainnya di Indonesia dalam kebangsaan yang tunggal ini sebenarnya lebih memungkinkan untuk bekerjasama dalam membangun bangsa. Politik shariat Islam boleh jadi hingga kini masih berkutat pada politik interpretasi ideologi (teologis). Hal inilah yang sebenarnya menjadi ‘kesepakatan’ bersama dalam rekap laporan Komisi I Konstituante Tentang Dasar Negara 1957.A. Sesuatu dasar neagra yang memuat semua hal yang merupakan kepribadian luhur bangsa Indonesia. NKRI.negara yang cocok untuk Bangsa Indonesia yang multi segalanya ini. lepas dari keterpurukkan ekonomi maupun sosial. Keberatan lainnya adalah bahwa fakta sejarah yang memperlihatkan bahwa penguasa dan kaum intelektual Islam zaman dahulu di dunia maupun di Indonesia hingga kini selalu dalam perbedaan dalam menginterpretasi dan memaknai (shariat) Islam.). Soehardi dari partai Katholik dan perwakilan dari kaum nasionalis seperti Soedjatmoko dan sebaginya serta wakil agama lain dalam sidang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila yang ada seperti yang dijabarkan oleh pendiri Bangsa ada di setiap agama termasuk Islam maupun Katholik dan sebagainya. Nilai dan falsafah Pancasila bagi dasar negara Indonesia tidak diragukan lagi ada di setiap agama yang menjunjung keadilan dan kemanusiaan. Semua energi kaum Islamis dan Nasionalis pada akhirnya hanya berkutat payah dan letih hingga berbusa pada debat material Dasar Negara daripada bagaimana menjalankan dan mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. yang menjadikan musyawarah sebagai dasar segala perundingan dan penyelesaian mengenai segala persoalan kenegaraan. tanpa pernah serius mengerti dan menjalankan esensi untuk apa Dasar Negara itu dibuat.

menjamin kebebasan beragama dan beribadat dan berisikan sendi-sendi perikemanusiaan dan kebangsaan yang luas. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->