Pengembangan Pendidikan Agama di Sekolah Akan Berbasis Problem Sosial Tue, 12/21/2010 - 15:42 — Ozie

• •

Berita | pendidikan (Global FM Lombok) -

Mataram

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. L. Syafi’i, MM, megatakan, pendidikan agama di sekolah yang cenderung bersifat doktrin akan dihapus. Sebagai gantinya, akan dikembangkan pendidikan agama yang berbasis pada problem social masyarakat. Dimana, dengan pemahaman agama yang dimiliki, siswa dapat mengaplikasinya di kehidupan sehari – hari. ” Salah satunya, bagaimana meredam konflik yang kerap kali terjadi di tengah masyarakat. Sebab, ilmu agama tidak saja harus dapat difahami secara konseptual, tapi juga dapat memecahkan problem – problem dalam kehidupan sehari – hari. ” jelas Drs. H. L. Syafi’i, MM, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (21/12). Syafi’i mengungkapkan, pendidikan agama juga tidak harus bersifat ekslusif, tapi ke depan akan diterapkan inekslusif. Tahun – tahun sebelumnya, pendidikan agama juga hanya diajarkan satu orang guru agama dengan 2 jam pelajaran. Ke depan guru agama harus berkolaborasi dengan guru – guru lainnya untuk menanamkan pemahaman agama kepada para siswanya. Caranya, di setiap mata pelajaran umum, akan diselipkan materi keagamaan, sehingga pelajaran agama diterima siswa setiap saat selama pelajaran di sekolah berlangsung. Salah satu komitment pemerintah memperhatikan pendidikan agama kepada para siswa tegas Syafi’i, mulai tahun 2011 mendatang, mata pelajaran agama, masuk sebagai mata pelajaran Ujian Nasional (UN). Dengan demikian, secara otomatis, para siswa akan serius mempelajari agama, menghafal, memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – harinya. Sebuah mata pelajaran yang tidak di-UN-kan, biasanya akan disepelekan para siswa. Realita itu akan mulai dirubah, sehingga para siswa tidak lagi menyepelekan pelajaran agama yang akan membentuk karakter dan kepribadian siswa itu sendiri. (ozi)

TERKEJUT dan kaget. Ungkapan ini mungkin tepat untuk menggambarkan berapa terhentaknya kita semua mendengar laporan Sekretaris Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) yang disampaikan pada acara Konferensi Nasional Matematika XIII dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia yang diselenggarakan Unnes Semarang. Saat itu Sekretaris BNSP mengatakan

bahwa secara nasional jumlah guru SD yang tidak layak mengajar mencpaai 609. Namun demikian sampai saat ini tanda-tanda bahwa dunia pendidikan kita semakin membaik tidak kunjung muncul indikasinya. dan satuan pendidikan. Brunei dan apalagi dengan Singapura kita jauh tertinggal. perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. jenjang. Berdasar hasil penelitian tentang Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP 2005. Apabila kita mencoba melakukan refleksi mendalam.217 orang atau sekitar 49. pengadaan buku dan alat pelajaran. Filipina. jalur. Salah satu permasalahan esensial pendidikan yang sampai saat ini masih dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenis. kita temukan berbagai persoalan muncul silih berganti melanda dunia pendidikan nasional kita. antara lain melalui penyempurnaan kurikulum.3% dari tenaga pendidik yang ada di Indonesia. Bahkan kalau kita amati lebih cermat kondisi pendidikan di negeri ini dari hari ke hari semakin menurun kualitasnya. juga masih dihadapkan pada dampak buruk dari krisis dalam berbagai bidang kehidupan dan kenaikan harga BBM yang berimplikasi pada meningkatnya biaya pendidikan di segala jalur jenis dan jenjang pendidikan. sistem SKS. pelatihan dan peningkatan kompetensi guru. Hal ini menunjukkan betapa rendahnya daya saing SDM Indonesia untuk memperoleh posisi kerja yang baik di tengah-tengah persaingan global yang kompetitif. dan menyiapkan sekolah unggul. manajemen mutu sekolah. Begitu kompleksnya masalah itu tidak jarang guru merupakan pihak yang paling sering dituding sebagai orang yang paling . Bahkan untuk yang terakhir ini. menurut Dirjen Mandikdasmen pemerintah menyediakan dana blockgrant Rp 500 juta pertahun selama lima tahun. Jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia. Selain tantangan yang amat berat utamanya dalam upaya menyiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global. saat ini kita berada pada peringkat 110 dari 174 negara yang diteliti. Pertanyaannya. mengapa sampai saat ini mutu dunia pendidikan nasional kita masih memprihatinkan dan apa akar persoalan yang menyebabkan semua itu terjadi? Guru: Pihak yang Tertuduh Dunia pendidikan nasional kita memang sedang menghadapi masalah yang demikian kompleks. Berbagai usaha dan inovasi telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. baik yang berskala mikro maupun yang makro.

untuk mendapatkan guru yang profesional dan berkualitas sudah barang tentu . Namun begitu guru memang merupakan salah satu komponen mikrosistem pendidikan yang sangat strategis dan banyak mengambil peran di dalam proses pendidikan secara luas. tuntutan profesionalisme itu semakin kuat. dan instan. memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. menguasai metode yang tepat. melainkan harus diupayakan penyiapan dan pengembangannya secara terus-menerus. bahan ajar. Dampak kualitas kemampuan profesional dan kinerja guru bukan hanya akan berkontribusi terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan (output) melainkan juga akan berlanjut pada kualitas kinerja dan jasa para lulusan tersebut (outcome) dalam pembangunan. Asumsi demikian tentunya tidak semuanya benar. bangsa serta umat manusia pada umumnya. pendekatan otoriter. yang pada gilirannya kemudian akan nampak pengaruhnya terhadap kualitas peradaban dan martabat hidup masyarakat. Persoalannya. Guru memang merupakan komponen determinan dalam penyelenggaraan pengembangan SDM dan menempati posisi kunci dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan. trial-and-error. Begitu strategis dan pentingnya posisi guru dalam pendidikan. logika bisnis. Guru merupakan titik sentral dari peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. pendidikan kita dikelola hanya dengan logika pragmatis.mustahil dapat terjadi dengan sendirinya. Oleh sebab itu peningkatan profesionalisme guru merupakan suatu keharusan. Pendidikan nasional kita sudah terlalu lama dikelola dengan konsep nonpendidikan. pertimbangan politik praktis. Lebih-lebih setelah lahirnya UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. pengelolaan reaktif. Meminjam istilah Winarno Surakhmad. khususnya dalam pendidikan persekolahan. maka tuntutan terhadap guru yang berkualitas dan profesional merupakan suatu keniscayaan yagn tidak bisa dihindari. terencana dan berkesinambungan. Guru yang profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu. mengingat tuntutan standar kualitas serta kebutuhan di lapangan juga terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan seiring dengan pesatnya laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi di era global ini. mengingat teramat banyak komponen mikrosistem pendidikan yang ikut menentukan kualitas pendidikan. mampu memotivasi peserta didik. Upaya pengembangan itu memang merupakan suatu keharusan. Guru yang profesional juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang .

dialogis sehingga menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan tuntutan UU Sisdiknas (UU No 20 / 2003 Pasal 40 ayat 2a). pengelolaan reaktif. karena dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah aktual yang pada dasarnya sangat teknis. dan yang saat ini sedang hangat dibicarakan adalah persoalan sertifikasi dan uji kompetensi guru. Prinsip bahwa tanpa ilmu pendidikan maka praksis pendidikan menjadi semu. Dengan demikian. budaya global. tidak hanya menyelesaikan persoalan aktual. Itu memang penting. Sertifikasi dan uji kompetensi guru hanya memenuhi tuntutan dunia modern. Para pendidik harus memperjuangkan prinsip itu. guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. Empat. Betapa tidak. Dua. guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi. Dalam kaitan ini. Lima. Hakikat-hakikat ini akan melandasi pola pikir dan pola kerja guru dan loyalitasnya kepada profesi pendidikan. dan reaktif-pragmatik. Tiga. Juga dalam implementasi proses belajar mengajar guru harus mampu mengembangkan budaya organisasi kelas. serta menjadi lebih antisipatif-humanistik. trial-and-error. pendidikan kita dikelola hanya dengan logika pragmatis. lihat misalnya kasus KBK. guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belejar dari pengalamannya. sistem SKS. sehingga menjadi warga negara yang mandiri dan berdaya. pertimbangan politik praktis. dan iklim organisasi pengajaran yang bermakna.hakekat manusia. dan masyarakat. dan instan. menurut Supriadi (1988) untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: (satu) Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa. Pragmatik. pasar terbuka dan persaingan bebas. Meminjam istilah Winarno Surakhmad.harus berdiri di atas prinsip bahwa praksis pendidikan mutlak memerlukan ilmu pendidikan. lokal. kreatif dan dinamis bergairah. Tetapi bagaimana realitasnya? Pendidikan nasional kita sudah terlalu lama dikelola dengan konsep nonpendidikan. pendekatan otoriter. Persoalan lain yang tidak kalah essensialnya yang menyebabkan mutu pendidikan semakin memprihatinkan adalah kecenderungan kita mengambil . menyesatkan dan membahayakan bangsa. Pendidikan harus mampu membekali peserta didiknya dengan kemampuan individual. tetapi yang lebih penting lagi perlu ada pemahaman bahwa pendidikan lebih dari itu. logika bisnis. untuk menjadi guru yang profesional .seorang guru yang sejati . Reaktif karena harus memenuhi tuntutan globalisasi. logika bisnis. tetapi persoalan kemanusiaan yang hakiki.

lesensi. Asal saja kita mendengar ada suara dari luar yang agak aneh. Demokrasi adalah sebuah bentuk pemerintahan rakyat yang berkuasa sekaligus diperintah pemerintahan dalam Negara demokrasi pada dasarnya adalah pilihan rakyat yang berdaulat dan diberi tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan Negara serta mempertanggung jawabkan pada rakyat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang berasal dari rakyat. Demokrasi dapat diterjemahkan sebagai “ Rakyat berkuasa “. Padahal konsep yang kita anggap bagus saat ini itu di negara mereka merupakan konsep yang sudah lama ditinggalkan. Dewasa ini . yaitu dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan atau kratein yang berarti memerintah. kekuasaan tertinggi nyaada ditangan rakyat sebagaimana pengertian demokrasi yang diucapkan oleh Abraham Lincoln “the goverment from the people. tanpa mau memahami konteksnya yang lebih luas dan implikasinya yang lebih jauh. misalnya. . DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI Oct 27. karena pejabat itu dipilih dan diangkt oleh rakyat. 2009 masri.konsep dari luar. bentuk demokrasi paling umum dengan jumlah penduduk kota ratusan ribu bahkan jutaan orang adalah demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan dalam demokrasi tidak langsung. dilaksanakan oleh rakyat dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat. Dengan demikian dalam suatu Negara yang menganut sistem pemerinthan demokrasi. sertifikasi. Dengan kata lain demokrasi adalah pemerintahan yang dijalan kan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung ( melalui perwakilan ).prima | Uncategorized Pengertian demokrasi Secar etimologis. demokrasi berasal dari bahasa yunani. KBK. by the people and for the people “ ( suatu pemerinthan dari rakyat. Mereka selalu bergerak dan maju terus kita selalu menunggu hasil dokumentasi dan menyesuaikannya. kita cepat menerimanya sebagai "pasti bagus". standarisasi. oleh rakyat untuk rakya) Jadi demokrasi berarti kekuasaan berarti kekuasaan dari rakyat. para pejabat membuat UU dan menjalan kan program untuk kepentingan umum atas nama rakyat. Hak – hak rakyat dihormati dan dijunjung tinggi. Akibatnya kita senantiasa berkembang denegan ketertinggalan yang berkelanjutan.

2. Namun upaya untuk menuju kehidupan demokrasi yang ideal tidak lah mudah. Perubahan bersifat damai dalam arti tanpa kekerasan ( anarkis) d. Pengertian pendidikan demokrasi Pendidikan demokrasi diartikan sebagai upaya sistematis yang dilakukan Negara dan masyarakat untuk memfasilitasi individu warga negaranya agar memahami. megamall kan dan mengembangkan konsep. prinsip.2006:19) System pemerintahan demokrasi demokrasi sebanyak cita – cita kan oleh berbagai Negara. berkesinambungan terus – menerus. non formal ( pendidikan diluar sekolah dan informal ( pergaulan dirumah dan masyarakat kulturaluntuk membangun cita – cita. c. Pendidikan demokrasi dalam nerbagai konteks. konsep. Jadi. 2006 : 12) Demokrasi memang tidak diwarisi . nilai. meghayati. jumlah penduduk nya sedikit dan bahkan tidak semua warga Negara mempunyai hak untuk ikut menentukan keputusan – keputusan politik. budaya demokrasi dimasyarakat akan terbentuk bialmana nilai – nilai demokrasi itu sudah berkembang luas. Berjalan melalui cara musyawarah. sikap. Bersifat evolusioner dalam arto dilakukan secara berlahan. dalam arti pebedaan yang ada siselesaikan dengan cara musyawarah. dalam hal ini untuk pendidikan formal ( disekolah dan perguruan tinggi). dalam arti bertahap. b. dan keterampilan demokrasi dalam berbagai konteks(Winaputra. prinsip dan nilai demokrasi sesuai dengan status dan peran nya dalam masyarakat ( winataputra. merata. Sejarah pertumbuhan demokrasi Pada awal nya di era yunani kuno abad ke 6-3 SM dilaksanakan demokrasi dengan system demokrasi langsung yaitu suatu bentuk proses pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga Negara berdasarkan procedure mayoritas sistem demokrasi langsung ini efektif dalam sederhana wilayah nya terbatas. Demokrasi bertujuan menghasilkan demokrasi yang mengaju pada cirri – cirri sebagai berikut : a. . dihayati dan dijalankan sebagai sikap dan prilaku hidup pada hakikat nya budaya demokrasi akan mengembangkan nilai – nilai demokrasi 3. tetapi ditangkap dan dicerna melalui proses belajar oleh karena itu untuk memahaminya diperlukan suatu proses pendidikan demokrasi. Proses yang tak pernah selesai. Proses mengimplementasikan demokrasi inilah sebagai system politik dalam kehidupan bernegara.

Dari praktik demokrasi abad ke 19 yang menekan kan pada paham liberalism dan akses –aksesnya mengubah pikiran para ahli menandai wajah baru constitutional abad ke – 20 4. Pemerintahan berdasarkan aturan atau UU. substance democracy yaitu menunjuk pada bagaimana proses demokrasi itu dilakukan ( Winataputra. Kepala eksekutif (head of government) adalah berada ditanga seseorang perdana mentri. Dalam system ini kekuasaan eksekutif ( kekuasaan menjalankan pemerintah) sepenuh nya berada ditangan presiden. 3. Teori dan konsep demokrasi Menurut Torres demokrasi dapat dilihat dari dua aspek yaitu pertama. Menurut stahl ada emapat unsure Negara hokum (Re chtss taat) dalam arti klasik. System parlementer : system ini menerapkan model hubungan yang menyatu antara kekuasaan eksekutif dan legislative. Peradilan Administrasi. 1. Demokrasi Perwakilan Liberal . munculah gagasan untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang – wenang melalui kontitusi baik yang besifat tertulis maupun tidak tertulis ( konvensi) gagasan in disebut sebagai kontitualisme. 2006) System presidensial : system ini menekankan penting nya pemilihan presiden secara langsung dari rakyat. Hak – hak manusia 2.Pada awal pertengahan ini masyarakat bercirikan feodal dan dualisme kekuasaan antara kekuasaan antara paus dan para pejabat keagamaanlain nya dalam politik kenegaraan sering terjadi pertikaian antara kedua pusat kekuasaan tersebut. Gagasan ini dikenal sebagai Negara konstitusional ( constitutional sate) atau dalam pembahasan UUD 1945 disebut sebagai Rechtstaab atau Negara hokum. Formal democratif dan yang kedua. yaitu adanya : 1. Tokoh tokoh terkenal dalam konteks adalah john locke and property dan montesquiew (1689 – 1755) dari perancis denan gagasan tias politika yang membagi kekuasaan mengadili ( yudikatif) Demokrasi mempunyai wujud konkret sebagai program dan system politika pada akhir abad pertengahan yang merupakan wujud pemikiran akan adanya hak – hak politik rakyat agar ada jaminan hak – hak politik rakyat tersebut berjalan lebih efektif. 4. Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak itu.

Dalam hubungan ini Marx mengembangkan pemikiran system demokrasi “ commune structure”(struktur persekutuan ). Adapun rincian structural ketentuan – ketentuan yang berkaitan dengan demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut : a. system demokrasi delegatif harus dilengkapi. pada prinsipnya dengan suatu system yang terpisah tetapi sama pada tingkat partai komunis. bahwa demokrasi perwakilan liberal merupakan suatu pembaharuan kelembagaan pokok untuk mengatasi problema keseimbangan antara kekuasaan memaksa dan kebebasab. Vietnam. Demokrasi satu partai dan komunisme Demokrasi satu partai ini lazim nya dilaksankan dinegara – Negara komunitas seperti . Kekuasaan ditangan Rakyat. Rakyat adalah sebagai asal mula kekuasaan Negara dan sebagai tujuan kekuasaan Negara. Oleh karena itu “rakyat” adalah merupakan paradigm sentral kekuasaan Negara. . dan akhirnya kapitalislah yang emnguasai Negara. china. Kaitan Demokrasi dan Bentuk Pemerintahan Rumuan kedaulatan ditangan Rakyat menunjuk kan bahwa kedudukan rakyatlah yang tertinggi dan paling sentral. Memnurut system demokrasi ini masyarakat tersusun atas komunitas – komunitas yang terkecil. rusia. Negara post kapitalis tidak akan melahirkan kemiripan apapun dengan suatu rezim liberal. Oleh karena itu menurut komunis. yakni rezim perlementer. 2. 5. Menurut pandangan kaum Marxis-Leninis. Konsep kekuasaan Konsep kekuasaan Negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut : 1. Semua perwakilan atau agen Negara akan dimasukkan kedalam lingkungan seperangkat institusi – institusi tunggal yang bertanggung jawab secara langsung. dan lain nya. Kebebasan formal berdasarkan demokrasi liberal akan menghasilkan kesenjangan kelas yang semakin lebar dalam masyarakat.Prinsip demokrasi ini didasarkan pada suatu filsafat kenegaraan bahwa manuisa adalah sebagai makhluk individu yang bebas. Oleh karena itu dalam system demokrasi ini kebebasan individu sebagai dasar fundamental dalam pelaksanaan demokrasi Menurut Held (2004:10). Namun demikian perlu disadari bahwa dalam prinsip demokrasi ini apapun yang dikembangkan melalui kelembagaan serta jaminan atas kebebasan individu dalam hidup bernegara.

Pembagian kekuasaan 3. “ Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar”. MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Konsep Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut : 1.. misalnya pasal 7B ayat 7 Ketentuan-ketentuan tersebut diatas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hokum tata Negara Indonesia adalah berdasarkan: a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah sebagai azasnya. yaitu “.maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak c. jikalau mufakat itu tidak tercapai.a. “ Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas DPR dan anggota DPD. Konsep pengawasan Konsep pengawasan menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: 1) Pasal 1 ayat 2. Berdaarkan ketentuan tersebut. Pembukaan UUD 1945 alinia IV b.Oleh karena itu system negara yang terbentuk dalam UUD 1945. maka menurut UUD 1945 hasil amandemen. Pembatasan Kekuasaan b. Penjelasan UUD 1945 tentang pokok pikiran ke III. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan/perwakilan. 2) Pasal 2 ayat 1. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia 2. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (1) d. Putusan majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. b) Namun demikian. . Pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 c. Undang – Undang Dasar 1945 pasal 1 ayat (2) 2.

“…kecuali itu anggota DPR merangkap menjadi anggota MPR. Hamper semua Negara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asasnya yang fundamental sebagai telah ditunjukkan oleh studi UNESCO pada awal 1950-an yang mengumpulkan lebihd ari 100 sarjana barat dan timur. 2) Pasal 28 UUD 1945 “ Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. . b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan ada di tangan DPR d. Konsep Partisipasi Konsep partisipasi menurut UUD 1945 adalah sebagai berikut: 1) Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang dasar 1945 “ Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hokum dan pemerintahan itu dengan tiada kecualinya”. sementaa Negara-negara demokrasi itu pemberian peranan kepada Negara dan masyarakat hidup dalam porsi yang berbeda-beda.3) Penjelasan UUD 1945 tentang kedudukan DPR disebut. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas. Karena kekuasaan di dalam system ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat. DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. maka konsep kekuasaan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah: a) Dilakukan oleh seluruh warga Negara. 6. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan UndangUndang” 3) Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara. Implementasi Pendidikan Demokrasi Pembahasan tentang peranan Negara dan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari telaah tentang demokrasi dan hal ini karena dua alasan yaitu: a. Oleh karena itu.

Secara formal Indonesia menganut demokrasi konstitusional. demokrasi juga melahirkan system yang bermacam-macam seperti: a. Periode 1949-1950 menggunakan UUD RIS c. Demikrasi sebagai asas kenegaraan secara esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan Negara sebagai organisasi tertinggi tetapi ternyata berjalan dalam jalur yang berbeda-beda. 1959-sekarang menggunakan UUD 1945 Perubahan penggunaan UUD ini berimplikasi pada system pemerintahan. Esensi Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Sejak diproklamasikan kemerdekaan RI dan disyahkan UUD 1945 sebagai konstitusi Negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia ). Di beberapa Negara ada yang menggunakan system campuran antara presidensial dengan parlementer. Masa demikrasi parlementer tahun 1945-1959 . Jadi system presidensil murni dapat dilakukan setelah dekrit presiden 1959. Sistem presidensial yang menyejajarkan antara parlemen dan presiden dengan member dua kedudukan kepada presiden yakni sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan. b. kita dapat membagi menjadi 3 periode yaitu: a. sampai digunakan UUD RIS dan UUDS bentuk pemerintahan menggunakan system parlementer. Sistem pemerintahan adalah presidential namun dalam prakteknya parlementer. Maka untuk melihat perkembangan demokrasi di Indonesia secara sederhana. begitu pula praktik pemerintahannya tidak jarang menyimpang dari landasan dasarnya. Periode 1950-1959 menggunakan UUDS d. Sistem referendum yang meletakkan pemerintah sebagai bagian dari parlemen. Sistem Parlementer yang meletakkan pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri yang hanya berkedudukan sebagai pemerintahan dan bukan kepala Negara sebab kepala Negara bias diduduki oleh raja atau presiden yang hanya sebagai symbol kedaulatan dan persatuan. yang antara lain dapat dilihat dari system ketatanegaraan di Prancis atau Indonesia berdasar UUD 1945 7. Namin sejak proklamasi kemerdekaan sampai sekarang telah terjadi perubahan konstitusi Negara sebagai berikut: a.b. Dalam hubungannya dengan implementasi ke dalam system pemerintahan. Periode 1945-1949 menggunakan UUD 1945 b. c.

Pendidikan demokrasi akan dapat meningkatkan integrasi bangsa karena merupakan proses transformasi nilai-nilai daris sistem politik nasional yang telah disepakati yakni sistem politik demokrasi. Disamping itu pelaksanaan kebijakan yang ada masih tampak belum adanya koordinasi yang baik antara pusat dan daerah. Hal yang perlu dicatat pada masa orde baru adalah adalah adanya upaya pengembangan demokrasi Pancasila yaitu demokrasi yang dilandasi nilai-nilai Pancasila. Upaya untuk memperkuat integrasi bangsa disamping melalui kebijakan pendidikan yang demokratis juga dapat melalui pendidikan demokrasi. Untuk itu dalam konteks kepentingan upaya mewujudkan integrasi bangsa perlu kebijakan pendidikan diorientasikan pada peningkatan mutu SDM dan pemerataannya di daerah. Budaya politik di Indonesia masih didominasi oleh budaya politik non-demokrasi (feodal). Hal ini penting karena ada kecenderungan kemauan dan kontrol serta tekanan tersebut lemah karena didominasi oleh pemilik modal (kuasa ekonomi). . Lemahnya kemauan politik pemerintah tersebut. Untuk itu perlu dikembangkan pendidikan demokrasi melalui PKn (Civic Education). Masalahnya dalam kenyataan budaya demokrasi belum berkembang dengan baik.b. Beberapa pelanggaran terjfadi oleh peserta pemilu sebagai akibat dari upaya masing-masing peserta pemilu untuk memperoleh dukungan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya kebijakan pendidikan Indonesia secara umum dinilai belum memiliki orientasi yang jelas. namun kalau kita lihat dari proses perkembangan tampak adanya kemajuan. Maa demokrasi pancasila tahun 1965 sampai sekarang Dalam pelaksanan pemilu meskipun dirasakan kekurangan. Ke depan agar supaya kebijakan pendidikan bersifat efektif kontrol DPR dan Parpol harus kuat dan konsisten. Masa demikrasi terpimpin tahun 1959-1965 c. Dalam Demokrasi Pancasila ada dua nilai dasar yang dikembangkan sebagai budaya politik yaitu tidak dikenalnya istilah oposisi dan nilai musyawarah untuk mencapai mufakat. Budaya politik oposisi sebagai wujud budaya barat tidak dikenal atau sekurang-kurangnya belum dapat diaplikasikan dalam masyarakat Indonesia Kebijakan pendidikan seharusnya bersifat akomodatif terhadap aspirasi rakyatnya sebagai konsekuensi Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Strateginya adalah menanamkan pengetahuan demokrasi yang dibarengi dengan memberikan pengalaman hidup berdemokrasi. partai politik dan asosiasi – asosiasi dalam masyarakat. tampak tidak dipersoalkan oleh DPR dan Parpol. Masyarakat juga harus melakukan tekanan (pressure) terus menerus. Kondisi ini diperparah adanya kecenderungan lemahnya kemauan politik pemerintah untuk menerapkan amanat konstitusi terutama menyangkut alokasi dana pendidikan. maka kebijakan pendidikan yang demokratis telah mendapat wadah pengejawantahannya secara jelas. Dengan diberlakukan otonomi daerah yang termasuk di dalamnya otonomi bidang pendidikan.

hak asasi tidak dapat dipisahkan dari ..berpendapat. (3) society in which there is treatment of each other by citizens as equals”.1991:4). Ini berarti bahwa sebagai anugerah dari tuhan kepada makhluknya.Pengertian Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. Konsep dan Nilai Demokrasi Kata “demokrasi” yang berasal dari bahasa Latin “de mos” dan “crate i n atau cratos”.accompanied by respect for the rights of minorities.Namun demikian demokrasi merupakan “….DIMENSI DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI Pada bagian ini dibahas bagaimana kaitan konseptual dan fungsional demokrasi dengan pendidikan demokrasi.menegakkan rule of law. Di dalam “The Advanced Learner’s Dictionary of Current English (Hornby dkk:261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan “democracy” adalah: (1) country with principles of government in which all adults citizens share through their effected representatives. Dari kutipan pengertian tersebut tampak bahwa kata demikrasi merujuk kepada konsep kehidupan Negara atau masyarakat di mana warganegara warganegara dewasa turut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakilnya yang dipilih.berserikat.majority rule. dan masyarakat yang warganegaranya saling member perlakuan yang sama.religion.Sedangkan yang dimaksud dengan kaitan fungsional adalah hubungan antara demokrasi sebagai substansi dan proses pendidikan bagi segenap warganegara.beragama.and association.the assertion of rule of law. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara.Pengertian tersebut pada dasarnya merujuk kepada ucapan Abraham A.kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris “democracy” kini sudah menjadi kosakata umum yang sudah terbiasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas. (2) country with government which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speech.opinion.Yang dimaksud dengan kaitan konseptual adalah hubungan logis demokrasi sebagai suatu konsep dasar politik dengan pendidikan demokrasi sebagai suatu konsep pendidikan. 1.konsep yang masih disalahpahami dan disalahgunakan manakala rezim-rezim totaliter dan diktator militer berusaha memperoleh dukungan rakyat dengan menempelkan label demokrasi pada diri mereka sendiri” (USIS.

Haruskah persaingan politik selalu mengarah pada perseteruan.hak kemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu. Dunia internasional sendiri memiliki berbagai instrumen sanksi untuk para penjahat kemanusiaan. Walau demikian. 1) Landasan yang langsung dan pertama. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya. ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi. mencangkup hak hidup.Semua manusia adalah makhluk dari pencipta yang sama yaitu tuhan yang maha esa.sebagai berikut. bahwa hak asasi manusia bersifat Universal sehingga masalah ini menjadi perhatian segenap umat manusia. mulai dari sanksi ringan berupa pengucilan atau pemboikotan hingga sanksi pidana melalui pengadilan internasional.???? .dengan pengakuan akan prinsip dasar tersebut.suku. Penegakkan hak asasi manusia membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain.Penegakan HAM di Indonesia Sebagai mana kita ketahui. B. Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara kodrati sebagai anugerah dari tuhan. 2) Landasan yang kedua dan yang lebih dalam: Tuhan menciptakan manusia.kodrat manusia adalah sama derajat dan martabatnya. Persaingan berbagai kekuatan politik menjadi warna utama dalam kehidupan politik pada masa orde lama.agama. Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan. Kesadaran akan hak asasi manusia didasarkan pada pengakuan bahwa semua manusia sebagai makhluk tuhan memiliki derajat dan martabat yang sama.semua manusia adalah sederajat tanpa membedakan ras. tanpa memperdulikan dari mana para korban atau pelaku pelanggaran HAM berasal.setiap manusia memiliki hak dasar yang disebut hak asasi manusia. jadi.kesadaran akan adanya hak asasi manusia tumbuh dari pengakuan manusia sendiri bahwa mereka adalah sama dan sederajat. Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain.Karena itu di hadapan tuhan manusia adalah sama kecuali nanti pada amalnya. karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain. yakni kodrat manusia.bahasa. persaingan tersebut meluas kesegenap kehidupan rakyat hingga memicu perseteruan diantara mereka.eksistensi pribadi manusia itu sendiri.dan sebagainya.

Media massa dan elite Muslim yang duduk di pemerintahan tengah ‘haus’ akan keislaman yang otentik (bahkan ironisnya cenderung ke arah konsuptivisme akut). itu hanya mengulang-ulang kembali perdebatan yang ada pada sidang Konstituante 1957. meski wacana Islam sebagai solusi bangsa sangatlah lantang sebenarnya kaum Islamis ini juga belum sepenuhnya mengerti bagaimana Islam menjawab secara riil permasalahan bangsa yang multietnis. meski iklim demokratis kini tengah tumbuh subur bukan berarti upaya penegakkan hak asasi manusia di indonesia tidak mengalami hambatan sama sekali. Kendati demikian. proses demokratisasi yang terjadi pasca tumbangnya kekuasaan orde baru telah memberi harapan yang besar bagi kita agar pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia dapat ditegakkan. mulailah dari diri kita sendiri untuk belajar menghormati hakhak orang lain. Bahkan kaum nasionalispun sepertinya terbawa arus debat kusir yang tak berkesudahan tentang dasar .Hubungan Pancasila Dengan Agama Islam Islamisasi Indonesia lewat politik dakwah. Kita harus terus berupaya untuk menyuarakan tetap tegaknya hak asasi manusia. agar harkat dan martabat yang ada pada setiap manusia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa tetap terpelihara dalam sebaik-baiknya. sebenarnya telah berjalan secara pasti sejak awal Orde Baru hingga puncaknya saat berjalan seiring dengan Penguasa dalam ICMI menjadi letak mendasar bagi Islamisasi Indonesia. wacana Pancasila oleh kaum Nasionalis terasa direduksi menjadi isu kebangsaan dan kebinekaan yang boleh jadi merupakan kegamangan akan trauma stigmatisasi Pancasila di bawah Rezim Orba. multikeyakinan. Tetapi. Kita dapat mencermati bahwa dalam lingkungan sosial kita terdapat beberapa hambatan yang bersifat structural (berkenaan dengan budaya masyarakat). Walau demikian hambatan tersebut sepatutnya tidak membuat semangat kita untuk menegakkan hak asasi manusia menjadi surut. Diakui atau tidak ‘perasaan’ kaum nasionalis ini menumpulkan wacana Pancasila sebagai Dasar Negara RI. mari kita upayakan sedikit demi sedikit untuk dikurangi. Dari faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam penegakan hak asasi manusia tersebut.Kenyataan menunjukan bahwa hingga kini proses penegakan HAM di indonesia masih menghadapi berbagai kendala. demi terwujudnya hak asasi manusia yang baik. Tetapi. Terlihat dari wacana ini bahwa semenjak euforia reformasi Islam adalah wacana politik di public dan elite pemimpin yang Islamis. Kaum Nasionalis banyak yang melihat bahwa ini adalah awal dari shariatisasi Indonesia. multiras. Hal ini dikarenakan Islam yang tidak tunggal. dan multikultur. diera reformasi dapat kita catat bahwa pemerintah dan lembaga legislatif telah bekerja sama menyusun perangkap perundangan yang menunjukkan upaya nyata untuk mengedepankan perlindungan tentang hak asasi manusia. Teman dari Bali menyatakan kekhawatirannya pada penulis bahwa golnya RUUP ini adalah tanda dari Islamisasi Indonesia. Seruan Hisbutahrir Indonesia (HTI) dan simpatisan politik Islamisasi lainnya tantang shariah Islam sebagai solusi kini memuncak pada gol tidaknya RUU Anti Pornoaksi dan Pornografi (APP) atau kini yang berubah nama menjadi RUU Anti Pornografi (AP) yang kontroversial itu. Walaupun demikian. Sementara itu. C.

Hal ini karena politik Islam selama ini lebih cenderung pada politik ideologi daripada politik kebangsaan dan kebernegaraan. Berdakwah politis untuk mencapai satu shariat Islam sepertinya jauh dari pada kenyataan. dijiwai semangat revolusi 17 Agustus 1945 yang menjamin hak asasi manusia dan menjamin berlakunya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Mengapa bisa seperti ini keadaannya dan bagimana seharusnya umat Islam dan umat agama lainnya menyikapi krisis kebangsaan dan kenegaraan kita ini? Bagaimana dengan Pancasila? Kalau kita menengok kembali perdebatan tentang Pancasila sebagai Dasar Negara NKRI di sidang Konstituante 1957. Sesuatu dasar neagra yang memuat semua hal yang merupakan kepribadian luhur bangsa Indonesia. yang menjadikan musyawarah sebagai dasar segala perundingan dan penyelesaian mengenai segala persoalan kenegaraan. R. dan ini akan berakibat fatal karena nafsu syahwat kekuasaan politik lebih dominan dan menarik daripada niat untuk membangun kehidupan yang rahmatan lil alamin dalam satu bangsa dan negara.). . Nilai dan falsafah Pancasila bagi dasar negara Indonesia tidak diragukan lagi ada di setiap agama yang menjunjung keadilan dan kemanusiaan. Umat Islam dan umat agama lainnya di Indonesia dalam kebangsaan yang tunggal ini sebenarnya lebih memungkinkan untuk bekerjasama dalam membangun bangsa. Keberatan lainnya adalah bahwa fakta sejarah yang memperlihatkan bahwa penguasa dan kaum intelektual Islam zaman dahulu di dunia maupun di Indonesia hingga kini selalu dalam perbedaan dalam menginterpretasi dan memaknai (shariat) Islam.A. dan filsafat Pancasila disini bisa menjadi kalimat al sawaa untuk semua golongan. Pancasila lebih luas dan universal dari pada pandangan Islam yang meletakkan umat agama lain dalam status dibawahnya (dzimmi. Prof Mr. dunia Islam seperti Iran dan Pakistan misalnya penuh dengan pertentangan ideologi Islam yang bahkan menyeret umat Islam pada perpecahan yang berdarah antar sesama Muslim dan lebih senang melupakan makna dan tujuan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya. Bila direfleksikan pada kondisi sekarang ini. Ada ketidakadilan yang signifikan dalam menempatkan status dzimmi bagi bangsa yang didirikan diatas pengorbanan semua kaum yang ingin menjadi satu bangsa dalam satu tatanan kenegaraan.negara yang cocok untuk Bangsa Indonesia yang multi segalanya ini. tanpa pernah serius mengerti dan menjalankan esensi untuk apa Dasar Negara itu dibuat. Soehardi dari partai Katholik dan perwakilan dari kaum nasionalis seperti Soedjatmoko dan sebaginya serta wakil agama lain dalam sidang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila yang ada seperti yang dijabarkan oleh pendiri Bangsa ada di setiap agama termasuk Islam maupun Katholik dan sebagainya. lepas dari keterpurukkan ekonomi maupun sosial. Semua energi kaum Islamis dan Nasionalis pada akhirnya hanya berkutat payah dan letih hingga berbusa pada debat material Dasar Negara daripada bagaimana menjalankan dan mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. tampak jelas bahwa keberatan kaum agama lain terhadap klaim keunggulan Islam sebagai Dasar Negara adalah Islam dalam sejarahnya di dunia maupun di Indonesia masih mengandung ketidakadilan dalam artian demokrasi modern. NKRI. Hal inilah yang sebenarnya menjadi ‘kesepakatan’ bersama dalam rekap laporan Komisi I Konstituante Tentang Dasar Negara 1957. Politik shariat Islam boleh jadi hingga kini masih berkutat pada politik interpretasi ideologi (teologis).

.menjamin kebebasan beragama dan beribadat dan berisikan sendi-sendi perikemanusiaan dan kebangsaan yang luas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful