P. 1
Bakteri

Bakteri

|Views: 242|Likes:
Published by Siti Haryati

More info:

Published by: Siti Haryati on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri

Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20]

mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. dan usia. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika bergerombol membentuk kubus Staphylococcus. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus.  Mikrococcus. jika kecil dan tunggal Diplococcus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. tidak mempunyai flagel. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Lofotrik. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. jika bergerombol Streptococcus.[20] [sunting] Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. yaitu:[22][21]      Atrik.[22][21] Peritrik. bakteri dibagi menjadi lima golongan.[22][21] Amfitrik.[22][21] Monotrik.[21] Sama seperti struktur kapsul. jka berganda dua-dua Tetracoccus. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. C-Amfitrik. medium. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar Sarcina.[22][21] . jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. B-Lofotrik. D-Peritrik. o o o o o o Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. (bentuk koma).

adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[36][37] Tedapat pula .[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia.[2][33][34] Sebagai contoh. yaitu probiotik. permukaan daun. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. dan daya tahan sel yang unik. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. mulut.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. udara. lingkungan perairan.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi.[5][25] Di samping itu.[sunting] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter .[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[26] Selain di dalam saluran pencernaan. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar. mekanisme metabolisme. tanah.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi.[2] Habitatnya sangat beragam. bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. terutama pada usus besar.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi. mata. [23] Oleh karena itu. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia. terdapat pula kelompok bakteri lain.[24] Thermus aquatiqus. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. dan kaki manusia.

yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. dengan suhu optimum 50 .[38] Secara umum.beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. dengan suhu optimum 25° – 40 °C.[2] Sebagai contoh. derajat keasaman pH sangat tinggi. dengan suhu optimum 88 °C.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. kira-kira 85%. dan rendah. mikroskop elektron.[38] [sunting] Suhu Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dan atomic force microscope (AFM). kadar air rendah (kelompok xerofil).[39] . suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati. kelembapan. Bakteri mesofil.65 °C Bakteri hipertermofil. dengan suhu optimum 15 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.[2] Khususnya bagi bakteri.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya.[2] [sunting] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dan cahaya.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi. seperti mikroskop optikal.114 °C. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. RH) yang cukup tinggi.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] [sunting] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity. Bakteri termofil. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%.

sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy. hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) [sunting] Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri.[40] Akan tetapi. sinar x. 1 Gy = 100 rad).[40] Teknik penggunaan sinar UV.[40] Secara umum. dan bahkan kanker.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella.[41] Sebagai contoh pada manusia.[40][5]. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. hipertensi. [42] Sebagai perbandingan. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi.[41] Akan tetapi. yaitu kelompok Deinococcaceae. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.Deinococcus radiodurans.[44] . bakteri dapat mengalami kematian. terutama bakteri. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20.000 Gy.[42][43] Pada umumnya. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut. katarak. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[5] [sunting] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.

Bakteri nitrifikasi. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)).[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[46] Di samping itu.[sunting] Peranan [sunting] Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan. seperti dinitrogen oksida (N2O). beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme. Pseudomonas aeruginosa. gas amoniak.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. Bakteri denitrifikasi.[5] Sebagai contoh. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai. reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain.[5] Kelompok bakteri .[45] Dalam bidang pertanian.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). seperti bakteri nitrifikasi.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.[5] Frankia alni. and Paracoccus denitrificans. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.

Photorhizobium. 3. 5.[48][2] Secara umum. dan Sinorhizobium. 2.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No.[49] Clostridium botulinum. Sosis Kefir Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Bradyrhizobium.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. Mentega Terasi susu ikan buahbuahan daging susu 4. Yoghurt susu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. 6. Mesorhizobium.[2] [sunting] Bidang pangan Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum. menghasilkan . Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. Asinan buah-buahan Lactobacillus sp.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia. termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. Nama produk atau makanan Bahan baku Bakteri yang berperan 1.

[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan.[52] Pada manusia.[5] Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.racun botulinin. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan.[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. Pseudomonas cocovenenans).[56] [sunting] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari.[51] [sunting] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. penyebab pelendiran makanan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. menghasilkan antibiotik polymixin. menghasilkan asam bongkrek. dan pembentukkan gas. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. . Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides. penurunan pH.

dan lemak. gas hidrogen. Sebagai contoh. gas nitrogen. seperti asam amino. Periode pertama.Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. Pada tahap akhir. Bakteri dan Virus Posted on 5 Februari 2008 by Pakde sofa Mikroorganisme. Hal ini menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan para ilmuwan mengenai asalmula kehidupan. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. Bakteri dan Virus Perkembangan Mikrobiologi Sejarah perkembangan mikrobiologi sebelum ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi tiga periode. dimulai dengan terbukanya rahasia suatu dunia mikroorganisme melalui pengamatan Leeuwenhoek pada tahun 1675. terutama karbon dan nitrogen. dimulai dari jaringan-jaringan otot.[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. ketika teori generatio spontanea dibuktikan ketidakbenarannya dan prinsip biogenesis diterima.[58] Mikroorganisme. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. pengetahuan mengenai mikroorganisme tidak lagi bersifat spekulatif semata-mata. terutama bakteri heterotrof. Namun baru kurang lebih pada pertengahan tahun 1860an. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. Beberapa jenis bakteri. seperti karbohidrat. protein. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Selanjutnya.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. salah satunya adalah bakteri. Perkembangan Teknik dan Cara Kerja di Laboratorium Mikrobiologi .

fisikawi. banyak dilakukan penemuan dasar yang penting. Sebagai . Misalnya untuk mengetahui identitas masing-masing mikroorganisme yang berbeda. Protista Prokariotik Keragaman bakteri sangat luas. karena mikroba memberikan keuntungan sekaligus kerugian bagi manusia. Tidak seperti organisme lain yang mempunyai kisaran cirri morfologi. Sementara itu mikroba yang merugikan dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Penemuan-penemuan di bidang mikrobiologi kedokteran membawa perombakan yang besar dan cepat di dalam praktik kedokteran. fisiologi. Didalam periode ini ditemukan banyak mikroorganisme penyebab penyakit serta metode-metode untuk mencegah dan mendiagnosis serta mengobati penyakit-penyakit tersebut. Pada umumnya metode-metode yang tersedia bagi para mikrobiologiawan memungkinkan untuk pencirian mikroorganisme. atau proses biologi dasar yang dilakukan oleh mikroorganisme. Mikroba yang menguntungkan memungkinkan manusia untuk memanfaatkan jasa dan produknya sekaligus. hewan ternak. bahkan manusia itu sendiri. hal ini secara tiba-tiba menimbulkan minat terhadap prosedur laboratoris untuk mengisolasi dan mencirikan mikroorganisme. maka manusia menerapkan berbagai teknologi untuk mengendalikan populasi mikroba itu. Pengendalian dilakukan secara kimiawi.Selama periode berikutnya antara tahun 1860 dan tahun 1900. mekanis dan sebagainya. Penelaah mikroorganisme di laboratorium dilakukan untuk berbagai tujuan. Untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan oleh mikroba. Perkembangan teori nutfah panyakit dalam tahun1876. dan metabolik yang seluas dan menyamai bakteri. Aplikasi Mikrobiologi dalam Kehidupan Manusia Mikroba memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

Protozoa memperoleh makanannya melalui banyak cara. bakteri genus Thiobacillus memperoleh energi dari oksidasi sulfur dan memperoleh karbon dari karbondioksida. Beberapa protozoa mempunyai daur hidup yang sangat rumit. Streptomicetes tumbuh menjadi filamen dengan panjang lebih dari 100 m Protista Eukariotik Algae adalah organisme eukariotik fotosintetik aerobik. Beberapa adalah fotosintetik. Beberapa spesies bersifat polimorfik. atau bentuk-bentuk multiselular lainnya. tergantung kepada spesies dan kondisi lingkungannya. dan bentuk terkecil tidak dapat dilihat jelas dengan mikroskop cahaya. Habitat algae di mana-mana. kelembagaan dan nutrien sederhana. Beberapa algae mempunyai daur hidup yang rumit yang mencakup cara-cara aseksual maupun seksual. selama tersedia cahaya matahari. yang lain menyerap nutrient terlarut dan yang lain lagi menelan partikel-partikel makanan padat. yang mengandung klorofil a. Reproduksi pada protozoa ialah melalui proses aseksual dan seksual. Ada yang mikroskopik dan ada pula yang makrokospik. Mikoplasma bentuk tubuhnya sederhana. Algae dapat uniselular atau multiselular dan dapat tertata dalam koloni filamen. Sebaliknya. Protozoa mempunyai keragaman yang luas dalam ukuran dan bentuk. riketsia adalah parasit intraselular. Banyak di antara mereka dapat membentuk sista.contoh. dan pigmen-pigmen fotosintetik lain. . Pada setiap tipe reproduksi mereka menggunakan banyak cara. Algae bereproduksi dengan cara aseksual dan seksual. klorofil lain. dan sista itu penting di dalama penularan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh protozoa. yang sepenuhnya bergantung pada sel inang untuk melakukan beberapa proses vital ataupun untuk memperoleh produk tertentu. Pigmen-pigmen tersebut terletak di dalam kloroplas. Secara struktural protozoa lebih rumit dan biasanya lebih besar daripada protista prokariotik. Sebaliknya.

Isolasi Mikroba Kulturisasi bakteri untuk keperluan yang bermanfaat. Kelompokkelompok ini adalah amoeba. reaksi pewarnaan Gram. Namun demikian identifikasi khamir uniselular. umumnya digunakan dua prosedur yaitu: metode agar cawan dengan goresan dan metode agar tuang. Biakan adalah medium yang mengandung organisme hidup. Kebanyakan fungi yang merupakan patogen bagi manusia dijumpai dalam kelas Deuteromycetes. kebutuhan akan oksigen. pada umumnya dilakukan dengan biakan murni. Biakan murni hanya mengandung satu jenis. flagelata. Berbagai resep ramuan untuk membuat media telah dibuat untuk memungkinkan tumbuhnya jenis-jenis tertentu. dan beberapa diantaranya sifat kekebalan. Meskipun bukan merupakan kelompok taksonomi tunggal. Ascomycetes. seperti halnya bakteri.Berdasarkan cara pengerakannya terdapat empat kelompok utama protozoa. Medium pilihan dan diferensial bermaafaat untuk memisahkan beberapa jenis. Identifikasi jenis menggunakan semua sifat yang berkaitan dengan jenis. Hal ini mencakup morfologi. Basidiomycetes. membutuhkan evaluasi terhadap banyak ciri fisiologis dan reaksi-reaksi biokimia terutama pada gula. daya gerak. . kapang lendir (Mycomycetes) merupakan sekumpulan mikroorganisme renik yang mempunyai ciri-ciri serta daur hidup morfogenetik (berubah bentuk) seperti amoeba. yaitu spora aseksual dan seksual serta tubuh buahnya. siliata. Medium itu menye-diakan zat makanan untuk pertumbuhan bakteri. sifat biokimianya. Klasifikasi fungi didasarkan pada ciri-ciri morfologis. terutama struktur-struktur yang berkaitan dengan reproduksi. Protozoa yang penting secara medis dijumpai di dalam ke empat kelompok tersebut. Ada empat kelas fungi : Phycomycetes. dan Deuteromycetes. dan sporozoa. Untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni.

besarnya sel atau koloni. tetapi dapat juga memperta-hankan sifat-sifat genotip dan fenotipnya. dan penyimpanan kultur dengan cara liofilisasi. pertambahan ukuran sel. fase eksponensial. Metode yang sering digunakan adalah pengeringan beku. fase stasioner dan fase kematian. Sedang untuk menentukan jumlah total sel dapat menggunakan alat yang khusus yaitu bejana Petrof-Hausser atau hemositometer. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Pertumbuhan dan Multiplikasi Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. panas atau radiasi.Dalam pemeliharaan kultur terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sehingga tidak hanya mempertahankan sel agar tetap hidup. yang berturut-turut disebut dengan fase lag. diikuti pertambahan jumlah. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba. Dalam menentukan jumlah sel yang hidup dapat dilakukan penghitungan langsung sel secara mikroskopik. antara lain penyimpanan kultur dengan cara pengeringan. Penentuan jumlah total sel juga dapat dilakukan dengan metode turbidimetri yang menentukan: Volume sel mampat. pelat tuang dan most-probable number (MPN). metabolisme terbatas. Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda. Selain itu dapat dilakukan dengan cara metode langsung dan metode tidak langsung. . melalui 3 jenis metode yaitu metode: pelat sebar. Metode pengukuran pertumbuhan yang sering digunakan adalah dengan menentukan jumlah sel yang hidup dengan jalan menghitung koloni pada pelat agar dan menentukan jumlah total sel/jumlah massa sel. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri. kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik. Terdapat 3 metode dalam pemeliharaan kultur. berat sel.

Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. Fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. bersampul atau kompleks.dan satu atau lebih produk metabolit. helikal. penetrasi asam nukleat. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. Kemudahan relatif dalam penanganannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. perakitan partikel-partikel fage baru. Penentuan kuantitatif metabolit ini dapat dilakukan dengan metode Kjeldahl. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. biosintesis komponen-komponen virus dan perakitan serta pematangan virion. Secara morfologis. replikasi asam nukleat virus. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. Setiap virion mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. . Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. Reproduksi virus bakterial yang virulen mencakup urutan umum sebagai berikut: adsorbsi partikel fage. Virus Bakterial Bakteriofage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi.

Enzim dan Metabolisme Bakteri . dan metabolik yang seluas dan menyamai bakteri. membagi semua bakteri menjadi 19 bagian (kelompok). Kegiatan di dalam penyusunan taksonomi mikroorganisme adalah pengklasifikasian. Klasifikasi bakteri menurut Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology pada umumnya diterima secara internasional. Tidak ada usaha untuk mengatur penempatan mikroorganisme yang mencerminkan skema suatu perkembangan evolusi.Dasar-dasar Klasifikasi Penelaahan mengenai organisme untuk menetapkan suatu sistem klasifikasi yang mencerminkan dengan sebaik-baiknya semua persamaan dan perbedaannya dinamakan taksonomi. Tekanan diberikan pada pengelompokan bakteri yang memiliki ciri-ciri umum dan mudah dikenali. sebagaimana tampak melalui uraian singkat mengenai 19 kelompok. diberi nama menurut nomenklatur sistem biner. Bakteri. Mikroorganisme. sebagaimana bentuk-bentuk kehidupan yang lain. dalam urutan: spesies – genus – famili ordo – kelas – filum atau divisi – dunia. memperlihatkan keragaman yang luas. Tidak ada organisme lain yang mempunyai kisaran ciri morfologi. Alasannya ialah karena dalam banyak hal pengetahuan kita mengenai mikroorganisme belum lengkap. dan masing-masing dicirikan oleh sifat-sifat morfologi atau metabolik yang nyata. sebagaimana dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya. fisiologi. Manual ini direvisi secara berkala untuk memanfaatkan pengetahuan baru melalui penelitian dengan mikroorganisme dan melalui teknik-teknik baru untuk menganilisis data yang diperoleh. penamaan dan pengidentifikasi yang kesemuanya disebut dengan sistematika mikroba. Bergey’s Manual edisi kedelapan yang sekarang ini. Sistem klasifikasi biologi didasarkan pada hierarki taksonomi atau penamaan kelompok atau kategori yang menempatkan spesies pada satu ujung dunia dan di ujung dunia lainnya.

3. Suhu yang sangat rendah dapat menghentikan aktivitas enzim tetapi tidak menghancurkannya. pH dan 4. Transferase —> 3. amino. Pengendalian katalisis secara langsung dan 2.Klasifikasi enzim berlaku hanya untuk enzim-enzim tunggal. . Suhu Setiap enzim berfungsi optimal pada pH dan temperatur tertentu. Pengendalian genetik. Hidrolase —> 4. penamaan berdasarkan reaksi yang dikerjakan oleh enzim tersebut dan ditambah akhiran – ase.metil. Menurut Comission on Enzymes of the International Union of Biochemistry terdapat enam kelas utama Enzim yaitu: 1. 6. Liase Isomerase Ligase —> —> Reaksi Isomerasi —> Pembentukan ikatan disertai pemecahan atau penambahan ATP Keadaan yang mempengaruhi aktivitas enzim adalah: 1. Konsentrasi enzim. 2. dsb) Reaksi hidrolisis (penambahan molekul air untuk memecahkan ikatan kimiawi) Penambahan ikatan ganda pada molekul dan pengusiran non hidrolitik gugusan kimia 2. Konsentrasi substrat. 5. Oksidoreduktase —> Reaksi transfer elektron (atau pemindahan atom hidrogen) Transfer gugusan fungsional (mencakup fosfat. Aktivitas enzim diatur melalui 2 cara yaitu 1.

kita sebut sebagai bakteri saprofit. Perhatikan gambar Eschericia coli berikut ini! . Metabolisme kedua yaitu suatu proses oksidasi substrat yang diikuti perolehan energi disebut katabolisme. Jika Anda memperhatikan lingkungan tempat pembuangan sampah. Apakah yang akan terjadi pada pencernaan kita seandainya bakteri ini tidak ada? Tentu saja kita akan sulit untuk membuang air besar. sering terlihat adanya makanan yang membusuk. 06 September 2009 Jenis-jenis Bakteri Berdasarkan cara memperoleh makanannya. Reaksi metabolisme terdiri atas dua proses yang berlawanan. bakteri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Bakteri Heterotrof Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. a. Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah. Itu disebabkan oleh bakteri pembusuk. Minggu. energi dan mineral. Di dalam lingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan. yaitu CO2. H2O. bangkai dan juga sisa makanan. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik. Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit (menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri Escherichia coli. Metabolisme pertama adalah sintesis protoplasma dan penggunaan energi disebut anabolisme. kotoran. Zat organik diperoleh dari sisasisa organisme lain.Metabolisme pada bakteri pada dasarnya seperti yang terjadi pada sel-sel organisme lain secara umum.

Selaput lendir 2. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau. ada juga yang bersifat parasit (merugikan) baik pada manusia. 1. Ribosom 4. Esherichia coli Selain bakteri heterotrof yang saprofit.Keterangan: 1. Flagellum 6. bakteri autotrof (auto = sendiri. Bakteri Autotrof Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Beberapa contoh bakteri yang patogen di antaranya: b. Bakteri fotoautrotof Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. hewan maupun tumbuhan. Bakteri ini menyebabkan sakit (patogen). Dari sumber energi yang digunakannya. Daerah inti 5. Dinding sel 3. trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan. Sitoplasma Gambar 12. . yaitu: bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.

Bakteri aerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. Energi yang diperoleh digunakan untuk menyusun zat organik. Misal: Nitrosococcus. yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Azotobacter vinelandi. Bakteri aerob. Bakteri anaerob. 2. Bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman kacang-kacangan ini hidup bersimbiosis. Selain itu ada pula beberapa jenis bakteri yang mampu memfiksasi N2 (nitrogen bebas dari udara) di atmosfer ke dalam tanah. Di samping itu pada tumbuhan kacang-kacangan antara lain kacang tanah. yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Agar lebih memahami tentang bintil akar. Diskusikanlah dengan teman-temanmu tentang fungsi dan pengaruhnya bagi tanah dari bintil akar ini. Bakteri tersebut antara lain. 2. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut: 1. air dan energi. bisa saja Anda lakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan mencabut tanaman kacang tanah (tanamankacang lainnya) yang ada di daerah tempatmu berada. Nitrosomonas dan Nitrobacter. ada juga penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi. Bakteri kemoautrotof Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. bakteri dikelompokkan lagi menjadi: 1. yang kemudian N2 ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam pembentukan protein. Kemudian amati bagian akarnya dan cocokkan bagian-bagian tersebut dengan bagian yang ada pada gambar di bawah ini. pada akar tanaman tersebut kita temukan bintil-bintil. Contoh lain adalah Nitrosococcus dan Nitrobacter. Gambar Bintil akar tanaman Legumoniase (Kacang-kacangan) Di samping terdapat bakteri yang dikelompokan berdasarkan cara mendapatkan makanan. Clostriddium pasteurianum dan Rhodospirillium rubrum. . dan bintil akar tumbuh karena rangsangan dari zat tumbuh yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dan juga dapat menyuburkan tanah. Misal: Streptococcus lactis Sedangkan berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas.bakteri ungu. Pada bintil-bintil akar tanaman tersebut merupakan tempat bakteri Rhizobium berada. Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2.

Misal: Clostridium tetani. Misal: Escherichia coli. 3.Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas. 2. Salmonella thypose dan Shigella. Bakteri anaerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. Bakteri anaerob fakulatif: yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->