Bakteri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas ? Bakteri

Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang

Klasifikasi ilmiah Domain: Bakteri Fila/Divisio[1] Actinobacteria Firmicutae Tenericutae (tanpa dinding) Aquificae Bacteroidetae/Chlorobia Chlamydiae/Verrucomicrobia Deinococcus-Thermus Fusobacteria Gemmatimonadetae Nitrospirae Proteobacteria Spirochaetae Synergistae Acidobacteria Chloroflexiae Chrysiogenetae Cyanobacteria Deferribacterae Dictyoglomi Fibrobacteria Planctomycota Thermodesulfobacteria Thermotogae

Bakteri (dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel.[2] Organisme ini termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.[2] Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri.[3] Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.[4] Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.[5] Bakteri dapat ditemukan di hampir semua tempat: di tanah, air, udara, dalam simbiosis dengan organisme lain maupun sebagai agen parasit (patogen), bahkan dalam tubuh manusia.[6][7][8][9] Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm, tetapi ada bakteri tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 μm, yaitu Thiomargarita.[10] Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur, tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan).[11] Beberapa jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya ini disebabkan oleh flagel.[12]

Morfologi bakteri

Berbagai bentuk tubuh bakteri

Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:

Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:[19][20]

B-Lofotrik.[21] Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki. jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. yaitu:[22][21]      Atrik. dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Diplobacillus. Walaupun secara morfologi berbeda-beda. D-Peritrik. tidak mempunyai flagel. jika bergandengan membentuk rantai Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:[19][20] o Vibrio. (bentuk koma). bakteri dibagi menjadi lima golongan. C-Amfitrik. flagel juga dapat menjadi agen penyebab penyakit pada beberapa spesies bakteri.[22][21] Amfitrik.  Mikrococcus.[22][21] Lofotrik. jika bergerombol Streptococcus. jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus. jika lengkung lebih dari setengah lingkaran [20] o Spirochete. jika kecil dan tunggal Diplococcus. o o o o o o Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.[22][21] Monotrik.[21] Bakteri yang tidak memiliki alat gerak biasanya hanya mengikuti pergerakan media pertumbuhannya atau lingkungan tempat bakteri tersebut berada. jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar Sarcina. bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. jika bergandengan membentuk rantai Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder. jika bergerombol membentuk kubus Staphylococcus. mempunyai satu flagel pada kedua ujungnya. mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya. dan usia. jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral.[20] [sunting] Alat gerak Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik. jka berganda dua-dua Tetracoccus.[22][21] . mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. medium. Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.[22][21] Peritrik.[21] Sama seperti struktur kapsul.

Thermus aquatiqus merupakan salah satu jenis bakteri yang hidup pada sumber air panas dengan kisaran suhu 60-80 oC.[26] Selain di dalam saluran pencernaan.[30][31] Beberapa kelompok mikroorganisme ini mampu hidup di lingkungan yang tidak memungkinkan organisme lain untuk hidup. dan bahkan dapat ditemukan di dalam organisme hidup. dan daya tahan sel yang unik. yang bersifat menguntungkan karena dapat menunjang kesehatan dan bahkan mampu mencegah terbentuknya kanker usus besar.[35] Pseudomonas extremaustralis ditemukan pada Antartika dengan suhu di bawah 0 oC. yang berarti melimpah dan banyak ditemukan di hampir semua tempat.[32] Kondisi lingkungan yang ekstrim ini menuntut adanya toleransi. dan kaki manusia. diantaranya adalah bakteri asam laktat dan kelompok enterobacter . bakteri juga dapat ditemukan di permukaan kulit.[2] Habitatnya sangat beragam. kolonisasi bakteri sangatlah mempengaruhi kondisi tubuh manusia.[2] Diperkirakan total jumlah sel mikroorganisme yang mendiami muka bumi ini adalah 5x1030. mekanisme metabolisme. bakteri ini menggunakan senyawa dimetil sulfida yang berperan dalam menyebabkan bau pada mulut manusia. bakteri juga dapat hidup pada berbagai lingkungan lain yang hampir tidak memungkinkan adanya kehidupan (lingkungan steril). permukaan daun. udara.[5][25] Di samping itu.[27][28][29] Di dalam rongga mulut.[2] Tidak hanya di lingkungan bersuhu tinggi.[2][33][34] Sebagai contoh. terdapat pula kelompok bakteri lain.[36] Halobacterium salinarum dan Halococcus sp. bakteri juga dapat ditemukan pada lingkungan dengan suhu yang sangat dingin. yaitu probiotik. adalah contoh dari bakteri yang dapat hidup pada kondisi garam (NaCl) yang sangat tinggi (15-30%).[24] Thermus aquatiqus.[sunting] Habitat Artikel utama untuk bagian ini adalah: Habitat bakteri Bakteri merupakan mikroorganisme ubikuotus. bakteri termofilik yang banyak diaplikasikan dalam bioteknologi. Terdapat beragam jenis bakteri yang mampu menghabitasi daerah saluran pencernaan manusia. mulut. mata. tanah. terutama di dalam saluran pencernaan yang jumlah selnya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah total sel tubuh manusia. terutama pada usus besar.[2] Bakteri dapat ditemukan di dalam tubuh manusia.[36][37] Tedapat pula .[5] Contoh bakteri yang biasa ditemukan adalah Lactobacillus acidophilus. lingkungan perairan. [23] Oleh karena itu. yaitu kelompok bakteri yang mampu menggunakan senyawa karbon tunggal untuk menyokong pertumbuhannya.[24] Di dalam mulut dan kaki manusia terdapat kelompok bakteri yang dikenal dengan nama metilotrof.[35] Di samping pengaruh ekstrim temperatur.

dengan suhu optimum 88 °C.[38] Secara umum.[38] Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer. yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C. yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C. yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C. kadar air rendah (kelompok xerofil). bakteri dibagi menjadi 4 golongan:     Bakteri psikrofil. seperti mikroskop optikal.[2] Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya. derajat keasaman pH sangat tinggi.[2] Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti.[2] [sunting] Pengaruh lingkungan terhadap bakteri Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. dengan suhu optimum 25° – 40 °C. suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.[2] Sebagai contoh. dengan suhu optimum 15 °C.[2] Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi.[38] Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu. RH) yang cukup tinggi. dan rendah. dan atomic force microscope (AFM). kira-kira 85%. dan cahaya.[2] Khususnya bagi bakteri.beberapa jenis bakteri yang mampu hidup pada kadar gula tinggi (kelompok osmofil). Bakteri mesofil. misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan. bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti.[39] . mikroskop elektron. terdapat beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan sel bakteri terhadap berbagai parameter tersebut.114 °C.65 °C Bakteri hipertermofil.[2] Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.[38] [sunting] Suhu Suhu berperan penting dalam mengatur jalannya reaksi metabolisme bagi semua makhluk hidup. dengan suhu optimum 50 . yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 . kelembapan. Bakteri termofil.[2] [sunting] Kelembaban relatif Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity.

yaitu kelompok Deinococcaceae.000 Gy. bahkan ratusan kali lebih besar dari daya tahan manusia tehadap radiasi.[44] Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien. sinar x. bakteri dapat mengalami kematian. paparan cahaya dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) tinggi dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri. paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA.[44] . hasil pencitraan dengan 'transmission electron microgragh (TEM) [sunting] Cahaya Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri. 1 Gy = 100 rad).[42][43] Pada umumnya. katarak.Deinococcus radiodurans.[41] Sebagai contoh pada manusia. terdapat kelompok bakteri tertentu yang mampu bertahan dari paparan radiasi yang sangat tinggi.[44] Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi. radiasi dapat menyebabkan penyakit hati akut.[5] Beberapa contoh bakteri patogen yang mampu dihambat ataupun dihilangkan antara lain Escherichia coli 0157:H7 and Salmonella. manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy.[40] Akan tetapi. terutama pada sterilisasi makanan untuk meningkatkan masa simpan dan daya tahan. bakteri dan mikroorganisme lainnya dapat hidup dengan baik pada paparan cahaya normal.[40][5]. [42] Sebagai perbandingan.[40] Teknik penggunaan sinar UV. hipertensi.[41] Akan tetapi. sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5. terutama bakteri. Metode ini telah diaplikasikan secara luas untuk berbagai keperluan. dan sinar gamma untuk mensterilkan suatu lingkungan dari bakteri dan mikroorganisme lainnya dikenal dengan teknik iradiasi yang mulai berkembang sejak awal abad ke-20. dan bahkan kanker.[40] Secara umum.[5] [sunting] Radiasi Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup.

reaksi ini juga menghasilkan nitrogen dalam bentuk lain. Bakteri nitrifikasi. nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat.[5] Contoh bakteri saprofit antara lain Proteus dan Clostridium.[sunting] Peranan [sunting] Bidang lingkungan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Bakteri pengurai. dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan sisa-sisa atau kotoran organisme. tetapi juga dapat berperan dalam fenomena hujan asam dan rusaknya ozon. gas amoniak.[45] Denitrifikasi sendiri merupakan reduksi anaerobik senyawa nitrat menjadi nitrogen bebas (N2) yang lebih mudah diserap dan dimetabolisme oleh berbagai makhluk hidup.[45] Setelah reaksi nitrifikasi selesai.[46] Di samping itu.[5] Tidak hanya berperan sebagai pengurai senyawa organik. akan terjadi proses dinitrifikasi yang dilakukan oleh bakteri denitrifikasi.[2] Contoh bakteri yang mampu melakukan metabolisme ini adalah Pseudomonas stutzeri. seperti dinitrogen oksida (N2O). salah satu bakteri pengikat N2 yang berasosiasi dengan tanaman membentuk bintil akar.[45] Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu nitritasi (oksidasi amonia (NH4) menjadi nitrit (NO2-)) dan nitratasi (oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat (NO3)). Bakteri denitrifikasi. dan Bakteri nitrogen Keanekaragaman bakteri dan jalur metabolismenya menyebabkan bakteri memiliki peranan yang besar bagi lingkungan.[45] Dalam bidang pertanian. seperti bakteri nitrifikasi.[2] Bakteri nitrifikasi adalah kelompok bakteri yang mampu menyusun senyawa nitrat dari senyawa amonia yang pada umumnya berlangsung secara aerob di dalam tanah.[5] Sebagai contoh.[2] Senyawa N2O akan dioksidasi menjadi senyawa NO dan selanjutnya bereaksi dengan ozon (O3) membentuk NO2.[2] Di bidang pertanian dikenal adanya suatu kelompok bakteri yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman atau hidup bebas di tanah untuk membantu penyuburan tanah.yang akan kembali ke bumi dalam bentuk hujan asam (HNO2). karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2.[5] Kelompok bakteri . and Paracoccus denitrificans.[45] Kelompok bakteri ini bersifat kemolitotrof. beberapa kelompok bakteri saprofit juga merupakan patogen oportunis. Kelompok bakteri lainnya berperan dalam siklus nitrogen.[2] Senyawa tersebut tidak hanya dapat berperan penting bagi hidup berbagai organisme.[5] Frankia alni. Pseudomonas aeruginosa.[5] Bakteri tersebut menguraikan protein.

Bradyrhizobium.[49] Clostridium botulinum.ini dikenal dengan istilah bakteri pengikat nitrogen atau singkatnya bakteri nitrogen. yang hidup di akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. 6.[47][48] Kelompok bakteri ini biasanya bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan dan polong untuk membentuk suatu simbiosis mutualisme berupa nodul atau bintil akar untuk mengikat nitrogen bebas di udara yang pada umumnya tidak dapat digunakan secara langsung oleh kebanyakan organisme. juga dapat meningkatkan atau bahkan memberikan cita rasa baru dan unik pada makanan tersebut. Mesorhizobium.[2] [sunting] Bidang pangan Terdapat beberapa kelompok bakteri yang mampu melakukan proses fermentasi dan hal ini telah banyak diterapkan pada pengolahan berbagi jenis makanan. Nama produk atau makanan Bahan baku Bakteri yang berperan 1. dan Sinorhizobium.[48][2] Secara umum. Bakteri nitrogen adalah kelompok bakteri yang mampu mengikat nitrogen (terutaman N2) bebas di udara dan mereduksinya menjadi senyawa amonia (NH4) dan ion nitrat (NO3-) oleh bantuan enzim nitrogenase. 5. Yoghurt susu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Streptococcus lactis Lactobacillus sp. 3. Mentega Terasi susu ikan buahbuahan daging susu 4.[5] Bahan pangan yang telah difermentasi pada umumnya akan memiliki masa simpan yang lebih lama. Photorhizobium. menghasilkan . termasuk di dalamnya genus bakteri Rhizobium. 2.[2] Contoh bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum.[49] Kelompok bakteri ini mampu memetabolisme berbagai komponen di dalam makanan dan kemudian menghasilkan metabolit sampingan yang bersifat racun.[5] Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan: No. Asinan buah-buahan Lactobacillus sp. Sosis Kefir Pediococcus cerevisiae Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus lactis Beberapa spesies bakteri pengurai dan patogen dapat tumbuh di dalam makanan. kelompok bakteri ini dikenal dengan istilah rhizobia.

terdapat pada tempe bongkrek[50] Leuconostoc mesenteroides.[56] [sunting] Dekomposisi Dekomposisi buah persik setelah 6 hari. dan Clostridium tetani yang menyebabkan penyakit tetanus. menghasilkan antibiotik penisilin[5] Bacillus polymyxa. Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC.racun botulinin.[5] Terlepas dari peranannya dalam menghasilkan antibiotik. penyebab pelendiran makanan. penurunan pH. beberapa jenis bakteri yang sering kali menjadi agen penyebab penyakit adalah Salmonella enterica subspesies I serovar Typhi yang menyebabkan penyakit tifus. menghasilkan antibiotik chloramphenicol[2] Penicillium.[55] Untuk infeksi pada tanaman yang umum dikenal adalah Xanthomonas oryzae yang menyerang pucuk batang padi dan Erwinia amylovora yang menyebabkan busuk pada buah-buahan. banyak jenis bakteri yang justru bersifat patogen. dan pembentukkan gas.[51] [sunting] Bidang kesehatan Tidak hanya di bidang lingkungan dan pangan. Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain dan senyawa ini banyak digunakan dalam menyembuhkan suatu penyakit. bakteri juga dapat memberikan manfaat dibidang kesehatan. menghasilkan antibiotik polymixin. .[5] Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:      Streptomyces griseus. menghasilkan antibiotik streptomycin[2] Streptomyces aureofaciens.[49] Beberapa contoh bakteri perusak makanan:   Burkholderia gladioli (sin. menghasilkan asam bongkrek. seperti Brucella abortus yang menyebabkan brucellosis pada sapi dan Bacillus anthracis yang menyebabkan antraks. seringkali terdapat pada makanan kalengan dan kini senyawa tersebut dipakai sebagai bahan dasar botox. menghasilkan antibiotik tetracycline[2] Streptomyces venezuelae.[53][54] Bakteri patogen juga dapat menyerang hewan ternak.[52] Pada manusia. Pseudomonas cocovenenans).

[57] Proses dekomposisi ini dibantu oleh beberapa jenis enzim untuk memecah makromolekul. Reaksi pertama dalam dekomposisi ini adalah hidrolisis protein oleh protease membentuk asam amino. protein.[58] Reaksi ini dilakukan oleh bakteri acetogen.[58] Selanjutnya. semua senyawa tersebut diubah menjadi gas metana oleh metanogen.[58] Dekomposisi jasad makhluk hidup dimulai oleh bakteri yang hidup di dalam tubuh manusia.[58] Proses ini dipercepat saat tubuh telah dikuburkan. gas hidrogen. untuk dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana. ketika teori generatio spontanea dibuktikan ketidakbenarannya dan prinsip biogenesis diterima. terutama karbon dan nitrogen. pengetahuan mengenai mikroorganisme tidak lagi bersifat spekulatif semata-mata. Bakteri dan Virus Posted on 5 Februari 2008 by Pakde sofa Mikroorganisme. Namun baru kurang lebih pada pertengahan tahun 1860an. Hal ini menimbulkan rasa ingin tahu di kalangan para ilmuwan mengenai asalmula kehidupan.[57] Proses dekomposisi ini juga berperan dalam pengembalian unsur-unsur. Beberapa jenis bakteri. salah satunya adalah bakteri. ke alam untuk masuk ke dalam siklus lagi. seperti karbohidrat. dan lemak. asam amino akan diubah menjadi asam asetat. terutama bakteri heterotrof.[58] Mikroorganisme. Periode pertama. Perkembangan Teknik dan Cara Kerja di Laboratorium Mikrobiologi . Pada tahap akhir. Bakteri dan Virus Perkembangan Mikrobiologi Sejarah perkembangan mikrobiologi sebelum ilmu pengetahuan dapat dibagi menjadi tiga periode. Sebagai contoh. enzim protease digunakan untuk memecah protein menjadi senyawa lebih sederhana. dimulai dengan terbukanya rahasia suatu dunia mikroorganisme melalui pengamatan Leeuwenhoek pada tahun 1675. seperti asam amino. dan karbon dioksida sehingga pH lingkungan akan turun menjadi 4-5.Proses degradasi jasad makhluk hidup dilakukan oleh banyak organisme. dimulai dari jaringan-jaringan otot. mampu mendegradasi senyawa organik dan menggunakannya untuk menunjang pertumbuhannya. gas nitrogen.

Aplikasi Mikrobiologi dalam Kehidupan Manusia Mikroba memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.Selama periode berikutnya antara tahun 1860 dan tahun 1900. Didalam periode ini ditemukan banyak mikroorganisme penyebab penyakit serta metode-metode untuk mencegah dan mendiagnosis serta mengobati penyakit-penyakit tersebut. Protista Prokariotik Keragaman bakteri sangat luas. fisikawi. Misalnya untuk mengetahui identitas masing-masing mikroorganisme yang berbeda. Penemuan-penemuan di bidang mikrobiologi kedokteran membawa perombakan yang besar dan cepat di dalam praktik kedokteran. Penelaah mikroorganisme di laboratorium dilakukan untuk berbagai tujuan. mekanis dan sebagainya. banyak dilakukan penemuan dasar yang penting. hal ini secara tiba-tiba menimbulkan minat terhadap prosedur laboratoris untuk mengisolasi dan mencirikan mikroorganisme. Sementara itu mikroba yang merugikan dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Mikroba yang menguntungkan memungkinkan manusia untuk memanfaatkan jasa dan produknya sekaligus. Perkembangan teori nutfah panyakit dalam tahun1876. karena mikroba memberikan keuntungan sekaligus kerugian bagi manusia. Pengendalian dilakukan secara kimiawi. Pada umumnya metode-metode yang tersedia bagi para mikrobiologiawan memungkinkan untuk pencirian mikroorganisme. bahkan manusia itu sendiri. fisiologi. Sebagai . atau proses biologi dasar yang dilakukan oleh mikroorganisme. Untuk meminimalkan kerugian yang ditimbulkan oleh mikroba. maka manusia menerapkan berbagai teknologi untuk mengendalikan populasi mikroba itu. hewan ternak. Tidak seperti organisme lain yang mempunyai kisaran cirri morfologi. dan metabolik yang seluas dan menyamai bakteri.

Pigmen-pigmen tersebut terletak di dalam kloroplas. Beberapa adalah fotosintetik. Beberapa spesies bersifat polimorfik. bakteri genus Thiobacillus memperoleh energi dari oksidasi sulfur dan memperoleh karbon dari karbondioksida. Ada yang mikroskopik dan ada pula yang makrokospik. Habitat algae di mana-mana. selama tersedia cahaya matahari. kelembagaan dan nutrien sederhana. dan sista itu penting di dalama penularan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh protozoa. Streptomicetes tumbuh menjadi filamen dengan panjang lebih dari 100 m Protista Eukariotik Algae adalah organisme eukariotik fotosintetik aerobik. tergantung kepada spesies dan kondisi lingkungannya. . yang mengandung klorofil a. Beberapa algae mempunyai daur hidup yang rumit yang mencakup cara-cara aseksual maupun seksual. dan bentuk terkecil tidak dapat dilihat jelas dengan mikroskop cahaya. klorofil lain. Protozoa mempunyai keragaman yang luas dalam ukuran dan bentuk. Sebaliknya. Protozoa memperoleh makanannya melalui banyak cara. yang lain menyerap nutrient terlarut dan yang lain lagi menelan partikel-partikel makanan padat. Secara struktural protozoa lebih rumit dan biasanya lebih besar daripada protista prokariotik. atau bentuk-bentuk multiselular lainnya. riketsia adalah parasit intraselular. Mikoplasma bentuk tubuhnya sederhana. Algae bereproduksi dengan cara aseksual dan seksual. Sebaliknya. Beberapa protozoa mempunyai daur hidup yang sangat rumit.contoh. Banyak di antara mereka dapat membentuk sista. Pada setiap tipe reproduksi mereka menggunakan banyak cara. Reproduksi pada protozoa ialah melalui proses aseksual dan seksual. yang sepenuhnya bergantung pada sel inang untuk melakukan beberapa proses vital ataupun untuk memperoleh produk tertentu. dan pigmen-pigmen fotosintetik lain. Algae dapat uniselular atau multiselular dan dapat tertata dalam koloni filamen.

Biakan murni hanya mengandung satu jenis. Basidiomycetes. Meskipun bukan merupakan kelompok taksonomi tunggal. daya gerak. dan sporozoa. Medium pilihan dan diferensial bermaafaat untuk memisahkan beberapa jenis. Biakan adalah medium yang mengandung organisme hidup. membutuhkan evaluasi terhadap banyak ciri fisiologis dan reaksi-reaksi biokimia terutama pada gula.Berdasarkan cara pengerakannya terdapat empat kelompok utama protozoa. umumnya digunakan dua prosedur yaitu: metode agar cawan dengan goresan dan metode agar tuang. Ascomycetes. . Berbagai resep ramuan untuk membuat media telah dibuat untuk memungkinkan tumbuhnya jenis-jenis tertentu. Protozoa yang penting secara medis dijumpai di dalam ke empat kelompok tersebut. sifat biokimianya. Namun demikian identifikasi khamir uniselular. Kebanyakan fungi yang merupakan patogen bagi manusia dijumpai dalam kelas Deuteromycetes. Klasifikasi fungi didasarkan pada ciri-ciri morfologis. Medium itu menye-diakan zat makanan untuk pertumbuhan bakteri. terutama struktur-struktur yang berkaitan dengan reproduksi. Hal ini mencakup morfologi. reaksi pewarnaan Gram. pada umumnya dilakukan dengan biakan murni. Isolasi Mikroba Kulturisasi bakteri untuk keperluan yang bermanfaat. Ada empat kelas fungi : Phycomycetes. kapang lendir (Mycomycetes) merupakan sekumpulan mikroorganisme renik yang mempunyai ciri-ciri serta daur hidup morfogenetik (berubah bentuk) seperti amoeba. dan Deuteromycetes. dan beberapa diantaranya sifat kekebalan. yaitu spora aseksual dan seksual serta tubuh buahnya. siliata. flagelata. Identifikasi jenis menggunakan semua sifat yang berkaitan dengan jenis. seperti halnya bakteri. kebutuhan akan oksigen. Untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni. Kelompokkelompok ini adalah amoeba.

berat sel. pertambahan berat atau massa dan parameter lain. Terdapat 3 metode dalam pemeliharaan kultur. melalui 3 jenis metode yaitu metode: pelat sebar. Penentuan jumlah total sel juga dapat dilakukan dengan metode turbidimetri yang menentukan: Volume sel mampat. metabolisme terbatas.Dalam pemeliharaan kultur terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sehingga tidak hanya mempertahankan sel agar tetap hidup. pelat tuang dan most-probable number (MPN). dan penyimpanan kultur dengan cara liofilisasi. Metode pengukuran pertumbuhan yang sering digunakan adalah dengan menentukan jumlah sel yang hidup dengan jalan menghitung koloni pada pelat agar dan menentukan jumlah total sel/jumlah massa sel. tetapi dapat juga memperta-hankan sifat-sifat genotip dan fenotipnya. Pada fase kematian eksponensial tidak diamati pada kondisi umum pertumbuhan kultur bakteri. Selain itu dapat dilakukan dengan cara metode langsung dan metode tidak langsung. diikuti pertambahan jumlah. Dalam menentukan jumlah sel yang hidup dapat dilakukan penghitungan langsung sel secara mikroskopik. yang berturut-turut disebut dengan fase lag. fase eksponensial. Metode yang sering digunakan adalah pengeringan beku. pertambahan ukuran sel. panas atau radiasi. kecuali bila kematian dipercepat dengan penambahan zat kimia toksik. Sebagai hasil pertambahan ukuran dan pembelahan sel atau pertambahan jumlah sel maka terjadi pertumbuhan populasi mikroba. . antara lain penyimpanan kultur dengan cara pengeringan. fase stasioner dan fase kematian. besarnya sel atau koloni. Pertumbuhan dan Multiplikasi Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan kuantitas konstituen seluler dan struktur organisme yang dapat dinyatakan dengan ukuran. Pertumbuhan mikroba dalam suatu medium mengalami fase-fase yang berbeda. Sedang untuk menentukan jumlah total sel dapat menggunakan alat yang khusus yaitu bejana Petrof-Hausser atau hemositometer.

Peristiwa ini disusul dengan penetrasi dan pelepasan selubung. virus hewan dan virus tumbuhan dapat ikosashedral. . Proses ini diakhiri dengan pembebasan virus dari sel inang. Secara morfologis. termasuk biologi seluler dan molekular serta imunologi. Setiap virion mempunyai sebuah inti pusat asam nukleat dikelilingi oleh kapsid. penetrasi asam nukleat. Virus Bakterial Bakteriofage (fage) adalah virus yang menginfeksi bakteri dan hanya dapat bereproduksi di dalam sel bakteri.dan satu atau lebih produk metabolit. bersampul atau kompleks. Fage pada hakekatnya terdiri dari sebuah inti asam nukleat yang terkemas di dalam selubung protein pelindung. helikal. biosintesis komponen-komponen virus dan perakitan serta pematangan virion. replikasi asam nukleat virus. dan pembebasan partikel-partikel fage ini di dalam suatu ledakan bersamaan dengan terjadinya lisis sel inang. Virus Hewan dan Tumbuhan Virus hewan dan virus tumbuhan adalah parasit intraseluler obligat yang sangat kecil. Fage-fage virulen telah digunakan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi bakteri patogenik. perakitan partikel-partikel fage baru. Kemudahan relatif dalam penanganannya dan kesederhanaan infeksi fage bakteri membuatnya menjadi suatu sistem model bagi penelaahan patogenesitas virus maupun banyak masalah dasar di dalam biologi. Penentuan kuantitatif metabolit ini dapat dilakukan dengan metode Kjeldahl. Proses replikasi virus dimulai dengan melekatnya virion pada sel inang. Reproduksi virus bakterial yang virulen mencakup urutan umum sebagai berikut: adsorbsi partikel fage.

diberi nama menurut nomenklatur sistem biner. Klasifikasi bakteri menurut Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology pada umumnya diterima secara internasional. Kegiatan di dalam penyusunan taksonomi mikroorganisme adalah pengklasifikasian. Manual ini direvisi secara berkala untuk memanfaatkan pengetahuan baru melalui penelitian dengan mikroorganisme dan melalui teknik-teknik baru untuk menganilisis data yang diperoleh. sebagaimana tampak melalui uraian singkat mengenai 19 kelompok. dalam urutan: spesies – genus – famili ordo – kelas – filum atau divisi – dunia. memperlihatkan keragaman yang luas. membagi semua bakteri menjadi 19 bagian (kelompok). sebagaimana bentuk-bentuk kehidupan yang lain. fisiologi. dan masing-masing dicirikan oleh sifat-sifat morfologi atau metabolik yang nyata. Alasannya ialah karena dalam banyak hal pengetahuan kita mengenai mikroorganisme belum lengkap. dan metabolik yang seluas dan menyamai bakteri. Sistem klasifikasi biologi didasarkan pada hierarki taksonomi atau penamaan kelompok atau kategori yang menempatkan spesies pada satu ujung dunia dan di ujung dunia lainnya. sebagaimana dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya. Mikroorganisme.Dasar-dasar Klasifikasi Penelaahan mengenai organisme untuk menetapkan suatu sistem klasifikasi yang mencerminkan dengan sebaik-baiknya semua persamaan dan perbedaannya dinamakan taksonomi. Bakteri. penamaan dan pengidentifikasi yang kesemuanya disebut dengan sistematika mikroba. Tekanan diberikan pada pengelompokan bakteri yang memiliki ciri-ciri umum dan mudah dikenali. Enzim dan Metabolisme Bakteri . Tidak ada organisme lain yang mempunyai kisaran ciri morfologi. Bergey’s Manual edisi kedelapan yang sekarang ini. Tidak ada usaha untuk mengatur penempatan mikroorganisme yang mencerminkan skema suatu perkembangan evolusi.

Suhu yang sangat rendah dapat menghentikan aktivitas enzim tetapi tidak menghancurkannya.Klasifikasi enzim berlaku hanya untuk enzim-enzim tunggal. Liase Isomerase Ligase —> —> Reaksi Isomerasi —> Pembentukan ikatan disertai pemecahan atau penambahan ATP Keadaan yang mempengaruhi aktivitas enzim adalah: 1. dsb) Reaksi hidrolisis (penambahan molekul air untuk memecahkan ikatan kimiawi) Penambahan ikatan ganda pada molekul dan pengusiran non hidrolitik gugusan kimia 2. 5. Pengendalian genetik. pH dan 4.metil. 2. Konsentrasi substrat. 6. Aktivitas enzim diatur melalui 2 cara yaitu 1. Oksidoreduktase —> Reaksi transfer elektron (atau pemindahan atom hidrogen) Transfer gugusan fungsional (mencakup fosfat. Konsentrasi enzim. Transferase —> 3. . penamaan berdasarkan reaksi yang dikerjakan oleh enzim tersebut dan ditambah akhiran – ase. Suhu Setiap enzim berfungsi optimal pada pH dan temperatur tertentu. 3. amino. Pengendalian katalisis secara langsung dan 2. Hidrolase —> 4. Menurut Comission on Enzymes of the International Union of Biochemistry terdapat enam kelas utama Enzim yaitu: 1.

Metabolisme kedua yaitu suatu proses oksidasi substrat yang diikuti perolehan energi disebut katabolisme. yaitu CO2. energi dan mineral. Bakteri Heterotrof Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya. kotoran. a. Apakah yang akan terjadi pada pencernaan kita seandainya bakteri ini tidak ada? Tentu saja kita akan sulit untuk membuang air besar. sering terlihat adanya makanan yang membusuk. 06 September 2009 Jenis-jenis Bakteri Berdasarkan cara memperoleh makanannya. Metabolisme pertama adalah sintesis protoplasma dan penggunaan energi disebut anabolisme. Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik. Itu disebabkan oleh bakteri pembusuk. Minggu. Jika Anda memperhatikan lingkungan tempat pembuangan sampah. H2O.Metabolisme pada bakteri pada dasarnya seperti yang terjadi pada sel-sel organisme lain secara umum. Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit (menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri Escherichia coli. Perhatikan gambar Eschericia coli berikut ini! . bangkai dan juga sisa makanan. bakteri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. kita sebut sebagai bakteri saprofit. Reaksi metabolisme terdiri atas dua proses yang berlawanan. Zat organik diperoleh dari sisasisa organisme lain. Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah. Di dalam lingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia nutrisi bagi tumbuhan.

Bakteri Autotrof Bakteri Autotrof adalah bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat anorganik yang ada. Dinding sel 3. ada juga yang bersifat parasit (merugikan) baik pada manusia. Selaput lendir 2. Flagellum 6. Bakteri fotoautrotof Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Esherichia coli Selain bakteri heterotrof yang saprofit. bakteri autotrof (auto = sendiri. Daerah inti 5. hewan maupun tumbuhan.Keterangan: 1. Sitoplasma Gambar 12. Beberapa contoh bakteri yang patogen di antaranya: b. Bakteri ini menyebabkan sakit (patogen). trophein = makanan) dibedakan menjadi dua golongan. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau. . Dari sumber energi yang digunakannya. yaitu: bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof. 1. Ribosom 4.

Bakteri kemoautrotof Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas. yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. Kemudian amati bagian akarnya dan cocokkan bagian-bagian tersebut dengan bagian yang ada pada gambar di bawah ini. Energi yang diperoleh digunakan untuk menyusun zat organik. Nitrosomonas dan Nitrobacter. yang kemudian N2 ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam pembentukan protein. Azotobacter vinelandi. Gambar Bintil akar tanaman Legumoniase (Kacang-kacangan) Di samping terdapat bakteri yang dikelompokan berdasarkan cara mendapatkan makanan. 2. air dan energi. bakteri dikelompokkan lagi menjadi: 1. Nitrosomonas dapat memecah NH3 menjadi NH2. pada akar tanaman tersebut kita temukan bintil-bintil. Bakteri aerob. Bakteri anaerob. Bakteri itu dikelompokan sebagai berikut: 1. yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya. . Selain itu ada pula beberapa jenis bakteri yang mampu memfiksasi N2 (nitrogen bebas dari udara) di atmosfer ke dalam tanah. Agar lebih memahami tentang bintil akar. 2. Bakteri yang hidup pada bintil-bintil akar tanaman kacang-kacangan ini hidup bersimbiosis. Clostriddium pasteurianum dan Rhodospirillium rubrum. dan bintil akar tumbuh karena rangsangan dari zat tumbuh yang dihasilkan oleh bakteri tersebut dan juga dapat menyuburkan tanah. Misal: Nitrosococcus. Pada bintil-bintil akar tanaman tersebut merupakan tempat bakteri Rhizobium berada. Misal: Streptococcus lactis Sedangkan berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen. Bakteri aerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana mengandung oksigen. bisa saja Anda lakukan pengamatan di bawah mikroskop dengan mencabut tanaman kacang tanah (tanamankacang lainnya) yang ada di daerah tempatmu berada.bakteri ungu. Di samping itu pada tumbuhan kacang-kacangan antara lain kacang tanah. ada juga penggolongan bakteri berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi. Diskusikanlah dengan teman-temanmu tentang fungsi dan pengaruhnya bagi tanah dari bintil akar ini. Contoh lain adalah Nitrosococcus dan Nitrobacter. Bakteri tersebut antara lain.

Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas. Misal: Clostridium tetani. Bakteri anaerob obligat: yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa oksigen. 3. Bakteri anaerob fakulatif: yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen. 2. . Salmonella thypose dan Shigella. Misal: Escherichia coli.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful