Struktur dan Fungsi Sendi

9:07 AM Posted by Irga Struktur dan fungsi sendi,,Bentuk kaku (rigid) dan kokoh antar rangka yang membentuk tubuh dihubungkan oleh berbagai jenis sendi. Adanya penghubung tersebut memungkinkan satu pergerakan antar tulang yang demikian fleksibel dan nyaris tanpa gesekan. Tulang dan sendi dipakai untuk melindungi berbagai organ vital di bawahnya disamping fungsi pergerakan (locomotor) / perpindahan makhluk hidup. Penyakit reumatik paling banyak mengenai tulang dan sendi dalam bentuk keradangan sendi (artritis). Pada dasarnya proses keradangan yang terjadi melibatkan banyak komponen dari sendi itu sendiri, yaitu: sinovium, kapsul sendi, rawan sendi, tulang subkhondral, ligamentum, dan meniskus. Untuk itu diperlukan pemahaman akan berbagai struktur di atas serta fungsi sendi secara utuh sebagai suatu organ guna memahami proses patologi yang terjadi pada berbagai penyakit reumatik. Klasifikasi sendi Sendi paling mudah diklasifikasikan atas dasar jenis pergerakannya. Terdapat 3 tipe yaitu: 1. sendi yang pergerakkannya sangat terbatas atau tidak dapat digerakkan (synarthroses), 2. sendi dengan pergerakan yang terbatas (amphiarthroses) dan, 3. sendi dengan pergerakan luas (diarthroses). Synarthroses Dijumpai pada tulang tengkorak. Potongan tulang disambungkan oleh elemen fibrosa atau rawan sendi. Amphiarthroses Jaringan berupa diskus fibrocartilage yang lebar dan pipih menghubungkan antara dua tulang. Umumnya bagian tulang yang berada pada sisi persendian dilapisi oleh tulang rawan hialin dan struktur keseluruhan berada dalam kapsul. Beberapa contoh sendi tersebut adalah: sendi vertebra, tibiofibular distal, simfisis pubis, sakroiliaka dua pertiga proksimal. Diarthroses Umumnya dijumpai pada sendi-sendi ekstremitas Dijumpai adanya celah sendi, rawan sendi yang licin dan membran sinovium serta kapsul sendi. Sendi diartrodial Pada ujung tulang yang membentuk persendian akan terlihat tulang yang lebih padat dan ini disebut sebagai articular (bony) endplate. Di dalam bagian ini akan dijumpai kanal Havers yang paralel dengan permukaan sendi. Sebelah bawahnya terletak tulang yang lebih longgar dan dapat mengandung sumsum tulang merah. Bony endplate akan diselubungi oleh rawan sendi hialin yang diikat oleh jaringan serabut kolagen. Rawan sendi berguna untuk meredam tekanan dan gerakan menggelincir (sliding). Diantara dua bony endplate terdapat rongga sendi yang berisikan beberapa mililiter cairan sinovium. Stabilitas sendi penting untuk pergerakan antar rawan sendi disamping rendahnya pergesekan antar rawan sendi. Stabilitas sendi diperankan oleh struktur yang dibentuk oleh konfigurasi sendi, ligamentum, kapsul sendi, dan otot yang mengontrol pergerakan. Perbedaan

Di dalam kapsul terletak ligamentum yang sebagian besar adalah serabut kolagen. 50% dari sisa komposisi matriks rawan sendi adalah kolagen. Struktur rawan sendi Rawan sendi dan cairan sendi beranggung jawab atas pergerakan yang memiliki tingkat gesekan rendah (low friction). tangential atau gliding zone. Terdapat bagian yang lebih rendah atau tertekan (depressed) dengan variasi kedalaman m serta jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 430/mm2. dan X. Difusi ganda disini dimaksudkan adalah: pertama nutrien harus menembus membran sinovial untuk masuk ke dalam ruang sinovia. Selanjutnya terdapat fibronektin. Wrana putih padat rawan sendi ini akan berubah kekuning-kuningan sesuai dengan pertambahan usia. c. Sel khondrosit satu sama lain tidak banyak berinteraksi sebagaimana layaknya sel lain. dan d. dimana terdapat elongated fibroblast-like cells yang tersusun sejajar dengan permukaan rawan sendi. tendon dan muscle spindles. maka nutrien akan berdifusi ke dalam matriks rawan sendi untuk mencapai khondrosit. Kolagen tipe IX berfungsi sebagai jangkar terhadap molekul proteoglikan (aggrecan). Rawan sendi bersifat avaskular. V.konfigurasi sendi disesuaikan dengan dampak tekanan dan lingkup gerak sendi (range of motion / ROM) yang dimaksud. juga berada dalam kapsul. b. Hal ini disebabkan letak dari pembuluh darah yang relatif lebih banyak di daerah permukaan kapsul. setelah berada di dalam cairan sendi.antara 20 – 40 Ketidakteraturan permukaan sendi ini dibuktikan melalui pencitraan mikroskop elektron. calcified zone. perbedaan muatan listrik (charge) dan konfigurasi molekul berperan dalam proses itu. Sel ini akan dilindungi oleh struktur yang terdiri dari vascular adipose. dimana matriks dan selnya dikelilingi oleh hidroksiapatit. ankhorin. radial zone. Komposisi biokimiawi dari rawan sendi adalah sebagai berikut: 80% air. Satu lapisan jaringan ikat yang mengandung sel sinoviosit akan menutupi seluruh rongga sendi dan kapsul sendi membentuk kantong yang tidak lengkap yaitu pada bagian rawan sendi tidak dilapisi. transitional zone. jaringan fibrosa atau areolar untuk memungkinkan lebih longgarnya kantong tersebut. Jenis terbanyak adalah kolagen tipe II. mudah digerakkan dan tidak terjepit diantara sendi saat pergerakkan. Calcified zone ini terhadap radial zone dipisahkan oleh satu band yang dikenal dengan tidemark dan melekat terhadap tulang di bawahnya. khondronektin yang membantu mempertahankan integritas dan struktur rawan sendi. Secara histopatologik rawan sendi terdiri dari struktur matriks yang selular dengan distribusi tertentu dan terbagi atas 4 zona. sel tersusun dalam bentuk kolom yang iregular. Struktur rawan sendi pada umumnya semirigid dan permukaannya yang tampak halus sebenarnya ireguler. Jaringan sinovium kaya akan pembuluh darah untuk menunjang hidup sinoviosit dan pembentukan cairan sendi. Pada manusia tebal rawan sendi kurang dari 5 mm tergantung jenis sendi dan lokasi di dalam sendi. aneural dan alimfatik. Dengan kata lain sel ini lebih banyak memberikan respon gangguan sintesis atau aktifitas degradatif akibat tekanan hidrostatik atau deforming forces lainnya. Saraf. Kolagen lainnya dalam jumlah kecil dan berada di dalam matriks rawan sendi adalah kolagen tipe IV. yaitu : a. Mekanisme yang tampaknya sederhana ini ternyata tidk semudah itu karena banyak faktor seperti ukuran partikel. selain pada jaringan sinovium. IX. tersusun atas sel yang lebih bulat dengan konfigurasi acak. ligamentum. Makanan diperoleh melalui sistim difusi ganda. dan ujung saraf. Kapsul dan ligamentum terdiri dari jaringan ikat padat yang membungkus sendi serta melekat pada tulang terdekat dengan persendian. Kedua. Selanjutnya sisa konstituen organik terbanyak adalah .

yaitu lempeng subkhondralnya mengandung kanal Havers yang sejajar dengan permukaan rawan sendi dan tidak terhadap sumbu tulang. Tulang subkhondral Struktur tulang subkhondral lebih spesifik dibandingkan tempat lainnya. Konstituen inorganik (5-6%) terbanyak adalah kalsium. komposisi kimiawi dan susunan jaringannya. akan berinteraksi dengan sistim aktivator plasminogen-plasmin dalam suatu kaskade degradatif. Cairan sinovium berwarna kuning pucat. Secara umum strukturnya merupakan gelendong kolagen (bersama-sama elastin merupakan protein terbanyak yaitu 90%) dan diantaranya dapat dijumpai . sitokin dan faktor pertumbuhan berperan dalam metabolisme rawan sendi. yaitu khondroitin-6-sulfat. Sel sinovium akan mensintesis asam hialuronat sebagai zat tambahan plasma dalam membentuk cairan sendi. Khondrosit akan mensisntesis proteoglikan dan kolagen. jernih dan kental. yang dibentuk dalam keadaan tidak aktif. Inti aggrcan adalah asam hialuronat (1% dari total glikosaminoglikan). Membran dan cairan sinovium Membran sinovium adalah jaringan ikat vaskular dan melapisi sisi dalam dari kapsul sendi namun tidak menutupi rawan sendi. Lemak dijumpai kurang dari 1% berat kering. khondroitin-4-sulfat (5%) dan keratan sulfat (5%). Berbagai enzim. Khondrosit pada zona ini umumnya tidak memiliki metabolisme yang terlalu aktif. Calcified cartilage Zona ini menghubungkan rawan sendi dengan tulang subkhondral dengan struktur yang bergelombang sehingga memperkokoh rawan sendi agar tidak mudah terkelupas. Demikian pula letak lempeng tersebut berada dalam sudut tertentu terhadap stres yang dominan. obat anti inflamasi non-steroidal. Ligamentum dan kapsul sendi Pada dasarnya komposisi ligamentum dan kapsul sendi adalah identik baik secara histologik. Melalui ikatan protein dengan berat molekul rendah terjadi proses agregasi dengan rantai kolagen tipe II. makrofag. efek magnetik atau elektrikal. Turn over kolagen lebih stabil dibandingkan proteoglikan. Banyaknya pembuluh darah dilapisan subsinovium berperan dalam proses transfer dan transpor konstituen darah ke ruang sinovium dan pembentukan cairan sinovium. Degradasi rawan sendi diakibatkan oleh berbagai enzim metaloprotease matriks dan diperantarai pula oleh kerja sitokin ) baik (TNF-terutama interleukin-1 (IL-1) dan tumor necrosis factor yang dikeluarkan oleh sinoviosit. Sintesis dan degradasi matriks rawan sendi dipengaruhi banyak faktor. Biasanya jumlah cairan ini sedikit berkisar antara 1-4 ml dan lebih sedikit lagi pada sendi-sendi kecil. yaitu: faktor humoral seperti insulin-like growth factor-1 (IGF-1). Makromolekul ini memiliki panjang sekitar 180-210 nm dan kepadanya melekat tiga jenis glikosaminoglikan. atau khondrosit dan fibroblast. Aktivasi enzim perusak. kortisol. faktor mekanik terhadap rawan sendi.proteoglikan. Kontrol mekanisme ini diperankan oleh berbagai inhibitor seperti tissue inhibitor of metalloproteases (TIMP) dan plasminogen activator inhibitor (PAI).

serabut kolagen ini berjalan secara vertikal dan berhubungan dengan calcified bone di bawahnya serta berfungsi menahan tekanan putar (shear). Rawan sendi dapat dikompresi sampai dengan 20% dari tinggi awalnya. maka peran perlekatan antara ligamentum dan tulang sangat penting. Sedangkan pada sendi kecil.1(2 dijumpai elastin (<1%). Ketebalan rawan sendi yang masih memungkinkan kehidupan khondrosit dengan baik maksimal setebal 6 mm. kapsul sendi dan otot. Disusul oleh kolagen dan elastin serta proteoglikan. Ligamentum dapat mencegah proses luksasio atau dislokasi serta menjadi pembatas gerak atau penuntun pergerakan sendi. ligamentum ini akan1. Selanjutnya dalam jumlah kecil dapat1. Sebagian besar serabut kolagen 2) Pada beberapa sendi. Berbeda dengan rawan sendi.1adalah tipe I (2 menyatu dengan kapsul sendi dan pada sendi lainnya terpisah secara total. 3. Peran ligamentum. sternoklavikular. bahan inorganik sekitar 3% dan bahan organik terbanyak berupa kolagen tipe I 2) yaitu antara 60-90%. Peran rawan sendi dan tulang subkhondral. dijumpai pada sendi tertentu seperti sendi lutut.fibrosit. maka meniskus dapat melakukan perbaikan apabila mengalami kerusakan. 2. Ketiganya berperan dalam stabilisasi sendi.5 – 10 kali dari berat badan individu tersebut. Otot memiliki peran besar dalam stabilisasi sendi proksimal seperti bahu dan koksa. Dengan kata lain akan dicegah pula kerusakan ligamentum. Sistim neuromuskular berperan dalam proses pergerakan sendi dan stabilisasi suatu sendi. Meniskus tidak mengandung saraf atau pembuluh limfatik dan sebagian besar avaskular. Meniskus Meniskus. Otot juga membantu mengontrol pergerakan sendi dan atas pengaruh pergerakan involunter akan dicegah pergerakan sendi yang berlebihan. lempeng firbokartilago. Fungsi sendi Proses tekanan pada sendi weight bearing berkisar antara 2. Susunan semacam ini membentuk semacam membran (cartilage skin) yang akan menahan komponen matriks di bawahnya. Rawan sendi merupakan permukaan sendi yang akan mengalami tekanan. Pada kondisi fisiologik tanpa tekanan maka sendi tersebut sedikit renggang pada bagian tertentu dan menjadi lekat antara permukaan sendi dan bonggolnya apabila terdapat tekanan. gesekan berulang sepanjang waktu dan tersusun atas serabut kolagen yang berjalan paralel terhadap permukaan sendi. proteoglikan (<10%). Pembuluh darah dan saraf dapat ditemukan disela-sela serabut kolagen. kapsul sendi. rawan sendi dan tulang sumkhondral. sangat mengagumkan bahwa sendi-sendi itu mampu mempertahankan fungsinya sepanjang kehidupan seseorang. Seringkali besar tekanan yang terjadi mencapai 150-300 psi. Perlekatan kapsul sendi dan ligamentum ke tulang terutama pada stroma fibrokartilaginosa diperankan oleh kolagen yang akan mengalami kalsifikasi begitu mendekati tulang dan selanjutnya menembus jaringan tulang kortikal. Melihat besarnya tekanan tersebut. Tekanan ini akan diteruskan ke tulang . 1. radioulnar distal. Peran neuromuskular. Pada bagian basal. Kandungannya sebagian besar (70-78%) adalah air. meniskus. namun pada bagian dekat tulang tampak susunan pembuluh darah yang membentuk arkade. ligamentum. sendi dikontrol oleh berbagai faktor yaitu: neuromuskular. Air adalah komponen utama (70%) dari kapsul sendi dan ligamentum. Dalam mempertahankan fungsinya. selain otot. dan akromioklavikular.

Dengan kata lain meniskus memperluas area kontak antar dua ujung tulang yang membentuk sendi. Pada boundary system. Diskus intervertebralis Diskus dibentuk atas 3 bagian yaitu bagian luar berupa fibrous restraining band yaitu anulus fibrosus. 88%. Proses ini mirip dengan efek spons dalam menyerap air. Terdapat dua sistim lubrikasi yaitu sistim hidrostatik yang berperan pada tekanan besar dan boundary system yang berperan pada tekanan rendah. meniskus juga bertin-dak sebagai peredam kejut. Umumnya khondroitin-6-sulfat berkisar 40%. Meniskus diperlukan untuk menutupi celah yang dibentuk antar dua tulang dimana umumnya ujung tulang yang membulat yang mengalami kontak satu sama lain pada sendi tersebut terjadi pada area yang kecil di tengah-tengah. hialuronat (berat molekul lebih dari 1 juta d) memeiliki peran utama. 65-70%. sehingga pada stres abnormal dapat terlihat tulang tersebut menebal dan padat. Hal ini dimungkinkan oleh adanya struktur yang banyak mengandung air dari nukleus pulposus yang . khondroitin sulfat. Pola ini tampak pada pencitraan radiologi polos. adalah air dimana kadarnya akan jauh berkurang pada usia lanjut (65%). keratan sulfat 50%. Hal ini akan tampak sebagai pola struktur yang memiliki kemampuan maksimal dalam mengatasi beban tekanan. Selain menahan beban tekanan . Integritas strukturnya dipertahankan oleh sejumlah kecil glikoprotein. Serabut kolagen tidak terlalu banyak yaitu 20-30%. Serabut fibrosa pada anulus fibrosus memiliki ketebalan m. Peran meniskus Diketahui bahwa sendi yang memiliki meniskus biasanya jenis sendi yang tidak hanya megalami tekanan sumbu namun juga rotasi. Perubahan pada tulang subkhondral akan mengakibatkan mikrofraktur dan proses remodeling. 5. Fungsi diskus intervertebra Diskus berfungsi sebagai penahan beban tekanan (weight bearing) terutama kompresi aksial. Disamping itu terdapat pula proteoglikan. Pada sisi anterior terlihat lebih tebal sedangkankurang lebih 20 sisi posterior lebih tipis. asam hialuronat <2%. Pada tekanan tertentu air akan dirembeskan keluar masuk ke dalam ruang sendi dan akan kembali setelah tekanan tersebut hilang. Substansi ini memiliki karaketristik thixotropic yaitu akan semakin mengental apabila flow nya semakin lambat. nucleus pulposus dan lempeng rawan sendi. Sebagian besar. Glikoprotein ditemukan dalam jumlah kecil.subkhondral yang akan mendistribusikan beban tekanan tersebut. Pada teori sistim hidrostatik.002. keratan sulfat. Kompleks fibrokartilago ini hanya memungkinkan pergerakan beberapa derajat saja pada semua bidang pergerakan. namun tidak memiliki collagenous skin. Nukleus pulposus biasanya terletak lebih ke posterior dan tersusun atas struktur cairan yang kental dimana di dalamnya berjalan serabut-serabut kecil membentuk pita-pita dengan konfigurasi membentuk sudut oblique pada sisi atas dan bawah berhadapan dengan lempeng rawan sendi. adalah air dan kolagen diperkirakan sekitar 50-55% dari berat kering. maka lubricating glycoprotein lain yang berperan. 4. Oleh karenanya ujung tulang akan dibentuk membulat. namun penjumlahan dari sejumlah sendi tulang belakang ini menjadikan suatu lingkup gerak sendi yang luar biasa. Lubrikasi sendi Peran lubrikasi pada sendi memungkinkan gesekan yang sangat minim dengan tahanan gesek sebesar 0. dan sebagian besar adalah proteoglikan. Lempeng rawan sendi hampir sama pada sendi diartodial. Sebagian besar.

Vilim V. 252:341-52. Bayliss MT. proteoglikan. Kelly MA. Role of anchorin CII. 9. Clin Orthop 1990. 3 alpha and M-collagen with age and in osteoarthrosis. Redler I. Minor collagen in arthrotic human cartilage. Hal ini akan mempengaruhi facet joints dalam mempertahankan kerenggangan antar diskus dan menimbulkan rasa nyeri.90(6):2268-77 11. Maroudas A. Venn M. Mow VC.304(Pt 3):887-94 6. Biochem J 1994. Biochem J 1983. Clin orthop 1975. Mansell J. Ann rheum dis 1988.38(4):371-7. frictionless dan tidak mengakibatkan kerusakan besar dalam jangka panjang.112:357-62. Acta orthop scand 1983. Proteoglyvan isolated from dissociative extracts of differently aged human articular cartilage: characterization of naturally occuring hyaluronan-binding fragments of aggrecan. Baltimore: Williams and Wilkins. sehingga secara keseluruhan diskus berperan sebagai peredam kejut. The role of type IX collagen in osteoarthritis and rheumatoid arthritis. Gardner DL.mampu memodifikasi tekanan dengan cara barelling yaitu mengurangi tinggi dan meningkatkan lebarnya. Neumann DA. Arthritis Care Res 1989. Ali SY. Pada umumnya terdiri dari air dan tersusun atas serabut kolagen. Meszaros T. Orthop rev 1993. Poole AR. 3. Material properties and structure-function relationship in the menisci. J Cell Biol 1984. 2. 4. Fosang AJ. Kerusakan atau robekan lebih banyak diakibatkan oleh tekanan dan fleksi berlebihan terhadap serabut-serabutnya. J Clin Invest 1992. 2 alpha. Bee JA. The synovial membrane in osteoarthritis: a histological study including the characterisation of the cellular infiltrate present in inflammatory osteoarthritis using monoclonal antibodies. a 31.98(4):1572-9. Studies of the articular cartilage proteoglycan aggrecan in health and osteoarthritis. Reiner A. 10. Change in content of 1 alpha. glikorptein lain serta lubrikan asam hialuronat. Structure of proteoglycans from different layers of human articular cartilage. Elliot RJ. Ann Rheum Dis 1979. Biomechanical analysis of selected principles of hip joint protection. von der Mark K. Simpulan Sendi merupakan satu organ yang kompleks dan tersusun atas berbagai komponen yang spesifik satu dengan lainnya. Pada beberapa bagian berfungsi sebagai peredam kejut misalnya diskus intervertebra dan meniskus. Bogoch E. Rizkalla G. Radin EL. Mow VC. Struktur yang kompleks di atas memungkinkan suatu pergerakan sendi yang luas (fungsi locomotor). 7. Nemeth-Csoka M. 1997. Mapp P.47(4):300-7 5. Evidence for molecular heterogeneity and extensive molecular changes in disease. Mollenhauer J. Revell PA.22(2):165-70. The ultrastructure and biomechanical significance of the tidemark of articular cartilage. 12. .2:146-155.209(2):387-400. P:175-88. Structure and function of joints. Changes with age in the glycosaminoglycans of human articular cartilage. Lizarbe MA.54(4):613-9 8. Mankin HJ. Fungsi ini juga diperankan oleh anulus fibrosus.000-mol-wt membrane protein. In: Koopman WJ.ed Arthritis and allied conditions. Zimny ML. Mayston V. in the interaction of chondrocytes with type II collagen. Lalor P. Daftar Pustaka 1. Fithian DC. Diab M.

59(4):593-600. Martel-Pelletier J. Ryu J. J Clin Invest 1977. 14.13. 15. Obata K. Degradative enzume systems in osteoarthritis cartilage. Cloutier JM. McCollum R. Ehrlich MG. Pelletier JP. Lab Invest 1994. Anti-inflammatory drugs. Mankin HJ. Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI / RSUPN Cipto Mangunkusumo.70(6):807-15 16. prostanoid and proteoglycan production by cultured bovine articular chondrocytes. Fujimoto N. Front P. Collagen synthesis in normal and osteoarthritic human cartilage. Towle CA. Treadwell BV. Characterization of human articular cartilage link proteins from normal and osteoarthritic cartilage.3(2):17084. Dray F. Prostaglandins 1984. Darmon N. oleh: Yoga I Kasjmir Sub Bagian Reumatologi. Lippiello L.41(2):164-7. Aprile F. Ann Rheum Dis 1982.28(3):417-34. Excess of metalloproteases over tissue inhibitor of metalloprotease may contribute to cartilage degradation in osteoarthritis and rheumatoid arthritis. Hall D. Jakarta . J Orthop 1985. McCall E. 17. Mitrovic D.

8803/ !07.3-07507.73./..3-0-..:743..38:2-:3.70.3803/ 425081-74.897:9:7.9   !07.. 59.2 90.302-.0-054890747/. 8:8-071:3880-.39.3.  :0:85:548:8-.-:94././.7    .3:9   $07.5.7-.3.8897:9:7..7/2..9  ..3080 80-08.80-.8.8-0-.7/.3025037.3-08.//.5.350707.:-7.7.3:9..8.802.35..8892:-7.3-././.7 /.:-.425708.9.038803/...3/.3803//./ 2020507. 8090.3203039.2203.5.3  &2:23..9 07.803/....37.3/:3../.35.3 0.33-.-:9 807..2:2.3. 80/.39.7-07:5.390747907.3 !748083275/03.90.0.4.20.72./.7/./07.5.3.3080./.7   8:83907.90.88..7.39/.3..439.32038:8202507:.8-. 54.2 0:9   :-7..897:9:7.3809.3 /2:33.390.7-07.3/-039:202-:.99:.3802..3703/..9.3-08.79.039/.803//./.3::8 1-748:83:.9.3 9.34080:2.5. 903.3.33203.09789949745.32022038:8-.5.32.:2:23.390.3:39:203:9:5.-:91-748.3025037..390780-:9 2030-./.2.95:./.32 !..301085438/.3/03.3/..0:85:548:8/.9:.9:   /.383202 .9 4574903/902:.35..9:.3.380-..9:3:507.3 4.3..9.38:../.9:.8 202-039:8:/:94-6:05.3203.39.4574903  025037.9 038:8 /507:.9:8.803/9:.3 3.9.3.27:.9  ..3./.3./.3.7:9.803/202:33.7..9073 8.9:./.3-.-07.3-07507./903.-:90.3.2.907.2:3 503:2.9/:.320202.. !.4574903.98.1-74:870897.3.3431:7.3 .5..0.7.390780-:9 !07:-.8 8:8/-039:.97.3.3 8:-43/7..9.::39:./.7/:. ./.8 897:9:73.3-0.73 907:9..202-039:59.80-.85.2-..7/:.7  07./.703.2.8.32038:8 09.3 2038:8:.3. 03.8:0/.803/90780-:9907.../..3/2./.788902 2..3.390.39078:8:3..802:.3:..3.:-07:7.3./.-0793 /.9907.5.2.35.5070/.3.3.90.-07.780:2.3807.3  43/74938:1.7/.034:883   :38/8:83907.25..-.3-0-.3 .2539:907/.8.503.3 !4.9 -07.8/.35.3..-/.90-90-..90.3.574904.9 !.9.39079039:..3-07507.788902. 202:33./..30- 88548907470-958 $0-.3.3.82.3/702-08.-3472.0790-7.9.89708.2.3203.39.90709..8  0.8.3./5079.3203..3.2578.:743.3-08.390.3039.35748087024/03 .503.220307.2:3:. -4:3/..3803/  $0-.3::81-748:8202090-.90478892/7489.7  ..38.38:1.9.-.88.3.3 .33:7..3202-:.25.3./5.  $07.25:./. $:-89./.70.574904.749.9:8892/7489.5.203.3.3803/.03/5077.8.. 3.30:.3.3 09-0.327417.3-0-. /2..7  %07/.43..5./.3.35..8.3/.3 -08.3./.93.5.3203/897-:8.8.794/.340.9-078../.73:0:85:548:8.3202-039:803/ $0...3/-039:.23.3.5.803/..43/7493  8:1.9:-.:-.9.:8.9 39079.::39:.2:39/.9240:0-/.350707.390780-:9.202.::39:../03.3-4:3/.0../..2439.3-0-07./445448 803.9232/03...3 :.3:-7.3.9:7/..3  !.143..8:-43/7.0790-7.38:1.

7090740309.3..4.3083/80.70#08    9...943413.3.3 .79.907.20:928.3108-070-.3.2.9434190.43/9438  .3.0:.8943' ..28.7:1.79.3 0/79798..5070/.39.3841:2.94341.3.3.3/      .39/..3...19..3.4254303.03 574904.2039841.7 .897:.3.3/38 !    0:2.7!:89.4..48.3..3907.0097.. 3 7945     #0.3/70:2...03348904.3.:2.34090.3.3 $03/207:5.3.3.385081 8.9:70 1:3..9.574507908.:.   ./507.94/..3/348904...73.30348904. 08.033.3/1:3.943414398 34452.-.02       49# .9:50707. :383:.9.0790-7.3.303.79749.907.9:/03./.:743.3-08..0/ .2.3/.041 909/02.-:9 807.0390.-0-07../3 $97:.3  475903.4.:2:23.3./.797488 ..39078:8:3.:.8-07-./8:83907.22..384.-.831.7.0 347945    0209 84.0147240./.7.0240.9:7.79798  794570.37.79.748% 347.7/8:8/.380 %0:97.43/07..7/307 .:74-0.203.3./.7.07841 :2.5070/.905708039331.79.9841/1107039.3::81-748:8 803.33 420.8 1:38 4.9  !./03.9089950.-.3 .:743.7.79.3 -3/317.79798 :832434.       403. 89:/3. .3  4..79798.0.02  !9    #0/07 4' 23 .:.20:9  07:8.:.3/.380-.74:/....7 #4041.9..33 #.9:70.3089.7.3 !74904.7.330.0574904.393/..424947 17.73197..55! %0834.90/573..3:..3-071:3880-.7/.9:70.4.:73..473 .094398/.79798 ..9:47.32038:8  $97:9:7...8 $ $97:.70.38079.7/.342508/.5.3.30574903 3903907.3/-420.-.39-4/08 3370:2/8     '2' 48.5.88% '033 .943088/.0/:2.3/ ..3/897:..9..8202:33.4.3.43.94370.3/48904.9.43/74.3/09038.8.50841543957490.- %074041950.340.79.8944.92470..907/7/.39078:8:3.0. !440# $9:/084190..:.9. .8.381742/1107039.741. #0307 44.3202503.25:2024/1.3 0-.79..7 .8807.30--.32033.79.9.-:94.0! .234..307   $25:.5.890.38:.:.7-0 .30703.7.-:93.80 33.3803/.3.9078.5.94748904.3..:-7./.70.3/8:8 -07507.0 4.3/03.. 24 9 202-7. !.3 0 4' ..9:7041574904.7.0 .943 79798 .79.5.0 33#0:28     .5 807.039.2.32032-:.79798.:07 00 .94385390 2038.342508/.43903941 .47! .3.080:7:.90/1742/884.9.307:8.03 04       #.22025079.089     .9:203:7.3.479458.80.3 .9.38.:/390.202-7.3   ..:...7.79.79. .703.8841800.33.9.

.827  $:-. 7439! 570 .. #: %40 %70.79.3#0:2.79...089      7...9.907..22.79798..2 &. ..802.79798..30.0383908833472. 4:907 !00907! .9.33 4.457490./0' .7.035749038 17423472.07988:03-94741209.:...943-.944 .-3.003:20889028348904.7.3 .089      .3574/:..4397-:9094.4:2# :2494  -.43/74. 39 31. ..7979.8084.94/.9433 48904.0/07.790 !00907 .32:!03.0 33.7243 7.79.7.79.9..:9:70/-4../.79798 .79.457490.3/574904.3/70:2.947/7:8  57489.3/38       40 4.79.94341:2. 07./.:..:2.34/.0  7945      974.79..0 33#0:28      5504 .3/48904.7979.908 !7489.3.08841 209.3/48904.

#$&!594.79..3:3:8:24 . .