Aqidah Akhlak

A. Pengertian Aqidah Akhlak 1. Pengertian Aqidah Secara etimologis (lughat), aqidah berakar kata dari kata aqada-ya’qidu-aqdan-aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan, dapat pula diartikan berarti mengingat, menyimpulkan, menggabungkan. Sebagaimana diketahui bahwa dasar pokok utama dalam Islam adalah aqidah atau keyakinan secara etimologik, aqidah berarti credo, keyakinan hidup, dan secara khusus aqidah berarti kepercayaan dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Menurut Arifin Zainal Dzamaris, aqidah istilah suatu yang dianut oleh manusia dan diyakini apakah berwujud agama atau lainnya. 1. 2. Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah Obyek materi pembahasan mengenai aqidah pada umumnya adalah Arkan Al-Iman, yaitu: 1. Iman kepada Allah swt. 2. Uman kepada malaikat (termasuk pembahasan tentang makhluk rohani lainnya seperti Jin, iblis dan syaitan). 3. Iman kepada kitab-kitab Allah 4. Iman kepada Rasul Allah 5. Iman kepada hari akhir 6. Iman kepada taqdir Allah. Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada zat mutlak yang Maha Esa yang disebut Allah. Allah Maha Esa dalam zat, sifat, perbuatan dan wujudnya. Kemaha-Esaan Allah dalam zat, sifat, perbuatan dan wujdunya itu disebut tauhid. Tauhid menjadi inti rukun iman. Aqidah pokok yang perlu dipercayai oleh tiap-tiap muslimin, yang termasuk unsur pertama dari unsur-unsur keimanan ialah mempercayai: 1. Wujud (ada) Allah dan wahdaniyat (keesaannya) sendiri dalam menciptakan, mengatur dan mengurus segala sesuatu. Tidak bersekutu dengan siapapun tentang kekuasaan dan kemuliaan. Tiada menyerupainya tentang zat dan sifatnya. Hanya Dia saja yang berhak disembah, dipuja dan dimuliakan secara istimewa. Kepadanya saja boleh menghadapkan permintaan dan menundukkan diri tidak ada pencipta dan pengatur selain darinya. Firman Allah dalam QS. Al-Ikhlas (112): 1-4. Terjemahnya: Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

kebesaran dan hikmat kebijaksanaan Ilahi. sifat-sifat kesempurnaan dan layak baginya wajib kita iman. rahmat. Allah zat yang maha mutlak itu. Dalam mengimani Allah swt. suci dari sifat kekurangan yang suci pula dari menyerupai segala yang baharu (makhluk). yang dipandang layak untuk memikul risalah-Nya (putusan-Nya) kepada rasul-rasul itu disampaikan wahyu dengan perantara malaikat. sebagai sesuatu yang bersifat ide atau material. adalah Tuhan yang Maha Esa. kekuasaanNya. Mereka berkewajiban menyeru kepada keimanan dan mengajak mengerjakan amal saleh (perbuatan baik). bukan berarti Al-Qur’an memperkenalkan Allah swt. . Mempercayai apa yang terkandung dalam risalah itu. Adapun penjelasan ruang lingkup pembahasan aqidah yang termasuk dalam Arkanul Iman. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. 3. 3) Membenarkan dengan yakin. Firman Allah QS. maupun dalam menerima ibadat segenap makhluknya. Al-Baqarah (2): 163. Bahwa Tuhan memilih di antara hamba-Nya. yaitu: 1. yang menggambarkan zat Allah. Selanjutnya Al-Qur’an memberikan pula petunjuk sekitar ketuhanan dengan menerangkan nama. Nama dan sifat-sifat Tuhan. bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna. menurut ajaran Islam. Al-Qur’an telah memberikan petunjuk. baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam. kebijaksanaan-Nya. Pengertian iman kepada Allah ialah: 1) Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah 2) Membenarkan dengan yakin keesan-Nya. Terjemahnya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Di antaranya Iman kepada hari kebangkitan dan pembalasan. yang tidak dapat diberi sifat atau digambaran dalam kenyataan atau dalam keadaan yang dijangkau oleh akal manusia. Iman kepada Allah swt. Juga iman kepada pokok-pokok syariat dan peraturanperaturan yang telah dipilih Tuhan sesuai dengan keperluan hidup manusia dan selaras dengan kesanggupan mereka. cara bagaimana memperoleh keimanan terhadap aqidah pokok. Segala sesuatu yang mengenai Tuhan disebut ketuhanan. Karena itu wajiblah beriman kepada segenap rasul yang disebut dalam Al-Qur’an 2. makhluk seluruhnya. Adanya malaikat yang membawa wahyu dari Allah kepada rasul-rasul-Nya juga mempunyai kitab-kitab suci yang merupakan kumpulan wahyu Ilahi dan isi risalah Tuhan.1. sehingga tergambarlah dengan nyata keadilan. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1. kata malaikat diartikan makhluk Allah yang taat. tidak dapat dirasa oleh panca indera. QS. Dia. maka kita membenarkan segala perbuatan dengan beribadah kepadanya. maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah swt. Firman Allah QS. yang senantiasa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. maha melihat. . Dengan demikian setelah kita mengimani Allah. Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyeru kita mengimankan sejenis makhluk yang gaib. berkehendak. Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perintah-Nya. Beriman kepada malaikat ialah mempercayai bahwa Allah mempunyai makhluk yang dinamai “malaikat” yang tidak pernah durhaka kepada Allah. Terjemahnya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. dengan ciptaan-Nya di muka bumi sebagai bukti keberadaan. kekuasaan. melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. mengakui bahwa Allah swt. Al-A’raf (7): 80. Firman Allah swt. bersifat dari segala sifat. nama-nama yang terbaik itu dalam arti mengajak untuk menyesuaikan kandungan permohonan dengan sifat yang disandang Allah. yang membawa wahyu kepada rasul-rasul-Nya. Iman Kepada malaikat-malaikat-Nya Menurut Kamus Bahasa Indonesia. iman akan malaikat ialah beritikad adanya malaikat yang menjadi perantara antara Allah dengan rasul-rasul-Nya. Ar-Rahman. diciptakan dari cahaya yang mempunyai tugas khusus dari Allah. Terjemahnya: Ayat di atas mengajak manusia untuk berdoa/menyerunya dengan sifat-sifat-Nya. Fushshilat (41): 30. Lebih tegas. sehingga jika seorang memohon rezeki ia menyeru Allah dengan sifat ar-Razak (pemberi rezeki). dan kesempurnaan Allah swt.Karena itu Al-Qur’an menempuh cara pertengahan dalam memperkenalkan Tuhan. hidup. menghidupkan dan mematikan. menurut Al-Qur’an antara lain Maha Mendengar. yang tidak dapat dilihat oleh mata. itulah makhluk yang dinamai malaikat.

menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. baik dalam kejadian maupun dalam tugas. Karena malaikat selalu mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia.Firman Allah swt. . 1. Kitab-kitab suci itu memuat wahyu Allah. bertugas meniup terompet di hari kiamat dan hari kebangkitan nanti. lebih bersyukur akan nikmat yang diberikan dan berusaha selalu berbuat kebaikan dan menjauhi segala larangannya. baik untuk akhirat. QS. Dengan beriman kepada malaikat-malaikat-Nya. 4) Malaikat Maut (Malaikal maut) bertugas mencabut nyawa manusia dan makhluk hidup lainnya. 5) 6) Malaikat Raqib dan Atid. Keyakinan kepada kitab-kitab suci merupakan rukun iman ketiga. Iman kepada kitab-kitab Allah swt. maupun untuk dunia. pangkat dan kedudukannya baik yang berada dan tugas di alam ruh maupun ada yang bertugas di dunia. Beriman kepada kitab-kitab Tuhan ialah beritikad bahwa Allah ada menurunkan beberapa kitab kepada Rasulnya. 3) Malaikat Israfil. Baik secara individu maupun masyarakat. Mengenai nama-nama dan tugas para malaikat tidak bisa diperkirakan sesama mereka juga ada perbedaan dan tingkatan-tingkatan. Di antara nama-nama dan tugas malaikat adalah: 1) Malaikat Jibril. bertugas mencatat amal perbuatan manusia Malaikat ridwan bertugas menjaga surga dan memimpin para pelayan surga 7) Malaikat Malik. menurunkan hujan. bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti melepaskan angin. bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi-nabi dan rasul 2) Malaikat Mikail. maka kita akan lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah swt. baik yang berhubungan itikad maupun yang berhubungan dengan muamalat dan syasah. Al-Anbiya (21): 27 Terjemahnya: Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintahperintahNya. bertugas menjaga neraka dan pemimpin para malaikat menyiksa penghuni neraka 8) 9) Malaikat yang bertugas memikul Arasy Malaikat yang menggerakkan hati manusia bentuk berbuat kebaikan dan kebenaran 10)Malaikat yang bertugas mendoaka orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah segala dosa-dosanya diberi ganjaran surga dan dijaga dari segala keburukan dan doa-doa lain. untuk menjadi pedoman hidup manusia.

Kitab-kitab yang diturunkan Allah telah turun berjumlah banyak. Firman Allah QS. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mempunyai kesempurnaan di atas kitab-kitab sebelumnya atau menjadi penyempurna. yang dimaksud dengan mengimani kitab Allah ialah mengimani sebagaimana yang diterangkan oleh Al-Qur’an dengan tidak menambah dan mengurangi. sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Oleh karena itu. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang memuat wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad selama masa kerasulannya. maka dapat disimpulkan bahwa 1. QS. sebanyak rasulnya. Dari berbagai penjelasan dan ayat-ayat di atas. Akan tetapi. dalam QS. syari’ah. Al-Hijr (15): 9. Firman Allah swt. ibadah. tasyri. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Al-Qur’an al-karim memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. tapi hanya bersifat lokal untuk umat tertentu. Firman Allah swt. Tiada pertentangan antara Al-Qur’an dengan ilmu pengetahuan . 2. Dan tidak berlaku sepanjang masa. Injil kepada Nabi Isa dan Zabur kepada Daud. Sedangkan yang masih ada namanya saja ialah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa. yang masih ada sampai sekarang nama dan hakikatnya hanya Al-Qur’an. menyertai dia sebagai wazir (pembantu).Jadi. Salah satu diantaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin Allah. niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia. dan ia selalu dipelihara. Al-Qur’an adalah kitab hidayah yang memberi petunjuk kepada manusia dari berbagai persoalan-persoalan aqidah. akhlak demi kebahagiaan hidup. Al-Furqan (25): 35 Terjemahnya: Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya. tidak memberi jaminan terpelihara keaslian atau keberadaan kitabkitab tersebut sepanjang zaman sebagaimana halnya Allah memberikan jaminan terhadap AlQur’an. Terjemahnya: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an. kelebihan Al-Qur’an tidak dapat diragukan lagi. Kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum kitab suci Al-Qur’an tidak bersifat universal seperti Al-Qur’an. Al-Isra’ (17): 88 Terjemahnya: Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini.

Rasul adalah utusan (Tuhan) yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada umat manusia. minum. 1. kelebihan. beberapa diantaranya berfungsi juga sebagai rasul ialah (Daud. memandang Al-Qur’an dengan prasangka buruk akan dapat mengambil kebaikan dari ajaran yang agung. 4. Terjemahnya: Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu. Kesederhanaan Al-Qur’an membuatnya dipahami oleh semua orang sehingga mereka yang tidak bertakwa atau bahkan membenci Allah. Sebagaimana manusia biasa lainnya Nabi dan Rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia yaitu makan. Seorang muslim wajib beriman kepada seluruh Nabi dan Rasul-Nya yang telah diutus oleh Allah SWT. Seorang muslim wajib membenarkan semua Rasul dengan sifat-sifat. Al-Ahzab (33): 40. sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama . berjalan-jalan. Keyakinan ini sangat penting dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya. tugas dan mukjizatnya masing-masing seperti yang diperintahkan oleh Allah. Nabi Muhammad saw. Banyak ayat secara terperinci membahas tentang kehidupan dunia ini dan sesudahnya yang dijelaskan dengan cara yang amat masuk akal. Memahami ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan penemuan-penemuan baru adalah ijtihad yang baik. Yang wajib kita imani. Iman kepada Nabi dan Rasul Yakin pada para Nabi dan rasul merupakan rukun iman keempat. Iman kepada hari Akhir Rukun iman yang kelima adalah keyakinan kepada hari akhir. keistimewaan satu sama lain. akan tetapi tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu itu kepada umat manusia. Di Al-Qur’an disebut nama 25 orang Nabi. Isa.3. tidur. tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Para nabi menerima tuntunan berupa wahyu. Perbedaan antara Nabi dan Rasul terletak pada tugas utama. 1. sebagai Nabi yang diutus untuk seluruh umat manusia sepanjang zaman sampai akhir kiamat. Membenarkan atau menjalankan teori-teori ilmiah berdasarkan Al-Qur’an bertentangan dengan tujuan pokok atau sifat Al-Qur’an dan bertentangan pula dengan ciri khas ilmu pengetahuan. Al-Qur’an menyangkut segala hal. Muhammad) yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada manusia dan menunjukkannya cara pelaksanaannya dalam kehidupan seharihari. mati dan sifat-sifat manusia lainnya. Musa. baik yang disebutkan namanya maupun yang tidak disebutkan namanya. Sebagai Nabi yang terakhir beliau telah menyempurnakan bangunan dinullah yang dimulai dikerjakan secara bertahap oleh para Nabi dan Rasul sebelumnya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Firman Allah QS. sebagai Nabi sekaligus Rasul terakhir tidak ada lagi rangkaian Nabi dan Rasul sesudahnya.

Thaha (20): 15. surga atau neraka. Keyakinan kepada hari akhirat juga menolong manusia memperkembangkan kepribadiannya. Pembahasan tentang hari akhir dimulai dari pembahasan tentang alam kubur karena peristiwa kematian sebenarnya sudah merupakan kiamat kecil dan juga karena orang-orang yang sudah meninggal dunia telah memasuki bagian dari proses transisi dari kehidupan di dunia menuju kehidupan di akhirat. Tuhan selalu berbuat menurut Sunnahnya. Sunnahnya ini adalah tetap tidak berubah-ubah. kecuali dalam hal-hal khusus yang sangat jarang terjadi.halnya dengan orang yang tidak mempercayai agama Islam. yang tidak ada keraguan terjadinya. An-Nisa (4): 87. QS. Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan. 1. tempat mereka dikumpulkan sementara dan belum lagi ditentukan tempat mereka. Keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari akhir. itu merupakan hari yang tidak diragukan lagi. Firman Allah SWT. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat. Sunnah Tuhan ini mencakup dalam ciptaannya. Iman kepada qada dan qadar Dalam menciptakan sesuatu. peristiwa dan keadaan yang terjadi pada hari itu sesuai dengan apa-apa yang telah diberikan dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah. sedangkan amal perbuatan baru sempurna dengan keyakinan tentang adanya hari akhirat. harus ada suatu kehidupan baru dimana semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil-hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing. Demi tegaknya keadilan. Hari akhirat ialah hari pembalasan yang pada hari itu Allah menghitung (hisab) amal perbuatan setiap orang yang suda dibebani tanggung jawab dan memberikan putusan ganjaran sesuai dengan hasil hitungan itu. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hari akhir ini ada baiknya kembali kita ingat bahwa seorang mukmin wajib beriman dengan hari akhir dengan segala proses. QS. Terjemahnya: Allah. Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiaptiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. Dikatakan akhirat. . Firman Allah SWT. yaitu hukum sebab akibat. hari akhirat ialah hari manusia dibangkitkan dari kubur untuk digiring kepada ma’syar. baik yang jasmani maupun yang bersifat rohani. karena hari itu adalah hari penghabisan yang dinantikan oleh makhluk hidup dan tidak ada lagi yang hidup dan ditunggu-tunggu sesudah hari kiamat terjadi. tanpa mengurangi dan menambahnya. Menurut sebagian ahli tauhid.

dan bagi moral standarnya adalah adat kebiasaan yang umum berlaku di masyarakat. dalam kehidupan sehariharinya takdir Ilahi berkaitan erat dengan usaha manusia dan diiringi dengan doa dan tawakkal. Untuk memahami takdir. Melahirkan kesadaran bagi umat manusia bahwa segala sesuatu di dalam semesta ini berjalan sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan pasti oleh Allah SWT. peraturan dan hukum yang ditetapkan secara pasti oleh Allah SWT. yang ditetapkan olehnya sendiri. untuk segala yang ada. yang termasuk hukum sebab akibat yang berlaku bagi segala makhluk hidup maupun yang mati. karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa. KH. Al-Hijr (15): 21. Di samping istilah akhlak juga dikenal etika dan moral ketiga istilah ini sama-sama menentukan nilai baik dan buruk sikap perbuatan manusia. Ada beberapa hikma yang dapat dipetik dari keimanan kepada qada dan qadar. perbedaannya terletak pada standar masing-masing. tingkah laku atau tabiat. dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. ini antara lain: 1. sedangkan nasibnya diserahkan kepada Allah SWT. bagi etika standarnya adalah akal pikiran. 2. . 2. Firman Allah QS. mengikuti hukum sebab akibat dari Allah SWT. manusia harus hidup dengan ikhtiar. Mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup. Terjemahnya Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya.Makna qadar dan takdir ialah aturan umum berlakunya huykum sebab akibat. Definisi segala ketentuan. 4. Seorang muslim wajib beriman dengan qada dan qadar kesalahan dalam memahaminya akan melahirkan dan sikap yang salah pula dalam menempuh di kehidupan di dunia ini. 5. Prof. Bagi akhlak standarnya adalah Al-Qur’an dan assunah. Mendorong manusia untuk semakin dekat dengan Allah SWT. Akhlak 1. perangai. Farid Ma’ruf mendefinisikan akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa meimbulkan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. karena menyakini apapun yang terjadi adalah atas kehendak dan qadar Allah SWT. Pengertian di atas sejalan dengan penggunaan qadar di dalam Al-Qur’an berbagai macam bentuknya yang pada umumnya mengandung pengertian kekuasaan Allah SWT. Pengertian akhlak Secara etimologis (lughat) akhlaq (bahasa Arab) adalah bentuk jamak dari khulaq yang berarti budi pekerti. Mendorong manusia untuk terus beramal dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Menanamkan sikap tawakkal dalam diri manusia. undang-undang. 3.

Ibadah dalam Islam erat sekali hubungannya dengan pendidikan akhlak. tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar 4) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar…”. pendidikan akhlak al-karimah adalah faktor penting dalam pembinaan umat oleh karena itu. bukan mainmain atau karena bersandiwara.Definisi-definisi akhlak dapat dilihat pada lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak. (29): 45 Terjemahnya: “… dan dirikanlah shalat. 5) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan ikhlas semata karena Allah swt. Sebetulnya seluruh ajaran Al-Qur’an adalah akhlak. bukan karena ingin mendapat pujian. sehingga telah menjadi kepribadiannya 2) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran 3) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang yang mengerjakannya. Larangan Tuhan berhubungan perbuatan tidak baik. dalam QS. pembentukan akhlak al-karimah dijadikan sebagai bagian dari tujuan pendidikan. dan mencapai kesempurnaan akhlak merupakan tujuan pendidikan Islam. Firman Allah swt. orang bertaqwa adalah orang yang menggunakan akalnya dan pembinaan akhlak adalah ajaran paling dasar dalam Islam. . nilai-nilai yang harus dimasukkan ke dalam dirinya dari semasa ia kecil. Ibadah dalam Al-Qur’an dikaitkan dengan taqwa. Firman Allah swt. Dalam persepktif pendidikan Islam. yaitu: 1) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (3): 159 Terjemahnya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. dalam QS. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. dan taqwa berarti pelaksanaan perintah Tuhan dan menjauhi larangannya. Dari dua ayat di atas sangat jelas menekankan kita untuk menjadikan akhlak sebagai landasan segala tingkah laku yang berasal dari Al-Qur’an. Pendapat Atiyah al-Abrasyi. bahwa pendidikan budi pekerti adalah jiwa dari pendidikan Islam. Dalam pembinaan akhlak mulia merupakan ajaran dasar dalam Islam dan pernah diamalkan seseorang.

Ia harus bertanggung jawab atas semua dilakukannya dan harus menjaga perintah dan larangan akhlak. 1. Tanggung jawab itu merupakan tanggung jawab pribadi muslim.1. Fungsi Bidang Studi Aqidah Akhlak Bidang sutudi aqidah akhlak berfungsi . Yunahar Ilyas membagi pembahasan akhlak dengan enam bagian. Akhlak pribadi Akhlak dalam keluarga Akhlak bermasyarakat Akhlak bernegara. ia mempunyai kehendak-kehendak dan tidka melakukan sesuatu. begitupun dalam kehidupan sehari-hari harus selalu menampakkan sikap perbuatan berakhlak. Akan tetapi akhlak bukalah semata-mata hanya perbuatan akan tetapi lebih kepada gambaran jiwa yang tersembunyi. yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Akhlak terhadap Allah swt. 2. Akhlak terhadap Rasulullah saw. Mata pelajaran aqidah akhlak juga merupakan bagian dari mata pelajaran pendidikan agama Islam yang memberikan bimbingan kepada siswa agar memahami. B. menghayati. 1. Ruang Lingkup Akhlak Secara rinci akhlak dalam Islam dibagi menjadi beberapa bagian. meyakini kebenaran ajaran Islam serta bersedia mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Garis-garis Besar Progaram Pengajaran (GBPP) Bidang Akhlak Aqidah Akhlak. Prinsip akhlak dalam Islam yang paling menonjol adalah bahwa manusia dalam melakukan tindakan-tindakannya. 1. 1. yaitu: 1) 2) 3) 4) Akhlak manusia terhadap al-khaliq Akhlak manusia terhadap dirinya sendiri Akhlak manusia terhadap sesamanya Akhlak manusia terhadap alam lingkungannya. Pengertian Bidang Sutudi Aqidah Akhlak Mata pelajaran aqidah akhlak adalah sub mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar yang membahas ajaran agama Islam dalam segi aqidah dan akhlak.

pengalaman peserta didik tentang aqidah dan akhlak Islam. sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Hubungan manusia dengan lingkungannya Materi yang pelajari meliputi akhlak menusia terhadap lingkungannya. maupun akhlak hidup selain manusia. C. Tujuan Bidang Sutudi Aqidah Akhlak Bidang situdi aqidah akhlak bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam akhlaknya yang terpuji. Anton M. serta menjauhi akhlak yang buruk. 1. penghayatan. 3. Penyesuaian mental dan peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial melalui aqidah akhlak. baik lingkungan dalam arti yang luas. iman kepada Allah. Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat. serta berakhak mulia dalam kehidupan pribadi. Pengembangan keimanan dan ketakawaan kepada Allah swt. Perbaikan kesalahan-kesalahan. 4. 5. kewajiban membiasakan diri sendiri dan orang lain. dan kepada qada’ dan qadarnya. bermasyarakat. 1. Hubungan manusia dengan akhlak Hubungan vatikal antara manusia khaliqnya mencakup dari segi aqidah yang meliputi. 4. 2. iman kepada kitab-kitabnya. Penyaluran peserta didik untuk mendalami aqidah akhlak pada jenjang pendidikan yang lebih penting. serta akhlak mulia peserta didik seoptimal mungkin yang mulai ditanamkan dilingkungan keluarga. mata pengajaran aqidah akhlak berisi materi pokok sebagai berikut: 1. Ruang Lingkup Bidang Studi Aqidah Akhlak Secara garis besar. berbangsa dan bernegara serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. yaitu binatang dan tumbuhtumbuhan. Pengajaran tentang informasi dan pengetahuan keimanan dan akhlak 7. 3. iman kepada rasul-rasulnya.. kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan manusia dengan hamba Materi yang dipelajari meliputi akhlak dalam pergaulan hidup sesama manusia. 6. iman kepada malaikat-malaikatnya. Meovono mengatakan kepribadian adalah: .1. 1. Mencegah peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya asing yang akan dihadapinya sehari-sehari. 1. 1. melalui pemberian dan pemupukkan pengetahuan. Pengertian Kepribadian Siswa. Kepribadian berasal dari kata pribadi yang berarti keadaan manusia orang perorang atau keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak perorangan.

Oleh karena itu. Menurut Hortmann kepribadian adalah: Susunan yang teriutegrasikan dari ciri-ciri umum seseorang individu sebaigaimana yang dinyatakan dalam corak khas yang tegas yang diperlihatkannya kepada orang lain. nampaknya bahwa kepribadian itu adalah hasil dari suatu proses kehidupan yang dijalani seseorang. 2. 2. proses yang dialami tiap orang itu berbeda beda. karena hidup ini mempunyai tujuan tertentu dan kepribadian sendirisendiri ternyata dapat dibentuk dalam hidup. Dari penjelasan istilah diatas. II tahun 1983. 5. manusia dapat mengupayakan terbentuknya kepribadian yang diharapkan sebagaimana dalam tap MPR No. Individuality. Kepribadian tidak berkembang secara fasif saja. Personality. yaitu ciri seorang yang dengan adanya ciri tersebut menyebabkan ia dapat dibedakan dari orang lain. 4. 3. mengatakan bahwa: Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembagunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. pada dasarnya merupakan unsur yang terkandung dalam diri anak. sehingga kepribadian anak menampilkan ciri-ciri khas seorang muslim. 3. Witherington menyimpulkan bahawa kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. tetapi setiap orang mempergunakan kapasitasnya secara aktif untuk menyesuaikan diri kepada lngkungan sosial. Cermin dari ciri-ciri kepribadian tersebut. Usaha yang sistematis dan berencana. 4. Mentality. Namun demikian.Sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lainnya. maka kepribadian tiap-tiap individu pun berbeda. Kepribadian tidak menytakan sesuatu yang bersifat statis seperti bentuk atau ras tetapi menyertakan keseluruhan dan kesatuan dari tingkah laku seseorang. Manusia karena keturunannya mula-mula hanya merupakan individu dan berubah menjadi suatu pribadi setelah mendapat pengaruh lingkungan sosial hanya dengan cara belajar. yaitu sikap khas seseorang yang menyebabkan seseorang mempunyai sikap yang berbeda dari orang lain. Identity. Kepribadian adalah istilah untuk menyebutkan tingkah laku seseorang secara terintegrasikan dan bukan hanya beberapa aspek saja. yang akan dikembangkan melalui pendidikan. yaitu sikap kedirian sebagai suatu kesatuan dari sifat-sifat mempertahankan dirinya terhada sesuatu dari luar.[61] . Adapun istilah digunkan untuk menggambarkan tentang kepribadian anak menurut Jalaluddin adalah sebagai berikut: 1. Dari kedua defenisi diatas. Kepribadian untuk menyatakan pengertian tertentu saja yang ada pada pikiran orang lain dan pikiran tersebut ditentukan oleh nilai perangsang sosial seseorang. yaitu situasi mental yang berhubungan dengan kegiatan mental atau intelektual. berdasarkan seluruh sikap yang ditampilkan.

artinya kepribadian seseorang sifatnya khas dan mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan individu yang satu dengan yang lainnya. sikap dan minat. QS. Dari beberapa defenisi atau penjelasan diatas. Pembentukan kepribadian itu bukan suatu hal yang sekali jadi. penulis menyimpulkan bahwa kepribadian adalah unsur kejiwaan atau psikis serta moral yang tampil dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati secara lahiriah dalam pergaulan bersama. Sebagaimana firman Allah swt. ummat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. 4. Oleh karena itu. Begitu pula aspek kejiwaan yang meliputi aspek-aspek yang tidak mudah nampak dan ketahuan dari luar.aspek kepribadian siswa. Berdasarkan pemahaman tersebut. 3. Pribadi bersifat unik . Al-Baqarah (2):143.Analisis secara filosifis mengatakan bahwa hakekat kodrat martabat manusia memiliki potensi esensial sebagai berikut: 1. Marimba adalah: 1. pembentukan kepribadian merupakan suatu proses. misalanya caa-acara berpikir. Disisi lain aspek kerohanian yang luhur. Manusia sebagai mahluk pribadi (Individual being) Manusia sebagai mahluk sosial (Sosial being) Manusia sebagai mahluk susila (Moral being) Manusia sebagai mahluk bertuhan.[63] Adapun aspek-aspek kepribadian yang di maksud oleh Ahmad D. maka kepribadian dapat dirumuskan sebagai penampilan ciri khas manusia didalam sikap lahiriah dan sikap mental yang dimiliki. meliputi aspek kejiwaan yang lebih abstrak. Pembentukan kepribadian melalui proses yang cukup panjang. yang menjadikan bagian pribadi yang mendarah daging dalam kepribadian itu yang mengarahkan dan memberi corak seluruh kehidupan individu seseorang. yaitu sepanjang kehidupan manusia itu sendiri. Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (ummat Islam). Bagi orang-orang yang beragama. Ini meliputi sistem nilai yang telah meresap di dalam kepribadian itu. aspek tersebut yang menuntutnya . meliputi tingkah laku luar yang mudah nampak dan ketahuan dari luar. melainkan berlangsung secara berangsur-angsur dan mangalami proses perkembangan secara sistematis. 2. seperti filsafat hidup dan kepercayaan. 3.[62] Perkembangan atau aktualisasi dari potensi esensial manusia secara kesatuan integral akan menentukan kualitas kepribadian seseorang. misalnya cara berbuat dan berbicara. Aspek. Kepribadian itu disebut harmonis kalau segala aspek-aspek kejiwaan seimbang dengan tenaga yang bekerja seimbang pula sesuai dengan kebutuhan. D. Upaya tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan melalui bimbingan dan pengarahan. Manusia berupaya untuk mempertahankan keberadaan pribadinya masing. 2. Aspek-aspek kejasmanian.masing sebagai jati diri setiap individu. dan akhir dari perkembangan itu berlangsung secara baik pula atau dengan kata lain kepribadian yang harmonis.

2. Keterampilan. Menurut Abdullah al-Darraz. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Siswa.[64] Ketiga aspek kepribadian tersebut yang akan dibentuk melalui pendidikan. Peranan. Konsepsi Al-Qur’an tentang alam yang menggambarkan penciptaan manusia secara harmonis dan seimbang dibawah perlindungan Tuhan. kepercayaan. serta aspek-aspek yang harus dikembangkan adalah identik dengan aspek pribadi manusia seutuhnya. Adapun aspek-aspek pokok yang memberi corak khusus bagi seorang muslim menurut ajaran Islam yaitu: 1. Dan aspek-aspek inilah yang memberi kualitas kepribadian manusia secara keseluruhannya. Nilai-nilai. 1. kecakapan berpikir dan kemampuan mengambil kesimpulan. Kewajiban tersebut mencakup seluruh aspek hidupnya. manusia dilengkapi potensi yang perlu dikembangkan. yaitu merupakan cara orang bereaksi terhadap situasi tertentu. E. 3. yaitu kedudukan atau posisi seseorang didalam masyarakat di mana ia hidup termasuk tempat dan jabatan. seperti cermin dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.[67] Dari aspek-aspek di atas yang akan dibentuk melalui jalur pendidikan baik secara formal maupun non formal. Intelegensi. 3. etika. 2. Usaha untuk mengembangkan potensi fitriyah tersebut dapat . Kesehatan. kemampuan belajar. Oleh karena itu. yaitu kesehatan jasmani dan rohani. Semua aspek-aspek tersebut turut menentukan kepribadian seseorang. yaitu termasuk didalamnya kewaspadaan. Potensi tersebut berfungsi secara maksimal bila dikembangkan melalui intuisi. bukan saja didunia tetapi juga di akhirat. 5. Praktek ibadah yang harus dilakukan dengan aturan-aturan yang pasti dan teliti. Dengan adanya cerminan nilai-nilai yang dimaksud dalam sikap dan perilaku seseorang maka tampillah kepribadian sebagai muslim. 4. sosial. baik yang menyangkut kewajiban terhadap Tuhan maupun terhadap manusia lain terlebih pada masyarakat.[65] Dalam ajaran Islam tentang wujud pribadi muslim. usaha untuk membentuk kepribadian muslim searah dengan usaha-usaha pembentukan pribadi manusia Indonesia seutuhnya melalui jalur pendidikan yang diproses secara Formal lewat pendidikan maupun non Formal.kearah kebahagian. Sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian adalah keutuhan jiwa dan mental yang memili akhlak mulia. yaitu pandangan dan keyakinan kita terhadap adat istiadat. yang di kutip oleh Jalaluddin.[66] Dalam psikologi pendidikan di jelaskan bahawa aspek-aspek kepribadian adalah sebagai berikut: 1. mengemukakan bahwa: Pendidikan akhlak dalam pembentukan kepribadian muslim berfungsi sebagai pengisi nilainilai keIslaman. Untuk mengembangkan tugasnya sebagai khalifah Allah. Adanya wahyu Tuhan yang membebani kewajiban pokok setiap individu yang harus dilakukan seorang muslim. sosial yang ada.

televisi. 2. keturunan dan pembawaan. pengaruh secara langsung seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain. sikap mental. seperti rumah. dengan keluarga dan tekanan. Lingkungan alam. 3. yaitu segala sesuatu yang termasuk lingkungan luar. iklan. Akan tetapi makanan yang sudah didalam perut itu sudah (sedang) dalam percernaan.[68] Hal tersebut dikemukakan oleh aliran konvergensi bahwa: dalam perkembangan anak menjadi manusia menjadi dewasa sama sekali ditentukan oleh faktor bawaan dan faktor lingkungan kedua fakror inilah yang membentuk kepribadian anak. Lingkungan masyarakat[72] Dengan demikian. Lingkungan kelurga 2.G. yaitu semua orang yang mempengaruhi kita. buku majalah dan surat kabar. keterampilan. Yang tidak langsung seperti melaui surat radio. Pada kematangan kemampuan intelektualnya. Faktor eksternal. dn pertumbuhan jasmani dan rohaninya.[71] Pengaruh lingkungan sosial yang ada kita terima secara langsung dan ada yang tidak secara langsung. Robbius mengemukakan bahwa kepribadian itu banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1. 2. 4. Lingkungan dalam. . Faktor internal. Lingkungan sosial. pengalaman dan lingkungannya. air. hewan dan tumbuh-tumbuhan/ 2. 5. 3. Faktor dasar Faktor lingkungan Perbedaan individual Lingkungan dan Motivasi[70] Menurut Sertain Lingkungan itu dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut: 1. Dalam psikologi dinyakatan bahwa pada faktor yang mempunyai terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak yaitu: 1. Ki Hajar Dewantara pengemukakan bahwa lingkungan sosial meliputi tiga bagian yaitu: 1.dilakukan melalui dua jalur. semuanya dapat berperan dalam proses pembentukan selanjutnya. Untuk mendapatkan suatu bentuk yang ideal dalam pelaksanaan masing-masing tanggung jawabnya. yaitu faktor yang berasal dari dalam diri anak yakni. jalur pendidikan formal dan jalur nonformal.[69] Senada dengan di atas F. ketiga unsur tersebut bertanggung jawab dalam pembentukan kepribadian anak dalam upaya pengembangannya. yaitu segala sesuatu yang ada di alam dunia ini yang bukan manusia. yaitu faktor yang berasal dari luar diri anak yakni. sekolah dan masyarakat. ketiga unsur ini harus terjalin kerja sama yang baik intergralistik sehingga dapat membawa dan menjadikan anak didik sebagai seorang yang dapat diharapkan di tengah-tengah kelurga. Lingkungan sekolah 3.

9:1.8047. ( . /03..33.3 0./ /0..2 /7 ./.9: 1..9: .3 -:.3 -.3 502-..947 -.3-.947 3:3.7 /. ././.-07:9   3:3./.3 .3:8.5079:2-:..3 40 .2574808502-039:.3/.25844/3. /.:7  . .9 -07507.1./ 2.30/:. 8.3-07. 203././.8 ( 03:7:9$079.3:8.3.3:93.7 .947089073. 80.:7 3431472.33/.2 /:3..3..3 9: -. /.3/. ..907.3 .3 /.: /:.3 !07-0/..8./9.:.  . /.3 43.5.9.8    #4--:8 20302:.7/7.3.8.3 3:3.5.7473.3. 90780-:9 /02:.:7 503//. 8050797:2. 3:3.3 09:7:3.3 2.3..203.947 39073.35.3/.2 50702-.3 1.3....947/..3 /.33:3.32025:3.9:80-.3 49.3/...8./.3.39:/-.9: 80..2. /. .2  .1..3.. 3 .3 40 1.  802:.947. ( $03.3.94780-.3 / .3503.7:401.947 1.2.3 .3 50702-..3.-07:9           .3.380..3 20.9:   .3./3.9473:3.7 .3202-039:057-.07038 -./.3.-.947. 203.3 -07...3 . / ...3    .947 .39:2-: 9:2-:. 057-.7:..  . /503. 808:.9.3 1472. /9039:.8.3/.7./:.

3 ..3.39/./.2.3 8:.2 50.9:802:..7..:8:7.7.3:3 .3 /0. .:38:790780-:9-079.5 2. :38:7 3 ..  &39: 203/.25:.3  /03.7  .  0907..-.3...-3./.. /.073.38:3  503.3 74. .47. 9..32.9  ..3202503.3 /.5.-. /.38:3 805079 /.7 /03.3 /./4 900.3 2.8.9.9.9072./.9 /..5.3 02.3 /. /.50302:.8.3 ..39/.3 2.. 80/.7: 80.38:3 /. 50302-.2507:99:8:/. 8. // 80-.7.2 :5.3.3.3 47.38:/.25.7  .9.3.  804.205:99.70.3:3. 80.3 09.7.3..3 /.3848.80.7.3 07.9:80.3..3 39009:.3057-./.3./.3/02./.38:7.3 :.5.3    3:3.7:9..8: 3:3.. 8047.39072.3848.   3:3.38:3805079 20..2502-039:.3  /3 5079:2-:..3.3 / 903. .3 -.3848.33.. 02.-/.9: -039: .7..9: .82.83 2./.3 0:.8.2 507.3804..390. 903.7: 3:3..3-.  !.808:.3 203.5.3 .8 -:: 2.9 202-..2507.83 9.7.3909.39.   3:3. 0:7...7.//.  09...3 .3./.30:7.:.2  .   3:3.3:3.3.97.33. 39077.9( 03. ( !03..3 80.89 803. .7:8907..3. /.3 .3.7 .5 2039.9:   3:3.3 .  8. .

  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful