Bank & Lembaga Keuangan Lain ( BLK

)
Lembaga keuangan A. PENGERTIAN LEMBAGA KEUANGAN Perusahaan merupakan kombinasi dan berbagai sumber daya ekonorni (resources) seperti alam, tenaga kerja, modal, dan manajemen (managerial skill) dalam memproduksi barang dan jasa untuk mencapai Tujuan tertentu. Berbagai tujuan perusahaan antara lain: untuk memperoleh keuntungan maksimal, menjamin kelangsungan hidup perusahaan, memenuhi kehutuhan masyarakat, menciptakan kesempatan kerja, dan heberapa ahli manajemen keuangan mengemukakan tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Secara umum perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: • Perusahaan keuangan (financial enterprise) umurnnya lebih dikenal dengan istilah lembaga keuangan (financial institution), yaitu perusahaan yang menyediakan jasa-jasa yang berkaitan dengan keuangan • Perusahaan bukan keuangan (non financial enterprise). Perusahaan bukan keuangan merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk berupa barang rnisalnya: mobil, baja. komputer dan atau perusahaan yang menyediakan jasa-jasa non keuangan misalnya: transportasi dan pembuatan program komputer. 1) Transformasi atau perpindahan aset keuangan melalui pasar. Yaitu perpindahan dana dan pihak yang mengalami kelebihan dana (surplus) kepada pihak yang mengalami kekurangan dana (deficit). Hal ini merupakan fungsi yang di lakukan oleb perantara keuangan (financial intermediaries) yang ini merupakan peranan penting dan lembaga keuangan. Pelayanan jasa dilakukan oleh bank, perusahaan asuransi, dana pensiun dan perusahaan pembiayaan. 2) Perdagangan aset keuangan atas nama pelanggan. Pelayanan jasa yang dilakukan oleh pialang (hi-oker) untuk meniheli atau menjual sekuritas atas perintah pelanggannya. 3) Perdagangan aset keuangan unluk kepentingn perusahaan sendiri Pelayanan jasa yang dilakukan oleh perusahaan efek (dealer) untuk membeli alan menjual sekuritas untuk kepentingan perusahaan sendiri. 4) Membantu pembuatan aset keuangan untuk pelanggan, dan menjual aset keuangan tersebut kepada pelaku pasar lainnya. Pelayanan jasa yang dilakukan oleh perusahaan penjamin dalam emisi saham. 5) Menyediaan konsultasi investasi kepada pelaku pasar yang lain. 6) Mengelola portofolio para pelaku pasar lain (Fabozzi, 1994: 19). Lembaga keuangan (financial institution) dapat didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang aset utamanya berbentuk aset keuangan (financial assets) maupun tagihantagihan (claims) yang dapat berupa saham (stocks), obligasi (bonds) dan pinjaman (loans), daripada berupa

aktiva riil misalnya bangunan, perlengkapan (equipment) dan bahan baku (Rose & Frasser, 1988 : 4). Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan, yang dimaksud lembaga keuangan adalah semua badan yang rnelalui kegiatan-kegiatan di bidang keuangan nienarik uang dan masyarakat dan menyalurkan uang tersehut kembali ke masyarakat. Lembaga keuangan menyalurkan kredit kepada nasabab atau nienginvestasikan dananya dalam surat berharga di pasar keuangan (flnauial market). lembaga keuangan juga menawarkan bermacam – macam jasa keuangan mulai dan perlindungan asuransi, menjual program pensiun sampai dengan penyimpanan barang-barang berharga dan penyediaan suatu mekanisme untuk pemhayaran dana dan transfer dana. Proses transfer dana yang terjadi antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) kepada pihak yang memhutuhkan dana (deficit unit) pada umumnya sangat mernenlukan perantara atau mediator lembaga keuangan. Proses intermediasi tersebut memberikan lua manifaat utatna. • Pertama, memberikan kesenipatan kepada pihak surplus unit untuk menanamkan dananya dan memperoleh keuntungan, sehingga membantu memobilisasi dana supaya tidak menganggur. • Kedua, proses tersehut akan rnernindahkan risiko dan pcnahung yailii dan surplus unit kepada lciiihaga kcuangan alan kcpada pcmakai dana (deficit urii). .ladi keberadaan lembaga keuangan tersebul dirnaksudkan agar proses alokasi atan transfer dana dan pihak surplus unit kepada piliak deficit unit hisa herjalan lehib efisien Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society ( sejenis koperasi di Inggris) , Credit union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun,pegadaian dan bisnis serupa. Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan non bank (asuransi,pegadaian,perusahaan sekuritas,lembaga pembiayaan,dll). Fungsi Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar uang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan, sehingga resiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan . Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Jasa keuangan adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk jasa yang disediakan oleh industri keuangan. Jasa keuangan juga digunakan untuk merujuk pada organisasi yang menangani pengelolaan dana. Bank, bank investasi, perusahaan asuransi, perusahaan kartu kredit, perusahaan pembiayaan konsumen, dan sekuritas adalah contoh-contoh perusahaan dalam industri ini yang menyediakan berbagai jasa yang terkait dengan uang dan investasi. Jasa

rumah dan sebagainya. Dana pembiayaan asset tersehut diperoleh dari tabungan masyarakat. Dengan demikian lembaga keuangan sebcnarnya hanyalah mengalihkan atau mernindahkan kewaiban penlinjam menjadi suatu aset dengan suatu jangka waktu jattih letnpo sesuai keinginan penabung.keuangan adalah industri dengan pendapatan terbesar di dunia. misalnya program tahungan. 4. industri ini mewakili 20% kapitalisasi pasar dari S&P 500 B. sertifikat deposito yang diterbitkan bank umum memberikan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi. 2. deposito. Sekuritas sekunder seperti tabungan. Beberapa sekuritas sekunder dibeli sektor usaha dan rumah tangga terutama dirnaksudkan untuk tujuan likuiditas. 3. Proses pengalihan kewajiban menjadi suatu aset disebut transmutasi kekayaan atau asset transimutation. Realokasi Pendapatan (income reallocation) Dalam kenyataannya di niasyarakat banyak individu merniliki penghasilan yang memadal dan nienyadari bahwa di masa datang mereka akan pensiun sehingga pendapatannya jelas akan berkurang. program pcnsiun. di samping tambahan pendapatan. pada tahun 2004. . Tintuk rnenghadapi masa yang akan dating tersehut mereka menyisihkan atau inerealokasikan pendapatannya untuk persiapan di masa yang akan datang. 1 )89 : 5) 1. PERANAN LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan sebagai badan yang melakukan kegiatan-kegiatan di bidang keuangan mempunyai peranan sehagai berikut: 1) Pengalihan aset (assets Transmutation) 2) Likuiditas (liquidity) 3) Alokasi pendapatan (income allocation) 4) Transaksi (transaction) (Ycager & Seitz. namun pemilikan sekuritas sekunder yang dikeluarkan lembaga keuangan. tabungan. Produk-produk tabungan tersebut dibeli oleh rumah tangga dan unit usaha untuk rnernperrnudah mereka melakukan penukaran barang dan jasa. (leposito dan sehagainya. Untuk melakukan hal tersebut pada prinsipnya mereka dapat saja niembeli atau menyimpan barang rnisalnya : tanab. Likuiditas (liquidity) Likitiditas berkaitan dengan kemainpuan untuk rnemperoleh uang tunai pada saat dihutuhkan. polis asuransi atau saharnsaham adalah jauh lebih balk jika dihandingkan dengan alteniatif pertama. unit ekonomi membeli sekuritas sekunder (misalnya giro) untuk mempermudah penyelesaian transaksi keuangannya sehari-hari. nicrupakan hagian dan sistem pembayaran. Transaksi (transaction) Sekuritas sekunder yang diterbitkan oleh lembaga intermediasi keuangan misalnya rekening giro. Giro atau rekening tabungan tertentu yang ditawarkan bank pada prinsipnya dapat berfungsi sehagal narig. deposito. Pengalilian Aset (Asset Transfer) Lembaga keuangan memiliki aset dalam bentuk “janji—janji untuk membayar” atau dapat diartikan sebagai pinjaman kepada pihak lain dengan jangka waktu yang diatur sesuai dengan kehutuhan perninjam. Dalam ha! tertentu.

Ada beberapa jenis surat berharga yang menarik dan pinjaman di pasar uang tidak dapat dimasuki atau diperoleh penabung kecil akibat denominasinya yang demikian besar. akan membahayakan kondisi mereka bila tidak dalam keadaan likuid saat kas sangat dibutuhkan. Bank adalah sebuah tempat di mana uang disimpan dan dipinjamkan. mengurangi biaya likuiditas bagi nasahahnya. Namun demikian dengan menghimpun dana dan banyak penabung. Lembaga keuangan menyedtakan saraiia atau sahiran yang menguntungkan untuk tabungan mereka. yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada . misalnya deposito. yang memberikan lembaga keuangan suatu keunggulan kompetitif (competitif advantage) terhadap pihak-pihak lain yang menawarkan jasa keuangan. 6) Keuntungan jangka panjang Lembaga keuangan dapat memperoleh sumber dana atau meminjam uang dan penabung dengan tingkat bunga yang relatif lebih rendah kernudian meminjamkannya dengan tingkat hunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang Iebih panjang kepada nasahah debitur. maka biaya jasa per unit dapat ditekan serendah mungkin. yaitu: 1) Besarnya peningkalan pendapatan masyarakat kelas menengah Keluarga dan individu dengan pendapatan yang cukup terutarna dan kalangan menengah memiliki sejumlah bagian pendapatan untuk ditabung setiap tahunnya.Dengan demikian lembaga keuangan berperan sebagai lembaga perantara keuangan yang nienyediakan jasa—jasa untuk mepermudah transaksi moneter. Ketidakpastian arus kas unit usaha perusahaan dan individu-individu. 7) Risko yang lebih kecil: Pengawasan dan pengattiran pemerintah dan adanya program asuransi menyebabkan risiko atas simpanan pada lembaga keuangan menjadi lcbih kecil dan investasi lain. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG PENINGKATAN PERANAN LEMBAGA KEUANGAN Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan peranan lembaga keuangan(Rose & Frasser. lenihaga keuangan dapat memberikan kesempatan bagi penabung kecil untuk memperoleh instrumen keuangan yang menarik tersehut. 2) Pesatnya perkembangan industri dan teknologi : Lembaga keuangan telah memperlihatkan dan merniliki kemampuan untuk memenuhi sernua kebutuhan modal alan dana sektor industri yang hiasanya dalain jumlah besar yang bersumber dan para penabung. Keuntimgan atau spread antara biaya dana di satu pihak dan tingkat bunga kredit cenderung bergerak bersamaan. 4) Skala ekonomi dan ruang lingkup dalam produksi dan distribusi jasa-jasa keuangan Dengan mengkombinasikan sumber-sumber dalam memproduksi herbagai jenis jasa-jasa keuangan dalam jumlah besar. 1988 : 13). Menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan. Untuk inernenuhi kebutuhan tersebut lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas. naik atau turun. 3) Besarnya denominasi instrumen keuangan menyebabkan sulitnya penabung kecil memperoleh akses. sehingga dapat dikenakan denda (penalty cost). 5) Lembaga keuangan menjual jasa-jasa likuiditas yang unik.

Jasa-jasa bank lainnya menyusul sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Sejarah Perbankan Asal Mula Kegiatan Perbankan Sejarah mencatat asal mula dikenalnya kegiatan perbankan adalah pada zaman kerajaan tempo dulu di daratan Eropa. Kemudian usaha perbankan ini berkembang ke Asia Barat oleh para pedagang. 2. Bank-bank yang ada itu antara lain: 1. seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya. De Escompto Bank NV. Dari pengertian di atas dapat dijelaskan secara lebih luas lagi bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan. dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman. De Post Poar Bank. Pada masa itu terdapat beberapa bank yang memegang peranan penting di Hindia Belanda. De Javasce NV. Afrika maupun benua Amerika.masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidur rakyat banyak. 3. Dalam perjalanan sejarah kerajaan tempo dulu mungkin penukaran uangnya dilakukan antar kerajaan yang satu dnegan kerajaan yang lain. oleh perbankan dipinjamkan kembali kepada masyarakatyang membutuhkannya. Uangyang disimpan oleh masyarakat. Sejarah Perbankan di Indonesia Sejarah perbankan di Indonesia tidak terlepas dari zaman penjajahan Hindia Belanda. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. . De Algemenevolks Crediet Bank. 5. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama Pedagang Valuta Asing (Money Changer). Nationale Handles Bank (NHB). Evolusi bank berawal dari awal tulisan. kegiatan operasional perbankan berkembang lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Nederland Handles Maatscappi (NHM). artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Bila ditelusuri. sejarah dikenalnya perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Sehingga dalam sejarah perbankan. 6. Berikutnya kegiatan perbankan bertambah dengan kegiatan peminjaman uang. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Afrika dan Amerika]] dibawa oleh bangsa Eropa pada saat melakukan penjajahan ke negara jajahannya baik di Asia. Perkembangan perbankan di Asia. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar. arti bank dikenal sebagai meja tempat penukaran uang. 4. Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit.

perbankan di Indonesia bertambah maju dan berkembang lagi. Bank Perkreditan Rakyat (BPR). 2. 5. Bank Negara Indonesia. 9. NV Bank Boemi. Jepang. yaitu Belanda. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat sejarah bank-bank milik pemerintah. Indonesian Banking Corporation tahun 1947 di Yogyakarta. Beberapa bank Belanda dinasionalisir oleh pemerintah Indonesia. Bank Indonesia di Palembang tahun 1946. Bank Abuan Saudagar. kemudian menjadi Bank Amerta. 4. Bank ini berasal dar De Algemenevolks Crediet Bank atau Syomin Ginko. Oleh karena itu. 3. Masing-masing bentuk lembaga bank tersebut berbeda karakteristik dan fungsinya. The Bank of China. 7. Kemudian merger dengan Bank Central Asia (BCA) tahun 1949. 4. The Matsui Bank. Bank Umum Syari’ah. 6. dan Eropa. 7. Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) tahun 1945 di Solo. Di Indonesia. NV Bank Sulawesi di Manado tahun 1946. yaitu: • Bank Sentral Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No 13 Tahun 1968. dan juga BPR Syari’ah (BPRS). Lembaga keuangan berbentuk bank di Indonesia berupa Bank Umum. terdapat pula bank-bank milik orang Indonesia dan orang-orang asing seperti dari Tiongkok. praktek perbankan sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan. Bank Dagang Indonesia NV di Samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan Bank Pasifik.Di samping itu. Bank Dagang Nasional Indonesia tahun 1946 di Medan.Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang di nasionalkan di tahun 1951. 3. Bank Rakyat Indonesia yang didirikan tanggal 22 Februari 1946. 6. Di zaman kemerdekaan. 5. Bank Timur NV di Semarang berganti nama menjadi Bank Gemari. The Chartered Bank of India. 8. 2. Sejarah Bank Pemerintah Seperti diketahu bahwa Indonesia mengenal dunia perbankan dari bekas penjajahnya. Bank-bank yang ada di zaman awal kemerdekaan antara lain: 1. Kemudian ditegaskan lagi dnegan UU No 23 Tahun 1999. . The Yokohama Species Bank. yang didirikan tanggal 5 Juli 1946 yang sekarang dikenal dengan BNI ’46. Bank Nasional indonesia. Bank-bank tersebut antara lain: 1. Batavia Bank. 8. sejarah perbankanpun tidak lepas dari pengaruh negara yang menjajahnya baik untuk bank pemerintah maupun bank swasta nasional.

Sejarah BI Kelembagaan Sejarah kelembagaan Bank Indonesia dimulai sejak berlakunya Undang-Undang (UU) No. Setelah sempat dilebur ke dalam bank tunggal. Sejak saat itu. • Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) • Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank ini didirikan di daerah-daerah tingkat I. • Bank Bumi Daya (BBD) BBD semula berasal dari Nederlandsch Indische Hendles Bank. Dasar hukumnya adalah UU No 13 Tahun 1962. meski tanggung jawabnya berada pada pemerintah. • Bank Mandiri Bank Mandiri merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD). BDN merupakan satu-satunya Bank Pemerintah yangberada diluar Bank Negara Indonesia Unit. Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Moneter. Hasil merger keempat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999. Dalam melakukan tugasnya sebagai bank sentral. Bank Indonesia berfungsi sebagai bank sentral dan • . Di tangan Dewan Moneter inilah. Yang membidangi Exim dengan UU No 22 Tahun 1968 menjadi Bank Expor Impor Indonesia. selanjutnya bank ini menjadi Bank Negara Indonesia Unit IV dan berdasarkan UU No 19 Tahun 1968 menjadi Bank Bumi Daya.Bank Rakyat Indonesia dan Bank Expor Impor Bank ini berasal dari De Algemene Volkscrediet Bank. kemudian di lebur setelah menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang bergerak di bidang rural dan expor impor (exim). kemudian menjadi Nationale Hendles Bank. • Bank Tabungan Negara (BTN) BTN berasal dari De Post Paar Bank yang kemudian menjadi Bank Tabungan Pos tahun 1950. namun PP (Peraturan Pemerintah) ini dicabut dengan diganti dengan UU No 18 Tahun 1968 menjadi Bank Dagang Negara. 11/1953 tentang Penetapan Undang-Undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953. 2. landasan Bank Indonesia berubah melalui UU No. • Bank Negara Indonesia (BNI ’46) Bank ini menjalani BNI Unit III dengan UU No 17 Tahun 1968 berubah menjadi Bank Negara Indonesia ’46. Direksi. • Bank Dagang Negara(BDN) BDN berasal dari Escompto Bank yang di nasionalisasikan dengan PP No 13 Tahun 1960. Yang membidangi rural menjadi Bank Rakyat Indonesia dengan UU No 21 Tahun 1968. Bank Dagang Negara (BDN). pada masa awal orde baru. 13/1968 tentang Bank Sentral. kebijakan moneter ditetapkan. dan Dewan Penasehat. Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) dan Bank Expor Impor Indonesia (Ban Exim). dipisahkan lagi menjadi: 1. Selanjutnya menjadi Bank Negara Indonesia Unit V dan terakhir menjadi Bank Tabungan Negara dengan UU No 20 Tahun 1968.

Sejalan dengan itu. utang luar negeri berhasil dijadwalkan kembali dan kerjasama dengan IMF diakhiri melalui Post Program Monitoring (PPM) pada 2004. Sejak saat itu. Sesuai undang-undang tersebut. Setelah orde baru berlalu. Namun akhirnya masa suram dapat terlewati. Di tengah pasang surutnya kondisi perekonomian. lahirlah berbagai paket kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk memperkuat struktur perekonomian Indonesia. sementara peranan bank-bank nasional dalam negeri masih terlampau kecil. 3/2004. 23/1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. terutama untuk membiayai proyek politik pemerintah. Bank Indonesia diwajibkan untuk menetapkan target inflasi yang akan dicapai sebagai landasan bagi perencanaan dan pengendalian moneter. Dengan demikian. yaitu tahun 1959 dan 1965. Perekonomian semakin membaik seiring dengan kondisi politik yang stabil pada masa reformasi. Nilai tukar rupiah melemah. 23/1999 tentang Bank Indonesia yang kemudian diubah dengan UU No. Bank Indonesia memiliki kedudukan khusus dalam struktur kenegaraan sebagai lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan pemerintah dan/atau pihak-pihak lain. Bank-bank asing masih merajai kegiatan perbankan nasional. tahun 1999 merupakan tonggak bersejarah bagi Bank Indonesia dengan dikeluarkannya Undang-undang No. dalam melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan. dan transparan. Berbagai langkah ditempuh. krisis ekonomi moneter menerpa Indonesia.sekaligus membantu pemerintah dalam pembangunan dengan menjalankan kebijakan yang ditetapkan pemerintah dengan bantuan Dewan Moneter. pembiayaan deficit spending keuangan negara terus meningkat. sistem pembayaran terancam macet. Bank Indonesia dapat mencapai independensinya melalui UU No. Selain itu. Bank Indonesia tidak lagi dipimpin oleh Dewan Moneter. Namun. pengawasan dan pembinaan bank-bank belum terselenggara. De Javasche Bank adalah bank . Dalam undang-undang ini. yang ditempuh pertama kali dalam bidang moneter adalah upaya perbaikan posisi cadangan devisa melalui kegiatan ekspor dan impor. Hingga masa menjelang lahirnya Bank Indonesia pada tahun 1953. Mulai pertengahan tahun 1997. Mengingat buruknya perekonomian pasca perang. Laju inflasi terus membumbung tinggi sehingga dilakukan dua kali pengetatan moneter. Pada periode ekonomi terpimpin. Moneter Setelah berdirinya Bank Indonesia. konsisten. Bank Indonesia ditetapkan sebagai lembaga tinggi negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. Bank Indonesia harus mempertimbangkan pula kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. Lepas dari periode tersebut pemerintah memasuki masa pemulihan ekonomi melalui program stabilisasi dan rehabilitasi yang kemudian diteruskan dengan kebijakan deregulasi bidang keuangan dan moneter pada awal 1980-an. struktur ekonomi Indonesia masih didominasi oleh struktur kolonial. dan banyak utang luar negeri yang tak terselesaikan. 3/2004. kebijakan moneter di Indonesia secara umum ditetapkan oleh Dewan Moneter dan pemerintah bertanggung jawab atasnya. mulai dari pengetatan moneter hingga beberapa program pemulihan IMF yang diperoleh melalui beberapa Letter of Intent (LoI) pada tahun 1998. Perbankan Saat kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Agustus 1950.

yaitu melalui pengawasan dan pembinaan Bank Indonesia. Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah uang kertas bertanda tahun 1952 dalam tujuh pecahan. Oleh karena itu. Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). sistem ekonomi terpimpin telah membawa bank-bank pemerintah kepada sistem bank tunggal yang tidak bertahan lama. Kebijakan selanjutnya merupakan titik balik dari kebijakan pemerintah dalam penertiban perbankan tahun 1971-1972 dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Deregulasi Perbankan 1988 (Pakto 88). BI telah mengambil posisi sebagai penyedia dana terbesar dalam pembangunan ekonomi di luar dana APBN. Kredit Investasi (KI). sedangkan pemerintah berwenang mengeluarkan uang kertas dan uang logam dalam pecahan di bawah lima rupiah. berbagai tindakan restrukturisasi dijalankan oleh Bank Indonesia bersama pemerintah. dilakukan nasionalisasi atas bank-bank milik Belanda. Dalam Undang-Undang (UU) No. ijin pembukaan kantor cabang. Kredit Profesi Guru (KPG). Tahun 1983 merupakan titik awal BI memberikan kebebasan kepada bank-bank untuk menetapkan suku bunga. perbankan nasional mulai menghadapi masalah meningkatnya kredit macet. dikeluarkan kebijakan pemerintah yang melikuidasi 16 bank swasta. Mulai saat itu. Kredit Koperasi (Kakop). Bank Indonesia turun mengatasi keadaan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atas dasar kebijakan yang ditetapkan pemerintah. yaitu kemudahan pemberian ijin usaha bank baru. Bank Indonesia juga menyediakan dana yang cukup besar melalui Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) untuk program-program Kredit Investasi Kecil (KIK)/Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP). baik kredit maupun tabungan dan deposito. 14/1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan. berdasarkan UU No. Hal ini mengakibatkan kepanikan di masyarakat. Beberapa tahun kemudian. dalam kurun waktu 1971-1972 melaksanakan kebijakan penertiban bank swasta nasional dengan sasaran mengurangi jumlah bank swasta nasional. Selain itu. struktur perbankan Indonesia porak poranda. dan pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR). karena jumlahnya terlalu banyak dan sebagian besar terdiri atas bank-bank kecil yang sangat lemah dalam permodalan dan manajemen. Selain itu. Bank Indonesia dengan dukungan pemerintah. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pemberian kredit oleh perbankan terutama untuk sektor properti. Sistem Pembayaran Sistem pembayaran di Indonesia terbagi menjadi dua. efisien. Ketika krisis moneter 1997 melanda. Tujuannya adalah untuk membangun sistem perbankan yang sehat. BI mempunyai hak tunggal untuk . Keadaan ekonomi mulai memanas dan tingkat inflasi mulai bergerak naik. Industri perbankan Indonesia telah menjadi industri yang hampir seluruh aspek kegiatannya diatur oleh pemerintah dan BI. Orde baru datang membawa perubahan dalam bidang perbankan dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. sistem perbankan berada dalam kesatuan sistem dan kesatuan pimpinan. dan sebagainya. seiring dengan memanasnya hubungan RI-Belanda. 11/1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan uang kertas dengan nilai lima rupiah ke atas. dan tangguh.asing pertama yang dinasionalisasi dan kemudian menjelma menjadi BI sebagai bank sentral Indonesia. Pada tanggal 1 November 1997. Berikutnya. Dengan langkah ini. Selanjutnya. Regulasi tersebut menyebabkan kurangnya inisiatif perbankan. yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. 13/1968. Pada periode selanjutnya.

Jasa perbankan pada umumnya terbagi atas dua tujuan.000 (1993). sebagai penyedia mekanisme dan alat pembayaran yang efesien bagi nasabah. Pada periode 1980 sampai dengan 1990-an. sejak awal BI telah berupaya keras dalam pengawasan dan penyehatan sistem pembayaran giral. Berbagai sistem seperti Semi Otomasi Kliring Lokal (SOKL) dengan basis personal computer dan Sistem Transfer Dana Antar Kantor Terotomasi dan Terintegrasi (SAKTI) dengan sistem paperless transaction terus dikembangkan dan disempurnakan. bank menyediakan uang tunai.000 (1992). Sistem Informasi Kliring Jarak Jauh (SIKJJ). BI telah memulai langkahnya dengan menetapkan diri sebagai kantor perhitungan sentral menjelang akhir tahun 1954. Sementara itu. Gubernur Bank Indonesia (1953 – sekarang) Mr. Soedradjad Djiwandono Masa Jabatan : 1993 – 1998 Sjahril Sabirin Masa Jabatan : 1998 – 2003 Burhanuddin Abdullah Masa Jabatan : 2003 – sekarang Tujuan jasa perbankan Jasa bank sangat penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara. dan Scriptless Securities Settlement System (S4) yang semakin mempermudah pelaksanaan pembayaran non tunai di Indonesia. Untuk ini. kliring warkat antar wilayah kerja (intercity clearing). Sejak saat itu.mengeluarkan uang kertas dan uang logam sebagai alat pembayaran yang sah dalam semua pecahan. BI mengeluarkan uang dalam pecahan besar. Soetikno Slamet Masa Jabatan : 1959 – 1960 Mr.000 (1999). pemerintah tidak lagi menerbitkan uang kertas dan uang logam. Jusuf Muda Dalam Masa Jabatan : 1963 – 1966 Radius Prawiro Masa Jabatan : 1966 – 1973 Rachmat Saleh Masa Jabatan : 1973 – 1983 Arifin Siregar Masa Jabatan : 1983 – 1988 Adrianus Mooy Masa Jabatan : 1988 – 1993 J. Akhirnya. Rp 50. dalam bidang pembayaran non tunai. tabungan. Sjafruddin Prawiranegara Masa Jabatan : 1953 – 1958 Mr. pertumbuhan ekonomi semakin membaik dan volume transaksi pembayaran non tunai juga semakin meningkat. dan kartu kredit. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan uang pecahan besar seiring dengan perkembangan ekonomi yang tengah berlangsung saat itu. BI berhasil menciptakan berbagai perangkat sistem elektronik seperti BI-LINE. dan Rp 100. Pada era 1990-an. Uang logam pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah emisi tahun 1970. Tanpa adanya . BI juga terus berusaha untuk menyempurnakan berbagai sistem pembayaran giral dalam negeri dan luar negeri. Real Time Gross Settlement (RTGS). Oleh karena itu. Loekman Hakim Masa Jabatan : 1958 – 1959 Mr. yaitu Rp 20. BI mulai menggunakan sistem yang lebih efektif dan canggih dalam penyelesaian transaksi pembayaran non tunai. Pertama. Ini adalah peran bank yang paling penting dalam kehidupan ekonomi. Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ). Soemarno Masa Jabatan : 1960 – 1963 T. Sebagai bank sentral.

penempatan dana dalam sbi / sertifikat bank indonesia. menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil. Bank Umum sering juga disebut Bank Komersial. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank. sertifikat / surat berharga. jasa cek. dengan menerima tabungan dari nasabah dan meminjamkannya kepada pihak yang membutuhkan dana. menjual jasa asuransi. berarti bank meningkatkan arus dana untuk investasi dan pemanfaatan yang lebih produktif. memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan. 2. Bank Umum Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran. Tanpa adanya arus dana ini. dan lain sebagainya.penyediaan alat pembayaran yang efesien ini. menjaga stabilitas mata uang. deposito berjangka. dan lain sebagainya. mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. maka barang hanya dapat diperdagangkan dengan cara barter yang memakan waktu. menerima penitipan barang berharga. Bila peran ini berjalan dengan baik. mengatur perkreditan. Bank Sentral Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang. ekonomi suatu negara akan menngkat. Bank Umum Bank umum adalah lembaga keuangan yang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk. mengatur pengerahan dana-dana. jasa giro. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia. menerima simpanan masyarakat umum. 1. jenis bank dapat dibedakan menjadi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. 3. Sifat jasa yang diberikan adalah umum. orang tidak dapat memperoleh pinjaman dan bisnis tidak dapat dibangun karena mereka tidak memiliki dana pinjaman. Usaha usaha bank umum yang utama antara lain: . jual beli valuta asing / valas. Sejak diberlakukannya Undang-Undang nomor 10 tahun 1998. Jenis-Jenis Bank : 1. tabungan. Bank Perkreditan Rakyat / BPR Bank perkreditan rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas. mengatur perbankan. Kedua. Jenis Bank & Definisi Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. uang hanya berdiam di saku seseorang.

seperti BRI. memberikan kredit. Bank of Tokyo. c. 2. Bank umum ada yang disebut Bank Devisa dan Bank Non Devisa: . Bank Danamon. menempatkan dananya dalam bentuk sertifikat Bank Indonesia (SBI) Pembagian bank selain didasarkan Undang-Undang Perbankan dapat juga dibagi menurut kemampuan bank menciptakan alat pembayaran.a. . tabungan. Bank umum di Indonesia dilihat dari kepemilikannya terdiri atas: a. dan 4. memindahkan uang. b. g. Bank Swasta Nasional Devisa. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka. tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Bank Asing. Selain itu tugas Bank Sentral diantaranya: . contoh Sumitomo Niaga Bank.menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. . Bank yang termasuk kelompok ini adalah: a. diantaranya: 1. Bank pemerintah. Bank Primer yaitu bank yang dapat menciptakan alat pembayaran baik berupa uang kartal maupun uang giral. 3. dan . dan tabungan. e.Bank Umum Devisa artinya yang ruang lingkup gerak operasionalnya sampai ke luar negeri. BTN. c. menerbitkan surat pengakuan hutang. f. memberi kredit. Bank Pembangunan Daerah (BPD). d. .mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah. yang meliputi: 1. BNI. seperti BPD DKI Jakarta. seperti BCA. seperti Bank of America. menempatkan dana pada atau meminjamkan dana dari bank lain. deposito. NISP. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Menurut Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan. menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. 2. f. d. e. sertifikat deposito.mengatur dan mengawasi bank. Bank Campuran. b. Bank Sentral atau Bank Indonesia sebagai pencipta uang kartal. Bank Umum sebagai pencipta uang giral (uang yang hanya berlaku secara khusus dan tidak berlaku secara umum). yang dimaksud Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka. Bank Swasta Nasional Bukan Devisa.Bank Umum Non Devisa artinya ruang lingkup gerak operasionalnya di dalam negeri saja. b. menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga. Usaha-usaha Bank Perkreditan Rakyat.

pemberian jasa pembayaran dan peredaran uang. e. Perusahaan Asuransi yaitu perusahaan pertanggungan sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Undang-Undang Hukum Perniagaan ayat 246. pajak f. Lembaga keuangan lain seperti : a. . Memberikan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang yang terdiri: a. 3. Bentuk-bentuk simpanan di Bank a. Jual-beli valuta asing. Bank Sekunder yaitu bank yang tidak dapat menciptakan alat pembayaran dan hanya berperan sebagai perantara dalam perkreditan yang tergolong dalam bank ini adalah Bank Perkreditan Rakyat. Danareksa. C. telepon. UPINDO 2. Jual-beli cek perjalanan (travellers cheque) b. Pembayaran listrik. yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan dalam masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan. Sertifikat Deposito adalah deposito berjangka yang bukti simpanannya dapat diperdagangkan. Tabungan adalah simpanan pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati. D. d. Deposito Berjangka adalah simpanan pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu c. 3. b. Lembaga keuangan berkembang sejak tahun 1972. inkaso. Mengeluarkan kartu kredit (Credit Card) d. Lalu lintas pembayaran dalam negeri seperti transfer. Jual-beli uang kertas (bank note) c. Lalulintas pembayaran luar negeri seperti pembukaan L/C (Letter of Credit) yaitu surat jaminan bank untuk transaksi ekspor-impor. Menyiapkan kotak pengaman simpanan (safe deposite box) 4. Lembaga pembiayaan pembangunan contoh PT. Lembaga perantara penerbit dan perdagangan surat-surat berharga contoh PT. dengan tujuan untuk mendorong perkembangan pasar modal serta membantu permodalan perusahaanperusahaan ekonomi lemah. serta bentuk jasa perbankan lainnya. Pemberian kredit dengan berbagai macam bentuk jaminan atau tanggungan misalnya tanggungan efek 2. gaji. b. Untuk penjelasannya sebagai berikut: 1. BENTUK DAN PRODUK-PRODUK BANK Beberapa bentuk produk perbankan berupa pemberian kredit. Jasa-jasa perbankan lainnya yang meliputi: a. Giro adalah simpanan pada bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Jenis-jenis lembaga keuangan meliputi: 1.2. LEMBAGA KEUANGAN NON-BANK Pengertian lembaga keuangan non Bank adalah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan.

sedang pembayaran. E 1. Apa yang diserahkan sekarang merupakan prestasi.b. . Condition of economies yaitu dalam rencana pelepasan kredit harus mampu melihat ke depan. e. c. Collateral. 3. PT. Tidak semua modal harus bersumber dari kredit. Character atau tabiat serta kemauan pemohon untuk memenuhi kewajiban. E. Thomas mendefinisikan “ bahwa kredit adalah kepercayaan atas kemampuan si peminjam untuk membayar sejumlah uang pada masa yang akan dating “ Jadi dari pengertian di atas. Jadi kredit yaitu memberikan benda. dapat disimpulkan bahwa kredit mencakup dua pihak yaitu pihak yang memberi dan pihak yang menerima. c. selain lembaga keuangan yang resmi ada juga lembaga keuangan non bank yang tidak resmi seperti pengijon dan rentenir. Perlu Anda ketahui. Capital yaitu modal seseorang atau badan usaha penerima kredit. Anggunan atau jaminan sebagai alat pengaman dari ketidakpastian pada waktu yang akan datang pada saat kredit harus dilunasi. jasa. yaitu bagaimana keadaan perekonomian masa yang akan datang. b. 2. meningkatkan daya guna uang. meningkatkan peredaran dan lalu-lintas uang. Pengertian Kredit Kata kredit berasal dari bahasa latin Credere berarti kepercayaan. meminjami uang secara perorangan dengan menjaminkan barangbarang bergerak maupun tak bergerak. Koperasi Kredit yaitu sejenis koperasi yang kegiatan usahanya adalah mengumpulkan dana anggota melalui simpanan dan menyalurkan kepada anggota yang membutuhkan dana dengan cara pemberian kredit. Capacity yaitu kemampuan. fungsi kredit makin lama makin memegang peranan yang sangat penting karena dengan adanya kredit dapat : 1. Syarat Kredit Sesuai dengan asal kata kredit yang berarti kepercayaan maka kredit dapat berlangsung bila ada kepercayaan terhadap penerima kredit.2. keuntungan serta mampu melunasi kewajiban atau utangnya. Pegadaian (Persero) yaitu Perusahaan milik Pemerintah yang ditugasi untuk membantu rakyat. akan tetapi keberadaan lembaga keuangan informal ini terkadang banyak merugikan masyarakat. Kepercayaan tersebut banyak tergantung kepada kelayakan seseorang atau badan usaha. sekarang dengan pembayaran atau balas jasa di kemudian hari. Perlu diteliti tentang kebiasaan kepribadian. pengembalian maupun balas jasa di masa yang akan datang merupakan kontra prestasi. Rollin G. kepandaian dan ketrampilan menggunakan kredit yang diterima sehingga memperoleh kemajuan. Peranan Kredit Dalam Perekonomian Dalam kehidupan perekonomian. uang. E. d. yaitu kepastian berupa jaminan yang dapat diberikan oleh penerima kredit. cara hidup dan keadaan keluarga serta moral. meningkatkan daya guna dan peredaran barang. Kelayakan seseorang atau badan usaha penerima kredit dipengaruhi oleh 5C yaitu: a.

menjadi alat untuk meningkatkan hubungan internasional. mempercepat peredaran barang-barang. Dana yang berasal dari bank itu sendiri Sumber dana ini merupakan sumber dana dari modal sendiri. Disamping itu pihak perbankan dapat pula menggunakan cadangan-cadangan laba yang belum digunakan. menjadi salah satu alat stabilitas ekonomi. Cadangan ini sengaja disediakan untuk mengantisipasi laba tahun yang akan datang. dapat membuka usaha baru. Adapun kebaikan dan keburukan kredit akan kita jabarkan di bawah ini. dan e. Secara garis besar pencarian dana terdiri dari : a. memberikan kemungkinan untuk berspekulasi. merupakan laba yang memang belum dibagikan pada tahun yang bersangkutan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk sementara waktu. mendorong masyarakat mengarah pada sifat konsumtif. Setoran modal dari pemegang saham b. Modal sendiri maksudnya adalah modal setoran dari para pemegang sahamnya sendiri. menyebabkan produksi yang sangat berlebihan. promes dan lain-lain. Laba bank yang belum dibagi. sedangkan kebutuhan dana masih perlu. Memang mengenai baik buruknya kredit bagi semua orang menyebabkan kita harus berhati-hati baik memberi kredit maupun menerima kredit. Apabila saham yang terdapat dalam portepel belum habis terjual. d.4. hal ini tentunya wajar saja dalam kehidupan masyarakat. meningkatkan kegairahan berusaha. c. menambah produktivitas modal uang. b. . meningkatkan pemerataan pendapatan. Cadangan-cadangan bank. d. memajukan urusan tukar-menukar seperti wesel. Sumber-Sumber-Dana-Bank Sumber-sumber dana bank berasal dari : 1. Keburukan kredit: a. c. c. perluasan kredit akan menimbulkan inflasi. Kebaikan dan Keburukan Kredit Kredit selain mempunyai peranan kehidupan perekonomian tentunya akan menimbulkan dampak yang bersifat positif dan negatif. maka perusahaan dapat mengeluarkan saham baru dan menjual saham baru tersebut dipasar modal. b. dan 7. 6. maka pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham lama. E 3. memberikan kesempatan para konsumen meminjam melebihi daya kemampuan (besar pasak daripada tiang). 5. maksudnya adalah cadangan-cadangan laba pada tahun lalu yang tidak dibagi kepada para pemegang sahamnya. Akan tetapi jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekspansi. Kebaikan kredit: a.

Kemudian juga harus memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh bank yang bersangkutan. b. dengan catatan dana yang tersedia masih mencukupi. deposito berjangka.10 1998 tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati. Pencarian dana dari sumber ini relatif paling mudah jika dibandingkan dengan sumber lainnya dan pencarian dana dari sumber dana ini paling dominan. Simpanan Tabungan Menurut UU Perbankan No. Simpanan Giro Menurut Undang-undang Perbankan No.10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek. Syarat-syarat penarikan tertentu maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat antara bank dengan si penabung. Akan tetapi pencarian sumber dana dari sumber dana ini relatif lebih mahal jika dibandingkan dari dana sendiri. Simpanan Deposito Menurut UU Perbankan No. yang ditarik secara tunai maupun ditarik secara non tunai (pemindahan-bukuan). 2.Keuntungan dari sumber dana sendiri adalah tidak perlu membayar bunga yang relatif besar daripada jika meminjam ke lembaga lain. asal dapat memberikan bunga dan fasilitas menarik lainnya menarik dana dari sumber ini tidak terlalu sulit. . bilyet giro. sarana perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. bilyet giro dan atau lainnya yang dipersamakan dengan itu. Penarikan secara tunai adalah dengan menggunakan cek dan penarikan non tunai adalah dengan menggunakan bilyet giro (BG). Dana yang berasal dari masyarakat luas Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. tabungan atau yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemudian dalam hal sarana atau alat penarikan juga tergantung dengan perjanjian antara keduanya yaitu bank dan penabung. Adapun sumber dana dari masyarakat luas dapat dilakukan dalam bentuk : a. sertifikat deposito. Sedangkan pengertian penarikan adalah diambilnya uang tersebut dari rekening giro sehingga menyebabkan gito tersebut berkurang. c. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek. Sedangkan pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank dalam bentuk giro.10 1998 yang dimaksud dengan deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu ter tentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan bank. Pengertian dapat ditarik setiap saat maksudnya bahwa uang yang sudah disimpan di rekening giro tersebut dapat ditarik berkali-kali dalam sehari. Selain itu harus sesuai dengan perjanjian sebelumnya.

dan permintaan pencairan kredit dari nasabah. Dana-dana akan dialokasikan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum atau disebut juga giro wajib minimum karena penempatannya berupa giro bank umum pada Bank Indonesia. serta warkat-warkat dalam proses penagihan. Artinya setiap jenis deposito mengandung beberapa perbedaan sehingga diperlukan sarana yang berbeda pula. semua penarikan simpanan. Komponen-komponen ini sering pula disebut sebagai alat-alat likuid. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. 4. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri.Artinya jika nasabah deposan menyimpan uangnya untuk jangka waktu 3 bulan. maka uang tersebut baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir dan sering disebut tanggal jatuh tempo. Primary reserve merupakan sumber utama bagi likuiditas bank. Sarana atau alat untuk menarik uang yang disimpan di deposito sangat tergantung dari jenis depositonya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relatif tinggi. Dana yang bersumber dari lembaga lainnya Sumber dana yang ketiga ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana pertama dan kedua diatas. pembentukan cadangan primer atau primary reserve dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum. Pencarian sumber dana ini relatif mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. . Dengan demikian. Pinjaman antar bank. cadangan primer juga digunakan untuk penyelesaian kliring antar bank dan kewajiban-kewajiban bank lainnya yang harus segera dibayar. Jenis-Jenis-Alokasi-Dana-Bank Primary Reserve (cadangan primer) Prioritas utama dalam alokasi dana adalah menempatkan dana untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia (sebagai pembina dan pengawas bank). baik berupa penarikan dana masyarakat yang disimpan pada bank tersebut maupun penarikan (pencairan) kredit atau credit disbursement sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara pihak bank dan debitor kredit dalam perjanjian kredit yang dibuat di hadapan notaris publik. Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat. biasanya pinjaman ini diberikan kepada bank-bank yang mengalami kalah kliring didalam lembaga kliring. Di samping itu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari : 1. Kredit likuiditas dari Bank Indonesia. terutama untuk menghadapi kemungkingan terjadinya penarikan oleh nasabah bank. merupakan kredit yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditasnya. primary reserve adalah dana kas dan saldo rekening koran bank pada Bank Indonesia dan bank-bank lainnya. 2. Dalam prakteknya. baik perusahaan keuangan maupun non keuangan. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). 3. 3. keperluan operasi bank. Kemudian dana yang diperoleh dari sumber dana ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Kredit likuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sektor-sektor tertentu.

bank baru dapat menentukan besarnya volume kredit yang akan diberikan. Loan Portfolio (Kredit) Prioritas ketiga dalam alokasi dana bank adalah penyaluran kredit (loan). antara lain sebagai berikut : 1. Karena sifatnya yang dapat menghasilkan pendapatan bagi bank selain berfungsi sebagai cadangan. yaitu untuk menjaga likuiditas dan meningkat profitabilitas bank.Sebagai tambahan apabila cadangan primer tidak mencukupi.Reserve requirement (RR) Reserve requirement adalah ketentuan bagi setiap bank umum untuk menyisihkan sebagian dari dana pihak ketiga yang berhasil dihimpunnya dalam bentuk giro wajib minimum berupa rekening giro bank yang bersangkutan pada Bank Indonesia. Cadangan sekunder atau secondary reserve digunakan untuk berbagai kepentingan. 3. maka cadangan sekunder ini ditanaman dalam bentuk surat-surat berharga jangka pendek yang mudah diperjualbelikan. Dalam praktek perbankan di Indonesia. dan Sertifikat Deposito. Surat Berharga Pasar Uang (SPBU). instrumen cadangan sekunder dapat berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek yang tidak diperkirakan dari deposan dan penarikan (disbursement) dari debitor. .surat berharga pasar uang atau SBPU.Secondary Reserve (cadangan sekunder) Prioritas kedua di dalam alokasi dana bank adalah penempatan dana-dana ke dalam noncash liquid asset (aset likuid yang bukan kas) yang dapat memberikan pendapatan kepada setiap saat dapat dijadikan urang tunai tanpa mengakibatkan kerugian pada bank. 2. Karena kebutuhan-kebutuhan likuiditas ini tidak semuanya dapat diperkirakan. secondary reserve dapat memberikan dua manfaat bagi bank. penentuan besarnya volume kredit dipengaruhi oleh ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.Sebelum Pakto’88 : sebesar 10% b.surat berharga jangka pendek lainnya.Memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sebelumnya tidak diperkirakan. Tujuan utama dari secondary reserve adalah untuk dijadikan sebagai suplement (pelengkap) atau cadangan pengganti bagi primary reserve. Di indonesia. a. Dasar pemikirannya adalah setelah banh mencukupi primary reserve serta kebutuhan secondary reserve-nya (yang merupakan supllement bagi primary reserve). Besarnya RR telah mengalami perubahan sebagai berikut.sertifikat Bank Indonesia atau SBI. dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan bank sentral (Bank Indonesia) sebagai pembina dan pengawas bank umum. Surat-surat berharga tersebut antara lain : . 4.Setelah Pakto’88 : sebesar 2% .Memenuhi kebutuhan likuiditas yang bersifat jangka pendek. . seperti penarikan simpanan oleh nasabah deposan dan pencairan kredit dalam jumlah besar yang telah diperkirakan.

c.Loan to deposit ratio (LDR) Loan to deposit ratio adalah antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber. 3. Atas dasar itulah. Karena pengalokasian dana untuk jenis ini dalah mengharapkan pendapatan yang memadai bagi bank. 2. 7.Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Batas Maksimum Pemberian Kredit adalah ketentuan tentang tidak diperbolehkannya suatu bank untuk memberikan kredit (baik kepada nasabah tunggal maupun kepada nasabah grup) yang besarnya melebihi 20% dari besarnya modal bank yang bersangkutan. Portfolio Investment Prioritas terakhir di dalam alokasi dana bank adalah dengan mengalokasikan sejumlah dana tertentu pada investasi portfolio (portfolio investment).pajak yang harus dibayar.jangka waktu jatuh temponya (untuk obligasi. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia tanggal 29 Mei 1993.mudah diperjualbelikan. Instrumen untuk portfolio investment yang agak aman adalah dalam bentuk obligasi dengan berbagai jenisnya. Dalam Bab 13 buku ini. Alokasi dana bank ke dalam kategori ini adalah dana sisa (residual fund) setelah penanaman dalam bentuk pinjaman (kredit) telah memenuhi kriteria atau target tertentu. 6. Investasi ini berupa penanaman dalam bentuk surat-surat berharga jangka panjang atau surat-surat berharga ini bertujuan untuk memberikan tambahan pendapatan dan likuiditas bank.diversifikasi (jangan ditanam pada satu jenis portofolio).kualitas atau keamanan (terutama untuk jenis saham). Suatu hal yang patutu diingat adalah bahwa pemberian kredit merupakan aktivitas bank yang paling utama dalam menghasilkan keuntungan. dan modal inti bank. kredit likuiditas Bank Indonesia atau KLBI (jika ada). 4.capital gain yang mungkin bisa diraih (untuk jenis saham). 5. .Pada tahun 1996 : sebesar 3% d. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam melakukan penanaman dana dalam bentuk portfolio investment adalah : 1. maka sifat aktiva ini biasanya lebih permanen atau berjangka panjang.tingkat bunga (untuk jenis obligasi). diuraikan bahwa rasio LDR dianggap sebagai tolok ukur untuk menilai kesehatan suatu bank dilihat dari segi likuiditasnya.ekspektasi (harapan akan keuntungan di masa datang). tetapi risiko yang terbesar dalam bank juga bersumber dari pemberian kredit. sertifikat deposito). ketiga (ketentuan) di atas dapat dianggap sebagai patokan likuiditas bagi bank dalam melakukan prinsip prudential banking (prinsip kehati-hatian bank) dan sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan bank. dana yang dihimpun bank dalam penerapan rasio tersebut adalah dana masyarakat/dana pihak ketiga.Sejak tahun 1997 : sebesar 5% 2. 8. Ketiga ketentuan perbankan tersebut sangat berpengaruh terhadap keberanian para eksekutif perbankan untuk memperbesar volume kreditnya dalam rangka mengejar profitabilitas yang tinggi. 3.

seperti komputer. dan mencapai likuiditas yang aman untuk menjaga proyeksi cashflow dalam kondisi yang sangat mendesak misalnya penarikan dana oleh nasabah. Dalam manajemen likuidtas bank berusaha untuk mempertahankan status rasio likuiditas. dan lain-lainnya yang ditujukan untuk memperlancar kegiatan operasional bank. Dan juga akan mendapat pinalti dari bank sentral. pembangunan gedung kantor bank (baik untuk kantor pusat.Penanaman dana pada kategori ini tercantum dengan nama other securities (efek-efek) yang berbentuk saham. dan surat-surat berharga derivatif (right. warrant. Investasi tersebut di atas termasuk aktiva tetap berbentuk hardware. obligasi. kantor cabang. seperti pembelian tanah. kedua memperkecil dana yang menganggur karena kalau banyak dana yang menganggur akan mengurangi profitabilitas bank. cabang pembantu maupun kantor kas). peralatan operasional bank. Pengeleloan likuiditas sangat penting bagi bank terutama untuk mengatasi resiko likuiditas yang disebabkan oleh dua hal diatas. memperkecil dana yang menganggur guna meningkatkan pendapatan dengan resiko sekecil mungkin. Untuk itu setiap bank yang beroperasi sangat menjaga likuiditasnya agar pada posisi yang ideal. hal ini akan menimbulkan pengorbanan tingkat bunga yang tinggi. facsimilie. pengambilan pinjaman Dalam likuiditas terdapat dua resiko yaitu resiko ketika kelebihan dana dimana dana yang ada dalam bank banyak yang idle. bantuan teknis. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika bank mengharapkan keuntungan yang maksimal akan beresikopada tingkat likuiditas yang rendah atau ketika likuiditas tinggi berarti tingkat keuntungan tidak maksimal. Atau dengan kata lain kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pada saat ditagih gaik yang dapat diduga ataupun yang tidak terduga Dalam perbankan manajemen likuiditas adalah salah satu hal yang penting dalam memelihara kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut. serta memenuhi kebutuhan cashflownya Jadi tujuan manajemen likuiditas adalah mencapai cadangan yang dibutuhkan yang telah ditetapkan oleh bank sentral karena kalu tidak dipenuihi akan kena pinalti dari Bank sentral. MANAJEMEN LIKUIDITAS Likuiditas pada umumnya didefinisikan sebagai kepemilikian sumber dana yang memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan kewajiban yang akan jatuh tempo. konsultan. akibatnya dana yang tersedia untuk mencukupi kebutuhan kewajiban jangka pendek tidak ada. kendaraan bermotor. Fixed Assets (Aktiva Tetap) Alokasi atau penanaman dana bank yang terakhir (meskipun tidak dikaitkan dengan strategi menjaga likuiditas bank) adalah penanaman modal dalam bentuk aktiva tetap (fixed assets). Kedua keadaan ini tidak diharapkan oleh bank karena akan mengganggu kinerja keuangan dan kepercayaan masyarkat terhadap bank tersebut. software. option). Kedua resiko ketika kekurangan dana.disini tearjadi konflik kepentingan antara mempertahankan likuiditas yang tinggi dan mencari keuntungan yang tinggi. sistem komunikasi antarcabang (on line system). dan aktiva tetap lainnya. Untuk menjaga agar resiko likuiditas ini tidak .

Pertama dengan melakukan transaksi di pasar uang antar bank (interbank call money market) yaitu penempatan dana (placement/leding) dan pinjaman dana (deposit/taken/borrowing) dalam rupiah atau dengan mata uang lainnya. Kedua dengan menempatkan dana di SBI (sertifikat bank Indonesia). Glavin) Definisi manajemen likuiditas Manajemen likuiditas melibatkan perkiraan permintaan dana oleh masyarakat dan penyediaan cadangan untuk memenuhi semua kebutuhan. sifat dan jenis sumber dana yang dikelola bank. (Joseph E Burns) • Likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi semua penarikan dana oleh nasabah deposan. • Hal ini karena menyangkut dana pihak ke tiga (DPK) yang sebagian besar sifatnya jangka pendek. Jr. (Duane B. Definisi likuiditas • Likuiditas bank berkaitan dengan kemampuan suatu bank untuk menghimpun sejumla tertentu dana dengan biaya tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. (Oliver G. Disamping itu juga aman unutuk menempatkan kelebihan dana sehingga dana yang idle dapat menghasilkan keuntungan bagi bank sehingga mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untukmembayar bunga. Namun ketika resiko tersebut menjaga likuiditas tersebut terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh bank.terjadi kebijakan manajemen likuiditas yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga asset jangka pendek. Sedangkan menurut Oliver G Wood. Sumber-sumber likuiditas Sumber kebutuhan likuiditas bank berasal dari adanya kebutuhan antara lain untuk memenuhi: • Ketentuan likuiditas wajib (reserve requirement) atau cash ratio • Saldo rekening minimum pada bank koresponden • Penarikan simpanan dalam operasional bank sehari-hari • Permintaan kredit dari masyarakat . • Pengelola bank harus memperhatikan seakurat mungkin kebutuhan likuiditas untuk jangka waktu tertentu. • Perkiraan kebutuhan likuiditas dipengaruhi oleh perilaku penarikan nasabah. Jr) • Likuiditas berarti memiliki sumber dana yang cukup tersedia untuk memenuhi semua kewajiban (Wiliam M. kewajiban yang telah jatuh tempo dan memenuhi permintaan kredit tanpa penundaan. Pendahuluan • Pengelolaan likuiditas merupakan masalah yang sangat kompleks dalam kegiatan operasi bank. Graddy). manajemen likuiditas melibatkan perkiraan sumber dana dan penyediaan kas secara terus menerus baik kebutuhan jangka pendek atau musiman maupun kebutuhan jangka panjang. Ketiga membeli surat berharga pasar uang (SBPU). Dimana kesemuanya itu dalam bentuk kontrak pinjam atau utang. keempat melalui transaksi pasar lewat broker. Dimana diwaktu jatuh tempo bank mendapatkan dananya kembali ditambah dengan bunga yang telah ditetapkan Pasar uang diatas sangat likuid untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya ketika kekurangan dana. seperti kas. memelihara earning assetnya yang dapat dijual dengan mudah dll. Wood.

30 September. dan 31 Desember) • Perhitungan GWM: Jumlah Saldo Giro pada BI / Jumlah DPK X 100% = > 5% Manajemen likuiditas bank syariah Dalam bank syariah secara konsep tidak jauh berbeda dengan manajemen bank konvensional. • Memiliki likuiditas kurang dari kebutuhan. • Sedapat mungkin memperkecil adanya idle funds. • Ketentuan BI bank wajib mempublis laporan keuangan setiap triwulan (per 31 Maret. • Menjaga keseimbangan jangka waktu aset dan kewajiban.Tujuan manajemen likuiditas • Menjaga posisi likuiditas bank agar selalu berada pada posisi yang ditentukan bank sentral. call money. tanpa mengalami kerugian baik sebelum / sesudah jatuh tempo. Bank dianggap likuid apabila: • Memiliki sejumlah likuiditas / memegang alat-alat likuid. Dalam rangka menjaga posisi likuiditas dan proyeksi cashflow agar selalu berada dalam posisi aman. sedangkan pelaporan GWM rupiah dilakukan oleh bank devisa dan bukan bank devisa termasuk pula BPR • Perhitungan GWM bagi analis luar menggunakan data keuangan bank yang dipublis di media. termasuk kebutuhan yang tidak diperkirakan. • Memperbaiki posisi likuidias antara lain mengalihkan aset yang kurang marketable menjadi lebih marketable. 30 Juni. • Melakukan diversifikasi sumber dana bank. rekening pada bank sentral dan bank lainnya) sama dengan jumlah kebutuhan likuiditas yang diperkirakan. Oki/ disebut Giro Wajib Minimum (GWM) • Ketentuan BI: GWM Rupiah adalah 5% dari total DPK Rupiah yang dihitung rata-rata harian dalam satu minggu dan harus dilaporkan ke BI • GWM dibedakan dalam 2 kategori: GWM rupiah (5%) dan GWM valas (3%) • Pelaporan GWM valas dilakukan oleh bank devisa. • Memiliki kemampuan untuk memperoleh likuiditas dengan cara menciptakan uang. cash assets (uang kas. misalnya penggunaan fasilitas diskonto. misalnya penarikan yang tiba-tiba terhadap sejumlah giro atau deposito berjangka yang belum jatuh tempo. 1996): • Memperpanjang jatuh tempo semua kewajiban bank. Baik itu dari segi tujuan dan resiko yang akan dihadapi oleh bank syariah. Yang . terutama dalam kondisi tingkat bunga berfluktuasi. kecuali bila tingkat bunga cenderung mengalami penurunan. • Mengelola alat-alat likuid agar selalu dapat memenuhi semua kebutuhan cash flow. beberapa strategi yang dapat dikembangkan oleh bank sbb (Raflus Rax. tetapi bank memiliki surat-surat berharga yang segera dapat dialihkan menjadi kas. • Jumlah likuiditas wajib minimum tsb harus ditempatkan dalam rekening giro bank ybs pada bank sentral. penjualan surat berharga dengan repurchase agreement (repo) Ketentuan likuiditas wajib minimum • Bank dalam menghimpun dana diwajibkan memelihara sejumlah likuiditas tertentu dari total DPK yang dihimpun oleh bank dlm periode tertentu.

sebaliknya bila kelebihan likuiditas maka akan ditempatkannya pada bank lain (PUAS) atau dengan membeli SWBI atau SIMA. Apabila suatu bank kekurangan likuiditas. SIMA (sertifikat mudharabah antar bank syariah) dan SWBI (surat wadiah bank indonesia) juga dengan akad wadiah. SWBI atau menerbitkan SIMA. Yang membedakan dan yang ditekankan adalah bagaimana cara mendapatkan dana tersebut haruslah sesuai dengan syariah. Sedikitnya alat likuiditas bank syariah. Jadi pada prinsipnya manajemen bank baik konvensional maupun syariah tidak jauh berbeda. dibuatlah instrument derivative future kontrak ini dengan salah akad yang digunakan adalah murabahah yang akan menjadi focus kajian kali ini. Selama in alat untuk manajemen likuiditas dalam bank syariah adalah PUAS (pasar uang antar bank syariah) dengan akad wadiah. Maka dari itu untuk mengakomodir permintaan akan instrument likuiditas yang lain. maka bank tersebut akan meminjam kepada bank lain berupa PUAS. .membedakan hanyalah pada akad yang digunakan ketika melakukan kontrak. Semuanya ini adalah instrument yang likuid untuk menjaga likuiditas bank. membuat para praktisi memutar otak untuk mencari solusi yang dapat memperluas instrument likuiditas bank syariah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.