<kimia terapan> Phosphat Hideout

Rangkuman Diskusi Mailing List Migas Indonesia – April 2003

Pertanyaan : Muchlis Nugroho Saya tertarik dengan fenomena phosphat hideout yang terjadi pada sistem boiler water yang menggunakan program phosphat. Adakah kiranya dari anggota milis ini yang pernah mengalami hal ini? jika ada tolong disharing pengalamannya misalnya mengenai: 1. Kapan kejadiannya terjadi, dan kondisi apa yang memicunya 2. Bagaimana penanganannya saat kejadian? apakah harus shutdown? treatmentnya gimana? 3. Bagaimana dampak kejadian ini pada peralatan? Bagaimana atau apa saja pekerjaan inspeksi yang diperlukan setelah kejadian? 4. Apakah ada peralatan yang rusak (misalnya boiler atau kondenser sampai bocor)? Apa penyebab kerusakan? 5. Spesifikasi tekanan, dan loading boiler yang kejadian? 6. Hal-hal lain yang kiranya bisa disharing mengenai hal ini Saya kira masih banyak di Indonesia ini boiler yang masih menggunakan program phosphat, dan sharing-sharing mengenai fenomena ini tentunya akan sangat berguna bagi orang-orang yang berkecimpung dalam sistem per-steam-an. Tanggapan 1 : YudaTomo Pak Muchlis Nugroho, Maaf baru bisa membalas sekarang, baru kembali dari cuti. 1. Terjadinya phosphate hide out. Phosphate dalam boiler water treatment digunakan sebagai sumber alkalinity utk corrosion prevention, sebagai pengganti caustic soda treatment (NaOH) yg dikenal lebih dulu. Dengan caustic treatment, resiko korosi karena terbentuknya local konsentrasi yg sangat tinggi (mencapai puluhan ribu ppm) dari caustic soda, terutama di area high heat flux (seperti di wall tube), di horizontal tubes, di lokasi2 di mana terbentuk deposit, akan cukup tinggi. Phosphate treatment dipilih utk melawan effect yg tidak diinginkan ini. Awalnya, pada phosphate programme, konsentrasi phosphate dan pH dikontrol dengan penggunaan campuran disodium phosphate (Na2HPO4, Na/PO4=2.0) dan trisodium phosphate (Na3PO4, Na/PO4=3.0), sehingga target boiler water bisa tercapai, dengan tetap secara efektif mempertahankan konsentrasi free caustic dalam nilai yg sangat rendah (Free caustic terbentuk dengan reaksi sbb: Na3PO4 + H2O <----> Na2HPO4 + NaOH). Secara teory, perbandingan mol Na:PO4 dikontrol pada nilai maximum 3:1. Jika Na/PO4 > 3:1, akan terbentuk free caustic. Coordinated phosphate programme menggunakan acuan Na/PO4 sedikit di bawah 2.8, sedangkan congruent program sedikit di bawah 2.6.

di bawah deposit. dan bulging/ . Phosphate hide-out ini tidak diinginkan karena bisa menyebabkan sulitnya mengontrol pH vs phosphate sesuai target.7. Reaksi ini bisa terjadi pada kondisi tekanan tinggi. yg pada kondisi extreme. Type attack-nya adalah: . Kalau ada indikasi hydrogen damage. Saat load berkurang atau shutdown. tergantung dari kondisinya. thus menyebabkan kelarutan dan fasa kesetimbangan phosphate antara yg terdeposit vs yg terlarut berubah2. yg terbaik adalah secepat mungkin menstabilkan pembebanan panas di boiler pada saat terjadi gejala hide out. mengakibatkan sulitnya mengontrol pH dan konsentrasi phosphate sesuai target.off line. biasanya shut down tidak diperlukan. Phosphate termasuk solid alkali.0. dengan konsentrasi phosphate di control antara 2 . yg biasanya terkait juga dengan caustic corrosion di bawah deposit. bisa sampai <9. . 3.4 ppm. Apabila kondisi pembebanan bisa segera distabilkan. sehingga effect-nya tidak terkait dengan condenser. phosphate akan terlepas dan muncul lagi di boiler water menyebabkan pH drop.e. bisa menyebabkan hydrogen damage.9. yang bisa menyebabkan overdose phosphate. di posisi2 tube horizontal/ melintang.corrosion (acid phosphate corrosion). Equilibrium phosphate program selanjutnya dikembangkan menggantikan coordinated/ congruent program. pada kondisi pembebanan yg fluktuatif dan pada siklus beban yg mengharuskan boiler sering on line . 4. pH di control antara 9.Phosphate yg hide-out juga menyebabkan deposition.2. Phenomena hide out dipercaya terjadi melalui mekanisme reaksi reversible antara phosphate yg terlarut di air boiler dengan magnetite (lapisan passive Fe3O4 yg memang diharapkan terbentuk di dinding metal boiler) membentuk senyawa sodium iron phosphate. Phosphate hide-out ini effectnya lebih ke boiler. di mana treatment hanya dengan tri sodium phosphate dengan konsentrasi yg relative rendah dan mengontrol sedikit alkalinity hydroxide (OH). Juga telah diketahui bahwa terjadinya serious corrosion pada boiler yg dikenal sbg acid phosphate corrosion disebabkan karena terjadinya hide-out ini. dan lebih karena adanya disodium phosphate (Na2HPO4) & monosodium phosphate (NaH2PO4). Penanganannya. Phenomena phosphate hide out terjadi pada boiler tekanan tinggi (>160 bar). jika terjadi severe hide out. menempel pada dinding metal. i.0 . Perlu dihindari utk tidak mis-persepsi (menaikkan dosing phosphate saat diketahui konsentrasinya rendah). Perlu tidaknya shut down. Disamping juga deposition dari phosphate yg bisa menyebabkan overheating. Saat boiler pressure naik ke full load. utk pemetaan. Perubahan pola pembebanan ini menyebabkan temperature dan pressure boiler tube metal berubah2.7. dan dilakukan survey/ observasi lebih comprehensive. biasanya boiler perlu di acid cleaning. Akibatnya konsentrasi phosphate di bulk water dan yg terdeposit menjadi berubah2. phosphate akan hilang dari larutan. Penggunaan Na2HPO4 & NaH2PO4 dihilangkan sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya hide out. atau di area2 dengan water flow yg terganggu (weld area dll). Damage biasanya terjadi di region high heat flux (wall tube). diikuti dengan naiknya pH dan alkalinity boiler water sampai > 9.

hydrogen attack pernah terjadi di Paiton (unit 2). Biasanya. Free caustic tidak terbentuk. ada beberapa contoh kegagalan ini. Apakah kasus ini pernah terjadi di paiton? Apakah caustic gouging terjadi bersamaan dengan acid phosphat attack? Sepertinya caustic gouging terjadi saat load naik.sori kalau ngerepotin. Kedua2 nya terjadinya di-trigger oleh naiknya load.overheating. menempel pada surface metal (hide-out). Jika ratio Na/PO4 masih di bawah kesetimbangannya (<2. Saat load naik. dan acid attack saat load turun. Jika ratio Na/PO4 naik berada di atas >2. Tanggapan 2 : Muchlis Nugroho Yth Pak Yuda. berpotensi terkonsentrasi secara local.. dan selanjutnya pada area2 spt yg disebutkan sebelumnya.. Akan tetapi disodium dan mono sodium phosphate yg . sehingga mencapai ribuan ppm. Mekanisme-nya. Akan tetapi... di dahului oleh low pH corrosion karena thermal decomposition oil menjadi organic acid.ya? Kalau corrdinated dan congruent treatment pakai diagram target pH vs excess phosphat dan pakai patokan rasio Na/PO4. Sudah dijelaskan di no 2. Padahal sebenarnya phosphate ini terlepas dari larutan. 5. mau dong dikirimin gambar-gambar failurenya.8. menyebabkan attack yg dikenal sbg caustic gouging. Tanggapan 3 : YudaTomo Pak Muchlis. tetapi kasusnya berbeda. sedangkan kalau equilibrium phosphat treatment gimana patokan aplikasinya? Apakah deposit akibat caustic attack masih tersisa saat inspeksi visual. lebih lanjut NaOH bereaksi dengan base metal. melalui mekanisme reaksi bolak balik (kesetimbangan). disebabkan adanya ingress lub oil ke system. ataukah sudah terlarut kembali karena temperatur sudah diturunkan? Bagaimana cara kita mengetahui suatu boiler tube yang terkena caustic attack atau kah terkena acid phosphat attack? Apakah dari analisa deposit? atau inspeksi pada metal surface? atau dua-duanya Saya gak punya bukunya. phosphate seakan2 seperti hilang dari larutan. kegagalan tsb juga mudah dikenali dari morphology-nya.8). Mekanisme reaksinya: 4 NaOH + Fe3O4 ---> 2 NaFeO2 + Na2FeO2 + 2 H2O setelah lapisan magnetite (Fe3O4) ini rusak. 2 NaOH + Fe ---> Na2FeO2 + H2 Keberadaan H2 ini yg selanjutnya bisa menyebabkan hydrogen damage jika lebih lanjut terdifusi ke struktur batas butir metal. maka akan terbentuk Free caustic. dilengkapi gambar berwarna. Ini yg kemudian menyebabkan caustic gouging. Kasus ini belum pernah terjadi di Paiton. yg kemudian berlanjut ke hydrogen damage. Di buku Nalco Guide to Boiler Failure Analysis (kalau punya)..

0 . Dalam kaitan ini. Hentikan penambahan. Walaupun demikian. Analisa deposit jika memungkinkan juga bisa dilakukan (tidak harus). Akan tetapi dengan ratio ini. Bahkan pada boiler yg beroperasi pada tekanan >160 bar. coordinated & congruent phosphate program membatasi ratio ini max 2. & putih. dan terlarut ke boiler water. acuannya adalah menjaga alkalinity boiler water sehingga pH terjaga stabil di range 9. dan ikuti penurunan konsentrasi PO4 di bulk boiler water sample (karena hide out). Secara general. Saat kesetimbangan tercapai. jika permukaan yg terkena bisa di-access. secara umum acid phosphate attack lebih sering terjadi dibanding caustic attack mengingat NaOH mempunyai kelarutan yg lebih tinggi & cenderung tinggal di larutan dibanding phosphate (Disodium & mono sodium). Pada acidic phosphate attack. konsentrasi PO4 yg diperlukan utk mendapatkan nilai kesetimbangannya bisa kurang dari 2 ppm. merah. meskipun beban boiler berfluktuasi. disamping dengan melihat data2 kondisi chemistry di atas. . diikuti dengan turun & stabilnya kembali pH boiler water.Konsentrasi PO4. lepas lagi. Morphology-nya undercut (spt acid corrosion)dengan tepi atau batas yg tajam. akan terbentuk deposit yg sangat keras. Identifikasi caustic gouing. tambahkan PO4 secara berlebih ke boiler water utk mendapatkan konsentrasi PO4 di atas kesetimbangannya. kemungkinan yg terjadi adalah acid phosphate attack. biasanya akan bisa dikenali dengan pengamatan visual (saya akan coba scan gambar2-nya utk dikirimkan).ditambahkan utk menurunkan ratio Na/PO4 berpotensi mengendap dan menyerang (merusak) lapisan magnetic membentuk senyawa Sodium Iron Phosphate. utk mendukung pengamatan visual. Equilibrium Phosphate hanya menggunakan trisodium phosphate (Na3PO4) tanpa disodium & trisodium phosphate utk menghindari fenomena hide out ini. Chemistry operating targetnya tidak bisa disamakan satu aplikasi dengan aplikasi lain. dengan tiga area warna berbeda: hitam. Cara mendapatkan nilai kesetimbangan ini mudah saja. Kesimpulannya. bisa digunakan ultrasonic thickness testing.6. Alkalinity pada range ini dipercaya diperlukan utk pembentukan lapisan pelindung boiler metal. Kondisi ini biasanya tercapai dengan konsentrasi PO4 2-4 ppm. kesetimbangannya mengarah kembali ke aqueous phosphate. pH dan ratio Na/PO4 akan stabil pada range di bawah maximum konsentrasi PO4 ini. penurunan konsentrasi PO4 akan berhenti. Nilai ini dijadikan maximum konsentrasi PO4 di boiler water. Kalau access ke area serangan tidak memungkinkan & juga utk mengukur tingkat keparahan serangan.8 & 2. Di luar batas tsb tidak terjadi korosi. seringkali masih ditemukan di area serangan. dan inilah nilai kesetimbangan PO4 tsb. Oleh karena itu. caustic gouging terjadi jika ratio Na/PO4 di atas >2.9. dan terjadi acid phosphate attack. 2 NaHPO4 + Fe2O3 ---> NaFeO4 + Na3PO4 + Fe2O3 + H2O Saat load turun. sehingga phosphate yg menempel tadi. bercampur dengan magnetic (spt kristal kilap). Sisa2 caustic kristal berwarna putih.7.8.

Free NaOH yg terbentuk jadinya juga stabil. Jika hanya menggunakan trisodium phosphat (equilibrium phosphat treatment) maka rasio Na/PO4 akan mendekati 3 atau lebih besar dari 2. jika mechanical deaerator . tapi normalnya dengan konsentrasi PO4 2 ppm saja. yg tidak menyebabkan localized concentration.pada Equilibrium Phosphate Treatment (EPT). karena kesetimbangan akan bergeser ke kiri.Tanggapan 4 : Muchlis Nugroho Yth Pak Yuda.0 . Hanya saja. tidak terjadi pemekatan konsentrasi. Akibatnya konsentrasi PO4 di boiler water akan stabil meskipun load berfluktuasi. dengan penambahan Na3PO4 saja. apa yang menyebabkan penambahan disodium phosphat bisa mengendap (saat terjadi hideout bisa melebihi 2.8 karena Na larut dan PO4 bersembunyi) bukankah saat kejadian itu ada banyak free caustic dalam larutan yang dapat mereaksikan disodium phosphat menjadi trisodium phosphat? Masalahnya cara penambahan disodium phosphat (atau monosodium phosphat) ini masih banyak dipakai di banyak boiler didalam dan luar negri. pada saat larutan terevaporasi. sehingga penambahan OH tdk diperlukan. apakah ini tidak menimbulkan free caustic yang berbahaya itu? Saya dengar equilibrium phosphat treatment juga menggunakan tambahan chemical NaOH.. NH3 utk menjaga pH di Feed Water System. sehingga phosphate hide-out tidak terjadi. bahkan terkadang <2 ppm. Jika terjadi hide-out. pH sudah akan berada di atas 9. umumnya pada konsentrasi rendah. & N2H4 utk oxygen control. mohon pencerahannya. tergantung karakteristik tiap boiler). dan pembentukan Free Caustic bisa excessive. Saat ini banyak suplier yang menawarkan alvolatile treatment dan chemical yang berbasis polimer. Pada prinsipnya chemical yg digunakan hanya Na3PO4.8. Reaksi berikut: Na3PO4 + H2O <---> Na2HPO4 + NaOH Tiap mol Na3PO4 akan menghasilkan 1 mol NaOH. Chemical lain. spt ammonia & hydrazine juga terkadang digunakan. Penambahan NaOH dilakukan hanya bila diperlukan saja utk mengejar nilai pH. ratio Na/PO4 teori-nya jadi sekitar 3. kapan chemical ini digunakan dan bagaimana patokan pemakaiannya? Apakah ada chemical yang lain lagi? Pada congruent phosphat treatmen.4 ppm. konsentrasi si PO4 di kontrol di bawah nilai equilibrium-nya.9.7 Free OH (as CaCO3) max 1 ppm PO4 Equilibrium (bervariasi sekitar 2 . Berikut contoh acuan EPT utk HP Boiler tekanan tinggi (>160 bar): pH 9. maka ratio-nya bisa naik >3. apakah chemical ini bisa 100% menggantikan program phosphat di HP boiler? Tanggapan 5 : YudaTomo Pak Muchlis. karena si PO4 mengendap. Memang.. NaOH yg dihasilkan di sini sbg "captive" NaOH.

biasanya digunakan dengan tujuan utk menjaga residual .0 ke 9. utk menghindari penyimpangan pencampuran ini. purity make up water harus benar2 diperhatikan. Reaksi balik Na2HPO4 dengan Free NaOH utk kembali membentuk Na3PO4 tidak terjadi begitu saja. Di area High Heat Flux karena saat evaporasi. Jadi resikonya ya itu. jika pakai AVT. Organic polymer. porsi yg lebih besar dari volatile ammonia/amines sudah akan ikut menguap dari boiler water ke steam sebelum mencapai permukaan tube metal. & localized NaOH concentration. karena dibanding Na3PO4. Akibatnya. yg pada dasarnya sudah merupakan campuran antara Tri & Di sodium PO4 tadi. pH control hanya dengan "volatile" ammonia atau amine. konsentrasi PO4). shg tidak ada resiko hide-out atau localized free caustic concentration. Istilah gampangnya naiknya ratio Na/PO4 karena hide-out ini membentuk "Free" NaOH. maka terjadi juga evaporasi. Jika di Feed Water di dosing Ammonia. Pada All Volatile Treatment (AVT). Penambahan/ keberadaan disodium & monosodium phosphate ini menyebabkan hide-out. terutama jika terjadi kontaminasi make up water atau pada kasus sea water ingress ke system via condenser tube leaks (Jika condenser water-nya pakai sea water). Penggunaan Monosodium or Disodium PO4 disamping ada masalah dengan hide-out (lebih susah control pH. ratio Na/PO4. utk range konsentrasi NH3 300 . sedikit saja contaminant. sementara karena deposit ini metal temperature relative tinggi di banding area yg clean. merekalah yg cenderung lepas lebih dulu dari larutan & hide-out pada metal. pH minimum perlu dinaikkan. pH di area tsb. akan berpotensi menyebabkan serious corrosion damage (acid chloride corrosion). akan lebih ditentukan oleh solid contaminant. dan jika larutan terevaporasi. Untuk HP boiler.2. misalnya dari 9. Di area yg ada deposit demikian juga. Jika pun ada yg mencapai permukaan metal. NaOH terkonsentrasi sampai melewati batas kelarutannya dan mengendap menyebabkan caustic gouging.kurang effektif membawa DO< 7 ppb. bukan "Captive" NaOH. karena si boiler water masuk ke dalam deposit melalui pori2 deposit.masuk ke boiler. Di samping itu. misalnya Cl. korosi karena localized NaOH concentration. Condensate Polishing Plant (CPP) harus reliable setiap saat. AVT ini satu2-nya treatment yg direkomendasikan utk typical boiler yg beroperasi dengan resiko kondisi2 tsb di atas. karena kesetimbangannya kan masih belum ke arah itu. Kelemahannya. bukan oleh treatment chemical. menurut saya lebih baik pakai EPT saja.500 ppb di boiler water. ammonium hydroxide atau amine hydroxide tidak terdisosiasi pada temperature boiler tsb. juga relative lebih sulit mengontrol perbandingan Na3PO4 & Na2HPO4 -nya. sehingga tdk berefek pada boiler water pH. Beberapa water treatment company sudah menyediakan produk. Tidak ada solid alkali. spt Phosphate atau caustic. yg ditambahkan. Oleh karena itu. kesetimbangan tidak bergeser ke kiri. utk mengkompensasi bias reading disebabkan naiknya pH karena NH3 ini. CPP ini sangat diperlukan. proteksi permukaan metal di area high heat flux sangat minim. Praktis. Jika contaminant tidak di control pada konsentrasi yg sangat rendah.

Reaksinya.8. bisa dijelaskan lebih detail advantage and disadvantagenya? Tanggapan 7 : YudaTomo Pak Yudi.8. Seperti dijelaskan sebelumnya. menghasilkan produk yg justru berbahaya bagi boiler & steam turbine. jarang sekali digunakan. Tanggapan 6 : Yudi Siswadi Pak Yuda. potensi terjadi hide-out tetap ada. apakah sama? Apa dampaknya jika memakai PO4 berlebih tetapi Na/PO4 tetap terjaga 2. Mengenai polymer.8. Bagaimana dengan EPT.2~2.8? Untuk boiler tekanan medium (60 Bar) apakah bisa menggunakan control coordinate pH-PO4 pada tekanan high (>60 bar). sbb: 2 Na2HPO4 + Fe3O4 (magnetite) --> NaFePO4 (maricite) + Na3PO4 + Fe2O3 + H2O 3 NaH2PO4 + Fe3O4 --> 3 NaFePO4 + 1/2 O2 + 3H2O 2 Na2HPO4 + Fe (base metal) + 1/2 O2 --> NaFePO4 + Na3PO4 + H2O Ratio Na:PO4 dijaga di bawah 2. hide-out lebih disebabkan karena Na2HPO4 & NaH2PO4. ratio Na/PO4 sama 2. Biasanya aplikasinya pada LP boiler. sehingga bisa ke luar bersama blowdown. dan bereaksi dengan base metal. EPRI (Amerika) saat ini hanya merekomendasikan EPT utk phosphate treatment. sudah saya sebutkan sebelumnya. pH dan PO4 yang berubah? mohon penjelasannya. EPT seperti yg sudah dijelaskan. hanya merekomendasikan CPT utk Plant di bawah 60 bar. di mana kandungan hardness atau contaminant lain relative jauh lebih tinggi. Pada HP Boiler.hardness. ikutan diskusi Jika memakai program coordinate pH-PO4. Bahkan British Electricity International. Na2HPO4 atau NaH2PO4. atau sludge yg dihasilkan dari deposit treatment. . penentuan batasan pH dan PO4 berdasarkan operating pressure boilernya. Meskipun ratio Na:PO4 dijaga di bawah 2. Semakin tinggi tekanan operasi boiler maka dibutuhkan PO4 yang semakin sedikit. dan tidak mengendap. karena di boiler water organic polymer tsb bisa mengalami thermal dekomposisi (lihat temperature di mana si product mulai terdekomposisi). EPT di design utk menghindari penomena Hide-out yg banyak ditemukan pada kasus treatment dengan Coordinated & Congruent Phosphate Program. menempel dan merusak lapisan pasivasi magnetite. dan menghasilkan apa yg disebut acid phosphate attack. tetap tertahan di larutan. saat load boiler swing naik bisa ter-hide-out dari larutan. hanya menggunakan Na3PO4 (tanpa disodium phosphate (Na2HPO4) nor monosoidium (NaH2PO4)) dan sedikit Caustic Soda (jika diperlukan). membentuk senyawa iron sodium phosphate atau (maricite). pertimbangannya lebih kea rah pencegahan pembentukan Free Caustic. corrosion product. Akibatditemukannya beberapa kejadian dengan hide-out.6~2.

akan semakin rendah max konsentrasi PO4-nya. Tanggapan 8 : Yudi Siswadi Pak Yuda. antara 2 . Apalagi jika level purity boiler water tidak terlalu baik.5 ppm. kenapa PO4 ini ditambahkan. scale yg terbentuk lunak & mudah di-cleaning (misal Ca-hydroxiapatite.0. kemudian pH boiler water tidak mencapai target 9. Utk aplikasi LP & MP boiler. baik utk CPT maupun EPT semakin tinggi boiler pressure. bisa saja. dengan organic polymer tertentu (dispersant). Padahal PO4 ini ditambahkan sebagai sumber alkalinity boiler water. si deposit ini lebih lanjut dijaga utk tidak mengendap. Antara satu boiler dengan boiler yg lain akan berbeda.OH-. utk tekanan operasi antara 60 .yg tersedia minimal 1. maka OH. konsentrasi PO4 akan lebih rendah daripada acuan aplikasi tekanan medium. Jadi kalau misalnya Cl (chloride) content di boiler water 1 ppm. Tekanan antara 170 200 bar. Sederhana-nya. semakin tinggi operating pressure & tentunya temperature boiler. Utk acuan aplikasi tekanan tinggi. Jika dengan deposit treatment. Hanya saja pak Yudi harus melihat kembali pada prinsip fundamental awal. dll). cukup nggak mol OH. Lebih lagi. utk mengejar target pH. Tekanan 120 .turbine & corrosion. Umumnya dijaga mol ratio NaOH:NaCl = 1. Misalnya. Oleh karena itu semuanya tergantung dari chemistry operating target dari kontaminan2 di boiler water pak Yudi. Utk organic polymer yg ditujukan utk mengkondisikan Lumpur lunak yg dihasilkan dari deposit treatment shg akan tetap berada di air boiler dan mudah dibuang lewat blowdown. jika konsentrasi max-nya hanya 1 ppm. sedikit caustic soda bisa ditambahkan. Saya sependapat dengan P'Yuda. semakin kecil PO4 yang ada di boiler water akan semakin baik karena jumlah contaminant yang tercarry over . saya tidak melihat advantage-nya utk HP boiler. yg menyebabkan acid chloride attack. berarti tergantung kualitas make up water-nya juga kan. Untuk EPT.). Sbg contoh.120 bar.SiO2. antara 5 . recommended ppm PO4 antara 5 20 ppm. penggunaan polymer ini mungkin membantu menjaga cleanliness boiler surface metal. semakin besar operating pressure. Jawab-nya.Benar.10 ppm.170 bar.Cl-. penetapan konsentrasi PO4 didasarkan pada konsentrasi maximum di bawah nilai kesetimbangan di mana di atas itu PO4 deposition mulai terjadi. etc) ke after boiler .5 : 1. & problem pembentukan scale tidak terhindarkan. Cara mendapatkan konsentrasi maximum ini sudah dijelaskan sebelumnya. semakin besar resiko si polymer mengalami thermal dekomposisi.alkalinity yg tersedia utk menetralkan mol Cl-. HP boiler biasanya purity boiler water-nya sangat tinggi. semakin rendah konsentrasi PO4 yg diijinkan (bukan yg dibutuhkan). menghasilkan produk2 yg berbahaya. Utk pertanyaan bisa nggak menggunakan CPT control pH-PO4 tekanan tinggi utk aplikasi boiler tekanan medium (60 bar). utk memproteksi metal. sehingga problemnya bukan scaling & deposition tapi lebih ke arah carry over (Na. sehingga bahkan pada saat pemeliharaan. hanya akan dibutuhkan minimum cleaning. organic.5 ppm. terima kasih untuk penjelasannya. Organic polymer maupun deposit treatment jadinya kurang diperlukan. dari kontaminan2 yg bersifat asam jika terhidrolisis di air (spt Cl.

Kemudian utk pH adjuster sepengetahuan saya menggunakan ammonia sangat susah krn ada disuatu ttk pH akan jump uncontrollable. kemudian iron yang terdisperse tersebut dibuang melalui continuous . Kemudian jika fungsinya utk mengikat iron kenapa tdk menggunakan iron sequestrant atau iron chelating agent model EDTA atau sejenisnya. Jika disadvantage dr dispersant polymer berpotensi scale pd riser dan roof tube menurut saya koq agak aneh krn fungsi dispersant mestinya membuat iron terdispersi dlm larutan shg iron scale malah tdk akan terbentuk. apakah punya literature mengenai dispersant polymer terutama Iron dispersant ? Tanggapan 9 : Sosro Tadi Mau komentar dikit nih mengenai Boiler treatment. Saya bisa dapat copy-nya tentang EPT dari EPRI dan Brtisitsh Electricity International? Mengenai "Iron" Dispersant Polymer untuk boiler HP yang punya quality boiler water yang tinggi. Hanya jika berlebihan (katanya) bisa mengakibatkan bacidic corrosion. Jika hydrazine kan lebih berfungsi sbg Oxygen scavenger drpd pH adjuster. apakah punya literature mengenai dispersant polymer terutama Iron dispersant ? Tanggapan 10 : Yudi Siswadi Jika polyemr dispersant bekerja dengan baik. Tetapi krn caustic sods punya tugas lain jadi mungkin ya sekalian ya. Menurut saya kombinasi caustic dgn neutralizer amine akan lebih baik. Pak Yuda. Jika polymer kurang efektif mungkin benar shg dibutuhkan dlm jumlah yg relatif banyak. begitu juga dgn Caustic. nah ini yg mungkin akan membentuk jelly. Tinggal bagaimana kita menjaga Na/PO4 ratio tidak melewati range. maka dia akan mendisperse iron yang tidak larut sehingga tidak menempel di permukaan tube. Maaf lho kalo nggak klop. saya sependapat "tidak ada advantage" karena jika contaminant yang didisperse tsb dibuang di blowdown (terutama continuous blowdown) maka contaminant akan naik dari downcomer ke riser tube-roof tube dan dibuang di continuous blowdown di steam drum. Mengenai "Iron" Dispersant Polymer untuk boiler HP yang punya quality boiler water yang tinggi. dr segi harga juga kurang menguntungkan. Menurut sahibul hikayat sih sangat bagus bekerja pd pH basa dan tahan thd suhu tinggi. saya sependapat "tidak ada advantage" karena jika contaminant yang didisperse tsb dibuang di blowdown (terutama continuous blowdown) maka contaminant akan naik dari downcomer ke riser tube-roof tube dan dibuang di continuous blowdown di steam drum. hal ini memberi potensi terbentuknya scale di riser dan roof tube (two phase flow-high concentration of contaminant) dan juga menambah jml contaminant yang tercarry over.(normal carry over) akan sedikit. Pak Yuda. hal ini memberi potensi terbentuknya scale di riser dan roof tube (two phase flow-high concentration of contaminant) dan juga menambah jml contaminant yang tercarry over.yg sebenarnya saya sangat awam.

Mungkin ada yang bisa bantu atau punya literature mengenai ini? Tanggapan 11 : Nugroho term-term dan penjelasan yang sudah dijelaskan tadi apakah sama aplikasinya untuk fire tube boiler dan water tube boiler. terus terang saya belum punya pengalaman utk aplikasi HP Boiler. juga utk pak muchlis gbr caustic attack (satu saja ya pak. Di riser dan roof tube yang berhadapan langsung dengan api. Itu menurut pendapat saya lho. Saya dulu pernah menggunakan. yg dimaksudkan sbg Iron Dispersant. perlu dipelajari lebih jauh tentang polymer dispersant. . demikian juga di floor and roof tubes. atau contaminant lain yg masuk ke system. dan karena makin tinggi temperature. maka terbentuklah deposit. Karena merupakan hottest region. Maksudnya apakah kondisi pada fire tube dan water tube boiler sama saja? Ataukah ada perbedaan? (mengenai penggunaan polimer dan phosphat) Mohon diperjelas dong. karena merupakan area yg paling panas (high heat flux). Utk EPRI guideline. berikut saya lampirkan.. setelah hampir 2 minggu tidak on-line di milis ini. corrosion product. Menjawab concerns pak Yudi & tanggapan pak Sosro Tadi. di dekat dinding tube. Boiler deposits bisa datang dari beberapa sumber : mineral yg ada di boiler water. Saya punya guideline phosphate treatment dari BEI (dari Modern Power Station Chemistry).tapi saya cari dulu somewhere . makin rendah kelarutan. aliran akan cenderung bersifat laminar. terjadi pembentukan uap air sehingga pada tube ini ada dua phase (uap-cair) yang mengakibatlan iron yang terdisperse akan terkonsentrasi dan berpotensi membentuk scale jika tidak sampai ke steam drum. saya baru bisa bales beberapa tanggapan rekan2 hari ini. tapi utk class LP . Di samping itu. Tanggapan 12 : YudaTomo Paks : Yudi/muchlis/sosro. permukaan tube yg tertutupi oleh steam. Air didalam boiler akan mengalir dari downcomer ke generating tube.. riser tube. Deposition paling berpotensi terjadi di wall dan screen tube. Mohon maaf. file yg saya punya besar sekali). treatment chemical. konsentrasi material terlarut di dinding tube jadi tinggi. wall tube dan roof tube kemudian ke steam drum. Mekanisme pembentukan deposit berhubungan dengan heat input dan turbulensi dari air boiler tube. akan tetapi fakta-nya. Saat steam bubbles ini terlepas dari dinding tube. olehkarena itu. berikut tanggapan saya. Pak Yudi. menyebabkan efek cucian oleh air ini sulit terjadi. Penggunaan Polymer. saya pernah baca .blowdown di Steam drum. Sebenarnya dengan turbulensi aliran diharapkan deposit di dinding tube akan tercuci.MP Boiler di bawah 60 bar. steam bubbles akan terbentuk pada atau di dekat dinding tube.

yg paling sering digunakan adalah EDTA & NTA. apalagi kalau deposit yg ada di boiler-tube (dari hasil examination) masih kurang dari 15 mg/cm2. Sementara Breakdown product dari NTA malah tidak berefek chelating sama sekali. Chelating agent. ca/mg-hardness). membentuk senyawa complex yg soluble dan stabil. penggunaan polymer dispersant utk HP boiler. EDTA akan mulai terdekomposisi pada tekanan 30 bar (T ~ 230 oC). except for extreme case. . sementara NTA pada P 60 bar (T ~ 275 oC). Yang perlu diingat. sehingga treatment ini mungkin hanya ekonomis kalo make up water-nya softened water bukan demineralized water. Chelant ini akan bereaksi dengan divalent & trivalent cation (termasuk iron. Tanggapan 12 : YudaTomo . copper. sehingga diperlukan banyak EDTA utk meng-complex sedikit hardness atau iron. Perlu diingat over feed chelant bisa menyebabkan chelant corrosion. spt yang pak Sosro sebutkan. Saya sendiri tetap beranggapan. kurang diperlukan. kebanyakan polymer dispersant ini akan makin kehilangan fungsinya dengan makin naiknya temperature & tekanan operasi. Betz. karena iron adalah kontaminan utama pada HP boiler system dengan make up water quality . bahkan CO2 yg dihasilkan bersifat korosif. EDTA & NTA ini adalah molekul besar & complex.) sdh mengeluarkan product2 utk iron dispersant yg sesuai utk aplikasi HP boiler.. Breakdown product EDTA memang masih menunjukkan properties utk scale-inhibitation.Aplikasi polymer dispersant pada HP Boiler akan lebih ditujukan utk iron. akan tetapi sangat jauh di bawah EDTA itu sendiri.demineralized water. beberapa water treatment company (spt Nalco. Nowadays. sayang sekali saya belum punya informasi yg cukup ttg ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful