Siklus litik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa

Siklus litik dari bakteriofage (dimulai dari kanan bawah ke kiri):1. adsorbsi & penetrasi 2. Pengabungan DNA virus dengan DNA sel 3. Replikasi DNA virus 4. Pembentukan kapsid 5. Pembentukan tubuh dan ekor bakteriofage 6. Lisis

Siklus litik dalam virologi merupakan salah satu siklus reproduksi virus selain siklus lisogenik. Siklus litik dianggap sebagai cara reproduksi virus yang utama karena menyangkut penghancuran sel inangnya. Siklus litik, secara umum mempunyai tiga tahap yaitu adsorbsi & penetrasi, replikasi (biosintesis) dan lisis [1] Setiap siklus litik dalam prosesnya membutuhkan waktu dari 10-60 menit
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Tahapan siklus

o o o 

1.1 Adsorbsi & penetrasi 1.2 Replikasi (Biosintesis) 1.3 Lisis

2 Catatan kaki

[sunting]Tahapan [sunting]Adsorbsi

siklus
& penetrasi

Tahap adsorbsi yaitu penempelan virus pada inang. Virus mempunyai reseptor protein untuk menempel pada inang spesifik. Setelah menempel, virus kemudian akan melubangi membran dari sel inang dengan enzim lisozim. Setelah berlubang, virus akan menyuntikkan DNA virusnya kedalam sitoplasma sel inang.

[sunting]Replikasi

(Biosintesis)

lalu menggunakan sel tersebut untuk memperolehenergi dalam bentuk ATP untuk melanjutkan proses reproduksinya. kemudian DNA akan mengarahkan virus untuk menghasilkan protein dan mereplikasi DNA virus untuk dimasukkan ke dalam virus baru yang sedang dibuat. yaitu adsorpsi dan penetrasi.1 Adsorpsi dan penetrasi 1. Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati dan virus-virus yang bebas akan menginvasi sel-sel lain dan siklus akan berulang kembali. Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid. Ratusan virus-virus kemudian akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom yang menghancurkan membran sel dan menyediakan jalan keluar untuk virus-virus baru.Setelah disuntikkan kedalam sel inang. penyisipan gen virus dan pembelahan sel inang. Tahap penyisipan tersebut kemudian membentuk provirus. Siklus lisogenik secara umum mempunyai tiga tahap.3 Pembelahan sel inang 2 Hubungan dengan siklus litik [sunting]Tahap siklus dan penetrasi [sunting]Adsorpsi . akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru. Daftar isi [sembunyikan]  1 Tahap siklus o o o  1. DNA[2][3] dari virus akan menonaktifkan DNA sel inangnya dan kemudian mengambil alih kerja sel inang. [sunting]Lisis Tahap lisis terjadi ketika virus-virus yang dibuat dalam sel telah matang. DNA dari virus. perbedaannya yaitu sel inangnya tidak hancur tetapi disisipi oleh asam nukleat dari virus. Tahapan dari siklus ini hampir sama dengan siklus litik.2 Penyisipan gen virus 1. Siklus lisogenik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Siklus lisogenik dalam virologi merupakan siklus reproduksi virus selain siklus litik. kapsid dibuat dari protein sel inang dan berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus.

secara umum mempunyai tahap: 1. Virus hanya bisa bereproduksi di dalam sel/jaringan yang hidup. Replikasi virus secara umum terbagi menjadi 2 yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Sebelum terjadi pembelahan sel. tahap penyisipan tersebut kemudian akan membentuk provirus (padabakteriofage disebut profage). virus melakukan penetrasi pada sel inang dengan menyuntikkan materi genetik yang terdapat pada asam nukleatnya kedalam sel. Virus membutuhkan bahan-bahan dari sel makhluk lain untuk bereplikasi (bereproduksi). [sunting]Pembelahan sel inang Sel inang yang telah disisipi kemudian melakukan pembelahan. kromosom dan provirus akan bereplikasi. [sunting]Hubungan dengan siklus litik Provirus yang baru dapat memasuki keadaan Litik dalam kondisi lingkungan yang tepat tetapi kemungkinannya sangat kecil. 2. Reproduksi virus terjadi dengan cara penggandaan materi genetik inang yang disebut replikasi. Adsorbsi: Penempelan virus pada inang. Kemungkinan akan bertambah besar apabila diberi agen penginduksi. Siklus litik. Siklus Litik Cara reproduksi virus yang utama menyangkut penghancuran sel inangnya. Injeksi/Penetrasi: virus melubangi membran sel inang dengan enzim lisozim. . [sunting]Penyisipan gen virus Asam nukleat dari virus yang telah menembus sitoplasma sel inang kemudian akan menyisip kedalam asam nukleat sel inang. provirus yang telah bereplikasi akan diberikan kepada sel anakan dan siklus inipun akan kembali berulang sehingga sel yang memiliki profage menjadi sangat banyak.Virus menempel pada permukaan sel inang dengan reseptor protein yang spesifik lalu menghancurkan membran sel dengan enzim lisozim.

DNA dari virus. Perakitan: Molekul-molekul protein (DNA) yang telah terbentuk kemudian diselubungi oleh kapsid.Setelah berlubang. 3. akan menjadikan sel inang sebuah tempat pembentukan virus baru. 4. berfungsi untuk memberi bentuk tubuh virus. 5. virus akan menyuntikkan materi genetiknya kedalam sitoplasma sel inang. . Sintesis/Replikasi: Materi genetik dari virus akan menonaktifkan materi genetik sel inangnya Kemudian mengambil alih kerja sel inang. Litik/Lisis/Pembebasan: Virus-virus yang telah matang akan berkumpul pada membran sel dan menyuntikkan enzim lisosom untuk menghancurkan membran sel.

dan fase lisis (fase penghancuran inang)  Fase ini dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi . fase perakitan (pembebasan virus baru). fase replikasi (sintesis).  DAUR LITIK  Daur hidup litik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan). Untuk Mudah mengingatnya slahkan gunakan ‘jembatan keledai‘: ADIN SI PELIT BEDA FASE LITIK DAN LISOGENIK Perkembangbiakan virus Virus selama reproduksi selalu berada di dalam tubuh organisme inang . mahkluk hidup sebagai inang yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya .Sel yang membrannya hancur itu akhirnya akan mati. fase infeksi (penetrasi). Mati terkapar kemudian di tinggalkan virus . yaitu daur litik ataukah daur lisogenik. karena ditubuh inang itulah dia mendapatkan seperangkat penyusun tubuhnya berupa kapsid yang tersusun atas protein yang tidak bisa susun sendiri yang hanya bisa diambil dari tubuh mahkluk hidup OK  Didalam proses reproduksi di dalam tubuh inang itu ada dua keputusan yang diambil berupa dua macam daur hidup.

mahkluk hidup sebagai inang tetap hidup karena sel inang tetap kuat . namun Profage masih berada yang diambilin proteinnya untuk membentuk kapsidnya .  Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus. 2. antibody untuk melawan antigen virus kuat sehingga virus hanya membentuk Profage penyatuan DNA virus dan DNA inang  Sel Inang masih melanjutkan aktivitasnya dengan baik . Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor. fase infeksi (penetrasi). .  Setelah asam nukleat masuk ke dalam sitoplasma sel. Fase Infeksi (Penetrasi)  Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang.DAUR LISOGENIK  Daur hidup lisogenik terdiri dari fase adsorbsi (penempelan). Virus harus mengenali reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan. Fase Adsorbsi Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri. Mati terkapar kemudian di tinggalkan virus didalam tubuh inang  Fase ini bisa berubah menjadi Litik ketika Profage mulai berulah karena sel inang daya antibody melemah sehingga terjadi penghancuran yang sama seperti litik yang berakhir dengan kematian Juga Gambar : Daur Hidup Virus litik-lisogenik DAUR LITIK 1.  Apabila virus masuk ke dalam siklus litik maka tahapan selanjutnya berturut-turut adalah replikasi. mampu juga membelah diri . tahap selanjutnya ditentukan apakah masuk ke dalam siklus litik atau siklus lisogenik. perakitan dan lisis sel bakteri.ini  Fase dicirikan inang yang digunakan untuk reproduksi . fase pengabungan dan fase pembelahan.

ekor dan serabut ekor. Virus-virus baru yang telah matang dan telah sempurna bentuk dan strukturnya akan keluar dari sel inang.blogspot.  Asam nukleat (molekul DNA atau RNA) dimasukkan ke dalam sel dan akan melakukan tugasnya sebagai blue print kehidupan virus. 4.Fase Perakitan  Struktur tubuh virus setelah disintesis mulai dirakit menjadi struktur virus yang utuh sebagai virus-virus baru. 3. Fase Infeksi (Penetrasi)  Fase infeksi merupakan fase yang melibatkan pemasukan materi genetik virus (asam nukleat) ke dalam sel organisme inang. dan fase pembelahan. Tetapi jika virus masuk ke dalam siklus lisogenik maka tahapan selanjutnya adalah pengabungan kedua macam asam nukleat (miliki virus dan milik sel inang). 2. Fase Adsorbsi  Virus (bakteriofage) dalam fase ini mulai melekatkan diri dengan organisme inang (bakteri Escherichia coli) pada bagian permukaan sel bakteri. seperti struktur capsid.  Virus harus mengenali reseptor virus pada permukaan sel bakteri sebelum melakuan perlekatan. Setelah asam nukleat virus berhasil dimasukkan ke dalam oragnisme inang.  Tetapi jika virus masuk ke dalam siklus lisogenik maka tahapan selanjutnya adalah pengabungan kedua macam asam nukleat (miliki virus dan milik sel inang). Proses keluarnya virus-virus baru dengan cara merusak struktur sel (lisis) sehingga sel innag pecah dan virus-virus dapat keluar dari sel. 2. . Fase lisis 1. Asembling .  Struktur virus pada fase ini mulai dibentuk. Ingat .  Apabila virus masuk ke dalam siklus litik maka tahapan selanjutnya berturut-turut adalah replikasi. yaitu mensintesis protein yang berhubungan dengan struktur dan enzim virus. dan fase pembelahan.  Setiap virus hasil perakitan memiliki struktur lengkap seperti virus pada umunya (memiliki capsid.  Alat yang digunakan oleh virus untuk melakukan perlekatan adalah serabut ekor yang ada di bagian dekat struktur ekor. virus-virus yang baru ini siap untuk menginfeksi sel inang lain. Fase Penggabungan -Pembentukan PROFAGE   Fase penggabungan dapat dialami oleh virus ketika memasuki siklus hidup lisogenik. 3.  Setelah asam nukleat masuk ke dalam sitoplasma sel. ekor dan serabut ekor).com)  DAUR LISOGENIK 1. tahap selanjutnya ditentukan apakah masuk ke dalam siklus litik atau siklus lisogenik. perakitan dan lisis sel bakteri.A-P-E-A-L (Biologigonz. Eklipase -Replikasi (sintesis)  Molekul DNA Virus dalam fase ini memulai fungsinya sebagai materi genetik.

 Jika jumlah DNA virus yang dibutuhkan sudah cukup. DNA virus akan memisahkan kembali dan virus akan masuk ke daur litik melalui fase sintesis (replikasi).  Begitu juga seterusnya. Selanjutnya asama nuklaet tersebut bergabung dengan DNA Kromosom organisme inang. dalam hal ini DNA Kromosom bakteri. maka akan didapat dua sel bakteri yang masing-masing di dalamnya terdapat DNA virus. 4. DNA Kromosom bakteri adalah DNA yang memiliki informasi genetik bakteri termasuk salah satunya adalah informasi perintah untuk melakukan pembelahan sel. Daur Litik .  Akhir Cerita DAUR LISOGENIK ini akan berubah menjadi litik dengan pembentukan virus baru apabila inang tidak kuat sehingga profage menghancurkan inangnya . Fase pembelahan  Virus pada fase ini akan memanfaatkan proses pembelahan sel bakteri untuk penggandaan materi genetiknya yang sudah bergabung dengan DNA Kromosom.  Penggabungan materi genetik ini bertujuan untuk menitipkan DNA atau RNA virus ke DNA Kromosom untuk selanjutnya ikut digandakan saat proses pembelahan sel.  Jika satu sel bakteri membelah menjadi dua bakteri (saat pembelahan biner). dari dua sel bakteri tersebut akan tersu mengalami pembelahan dan jumlah DNA virus yang dihasilkan adalah sebanding dengan jumlah sel bakteri hasil pembelahan.

OK PERHATIKAN SKEMA REPRODUKSI SEHINGGA SEMAKIN JELAS Tipe litik .Daur Lisogenik Berikut kami berikan perbedaan keduanya untuk konklusi .

Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme. sel hewan. Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. yaitu sel bakteri mengalami lisis (pecah) 8. Daur litik melalui fase-fase berikut ini: 14. yaitu melalui fase adsorpsi. dan lisis. yaitu DNA virus mengadakan replikasi diri menjadi banyak. yaitu DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri. injeksi. perakitan. pengabungan. yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada daerah reseptor (penerima) yang khusus 2. 1. yaitu jika sel bakteri membelah menjadi 2. yaitu menempelnya ekor virus pada dinding sel bakteri pada daerah reseptor (penerima) yang khusus 2. DNA virus disebut profage 4. a. fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri. terbentuklah DNA virus dan kapsid dalam jumlah banyak 4. yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang 3. daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site : receptor spot). Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi. 12. terbentuk 100 – 200 virus baru 5. perakitan. yaitu masuknya materi genetik virus ke dalam sel inang 3. atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. litik. sintesis.1. DNA virus juga ikut dalam proses pembelahan itu sehingga setiap sel anak bakteri mengandung profage 5. Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage. virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri. Daerah ini khas bagi fag tertentu. sedangkan pada daur lisogenik. yaitu dimasukannya DNA virus dalam kapsid. yaitu DNA virus mereplikasi diri dan mensintesis protein kapsid 6. pembelahan. yaitu DNA virus masuk ke dalam kapsid 7. 11. kemudian mengadakan sintesis protein kapsid. Oleh karena itu. sintesis. adsorbsi. sintetis. tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri. virus menginfeksi sel bakteri. 10. Dengan ujung ekornya. Infeksi secara litik/daur litik 13. dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Reproduksi Virus . virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi. yaitu sel inang mengalami lisis atau kejang sehingga virus-virus baru terhambur 2. injeksi. sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah. Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam. Tipe lisogenik 1. Fase adsorpsi dan infeksi 15. Pada daur litik. adsorbsi. yaitu daur litik dan daur lisogenik. litik. 9.

sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif. Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit. Fase pembelahan 29. 2. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya. 3. Fase Replikasi (fase sintesis) 18. Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel. Fase Pembebasan virus fag . DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan. 1. b. 28. Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim. 22. Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini: 24. Gen aktif berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.fag baru / fase lisis 20. Fag menempel pada tempat yang spesifik.16. 2. Fase adsorpsi dan infeksi 25. Dalam bentuk profag. sel bakteri akan pecah (lisis). Virus melakukan penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri. serta membentuk selubung protein. 3. Sesudah fag baru terbentuk. 26. 19. sehingga keluarlah fag yang baru. profag ikut membelah sehingga dua sel anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Fase penggabungan 27. Infeksi secara lisogenik/daur lisogenik 23. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang mengandung profag membelah. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. . 21. 17. maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Bila bakteri membelah diri. DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag.

39. influensa. bahkan beberapa jenis kanker disebabkan oleh virus Di sisi lain. 32. 31. Beberapa penyakit pada manusia yang disebabkan virus diantaranya cacar. 33. herpes. 35. 36. Virus dapat bergabung dengan beberapa materi genetik dari sel inangnya. virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. peristiwa tersebut dikenal dengan istilah transduksi Catatan lain dari virus Menurut para ahli biologi. Beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik: Siklus/daur litik • Waktu relatif singkat • Menonaktifkan bakteri • Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri Siklus/daur lisogenik  • Waktu relatif lama • Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus • Terikat pada kromosom bakteri Virus menyebabkan penyakit pada sel eukariot. karena virus memiliki kemampuan mentransfer materi genetik dari satu species ke species lain. dan AIDS. 38. . 30. 34. makavirus banyak dimanfaatkan para ahli untuk kegiatan rekayasa genetika. polio. kemudian bereplikasi. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai ciri-ciri makhluk hidup. 37. ebola. demam.tetapi terjadi penyusunan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri yang diserang. selanjutnya mentransfer informasi genetik ke sel inang berikutnya.

strukturnya terdiri dari: a.misalnya mempunyai DNA (asam deoksiribonukleat) dan dapat berkembang biak pada sel hidup. Kapsid Kapsid adalah selubung yang berupa protein. yakni DNA saja atau RNA saja. Iwanoski (1892) pada tanaman tembakau. Twort dan Herelle (1917) penemu Bakteriofage. batang. Stanley (1935) berhasil mengkristalkan virus mosaik pada tembakau. dilanjutkan M. Kapsid juga dapat terdiri atas protein monomer yang yang terdiri dari rantai polipeptida. Para penemu virus antara lain D. Bagian isi disebut sebagai virion. 1. Memiliki ciri-ciri benda mati seperti tidak memiliki protoplasma dan dapat dikristalkan. Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. Satu unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer. c. Loffern dan Frooch (1897) menemukan dan memisahkan virus penyebab penyakit mulut dan kaki (food and mouth diseases). Wendell M. huruf T. Beijerinck (1898). kumparan Kapsid tersusun dari protein yang berisi DNA saja atau RNA Dapat dikristalkan Aktivitasnya harus di sel makhluk hidup 2. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. Kapsid terdiri atas kapsomer. Isi tubuh Bagian isi tersusun atas asam inti. bulat. Ciri-ciri Virus Berukuran ultra mikroskopis Parasit sejati/parasit obligat Berbentuk oval. Pengetahuan tentang virus terus berkembang sampai lahir ilmu cabang biologi yang mempelajari virus disebut virology. b. DNA atau . Reed (1900) berhasil menemukan virus penyebab kuning (yellow fever). Struktur Virus Untuk mengetahui struktur virus secara umum kita gunakan bakteriofage (virus T).

virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T. d. H5N1). Berdasarkan isi yang dikandungnya. HIV.RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Selain itu di dalam isi virus terdapat beberapa enzim. . Virus yang menginfeksi sel eukariotik tidak mempunyai ekor. virus cacar) dan virus RNA (virus influenza. Ekor Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful