BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Salah satu indikator keberhasilan suatu negara dalam pembangunan adalah bergairahnya sektor usaha. Kemajuan pada sektor usaha dengan sendirinya memerlukan dana investasi yang cukup besar dalam rangka melakukan pengembangan-pengembangan usaha. Pasar modal adalah salah satu alternatif atau sarana dalam memobilisasi dana masyarakat serta sekaligus sebagai sarana investasi bagi pemilik modal. Menurut Munir Fuady, pasar modal adalah “Suatu pasar dan dana-dana jangka panjang baik utang maupun modal sendiri diperdagangkan. Danadana jangka panjang yang merupakan utang biasanya berbentuk obligasi, sedangkan dana jangka panjang biasanya berbentuk saham”1. Sedangkan I Nyoman Tjager menyebutkan bahwa “Pasar Modal disamping sebagai sumber pembiayaan dunia usaha juga merupakan wahana investasi bagi masyarakat pemodal, sehingga melalui pasar modal potensi dan kreasi masyarakat dapat dikerahkan dan dikembangkan menjadi suatu kekuatan yang nyata bagi peningkatan kemakmuran rakyat untuk mewujudkan masyarakat indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”2. Pasar modal adalah industri yang sangat dinamis, atraktif, selalu berubah dan mempunyai interdepedensi yang sedemikian tinggi dengan sektor jasa keuangan lainnya di tingkat domestik, regional maupun global. Karakteristik tersebut membawa konsekuensi terhadap perlunya regulator yang independen

1

Munir Fuady, Pasar Modal Modern (Tinjauan Hukum), PT. Citra Aditya Bakti, Bandung,

1996, h. 8.
2

I Nyoman Tjegger, Pokok-pokok Materi Undang-undang Pasar Modal, Universitas Udayana,

Bali, h. 97

1

serta siap menghadapi dinamika dari perubahan tersebut3. Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-2004 menyebutkan bahwa untuk

menciptakan industri pasar modal yang efektif dan efisien perlu dibentuk suatu lembaga independen yang mengawasi kegiatan di bidang pasar modal. Selain itu, berdasarkan Pasal 34 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia, disebutkan bahwa pengawasan industri pasar modal dilakukan oleh lembaga pengawas sektor jasa keuangan. Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari Pasar Modal dilakukan oleh BAPEPAM yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. Kemudian dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 606/KMK.01./2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, organisasi unit eselon I Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan unit eselon I Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK) digabungkan menjadi satu organisasi unit eselon I, yaitu menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Penggabungan kedua badan/lembaga tersebut dimaksudkan agar lebih efektif dan efisien dalam menjalankan regulasi sektor keuangan, disamping dalam kerangka mengikuti perkembangan dunia pasar modal yang semakin cepat dan atraktif. Dari uraian tersebut, maka menarik untuk dikaji mengenai kedudukan dan wewenang Bapepam-LK sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan.

3

Republik Indonesia, Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009, Bapepam, Jakarta,

2005, h. 5.

2

B. Rumusan Masalah Untuk identifikasi masalah dalam membahas mengenai kedudukan dan wewenang Bapepam-LK sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan, pembahasan difokuskan pada dua hal :

1. Kedudukan Bapepam-LK dan Pihak-Pihak yang Terkait dalam Penanaman Modal Bagaimana kedudukan Bapepam-LK dan pihak-pihak yang terkait sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan ? Apa saja organ yang dimiliki dalam menunjang aktivitasnya ?

2. Wewenang Bapepam-LK dan Pihak-Pihak yang terkait dalam Penanaman Modal Apa saja wewenang Bapepam-LK sebagai badan otoritas di bidang pasar modal, lembaga keuangan dan pihak-pihak yang terkait dalam penanaman modal ?

3

Sementara penyelenggara pasar bursa diserahkan pada pihak swasta. Bapepam-LK berkedudukan sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dualisme fungsi Bapepam tersebut dihapus dengan harapan Bapepam dapat lebih memfokuskan diri pada pengawasan dan pembinaan pasar modal. Selain itu juga menyelenggarakan Bursa Pasar Modal yang efektif dan efisien. dibentuklah Bapepam yang pada saat itu kepanjangannya adalah Badan Pelaksana Pasar Modal.52 tahun 1976. mengatur. berada di bawah Menteri Keuangan dengan tugas membina. Kedudukan Bapepam-LK Ketika pasar modal diaktifkan kembali oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1976. 1548 tahun 1990. Bapepam dipimpin oleh seorang ketua yang diangkat oleh Presiden dan dalam melaksanakan tugasnya ia bertanggung-jawab kepada Menteri Keuangan. Namun setelah dikeluarkannya Keppres 53 tentang Pasar Modal dan SK Menkeu No. Bapepam bertugas mengadakan penilaian terhadap perusahaan-perusahaan yang akan menjual saham-sahamnya melalui pasar modal.01./2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan mengawasi kegiatan pasar modal serta merumuskan dan 4 . Menurut Keppres No. Selain bertindak sebagai penyelenggara.BAB II PEMBAHASAN A. serta secara terus-menurus mengikuti perkembangan perusahaanperusahaan yang menjual sahamsahamnya melalui pasar modal. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 606/KMK. pada saat itu Bapepam sekaligus merupakan pembina dan pengawas. organisasi unit eselon I Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan unit eselon I Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK) digabungkan menjadi satu organisasi unit eselon I. yaitu menjadi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). apakah telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan apakah perusahaan dalam keadaan sehat serta baik. Penggabungan ini sebagai respon atas semakin terintegrasinya industri jasa keuangan.

Hal ini ditujukan dalam rangka mengurangi tingkat risiko di sektor keuangan dan mengantisipasi berkembangnya universal product. sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. asuransi serta lembaga keuangan lainnya. Biro Dana Pensiun B. Pembiayaan. Biro Perbankan. perbankan. meningkatkan kepercayaan pasar. Biro Transaksi dan Lembaga Efek 8. Ketua Bapepam dan LK 2. maka saat ini pengawasan dilakukan oleh suatu institusi pengawas terpadu yang mengawasi seluruh kegiatan sektor keuangan. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan 11. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan 10. Sekretaris Bapepam dan LK 3. Biro Pemeriksaan dan Penyidikan 6. Dalam menjalankan tugasnya. Struktur organisasi Bapepam-LK terdiri dari : 1. Wewenang Bapepam-LK Kecenderungan diterapkannya sistem pengawasan industri jasa keuangan secara terpadu di banyak negara memicu regulator di Indonesia menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. dana pensiun. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan memiliki beberapa organ pelaksana. 5 . Biro Perasuransian 13.melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. Biro Pengelolaan Investasi 7. dan Penjaminan 12. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa 9. Jika sebelumnya pengawasan pasar modal dilakukan oleh institusi khusus pengawas pasar modal. Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum 4. Institusi pengawasan terpadu ini dibentuk dengan maksud untuk menciptakan lembaga pengawas yang terintegrasi bagi pasar modal. dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Biro Riset dan Teknologi Informasi 5.

standar praktik bisnis keuangan. pedoman kriteria dan prosedur di bidang lembaga keuangan. PT. Penegakan peraturan di bidang pasar modal. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin usaha. Bapepam-LK memiliki wewenang untuk membina. dan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga keuangan. 1997. dan pengawasan sehari-hari pasar modal dilakukan oleh 4 Fuad Rahmany. Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. h. 3. 07 April 2008. Pengantar Tentang Pasar Modal di Indonesia. Dalam melaksanakan wewenang tersebut Bapepam-LK menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :5 1. Bandung. 52. 8. 2. Penyusunan peraturan di bidang pasar modal. 9. h. norma. Perumusan standar. dan mengawasi kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. 11. 4. Citra Aditya Bakti. dan mengurangi kejahatan di bidang keuangan4. 5. 10. pengaturan. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan. Kliring dan Penjaminan. Makalah Seminar Pasar Modal Cides.perlindungan konsumen. 4. pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang bergerak di pasar modal. 6. 7. Berdasarkan Undang-undang No. Cides. Pelaksanaan tata usaha Badan. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal. pembinaan. Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan. 5 Nindyo Pramono. persetujuan. transparansi. Jakarta. mengatur. 6 .

Wakil Perantara Pedagang Efek. Lembaga Kliring dan Penjaminan. Efek. menerbitkan peraturan pelaksanaan dari perundang-undangan di bidang pasar modal. e. memberi : 1) izin usaha kepada Bursa Efek. persetujuan dan pendaftaran kepada para pelaku pasar modal. mewajibkan setiap Pihak untuk : 1) menghentikan atau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan di Pasar Modal. f. atau 7 . Dalam pasal 5 Undang-undang No. dan melakukan penegakan hukum atas setiap pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal. Perusahaan. 8 Tahun 1995 disebutkan bahwa Bapepam berwenang untuk : a. c. dan Wakil Manajer Investasi. dan 3) persetujuan bagi Bank Kustodian. atau membatalkan efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Bapepam mempunyai kewenangan untuk memberikan izin. Dalam melaksanakan fungsi tersebut. serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnya komisaris dan atau direktur yang baru. menunda. Reksa Dana. memproses pendaftaran dalam rangka penawaran umum. menetapkan persyaratan dan tata cara Pernyataan Pendaftaran serta menyatakan. 2) izin orang perseorangan bagi Wakil Penjamin Emisi Efek. wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. mewajibkan pendaftaran Profesi Penunjang Pasar Modal dan Wali Amanat. dan Biro Administrasi Efek. Penasihat investasi.Bapepam yang bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur. menetapkan persyaratan dan tata cara pencalonan dan memberhentikan untuk sementara waktu komisaris dan atau direktur serta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek. mengadakan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap Pihak dalam hal terjadi peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang ini dan / atau peraturan pelaksanaannya. b. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian. Lembaga Kliring dan Penjaminan. d.

Selain diatur dalam Undang-undang No. pemeriksaan. izin orang perseorangan. membekukan atau membatalkan pencatatan suatu Efek pada Bursa Efek atau menghentikan Transaksi Bursa atas Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu guna melindungi kepentingan pemodal. g. Lembaga Kliring dan Penjaminan atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalkan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud. menetapkan instrumen lain sebagai Efek selain yang telah ditentukan dalam Pasal angka 5. p. wewenang dan fungsi Bapepam-LK juga diatur pada : 8 . mengumumkan hasil pemeriksaan. o. atau pendaftaran profesi berdasarkan Undang-undang ini. i. m. melakukan hal-hal lain yang diberikan berdasarkan pada Undang-undang Pasar Modal. memberikan penjelasan lebih lanjut yang bersifat teknis atas Undang-undang ini atau peraturan pelaksanaannya. menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu tertentu dalam hal keadaan darurat. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.2) mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi akibat yang timbul dari iklan atau promosi dimaksud. h. j. melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian masyarakat sebagai akibat pelanggaran atas ketentuan dibidang Pasar Modal. persetujuan. persetujuan. menunjuk Pihak lain untuk melakukan pemeriksaan tertentu dalam rangka pelaksanaan wewenang Bapepam sebagaimana dimaksud dalam huruf g. atau 2) Pihak yang dipersyaratkan memiliki ijin usaha. pendaftaran. menetapkan biaya perizinan. memeriksa keberatan yang diajukan oleh Pihak yang dikenakan sanksi oleh Bursa Efek. k. n. l. dan penelitian serta biaya lain dalam rangka kegiatan Pasar Modal. melakukan pemeriksaan terhadap : 1) setiap Emiten atau Perusahaan Publik yang telah atau diwajibkan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam. dan q.

1. baik secara sendiri maupun secara bersama-sama. Publikasi yang selalu dilakukan atas harga efek dan keadaan pasar dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang real dan objektif tentang pasar./2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. 4. serta mampu mewujudkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebagai penggerak perekonomian nasional yang tangguh dan berdaya saing global.01. Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 1995 tentang tata cara pemeriksaan di bidang pasar modal. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 503/KMK. 3. Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 1995 tentang penyelenggaraan kegiatan di bidang pasar modal. Dengan terintegrasikannya Bapepam dan Lembaga Keuangan dalam satu institusi. bukan merupakan sesuatu yang direkayasa. Manipulasi pasar merupakan tindak pidana yang pengaturannya hanya berlaku bagi kegiatan di bursa efek saja. Manipulasi pasar dapat berbentuk manipulasi terhadap perdagangan efek dan manipulasi terhadap harga efek. sehingga dapat menjadi otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan yang independen dan profesional. pasal 93 UU Pasar Modal. maka diharapkan Bapepam-LK dapat melaksanakan wewenang dan fungsinya dengan lebih efektif dan efisien. khususnya terkait perdagangan efek/saham terdaftar di bursa efek. Tindakan manipulasi pasar dan manipulasi harga merupakan tindakan yang dilakukan dengan perantaraan anggota bursa. Gambaran semu dan menyesatkan dalam transaksi dapat dilakukan oleh anggota bursa dengan cara melakukan transaksi efek tanpa mengakibatkan perubahan kepemilikan atas efek tersebut (wash sales). yang dapat memberikan gambaran bahwa transaksi efek atau harga efek yang terjadi adalah sesuai dengan kekuatan pasar. Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 606/KMK.01/1997 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal. atau melakukan penawaran (jual-beli efek) pada harga tertentu yang sudah disepakati sebelumnya.d. Ketentuan tindak kejahatan manipulasi pasar diatur di dalam pasal 91 s. 9 . 2.

Terhadap beberapa kasus. investor ingin agar apa yang terjadi di pasar memang merupakan cerminan dari kekuatan penawaran dan permintaan. Transaksi ini dimaksudkan untuk menciptakan “a misleading appearance of active trading (penampilan menyesatkan perdagangan aktif)”. penjual tidak menyerahkan saham kepada pembeli. Kendatipun demikian. dan pembelinya pun tidak menerima saham yang dijual. Bahkan. berdasarkan pasal 102 UU Pasar Modal. Dengan kata lain.Transaksi semu ini dapat dilakukan dengan atau tanpa barang sama sekali. Bapepam diberikan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi administratif kepada pihak yang melanggar UU Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya. Dari kewenangan yang dimiliki oleh Bapepam. dapatkah wewenang ini dijalankan secara maksimal oleh Bapepam? Kewenangan yang dimiliki oleh Bapepam. karena yang diinginkan oleh masyarakat adalah gambaran real tentang pasar. dapatlah kita katakan bahwa Bapepam adalah polisi khusus bagi pasar modal. seolah-olah cerminan kekuatan pasar tersebut adalah gambaran yang nyata dan benar tentang pasar. Dengan demikian dalam kasus ini. Salah satu kewenangan yang diberikan kepada Bapepam oleh UU Pasar Modal adalah mengadakan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap pihak dalam hal terjadi peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran terhadap Undangundang Pasar Modal dan atau peraturan pelaksanaannya. Bapepam berhasil membuktikan pelanggaran pihak-pihak tertentu terhadap UU Pasar Modal dan peraturanperaturan pelaksanaannya serta menjatuhkan sanksi administratif bagi pihak-pihak tersebut. cukup untuk menjadikannya sebagai lembaga yang efektif untuk memberantas kejahatan-kejahatan yang terjadi di pasar modal. Tindakan manipulasi pasar sudah semestinya dilarang. Wewenang Bapepam untuk melakukan pemeriksaan dan penyidikan dijabarkan lebih lanjut di dalam pasal 100 dan pasal 101 UU Pasar Modal. 10 . bukan sesuatu yang dibuatbuat. yang dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat bersangkutan dalam berinvestasi.

45 Tahun 1995) : 1. b. Namun tidak semua pihak yang berfungsi sebagaimana profesi tersebut di atas dapat menjadi profesi penunjang pasar modal. Wewenang dan Kewajiban Pihak-Pihak yang terkait dengan Pasar Modal Kegiatan profesi penunjang pasar modal dilakukan oleh (lihat Pasal 56 PP No. 8 Tahun 1995. maka setiap Konsultan hukum pasar modal wajib melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. 4. Adanya integritas. maka pihak-pihak yang menyandang profesi Konsultan hukum haruslah mendaftarkan diri di Bapepam. Pasal 56 PP No. Berkenaan dengan hal tersebut. Adanya kewajiban untuk mentaati kode etik dan standar profesi yang ditetapkan oleh asosiasi profesi masing-masing. Adanya keharusan bersikap hati-hati dan teliti. 11 . serta memiliki tanggung jawab penuh sesuai dengan keahliannya (duty skill of care). Akuntan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 64 ayat 2 Undang-undang No. Dalam rangka melaksanakan tugasnya di dalam kegiatan pasar modal. Agar supaya dapat menjadi Konsultan pasar modal. Kode etik dan standar profesi ini dimaksudkan sebagai suatu standar pemenuhan kualitas minimal jasa yang diberikan kepada kliennya. 2. dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap Profesi Penunjang Pasar Modal untuk mentaatinya.: 45 Tahun 1995. konsultan hukum terwadahi dalam asosiasi profesinya yang disebut HKPM. Notaris.C. 8 Tahun 1995 Jo. sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 66 UU No. Pemilik. yaitu yang bersangkutan menjalankan usahanya dengan integritas yang tinggi. Pada umumnya standar profesi penunjang pasar modal memiliki tiga unsur utama yaitu : a. Konsultan hukum 3.

hubungan keluarga karena perkawinan dan keterunan sampai derajat kedua. membuat perjanjian bagi kepentingan dalam efek atau bagian dari laba emiten. a. Hal tersebut dimaksdukan agar supaya pendapat dan penilaian yang diberikan oleh Konsultan hukum Pasar Modal dilakukan secara profesional dan bebas dari pengaruh pihak yang memberikan tugas. c. 12 . Adanya kewajiban untuk memberikan pendapat dan penilaian yang independen. sehingga pendapat atau penilaian yang diberian obyketif dan wajar. hubungan antara pihak dengan pegawai. b. direktur. antara lain memberikan jasa-jasa bagi emiten yang terafiliasi. sebagaimana ditentukan di dalam Pasal 67 UU No. serta harus menghindari benturan kepentingan (conflick of inferest). hubungan antara 2 (dua ) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama. Hal tersebut berakibat adanya larangan bagi konsultan hukum pasar modal. yang mempengaruhi kebebasan dan independen. dan setiap Profesi Penunjang Pasar Modal. atau komisaris dari pihak tersebut. 8 Tahun 1995). 2. Memegang prinsip know your costumer atau mengetahui latar belakang klien atau nasabahnya yang berinvestasi. baik secara horizontal maupun vertikal. Adapun yang dimaksudkan dengan pihak terafiliasi adalah : (Pasal 1 angka 1 UU No. Hal tersebut dimaksudkan agar supaya tidak pernah terjadi kompromi atau kolusi antara konsultan hukum pasar modal dengan emiten. Dengan demikian kode etik standart profesi dari konsultan hukum. yang sebenarnya menjadi sumber pendapatan dari konsultan hukum pasar modal tersebut dan diharapkan jangan terjadi adanya laporan dari konsultan hukum pasar modal tersebut yang sepertinya direkayasa untuk memenuhi selera emiten. 8 Tahun 1995. misalnya adanya pendapat hukum (legal opinion) yang tidak berdasarkan pada data atau fakta yang telah diungkapkan dalam pemeriksaan hukum (legal audit). harus dijaga seketat mungkin di dalam kegiatan pasar modal.c.

untuk memastikan bahwa perusahaan itu telah lulus dan telah memenuhi persyaratan untuk dapat menawarkan efeknya. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama. bukan sekedar percaya kepada keterangan/informasi yang diberikan oleh direksi dan/atau komisaris. Untuk itu setiap konsultan hukum pasar modal dalam rangka penjalankan tugasnya dituntut untuk mengkaji dan mempelajari semua dokumen dari cara emiten. oleh pihak yang sama. merupakan persiapan untuk melakukan pembelaan diri bagi setiap setiap profesi penunjang pasar modal apabila terjadi tuntutan atau 13 . Hal tersebut dimungkinkan karena adanya tendensi untuk membuat suatu jasa pelayanan profesional dalam bisnis pasar modal. baik langsung maupun tidak langsung. e. hubungan antara perusahaan dan pihak. Adanya kewajiban dalam melakukan due diligence. Dengan demikian dituntut adanya kejujuran dari setiap konsultan hukum pasar modal untuk betul-betul berpraktek secara indenpenden. dalam hal ini Konsultan hukum pasar modal. yang biasanya hanya berupa fotocopy dokumen. untuk memverifikasikan keakuratan dari prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan sekuritas perusahaan dan merupakan standar untuk penyelidikan dan penelitian yang merupakan bagian dari proses go public. b. Due diligence merupakan kewajiban mutlak bagi piohak yang berkepentingan. Tujuan utama adanya kewajiban due diligence ini adalah: a. yang dilakukan oleh Konsultan hukum pasar modal dalam proses penawaran umum oleh Emiten. mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut. dimana melibatkan emiten sebagai pemilik modalnya. Dengan demikian due diligence dapat dimaknakan sebagai suatu penelitian yang mendalam. 3. f. dan diharapkan tidak menjadi kepanjangan tangan dari emiten. yang keberadaan dalam satu atap.d. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung.

Konsultan hukum wajib untuk meneliti keabsahan Akta Pendirian berserta perubahan-perubahannya. seperti pengendalian perusahaan. hal-hal pokok yang menjadi perhatian Konsultan hukum pasar modal dapat diperinci sebagai berikut : a. 14 . untuk memastikan tidak ada perubahan yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Hal ini sejalan dengan ketentuan di dalam penjelasan Pasal 80 UU No. b. d. lisensi-lisensi serta lingkungan hidup. yang menentukan diantaranya sebagai berikut: “profesi penunjang pasar modal tidak dapat dituntut ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh pemodal apabila … telah melakukan langkah-langkah konkrit yang diperlukan untuk memastikan kebenaran dari pernyataan atau keterangan yang diungkapkan dalam Pernyataan Pendaftaran”. Konsultan hukum wajib untuk meneliti catatan-catatan/risalah rapat (RUPS/direksi. untuk dapat mengetahui keputusan rapat dan segala hal yang terjadi sewaktu rapat tersebut berlangsung. tata cara pemilikan organ perseroan. c. seperti izii-izin dari lembaga pemerintah. Selanjutnya dalam rangka pelaksaan due diligence tersebut. untuk memastikan tidak ada ketentuan dalam pasal-pasalnya yang akan membawa akibat yang kurang baik bagui proses penawaran umum efek perusahaan. Konsultan hukum wajib untuk meneliti keabsahan dokumen-dokumen penting perusahaan. 8 Tahun 1995. sertifikat tanah dan bangunan.gugatan dari pihak-pihak yang dirugikan dalam rangka penawaran umum efek tersebut. Konsultan hukum wajib untuk meneliti Anggaran Dasar perusahaan berserta perubahan-perubahan.

Konsultan hukum wajib untuk meneliti Perjanjian hutang untuk memastikan adanya tidak adanya perjanjian yang berakibat tidak baik terhadap hukum dimasa yang akan datang. juga pendapatnya tentang emiten sendiri yang dimuat dalam prospektus yang diterbitkan dalam rangka emisi. D. Konsultan hukum wajib untuk meneliti Kontrak-kontrak dengan pemasok. 15 . Serta legal opinion ini wajib dimuat dalam prospektus yang dibuat oleh Emiten. Sebagaimana ditentukan dalam Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-51/PM/1996. Hal tersebut diwujudkan dengan pembuatan legal audit (pemeriksaan hukum) dan legal opinion (pendapat hukum). bahwa pendapat dari Konsultan hukum pasar modal antara lain meliputi: a. yang dapat mengancam kelancaran bisnis perusahaan. Membantu membereskan segala aspek hukum suatu perusahaan yang akan go publik. keabsahan perjanjian-perjanjian dalam rangka Penawaran Umum dan perjanjian penting lainnya. untuk menjamin tidak ada kontrak-kontrak yang disembunyikan yang akan berakibat merugikan perusahaan dimasa yang akan datang. keabsahan akta pendirian serta Anggaran Dasar dan perubahanperubahannya. b. f.e. dengan jalan memberikan nasehat dan pendapat yang diperlukan oleh emiten. g. Konsultan hukum wajib untuk meneliti Proses hukum yang sedang berjalan dan mungkin akan terjadi. Legal audit dipakai oleh seorang Konsultan hukum pasar modal sebgai landasan untuk membuat legal opinion. Peranan Konsultan Hukum Pasar Modal Dalam melaksanakan tugasnya Konsultan hukum pasar modal mempunyai peranan sebagai berikut: 1.

c. yang diduga telah melakukan pelanggaran hukum pasar modal. 4. 3. tuntutan perdata atau pidana serta tindakan hukum lainnya menyangkut Emiten. 2. diajukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan telah memperoleh semua persetujuan yang diperlukan. Pendapat hukum haruslah dibuat oleh konsultan yang ditunjuk oleh Emiten dan berkulaitas sebagai konsultan hukum yang independen. g. misalnya dengan melakukan restrukturisasi dalam berbagai hal. status pemilikan aktiva yang materiil dari Emiten. ada beberapa aspek yang menonjol dalam pendapat hukum. komisaris atau direktur. akuntan. apakah semua izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha yang direncanakan Emiten telah diperoleh. c. yaitu : a. b. Di samping itu berkenaan dengan pendapat hukum. Ikut mendampingi dan memberikan advis hukum kepada kliennya. Membenahi suatu perusahaan yang akan go publik. e. Pendapat hukum merupakan dasar penilaian perjanjian. Ikut membantu profesi lain yang terlibat dalam kegiatan pasar modal untuk menangani masalah-masalah hukum. hal-hal yang materiil lainnya sehubungan dengan status hukum dari Emiten dan penawaran Efek yang akan dilaksanakan. Pendapat hukum haruslah yang dapat diterima oleh perjanjian. seperti membantu notaris. 16 . f. sengketa (litigasi) yang penting dan relevan. underwriter dalam pembuatan kontrak-kontrak. apakah modal Emiten dan perubahan-perubahan yang direncanakan. d.

Pekerjaannya telah dilakukan sesuai dengan norma pemeriksaan. 8 Tahun 1995. Telah pula melakukan langkah-langkah kongkrit yang diperlukan untuk memastikan kebenaran dari pernyataan atau keterangan yang diungkapkan dalam suatu Pernyataan Pendaftaran. c. Kriteria tersebut ditentukan secara tegas di dalam penjelasan Pasal 80 ayat 3 yang bunyi lengkapnya adalah sebagai berikut: “Penjamin Pelaksana Emisi Efek atau Profesi Penunjang Pasar Modal tidak dapat dituntut ganti rugi atas kerugian yang dideriat oleh pemodal apabila penjamin pelaksana emisi efek atau profesi penunjang pasar modal tersebut telah melakukan penilaian atau memberikan pendapatnya secara profesional. b. Adapun penilaian atau pendapat tersebut dianggap telah diberikan secara profesional apabila telah memenuhi kriteria sebagai berikut : a. d. Tanggung Gugat Konsultan Hukum Pasar Modal Pada prinsipnya tanggung gugat Konsultan hukum pasar modal hanya terbatas pada pendapat atau keterangan yang diberikannya dalam rangka pernyataan pendaftaran baik dalam bentuk legal audit maupun legal opinion. dalam hal ini Bapepam untuk memecahkan berbagai peraturan hukum pasar modal. prinsip-prinsip dan kode etik masing-masing 17 . Bahkan lebih lanjut ditentukan dai dalam Pasal 80 ayat 3 UU No. E. dalam hal ini sering disebut kewajiban due diligence (pemeriksaan yang mendalam).5. dalam arti pekerjaannya telah dilaksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan. bahwa Konsultan hukum pasar modal tidak bertanggung gugat atas kerugian yang diderita oleh investor apabila Konsultan hukum pasar modal. oleh karena itu investor hanya dapat menuntut ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat dari pendapat atau penilaian yang diberikan oleh Konsultan hukum pasar modal tersebut (lihat Pasal 80 ayat (2) UUPM beserta penjelasannya). Pendapatnya atau penilaiannya itu telah diberikan secara independen. Tersebut telah melakukan penilaian atau memberikan pendapatnya secara profesional. Merupakan mitra pemerintah. Sesuai pula dengan prinsip-prinsip dan kode etik profesinya.

8 Tahun 1995 yang menyebutkan bahwa tuntutan ganti rugi itu hanya diajukan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak pernyataan pendaftaran efektif. Usulan amendemen ini semula diajukan semasa pemerintahan Presiden Gus Dur.profesi. melindungi kepentingan konsumen jasa keuangan. menegakkan peraturan perundang-undangan di bidang jasa keuangan. Adapun sasaran akhirnya adalah agar krisis keuangan seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998 yang lalu tidak terulang kembali. Selain itu. Keempat. Ketiga. perusahaan pembiayaan. dana pensiun dan asuransi. reksadana. 18 . penjamin pelaksana emisi efek atau profesi penunjang pasar modal telah melakukan langkah-langkah kongkrit yang diperlukan untuk memastikan kebenaran dari pernyataan atau keterangan yang diungkapkan dalam Pernyataan Pendaftaran” Berkenaan dengan adanya tuntutan ganti rugi di atas maka perlu diperhatikan adanya ketentuan di dalam Pasal 80 ayat 4 UU No. Adapun tujuan utama pendirian OJK adalah: Pertama. sampai akhirnya UU No 23/1999 tentang Bank Indonesia (BI) tersebut direvisi. dan pendapatnya atau penilaiannya itu telah diberikan secara independen. Sejak itu maka lahirlah kesepakatan membentuk OJK yang menurut undang-undang tersebut harus terbentuk pada tahun 2002. Kedua. Sebagaimana diketahui bahwa krisis yang melanda di tahun 1998 telah membuat sistem keuangan Indonesia porak poranda. pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan sebuah lembaga baru yang dirancang untuk melakukan pengawasan secara ketat lemabag keuangan seperti perbankan. meningkatkan pemahaman publik mengenai bidang jasa keuangan. nyatanya sampai dengan 2002 draf pembentukan OJK belum ada. Setelah lebih dari tiga tahun akhirnya sidang paripurna DPR pada tanggal 19 Desember 2003 menyelesaikan amandemen Undang-Undang Bank Indonesia. Meskipun OJK dibidani berdasarkan kesepakatan dan diamanatkan oleh UU. menjadi UU No 24 2004 yang menyatakan tugas BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. meningkatkan dan memelihara kepercayaan publik di bidang jasa keuangan. G.

teratur.) governance. Salah satu masalah krusial yang memperlambat proses amendemen ini adalah menentukan siapa yang berwenang mengawasi industri perbankan. Sejauh ini. Mengambil pola bank sentral Jerman yang tidak mengawasi bank. pemerintah mengajukan RUU tentang Bank Indonesia yang memberikan independensi kepada bank sentral. Kompromi yang dicapai akhirnya menetapkan bahwa OJK akan dibentuk paling lambat tahun 2010. RUU ini disamping memberikan independensi tetapi juga mengeluarkan fungsi pengawasan perbankan dari Bank Indonesia. Pokok-pokok pikiran dalam perumusan pembentukan OJK menyangkut (1. Secara historis. Pada awal pemerintahan Presiden Habibie. (6. Ide pemisahan fungsi pengawasan dari bank sentral ini datang dari Helmut Schlesinger. dan (7. 19 . Untuk mewujudkan perekonomian nasional yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan stabil. diperlukan industri jasa keuangan yang sehat. (4.) koordinasi. (2. 23 Tahun 1999) bertindak sebagai konsultan. perumusan pembentukan OJK dilakukan berdasarkan hasil kajian mengenai Bank Indonesia.) objek pengawasan. (5. mantan Gubernur Bundesbank (bank sentral Jerman) yang pada waktu penyusunan RUU (kemudian menjadi Undang-Undang No. (3. Bapepam. RUU tentang Otoritas Jasa Keuangan didusun dengan pertimbangan antara lain: 1.Undang-undang hasil amendemen ini disebut oleh Menteri Keuangan Boediono sebagai undang-undang bank sentral modern. Terjadi tarik ulur yang alot antara Bank Indonesia dan pemerintah yang dalam kaitan ini diwakili oleh Departemen Keuangan. ide pembentukan OJK sebenarnya adalah hasil kompromi untuk menghindari jalan buntu pembahasan undang-undang tentang Bank Indonesia oleh DPR.) responsibilitas dan akuntabilitas OJK. lembaga keuangan yang dibina oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan dan lembaga Otoritas Jasa Keuangan di negara lain.) pendanaan. Sebelum diamandemen bunyi ketentuannya adalah Lembaga Pengawas Jasa Keuangan/LPJK (yang kemudian menjadi OJK) paling lambat sudah harus dibentuk pada akhir Desember 2002.) fungsi.) status dan kedudukan. dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Pasal 34 UU tentang Bank Indonesia memuat pokok pikiran sebagai berikut: 1. Lembaga tersebut harus bersifat independen dalam menjalankan tugasnya dan kedudukannya berada di luar pemerintah dan berkewajiban menyampaikan laporan kepada BPK dan DPR. Pembentukan lembaga pengawasan sektor jasa keuangan akan dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2010. Pengalihan fungsi pengawasan dari Bank Indonesia kepada lembaga pengawas sektor jasa keuangan dilakukan secara bertahap setelah dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam Undang-undang. Sebagai pelaksanaan Pasal 34 UU No. 6. Pembentukan lembaga pengawasan sektor jasa keuangan dengan Undangundang. 3.2. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. Koordinasi dan kerjasama tersebut diatur dalam Undang-undang pembentukan lembaga pengawasan dimaksud. Lembaga pengawasan tersebut dapat mengeluarkan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pengawasan bank dengan koordinasi dengan Bank Indonesia dan meminta penjelasan dari Bank Indonesia. 7. 20 . Sepanjang lembaga pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) belum dibentuk. 4. Dalam melaksanakan tugasnya lembaga tersebut (supervisory body) melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Bank Indonesia. menurut Pasal 35 UU tentang Bank Indonesia maka tugas pengaturan dan pengawasan bank dilaksanakan oleh Bank Indonesia. 5. 8. 6 Tahun 2009. Untuk itu diperlukan otoritas jasa keuangan yang bertugas melaksanakan pengawasan yang dapat mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan tugas pengawasan tersebut. September 2010 2. Nomor 3. 3. serta keterangan dan data makro yang diperlukan. Buletin Hukum Perbankan dan Kebanksentralan • Volume 8.

kewajiban. Segala akibat dari pelaksanaan hak.dalam arti kabinet tetapi merupakan bagian dari eksekutif. tugas dan wewenang. lembaga pemerintah nondepartemen atau lembaga Negara yang lain. serta pasar dan lembaga keuangan diantara Bank Indonesia. fiskal. OJK berkedudukan di luar pemerintah . Status dan kedudukan OJK merupakan lembaga independen yang tidak berafiliasi pada departemen tertentu. struktur governance dan syaratsyarat pokok penyelenggara OJK harus diatur dengan jelas pada tingkat undangundang. OJK akan harus melakukan kerja sama yang erat dengan lembaga ini untuk menghindari penyalahgunaan 21 . Untuk itu. dalam praktik akan tetap ada situasi dan area kebijakan yang harus ditangani secara bersamasama. OJK merupakan lembaga yang memiliki hak. OJK juga akan perlu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain yang saat ini belum terbentuk. Walaupun berdiri secara independen. Sejalan dengan hal ini. Independensi OJK tidak diwujudkan dalam bentuk keterpisahan organisatoris dari pemerintah. OJK bertanggung jawab kepada Presiden. termasuk wewenang untuk berhubungan dan melakukan perjanjian atau perikatan hukum dengan orang atau badan hukum lain. kewajiban. Dalam bidang-bidang yang menyangkut kepentingan masyarakat. OJK tetap perlu berhubungan kerja dengan departemen. pembinaan dan pengawasan lembaga keuangan dan lembaga lain yang mengelola dana masyarakat. tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tidak dapat dibebankan pada pejabat atau karyawan OJK. pemerintah dan OJK nantinya akan lengkap diatur dalam perundang-undangan. Walaupun pembagaian fungsi pembinaan moneter. pemerintah telah membentuk lembaga penjaminan simpanan (deposit insurance institution). Independensi lembaga ini akan ditentukan oleh struktur governance dan intergritas para penyelenggaranya yang mampu mencegah setiap upaya campur tangan dari pihak manapun dalam kegiatan pengaturan.1. OJK juga harus berhubungan kerja dengan DPR. lembaga-lembaga perlindungan hak konsumen atau lembaga-lembaga peradilan. Sebagai contoh.

Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. f. g. d. lembaga-lembaga usaha perasuransian. e. modal ventura. Dengan demikian OJK akan mengambil alih sebagian tugas dan wewenang Bank Indonesia. perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang usaha perasuransian. perusahaan pembiayaan.program penjaminan simpanan oleh pemilik atau pengelola bank atau pihak-pihak lain. j. dan k dapat didelegasikan kepada pihak lain seperti pemerintah daerah atau asosiasi industri. dana pensiun. Walaupun demikian. Objek pengawasan Objek pengawasan OJK adalah sebagai berikut: a. lembaga-lembaga usaha pembiayaan. k. j. badan penyelenggara program jaminan sosial tenaga kerja. koperasi simpan pinjam. OJK tetap berwenang dalam menentukan kebijakan pengawasan lembaga pengelola dana masyarakat secara nasional. lembaga keuangan lain dan badan – badan lain yang mengelola dan masyarakat. i. c. lembaga-lembaga usaha pasar modal. dan lembaga-lembaga lain yang mengelola dana masyarakat. Dengan mempertimbangkan kekuatan OJK pada saat pendirinya pengawasan terhadap objek pada huruf h. b. i. Badan Pengawas Pasar Modal. yang bergerak dibidang pasar modal dan 22 . perusahaan-perusahaan perdaganganberjangka. 2. dan institusi-institusi pemerintah lain yang selama ini mengawasi lembaga pengelola dana masyarakat. Fungsi Berdasarkan ketentuan pasal 34 Undang-undang tentang Bank Indonesia beserta penjelasannya dapat disimpulkan bahwa OJK akan bertugas mengawasi bank. badan penyelengga program pensiun atau program jaminan/santunan lain untuk pegawai negeri sipil dan anggota TNI/POLRI. dana pensiun. 3. modal ventura. bank. pengadaian. h.

Masa jabatan anggota Dewan Eksekutif OJK diusulkan empat tahun. masa jabatan anggota Dewan Eksekutif 23 . Ketua Dewan Eksekutif OJK dicalonkan dan diangkat oleh Presiden atas persetujuan DPR. Governance OJK terdiri atas sebuah Dewan Eksekutif dan tenaga profesional. tetap berada ditangan Bank Indonesia. Dewan Eksekutif akan menjadi organ penentu dan pengambil kebijakan atas nama OJK. pengaturan kegiatan bank harus dikoordinasikan oleh OJKdan Bank Indonesia. Dalam pengangkatan Ketua maupun anggota Dewan Eksekutif OJK. Anggota-anggota lain dari Dewan Eksekutif OJK dicalonkan oleh Ketua Dewan Eksekutif dan diangkat oleh Presiden. Untuk menjamin konsistensi kebijakan. Dalam beberapa hal yang lain. 2) Lembaga lain adalah lembaga-lembaga keuangan lain dan badan-badan lain yang mengelola dana masyarakat sebagaimana dimaksud dalam huruf k dari objek pengawasan di atas. Presiden bertindak selaku kepala pemerintahan. Dewan Eksekutif terdiri atas sekurang-kurangnya tujuh orang dan sebanyak-banyaknya sembilan orang anggota. Pengaturan kegiatan bank yang terkait dengan kewenangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Salah satu diantara anggota dipilih sebagai Ketua. 4.Berdasarkan pemikiran-pemikiran diatas. Setiap anggota dapat diangkat untuk sebanyak-banyaknya dua periode jabatan. fungsi OJK ditunjukan dalam Tabel Fungsi OJK FUNGSI OJK BANK PENGATURAN PEMBERIAN IZIN PENGAWASAN PERNCABUTAN IZIN OJK OJK OJK OJK BUKAN BANK OJK OJK OJK OJK LEMBAGA LAIN ? OJK OJK OJK Keterangan : 1) Bukan bank adalah lembaga keuangan bukan bank sebagaimana dimaksud dalam huruf b s/d huruf j dari objek pengawasan di atas. Adapun para tenaga profesional akan menjadi pelaksana operasional fungsi pengawasan dan pengaturan.

Dalam rapat-rapat tersebut. Biaya registrasi dapat ditetapkan sama besarnya untuk setiap lembaga yang akan diawasi. melainkan separuh dewan untuk setiappenggantian. c. denda. OJK tidak boleh mendapatkan keuntungan dari kegiatan usahanya. b. Dewan Eksekutif juga akan menyusun struktur organisasi di bawah dewan. Dewan Eksekutif OJK menyelenggarakan rapat-rapat secara periodik. Penggantian anggota Dewan Eksekutif terjadi tidak secara bersamaan untuk semua anggota. melakukan pembinaan staf dan hal-hal lain untuk kelancaran pelaksanaan tugas organisasi. 5. Adapun iuran untuk kegiatan audit dapat ditetapkan sama besar untuk semua lembaga atau bervariasi menurut besar kekayaan masing-masing. dan d. Untuk menjaga independensi organisasi dan integritas karyawannya. merencanakan dan melaksanakan rekrutmen staf. bunga atau bentuk lainnya. terutama bila fungsi pengaturan dan pengawasan dipisahkan. Tata cara rapat dan pengambilan keputusan dalam rapat akan diatur dalam undangundang mengenai OJK. menetapkan sistem penggajian. iuran tahunan. iuran untuk kegiatan audit. walaupun tidak berarti pula OJK boleh mengabaikan prinsip efisiensi dalam menjalankan kegiatannya.berselang-seling. Pembagian tugas dan wewenang diantara anggota-anggota Dewan Eksekutif OJK ditetapkan oleh dewan itu sendiri. menetapkan uraian tugas dan jabatan. Iuran tahunan ditentukan menurut basar kekayaan dari lembaga tersebut. pendanaan kegiatan OJK sejauh mungkin harus dilakukan secara swadana. biaya registrasi untuk lembaga-lembaga keuangan baru. Pendanaan dipungut dari lembaga-lembaga yang diawasinya dalam bentuk: a. dan OJK hanya menjalankan fungsi pengawasan. perlu dibuka kesempatan untuk kehadiran wakil-wakil dari Bank Indonesia dan pemerintah. 24 . OJK harus menghitung besar biaya atau iuran-iuran ini agar cukup untuk mendanai seluruh kegiatannya dan dapat mempertahankan prinsip nirlaba. Pendanaan OJK harus ditetapkan sebagai lembaga nirlaba.

Koordinasi Keterlibatan OJK dalam upaya pemurnian fungsi fiskal dan moneter hendaknya didesain sedemikian rupa sehingga masing-masing otoritas mempu melaksanakan fungsinya dengan baik. bunga dan bentuk pungutan lain mungkin lebih besar daripada penggeluarannya. dan lain sebagainya. sarana pendanaan darurat ini harus dirumuskan dengan baik untuk menghindari pemanfaatan secara tidak benar oleh OJK atau pejabat-pejabatnya. 6. Pengeluaran modal dilakukan untuk mendapatkan aktiva tetap atau aktiva lain yang diperlukan guna pelaksanaan tugas OJK. biaya pembelian alat tulis dan kantor. denda. Arena-arena tugas yang memerlukan koordinasi antara otoritas fiskal. biaya operasional. Rencana anggaran tersebut harus disampaikan Presiden.Masalah pendanaan akan segera muncul pada awal pembentukan OJK. biaya pemeliharaan aktiva. Kelebihan ini kiranya juga layak untuk diperlakukan sebagai “bukan objek pajak”. Dana tidak dapat diperlakukan sebagai penyertaan modal pemerintah dan karenanya pemerintah tidak berhak atas dividen atau imbalannya sejenisnya dai OJK. Untuk mengatasi masalah pendanaan awal ini. pemerintah perlu menyetorkan dana ke OJK. OJK dapat diberi wewenang untuk mencari dan mendapatkan dana dari pihak lain (misalnya dengan meminjam kepada pemerintah). Pada saat tersebut OJK belum dapat memungut biaya registrasi atau iuraniuran dari lembaga-lembaga yang diawasinya. Namun demikian. Dalam keadaan tertentu. Apabila karena hal-hal yang secara normal tidak dapat diperkirakan. OJK kekurangan dana untuk membiayai kegiatan-kegiatannya. Pengeluaran biaya mencakup gaji pejabat dan karyawannya. Pengeluaran tersebut dapat berupa pengeluaran modal dan pengeluaran biaya. Pengeluaran-pengeluaran OJK diatur dan direncanakan semata-mata untuk menunjang pelaksanaan tugasnya. kelebihan penerimaan dari pengeluaran harus digunakan untuk meningkatkan kualitas kegiatan dan pelayanan di tahun berikutnya. penerima OJK dan biaya registrasi. OJK harus menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja. moneter dan OJK harus ditegaskan secara 25 . Dalam keadaan demikian. iuran-iuran.

Disamping itu secara proaktif OJK juga diharapkan memberikan informasi kepada otoritas terkait dalam hal dari hasil pengawasannya menunjukan adanya indikasi keadaan yang dapat membahayakan perekonomian nasional. Sistem koordinasi yang terbentuk harus dapat memperjelas pemisahan tugas serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. mengawasi penggunaan dana oleh OJK. 7. OJK juga harus berkoordinasi dengan instansi penegakan hukum seperti kepolisian dan kejaksaan. Pengumuman tersebut dilakukan dengan menempatkan bagian-bagian tertentu dari laporan keuangan OJK pada Koran-koran yang memiliki jangkauan edaran luas. Permintaan informasi oleh Otoritas Moneter dan Otoritas fiskal untuk membentu pelaksanaan fungsi moneter dan fiskal sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Otoritas Jasa Keuanganwajib dipenuhi oleh OJK. Dalam kesempatan tersebut. 26 . Untuk itu. yang mencangkup laporan kegiatan dan laporan keuangan. Untuk memberi kesempatan kepada masyarakat. bila dipandang perlu. Presiden dapat meminta pihak independen untuk memeriksa OJK. Untuk mendapatkan tanggapan dari industri jasa keuangan yang diawasinya. OJK memberikan penjelasan atau informasi mengenai kinerja pengawasannya.konkret di dalam peraturan perundangan. OJK dapat membentuk organ koordinasi yang beranggotakan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Responsibilitas dan akuntabilitas OJK OJK bertanggung jawab kepada Presiden. khususnya yang diwajibkan membayar biaya registrasi dan iuran-iuran. OJK menyelenggarakan pertemuan tahunan dengan para pelaku industri jasa keuangan tersebut. Akuntabilitas OJK kepada publik juga diwujudkan dengan kehadiran OJK pada rapat-rapat kerja dengan DPR. lembaga ini harus mengumumkan laporan keuangannya kepada masyarakat. Untuk itu OJK akan menyampaikan laporan secara periodik kepada Presiden. Mengingat fungsi pengawasan sangat erat dengan penegakan hukum. Jaksa Agung dan Ketua Dewan Eksekutif OJK.

sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. mengatur dan mengawasi kegiatan pasar modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan. Bapepam-LK memiliki kewenangan untuk memberikan izin. memproses pendaftaran dalam rangka penawaran umum. Kejahatan-kejahatan yang terjadi di pasar modal umumnya sangat sulit dibuktikan sehingga sulit juga dibawa ke meja hijau. Salah satu kejahatan yang paling sering terjadi di pasar modal adalah market manipulation. Di sisi lain. Bapepam-LK berkedudukan sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. turut mengembangkan jumlah dan ragam kejahatan yang terjadi di pasar modal.BAB III PENUTUP A. Sebagai badan otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Manipulasi pasar dapat berbentuk manipulasi terhadap perdagangan efek dan manipulasi terhadap harga efek. Dari uraian tentang kedudukan dan wewenang Bapepam-LK sebagai Badan Otoritas di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. dan melakukan penegakan 27 . niat Bapepam sebagai polisi di bidang pasar modal untuk membuktikan dan menuntut pelaku kejahatan dinilai kurang memadai. kejahatan ini sulit dibuktikan karena memang dilakukan secara profesional oleh penjahat-penjahat kerah putih (white color criminal) yang bersembunyi di balik korporasi dan rekening efek yang mereka buka. berada di bawah Menteri Keuangan dengan tugas membina. Di satu sisi. 2. Kesimpulan Perkembangan pasar modal Indonesia yang sedemikian pesat. Selain itu. dapatlah dikemukakan rangkuman sebagai berikut : 1. kesulitan diakibatkan oleh karena alat bukti elektronis yang sulit diterima oleh sistem hukum Indonesia. persetujuan dan pendaftaran kepada para pelaku pasar modal. menerbitkan peraturan pelaksanaan dari perundang-undangan di bidang pasar modal.

3. OJK adalah lembaga yang menjalankan fungsi pemerintah dalam mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan. 6. Konsultan hukum pasar modal diwajibkan mematuhi kode etik dan standar profesi yang ditetapkan oleh asosiasinya. sebagai salah satu profesi penunjang pasar modal. serta harus mematuhi pula segala ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. tidak terlepas dari peranan Konsultan hukum. 4. Bapepam harus tegas menindak para pihak (khususnya emiten dan perusahaan publik) yang melanggar prinsip ini. diberikan secara independen serta mendukung prinsip keterbukaan. yang bersifat independen. dalam hal ini dalam bentuk pemeriksaan hukum (legal audit) dan pendapat hukum (legal opinion). Sejauh Bapepam konsisten terhadap penegakan hukum terhadap pasar modal. dalam hal ini HKPM (Himpunan Konsultan hukum Pasar Modal). 5. Untuk menjamin agar pendapat dan keterangan yang diberikan oleh Konsultan Hu-kum pasar modal benar-benar sesuai dengan kode etik dan standar profesi. 28 . rangka keterangan/persetujuan berkenaan pernyataan pendaftaran. Sesuai dengan penjelasan pasal 24 Undang-undang No. Saran Berdasarkan pembahasan Bapepam harus konsisten dalam menegakan prinsip-prinsip yang berlaku di pasar modal. maka ditentukan adanya kewajiban untuk ikut bertanggung gugat atas kerugian yang diderita investor dalam hal pendapat dan keterangan yang diberikan tidak sesuai dengan yang dimaksud. Konsultan hukum pasar modal tersebut diberi tugas untuk dengan memberikan Emiten dalam pendapat. tingkat kepercayaan investor (domestik dan asing) terhadap pasar modal Indonesia semakin bertumbuh.hukum atas setiap pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. diantaranya mengenai keterbukaan informasi. Dalam rangka melaksanakan bidang tugasnya tersebut. 3 Tahun 2004 OJK harus independen tidak ada campur tangan diluar pihak sebagaiman dimaksud undang-undang tersebut (BPK dan DPR) B. Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan prinsip keterbukaan informasi di dalam kegiatan pasar modal.

Sebagai institusi yang memiliki otoritas di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Pembentukan OJK akan mempengaruhi tugas dan wewenang sebelumnya diemban Bapepam-LK maka diperlukan penyesuaian dan pengkoordinasian pada tingkat peraturan yang lebih teknis dan operasional agar OJK berperan secara optimal. 29 . atraktif dan selalu berubah. Bapepam-LK harus selalu siap menghadapi dinamika pasar modal dan sektor keuangan yang dinamis.

PT. Cides. Jakarta. Citra Aditya Bakti. PT. 07 April 2008 I Nyoman Tjegger. 1997 Republik Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Fuad Rahmany. 1997 Munir Fuady. Jakarta. Master Plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009. Citra Aditya Bakti. 1996 Nindyo Pramono. Bapepam. Bali. Pasar Modal Modern (Tinjauan Hukum). Bandung. Makalah Seminar Pasar Modal Cides. Bandung. Pengantar Tentang Pasar Modal di Indonesia. Pokok-pokok Materi Undang-undang Pasar Modal. Universitas Udayana. 2005 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal 30 .

!.

.39..5.7.  -.350393.  0.2 7. 503/..3 8079.3 &2:2 /.7.3..8.3205:9 .3.7.3.3::25.3 .3.33.7438:9.-8.9.9/.3 507...3 507:-.-8. -  0. 503/7..3 /.3 507..8..7 /.   .3 .33.3 507:-.724/.3 507. !03. 3.

.3 503/.. 033.3 /9:3: 40 2903/.2-07-. .3.3507:3/.9/9072.3907-.3::2..3/.9:7..9.20250740802:.3.5. .5. ::2  805079 202-.2503/..8 ::2 05.:39: 203.3/.3-07:. 80:-:3. ...8/..3..3 .3 - !03/.33..8.3 507/.507809::.370897:9:78. 4397.3.3.5..5.8  .7 24/.3 507:-..3..3 .3 .8.8079.3:92903 428.9.3507..3/703.:/.:.9..8.33.:.3..7:8.3507809::.8. !03/.3   8.3::2./.9: ..7 2903/.9::2.3 507:-.9.253 /.5./50740 / 89.9.3 0..2502-:.5.20. /-:. 8:. 2../03..40507.78  .32. 9.5.3 /03.724/.3 700.5.3.3. 24/.3203434/.9::2207:5.34397.880-. .3.3::25.7503.3:8.3   .3 4 5:-  28.3.72903 0  80309.203.93/.3 90../.350. -0-07. .3..907/..39: 349.3808:.3.907 .253 9: -0703.9: 507:8.9.8.20..: /709:7 1  .8.   ..78.3 .802:.850 .3  9:39:9.3 ..3.3/.9 40 438:9.7:8.3503.35.90.3 :3/.3 20.  .3.3  /.3/.438:9./.  :9 202-.3 2.3 50393 /.9.5.3507..3 202-07.9:8 ::2 /.3-07.: 5/..3/.9:8502.3/507:.9 ::2 .3290390. 2903 /...3.3.9/.7.. /03.  !03/..7.3  :3/077907/.:.   :9 203/.:39.3 89.3 //:.3 /03..9.33/0503/03    02-03...250..39:574108.3 2.310.3 /703.9 ::2  .3 .9::2 .8.3/507:.

  /../03.2 ..3 ..:3  -... 502078.3 4/0 09 2.3 - $08:.2!./.2  7907.9.9.: 574108 503:3.3:3 :.397:..  /.8.9.8.08947 . 5020739.2 7.2 .. 20.8.:.23 50.-.7 24/. 5073..5.7 503/.8.3 -07-.5.3-.83 2..9..2810 .3 .3:3 :.90.3 3472.7.3 //079./03.0 502078.90.:5:30.: 0907.: 503.3:9 /9039:.5:3 503.5.:.9438:9. 20.3 /..9. 4379 .3. .-07:9 .3 /507:..19. .3/.3 ..8.3 ::2 5.   %.3 .-07:9 !03.. 9: 3. /.7.3 503...9 ./. 57410843..25030. 028 010 .3 !03/.9  && 4  %.3 297.3 .:!74108!03:3.3 503/. 5030..7.8.3 ::2 5.3 0- .-.2 .9 /.3 503/..9: !073.-. 9..80-.3808:.8...807:..9:90.3 /.3.9.93.3 //07.3 92-: .89.5.93. -079.2-039:0.9.45343 40 .3.5.83   . /.08947 ..7 24/. !03/.39 7: .2 :39: 2020. ..3 ::2 5.9 .7.  /.9.33.3 5.5 90.3. /.9 90780-:9 /..33.3::25.3 ::2 5.703. 438:9.3!.9.34/0095741083.3503/. 907-.8 5.33472./.19.3 80.724/..:503.9.3/0503/03 /  %0.8 07:.3 /:3. 57410843.8. 40 3.  07:5.3::2!.9.3.:.9 . !007.3 .-.8.3 40 438:9. 5:.2 8:.5.3.8.9 40 5024/.5. 503.5.9..7 24/.-.502078.8./.33.5..5.7..: 503/..7.: 0907.8.3 .9 438:9. !../.79 5007./03.9/9:39:9. /.3!.3..505.90.74/. 503/.  %0780-:9 90.53.3 .9:7. /-07.3 .8.9.507.3. 57410843.9.5. .33. 9/.9 !..3 808:.: 202-07. 80..  .80-. 90780-:9 90.20203:7907.3:3:..3 /:0/03... .74/.3203/.9.9 203:39:9 .5:. 3 8073 /80-:9 0. 80./.90780-:9/9039:.357385 57385/.3  /.3.9.:.33. .8 07:.  .8.3-:303. 20.3 . 573853..3 503.3. 90.3 0-03.. 3 .3 .3 /-07.5.. 90780-:9 .3 /-07.9   &&! -08079.3.9/..7.3  57385 57385/.: 202-07.7.93.:/92.   ..3 :39: 202.7 24/.8.9 .7 5073. 438:9.7 24/.8//.380.8./-07.3.23!0.380.

 .3..8.7.39 7: / .3 /. 202-:...3:9.9.23 50. 907:.0:.3  /.3 3/4308. . 9: 90.  $0-.3.8.3  5.8.8.8.3 ..8 2.8.25.3 :3/.2!073.3 907.8:7..3 90780-:9 . 9: 2. 0:.9.3 .. 09.5.3.3 203:7:9 :3/. 9:39:9. /.  $0.:.3 :39: 20. 2033. 8..8.3 0-03.3 .8.25./.7. 0:..3. 02-.3 .8.9./.3.3  -0:2.3. 0:./.9.5073. -.3  0025.3.3 :3/.3 9:  503./.3438:203.3.73.3 .7.3 5./.7.9.3 80. 9.3.3 5:- 20303. 547.39 7: 9: .3!03/.301091     9479.3 .3 80. 90.3 /.9..3.3   /7.2.89.3.3.  507:8....3. 788 .: 9/.38 /. .9.8..19.8 ..2.3 .  2033. 0805.: -.:3  90. /-07.9 88902 0:.3 /7..33.3 9479. 09039:.3 ../.!079.3503/.8./ 5..3 .3 805079 507-..3 502-.: 0907.3..3.3 /03. 4379 ..7 24/..3 2020.:.3.9.574108  /.8.7 5073. 8. 0507.3 .3.8.3 20. 547.19.73.3 -.:.2. /03.3 805079 .3.9: 2.3 507. 20.5. 028 010 .3 80-:.3.  2030.9.3 /. 9..9:7..7..3 40 &&  3.:3   .-..3 /.:380.3/.. 9:39:9....503/7.3 / /. 5038:3 /.:3  085:3 /-/.3/.3 .  708.5:39::.3     207:5.&&4.3.3 202-039:  .9  && 4   %.9.0:.3 .3  0/:.3  0703..3.3.5:38. .3 /507:..2.3 :39: 202.3/. /09.3 502.. -/. 507: /507.7.9. / 9. 0:.3.9  203/:3 050393.9.3/.30805.3 .9..3  09.2.7 24/./.3...: 503./.93.3 2030-:9.: 574108 503:3.3 /:3.7.9.3 503/.7788 0:.3.3 /.3 5:- / -/..2 !.2 .3 507:3/.7: .:3  .7.8.3 02-.7.3 / -/..3-07/.7:8 907-039:5.9 02.3 503.   .3.9. 0:. 3/0503/03  $0.1 502-039:.

79.203.9.3.7:5.-.39:..3 .3 3/4308.33/4308.3203./.8/.9.:.8..75:73.  0802-07   203008.8 203.5020739.3 2020.  &8:..5.3.7.!#5.8..:3.3802.203/02033802:.0-/./&&4 .3!708/03:8:7    ..089.3/0203 &3/.33.3 &3/.  $090./.35.3.9039./.  90780-:9 /70.2./.3.73.9.

 203039:.7::7.83/:897507-.8. .. .3 202507.7. /.2-. .8 .8.3 .9 9.:3    $0-0:2 /.49.33.203/0203 3 /80-:9 40 03907 0:./.3 -0703.3.3 %07.9: 2.3/0203 -:3 09039:.203/0203 3.9. 20309.3 8.&3/..790203 0:.2 .33/4308.73. .5. 8.5.3.5.3 40/434 80-. 40 05..3 :3/.2-. 02-... 0:..3 5020739.  .39.3. 7:8. 24/073  $./9. !03.3 203.8 ...3 /. :3/.3.9 574808.3 /-039: 5.3..3 :3/.2.3 /.3 3 /.3 80397./.3.3  425742 .3 -.. ...3 ..3 -.

3 / 30.3 :3/.3:9   89.3 1:38503.3 -.3 3.2-.33/4308..39. 0:.3 502-039:.3.7.3:9.3 .3 9479.3. 0:.3.8 .3 !708/03 .7 02:9$.3507-. 40 70947.. 40 !#  !.3 3/:897 .--0  5020739.3 80. 3 /.8.3   447/3.3 80-03.7 -.3.3  !44 544 57.3 /.3 &3/.9  907.8    #&&9039.3 .7..3 2. .3 .. 0:.3.3 :3/.9.843. .3.70802-07   $0./.3 50704342.8.8-.3  ..3 89.33/4308..3 /...3 .8..350792-.3 /-3.3 3/4308.7 ..8.3.8 /.2 507:2:8.3  /.3 80397.3 203.8 .5 :.  #&& 3 /8.3 3/4308.8/.253 202-07.3 9039.3 -07/.08307  2.3/. 02-.7.7.:.203. 0:.8425742 :39: 2033/.8. .3 203.3   &39: 20::/.3 :-073:7:3/08-.3#&&9039./.3  7085438-9. .8..:39. .3 20303.-  /507:.393    .3//:8:3/03./.3.2 02-.3.. -070.3 502-039:.3    4-0 503.39./ &3/./.3 80397.3 0/:/:.505.3.89478 /0502-039:. 2030:.072. 5020739.3 #&& 02:/.9:8 /.. 80-.33/0503/03805.3 /.9:7 /. /05028.3 /.8.8..9 8:/.3    1:38    4.3 .0:.3... 203..3 /.3.2-54.3 5..3  $0.-9./..7.8.39/.3 03./.380397.072.:..7.3 02-.3 4   %.9:503:8:3.31:38503. 438:9.! .3 3/0503/038 909.073.3 -:39: 502-./   5.25: 9:2-: 80.3202-07.  .32025:3..9 03/07. 9479. -.: 3  507:2:8.3 .3..380397.3 02:/.. ..7.3  203.-.7:8/-039:5..:3   -0793/.73.0   503/.8.

8.503. / :..847 -4/  20.3&&4  %.3 /03.8.2.3./.3 3/4308.3 02-.3 80. 90780-:9 /.-.547.3.8./.307.3 /03...3 503.74.3.8:/    02-.3 80-.3/2.3    !02-039:.503.3.8..302-.9..8://.3 203.39:.3 !.3.3.-0-07.3.3..8.2../:-.      .3.9:7.3 3/4308.309039:.:..8.39:.5.:3  9039.503.3/. -07.  && 9039.5 8090..39:.8 .8.3-.8.3 /... 2.25.0802-07     $05.390780-:9    $0-.3.2.3 :093::2!07-.3.9:7 /....3 -079:. -07:9   !02-039:.3.3/.9:7..8503.3 /..305...3 :3/.3 3/4308.3    !03.&& 9039.350.3.3 .3 &3/.2 &3/. 50.. 02-.7. 0:.33/4308..2!.3.2&3/.380397..33/4308.8/.83.3.5. 503.83.90780-:9.80-.7.3.3/.3-. /. 0:.3 /.93/0503/03/.9.3 3/4308.3.8. 05.3 49479.8.9 544 57.3 1:38 503./03. 503.3 502-039:.8.0907.8.3/03.9 .3/.8.3/507:.:3   !.3/9039:.3 .8.33/4308.3 80947 ./.3.30-.3!#    .7.320239.8 80947 .33/4308..3 80947 .7:8-0781.3447/3.8..3.8.7.8 503.3 -070. 0:.3 07.8.3/..9 8. /503: 8...8..2203./. 0:.907.5.2 20.3 :3/.3 ..7.3 .3.3507.9./2.3 9:. 90780-:9 8:507.8.  && 4   %..5030.8.3/.8.8 /.3 ..3 80.8.  &39: 9: /507:.8.3.3 02-. 503.340.7/03....8503..3.3-07.. 9:.33.7 5020739.3447/3.3 0/:/:.8/03.8.    447/3.2...!/.3.3W'4:20 4247  $05902-07     02-.92030:.3/03...:.. -079.3/.9  -0:2/-039: 203:7:9!.2.3503.8.3-07.93.9. 202:.8.9.7.92030:./.390780-:9/.2-... 8079.302-..380-.3 :3/.2-..8.7 .8 20.3 /.90. 02-..

3  207:5.5 ..-.3 507.9.2...9.2 0.3 ::2 /03.3   207:5.3-.8..9.3 8.8 5.3.. $9.3.3 09039:.3 503.7902039079039:  -070/:/:.93.7.3825. .3:3 ..3  9072.3 /05.3 .8. .3. 343/05...39.9 8.1.-05.3 .3.380.0 /.9  &39: 9:  897:9:7 4.-.:.2.3. .0 /./.3 .3 3/4308.:5:3 -07/7 80. /03.3.  .9. 2.:3.3 2.3.75020739.9 :3/.3  9:.. . .9. .3  .2 -/.7080:91 $0.85.79. 3/0503/03 ..5 507: -07:-:3... /.3 :3/.0-..8 /03.:.5 /.3:9 050393. 02-.3.38..7:8 /.30/:/:.3/03..9/-0-.3 20.7.7. .3 .. 5020739.3   .: 02-.... .3 :3/..3 8.3 02-./.5.3 47.7 503.3 . 809. 3 ./.3 /.3  -079. .3.3..3 47. 3 :39: 2033/.3 1:38 502-3.3 ::2 .. /05.3.3 203.7..3 02-.3 2430907  18.9 3 -0:2 907-039:  $0-.9   :.3 507: -07447/3.23.073./..8.... .3 40 897:9:7 4.3 . .39/. 0.790203 .3..9478 /.7:8 20. 90.3   . 202-039: 02-..3 /.:5:3 502-. 5073/:3.790203  02-. 438:203.7..9:7 /03.3 /.3 2.7:8 -07:-:3..-. /::/.3 003.3 909. .3 /0548938:7..9 /03.9 /.3.2 57.3 07.. 5.7.7.3.3.3 07.3 507:3/.3..5 :5.  8079. 02-..3 202 .3 /.8 /..: 507..073./..25:7 9.3 :3/..3 /..8.:.!708/03  3/0503/038  9/. 503003.2.3  /..-.3  502-3.: -.7.3 02-.8/. 2. 0:.3 02-.3 03.3 02-.9....3  $0.70.3 -/.3 :39: -07:-:3..  5020739. /03.7 5020739.35.3 /.0.3 9/.2 -039: 090758.3.3 .9:8/.3/.3 !#  02-.3 003. .3 02-.5:3 /.5207:5..7.3.7..3.3 07.7.7 50.3. 02-.7:8/9.9 .7 5.8.-078.8.25: 203.-309  909.3 20304.3   :.393. 0:.3 503..8 5.3/:..3  9:.9. /.3  3.3 0. ./.3 .7 /.3 /9039:.3 808:. 8. 3/0503/03   909.2../..9544503003.. 503..2 507:3/.3 02-.  0.4394  5020739. -07.03899:943  .3 390779.3 07.3...8 /.8: 003. /./.507.  3/0503/038 02-.50. 89:.9:7 /.7. /03.:02-.  0.9.9:7.

.3 507:8..3848.5747..3.3   24/...9.8.   -...2..3825..38./-/.507.3.:50304.3 503003./.9.7 24/.3    -0503.: 5747.:5.7.-07:9 . /.5038:3 0  507:8...23...039:7.3.2 .3.23.3 5.3 507/.3 507:8. 5747. /-/..3 -0503.3:8.3-07. .340502.3 .8:7..   -.80-.. 5.3.-..8.3 -0707.3503003.3 ..2 5038:3 .2503.3502-././.9.3 1  503./.903.3-0707..  507:8. /  /..  -.23.3.07.3.5747..3 .3 -  507:8.8.

%.3.8.300785/..349.3 .39:3.3 :39:50.

3 . /..07./.3  5..3.0:./.9 03/07.3  /.3. 507.3  24/. 5.3 /02. :8.9 //00.8 -.: .02-.9 /825:.9..8825..9.3  -. .7./.3 5..3 /.3 02-. 503.7.8..3 . /.380.. :8. 0:.8:7..3.3   909.  .  /.3. /.  &3/..33..2.3 3/4308.3 20304.8..2- ...3 . 02-.3 .38.3.9 503/73..3  02-.353.33899:8 3899:8 5020739.3 05. 8. /./.8.7.7 24/.:5:3 /02.3 .3 20304...8 203..3 ..3!03. .7.3 /.5 4-0 5.3. :7:1      /.8.   :38 07/. 2.  /.3.3.3 203. 02-.8.7.3 -079:..3 805079 5020739.2.8.3 907. . /.../. 02-.8.5../.3  02-.8.8 /.3 09039:.9  03..039:7.3 9:.3. 5030.8. 5038:3  02-../.3 003.2 203039:..! #   4507..3 :3/. -08079..3 503.3 0-.3  .802-... 5.8.2   02-.8.9  03.980.  70947./. 80-.. .3 .74/. :8.8!.5 -0703.7..3 203.848.8.3 -.50304.3 2./.5.843.3 9039.3 02-.. 02-. 2.3 0:.3 3/4308. 502-..3 -..9    .3 20250792-... 50304.8 3/:897  .

02-.9.3-.3.8  1:38 :38    /9:3:.7.3 /.07/./.-0 &$   &  !%&# !# !$ !#&%               0907.8.2 %.3.2...8://.3-.380-.3 5027.3.2:7:1-8.3 /.3  :../2.3 5027...3-:.0:.3.

7 0.3 80:91  /:8:.3 .3.3 503.9 40 !708/03  .8..3 /.9.9 80-. 4507.3.3  &39: 203.   /.3 .8://.9 9.3. 2.349.2..3 203.3 503039: /./.3 40 /.9 :39: 80-.8../9.380:91 /.349.3.   4.3 /.2:7:1/.9.349.8.3/.3503..347.3.9.3 003.9:7.3.9. 0.8.073.3.3  .3 80:91   !708/03 -0793/.-.3.8...2.43./. 5020739.8   02-.9:/.5:3 5.9.3 3/4308.3 .5./.3 80:91 907/7 .3 025..  09:.3 80:91 /.3/.3.9 40 !708/03. 0.74-0 503.9... 0.2- 0-. /:.9.3-. /..3.349.. .349.320304.5 ..8 80:7.3 80:91  /.8 507809::.3 /.3.349. 0.349.3.-.. 57410843.7.3 -./ 50./ 47.9.3 :7.8 3..8.3 . -..33/4308.3 /.3. 9:: 47.. 0.3. 903..802-.3 80-.3 0..3.7:8 /447/3.82430907 909.3 203.2.3. 1:38 503.3..8   !03./ :7:1/.3 80:91.02-.39.3 80:91  /. . /.9.3./2.3/.3 80:91   . 80.9.3 ..80-.23 43889038 0-.3  503.: 05.3.3.3 .9 /03. 5074/0 .3  0.8 80-:..8.0 907/7 .5-07.33.8.2 503.7..33/4308.-.09:.9.9 /. 57410843. .9:7.3. $.3/..3. 02-./. 0.843. . -.3.5.:3  $09.2 -0-07. .9.3.3 903.  0.:5:3 ...3 -./5 80-.9:7.3 /.3 40 09:.3  2.43.0:.74-0503. ..3 907. .3 !#  349..49479.3 09:.3 -.8.3 0.3.7. .

3.3 :3/.990780-:9 507:/-:.2 7.7 :39: 802:.7.83.8 203:7:9 -08.90780-:9 /. 02-.3 803  !03.9 /909.38.73.3 3 .5..1  20..3..847.3 203:7:9 -. -40 203/..3 80:91 :.3 .  ./.3 05:9:8.    !03/.3 40 /0.3 20..349.7 0.5.9 7...2.  .    ..3 9:. 37.3:39:802:.8  0. 1:38 503.9.: :7..5./7.3.  !03/.3 :7.-.2-.2..9:7. .5.3.: -07. 02-.5503.3..8 / -.3 /9039:.2.3.2 :3/. :39: 809.7.3 /.3 0:39:3.27.3 / /03/.3 /.3 503.3.702-.33.3/5:3:9/. ./.-08.3  20309.3 /....7:/0.70897.9.3.3 80-.7:8 2039:3 -08.:3.3 203:8:3 897:9:7 47.: 2:33 .3  . .3 :39: 0.3 502-3..5..08025.3 .::5 :39: 203/.9 /.:5:3 9/.. 8.3.39.3 503. 203....3./.7..9 ..7 .3 /.:/9/. /0.8:39:02-.3:39:0.38. .3  %.92025079.5.8 .. . 3/0503/038 47.8 /. 5074/  .9/909.3 .38.3 5020739..9.3 /. -. 20....3.3  80.  503/.3:39: 809.3/. ..5.9:7 /.3 .3:39:0..3 9: 803/7  0.5.8.:.3 :7.8 /.39.1 /.3 9:. ...3 :8. 70897.7 02-.3. -.3 1:38 503. 02-..9.3..5:3:7.8.5.3 80:91  203003.3  !02-.9.:3. /..39. 80.:-039:.3 3/4308.39..7:8 /909.9..3 003.7 0.3. 7...83   ...3 /.80:7:0.3 /.3 80:91 907.3 /58.   9/..5.349.3 80:91  /909.5.9.5./ 9/. -08.7.3  20703.3-.3 /.8 /..7.-0780.9.9..3.3 8.3 0.3 88902 503.7 -.3 39079.:.-.7.349. 0.3805.9.9.9 80..9.38.2203..9.3 89.3.3.79 5:.  907:9.33....-.5 02-...320303.8.3:39:0.7 0.-.:/9/.  0.7.... ..9 7.8.3/.3 2.3 50. -:3..2-039: .7.5. . -40203.349.35738537.83 2.7.7: - :7.0:.8. .7 . 02-.8 /.3 .3  /.3.5.3 9..30.357385018038/...2.  &39: 203.33.39:.7:8 /.3 707:9203 89...3.33.. /.5. -078.3  .3  20309.8  :7. -07.3 80. :7.5.3 7.

.3 5030:.3 7:5..  .3..3 -.9..703..2 05. .3 .. ./.9.3 9079039:  503072.3 :7. 502-0.3 3 7.7.3  /03/.9 /507. /.8 2025: 20.3.75.3 50.7:8/7:2:8. .39. 507: 2030947.3 5030:.-.8 0.3:39:203..: ..9 50.8  :7.  00-..9. 8.:..390780-:9/.3 24/.3 -.3 /.7. 0.:39: 203:3.9:7/.9-07:5.3/03. !030:. 70897.75.7:8/8.  !030:.9 3 ..9. :.  .3 .7.3 503072.9.2 :5.-.9.3 2023.:3 -07:93.. /.7.3-0.. 9/. /. -:.3 .7.5.8.8 ..9 202:3:9 -.83 49479./. 2..3 .   /.8.39:.3 24/.3 2430907 03/..3 447/3.3.3.7.3. 909.8 .3.3. 3  5020739. 502:73.3 80/02.7 02-..8 0907-.5.3   0:7.-03.3   !.:50.9.. 503/.3.3 80-.5.8.3  ...3..7.3 /.9. 0   ..9/5077.3.3.3 1:383.3802.3.9 /.3 -.-07. 2..  2430907 /.9 9:8 /.7:7.34-05.  /.3:7.8...3 80-... 5020739.703. 503/.7 5030:./03.5.9.9./.   .9.3.5.. 203. 9/.3 28... 5020739.. 803.7..31.3  /.3 9:.7.7.7.83.9/. /.843.7..8 2.8 18.3 /. /.3 :.  !030:.8 .9.. 502-039:.8/.:5 .8.2:3 /02.3 . 50.8./.9. .3 8007.5030:..3!708/03   447/3.3 :39: 203/..3947  /.3 0.7.3 /.380..3  8.33.7.8   !030:.7 40 .3/. 5020739.3 ./. 5030:.9..3 /02.703.9.9/.7.3  00-.7502.3/703.7:8 /90. 4507.  &39: 203. #03.83 2.3 .3 20207:.3.. 50.5.93..380.9.. 02-.7././.350.  -.3 /.  703.3 /507:...33. 5020.3.3 .9.9. 49479.3. 70897..3.3472.9 /-07 003..2 0.3 1:38 18.3.  -.3. 503/. :39: /507.. //08./03.... .  . 2:3.3 80..3. 503079.: 5. 9:. /.3 2:33 0- -08.5 ...3 :3.7/..3 .:2-.390780-:9.-.3 ..9.7 /.25.9..3-.800383.3.3 /.  .3 ./.3203/.3 :39: 2033.. /03.3.. .3 -039: 5:3:9..-..3503/.33. .7:8 203:8:3703.3 24/.9 90780-:9  -0:2 /.  -.3 /.3 / 9.7:8 /:3.3.:39:2033/.5.:.5...  -:3.   5.3...2 0.83..3 .:. :39: 202-.3 -./.3 /.: :7.380-.9.7.7.33.3/.

.3 9./.5.33.331472.  .5.8 503.8/03.  033.385030. 50. 0548.8.91 :.3 0/.820303.5.7..907..3 :. 203:3:. 5.380:91    #085438-9.3. :39: 202-039: 50.3. 40   02-.3 /. 5074/ 05.25.9/03. !708/03  &39: 9:  . 5.8 05.9.92025070..43709//.7.8.3 $8902447/3.3 / -/.3. 3/.0:././.8.3.9.3 /.3 05..3 :7.390780-:9/..3. 0:.8 /.3 .5.3:3..8  &39: 203/./.3 -. /03.8.3 /.3::28050790548.8. /.3 507:3/. 2.: 3/:897.3.8   -079.9...9.3907-039:.3 05..307.7.5.35030.3 -07.9202-../.3 0:..8.350704342.7 .3 0:.3  5.3 1:38 2430907 /.5:-:.3 90780-:9  202-07...3 .3 . 7.3.3 0:.3 !#  .8 430907 /.3  203.88079.35030.3 .7.3 447/3.33.309:. 05.   203003.3 /03.3-079.8 40 9479.8 .:. /5.-9.3 47.5.8.3 5. 3/0503/03:39:202078.7.3 9079039: /.38.3 507902:.3...9 !03:2:2.3/.3.3389.39:.3 9/./7.3 /03.9:7.:31472.3/./.5.7:8-07447/3.3 507.3 18.7:8 /.3.33.547.8 907.:3./.3.-  !07239.9.3507:3/. 2.8 18..843.3/03.9 07./.9 20239.3203025.547.       .547.3 202-.3:3 . 49479.3  &39: 9:  -.3 /..30. -079039.7 .7.3 0./..2 .3 9479.3 203.5.3::2   :.2507.3 202 ..9 202-039: 47.8.3 31472...8 .8 05.3.3-..3 ..349.. 805.9  :8:83..-9.7.3 507:   /.7:8 203:2:2.503.8.390780-:9  :39.9 /..:39.8./.3:5 .7 3/:897 .-.574.- 05.3.9 7.3.8.3.547.85028.80.3  !708/03 /.3  5.- /503:40   8./::/.3..3.3 80..33. .3 ..3 #05:- 3/4308.0.:.3.3/03.7.8/..8.2539:80.9:7.547.7 -..3 :3/.3 9..83.3/.3 /.   &39: 202-07 08025.3 203.91:38503. 47.8 503:3.3./.3 9479.5.3 0.3.3202-07. !708/03  . 70897. 0:. :3/.3 :7.8. 3 .....5.2 08025..9.

3 0.3 40 03907 0:..3 5.3 0-. /.3./-.: 0.  203./ / 5.3 /.3 -07802-:3/-.3 / -/.3/03.943 .3 202.3 !.8.3 :3/.3 010 /.39:  3.3.3 /909.35./.7 24/../-.3 9479.19. 57410843.35:.3 0/:/:. $..3  .8 0.2  202 003.3 /.3 50./. .3 20.3 89.. .3 0-.3 /3.9 503.9.3503/.47547.3 5.7.9.020.3 203:39:9 50.8907. 2.3/..3.302-.3.7/.3 3  507809::.3..8.8.305.7 24/.3 -07/.3907.3.7 24/. 202574808503/.505.8 / /.9  9:7:9 20302-.7 24/.3 -07.3.8 / -/.9 -:9 0097438 .3 .3 5030...3 /.:./.  .3  08:9.7 24/.39:..7 24/.3 02-.9:7 /.3 49479.3 5.8.2 0.380.3 5.3 /.7 :7.7/8./ / 5.3 02-. 40 503.: 8.8.3 /.3 5.37.8 202-3.703.3.9.35:.3 :2..8.8 9038 / -/.5 .3 40 .202.3 -07.9.3   ..3  /..-07:9   . 0:.8.8.... 40 88902 ::2 3/4308./.3 /.  .:5.3 20..-.9-07-039:2.3 5.3.3 !0702-.3 .8.9. 88.5.5.3 :2:2  20307-9.3.8 907..35:. 503.8:9:.:    $0-.709 2.3 02-.85.9: 0.9 07. /.3803.3.0:.3  808:.3 2.3 003.7 24/.5.8.9.505. 548 / -/..8.505.039070:./.3 . /.7. !&%&!    0825:.35:.3:2. .9.-:.50.3 .9:88 0. 0:.3 203.3 :39: 202-07..7.349479..:2:23. 0:.380-.8. :39: 202-:9.3 .3.447 ..8/.338:9/-:9.3 ./.8.. /.2 -070/:/:. 8079..380-.3 507./.3 /.7 24/. -.3 907.-. 3/4308.3 /.7...3.3 /.3 507:3/.3.3 508.././ / 5.2  80-.37..3 80/02.724/. /02:. 8./. /03..2 7.3 507.723.3.7. .9 .3.8..98:9/-:9.5507/.7 4/.9. 207:2:8. $0.8.9:7.5.370033010.7.7.3. 010  0.505.... ..32070.8/-/.3/.19..3 8:9 /9072.9:7. :7.703.3 9039. 5:9 90 .8.  /.9.7 507:3/.2 80-.:.7 24/.3 8073 907..3 :3/.

8.3::25.3 57385 0907-:.3./.3 50.3.35.3.35.9.8.8809..90705.3438:9.8/..5. 9/.3!.8. 20::/.3907. 438:9.3 31472.8.9  0907.3.9:574108503:3.7.724/.3 :3/.3. 90780-:9 /-07 9:..9.8 / /.724/.3507:3/.::2.8.8.8.3.3/ -/..8 :39: 202-07.9:7..3.74/.    ..20.3 503/.7507.7 24/.550.27.3::2  80-.5507.

3 :3/.9::2 0.3 .9 .7:8202. 02903 /./03.3. -03.7.7 24/.08947 /42089 /./.3 .19. 5073.390780-:9 !/.3 .724/.83  907.  /.02-.5 5.75.3 202.8 80947 . 3 ! 25:3.3.8.7.5.3/-/..3!#   $.9: 4/0 09 /.9:7.7808:.5 5030.808:. 0:.7:8 3/0503/03 9/.8.2 7...3 : :2 5.2 ..505.2 7.8 07:. 503/.3.2 .3/./. 20.  &3/.8.3 89.3 :3/. 20303.3 //079.8.8:/:3/.3 507:8.8..3 ::2!. .3..3.3 4   %.2203.3507. 3 /.3 5030.93/0503/03 8079./.3 /-07..8.09039:.8./.7 24/. 90780-:9  438:9.3 ::2 0.3 4/0 09 /.7...3 0907.9. :8:83.507809::.7 503/.8. 203/::3 57385 0907-:.83.3/-07.3  /. /.3 40 438:9.3507:3/.3503/.3.3 /03.3 5.: / 5... 3/4308.3.9 0507.3/.5..3 80. .7 -03.7.2 .7 574108  /-07.3.2 4388903 907. 5.3 31472.3 503/.3:3 :..9 /.7:8 4388903 /.35.3203.45343    ..3 /909.8.74/.7 24/.3  2.3 40 .2 -039: 502078.7.3 203..3.3 438:9. 80.3-0781. 3.3 -/.3 20.3 0907..3 3.3/:.3 :3/. 3/0503/03 8079.25:79./.3 $08:..3 -079:2-:    . /03.3 -0703.7 24/.. .848.3 ::2 907.8.08947 /. 0.7:8 90..3.    &39: 203.5 5.505.3 89.39.3 2903 /.7 24/.3.3 -07.8..3/2.8.3 .2 . 5..505..-.2 2030...3/2.7 574108 .3 5:-  .8:/    .3. /9039:.8  .80-. 802.39:.-.83./..:3    .7 57385 3  $0.9 /./..39/.3 :39: :9 -079. 0907-:..:/9 /.3 57385 57385 .: .2.31:385020739..23 .7.5.2 ..3 ::2 5.9:7 /.9:5:...8 2033/.3.3 .. /03.  93.8..3 502-..3 07/.9.3.  /.5..

2  2./.3 503447/3.: -07:-.8. 0:.3 .3 80..9 507.505.3 .7 24/.3 003.$0-.93.5.34507./507:.7: 9:.28  .  !02-039:.7..2.8 /.3 80947 0:.:8.7 -07507.3 0-9038/.3 .8.3 80-0:23.2 .3 /..724/.3 5. 3899:8 ..3  ...843.3 /3.5/3.3 202503.9:7.7:880.8 / -/.3 50308:.8.91 /.380.505./.5203.97.3 5../.4592..3. /.3.                              .3 202 49479. /02-.3 .3 02-.

 $023.%#!&$%   :. .. .7 4/.3!.7 !.3 ::2  !%  97.2434 !03.505.  .   &3/. 4/073 %3.7%039.79./  !.8.39.             .8.2.8.3!.3/:3  3/4!7. /9.8. /08  /08  ./3/4308.7 4/. !% 97./9. 3/4308.334247%.3  ..8907 !.3 !.3..9  .79.8.3 !.907 &3/.8..3 &3/.74/.   57    42.      .:.8&/.7 4/.  :37:.2  .7 4/.. .9 .0789.3 :3/./ #.  &3.3 %007  !44 544 .:3%039.74/.3/:3  #05:- 3/4308.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful