PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN TERHADAP EFEKTIFITAS LAYANAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DAN PERKAWINAN

DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA

Edy Pramono

Edy Suandi Hamid
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja karyawan terhadap efektifitas layanan penerbitan akta kelahiran dan perkawinan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Hasil uji F dan Uji R2 yang dilakukan menunjukkanbahwa model yang digunakan cukup baik yaitu; gaya kepemimpinan, motivasi kerja karyawan dan efektifitas layanan sudah tepat. Hasil persamaan regresi dari penelitian ini menunjukkan variabel independen yaitu gaya kepemimpinan (X 1) dan motivasi kerja (X2) mempunyai nilai pengaruh yang kuat serta arah positif terhadap variabel efektivitas layanan (Y) pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta, hal ini berarti bahwa unsur-unsur gaya kepemimpinan dan motivasi kerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta sudah mencapai tingkatan yang bagus, namun untuk kedepannya harus lebih ditingkatkan intensitasnya agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Dari hasil analisis data yang dihasilkan bahwa variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang paling dominan dibandingkan dengan gaya kepemimpinan hal ini disebabkan karena motivasi kerja merupakan penentu seseorang untuk bekerja lebih giat dan meningkatkan produktivitasnya sehingga efektivitas layanan sangat dipengaruhi oleh motivasi kerja. Dari hasil uji serentak (Uji F) maka seluruh variabel baik variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi tingkat efektivitas layanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Dalam hal kepemimpinan, pemimpin hendaknya memahami betul karakteristik dari para bawahan yang dipimpinnya, perlunya penanganan secara komprehensif terhadap faktor motivasi pegawai, pimpinan agar lebih meningkatkan komunikasi guna memberikan motivasi terhadap para pegawai secara langsung dan tatap muka, sekaligus mampu mengadaptasikan kepemimpinan dan perilaku masing-masing dalam menghadapi berbagai tipe atau karakteristik dari bawahannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat.

Kata Kunci : gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan efektifitas layanan.

mereka dituntut kreativitas dan kepekaan yang tinggi menghadapi tingkat perubahan lingkungan yang cepat. persaingan. Kualitas pelayanan publik yang memuaskan menginginkan lebih banyak umpan balik yang seimbang dengan pengorbanan yang diberikan oleh kantor dan pemenuhan kewajiban sebagai masyarakat yang loyal pada pemerintahnya. sebagai hasil penerapan gaya kepemimpinan yang disukai anak buahnya. Pemimpin yang mempunyai jiwa yang bijaksana dan tidak main perintah saja tetapi juga memperhatikan usulan dari karyawan bawahannya. Gaya kepemimpinan yang demikian secara otomatis akan menimbulkan motivasi kerja bagi anak buahnya. budaya kerja. Pengangkatan PNS. Motivasi berprestasi dalam pengerjaaan tugas dan juga menyukai situasi-situasi kerja dimana kinerja antara pemimpin dan bawahannya timbul karena gaya kepemimpinan yang konsultatif demokratis. dengan mengadakan peningkatan kualitas profesionalisme. dan disiplin pada karyawan dalam melaksanakan tugas layanannya. Pimpinan yang baik adalah seorang pimpinan yang tidak hanya memberi contoh saja. karena PNS ini sebagai ujung tombak terdepan yang memberi kesan pada pelanggan dan bersentuhan dengan masyarakat setiap harinya. sehingga membuat orang-orang yang terlibat dalam kerjanya merasa termotivasi dan hasil aktifitas pelayanan kesehariannya menjadi lebih efektif dan memuaskan masyarakat pelanggan. namun penggunaan setrategi dalam mencapai tujuan diperlukan pengalaman bahkan pada masa kini pengalaman kurang mencukupi. semua itu dimulai dari pimpinan organisasi atau dinas tertentu ketika menyusun program kerja. serta memegang penuh etika birokrasi sesuai dengan tingkat kepuasan dan keinginan masyarakat”. Gaya kepemimpinan Dinas yang melayani kepentingan masyarakat harus diimbangi dengan motivasi kerja karyawan yang bertugas langsung (customer service). keunggulan kompetitif. Upaya pimpinan menggerakan anak buah untuk lebih semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat banyak secara professional dapat dilakukan jika kepemimpinan tersebut dapat diterima bawahannya secara iklas dan senang hati. Membangun kinerja aparat pelayanan yang efektif dan efisien dapat dilakukan dengan menciptakan suatu harmonisasi antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja yang dipimpinnya. tujuan. akan memotivasi kerja yang baik dan bersedia belajar secara terus menerus serta bergaul akrab dengan bawahan tanpa membedabedakan akan menimbulkan motivasi kerja yang tinggi juga bagi anak buahnya. memberikan dorongan. dan memberikan tanggung jawab serta mengajak dan menghimbau bukan memerintah. sikap. tetapi pimpinan yang bisa menjadi suri teladan bagi anak buahnya. untuk memberi kepuasan masyarakat. Hasil layanan menjadi optimal dengan cara kerja yang efektif akan dapat dicapai bilamana diikuti dengan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan manajemen yang telah disepakatinya. Keberhasilan kepemimpinan dimana semua unsur manajemen itu harus mengarah pada tujuan dan nilainilai yang telah disepakati oleh kelompok atau . Dalam era globalisasi sekarang ini yang sarat dengan tantangan. Untuk melihat kecenderungan dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada lingkungan. Kondisi lingkungan kerja yang selalu berkembang dan berubah harus dipantau (baik internal maupun eksternal ) secara berkala untuk meyakinkan bahwa setrategi .A. setelah kebutuhan yang lebih rendah telah terpuaskan. Gaya kepemimpinan dan motivasi kerja bawahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektifitas layanan terhadap masyarakat. sistem dan lainnya masih sesuai atau tidak. Adanya macam-macam motivasi menunjukan adanya tuntutan kebutuhan yang harus dipenuhi dan keinginan yang harus direalisasi dapat mempengaruhi tingginya dorongan seseorang untuk mendapatkan puncak kepuasan tersebut.. sehigga dapat membawa perubahan sikap dan perilaku manajemen sekaligus akan menumbuhkan motivasi bagi karyawan. dapat menumbuhkan motivasi. Gaya kepemimpinan yang konsultatif dimana dalam kepemimpinan ini lebih banyak mengajak dan menghimbau dari pada menghukum. Pimpinan yang bisa menjadi teladan sebenarnya pada anak buah. Antara lain dengan keteladanan. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penyelenggaraan kantor pemerintahan secara efektifitas dan efisien. Gaya kepemimpinan adalah suatu seni mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki dalam upaya mencapai tujuan dengan setrategi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan. PENDAHULUAN Peningkatan kinerja pemimpin yang didasarkan pada kompetensi dan profesionalisme mempunyai peran penting dalam memotivasi bawahan untuk memajukan organisasi dimasa depan yang unggul dan kompetitif. Gaya kepemimpinan dapat dipelajari. sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah RI No:100 Tahun 2000 tentang.

2004:90). Selain itu demi tercapainya tujuan organisasi maka hendaknya setiap pegawai didorong semangat kerja dan disiplin kerja yang tinggi. sehingga penelitian ini tidak menggunakan sampel.organisasi dalam menghadapi tantangan atau mencapai tujuan dinas yang dipimpinnya. Unsur yang terkandung efektifitas dan efisiensi memiliki kekuatan motivasi. Semua itu tidak akan optimal bilamana tidak memperhatikan faktor manusiawi berupa kejenuhan.Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi yang akan menerpa semua negara di dunia termasuk Indonesia. yang dapat menjamin terciptanya perilaku yang adil dan kenyamanan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan.. Kritik terhadap instansi pemerintah kemudahan dalam mencapai target sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja lebih baik. tugas dan kewajibannya. B. 2002: 74-84). (2). Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek-obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono. tetapi bukan berarti terjadi minimalisasi target pekerjaaan. maka penulis merasa tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP EFEKTIFITAS LAYANAN PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DAN PERKAWINAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA SURAKARTA”. dan lebih bersifat terdesentralisasi . 61 orang tersebut terdiri dari : (1) (2) (3) (4) Bagian tata usaha Bagian bina program Sub Din Kependudukan : 16 orang : 5 orang : 23 orang Sub Din Catatan Sipil : 11 orang (5) Sub Din Dokumentasi & Informasi: 6 orang + JUMLAH : 61 orang . biasanya lebih banyak menjamin perasaan adil atas keluhankeluhan dan hal-hal in-disipliner bagi aparat yang dibawah pimpinannya. Proses komunikasi dua arah merupakan suatu hal yang dapat mendukung iklim kerja sebagai upaya untuk mewujudkan motivasi dalam efektifitas pelaksanaan tugas pelayanan. Tujuan harus dijabarkan dalam kebijaksanaan dan setrategi yang operasional. METODOLOGI PENELITIAN 1. tidak memiliki motivasi dan ketrampilan yang dilandasi kepribadian. motivasi kerja PNS dan tata kerja disuatu organiasasi pemerintahan tersebut. (3). Karena kepemimpinan yang memberdayakan bawahan akan menimbulkan kepercayaan kepada pegawai dalam melakukan pekerjaannya dan kepemimpinan yang demikian secara linier akan mendelegasikan beberapa fungsinya pada pegawai yang dipimpinnya. Populasi. Pelaksanaan dikendalikan. Untuk itu manajemen perkantoran harus berorientasi pada tujuan agar lebih efektif dan efisien dengan cara seperti. Kepimpinan yang menjamin terjalinnya efektifitas komunikasi dua arah. Kecenderungan para aparat untuk setia kepada pengarahan pimpinan yang berada diatasnya secara strukturalnya. Dengan demikian para karyawan dapat mengukur kemampuan kemudian dikombinasikan dengan pekerjaannya .Sehingga akan menghasilkan kinerja yang lebih baik. berupa perbaikkan atau penyempurnaan secara terus menerus. lebih demokratis dan terbuka. Oleh karena banyaknya jumlah karyawan dinas tersebut hanya 61 orang karyawan PNS. dianalisa kemudian ditindak lanjuti. (1). Di banyak lembaga sebenarnya telah memiliki komitmen tinggi juga cenderung terlibat dalam pengaktualisasian praktik-praktik gaya kepemimpinan yang bertujuan untuk menjamin kinerja mereka agar memiliki peluang untuk sepenuhnya menggunakan semua ketrampilan –ketrampilan dan bakatnya. Indikator keberhasilan akan dirancang sendiri oleh pegawai dengan sepengetahuan pimpinan. (Thoha. baik kerjasama maupun koordinasi. Sebagai alternatif yang dapat dipilih dan dilakukan seorang pemimpin dewasa ini adalah gaya kepemimpinan yang konsultatif. Dengan sekilas memahami konsep-konsep dasar gaya kepemimpinan. Untuk mengatasi tantangan globalisasi diperlukan perubahan cara kerja baru yang lebih efektif dan efisien. tidak memiliki kepribadian dan nilai-nilai. karena gaya ini menempatkan kedua belah pihak baik yang memimpin dan yang dipimpin berada pada posisi yang sama hak. Merumuskan tujuan dan sasaran layanan organisasi secara jelas. Dalam era yang serba terbuka ini maka kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang memberdayakan bawahannya. dengan memberikan rangsangan baik yang bersifat materi maupun non materi yang sering disebut motivasi. (4). Dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. dimana motivasi tidak akan berarti kalau ketrampilan tidak cukup. lebih rasional dan fleksibel. maka penelitian ini melibatkan semua karyawan PNS di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Dilaksanakan dengan semua pihak. perlu dipelihara dengan adanya komunikasi dua arah .

Hubungan antar teman sejawat dan pimpinan didasarkan rasa persahabatan. kerja 3. sebagai berikut : Y = a + b1X1 + b2X2 + e. Konstanta X 1 adalah . (b). diperlukan data primer dan data sekunder. (c). serta Kasi Kelahiran Kematian. (b). terikat bebas dari . maka jawaban kuesioner dengan mengunakan skala Likert. dan variabel merupakan faktor yang mempengaruhi terdiri Gaya kepemimpinan (X1). tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapi untuk pengukuran persepsi responden terhadap fenomena lainnya. 4). Variabel Penelitian. Adapun analisis regresi berganda disusun persamaan regresinya menjadi suatu model empiris. Data primer ini adalah data yang diperoleh dari hasil kuesioner secara langsung kepada staf maupun pimpinan yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Kota Surakarta. dan Motivasi karyawan (X2). Efektiftas layanan ( Y ) adalah. Adalah pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab/wawancara secara langsung baik dengan responden maupun dengan pimpinan pada Dinas Kependukukan dan Catatan Sipil di Kota Surakarta. Kemampuan mempengaruhi. 5). Kemampuan memotivasi. dengan indikator-indikatornya antara lain . Pembagian kerja yang jelas. semangat yang mendorong seseorang melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. dengan skor 2. 4. Untuk membantu analisa obyek penelitian. maka untuk mengetahui pengaruh factor Gaya kepemimpinan dan Motivasi kerja sebagai variabel bebas terhadap Efektifitas layanan. tenaga. Penggunaan alat yang berbasis teknologi informasi yang cangih. dengan skor 5. Kepuasan kerja. dengan skor 4. 2004:107) Pada penel. Metode Analisis Data. Berdasarkan kajian teoritis yang telah diuraikan diatas. Untuk keperluan akurasi data digunakan metode bantu wawancara yang dilaksanakan secara acak dan observasi. Untuk keperluan analisis secara kuantitatif. dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada: Ka. Setelah instrumen penelitian yang berupa daftar penyataan disusun. Pilihan TS = Tidak setuju. Metode pengumpulan data yang ditempuh dalam pelaksanaan penelitian ini adalah. Pilihan STS = Sangat tidak setuju. dengan indikator : (a). (d). maksudnya angket yang sudah tersedia jawabanya responden tinggal memilih diantara jawaban yang tersedia. 3). maka diadakan uji validitas dan reliabilitas 5. dengan skor 1. Pilihan KS = Kurang setuju. Jenis data . Adalah pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung pada obyek yang diteliti guna melengkapi informasi yang dibutuhkan. 2). dengan skor 3.Oleh karena itu rating scale lebih fleksibel. Data sekunder ini diperoleh dari studi kepustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini. (a). Pilihan S = Setuju. (a). Ana. Observasi. (b). pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial ( Sugiyono. (c). Efektifitas Layanan a adalah .itian ini responden diminta memilih salah satu dari lima alternatif jawaban sebagai berikut : Pilihan SS = Sangat setuju. Angket yang digunakan adalah angket tertutup.Si Perkawinan dan Perceraian . dengan instrumennya berupa pedoman wawancara. (d). Tepat waktu dan disiplin kerja Gaya kepemimpinan (X1) adalah. adapun yang menjadi indikatornya adalah. Penyampaian informasi. Gaya Kepemimpinan X 2 adalah : Motivasi Kerja a. 1). Prosedur layanan singkat dan sederhana. Karena skala Likert dapat digunakan untuk mengukur sikap. Hubungan kerja yang baik. Wawancara. Pengambilan keputusan.. Motovasi kerja (X2) adalah. Dimana : Y adalah .isis Regresi Linier Berganda. perilaku pimpinan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas yang dilakukan terhadap kerja bawahan. Dalam penelitian ini sebagai variabel adalah Efektifitas Layanan (Y). Instrumen Penelitian. dan biaya dalam proses penelitian. efisien dan hemat waktu. Fokus pada pelanggan.2. Angket. (e). (c). pemberian jasa dan kepuasan kepada orang lain . Alasan pemilihan angket dalam penelitian ini dari segi teknis pelaksanaan angket adalah metode yang paling efetif. .Dalam rating scale responden menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan . Metode Pengumpulan Data. Definisi Operasional. Berorientasi pada kepuasan orang lain. Pengakuan dan Pengesahan Anak. (d). Dalam penelitian ini digunakan data rating scale .

b2 adalah : koefisien regresi pada motivasi kerja karyawan X 2 e adalah : standar error yiatu pengaruh variabel lain diluar model.adalah : koefisien regresi pada gaya kepemimpinan X 1 . d. dan motivasi kerja mempunyai item dengan nilai thitung > ttabel. gaya kepemimpinan.Otokorelasi adalah keadaan di mana terdapat trend didalam variabel yang diteliti.b 1 . maka digunakan uji F – Statistik c. Uji Kolmogorov-Smirnov memusatkan perhatian pada penyimpangan atau deviasi maksimum. (2) Uji Otokorelasi Otokorelasi sering terjadi pada pengamatan pada data runtut waktu (time series) .6. Keputusan uji. rumus regresi diperleh dengan asumsi bahwa variabel pengganggu (error) atau e diasumsikan memiliki varian yang konstan (rentangan e kurang lebih sama).6 thitung > ttabel variable 0. maka harus dipenuhi syarat BLUE ( Best Linier Unbiased Estimator) yaitu : (1) Uji Normalitas Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui setelah perlakuan akan berdistribusi normal atau tidak (Sudjana. Ini berarti semua variable lolos uji reliabitas. Untuk membuktikan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara bersamasama mempengaruhi Efektifitas Layanan. maka digunakan uji t-statistik. Adapun tahap-tahap pengujian hipotesa terdiri dari uji instrumen yang akan terdiri dari uji validitas dan reliabilitas. Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 (nol) dan 1 (satu ). maka kondisi tersebut dikatakan tidak homoskedastisitas atau mengalami heteroskadestisitas. b. uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas sebaran. untuk tahap pertama adalah sebagai berikut: 1. (4). uji otokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Multikolinearitas adalah korelasi linear yang “perfect” atau eksak diantara variabel penjelas yang dimasukkan kedalam model. sehingga mengakibatkan e juga mengandung trend. Uji Asumsi : Untuk memastikan bahwa model yang diestimasi memenuhi ketentuan asumsi klasik. (3) Uji Heteroskedastisitas. Uji Reliabilitas Konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. uji multikolinieritas. Uji Validitas Dari hasil analisis data uji validitas diketahui bahwa variabel efektivitas layanan.444) atau koefisien Alpha > dari kriteria Nunnally yaitu 0.tolak Ho. dan motivasi kerja mempunyai item dengan nilai r Alpha positif dan r Alpha > r tabel (0. terima Ho. gaya kepemimpinan. tetapi ikut mempengaruhi efektifitas layanan. b. Analisis Data Tahap berikutnya dalam penelitian ini adalah mendapatkan kesimpulan hasil penelitian yang telah penulis lakukan di Dinas Kependidikan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Melihat hasil analisis dapat dijelaskan bahwa angket yang sajikan dapat dipakai pada proses penelitian selanjutnya yaitu uji pengambilan keputusan atau uji hipotesa dan uji asumsi klasik. Jika diantara variabel X1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel independent. c. X2. Adapun model dalam penelitian ini adalah = Y = a + b 1X1 + b2X2 + e . Uji t . sehingga terbukti kebenaran hipotesis yang telah penulis kemukakan pada bab III. Uji Hipotesis . 2. Uji Multikoliearitas. 1996:291). Sebagaimana dalam uji asumsi klasik. Untuk membuktikan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja secara parsial mempengaruhi Efektifitas Layanan. Uji Instrumen a. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keandalan suatu butir angket dalam penelitian. jika p sama atau kurang kurang dari α. Jika ternyata varian dari e tidak konstan artinya bias membesar atau mengecil pada nilai X yang lebih tinggi. Untuk uji normalitas data hasil tes digunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan melihat normal probability plot. Koefisien Determinan ( R 2 ) Koefisien determinasi dilambangkan dengan R2 merupakan proporsi hubungan antara variabel Y dengan variabel X. Hasil uji reabilitas menunjukkan hasil bahwa efektivitas layanan.dan jika p lebih dari α. Uji F . ada yang memiliki korelasi tinggi maka hal tersebut mengidetifikasikan adanya problem multikolinear. D.

170 Keterangan: *** = Signifikan pada α: 1%. maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis null ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan terhadap efektivitas layanan.003 : 0.478 X2 + e (3.1) Regresi Berganda Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap efektivitas layanan. sehingga uji F dan t yang telah dilakukan tidak dapat diterima. dengan membandingkan hasil uji Fhitung dengan Ftabel.415 artinya apabila variabel gaya kepemimpinan semakin baik maka variabel efektivitas layanan akan meningkat pula sebesar 0.070)*** (3.880)*** (3.592 F = 26.002 dengan α 5% dan df = 58.523 X1 + 0.651 DW = 2. Akan tetapi pengaruh Xt sekarang menjadi lebih murni (Setiaji. c. Dengan menggunakan alat bantu program SPSS diperoleh hasil analisis yang baru sebagai berikut: Y = -3.307 Hasil analisis diatas menunjukkan bahwa nilai DW = 1. 3) Uji F Berdasarkan hasil analisis data maka di dapatkan uraian tentang uji F sebagai berikut: Pengujian variabel independen secara bersama-sama (gaya kepemimpinan dan motivasi kerja) terhadap efektivitas layanan dilakukan dengan menggunakan uji F. Pengaruh variabel gaya kepemimpinan terhadap efektivitas layanan. X1 = 0. b. Dari hasil analisis didapatkan nilai thitung sebesar 4. 2004: 37). Pengaruh variabel motivasi kerja terhadap efektivitas layanan.278 artinya variabel efektivitas layanan dipengaruhi oleh variabel efektivitas layanan itu sendiri sebesar 0. maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis null ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan variabel motivasi kerja terhadap efektivitas layanan.000 : 0.525 F = 31.278 Yt_1 + e (3. adapun model yang kita gunakan adalah dengan cara memasukkan variabel Yt_1.167)** (4.307 < 1.278 dengan asumsi variabel lain tetap atau variabel efektivitas layanan itu dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa pengaruh dari variabel yang lain.5 yang berarti bahwa terdapat gejala autokorelasi. Dapat juga disimpulkan dengan cara yang lebih mudah yaitu membandingkan nilai probabilitas/signifikansi thitung kepemimpinan yaitu sebesar 0.05 karena nilai probabilitas < nilai alfa maka ada pengaruh yang signifikan antara variabel gaya kepemimpinan terhadap efektivitas layanan.933 artinya apabila variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja konstan atau 0 maka variabel efektivitas layanan sebesar 3. adapun hasilnya dari analisis regresi sebagai berikut: a.459 DW = 1.05 karena nilai probabilitas < nilai alfa maka ada pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi kerja terhadap efektivitas layanan. ** = Signifikan pada α: 5% Interpretasi: a. artinya secara bersama-sama variabel gaya kepemimpinan dan variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap efektivitas layanan.323 + 0. Jika kita memasukkan variabel Yt_1 maka pengaruh Xt akan mengecil (nilai b1 akan mengecil).415 X1 + 0. d.415 satuan dengan asumsi variabel lain tetap.470 artinya apabila variabel motivasi kerja semakin baik maka variabel efektivitas layanan akan meningkat pula sebesar 0.933 + 0. dengan demikian nilai thitung lebih besar dari ttabel.886)*** R2 = 0.081)** R2 = 0.651 lebih besar dari Ftabel yaitu 3. dengan demikian nilai thitung lebih besar dari ttabel. 2) Uji t Uji t digunakan untuk menguji secara parsial atau satu-satu antara variabel independen dengan variabel dependen. Yt_1=0.933 satuan. Berdasarkan hasil analisis data di dapat persamaan regresi sebagai berikut: Y = 12.470 satuan dengan asumsi variabel lain tetap. b. Agar persamaan regresi diatas bebas dari gejala autokorelasi maka perlu dilakukan perbaikan model. Dari hasil analisis didapatkan nilai thitung sebesar 3. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 26. β0 = -3. X2 = 0.167 sedangkan nilai ttabel sebesar 2.002 dengan α 1% dan df = 58.470 X2 + 0.15 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.070 sedangkan nilai ttabel sebesar 2. 4) Uji R2 Berdasarkan hasil analisis data dengan program paket statistik SPSS ver 10 maka di dapatkan uraian tentang uji R² sebagai berikut: . Dapat juga disimpulkan dengan cara yang lebih mudah yaitu membandingkan nilai probabilitas/signifikansi thitung motivasi kerja yaitu sebesar 0.

5 dan < 2.Untuk mengetahui persentase besarnya perubahan variabel terikat yang disebabkan oleh variabel bebas. . Uji Normalitas Dengan melihat hasil analisis data didapatkan hasil analisis terhadap uji normalitas dengan metode Kormogorov-Smirnov yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas = 0.592 ini menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja mempunyai kontribusi pengaruh terhadap variabel efektivitas layanan sebesar 59. Adapun hasil uji heteroskedastisitas adalah : d. Uji Autokorelasi Hasil analisis data di dapatkan nilai DW= 2.369.472 dan untuk X2 sebesar 1. Dikarenakan hasil hitung Durbin-Watson > 1. Sedangkan gaya kepemimpinan yang diterapkan sering membuat pengawai bekerja dengan sedikit keterpaksaan tidak dengan kesadaran pribadi dari diri pengawai sehingga pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas layanan tidak sebesar pengaruh yang ditimbulkan oleh motivasi dari pegawai pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. mengarahkan dan menciptakan kesamaan persepsi terhadap satu kebijakan untuk mencapai tujuan. 3. Seorang pemimpin hendaknya memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan budaya dan iklim kerja kantor yang dipimpinnya. c.155 > 0.05.170. pendidikan formal dan lainlain. Uji Heteroskedastisitas Hasil analisis data diperoleh nilai R2 = 0. dari perbuatan seseorang yang didahului oleh adanya sesuatu yang mendorongnya. dan merasa tidak berarti. maka kita tidak dapat melihatnya secara nyata. bisa diterapkan pada karyawan bawahannya atau orangorang yang menjadi tanggung jawabnya. Jika gaya kepemimpinan tersebut ditolak oleh bawahannya bisa kehilangan harga diri. Motivasi adalah suatu dorongan dalam diri pegawai untuk melakukan suatu kegiatan atau tugas dengan baik agar mampu mencapai prestasi kerja (kinerja) dengan predikat terpuji. 4. Pembahasan Hasil uji ketepatan model uji F menunjukkan secara bersama-sama ada pengaruh yang signifikan dari variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap efektivitas layanan. Hasil uji ketepatan parameter penduga (Uji t) diketahui bahwa kedua variabel signifikan berpengaruh terhadap variabel efektivitas layanan. kedua nilai VIF tersebut kurang dari 10 maka data yang penulis pergunakan terbebas dari masalah multikolinieritas. Dari hasil analisis data diperoleh R² sebesar 0. diberikannya insentiv maupun penghargaan terhadap pegawai sehingga menumbuhkan motivasi dalam bekerja. disiplin. Hasil persamaan regresi dari penelitian ini menunjukkan variabel independen yaitu gaya kepemimpinan (X1) dan motivasi kerja (X2) mempunyai nilai pengaruh yang kuat serta arah positif terhadap variabel efektivitas layanan (Y) pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Motivasi hanya dapat disimpulkan dari perilaku yang tampak. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan a. Variabel dominan kedua adalah variabel gaya kepemimpinan yaitu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dengan rasa bersemangat demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan secara bersama-sama dan mendorong terciptanya kebersamaan atau perilaku seorang pemimpin dalam menggerakkan aktivitasnya dalam usaha membimbing.96 yang mana hasil ini lebih kecil dari 9. variabel-variabel tersebut misalnya lingkungan kerja.8% mendapat kontribusi dari variabel lain yang tidak terdapat di dalam model atau tidak penulis teliti. hal ini berarti bahwa unsurunsur gaya kepemimpinan dan motivasi kerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta sudah mencapai tingkatan yang bagus. faktor individu. Untuk variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap efektivitas layanan adalah variabel motivasi kerja karena motivasi merupakan hal yang melatar belakangi tingkah laku manusia. namun untuk kedepannya harus lebih ditingkatkan intensitasnya agar lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.016 apabila dikalikan dengan N = 60 maka diperoleh hasil 0. Uji Asumsi Klasik a. Sedangkan sisanya sebesar 40. Uji Multikolinieritas Hasil uji multikolinieritas diperoleh nilai VIF untuk X1 sebesar 1. akibatnya kebijakan yang diberikan menjadi statis mandeg.2 yang berarti tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.2%. baik disadari atau tidak manusia tidak dapat memungkirinya. b. D. Motivasi kerja lebih dapat mempengaruhi efektivitas layanan karena adanya penghargaan terhadap prestasi atau pengakuan yang diberikan oleh atasan maupun lingkungan tempat kerja. berarti sebaran data yang penulis gunakan berdistribusi normal.5 maka dapat diketahui bahwa dalam model regresi pada penelitian ini tidak ada masalah otokorelasi.

. Jakarta: Sekjen DepKes RI Arifianto. A. Astuti. Pimpinan agar lebih meningkatkan komunikasi guna memberikan motivasi terhadap para pegawai secara langsung dan tatap muka. R. Jakarta: Penerbit Ghalia Indonesia.b. Azwar. Marianti. Perlaksanaan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 Tentang: Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). camat hendaknya memahami betul karakteristik dari para bawahan yang dipimpinnya dan beberapa variabel situasional misalnya kebutuhan-kebutuhan bawahan. DAFTAR PUSTAKA Anantanyu. 1996. b. Jakarta 22 Juli 1995. Dari hasil analisis data yang dihasilkan bahwa variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh yang paling dominan dibandingkan dengan gaya kepemimpinan hal ini disebabkan karena motivasi kerja merupakan penentu seseorang untuk bekerja lebih giat dan meningkatkan produktivitasnya sehingga efektivitas layanan sangat dipengaruhi oleh motivasi kerja. B. Menyediakan Layanan Efektif bagi Kaum Miskin di Indonesia: Laporan Mekanisme Pembiayaan Kesehatan (JPK-GAKIN) di Kabupaten Sumba Timur. Jakarta: Lembaga Penelitian SMERU. Pelaksanaan Dana Sehat di Indonesia. Agustono.. Aseli. Atyastami. Arfida. Mengenal Pelayanan Dokter Keluarga.. Peran Pimpinan Rumah Sakit dalam Customer Focus. dan Monzona. Y. 2001. PBIDIKOMPAS. 1996. Jurnal Epidemiologi Indonesia ISSN:14110-296X Volume 1 Edisi 2-1997 Azwar. A. R. Disampaikan pada Seminar Sehari Tentang Dokter Pegawal Tidak Tetap... Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil (Bumil) Di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar: Kajian Pendekatan Model KIE. 2003. PT. NTT. Peranan IDI Dalam Membuka Peluang Kerja Dokter Pasca PTT . 1997. Surakarta: Staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.. Rekomendasi a. Dari hasil uji serentak (Uji F) maka seluruh variabel baik variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi tingkat efektivitas layanan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta. Argadiredja. Ekonomi Sumber Daya Manusia.. ESA Indonesia. Hasil penelitian hendaklah dapat dipergunakan sebagai bahan untuk penelitian berikutnya dengan mempertimbangkan segala keterbatasan-keterbatasan dalam penelitian ini. Surakarta: Pusat Studi Kependukan UNS. c. Hal ini dikandung maksud agar para pegawai khususnya di Kecamatan Gatak dapat terus termotivasi sehingga tugas utama mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat (public service) dapat terlaksana dengan baik. Perlunya penanganan secara komprehensif terhadap faktor motivasi pegawai. 2003. c. Program Pembangunan Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. Dalam hal kepemimpinan di lingkungan kecamatan. position power dan kepercayaan bawahan kepada pemimpin. d. 1995.. 2005. S. sekaligus mampu mengadaptasikan kepemimpinan dan perilaku masing-masing dalam menghadapi berbagai tipe atau karakteristik dari bawahannya sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat. M. Jakarta: Ikatan Dokter Keluarga . A. 2. struktur tugas. dan Ferichani. dan Budiyanti. 2005. mengingat terbukti faktor motivasi dalam penelitian ini mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai pada Kecamatan Gatak. S.

17 (3). Not Enough There.go. Tatham R. Block W.id. Jawatengah. 1998.resourceallocation. Suren. A. Upper Saddle River. The Human Capital Model of The Demand for Health.L.. 1999.. 2000. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.. 2006. A. 2001..net Dursin..2005 Johns.humanresources-health.jawatengah. http://www.. Mahasiswa S-2 UGM Minat Magister Manajemen Rumahsakit (MMR Husin.H. Jakarta: Menteri Tenaga Kerja RI Lucya. 2006. Janovitz B. M.. Hendrartini.desentralisasikesehatan. J.com Keputusan Menteri Kesehatan.A. 2000 Dussault.. http://www. Jakarta: World Bank Consultant.com/content/4/1/12 Eko I. M.. Cambridge: National Bureau of Economic Research.id/framer. 2003. Surakarta: UNS DepKes RI. 1995. Waver M. 1999. Traditional Birthing Costs Mothers’ Lives. Multivariate Data Analysis. Sesuai dengan Pasal 11 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2003. M.. 2006. 2002.E. Profil Kesehatan Indonesia 2000. Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Yang Wajib Dilaksanakan Daerah.. Grossmann..php?SUB= prog_pemb&SEKTOR=kesra&DATA=kesra_ke sehatan 27.go. Analisa Kebijakan Penetapan Tarif Kelas Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Di Bandung.. Irawan. Bratt J. Victoria: University of Melbourne. T. 2003. 2006. 2001. Adam. “Heterogenous Human Capital: Life Cycle Investment in Health and Education”. Jakarta: Mahasiswa Program Pascasarjana Kajian administrasi Rumah Sakit FKM UI Marzolf. http://www. Pengaruh Program TABULIN dalam gerakan saying Ibu terhadap Kelengkapan Pelayanan Antenatal di Kabupaten PATI... Anderson R. Hair Jr. G. Bandung: Industrial Engineering and Management Hidayat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.03. UU Perlindungan Konsumen Dan Dampaknya Kepada Pelayanan Rumah Sakit. The Indonesia Private Health Sector: Opportunities for Reform An Analysis of Obstacles and Constraints to Growth. http://www. BioMed Central.. D..gizi. Asia Times Southeast Asia. 2002. Korporasi Rumah Sakit Pemerintah.Basov.. 1999. Alternatif Mekanisme Pembayaran Provider Dalam Asuransi Kesehatan.C. Direktorat Gizi Masyarakat. 2001. 2002. 2005. S. Journal Health and Family Planning. Pendidikan Dokter Menghadapi Masa Depan : “Jumlah Atau Mutu Dan Kemandirian” . Too Many Here: Understanding Geographical Imbalances In The Distribution Of The Health Workforce. 2006. B. 281 – 287. Hermawan.. http:/www.. New York: Prentia Hall. Jakarta: Seminar sehari IDI pada tanggal 13 Nopember 1999.. Budiarso. Pemetaan Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atas Atribut Jasa Rumah Sakit dan Implikasinya Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum Palang Merah Indonesia Bogor . June 14. R. R. 2006. Enhancing the comparability of costing methods: cross-country variability in the prices of non-traded inputs to health programmes. Situasi Kesehatan Dan Gizi Dan Issue Kebijakan Memasuki Milenium Ketiga.F. Latief. dan Franceschini.. Yogyakarta. Peningkatan Mutu Pelayanan RS dengan Pemberdayaan Problem Solving Mindset.info [Akses: 30-7-2006] . Foret J.C.. Jawa Tengah Sehat 2010. J. dan Evans. J.B. Sumberdaya Manusia Dan Legal Aspek Tenaga Kerja Asing Khusus di Bidang Kesehatan. Devargas T. “The Impact of Price Changes on Demand for Family Planning and Reproductive Health in Equador”. E. Darmastuti. Pemetaan Tingkat Kepentingan Dan Kinerja Atas Atribut Jasa Rumah Sakit Dan Implikasinya Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Umum Palang Merah Indonesia Bogor.

..id/gdl/go. Ekonomi Kesehatan untuk Negara-negara Sedang Berkembang...Industrial Engineering and Management. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 228/Menkes/Sk/Iii/2002 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Yang Wajib Dilaksanakan Daerah. WHO.resource-allocation.id Osei. A. http://www. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Gilson L. d’Almeida. Aksesibilitas Masyarakat ke Pelayanan Kesehatan.tokohindonesia. Biro Perencanaan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2003. 27 Juli 2003. Jakarta: Seminar Benchmarking Rumah Sakit di Jakarta. Jakarta: PT Asuransi Kesehatan Indonesia. Surakarta: UNS. Bandung: S2 . Jakarta: Badan Litbang Kesehatan DepKes dan Kesejahteraan Sosial. Boyolali: RSU Pandan Arang Boyolali PT Askes. Jakarta: Gramedia World Bank.php?id=jbptitbpp -gdl-s2-2001-melinaherm-1829&width=400 Mills A. P. Dian Rakyat bekerjasama dengan Unit Analisa Kebijaksanaan dan Ekonomi Kesehatan (AKEK).. Produk Dan Informasi Bukti Dan Informasi Untuk Kebijakan : Bukti Untuk Kebijakan Kesehatan. 2002. 2005.id/info/about. http://www. 2000. 2005. H. Analisa Kebijakan Penetapan Tarif Kelas Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Di Bandung. 2006. S. 2004. Ori Andari. George.. http:/www. Profil Badan RSU Pandan Arang Kabupaten Boyolali Tahun 2004. Service Utilization in community Health Centers in China: a Comparison Analysis with Local Hospitals. Surakrata: UMS..S.. Prinsip Mendahulukan Kewajiban. http://www. 1995.or.. 1995. New York: Oxford University Press. W. K. Profil RSU Pandan Arang. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1993.. BMC Health Service Research. Pdpersi.. Jakarta: P.jamsostek co. Xilong. 2001. http://digilib. Mensah. Survai Demografi Kesehatan Indonesia. Jaminan Sosial Tenaga Kerja. AO.A.. dan Kainyu LH. 1990.co.. Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pemanfaatan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Wilayah Puskesmas Manahan Surakarta. Z. www. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi (Edisi Kedua) Jilid Pertama. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi (Edisi Kedua) Jilid Pertama.batan. JM.BioMed_central. Kirigia. D. W. Jamsostek. Liberalisasi Profesi Dokter & Sumpah Hippokrates. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Winkel. K. dan Bertens. Pedoman Bagi Peserta ASKES Sosial. Sujudi.com Sumarno.who. HH. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. BioMed Central. http://www. ________. Sebuah Pengantar.com . C:/Datafile_2002/Undang/KepMenKes/Kepmenkes_228_MENKES_SK_III _2002.. doc Sujudi. Psikologi Pengajaran. 2002b.php?id=9 Rahino.go. Pengaruh Kepesertaan JPS-BK Terhadap Pengeluaran Pelayanan Kesehatan. Banyak Gakin Belum Punya Askes. 2002. ________. Mohamad. 2006. Jacobalis. N. 2002. B. Dib.boyolali..id [Akses: 30-7-2006] SDKI.com Prayogo. 2003.. 2005. 1997.Melina. 2006. “World Development Report”. 1987. Hong.go. B.id Wibisono. Peran Asuransi Kesehatan dalam Benchmarking Rumah Sakit. S.. Tehnical Efficiency of Public district Hospitals and Health Centres in Ghana: a Pilot Study. Murti. MO.. C. 2004. RUMAH SAKIT: Antara Komersialisasi dan Etika.T. PT. 2005. Xionghang. http://www.. Jakarta: BPS Setyawati.

Peran Pimpinan Rumah Sakit dalam Customer Focus. Shangula. K. B.Yuni. K. 2005. Zere... C..com . dan Kapenambli. Tjivambi. M. Mbeeli. Central. Mandlhate. Mutirua. W. T.. A... http://www.resourceallocation. 2006. E. Technical Efficiency of District Hospitals: Evidence from Nambia Using Data Envelopment Analysis.. dan Rita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful