P. 1
Pendekatan Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia

Pendekatan Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia

|Views: 289|Likes:
Published by Atik Agustini

More info:

Published by: Atik Agustini on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2014

pdf

text

original

PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD

Juni 7, 2010 pada 8:00 am (Pendidikan)

1 Votes

Cintai Indonesia Pendekatan Whole Language dalam Pembelajaran Bahasa Whole language adalah suatu pendekatan pembelajaran bahasa yang didasari oleh paham constructivism. Dalam whole language bahasa diajarkan secara utuh, tidak terpisah-pisah; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis diajarkan secara terpadu (integrated) sehingga siswa dapat melihat bahasa sebagai suatu kesatuan. Dalam menerapkan whole language guru harus memahami dulu komponen-komponen whole language agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. Komponen whole language adalah reading aloud, jurnal writing, sustain silent reading, shared reading, guided reading, guided writing, independent reading, dan independent writing. Kelas yang menerapkan whole language merupakan kelas yang kaya dengan barang cetak, seperti buku, majalah, koran, dan buku petunjuk. Di samping itu, kelas whole language dibagibagi dalam sudut-sudut yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan secara individual di sudut-sudut tersebut.

bersemangat. Ketiga hal tersebut dipaparkan berdasarkan gambaran dasar yang terdapat dalam pendekatan keterampilan proses. seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme. Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan mengembangkan prosedur-prosedur bagi empat keterampilan berbahasa. Sementara itu. dan berbicara dan mengakui saling ketergantungan bahasa dan komunikasi. Pengaturan dilakukan sedemikian rupa agar siswa mempunyai keleluasaan gerak. pengalaman. merasa aman. dan bergairah untuk belajar. membaca. Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahanperubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris pada tahun 1960-an. Pendekatan ini memberikan pengetahuan. ditolak di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960-an dan para pakar linguistik terapan Inggris pun mulai . baik secara fisik maupun nonfisik. Pendekatan ini dipandang sebagai pendekatan dalam proses belajar-mengajar yang sesuai dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. bergembira. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dilaksanakan dengan pengaturan kelas. bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. Dengan kondisi yang demikian. pengalaman. kelas whole language menerapkan penilaian yang menggunakan portofolio dan penilaian informal melalui pengamatan selama pembelajaran berlangsung Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran bahasa adalah pendekatan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan bahasa. yang mencakup menyimak. serta keterampilan yang cocok untuk memperoleh serta mengembangkan kompetensi bahasa yang kita pelajari. yang saat itu menggunakan pendekatan situasional. Prinsip-prinsip Pendekatan Keterampilan Proses. menulis. melainkan juga pada pemberian pengetahuan. dalam perkembangan selanjutnya. aspek-aspek yang berkaitan erat dengan pendekatan komunikatif. Dalam pembelajaran bahasa secara situasional. dalam hal ini bahasa Indonesia.Selanjutnya. beberapa aspek yang dibahas dalam KB 2 ini mencakup tiga hal penting. Fokus pembelajarannya tidak hanya pada pencapaian tujuan pembelajaran saja. dan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Keterampilan Proses. dan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Beberapa hal yang berkait langsung dengan konsep ini adalah latar belakang munculnya pendekatan komunikatif. Namun. yakni Hakikat Pendekatan Keterampilan Proses. ciri-ciri utama pendekatan komunikatif. dan bahasa yang dimaksud dalam konteks ini tentu saja bahasa Indonesia. dan keterampilan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. materi yang diberikan kepada siswa akan mencapai hasil yang maksimal.

Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksud-maksud pembicara dan penulis yang menciptakannya. Pemberian Tugas. peranan siswa. terdapat beberapa garis besar pembelajaran yang harus diperhatikan yakni Penyajian Dialog Singkat. Kecakapan ini disebut dengan kecapan hidup yang cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan.mempermasalahkan asumsi-asumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional. tipe kegiatan. BNSP (2006:35) menyatakan bahwa pengalaman belajar peserta didik menempati posisi penting dalam usaha meningkatkan kualitas lulusan. Adapun yang termasuk dalam strategi pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan pendekatan komunikatif adalah pengorganisasian kelas serta metode dan teknik Belajar Mengajar. ada dua hal yang harus diperhatikan. Untuk itu pendidik dituntut harus mamapu merancang dan melaksanakan pengalaman belajar dengan tepat. dan bekal ini diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar disekolah. tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwa-peristiwa situasional. Penarikan Simpulan. Aktivitas Produksi Lisan. maka pembelajaran tematik tampak lebih menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Pembelajaran tematik merupan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. tujuan. Menurut mereka. Penyajian Tanya-Jawab. Aktivitas Interpretatif. Adapun dalam penerapan pendekatan komunikatif ini. . peranan guru. Penelaahan dan Pengkajian. dan peranan materi. Sementara itu. beberapa aspek yang harus diperhatikan kaitannya dengan pendekatan komunikatif adalah teori bahasa. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional. teori belajar. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran jadi bermakna bagi peserta didik. PENDEKATAN TEMATIK DALAM PEMBELAJARAN SD Konsep pembelajaran tematik adalah merupakan pengembangan dari pemikiran dua orang tokoh pendidikan yakni Jacob tahun 1989 dengan konsep pembelajaran interdisipliner dan Fogarty pada tahun 1991 dengan konsep pembelajaran terpadu. Setiap peserta didik memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup dimasyarakat. Dalam prosedur pembelajaran pendekatan komunikatif. Oleh sebab itu pengalam belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal bagi peserta didik dalam mencapai kecakapan untuk berkarya. silabus. sehingga peserta didik aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran tematik peserta didik akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman lansung dan nyata yang menghubungkan antar konsep-konsep dalam intra maupun antar mata pelajaran. yakni tujuan pembelajarannya dan GBPP yang digunakan. dan Pelaksanaan Evaluasi.

tema ”Air” dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika. Sehingga peserta didik akan memahmi hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami. dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. agama dan seni. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya. karena pada dasarnya pembelajaran tematik merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasan pada peserta didik baik secara individu maupun kelompok. Pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin dicapai. menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada peserta didik untuk memunculkan dinamika dalam proses pembelajaran. Lebih luas lagi. bahasa. tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain. Peserta didik dapat aktif mencari. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan pengahayatan secara alamiah tetang dunia di sekitar mereka.  Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan. @ KARAKTERISTIK PENDEKATAN TEMATIK Sebagai suatu proses. bukan sekadar informasi dari guru. Pada pembelajaran tematik diprogramkan untuk melibatkan peserta didik secara lansung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan peserta didik belajar dengan melakukan kegiatan secara lansung. Sedangkan peserta didik sebagai actor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya. Sebagai contoh. pembelajaran tematik memiliki karakteristik sebagai berikut :  Pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum. kimia. .  Lebih memperhatikan proses dari hasil semata.  Belajar melalui pengalaman lansung. Pembelajaran tematik mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki peserta didik. sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari peserta didik. seperti IPS. Pembelajaran tematik dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. biologi dan matematik. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang di pelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar lebih bermakna.Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tama tertentu. Hal ini diharapkan akan berakibat kepada kemampuan peserta didik untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.

Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan melibatkan hasrat. 2004: 72) bahwa anak akan mampu berbahasa menurut proses pematangan (maturation) dan tidak ada hubungan antara bahasa dan kebutuhan anak. tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Kekosongan itulah yang selanjutnya akan diisi oleh lingkungan. Cassier berpendapat bahwa pada dasarnya bahasa merupakan pengungkapan gagasan serta ekspresi perasaan atau emosinya. . Ia berpendapat bahwa jeritan-jeritan yang keluar dari seorang anak (bayi) merupakan ungkapan emosionalnya. Bahasa diperoleh anak mulai dari bentuk yang paling sederhana hingga menuju kesempurnaan. E. Sementara itu. pelaksanaan sampai proses evaluasi. sehingga dimungkinkan peserta didik termotivasi untuk belajar terus menerus. Dalam hal ini. Pembelajaran tematik memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Sehingga dimungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi.  Sarat dengan muatan keterkaitan. minat. Brooks mengutip Lennberg (dalam Soemarsono. Ada dua pandangan yang bertentangan mengenai pemerolehan bahasa pada anak. dan kemampuan peserta didik. yang pada gilirannya nanti akan membuat peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.Pada pembelajaran tematik dikembangkan pendekatan discoveri inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan. Pandangan behaviorisme menyatakan bahwa seorang anak mula-mula merupakan tabula rasa atau sesuatu yang kosong. Pemerolehan Bahasa Pada Anak oleh: titiksidji     Pengarang : Yanris Tri Hersetiyanto Summary rating: 2 stars (26 Tinjauan) Kunjungan : 3104 kata:600 More About : pemerolehan bahasa anak Summarize It Ada beberapa hipotesis tentang asal mula bahasa dihubungkan dengan pemerolehan bahasa pada anak (Soemarsono. Proses tersebut berupa tahapan pemerolehan bahasa yang secara umum dialami oleh setiap anak di seluruh dunia. 2004: 71). jika seorang anak mencapai umur tertentu dia akan berbahasa. bahasa anak yang merupakan ungkapan pikiran atau gagasan mengikuti perkembangan fisik dan pikiran sebagai wujud sosialisasinya dengan lingkungan. Pendapat lain yang dinyatakan oleh Brooks adalah ‘kelahiran bahasa’ merupakan pemerolehan bahasa bagi tiap manusia (anak bermula ketika ia berumur 18 tahun).

Halliday dalam Soemarsono (2004: 166) membagi tahap-tahap pemerolehan bahasa anak secara fungsional sebagai berikut. pemerolehan bahasa pada anak bersifat alamiah atau didasarkan pada nature (Dardjowidjojo. 2005: 24). secara tidak sadar ia merasakan bahwa bahasa dapat digunakan sesuai kehendak. karena mereka telah diprogram dan dilengkapi dengan segala sesuatu (otak.) (Soemarsono. bahasa berkaitan dengan fungsi penguatan (Mar’at. alat ucap. PENGERTIAN PEMEROLEHAN BAHASA Istilah ‘pemerolehan’ merupakan padanan kata acquisition.Skinner berpendapat bahwa pemerolehan bahasa. Pendapat itu disanggah oleh Chomsky dengan mengenalkan hipotesis R. Penguatan (reinforcement) diberikan lingkungan (orang tua) kepada anak pada usahanya untuk mengenal bahasa. Dengan demikian. Discartes/ hipotesis bawaan (Soemarsono. Fungsi Regulatori 3. 1. Fungsi Instumental 2. 2004: 72). Fungsi Personal 5. juga pengetahuan lain. kemampuan berbahasa seorang anak bersifat nurture atau ditentukan alam lingkungannya (Dardjowidjojo. dst. TAHAP-TAHAP PEMEROLEHAN BAHASA ANAK SECARA FUNGSIONAL Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi sebenarnya mulai dipahami sejak kanak-kanak. 2005: 72). Bahasa pertama yang dikenal dan selanjutnya dikuasai oleh seorang anak disebut bahasa ibu (native language). Istilah ini dipakai dalam proses penguasaan bahasa pertama sebagai salah satu perkembangan yang terjadi pada seorang manusia sejak lahir (Darmojuwono dan Kushartanti. Fungsi Representasional Sumber: http://id. Menurut Halliday. Fungsi Interaksi 4. didasarkan pada mekanisme stimulus-respon. Fungsi Imajinatif 7. sejak seorang anak dapat berujar. Secara alamiah anak akan mengenal bahasa sebagai cara berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Piranti ini bersifat universal dengan dibuktikan adanya kesamaan tahapan setiap anak dalam memperoleh kemampuan berbahasanya. Oleh karena itu. 2005: 235) atau dengan kata lain manusia telah dicipta menjadi makhluk berbahasa.com/humanities/linguistics/2009064-pemerolehan-bahasa-padaanak/#ixzz1bnXrFPX3 . Dalam hal ini.shvoong. 2005: 234). 2004: 72) yang menyatakan bahwa setiap anak telah dilengkapi ‘piranti’ untuk memperoleh bahasa (language acquisition device). Fungsi Heuristik 6.

3902.9202:8.3/8.7.3.   ½ ¯  f° ff¾ff°f $:22./2:33./.9:0.//80..5.7 80..3/..3/.3503/0.3507.3././/0-./..3.3902.0736:7 50302:.87.7.8:39:-0..503.50./.9.3508079.7-0-07./2:33.7.3508079.3508079.25..39.320-.// 803.3../.3 20-.9.38:.9.3508079..:203.9 /.380.88 .9.7.30907..9.9.9.7.9/03.../.9.91/.502-0.7.//:39:202.2..8 !02-0.7.33.9.3  !02-0...8..302.38.3902.  $03.32:.:.9...8.3/03.:8 9/. 49.7 50703..2574808502-0..7.78:/:95.709     f f½f½ ¾¾ °f°–f¾f¯f ff¾f  °–f° °–f°½ ¯  f° ff¾f½f ff°f % ¯f¾°  %  ./.!./.9:2:.3.50..5748080.4.35.9/.7..// 907249.3503.28:.3.  WW^[WSZSS_S SVSZS   ¾ ©9 °–ff°– f°¾@ ¾ f° O O O O ¯¯ff°– ¾f¾%@°©ff°% °©°–f°  ff   ../.9 23.9./.7907:820307:8  O $.3/.2.3.502-0.71/.35.25:.5.3 50..3202-:.9:1034203.: 50789.2 203.9508079.9/02-.3.3.3-.3.390749.3907-2-3  .

f¾¾  ½ ° f½f ff½f f f¾f°f ff¾f¯ ½ff° ½ °–°–f½f°–f–f¾f°¾ f ¾½ ¾½ f¾ff°ff ¯¾°f f ½ ° f½f ff© f° © f° f°– f f¾ f°–f°f% f%¯ ½ff°°–f½f° ¯¾°f°f  ¯ °ff  ff¾ff°f f°–¯ ½ff°°–f½f°½f°ff–f–f¾f°¯ °–½  ¯ f°–f°€¾ f°½f°¾ f–f © ¾¾f¾f¾°f °–f°°–°–f°  9 ° f½ff°f°– °fff°  ¾f ff# ff° ff¾f#¯ ½ff°½ ¯  f° ff¾f f–f½¯f°¾f%f°f ¯f ff ¯f°%  ff¾f ½  f°f¯f f ° f°–½f°–¾ f°f°––f¯ °© ¾ ¯½°ff°  ¾¯ °–½ °° –% ff¯ ¯f¾°   % fff°fff°¯f¯½  ff¾f¯ °½¾ ¾½ ¯ff°–f°%¯ff°% f° ff f  °–f°f°ff ff¾f f° f°f°f ©f¾ f°–f°f¯ °nf½f¯  ° fff°  ff¾f 9¾ ¾ ¾  ½fff½f°½ ¯  f° ff¾ff°–¾ nff¯¯ ff¯ ¾ f½ f°f ¾  °f  f f½f° f°–f°f°–  °f°–f°¯ °– °f½ ¯  f° ff¾f½f f f°f 9f° f°–f° f¾¯ ¯ °fff° ff¾ f°–f°f¯f ¯f¯ ½ff°f ff¾f ff¾ ¾ff°–¾°–  ¾°–f°ff°–¾ f°©°fff° ¾ °–°–f° ff¯f°  .

°°  ½ ° f½f ff½ ¯  f° ff¾f ©–f½ °– ff°f°   f¾ff°½f f¯ f°¾¯  ¾¯¾  ¾½° ff¯f°  ff¾f ff° °–f°€°–¾½ °–ff°%.f#f  %  9 °–ff°% °€n ¯ °%  f°°–°–f°%f°–f% ½f ff°f½f f¾ff°f° ¯ °– °f ff¾f  f °f  ¯f¯½f°  ff¾f¾ f°–f°f ¾€f° ff  °f°ff¯°–°–f°°f%f © ©©  %  9 ° f½f ¾f°––f .

¯¾ °–f°¯ °– °ff°½ ¾¾ ¾nf ¾$½ ¾¾ fff° % ¯f¾°  %f°–¯ °fff° ff¾ f½f°f f  °–f½#½f°#° ¯ ¯½   ff¾f%f°–f– fn¾° n % 9f°° ¾€f° ¾f °–f°  f° f f°f ¾f¯ff°ff½f°¾ f½f°f ff¯¯ ¯½   ¯f¯½f°  ff¾f°f  °–f° ¯f° ½ ¯  f° ff¾f½f ff°f ¾€fff¯fff  f¾ff°½f f°f %f © ©©   %ff °–f°fff°¯f°¾f f n½f¯ °©f ¯f  ff¾f f °f¯  f  f ½–f¯ f°  °–f½ °–f°¾ –ff¾ ¾f%f ffnf½  ¾ %% ¯f¾°  %  9-@-9.-  ¾f#½ ¯  f°#¯ ½ff°½f f°f°fffn¾° ¾f° ½ff ff¯½¾ ¾½ °–f¾ff° ff¾f½ f¯f¾ f–f¾ff¾f½  ¯ f°–f°f°– ©f ½f f¾ f°–¯f°¾f¾ ©ff %f¯©° f°¾ff°  %  nffff¯ff°fff°¯ °– °f ff¾f¾ f–fnff ¯°f¾ °–f°f°– ¾ f°f  ff¾f½ f¯ff°–  °f f°¾ f°©°f f¾f  ¾ f°–f°f ¾  ff¾f %°f f°–f– %   @9 @99.- -.

°f f  ¾ ©f¾ f°–f°f f½f ©f ¾ nff f¾f ff¯ f¾ff° ff ff¾f f½f –°ff° ¾ ¾f  ° f f f ff¯ ¯f¾°% %¯ ¯ f–ff½ ff½½ ¯  f° ff¾f f°f¾ nff€°–¾°f¾ f–f    °–¾°¾¯ °f  °–¾ –f  °–¾° f¾  °–¾9 ¾°f  °–¾ ¾  °–¾¯f©°f€  °–¾ ½ ¾ °f¾°f  ¯  ½ $$ ¾°– n¯$¯f° ¾$°–¾n¾$ ½ ¯  f° ff¾f ½f f f°f$ °O9O  .D-- °–¾ ff¾f¾ f–fff¯°f¾¾ °f°f¯f ½ff¯¾ ©ff°f f°f .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->