Suku Aceh

Dari AcehPedia
1. Suku Aceh dengan bahasa Aceh, yaitu penduduk yang umumnya mendiami wilayah Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen. 2. Suku Aneuk Jamee dengan bahasa Aneuk Jamee yang terdengar seperti bahasa Minang, yaitu penduduk dari sebagian wilayah Kabupaten Aceh Selatan, yaitu sebagian Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Samadua, Kecamatan Tapaktuan dan Kecamatan Kluet Utara, sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya, yaitu sebagian Kecamatan Susoh dan Kecamatan Manggeng, sebagian kecil wilayah Kabupaten Aceh Barat, yaitu Kecamatan Meureubo, Sebagian Kecil wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan Kabupaten Simeulue 3. Suku Kluet, yang mendiami sebagian kecil dari Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Tengah dan Kecamatan Kluet Timur. 4. Suku Tamiang dengan bahasa Aceh Tamiang yang hampir seperti bahasa Melayu, yaitu bahasa dari penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, dan Kota Langsa. 5. Suku Gayo, dengan bahasa Gayo dari penduduk Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tengah (Takengon), dan Kabupaten Bener Meriah. 6. Suku Alas, yaitu bahasa Alas dari penduduk Kabupaten Aceh Tenggara. 7. Suku Haloban, dari penduduk Kabupaten Aceh Singkil Kepulauan (Pulau Banyak). 8. Suku Julu termasuk kelompok suku pak pak boang, yaitu penduduk dari Aceh Singkil daratan dan Kota Subulussalam. Suku pak pak boang berasal dari Sumatra Utara. 9. Suku Devayan, yaitu penduduk yang mendiami Pulau Simeulue di Kecamatan Teupah Barat, Teupah Selatan, Simeulue Timur, Simeulue Tengah dan Salang. 10. Suku Sigulai, yaitu penduduk yang mendiami Pulau Simeulue bagian utara, yaitu kecamatan Simeulue Barat, Kecamatan Alafan, dan juga mendiami sebagian desa di Kecamatan Salang, Kecamatan Teluk Dalam, dan juga Kecamatan Simeulue Tengah.

Suku Aceh adalah nama sebuah suku yang mendiami ujung utara. Mereka beragama. Bahasa yang dipertuturkan oleh mereka adalah yang masih berkerabat dengan bahasa Mon Khmer (wilayah Champa). Bahasa Aceh merupakan bagian dari bahasa Melayu-Polynesia barat, cabang dari keluarga bahasa Austronesia. Suku Aceh memiliki sejarah panjang tentang kegemilangan sebuah kerajaan Islam hingga perjuangan atas penaklukan kolonial.

Mereka adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan nakhoda Kapten Pinto. Seudati berasal dari kata Syahadat. mereka pernah datang atas undangan Kerajaan Aceh untuk menjadi ulama. Bahkan sebutan Banda. pekerja tambang. Suku Aceh merupakan suku di Indonesia yang pertama memeluk agama Islam dan mendirikan kerajaan Islam. yang pernah singgah dan menghadiahi Aceh dengan sebuah lonceng besar. yang semuanya merupakan marga marga bangsa Arab asal Yaman. Keturunan India dapat ditemukan tersebar di seluruh Aceh. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511. Hingga saat ini masih dapat dilihat keturunan mereka yang masih memiliki profil wajah Eropa yang masih kental. tersimpan di Banda Aceh. Sungkar. Bangsa Arab yang datang ke Aceh banyak yang berasal dari provinsi Hadramaut (Negeri Yaman). dan sebagian besar di antara mereka tetap tinggal dan menetap di Lam No. dan juga warisan kebudayaan Hindu Tua (nama-nama desa yang diambil dari bahasa Hindi.Banyak dari budaya Aceh yang menyerap budaya Hindu India. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda. di wilayah Kuala Daya. dan Nabi Muhammad utusan Allah. Sedangkan bangsa India kebanyakan dari dan. Karena letak geografis yang berdekatan maka keturunan India cukup dominan di Aceh. al-Attas. Lam No (pesisir barat Aceh). yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Di samping itu banyak pula keturunan bangsa asing di tanah Aceh. dan bangsa. dan pelaut-pelaut Tiongkok pun menjadikan Aceh sebagai pelabuhan transit utama sebelum melanjutkan pelayarannya ke Eropa. kaum. dalam nama kota Banda Aceh pun adalah warisan bangsa Persia (Bandar arti: pelabuhan). yang sekarang dikenal dengan nama Lonceng Cakra Donya. pelatih prajurit dan serdadu perang kerajaan Aceh. Leluhur orang Aceh berasal dari Semenanjung Malaysia. tetapi sekarang tarian ini . Kamboja. Hingga saat ini bangsa Aceh sangat menyukai nama-nama warisan Persia dan Turki. Cochin. Selain itu juga banyak keturunan bangsa Persia (Iran/Afghan) dan Turki. dibuktikan dengan marga-marga mereka al-Aydrus. Sejarah Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku. yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah. Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Aceh. Pedagang pedagang Tiongkok juga pernah memiliki hubungan yang erat dengan bangsa Aceh. dimana kosakata bahasa Aceh banyak yang berbahasa. bangsa Arab dan India dikenal erat hubungannya pasca penyebaran agama Islam di tanah Aceh. Bawazier dan lain lain. yang berlayar hendak menuju Malaka (Malaysia). Cham. dan nelayan. Saat ini banyak dari mereka yang sudah kawin campur dengan penduduk asli Aceh. Mereka datang sebagai ulama dan berdagang. dan sempat singgah dan berdagang di wilayah Lam No. Badjubier. Semenjak saat itu hubungan dagang antara Aceh dan Tiongkok cukup mesra. dan menghilangkan nama marganya. dan saat ini keturunan keturunan mereka kebanyakan tersebar di wilayah Aceh Besar. serta variasi makanan (kari). dibuktikan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho. pada saat itu Lam No di bawah kekuasaan kerajaan kecil Lam No. Masyarakat Aceh mayoritas bekerja sebagai petani. pimpinan Raja Meureuhom Daya. Dapat dibuktikan dengan penampilan wajah bangsa Aceh. al-Kathiri. al-Habsyi. contoh: Indra Puri). Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang. pedagang senjata. Di samping itu ada pula keturunan bangsa Portugis.

Sebelum penjajahan Belanda (1873 .1942). seperti Lhee Saboh Nang yang ditulis oleh Aboe Bakar dan De Vries[4]. Bahasa ini dituturkan di Aceh. Bahasa Aceh Bahsa/Basa Acèh Dituturkan di Indonesia Daerah wilayah pesisir Aceh Jumlah penutur 3. dominan di sebagian besar wilayah pesisir ujung utara Sumatera.500. sekitar 3.000 (2000) [1] Rumpun bahasa Austronesia • Melayu-Polinesia (MP) o MP Inti  Melayu-Sumbawa  Aceh-Cam  Bahasa Aceh Kode-kode bahasa ISO 639-1 ISO 639-2 ISO 639-3 Tidak ada – ace Bahasa Aceh adalah bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Artikel bertopik tarian di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Sedikit sekali yang berbentuk prosa dan salah satunya adalah Kitab Bakeu Meunan yang merupakan terjemahan kitab Qawaa'id al-Islaam[3]. Setelah kedatangan Belanda barulah muncul karya tulis berbahasa Aceh dalam bentuk prosa yaitu pada tahun 1930-an. hampir semua literatur berbahasa Aceh berbentuk puisi yang dikenal dengan hikayat. Literatur Sampai saat ini manuskrip berbahasa Aceh tertua yang dapat ditemukan berasal dari tahun 1069 H (1658/1659 M) yaitu Hikayat Seuma'un[2].diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia. Setelah itu barulah bermunculan berbagai karya tulis berbentuk prosa namun demikian masih tetap didominasi oleh karya tulis berbentuk hikayat. Bahasa Aceh memiliki hubungan erat dengan kelompok bahasa Cam di Kamboja dan Vietnam. Terletak di wilayah Aceh yang merupakan propinsi paling utara di pulau Sumatra.4 . Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

pihak perempuan dan anggota keluarga lainnya bertanggung jawab untuk bekerja di ladang dan menjaga supaya kebun serta sawah mereka tetap produktiv. sistem kekeluargaan masyarakat Aceh memisahkan dengan jelas lingkungan aktivitas berdasarkan peran laki-laki dan perempuan. Ketika sang laki-laki sudah kehabisan uang. tetapi pada awal tahun 90an sebagian besar masyarakat Aceh. kaum laki-laki diarahkan untuk berkecimpung dalam dunia perdagangan. propinsi atau pulau yang lain. ayah dan anak merupakan pusat dari unit sosial. Sebagai salah satu contoh model keluarga Aceh adalah. Situs : http://www. yang pelaksanaannya diekspresikan melalui kemampuan dalam berdagang. laki-laki dewasa meninggalkan kampung halaman mereka dalam waktu yang cukup lama untuk mencari peruntungan.htm . Secara tradisional. Suku bangsa Aceh tidak mempunyai kelompok kemasyarakatan yang besar. Tradisi dan kebiasaan ini mulai mengalami masalah sekitar tahun 80an dengan semakin meningkatnya jumlah laki-laki yang tidak mau kembali ke kampung halaman mereka.juta jiwa suku Aceh sangat terkenal di seluruh kepulauan Indonesia karena ketaatan mereka pada Islam dan juga sikap perlawanan keras terhadap penjajahan maupun pemerintah Indonesia. menuju dunia yang berdasarkan pertimbangan rasio.Country Studies Data as of November 1992 Diterjemahkan secara bebas oleh Endang Lestari. Proses kedewasaan pada kaum pria dilihat pada saat mereka keluar dari rumah dan tumbuh di luar dunia mereka yang didominasi oleh kaum perempuan yang penuh aturan dan larangan.com/Indonesia/Sumatra_People_Aceh. seorang perempuan menyuruh laki-laki mereka keluar rumah untuk berdagang dan akan menerima mereka kembali saat mereka pulang membawa banyak uang. anggota inti keluarga terdiri dari ibu. Sementara itu.lestariweb. si perempuan akan menyuruh mereka keluar rumah lagi. Pada abad ke-19 Aceh sangat terkenal dengan perkebunan lada. Tidak seperti suku Jawa atau Bali. Hal ini bisa berarti melakukan perjalanan ke desa. Sumatra Utara pada saat itu juga mengalami perubahan besar dengan datangnya kaum pekerja yang mencari kesempatan di industri pengolahan kayu dan minyak. pengalaman dan reputasi melalui perdagangan. tetapi lebih memilih untuk tinggal dan menikah di kota-kota yang lebih besar misalnya Jakarta. Dalam prakteknya yang disebut merantauyaitu pergi ke luar negeri atau meninggalkan tanah kelahiran. Sebagai tambahan. Written by The Library of Congress .terutama yang berada di daerah pesisir pantai hidup sebagai petani.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful