KONSEP MANUSIA MENURUT ISLAM

1.

Keberadaan Manusia

Setiap diri manusia terdapat sifat-sifat yang berlawan . Manusia adalah Hadist, baru, dari sifat jasmiahnya, dan azali dari roh illahinya. Oleh karena itu pada diri manusia terdapat sifat baik, yang menyerupai sifat Tuhan, dan terdapat sifat buruk. Allah menyuruh Iblins unruk sujud ke Adam akan tetapi Iblis tidak mau. Allah menyatakan dalam QS.38 (Shad)

Artinya: [38:75] Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi

2.

Hakikat Manusia

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal-usul kehidupan di alam semesta. Asalusul manusia menurut ilmu pengetahuann tidak bisa di pisahkan dari teori tentang spesies baru yang berasal dari spesies yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi (perubahan). Teori Evolusi yang diperkanalan Darwin pada abad XIX telah mnibulkan perdebatan, terutama dikalangan gereja dan ilmuwan yang telah berpaham ke teori kreasi khusus. Setelah itu oleh para pemikut Darwin di kembangkan seolah-olah manusi berasal dari kera. Padahal tidak pernah mengemukakan pendapatan seperti itu walaupun taksonomi manusia dank era besar berada pada super family yang sama, yaitu hominoide. Teori Darwin sendiri mempunya aspek yaitu, Aspek yang pertama bersifat ilmiah, namun ketika diungkapkan dan dilaksanakan, ternyata aspeknya sangat rapuh. Aspek kedua bersifat filosofis yang diberi penekanan oleh Darwin sangat kuat dan diungkapkan secara jelas. Teori Evolusi tidaklah segalanya, bahkan Darwin seniri menyadari seperti diungkapkannya : “ Tapi aku mempercayai seleksi alam, bukan karena aku dapat membuktikan, dalam setiap kasusu, bahwa seleksi alam telah mengubah satu sepsis menjadi sepsis lainnya, tapi karena selesi alam mengelompokkandan menjelaskan dengan baik (menurut pendapatku) banyak fakta mengenai klasifikasi,

tingkah laku tidak di gerakan oleh apa yang disebut motivasi. tingkat pra-manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1924 yang dinamakan fosil australopithecus. tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecantropus erectus. Disini tidak dikenal perbuatan-perbuatan yang berbeda diluar control rasio. d) Keempat. Dengan demikian menurut pandangan teori kognitif. manusia purba. karena itu disebut homo neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo soloensis). Menurut Ratna Willis Dahar. tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya. reasoning. pergantian. dan sosial (superego). Para ahli berusaha mendefinisikannya sesuai dengan bidang kajian (obyek materia) ilmu yang digelutinya. yaitu homo walaupun spesiesnya dibedakan. b) Kedua. psikologis (ego). Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan). Fosil jenis ini ditemukan di Neander. rasional (akali). yaitu: a) Pertama. manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai berpikir. menggunakan otak dan nalarnya. Di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewani).embriologi. menggunakan logika induktif dan deduktif. Pandangan di atas adalah pandangan para filsuf kuno seperti Sokrates. distribusi geologis” Evolusi manusia menurut ahli paleontologi dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya. dan secara sadar pula akan melakukan perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan tersebut. yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama. . melainkan oleh rasio. c) Ketiga. Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja. Oleh karena itu setiap orang sungguh-sungguh bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Setiap perbuatan yang akan dilakukannya sudah dipikirkan alasan-alasannya. demikianlah pandangan dasar para penganut teori ini. organ-organ. Menurut aliran ini manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku interaksi antara komponen biologis (Id). Tingkah laku manusia semata-mata ditentukan oleh kemampuan berpikirnya. morfologi. Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mehanicus (manusia mesin). Bahkan pandangan ini pada masa yang silam hampir menjadi pandangan umum dikalangan masyarakat. elementer. dan Thomas Aquinas. otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya. dan moral (nilai). Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya. konsep kognitif dapat di artikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight. Behavior lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subyektif) dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Plato. manusia adalah makhluk rasional. Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari. Menurut teori ini. Berdasarkan rasionya manusia bebas memilih dan menentukan apa yang akan dia perbuat. Mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan. Semakin inteligen dan berpendidikan.

saling terkait dan berpengaruh. Kata kunci untuk dimensi kefitrahan adalah kebenaaran dan keluhuran. Martabat Manusia Harkat dan Martabat Manuasia membedakan manusia dari makhluk-makhluk lainnya di seluruh alam semesta. sejauh fungsi berpikir dapat dipertanggungjawabkan. Manusia sampai sekarang adalah sejarah yang menjadi misteri yang besar belum terpecahkan sampai sekarang. yaitu : a) b) c) d) e) Demensi kefitrahan Dimensi keindividualan Dimensi kesosialan Dimensi kesusilaan Dimensi keberagamaan. Teori ini tidak menyadari bahwa kadang-kadang tindakan manusia itu berada diluar control rasio. Kelima menuju kepada perkembangan individu menjadi “manusia seutuhnya”. Untuk memungkinkan perkembangan individu ke arah yang dimaksud itu. makna. dimensi kesusilaan adalah nilai dan moral. Kelima dimensi kemanusiaan tersebut merupakan satu kesatuan. yaitu tidak dapat menerangkan tindakan-tindakan yang berada diluar control rasio. Pada dasarnya menyatu. sehingga sukar mempertanggungjawabkannya. Bahkan fungsi kehendak disejajarkan dengan fungsi berpikir dan fungsi perasaan. Para penganut teori humanisme menyebutkan manusia sebagai homo ludens (manusia bermain ). berdinamika dan bersinergi sejak awal kejadian individu. dan dimensi keberagamaan adalah iman dan taqwa. dan pertumbuhan pribadi. dimensi keindividualan adalah potensi dan perbedaan. nilai. Kedua seperti menganggap manusia seperti tidak positif dan tidak menentukan. dimensi kesosialan adalah komunikasi dan kebersamaan. kreativitas. yaitu: (1) Daya cipta (2) Daya karsa (3) Daya rasa . Disinilah justru letak kelemahan teori ini. Menurut humanisme. Karena keduanya. Apakah tindakan-tindakan semacam ini tidak termasuk dalam tingkah laku manusia? Hal ini akan terjawab bila konsep motivasi mendapat tempat dibelakang setiap tingkah laku. dimana Harkat dan Martabat Manusia (HMM) yang mengandung butir-butir bahwa manusia adalah: a) b) c) d) e) makhluk yang terindah dalam bentuk dan pencitraannya makhluk yang tertinggi derajatnya makhluk yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT khalifah dimuka bumi pemilik Hak-hak Asasi Manusia (HAM) Pada diri maanusia dapat dilihat adanya lima dimensi kemanusiaan. tidak menghormati manusia sebagai manusia. manusia berperilaku untuk mempertahankan serta meningkatkan dirinya. baik yang disadari maupun yang tidak disadari. 3. manusia dikaruniai lima jenis bibit yang dalam hal ini disebut Pancadaya. seperti cinta. sampai akhir kehidupannya. Aliran ini mengecam aliran psikoanalisisi dan behaviorisme.Didalam teori ini juga juga diletakkan pentingnya fungsi kehendak.

) ataupun diluar pengetahuan kita. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Hal ini dapat saja kita ketahui (dengan pengetahuan kita.(4) Daya karya. Aspek Kehendak 4. intelegensi instrumental. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut. di laut. Dibanding dengan makhluk lainnya. manusia mempunyai kelebihan. Pengarahan Akhlak 4. Dalam kajian. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. Tujuan Penciptaan Manusia ‫وهُو العلِيم الحكيم‬ ُ ِ َ ْ ُ َْ َ َ “Dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. baik di darat. Demikian juga setiap yang Allah Subhanahu wa Ta‟ala syari’atkan kecuali padanya ada hikmah sama saja hal tersebut berkaitan dengan adanya sebuah perintah yang hukumnya wajib.) Akan tetapi perlu diketahui pula bahwasanya hikmah/tujuan dari penciptaan ini ada yang bersifat kauniyah dan syar’iyah . intelegensi social. dan intelegensi spiritual. maupun di udara. pancadaya dimanifestasikan sebagai intelegensi rasional. pengharaman tentang sesuatu ataupun bolehnya sesuatu tersebut dikerjakan (perkara yang mubah. intelegensi emosional.kelebihan itu membedakan manusiadengan makhluk lainnya. . [ At Tahrim [66] : 2 ] Demikian juga firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : َ َّ ‫إِنَّ َّللاَ كانَ عليما حكيما‬ ً ِ َ ً َِ “Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. dapat juga hikmah tersebut diketahui oleh sebagian orang sedangkan sebagian yang lain tidak mengetahuinya hal ini tergantung dari pengetahuan/ilmu yang Allah I berikan kepadanya. dan (5) Daya taqwa. pent. pent. Aspek Kreasi 2. Aspek Ilmu 3. [ Al Ahzab [33] : 1 ] Demikian juga pada ayat-ayat yang lain yang demikian banyak yang menunjukkan penetepan adanya shifat hikmah/bijaksana bagi Allah Subhanahu wa Ta‟ala terhadap apa yang Allah Subhanahu wa Ta‟ala ciptakan dan syari’atkan. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Maka tidaklah satupun dari ciptaan Allah „Azza wa Jalla kecuali padanya ada hikmah dari penciptaan tersebut sama saja penciptaan ini dengan mengadakan sesuatu mahluk ataupun meniadakannya. Diantara karakteristik manusia adalah : 1. Pancadaya menjadi sisi hakiki dari keseluruhan dimensi kemanusiaan.

[Adz Dzariyat [55. pengagungan dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya dengan cara sebagaimana yang Allah „Azza wa Jalla ajarkan dalam syari’at yang dibawa oleh utusanNya.56]. sebagaimana dalam hadits yang telah sering disampaikan : - - . maka saya katakan : “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta‟ala menciptakan jin dan manusia untuk tujuan yang agung dan terpuji yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman : ‫وما أُمروا إِ ََّّل لِيَعبُدُوا َّللا مخلِصيهَ لَهُ الدِّيهَ حىَفَاء‬ ْ ُ ِ َ َ َ ُ ِ ْ ُ َ َّ “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus (jauh dari syirik)”. Sebagaimana yang Allah „Azza wa Jalla firmankan : ‫وما خلَقتُ الجهَّ واْلوس إِ ََّّل لِيَعبُدُون‬ ْ َ ْ ِْ َ ِ ْ ْ َ َ َ ِ “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melaikan untuk beribadah kepadaku”. Dari kitab Fiqhul „Ibadah li Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al „Utsaimin Rohimahullah hal. Dan jadilah apa yang dia lakukan berupa ia bersaksi bahwa Allah Subhanahu wa Ta‟ala yang menciptakannya menjadi sebuah perbuatan yang sia-sia. [Al Bayyinah [98] :5 ] Maka inilah hikmah/tujuan diciptakannya jin dan manusia.Maka jika hal ini telah kita sepakati. Dan hal tersebut telah jelas baginya akan tetapi dia mengingkari dan enggan dari ta’at kepada Allah „Azza wa Jalla . Sedangkan pengertian ibadah adalah ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala dengan penuh rasa cinta. bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara mainmain (saja). Demikian juga firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : َ‫أَفَحسبتُم أَوَّما خلَقىَاكم عبَثًا وأَوَّكم إِلَيىَا ََّل تُرجعُون‬ ْ ُْ َ َ ُْ ْ َ َ ْ ِْ َ َ ْ “Maka apakah kamu mengira. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [Al Mu‟minuun [23] : 115 ] Demikian juga firman Allah Subhanahu wa Ta‟ala : ‫أَيَحسب اْلوسانُ أَنْ يُترك سدًى‬ ُ َ َْ َ ْ ِْ ُ َ ْ “Apakah manusia mengira. bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung [Al Qiyamah [75] : 36]. 11-12. Maka barangsiapa yang durhaka terhadap Robbnya dan enggan dari beribadah kepada Robbnya maka sesungguhnya dia telah melanggar/keluar dari tujuan penciptaannya yang Allah „Azza wa Jalla menciptakan mereka untuk tujuan beribadah kepadaNya. Sehingga dapat saja ada dianatara ciptaanNya yang melanggar dari tujuan penciptaan ini akan tetapi hal tersebut tidaklah mengurangi sedikitpun dari kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta‟ala. Dan begitu seterusnya sebagimana Allah Subhanahu wa Ta‟ala sebutkan dalam ayat-ayat yang lain dalam Al Qur’anul Karim yang menunjukkan bahwasanya hikmah dari Allah ciptakan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepadaNya.

kecuali orang yang Aku beri hidayah. sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian. maka mintalah pakaian kepada-Ku. maka peran yang dilakukan adalah sebagai pelaku ajaran allah dan sekaligus pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. lalu aku penuhi semua permintaan mereka. kalian semua tersesat. hanya seperti berkurangnya air samudra ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat). kemudian Aku membalasnya kepada kalian. hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. bahwa Dia berfirman. semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian. 5. sesungguhnya kalian lapar. diantaranya adalah : a) Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin :54) belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an. “Wahai hamba-hambaku. sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa. baik dari bangsa manusia maupun jin. maka mintalah makan kepada-Ku. baru setelah itu kepada orang lain. sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. niscaya kuberikan hidayah itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu. andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir. maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-hambaKu. Wahai hamba-hambaKu. Wahai hamba-hambaKu. Maka barang siapa mendapatkan kebaikan. niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku. Wahai hamba-hambaKu. Fungsi dan Peranan Manusia Berpedoman kepada QS Al Baqoroh 30-36. hendaklah ia tidak mencela kecuali dirinya sendirinya. sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. hendaklah ia memuji Alloh. baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin. Wahai hamba-hambaKu. kecuali orangorang yang telah Kuberi pakaian. Wahai hamba-hambaKu. sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian. niscaya Aku ampuni kalian semua. Untuk menjadi pelaku ajaran Allah. Wahai hambahambaKu. niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. maka mintalah ampun kepada-Ku. maka mintalah hidayah itu kepada-Ku. semua itu perbuatan kalian yang Aku hitungkan untuk kalian. kecuali orang-orang yang aku beri makan. apalagi menjadi pelopor pembudayaan ajaran Allah.” Dari Abu Dzar Al-Ghifari rodhiallohu „anhu dari Nabi sholallahu „alaihi wa sallam bersabda meriwayatkan firman Alloh „azza wa jalla. . andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir. hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah. dan barang siapa mendapatkan selain itu. seseorang dituntut memulai dari diridan keluarganya. Wahai hamba-hambaKu.

Yang terpenting adalah menjaga sepak terjang kita Melandasi sepak terjang hidup kita dengan kebenaran Kejujuran dan keadilan?Cukuplah Yang lain tidak penting lagi. diatasnya terdapat malaikat malaikat yang bengis dan sadis yang tidak mengabaikan apa yang diperintahkan kepada mereka. Maka ia akan hanya direndahkan dimata manusia Dan juga dimata Tuhan.Bukan diawali dari peran untuk keluarga atau pun negara tapi justru peran itu ditujukan untuk diri sendiri sebelum berperan untuk orang lain. Apalah artinya seorang pembesar Yang dimuliakan rakyat Bila ia lalim rakus dan melakukan hal hal yang hina. Tuhanlah sutradaranya. Dia berkata pada saya”kawan untuk kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain tentunya kita harus dalam kondisi lebih terlebih dahulu.b) Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39) ilmu yang diajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja. tetapi juga ilmu Allah. Sebaliknya biarpun sang sutradara memberi peran kecil tak berarti Peran sebagai seorang pelayan atau rakyat jelata Kalau pemegang peran itu memainkannya dengan sangat baik Tentu ia akan sangat terpuji dimata Tuhan juga dimata manusia. dan mereka melakukan apa yang diperintahkan” Itulah firman Allah yang diberikan kepada manusia dalam menjalankan peranannya selama hidup di muka bumi. Maka mereka itulah yang paling mulia dimata Tuhan. Maka manusia manusia adalah pemain sandiwaranya Yang berperan diatas panggung kehidupan Sutradara yang menentukan permainannya Dan ingatlah bukan perannya yang penting Melainkan cara manusia yang memainkan perannya itu. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW.Peran terhadap diri sendiri dan keluarga. c) Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seluruhnya berada ditangan Tuhan Hukum Tuhan adalah hukum mutlak yang tak dapat dirubah oleh siapapun hukum yang penuh dengan rahasia bagi manusia yang amat terbatas pikirannya. “Wahai orang orang yang beriman. tidak mungkin kita dalam kondisi kekurangan terus kita meberi untuk orng lain”. barulah bisa berperan untuk orang lain. Kalau tidak pandai dan baik permainannya ia akan tercela.Peranan seseorang harus dibangun dari dalam diri sendiri secara terus menerus untuk mendapatkan hasil yang maksimal. jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan.terutama keluarga. Kuasa memberi juga kuasa mengambil Betapa piciknya kalau kita hanya tertawa senang sewaktu diberi.Jadi untuk . Manusia terlahir bukan atas kehendak diri sendiri melainkan atas kehendak Tuhan. Manusia mati bukan atas kehendak dirinya sendiri Tuhan yang menentukan saatnya dan caranya. Sebaliknya betapa mengagumkan hati manusia Yang menyenangkan Tuhan Bila seorang biasa yang bodoh miskin Dan dianggap rendah namun mempunyai sepak terjang Dalam hidup ini penuh dengan kebajikan Yang melandaskan kelakuannya pada jalan kebenaran. Walaupun seseorang diberi peran sebagai seorang raja besar. Suka duka adalah permainan perasaan. Yang digerakan oleh nafsu iba diri Dan mementingkan diri sendiri. Sebaliknya menangis duka dan penasaran Sewaktu Tuhan mengambil sesuatu dari kita.Ada sebuah kata kata dari seorang teman yang pernah berbagi dengan saya tentang masalah berderma.ketika sebuah pribadi telah menguasai peranannya untuk diri sendiri.

Hambahamba Allah sebagai bagian dari ummah yang senantiasa berbuat kebajikan juga diperintah untuk mengajak yang lain berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran (Al-Imran : 2: 103). Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif. dengan iman dari neraka). Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba Allah Tanggungjawab Abdullah terhadap dirinya adalah memelihara iman yang dimiliki dan bersifat fluktuatif (naik-turun). sehingga kebebasannya melahirkan kreatifitas yang dinamis. Allah dengan ajaranNya Al-Qur’an menurut sunah rosul. negara dan mungkin yang lebih besar lagi maka haruslah menjadi kewajiban kita untuk bisa terlebih dahulu membangun diri kita 6. sehingga kebebasan yang dimilikitidak menjadikan manusia bertindak sewenang-wenang. seorang hamba berupaya mencegah kekejian moral dan kenungkaran yang mengancam diri dan keluarganya. Dengan berpedoman dengan ajaran Allah. yaitu hokum-hukum Tuhan baik yang baik yang tertulis dalam kitab suci (al-Qur’an). yang dalam istilah hadist Nabi SAW dikatakan yazidu wayanqusu (terkadang bertambah atau menguat dan terkadang berkurang atau melemah) Tanggung jawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggungjawab terhadap diri sendiri. Seorang wakil yang melanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkari kedudukan dan peranannya. Sebagai khalifah. yaitu tugas kepemimpinan . Oleh karena itu. Tugas hidup yang dipikul manusia di muka bumi adalah tugas kekhalifaan. Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Abdullah harus senantiasa melaksanakan solat dalam rangka menghindarkan diri dari kekejian dan kemungkaran (Fakhsyaa’iwalmunkar). Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah Manusia diserahi tugas hidup yang merupakan amanat Allah dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. kelompok. Tanggung jawab Manusia A. serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya. serta pengelolaan dan pemeliharaan alam. Oleh karena itu. Kekuasaan manusia sebagai wakil Tuhan dibatasi oleh aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya. ia diminta . Oleh karena itu. yang memungkinkan dirinya serta mendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya. maupun yang tersirat dalam kandungan alam semesta (al-kaun). tanggung jawab hamba Allah adlah menegakkan keadilanl. Demikianlah tanggung jawab hamba Allah yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap ajaran Allah menurut Sunnah Rasul. B. memerintahkan hambaNya atau Abdullah untuk berlaku adil dan ikhsan. manusia diberi wewenang berupa kebebasan memilih dan menentukan.bisa membangun sebuah keluarga. Oleh karena itu. Kebebasan manusia sebagai khalifah bertumpu pada landasan tauhidullah. wakil Allah di muka bumi. dalam al-Qur’an dinyatakan dengan quu anfusakum waahliikum naaran (jagalah dirimu dan keluargamu. baik terhadap diri sendiri maupun terhadap keluarga.

. maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajad manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah. melainkan suatu kesatuan yang padu dan tak terpisahkan.pertanggungjawaban terhadap penggunaan kewenangannya di hadapan yang diwakilinya. Apabila terjadi ketidakseimbangan. Kekhalifan adalah realisasi dari pengabdian kepada allah yang menciptakannya. maka (akibat) kekafiranorang-orang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lainhanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”. Kedudukan manusia di muka bumi sebagai khalifah dan juga sebagai hamba allah. seperti fiman-Nya dalam QS (at-tiin: 4) yang artinya “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. bukanlah dua hal yang bertentangan. Barang siapa yang kafir. sebagaimana firman Allah dalam QS 35 (Faathir : 39) yang artinya adalah: “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi. Dua sisi tugas dan tanggung jawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful