P. 1
Laporan Praktikum Fisika Dasar Gerak Peluru

Laporan Praktikum Fisika Dasar Gerak Peluru

|Views: 5,704|Likes:
Published by Fallo Susilo

More info:

Published by: Fallo Susilo on Oct 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Gerak lintasan partikel tidak selamanya berbentuk lurus, tetapi dapat juga
berbentuk melengkung. Gerak melengkung yang istimewa terbagi menjadi
dua, yaitu gerak parabola dan gerak melingkar. Percobaan ini adalah tentang
gerak peluru, yang ditembakkan dari suatu alat sehingga membentuk lintasan
yang melengkung, yang disebut gerak parabola.
1.2 Tujuan percobaan
Tujuan percobaan gerak peluru ini adalah
• Menentukan waktu yang dibutuhkan oleh sebuah peluru yang ditembakkan
hingga mencapai tanah, berdasarkan kecepatan awal dan sudut elevasi yang
berbeda.
• Menentukan jarak jangkauan peluru yang ditembakkan berdasarkan
kecepatan awal dan sudut elevasi.
1.3 Permaala!an
Dari data yang diperoleh harus dapat ditentukan:
• arga !
o
dari masing"masing percobaan.
• Tinggi maksimum dari masing"masing percobaan.
• Menetukan harga ! dan θ pada saat peluru mengenai switch stop
1." #$t$mat$ka laporan
#aporan ini dimulai dengan abstrak, kemudian dilanjutkan dengan da$tar isi,
da$tar gambar, dan da$tar tabel. %ab & berisi tentang pendahuluan, yaitu latar
belakang, tujuan percobaan, permasalahan dan sistimatika laporan. %ab &&
adalah dasar teori, sedangkan %ab &&& adalah tentang peralatan dan cara kerja.
'nalisi data dan pembahasan diletakkan pada %ab &&&, sedangkan kesimpulan
pada %ab &!. Terakhir adalah da$tar pustaka dan kesimpulan.
(
BAB II
DA#A% TE&%I
Gerak parabola adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk parabola.
Gerak semacam ini dijumpai pada peluru, gerak bola yang tidak vertikal dan lain"
lain. Disini selalu akan ada percepatan yang arahnya vertikal ke bawah dan konstan.
Dalam hal gerak peluru atau bola tali, percepatan tersebut adalah percepatan
gravitasi.
Gaya gravitasi terhadap peluru arahnya ke pusat bumi dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak dari pusat bumi. Gerak kita proyeksikan pada sumbu"sumbu
yang melekat pada bumi. )arena sistem ini bukan suatu sistem lamban, tidaklah
tepat betul memberlakukan hukum kedua *ewton untuk menghubngkan gaya
terhadap peluru itu dengan percepatannya. Tetapi untuk trayektori yang jaraknya
kecil, ketidak tepatan itu sangat kecil. +$ek gesekan udarapun diabaikan, sehingga
semua perhitungan hanya berlaku untuk gerak dalam bakum bumi yang tidak
berputar dan permukaannya datar.
,
Gb (. (
Pada peluru yang ditembakkan dengan sudut miring θ
o
dan kecepatan !
o
dari
titik ', selalu dipengaruhi oleh percepatan gravitasi g. Pada keadaan awal -t./0,
benda ada di ' - 1 dan 2./0 dan komponen kecepatannya diuraikan menjadi
komponen horisontal !
o1
dan komponen vertikal !
o2
yang besarnya :
!
o1
. !
o
cos θ
o
!
o2
. !
o
sin θ
o
)arena komponen kecepatan horison konstan, maka pada tiap saat t kita dapatkan:
!
1
. !
o1
. !
o
cos θ
o
Percepatan vertikal ialah "g, sehingga komponen kecepatan vertikal pada saat t ialah:
!
2
. !
o2
" gt . !
o
sin θ
o
" gt
)omponen" komponen ini dapat dijumlahkan secara vektor untuk menentukan
kecepatan resultan !, yang besarnya adalah:
3
! . √ !
1
3
4 !
2
3
dan membentuk sudut:
θ . arc tan !
2

!
1
)oordinat peluru pada sembarang saat dapat ditentukan berdasarkan gerak dengan
koordinat 1 dan 2 :
1 . 1
o
4 !
o1
t dan 2 . !
o2
t "
(
5
3
g.t
. 1
o
4 -!
o
cos θ
o
0 t . 2
o
4 -!
o
sin θ
o
0 t "
(
5
3
g t
3
karena 1
o
. 2
o
. /, maka
1 . - !
o
cos θ
o
0 t '''''' t . 1
!
o
cos θ
o

Persamaan ini disubstitusikan ke persamaan 2
2 . !
o
sin θ
o
1 "
(
5
3
g - 1 0
3

!
o
cos θ
o
!
o
cos θ
o

2 . -tan θ
o
0 1 "
(
5
3
- g 0 1
3
!
o
3
cos
3
θ
o

terlihat bahwa bentuk persamaan lintasan adalah :
2 . "a 1
3
4

b 1 yang merupakan persamaan dari parabola.
al lain yang istimewa dari gerak peluru ini adalah menghitung jarak tembak
-,0. Di titik ', 2 . / ., sedang 2
/
. /. 6adi dari persamaan lintasan didapatkan:
/ . -tan θ
o
0 , "
(
5
3
- g 0 ,
3
!
o
3
cos
3
θ
o

atau
, . tan θ
o
. 3 !
o
3
sin

θ
o
cos

θ
o
g 5 3!
o
3
cos
3
θ
o
g
, . !
o
3
sin

3 θ
o
g
Dari persamaan ini terlihat bahwa , akan maksimum bila sin


o
. ( atau 3θ
o
. 7/
/
sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa jarak tembak akan maksimum jika peluru
ditembakkan dengan sudut θ
o
. 89
/
.
BAB III
PE%ALATAN DAN (A%A )E%*A
3.1 Peralatan
:
(. ;atu buah contact stop switch
3. ;atu buah digital stop clock
:. ;atu buah ballistic missile
8. %ola logam
9. Dua pasang kabel penghubung
3.2 (ara kerja
(. ,angkaian dipasang seperti gambar berikut:
;top clock

%allistic missile
;witch on5o$$
Gb (. 3
3. ;udut elevasi balistik diatur sebesar θ
o
/
:. Peluru ditembakkan dengan cara menarik pelatuk
8. Pada saat peluru ditembakkan, jarum stop clock mulai berjalan. Dan pada
saat peluru mengenai landasan, saklar kita matikan.
9. Percobaan tersebut diulangi sebanyak lima kali.
<. Percobaan tersebut diulangi dengan !
o
yang berbeda, dengan jalan menarik
pelatuk penembak pada jarak yang berbeda.
=. Percobaan diulangi lagi dengan θ
o
/
yang berbeda
BAB I+
ANALI#I# DATA DAN PE,BAHA#AN
".1 Anal$$ -ata
)ecepatan A.al /+o0 I
8
1. Untuk bola kec$l
*o. α
(
t
(
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
(. :/ (,8 "/,/@ /,//<8
3. :/ (,8 "/,/@ /,//<8
:. :/ (,7 /,83 /,(=<8
8. :/ (,< /,(3 /,/(88
9. :/ (,( "/,:@ /,(888
>
,ata"rata - ? 0: (,8@
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,:8@
Tabel 1.1
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,:8@
(53
3/
. /,(
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-(,8@"/,(0 dan -(,8@4/,(0.

,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,( ? (// A
(,8@
. <,=9 A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " <,=9 A
) . 7:,39 A
*o. α
(
;
(
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.(
:/ 39,@ /,98 /,37(<
(.(.(
.
:/ 39,= /,88 /,(7:<
9
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.:
:/ 38,9 "/,=< /,9==<
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.8
:/ 38,< "/,<< /,8:9<
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.9
:/ 39,= /,88 /,(7:<
>
,ata"rata - ? 0: 39,3<
>
∑ - ? " ? 0
3
: (,<73
Tabel 1.2
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. (,<73
(53
3/
. /,37
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara - 39,3< " /,37 0 m dan - 39,3<
4 /,37 0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,37 ? (// A
39,3<
. (,(8 A
)eseksamaan: ) . (// A " &
<
. (// A " (,(8A
) . 7@,@< A
*o. α
3
t
3
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
89 (,= "/,38 /,/9=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
89 (,@ "/,(8 /,/(7<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
89 (,7 "/,/8 /,//(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
89 3,3 /,3< /,/<=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
89 3,( /,(< /,/39<
>
,ata"rata - ? 0 : (,78
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,(=3
Tabel 1.3
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,(=3
(53
3/
=

(53
. /,//@<
. /,/73
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-(,78 " /,/730 dan -(,78 4 /,/730.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,/73 ? (// A
(,78
. 8,=8 A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 8,=8A
) . 79,3< A
*o. α
3
;
3
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.(
89 38 /,/< /,//:<
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.3
89 3:,9 "/,88 /,(7:<
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.:
89 3:,9 "/,88 /,(7:<
(.(.(
.
(.(.(
89 38,9 /,9< /,:(:<
@
(.(.(
.
(.(.(
.
(.(.9
89 38,3 /,3< /,/<=<
>
,ata"rata - ? 0 : 3:,78
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,==3
Tabel 1."
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,==3
(53
3/

(53
. /,/:@<
. /,(7
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara -3:,78 " /,(7 0 m dan -3:,784
/,(7 0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,(7 ? (// A
3:,78
. /,=7A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " /,=7 A
) . 77,3( A
*o. α
:
t
:
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
</ (,@ "/,(3 /,/(88
7
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
</ 3,: /,:@ /,(888
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
</ (,7 "/,/3 /,///8
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
</ 3,( /,(@ /,/:38
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
</ (,9 "/,83 /,(=<8
>
,ata"rata - ? 0 : (,73
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,:<@
Tabel 1.1
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,:<@
(53
3/

(53
. /,/(@8
. /,(:9
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-(,73 " /,(:90 dan -(,73 " /,(:90.
(/
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,(:9 ? (// A
(,73
. =,/: A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " =,/: A
) . 73,7= A
*o. α
:
;
:
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
</ (9 "/,=8 /,98=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
</ (@,= 3,7< @,=<(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
</ (8,9 "(,38 (,9:=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
</ (9 "/,=8 /,98=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
</ (9,9 "/,38 /,/9=<
>
,ata"rata - ? 0 : (9,=8
>
∑ - ? " ? 0
3
: ((,893
Tabel 1.2
((
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. ((,893
(53
3/

(53
. /,9=3<
. /,=9<
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara - (9,=8 " /,=9<0 m dan - (9,=8
4 /,=9< 0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,=9< ? (// A
(9,=8
. 8,@/ A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 8,@/ A
) . 79,3 A
2. Untuk bola bear
*o. α
(
t
(
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
:/ (,8 "/,/< /,//:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
:/ (,8 "/,/< /,//:<
(3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
:/ (,= /,38 /,/9=<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
:/ (,8 "/,/< /,//:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
:/ (,8 "/,/< /,//:<
>
,ata"rata - ? 0: (,8<
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,/=3
,alat mutlak:
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,/=3
(53
3/

(53
. /,//:<
. /,/<
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-(,8< " /,/<0 dan -(,8< 4 /,/<0.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,/< ? (// A
(,8<
. 8,(( A
(:
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 8,((A
) . 79,@7A
*o. α
(
;
(
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
:/ 3< "(,3@ (,<:@8
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
:/ 3=,: /,/3 /,///8
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
:/ 37,3 (,73 :,<@<8
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
:/ 3=,3 "/,/@ /,//<8
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
:/ 3<,= "/,9@ /,::<8
>
,ata"rata - ? 0 : 3=,3@
>
∑ - ? " ? 0
3
: 9,<<@
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,///:3
(53
3/

(53
. /,////(<
(8
. /,//8
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-/,/=< " /,//80 dan -/,/=< 4 /,//80.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,//8 ? (// A
/,/=<
. 9,3< A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 9,3< A
) . 78,=8 A
)ecepatan A.al /+o0 II
*o. α
(
t
(
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
:/ /,/= "/,//< /,////:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
:/ /,/@ /,//8 /,////(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
:/ /,/= "/,//< /,////:<
1.1.
1.1.
:/ /,/7 /,/(8 /,///(7<
(9
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
:/ /,/= "/,//< /,////:<
>
,ata"rata - ? 0: /,/=<
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,///:3
Tabel 2.1
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,///:3
(53
3/

(53
. /,////(<
. /,//8
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-/,/=< " /,//80 dan -/,/=< 4 /,//80.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,//8 ? (// A
/,/=<
. 9,3< A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 9,3< A
) . 78,=8 A
*o. α
(
;
(
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
:/ 9:,8 "/,<8 /,8/7<
(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
:/ 9:,9 "/,98 /,37(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
:/ 98,3 /,(< /,/39<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
:/ 99,( (,/< (,(3:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
:/ 98 "/,/8 /,//(<
>
,ata"rata - ? 0 : 98,/8
>
∑ - ? " ? 0
3
: (,@93
Tabel 2.2
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. (,@93
(53
3/

(53
. /,/73<
. /,:
(=
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara -98,/8 " /,: 0 m dan -98,/8 4
/,: 0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,: ? (// A
98,/8
. /,9< A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " /,9< A
) . 77,88 A
*o. α
3
t
3
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
89 /,/9 "/,//8 /,////(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
89 /,/< /,//< /,////:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
89 /,/9 "/,//8 /,////(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
89 /,/9 "/,//8 /,////(<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
89 /,/< /,//< /,////:<
(@
>
,ata"rata - ? 0 : /,/98
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,///(3
Tabel 2.3
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. /,///(3
(53
3/

(53
. /,/////<
. /,//:
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-/,/98 " /,//:0 dan -/,/98 4 /,//:0.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,//: ? (// A
/,/98
. 9,9< A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " 9,9< A
) . 78,88 A
*o. α
3
;
3
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
89 99,7 "/,9 /,39
1.1.
1.1.
89 9= /,< /,:<
(7
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
89 9<,: "/,( /,/(
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
89 99,= "/,= /,87
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
89 9=,( /,= /,87
>
,ata"rata - ? 0 : 9<,8
>
∑ - ? " ? 0
3
: (,<
Tabel 2."
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. (,<
(53
3/

(53
. /,/@
. /,:
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara -9<,8 " /,:/0 m dan -9<,8 4
/,:/0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,: ? (// A
3/
9<,8
. /,9: A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " /,9: A
) . 77,8= A
*o. α
:
t
:
-dtk0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
</ /,/9 "/,//< /,////:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
</ /,/8 "/,/(< /,///39<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
</ /,/= /,/(8 /,///(7<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
4
</ /,/9 "/,//< /,////:<
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
</ /,/= /,/(8 /,///(7<
>
,ata"rata - ? 0 : /,/9<
>
∑ - ? " ? 0
3
: /,///=3
Tabel 2.1
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
3(
n - n " (0

. /,///=3
(53
3/

(53
. /,////:<
. /,//<
6adi waktu yang diperlukan peluru untuk sampai ke tanah sebenarnya terletak antara
-/,/9< " /,//<0 dan -/,/9< 4 /,//<0.
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,//< ? (// A
/,/9<
. (/,=( A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " (/.=( A
) . @7,37 A
*o. α
:
;
:
-cm0
>
- ? " ? 0
>
- ? " ? 0
3
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
1
</ 8=,< "(,( (,3(
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
2
</ 8@ "/,= /,87
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
3
</ 9/,( (,8 (,7<
1.1. </ 8@,: "/,8 /,(<
33
1.1.
1.1.
1.1.
1.1.
5
</ 87,9 /,@ /,<8
>
,ata"rata - ? 0 : 8@,=
>
∑ - ? " ? 0
3
: 8,8<
Tabel 2.2
,alat mutlak: >
∑ - ? " ? 0
3 (53
∆ .
n - n " (0

. 8,8<
(53
3/

(53
. /,33:

. /,9
6adi jarak jangkauan peluru sebenarnya terletak antara -8@,= " /,9/0 m dan -8@,= 4
/,9/0 m
,alat nisbi: & . ∆ 5 ? ? (// A
. /,9 ? (// A
8@,=
. (,/: A
)eseksamaan: ) . (// A " &
. (// A " (,/: A
) . 7@,7= A
".2 Pemba!aan
Dari percobaan !
o
& dengan sudut elevasi :/
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;
3:

t

cos θ
o
. 3=,83
/,/88. (53√:
. =(7,87< cm5dtk
6adi kecepatan awal untuk percobaan & dengan sudut elevasi :/
/
adalah =(7,87<
cm5dtk.
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. 9(=<=8,878 . /.39
3/
. <8=/,7:
6adi tinggi maksimum untuk percobaan & dengan sudut elevasi :/
/
adalah <8=/,7:
cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
" g t

. =(7,87<. (53√: . =(7,87<. (53 " /.88
. <3:,( . :97,:(
! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √:@@39:,<(4(3@/39,=9
. =(7,3@ cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi :/
/
adalah =(7,3@ cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. :/
/
θ . :/
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi :/
/
adalah
:/
/
.
Dari percobaan !
o
& dengan sudut elevasi 89
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;

t

cos θ
o
. 3@,=@
38
/,/=88. (53√3
. 98=,(9 cm5dtk
6adi kecepatan awal untuk percobaan & dengan sudut elevasi 89
/
adalah 98=,(9
cm5dtk
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. 377:=:,(3 . /,9
3/
. (87@<@,9<
6adi tinggi maksimum untuk percobaan & dengan sudut elevasi 89
/
adalah (87@<@,9<
cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
"
g t

. 98=,(9. (53√3 . 98=,(9. (53√3 " /,=88
. :@<,@7 . :@<,(8<
! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √ (87<@:,@= 4 (87(/@,=:
. 98<,<3 cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi 89
/
adalah 98<,<3 cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. 89
/
θ . 89
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi 89
/
adalah
89
/
.
Dari percobaan !
o
& dengan sudut elevasi </
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;

t

cos θ
o
. 3:,(3
/,/8=. (53
39
. 7@:,@: cm5dtk
6adi kecepatan awal untuk percobaan & dengan sudut elevasi </
/
adalah 7@:,@:
cm5dtk
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. 7<=73(,8= . /,=9
3/
. =3978(,(/:
6adi tinggi maksimum untuk percobaan & dengan sudut elevasi </
/
adalah
=3978(,(/: cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
" g
t
. 7@:,@:. (53 . 7@:,@:. (53√: " /,8=
. 87(,73 . @9(,3@

! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √38(7@9,37 4 =39(:=,8
. 7@:,83 cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi </
/
adalah 7@:,83 cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. </
/
θ . </
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan & dengan sudut elevasi </
/
adalah
</
/
.
Dari percobaan !
o
&& dengan sudut elevasi :/
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;

t

cos θ
o
. 98,/8
/,/=<. (53√:
. @3(,3== cm5dtk
3<
6adi kecepatan awal untuk percobaan && dengan sudut elevasi :/
/
adalah @3(,3==
cm5dtk.
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. <=8879,7( . /.39
3/
. @8:(,3
6adi tinggi maksimum untuk percobaan && dengan sudut elevasi :/
/
adalah @8:(,3
cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
" g t

. @3(,3==. (53√: . @3(,3==. (53 " /.=<
. =((,39 . 8/7,@@
! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √9/9@=<,9< 4 (<@//(,<(
. @3/,7 cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi :/
/
adalah @3/,7 cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. :/
/
θ . :/
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi :/
/
adalah
:/
/
.
Dari percobaan !
o
&& dengan sudut elevasi 89
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;

t

cos θ
o
. 9<,8
/,/98. (53√3
. (8@8,3( cm5dtk
6adi kecepatan awal untuk percobaan && dengan sudut elevasi 89
/
adalah (8@8,3(
cm5dtk
3=
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. 33/3@=7,:3 . /,9
3/
. 99/=(,7@
6adi tinggi maksimum untuk percobaan && dengan sudut elevasi 89
/
adalah 99/=(,7@
cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
"
g t

. (8@8,3(. (53√3 . (8@8,3(. (53√3 " /,=<
. (/87,87 . (/8@,79
! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √ ((/(837,3< 4 ((/37<,(
. (8@:,@3 cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi 89
/
adalah (8@:,@3 cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. 89
/
θ . 89
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi 89
/
adalah
88,77
/
.
Dari percobaan !
o
&& dengan sudut elevasi </
/
didapat:
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
o
. ;

t

cos θ
o
. 8@,=
/,/9<. (53
. (=:7,37 cm5dtk
6adi kecepatan awal untuk percobaan && dengan sudut elevasi </
/
adalah (=:7,37
cm5dtk
(.(.(.(.(.(.(.(.(2 ma? . !
o
3
sin
3
θ
3 g
. :/39(37,=. /,=9
3@
3/
. ((:883,:<
6adi tinggi maksimum untuk percobaan && dengan sudut elevasi </
/
adalah
((:883,:< cm.
(.(.(.(.(.(.(.(.(!
1
. !
o
cos θ
o
!
2
. !
o
sin θ
o
" g
t
. (=:7,37. (53 . (=:7,37. (53√: " /,9<
. @<7,<9 . (9/9,=
! . √ !
1
3
4 !
2
3
. √=9<37(,(3 4 33<=(:3,87
. (=:@,=77 cm5dt
6adi kecepatan saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi </
/
adalah (=:@,=77 cm5dt.
(.(.(.(.(.(.(.(.(θ . θ
/
/

. </
/
θ . </
/
6adi θ saat mengenai pitch stop untuk percobaan && dengan sudut elevasi </
/
adalah
</
/
.
37
BAB +
)E#I,PULAN
Dari hasil analisa data percobaan dapat ditarik kesimpulan bahwa pada
(.(.(.(.(.(.(.(.(Pada sudut elevasi 89
/
, peluru mencapai jarak yang maksimum.
(.(.(.(.(.(.(.(.(Pada sudut elevasi </
/
, peluru mencapai jarak minimum.
(.(.(.(.(.(.(.(.(Pada sudut elevasi </
/
, peluru mencapai tinggi maksimum.
(.(.(.(.(.(.(.(.(Dengan sudut elevasi yang sama, kecepatan awal yang terbesar
menghasilkan jangkauan lebih jauh.
(.(.(.(.(.(.(.(.(;udut elevasi sama dengan sudut jatuh peluru.
DA3TA% PU#TA)A
:/
(. Dosen " dosen Bisika, Bisika &, 6urusan Bisika Bakultas Matematika dan &lmu
Pengetahuan 'lam &nstitut Teknologi ;epuluh *opember, ;urabaya.
3. ;ears. Cemansky, Bisika untuk universitas,
:. Dosen " dosen Bisika, Petunjuk Praktikum Bisika Dasar, Bakultas Matematika
dan &lmu Pengetahuan 'lam &nstitut Teknologi ;epuluh *opember, ;urabaya.
:(
AB#T%A)
:3
DA3TA% I#I
(.(.(.(.(.(.(.(.( 'bstrak
............................................................................................ - i 0
(.(.(.(.(.(.(.(.( Da$tar isi
.......................................................................................... - ii 0
(.(.(.(.(.(.(.(.( Da$tar gambar
..................................................................................... - iii 0
(.(.(.(.(.(.(.(.( Da$tar tabel
........................................................................................ - iv 0
(.(.(.(.(.(.(.(.( %'% & Pendahuluan
.......................................................................... (
(.( #atar belakang ........................................................................... (
(.3 Tujuan percobaan ....................................................................... (
(.: Permasalahan ............................................................................. (
(.8 ;istimatika laporan ................................................................... (
<. %'% && Dasar Teori ......................................................................... 3
=. %'% &&& Peralatan dan cara kerja .................................................... 8
:.( Peralatan .................................................................................... 8
:.3 Dara kerja ................................................................................... 8
@. %'% &! 'nalisis data dan pembahasan ............................................ 9
8.( 'nalisis data .............................................................................. 9
8.3 Pembahasan ............................................................................... (=
7. %'% ! )esimpulan .......................................................................... 38
(/. Da$tar Pustaka ................................................................................... - v 0
((. #ampiran
::
DA3TA% 4A,BA%
(. Gambar trayektori gerak peluru ........................................................... 3
3. Gambar rangkaian peralatan percobaan ................................................ 8
:8
DA3TA% TABEL
(. Tabel (.( ......................................................................................... 9
3. Tabel (.3 ......................................................................................... <
:. Tabel (.: ......................................................................................... =
8. Tabel (.8 ......................................................................................... @
9. Tabel (.9 ......................................................................................... 7
<. Tabel (.< ......................................................................................... (/
=. Tabel 3.( ......................................................................................... ((
@. Tabel 3.3 ......................................................................................... (3
7. Tabel 3.: ......................................................................................... (:
(/. Tabel 3.8 ......................................................................................... (8
((. Tabel 3.9 ......................................................................................... (9
(3. Tabel 3.< ......................................................................................... (<
DA3TA% 4%A3I)
:9
:<

BAB II DASAR TEORI
Gerak parabola adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk parabola. Gerak semacam ini dijumpai pada peluru, gerak bola yang tidak vertikal dan lainlain. Disini selalu akan ada percepatan yang arahnya vertikal ke bawah dan konstan. Dalam hal gerak peluru atau bola tali, percepatan tersebut adalah percepatan gravitasi. Gaya gravitasi terhadap peluru arahnya ke pusat bumi dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari pusat bumi. Gerak kita proyeksikan pada sumbu-sumbu yang melekat pada bumi. Karena sistem ini bukan suatu sistem lamban, tidaklah tepat betul memberlakukan hukum kedua Newton untuk menghubngkan gaya terhadap peluru itu dengan percepatannya. Tetapi untuk trayektori yang jaraknya kecil, ketidak tepatan itu sangat kecil. Efek gesekan udarapun diabaikan, sehingga semua perhitungan hanya berlaku untuk gerak dalam bakum bumi yang tidak berputar dan permukaannya datar.

R Gb 1. 1 Pada peluru yang ditembakkan dengan sudut miring θo dan kecepatan Vo dari titik A, selalu dipengaruhi oleh percepatan gravitasi g. Pada keadaan awal (t=0), benda ada di A ( X dan Y=0) dan komponen kecepatannya diuraikan menjadi komponen horisontal VoX dan komponen vertikal VoY yang besarnya : VoX = Vo cos θo VoY = Vo sin θo Karena komponen kecepatan horison konstan, maka pada tiap saat t kita dapatkan: VX = VoX = Vo cos θo Percepatan vertikal ialah -g, sehingga komponen kecepatan vertikal pada saat t ialah: VY = VoY - gt = Vo sin θo - gt Komponen- komponen ini dapat dijumlahkan secara vektor untuk menentukan kecepatan resultan V, yang besarnya adalah:

2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->