P. 1
alat ukur

alat ukur

Views: 36|Likes:
Published by Angel Odameng Ngau

More info:

Published by: Angel Odameng Ngau on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2014

pdf

text

original

MACAM-MACAM ALAT UKUR LISTRIK Dalam pengukuran kelistrikan ada beberapa alat ukur yang kita gunakan

. Untuk itu alat ukur dipilah-pilah sesuai dengan fungsinya, diantaranya:

Ohmmeter, adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tahanan sebuah komponen atau rangkaian atau resistor. alat ukur ini dipasang secara pararel terhadap rangkaian/komponen yang akan diukur tahanannya.

 Gambar Ohmmeter

 Gambar cara penggunaan Ohmmeter

dikarenakan dalam satu alat ukur bisa digunakan sebagai Voltmeter. dan Ohmmeter. kelistrikan atau komputer lebih senang menggunakan alat ukur yang dinamakan Multimeter/Multitester karena alat ukur ini memiliki sifat multifungsional. Amperemeter. Multimeter Pada umumnya kebanyakan para teknisi elektro.  Gambar Multimeter .

Probe berwarna merah dicolokkan pada terminal (+). Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan AC arahkan selektor pada bagian AC. Jenis tegangan. Sebelum melakukan pengukuran kita harus mengetahui jenis tegangan apa yang akan kita ukur. dan probe berwarna hitam dicolokkan pada terminal com (-). Ada beberapa multimeter yang memiliki probe include dengan multimeternya sehingga tidak perlu susah-susah memasang. supaya aman dalam pengukuran hendaknya arahkan selektor pada bagian AC (karena tegangan DC sebenarnya bagian dari tegangan DC). Jika tegangan yang akan kita ukur adalah tegangan DC maka arahkanlah selektor pada bagian DC. yang dapat diringkas sebagai berikut :   Pasanglah probe sesuai dengan kedudukannya. Jika kita belum mengetahui jenis tegangannya. . Dengan mengetahui jenis tegangannya kita dapat menentukan penempatan selector pada bagian AC atau DC. apakah tegangan AC (alternating current) atau tegangan DC (direct current).PENGGUNAAN MULTIMETER UNTUK MENGUKUR TEGANGAN Sebelumnya marilah kita mengenal terlebih dahulu bagian-bagian dari Multimeter analog di atas melalui gambar di bawah ini : Bagian-bagian Multimeter: Keselamatan kerja Dalam menggunakan multimeter sebagai pengukur tegangan kita harus memperhatikan manual book masing masing multimeter.

sehingga kita harus menyesuaikan). Batas Ukur untuk mengukur tegangan PLN . Sebelum melakukan pengukuran tegangan hendaknya kita sudah mengetahui berapa besar tegangan yang akan diukur. Pemilihan batas ukur yang tepat hendaknya harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur (setiap multimeter yang berbeda merk biasanya berbeda nilai batas ukurnya. Jika kita belum mengetahui tegangan yang akan diukur.Memilih selektor pada tegangan AC/DC  Besar Tegangan. untuk memudahkan penentuan Batas Ukur. pilihlah batas ukur yang paling tinggi. maka batas ukur yang harus dipilih (jika menggunakan multimeter di atas) adalah 250 atau 1000. diketahui bahwa jenis tegangan-nya adalah AC dan besar tegangan adalah 220 VAC. Misal : kita akan melakukan pengukuran tegangan PLN.

jangan sampai ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan. Pada saat melihat jarum penunjuk jangan sampai bayangan jarum terlihat (untuk beberapa multimeter biasanya disediakan cermin/kaca/mirror di antara skala). gelang anti static (Anti-static Wrist Strap/Anti-static Wrist Band). keset. Hindari penggunaan karpet sebagai isolator. sepatu. jika masih terlihat bayangan jarum maka hasil penunjukan jarum kurang presisi (tepat). sebagai pengaman jika terjadi kejutan listrik (kesetruuum). Rumus : dimana : . karena akan menyebabkan korsleting. dan akan merusak multimeter. Pembacaan jarum penunjuk harus tegak lurus.Batas Ukur jika kita belum tahu besar tegangan   Perhatikan saat melakukan pengukuran.  Gunakan alas kaki yang terbuat dari bahan isolator (sandal.

dan probe hitam pada terminal com (-). Untuk pembahasan . maka langkah kerja-nya adalah 1. Karena tegangan PLN secara teori adalah 220VAC maka kita arahkan selektor pada bagian VAC dengan Batas Ukur 250 atau 1000 (ingat Batas Ukur dipilih lebih besar dari pada tegangan yang akan diukur). Mencolokkan probe sesuai dengan tempatnya 2. Menentukan Batas Ukur pengukuran. Masukkan probe merah pada terminal (+).VAC = Tegangan BU = Batas Ukur SM = Skala maksimum yang dipakai JP = Jarum Penunjuk STUDI KASUS : MENGUKUR TEGANGAN AC Kita akan melakukan pengukuran tegangan PLN. diketahui tegangan PLN secara teori adalah 220VAC.

tidak usah kuatir kalau terbalik). Colokkan kedua probe multimeter masing-masing pada lubang PLN (karena yang diukur tegangan AC. 4.kita kali ini kita akan menggunakan Batas Ukur 250 3. Mengukur VAC PLN dengan BU = 250 5. . maka posisi penempatan probe bisa bolak-balik. Karena ini pengukuran AC. Baca dan Perhatikan hasil penunjukan jarum penunjuk.

maka skala yang dipakai adalah : Sekarang tinggal membaca jarum penunjuk. sehingga besar setiap strip (kita anggap simbol bobot setiap strip = S): . Dari gambar di atas mari kita cuplik pada bagian jarum penunjuk. 250 Jika kita memilih SM (Skala Maksimum) = 250. 50.Cara Membaca Jarum Penunjuk Pilihlah SM (Skala Maksimum) yang akan digunakan. seperti digambarkan di bawah ini : Dari gambar di atas diketahui bahwa diantara 200-250 terdapat 10 strip. pada gambar multimeter di bawah ini ada 3 pilihan SM (Skala Maksimum) yaitu : 10.

Karena bobot setiap strip = 5 maka dari cuplikan jarum penunjukan di atas dapat digambarkan kembali : Dari gambar di atas. dapat diketahui bahwa JP (Jarum Penunjukan) =220. Sekarang kita tinggal memasukkan dalam rumus. .

maka power supply anda sudah tidak stabil/bermasalah. jika prosentasenya melebihi dari ±10%. maka arahkan selektor multimeter mada batas ukur 50v. dan probe berwarna merah pada multimeter pada kabel main connector yang akan diukur tegangannya Perhatikan hasil pengukuran. Power Supply Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan pengukuran tegangan power supply yaitu : Lepas main connector power supply dari mainboard. jadi pada saat pengukuran arah selector pada multimeter harus diarahkan pada tegangan DC. yang paling utama dalam pengecekan power supply adalah kabel berwarna kuning=12v.4v-12. maka tegangan yang diperbolehkan diantara rentang 11.6v. setelah itu hubungkan power supply dengan tegangan PLN. dan orange=3. kita bisa menggunakan batas ukur diatas tegangan yaitu 10v (tergantung pada batas ukur multimeter).3v. merah=5v. pastikan bahwa tegangan yang ditunjukkan adalah ±5% dari tegangan normal sebagai toleransinya. Lakukan pengukuran dan toleransi yang sama untuk pengukuran tegangan kabel berwarna merah dan orange . Pada saat mengukur tegangan dari kabel berwarna kuning pastikan batas ukur dari multimeter harus lebih besar dari 12v. kemudian koneksikan kabel warna abu-abu dan hijau. misal batas ukur yang lebih besar dari 12v yang tersedia pada multimeter adalah 50. maka dapat dipastikan bahwa power supply anda sudah rusak. begitu juga saat melakukan pengukuran kabel berwarna merah dan orange. Kemudian perhatikan warna dari kabel main connector. misalnya untuk tegangan 12v. Jika tidak berada pada rentang itu. Tegangan keluaran pada power supply adalah tegangan DC. Colokkan probe pada multimeter yang berwarna hitam sebagai ground pada kabel berwarna hitam pada kabel main connector.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->