TEHNIK INJEKSI

CHRISTOPHER RYALINO

PELATIHAN PRA-PJP UNTUK KOMEDIK
June 13, 2008

© 2008

TEHNIK INJEKSI CHRISTOPHER RYALINO P ENDA HULUAN Melakukan tindakan injeksi merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh paramedis. Sampai saat ini. Walhasil. tidak ada satu pun kakak kelas yang menawarkan saya untuk mencoba menyuntik pasien lagi.) KENAPA MENYUNTIK? TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Sudah dijelaskan tadi bahwa terkadang tindakan menyuntik adalah permintaan dari pasien. misalnya di desa-desa yang kebanyakan tingkat pendidikannya menengah ke bawah. seorang bapak datang ke posko kami dan mengeluh badannya panas dan pantatnya sedikit bengkak. Namun bagaimana pun juga. tindakan “menyuntik” ini bahkan menjadi favorit. tetap saja prosedur ini memiliki kelebihan dalam fungsinya untuk „memasukkan‟ substansi tertentu (obat) ke dalam tubuh pasien. Injeksi mulai menjadi sering dilakukan oleh praktisi medis sejak diketemukannya Penicillin pada dekade 1940-an. maka solusinya adalah diberikan secara parenteral. intravena. si bapak menjawab. Saya pun cukup tahu diri untuk tidak memintanya. Ketika ditanya apakah ia disuntik hari itu. baik diberikan secara intramuscular. karena makanan akan mengganggu penyerapannya atau merusak strukturnya. Banyak orang demikian merasa bahwa kalau dia belum disuntik. saya disuntik sama dokter yang itu. Dengan profesionalisme dan kegigihan seorang mahasiswa semester I saya menyuntik pasien di acara Pelayanan Kesehatan. misalnya obat insulin. Dan untuk menyenangkan pasien dan juga membuat dia merasa sudah sembuh. (NB: pada Yankes hari ke-3. Masyarakat di perifer. dan lain-lain. walaupun hanya dengan berbekal injeksi vitamin B12. untungnya saya diijinkan lagi. Obat-obatan tersebut diberikan secara parenteral karena biasanya dengan demikian komponennya akan diserap oleh tubuh dengan jauh lebih cepat daripada pemberian per oral. banyak sekali obat-obat yang sudah tersedia dalam bentuk injeksi. di acara Yankes keesokan harinya. artinya dia belum ke dokter. yang sudah mengajari saya tehnik menyuntik yang benar. “Iya pak dokter. Pada tahun 1999 sebagai mahasiswa fakultas kedokteran semester I saya mengikuti Kersoskes bersama rekan-rekan semester VII (angkatan 1996) di sebuah desa di Lombok.” Tidak salah lagi. dan dia belum sembuh. G AMBAR P ASIEN AK AN DIINJEKSI . subkutan. ia berkata dengan mantap sambil menunjuk saya. kita dengan gagah berani akan menyuntiknya.” kata kita para kaum medis selalu. Muliani. Walaupun tindakan injeksi saat ini disarankan untuk dihindari. Sebenarnya sampai sekarang saya tidak tahu apa benar saya yang menyuntiknya. Karena itu adalah penting bagi kita untuk mempelajari tehnik injeksi ini. Terima kasih untuk dr. Malam harinya. 1 . “Indikasi sosial. sekarang dosen di Bagian Anatomi. Atau. menguasai tehnik injeksi tanpa memahami prosedurnya secara lengkap dapat meningkatkan risiko timbulnya komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan.

DAN INTRAMUSCULAR . SUBK UTAN . pada penyuntikan intramuscular dan intravena prosedur ini harus dilakukan. Semua peserta pelatihan diharapkan untuk mampu melakukan injeksi intramuscular dengan baik sesuai dengan prosedur yang benar. pegang bagian bawah syringe dengan tangan nondominan Anda. Aspirasi dilakukan dengan cara berikut: Setelah Anda menusukkan jarum ke lokasi suntikan. darah akan masuk tertarik ke dalam syringe. kita akan lebih banyak membahas perihal injeksi intramuscular.TEHNI K PENYUN TIKAN Dalam kesempatan ini kita akan membahas tiga tehnik penyuntikan yang umum dipakai. 2 . sehingga akan diharapkan berguna pada saat melakukan pelayanan kesehatan nanti. Injeksi subcutan Sesuai dengan tujuan pelatihan ini. Apabila jarum telah menembus pembuluh darah. Injeksi intramuscular 2. Apabila pada injeksi intramuscular secara tidak sengaja ujung jarum menembus pembuluh darah. dan tarik bagian tongkat syringe ke atas dengan tangan dominan. Hal ini dapat mengakibatkan terbentuknya emboli sebagai akibat reaksi komponen kimia dari obat tersebut. maka obat yang disuntikkan akhirnya masuk secara intravena. TEHNI K ASPIRASI TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 Walaupun aspirasi tidak lagi dilakukan pada metode injeksi subkutan. yaitu: 1. Injeksi intravena 3. maka dari ketiga tehnik tersebut di atas. G AMBAR P ERBEDAAN SUDUT MASUK JARUM PADA I NJEKSI INTRADERMAL .

Para ahli berpendapat bahwa apabila pasien tampak bersih secara fisik. 1. penyuntikan di lokasi ini harus dihindari. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah injeksi intravena. usia pasien. dan kemudian tunggu 30 detik lagi agar kulit menjadi kering lagi. PADA DAERAH LENGAN ATAS (DELTOID)  Mudah dan dapat dilakukan pada berbagai posisi. dan jumlah obat yang ideal paling kecil (antara 0.Apabila ini terjadi. dan ketika prosedur itu ditiadakan. dan malah bersama-sama dengan alkohol bisa saja ikut menginokulasi lokasi penyuntikan sehingga meningkatkan risiko infeksi. dan tenaga medis juga mengikuti standar asepsis yang benar. maka prosedur yang Anda lakukan sejauh ini benar. dan tehnik injeksi yang Anda lakukan adalah intramuscular. Dann (1969) dan Koivisto & Felig (1978) menemukan bahwa tehnik desinfeksi dengan alkohol tidak selalu mutlak diperlukan. G AMBAR I NJEKSI IM TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 LOKASI Terdapat lima lokasi penyuntikan intramuscular yang sudah terbukti bahwa obatnya akan diabsorbsi dengan baik oleh tubuh. TEHNI K DESINFEKSI KULI T DI LOKA SI SUN TIKAN Walaupun tehnik desinfeksi kulit dengan kapas alkohol sebelum prosedur penyuntikan sudah dikenal luas. sehingga akan mampu memberikan efek sistemik dalam waktu yang singkat. dan jumlah obat yang akan diberikan. Misalnya menggunakan kapas alkohol sebelum menyuntikkan insulin secara subkutan seringkali membuat kulit menjadi mengeras karena efek alkohol. ataupun terdapat lesi dalam bentuk apapun. dan obat kini siap dimasukkan langsung ke pembuluh darah balik tersebut. pada kenyataannya ada perbedaan temuan. infeksi. Jarum telah memasuki pembuluh darah. dan juga biasanya mampu menyerap dalam dosis yang besar. Dan apabila memang dipandang perlu.Hal ini biasanya terjadi karena lokasi injeksi kurang tepat. desinfeksi kulit sebelum penyuntikan intramuscular adalah tidak perlu. peradangan.maka kulit itu harus diswab dengan kapas alkohol selama 30 detik. Cabut jarum dan ulangi prosedur penyuntikan dari awal. rupanya angka infeksi post-injeksi yang terjadi tidak lebih banyak daripada yang dilakukan swab alkohol sebelumnya.  Jarum disuntikkan kurang lebih 2.5 cm tepat di bawah tonjolan acromion. masih ada kemungkinan bakteri belum mati. Apabila darah masuk tertarik. INJEKSI INTRAMUSCULAR Adalah tindakan menyuntikkan obat ke dalam otot yang terperfusi baik. Jarum yang semestinya mencapai jaringan otot rupanya bersarang di pembuluh darah. Apabila pada lokasi suntikan yang diinginkan terdapat pembengkakan. 3 G AMBAR L OKASI D ELTOID . Jika injeksi dilakukan sebelum kulit kering. maka prosedur yang Anda lakukan salah. namun kekurangannya area penyuntikan paling kecil.5-1 ml). Lokasi penyuntikan harus dipertimbangkan dengan mengingat kondisi fisik pasien.

 Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml). Posisikan jari telunjuk sehingga menyentuh SIAS. namun angka terjadi komplikasi paling tinggi.brachialis atau n. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat. gluteus medius.  Volume suntikan ideal antara 2-4 ml.  Suntikkan jarum di tengah-tengah huruf V itu. vastus lateralis terletak pada sepertiga tengah paha bagian luar. 4.Minta pasien berbaring ke samping dengan lutut sedikit fleksi.  Hati-hati terhadap n. m. PADA DAERAH VENTROGLUTEAL (GLUTEUS MEDIUS)  Letakkan tangan kanan Anda di pinggul kiri pasien pada trochanter major (atau sebaliknya). m. Maka jari telunjuk dan jari tengah Anda akan membentuk huruf V. misalnya pasien dengan riwayat alergi berat biasanya menggunakan tempat ini untuk menyuntikkan steroid injeksi yang mereka bawa kemana-mana.  Minta pasien untuk meletakkan tangannya di pinggul (seperti gaya seorang peragawati). PADA DAERAH PAHA BAGIAN LUAR (VASTUS LATERALIS)  Pada orang dewasa. dengan demikian tonus ototnya akan berada kondisi yang mudah untuk disuntik dan dapat mengurangi nyeri.sciatus dan a.  Lokasi ini jarang digunakan.  Pada bayi atau orang tua. Suntiklah di regio glutea pada kuadran lateral atas. Organ penting yang mungkin terkena adalah a.  Volume ideal antara 1-4 ml.radialis.glutea superior  Gambarlah garis imajiner horizontal setinggi pertengahan glutea. PADA DAERAH PAHA BAGIAN DEPAN (RECTUS FEMORIS)  Pada orang dewasa. Kemudian gerakkan jari tengah Anda sejauh mungkin menjauhi jari telunjuk sepanjang crista iliaca. rectus femoris terletak pada sepertiga tengah paha bagian depan.  Pada bayi atau orang tua. 4 . PADA DAERAH DORSOGLUTEAL (GLUTEUS MAXIMUS)  Paling mudah dilakukan. maka jarum akan menembus m. kadang-kadang kulit di atasnya perlu ditarik atau sedikit dicubit untuk membantu jarum mencapai kedalaman yang tepat. Hal ini terjadi apabila kita menyuntik lebih jauh ke bawah daripada yang seharusnya. G AMBAR L OKASI G LUTEUS M AXIMUS 3. G AMBAR V ASTUS L ATE RALIS G AMBAR R ECTUS FE MORIS TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 5.  Volume injeksi ideal antara 1-5 ml (untuk bayi antara 1-3 ml). namun biasanya sangat penting untuk melakukan auto-injection. 2. kemudian buat dua garis imajiner vertical yang memotong garis horizontal tadi pada pertengahan pantat pada masing-masing sisi.

Penelitian oleh Katsma dan Smith (1997) menemukan bahwa perawat-perawat di Inggris tidak selalu menyuntikkan jarum 90 derajat pada injeksi intramuscular. Gunakan pengetahuan anatomi Anda untuk memperkirakan kedalaman jarum.  Lakukan aspirasi. cabut jarum. Dengan teregangnya kulit. Menggerakkankan anggota gerak yang disuntik setelahnya juga dipercaya dapat membantu proses penyerapan obat karena hal itu akan meningkatkan aliran darah ke daerah yang disuntik. Techniques TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 TEHNIK Z-TRACK Selama dua dekade terakhir.  Pegang syringe dengan tangan dominan Anda (gunakan ibu jari dan jari telunjuk). tarik jarum syringe.  Masukkan jarum sehingga menembus otot yang dicari. lepaskan kulit yang sedari tadi Anda pegang. jumlahnya. Anda tidak mau menyuntikkan obat ke pasien yang salah. dan rupanya hal ini berpengaruh pada penilaian derajat nyeri yang dirasakan pasien.  Gunakan tangan non-dominan untuk mengencangkan kulit di sekitar lokasi suntikan. Jarum akan lebih mudah menusuk kulit dengan sudut 90 derajat apabila kulit yang ditusuk berada dalam keadaan teregang. dan juga mudah serta ideal bagi Anda untuk melakukan injeksi yang diinginkan. Kemudian lakukan penyuntikan seperti biasa. pembengkakan. Injeksi intramuscular sebaiknya dilakukan dengan memasukkan jarum tegak lurus dengan kulit (90 derajat) untuk memastikan jarumnya mengenai otot yang dimaksud. kurang lebih sejauh 1-2 cm. Hal ini akan menggerakkan jaringan cutan dan subcutan yang ada di atas otot yang akan disuntik. 2. ulangi prosedur. TEHNIK INJEKSI Sudut masuk jarum berperan penting dalam derajat nyeri pasien saat injeksi. ada beberapa obat yang memerlukan pemijatan ringan untuk membantu penyerapan. atau silahkan baca rekomendasi dari pabrik pembuat obat. namun ada pula yang tidak.  Catat dalam rekam medis pasien jenis obat yang dimasukkan. dan waktu pemberian. telah berkembang tehnik penyuntikan intramuscular yang disebut tehnik Z-track. pastikan identitas pasien. Buang keduanya di tempat sampah khusus sampah medis.  Pisahkan jarum dari syringe. lanjutkan.  Setelah usai.  Tentukan lokasi penyuntikan yang benar sesuai dengan petunjuk di atas.  Pertama-tama.  Periksa lokasi suntikan sekali lagi untuk memastikan bahwa tidak ada perdarahan.Bila tidak ada darah. masukkan ke dalam syringe. Keen (1986) pertama kali mengemukakan dalam penelitiannya bahwa tehnik ini mampi mengurangi sensasi nyeri dan juga mampu meminimalkan „kebocoran‟ (obat yang disuntikkan masuk ke ruang sub kutis pada saat jarum dicabut ). Memudahkan penusukan jarum. Ingatlah bahwa target suntikan adalah otot. atau reaksi-reaksi lain yang terjadi. maka secara mekanis akan membantu mengurangi sensitivitas ujung-ujung serat saraf di permukaan kulit. Bersihkan kulit di atasnya dengan alkohol atau cairan desinfektan lain.PROSEDUR TINDAKAN  Siapkan obat yang akan disuntikkan. Tehnik ini dilakukan dengan cara menarik kulit di atas lokasi suntikan ke arah lain. Tergantung jenis obat yang dimasukkan. sehingga ketika menarik kulit tersebut kita tidak melepaskan mata kita dari lokasi suntikan yang benar. Tehnik injeksi yang dilakukan hampir di seluruh dunia adalah dengan cara mengencangkan kulit di sekitar lokasi injeksi dengan tujuan: (Stilwell.  Posisikan pasien dalam posisi yang nyaman. Hal ini mengakibatkan luka penetrasi jarum di jaringan otot akan ditutupi oleh jaringan kutis dan subkutis yang intak. Pahami secara menyeluruh obat yang Anda suntikkan. Bila ada darah. 5 . dan ketika usai menarik jarum.  Masukkan obat dengan perlahan (1 ml per 10 detik) sampai dosis yang diinginkan tercapai. 1992) 1.

Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik. NB: Sejak 1994 perkembangan terapi injeksi insulin sangat cepat. terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. akan meningkatkan risiko terjadinya hematom di area subkutan. Dari studi yang sama juga didapatkan bahwa suntikan subkutan dipercaya tidak lagi memerlukan aspirasi. Dari gambaran CT scan ditemukan bahwa suntikan dengan tehnik subkutan hampir tidak pernah menembus pembuluh darah. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot. Hal ini berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia. Springhouse Corporation (1993) bahkan menyatakan bahwa apabila penyuntikan subkutan diawalin dengan aspirasi. G AMBAR M ENC UBIT KULIT UNTUK ME MUDAHKAN G AMBAR P ILIHAN LOKASI INJEKSI PADA INJEKSI SUBK UTAN TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 6 . Saat ini jarum alay suntik insulin bermerk sudah dibuat sedemikian rupa sehingga dengan sudut 90 derajat dengan kulit. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit. Peragallo & Dittko (1997) G AMBAR I NJEKSI S UBKUTAN menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot. insulin dapat masuk ke jaringan subkutan. Oleh karenanya jangan heran melihat orang diabetes menyuntikkan insulin ke pahanya sendiri dengan sudut masuk jarum tegak lurus dengan kulit.INJEKSI SUBKUTAN Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption).

dan kemudian akan tergantung kepada keahlian dan pengalaman Anda untuk berhasil melakukan injeksi. adalah penting bagi kita untuk menghindari katup vena. Terkesan sederhana. Katup-katup ini ada dengan tujuan untuk mencegah alirah darah balik pada vena (mencegah aliran darah menjauhi jantung). namun terkadang melokalisir posisi katup itu dapat menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Di tempat itulah terdapat katup vena. Ikuti tekanan itu dan akan Anda temukan nantinya ada tempat tertentu dimana darah yang Anda dorong itu tidak dapat “lewat” lagi. Hal ini G AMBAR P ENYUNTIKAN INTRAVE NA ME NGG UNAKAN W ING NEEDLE berbahaya karena insulin yang disuntikkan ke otot akan diserap lebih cepat oleh tubuh dan sebagai akibatnya akan terjadi goncangan kadar glukosa darah yang dapat membawa pasien ke kondisi hipoglikemia. TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 G AMBAR I NJEKSI I NTRAVENA 7 . terutama bila dilakukan pada daerah abdomen atau paha. Bila perlu gunakan sarung tangan untuk melindungi Anda. maka dapat menyebabkan kerusakan permanen pada katup tersebut. DAN MENGHINDARINYA Karena kita akan menyuntikkan obat dengan jarum ke dalam vena. Peragallo & Dittko (1997) menggunakan CT scan dalam penelitian mereka dan menemukan bahwa injeksi subkutan sering kali masuk ke jaringan otot.  Pasang torniquet di bagian proximal dari lokasi injeksi.INJEKSI INTRAVENA Tehnik ini digunakan apabila kita ingin obat yang disuntikkan akan diabsorpsi oleh tubuh dengan pelan dan berdurasi panjang (slow and sustained absorption). Ada kalanya vena yang ideal tidak ada. MEMPERKIRAKAN TEMPAT KATUP VENA. Apabila katup vena ini tidak sengaja tertusuk. Sekarang Anda tahu di tampat itu Anda tidak boleh melakukan suntikan. dan bahkan dapat menyebabkan kolaps pada vena yang bersangkutan. lakukan tekanan ke arah distal pada vena yang bersangkutan. PROSEDUR TINDAKAN  Cuci tangan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan mendorong darah yang ada di vena balik ke arah distal.  Tentukan lokasi injeksi. Injeksi subkutan dilakukan dengan menyuntikkan jarum menyudut 45 derajat dari permukaan kulit. Untuk mengetahui dimana saja terdapat katup ini. mendekati katup terakhir yang dilewatinya. Carilah vena perifer yang tampak atau yang cukup besar sehingga akan memudahkan Anda untuk melakukan injeksi nantinya.  Bersihkan lokasi injeksi dengan kapas alkohol. Kulit sebaiknya sedikit dicubit untuk menjauhkan jaringan subkutis dari jaringan otot. Biasanya volume obat yang disuntikkan terbatas pada 1-2 ml per sekali suntik.

o Bila ada darah yang masuk. dan tidak memiliki tekanan.  Lakukan aspirasi: o Bila tidak ada darah. lepaskan sarung tangan.  Setelah selesai. Suntikkan jarum dengan sudut sekitar 45 derajat atau kurang ke dalam vena yang telah Anda tentukan.  Suntikkan obat secara perlahan-lahan. Beberapa organisasi keperawatan mengajarkan untuk terus berusahan melakukan probing dan mencari venanya. o Bila ada darah yang masuk. Atau bisa juga Anda gunakan band-aid untuk menutupi luka suntikan itu. Itu berarti Anda mengenai arteri. Lanjutkan dengan langkah berikut. dan cuci tangan lagi. segera tarik jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi tadi. Anda tetap harus tahu mengenai resiko ini. karena kecuali Anda menusuk dan melakukan probing terlalu dalam. cabut jarum dan langsung lakukan penekanan di bekas lokasi injeksi dengan kapas alkohol. * © 2008 TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 8 . dan memiliki tekanan.  Buanglah syringe dan jarum ke dalam tempat sampah medis.  Lepaskan tirniquet dengan hati-hati. itu adalah vena. berarti perkiraan Anda salah. jangan sampai menggerakkan jarum yang sudah masuk dengan benar.selama tidak terjadi hematom. sedikit berbuih. berwarna merah gelap.  Cuci tangan. Penekanan dilakukan kurang lebih 2-5 menit. berwarna merah terang. Beberapa lagi menganjurkan untuk langsung dicabut dan prosedur diulangi lagi. Terkadang mengusap-usap vena di bagian proximal dari lokasi injeksi dengan kapas alkohol dapat mengurangi nyeri selama memasukkan obat. Walaupun ini jarang terjadi. Jarum mengarah ke arah proximal sehingga obat yang nanti disuntikkan tidak akan menyebabkan turbulensi ataupun pengkristalan di lokasi suntikan.

Simmonds BP (1983) CDC guidelines for the prevention and control of nosocomial infections: guidelines for prevention of intravascular infections. 46. Professional Nurse. Keen MF (1986) Comparison of Intramuscular injection techniques to reduce site discomfort and lesions. UKCC. 356-358. 9698. Surgical Nurse. 23-33. 7. 25-29. 35. Nursing Standard. New England Journal of Medicine. i. Nicholl LH (1995) Administration of medications via the intramuscular route: anintegrative review of the literature and research-based protocol for the procedure. TEHNIK INJEKSI | 6/13/2008 The writer has made every effort to to trace the holders of the copyrighted printed materials. ii. Taylor R (1995) A Comparative study of depot injection techniques. Stilwell B (1992) Skills Update. 91. July 3-4. Please stand by for any following news. 9 . 5. Covington TP. 23. 24-27. Nursing. 5. 36-39. as well as hundreds other. Cockshott WP et al (1982) Intramuscular or intralipomatous injections. 2. London. 5. E-mail to manager@balihealthworld. Peragallo-Dittko V (1997) Rethinking subcutaneous injection technique.pdf file. 1. British Medical Journal. 5. Pennsylvania. Second edition.com The website is currently under construction. 62-63. If we have overlooked any.10. Lancet. 288-292. 1. we will be plased to make necessary arrangements in the first opportunity. NursingTimes. 301. 71-72. Thow J. and receive all the benefits from sharing your knowledge to everyone. 6-10. Home P (1990) Insulin injection technique. post it. Chaplin G et al (1985) How safe is the air bubble technique for IM injections? Not very say these experts. Surgical Nurse. 7. London. Campbell J (1995) Injections.pdf format and save it. Katsma D. Nursing Research.Applied Nursing Research.com in online. Nursing. Trattler MR (1997) Learn how to zero in on the safest site for an intramuscular injection. MacGabhann L (1998) A comparison of two injection techniques. 307. Felig P (1978) Is skin preparation necessary before insulin injection? Lancet. Springhouse Corporation. 183-189. 2. Torrance C (1989b) Intramuscular injection Part 1.balihealthworld. 455-458. 1072-1073. Springhouse Corporation (1993) Medication Administration and IV Therapy Manual. 97. Midwifery and Health Visiting (1992)Standards for Administration of Medicine. American Journal of Infection Control. 15. This . Have a medical article. Koivisto VA. 8.balihealthworld. Polillio AM. American Journal of Nursing. 5. 29.com for more info. 9. 11. 59. Quartermaine S.REFERENSI Beyea SC. 4. 37. NursingResearch. Burden M (1994) A practical guide to insulin injections. study report. As soon as www. MacMillan Magazines. Nursing Standard. Torrance C (1989a) Intramuscular injection Part 2. United Kingdom Central Council for Nursing. or medical-based review of your own? Convert it into . 30. Dann TC (1969) Routine skin preparation before injection. 207-210. 39-41. 6. will be available soon on www. An unnecessary procedure. 6. 46-49. 12. January. Kiley J (1997) Does a needless injection system reduce anxiety in children receiving intramuscular injections? Pediatric Nursing. Smith G (1997) Analysis of needle path during intramuscular injection.