MUAMALAH (MAKALAH AGAMA)

MUAMALAH

Muamalah Menurut fiqih, muamalah ialah tukar menukar barang atau sesuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditentukan. Yang termasuk dalam hal muamalah adalah jual beli, sewa menyewa, upah mengupah, pinjam meminjam, urusan bercocok tanam, berserikat dan lain-lain. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain, masingmasing berhajat kepada yang lain, bertolong-tolongan, tukar menukar keperluan dalam urusan kepentingan hidup baik dengan cara jual beli, sewa menyewa, pinjam meminjam atau suatu usaha yang lain baik bersifat pribadi maupun untuk kemaslahatan umat. Dengan demikian akan terjadi suatu kehidupan yang teratur dan menjadi ajang silaturrahmi yang erat. Agar hak masing-masing tidak sia-sia dan guna menjaga kemaslahatan umat, maka agar semuanya dapat berjalan dengan lancar dan teratur, agama Islam memberikan peraturan yang sebaik-baiknya aturan. Azaz-Azaz Transaksi Ekonomi Islam Dalam hal bermuamalah, ruang lingkupnya sangat luas. Agama islam dalam hal ini memberikan tuntunan secara global. Para ahli fikih memberikan rumusan prinsip umum dalam bermuamalah, yaitu berupa kaidah ushul fiqih “asal hukum dalam setiap masalah yang berhubungan dengan muamalah adalah jaiz atau boleh, sampai ditemukan adanya dalil yang melarangnya. Dalam transaksi dijalankan secara sukarela atau tanpa paksaan dari pihak manapun antara kedua belah pihak dan dalam pelaksanaannya dilandasi dengan niat yang baik dan tulus agar kecurangan dapat dihindarinya. Transaksi ekonomi dalam islam dapat dicontohkan seperti aktivitas di pasar yang para pedagangnya menggunakan system perdagangan secara Islam.

Syarat keduanya adalah berakal. jual beli yang memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Syaratnya keduanya adalah: suci. barang itu diketahui oleh si penjual dan si pembeli *. Dalam jual beli terdapat rukun dan syaratnya. Khiyar majlis maksudnya. baligh. Dan jual beli yang sah tapi terlarang yaitu jual belinya sah. Khiyat artinya boleh memilih antara dua. Jenis khiyat ada tiga macam yaitu Khiyar majlis. apabila terdapat cacat Macam jual beli Dalam hal jual beli ada tiga macam yaitu jual beli yang sah dan tidak terlarang. khiyat syarat dan khiyar ‘aibi. artinya jual beli yang tidak memenuhi syarat dan rukunnya jual beli. Misalnya dalam hal jual beli. Ijab qabul. keadaan barang itu dapat diserahkan. Uang dan benda yang dibeli. khiyar itu dijadikan syarat sewaktu akad. tidak membatalkan akad dalam jual beli tapi dilarang dalam agama . jual beli yang terlarang dan tidak sah. dan berhak menggunakan hartanya *. Jual beli yang sah dan tidak terlarang yaitu jual beli yang diizinkan oleh agama artinya. ada manfaatnya. hendaknya menerapkan transaksi ekonomi Islam. dalam jual beli terdapat istilah khiyar. 1. Dan khiyar ‘aibi maksudnya. Diantaranya adalah sebagai berikut: *. Jual Beli Jual beli adalah menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara yang tertentu (akad). Penjual dan pembeli. Sedangkan jual beli yang terlarang dan tidak sah yaitu jual beli yang tidak diizinkan oleh agama. si pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya. Selain rukun dan syaratnya. utang piutang. Firman Allah SWT: Artinya : “ Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS Al Baqarah (2) : 275). si pembeli dan si penjual boleh memilih antara dua perkara selama keduanya masih tetap di tempat jual beli. sewa menyewa dan kerjasama dagang. monopoli dan najsi. Khiyar syarat maksudnya. meneruskan akad jual beli atau mengurungkannya. Unsur utama dalam jual beli yaitu ketulusan antara penjual dan pembeli. jual beli yang sah tetapi terlarang.Implementasi Transaksi Ekonomi Islam Dalam kehidupan sehari-hari.

Mencegat para pedagang dan membeli barangnya sebelum mereka sampai dipasar dan sewaktu mereka belum mengetahui harga pasar.atau rusak sebab pemakaianyang diizinkan . Hukum Ariyah Asal hukum meminjamkan sesuatu adalah sunat. yang meminjam tidak menggantinya. Jual beli anak hewan yang masih berada dalam perut induknya. Barang yang dipinjam syaratnya barang tersebut bermanfaat. dia wajib mengganti. manfaat barang yang dipinjam dimiliki oleh yang meminjamkan. 2). Rukun Ariyah 1).Orang yang meminjamkan syaratnya berhak berbuat kebaikan sekehendaknya. Tetapi jikalau sebab lain. Orang yang meminjam berhak menerima kebaikan 3). dan mengecoh urusan jual belibaik dari pembeli maupun penjual dalam keadaan barang atau ukurannya. Ariyah (Pinjam meminjam) Ariyah adalah memberikan manfaat sesuatu yang halal kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan tidak merusakkan zatnya agar dapat dikembalikan zat barang itu. . Jual beli yang terlarang dan tidak sah diantaranya adalah: jual beli barang najis. 2. Hukumnya wajib contohnya yaitu meminjamkan pisau untuk menyembelih hewan yang hamper mati. Dalam hal ariyah terdapat rukun dan syaratnya yaitu sebagai berikut: a. Membeli barang yang sudah dibeli orang lain yang masih dalam hiyar. menyempitkan gerakan pasaran dn merusak ketentraman umum. Membeli barang untuk ditimbul dan setelah harganya mahal baru dijual. b. Jual beli yang sah tetapi terlarang diantaranya :membeli barang dengan harga mahal yang tujuannya supaya orang lain tidak dapat membeli barang tersebut. Dan hukumnya haram contohnya sesuatu yang dipinjam untuk sesuatu yang haram. Monopoli yaitu menimbun barang dengan tujuan supaya orang lain tidak dapat membelinya dan najsyi adalah menawar barang dengan tujuan untuk mempengaruhi orang lain agar membeli barang yang ditawarkannya. si pembeli atau orang lain. Akan tetapi kadang hukumnya wajib dan kadang-kadang juga haram. menjual barang yang menjadi alat maksiat bagi pembelinya.Islam karena menyakiti si penjual. sewaktu diambil manfaatnya zatnya tetap atau tidak rusak Orang yang meminjam boleh mengambil manfaat dari barang yang dipinjamnya hanya sekedar menurut izin dari yang punya dan apabila barang yang dipinjam hilang. jual beli yang ada unsur kecurangan dan jual beli sperma hewan.

Keuntungan dan kerugian ddiperoleh dan ditanggung oleh setiap anggota serikat sesuai dengan hasil musyawarah anggota serikat. Perseroan ada beberapa macam yang lebih peting dan berguna adalah serikat harta dan serikat kerja. Penjelasan tentang kedua serikat ini dapat dipelajari sebagaimana berikut: a. Perseroian yang kita ketahui diantaranya adalah PT. Dalam berserikat keikhlasan sangat diperlukan dan harus menghindari penghianatan. Rukun serikat harta diantaranya:  Lafal akad atau sighat  Orang yang berserikat  Pokok atau modal dan pekerjaan Jenis usaha dalam serikat perlu suatu kesepakatan yang disepakati oleh anggota serikat tersebut. Perseroan Perseroan adalah akad perjanjian antara dua orang atau lebih yang menetapkan hak milik bersamadalam persekutuan. Sehingga semuanya bekerja penuh pada perusahaan . NV.3. Dalam pendirian P T didirikan dengan akte notarisdan A D (Anggaran Dasar) nya harus disyahkan dari menteri kehakiman. dan Firma. • Firma Perseroan firma yaitu Persekutuan dari dua orang atau lebih yang berdagang bersama-sama dalam satu nama dan bertanggung jawab bersama terhadap perdagangannya. CV. Serikat harta Serikat harta atau serikat ‘Inan yaitu serikat yang terdiri dari dua orang atau lebih untuk bersekutu harta yang ditentukan dengan tujuan keuntungannya untuk mereka yang berserikat. Perseroan yang dikategorikan dalam serikat inan antara lain: • PT (Perseroan Terbatas) P T yaitu perusahaan yang modalnya didapat dari saham-saham yang memiliki harga nominal tertentu.

Akad dalam qirad adalah akad percaya mempercayai dan semuanya harus didasari dengan ikhlas. . Agama Islam tidak melarang qirad. Modal dalam qirad bisa berupa barang atau uang yang dapat dihitung harganya. Qirad Qirat yaitu memberikan modal kepada orang lain untuk diperniagakan. Apabila system yang digunakan muzaraah mengenai zakat ditanggung oleh penggarap dan apabila benihnya asalnya dari pemilik sawah atau ladang dinamakan mukhabarah dan zakatnya ditanggung oleh pemilik tanah tersebut. Penghasilannya dibagi menurut perjanjian sewaktu akad. Serikat kerja jenisnya bermacam-macam muzaraah dan musaqah. Muzaraah dan mukhabarah Muzaraah yaitu suatu kerjasama antara pemilik lahan pertanian baik berupa sawah atau ladang denganpenggarap yang bibitnya asalnya dari penggarap dengan bagi hasil yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan bersama. Ada yang hanya menyerahkan modal untuk dikelola oleh anggota-anggota lainnya. Baik C V maupun Firma didirikan berdasarkan akte notaries dan segala bentuk aktivitas perusahaan dicantumkan dalam aktenya. Dalam qirad terdapat unsur tolong menolong dalam meningkatkan penghasilan.• CV (Commanditaire Venootschaf) Dalam C V tidak semua anggotanya turut bekerja dalam perusahaan. Maka C V adalah bentuk perluasan dari firma. Mengenai keuntungan. b. Serikat kerja ini hukumnya sah apabila tidak ada yang berkhianat. Dalam qirat terdapat rukun-rukunnya diantaranya adalah:  Ada harta atau modal baik berbentuk uang atau barang  Pekerjaan atau usahanya perdagangan  Ada pembagian keuntuangan atau kerugian  Pemodal dan yang menjalankan modal telah baligh diantaranya adalah qirad. untuk keduanya sesuai dengan perjanjian sewaktu akad. mukhabarah. Serikat Kerja (Serikat Abdan) Serikat kerja yaitu persekutuan antara dua orang atau lebih bersepakat atas suatu pekerjaan dan masing-masing mengerjakan pekerjaan sesuai dengan bidangnya. b. a.

maka bermunculan bank yang berdasarkan syari’ah misalnya bank muamalat. Hal ini saling menguntungkan karena kadang orang punya kebun tetapi tidak sanggup mengurusinya atau menggarapnya. Bank-bank tersebut dalam operasinya disesuaikan dengan prinsipprinsip syari’ah Islam dan tatacaranya acuannya adalah Al Qur’an dan As Sunah. Selain itu hikmahnya dengan adanya bank syari’ah antara lain:  Mempermudah umat islam dalam menjalankan syari’at khususnya dalam bidang perekonomian  Dapat menghindari unsure riba  Nyaman dalam hubungan dengan bank karena sudah bersyari’ah islam  Ekploitasi dari orang kaya terhadap orang miskin dapat terhindari . Agar tidak terdapat unsur riba. Dalam hal musaqah terdapat rukun-rukunnya yaitu diantaranya adalah:  Pemilik kebun dan yang menggarap kebun sama-sama berhak membelanjakan harta keduanya  Semua pohon yang berbuah boleh diparohkan demikian juga hasil pertahunnya  Ditentukan masanya dalam mengerjakan kebun  Terdapat kesepakatan dalam pembagian hasil kebun Bank Islami Dalam rangka untuk menghindari unsur riba. Dengan adanya bank syari’ah maka umat islam dapat menghilangkan keragu-raguannya dalam berurusan dengan bank. Sedangkan orang yang tidak punya kebun mendapat kesempatan untuk menggarap atau mengurusinya sehingga mendapat suatu penghasilan yang bisa dinikmati bersama yang punya kebun. bank syari’ah mandiri dan bank-bank lainnya yang berdasarkan syari’ah.c. nasabah yang akan mengadakan akad perjanjian dengan bank dapat melaksanakan perihal sebagaimana berikut:  Mudarabah atau qirad  Syirkah atau perseroan  Wadiah atau titipan uang  qard hasan atau peminjaman yang baik  murabahah atau bank membelikan barang yang diperlukan oleh pengusaha untuk dijual lagi dan bank dapat minta tambahan atas harga pembeliannya. suatu kerjasama antara pemilik kebun dengan pemelihara kebun dengan perjanjian dan kesepakatan bersama. Musaqah Musaqah disebut juga dengan paroan kebun maksudnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful