- Dasar Hukum : Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.

01/2006 tanggal 29 Desember 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Beban Kerja (Work Load Analysis). - Latar Belakang : Belum ada tools yang efektif untuk merencanakan kebutuhan pegawai per unit. Jumlah kebutuhan pegawai pada instansi pemerintah hingga saat ini belum seluruhnya dihitung secara tepat karena masih berdasarkan perkiraan semata yang berakibat pada ketidakefisienan organisasi. - Tujuan : Tujuan pengukuran/analisis beban kerja adalah untuk memperoleh informasi tentang efisiensi dan prestasi kerja unit/satuan organisasi/pemangku jabatan serta pemanfaatannya dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur Negara. - Manfaat : o Penataan /penyempurnaan struktur organisasi; o Penilaian prestasi kerja jabatan dan prestasi kerja unit; o Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja; o Sarana peningkatan kinerja kelembagaan; o Menyusun rencana kebutuhan pegawai secara riil sesuai dengan beban kerja organisasi; o Program mutasi pegawai dari unit yang berkelebihan ke unit yang kekurangan pegawai; o Program promosi pegawai; o Reward and punishment terhadap unit atau pejabat; o Bahan penyempurnaan program diklat. - Teknik dan Tools Analisis Beban Kerja : o Keputusan Presiden Nomor 58 Tahun 1964 tentang Jam kerja Kantor Pemerintah jo Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 1972 dan Keputusan Presiden Nomor 68 tahun 1995 telah ditentukan jam kerja instansi pemerintah sebanyak 37 jam per minggu. o Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 71/KMK.01/1996 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Departemen Keuangan adalah sebanyak 42 jam 45 menit perminggu. o Atas ketentuan tersebut, perhitungan jam kerja efektif yang digunakan sebagai alat ukur dalam analisis beban kerja adalah : Jam kerja formal per minggu : Jam kerja efektif per minggu dengan allowance (waktu luang) 25% : 75/100 x 2.565 menit = 1.923,75 menit = 32 jam

Jam kerja efektif per hari: 5 hari kerja = 1923,75 menit : 5 = 384,75 menit = 6 jam 25 menit/hari Jumlah hari kerja per tahun : Jumlah hari per tahun 365 hari Libur Sabtu-Minggu ..... 104 hari Libur resmi..................... 14 hari Hak cuti ......................... 12 hari ---------------------- 130 hari -------------235 hari Jam kerja efektif per tahun: 5 hr kerja = 235 x 384,75 menit = 90.416,25 menit = 1507 jam - Waktu Pelaksanaan Pengukuran : Pengukuran beban kerja pada setiap unit organisasi di lingkungan Departemen Keuangan dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan setiap tahun sekali. - Teknik Pengumpulan Data Pengukuran beban kerja pada setiap unit organisasi di lingkungan Departemen Keuangan dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan setiap tahun sekali. - Teknik Pengolahan Data o Pengolahan data ABK dilakukan dengan menghitung beban/bobot kerja setiap jabatan yang berada pada satu unit organisasi sesuai dengan produk-produk/hasil kerjanya pada form A, B, dan C, merekapnya ke dalam formulir FP2, serta membuat perhitungan kebutuhan pegawai dan efektivitas kerja dengan formulir FP3 dan FP4. o Setelah ditetapkannya jam kerja efektif maka semua output/kegiatanaktivitas harus bisa dikonversi ke dalam orang jam. o Untuk menghitung beban/bobot kerja adalah hasil kali antara volume dengan beban kerja. o Data dalam Form A, B, dan C diolah untuk menghitung beban/bobot kerja setiap jabatan dalam suatu unit kerja, dengan menggunakan rumus tersebut di atas dan direkap ke dalam formulir F.P. 2 (Rekapitulasi Jumlah Beban Kerja Jabatan Berdasarkan Produk dari Form A dan B). o Berdasarkan hasil perhitungan beban kerja tersebut, selanjutnya dapat dihitung jumlah kebutuhan pegawai per jabatan, dengan menggunakan formulir F.P.3 (Perhitungan Kebutuhan Pejabat/ Pegawai, Tingkat Efisiensi Jabatan (EJ) dan Prestasi jabatan (PJ)) dan menggunakan rumus:

o Dalam FP4 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan pegawai unit. dengan rumus: Kelebihan/kekurangan pegawai/pejabat = Selisih antara jumlah pejabat yg ada dengan perhitungan kebutuhan.Jumlah kebutuhan pegawai/pejabat = jumlah bobot kerja jam kerja efektif o Dalam FP3 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan pegawai berdasarkan jabatan. . Efektivitas Jabatan (EJ) dan Prestasi Kerja Jabatan (PJ). dengan rumus: Kelebihan/kekurangan pegawai Unit = Selisih antara jumlah unit yg ada dengan perhitungan kebutuhan. Efektivitas Unit (EU) dan Prestasi Kerja Unit (PU).

Menurut Menpan (1997). agar mampu menghasilkan produksi yang diharapkan perusahaan. Analisis Beban Kerja. dan pengambilan sampel kerja (work sampling). dan perjanjian-perjanjian hasil perundingan ditulis dalam kontrak kerja. analisis beban kerja adalah mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun kwalifikasi karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Definisi Analisis Beban Kerja. Pengukuran beban kerja diartikan sebagai suatu teknik untuk mendapatkan informasi tentang efisiensi dan efektivitas kerja suatu unit organisasi. WLA. teknik analisis beban kerja atau teknik manajemen lainnya. bahwa untuk menentukan standar tenaga kerja dapat dilakukan dalam empat cara. pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. HR Management. dan kebutuhan karyawan. Informasi jabatan tersebut dimaksudkan agar dapat digunakan sebagai alat untuk menyempurnakan aparatur baik di bidang kelembagaan. data waktu standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Workload Analysis Definisi Analisis Beban Kerja menurut Beberapa Ahli Menurut Komaruddin (1996:235). Organization. dimana materi pembahasan mencakup sasaran-sasaran pekerjaan. kadang-kadang juga ditetapkan secara partisipatip dengan pemimpin organisasi buruh. Hani Handoko (1985:135).Definisi Analisis Beban Kerja February 11. Teknik pengukuran kerja yang dapat digunakan antara lain: studi waktu. Pengertian Analisis Beban Kerja. analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. standar waktu sebelum penentuan. Menurut Simamora (1995:57). hal ini karena para pemimpin serikat karyawan memahami pentingnya melakukan perundingan tentang standar-standar pelaksanaan berbagai pekerjaan. pengkajian waktu. persyaratan-persyaratan organisasi. Definisi ABK Menurut Beberapa Ahli. Lebih jauh dikatakan. yakni berdasarkan pengalaman masa lalu. Standar kerja. Lebih lanjut dikemukakan pula. melalui proses penelitian dan pengkajian yang dilakukan secara analisis. bahwa pengukuran beban kerja merupakan salah satu teknik manajemen untuk mendapatkan informasi jabatan. dan sumberdaya manusia. standar tenaga kerja adalah jumlah waktu yang diperlukan rata-rata tenaga kerja. atau pemegang jabatan yang dilakukan secara sistematis dengan menggunakan teknik analisis jabatan. atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas. dan motivasi yang lebih besar. BKN. 2010 at 1:54 am (Adil Kurnia. Menurut Heizer dan Render (1996:98). semangat kerja. Penetapan standar kerja dapat dilakukan melalui pembahasan antara manajer dengan para bawahannya. untuk mengerjakan aktivitas kerja khusus dalam kondisi kerja yang normal. data standar. atau dengan kata lain standar tenaga kerja dapat digunakan untuk menetapkan jumlah personil. kepuasan. dan pengambilan contoh kerja. . Proses penentuan standar kerja seperti ini sering menimbulkan komitmen karyawan. standar pekerjaan dapat diperoleh dari hasil pengukuran kerja atau penetapan tujuan partisipatip. peranannya dalam hubungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain. Menurut T. Pengertian ABK. ketatalaksanaan. Workload Analysis) Tags: Adil Kurnia.

2. dalam perencanaan sumberdaya manusia. Produktivitas kerja dapat digambarkan dalam efisiensi penggunaan tenaga kerja. Perkiraan kebutuhan tenaga kerja perusahaan ditentukan oleh perkiraan tersedianya tenaga kerja di perusahaan dan rencana-rencana perusahaan. 2. Sedangkan perkiraan tersedianya tenaga kerja itu sendiri. Dan analisis beban kerja sendiri memberikan arahan tentang produktivitas. Waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja yakni waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan produksi (waktu lingkaran/waktu baku/dasar). berkaitan dengan besarnya jumlah tenaga kerja yang ada pada perusahaan tersebut berada pada kondisi berlebih atau kurang jika dikaitkan dengan beban kerja. perencanaan tenaga kerja dalam jangka panjang ditentukan oleh sisi permintaan perusahaan. 4. Motik. 5. 4. selain kegiatan analisis jabatan juga diperlukan analisis beban kerja dan analisis kebutuhan tenaga kerja. Waktu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi (bukan lingkaran/non-cyclical time). maka jumlah tersebut perlu ditambah dengan prosentase tertentu akibat ketidakhadiran pegawai. Di mana tenaga kerja tersebut akan dapat digunakan secara efisien jika jumlah tenaga kerja yang ada seimbang dengan beban kerjanya. Menetapkan jumlah jam kerja per hari. Analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja perusahaan. untuk menentukan jumlah orang yang diperlukan secara lebih tepat.Menurut Moekijat (1995:58). Jumlah waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah sama dengan jumlah keempat waktu berikut : 1. yaitu perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan sisi penawaran yaitu ketersediaan tenaga kerja di pasar. Waktu penyelesaian dari tugas-tugas/produk. Adanya standar waktu kerja. tersirat makna bahwa dalam melaksanakan analis beban kerja diperlukan hal-hal sebagai berikut: 1. 7. Waktu untuk menghilangkan kelelahan (fatigue time). 3. Jumlah orang yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan sama dengan jumlah waktu untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan dibagi dengan waktu yang diberikan kepada satu orang. Menurut Moeljadi (1992:93). 6. Perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan. Namun demikian. Adanya beban kerja yang akan diukur. Beban kerja adalah kapasitas produksi dikalikan waktu sedangkan kebutuhan tenaga kerja adalah beban kerja dibagi dengan rata-rata sumbangan tenaga karyawan perbulan. Kesimpulan: Dari semua uraian pemikiran sebagaimana tersebut di atas. 3. Analisis tersebut dapat dilaksanakan jika sudah diketahui beban kerjanya. dan Sakti (1997:63). Waktu untuk keperluan pribadi (personal time). ditentukan dari analisis beban kerja. Menurut Irawan. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan. Adanya satuan hasil. analisis perpindahan tenaga kerja dan analisis kelebihan atau kekurangan tenaga kerja. . analisis jabatan memberikan informasi tentang syarat-syarat tenaga kerja secara kualitatif serta jenis-jenis jabatan dan karyawan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas.

atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas. Lebih lanjut dikatakan pula. Prosedur kerja yang praktis untuk dapat dilaksanakan. tenaga. ruangan. Dessler (1993 : 85) mengemukakan. 2. kompensasi. Menurut Miftah Thoha (1993 : 64). alat. yaitu penggunaan biaya. bahwa untuk mencapai efisiensi perlu dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. dan tepat waktu. Dengan informasi tersebut. Menurut Komaruddin (1996 : 235) analisa beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu. Analisis pekerjaan yang sempurna dan menyeluruh. Di samping itu dinyatakan pula. Berhasil-guna (efektif). Ekonomi. Sedangkan menurut Simamora (1995 : 57). pengertian beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. penilaian prestasi kerja. Namun demikian. Sedangkan Maitland (1993 : 42) mengatakan. Lebih lanjut dikemukakan. tugas utama. Dari semua uraian pemikiran sebagaimana tersebut di atas. mencakup tujuan. bahwa analisis jabatan memberikan informasi tentang syarat-syarat tenaga kerja secara kualitatif serta jenis-jenis jabatan dan karyawan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas. posisi. 6. memungkinkan untuk mengambil keputusan yang tepat bagi kepentingan masa depan pekerjaan tersebut. atau dengan kata lain analisis pekerjaan menyediakan data tentang syarat pekerjaan yang digunakan untuk menyusun uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification). bahwa informasi yang dihasilkan oleh analisis pekerjaan dapat digunakan dalam rekrutmen dan seleksi. kecakapan) yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah. serta jenis orang yang perlu diangkat untuk melaksanakannya. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab. 3. bahwa analisis pekerjaan adalah proses mengumpulkan dan mempelajari informasi yang berkaitan dengan semua aspek dari suatu jabatan. Menetapkan jumlah jam kerja per hari. bahwa analisis pekerjaan adalah prosedur untuk menentukan tugas-tugas dan hakekat pekerjaan. analisis beban kerja adalah mengidentifikasi baik jumlah karyawan maupun kwalifikasi karyawan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. d) waktu untuk keperluan pribadi (personal time). yaitu pekerjaan telah dilaksanakan dengan tepat target. Sedangkan Mintorogo dan Sudarmayanti (1992:38) menyatakan. bahwa kelembagaan adalah organisasi yang terdiri dari unitunit kerja. b) waktu yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan dengan produksi (bukan lingkaran/non-cyclical time). waktu. . 4. Tentunya berdasarkan jabatan yang ada dalam unit. maka jumlah tersebut perlu ditambah dengan prosentase tertentu akibat ketidakhadiran pegawai. serta sekaligus dapat diputuskan tipe orang seperti apa yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan berhasil. serta pendidikan dan pelatihan. kualitas yang diperlukan. bahwa jumlah waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan adalah sama dengan jumlah keempat waktu berikut : a) waktu yang sungguh-sungguh dipergunakan untuk bekerja yakni waktu yang dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang langsung berhubungan dengan produksi (waktu lingkaran/waktu baku/dasar). yaitu wewenang harus sama dan seimbang dengan tanggung jawabnya. bahwa jumlah orang yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan sama dengan jumlah waktu untuk menyelesaikan jabatan/pekerjaan dibagi dengan waktu yang diberikan kepada satu orang. Sementara itu menurut Menpan (1997). bahwa kapasitas adalah kemampuan (kesanggupan. untuk menentukan jumlah orang yang diperlukan secara lebih tepat. tersirat makna bahwa dalam melaksanakan analis beban kerja diperlukan hal-hal sebagai berikut: 1. 5. sehingga dengan kemampuan yang dimiliki akan dapat berfungsi dan berproduksi secara proporsional sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki. dan lingkungan kerja.BEBAN KERJA Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989). Pelaksanaan kerja yang dapat dipertanggung-jawabkan secara tepat. Selanjutnya Moekijat (1995 : 58) mengemuka-kan. Hasil analisis jabatan yang berupa informasi jabatan. dan lain-lain secara tepat sesuai rencana. dimana unit-unit kerja terdiri dari beberapa jabatan. maka pekerjaan akan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi dari jabatan tersebut. c) waktu untuk menghilangkan kelelahan (fatigue time). bahan. 2. Pembagian kerja yang nyata berdasarkan beban kerja.

shvoong. maka upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut adalah dengan pemberdayaan SDM (pendidikan/pelatihan. dapat dilakukan melalui penghitungan beban kerja dengan menggunakan rumusan normatif yang ditetapkan oleh Kantor MenPAN. Untuk mengetahui tingkat keseimbangan antara beban kerja dan jumlah SDM. Adanya beban kerja yang akan diukur. Sumber: http://id. Perhitungan jumlah pegawai yang dibutuhkan. demosi) dan rekrutmen pegawai. Adanya satuan hasil. Apabila hasil penghitungan menunjukkan ketidakseimbangan antara beban kerja dan jumlah SDM. 7. mutasi. 5. 4.com/social-sciences/economics/1991558-beban-kerja/#ixzz1b0Kgf17J . 6. promosi. Waktu penyelesaian dari tugas-tugas/produk.3. Adanya standar waktu kerja.

Mengambil data/melakukan penelitian mengenai jumlah beban kerja perhari.3 Jam (dari jml jam kerja efektif kali kerja per hari dibagi 365 hari) Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga kerja : (axh) / (bxe) h adalah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas h diperoleh dari hasil kali antara waktu yg dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas untuk satu pasien dikali dengan jumlah beban kerja.5 menit SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = 10 MENIT Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja. misalnya dalam satu hari rata-rata dilakukan pelayanan terhadap 60 pasien. b. Jumlah jam kerja per hari=7 jam 4. dimana di soal diatas adalah 60. dan e sudah dijelaskan diatas. 2. Melakukan pengambilan data/penelitian untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu rangkain pekerjaan dalam satu bagian 4.Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja Pesenanmu Ayu. Jumlah hari kerja efektif=279 hari 5.3 dibulatkan menjadi= 2 orang Kasus II di bagian Assembling Diketahui: ... Jumlah hari kerja dikurangi cuti/ijin 6. Jumlah hari dalam 1 tahun (a)=365 hari 2. atau mungkin menyelesaikan 60 berkas.Inap 60. Melakukan perhitungan dengan rumus. Kita lakukan pengambilan data dan semisal hasilnya sebagai berikut:       Wawancara pasien butuh waktu=3 menit Pemesanan Kamar dan Cari kamar =3 menit Penjelasan Lembar informed consent=1 menit Entry data pasien=1.. Jumlah hari kerja dalam 1 tahun(b)=303 hari(diperoleh dari jumlah hari dalam satu tahun dikirangi jumlah hari minggu dalam satu tahun dan hari libur nasional) 3.Semoga Paham dengan tulisanku!!! Langkah-langkah dalam menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja: 1.3)= 2. Melakukan pengambilan data/atau penelitian mengenai pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dilakukan tiap bagian. Selanjutnya Langsung kita coba pada Kasusnya aja ya!!! Kasus I di bagian TPP Rawat Inap Diketahui : Jumlah berkas pasien/kunjungan pasien di R. Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar : 10 menit x 60 = 600 menit = 10 Jam Sehingga jumlah tenaga kerjanya adalah : (a x h)/ (bxe) = (365 x 10/303x5. 3. Faktor-yang mempengaruhi Kebutuhan Staff 1.5 menit Pengambilan berkas RM=1 menit Penyerahan RM pasien ke petugas antar=0. a. Jumlah Jam kerja efektif (e)=5. Bagaimanakah menghitung Kebutuhan kerja untuk Penerimaan pasien Rawat Inap: Jawab: 1.

3)= 1.75 x 60 = 405 menit dijadikan jam menjadi 6.Jumlah berkas perhari sebagai beban kerja bagian assembling adalah 60 berkas. Sis. Bagimana kebutuhan tenaga kerjanya? Jawab:      Menerima berkas RM dari petugas bangsal= 0.75)/ (303 x 5.5 dibulatkan menjadi= 1 orang atau 2 tergantung kebijakan RS anda -M.2004.5 menit Total perkejaan satu berkas=6.Hamdani Pratama-dengan referensi dari: Refernsi : Wuryanto. Program DIII RM dan Infokes UGM Leraning Package of Medical Record Practice – IFHRO - . Handout PSRM 5.75 jam Dihitung dengan rumus menjadi (a x h) / (b x e) =(365 x 6.75 menit Total pekerjaan dengan beban 60 brks=6.25 menit Menata /Mengurutkan lembaran berkas RM =3 menit Membuat kartu kendali dan menempel pada berkas =1 menit Cek Kelengkapan RM=2 menit Memisahkan berkas RM lengkap dan tidak lengkap=0.

jika beban yang diterima melebihi kapasitasnya. Sisi fisiologis melihat kapasitas kerja manusia dari sisi fisiologi tubuh (faal tubuh). dan juga dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja. Perhitungan Beban kerja setidaknya dapat dilihat dari 3 aspek. bahkan menjadi rusak. Misalkan suatu pekerjaan kuli angkut mempunyai “demand” berupa mengangkat 100 karung per hari. Penjelasan sederhananya seperti ini. dsb) dan kualitas kerja orang tersebut (tingginya error rate dsb). Sedangkan Capacity adalah kemampuan/kapasitas manusia.Analisis Beban Kerja November 27. mental. Analisis Beban Kerja ini banyak digunakan diantaranya dapat digunakan dalam penentuan kebutuhan pekerja (man power planning). 2008. Kapasitas ini dapat diukur dari kondisi fisik maupun mental seseorang. yakni fisik. Teknik Industri Analisis beban kerja merupakan salah satu subbagian dalam melakukan perancangan kerja. prinsip dalam perancangan kerja adalah dengan tetap menjaga agar demand pekerjaan kurang dari kapasitas manusia. Sedangkan pemanfaatan waktu lebih mempertimbangkan pada aspek penggunaan waktu untuk bekerja. meliputi . hingga ke perencanaan penggajian. Seperti halnya mesin.. berarti pekerjaan tersebut melebihi kapasitasnya. WORKLOAD DEMAND < HUMAN CAPACITY (atau biasa disingkat D<C) Workload atau beban kerja merupakan usaha yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk memenuhi “permintaan” dari pekerjaan tersebut. Aspek fisik meliputi perhitungan beban kerja berdasarkan kriteria-kriteria fisik manusia. Aspek mental merupakan perhitungan beban kerja dengan mempertimbangkan aspek mental (psikologis). analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). maka akan menurunkan usia pakai mesin tersebut. Begitu pula manusia. jika ia diberikan beban kerja yang berlebihan. analisis ergonomi. Kenapa beban kerja harus dianalisis? Dalam ergonomi. Secara umum. beban kerja fisik dapat dilihat dari 2 sisi. dsb. Jika pekerja hanya mampu mengangkat 50 karung per hari. maka akan menurunkan kualitas hidup (kelelahan. yakni sisi fisiologis dan biomekanika. dan penggunaan waktu. 1:55 pm Filed under: Ergonomi.

denyut jantung. . Pekerjaan repetitif biasanya terjadi pada pekerjaan dengan siklus pekerjaan yang pendek dan berulang pada waktu yang relatif sama. Seperti pekerjaan administratif. seperti kekuatan otot. pernapasan. Sedangkan biomekanika lebih melihat kepada aspek terkait proses mekanik yang terjadi pada tubuh. dll. Contohnya adalah operator mesin di pabrik-pabrik. dan pegawai-pegawai kantor pada umumnya.. Perhitungan beban kerja berdasarkan pemanfaatan waktu bisa dibedakan antara pekerjaan berulang (repetitif) atau pekerjaan yang tidak berulang (non-repetitif). tata usaha. Sedangkan pekerjaan nonrepetitif mempunyai pola yang relatif “tidak menentu”. Pembahasan mengenai detail masing-masing jenis beban kerja akan dibahas selanjutnya. sekretaris. dan sebagainya.

Sito Meiyanto. denganmengacu pada prinsip jangkauan pelayanan kesehatan yang merata dan memberikan citra mutu pelayanan yang baik (Iswinarto. / 11 Download this Document for Free MENGHITUNG BEBAN KERJA Manajemen Sumber Daya Manusia(DR. tugas tambahan dan pembinaan PSM. berapa penderita yang dikerjakan oleh dokter dan berapayang dikerjakan oleh perawat. MPH) 5 Maret 2010.Utk menghitung beban kerja.S a l a h s a t u f a k t o r y a n g m e m p e n g a r u h i p e n g a m b i l a n k e p u t u s a n d a l a m m a s a l a h S D M adalah kondisi yang menekan pengambil keputusan membuat kebijaksanaan yang berbeda darikeputusan yang semula akan ditetapkan. HM Yaslis Ilyas.Laporan mengenai tenaga puskesmas yang dibuat selama ini hanya menyebutkan jumlah dan jenis tenaga tanpa menyebutkan berapa kebutuhan tenaga yang diperlukan oleh puskesmas dalammelaksanakan program kerja.Kenyataannya tenaga yang tersedia tidak mencukupisehingga dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari masih terlihat saling tumpang tindih pekerjaan. drg. Jumat ADI KUANTO KAJIAN ADMINISTRASI RUMAH SAKIT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKATUNIVERSITAS INDONESIA2010 PENDAHULUAN Keberhasilan pencapaian Visi Indonesia Sehat 2010 sangat dipengaruhi oleh penataandan pengelolaan tenaga untuk melaksanakan kegiatan pokok pelayanan kesehatan. yaitu beban kerja yang terdiri dari tugas rutin.misalnya untuk upaya pengobatan.. sertavariabel terikat berupa kebutuhan tenaga puskesmas.Explore  Herwin Choeink Chee. diperlukan variabel Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas. Diperlukansuatu standar untuk mengetahui besarnya kebutuhan tenaga yang sesuai beban tugas. semua kegiatan yang dikerjakan oleh setiap jenis petugas dihitung secara terpisah.. 2005).Dasar pemikiran penghitungan SDM adalah kemampuan seorang manajer meng hitungdengan tepat . Alat ukur menggunakan DSP DepartemenK e s e h a t a n R I t a h u n 2 0 0 4 u n t u k m e m b e r i k a n g a m b a r a n j u m l a h t e n a g a y a n g s e h a r u s n y a dibutuhkan. Kristiani.

565 menit = 1. M i s a l departemen riset produk baru memiliki tiga rangkai an aktivitas kerja untuk menghasil kano u t p u t / h a s i l penelitian pengembangan produk baru. pengumpulan data perilaku konsumen. Misal berapa total waktu yang diperlukan untuk melakukan pengumpulan datariset.Metode workload analysis adalah proses untuk menghitung beban kerja suatu posisi/sub posisi. Sebagai contoh: seorang ahli teknologi informasi mempunyai sejumlah transaksi bisnis setiap hari seperti: membuat program selama 2. Untuk mengetahui beban kerja organisasi dibutuhkan sejumlah data dan informasi yang akurat yang berasal dari personel ahli atau kompeten di organisasi itu sendiriyang telah melakukan transaksi bisnis ribuan kali sehingga dengan tepat dapat mengetahui jenis. contoh : pengumpulan data produk kompetitor.00 3 jam 45 menit = 3 jam 45 menit +Total = 42 jam 45 menit = 2. Yakni : Mengumpulkan data riset.3.15 4 jam 45 menit x 4 = 19 jam13.beban kerja organisasi untuk mencapai target ditentukan. 2008). Menentukan output utama dari suatu fungsi/sub fungsi dan kemudian mengidentifikasir a n g k a i a n a k t i v i t a s k e r j a y a n g d i b u t u h k a n u n t u k m e n g h a s i l k a n o u t p u t t e r s e b u t .565 menit Jam kerja efektif per minggu dengan allowance (waktu luang) 25% :75/100 x 2.menganalisa data riset dan kemudian menyusun laporan hasil r i s e t d a n r e k o m e n d a s i pengembangan produk baru.00 4 jam x 4 = 16 jam Jumat : 07. Dalam metodeini terdapat tiga tahapan utama yang akan diuraikan dibawah ini:1.5 jam per hari dan membutuhkan waktu 45 menit menangani setiap komplain konsumen dan sejumlahtransaksi bisnis lainnya. b erapa lama untuk melakukan analisa dan berapa lama untuk menyusun hasil riset.00-17. dll. BROWSING DARI INTERNET: 1. jumlah dan waktu kerja yang dibutuhkan. Daily Log dari aspek validitas dan reabilitas sulit diterima karenatingkat biasnya tinggi (Yaslis Ilyas. dan juga kebutuhan jumlah orang untuk mengisi posisi/sub posisi tersebut. Misal dalam aktivitas pengumpulan data riset dibagi lagi menjadi kegiatan yang lebih detil. murah dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusanmanajemen. mahal dan perlu waktu yang lama.923. Membreak-down rangkaian aktivitas menjadi satuan tugas yang lebih spesifik. akurat . Jam kerja efektif per hari 5 hari kerja = 1923.15-17. Menghitung jumlah waktu total yang dibutuhkan untuk menyelesaikan per kelompok tugas tersebut. Metoda Work S a m p l i n g d a n T i m e a n d M o t i o n S t u d y s e c a r a i l m i a h b a g u s d a n validitas dan reabilitasnya baik. 2008). Dari jumlah total jam kegiatan ini kemudian bisa diprediksi berapa kebutuhan jumlah pegawai yang diperlukan untuk menyelesaikan keseluruhan tugas. JAM KERJA FORMAL DEPARTEMEN KEUANGANa. Ada beberapa metodaimiah yang telah dikembangkan para ahli seperti: Work Sampling.Dengan diketahui jenis.30 4 jam = 4 jam13. tetapi kompleks.30-12.30-11. jumlah dan waktu transaksi maka akan diketahui beban kerja per hari(Yaslis Ilyas. pengumpulan datakebutuhan pasar. Adapun.75 menit = 6 jam 24 menit/hari .Kebutuhan SDM dasarnya adalah mengetahui secara benar beban kerja setiap unit atausetiap SDM di organisasi.2.75 menit : 5 = 384. Time and Motion Study danD a i l y L o g t e t a p i s e m u a m e t o d a m e m p u n y a i k e l e m a h a n k a r e n a t i d a k mampu memberikaninformasi secara cepat.75 menit = 32 jam1 b. Jam Kerja Formal Per MingguSenin – Kamis : 07.

. 104 hariLibur resmi................ sedang sebagai variabel tidak tetap yang selalu hampir akan berubah setiap tahunadalah volume kerjanya.... 12 hari--------------..25 menit = 1.25 menit = 1. Jam Kerja Efektif Per Tahun5 hari kerja = 235 x 384..00 4 jam x 4 = 16 jam Jumat : 07...923..14 hariHak cuti.....30 4 jam = 4 jam13. Untuk itu setiap outputs/kegiatan -aktivitas harus ditentuka BROWSING DARI INTERNET: 1..........75 menit = 32 jam1 b...Jumlah hari kerja per tahun : 1 tahun = 365 hariLibur Sabtu-Minggu.30-11......565 menit Jam kerja efektif per minggu dengan allowance (waktu luang) 25% :75/100 x 2. Jam kerja efektif per hari 5 hari kerja = 1923....00-17.507 jam Setelah ditetapkannya jam kerja efektif maka semua outputs/kegiatan-aktivitas harus bisadikonversi ke dalam orang jam...15-17....00 3 jam 45 menit = 3 jam 45 menit +Total = 42 jam 45 menit = 2..(+)130 hari--------------........75 menit = 90....15 4 jam 45 menit x 4 = 19 jam13. JAM KERJA FORMAL DEPARTEMEN KEUANGANa.(-)235 hari1 c........565 menit = 1.(-)235 hari1 c....416... ......(+)130 hari--------------.75 menit = 90... Jam Kerja Efektif Per Tahun5 hari kerja = 235 x 384... volume kerjanya dan se tiap satuan produk tersebutmemerlukan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesiakan/memproses.. Jam Kerja Formal Per MingguSenin – Kamis : 07... 12 hari--------------..... 104 hariLibur resmi.. orang dll)....416... Untuk itu setiap outputs/kegiatan -aktivitas harus ditentukansatuannya (lembar..14 hariHak cuti..75 menit : 5 = 384..U n t u k m e n g h i t u n g beban/bobot kerja adalah HASIL KALI antara VOLUME DENGANBEBAN KERJA. yang kelak akan menjadiwaktu standar (norma waktu) dan akan berfungsi sebagai variabel tetap dalam pelaksanaan analisis beban kerja.507 jam Setelah ditetapkannya jam kerja efektif maka semua outputs/kegiatan-aktivitas harus bisadikonversi ke dalam orang jam..30-12.75 menit = 6 jam 24 menit/hari Jumlah hari kerja per tahun : 1 tahun = 365 hariLibur Sabtu-Minggu..... frekwensi....

031.3 : Perhitungan Kebutuhan Pejabat/ Pegawai. J u m l a h kebutuhan pegawai/pejabat = Jumlah bobot kerja : (dibagi) jam kerja efektif. tingkat efisiensi jabata n unit (EU).99Jumlah 82.Rumus: K e l e b i h a n / k e k u r a n g a n p e g a w a i Unit == Selisih antara jumlah unit yg ada dengan perhitungankebutuhanP r e s t a s i K e r j a U n i t : E U > 1 .5. Tingkat Efisiensi Jabatan (EJ) danPrestasi jabatan (PJ) Setelah semua unit organisasi dihitung/dibuatkan FP3.344.4BAAACA 30. insidentil yang terkait dengan kedinasan.860.jam) Jam kerja efektif per tahun (jam) Dalam FP3 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan pegawai berdasarkan jabatan.90 – 1.303.4720. Efektivitas Unit (EU) dan Prestasi Kerja Unit (PU). selanjutnya dapat dihitung jumlah kebutuhan p e g a w a i p e r j a b a t a n .00 = B (Baik)EJ = 0. dengan menggunakan rumus tersebu t di atas dan dikerjakan dengan menggunakanformulir FP 2.70 – 0.50 – 0.75 55 54 -1 .3+2-0.4 : Perhitungan Kebutuhan Pegawai Unit.Pejabat/ Pegawai unit.832. d e n g a n m e n g g u n a k a n f o r m u l i r F P 3 d a n m e n g g u n a k a n r u m u s . jumlah kebutuhan pegawai unit = Jumlah bobot kerjaunit : (dibagi) jam kerja efektif.dengan rumus : Kelebihan/kekurangan pegawai/pejabat= S e l i s i h a n t a r a j u m l a h p e j a b a t y g a d a d e n g a n perhitungan kebutuhanP r e s t a s i K e r j a J a b a t a n : E J > 1 .991.2511.unit = Jumlah bobot/beban kerja Unit (orang-jam) = Jam kerjaefektif per tahun (jam) Dalam FP4 ini sekaligus akan dapat dihitung kelebihan/kekurangan p e g a w a i u n i t . Jumlah kebutuhan pegawai .2. selanjutnya dihitung Kebutuhan.89 = C (Cukup)EJ = 0.9917.BEBAN/BOBOT KERJA = V o l u m e k e r j a X w a k t u y a n g d i g u n a k a n ( n o r m a waktu) diperlukan oleh setiap jabatan yang terkait di data baik tugas pokok.50 = E (Kurang Contoh hasil hitungan FP.90 – 1.69 = D (Sedang)EU < 0.50 – 0.6.89 = C (Cukup)EU = 0. Tingkat Efisiensi Unit (EU).1717. atau dalam rumusdapat ditulis : J u m l a h k e b u t u h a n pegawai/pejabat= Jumlah bobot/beban kerja (orang.Data tersebut selanjutnya diolah untuk menghitung beban/bobot kerja setiap jabatan dalam suatuunit kerja.922. Pendataan tersebut dilakukan dengan menggunakan Form A. Tugas-tugas di luar kedinasan seperti menguruskoperasi.258. Efektivitas Jabatan (EJ) dan Prestasi Kerja Jabatan (PJ). tugas tambahan. 0 0 = A ( S a n g a t Baik)EJ = 0.790. dan Prestasi KerjaUnit (PU)UnitOrganisasiJumlahB e b a n K e r j a JabatanP e r h i t u n g a n J u m l a h K e b u t u h a n P e j a b a t / PegawaiJ u m l a h P e j a b a t / Pegawai(existing)+/-EUPU Ket1. dan Prestasi kerja Unit (PU) dalamformulir FP4 dengan menggunakan rumus. Bapor dan sejenisnya tidak ikut didata.3.00 = B (Baik)EU = 0.69 = D (Sedang)EJ < 0. Contoh hasil olahanFP.7214.70 – 0. 0 0 = A ( S a n g a t Baik)EU = 0.Kepala BiroBagian 1Bagian 2Bagian 3Bagian 4T a t a U s a h a Biro1.16114111110811411812 8---.093.2 : Rekapitulasi Jumlah Beban Kerja Jabatan Berdasarkan Produk Unit Organisasi : Bagian Analisa dan Evaluasi JabatanBerdasarkan hasil perhitungan beban kerja tersebut.910. Dalam melakukan pendataan didata pula jumlah pegawai/pejabat yang ada.50 = E (Kurang Contoh hasil hitunganFP.4. tugasrutin. Form Bdan Form C.

3.Jumlah Jam kerja efektif (e)=5.Jumlah hari kerja dikurangi cuti/ijinf.Inap 60. Bagaimanakah menghitung Kebutuhankerja untuk Penerimaan pasien Rawat Inap: Jawab:1 1 . K i t a l a k u k a n pengambilan data dan semisal hasilnya sebagai berikut: 2 Wawancara pasien butuh waktu=3 menit 3 Pemesanan Kamar dan Cari kamar =3 menit 4 .Melakukan pengambilan data/penelitian untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dalammenyelesaikan satu rangkain pekerjaan dalam satu bagian4 .3. FAKTOR-YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN STAFF a. dan e sudah dijelaskan diatas. misalnyad a l a m s a t u h a r i r a t a .2.r a t a d i l a k u k a n p e l a y a n a n t e r h a d a p 6 0 p a s i e n . L A N G K A H . M e l a k u k a n pengambilan data/atau penelitian mengenai pekerjaan-pekerjaan apa s a j a yang dilakukan tiap bagian.3 Jam ( d a r i j m l j a m k e r j a e f e k t i f k a l i k e r j a p e r h a r i dibagi 365 hari)Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga kerja: (axh) / (bxe) h adalah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugash diperoleh dari hasil kali antara waktu yg dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas untuk satu pasien dikali dengan jumlah beban kerja. b.Jumlah hari dalam 1 tahun (a)=365 hari b.Mengambil data/melakukan penelitian mengenai jumlah beban kerja perhari. 2 . a t a u m u n g k i n menyelesaikan 60 berkas.Jumlah hari kerja efektif=279 harie.L A N G K A H D A L A M M E N G H I T U N G J U M L A H KEBUTUHANTENAGA KERJA: 1. Selanjutnya Langsung kita coba pada Kasusnya aja ya!!! Kasus I di bagian TPP RawatInapDiketahui : Jumlah berkas pasien/kunjungan pasien di R. J u m l a h j a m kerja per hari=7 jamd.Jumlah hari kerja dalam 1 t a h u n ( b ) = 3 0 3 h a r i ( d i p e r o l e h d a r i j u m l a h h a r i d a l a m s a t u tahun dikirangi jumlah hari minggu dalam satu tahun dan hari libur nasional)c .a. M e l a k u k a n p e r h i t u n g a n d e n g a n r u m u s .

Penjelasan Lembar informed consent=1 menit 5 Entry data pasien=1. dimana di soal diatas a d a l a h 6 0 .25 menit 2 Menata /Mengurutkan lembaran berkas RM =3 menit 3 .3)= 2.3 dibulatkan menjadi= 2 orang Kasus II di bagian Assembling Diketahui: Jumlah berkas perhari sebagai beban kerja bagian assembling a d a l a h 6 0 b e r k a s .5 menit 6 Pengambilan berkas RM=1 menit 7 Penyerahan RM pasien ke petugas antar=0.5 menit SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = 10 MENIT Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja. Bagimana kebutuhan tenaga kerjanya?Jawab: 1 Menerima berkas RM dari petugas bangsal= 0. Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar : 10 menit x 60 = 600 menit = 10 JamSehingga jumlah tenaga kerjanya adalah :(a x h)/ (bxe) = (365 x 10/303x5.

5 dibulatkan menjadi= 1 orang atau 2 tergantungkebijakan RS anda KESIMPULAN Perencanaan sumberdaya manusia merupakan fungsi yang pertama m a k a h a r u s dilaksanakan dalam organisasi. Y. Departemen Kesehatan RI. and Mil itello. Total perkejaan satu berkas=6.jenis. kunci utama menghitung tenaga adalah kemampuan identifikasi jenis.I l y a s . Vol 39.75 menitTotal pekerjaan dengan beban 60 brks=6. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Sheppeck. Kinerja Teori Penilaian dan Penelitian. Stategic HR Config uration and O r g a n i z a t i o n a l Performance. Tim Penyusun Rancangan Kebijakan Pengembangan Tenaga Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. jumlah transaksi bisnis. Manajemen Personalia dan sumberdaya Manusia. (2003). J (2000). Dihitung dengan rumus menjadi(a x h) / (b x e) =(365 x 6. dan(2) tidak menggunakan metode atau alat ukur dalam penghitungan kebutuhan tenaga puskesmas berdasarkan beban kerja. M. B P F E . Kabupaten/Kotaserta Rumah sakit. A. Jakarta. Yogyakarta. 2008). Jakarta. Kebijakan Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2000sampai 2010. S K M e n K e s N o .75 jam 1 5. H(2001).75)/ (303 x 5.Membuat kartu kendali dan menempel pada berkas =1 menit 4 Cek Kelengkapan RM=2 menit 5 Memisahkan berkas RM lengkap dan tidak lengkap=0.Terjadinya kesenjangan antara kebutuhan dengan keadaan tenaga di puskesmas akibat faktor (1) dinas kesehatan yang tidak memiliki tenaga profesional dalam perencanaan SDM.75 x 60 = 405 menit dijadikan jam menjadi 6.Departemen Kesehatan RI. pp 8-9. waktu transaksi dan jam kerja produktif pegawai (Yaslis Ilyas. T . (2000). . Human Resource Management. Ed II. Journal.Dengan demikian. 8 1 / M E N K E S / S K / I / 2 0 0 4 t e n t a n g Penyusunan Perencanaan Sumberdaya Manusia Kesehatan di Tingkat Propinsi. Sub TimPelaksana. ( 2 0 0 4 ) . _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ .5 menit 6 4. Pusat Kajian Ekonomi K e s e h a t a n Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.3)= 1.H a n d o k o .

H. Bumi Aksara. .Siagian. p.M. (2002). (2003) Perencanaan SDM untuk Organisasi Profit yang Kompetitif. Raja Grafindo Persada. Jakarta.Jakarta. Yogyakarta. (2003). I. Handout PSRM 5.R. Edisi Revisi. Gadjah MadaUniversity Press. p. p. Ed. I. Bumi Aksara. PT.Oktaviana M Page 11 Yin. P. Manajemen Sumberdaya Manusia. Nawawi. 2.Hamdani Pratama-dengan referensi dari: Refernsi : Wuryanto. Sis.S. Ed.Program DIII RM dan Infokes UGM Leraning Package of Medical Record Practice – IFHRO – MENGHITUNG BEBAN KERJA Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document Info and Rating Riny S Bachtiar Share & Embed Related Documents PreviousNext 1. Jakarta. H. Studi Kasus: Desain dan Metode. H. K. (2004).2004. Manajemen Sumberdaya Manusia.Simamora.

p. p. p. . p. 3. p. p.

p. p. . 5. p. p. p.4. p.

p. p. 11 p. p. 7. More from this user PreviousNext 1. p.6. .

Add a Comment .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful