I

LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE

Organization Structure
Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Tipe – tipe struktur organisasi terbagi menjadi 3 yaitu : - Functional OrganizationStructure - Project/Divisional Organization Structure - Matrix OrganizationStructure :: Tiga tipe Struktur Organisasi :::

A. Functional OrganizationStructure
Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut : 1. Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan 2. Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas. 3. Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal. 4. Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana. 5. Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.

 Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :
1. Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan. 2. Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya. 3. Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.

JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS - SURABAYA 2011

1

I

LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE

4. Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang. 5. Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk.

 Kelemahan organisasi fungsional
1. Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah : 2. Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh. 3. Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi. 4. Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi. 5. Kurangnya jalur komunikasi horizontal.

 Contoh struktur organisasi fungsional

JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS - SURABAYA 2011

2

mulai dari pemimpin proyek sampai divisi2nya 3. Project/Divisional Organization Structure Yakni struktur organisasi dimana pembagian divisinya berdasarkan proyek/kegiatan yang sedang dijalankan.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE  Contoh organisasi fungsional B. Komunikasi di dalam proyek lebih terkendali dan fungsi pengawasan pemimpin proyek terhadap proyeknya juga mudah 4. Dibutuhkan lebih banyak SDA untuk masing2 proyek JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Masing2 kegiatan proyek mempunyai struktur sendiri. › Keuntungan-keuntungan organisasi project/divisional : 1. Fokus pada pembagian berdasarkan proyek yang sedang dikerjakan 2.SURABAYA 2011 3 .

Kurang cocok untuk organisasi yang membutuhkan banyak proses administrasi dan birokrasi › Contoh struktur organisasi project/divisional JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Ada kemudahan dalam memasukkan konsultan luar (outsourcing) dalam pengerjaan proyek 6.SURABAYA 2011 4 . Setiap karyawan dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan inisiatif yang tinggi › Kelemahan organisasi project/divisional : 1.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE 5.

SURABAYA 2011 5 . peran Manajer Fungsional lemah. Manajer Fungsional hanya sebagai penyedia SDA yang ada. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . diantaranya :  Weak Matrix => peran Manajer Proyek kuat.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE › Contoh struktur organisasi project C. Matrix OrganizationStructure Organisasi Proyek Matriks adalah organisasi proyek murni yang melekat pada divisi fungsional pada organisasi induk sehingga pada dasarnya organisasi fungsional dengan organisasi proyek murni. o menggabungkan kelebihan dari Ada tiga sub dari tipe ini.

prosedur dan perusahaan induk bisa dijaga. Terdapat kekuatan berimbang antara Manager Fungsional dan Project Manager sehingga bila terdapat keraguan siapa yg mesti terkena beban. Tidak ada masalah yang berat berkenaan dengan nasib pekerja proyek jika proyek selesai 4. pekerjaan proyek jadi terbengkalai 2. Karena organisasi matriks melekat pada unit fungsionai organisasi induk maka mudah untuk mendapatkan orang potensial yang dibutuhkan dari setiap unit fungsional 3.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE   Balanced Matrix => peran Manajer Proyek dan Manajer Fungsional setara. 5. Manjer Proyek hanya sebagai koordinator proyek. Strong Matrix => peran Manajer Proyek lemah. Tanggapan terhadap keinginan klien dapat dengan cepat diberikan seperti pada organisasi proyek murni. Bila ada proyek yang bersamaan. Manajemen matriks melanggar prinsip utama manajemen. Perpindahan sumberdaya antar proyek bisa meningkatkan persaingan antar masingmasing Project Manager karena ingin memastikan proyeknyalah yang sukses. 6.SURABAYA 2011 6 . 3. Proyek mendapat perhatian yang cukup 2.  Keuntungan-keuntungan organisasi matrik : 1. bukan target organisasi secara keseluruhan. sehingga konsistensinya dengan kebijaksanaan. memungkinkan distribusi sumberdaya yang lebih seimbang untuk mencapai berbagai target proyek yang berbeda-beda  Kelemahan organisasi matrik : 1. Dengan manajemen matrik proyek akan mempunyai akses perwakilan dan divisi administrasi perusahaan induk.yaitu kesatuan komando (unity of command JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . peran Manajer Fungsional kuat.

I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE  Contoh struktur organisasi matriks JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS .SURABAYA 2011 7 .

masing-masing pihak harus mencapai keuntungan dengan memberikan suatu kontrol untuk mendapatkan sesuatu lain kontrol pihak dalam pertukaran: janji satu sisi sederhana untuk memberikan orang lain manfaat serampangan bukan kontrak). Sebuah perjanjian adalah suatu kontrak diberlakukan secara hukum jika: 1) Perjanjian tersebut harus "saling" (semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang makna perjanjian mereka . Kerugian proyek terbesar disebabkan oleh kegagalan dalam mengelola kontrak konstruksi.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE KONTRAK A. 2) Perjanjian tersebut harus "sukarela" (tidak ada pihak yang setuju di bawah pengaruh ancaman kekerasan atau penipuan keliru dari fakta-fakta).ada "pertemuan pikiran"). Segala hal terkait hak dan kewajiban antar pihak serta alokasi risiko diatur dalam kontrak. 3) Harus ada sebenarnya "pertimbangan" dibayarkan (yaitu. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS .SURABAYA 2011 8 . 4) Substansi perjanjian tidak boleh "bertentangan dengan kebijakan publik" Kontrak merupakan dokumen yang penting dalam proyek. Pemahaman kontrak mutlak diperlukan oleh Tim proyek dalam menjalankan proyek agar semua masalah dan risiko yang terkandung di dalamnya dapat diatasi dan sesuai dengan kemampuan masingmasing pihak untuk mengatasinya. PENGERTIAN KONTRAK Kontrak adalah sebuah kesepakatan terbentuk dalam perjanjian tertulis (dokumen) yang mengikat antara dua atau lebih pihak yang berkompeten dalam hal tertentu dan berdasarkan hukum tertentu pula yang menciptakan kewajiban untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.

SOMASI Somasi diatur dlm ps 1238 KUHPER dan ps 1243 KUHPER. a. c) Tanggal paling lambat melakukan pembayaran angsuran.SURABAYA 2011 9 . • Yang berwenang mengeluarkan surat perintah adalah : kreditur atau pejabat yg berwenang yakni juru sita. badan urusan piutang negara dll. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Somasi adalah teguran dari kreditur kpd debitur agar dpt memenuhi prestasi sesuai dgn isi perjanjian yg telah disepakati antara keduanya. BENTUK DAN ISI SOMASI • Somasi disampaikan kreditur kpd debitur dlm bentuk surat perintah atau akta yg sejenis.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE B. WANPRESTASI Wanprestasi adalah suatu keadaan di mana debitur tdk memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sbgmn yg ditentukan dlm perjanjian yg dibuat antara kreditur dgn debitur. pd tgl …… 2. Beberapa hal yg menyebabkan somasi: • • • Debitur melaksanakan prestasi yg keliru Debitur terlambat atau tdk memenuhi prestasi sama sekali Prestasi yg dilaksanakan debitur tdk lagi berguna bagi kreditur krn sudah lewat waktu yg dijanjikan. Isi atau hal-hal yg harus dimuat dlm surat somasi a) Apa yg dituntut (pembayaran pokok kredit dan bunganya). b) Dasar tuntutan (perjanjian kredit yg dibuat antara kreditur dan debitur). Ketentuan-ketentuan umum dlm hukum kontrak 1.

I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Akibat adanya wanprestasi • • • • Perikatan tetap ada Debitur harus membayar ganti rugi Beban risiko beralih utk kerugian debitur Pd perjanjian timbal balik. Menuntut pembatalan perjanjian disertai ganti rugi 3. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS .SURABAYA 2011 10 . menuntut pembatalan perjanjian e. Menuntut ganti rugi c. GANTI RUGI Ada dua sebab timbulnya ganti rugi yaitu karena : • • Wanprestasi dan perbuatan melawan hukum Ganti rugi krn wanprestasi adalah suatu bentuk ganti rugi yg dibebankan kpd debitur yg tdk memenuhi isi perjanjian yg telah dibuat antara debitur dan kreditur. Kreditur dpt meminta pemenuhan prestasi saja b. Menuntut pemenuhan prestasi disertai ganti rugi d. Ganti rugi krn perbuatan melawan hukum adalah suatu bentuk ganti rugi yg dibebankan kpd orang yg telah menimbulkan kesalahan kpd pihak yg telah dirugikan Ganti rugi dari perbuatan melawan hukum disebabkan krn ada suatu kesalahan yg melanggar UU sedang ganti rugi wanprestasi krn adanya pelanggaran ketentuan yg ditetapkan dlm perjanjian. kreditur dapat membebaskan diri dari kewajibannya memberikan kontra prestasi dgn menggunakan ps 1266KUHPER Tuntutan atas dasar wanprestasi a.

dan Keadaan memaksa relatif atau subjektif Berdasarkan jangka waktunya keadaan memaksa dibedakan : • • Keadaan memaksa permanen.SURABAYA 2011 11 . Pihak yg berkewajiban memikul risiko JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . gunung meletus dsbnya. RISIKO Adalah suatu ajaran yg menyatakan bahwa seseorang berkewajiban utk memikul kerugian. jika ada suatu kejadian di luar kesalahan salah satu pihak yg menimpa benda yg menjadi objek perjanjian. yg disebabkan adanya suatu peristiwa yg tdk terduga pd saat dibuatnya kontrak yg berada di luar kekuasaannya. keadaan memaksa diatur dlm ps 1244 KUHPER dan ps 1245 KUHPER 2 macam keadaan memaksa • • Keadaan memaksa absolut atau objektif.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Ganti rugi yg dpt dituntut • • • Biaya Rugi. dan bunga 4. dan Keadaan memaksa temporer 5. banjir. KEADAAN MEMAKSA Adalah suatu keadaan di mana debitur tdk dpt melakukan prestasi. Misalnya krn adanya gempa bumi.

risiko atas musnahnya barang yg akan diberikan dipikul oleh si penerimah barang JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . • Utk barang yg ditumpuk (ps1462). risiko dipikul oleh pemilik barang. • Utk barang yg dijual menurut berat. risiko ada pd pembeli Perjanjian tukar-menukar. (ps1553KUHPER) Menurut prof Subekti bahwa apa yg ditetapkan utk perjanjian tukar-menukar.SURABAYA 2011 12 .I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Pada perjanjian timbal balik : • Perjanjian jual-beli utk barang yg sudah ditentukan. risiko dipikul oleh pemilik barang.jumlah atau ukuran (ps1461) risiko ada pd penjual hingga barang ditimbang. ttp berdasarkan SEMA no 3 tahun 1963 pasal tsb telah dicabut. (ps1545KUHPER) Perjanjian sewa-menyewa. Risiko dalam perjanjian sepihak Pada perjanjian sepihak seperti hibah. risiko atas musnahnya barang dipikul oleh pembeli (ps1460KUHPER). harus dipandang sbg asas yg berlaku pada umumnya dlm perjanjian timbal balik.

Kontrak jenis ini dibagai menjadi dua kategori yaitu : a) FIXED PRICE CONTRACTS Kontraktor menyelesaikan pekerjaan berdasarkan harga yang disetujui dan pelaksanaannya menurut bestek (tender dokumen) yang ditetapkan dan diterima kontraktor.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE C.SURABAYA 2011 13 . JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . MACAM-MACAM KONTRAK 1) BUILD CONTRACT Kontrak kerja yang menitik beratkan pada implementasi dari RENCANA DESAIN PROYEK yang sudah ada. Tugas pemborong hanya membangun saja.

2. Jenis harga menyeluruh memungkinkan untuk menentukan biaya keseluruhan. Pemilik dapat mengambil manfaat dari persaingan harga dalam situasi yang kompetitif.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Keuntungan kontrak ini adalah pemilik dapat mengetahui biaya yang akan dikeluarkan pada awal dan akhir pekerjaan serta mendapatkan harga yang bersaing dari pada kontraktor dengan cara pelelangan. Keuntungan bagi kontraktor yaitu pelaksanaan pekerjaan dapat diprogramkan.SURABAYA 2011 14 . 3. dengan jumlah harga kontrak yang pasti dan tetap. spesifikasi bestek yang akurat dimana kedua belah pihak mempunyai satu interpretasi yang sama terhadap isi dan maksud dari dokumen tender tersebut. LUMP-SUM CONTRACT Pekerjaan yang dilakukan dibawah kontrak semacam ini memerlukan gambar kerja yang jelas. memungkinkan melaksanakan kontrol denganefisien dan kelengkapan gambar dan JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . serta semua resiko yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa atau kontraktor pelaksana. 4. Dalam proses konstruksi diperlukan keterlibatan minimal pemilik.Kontrak ini merupakan pengadaan barang / jasa untuk penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu. Fixed Price contract terbagi menjadi 2 yaitu : a. Sistem-sistem ini telah diterima dan mandapatkan dukungan secara historis dengan preseden-preseden yang legal dan kontraktual yang telah dibuat dengan sempurna. Keuntungan bagi pihak pemilik mencakup hal-hal sebagai berikut ini : 1. sebelum kontrak konstruksi itu dibuat.

SURABAYA 2011 15 . Jenis pekerjaan borongan yang perhitungan volumenya untuk masing-masing unsur/jenis item pekerjaan sudah dapat diketahui dengan pasti berdasarkan gambar rencana & spek teknisnya. 2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan system kontrak Lumpsum adalah : 1. Dengan system kontrak ini diharapkan dapat meminimalize tejadinya unpredictable cost tersebut karena harga yg mengikat adalah Total Penawaran Harga (Volume yang tercantum dalam daftar kuantitas / Bill of Quantity bersifat tidak mengikat). 3. 2.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE bestek menjamin bahwa pekerjaan tambah/kurang ataupun perubahan konstruksi akan minimum. atau Bill of Quantity yang ada. Sistem Kontrak Lumpsum ini lebih tepat digunakan untuk : 1. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Jenis pekerjaan dengan Budget tertentu yang terdiri dari Jenis pekerjaan dengan Budget tertentu yg terdiri dari banyak sekali Jenis / item pekerjaan atau Multi Paket Pekerjaan yang sangat beresiko bagi Pemberi tugas atas terjadinya “unpredictable cost” seperti misalnya adanya claim kontraktor akibat adanya ketidak-sempurnaan dari Batasan Lingkup Pekerjaan. Batasan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan harus jelas dinyatakan dalam Spesifikasi Teknis / Gambar Lelang. Gambar lelang. Spesifikasi teknis. Penggunaan Daftar Kuantitas/Bill of Quantity dalam pelelangan hanya digunakan sebagai acuan bagi kontraktor dalam mengajukan penawaran harga yang bersifat tidak mengikat & Peserta Lelang harus melakukan perhitungan sendiri sebelum mengajukan penawaran. harus dijelaskan dalam Rapat Penjelasan Lelang (Aanwijzing) dan dibuat Addendum Dokumen Lelang yang menjelaskan perubahan lingkup pekerjaan tersebut. Apabila ada perbedaan lingkup pekerjaan antara yg tercantum dalam Spesifikasi Teknis / Gambar dengan Pekerjaan yang akan dilelangkan.

saat rapat penjelasan lelang (Aanwijzing) harus ditegaskan bahwa apabila terdapat perbedaan antara volume pada Bill of Quantity (BQ) dengan hasil perhitungan peserta lelang maka peserta lelang tidak boleh merubah volume Bill of Quantity yg diberikan dan agar menyesuaikannya dalam harga satuan yg diajukan 5. Implikasi/penyimpangan yang sering dilakukan oleh Kontraktor di lapangan : 1. Pekerjaan tambah/kurang terhadap nilai kontrak yg ada hanya boleh dilakukan apabila:  Permintaan dari Pemberi Tugas untuk menambah / mengurangi pekerjaan yang instruksinya dilakukan secara tertulis.  Adanya perubahan gambar / spesifikasi teknis dari Perencana yang sudah disetujui oleh Pemberi Tugas  Adanya instruksi tertulis dari pengawas lapangan untuk menyempurnakan suatu jenis pekerjaan tertentu yg dipastikan bahwa sangat beresiko secara struktural atau system tidak berfungsi tanpa adanya penyempurnaan tersebut dimana hal tersebut sebelumnya belum dinyatakan dalam spesifikasi teknik.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE 4.  Dalam perhitungan biaya tambah/kurang harga satuan yang digunakan harga satuan pekerjaan yang tercantum dalam Bill of Quantity kontrak yang bersifat mengikat. Kontraktor tidak mau melaksanakan pekerjaan tertentu karena item pekerjaan tidak tercantum dalam Bill of Quantity JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Dalam perhitungan volume pekerjaan yg akan dicantumkan & Bill of Quantity harus dihindari sampai sekecil mungkin kesalahan yang mungkin terjadi.SURABAYA 2011 16 . Untuk mempermudah dalam hal evaluasi penawaran harga. 6. karena setelah terjadi kontrak nantinya volume lebih/kurang tidak dapat dikurangkan/ditambahkan.

SURABAYA 2011 17 . Kontraktor melaksanakan pekerjaan dilapangan sesuai volume yang tercantum dalam BQ. Jenis pekerjaan yang mana volume pekerjaan yang pasti sama sekali tidak dapat diperoleh sebelum pekerjaan selesai dilaksanakan. Jumlah pasti dari volume pekerjaan dapat diketahui di akhir pekerjaan. 3. sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan system kontrak Lumpsum. perunit panjang ataupun per unit berat. tetapi jumlah volume atau panjangnya tak dapat diketahui dengan tepat.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE 2. Variasi dari unit price contract ini yaitu harga tetap tak berubah sampai kontrak selesai (flat rate). Kontraktor mengajukan perhitungan perubahan pekerjaan mengacu kepada volume Bill of Quantity yang ada. atau harga dapat dikaitkan dengan perkiraan volume (sliding rate). JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . b. Jenis pekerjaan yang untuk mendapatkan keakuratan perhitungan volume pekerjaan yang tajam/pasti diperlukan adanya › Survey dan penelitian yang sangat dalam › Detail dan sample yang sangat banyak › Waktu yang lama sehingga biaya sangat besar Sementara di lain pihak pengukuran volume lebih mudah dilakukan dalam masa pelaksanaan dan pekerjaan sangat mendesak dan harus segera dilaksanakan. UNIT PRICE CONTRACT Suatu kontrak yang menitik beratkan biaya per unit volume. Sistem Kontrak Unit Price/Harga Satuan ini lebih tepat digunakan untuk : 1. Kontrak ini dipakai jika kwalitas dan bentuk dari pekerjaan tersebut secara mendetil dapat dispesifikasikan. 2.

JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS .I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan system kontrak Unit Price / Harga Satuan ini adalah : a. b) PRIME COST CONTRACTS Semua kontarak yang berada dibawah predikat ini memiliki kesamaan yaitu pemilik mengganti ongkos yang dikeluarkan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan. Untuk penggunaan system kontrak unit price agar dihindari terjadi adanya harga satuan timpang karena harga satuan bersifat mengikat untuk perhitungan realisasi biaya kontrak. maka kurang tepat apabila digunakan system kontrak unit price ini karena :  Untuk setiap proses pembayaran harus dilakukan pengukuran bersama di lapangan yang dapat dipastikan memerlukan waktu yang cukup lama. Dalam hal penawaran kontraktor terdapat harga satuan timpang untuk item pekerjaan tertentu harus dilakukan klarifikasi & dibuat Berita Acara Kesepakatan mengenai harga satuan yg akan digunakan untuk perhitungan biaya perubahan. Dalam penggunaan system kontrak ini jarang dijumpai adanya Implikasi seperti halnya pada kontrak Lumpsum di atas karena kontraktor tidak terbebani oleh adanya resiko-resiko pekerjaan yang belum terprediksi pada saat pelelangan.  Biaya total pekerjaan belum dapat diprediksi dari awal sehingga untuk pekerjaan dengan Budget tertentu sangat riskan bagi Pemberi Tugas terhadap terjadinya resiko pembengkakan biaya proyek b.SURABAYA 2011 18 . ditambah dengan sutu tambahan ongkos untuk beaya kerja pemborong. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang terdiri dari banyak sekali item pekerjaan namun volume pekerjaan sudah dapat dihitung dari gambar rencana seperti halnya bangunan gedung.

SURABAYA 2011 19 . Pengeluaran yang terjadi diatas harga maksimum akan menjadi beban kontraktor. Macam-macam prime cost contract yaitu : a. COST PLUS FIXED FEE CONTRACT Fixed fee diartikan jumlah fee yang tertentu atau pasti tanpa meliaht besarnya beaya fisik pekerjaan. COST PLUS PERCENTAGE FEE CONTRACT Jenis kontrak ini memiliki fleksibilitas yang tinggi artinya bahwa pekerjaan detail dapat diselesaikan bersamaan dengan pekerjaan konstrusinya. GUARANTED MAXIMUM COST CONTRACT Kontraktor menawarkan fee-nya dan sekaligus menjamin bahwa harga total proyek tidak akan melebihi suatu harga tertentu (maksimum). Meskipun fee telah ditetapkan. maka selisih beaya yang terjadi dapat dibagi antara pemilik dan kontraktor sesuai dengan pengaturan yang telah disepakati sebelumnya.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Perbedaan yang terdapat dalam macam-macam kontrak dalam prime cost contracts ini hanya pada penetapan dan pengaturan biaya tambahannya. Secara teknis dan pembiayaan. b. Sebaliknya bilamana beaye total lebih kecil dari maksimum. Kontrak semacam ini hanya cocok untuk pekerjaan gawat darurat. pelaksanaan pekerjaan bisa menjadi tidak efisien sehingga dapat meningkatkan beaya yang trjadi dan perpanjangan waktu konstruksi. c. kontrak semacam ini tidak memiliki mekanisme untuk menekan waktu dan beaya yang lebih banyak merugikan pemilik pekerjaan (owner). Kontrak ini dapat diterapkan bila pekerjaan dapat dirumuskan secara garis besar dan jelas. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Percentage fee adalah beaya tambahan yang merupakan persentasi tertentu dari biaya fisik pekerjaan yang dihasilkan.

Kontrak. Dengan keadaan ini pemilik dapat mempekerjakan kontraktor kepercayaannya secara cost plus basis dan meneliti pengeluaran-pengeluaran yang terjadi sampai suatu saat dapat dibuat suatu kontrak dengan sistem Lump-Sum dan Unit Price. Material dapat disuplai oleh pemilik atau oleh pemborong.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE d. CONVERTIBLE COST CONTRACT Pemilik dihadapkan pada suatu keinginan untuk melelangkan suatu pekerjaan dan diatur secara Fixed Price Contract. Misalnya untuk pekerjaan pengadaan barang dan instalasinya.SURABAYA 2011 20 . Owner akan berhubungan dengan beberapa kontraktor untuk menyelesaikan proyek. 2) DESIGN AND BUILD CONTRACT a. Tradisional Contract Dalam kontrak tradisional. kontrak bisa dibagi menjadi kontrak pekerjaan sipil dan kontrak pekerjaan MEP  material / equipment utama di-supply oleh Owner. tetapi tidak menemukan kontraktor yang mau menawar dengan harga yang “memadai”. dst. Kontrak Tradisional b. e. Turn Key Contract a. misalnya bisa dibagi menjadi : kontrak engineering dan kontrak konstruksi  untuk konstruksi onshore. Design Contract c. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . COST PLUS TIME AND MATERIAL CONTRACT Pekerjaan borong kerja dengan atau tanpa materialnya berdasarkan waktu kerja. Design + Managee Contract d.

Masalah lain. Owner yang akan menanggung resikonya. beberapa tahun belakangan ini banyak pekerjaan dilakukan dengan sistem EPC. Owner bisa segera berproduksi & masuk pasar JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Dengan mendapat harga penawaran dari tangan pertama. Owner akan langsung berhubungan dengan kontraktor spesialis.banyak perusahaan punya kecenderungan untuk lebih ramping Dalam kontrak tradisional. mestinya harga kontrak akan menjadi lebih rendah. Waktu penyelesaian proyek akan lebih lama.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE Dengan pola ini. mungkin ini yang paling penting. karena biasanya ada klausul limit of liability dalam kontrak. artinya Owner harus menunggu sampai pekerjaan design substantially complete baru kemudian buat tender untuk proyek konstruksi. adalah waktu penyelesaian. Poor coordination sangat berpotensi menimbulkan delay claim dari kontraktor. Owner memberi implied warranty kepada kontraktor konstruksi bahwa design yang dibuat oleh kontraktor engineering akan bekerja dengan baik. Bila ada masalah constructability. Koordinasi kerja pada proyek multi kontraktor juga merupakan resiko tersendiri. Yang perlu diperhatikan. design error atau revisi design. Padahal saat ini. untuk mengelola proyek dengan banyak kontraktor.Owner butuh resources yang cukup untuk menangani pekerjaan. Dalam kontrak jenis ini › › Owner cukup berhubungan dengan satu kontraktor Waktu penyelesaian proyek lebih singkat. Resiko ini tidak bisa dilimpahkan kekontraktor engineering. Para spesialis ini tidak perlu menjadi subkontraktor / vendor dari kontraktorbesar ( EPC ) untuk ambil bagian dalam pekerjaan proyek.SURABAYA 2011 21 . Untuk mengatasi permasalahan diatas. Dengan memisahkan pekerjaan engineering & konstruksi.

c. menyiapkan dokumen perancangan untuk paket pertama dan paket-paket berikutnya. Jika Kontraktor berhasil mengendalikan resiko-resiko tersebut. maka client akan memberi kepada CM incentive tambahan. Kontrak Design & Built. (3) Client membayar CM sesuai pengeluaran dengan pembatasan biaya maksimum (warranted maximum price). Pada kontrak ini. Adalah kontrak pelaksanaan jasa pemborongan mulai dari proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan konstruksi fisik yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa satu kontrak yang sama. client menggunakan konsultan (design consultant) dan construction manager (CM). CM mengkoordinasikan pelaksanaan paket pertama.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE › Risk & reward sharing. apabila total biaya lebih kecil dari batas maksimum atau waktu penyelesaian lebih cepat. kemudian disusul dengan paket-paket berikutnya.SURABAYA 2011 22 . mereka mendapat reward berupa keuntungan proyek yang lebih besar b. JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Pembayaran ke CM dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara pembayarannya adalah client membayar ke konsultan dan ke CM. Contractors dan suppliers dipilih oleh client dan/atau CM. Client menetapkan konsep serta memilih konsultan dan CM. Tugas konsultan adalah mengembangkan konsep. (2) CM membayar contractors dan suppliers. secara paralel paket pertama sudah bisa dilaksanakan oleh CM). suppliers dan CM. antara lain: (1) Client bayar ke contractors. kontraktor akan mengambil alih berbagai resiko yang biasanya ditanggung Owner pada kontrak tradisional. Pemecahan pekerjaan menjadi paket-paket ini dimaksud agar pelaksanaan pekerjaan bisa dilakukan sedini mungkin (saat konsultan menyiapkan dokumen untuk paket selanjutnya. kemudian client akan reimburses CM dan membayar management fee. Construction Management. Biasanya.

b.I LAPORAN MANAGEMENT KONSTRUKSI ORGANITATION STRUCTURE d. Pembelian suatu barang atau industri jadi yg hanya diperlukan sekali saja. dan tidak mengutamakan kepentingan untuk alih (transfer) teknologi selanjutnya. Jenis pekerjaan spesifik yang hanya bisa dilaksanakan oleh penyedia jasa tertentu baik dari segi perencanaan ataupun konstruksinya. Sistem Kontrak ini pada umumnya digunakan pada : a. Dalam system kontrak Terima Jadi/Turnkey Pemberi Tugas tidak perlu menyiapkan Dokumen Perencanaan berupa gambar detail dan spesifikasi teknis tetapi cukup membuat suatu standar requirement/TOR (Term of Requriement) saja JURUSAN TEKNIK SIPIL – FTSP – ITS . Kontrak Terima Jadi / Turnkey / EPC (Engineering Proquirement & Construction).SURABAYA 2011 23 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful