Pendekatan Keruangan

Pendekatan Keruangan. Pendekatan keruangan merupakan suatu cara pandang atau kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksisitensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial processess) (Yunus, 1997). Dalam konteks fenomena keruangan terdapat perbedaan kenampakan strutkur, pola dan proses. Struktur keruangan berkenaan dengan dengan elemen-elemen penbentuk ruang. Elemen-elemen tersebut dapat disimbulkan dalam tiga bentuk utama, yaitu: (1) kenampakan titik (point features), (2) kenampakan garis (line features), dan (3) kenampakan bidang (areal features). Kerangka kerja analisis pendekatan keruangan bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 1. What? Struktur ruang apa itu? 2. Where? Dimana struktur ruang tesebut berada? 3. When? Kapan struktur ruang tersebut terbentuk sperti itu? 4. Why? Mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu? 5. How? Bagaimana proses terbentukknya struktur seperti itu? 6. Who suffers what dan who benefits whats? Bagaimana struktur Keruangan tersebut didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia. Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu selalu dikaitkan dengan kepentingan manusia pada saat ini dan akan datang. Pola keruangan berkenaan dengan distribusi elemen-elemen pembentuk ruang. Fenomena titik, garis, dan areal memiliki kedudukan sendiri-sendiri, baik secara implisit maupun eksplisit dalam hal agihan keruangan (Coffey, 1989). Beberapa contoh seperti cluster pattern, random pattern, regular pattern, dan cluster linier pattern untuk kenampakankenampakan titik dapat diidentifikasi (Whynne-Hammond, 1985; Yunus, 1989). Agihan kenampakan areal (bidang) dapat berupa kenampakan yang memanjang (linier/axial/ribon); kenampakan seperti kipas (fan-shape pattern), kenampakan membulat (rounded pattern), empat persegi panjang (rectangular pattern), kenampakan gurita (octopus shape pattern), kenampakan bintang (star shape pattern), dan beberapa gabungan dari beberapa yang ada. Keenam bentuk pertanyaan geografi dimuka selalu disertakan dalam setiap analisisnya. Proses keruangan berkenaan dengan perubahan elemen-elemen pembentuk ruang dana ruang. Oleh karena itu analisis perubahan keruangan selalu terkait dengan dengan dimensi kewaktuan (temporal dimension). Dalam hal ini minimal harus ada dua titik waktu yang digunakan sebagai dasar analisis terhadap fenomena yang dipelajari. Kerangka analisis pendekatan keruangan dapat dicontohkan sebagai berikut. “....belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto Pujon Malang. Bagaimana memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan? Untuk itu diperlukan kerangka kerja studi secara mendalam tentang kondisi alam dan masyarakat di wilayah hulu sungai Konto tersebut. Pada tahap pertama perlu dilihat

struktur. dan pemanfaatannya. (2) perilaku manusia yang meliputi perkembangan ide-ide dan nilai-nilai geografis serta kesadaran akan lingkungan. Informasi itu dapat digunakan untuk pengembangan kawasan yang terbaik yang berbasis masyarakat setempat. dan datar. Zona mana yang digunakan untuk konservasi. pada tahap kedua dapat dilakukan zonasi wilayah berdasarkan kerakteristik kelerengannya. Jenis tanaman apa yang perlu ditanam. Pada tahap ini dapat diidentifikasi fenomena/obyek-obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto. Karakteristik penduduk di wilayah hulu sungai Konto itu juga perlu dipelajari. pola. dan bersamaan dengan itu dapat melakukan budidaya tanaman pertanian pada zona yang sesuai. dan kesadaran lingkungan. Studi fisik demikian saja masih belum cukup. penyangga. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach). Dengan demikian tidak terjadi kesalahan dalam pemanfaatan ruang tersebut. Lingkungan fenomena mencakup dua aspek. Zonasi itu akan menghasilkan zona-zona berdasarkan kemiringannya. Kerangka umum analisis pendekatan kelingkungan dapat dicontohkan sebagai berikut. Dengan pendekatan itu terlihat interelasi. b. Fenomena lingkungan mencakup produk dan proses organik termasuk penduduk dan produk dan proses anorganik. misalnya curam. tingkat pendidikannya. Misalnya jenis mata pencahariannya. namun pada keterkaitan antara fenomena geosfera tertentu dengan varaibel lingkungan yang ada. Relic fisik tindakan manusia mencakup penempatan urutan lingkungan dan manusia sebagai agen perubahan lingkungan. yaitu pengembangan nilai dan gagasan. bagaimana cara penanamannya. Berikut pada tahap ketiga ditentukan pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat. Erosi dan tanah langsung dapat dicegah. Ada dua aspek penting dalam pengembangan nilai dan gagasan geografi. kerangka analisisnya tidak mengkaitkan hubungan antara makluk hidup dengan lingkungan alam saja. dan proses sosial ekonomi dan perubahan nilai-nilai lingkungan. Setelah itu. ketrampilan yang dimiliki. agak landai. Dalam pendekatan kelingkungan. agak curam. dan proses keruangan kawasan hulu sungai Konto tersebut. dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Keenam pertanyaan geografi tersebut selalu menyertai setiap bentuk analisis geografi. Sistematika tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Lingkungan perilaku mencakup dua aspek. Lingkungan geografi memiliki dua aspek. yaitu lingkungan budaya gagasan-gagasan geografi. tetapi harus pula dikaitkan dengan (1) fenomena yang didalamnya terliput fenomena alam beserta relik fisik tindakan manusia. Untuk mempelajari banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan . yaitu relik fisik tindakan manusia dan fenomena alam. Dalam pendekatan ini penekanannya bukan lagi pada eksistensi ruang. Studi mandalam mengenai interelasi antara fenomena-fenomena geosfer tertentu pada wilayah formal dengan variabel kelingkungan inilah yang kemudian diangap sebagai ciri khas pada pendekatan kelingkungan. yaitu lingkungan perilaku (behavior environment) dan lingkungan fenomena (phenomena environment). interaksi. dan intergrasi antara kondisi alam dan manusia di situ untuk memecahkan permasalahan banjir dan tanah longsor. pemeliharaannya. Dalam kesadaran lingkungan yang penting adalah perubahan pengetahuan lingkungan alam manusianya. Masalah yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor di Ngroto Pujon Malang. dan budidaya. Dalam sistematika Kirk ditunjukkan ruang lingkup lingkungan geografi sebagai berikut. landai.

c. Masalah itu merupakan masalah yang kompleks. Metode pendekatan ini terbagi 3 macam bentuk pendekatan antara lain: pendekatan keruangan. Oleh karena itu ada kebutuhan memberikan analisis yang kompleks itu untuk memecahkan permasalahan secara lebih luas dan kompleks pula. Oleh karena sorotan wilayahnya sebagai obyek bersifat multivariate. melibatkan dua wilayah. sedangkan kajian yang bersifat vertikal menekankan pada aspek kelingkungan. maka diperlukan suatu metode pendekatan (approach method). (3) mengidentifikasi sistem budidaya yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup (cara bertanam. Untuk memecahkan masalah itu dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Adanya perbedaan antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain telah menciptakan hubungan fungsional antara unit-unit wilayah sehingga tercipta suatu wilayah. (5) mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yang terjadi. Faktor determinannya bersifat kompleks. menerapkan pendekatan kelingkungan. menganalisis keterkaitan antara faktor-faktor di wilayah desa dengan di kota Arti Penting Pendekatan dalam Paradigma Geografi Dalam menghampiri. analisis yang perlu diperhatikan adalah penyebaran.sebagai berikut. maka kajian bersifat hirisontal dan vertikal. Selain itu. dan sebagainya). Permasalahan itu terkait dengan elemen di wilayah lain. yaitu wilayah desa dan kota. (4) menganalisis hubungan antara sistem budidaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan. 1. meskipun obyek kajiannya sama. Dalam analisis peruangan dikumpulkan data ruang disuatu tempat . Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana memecahkan masalah urbanisasi. Pendekatan Kompleks Wilayah Permasalahan yang terjadi di suatu wilayah tidak hanya melibatkan elemen di wilayah itu. setiap masalah tidak disebabkan oleh faktor tunggal. Dalam geografi lingkungan. sebagaimana dicontohkan pada pendekatan kedua 3. (1) mengidentifikasi kondisi fisik di lokasi tempat terjadinya banjir dan tanah longsor. seperti dicontohkan pada pendekatan pertama 2. termasuk mengidentifikasi jenis tanah. Pendekatan itu merupakan kombinasi antara pendekatan yang pertama dan pendekatan yang kedua. Kerangka umum analisis pendekatan kompleks wilayah dapat dicontohkan sebagai berikut. menerapkan pendekatan keruangan. sehingga keterkaitan antar wilayah tidak dapat dihindarkan. dan hewan yang hidup di lokasi itu. irigasi. salah satu alternatif dengan menggunakan pendekatan kompleks wilayah. sikap dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam di lokasi tersebut. sistem yang kompleks sifatnya dan pengkajiannya membutuhkan pendekatan yang multivariate juga. (2) mengidentifikasi gagasan. 1. Keruangan. Untuk menghadapi permasalahan seperti itu. Metode pendekatan inilah yang digunakan untuk membedakan kajian geografi dengan ilmu lainnya. pendekatan ekologi/kelingkungan dan pendekatan kewilayahan. Kajian horisontal merupakan analisis yang menekankan pada keruangan. pendekatan kelingungan mendapat peran yang penting untuk memahami fenomena geosfer. menganalisis gejala dan permasalahan suatu ilmu (sains). Dengan pendekatan itu fenomena geosfer dapat dipahami secara holistik sehingga pemecahan terhadap masalah yang timbul juga dapat dikonsepsikan secara baik. tumbuhan. penggunaan ruang dan perencanaan ruang. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan secara mendalam. tropografi.

gejala dan masalah ditinjau penyebaran keruangannya. Jadi fenomena.atau wilayah yang terdiri dari data titik (point). Kelingkungan. Penerapan pendekatan geografi terhadap gejala dan permasalahan dapat menghasilkan berbagai alternatif-alternatif pemecahan. yang dikaji yaitu tentang penyebaran fenomena. gaya dan masalah mempunyai keterkaitan aspek fisik dengan aspek manusia dalam suatu ruang. Karena pendekatan kewilayahan merupakan perpaduan antara pendekatan keruangan dan kelingkungan. gaya dan masalah dalam ruangan. Pendekatan yang terpadu inilah yang disebut pendekatan geografi. Kewilayahan. interaksi antar/variabel manusia dan variabel fisik lingkungannya yang saling terkait dan mempengaruhi satu sama lainnya. Oleh Budi Handoyo Diposkan oleh Geografi by Triyono di 7/18/2009 07:42:00 AM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Reaksi: . Pendekatan keruangan. 3. data bidang (areal) dan data garis (line) meliputi jalan dan sungai. pendekatan kelingkungan dan pendekatan kewilayahan dalam kerjanya merupakan satu kesatuan yang utuh. fenomena. 2. keterkaitan antara berbagai unit ekosistem dalam ruang. maka kajiannya adalah perpaduan antara keduanya. yaitu menerapkan konsep ekosistem dalam mengkaji suatu permasalahan geografi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful