P. 1
2

2

|Views: 123|Likes:
Published by Dea Bonita

More info:

Published by: Dea Bonita on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2011

pdf

text

original

2.

6 PENGARUH ARSITEKTUR BELANDA DI INDONESIA
Penjajahan Belanda atas Indonesia selama 350 tahun menyebabkan pengaruh Belanda yang kuat dalam bidang arsitektur yang mewujudkan langgam arsitektur colonial. Hal tersebut dapat dilihat melalui objek peninggalan dari zaman kolonial yang bias ditemukan di berbagai daerah an dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Banyak peninggalan atau warisan zaman kolonialisme yang masih dapat dilihat hingga saat ini sebagai keberadaan bangunan-bangunan tuayang secara fisik dapat kita kenali sebagai suatu penginggalan arsitektur kolonial Belanda. Arsitektur Kolonial di Kota Bandung awal arsitektur modern kota Bandung banyak yang menampilkan perpaduan antara budaya Timur dengan budaya Barat, yang oleh sejarawan disebut sebagai “arsitektur Indo-Eropa”. Perpaduan tersebut juga terlihat pada karya-karya kelompok Arsitek Hindia Belanda NIAK (Nederlands Indie Arsitectuur Krink), seperti Maclaine Pont, C.P. Wolff Schoemaker, F.J.L. Gheijsels dan lain sebagainya. Arsitektur modern sebelum Perang Dunia Pertama dimulai dengan adanya pengaruh Art Nouveau yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, kemudian dilanjutkan dengan pengaruh Gaya Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman manusia terhadap kemajuan teknologi. Konsep tersebut kemudian dimanifestasikan kedalam media arsitektur dan seni, serta gaya hidup manusia. Dari hasil penelitian sejarah perkembangan arsitektur modern tersebut, kota Bandung memperlihatkan kualitas dan kuantitas peninggalan Arsitektur Modern yang paling kaya, dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Arsitektur Art Deco yang berkembang antara kedua Perang Dunia, memiliki ciri-ciri elemen dekoratif geometris yang tegas dan keras, sejalan dengan karya kelompok arsitek Amsterdam School dari Negeri Belanda. Karya Wolf Schoemaker yang memiliki pola dekoratif seperti tersebut di atas diantaranya adalah Hotel Preanger, dengan pola dekoratif yang sering disebut sebagai “Geometric Deco”. Dalam dasawarsa keempat, kota Bandung juga masih banyak meninggalkan karya-karya arsitektur yang semakin modern dan sangat unik. Gaya pertama adalah bangunan dengan bentuk kubistis dan plastis, serta elemen dekoratif garis-garis lurus yang tumbuh dari struktur horizontal dan vertikal beton, yang dikenal sebagai “Straightline Deco”. Dua buah karya Brinkman memperlihatkan konsep desain serupa adalah Singer Building di jalan Asia Afrika yang telah dibongkar tahun 1992, dan Vila Han En Khan yang sekarang digunakan oleh Psikologi Angkatan Darat di jalan Sangkuriang, Tiga Vila dan Vila Tiga Warna di Jalan H. Juanda, dan Hotel Homann karya A.F. Aalbers tahun 30-an, adalah gaya bangunan yang semakin plastis dan sederhana (minimalis). Sharp Building dan Rumah Potong Hewan di jalan

juga menampilkan gaya akhir modern (late modern) yang unik.1 Periodisasi Arsitektur Kolonial Karakteristik Arsitektur Kolonial Belanda dalam hal ini dapat dilihat dari segi periodisasi perkembangan arsitekturnya maupun dapat pula ditinjau dari berbagai elemen ornamen yang digunakan bangunan kolonial tersebut. Tahun 1800-an sampai tahun 1902 Ketika itu. Setelah pemerintahan Inggris yang singkat pada tahun 1811-1815. 2. Bangunan gedung dengan gaya megah ini dipinjam dari gaya arsitektur neo-klasik yang sebenarnya berlainan dengan gaya arsitektur nasional Belanda waktu itu. Hindia Belanda kemudian sepenuhnya dikuasai oleh Belanda. Oleh sebab itu.6. Belanda pada abad ke19 harus memperkuat statusnya sebagai kaum kolonialis dengan membangun gedung-gedung yang berkesan grandeur (megah). bangunan-bangunan tersebut tidak diusahakan untuk beradaptasi dengan iklim dan lingkungan setempat. serta Rumentang Siang di Jalan Baranang Siang. Yang lebih buruk lagi. 3. Abad 16 sampai tahun 1800-an Pada waktu ini Indonesia masih disebut sebagai Nederland Indische (Hindia Belanda) di bawah kekuasaan perusahaan dagang Belanda yang bernama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie). yaitu: 1. Selama periode ini arsitektur kolonial Belanda kehilangan orientasinya pada bangunan tradisional di Belanda serta tidak mempunyai suatu orientasi bentuk yang jelas. Helen Jessup dalam Handinoto (1996: 129-130) membagi periodisasi perkembangan arsitektur kolonial Belanda di Indonesia dari abad ke 16 sampai tahun 1940-an menjadi empat bagian. pemerintah Belanda mengambil alih Hindia Belanda dari perusahaan dagang VOC.Arjuna. 2. Indonesia waktu itu diperintah dengan tujuan untuk memperkuat kedudukan ekonomi negeri Belanda. Tahun 1902-1920-an .

yaitu: 1) perkembangan arsitektur antara tahun 1870-1900. Daendels adalah seorang mantan jenderal angkatan darat Napoleon. maka “indische architectuur” menjadi terdesak dan hilang. muncul standar arsitektur yang berorientasi ke Belanda. baik nasional maupun internasional di Belanda yang kemudian memengaruhi arsitektur kolonial di Indonesia. Hampir serupa dengan Helen Jessup.Antara tahun 1902 kaum liberal di negeri Belanda mendesak apa yang dinamakan politik etis untuk diterapkan di tanah jajahan. Pada masa tersebut muncul arsitek Belanda yang memandang perlu untuk memberi ciri khas pada arsitektur Hindia Belanda. Perkembangan arsitektur kolonial Belanda tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Perkembangan Arsitektur Antara Tahun 1870-1900 Akibat kehidupan di Jawa yang berbeda dengan cara hidup masyarakat Belanda di negeri Belanda maka di Hindia Belanda (Indonesia) kemudian terbentuk gaya arsitektur tersendiri. 4. Daendels yang datang ke Hindia Belanda (1808-1811). Gaya ini oleh Handinoto juga dapat disebut sebagai The Dutch Colonial. Handinoto (1996: 130-131) membagi periodisasi arsitektur kolonial di Surabaya ke dalam tiga periode. 2) perkembangan arsitektur sesudah tahun 1900. Sejak itu. Pada 20 tahun pertama inilah terlihat gaya arsitektur modern yang berorientasi ke negeri Belanda. pemukiman orang Belanda tumbuh dengan cepat. Mereka ini menggunakan kebudayaan arsitektur tradisional Indonesia sebagai sumber pengembangannya. Tahun 1920 sampai tahun 1940-an Pada tahun ini muncul gerakan pembaruan dalam arsitektur. Gaya tersebut sebenarnya dipelopori oleh Gubernur Jenderal HW. bukan Belanda) yang diterjemahkan secara bebas. sehingga gaya arsitektur yang didirikan Daendels memiliki ciri khas gaya Perancis. tetapi kadang-kadang juga muncul gaya yang disebut sebagai ekletisisme (gaya campuran). Hanya saja arsitektur baru tersebut kadang-kadang diikuti secara langsung. yakni Belanda. dan 3) perkembangan arsitektur setelah tahun 1920. terlepas dari kebudayaan induknya. Sebagai gantinya. Hasilnya berbentuk gaya Hindia Belanda (Indonesia) yang . Gaya arsitektur The Empire Style adalah suatu gaya arsitektur neo-klasik yang melanda Eropa (terutama Prancis. Gaya arsitektur Hindia Belanda abad ke-19 yang dipopulerkan Daendels tersebut kemudian dikenal dengan sebutan The Empire Style. Dengan adanya suasana tersebut.

Cuypers (1827-1921) yang kemudian disusul oleh para arsitek dari aliran Niuwe Kunst (Art Nouveau gaya Belanda) HP. De Bazel (1869-1928). Handinoto (1996: 151-163) juga menguraikan bahwa. 1996: 132-133). Lauweriks (1864-1932). 1996: 132). Nama Art Nouveau adalah bahasa Perancis untuk ‘seni baru’. Hasil keseluruhan dari arsitektur kolonial Belanda di Indonesia tersebut adalah suatu bentuk khas yang berlainan dengan arsitektur modern yang ada di Belanda sendiri. 2) Perkembangan Arsitektur Sesudah Tahun 1900 Handinoto (1996: 163) menyebutkan bahwa. Gaya ini ditandai . JLM. Karakteristik lain dari gaya ini diantaranya: terbuka. dan Edward Cuypers (1859-1927). terdapat serambi tengah yang menuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lain. Gerakan Nieuw Kunst yang dirintis oleh Berlage di Belanda ini kemudian melahirkan dua aliran arsitektur modern yaitu The Amsterdam School serta aliran De Stijl. Adapun penjelasan mengenai arsitektur Art Nouveau. The Amsterdam School dan De Stijl dapat dijabarkan sebagai berikut: a) Art Nouveau Art Nouveau adalah gerakan internasional dan gaya seni arsitektur dan diterapkan terutama pada seni-seni dekoratif yang memuncak pada popularitas di pergantian abad 20 (1890-1905). kebangkitan arsitektur Belanda sebenarnya dimulai dari seorang arsitek Neo-Gothik. Berlage (185-1934) dan rekan-rekannya seperti Willem Kromhout (1864-1940). terdapat pilar di serambi depan dan belakang. bentuk arsitektur kolonial Belanda di Indonesia sesudah tahun 1900 merupakan bentuk yang spesifik. Ciri khas dari gaya arsitektur ini yaitu adanya barisan pilar atau kolom (bergaya Yunani) yang menjulang ke atas serta terdapat gevel dan mahkota di atas serambi depan dan belakang.bergaya kolonial. yang disesuaikan dengan lingkungan lokal dengan iklim dan tersedianya material pada waktu itu (Akihary dalam Handinoto. Ada juga beberapa bangunan arsitektur kolonial Belanda yang mengambil elemen-elemen tradisional setempat yang kemudian diterapkan ke dalam bentuk arsitekturnya. Bentuk tersebut merupakan hasil kompromi dari arsitektur modern yang berkembang di Belanda pada waktu yang bersamaan dengan penyesuaian iklim tropis basah Indonesia. Serambi belakang seringkali digunakan sebagai ruang makan dan pada bagian belakangnya dihubungkan dengan daerah servis (Handinoto. KPC. satu lantai dan ditutup dengan atap perisai. Ciri-cirinya antara lain: denah yang simetris. PJH.

Meskipun berasal dari sumber yang sama dan mempunyai panutan yang sama (H. Bahan-bahan alam tersebut dipasang dengan ketrampilan tangan yang tinggi sehingga memungkinkan dibuatnya bermacam-macam ornamentasi yang indah. pertama adalah ‘orisinalitas’ dan kedua adalah ‘spritualitas’. Aliran Amsterdam Shool menafsirkan ‘orisinalitas’ ini sebagai sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap perancang. Nieuwe Kunst adalah versi Belanda dari aliran “Art Nouveau” yang masuk ke Belanda pada peralihan abad 19 ke 20. Tapi semuanya ini harus tetap memperhatikan fungsi utamanya. yang menganggap hasil karya dengan gaya tersebut sebagai nilai estetika publik atau estetika universal. Agak berbeda dengan ‘Art Nouveau‘. disamping rasionalitas yang membantu dalam validitas universal dari bentuk yang diciptakan (de Wit dalam Handinoto.dengan bentuk organik. logam. Pertama yaitu aliran Amsterdam School dan yang kedua adalah De Stijl. (1892-1904). Hal ini sejalan dengan filosofi Art Nouveau bahwa seni harus menjadi bagian dari b) The Amsterdam School Arsitektur Amsterdam School. furnitur. melukis. tembikar. batu alam. harus merupakan ekspresi pribadi perancangnya. khususnya yang diilhami motif-motif bunga dan tanaman lain. dengan memakai bahan dasar yang berasal dari alam (bata. Hal ini berbeda dengan De Stijl. Sedangkan ‘spritualitas’ ditafsirkan sebagai metode penciptaan yang didasarkan atas penalaran yang bisa menghasilkan karya-karya seni (termasuk arsitektur). tapi ternyata kedua aliran arsitektur ini mempunyai perbedaan. Berlage). dan bisa menerima mesin sebagai alat pengganda karya-karyanya. Gaya Art Nouveau dan pendekatannya telah diterapkan dalam hal arsitektur.nya). sehingga setiap desain yang dihasilkan. ‘Nieuwe Kunst’ ini kemudian terpecah menjadi dua aliran. yang pada awalnya berkembang disekitar Amsterdam. berakar pada sebuah aliran yang dinamakan sebagai Nieuwe Kunst di Belanda. didalam dunia desain “Nieuwe Kunst” yang berkembang di Belanda. Pada tahun 1915. berpegang pada dua hal yang pokok. dan tekstil dan patung. .P. e-journal ilmiah Petra Surabaya). kayu. perhiasan. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan bahwa Amsterdam School tidak pernah menerima mesin sebagai alat penggandaan hasil karya-karyanya. dsb. gelas. desain grafis. tanah liat. dan juga sangat bergaya bentuk-bentuk lengkung yang mengalir.

Gaya ini ditandai oleh konstruksi batu bata dan batu dengan penampilan bulat atau organik. massa relatif tradisional. mereka menyederhanakan komposisi visual ke arah vertikal dan horisontal. interior dan eksterior. c) Gaya Arsitektur De Stijl Gaya De Stijl dikenal sebagai neoplasticism. merah. hitam. dari segi warna adalah terbatas pada warna utama. kuning. Dalam hal ini. 3) Perkembangan Arsitektur Setelah Tahun 1920 . Selanjutnya. De Stijl mengusulkan kesederhanaan dan abstraksi pokok. menara atau “tangga” jendela (dengan horizontal bar). Pendukung De Stijl berusaha untuk mengekspresikan utopia baru ideal dari keharmonisan spiritual dan ketertiban. baik dalam arsitektur dan lukisan dengan hanya menggunakan garis lurus horisontal dan vertikal dan bentuk-bentuk persegi panjang.Pengertian lain mengenai Amsterdam School (Belanda: Amsterdamse School) adalah gaya arsitektur yang muncul dari 1910 sampai sekitar 1930 di Belanda. seni kaca. dan hanya digunakan warna-warna primer bersamaan dengan warna hitam dan putih. Secara umum. dan diintegrasikan dengan sculpture arsitektural. besi tempa. Mereka menganjurkan abstraksi murni dan universalitas dengan pengurangan sampai ke inti bentuk dan warna. adalah gerakan artistik Belanda yang didirikan pada 1917. dan tiga nilai utama. Gaya ini menghindari keseimbangan simetri dan mencapai keseimbangan estetis dengan menggunakan oposisi. Tujuannya adalah untuk menciptakan pengalaman total arsitektur. dan biru. dan abu-abu. neoplasticism sendiri dapat diartikan sebagai seni plastik baru. dan integrasi dari skema yang rumit pada elemen bangunan luar dan dalam: batu dekoratif. putih.

b) tower. bersih. dan tanpa hiasan. Arsitek Nieuwe Bouwen nasional dan regional menolak tradisi dan pamer dan penampilan. f) geveltoppen (hiasan kemuncak atap depan). Dia ingin yang baru.6. Gaya ini dianggap sebagai pelopor dari International Style. maka penerapannya disini selalu disesuaikan dengan iklim serta tingkat teknologi setempat. Belanda dan Perancis. Karakteristik Nieuwe Bouwen meliputi: a) Transparansi. d) windwijzer (penunjuk angin). cahaya dan udara. ruang. . 1996: 237-238) menggunakan istilah gaya bangunan sesudah tahun 1920-an dengan nama Niuwe Bouwen yang merupakan penganut dari aliran International Style. g) ragam hias pada tubuh bangunan. Istilah “Nieuwe Bouwen” ini diciptakan pada tahun dua puluhan dan digunakan untuk arsitektur modern pada periode ini di Jerman. Gaya ini (Niuwe Bouwen/ New Building) adalah sebuah istilah untuk beberapa arsitektur internasional dan perencanaan inovasi radikal dari periode 1915 hingga sekitar tahun 1960. Wujud umum dari dari penampilan arsitektur Niuwe Bouwen ini menurut formalnya berwarna putih. e) nok acroterie (hiasan puncak atap).Akihary (dalam Handinoto. atap datar. Seperti halnya arsitektur barat lain yang diimpor. c) dormer. b) Simetris dan pengulangan yaitu keseimbangan antara bagian-bagian yang tidak setara. menggunakan gevel horizontal dan volume bangunan yang berbentuk kubus. 2. Hal ini dicapai melalui penggunaan bahan-bahan modern dan metode konstruksi.2 Berbagai Elemen Bangunan Arsitektur Kolonial Belanda di Indonesia Elemen-elemen bangunan bercorak Belanda yang banyak digunakan dalam arsitektur kolonial Hindia Belanda (Handinoto. c) Penggunaan warna bukan sebagai hiasan namun sebagai sarana ekspresi. berdasarkan bahasa desain sederhana. 1996:165-178) antara lain: a) gevel (gable) pada tampak depan bangunan. dan h) balustrade.

Russian constructivism dan Italian futurism.2. dimana mempunyai ciri khas yang didapat dari para pelopor pelukis sekitar awal tahun 1900an. Art deco adalah sebuah pekerjaan yang menunjukan aspek cubism. art deco ini dikenal luas sekitar tahun 1920-1930an.6.3 Art Deco Art Deco adalah sebuah gerakan seni yang melibatkan campuran unsur dekoratif modern. dengan ciri .

Ornamen yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis-garis atau persegi. Prancis sebagai pusat art deco telah memiliki sekolah seni dekoratif (The Martine School sejak tahun 1911). namun kelas menengah .abstrak. Bahasa Visual dari Art Deco yang bersifat heroik dan futuristik membuat gaya ini dapat diterapkan pada materi pesan apapun baik komersial maupun untuk politik. teknologi dan kecepatan. Gaya Art deco ini disebut juga gaya Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecendrungan dekoratif lama. desain grafis. yang dipakai untuk menunjukan tingginya tingkat perdagangan. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangannya gaya ini. Akibat dari pertumbuhan mesin–mesin dapat dilihat terjadinya pengulangan– pengulangan dan terjadi kesamaan gambar dari tahun 1925 dan tahun 1930an. Gaya art deco menyebar di berbagai negara Eropa.1988: 127). Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembangan. terutama bentuk–bentuk geometris dan memakai banyak warna. yang diadakan di Paris. Nama Art Deco terlahir sekitar tahun 1925 dari Pameran Internationale des Arts Decoratifs Industriels et Modernes. Gaya Art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur. Art deco adalah kecendrungan visual yang murni gaya. maka Art deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen kelas menengah ke atas yang sesaat (Heller. mengantisipasi perkembangan teknologi. distorsi. Ketika pedesain modernis berkutat pada fungsionalisme dan formalisme untuk mendapatkan desain yang ideal dan universal namus elitis. yang dibuat menggunakan bahan material yang sangat mahal untuk dibuat dalam jumlah massal. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Prancis di antara dua perang dunia tahun 1920-an. tanpa ideologi apapun. desain produk. dan simple. seperti pelangsingan bentuk yang kita kenal sebagai aerodynamics. desain otomotif. untuk merayakan hidup dalam dunia modern. Art Deco benar-benar dipertimbangkan sebagai gaya yang sangat elegan dan sangat cocok dalam arsitektur dan mempergunakan seni menjadi sebuah objek yang sangat mahal. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan-bahan mahal dan sedikit ornamen hias. desain furniture.

Di Amerika. gaya geometris Bauhaus digabungkan dengan bentuk-bentuk yang ekspresif banyak dimanfaatkan oleh para pedesain. . Desain art deco banyak menggunakan gradasi warna yang halus serta warna yang mengesankan efek kilauan atau lengkungan logam. Namun tidak seluruh gaya Art deco dapat disebut mewah. terutama di Prancis. Di Jerman. Gaya art deco seringkali juga memanfaatkan bahan-bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah. Art deco banyak digunakan sehingga seringkali disebut gaya “Odeon” Bila modernisme menggunakan pendekatan “less is more” maka art deco mencoba tampil di tengah-tengah jaman modernisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Di New York terdapat gedung Chrysler yang bercirikan Art Deco.yang mampu tetap memiliki kecendrungan estetis pada gaya dekoratif. Di negara-negara seperti Italia. Di Prancis perkembangan Art deco ini juga diperngaruhi oleh dunia mode. New York dianggap sebagai ibukota Art Deco di Amerika. Dalam desain grafis tokoh art deco yang terkenal. karena gaya Art Deco untuk arsitektur di Amerika justru dapat menekan biaya produksi. Jean Carlu. Art deco tidak selalu berhubungan dengan kemewahan. Bila modernisme berpegang pada “form follows function” maka art deco tiba-tiba tampil dengan gaya hiasannya. adalah AM. dan Amerika gaya art deco pun banyak digemari. Pada gedung bioskop jaringan Odeondi Amerika pada tahun 1930an di Amerika. Inggris. gaya art deco dipengaruhi oleh ornamen-ornamen Indian Amerika ataupun Indian Aztec. Cassandre. Di Swiss gaya art deco merupakan asimilasi antara gaya art deco Prancis yang romantis dan gaya art deco Jerman menghasilkan gaya khas Swiss. Art deco banyak digunakan untuk menampilkan kesan futuristik.

Sejarah konservasi bangunan Sejarah dan perkembangan arsitektur pada masa Pranat a Teori konservasi Teknik dan metode Gedung Ex-perpustakaan Unpar Fisik: • • • Pola tatanan massa ruang dan bentuk Langgam bangunan Hasil restorasi Non-Fisik: • • • Sejarah dan perubahan fungsi Peraturan yang menaungi Ekonomi Konsep dan metode konservasi terhadap Gedung Ex-perpustakaan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->