HerwanParwiyanto, Etika, AN

PANCASILA Sebagai Sumber Nilai
A. PENGERTIAN NILAI
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Adanya dua macam nilai tersebut sejalan dengan penegasan pancasila sebagai ideologi terbuka. Perumusan pancasila sebagai dalam pembukaan UUD 1945. Alinea 4 dinyatakan sebagai nilai dasar dan penjabarannya sebagai nilai instrumental. Nilai dasar tidak berubah dan tidak boleh diubah lagi. Betapapun pentingnya nilai dasar yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 itu, sifatnya belum operasional. Artinya kita belum dapat menjabarkannya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan UUD 1945 sendiri menunjuk adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu. Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 itu memerlukan penjabaran lebih lanjut. Penjabaran itu sebagai arahan untuk kehidupan nyata. Penjabaran itu kemudian dinamakan Nilai Instrumental. Nilai Instrumental harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang dijabarkannya Penjabaran itu bisa dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk-bentuk baru untuk mewujudkan semangat yang sama dan dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu. Penjabaran itu jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.

B. CIRI-CIRI NILAI
Sifat-sifat nilai menurut Bambang Daroeso (1986) adalah Sebagai berikut. a. Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya, orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bisa mengindra kejujuran itu. Yang dapat kita indra adalah kejujuran itu. b. Nilai memiliki sifat normatif, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan sehingga nilai nemiliki sifat ideal (das sollen). Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya, nilai keadilan. Semua orang berharap dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan. c. Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya.

1

2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral

moral selalu berhubungan dengan nilai. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia atau kebutuhan ragawi manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita sehari-hari. nilai estetika bersifat subjektif pada diri yang bersangkutan. 2 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . atau merasakan makanan. Buruk adalah nilai moral sehingga bukan pada tempatnya kita mengatakan demikian. Nilai kerohanian. Nilai kerohanian meliputi 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio. Nilai estetika adalah nilai indah tidak indah. c. Berdasarkan klasifikasi di atas. tetapi orang lain mungkin tidak suka dengan lukisan itu. Nilai logika adalah nilai benar salah. yaitu a. Nilai moral adalah suatu bagian dari nilai. Contoh nilai estetika adalah apabila kita melihat suatu pemandangan. C. menonton sebuah pentas pertunjukan. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai material. Apabila ia keliru dalam menjawab. tetapi tidak semua nilai adalah nilai moral. a. Kita tidak bisa memaksakan bahwa luikisan itu indah. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. Ketiga nilai itu adalah sebagai berikut. Kita tidak bisa mengatakan siswa itu buruk karena jawabanya salah. Etika. kita dapat memberikan contoh dalam kehidupan.HerwanParwiyanto. kita katakan salah. nilai dibedakan dalam tiga macam. budi. yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Jika seorang siswa dapat menjawab suatu pertanyaan. Notonegoro dalam Kaelan (2000) menyebutkan adanya 3 macam nilai. Seseorang akan merasa senang dengan melihat sebuah lukisan yang menurutnya sangat indah. cipta) manusia. b. c. ia benar secara logika. MACAM-MACAM NILAI Dalam filsafat. AN Misalnya. Nilai vital. Nilai etika/moral adalah nilai baik buruk. b. nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.

landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama. Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Makna Nilai dalam Pancasila a. 3 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . nilai Persatuan Indonesia. nilai kemanusiaan. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa. nilai kerakyatan. Nilai religius yang merupakan nilai keohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia. Nilai Persatuan Nilai persatuan indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan. b. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan. AN 2) Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan (emotion) manusia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. dan nilai keadilan. PANCASILA SEBAGAI SUMBER NILAI Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok. menghormati kemerdekaan beragama.. Will) manusia. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama. c. D. 1. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. nilai persatuan.HerwanParwiyanto. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa indonesia. dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Etika. Dengan nilai ini menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis.

Pancasila berkedudukan sebagai grundnorm (norma dasar) atau staatfundamentalnorm (norma fondamental negara) dalam jenjang norma hukum di Indonesia. Perundang-undangan. Nilai-nilai pancasila selanjutnya dijabarkan dalam berbagai peraturan perundangam yang ada. Nilai Pancasila menjadi Sumber Norma Hukum Upaya mewujudkan Pancasila sebagai sumber nilai adalah dijadikannya nilai nilai dasar menjadi sumber bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia 4 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . keputusan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit. Negara Indonesia memiliki hukum nasional yang merupakan satu kesatuan sistem hukum. Nilai Kerakyatan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. oleh rakyat. Artinya. ketetapan. Sistem hukum Indonesia itu bersumber dan berdasar pada pancasila sebagai norma dasar bernegara. Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan. III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan perundang-undangan sebagai berikut. e. Etika. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. Tata urutan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam ketetapan MPR No. perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Karena sifatnya abstrak dan normatif. Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Undang-Undang Dasar 1945 b. nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.HerwanParwiyanto. program-program pembangunan. kebijaksanaan pemerintah. Sebagai nilai dasar. dan peraturan-peraturan lain pada hakikatnya merupakan nilai instrumental sebagai penjabaran dari nilai-nilai dasar pancasila. isinya belum dapat dioperasionalkan. Sistem hukum di Indonesia membentuk tata urutan peraturan perundang-undangan. dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. AN d. 2. a. Operasionalisasi dari nilai dasar pancasila itu adalah dijadikannya pancasila sebagai norma dasar bagi penyusunan norma hukum di Indonesia. yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah.

dan bernegara. dan Bermasyarakat. 10 Tahun 2004 menyatakan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. Pasal 2 Undang-undang No. Peraturan Pemerintah f. Oleh karena itu. Peraturan pemerintah d. 5 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral .HerwanParwiyanto. Norma-norma etik tersebut bersumber pada pancasila sebagai nilai budaya bangsa. Peraturan Daerah Dalam Undang-Undang No. Nilai-nilai pancasila adalah nilai moral. nilai pancasila juga dapat diwujudkan kedalam norma-norma moral (etik). Undang-undang/peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) c. Peraturan presiden e. Undang-undang d. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) e. 10 Tahun 2004 tentang pembentukan Peraturan perundang-undangan juga menyebutkan adanya jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan sebagai berikut: a. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Rumusan norma etik tersebut tercantum dalam ketetapan MPR No. b. berbangsa. Norma-norma etik tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peraturan daerah. Hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai dasar (filosofis) negara sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Nilai Pancasila menjadi Sumber Norma Etik Upaya lain dalam mewujudkan pancasila sebagai sumber nilai adalah dengan menjadikan nilai dasar Pancasila sebagai sumber pembentukan norma etik (norma moral) dalam kehidupan bermasyarakat. AN c. Keputusan Presiden g. Bangsa indonesia saat ini sudah berhasil merumuskan norma-norma etik sebagai pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Etika. Bernegara.

saling peduli. menumbuhkan suasana politik yang demokratis yang bercirikan keterbukaan. Etika Pemerintahan dan Politik Etika ini dimaksudkan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. dan tolong menolong di antara sesama manusia dan anak bangsa. yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. bangsa. persaingan sehat. Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan Etika penegakan hukum dan berkeadilan dimaksudkan untuk menumbuhkan keasadaran bahwa tertib sosial. saling mencintai. dan keadilan. berkeadilan. siap mundur apabila dirinya merasa telah melanggar kaidah dan sistem nilai ataupun dianggap tidak mampu memenuhi amanah masyarakat. dan keteraturan hidup bersama hanya dapat 6 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . efisien. b. c. jujur dalam persaingan. saling memahami. bersikap. serta terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan ekonomi rakyat melalui usaha-usaha bersama secara berkesinambungan. Senafas dengan itu juga menghidupkan kembali budaya malu. institusi maupun pengambil keputusan dalam bidang ekonomi. menghargai perbedaan. Untuk itu. oligopoli. dapat melahirkan kiondisi dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur. ketenangan. dan efektif. dan negara. rasa tanggung jawab. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. dan bermasyarakat merupakan penjabaran nilai-nilai pancasila sebagai pedoman dalam berpikir. Etika pemerintahan mengamanatkan agar para pejabat memiliki rasa kepedulian tinggi dalam memberikan pelayanan kepada publik. kebijakan ekonomi yang bernuansa KKN ataupun rasial yang berdampak negatif terhadap efisiensi. d. daya tahan ekonomi dan kemampuan bersaing. baik oleh pribadi. bernegara. Etika Ekonomi dan Bisnis Etika ekonomi dan bisnis dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi. serta menghindarkan perilaku menghalalkan segala cara dalam memperoleh keuntungan. mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi. Hal itu bertujuan menghindarkan terjadinya praktik-praktik monopoli. Etika Sosial dan Budaya Etika ini bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan kembali sikap jujur. perlu dihidupkan kembali budaya keteladanan yang harus dimulai dan diperlihatkan contohnya oleh para pemimpin pada setiap tingkat dan lapisan masyarakat. tanggap akan aspirasi rakyat. dan bertingkah laku yang merupakan cerminan dari nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang sudah mengakar dalam kehidupan bermasyarakat a. VI/MPR/2001 tentang etika Kehidupan Berbangsa.HerwanParwiyanto. Etika. saling menghargai. ketersediaan untuk menerima pendapat yang lebih benar walau datang dari orang per orang ataupun kelompok orang. AN Ketetapan MPR No.

Untuk berhasilnya perilaku bersandarkan pada norma-norma etik kehidupan berbangsa dan bernegara. Proses penanaman dan pembudayaan etika dilakukan melalui pendekatan komunikatif. e. dan bermasyarakat di samping tanggung jawab kemanusiaan juga sebagai bagian pengabdian pada Tuhan Yang Maha Esa. bernegara. c. dan profesi politik yang dilandasi oleh pokok-pokok etika ini yang perlu ditaati oleh segenap anggotanya melalui kode etik profesi masing-masing. langkah-langkah penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan konsisten. dan bermasyarakat sebagai bagian dari sikap keberagaman. tidak melalui pendekatan cara indoktrinasi. Etika. profesi kedokteran. menulis. Keseluruhan aturan hukum yang menjamin tegaknya supremasi hukum sejalan dengan menuju kepada pemenuha rasa keadilan yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat. bernegara. dan bermasyarakat secara sinergik dan berkesinambungan yang melibatkan seluruh potensi bangsa. ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai berikut. Pelaksanaan gerakan nasional etika berbangsa. e. AN diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh peraturan yang ada. bernegara. d. belajar.HerwanParwiyanto. yang menempatkan nilai-nilai etika kehidupan berbangsa. profesi ekonomi. pemerintah ataupun masyarakat. Perlu dikembangkan etika-etika profesi. 7 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . serta secara bersama-sama menciptakan iklim kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. a. dan persuasif. dan kreatif dalam menciptakan karya-karya baru. Dengan adanya etika maka nilai-nilai pancasila yang tercermin dalam norma-norma etik kehidupan berbangsa dan bernegara dapat kita amalkan. Etika ini etika ini ditampilkan secara pribadi dan ataupun kolektif dalam perilaku gemar membaca. Etika Keilmuan dan Disiplin Kehidupan Etika keilmuan diwujudkan dengan menjunjung tingghi nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu berpikir rasional. logis dan objektif. Mengkaitkan pembudayaan etika kehidupan berbangsa. meneliti. membahas. Apabila sanksi moral tidak lagi efektif. seperti etika profesi hukum. Proses penanaman dan pembudayaan etika tersebut hendaknya menggunakan bahasa agama dan bahasa budaya sehingga menyentuh hati nurani dan mengundang simpati dan dukungan seluruh masyarakat. kritis. b. dialogis.

Tetapi pada prinsipnya membicarakan asas-asas dari tindakan dan perbuatan manusia. sopan santun yang dijunjung tinggi dan banyak lagi.HerwanParwiyanto. Etika sebagai ilmu dibagi dua. kewajibannya dan tanggungjawabnya terhadap Tuhannya. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. yaitu etika umum dan etika khusus. nilai Persatuan Indonesia. AN Kesimpulan : Nilai adalah sesuatu yang berharga. Semoga rangkuman ini dapat membuka pikiran akan pentingnya arti sebuah pancasila bagi kehidupan bangsa ini. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Sebagai cabang ilmu ia membahas bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia. Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. bermutu. memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat diantaranya Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia. dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dan Nilai berfungsi sebagai daya dorong/motivator. Pancasila banyak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia. dan berguna bagi manusia.Kecenderungan menganggap acuh dan sepele akan kehadiran pancasila diharapkan dapat ditinggalkan. menunjukkan kualitas. Etika sosial di lain hal membahas kewajiban serta norma-norma sosial yang seharusnya dipatuhi dalam hubungan sesama manusia. Sebagai cabang falsafah ia membahas sistem-sistem pemikiran yang mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. seperti dalam Islam. Etika indvidual membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri dan dengan kepercayaan agama yang dianutnya serta panggilan nuraninya. Etika merupakan cabang falsafah dan sekaligus merupakan suatu cabang dari ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora). Etika khusus dibagi menjadi dua yaitu etika individual dan etika sosial. aliran-aliran pemikiran etika beranekaragam. salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika”. Dalam falsafah Barat dan Timur. Nilai memiliki sifat normatif. “ PANCASILA SEBAGAI ETIKA “ Pancasila adalah sebagai dasar negara Indonesia. 8 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . seperti di Cina dan . Etika. serta sistem nilai apa yang terkandung di dalamnya. dan pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa ini sehingga bangsa ini dapat dihargai sebagai salah satu bangsa yang beradab didunia.Di dunia internasional bangsa Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki etika yang baik. Pembentukan etika bukan hal yang susah dan bukan hal yang gampang. Etika umum membahas prinsip-prinsip umum yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang beradab. karena berasal dari tingkah laku dan hati nurani. rakyatnya yang ramah tamah.

Inti dan isi Pancasila adalah manusia monopluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat (jasmani –rohani). norma dan moralNilai. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga maacam.Nilai bersifat abstrak hanya dapat dipahami. dan setiap unsur memiliki fungsi masingmasing namun saling berhubungan. etika lingkungan. Banyak usaha untuk menggolong-golongkan nilai tersebut dan penggolongan tersebut amat beranekaragam. etika bisnis.Nilai dapat bersifat subyektif bila diberikan olehs ubyek. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia. setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terlepas dari sila lainnya.. Setiap sila pada dasarnya merupakan azas dan fungsi sendiri-sendiri. atau kebutuhan material ragawi manusia. yaitu bagaimana seseorang dalam suatu masyarakat kenegaraan ( yang menganut sistem politik tertentu) berhubungan secara politik dengan orang atau kelompok masyarakat lain.HerwanParwiyanto.Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika 4. diantara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan. norma dan moral langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang cukup erat. Pancasila adalah suatu kesatuan yang majemuk tunggal. bukan obyek itu sendiriNorma : Aturan tingkah laku yang idealMoral : Integritas dan martabat pribadi manusiaSedangkan etika sendiri memiliki makna suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. karena masing-masing akan menentukan etika bangsa ini. b. etika profesi. dimengerti dan dihayatiolehmanusia. Mari kita membahas pengertian tiap-tiapnya. sifat kodrat (individu-makhluk sosial). Hubungan nilai. yaitu:1) Nilai material. Norma hokum merupakan norma yang paling kuat keberlakuannya karena dapat dipaksakan oleh suatu kekuasaan eksternal. Etika sosial meliputi cabang-cabang etika yang lebih khusus lagi seperti etika keluarga. yaitu segala sesuatu 9 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . 5. Seperti tercantum di sila ke dua “ kemanusian yang adil dan beradab” tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat berandil besar.Dan pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. dan bersifat obyektif bila melekat pada sesuatu yang terlepasd arti penilaian manusia 2. yang menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Etika.Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai. AN masyarakat. keinginan. yaitu makhluk Tuhan Yang Maha Esa.Makna moral lyang terkandung dalam kepribadian seseorang akan tercermin pada sikap dan -tingkah lakunya. tergantung pada sudut pandang dalam rangka penggolongan tersebut. bangsa dan negara. Hubungan antarnya dapat diringkas sebagai berikut : 1. Pancasila merupakan penjelmaan hakekat manusia monopluralis sebagai kesatuan organis. PengertianNilai : Sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek. misalnya penguasa atau penegak hokum 3. dipikirkan. etika seksual dan etika politik.Unsur-unsur hakekat manusia merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis. kedudukan kodrat sebagai pribadi berdiri sendiri.a. Etika politik sebagai cabang dari etika sosial dengan demikian membahas kewajiban dan norma-norma dalam kehidupan politik. Norma menjadi penuntun sikap dan tingkah laku manusia. norma dan moral. namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematik. etika pendidikan. Nilai: kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (lahir dan batin). dan hubungan antaranya. etika kedokteran.2) Nilai vital. Disetiap saat dan dimana saja kita berada kita diwajibkan untuk beretika disetiap tingkah laku kita. dan segala sesuatu pertimbangan batiniah manusia. hanya nilai macam apa yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dengan manusia. Dalam pembentukan sistem etika dikenal namanya nilai. Etika adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas.Moral dan etika sangat erat hubungannya. Dalam melaksanakan hubungan politik itu seseorang harus mengetahui dan memahami norma-norma dan kewajibankewajiban yang harus dipatuhi. . Norma: wujud konkrit dari nilai. etika jurnalistik.Nilai berkaitan dengan harapan. cita-cita.

etika Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan hubungan antara manusia baik sebagai makhluk individu 10 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . Kedua. Dalam pengertian secara khusus dikaitkan dengan interaksi sosial kita. etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control“.HerwanParwiyanto. yaitu sebagai makhluk individual dan sosial. Kode Etik DPR-RI yang sedang dalam proses menunggu persetujuan Rapat paripurna DPR. d) Nilai religious Para ahli sering mendefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”. Salah satu prinsip yang secara khusus relevan dalam etika individual ini adalah prinsip integrasi pribadi. etika dirupakan dalam bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada. bahkan dalam arti tertentu sulit untuk dilepaskan dan dipisahkan satu sama lain. dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk mengontrol segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang. setidaknya terdiri dari tiga. Etika dan moral berbangsa dan bernegara perlu dianggap sebagai etika terapan karena aturan normatif yang bersifat umum. sikap dan pola perilaku manusia sebagai makhluk sosial dalam interaksinya dengan sesamanya. yaitu: pertama. b) Nilai keindahan. Etika dan moral berbangsa ini. Sebagai etika khusus. AN yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. Ukuran moral harusnya didasarkan pada nilai budaya yang timbul dan berkembang di masyarakat dan/atau agama yang dianut. Ketiga. Etika. Dalam kehidupan sosial. Tentu saja sebagaimana hakikat manusia yang bersifat ganda. yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohanimanusia nilai kerohanian ini dapat dibedakan atas empat macam yaitu :a) Nilai kebenaran.3) Nilai kerokhanian. etika dan moral berbangsa merupakan kontekstualisasi aturan moral umum dalam situasi konkret. Moral lebih mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia. Etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dapat digali dari Pancasila yang merupakan dasar negara. yang berbicara mengenai perilaku individual tertentu dalam rangka menjaga dan mempertahankan nama baiknya sebagai pribadi yang bermoral. semua masyarakat mempunyai aturan moral yang membolehkan atau melarang perbuatan tertentu. Tata laku itu harus diikuti oleh anggota masyarakat dan akan menimbulkan “hukuman” bagi pelanggarnya. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial itu sendiri. Contoh. Dengan demikian. diterapkan secara khusus sesuai dengan kekhususan dan kekhasan bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. etika sosial yang mengacu pada kewajiban dan hak. Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. etika dan moral Individual yang lebih menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. Pancasila memancarkan nilai-nilai etika dan moral yang harus ditumbuhkembangkan dan diimplementasikan oleh setiap individu warga negara Indonesia. c) Nilai kebaikan. Etika individual dan etika sosial berkaitan erat satu sama lain. menuntun manusia bagaimana seharusnya ia hidup atau apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

ijinkan saya menguraikan secara ringkas etika yang dimaksudkan dalam ketetapan MPR ini. perlu ditumbuhkan budaya malu. kebijakan ekonomi yang mengarah kepada perbuatan korupsi. Untuk menyegarkan ingatan kita semua. yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Etika ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang bertatakrama dalam perilaku politik yang toleran. efisien. berkurangnya sopan santun dan budi luhur dalam pergaulan sosial. dalam rangka memenuhi amanah masyarakat. jauh dari sikap munafik serta tidak melakukan kebohongan publik. dan hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang berdampak langsung atau tidak langsung pada lingkungan hidup secara keseluruhan. yang dimaksudkan agar prinsip dan perilaku ekonomi dan bisnis. bangsa dan negara. tidak berpura-pura. menghargai perbedaan. menghormati. jujur dalam persaingan. Lahirnya TAP ini. mencintai.HerwanParwiyanto. maupun pengambil keputusan dalam bidang ekonomi. yaitu: Pertama Etika Sosial dan Budaya yang bertolak dari rasa kemanusiaan yang mendalam dengan menampilkan kembali sikap jujur. memahami. tanggap akan aspirasi rakyat. serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keseimbangan hak dan kewajiban dalam kehidupan berbangsa. Dan budaya keteladanan yang harus diwujudkan dalam perilaku para pemimpin baik formal maupun informal. baik oleh perseorangan. Sejak tahun 2001. Latar belakang munculnya kekahwatiran para wakil rakyat di MPR tersebut terungkap sejak terjadinya krisis multidimensi yang memunculkan ancaman yang serius terhadap persatuan bangsa. dan efektif serta menumbuhkan suasana politik yang demokrasi yang bercirikan keterbukaan. Sejalan dengan itu. melemahnya kejujuran dan sikap amanah dalam kehidupan berbangsa. kesediaan untuk menerima pendapat lain yang lebih benar. Kedua. tanggung jawab. berkeadilan. 11 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . dapat melahirkan kondisi dan realitas ekonomi yang bercirikan persaingan yang jujur. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. oligopoly. yang disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal baik dari dalam maupun luar negeri. dan terjadinya kemunduran pelaksanaan etika kehidupan berbangsa. Etika. dan beragama. Etika pemerintahan mengamanatkan agar penyelenggara negara memiliki rasa kepedulian tinggi dalam memberikan pelayanan kepada publik. pengabaian terhadap ketentuan hukum dan peraturan. adalah Etika Politik dan Pemerintahan yang dimaksudkan utuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. mendorong berkembangnya etos kerja ekonomi. MPR-RI mengeluarkan Ketetapan MPR RI No. Hal itu tampak dari konflik sosial yang berkepanjangan. daya tahan ekonomi dan kemampuan saing. Ketiga adalah Etika Ekonomi dan Bisnis. pemangku kepentingan. dan terciptanya suasana kondusif untuk pemberdayaan ekonomi yang berpihak kapada rakyat kecil melalui kebijakan secara berksinambungan. AN maupun sebagai kelompok dengan lingkungan alam yang lebih luas dalam totalitasnya. kolusi dan nepotisme. dan saling menolong di antara sesama manusia. dipengarui oleh lemahnya pemahaman terhadap etika berbangsa. bernegara. tidak manipulatif dan berbagai tindakan yang tidak terpuji lainnya. saling peduli. Etika dapat mencegah terjadinya parktek-praktek monopoly. tidak arogan.

budaya. jika politik kekuasaan berjalan di atas landasan demokrasi dan menempatkan rakyat sebagai yang berdaulat. etika. yang terjadi terutama dapat disaksikan dalam berbagai bentuk disorientasi ditengah masyarakat kita. Moral dan etika dalam perilaku masyarakat. Etika dan moral lahir dari nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.HerwanParwiyanto. karena menafikkan salah satunya berarti menarik kegiatan politik dari dimensi sosial dan hanya menjadi urusan pribadi. perlu terus mengacu pada konsensus nilai-nilai yang ada. yang menegaskan pentingnya kesadaran menghargai dan melestarikan lingkungan hidup serta penataan tata ruangan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Etika ini meniscayakan penegakan hukum secara adil. yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Berkaitan dengan etika dan moral bangsa. Mengacu kepada empat pilar dalam kehidupan berbangsa. dan sejahtera. Etika dan moral merupakan panduan universal yang merawat cita-cita kehidupan bernegara untuk mencapai tujuan asasinya. perlakuan hukum secara adil. perlakuan yang sama dan tidak diskriminatif terhadap setiap warganegara di hadapan hukum. Setiap sikap dan perilaku di ruang publik. Kelima adalah Etika Keilmuan yang dimaksudkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. terdapat beberapa hal pokok yang yang ingin ditegaskan. dan kesantunan sosial. Etika. yaitu: pemahaman terhadap etika dan moral bangsa dewasa ini menjadi penting. termasuk dalam politik bernegara adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. agar cita-cita dan keutuhan masyarakat tetap terjaga. yang tujuannya adalah menjalin kebersamaan. merosotnya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum. sebagaimana yang sedang gencar-gencarnya disosialisasikan oleh MPR. yaitu kehidupan yang berjalan di atas nilainilai budaya bangsa. Hal ini akan terjadi. pada hakekatnya. merawat kesatuan. Dan keenam adalah Etika Lingkungan. disintegrasi sosial-politik yang bersumber pada euforia kebebasan. mengingat adanya krisis sosial. dan 12 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . Nilai merupakan landasan perilaku dalam seluruh sendi kehidupan. Seperti. yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa tertib sosial. dan mencapai kehidupan yang tenteram. terutama nilai-nilai mayoritas yang menjadi sebuah keniscayaan dalam mewarnai tata perilaku warga bangsa. ilmu pengetahuan dan teknologi agar warga bangsa mampu menjaga harkat dan martabatnya. harmonis. NKRI. semuanya berkaitan dengan tata etika dan moral bangsa yang terdiri dari Pancasila. harus mencerminkan nilai-nilai itu. ketenangan dan keteraturan hidup bersama hanya dapat diwujudkan dengan ketaatan terhadap hukum dan seluruh peraturan yang berpihak kepada keadilan. lenyapnya kesabaran sosial dalam menghadapi realitas kehidupan yang semakin sulit sehingga mudah melakukan berbagai tindakan kekerasan dan anarkhi. dan menghindarkan penggunaan hukum secara salah sebagai alat kekuasaan dan bentuk-bentuk manipulasi hukum. dan moral. UUD 1945. bukan sebagai legitimasi atau hiasan belaka. berpihak kepada kebenaran untuk mencapai kemaslahatan dan kemajuan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Konsepsi dasar etika dan moral sebuah negara. AN Keempat adalah Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan. moral.

dan secara pribadi saya sangat mengapresiasi pandangan positif tokoh agama tersebut. yaitu agama. bahwa sesungguhnya diatas empat pilar. Namun demikian. AN Bhinneka Tunggal Ika. yang menjadi payung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. ada acuan yang dipandang sangat mendasar.HerwanParwiyanto.** 13 2 / PANCASILA & Pertimbangan Moral . Etika. berbagai tokoh agama berpendapat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful