P. 1
Kepemerintahan Yg Baik PrajabII 2011

Kepemerintahan Yg Baik PrajabII 2011

|Views: 146|Likes:
Published by Kasbi Saja

More info:

Published by: Kasbi Saja on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2015

pdf

text

original

MODUL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN GOL.

I DAN II

Drs. Idup Suhady, M.Si

Lembaga Administrasi Negara - Republik Indonesia 2009

Hak Cipta© Pada: Lembaga Administrasi Negara Edisi Tahun 2009

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Jl. Veteran No. 10 Jakarta 10110 Telp. (62 21) 3868201-06 Ext. 193, 197 Fax. (62 21) 3800188

Kepemerintahan yang Baik

Jakarta – LAN – 2009 12 hlm: 15 x 21 cm

ii
BAB V PENUTUP ...............................................62 A. Simpulan ........................................62 B. Tindak Lanjut...................................64

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................iii DAFTAR ISI........................................................v BAB I PENDAHULUAN ........................................ 1 A. Latar Belakang .................................. 1 B. Deskripsi Singkat ................................ 3 C. Indikator Hasil Belajar ......................... 3 D. Materi Pokok..................................... 4 E. Manfaat........................................... 4

DAFTAR PUSTAKA .............................................66 DAFTAR DOKUMEN ............................................69

BAB II PERKEMBANGAN LAHIRNYA KONSEPSI KEPEMERINTAHAN YANG BAIK......... 5 A. Umum............................................. 5 B. Pengertian Kepemerintahan yang Baik ...... 9 C. Latihan (Test) ..................................19 D. Rangkuman......................................20 BAB III PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK..22 A. Arti dan Pengertian Prinsip...................22 B. Prinsip Kepemerintahan yang Baik Sebagai Konsep ..........................................25 C. Latihan (Test) ..................................32 D. Rangkuman......................................33 BAB IV PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (Contoh dan Permasalahannya) .....34 A. Umum............................................34 B. Penerapan Prinsip-Prinsip Kepemerintahan Yang Baik .......................................35 C. Contoh dan Permasalahan dalam Penerapan. .....................................43 D. Permasalahan dalam Penerapan.............56

i

LATAR BELAKANG Dalam perjalanan sejarah roda pemerintahan di Indonesia pada awal abad 21 telah terjadi berbagai perubahan. harapan dan masalahmasalah yang dihadapinya. Perubahan cara pandang tersebut di atas mengenai hubungan timbal balik antara pemerintah dengan masyarakatnya. namun di sisi lain sebagian besar masyarakat mengalami kemiskinan dan ketertinggalan yang semakin buruk. Oleh karena . Pemerintah hendaknya tidak selalu melaksanakan sendiri kegiatannya melainkan mengikutsertakan juga masyarakat.2 Kepemerintahan yang Baik BAB I PENDAHULUAN A. sosial dan ekonomi dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Konsep tersebut memandang bahwasanya dalam negara hukum yang demokratis. karena merekalah yang paling mengetahui kebutuhan. karena pemikiran di atas juga dipromosikan secara gencar oleh berbagai negara lainnya dan badan-badan internasional pemberi bantuan. yang dalam bahasa Inggris disebut “Good Governance”. yaitu meskipun di satu sisi sebagian masyarakat mengalami peningkatan kesejahteraan ekonomi. Salah satu perubahan menonjol yang hingga kini terus diupayakan penerapannya adalah perubahan konsep secara serasi dalam mengurus kegiatan pemerintahan dan pembangunan. bahkan menjadi prasyarat untuk memperoleh bantuan luar negeri. antara lain dibidang politik. Dalam pemikiran tersebut diinginkan terdapat hubungan kerjasama yang setara dan saling berperan antara pemerintah dan masyarakatnya 1 pemerintahan/pembangunan di masa yang lalu. Perubahan yang diharapkan terjadi di Indonesia itu sejalan dengan arah perkembangan pemikiran dalam lingkup internasional. pemerintah harus didasarkan atas konsep “Kepemerintahan yang Baik”. Keinginan untuk merubah pemikiran dalam menjalankan pemerintahan ke arah yang disebut “Good Governance” pengalaman didorong pahit oleh semangat berbagai belajar dari kegagalan memberdayakan masyarakatnya untuk turut serta secara aktif dalam kegiatan pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan adanya jurang pemisah antara si miskin dan si kaya yang semakin melebar baik antara kelompok masyarakat maupun antar wilayah daerah.

MANFAAT Berbekal hasil belajar dan menyimak modul ini peserta Diklat dapat menjelaskan arti dan pengertian serta prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik dan juga penerapannya. MATERI POKOK Mengacu pada deskripsi singkat dan indikator hasil belajar. Penerapan prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik. INDIKATOR HASIL BELAJAR Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu menjelaskan: . terutama dalam pelaksanaan tugas aparatur pemerintah (PNS) sebagai pelayan masyarakat. B. yang prinsipprinsipnya juga harus mencerminkan penerapan prinsipprinsip Kepemerintahan yang Baik. dan permasalahan dalam penerapannya. Pengertian Kepemerintahan yang baik. 4. 2. Prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik. C. Latar Belakang lahirnya Konsep Kepemerintahan yang Baik. Kepemerintahan dan prinsip-prinsipnya contoh-contoh dan masalah-masalahnya. 4.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 3 4 1. 3. maka pokok bahasan modul ini berkenaan dengan: 1. Mata Diklat Kepemerintahan yang Baik berkaitan dengan mata Diklat Dasar-dasar Administrasi Publik dan juga dengan mata Diklat Pelayanan Prima. termasuk permasalahannya. modul ini dijelaskan mengenai yang Baik disertai arti dan (Good dengan D. Latar Belakang Kepemerintahan yang Baik itu suka atau tidak suka konsep “Kepemerintahan yang Baik” mutlak perlu dipahami dan diupayakan terlaksana di lingkungan aparatur pemerintahan utamanya PNS yang banyak berperan dalam pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat. Contoh-contoh penerapan Kepemerintahan yang Baik. khususnya yang berkenaan dengan pelayanan masyarakat. Pengertian Kepemerintahan yang Baik. dan permasalahan dalam penerapannya. Prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik. DESKRIPSI SINGKAT Pada pengertian Governance). 2. berkembangnya konsep Kepemerintahan yang Baik. E. 3.

pemerintahan. misalnya peristiwa penting yang terjadi pada suatu suatu negara tertentu dapat secara cepat diakses (ditelusuri/diketahui) oleh masyarakat negara di dunia. sosial maupun budaya. termasuk Indonesia menghadapi suatu tantangan yang berat berupa perubahan yang sangat penting diantaranya dalam bidang politik. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu negara atau organisasi internasional perlu dijadikan pertimbangan dalam perubahan tersebut juga merupakan tantangan dalam menjalankan pembangunan pemerintah roda pemerintahan Oleh dan melaksanakan itu itu aparatur dengan nasional. Perubahan tersebut seolah-olah menuju pada terbentuknya dunia tanpa batas (borderless world). ekonomi. termasuk pengurusan kepegawaiannya. Pengaruh tersebut juga semakin terasa dan tidak bisa diabaikan dalam menjalankan praktek pemerintahan. maupun organisasi internasional sangat tinggi dan saling mempengaruhi. terutama teknologi informasi/komunikasi. Disisi lain tingkat keterkaitan baik antar organisasi pemerintah. 5 menyusun dan melaksanakan kebijakan pemerintah. . sosial-budaya dan A. karena tantangan harus menjawab melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap tata cara pengurusan kegiatan pemerintah baik yang menyangkut persoalan organisasi. Globalisasi juga ditandai oleh meningkatnya persaingan (kompetisi) bebas yang mengharuskan setiap bangsa untuk secara terus menerus meningkatkan kemampuannya ekonomi.6 Kepemerintahan yang Baik BAB II PERKEMBANGAN SITUASI KE ARAH LAHIRNYA KONSEPSI KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Globalisasi yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan semangat ingin bebas dari kekangan/tekanan telah mendorong perubahan besar dalam kehidupan politik. Baik perubahan itu berasal dari dalam negara maupun dari luar yang pengaruhnya bersifat global (mendunia) yang kemudian terkenal dengan sebutan “globalisasi”. dan prosedur kerjanya maupun dalam pengembangan kemampuan pegawai. UMUM Dalam memasuki abad ke-21 negara-negara di berbagai belahan dunia. Pengaruh dalam bersaing dengan bangsa lain. masyarakat dan swasta (dunia usaha). tata kerja.

. juga menghadapi masalah (krisis) yang beraneka ragam. antara lain gangguan keamanan dari kelompok orang tertentu yang ingin memisahkan diri dari NKRI. lemahnya penegakkan hukum dan Di sektor swasta (dunia usaha). meningkatnya kejahatan (kriminalitas). jumlah penduduk miskin dan merosotnya daya saing bangsa. Begitu rumit dan tersendatnya pemberantasan KKN. Di lingkungan masyarakat. menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 7 dan teknologi 8 Kepemerintahan yang Baik Perkembangan ilmu pengetahuan terutama teknologi informasi telah mengubah sistem pelayanan masyarakat dan dunia usaha sedemikian rupa sehingga hubungan usaha (transaksi) dapat langsung dilakukan tanpa bertatap muka dengan pelayanan secara electronic (e-services). sehingga menimbulkan situasi yang menuntut mereka dapat mengetahui lebih banyak. pengangguran. budaya. Menurut disaksikan dari gaya hidup. cara berpakaian dan lain-lain. namun tidak mempunyai cukup waktu untuk menyikapi perubahan yang terjadi. Dalam pada itu situasi dalam negeri (Indonesia). kini beralih pada penguatan operasinya di unit cabang usaha yang berlokasi di kota-kota di seluruh dunia. sehingga tata hubungan organisasinya semakin rumit dan memerlukan kemampuan tersendiri untuk dapat ditangani secara tepat. seperti menurunnya tingkat kepatuhan masyarakat (krisis kepercayaan). Kondisi ini menyebabkan masyarakat berada pada kedudukan yang amat lemah/rapuh terhadap berbagai pengaruh perubahan itu sendiri. pertumbuhan perusahaan raksasa berlingkup nasional telah mendorong perubahan cara kerja operasi dan pengelolaan yang semula sangat terpusat pada perusahaan induk di negara asal. dapat mencapai pendapat kondisi-kondisi Andrew yang diharapkan. Dunsire kemampuan mengurus/menangani secara terkendali dan terarah itu adalah melalui apa yang disebut kepemerintahan (governance). dan sangat kritisnya masyarakat menyikapi perubahan memerlukan kemampuan pembinaan yang tinggi guna Perubahan di bidang sosial yang cepat. pertumbuhan lembaga swadayanya semakin cepat dengan berbagai tujuan yang berbeda. beranekaragamnya kehidupan masyarakat dijaman ini. lambatnya perbaikan ekonomi. Sebab dalam tenggang waktu singkat berbagai perubahan yang bersifat mengguncangkan justru akan menghasilkan permasalahan.

menyelenggarakan tekanannya kegiatan pada oleh cara masyarakat. MA (2000: 34). PENGERTIAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Pemahaman mengenai pengertian dari istilah pemerintah. Pengertian yang lainnya dapat disimak dalam kepemerintahan (Governance). diperlukan contoh/ model kepemerintahan yang mampu menserasikan hubungan timbal balik antar berbagai pihak dalam masyarakat dan dengan pemerintah dalam suatu pola tata hubungan yang saling mengisi dan harmonis. yang menyangkut kepentingan masyarakat dan campur tangan pemerintah atas Kepemerintahan yang Baik dan yang berkaitan dengan itu sangat penting. Jadi menyelenggarakan kegiatan. Adapun istilah “Governance” yang dialihkan ke bahasa Indonesia berarti “tindakan ataupun cara melakukan. B. Bintoro Tjokroamidjojo. Jadi mengandung banyak arti dan dalam hubungan ini . yang mengemukakan sebagai berikut: Governance artinya: memerintah – menguasai – mengurus – mengelola”. sedangkan kepemerintahan adalah kegiatan (proses)nya. Dari sudut konsep model tersebut di atas disebut Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). terlebih dalam masyarakat awam (kebanyakan) antara istilah pemerintah (Government) dan kepentingan-kepentingan tersebut (Koiman: Ed. 1993). Hal ini bisa dilihat pada pernyataan berikut: “Kepemerintahan lebih merupakan rangkaian hubungan timbal balik antara pemerintah dengan masyarakatnya dalam berbagai bidang. mengingat masih ada yang sering keliru.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 9 yang akhirnya 10 Kepemerintahan yang Baik sulitnya menjalankan pemerintahan. antara Pemerintah yang Baik (Good Government) dan Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). Bisa pula berarti “Badan/Lembaga yang menjalankan kegiatan pemerintahan negara. Untuk menghadapi kondisi yang kompleks. Secara singkat pemerintah adalah lembaganya atau organisasinya. cepat berubah dan sangat beragam dalam kehidupan (masyarakat/rakyat) dalam sebuah negara. baik cara mengucapkan maupun memahaminya dikalangan aparatur. atau dapat berarti pula cara mengelola/mengurus yang dilakukan oleh pemerintah. pendapat Prof. Istilah Pemerintah atau dalam bahasa Inggrisnya Government mengandung pengertian “Pengarahan pihak berwenang (penguasa) atas kegiatan orang-orang mengarah kepada timbulnya kekacauan sosial (1993: 2223).

Dalam hubungan ini Agus Dwiyanto mengenai governance mengemukakan bahwa “istilah “kepemerintahan”. bahkan disamakan pula dengan istilah Tata Kepemerintahan (lihat Peraturan Presiden No. Dari uraian di atas kita bisa memahami bahwa istilah “governance” tidak semata-mata berarti (kepemerintahan) sebagai seni kepemimpinan publik yang terdiri dari tiga bidang: a. Hubbard (2001) mengatakan bahwa Kepemerintahan mengandung pengertian tidak sekedar pemerintahan. Atas dasar itu berkembang istilah “public governance. swasta. pembinaan. badan hukum/perusahaan dan pengelolaan sektor perbankan). b. Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian “Governance” dari berbagai sumber/ahli seperti: 1. yaitu: cara menggunakan kekuasaan pemerintah/negara dalam mengelola sumber daya ekonomi dan sosial untuk pembangunan masyarakat. 2. corporate governance dan banking governance (pengelolaan sektor publik. pengarahan. Bentuk dan penguasa politik. istilah “governance” . Kepemerintahan mengandung pengertian “bagaimana . penyelenggaraan dan dapat pula diartikan pemerintahan”.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 11 mengenai istilah 12 Kepemerintahan yang Baik tampaknya beliau sependapat masyarakat mengatur dirinya sendiri (terjemahan bebas). diterjemahkan sebagai pengelolaan””. Kemampuan pemerintah untuk merancang. tetapi juga berarti pengurusan. Rainer Tetzlaff (1995: 20-22) memberikan pengertian Kepemerintahan secara sederhana. pengelolaan. “kepemerintahan sebagai suatu kegiatan pemerintah. Proses pelaksanaan kewenangan dalam mengatur kegiatan (ekonomi dan sumber daya sosial) dari negara. Sementara itu pada Pidato Presiden tanggal 16 Agustus 2000. 3. Lebih lanjut istilah governance kemudian berkembang dan menjadi terkenal dengan sebutan menemukan dan melaksanakan kebijakan serta melaksanakan fungsi-fungsinya. Novartis Foundation for Sustainable Development (NFSD) memberikan pengertian governance “penyelenggaraan“ (pengelolaan) sebagai terjemahan dari istilah “governance”. 7 Tahun 2005. c. tentang RPJMN 2004-2009). tetapi melibatkan swasta dan masyarakat. private governance. Dari beberapa pengertian “tentang governance” dapat diketahui bahwa konsep itu pada dasarnya berkenaan dengan kegiatan pemerintah.

penyelenggaraan negara. atau pengelolaan yang baik untuk mencapai ketertiban dan kelancaran pelaksanaan memang sulit mencari padanan kata itu secara tepat. pengaturan yang baik. lebih dari itu pemerintah dapat saja tidak berperan sama sekali. disebut “Kepemerintahan yang Baik (Good Governance). pengurusan secara bersama-sama oleh pemerintah dan atau organisasi lain. yang disusun oleh LAN-BPKP tahun 2000. yaitu LSM. pengaturan. Lebih jauh dinyatakan bahwa “apapun terjemahannya menunjuk pada pengertian bahwa kekuasaan tidak lagi semata-mata dimiliki atau menjadi urusan pemerintah. Yang dapat diterima oleh seluruh masyarakatnya. mengikutsertakan masyarakat/rakyat/ warga negaranya.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 13 bentuk aslinya karena 14 Kepemerintahan yang Baik governance dibiarkan dalam seimbang. Dalam proses itu berlangsung kerjasama antara organisasi pemerintah dan masyarakat (LSM. pemerintahan) dan pada lembaga (pemerintah)nya. dinyatakan bahwa istilah “kepemerintahan dalam prakteknya yang terbaik”. Tanda-tanda terlihatnya Kepemerintahan yang Baik dapat dilihat dari kenyataan bahwa mengurus negara/kegiatan dilaksanakan oleh pemerintah pemerintah tidak saja. swasta) secara . 2006). Banyak diterjemahkan sebagai tata pemerintahan. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pemahaman mengenai pengertian istilah kepemerintahan (governance) lebih ditekankan pada jalannya kegiatan (proses Beberapa hal dalam konsep Kepemerintahan yang Baik. Itulah sebabnya praktek terbaik (best practise) dari governing disebut “Good Governance” yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan pengurusan yang baik. Dalam modul Sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. selalu tetapi harus juga pengelolaan. Dalam ungkapan bahasa Inggris disebut “governance without government”. yang penting harus dipahami diantaranya adalah bahwa arti “Baik” dalam istilah Kepemerintahan yang Baik mengadung dua pengertian. perusahaan swasta dan warga negara. penyelenggaraan. Bahkan lembaga yang bukan pemerintah tersebut dapat saja memegang pengaruh besar dalam “governance” tersebut. Governance menekankan pada pelaksanaan fungsi kegiatan guna mencapai tujuan bersama yang disepakati bersama pula. ataupun pengelolaan” (Ed.

Peraturan memberikan diantara negara. penyempurnaan administrasi negara. efektifitas. UNDP memberikan definisi Kepemerintahan yang Baik sebagai ”hubungan yang saling mengisi swasta dan dan membangun masyarakat”. 3. prinsip-prinsip transparansi. mencegah salah urus dan pula pengertian Good Governance yang secara ringkas dirumuskan sebagai “mengurus pemerintahan negara secara mantap dan bertanggung jawab. 2. fungsi/tugas dari pemerintahan yang berjalan secara tepat dalam mencapai hal-hal tersebut di atas. efisiensi. maka upaya mewujudkannya merupakan upaya melakukan persekongkolan politik/administrasi. (3) pembangunan berkelanjutan. profesionalitas.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 15 16 Kepemerintahan yang Baik Pertama : Adanya nilai-nilai yang menjunjung tinggi keinginan/kehendak rakyat dan nilai-nilai yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam mencapai (1) tujuan (nasional). Dari Modul Diklat yang diterbitkan oleh LAN terdapat Di bawah ini diberikan uraian mengenai pengertian Kepemerintahan yang Baik dari berbagai sumber sebagai berikut: 1. Pemerintah definisi No. dan penciptaan aturan/ketentuan yang baik di bidang politik/hukum bagi tumbuhnya kegiatan dunia usaha”. Oleh karena Kepemerintahan yang Baik melekat dengan praktek administrasi negara. 4. supremasi hukum dan dapat diterima oleh seluruh rakyat”. demokrasi. maka dalam good Governance mengandung pengertian bahwa kekuasaan mengurus . hemat dan tepat. 5. menjalankan disiplin anggaran. 101 Tahun yang 2000. swasta dan masyarakat”. dengan cara menjamin hubungan yang baik antara pihak pemerintah. Baik Kepemerintahan sebagai ”Kepemerintahan yang mengembangkan dan Kedua : Persoalan yang berkenaan dengan fungsimenerapkan akuntabilitas. (4) keadilan sosial. Bank dunia menyamakan istilah Kepemerintahan yang Baik dengan “melaksanakan pengaturan pembangunan secara mantap dan bertanggung jawab sejalan dengan keinginan rakyat. Menurut Agus Dwiyanto ”apapun terjemahannya dari Governance. pelayanan prima. (2) kemandirian.

karena kekuasaan Kepemerintahan yang Baik adalah sebagai berikut: 1. MA. BPK) dan lembaga . Dari berbagai pengertian tersebut di atas. ekonomi dan dunia hukum usaha yang dan pemerintah itu sendiri terbagi dan terbatas. sosial dan politik. 3. melainkan bersama dengan pihak swasta dan masyarakat.D Millet (1954) dikatakan bahwa Pemerintahan kesempatan yang berbagai baik berarti memberikan berperan Peran masing-masing pilar itu dalam konsep Swasta Masyarakat Pemerintah organisasi sosial melaksanakan tugas-tugas pelayanan masyarakat di luar kekuasaan pemerintah. Masyarakat memberikan kemudahan hubungan sosialpolitik melalui kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk ikut berperan dalam kegiatan ekonomi. dapat disimpulkan bahwa Good Governance atau mendorong berkembangnya masyarakat secara sehat. Ditinjau dari segi kelembagaan (organisasi). Hubungan ketiga pilar tersebut bila digambarkan adalah sebagai berikut: kerja/pendapatan. swasta dan masyarakat yang saling berhubungan secara harmonis sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. 2006). Dalam tulisan J. Swasta/dunia usaha menciptakan lapangan Kepemerintahan yang Baik adalah “pengurusan atau penyelenggaraan pemerintahan yang tidak semata-mata dilakukan oleh pemerintah. 2.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 17 18 Kepemerintahan yang Baik pemerintahan tidak lagi semata-mata dimiliki atau menjadi urusan pemerintah – menekankan pada pelaksanaan fungsi pengrusan secara bersama oleh pemerintah dan lembaga lainnya LSM. yaitu pemerintah. 6. maka negara sebagai unsur governance termasuk di dalamnya lembaga negara (DPR/DPD. Negara/pemerintah berperan menciptakan suasana lingkungan politik. perusahaan swasta serta warga negara (Ed. Dengan demikian dalam konsep Kepemerintahan yang Baik terdapat tiga pihak penting yang disebut juga pilar-pilar Kepemerintahan yang Baik.

Kepemerintahan (Governance) 4. Sebutkan pilar-pilar Kepemerintahan yang Baik. pengusaha. Istilah-istilah lain apa saja yang artinya sama dengan istilah kepemerintahan 3. Termasuk dalam kelompok masyarakat misalnya Ikatan Dokter. . LATIHAN (TEST) 1. dan lembaga swadaya teknologi serta semangat bebas dari tekanan telah mendorong perubahan besar dalam kehidupan bernegara yang harus disikapi dengan melakukan perbaikan dan penyesuaian dalam cara-cara mengurus pemerintahan masyarakat (LSM). kekuasaan pemerintah yang berlebihan telah Kepemerintahan yang Baik.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 19 20 D. Dalam negara yang pemerintahnya terlalu mengandalkan mengabaikan kekuasaan/kewenangan aspirasi/kepentingan sehingga masyarakat/rakyat. Di tingkat Daerah. sosial dan politik serta hukum dan lain-lain) telah menimbulkan tantangan yang berat bagi berbagai negara di dunia. Government (Pemerintah) 3. Jelaskan mengenai arti dan pengertian di bawah ini: 2. 2. lembaga pemerintahan Daerah termasuk didalamnya perangkatnya Pemerintah serta DPRD. RANGKUMAN Kepemerintahan yang Baik pemerintah (Kementerian/Departemen dan LPND). Daerah Sektor dengan swasta segenap meliputi Perkembangan lingkungan dipenghujung abad ke-20 yang menyangkut kehidupan masyarakat (ideologi. Jelaskan secara singkat mengenai latar belakang lahirnya konsep Kepemerintahan yang Baik. C. Sedangkan masyarakat terdiri dari individu dan kelompok (baik yang terorganisasi maupun tidak). Perkembangan ilmu pengetahuan dan perusahaan swasta yang berkecimpung dalam berbagai bidang kegiatan. 5. ekonomi. Jelaskan peran dari masing-masing pilar (negara). terutama di negara-negara yang sedang berkembang. dengan datangnya pengaruh perubahan yang mendunia kekuasaannya yang berlebihan telah menjadi senjata yang mengancam bagi pemerintah itu sendiri. Boleh dipilih menurut/sesuai sumbernya. Konsep atau pemikiran bahwa segala urusan yang menyentuh kepentingan masyarakat/rakyat hanya pemerintah yang berwenang mengurus atau mengaturnya terutama dalam negara hukum yang demokratis dan berkeadilan sudah tidak sesuai lagi untuk dipertahankan. 4. Dari pengalaman mengurus pemerintahan di Indonesia. Jelaskan mengenai pengertian Kepemerintahan yang Baik.

standar atau patokan dan mendorong kelancaran dan menjaga ketertiban berlangsungnya kegiatan. Dalam konteks ini.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 21 (mis-manajemen). 22 governance). sering disebut juga asas. apabila masyarakat/swasta sudah mampu melaksanakan kegiatan tersebut. . peran pemerintah terbatas pada segisegi membuat kebijakan. ajaran yang selalu dipandang benar. Dapat diartikan patokan ataupun landasan yang dijadikan pegangan atau acuan untuk melakukan sesuatu. Pada umumnya dalam istilah prinsip mengandung kebenaran yang sudah teruji dan dapat dibuktikan dalam praktek. yaitu pemerintah. Prinsip tidak sama (berbeda) dengan hukum atau pun dogma. pendidikan/sekolah dan menyediakan angkutan umum. Prinsip sebagai pernyataan yang mendasar bersifat: 1. ARTI DAN PENGERTIAN PRINSIP Secara umum prinsip adalah suatu istilah yang sering digunakan dalam dunia ilmu pengetahuan. Prinsip adalah sebuah pernyataan mendasar. Itulah secuil masalah yang memunculkan lahirnya konsep Kepemerintahan yang Baik (good BAB III PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK PRINSIP-PRINSIP KEPEMER INTAHAN YANG BAIK A. Dalam Kepemerintahan yang Baik. yang pada umumnya menjadi landasan berpikir/bertindak. Praktis. Bahkan bilamana perlu pemerintah tidak harus melaksanakan sendiri kegiatankegiatan di bidang tertentu. maksudnya prinsip itu selalu dapat dipakai terlepas dari waktu atau saat ditetapkan. rakyat dan menimbulkan salah urus turunnya/tipisnya kepercayaan kepada pemerintah. Misalnya mendirikan dan mengelola rumah sakit. pengurusan kegiatan pemerintah dilakukan secara bersama sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing pelaksananya. Oleh sebab itu prinsip. dan melakukan hubungan kerja yang saling mengisi dan harmonis. swasta dan masyarakat yang berfungsi secara berimbang. Prinsip atau asas lahir dari pengalaman dalam hal yang sama dan berulang-ulang dengan hasil yang sama. Dalam hal tertentu prinsip dapat dinyatakan dalam bentuk dugaan atau anggapan yang mendasar dan atau hipotesa (kesimpulan sementara).

Itulah sebabnya dalam konsep Kepemerintahan yang Baik terdapat prinsip-prinsip tertentu yang harus dijadikan pegangan dalam mempraktekkan konsep tersebut. Pemerintah dengan seluruh aparaturnya perlu bertindak lebih bijak dalam menjalankan demokoratis.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 23 24 menyelesaikan persoalan/masalah Kepemerintahan yang Baik 2. mengatasi dan walaupun dari sudut pandang konsep ”Governance” . menganggap remeh masyarakat dan kurang peduli pada kepentingan mereka seolah-olah lupa akan peran dan kewajibannya sebagai pelayan atau abdi masyarakat. Atas dasar itu dibuatlah peraturan-peraturan ataupun kebijakan yang bersifat mengatur dan mengikat masyarakat untuk dipatuhi secara tertib. 2002. Namun demikian dalam praktek pemerintahan Kepemerintahan mengandung dan dimanapun berlangsung terdapat kecenderungan bahwa dengan cara tersebut di atas. mengurus bahkan memaksa warganya diwilayahnya dan mengontrol pengaruh luar atas pelaksanaan wewenangnya didalam negeri. Sebagaimana diketahui bahwa menurut pandangan klasik. 3. Bahkan memberikan sanksi bilamana terjadi pelanggaran atas peraturan/kebijakan ataupun ketentuan yang telah Penerapan prinsip akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Satu hal yang harus dipahami adalah bahwa pemerintahan di negara kita yang penguasa di atas wilayah dan rakyatnya dan pemerintah dianggap paling berwenang menetapkan. sehingga dapat menjadi pedoman pemikiran atau tindakan dalam menjadikan kenyataan tentang praktek Kepemerintahan yang Baik. pemerintah sebagai lembaga mempunyai wewenang untuk mengatur. dan kepentingan masyarakat. ketertiban sosial yang diharapkan seringkali tidak tercapai sepenuhnya. Kondisi itu dialami pula di negara kita bahkan masih terasa terutama dalam pelayan masyarakat. Oleh yang karena Baik itu prinsip-prinsip pengertian teruji dibuatnya guna menjamin ketertiban sosial. Konsisten (ajeg) dalam arti bahwa dalam situasi yang serupa akan timbul hasil yang serupa juga (LAN. termasuk mengawasi lembaga-lembaganya. Relevan (berkaitan) dengan sebuah ketentuan yang bersifat dasar dan luas sehingga memberikan suatu pandangan yang mencakup banyak hal. Sikap dan tindakan aparatur pemerintah sering berlebihan. Pemerintah adalah mewujudkan ”Good Governance”. Dengan penerapan konsep ”Governance” dalam upaya ketentuan-ketentuan mendasar telah kebenarannya dalam praktek.

kepada masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan masyarakat. masyarakat mutu dan dalam serta penyelenggaraan pelayanan tanggapan. 2. PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK SEBAGAI KONSEP Dalam tulisan tentang mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik (2006:78-79) diajukan 4.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 25 pengurangan peran 26 ”kekuasaan atas” menjadi” Kepemerintahan yang Baik membawa akibat terjadinya kekuasaan untuk pemerintah namun pemerintah sebagai pihak berwenang tidak bisa diabaikan perannya. 6. Pemerintah harus melibatkan semua pihak dalam yang masyarakat dalam proses kebijakan mulai dari setidaknya ada enam hal mendasar yang bisa dijadikan acuan/patokan sebagai berikut: 1. mandiri dan dinamis. Pemerintah pemberian harus mampu meningkatkan penyesuaian. 5. Pertanyaan yang timbul adalah ” bagaimanakah sebaiknya pemerintah ”menyelenggarakan” kepentingan”. pemerintah tetap berperan sebagai figur kunci namun tidak besar pengaruhnya dan mempunyai kemampuan dalam melakukan koordinasi terhadap pelaku-pelaku (aktor) pada lembaga-lembaga semi dan non pemerintah untuk mencapai tujuan perumusan. 3. Pemerintah. memenuhi kebutuhan” dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul di masyarakat. Pemerintah harus mampu merekayasa/merancang ulang struktur dan budaya kerja organisasinya agar siap dan mampu menjadi penggerak pihak/lembaga lainnya untuk menjalani kerjasama yang kokoh. Dalam kolaborasi (kebersamaan=penulis) dibangun. swasta dan masyarakat setempat menempatkan dirinya dan bersikap manakala berlangsung proses Governing (kepemerintahan) dalam rangka (lokal/daerah) merupakan pelaku atau aktor yang mempunyai peran dan posisi/kedudukan yang saling menseimbangkan. Kepemerintahan yang Baik? B. Kekuasaan yang dimiliki pemerintah harus diubah maknanya dari yang semula dipahami sebagai pertanggungjawaban penyelenggaraan kepentingan pemenuhan kebutuhan . LSM.

Dengan atas. transparansi. (c) transparansi. (h) pengawasan publik. akuntabilitas. 2. Dalam Peraturan Pemerintah No. (3) Akuntabilitas. (k) efektvitas dan efisiensi. Dalam buku Mewujudkan Good Governance melalui Pelayanan Publik dinyatakan ada pula yang bagi selaku gugat penanggung atas segala kebijakan yang ditetapkannya. efisiensi dan efektivitas. yang sebenarnya serupa tapi tak sama dengan prinsipprinsip Kepemerintahan yang Baik. bahkan nilai-nilai dari ”Kepemerintahan yang Baik”. (f) wawasan ke depan. (e) daya tanggap. dan dapat diterima oleh masyarakat. (4) Efektifitas dan efisiensi. Bila kita mempelajari berbagai sumber informasi seperti: peraturan perundangan. 101/2000 tentang Diklat Jangka Jabatan PNS (Penjelasan Pasal 2 huruf a) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan perkataan lain bila patokan-patokan di atas diterapkan secara tepat dan konsekuen menjadi ciri Kepemerintahan yang Baik. dan (8) Kesetaraan. (d) kesetaraan. Keenam butir tersebut di atas bisa disebut ciri. dan (j) profesionalisme. buku-buku teks. supremasi hukum. (g) akuntabilitas. menyebutkan 10 prinsip yang hampir sama dengan di . Akuntabilitas kewajiban bertindak penanggung mengandung aparatur pengertian pemerintah jawab tindakan adanya untuk dan dan Kepastian hukum. (2) Transparansi. yaitu: a. Prinsip Kepemerintahan yang Baik menurut UNDP ada delapan yaitu (1) Partisipasi. dan berbagai tulisan ilmiah. terdapat berbagai prinsip yang perlu diketahui dan dipahami oleh aparatur pemerintah (PNS) sebagai di bawah ini: 1. 4. Gambir Batha (1996:7) mengemukakan pandangan mengenai unsur-unsur utama Good Governance. (6) Responsifitas (7) Konsensus.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 27 28 Kepemerintahan yang Baik dan penyelesaian masalah dalam masyarakat/masalah publik. (5) Kepemerintahan yang Baik adalah kepemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas. (b) penegakan hukum. 3. pelayanan prima demokratis. Ciriciri itu bila kita telaah sebenarnya merupakan suatu ketentuan/patokan atau acuan yang harus diikuti untuk mewujudkan Kepemerintahan yang Baik. yaitu (200:79): (a) partisipasi.

dunia usaha (swasta) dan masyarakat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut perlu diterapkan oleh ketiga pihak/pilarnya demi keberlangsungan pengelolaan secara bersama kegiatan pencapaian tujuan negara/pemerintahan. yang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 disebut asas-asas umum penyelenggaraan negara. Dalam hubungan ini aparatur pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara wajib memahami dan yang proses pembuatan sehingga pelaksanaannya masyarakat secara umum mengetahui dengan jelas.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 29 secara jelas perorangan bisa 30 Kepemerintahan yang Baik b. ditetapkan dan dilaksanakan berdasarkan cara-cara dan 2. mengetahui kebijakan Rakyat dengan dan berarti aparatur negara mau dan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam pelayanan masyarakat dengan baik. Asas kepastian hukum. 5. c. prinsip ini menghendaki adanya kesempatan memberikan rakyat secara dan terbuka kritik untuk mempraktekkan prinsip-prinsip Kepemerintahan Baik. Transparansi. 3. Asas kepentingan umum. Asas proporsionalitas. Asas ataupun prinsip Kepemerintahan yang Baik Prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik seperti di atas dapat dipraktekkan dan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan bersama dalam bernegara. Asas tertib penyelenggaraan negara. . 4. 6. Asas profesionalitas. Keterbukaan. antara pemerintah. Asas keterbukaan. tanggapan terhadap pemerintah terutama dalam perolehan informasi yang memadai (lengkap dan jelas) untuk menilai jalannya pemerintahan. 7. Asas akuntabilitas. Perlu diketahui bahwa dalam proses penyusunan undang-undang tersebut telah mengakomodasi semangat dan konsep Kepemerintahan yang Baik (Bintoro: 2003). Proses pencapaian tujuan negara tentunya melibatkan pula masyarakat. berupa jaminan kepasatian hukum dan rasa keadilan masyarakat terhadap setiap kebijakan pemerintah yang ditempuh dan setiap kebijakan/peraturan harus dirumuskan. Adapun asas atau prinsip tersebut adalah: 1. Aturan hukum. d. aturan yang jelas dan ajeg dan juga diketahui oleh masyarakat.

terutama yang tugasnya berhubungan dengan pelayanan masyarakat secara digunakan dalam konsep Good Governance seperti responsible. baik atas diri. ada sikap yang ingin sukses sekalipun C. menerapkan pelayanan prima di beberapa Pemda Kab/Kota. organisasi dan perilaku aparatnya hingga masyarakat/warganegara dari berbagai tindakan sewenang-wenang. sekarang masih belum sepenuhnya terselenggara dengan baik (pungutan liar. menurutnya memberikan dan bersih pelayanan menyediakan/memberikan perlindungan (terhadap) (masyarakat)/swasta/orang perorang. Mengapa demikian? Pertama : pelayanan masyarakat merupakan fungsi pemerintah yang langsung berhubungan dengan pihak yang bukan pemerintah Kepemerintahan pemerintahan kemudahan. hak maupun atas harta bendanya (1959). accountable. dan lain-lain”. berbelit-belit. Merupakan suatu hal yang menarik dan mudah dicerna dalam memahami pengertian Kepemerintahan yang Baik dengan sekian banyak prinsip-prinsipnya bila kita menyimak pernyataan Ketua Mahkamah Agung sebagai berikut: ”bahwa berbagai istilah sering 2. baik dari segi cara kerja. LATIHAN (TEST) 1. Kedua : pelayanan masyarakat. Jelaskan pula pengertian Prinsip Kepemerintahan yang Baik. dimana tidak hanya dapat dirasakan langsung oleh penerima layanan. transparancy.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 31 32 Kepemerintahan yang Baik Prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik terutama harus diterapkan oleh PNS. controlable. waktu penyelesaian dilayani dll) yang tidak jelas. yang yang kepastian Baik Bagi rakyat banyak adalah berbagai dalam dan langsung. bila proses penyelenggaraannya (governing) menerapkan prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik secara tepat. Apakah yang dimaksud prinsip itu? Jelaskan menurut pemahaman Saudara. . Dari uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa roda pemerintahan akan berjalan secara harmonis. limitable.

swasta dan masyarakat). pemerintahan dan pembangunan tidaklah dimaksudkan untuk mengabaikan pentingnya pengaturan pemerintah yang efisien. Apa hasil dari penerapan prinsip Kepemerintahan yang Baik. yaitu terciptanya kesejahteraan rakyat/masyarakat. ketahui? Jelaskan menurut pemahaman BAB IV PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YANG BAIK (Contoh dan Permasalahannya) A. namun dalam rangka pembatasan materi sesuai dengan pokok bahasan hanya diuraikan penerapan prinsip-prinsip pokok yang dipandang penting 34 . Ada berapa prinsip Kepemerintahan yang Baik yang Saudara Saudara. Berbagai prinsip Kepemerintahan yang Baik yang dikemukakan diterapkan pada Bab III pada hakekatnya perlu oleh ketiga pelakunya (pemerintah. Tanggung jawab terlaksananya penerapan Kepemerintahan yang Baik terletak pada ketiga pihak di atas. hak dan kewajiban serta tanggung jawab masing-masing secara seimbang dan selaras. Kesemuanya itu memerlukan dukungan dan kemauan baik aparatur pemerintah. Penerapan prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama antara ketiga pelaku (pemerintah dan masyarakat serta swasta) sesuai dengan peran. 4. UMUM D. RANGKUMAN Prinsip sebagai patokan/acuan berfikir dan bertindak bila diterapkan secara konsekuen akan menjamin Praktek Kepemerintahan yang Baik sebagai bentuk kebersamaan antara pihak pemerintah. swasta (dunia usaha) dan masyarakat dalam penyelenggaraan terwujudnya konsep dalam kenyataan dan menjamin pula hasil yang diharapkan. sehingga diperlukan pembinaan hubungan di antara ketiga pihak tersebut. Prinsip Kepemerintahan yang Baik memberikan arah dan menjamin kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dalam mencapai tujuan bernegara.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 33 3.

Prinsip kedua dari Kepemerintahan yang Baik ini ingin menghindarkan bentrokan/pertentangan diantara kebijakan. baik antara kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing instansi pusat. tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN. Campur tangan atas hak dan kebebasan setiap orang atau kelompok hanya bisa dilakukan atas dasar aturanaturan hukum tertentu. Sanksi atas pelanggaran hukum dikenakan pada setiap pelanggar tanpa pandang bulu.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 35 36 Kepemerintahan yang Baik bagi aparatur pemerintah. Pemerintah seyogyanya membatasi kegiatan-kegiatan pelaksanaan di bidang tertentu. 2. PENERAPAN YANG BAIK PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN arah dan tujuan yang saling terkait. swasta dan masyarakat). Campur tangan pemerintah untuk hanya melalui dan 1. Kebijakan pada pemerintahan tingkat bawah tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pada tingkat yang lebih tinggi. berdasarkan Undang-undang No. antara pusat dan daerah maupun antar daerah. Ketiga pilar Kepemerintahan yang Baik itu harus saling berkomunikasi secara timbal balik dalam menetapkan B. . maka kegiatan pemerintahan akan berjalan lancar. Prinsip Tertib Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip dan ini menghendaki adanya keteraturan gerak diantara para pelaku kesearahan (pemerintah. Dalam situasi masyarakat (warga negara) telah yakin bahwa penegakkan hukum sesuai dengan nilai-nilai kebenaran. manakala kegiatan tersebut sudah mampu ditangani sendiri oleh masyarakat/swasta. terutama yang isinya berkaitan. 28 Tahun 1999. adalah Secara “semua ringkas/sederhana kebijakan dan pengertiannya kebijakan/perundangan menciptakan suasana mendorong keputusan/tindakan didasarkan pada landasan hukum yang jelas dan kuat disamping tidak melanggar hukum”. berperannya masyarakat. sehingga memupuk kemandirian masyarakat. Ada tujuh prinsip utamanya yang penting dan perlu dipahami oleh PNS sebagai unsur aparatur negara. Prinsip Kepastian Hukum Prinsip pertama ini ada juga yang menyebutnya asas legalitas.

Prinsip keterbukaan ditekankan pada pemberian kesempatan memperoleh informasi kepada pihakpihak terkait mengenai proses dan hasil-hasil kegiatannya. bukan kepentingan tanggapan dan kritik yang membangun terhadap pemerintah. memberikan penilaian terhadap jalannya pemerintahan. Kepentingan umum mengatasi kepentingan pribadi. golongan dan juga rahasia negara. Kesejahteraan bahwa kegiatan umum mengandung dan makna diperhatikan secara bijak yang berkenaan dengan hak asasi pribadi. karena kepentingan itu pada hakekatnya tercakup dalam kepentingan masyarakat dan kepentingan nasional yang berlandaskan azas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. pihak pemerintah (aparatur) selalu mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ataupun kepentingan golongan tertentu. mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara memahami dan menampung harapan dan keinginan masyarakat secara cermat. yaitu harus karena ada kaitan keluarga/suku bahkan agama/kepercayaan. Prinsip ini menuntut kejujuran aparatur dalam memberikan keterangan dan tanpa pilih kasih. Prinsip Keterbukaan Prinsip atau asas keterbukaan memberikan kesempatan masyarakat untuk menggunakan haknya guna memperoleh data/informasi (keterangan) yang benar. Prinsip ini menuntut agar dalam penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan. Prinsip kesempatan keterbukaan bagi rakyat juga untuk memberikan menyampaikan pembangunan hasil-hasilnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat (masyarakat). Akan tetapi dalam kepentingan umum terdapat pembatasan terhadap kepentingan pribadi. Namun demikian harus juga sebagai hakekat individu manusia. lengkap dan akurat (dapat dipercaya kebenarannya) tentang kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh pemerintah. Prinsip Kepentingan Umum Prinsip ini penting bagi aparatur pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Dalam hubungan ini kebijakan yang dibuat adalah untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan masyarakat. bukan berarti kepentingan pribadi tidak diakui keberadaannya 4. Pemerintah sebagai pihak berwenang harus mau dan mampu menyampaikan berbagai .Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 37 38 sekelompok orang ataupun Kepemerintahan yang Baik 3.

fungsi. dimiliki dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Artinya hukuman yang dijatuhkan tidak boleh berlebihan sehingga tidak seimbang dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai tersebut. yang tidak bisa/boleh diketahui. menyentuh hak asasi pribadi/golongan. Prinsip Profesionalitas Setiap PNS sebagai salah satu unsur aparatur negara. 6. Akan tetapi penerapan prinsip ini harus tetap mengindahkan aturan hukum. Dalam hubungan ini penting dikuasai mengenai uraian tugas/ pekerjaan. Selain itu informasi yang disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat haruslah yang mengandung kebenaran. karena memperoleh informasi adalah hak bagi masyarakat yang dijamin dengan Undang-Undang.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 39 40 “adanya keseimbangan antara Kepemerintahan yang Baik informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. adil. PNS juga memperoleh gaji dan tunjangan sebagai imbalan atas pekerjaan/jabatannya sesuai peraturan yang berlaku. yang berperan selaku pelayan masyarakat 5. Oleh karena itu setiap aparatur harus memahami hak dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya. tidak berlebihan. memahami peraturan perundangan yang berkenaan dengan tugas. terlindunginya rahasia dan keselamatan negara. bukan hasil rekayasa. Informasi yang benar itu juga harus disampaikan secara ikhlas kepada seluruh warga/masyarakat. seperti harus mempunyai keahlian atau kemampuan yang tinggi dalam pelaksanaan tugas atau pekerjaannya. Dengan perkataan lain PNS harus memiliki kompetensi . tanggung jawab bahkan kewajiban dan memperoleh/mendapatkan dimaksudkan sebagai bagian dari pengikutsertaan secara aktif (partisipasi) masyarakat dalam memperbaiki dan mengurus negara. Artinya keterbukaan memperoleh keterangan tidak boleh melampaui batas yang larangan yang tidak boleh dilanggar. Prinsip Proporsionalitas Prinsip ini mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban aparatur pemerintah. peraturan disiplin dan tata tertib lainnya yang berlaku secara umum dan khusus di instansinya. Prinsip ini bermaksud menjamin perlindungan hukum terhadap pegawai dengan baik. Adanya hak dari masyarakat informasi untuk hukuman jabatan dengan kelalaian/kealpaan seorang PNS”. moral dan sosial yang berlaku.

sehingga segala kegiatan dan hasilnya harus dapat kenyataan dan tujuan pemerintahan/pembangunan lebih memungkinkan untuk dicapai.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 41 42 Kepemerintahan yang Baik (pengetahuan dan keterampilan) yang dipersyaratkan untuk melaksanakan pekerjaannya. dan juga karena kegiatan pemerintah dibiayai dari uang rakyat.yaitu seorang PNS disamping harus menguasai suatu kembangkan secara berencana dan berkesinambungan oleh Pemerintah. Upaya untuk mewujudkan PNS yang profesional melalui berbagai program Diklat Jabatan PNS telah dan terus di . Prinsip profesionalitas sangat penting karena PNS memegang kunci keberhasilan dalam pemerintahan. Profesionalitas yang tinggi dengan sendirinya akan dapat menjamin hasil prestasi kerja yang tinggi bagi organisasi/instansinya dan memperlancar pengembangan karir. Dengan kemampuan profesional yang tinggi dari setiap PNS dibidang tugasnya masingmasing maka tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat mestinya dapat dilaksanakan secara Pertanggungjawaban kepada masyarakat disamping merupakan kewajiban adalah juga sewajarnya dilakukan karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan UUD 1945. Dengan profesionalitas yang berakar dari keahlian dengan sendirinya Kepemerintahan yang Baik menjadi rakyat secara benar dan jujur dengan dukungan data/informasi yang lengkap. Prinsip Akuntabilitas Prinsip tanggung akuntabilitas gugat. Prinsip ini menekankan bahwa semua kegiatan dan hasil akhir yang dicapai harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau berdayaguna dan berhasilguna. Prinsip di atas harus dibarengi dengan berlandaskan kode etik. 7. di tingkat pusat dan Daerah. utamanya dalam memberikan pelayanan kepada menghendaki bahwa pelaksanaan tugas dan hasil akhir dari kegiatan pemerintahan dan pembangunan harus dapat dan wajib dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya pada masyarakat dan para pihak yang terkait sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. masyarakat. Keharusan menerapkan konsep ini mengingat kegiatan pemerintah mempunyai pengaruh besar (dampak). disebut juga prinsip setiap keahlian. juga harus memiliki sikap dan perilaku tertentu (jujur misalnya) dalam melaksanakan tugas kewajiban dan tanggung jawabnya.

melayani. perlindungan. Kepolisian Negara RI sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. Jadi tidak bisa lagi dengan cara sembrono. Prinsip Kepastian Hukum. Setiap orang berhak atas pengakuan. Dengan prinsip ini setiap aparatur bisa yang digugat/dituntut dialami bila ada Penerapan prinsip ini antara lain tertuang dalam UUD 1945. kegiatan termasuk kegagalan dan keberhasilannya wajib dilaporkan secara tertib. jaminan. Prinsip Tertib Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Penerapan organisasi prinsip ini dari sudut pandang misalnya setiap unit/pejabat bertugas diberikan contoh yang penting diantaranya: 1. Sejak awal sampai akhir. mengayomi. yaitu: Pasal 27 (1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan menjunjung dan hukum wajib dan kegagalan karena kesengajaan/kelalaiannya. Berikut serta menegakkan hukum. dan mematuhi tata . dimana laporan pertanggungjawaban “dibuat asal bapak senang” (ABS). Contoh berikut terutama yang tertuang dalam Peraturan Perundangan sehingga mudah untuk dibaca dan dipelajari secara seksama.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 43 44 Kepemerintahan yang Baik dipertanggungjawabkan. C. CONTOH DAN PERMASALAHAN DALAM PENERAPAN Penerapan dari prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik sebagaimana telah diuraikan di atas dapat dilihat dalam rumusan peraturan perundangan yang berlaku dan dalam pelaksanaan tugas aparatur (PNS). Untuk dapat memahami secara nyata penerapan prinsip tersebut di lingkungan aparatur pemerintah kiranya perlu diberikan contoh-contohnya dengan jelas. Pasal 30 (1) Pasal 28D (1) pemerintahan itu dengan tidak ada pengecualiannya. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. 2. sesuai dengan tugas dan fungsinya. Di lain pihak prinsip ini menjamin aparatur yang bersih dan berwibawa.

(2) Dalam menjalankan hak dan wajib yang dilaksanakan dengan mentaati normanorma kelembagaan. kesopanan. nilainilai agama. berbangsa dan bernegara. serta menjalin hubungan kerja yang serasi dengan pihak terkait. 3. Penerapan dari semangat .Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 45 46 ditetapkan Kepemerintahan yang Baik kerja dan prosedur kerja yang ada. (2) Hasil negara pemeriksaan keuangan ketertiban masyarakat yang demokratis. Dalam Undang-undang No. DPD dan DPRD sesuai dengan kewenangannya. umum keamanan dalam dan suatu Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri. Pasal 28 J: (1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. 28 tahun 1999. (3) Hasil ditindak pemeriksaan lanjuti oleh tersebut Lembaga penerapan prinsip Ketertiban ini tercantum antara lain dalam Bab V: Pasal 7: (2) Hubungan antar Penyelenggara Negara perwakilan dan/atau Badan sesuai dengan Undang-Undang. diserahkan kepada DPR. Prinsip Kepentingan Umum Aparatur pemerintah harus kepentingan kebebasannya. dan etika yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Contoh penerapan prinsip ini misalnya dalam UUD 1945 pada: Pasal 23 E : (1) untuk memeriksa pengelolaan dan tanggungjawab tentang keuangan negara di adakan satu Badan dengan Undang-Undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin penghormatan kebebasan orang pengakuan atas lain hak dan serta dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. kesusilaan. setiap orang tunduk kepada pembatasan mengutamakan/mendahulukan masyarakat/seluruh rakyat.

segala jenis saluran yang pribadi/kekeluargaan/ kelompok/suku dsbnya. misalnya di Pasal 45 ayat (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan informasi dalam rangka ikut serta 4. Contoh melakukan upaya pengendalian kerusakan dan atau pencemaran lingkungan hidup yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. menyimpan. Pasal 28F (1) setiap orang berhak untuk memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk pejabat/pegawai pemerintah harus mendahulukan pelayanannya bagi kepentingan orang banyak. bukan seseorang/individu. Pada Pasal 43 (1) Gubernur/Bupati/Walikota wajib memberikan masyarakat informasi mengenai kepada kebakaran penerapan prinsip Keterbukaan misalnya pada: . baik secara langsung maupun tidak langsung. Prinsip Keterbukaan Dalam Kepemerintahan yang Baik. Dalam PP No. Dalam pelayanan masyarakat. Sebab dibentuknya aparaturnya instansi memang pemerintah diberi dan tugas untuk amanah memberikan pelayanan umum. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan tersedia. 24 tahun 2001. atau karena pertimbangan mencari. memiliki. Setiap aparatur harus selalu membuka diri untuk dimintai informasi oleh masyarakat. masyarakat memiliki peluang (akses) yang besar memperoleh informasi/keterangan mengenai kegiatan aparatur.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 47 48 Kepemerintahan yang Baik dan nilai-nilainya dapat dibaca antara lain pada Pembukaan UUD 1945. memperoleh. alinea keempat dan juga pada Pasal 33 (2) yang berbunyi: “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. misalnya di bidang pemberian ijin (fungsi perijinan) seorang Pasal 23 (1) UUD 1945: APBN sebagai wujud dari pengelolaan setiap tahun keuangan dengan secara untuk negara ditetapkan dan dan Undang-Undang terbuka dilaksanakan bertanggungjawab sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

b. c. 28 tahun 1999. Menggunakan hak jawab terhadap setiap teguran. Menerima gaji. ditetapkan dengan UndangUndang. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. dalam hal ini (aparatur pemerintah) berhak untuk: a. Pasal 28 sebagai wujud demokratisasi dinyatakan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Prinsip Proporsionalitas Penerapan prinsip ini akan menggambarkan kesesuaian. dampaknya. ketepatan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban aparatur pemerintah dan juga keadilan. Menyampaikan pendapat di muka umum secara bertanggungjawab sesuai dengan wewenangnya.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 49 dan atau lahan serta 50 Kepemerintahan yang Baik hutan (2) Setiap warganegara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Pasal 4 dinyatakan bahwa Penyelenggara Negara. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya. Dalam UUD No. . 6. tindakan dari atasanya. Pasal 28 D (1) Setiap orang berhak untuk bertanya serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. ancaman hukuman dan kritik masyarakat. dilakukan media Pasal 28 H (2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan media elektronik ataupun pengumuman. (2) Pemberian melalui informasi cetak. tunjangan dan fasilitas lainnya masyarakat sebagaimana dapat disimak pada UUD 1945: Pasal 27 (2) Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 5. Prinsip Profesionalitas Penerapan prinsip ini banyak ditemukan dalam peraturan kebijakan perundangan lainnya bidang kepegawaian dan yang berkenaan dengan pengembangan SDM aparatur.

prestasi kerja. Penerapan prinsip ini ditunjukkan melalui pembuatan laporan . b. Prinsip Akuntabilitas Bagi setiap aparatur pemerintah.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 51 52 Kepemerintahan yang Baik Penerapan prinsip profesionalitas dapat disimak dalam rumusan pasal-pasal tertentu Undang-Undang Pokok Kepegawaian. demikian saat ini akuntabilitas kepada masyarakat belum sepenuhnya terlaksana. keterampilan. adil dan merata. Akuntabilitas yang dilaksanakan baru sebatas internal instansi. Namun meningkatkan keahlian. 101 tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS. prinsip profesionalitas sesuai dengan kompetensi. kemampuan berlandaskan keahlian yang tinggi dalam mengemban tugas dinas pemerintahan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. a. UU No. terutama pertanggungjawaban kepada masyarakat. Pasal 17 (2) Pengangkatan PNS dalam suatu Jabatan dilaksanakan berdasarkan Dengan Diklat Jabatan diupayakan peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintah. yang tercermin pada jati diri PNS dengan penuh sebagai pelayan masyarakat pengabdian dan keterikatan. Peraturan Pemerintah No. 43/1999 pada Pasal 3 (1): Pegawai Negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional. mempertanggungjawabkan hasil kerja pelaksanaan tugas merupakan kewajiban baginya untuk terwujudnya Kepemerintahan yang Baik. dan 7. 101 tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS. Pasal 2 menetapkan bahwa: ”Diklat bertujuan meningkatkan kompetensi untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional sesuai dengan kebutuhan instansi. Peraturan Pemerintah No. Pasal 31 (1) untuk mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya diadakan pengaturan dan penyelenggaraan Diklat Jabatan PNS yang pengabdian kemampuan bertujuan mutu.

Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 53 54 dinilai memberikan Kepemerintahan yang Baik hasil kerja secara bertingkat dari tingkat pimpinan bawah ke atasannya. Prinsip penegakkan hukum/supremasi hukum. Dengan gambar pegawai/pejabat pemberi laporan tersebut. dapat dilihat dari pelaksanaan setiap tahap menyusun rencana pembangunan daerah selalu melibatkan peran serta masyarakat. baik yang diwakili oleh LSM. Pelaksanaan prinsip partisipasi misalnya. 1) Dalam kenyataannya penerapan dari prinsip Kepemerintahan yang Baik di daerah misalnya dalam hal transparansi. sehingga masyarakat memperoleh keterangan atas hasil kerja Pemdanya. Akuntabilitas publik berbeda dengan yang diatas. Pemerintah daerah telah 3) 2) bagan itu masyarakat dapat mengetahui langkahlangkah kegiatan pelayanan dan penyelesaiannya secara jelas. Berikut diberikan pula contoh penerapan prinsip Kepemerintahan yang Baik. tokoh masyarakat maupn dari perguruan tinggi dan organisasi sosial atau lainnya. melainkan kepada masyarakat/pihak luar instansi. Pembuatan laporan hasil kerja (kinerja) ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bukti pertanggungjawaban tugas. Contohnya yang diterapkan oleh pemerintah daerah berupa pemberian laporan hasil kerja kepada DPRD dan masyarakat. Hasil kerja Pemerintah Daerah dilaporkan kepada Dewan dan juga kepada masyarakat daerahnya melalui media massa (koran. yaitu bukan pertanggungjawaban kepada atasan. televisi/radio) dan sebagainya. dalam pelaksanaan tugas aparatur. (tahap-tahap membuat yang bagan/alur dilalui) prosedur dalam harus memberikan pelayanan kepada masyarakat pada unit-unit pelayanan publik. wadah dalam Mengembangkan bentuk-bentuk pertemuan/rapat-rapat bersama menentukan kebijakan guna membahas sesuatu persoalan di tingkat SKPD dengan melibatkan para pihak terkait dan pihak-pihak yang berkerjasama/bermitra. dapat dilihat dari diajukannya ke meja hijau . berisi keterangan yang benar mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada informasi dengan menyediakan jalan masuk (akses) berbagai media informasi yang dapat ditelusuri langsung oleh masyarakat. Inilah yang dimaksudkan akuntabilitas internal instansi.

penerima suap. Sekalipun upaya penerapan prinsip-prinsip penerimaan/pengeluaran di unitnya. menyusun dan menyalurkan serta melaporkannya kepada Kepemerintahan yang Baik terus bergulir. daerah dan lain-lain tanpa pandang bulu. PERMASALAHAN DALAM PENERAPAN Secara umum pelaksanaan konsep Kepemerintahan yang Baik termasuk penerapan prinsip-prinsipnya belum sepenuhnya berlangsung dengan baik. Kepemerintahan yang Baik lebih banyak disinggung (disebut-sebut) hanya untuk kepentingan/pertimbangan politis baik di tingkat pusat maupun daerah. telah pejabat berwenang dengan cermat. benar dan tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku adalah contoh konkrit penerapan prinsip akuntabilitas. dan dimana pegawai yang tanpa berkompeten berprestasi membedakan jenis kelamin. Namun demikian pemerintah daerah misalnya telah mulai mengembangkan dan kepegawaian.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 55 56 Kepemerintahan yang Baik para koruptor. 4) Dalam pada itu untuk memenuhi rasa keadilan dalam rangka penegakan hukum. dalam kasus BLBI. penyalahgunaan aset/kekayaan/uang daerah/negara oleh para pejabat/penegak hukum. memberikan kesempatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi praktek korupsi dengan cara memberikan laporan. alih fungsi lahan hutan lindung. tetapi harus diakui secara jujur masih ada permasalahan yang dihadapi . lancar sehingga pegawai yang bersangkutan menerima Surat Keputusan secara tepat waktu dan benar. Demikianlah antara lain contoh-contoh penerapan prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik dalam berbagai peraturan perundangan yang berlaku dan pelaksanaan tugas. 5) Dalam pelaksanaan pengelolaan/pengurusan D. suku dan agama dan telah memenuhi syarat administratif diproses dengan baik. prinsip akutablitas dan prinsip transparansi. misalnya prinsip profesionalitas telah ditetapkan. yang telah menerima kemudian membukukan. 6) Seorang Bendaharawan dalam mengelola uang menerapkan beberapa prinsip atau asasnya yang penting antara lain prinsip kepentingan umum. prinsip partisipasi masyarakat. pengadaan barang negara. transfer dana ke anggota DPR.

Masalah tersebut baik yang berupa pelanggaran prinsip maupun penyebab belum terwujudnya Kepemerintahan yang Baik dilihat dari sisi aparatur pemerintah. . Penerapan Kepemerintahan yang Baik di daerah menurut laporan hasil kajian/penelitian masih terhambat. Kesejahteraan Pegawai (aparatur) Tingkat kesejahteraan yang masih rendah merupakan realitas yang dialami PNS baik di Pusat maupun Daerah. tetapi secara umum penghasilan PNS masih rendah dibandingkan dengan ragam kebutuhan hidup mereka. Praktek KKN masih berlangsung di berbagai instansi dalam berbagai hal seperti yang ditemukan KPK dan kerugian negara akibat korupsi juga tidak seperti berbelit-belit. dipengaruhi oleh banyak hal baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar. 2. 3. tidak jelas penyelesaiannya dan masih ada uang pelicin. 4. Faktor-faktor penghambat sangat beragam dan saling mengkait. terselesaikan sebagaimana mestinya. dan lain-lain. diantaranya: 1. Untuk mewujudkan Kepemerintahan yang Baik. Kepercayaan sebagian besar masyarakat terhadap aparatur pemerintah masih tipis. sok kuasa dan jabatan masih dipandang tempat mencari penghasilan. karena adanya cara berpikir terkotak-kotak. sukuisme/kedaerahan yang sulit ditembus ke arah berpikir secara bulat/utuh dan saling mengisi atau berpikir sistemik. baik di bidang kesehatan. Beberapa daerah memang telah berhasil meningkatkan penghasilan PNS-nya ke tingkat yang relatif tinggi. seperti sombong. 6. Kebersamaan bekerja dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan kurang membudaya. perbaikan di bidang kepegawaian aparatur dan cara-cara pelaksanaan tugasnya mutlak dilakukan secara terus menerus.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 57 58 Kepemerintahan yang Baik dalam praktek pemerintahan. Kurangnya ketauladanan atau pemberian contoh yang baik dari aparatur di berbagai tingkatan jabatan. terdapat dalam keseluruhan tubuh instansi/aparatur pemerintahan. 5. pendidikan maupun perijinan Bila ditelusuri secara cermat permasalahan tersebut meliputi tiga unsur pokok sebagai berikut: 1. Pelayanan masyarakat masih belum memuaskan. Etika dan moral (sikap dan perilaku) sebagian aparatur masih belum merangsang perwujudan Kepemerintahan yang Baik.

Nilai budaya kerja yang masih berkembang justru sering berlawanan dengan konsep sebagian aparatur sekarang ini dipandang relatif masih rendah. Akibat dari hal tersebut ”tugas pelayanan masyarakat” sebagai fungsi utama aparatur PNS menjadi ajang ”cari duit” yang melahirkan pungutan liar. Secara naluriah perhatian mereka akan lebih fokus pada bagaimana memenuhi tuntutan kebutuhan hidup dari pada bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan kinerja tinggi dan bermutu (efektif dan efisien). akan sulit diharapkan PNS dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip Kepemerintahan yang Baik. Rendahnya tampak pada kemampuan profesional juga sikap/kemauan/komitmen aparatur untuk menerima pelimpahan tanggung jawab. Akibatnya mereka tidak pernah mengetahui hasil kerja nyata dan . 3. beban yang merugikan/menghambat dunia usaha. Profesionalisme Kemampuan profesional yang bersumber dari pengetahuan. Hal ini tampak dari hasil karya dan cara pandang aparatur terhadap tugas/jabatan. karena pemangku jabatan itu akan mendapat ancaman hukuman yang cukup berat bila melakukan kelalaian/ 2. upeti dan balas jasa. keterampilan dan sikap perilaku serta tanggung jawab terhadap tugas pekerjaan dari penyalahgunaan jabatan. Budaya kerja aparatur Nilai-nilai budaya kerja yang searah dan mendukung terciptanya Kepemerintahan yang Baik saat ini belum memadai untuk menerapkan prinsipprinsipnya. Pada hampir di seluruh Pemda berkembang ”rasa takut” untuk diangkat menjadi ”Pejabat Pembuat Komitmen. Masih banyak aparatur yang melihat jabatan lebih dianggap sebagai sumber penghasilan dan tidak dipandang sebagai ”amanah” (kepercayaan) yang wajib diemban yang bernilai mulia. yang berdampak Kepemerintahan yang Baik.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 59 60 buruk karena menjadi Kepemerintahan yang Baik Dalam kondisi tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Dalam konteks ini dapat ditelaah pada sebagian besar aparatur pemerintahan daerah dan juga pusat yang masih enggan melakukan pengukuran terhadap ketepatan rencana dan kegiatan mereka sendiri sebagai bukti akuntabilitas.

secara konsep dan ataupun contoh dalam penerapannya. politik dan lain-lain) dalam suatu negara secara bersama dengan berbagai pihak yang berkepentingan.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 61 juga tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan aparatur pemerintah. pengurusan. pengaturan dan penyelenggaraan kegiatan. Istilah Kepemerintahan (Governance) yang berasal dari istilah pemerintah telah berkembang pengertiannya tidak lagi hanya kegiatan pemerintah sebagai lembaga yang berwenang dalam mencapai tujuan negara melainkan lebih ditujukan pada proses kegiatannya dalam mencapai tujuan itu. 2. terutama di lingkungan aparatur pemerintah dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Oleh karena itu secara umum arti Kepemerintahan sering digunakan silih berganti dengan pengelolaan. serta 62 . Kepemerintahan (proses) mengandung pengertian jalannya kegiatan pengelolaan/penyelenggaraan berbagai bidang kehidupan (sosial. SIMPULAN Dari uraian dan bahasan mengenai persoalan Kepemerintahan yang Baik. ekonomi. BAB V PENUTUP A.

Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 63 64 Kepemerintahan yang Baik penggunaan sumber daya (alam. dari segi organisasi. tetapi juga mengikutsertakan dunia usaha (swasta) dan masyarakat baik perseorangan maupun kelompok secara serasi. 3. sekaligus menghapuskan perilaku kerja/kebiasaan yang tidak sesuai dengan norma/aturan organisasi. Oleh karena itu setelah memahami konsep dan prinsip-prinsipnya. 4. atau ketentuan-ketentuan mendasar yang mengandung tugas/pekerjaan aparatur pemerintahan apabila tidak dilakukan upaya yang sungguh-sungguh oleh setiap aparatur pemerintah. Memahami tugas pekerjaan masing-masing secara tepat dan benar. manajemen. aparaturnya. dan bekerja sesuai dengan aturan/ketentuan yang berlaku. dan manusia) dengan cara yang sesuai dengan prinsipprinsip keadilan. Praktek Kepemerintahan yang Baik tergantung pada diri aparatur sendiri untuk melakukan perubahan ke arah itu. 5. Kepemerintahan yang Baik sebagai konsep di tingkat Pusat dan Daerah. perlu ditindaklanjuti dengan upaya diantaranya: 1. kedayagunaan. termasuk pembinaan pegawai (SDM) . keterbukaan serta bertanggung jawab. baik sebagai individu maupun kelompok kerja. Meningkatkan rasa memiliki instansi tempat kerja dan kebersamaan dalam pelaksanaan tugas kebenaran dan telah teruji kesesuaiannya dalam praktek. harmonis sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing. 2. Praktek Kepemerintahan yang Baik di lingkungan aparatur pemerintah belum sepenuhnya terlaksana sesuai dengan harapan. Pemerintah secara terus menerus berupaya melalui penyempurnaan pekerjaan dengan sesama pegawai yang terkait. Menghindarkan diri dari perbuatan tercela. sehingga dapat dijadikan pedoman atau acuan baik dalam pemikiran maupun tindakan untuk mewujudkan Kepemerintahan yang Baik. keuangan. B. sistem dan prosedurnya. peralatan. 3. Prinsip Kepemerintahan yang Baik adalah norma. TINDAK LANJUT Pemahaman konsep Kepemerintahan yang Baik beserta prinsip-prinsipnya tidak akan berpengaruh dengan baik terhadap praktek pelaksanaan mengandung pengertian praktek yang terbaik dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara tidak hanya oleh pemerintah sebagai lembaga yang berwenang.

(1997). dan Desi Fernanda. Capacity Building at the Local Level for Effective Governance. Pelaksanaan dan Pengawasan. Inc. David. 28 Februari 2000. 1996. Berupaya menerapkan prinsip-prinsip DAFTAR PUSTAKA Bhatta. Empowerment Without Capacity is Meaningless. LAN-RI. 1. Oak Park. (2000). Mustopadidjaja. bandung. Akuntabilitas dan Good Governance. Jakarta. Perencanaan. 1997. makalah disampaikan pada Suskomsos TNI-TA 1999/2000. Gambhir. Osborne. “How to Win Public Confidence As Government Officials” : 100 Sheets for Effective and Efficient Public Administration. dalam Jurnal Administrasi dan Pembangunan. 66 . Reinventing Government: How Entrepreneurial Spirit is Transforming the Public Sector. AR. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing Co. Reading.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 65 semangat (gairah) 4. Public Administration: Balancing Power and Accountability. Mustopadidjaja. Japan Association for Civil Service Training and Education. 1979. Inc. Vol. SESKO TNI. McKinney. “Transformasi Manajemen Menghadapi Globalisasi Ekonomi”. PP PERSADI. ISSN 1410-5101. No. and Ted Gaebler. Kepemerintahan yang Baik sesuai dengan bidang tugas/pekerjaan semangat dan masing-masing niat yang yang dilandasi melakukan dari diri untuk diawali perbaikan/perubahan sendiri. Manajemen Pembangunan Nasional: Kebijakan. Jakarta. 5. 2000. LAN-BPKP. Lawrence C Howard. illinois: Moore Publishing Company.. AR. Jerome B. Bekerja penuh dengan pengabdian dan menyelesaikan tugas pekerjaan sesuai dengan waktu dan target yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab. (1992). 1.

1994. . Ilmu Administrasi Publik. New York: UNDP. 2007. Universitas Indonesia.. LANRI. (1999). Tjokroamidjojo. Bintoro.Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II 67 68 Kepemerintahan yang Baik Senge. 2005. Jakarta. Bureaucracy: Its Roles In the Third World Development. 2000. Bintoro. Jakarta : UI Press. Agus (Editor). Syafiie. Lembaga Administrasi Negara. Good Governance. -------------------. Basingstoke: London. Penerbit Rineka Cipta. Gering. Peter M. Issues in Public Sector Accounting. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Supriyadi. Inu Kencana. Wallis. ”The Role of Information in Public Accountability”. 1. J. Yogyakarta.. Governance for Sustainable Development – A Policy Document. Malcolm. Djamaludin Tandjung. Lembaga Administrasi Negara. JICA-UGM. Mcmillan Publisher Ltd. Random House Australia Pty. Dasar-dasar Kepemerintahan yang Baik. Penerapan Good Governance di Indonesia. dalam Anthony Hopwoord and Cyryl R. Jakarta. Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. Press. Stewart. The Fifth Discipline. (2001). Jakarta. UNDP. Paradigma Baru Manajemen Pembangunan. UNDP and Governance: Experiences and Lesson Learned. 1999. Oxford. Tomkins. Drs. Downloaded internet document file. New York: UNDP Management Development and Governance Division. Jakarta. 1984. England: Philip Alan. eds. Sidney. Good Governance. (1989). Dwiyanto. Tjokroamidjojo. 2006. 2000. 1997. dan Supardan Mordeong. Ltd.D. Lesson Learned Series No. Modul Diklat Prajabatan Golongan III: “Etika Birokrasi”. MM.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 Tentang Diklat Jabatan PNS. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi. 69 . Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 Tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintahan.70 Kepemerintahan yang Baik DAFTAR DOKUMEN Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 Tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004. Kolusi dan Nepotisme. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 Tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->