TEKNDLOGI INDONESIA

,

JILID. VI, No. I, 1988'

'KONSENTRASI DENGAN JIG PADA BIJIll KROMIT TERSEBAR DART BARRU, SULAWESI SELATAN,
Oleh
SURYADI ARDIWILAGA
ABSTRACT

~

*)

Jigging of disseminated chromite ore from Barru, Sulawesi $elatan, were performed in the laboratory scales.' The effects of change of grain size, stroke length, and water flow were studied. The extent of jigging were followed through the Cr20a contents of the concentrates and the recoveries. By conducting the jigging at the grain size of - 1'.2: mm, concentrates suitable for refractory production can be obtained. The trends in the mining practice are also described. '
INTlSARI

Konsentrasi-dengan jig pada bijih kromit tersebar dad Barru, Sulawesi Selatan, dilaksanakan dalam skalalaboratorium. Pengaruh pengubahan ukuran. butiran, panjang Iangkah, dan aliran air dlselidiki, Tingkat konsentrasi dengan jig diikuti 111ela1u1 kandu~gan Cr20~ dari konsentrat dan perolehan. Dengan mengerjakan konsentrasi dengan jig pada ukuran butiran - 1',2, mm, konsentrat yang sesual untuk produksi refraktori dapat dipsroleh, Kecenderungan dalam praktek pertambangan digambarkan pula. PENDAHULUAN '

Kromit merupakan komoditi mineral masa depan dilndonesia (1). Oleh karena itu, .Lembaga Geologidan Pertambangan Nasional -LIP! telahmenempatkan kromit sebagai komoditi mineral yang perlu diinven-

tarisasikan.

Barru, yang terletak kurang lebih 130 km di sebelah utara Ujung Pandang (Sulawesi Selatan), mendapat perhatian pertama. Tiga pemegang Kuasa Pertambangan (KP.) Eksplorasi beroperasi di daerah Kabupaten Barru untukmenyelidiki kemungkinan menambang bijih kromit. Suparka dkk. (2) melaporkan bahwa cebakan kromit di daerah Kabupaten Barru ditemukan sebagai bijih tersebar (dissemi7J.QJted ore)" lapisan, lens a, fragmen dalam breksi ultrabasa.kantong (pocket) dalam batuan kersikan, dan apungan dalam tanah pelapukan. Cebakan kromit yang berbentuk kantong atau lensa mempunyai dua masalah:penentuan lokasi danbesaran cadangan. Narnun masalah umum dari suatu cebakan kromit adalah penentuan mutu dari bijih. Mutu dari bijih kromit dikaitkan dengan pemakaian akhir. Dalam hubungan ini, bijih kromit harus memenuhi salah satu dari tiga spesifikasi: mutumetalurgi, mutu refraktori, dan mutu kimia. 'Untuk dapat memenuhi spesifikasi tersebut di atas, bijih kromit serlng' harus dikonsentrasikan lebih dahulu. Bijih kromit bongkah yang masif dan keras dapat dipilih (sQrting). Akan itetapf, bijih kromit
>:I)

Lembaga Geologl dan Pertambangan

'NIasional ' L]PI, Jl. Cisitu, Bandung',

2.5

Tulisanini akan membahas karakteristik bijih kromit dati Barru terhadap pengolahan dengan metode gravitasi.. +'fineral kromit berwarna kehitamhitaman.dan flotasr (3). klorit merupakan mineral. Bila data analisismikrosonde dimasukkan ke. Secara megaskopik kedua mineral tersebut dibedakan dari wamanya.. 'Nama kromit 'diberikan pada-seiumlah . . dicirikan oleh satuan mineral kromit (lebih kecil . kromit dari Barru sesuai untuk industri refraktori. sinar-X (XRF) dan rnikrosonae tercantum jiada Tabel I.4) .unsurMg2+. dikirim k€ Hannover. Cr3+.' ·HasH analisis difraksi sinar-X (XRD)' di . pemisahan magnet. Sebagai bahan mentah untuk penelitian digunakan bijih kromit yang diambil dari cebakan berbentuk kantong atau lensa eli Tampelu. bijih kromit -.. pemisahan elektrostatik.Untuk mengetahui jenia/mutu kromit satu percontoh bijih kromit masif dari Tampelu. dad. dari Tampelu. . Barru.1989 bongkah yang masif dan mudahpecah dan terutama bijih kromit tersebar memerlukan pengolahan (konsentrasl). .baik yang masif maupun yang tersebar. _.tersusun terutama. kurang lebih -3 km ke arah tlmur . sampai batas tertentu. Bijih kromit dari eebakan kantong ini terdiriatas dua jenis: bijih krornit masif dan bijih kromit tersebar. mutu refraktori dapat juga dipakai.darlf mm)dala1!1 matriks klorit. .niineraldari kelompok spinel yang mempunyai komposisi kiinia '(Mg.tinggi digunakan sebagai cmditioner terakuj1tuk memudahkan peleburan. Pemilihan metode gravi.di atae jelas bahwa mineral kromit menentukan jenis atau: mutu tdarl. mineralkromit dengan retakan-retakan dan celah-celah diisi mineral' klorit. sedangkan mineral klorit memperlihatkan wama kuning muda kehljau-hijauan. KROMI'T . Dengan demikian. . . AI.sul·. Vl(l).' .tasi didasarkan pada kenyataan bahwa metode tersebut relatif lebih murah dad pada metode konsentrasi lainnya. Hasil analisis dengan . Fell+hOa (3.Olehkarena .eam= Direktorat Geologi).diagram Stevens.TI.Fe2+)O~' (Cr.dari pusatkota Barru. Alat konsentrasi yangdipakai dalam penelitian ini dibatasi pada mesin jig yang berskala laboratorium... . pengoiol·.Pusat Pengembangan Teknologi Mineral menunjukkan bahwa mineral kromit dan mineral klorit merupakan pembentuk utama dari bijih kromit. Fe2+. dan Fe3+ rnenentukan jen1s atau mutukromit. metode gravitasi sesuai untukpertambangan kromit skala kecil. 'maka kromit dari Barru digolongkan ke dalarn jenis kromlt ·aluminiumjGambar l}. untuk maksud-maksud metalurgi (3). Dari formulas! tersebut terlihat bahwa un. '" Dari uraian .Sementara itu.LMlnera. Benefisiasi atau konsentrasi bijih kromit dapat dilakukan dengan metode gravltasi. Jerman Barat (sema. KARAKTERrSTIK BIJIH. Bijih kromit masif .fluoresensi .bijih krornit masif lebih banyak rnengandung mineral kromit dru:fpada bijih kromit tersebar.: bijih kromit tersebar.itu.' Misalnya. Namun. :. Dengandemikian. 'Bijih kromit masif dan bijih kromit tersebardibedakan dari teksturnya. untuk beberapa logam besi kromi-penambahan kromit mutu refraktori yang beralumina . AIII+.

8 IJ1.117 0. Barru).16 lQIO'. Gejala rendahannya kadar Cr203 (dan Fc20s) alum1nlum (Mg. VI (1).311 2.7· &.LIP!. yang juga rnernuat data dari bijih kromit masif sebagai bahan pembanding.510 0.38 2.65 1.95· 112.310 0.24 Total Cr/Fe 98'. kadar AhO:. Fe) O.Tl. Nampak bahwa' kadai'Cr20s dari bijih kromit tersebar jauh lebih rendah dad pada bijih kromit masif. Semua percontoh diambil dari daerah yang sarna (Tampelu.97 Komposisikimia dati bijih kromit tersebut dapatdilihat padaTabel II. % XRF Cr20S FeO Fe20S A120s MgO CaO 5~.7 14i. dan Si02 dari bijih kromit tersebar lebih tinggi dari pada bijih krornit masif.· 27 Gambar 1. dan analisis dikerjakan di LGPN .58 2'. AI2 03 Stevens."1989 TARIDL I Kumpoaisi ldmla dad bijih kromit masif Barru Mikro8ondB 54.46 1B.7. Ti0.2 MnO 0. Sebaliknya.&3 14.04 Kadar.1 sso. Kedudukan kromit Barru padadiagram .

TABEL 'II Perbedaankomposisianiara Cr203 % 34.0 3-. yang berupa aluminium silikat. ANALISIS AY AiR Percontoh bijih kromit tersebar yang semula berukuran besar setibanya di Bandung sudah terpecah-pecah. 28. Kemudian.43 % 16. 100.20a dan Fe203 (total). . Produk pemeeahan diayak pada ukuran ayakan (sieves) sebagai berikut: 4.71 Si02 % 10'. 14. 200.4'4 Fe total serta tingginya kadar AbOa dan Si02 disebabkan oleh kehadiran mineral klorit.02. 65. 48. bijih yang berukuran +4 mesh ini dipeeah dengan mesin pemecah (jaw crusher 57. 10. bijih tersebar dan bijihmasif Fe203'~ A120a Jenis bijih % 14.Persentase {Or20s + Al20a)Cr/Fe minimum 58 58 58 58 +2{) III 0.5 .751 2". 150. TA13EL III Spesif.'115 ~. maka bijih kromit tersebar tidak dapat dipasarkan.295 rnm) merupakan bagian yang terbanyak (88%). bijih kromit tersebar perlu dikonsentrasikan . Dengan demikian. 6.5 3..Iebihdahulu sebelum dipasarkan. dan 270 mesh (Tyler). yang dipasang pada kira-kira 7 mm (closed.3'7 2)5fli Kromit tersebar Kromit masif .9& 5. Terlihat bahwa kandungan CrzOa dan Fe20s (total) tertinggi terdapat pad a fraksi -35+65 mesh.1. setting). Dan bijih yang berukuran lebih kasar dad 65 mesh (+0. 8. Tiap-tlap fraksi ditentnkan kadar Cr.1"-4 -. 11'.7'5 2.ikasi ciri pasar dari bijih dan konsentrat Jrromit refraktor! Persentase minimum 47 47 Cr2Os' Ukuran mm Persentase ::8i02 maksimum 4tO 4. 35. konsentrasi dengan jig dikerjakan dengan umpan +65 mesh.90 mm). (5).9[. Oleh karena itu. seperti tertera pada Tabel IV.2:0 48 -2 Sumber: 48 3. 17'.15 mm x 88. 20. Bijih kromit tersebar yang herukuran lebih besar dari 5 mm (+4 mesh) kira-kira 90% dari percontoh bijih yang dibawa.75 Mousoulos dkk. BUa diperhatikan speslfikasi ciri pasar dari bijih dan konsentrat kromit refraktori (Tabel III).

.88 33.321 '. dan kecil) .64 37.44 00. penambahan air (besar. TAEEL IV Distribusi ukuran bijih kromit tersebar dari Barru Ukuran (Tyler mesh) 4 6 8 + 1JO +-: W + 14 .9B 917.26 58~LO 63.9.90 69'. + .'08 117. + 1'00 . . Mousoulos dan Papadopoulos (5)..06 39. Dengan perbedaan berat jenis yang cukup besar <>1) jelas bahwa konsentrasi gravitasi dapat dilakukan.O() s 4+ 6+ 12.96 (6). dan Kimble (7).91 43.7'5 M. Umpan yang berukuran +28 mesh memakai bed dari kromit yang berukuran +4 mesh.UOO + 2100 . sedang.3.21 13.00 W.58 78. .7:1.8e 34.' total Bed terdiriatas dua lapis bola-bola baja dan bijih kromit yang berukuran -6+8 mesh atau +4 mesh. Setiap percobaan didahului oleh satu percobaan atau lebih pada variabel yang sarna sehingga diperoleh bed yang padat pada ketinggian yang ditetapkan.17 rom.98 15'.83 33'.00 1~OO.6 .33 88.84 38. -20+28 mesh.J. 29. -14+20 mesh.KONSENTRAJSI DE-NGAN J'IG Berat jenis mineralkromit bervariasi antara 4. Dua ukuran saringan dipakai' secara bergantian dalam jig.811 14. dan ukuran fraksi bijih (-8+10 mesh.46 16.2. Percobaan konsentrasi gravitasi telah dilakukan dengan mesin jig (labm'atory mineral jig No.(02) 12.42 14.'03 1'4.5fl' 32.46 1 13.35 mm.36 18.2.. Sedangkan kromit yang berukuran -6+8 mesh digunakan sebagai bed untuk umpan yang berukuran -14 mesh.301 4(}.70' 96/2fl 96.. Praktek komersial dari konsentrasi gravltasi pada bijih kromit dilaporkan oleh Mikami (3).2· 1'5-.2oO+ 28-28+35 -3'5 + 48.62· 4{).52 mm).04 40. 6. Penambahan bijih kromit sebagai bed dilakukan sampai tinggi bed mencapai kira-kira 19 mm dari tempatIimpahan (overflow).02 Or:Pi % 32.710 + Persentase berat (kumulatif) 22.81 49'.8 3&.' dan 9. -28+35 mesh dan.QJ+ 2170> .20.15 421. Sementara itu mineral klorit mempunyai berat jenis 2. yaitu saringan 5 mm dan saringan 2 mm. .89 35. bergantung pada ukuran saringan.6i) 17'.14 1 18.0 .1 dan 4.1.01{} H1o.14 + 2.65. 1-M). Variabel yang dipilih adalah paniang langkah (3. 73. ~48i+65 . bergantung pada ukuran fraksi bijih kromit yang diolah.69. -48+65 mesh).

T 5.]. M .614 49.05 --'t4+'2rO 9'. konsentrat. -20.1.117 3'. (1.05 48 78 &. .815· .5.~yang masih rendah pada konsentrat -8+ 10 mesh disebabkan oleh mineral klorit yang masih mengotori butiran-butiran konsentrat -8+10 mesh.37 M.~1 49.1\5 17'.3·7 5.3>1 Hi.1'1 3~17 3~17 S B K 71 39'. Sementara itu. . kecualipengubahanva. bijih berkada.47' 5:. mesh Iangkah mm 9.53 4. Ketiga variabel percobaan (ukuran fraksi.33 % C1'20.76 3.. yang terlalu sedikit atau susah turun.panjang langkah. -281+3'5 7 "":'48+65 .38 olehan % 6::1. . '.~ B '~*. Setiap pengubahan ketiga variabel percobaan rnempengaruhl perolehan dengannyata.517 52. air terIalu deras.5~ 6. K B I{ 'I{ 50.t5 16'.. K :::: keeil == kons-entrat. seperti .5. Dapat pula dikatakan bahwa butiran kromit dalam bijih tersebar berukuran l~bih keeiI dari 1. &+11{} IS 11 2:1: - 8+110 8+1'0 :K K J{ s 40..52 9.0'5 72 33 9'1 S 4£.. Pereobaan dengan fral{si -8+10 mesh hanya menghasilkan konsentrat dengan kadar C1'20.berkisar antara 38 % dan 98 % .·iabel. ·9 Ukuran P-anjang TABEL V variaheI pereohaan terhadap Besaran ail' '" ------------- prod uk Per- umpan.5843.74 42. dan konsentrat yang banyakdikotori mineral pengganggu. perc.+23 -'201+2& -28+35'4.21._ amang (middling). Dad umpan(feed) yang berkadar .{)j. Pada kondisi ini pengubahan variabel air tidak mempengaruhi perolehan.dan besaran penambahan ail') memherfkan pengaiuhyang nyata terhadap kadar Gr208 dan perolehan (recovery).1 diperoleh konsentrat yang mengandung40:"_:_ 43% Cr20a.besaran air dari sedangke kecilpada langkah 3.512 6'.rJ.168 mm).00 85 5G 79 42 4:5<.-) sebesar kira-kira 42%.091 1&. fraksi yang lebih halus (-14+65 mesh) dapat memberikan konsentrat iberkadar >48 % Cr203' Kadar G1'20.S'= sedang."17 -14+20 -14. Pengaruh No. Akan tetapi. butlran konsentrat .95 T 98 == besar.35 Kadar Or20a. C 19 1'5 2!l 25 23 2.95 5.35 3. Beberapa percobaan tidak nampak dalam 'Iabel V karena gejala yang terlihat selama percobaan.Hasil percobaan konsentrasi dengan jig'dapat dilihat pada Tabel V. perolehan . BiIa data dalam Tabel Vdipedksa lebih teliti akan nampak beberapa hal yang perlu diuraikan.56 5{1!.mm) atau 14 mesh. = ampas (tailing) yang "bebas" mineral klorit terdapat pada ukuran Iebih keeil dari 10 mesh (1.52%. %** C M 17.2 mm (yang sudah pasti).-42% Cr203 dinaikkan kandungan Cr20a~riya menjadi 48 .52 5.17 6. Selanjutnya.+2() -'201+:28 .]. Dengan demikian.·38.35 30. .17 mm dan fraksi -20+28 mesh.651 .04 2.

. 23'memakai sa. :peIigamatan pada percobaandengan fraksi -100+150 mesh' dan -150+200 mesh" menunjukkan adanya konsentrat kromit (panjang langkah 3. 13dengan no.-48+65 mesh menaikkan perolehan. t."" " ' Dari Tabel V juga.Dengan demikianrpada .17 mm dan besaran air sedang/ kecil).rto. 'Demikianlah pula.8+10 mesh menjadi -14+20 mesh.' Perkecualian dari gejalatersebut diatas terjadi pada pengubahan fraksi _. 25menggunakan saringanS' mm. Pereobaan no.keci!.' fraksi -'-14+20 mesh memperlihatkan gejala lain.tiumpan dengan ukuran. Gejala yang .satuvariabel.g langlrah9.keeil.' Akan tetapi. pengubahan ukuran -fraksi dengan urutan r -8+10 mesh :_ -20+28 mesh ~ -28+35 mesh . 19 serta no. 27) . . terjadi penurunan perolehan (bandingkan percobaanno.S'ementara itu~frakSi ~8+20 mesh dlkonsentrasikan dengan panja:iJ. 13. .e~lihatbahwa fraksi :-'20+65 mesh dapat dikerjakan dengan panjang' Iangkah 3.35 mm ---'-9. Malahan.fraks].pernyataan Batzer dan Brown (8). 25dengan no.52 mm. 21. pel'oiehanpada urnurnnya bertambah padarpengubahan variabel airdenganuTutan: besar . Seperti telah disebutkandi atas. yang menyebutkan.17rnm . sehingga pengaruhnya: terhadap jierolehan dan kandungan C1'203 juga tidakdiketahui. perolehanyang tinggl didapat dari pereepatan yang tinggi. " " " . dengan L= panjanglangkah dan S jumlal1 Iangkah iper menit. . Jelas bahwaperolehan sebanding dengan panjang Iangkah . Pernyataari di atas dikaitkan dengan perolehanyang tinggi. berat konsentrat dengan fraksi -100+150 mesh sebesar setengah dari 'berat umpan. Perlu dijelaskan bahwa ukuran besaran air didasaekanpada tekananairIedeng yaIig mengalir dl Iaboratorium (debit 6 liter/menit). bila perolehaningln dipertinggi lagi. Di sini. '25 dicirikandengan "pemakaian saringan jig yang berbeda.52 mmc:iaripenambahanair kecil.17 mm dan .. penambahan panjang langkahakan menambah perolehan (bandingkaiipercobaan-no. dianalisis dengan memegang tetap kedua variabel Iainnya.ringan'5mm.. 23 'dan .tidak berarti uropan berukuran lebih keen d~i65 meshtidak dapat dlperoleh.. Hal Ini sesuai dengan.. 11 dengan no. V). Pemakaiansaringan5 mmpadafraksi '-14+20 = 31 .aama teriadt pula pada pengubahan 'variabelIangkah dengan susunan: 3..Selain daripada ltu. dan no.faktor ipercepatan dirumuskan sebagai LS2. sedangkan percobaanno.penamHahan ail: berukuran sedang atau.. 20+28 meshuknran saringan tidak menjadi masalah. Percobaan no. jumlahTangkah per menit tidak diubah selama pereobaan.Ieblh besar dart 65 mesh. ' " Walatipun uralan dl atas dibat~i pad.. Bila perbedaan berat jenis Iebih besar. Dalam hal ini. Perolehan yang relatif rendah m ungkin dlsebabkan oleh 'eara pengumpanan' yang terlalu eepat sehingga berat konsentrat berkurang. 21)..sedang .r :' " Berbeda dengan fraksi -20+28 mesh.. tetapi . Pengaruh pengubahan . 19 dengari-no. .. seperti diuraikan divatas. pereobaan harus dilakukan denganmenaIkkan 'frekuensi langkah. yang berlipat ganda pengal'uhnya. Malahan.no. sebaIiknya. 'Kedua pereobaan menghasilkan konsentrat dengan kadarCr20S dan perolehan yang hampir sama (Tabel. maka batas ukuran' niaterialyang dapatdiolah denganmesirr jiglebih: lebar '(9). 11 dengan no'.6.

masih tetap potensial. Walaupun demikian. . BiIa Tabe1 In diperhatikan akan ..terliha.antah (run-oi-msne ore)mungkin akan menemukan batuan asal !it··dalamnya. gabungan batuan asaldengankromit maslf/tersebar) tidak diketahui. kromit tersebar. dapat menambah jumlah produksi kromit yang akan dipasarkan. '.2 mm (lihaturMan.pelaksananya.2 mm. SulawesiSelatan.ijih.17 mm. Pembahasan penelitian konsentrasi dengan jig dari bijih kromit tersebar. Alat . . 3..dikIasifikasikan .Padatkarya dapat dilaksanakan untukmemilihkromit masif.. maka kromit masif berukuran Tebih keeil . dan Penyelidikan Iebih terperinci dari b.dl.: Pertimbangan ekonomi akan menentukan bagan alir yang sebadkb. jig (5). Batas ukuran terkecilyang dapat dilakukan dengan pemilihan bergantung pada kemampuan .Dr-Os lehihrendah 'dari Ini ditunjukkan oleh pereobaan no. 48:%.Kromit dad Barru..daei 2. Si02• dan AI20a• Dengan asumsi bahwa konsentratmenyerupai bijih kromit ma. kromit yang berasal darf bijih tersebar dikonsentrasikan pada ukuran .·Jelas bahwa konsentrat berukuran . PERTAMBANGAN KROMIT .. . 1. ..ja dikombinasikan dengan jig. " .yangmempunyalmutu refraktori. terutama untuk memperoleh kromit masif. konsentrasi dengan jig dad bijih kromittersebar sebaiknyadikerjakandengan umpan berukuran lebih .mesh menghasilkan konsentrat yang berkadar.t bahwa parameter sebenarnya harus ditambah dengan kadar Fe20a. berat (konsentrat -65+20 mesh)..~if.1.Misalnya.iSementara itu.Iiy~'bagI. maka perolehan -dan kadar CraOaditetapkan sebagai parameter dalam penelitian konsentrasl dengan jig dari bijih kromit tersebar. rnendapatkan hasil yang memuaskan. : . . Konsentrasi dengan jig dari bijih kromit tersebar dapat menghasilkan konsentrat yang bisa dipasarkan.4 mm dapat diperoleh dari konsentrasi dengan . " Untuk. memakai duaparameter. seperti. konsentrasi gravitaslkhususnya dengan jig. . bila ukuran terkeeil untuk pemilihan sebesar 20 mm. keeil dari 1. pemisah sikI9n· . Alat konsentraslgravttasl lainnya dapat sa. . sepertf digambarkan di atas.-rna. KESJ:lMPULAN 2.Konsentrat kromit . Pembahasan di atas dapat dlsimpulkan sebagai berlkut . batuan asal. khususnya jig.· '. .. yaitu perolehan dankadar GraOs. 20 mm setelah melalui pemecahan.4 rnm ini berasal dari kromlt masif -.. sebagai kromit .jiemlsah media.kromit tersebar.... besaran air sedang/ kecilvdan saringan jig 2 mm.peni~gkatankualitas dan produksi bijih kromit dari Barru. . panjang langkah 3. 4.20 mm) dan meja goyang (konsentrat -2111m) (~l..w. .0 mmakan bercampur dengan komponen lainnya. Pengolahan vbijih kromit dari Barru dapat mengerjakan banyak orang (padat karya). Telah disebutkan di atas bahwa bijih kromit dari Barru terdiri atas k~Qmit.~ik.konsentrasi gravitasi.yang telah memenuhi persyaratan seperti pada Tabel III.komponen-komponen pembsntuk bijih wantah {kromit masif..:(kon8~!ltrat 1..sif..'Gr20a. atas). 15 (TabeIV) . Komposisl dari .

Jan. Gravity concentration of Troodos Chromites. Transaction.6:7~" (11957-)• 7. 4.7. 4th edition. Hehuwat. Suppel. 3. 02/LGPN. Fred. Flack. (1. Lembaga Geologi dan Perbarnbangan Nasional.. Ford. Levond. M. (19fT3). Dana. A94A 100. 8 33 . k!lME. (19. Mousoulos. Vol. (119'77). D.. Choice of jig stroke leng. New York. E. V 1 (1). editor. Geological Survey of New South Wales. Gravity concentration in modern mineral processing. S. LG. New York. F.. July.. Slection A..7u). . Sopaheluwakan. N'O.1983 . Ltd. A textbook of mineralogy. Vol. 9<. (Hl!77). W.'1'1. Penyelidikan geologi dan geomagnet cebakan kromit di daerah Barra. Mikami. Harry M. Sulawesi S'elatan. 019. S'ugiarta W. No.. Transaction. . In Industrial Minerals and Rocks. The mineral industry of New Slouth Wales. Department of Mines.8'. Z. 2. Suparka S. Institute of Mining and Metallurgy. David G. Transaction. Osborne. Chromium. L. No. 815.DAFTAR PUSTAKA 1..S7'5).. !Papadopoulos. Inc. pp. Chromite. 4th edition.&). 6. Michell.. 58'. Chemistry and Industry.. 30 hal.7. pp.5:m:. June. J.C 7. Stanley J. W. Batzer.... 37 hal.7S). D. ('1. D. 18 January. C 52 ~C 531. pp. Rhodesia. Khrom .G.. pp. 815. Lembaga Geologi dan Pertambangan Nasional. Kimble. OMLGPN. Vol. J. pp. Bice. pp_ 4'93. 5. E. Section C. S. 0 73:.. Cyprus. 668.. Brown. IInstitute of Mining and Metallurgy. 82. Institute of Mining and' Metallurgy. John Wiley & Sons. 5i1Jil. D. (1:968).ht and frequency in relation to concentrate flow. Mining practice at Mrican Chrome Mines.Suatu studi permasalahannya dan tinjauan potensi Indonesia. Section C.64.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful