Anak merupakan investasi dan sumber dari masa depan perkembangan sebuah bangsa.

Pengelolaan dan perlakuan yang benar terhadap anak akan mempertinggi peiuang tercapainya kemajuan masa depan sebuah bangsa dan negara. Aspek perkembangan jasmani merupakan sebuah faktor dominan yang tidak dapat dikesampingkan, bahkan merupakan prioritas untuk dikelola dengan benar dan optimal. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. "Mensana in corpora sano" Melalui sekolah maupun luar sekolah, kegiatan jasmani merupakan sebuah kegiatan yang perlu diprogramkan dengan pengelolaan yang benar melalui pendekatan petumbuhan dan perkembangan anak. "Anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil" (Thompson, 1991) Untuk itu setiap anak memiliki ciri dan sifat yang khas yang harus diberikan perlakuan yang khas pula. Bila orang dewasa memiliki kegiatan jasmani dalam bentuk olahraga dengan fasititas yang standard, maka anak-anak memerlukan implementasi kegiatan jasmani dengan segala peralatannya yang khas sesuai dengan ciri dan sifat anak tersebut. Kondisi ini sangat diperlukan agar anak dapat melakukan kegiatan jasmani dan olahraga sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, diciptakanlah beberapa "Peralatan Olahraga Anak" (POA) yang telah diteliti dan diujicobakan. Penciptaan ini diharapkan mampu memberikan peluang yang optimal bagi pertumbuhan den perkembangan anak melalui aktifitas jasmani dan olahraga. POA disusun dalam sebuah paket / set yang berisi sebelas jenis peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai jenis kegiatan jasmani dan olahraga seperti gerak lari, lompat, lempar (atletik), kegiatan jasmani dan olahraga dengan bola (voli, sepakbola), kegiatan jasmani dan olahraga dengan alat (bulutangkis, tenis mini) dan berbagai kegiatan jasmani lain yang dapat diciptakan dengan menggunakan alat tersebut. Buku Pedoman penggunaan alat ini disusun untuk memberikan berbagai kemudahan dalam menggunakan peralatan ini dan memunculkan gagasan baru bagi para pengguna untuk menciptakan berbagai alat maupun kegiatan dengan alat yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

PERALATAN OLAH RAGA (POA) Peralatan Olahraga Anak atau POA merupakan hasil penelitian pengembangan peralatan dari penulis dan bebrapa kolega bekerjasama dengan Direktorat jenderal Keolahragaan Depdiknas pada Tahun 2003 dan 2004 yang menghasilkan 16 jenis peralatan olahraga untuk anak. Namun pada buku ini hanaya akan dibahas pedoman untuk penggunaan 11 jenis peralatan olahraga anak (POA). Setelah dihasilkan 16 peralatan tersebut maka penuli melaksanakanpenelitian lebih lanjut bekerja sama dengan Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga pada tahun 2005 dengan topik penelitian “ Penggunaan Peralatan Anak untuk Pembelajaran di Sekolah Dasar”. Hasil penelitian menunjukan bahwa POA cocok dan sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar terutama bagi siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6. Sedangkan untuk kelas 1 dan 2 hanya beberapa jenis POA yang dapat digunakan, seperti petak lompat, gawang aman, bola rumbai dan bilah serta cone. Sedangkan jenis POA yang lain masih terlalu berat dan berdimensi besar bagi siswa kelas 1 dan 2. Sampai saat ini POA telah digunakan diseluruh Indonesia bahkan dibeberapa Negara tetangga seperti Singapura dan Brunei POA juga di gunakan untuk event OOSN (Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional) dan APSSO (Asean Prymary School Sport Olympiad) terutama pada cabang Atletik. Walaupun demikian POA sebetulnya dapat digunakan untuk berbagai pendasaran cabang olahraga lain. Oleh karena itu penulis memberikan POA sebagai alat untuk pembinaan multilateral. Pembinaan Multilateral merupakan pengembangan anak melalui berbagai kegiatan jasmani menyeluruh yang meliputi berbagai gerak dasar umum dan dasar gerak olahraga. Melalui pembinaan multilateral diharapkan anak mendapatkan pondasi gerak yang lebar (Broad base) sehingga memungkinkan anak untuk memiliki keterampilan bergerak secara menyeluruh yang pada gilirannya akan menjadi dasar untuk menentukan arah potensi selanjutnya dalam olahraga. Dibawah ini merupakan piramida pembinaan dimana pembinaan multilateral merupakan landasan paling bawah sebagai pondasi

Dewasa Junior Anak-Anak

Prestasi Spesialisasi Pembangunan Multilateral

Gambar 1. Piramida Pembinaan Olahraga

PERANGKAT POA POA disusun dalam sebuah perangkat yang dikemas dengan sebuah tas POA, dimana didalam satu tas berisi 11 jenis peralatan dengan komposisi jumlah yang telah disesuaikan dengan situasi pembelajaran pendidikan jasmani maupun dalam proses latihan di klub olahraga.

Gambar 2. Perangkat Peralatan Olahraga Anak (POA) Adapun dalam satu perangkat POA yang terdiri dari 11 jenis peralatan untuk anak, masing-masing peralatan disusun dengan jumlah yang telah ditentukan seperti pada tabel di bawah ini Perangkat Perlengkapan Olah Raga Anak No Nama Alat Jumlah 1 2 Bola Rumbai dan Tenis Lunak Bola POA 10 4 Besar : 4 Kecil : 4

Bola Ayun 3a. Besar b. Kecil 4 Raket Tenis

8

5

Raket Tenis

8

6

Gawang Aman

8

Spesifikasi Ukuran : Bola Tenis dan Bola Kasti Rumbai : 20 Cm Bahan : Bola tenis, bola kasti, dan pita Ukuran : Diameter 21 cm Bahan : Kulit Ukuran Besar : Diameter 13 Cm berat 0.5 Kg. Kecil : Diameter 10 cm bahan kulit sintetis diisi kain. Ukuran : P: 40 cm Bahan : Pralon 1 dm Ujung dan ekor dengan karet Ukuran : P.40 cm Lengan : 12 cm Kepala : 28 cm Bahan : Plastik Ukuran : T : 40, 45, 50 cm P : 50 cm

7 Petak Lompat 10 8 Ciapper 1 Bahan : Imprabot Warna .1. Merah. sasaran di tanah.Lempar-tangkap Contoh berbagai aktifitas pengunaan Bola Rumbai No Nama Gerak dan Uraian 1 Lempar Berbagai Sasaran 1.Lempar jarak . Sasaran diam tunggal Melempar tanda di dinding atau benda diatas bangku. hijau. kuning. Pengguna : Anak-anak usia 5 sampai dengan 12 tahun atau lebih. Dasar Kegunaan : . lingkaran yang digantung.Lempar sasaran . 1:3 cm Bahan : karet Ukuran : tinggi 40 cm Bahan : Plastik Ukuran : Diameter 18 cm Bahan : Plastik Ukuran : 100 x 60 x 20 cm Warna : Biru-merah Bahan : Kain sintetis Daya tamping : Seluruh peralatan POA 9 10 11 Bilah Cones Gelang Raja 10 8 10 Tas POA 1 PENGGUNAAN POA 1. Bola Rumbai / Tenis Keterangan Alat : Bola rumbai merupakan bola yan diberi ekor berwama-warni agar menarik bagi anak-anak untuk bermain dan mudah untuk diamati. Gambar . biru Ukuran : 40x40 cm Bahan : Spon keras 6 mm Warna : Merah dan Biru Ukuran : 10 30 x 40 cm Bahan : Kayu Ukuran : P: 1 Meter. dari posisi berdiri dan tiga langkah awalan.

sofball.5. Kaki kanan didepan. Lempar Jarak 2.3. satu kaki dibelakang lengan lempar lurus kebelakang 2.1 Lempar tangkap jarak Dua anak berhadapan yang satu melempar dan yang lain menengkap secara berganfian. atau lebih anggota kelompok.1 Lempar dari posisi berdiri Posisi seperti lempar lembing pada athletics atau lempar pada baseball. 1. 3 Lempar Tangkap 3.3 Lempar melewati ketinggian Dari posisi berdiri dan dari awalan tiga langkah dengan awalan tiga angka lempar bola rumbai atau bola tenis atau turbo melewati penghalang yang di pasang setinggi 2 meter atau lebih lakukan dengan variasi lemparan yang lain. 3. Sasaran angka poin Melempar seperti diatas tapi dengan sasaran banyak dan memlliki poin angka untuk dlkumpulkan 2. dan sebagainya. langkah awalan.1.2.3. Menggeser Sasaran Melempar dengan tujuan untuk menggeser sasaran semakin jauh atau mendekati lawan 1. Jarak keduanya makin lama makin jauh.4. Dapat dilakukan. kaki kanan cepat.dalam bentuk kelompok dengan 2. Seperti pada poin 1. satu kaki didepan. langka ketiga kaki kiri dan dilanjutkan dengan melempar 2. Sasaran diam ganda . 1. .1 tapi dengan sasaran banyak Sasaran bergerak Melempar dengan sasaran bergerak dari posisi berdiri dan tiga.2 Lempar dengan 3 langkah Seperti lempar lembing pada athletics atau baseball.

Lempar / tolak – tangkap . Bola POA Keterangan Alat Pengguna Dasar kegunaan : Bola yang di gunakan untuk berbagai gerakan dan berbagai jenis aktifitas jasmani dan olahraga : Anak usia 5 sampai 12 tahun : .2 Menolak bola dan berlari dilakukan tiga atau empat anak yang dibagi dua. Tolakan dapat dilakukan dari posisi berlutut 1. Dapat dilakukan dengan membandingkan dengan regu lain. anak yang melempar bola berlari ke arah kelompok yang diseberangnya .2 Lempar – Tangkap estapet Anak dibagi menjadi empat sudut.1 Menolak bola berpasangan seperti pasing bola basket.Tendang dan passing voli .Dribble (pantul tangan dan kaki) Gambar No 1 Nama Gerak dan Uraian Lempar / Tolak-Tangkap 1.3. Gerakan ini dapat dilakukan dengan bergerak kesamping. berusaha melempar bola berputar dalam waktu yang ditentukan sebanyak-banyaknya. 2.

duduk atau telungkup Lakukan lemparan dengan awalan linier atau berputar. 1.1. Lakukan juga gerakan melempar di atas kepala satu atau dua tangan dalam posis berdiri. Lakukan gerakan menolak benda (bola. Menendang bola dan berlari Menendang bola ke arah pasangan di depannya dan berlari ke depan. Tendangan dan Passing Voli 2. berlutut.5. Simulasi gerakan lempar.3 Menolak tinggi Menolak bola dari berbagai posisi melewati tali atau dinding yang tinggi. . atau yang lain) menyerupai gerakan mentolak pada tolak peluru dengan satu atau dua tangan.1.4 Tolak sasaran Menolak ke arah sasaran atau angka / poin tertentu 1.

2 Anak melakukan drbbling sialom sesampai di ujung tanda lakukan passing kepada anak yang ada didepannya 3. Bola Ayun Keterangan Alat Pengguna Dasar kegunaan : Bola yang diberi pegangan lentur untuk dilempar / dilontarkan dengan cara mengayun sebagai gerak awal : Bola Kecil untuk Anak usia 6 sampai 12 Tahun Bola Besar untuk Anak usia 9 sampai 12 tahun atau lebih : .Lempar .2. ayun bola ke belakang dan lempar. ini bisa dilakukan lomba dengan regu / kelompok yang lain 3. anak ynng satu melempar bola dan pasangannya melakukan passing bawah bota voli. 2.2 Posisi berdiri kaki depan belakang. 2 atau tiga anak.Lontar Contoh berbagai aktifitas penggunaan Bola Ayun No Nama Gerak dan Uraian 1 Lempar dari posisi berdiri 1.1 Melakukan dribbling sampai pada batas yang ditentukan kemudian passing ke teman yang ada di depan. 1. Anak sisi yang satu dribbling dengan kaki atau tangan ke anak didepannya dan sebaliknya.2 Estafet tending . ayun bola ke belakang dan lempar.passing Anak dibagi menjadi empat sudut. 2 Lempar Awalan Putar 2. Bola ditendang ke sudut kanannya dan berputar ke sudut selanjutnya dengan waktu tertentu.1 Awalan satu putaran Posisi awal menghadap arah lempar.1 Posisi berdiri kaki sejajar / parallel.3 Lempar dan Passing berpasangan. 3 Dribbling Kaki dan Tangan 3. 4 Dribbling dan Passing 4.2 Dribbling Sialom Melakukan dribbling dengan kaki atau tangan melewati tanda yang telah dipasang dengan cara zig-zag/sialom. dilanjutkan lari ke regu di depannya. Dapat dilombakan dengan kelompok lain.1Estafet Dribbling Posisi berhadapan. Lengan kanan (bila tidak kidal) memegang Gambar . masing-masing sisi terdiri atas 1. 4.

Bola dipegang didepan badan tungkai ditekuk badan tegak lontar bola ke belakang melalui atas kepala.2 Lontar dari samping Posisi badan seperti pada 3. 4. Seperti 2.2. kaki kanan di belakang. tetapi posisi awal menghadap ke samping. posisi kaki kiri kembali didepan dan lempar. dan posisi berdiri dan tiga langkah awalan.Lempar Sasaran : . 2. Langkahkan kaki kanan ke depan di ikuti dengan kakj kiri menyilang ke belakang badan sehingga badan berputar.2.1 Ayun Lontar Posisi awal Melempar ke sasaran simpai yang digantung.bola ke belakang. Gambar . 2.3 Ayun Lontar Posisi awal seperti 3.2 Awalan satu seperempat putaran.1.1 tapi bola dipegang disamping badan. atau benda diatas bangku. bola diayun 2 sampai tiga ayunan sebelum dilontarkan. lengan lurus.3 Awalan satu setengah putaran seperti 2. Roket Keterangan Alat Pengguna Dasar kegunaan : Tongkat pendek berbentuk rudal yang dapat dilempar seperti lempar lembing (lemparan ortodok) : Anak usia 6 -12 Tahun atau lebih : .1 Lontar Lontar belakang atas.1 dan 2. tetapi posisi awal menghadap ke belakang. 3.Lempar Jauh Contoh berbagai aktifitas penggunaan Roket No Nama Gerakan dan Uraian 1 Lempar Sasaran 1. Lontarkan melalui sisi badan di atas bahu sisi yang lain 3. 3 3.

1. satu kaki di belakang. 1.2 Lempar dengan tiga langkah seperti pada lempar lembing pada athletics atau baseball. ini dengan awalan tiga langkah. langka kedua kaki kanan cepat.1 Lempar dari posisi berdiri. Setelah gerakan baik. 2.2. dan sebagainya Satu kaki di depan. langka ke tiga kaki kiri dan dilanjutkan dengan melempar.1 dan 1.posisi seperti lempar lembing pada athletics atau lempar pada baseball. 2 Lempar Jarak 2.2 Sasaran bergerak Seperti pada 1. namun sasaran digerakkan sehingga tingkat kesulitan Iebih tinggi. Kaki kanan di depan.3 Lempar melewati ketinggian dari posisi berdiri dan lari awalan tiga langkah . lakukan lempar 1.Catatan : lempar dengan rudal ini sebaiknya sasarannya tidak benda yang kuat / keras agar tidak terjadi kerusakan pada rudal. Softball dan sebagainya. 2. langkah pertama kaki kiri.

Bila gerakan diatas sudah dapat dilakukan dengan baik. (usahakan bola / cock dapat djpertahankan dengan pantulan yang sama dan terkontrol) . tambah jarak keranjang.2 Pukul ke simpai diam . 1. (gerakan ini dapa! diiakukan setelah gerakan 1.3 Bola/cock dipukui pelan ke atas sambii berjalan.Gantungkan simpai - .1 Pukul ke keranjang .2 dapat dilakukan dengan baik dan benar) 2 Pukul Cock / Bola ke sasaran 2. Raket TONIS Keterangan Alat Pengguna Dasar kegunaan : Raket yang terbuat dari plastic dapat digunakan untuk memukul shuttlecock dan bola tennis : Anak usia 6 -12 Tahun atau lebih : Memukul shuttlecock dan bola tenis mini Contoh berbagai aktifitas penggunaan Raket TONIS No Nama Gerakan dan Uraian Gambar 1 Timang Shuttlecock / bola lunak 1.1 Bola/cock dipukul pelan berulang-ulang ke atas statis.1 dan 1. pukul bola / cock dengan raket sehingga bola/cock tersebut masuk kedalam keranjang.5. 2. .2 Bola cock diletakan di raket berjalan (gerakan ini dilakukan setelah gerakan diatas dapat dilakukan dengan baik dan benar) 1.Letakkan keranjang atau benda lain dengan dengan jarak 2 atau 3 meter.

1 Bermain bulutangkis tanpa net.Lakukan gerakan yang sama tapi diantara pemain berilah pembatas net atau benda lain. .Lakukan dengan jarak yang makin jauh. dengan net .2 Bermain tennis dengan bola lunak/plastic dengan di voli (bola tidak menyentuh tanah). kemudian menyentuh tanah tanpa net.3 Pukul ke simpai bergerak .Lakukan dari jarak yang makin jauh 2. . Bermain Sederhana 3.setinggi 1 sampai 2 meter pukul bola atau cock dengan raket ke arah simpai agar masuk didalam lingkarannya. 3.Lakukan gerakan seperti 2. .Lakukan permainan memukul cock dengan raket secara berpasangan tanpa dibatasi dengan net atau pembatas lain.2 tetapi dengan simpai yang diayun (bergerak) .

dst) maka atlet atau siswa membentuk regu sesuai dengan yang diucapkan guru atau pelatih sambil terus berlari dan melompati gawang yang ditemui. untuk usia 6 samapi 12 tahun atau lebih Tinggi 50 cm. . 1. Disebut gawang aman karena terbuat dari plastik yang bila tertabrak tidak membahayakan atlet.Pasang gawang tinggi 45 cm jarak 2 m.3 Sialom Gawang 2 Lompat Gawang 2.Tanda pembatas Contoh berbagai aktifitas penggunaan Gawang Aman No Nama Gerakan dan Uraian Gambar 1 Bermain dengan Gawang 1. untuk usia 8 sampai 12 tahun atau lebih Dasar Kegunaan : . Gawang Aman (Safety Hurdle) Keterangan Alat : Sebuah papan plastik/imprabot berbentuk segitiga yang berfungsi sebagai rintangan lari gawang.Rintangan lari gawang i . bila pelatih atau guru memberi aba-aba maka atlet atau siswa berlarian melompati gawang yang ditemui .1 tetapi bila pelatih atau guru menyebut angka tertentu (2 atau 3 atau 4.Lakukan gerakan yang sama tetapi dengan berpasangan 2 atau 3 orang. 1.1 Taman Gawang .1 Take-off/menumpu lompat vertical melewati gawang.45 cm.Letakkan gawang secara acak di lapangan secukupnya.2 Gawang membentuk regu lakukan gerakan seperti no. Penguna : Tinggi 40 cm .Tanda lari zigzag / slalom . 1.6. .Lompat 1 kaki mendarat dengan kaki yang lain langsung menumpu lagi . .

2. .4 Sprint gawang estafet dalam situasi perlombaan.Lompat 1 kaki mendarat dengan kaki yang lain langsung mendarat dengan kaki yang lain langsung menumpu lagi kegawang selanjutnya. .6 atau 8 langkah dan menumpu lagi dengan kaki yang lain. . 2. atlet lari awalan dan menumpu melewati gawang mendarat kemudian melangkah 4.3 tapi atlet membawa tanda estafet (gelang) dan diberikan kepada atlet selanjutnya.Seperti pada 2. .3 Sprint ganti tumpuan / langkah genap (4-6-6).2 Take-off/menumpu lompat horizontal melewati gawang. gawang 2.Pasang gawang dengan jarak 2 m. dst.Pasang gawang dengan jarak 2 m. .melewati selanjutnya.

lengkung.berlari menumpu pada petak.Warna merah menumpu kiri dan warna biru menumpu kanan 3.Petak disusun dengan berbagai pariasi seperti pada gambar 2.Lari – Lompat . Loncat petak lurus dan zig-zag.Atlet meloncat dengan 2 kaki pada setiap petak .Seperti pada nomor 1 tapi lompat dengan satu kaki atau bergantian.Susun petak selang-seling (2 warna) . Lari lompat lurus. 2 setelah selesai berlari memutar kearah awal.Variasi lompat dan loncat .Lari lompat menumpu pada petak 2. . . lengkung dan lingkar .7. .Letakan petak dengan jarak 1. 2 Lari Lompat 1.5 m . Lari lompat jarak . Lari lompat lurus. dll. . Pengguna : Anak usia 4 sampai 12 tahun atau lebih Dasar penggunaan: . No Nama Gerak dan Uraian Gambar 1 Variasi Lompat dan Loncat 1. zig-zag. Petak Lompat Keterangan alat : Petak dari spon yang terdiri dari dua warna berbeda yang berfungsi sebagai tumpuan / tolakan kaki saat melakukan lari lompat atau lompat irama sebagai penanda kaki kiri atau kanan. Lompat petak warna lurus.Susun petak dengan cara 1. lengkung dan lingkar .Seperti pada no.Irama langkah awalan Contoh berbagai aktifasi penggunaan Petak Umpet. .5 – 2 m.

Saat Clapper dibunyikan atau ditepukkan pengambil waktu menghidupkan stopwatch.1 Reaksi dari berbagai posisi .2 Start dalam lomba . atlet atau siswa bereaksi untuk berlari. : . - 1. Irama langkah awal . 1.1 Start dari berbagai bentuk .Lari seperti awalan pada lompat atau lempar dengan menumpu pada petak yang sudah disusun sesuai dengan kebutuhan siswa / atlet. Clapper Keterangan alat Pengguna Dasar Penggunaan : Sebuah alat dar papan kayu (benda yang dapat Mengeluarkan suara) yang berfungsi untuk tanda start lari atau latihan reaksi. 8.3 Pengambil Waktu / Timer .Lakukan posisi seperti pada gambar disamping bila pelatih atau guru membunyikan Clapper.4. 2 Tanda Latihan Reaksi 2.Siswa / atlet dalam posisi berbaring.Tanda Start . : Anak usia sampai 12 tahun atau lebih.Tanda latihan reaksi Contoh berbagai aktifitas penggunaan Clapper No Nama Gerak dan Uraian Gambar 1 Tanda Start 1.Perlombaan yang memerlukan dapat menggunakan Clapper. duduk atau posisi lain setelah Clapper ditepukkan segera berlari secepatnya .

2 Lari rintangan lengkung . Bilah Keterangan alat : Bilah sepanjang 1 meter dengan warna kombinasi hitam putih. : Anak usia 2 sampai 12 tahun atau lebih.Rintangan lari gawang .Seperti No.1 Lari rintangan lurus . siap dan menepukkan Clapper antara siap dan tepuk agak lama. 2.5 m siswa berlari cepat menumpu antara bilah satu dengan yang lain.Tanda Pembatas Contoh berbagai aktifitas penggunaan Bilah No Nama Gerak dan Uraian 1 Rintangan Lari Gawang 1.Pasang bilah dengan jarak 1-1.Tanda Contoh berbagai aktifitas penggunaan Cones No Nama Gerak dan Uraian 1 1.Seperti 1.1 tetapi lari makin lama makin cepat.Pelengkap peralatan . 9.Atlet melakukan posisi start . 2. Pengguna : Anak usia sampai 4 sampai 12 tahun atau lebih. ones Keterangan alat Pengguna Dasar Penggunaan : Sebuah kerucut dari plastik yang berwarna-warni untuk memberikan tanda dilapangan atau penyangga benda.2 Start dengan jarak dari jarak waktu siap ke ya .1 tetapi bilah dipasang melengkung Gambar 2 Tanda Irama Lari 2. Dasar Penggunaan: . 1. : .1 Lari Irama Lurus .Tanda Irama lari .1 Penyangga rintangan lari gawang.2 Lari Irama Percepatan .Pelatih member aba-aba bersedia.2. Gambar . 10.Berlari lurus melewati bilah dengan irama mengikuti tanda dari pelatih.

lempar 2. Gelang Raja Keterangan alat Pengguna Dasar Penggunaan : Sebuah gelang besar dari karet yang berfungsi sebagai Sarana lempar dan alat estafet. lompat.1 Gerak lempar cakram Melempar dengan posisi benda disamping badan sehinga lemparan dilakukan dengan mengayun benda tersebut disamping badan. : . 1.1 Untuk tanda lari.2 Penahan Bilah 2 Tanda 2.2 Batas Area 11. lengan lurus kebelakang dan benda dilempar melewati atas bahu.Berbagai gerak lempar . : Anak usia 4 – 12 tahun atau lebih.1. 2 Tanda Estafet Gambar .Tanda estafet Contoh berbagai aktifitas penggunaan Gelang Raja No Nama Gerak dan Uraian 1 Berbagai Gerak Lempar 1.2 Gerak lempar lembing Melempar dengan lemparan biasa.

keterampilan dasar olahraga dengan bola besar. Menciptakan karakter. dan berbagai tugas gerak untuk dilaksanakan dalam kelompok siswa. Beberapa keuntungan yang direncanakan untuk dapat diambil dari pelaksanaan Pembelajaran Multilateral adalah sebagai berikut: a. serta moral dan sosial serta karakter siswa sesuai dengan fungsi pendidikan jasmani b) menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar.PEMBELAJARAN DAN LATIHAN DENGAN POA Pembelajaran dan latihan dengan POA pada dasamya diarahkan untuk pembinaan multilateral. Berbagai gerak dasar dan dasar gerak olahraga dapat diberikan pada pembelajaran dan latihan dengan POA. penerapan disiplin dan peraturan yang sederhana. kepemimpinan. Menanamkan moral dan disiplin untuk melaksanakan aturan-aturan sederhana dalam pelaksanaan kegiatan. dan d) menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar. b. peralatan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak (modifikasi). e. c) memilih prosedur. metode dan teknik belajar mengajar. hubungan sosial antar siswa dengan kerja kelompok dalam beberapa kegiatan pembelajaran. praktik. Dengan pembelajaran tersebut diharapkan dapat disajikan materi kurikulum dengan lebih menarik dan memiliki keleluasaan waktu untuk menyajikan seluruh aspek dalam gerak dasar dan dasar gerak olahraga. memperkuat perkembangan atau perubahan fisiologis yang dapat menguntungkan untuk perkembangan dimasa dewasa. 1 .. Karena perlu penyediaan sumber belajar maka perlu upaya strategis agar proses pembelajaran dan latihan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. kerja individu dan kelompok. diskusi. Memberi kemudahan dan peluang bagi guru untuk melaksanakan seluruh isi kurikulum dengan waktu yang lebih efisien. discovery dan sebagainya. f. Pembelajaran dengan POA merupakan Pembelajaran Multilateral yaitu proses pembelajaran dimana dalam satu sesi pertemuan pelajaran berisi berbagai keterampilan dasar seperti lari. Berkaitan dengan perkembangan jasmani pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. sedangkan prosedur dan metode merupakan inti dalam pembelajaran yang dalam hal ini diarahkan dengan pendekatan multilateral dimana dalam satu sesi pembelajaran guru menggunakan berbagai gerak keterampilan untuk menuju pada pengembangan multilateral. maka pembelajaran harus mampu memberikan pengaruh yang berkaitan dengan fisik sebagai upaya meningkatkan kesehatan siswa. Memberikan variasi kegiatan jasmani dalam pembelajaran pendidikan jasmani dengan dasar gerak keterampilan yang luas. Memberikan jalan keluar akan beberapa masalah seperti keterbatasan alat dan tempat d. c. yaitu berbagai pendekatan seperti pembelajaran teori. lempar. Pilihan pendekatan dalam pembelajaran. 1998:43) Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik maka perlu strategi pembelajaran melalui: a) menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku. Pembelajaran dan latihan adalah kegiatan secara terprogram dalam desain instruksional. yaitu pembelajaran dengan berbagai tujuan termasuk meningkatkan kebugaran dan keterampilan gerak. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati. Pembelajaran Multilateral Pada dasarnya dalam pembelajaran aktivitas jasmani ada dua hal khusus yang perlu diperhatikan : yang pertama adalah proses pembelajaran itu sendiri yang meliputi pelaksanaan materi dan metode pembelajaran yang tepat dan yang kedua adalah ketercapaian tujuan kegiatan jasmani kepada siswa sehingga siswa mendapatkan manfaat yang nyata dari proses pembelajaran. lompat. Untuk mencapai aspek-aspek yang menjadi tujuan dan fungsi pembelajaran. menentukan kebiasaan tatihan pada kanak-kanak dan berkesinambungan pada aktifitas fisik di masa dewasa (Chan. bola kecil dan olahraga dengan alat. untuk membuat siswa/atlet belajar dan berlatih secara aktif. 2002:297). Memungkinkan terjadinya kesetaraan gender bagi siswa dalam melakukan kegiatan . Menetapkan norma dan kriteria keberhasilan merupakan evaluasi dari proses pembelajaran yang diterapkan. pembelajaran multilateral dirancang dengan berbagai bentuk penyajian yaitu: permainan dan perlombaan.

Berkaitan dengan hal tersebut Thompson memberikan beberapa kriteria sesi pembelajaran yang baik dan efektif adalah sebagai berikut: 1) Semua siswa aktif. Guru perlu menyajikan pembelajaran yang memungkinkan kesetaraan kesempatan pada berbagai jenis kelamin dan bagaimana siswa yang memiliki keterbatasan kemampuan (disability) mendapat peluang untuk melaksanakan pendidikan jasmani. . Seperti sesi latihan pada umumnya urutan kegiatan dalam sesi dirancang dan diatur dengan sistematika sebagai berikut. baik berupa keterampilan jasmani yang berkaitan dengan olahraga maupun yang berkaitan dengan kondist kehidupan umum 2. secara umum ada kesepakatan bahwa sesi pembelajaran praktik dilakukan dengan sistematika yang jelas yaitu : pembukaan. d. diri sendiri. (2) Latihan Inti (3) Penenangan. 4) gunakan secara optimal sumber belajar yang ada seperti fasiiitas dan peralatan. 3) sediakan koreksi dan umpan balik/feedback. Pengelolaan kelas. Latihan Multilateral.20Q9:149) Dalam sesi pembelajaran. dan menjamin bahwa siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga dapat menggunakannya dalam kehidupannya selanjutnya . Latihan multilateral dapat diartikan sebagai suatu proses latihan yang berisi tentang berbagai kegiatan keterampiian dasar sebagai cabang olahraga dan kemampuan motorik yang disajikan dengan urutan yang khas dalam satu sesi. Melaksanakan materi agar dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. emosional dan mengkondisikan siswa agar dapat menyerap pengalaman tersebut untuk bekal kehidupan dimasa datang.2003:114-115) Untuk mencapai dan mendapatkan keuntungan di atas diperlukan pengelolaan yang tepat dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.pendidikan jasmani. Sedangkan latihan inti dapat berisi unit kegiatan teknik cabang olahraga. 5) pertimbangkan perbedaan individual sehingga materi dapat dilaksanakan oleh setiap siswa sesuai dengan kemampuannya. Tidak seperti sesi latihan pada umumnya yang memiliki satu kecabangan olahraga dalam satu sesi. Penenangan merupakan penutup latihan yang bertujuan untuk mengembalikan atlet pada kondisi normal dan siap melaksanakan kegiatan selanjutnya.luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien. Berkaitan dengan hal ini Laker menyatakan bahwa kemampuan dan gender merupakan factor utama dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani. atau unit kegiatan latihan fisik atau keduanya. maka sesi latihan multilateral memperkenalkan berbagai gerak dasar teknik berbagai cabang olahraga dengan tujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pengalaman kepada atlet muda pada berbagai gerakan. Peralatan dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani dapat berfungsi sebagai media baik berupa siswa yang lain. yaitu bagaimana guru mempersiapkan dan mengatur / pengoganisasian kelas yang menjamin siswa dapat melaksanakan unit pembelajaran dengan baik dan memberi umpan balik yang tepat. Menggunakan waktu yang tersedia untuk pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk pelajaran selanjutnya. Memberikan pengalaman sosial. pelajaran inti dan penutup. e. 2002:198) b. (Syaiful. 4) sediakan variasi dan kegembiraan. (1) Pemanasan. 2) intruksi dan tujuan materi jelas. Memanfaatkan peralatan dan fasiiitas yang ada untuk pembelajaran. Lebih lengkap disampaikan Hadari Nawawi yang dikutip Syaiful Bahri menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas . (Thompson.(Laker. serta memberi informasi tentang apa yang akan di lakukan Untuk menentukan apakah pembelajaran dikatakan berhasil / berjalan dengan baik atau tidak dapat berjalan dengan baik dapat ditentukan oleh berbagai faktor sebagai berikut. Pembukaan berisi tentang bagaimana guru melakukan penjalinan hubungan yang baik dengan siswa dan mencoba untuk menarik minat siswa pada sesi pembelajarannya. c. benda atau peristiwa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. a. Pemanasan sebagai pembuka latihan bertujuan untuk mempersiapkan atiet agar dapat mengadaptasi latihan baik secara fisik maupun mental.

dan olahraga dengan alat. Dari gambar di bawah nampak bahwa anak pada usia 7-13 tahun masih menekankan diri pada latihan dasar gerak atletik umum terutama pada keterampilan (skill) dan pada kecepatan. senam. dan setiap individu merasa dapat mengadaptasi latihan. Tentukan tujuan iatihan baik secara khusus pada sesi itu. olahraga bola besar. Sedangkan latihan keterampilan khusus dimulai setelah 14 tahun dengan diikuti latihan kecepatan.Agar sesi latihan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan tujuan yang akan dicapai maka ada tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan latihan sebagai berikut: a. d. c. unsur latihan apa yang akan dikembangkan. Rencanakan sesi latihan yang efektif. atletik. Pelatih harus selalu memperhatikan aspek-aspek tersebut di atas untuk menjamin agar proses latihan dapat berhasil dengan baik diakhir masa latihan. menggunakan secara optimal semua sumber latihan. Ditinjau dari sisi unit latihannya Peter Thompson menyajikan sebuah tuntunan penekanan latihan untuk cabang olahraga atletik berdasarkan usia anak. Semua unsur latihan tersebut ditujukan untuk penguasaan gerak dasar cabang olahraga (peningkatan kemampuan jasmani). adanya kemajuan. kekuatan dan daya tahan. Gambar 11 pengembangan latihan pada Athletics . Sama dengan sesi pembelajaran multilateral. untuk menentukan efektifitas sesi latihan multilateral dapat ditentukan dengan melihat unsur-unsur: keterlibatan atlet. adanya umpan balik dari pelatih. olahraga bola kecil. b. Tentukan sesi iatihan berdasarkan hal tersebut di atas. Tentukan tujuan latihan secara umum dalam periodisasi latihan maupun dalam kerangka latihan jangka panjang. Unsur latihan yang utama pada sesi latihan multilateral ada pada inti latihan dimana pada sesi latihan multilateral perlu diberikan berbagai gerak dasar pada berbagai kategori cabang olahraga seperti.

misalnya setelah melempar bola diikuti dengan melompat atau lari sehingga penekanan kerja otot berpindah. Coordination and Speed b) Atletik ABC: Fundamental lari. Berkaitan dengan hal tersebut. b. d.Disajikan juga berbagai konsep dasar isi latihan pada usia 7-13 tahun yang dirumuskan sebagai berikut : Physical Literacy = ABCs + Athletics ABCs + KGBs + CKS Artinya bahwa menu dan literatur fisik atlet muda perlu diimplementasikan dalam latihan yang berorientasi pada: a) ABCs : Agility. Pengelolaan kelas disesuaikan dengan luas lapangan. di atletik ada nomor lari. . Sediakan istirahat yang cukup agar atlet siap melaksanakan gerakan keterampilan dengan baik. Balance. 3. Buoyancy and Striking d) CKS: Catching. Keterampilan dasar yang meliputi berbagai gerak di atas sangat esensial dan harusnya dilakukan pada anak untuk pencapaian potensi optimalnya. Kicking and Striking. Berisi berbagai unit keterampilan dari dasar gerak olahraga (misalnya. Pengelolaan Pembelajaran dan lat Pengelolaan sebuah sesi pembelajaran dan latihan multilateral perlu dipertimbangkan berbagai aspeksebagai berikut: a. dapat bergantian atau sirkuit dengan pos untuk masing-masing kelompok atlet. lempar dan lompat) dengan pengaturan pos gerakan (lihat gambar di bawah). seorang pelatih perlu menyusun program latihan dari makro sampai pada mikro dan sesi latihan yang berorientasi pada prinsip-prinsip multilateral di atas. lompat dan lempar c) KGBs : Kinaesthetics. Diatur sedemikian rupa sehingga otot yang bekerja berganti atas dan bawah. Gliding. Artinya bila keterampilan dasar tidak diajarkan pada fase ini maka atlet dimungkinkan tidak dapat mencapai potensi genetisnya pada tingkat prestasi tinggi. c. Dari penekanan latihan dan isi latihan di atas menunjukkan bahwa prinsip multilateral sangat sesuai dengan kaidah di atas terutama pada anak usia 7 sampai 13 tahun.

. Olahraga alat (Tenis mini /soft) (15') d. misalnya gerakan skiping.Menimang dan memantulkan bola dengan raket. Lempar tangkap sambil bergerak dan bervariasi 2 dan tiga anak. Bila pelatih yang disediakan mengatakan "siang" maka atlet berlari pelan (joging) kearah barat menuju tengah lapangan {letak matahari siang). Alat : Clapper Alat : Petak Alat : Bola POA dan bola tennis rumbai 2 Latihan Inti 60' a. Lemparan dilakukan dengan lemparan dada. gerak hoping. pengelihatan. kemudian dengan berjalan ke depan. Start berdiri dengan percepatan langkah makin panjang dan cepat. Di bawah ini disajikan sebuah contoh Sesi Latihan Multilateral No Materi/Waktu 1 Pemanasan 100-150 Melaksanakan pemanasan dinamis bentuk permainan Uraian Materi Keterangan Permainan “lari mentari”. bila pelatih mengatakan "sore" maka atlet berlari pelan ke arah barat sampai mendekati batas lapangan sebelah barat. dst. Bolakecil (Lempar sasaran) (15') c.Pos Pembelajaran dan Latihan Multilateral Dari penyusunan pos di atas. Pelatih dapat memberikan gerak lain yang mengarah pada pemanasan dinamik.Lempar tangkap bola besar dengan lemparan dada (chess-pass) dua orang atlet/siswa berhadapan saling melempar dan menangkap bola. dengan sentuhan. bola diletakkan dia tas raket dibawa berjalan selanjutnya berlari. dan berlari pelan. guru dan pelatih dapat merancang isi latihan sesuai dengan menu latihan yang ada pada daftar latihan tiap pelatihan olahraga. Pelatih dapat juga mengatakan jam dan atlet berlari ke arah matahari pada jam yang disebutkan. Kecepatan lari semakin ditingkatkan.Permainan penenangan dengan memberi gerakan benda/ pohon (dengan penguluran sesuai dengan yang diinginkan pelatih/guru . suara). Atletik-start (15") Reaksi & akselerasi b. . Benda tertentu(kardus/bola besar diletakkan pada jarak 5 meter. Permainan reaksi (dari berbagai posisi. Olahraga Bola besar (15') - Penenangan (10) . Lakukan juga dengan berhadapan agar saling melempar sampai kardus/bola ke arah lawan. dan sebagainya. Lempar sasaran. atlet melempar sampai kardus/bola bergerak sejauh mungkin). bola dipantulkan diraket pelan ditempat. Seperti gerakan diatas tetapi dengan melakukan gerak variasi posisi dan gerak lari. Atlet berdiri Alat : Cones sesuai satu baris ke samping di pinggir dengan tempat lapangan (timur). Menimang bola dengan raket.

Penutup Buku pedoman POA ini merupakan sebuah stimulasi untuk memberikan pancingan kepada guru dan pelatih pada tingkat Sekolah Dasar (Atlet pemula) untuk menjadi pemacu dalam menyusun bentuk . untuk itu kritik dan saran usulan sangat di harapkan. Untuk itu penggunaan buku ini akan berarti bila guru dan para pelatih tersebut memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan pembelajaran dan latihannya. dan silahkan di kirim ke email: loemin@yahoo. Penyusun berharap bahwa buku ini dapat di manfaatkan dengan optimal dengan kondisi dan situasi yang ada di lapangan.bentuk pembelajaran dan latihan yang kreatif.com . Penyusun juga menyadari bahwa pedoman ini masih jauh dari sempurna.

Active Games and Contests. 1935.The Official lAAf Guide to Teaching Athletics. Hara!d. Editor.Run-Jump-Throw.Athletics Games.Daftar Pustaka Katzenbogner.DE. Germany Mason.2000. Hans. Coaches Education and Certification System. 199. Masin. .B.S.Fun In Athletics.Barnes and Company. Dieter. Germany.A. 1994. Muller.Mitchell. Gunter Lange. New York.. Monaco IAAF.

dan hasil terbaik yang digunakan. . Petugas rnemberi tanda bagian tubuh yang terdekat dari garis start (tumit). Sprint / Gawang Diskripsi Nama Lomba Prosedur : Estafet bolak-balik dengan kombinasi spint dan gawang. Titik pendaratan peserta pertama adalah titik awal tempat peserta kedua dan seierusnya. dan jarak 6 meter antar gawang) 4. Lompat jauh dari berdiri Deskripsi Nama lomba Prosedur : Lompat dengan dua kaki ke depan dari posisi Squat : "Loncat katak" : Dari garis start seorang peserta melakukan "loncat katak" tiga kali berturul-lurut dengan bertumpu dan mendarat dua kaki. satu kali lari dapat dilakukan oleh sejumlah tim bersamaan dari jumlah tim dan ketersediaan panitia. Bila peserta jatuh ke belakang maka tandanya adalah padatangan yang paling dekat dengan garis start. 1 kartu even/pos 3. gawang (tinggi 50 cm. : Kang Escape : Dua lintasan tim. Dua orang dalam tim berdiri di satu sisi dan dua yang lain disisi seberangnya Peserta pertama start dari start berdiri dari lari 40 meter tanpa gawang pada akhir lintasan memberikan gelang estafet (gelang diberikan dibelakang bendera) ke pelari kedua juga star dengan posisi berdiri dan lari melewati gawang sampai empat dan ketiga. 1 stopwatch 2. satu dengan gawang dan satunya tidak. Pelari ketiga lari tanpa gawang dan memberikan ke pelari empat dan seterusnya sampai semua pelari melakukan lari ke gawang dan dengan gawang. Gelang estafet dibawa dengan tangan kanan dan diberikan kepada pelari selanjutnya yang menerima juga dengan tangan kanan Penilaian : Rangking dilakukan berdasarkan waktu: Tim penilaian adalah tim yang paling cepat menyelesaikan lari di atas. Peralatan : Setiap lintasan perlu disediakan peralatan sebagai berikut: 1. Gerakan ini dilakukan dua kali. 1 gelang estafet 2. 2 tanda/tongkat bendera 5.PEDOMAN KIDS ATHLETICS 1. Dengan demikian pelari ketiga adalah pelari terakhir melewati gawang dan diantaranya . Lomba diselesaikan setelah anggota regu lerakhir meloncat dan mendarat serta diberi tanda pada pendaratannya.

dan jumlah jarak yang dicapai oleh 4 peserta anggota lain adalah hasilnya. Jumlah jarak terbaik dari dua lemparan masing-masing anggota tim merupakan hasil prestasi tim. Setiap tim memerlukan peralatan sebagai berikut: Peralatan : Setiap tim memerlukan peralatan sebagai berikut: 1. Penilaian : Setiap lemparan diukur dengan memberi tanda yang ditarik 90 derajat ke arah garis batas lempar dan dicatat per interval 25 cm. 1 Kartu lomba 3. Pengukuran dilakukan sampai pada 1 cm. : "Lempar Turbo" : Lempar lembing anak-anak diawali dengan awalan 5 meter. 2 Lembing anak (Lembing Turbo) 2. Setiap peserta melakukan dua lemparan. Lempar Lembing Anak Deskripsi Nama lomba Prosedur : Lempar satu tangan untuk mencapai jarak dengan lembing anak. Keamanan Karena keamanan cukup rawan dalam lempar lembing maka hanya petugas yang boleh berada di area pendaratan lemparan sangat terlarang melempar balik lembing kearah batas garis lempar.Penilaian : Setiap anggota tim berlomba. 1 meteran. Kartu lomba. Peralatan : 1. Setelah melakukan awalan pendek peserta melempar lembing anak ke area lemparan dengan dibatasi garis lempar. 2. : . Garis ukur yang telah dikalibrasi dengan meteran 3. Alat penanda 3. Bila lembing jatuh diantara /tengah garis 25 cm maka dibulatkan ke atas.

Gawang dan Sialom Dikripsi : Estafet dengan kombinasi. Sekitar 30 kerucu/tanda 5.4. Peralatan : 1. sesuai dengan rangking waktu. Sprint. Announcer 7. Setiap peserta harus melakukan lintasan secara lengkap dan memberikan gelang kepada peserta selanjutnya. Setiap peserta harus mulai dengan roll depan atau samping di atas matras. Technical Delegate : 1 orang : 1 Orang : 2 orang : 4 Pos @ 2 orang – jumlah 8 orang : sejumlah tim : 1 orang : 3 orang : 2 orang . 3 busa / matras 4. 10 tongkat/tiang sialom (jarak 1 m tiap tiang) 3. Peralatan 8. Wakil Meeting Director 3. gawang dan sialom Nama lomba : “Formula 1” Prosedur : Keliling lintasan sekitar 80 meter yang dibagi menjadi area lari/sprint. 9 gawang 2. Petugas Pos 5. Pencatat Hasil Umum / Score board 4. Sekali start dapat dilakukan sampai enam tim bersama-sama. dan sialom (lihat gambar). 1 kartu lomba Wasit dan Petugas Lapangan 1. 1 Stopwatch 6. Koordinator / Meeting Director 2. Gelang estafet digunakan sebagai alat perpindahan. lari gawang. Pemandu tim 6. Penilaian : Rangking dilakukan dengan melihat waktu yang dicatat setiap tim. Demikian juga dengan grup-grup selanjutnya.

SISTEM PENILAIAN Hasil tim tiap lomba Urutan tim Tim dengan nilai total terbanyak sebagai juara Scoreboard Sprint & Gawang Nama Tim Hasil Rank Point Lompat Rank Point Lempar Rank Point Formula 1 Rank Point Hasil Hasil Hasil Total Rank BLANKO 1 Sprint Dan Gawang (Kange Ecape) TIM WAKTU 1 WAKTU 2 WAKTU TERBAIK BLANKO 2 Lempar Turbo (Turbo Throw) TIM JARAK 1 JARAK 2 JARAK TERBAIK BLANKO 3 Lompat Katak (Frog Jump) TIM JARAK 1 JARAK 2 JARAK TERBAIK .

Pencatat Hasil Umum / Score board 4. Technical Delegate BLANKO 4 Formula 1 TIM : 1 orang : 1 Orang : 2 orang : 4 Pos @ 2 orang – jumlah 8 orang : sejumlah tim : 1 orang : 3 orang : 2 orang WAKTU . Koordinator / Meeting Director 2. Wakil Meeting Director 3. Announcer 7. Peralatan 8. Pemandu tim 6.Wasit dan Petugas Lapangan 1. Petugas Pos 5.

Bilah Keterangan alat : Bilah sepanjang 1 meter dengan warna kombinasi hitam putih.Rintangan lari gawang – Tanda Irama lari – Tanda Pembatas Contoh berbagai aktifitas penggunaan Bilah .a. Pengguna : Anak usia sampai 4 sampai 12 tahun atau lebih. si a p d a n m e n e p u k k a n C la p p e r a nt a r a si a p d a n te p u k a g a k la m a. 1. Dasar Penggunaan: .

No Nama Gerak dan Uraian Gambar .

1 Lari rintangan lurus – P a s a n g bi la h d e n g a n ja r a k 1 1. 5 m si s w a b e rl a ri c e p at m e n u m p u a nt a r a bi la h s at u d e .1 Rintangan Lari Gawang 1.

1 Lari Irama Lurus – B e rl a ri lu r u s m el e w at i .1 Lari rintangan lengkung – S e p e rti 1. 1 te ta pi bi la h di p a s a n g m el e n g k u n g 2 Tanda Irama Lari 2. 1.n g a n y a n g la in .

1 Lari Irama Percepatan – S e p e rti N o.bi la h d e n g a n ir a m a m e n gi k ut i ta n d a d a ri p el at ih . 1 te ta pi la ri m a ki n la m a m a ki n . 2. 2.

Pengguna : Anak usia 2 sampai 12 tahun atau lebih. Dasar Penggunaan : .2 Gerak lempar lembing Melempar dengan lemparan biasa.1 Penyangga rintangan lari gawang. 2 Tanda Estafet Gambar . lompat. Gelang Raja Keterangan alat : Sebuah gelang besar dari karet yang berfungsi sebagai Sarana lempar dan alat estafet.Pelengkap peralatan – Tanda Contoh berbagai aktifitas penggunaan Cones No Nama Gerak dan Uraian 1 1.c e p at .2 Batas Area 1. Pengguna : Anak usia 4 – 12 tahun atau lebih.Berbagai gerak lempar – Tanda estafet Contoh berbagai aktifitas penggunaan Gelang Raja No Nama Gerak dan Uraian 1 Berbagai Gerak Lempar 1.1 Untuk tanda lari.2 Penahan Bilah Gambar 2 Tanda 2. 1.1 Gerak lempar cakram Melempar dengan posisi benda disamping badan sehinga lemparan dilakukan dengan mengayun benda tersebut disamping badan. lempar 2. 1. ones Keterangan alat : Sebuah kerucut dari plastik yang berwarna-warni untuk memberikan tanda dilapangan atau penyangga benda. 1. Dasar Penggunaan : . lengan lurus kebelakang dan benda dilempar melewati atas bahu.

Karena perlu penyediaan sumber belajar maka perlu upaya strategis agar proses pembelajaran dan latihan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. menentukan kebiasaan tatihan pada kanak-kanak dan berkesinambungan pada aktifitas fisik di masa dewasa (Chan. Pilihan pendekatan dalam pembelajaran. keterampilan dasar olahraga dengan bola besar. serta moral dan sosial serta karakter siswa sesuai dengan fungsi pendidikan jasmani b) menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar. lempar. yaitu pembelajaran dengan berbagai tujuan termasuk meningkatkan kebugaran dan keterampilan gerak. memperkuat perkembangan atau perubahan fisiologis yang dapat menguntungkan untuk perkembangan dimasa dewasa. c) memilih prosedur. Pembelajaran dengan POA merupakan Pembelajaran Multilateral yaitu proses pembelajaran dimana dalam satu sesi pertemuan pelajaran berisi berbagai keterampilan dasar seperti lari. sedangkan prosedur dan metode merupakan inti dalam pembelajaran yang dalam hal ini diarahkan dengan pendekatan multilateral dimana dalam satu sesi pembelajaran guru menggunakan berbagai gerak keterampilan untuk menuju pada pengembangan multilateral. discovery dan sebagainya.. Menetapkan norma dan kriteria keberhasilan merupakan evaluasi dari proses pembelajaran yang diterapkan. maka pembelajaran harus mampu memberikan pengaruh yang berkaitan dengan fisik sebagai upaya meningkatkan kesehatan siswa. praktik. 1998:43) Agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik maka perlu strategi pembelajaran melalui: a) menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku. diskusi. bola kecil dan olahraga dengan alat. Dengan pembelajaran tersebut diharapkan dapat disajikan materi . dan d) menerapkan norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran dan latihan adalah kegiatan secara terprogram dalam desain instruksional. Pembelajaran Multilateral Pada dasarnya dalam pembelajaran aktivitas jasmani ada dua hal khusus yang perlu diperhatikan : yang pertama adalah proses pembelajaran itu sendiri yang meliputi pelaksanaan materi dan metode pembelajaran yang tepat dan yang kedua adalah ketercapaian tujuan kegiatan jasmani kepada siswa sehingga siswa mendapatkan manfaat yang nyata dari proses pembelajaran. Berbagai gerak dasar dan dasar gerak olahraga dapat diberikan pada pembelajaran dan latihan dengan POA. 2002:297).PEMBELAJARAN DAN LATIHAN DENGAN POA Pembelajaran dan latihan dengan POA pada dasamya diarahkan untuk pembinaan multilateral. lompat. metode dan teknik belajar mengajar. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati. Berkaitan dengan perkembangan jasmani pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. yaitu berbagai pendekatan seperti pembelajaran teori. 1 . untuk membuat siswa/atlet belajar dan berlatih secara aktif.

d. Beberapa keuntungan yang direncanakan untuk dapat diambil dari pelaksanaan Pembelajaran Multilateral adalah sebagai berikut: a. Guru perlu menyajikan pembelajaran yang memungkinkan kesetaraan kesempatan pada berbagai jenis kelamin dan bagaimana siswa yang memiliki keterbatasan kemampuan (disability) mendapat peluang untuk melaksanakan pendidikan jasmani. peralatan yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak (modifikasi). Menciptakan karakter. yaitu bagaimana guru mempersiapkan dan mengatur / pengoganisasian kelas yang menjamin siswa dapat melaksanakan unit pembelajaran dengan baik dan memberi umpan balik yang tepat. kepemimpinan. 2002:198) b. e. Memungkinkan terjadinya kesetaraan gender bagi siswa dalam melakukan kegiatan pendidikan jasmani. Menggunakan waktu yang tersedia untuk pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk pelajaran selanjutnya. benda atau peristiwa yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan. pembelajaran multilateral dirancang dengan berbagai bentuk penyajian yaitu: permainan dan perlombaan. pelajaran inti dan penutup. Lebih lengkap disampaikan Hadari Nawawi yang dikutip Syaiful Bahri menyatakan bahwa pengelolaan kelas adalah kemampuan guru dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas . 3) sediakan koreksi dan umpan balik/feedback. Berkaitan dengan hal tersebut Thompson memberikan beberapa kriteria sesi pembelajaran yang baik dan efektif adalah sebagai berikut: 1) Semua siswa aktif. Memberikan variasi kegiatan jasmani dalam pembelajaran pendidikan jasmani dengan dasar gerak keterampilan yang luas. dan berbagai tugas gerak untuk dilaksanakan dalam kelompok siswa. serta memberi informasi tentang apa yang akan di lakukan Untuk menentukan apakah pembelajaran dikatakan berhasil / berjalan dengan baik atau tidak dapat berjalan dengan baik dapat ditentukan oleh berbagai faktor sebagai berikut.luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien.(Laker. 4) gunakan secara optimal sumber belajar yang ada seperti fasiiitas dan peralatan. hubungan sosial antar siswa dengan kerja kelompok dalam beberapa kegiatan pembelajaran. dan menjamin bahwa siswa tidak hanya belajar keterampilan tetapi juga dapat menggunakannya .kurikulum dengan lebih menarik dan memiliki keleluasaan waktu untuk menyajikan seluruh aspek dalam gerak dasar dan dasar gerak olahraga. Pengelolaan kelas. f. Pembukaan berisi tentang bagaimana guru melakukan penjalinan hubungan yang baik dengan siswa dan mencoba untuk menarik minat siswa pada sesi pembelajarannya. 4) sediakan variasi dan kegembiraan. Melaksanakan materi agar dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. c. Menanamkan moral dan disiplin untuk melaksanakan aturan-aturan sederhana dalam pelaksanaan kegiatan. (Syaiful. secara umum ada kesepakatan bahwa sesi pembelajaran praktik dilakukan dengan sistematika yang jelas yaitu : pembukaan. Peralatan dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani dapat berfungsi sebagai media baik berupa siswa yang lain. Berkaitan dengan hal ini Laker menyatakan bahwa kemampuan dan gender merupakan factor utama dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani. penerapan disiplin dan peraturan yang sederhana. diri sendiri. e. a. kerja individu dan kelompok.20Q9:149) Dalam sesi pembelajaran. 5) pertimbangkan perbedaan individual sehingga materi dapat dilaksanakan oleh setiap siswa sesuai dengan kemampuannya.2003:114-115) Untuk mencapai dan mendapatkan keuntungan di atas diperlukan pengelolaan yang tepat dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. b. emosional dan mengkondisikan siswa agar dapat menyerap pengalaman tersebut untuk bekal kehidupan dimasa datang. Memberikan pengalaman sosial. (Thompson. Untuk mencapai aspek-aspek yang menjadi tujuan dan fungsi pembelajaran. Memberi kemudahan dan peluang bagi guru untuk melaksanakan seluruh isi kurikulum dengan waktu yang lebih efisien. 2) intruksi dan tujuan materi jelas. c. Memanfaatkan peralatan dan fasiiitas yang ada untuk pembelajaran. Memberikan jalan keluar akan beberapa masalah seperti keterbatasan alat dan tempat d.

Unsur latihan yang utama pada sesi latihan multilateral ada pada inti latihan dimana pada sesi latihan multilateral perlu diberikan berbagai gerak dasar pada berbagai kategori cabang olahraga seperti. Ditinjau dari sisi unit latihannya Peter Thompson menyajikan sebuah tuntunan penekanan latihan untuk cabang olahraga atletik berdasarkan usia anak. baik berupa keterampilan jasmani yang berkaitan dengan olahraga maupun yang berkaitan dengan kondist kehidupan umum 2. adanya kemajuan. Seperti sesi latihan pada umumnya urutan kegiatan dalam sesi dirancang dan diatur dengan sistematika sebagai berikut. menggunakan secara optimal semua sumber latihan. dan setiap individu merasa dapat mengadaptasi latihan. atau unit kegiatan latihan fisik atau keduanya. Tidak seperti sesi latihan pada umumnya yang memiliki satu kecabangan olahraga dalam satu sesi. olahraga bola kecil. Pemanasan sebagai pembuka latihan bertujuan untuk mempersiapkan atiet agar dapat mengadaptasi latihan baik secara fisik maupun mental. dan olahraga dengan alat. kekuatan dan daya tahan. c. Sama dengan sesi pembelajaran multilateral. Latihan Multilateral. Tentukan tujuan latihan secara umum dalam periodisasi latihan maupun dalam kerangka latihan jangka panjang. b. adanya umpan balik dari pelatih. (2) Latihan Inti (3) Penenangan.dalam kehidupannya selanjutnya . Latihan multilateral dapat diartikan sebagai suatu proses latihan yang berisi tentang berbagai kegiatan keterampiian dasar sebagai cabang olahraga dan kemampuan motorik yang disajikan dengan urutan yang khas dalam satu sesi. Sedangkan latihan keterampilan khusus dimulai setelah 14 tahun dengan diikuti latihan kecepatan. Penenangan merupakan penutup latihan yang bertujuan untuk mengembalikan atlet pada kondisi normal dan siap melaksanakan kegiatan selanjutnya. maka sesi latihan multilateral memperkenalkan berbagai gerak dasar teknik berbagai cabang olahraga dengan tujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pengalaman kepada atlet muda pada berbagai gerakan. senam. Tentukan sesi iatihan berdasarkan hal tersebut di atas. olahraga bola besar. Agar sesi latihan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan tujuan yang akan dicapai maka ada tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam merencanakan latihan sebagai berikut: a. Semua unsur latihan tersebut ditujukan untuk penguasaan gerak dasar cabang olahraga (peningkatan kemampuan jasmani). d. Dari gambar di bawah nampak bahwa anak pada usia 7-13 tahun masih menekankan diri pada latihan dasar gerak atletik umum terutama pada keterampilan (skill) dan pada kecepatan. atletik. Sedangkan latihan inti dapat berisi unit kegiatan teknik cabang olahraga. Rencanakan sesi latihan yang efektif. unsur latihan apa yang akan dikembangkan. (1) Pemanasan. Pelatih harus selalu memperhatikan aspek-aspek tersebut di atas untuk menjamin agar proses latihan dapat berhasil dengan baik diakhir masa latihan. Tentukan tujuan iatihan baik secara khusus pada sesi itu. untuk menentukan efektifitas sesi latihan multilateral dapat ditentukan dengan melihat unsur-unsur: keterlibatan atlet. .

Coordination and Speed b) Atletik ABC: Fundamental lari. .Gambar 11 pengembangan latihan pada Athletics Disajikan juga berbagai konsep dasar isi latihan pada usia 7-13 tahun yang dirumuskan sebagai berikut : Physical Literacy = ABCs + Athletics ABCs + KGBs + Artinya bahwa menu dan literatur fisik atlet muda perlu diimplementasikan dalam latihan yang berorientasi pada: a) ABCs : Agility. Kicking and Striking. B erisi berbagai unit keteram pilan dari dasar gerak olahraga (m isalnya . Buoyancy and Striking d) CKS: Catching. Keterampilan dasar yang meliputi berbagai gerak di atas sangat esensial dan harusnya dilakukan pada anak untuk pencapaian potensi optimalnya. Berkaitan dengan hal tersebut. P engelolaan P belaja dan lat em ran P engelolaan sebuah sesi pem belajaran dan latihan m ultilateral perlu dipertim bangkan berbagai aspeksebagai berikut: a. Dari penekanan latihan dan isi latihan di atas menunjukkan bahwa prinsip multilateral sangat sesuai dengan kaidah di atas terutama pada anak usia 7 sampai 13 tahun. Balance. Artinya bila keterampilan dasar tidak diajarkan pada fase ini maka atlet dimungkinkan tidak dapat mencapai potensi genetisnya pada tingkat prestasi tinggi. seorang pelatih perlu menyusun program latihan dari makro sampai pada mikro dan sesi latihan yang berorientasi pada prinsip-prinsip multilateral di atas. di atletik ada nom lari. lem dan lom or par pat) dengan pengaturan pos gerakan (lihat gam di baw bar ah). Gliding. 1. lompat dan lempar c) KGBs : Kinaesthetics.

isalnya setelah m elem bo par la diikuti dengan m elom atau pat lari sehingga penekanan kerja otot berpindah. misalnya gerakan skiping. dan sebagainya. gerak hoping. Kecepatan lari semakin ditingkatkan. P engelolaan kelas disesuaikan dengan luas lapangan. dapat bergantian atau sirku it dengan pos untuk m asing-m asing kelom pok atlet . d. c. Pelatih dapat memberikan gerak lain yang mengarah pada pemanasan dinamik. Atlet berdiri Alat : Cones sesuai satu baris ke samping di pinggir dengan tempat lapangan (timur). Bila pelatih yang disediakan mengatakan "siang" maka atlet berlari pelan (joging) kearah barat menuju tengah lapangan {letak matahari siang). guru dan pelatih dapat merancang isi latihan sesuai dengan menu latihan yang ada pada daftar latihan tiap pelatihan olahraga. Di bawah ini disajikan sebuah contoh Sesi Latihan Multilateral No Materi/Waktu 1 Pemanasan 100-150 Melaksanakan pemanasan dinamis bentuk permainan Uraian Materi Keterangan Permainan “lari mentari”. Pos Pembelajaran dan Latihan Multilateral Dari penyusunan pos di atas. bila pelatih mengatakan "sore" maka atlet berlari pelan ke arah barat sampai mendekati batas lapangan sebelah barat. D iatur sedem ikian rupa sehingga otot yang bekerja berganti atas dan baw m ah. Pelatih dapat juga mengatakan jam dan atlet berlari ke arah matahari pada jam yang disebutkan.b. S ediakan istiraha t yang cukup agar atlet siap m el aksanakan gerakan keteram pilan dengan baik . – 2 Latihan Inti 60' Permainan reaksi (dari berbagai Alat : Clapper . dst.

Menimang bola dengan raket.bentuk pembelajaran dan latihan yang kreatif. Olahraga Bola besar (15') – – – – posisi. Atletik- start (15") Reaksi & akselera si b. dan berlari pelan. Lempar tangkap bola besar dengan lemparan dada (chess-pass) dua orang atlet/siswa berhadapan saling melempar dan menangkap bola. untuk itu kritik dan saran usulan sangat di harapkan. kemudian dengan berjalan ke depan. Seperti gerakan diatas tetapi dengan melakukan gerak variasi posisi dan gerak lari. Start berdiri dengan percepatan langkah makin panjang dan cepat. dan silahkan di kirim ke email: loemin@yahoo.com . Permainan penenangan dengan memberi gerakan benda/ pohon (dengan penguluran sesuai dengan yang diinginkan pelatih/guru Alat : Petak Alat : Bola POA dan bola tennis rumbai Penenangan (10) – Penutup Buku pedoman POA ini merupakan sebuah stimulasi untuk memberikan pancingan kepada guru dan pelatih pada tingkat Sekolah Dasar (Atlet pemula) untuk menjadi pemacu dalam menyusun bentuk . suara). Lempar tangkap sambil bergerak dan bervariasi 2 dan tiga anak. Lemparan dilakukan dengan lemparan dada. dengan sentuhan. Penyusun juga menyadari bahwa pedoman ini masih jauh dari sempurna. Menimang dan memantulkan bola dengan raket. bola diletakkan dia tas raket dibawa berjalan selanjutnya berlari. Benda tertentu(kardus/bola besar diletakkan pada jarak 5 meter. pengelihatan. bola dipantulkan diraket pelan ditempat. Penyusun berharap bahwa buku ini dapat di manfaatkan dengan optimal dengan kondisi dan situasi yang ada di lapangan. Untuk itu penggunaan buku ini akan berarti bila guru dan para pelatih tersebut memiliki kemampuan dan kemauan untuk mengembangkan pembelajaran dan latihannya. Lempar sasaran.a. Lakukan juga dengan berhadapan agar saling melempar sampai kardus/bola ke arah lawan. atlet melempar sampai kardus/bola bergerak sejauh mungkin). Olahra ga alat (Tenis mini /soft) (15') d. Bolakeci l (Lem par sasaran ) (15') c.

1935. New York.2000. Editor. Hans.S. Monaco IAAF.Mitchell.DE.A.Active Games and Contests.Fun In Athletics. Masin. Muller.Daftar Pustaka Katzenbogner. Gunter Lange. Germany Mason. Dieter.Athletics Games..B. Hara!d. Germany.Run-Jump-Throw.The Official lAAf Guide to Teaching Athletics.Barnes and Company. Coaches Education and Certification System. 199. 1994. .

Pelari ketiga lari tanpa gawang dan memberikan ke pelari empat dan seterusnya sampai semua pelari melakukan lari ke gawang dan dengan gawang. Nama Lomba : Kang Escape Prosedur : Dua lintasan tim. Dengan demikian pelari ketiga adalah pelari terakhir melewati gawang dan diantaranya . Dua orang dalam tim berdiri di satu sisi dan dua yang lain disisi seberangnya Peserta pertama start dari start berdiri dari lari 40 meter tanpa gawang pada akhir lintasan memberikan gelang estafet (gelang diberikan dibelakang bendera) ke pelari kedua juga star dengan posisi berdiri dan lari melewati gawang sampai empat dan ketiga. Gelang estafet dibawa dengan tangan kanan dan diberikan kepada pelari selanjutnya yang menerima juga dengan tangan kanan Penilaian : .PEDOMAN KIDS ATHLETICS 1. Sprint / Gawang Diskripsi : Estafet bolak-balik dengan kombinasi spint dan gawang. satu dengan gawang dan satunya tidak.

Lompat jauh dari berdiri Deskripsi : Lompat dengan dua kaki ke depan dari posisi Squat Nama lomba : "Loncat katak" Prosedur : Dari garis start seorang peserta melakukan "loncat katak" tiga kali berturul-lurut dengan bertumpu dan mendarat dua kaki. satu kali lari dapat dilakukan oleh sejumlah tim bersamaan dari jumlah tim dan ketersediaan panitia. dan jarak 6 meter antar gawang) 4. 1 meteran. Lempar Lembing Anak Deskripsi : Lempar satu tangan untuk mencapai jarak dengan lembing anak. Peralatan : Setiap lintasan perlu disediakan peralatan sebagai berikut: 1. Gerakan ini dilakukan dua kali. 1 Kartu lomba 1. 1 stopwatch 2. Petugas rnemberi tanda bagian tubuh yang terdekat dari garis start (tumit). Alat penanda 3.Rangking dilakukan berdasarkan waktu: Tim penilaian adalah tim yang paling cepat menyelesaikan lari di atas. Bila peserta jatuh ke belakang maka tandanya adalah padatangan yang paling dekat dengan garis start. 2 tanda/tongkat bendera 5. 1 kartu even/pos 3. dan hasil terbaik yang digunakan. 1 gelang estafet 1. Penilaian : Setiap anggota tim berlomba. Setiap tim memerlukan peralatan sebagai berikut: Peralatan : Setiap tim memerlukan peralatan sebagai berikut: 1. 2. gawang (tinggi 50 cm. Lomba diselesaikan setelah anggota regu lerakhir meloncat dan mendarat serta diberi tanda pada pendaratannya. dan jumlah jarak yang dicapai oleh 4 peserta anggota lain adalah hasilnya. Titik pendaratan peserta pertama adalah titik awal tempat peserta kedua dan seierusnya. Nama lomba : "Lempar Turbo" . Pengukuran dilakukan sampai pada 1 cm.

Setelah melakukan awalan pendek peserta melempar lembing anak ke area lemparan dengan dibatasi garis lempar. : 4. 9 gawang 2. 1 kartu lomba . Demikian juga dengan grup-grup selanjutnya. 1 Stopwatch 6. Sekitar 30 kerucu/tanda 5. Gelang estafet digunakan sebagai alat perpindahan. 3 busa / matras 4.Prosedur : Lempar lembing anak-anak diawali dengan awalan 5 meter. Penilaian : Setiap lemparan diukur dengan memberi tanda yang ditarik 90 derajat ke arah garis batas lempar dan dicatat per interval 25 cm. sesuai dengan rangking waktu. Sekali start dapat dilakukan sampai enam tim bersama-sama. 10 tongkat/tiang sialom (jarak 1 m tiap tiang) 3. Penilaian : Rangking dilakukan dengan melihat waktu yang dicatat setiap tim. Keamanan Karena keamanan cukup rawan dalam lempar lembing maka hanya petugas yang boleh berada di area pendaratan lemparan sangat terlarang melempar balik lembing kearah batas garis lempar. Kartu lomba. Setiap peserta harus melakukan lintasan secara lengkap dan memberikan gelang kepada peserta selanjutnya. Jumlah jarak terbaik dari dua lemparan masing-masing anggota tim merupakan hasil prestasi tim. dan sialom (lihat gambar). lari gawang. Setiap peserta melakukan dua lemparan. Bila lembing jatuh diantara /tengah garis 25 cm maka dibulatkan ke atas. Peralatan : 1. Gawang dan Sialom Dikripsi : Estafet dengan kombinasi. Setiap peserta harus mulai dengan roll depan atau samping di atas matras. gawang dan sialom Nama lomba : “Formula 1” Prosedur : Keliling lintasan sekitar 80 meter yang dibagi menjadi area lari/sprint. Garis ukur yang telah dikalibrasi dengan meteran 3. Peralatan : 1. 2 Lembing anak (Lembing Turbo) 2. Sprint.

Koordinator / Meeting Director 2. Announcer 7. Peralatan 8. Pencatat Hasil Umum / Score board 4. Technical Delegate : 1 orang : 1 Orang : 2 orang : 4 Pos @ 2 orang – jumlah 8 orang : sejumlah tim : 1 orang : 3 orang : 2 orang SISTEM PENILAIAN Hasil tim tiap lomba Urutan tim Tim dengan nilai total terbanyak sebagai juara Scoreboard Nama Sprint & Gawang Tim Hasil Rank Point Lompat Rank Point Lempar Rank Point Formula 1 Rank Point Total Rank Hasil Hasil Hasil BLANKO 1 Sprint Dan Gawang (Kange Ecape) TIM WAKTU 1 WAKTU 2 WAKTU TERBAIK . Wakil Meeting Director 3. Pemandu tim 6. Petugas Pos 5.Wasit dan Petugas Lapangan 1.

Pemandu tim 6. Technical Delegate BLANKO 4 Formula 1 TIM : 1 orang : 1 Orang : 2 orang : 4 Pos @ 2 orang – jumlah 8 orang : sejumlah tim : 1 orang : 3 orang : 2 orang WAKTU . Petugas Pos 5. Koordinator / Meeting Director 2.BLANKO 2 Lempar Turbo (Turbo Throw) TIM JARAK 1 JARAK 2 JARAK TERBAIK BLANKO 3 Lompat Katak (Frog Jump) TIM JARAK 1 JARAK 2 JARAK TERBAIK Wasit dan Petugas Lapangan 1. Wakil Meeting Director 3. Peralatan 8. Pencatat Hasil Umum / Score board 4. Announcer 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful