http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/contoh-proposal-ptk-penelitian-tindakan.

html 26 Oktober 2011

Contoh Proposal PTK Penelitian Tindakan Kelas

Contoh Proposal PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) - Penelitian ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan ptk guna memperbaiki pembelajaran pada kelas. danmeningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas terntentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau yang lainnya Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unusr yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu 1. PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah 2. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut 3. PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008

Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut.Pd. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Perubahanperubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja. 196005171981122005 DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A.OLEH : PEMBAYUN SEKARWIYATI. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. S. . NIP. maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan.

Depdikbud (1999).Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan.00. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. . Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. berkepribadian. Untuk itu. mandiri.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. tangguh. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. bekerja keras. berbudi pekerti luhur. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Contoh Proposal PTK Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan.00. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. tanpa menggunakan alat peraga. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. berdisiplin. bertanggung jawab. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. karena guru secara langsung dapat mempengaruhi. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. 2001 : 3).

juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. mencari. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. D. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran. Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2. penelitian ini bertujuan untuk: 1.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. B. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. 2. 2001: 4). Penulis memilih metode pembelaja. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ". Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. 2. . Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. (Siadari.

sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan . menggolong-golongkan. pans. manbuat dugaan. 2. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Kajian Pustaka Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. demokrasi dan sebagainya. membaca sendiri dan mencoba sendiri. baik sementara maupun tetap. H. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. seminar. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. mengerti. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1. 5. 3. 2. menjelaskan. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. setelah siswa mengikuti pelajaran. mencerna. a. dengan diskusi. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1.E. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. G. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. 4. Suatu konsep misalnya: segi tiga. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3.

serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman.mengembang. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. membaca sendiri dan mencoba sendiri. dengan diskusi. Agar anak dapat belajar sendiri. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:      Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:      Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. 2000: 28). Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. membantu bila diperlukan. Guru hanya sebagai teman belajar saja. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Dengan menggunakan discovery learning. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. seminar. . Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. memperbanyak kesiapan. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Dr. J. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.

apakah karena adanya ajakan. suruhan. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. 2000: 29). 2000: 29). Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. 2. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. 2. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu.k. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. apakah karena adanya ajakan. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). :Dalam proses belajar.Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. 4. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. 5. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: . Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. suruhan. 3. yaitu: 1. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Menurut Winata (dalam Erriniati. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.

misalnya adanya persaingan. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. 5. Jadi. Dengan demikian. 2. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. Akan tetapi. c. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. . berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. tentu saja dengan bimbingan guru.1. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Sejalan dengan prestasi belajar. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Mengadakan penilaian atau tes. makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. 3. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. 6. untuk mencapai nilai yang tinggi. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. Makin jelas tujuan. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. dan lain sebagainya. dekerjakan). Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. 4.

I. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. 2001: 3). Makin tepat motivasi yang diberikan. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Selain itu. a. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.d. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Metode Penelitian Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Lokasi Penelitian . Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Melaporkan hasil penelitian c. kolaboratif. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. proses. Penelitian dilaksanakan di……. 2001: 7). mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. partisipatif. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. 2001) b. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. dan spiral. 2002: 19). Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. akan makin berhasil pula pelajaran itu. cara kerja. isi. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin.

Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Sebagai obyek penelitian e. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). 4. Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria . Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Data dan sumber 1. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. 2. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2.d. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Analisis data 1. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Sumber data penelitian adalah siswa kelas…….

. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Kegiatan pada tahap ini adalah :      Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. apa yang dihasilkan. jenis kelamin. observasi. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. 4. Pelaksanaan Tindakan   Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.maupun etnis.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. tindakan. Setiap siklus tediri dari perencanaan. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. Siklus I 1. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. refleksi. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Secam Aswirara individu.ketuntasan belajar. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus. 3. penerapan tindakan.

1990. Belajar dan Pembelajaran. 2002. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono.DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTK Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) . Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.