http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/contoh-proposal-ptk-penelitian-tindakan.

html 26 Oktober 2011

Contoh Proposal PTK Penelitian Tindakan Kelas

Contoh Proposal PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) - Penelitian ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan ptk guna memperbaiki pembelajaran pada kelas. danmeningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas terntentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau yang lainnya Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unusr yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu 1. PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah 2. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut 3. PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG TAHUN PELAJARAN 2007/2008

NIP. . sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. maka dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar. Perl~emangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja.Pd. Perubahanperubahan itu terjadi karena telah dilakukan berbagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. S. 196005171981122005 DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN PAGAK SEKOLAH DASAR NEGERI PAGAK 04 KECAMATAN PAGAK KABUPATEN MALANG PROPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS( PTK ) Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 A. Pada hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalami kemajuan. Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang membangun.OLEH : PEMBAYUN SEKARWIYATI.

Misalnya dengan mcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Pemahaman ini memerlukan minat dan motivasi. 2001 : 3). peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. tangguh. berkepribadian. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. berdisiplin. misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. . berbudi pekerti luhur. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA yang diharapkan oleh guru adalah 90. tanpa menggunakan alat peraga. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa.00. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. Contoh Proposal PTK Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan.ngsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. bekerja keras. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. mandiri. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia.00. bertanggung jawab. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Depdikbud (1999). karena guru secara langsung dapat mempengaruhi.

2001: 4).an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA 3. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkan untuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1.juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. D. mencari. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan di sekolah tersebut. yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar IPA. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. 2. B. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? 2. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1. (Siadari. Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa Kelas V Di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2007/2008 ". Rumusan Masalah Berdasarkan latar helakang di atas. Tujuan Penelitian Contoh Proposal PTK Sesuai dengan permasalahan di atas. Penulis memilih metode pembelaja. penelitian ini bertujuan untuk: 1. 2. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008? C. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. .

3. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pagak 04 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. dengan diskusi. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah. Agar anak dapat belaiar sendiri 2. mengerti. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008. manbuat dugaan. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah : Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2007/2008. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: 1.E. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN Pagak 04 di Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Tahun pelajaran 2007/2008 F. demokrasi dan sebagainya. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. 2. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. mencerna. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. Suatu konsep misalnya: segi tiga. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. 5. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. pans. a. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan . Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. 2. menjelaskan. baik sementara maupun tetap. H. G. seminar. Kajian Pustaka Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. HipotesisTindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. setelah siswa mengikuti pelajaran. menggolong-golongkan. 4.

Guru hanya sebagai teman belajar saja. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. J. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:      Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri. membantu bila diperlukan. Mampu mengarahkan cara siswa belajar. membaca sendiri dan mencoba sendiri. . guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. memperbanyak kesiapan. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. seminar. Dengan menggunakan discovery learning. Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:      Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Dr. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. dengan diskusi. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.mengembang. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. 2000: 28). Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil.

Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. 3. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. 5. 2000: 29). Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. yaitu: 1. :Dalam proses belajar. 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. 2000: 29). Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115).k. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. apakah karena adanya ajakan. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. suruhan. 2. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. 2. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. Menurut Winata (dalam Erriniati. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. 4. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. apakah karena adanya ajakan. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: . Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. suruhan.

Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. c. tentu saja dengan bimbingan guru. Jadi. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Akan tetapi. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Mengadakan penilaian atau tes. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. 3. Dengan demikian. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. dan lain sebagainya. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. 2. misalnya adanya persaingan. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. 4. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. dekerjakan). Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. untuk mencapai nilai yang tinggi. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik.1. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. 5. Sejalan dengan prestasi belajar. Makin jelas tujuan. 6. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. . Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

a. kolaboratif. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. dan kompetensi atau situasi pembelajaran. akan makin berhasil pula pelajaran itu. isi. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Makin tepat motivasi yang diberikan. proses. 2001) b. Melaporkan hasil penelitian c. dan spiral. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Selain itu. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto. partisipatif. mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. Lokasi Penelitian . sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Metode Penelitian Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif.d. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. 2001: 7). I. cara kerja. 2001: 3). Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. 2002: 19). Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di…….

Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa Skor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa 4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. 4. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria . Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Analisis data 1. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). 2. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Sebagai obyek penelitian e.d. Data dan sumber 1.

kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. . Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. refleksi. 4. apa yang dihasilkan. penerapan tindakan. Secam Aswirara individu. jenis kelamin. observasi. 3. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Kegiatan pada tahap ini adalah :      Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Pelaksanaan Tindakan   Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat.ketuntasan belajar. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. tindakan. Setiap siklus tediri dari perencanaan. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Siklus I 1. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi.maupun etnis. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono. Belajar dan Pembelajaran.DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTK Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. 1990. Jakarta: Rineka Cipta PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) . Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times