KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ‘’ SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN DAN HEWAN’’ Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian QUANTUM LEARNING atau yang lebih khususnya membahas penerapan quantum learning, karakteristik sertas perspektif quantum leraning dalam islam diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang quantum learning. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Kelompok V

Page 1

sel yang mengalami skizogoni disebut skizon.BAB I SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN alami reproduksi aseksual buatan Tumbuhan gymnospermae reproduks seksual angiospermae A. Reproduksi Aseksual 1. reproduksi dengan fisi berganda. Kelompok V Page 2 . Reproduksi aseksual alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.Pada Plasmodum. Contoh : . Proses ini disebut skizogoni. Fisi Fisi terjadi pada organisme bersel satu. . Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama. yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma.Pada pembelahan sel bakteri.

Fragmentasi Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih. Bila kondisi lingkungan baik. paku. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut : Kelompok V Page 3 . Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. Pembentukan tunas Organisme tertentu dapat membentuk tunas. sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadangkadang juga dihasilkan oleh bakteri. Propagasi vegetatif Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. lumut. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera). algae berbentuk benang. kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata). cacing pipih. berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. spora dihasilkan oleh jamur.Pembentukan spora Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel.

Srisip adalah tunas tunas yang berkembang dari bagian pangkal tumbuhan. beberapa jenis rumput.Tunas adventif adalah tunas yang muncul bukan dari ujung batang atau pada ketiak daun. lengkuas. cocor bebek) dan akar (misal. dan masing-masing tunas ini dapat menjadianakan tanaman. jahe dan kencur. bunga iris. cemara. Tunas adventif ini biasa disebut juga dengan tunas liar. Kelompok V Page 4 . ruas dan antar ruas. Di sepanjang stolon dapattumbuh tunas adventisia (liar). melainkan dari bagian tubuh tumbuhan lainnya. seperti pada daun (misal. Stolon Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. kunyit. sukun). kersen. Contohnya pada rumput-rumputan. Contoh: pada rumput teki. rumput gajah dan strawberi. Rizom terdapat pada bambu. sukun dan kesemek. Ciri rizom adalah adanya daunyang mirip sisik. Rizoma Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah.dahlia. dapat berumbi untukmenyimpan makanan maupun tak berumbi. Contoh tanaman yang berkembang biak dengan tunas adventif ini adalah cocor bebek. tunas.

bukan akar tunggang. tulip dan bawang.mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru. Kelompok V Page 5 . Tumbuhan dikotil yang dicangkok akan memiliki akar serabut. Misalnya tumbuhan mangga berakar kuat. Akan tetapi. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. 2. Mencangkok adalah menguliti hingga bersih dan menghilangkan kambium pada cabang atau ranting sepanjang 5-10 cm. Contoh: tumbuhan lili. Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. tumbuhan hasil cangkokan mudah roboh. reproduksi aseksual buatan Menempel (okulasi) Menempel adalah menggabungkan bagian tubuh dua tanaman yang berbeda. pada batang tumbuhan yang berakar kuat. Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. ditempelkan kulit yang mempunyai calon tunas dari batang tumbuhan mangga yang berbuah banyak tetapi berakar lemah tadi. Pada umbi terdapat mata tunas . buahnya sedikit.Umbi lapis Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. Umumnya dua jenis tanaman yang digabungkan tersebut masing-masing mempunyai kelebihan. Contoh: kentang dan Caladium. buahnya banyak. karena sistem perakarannya adalah serabut. Maka cara menempelnya. dengan tumbuhan mangga yang berakar lemah. oleh karena itu berhati-hatilah ketika menanamnya dan umurnya lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji.

Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. setelah terlihat baik tanamlah di tanah Merunduk Merunduk adalah membengkokkan sebagian cabang kemudan membenamkannya ke dalam tanah. 2. B. 5. 4. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. Potong dan biarkan beberapa hari di tempat teduh. 6. Tanam batang pada tanah yang sudah dicangkul. Menyetek Menyetek adalah menanam potongan bagian batang tanaman yang memiliki mata tunas. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. lubangi plastiknya terlebih dahulu. 4. Cara merunduk : 1. sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi). Bila menggunakan plastik. Ikat pada kedua ujungnya seperti membungkus permen. melati. Contoh tumbuhan Kelompok V Page 6 . 2. kemudian taruhlah pada pot. Setelah banyak akar yang tumbuh. Tanam hasil rundukkan di tempat lain. Rundukkan batang tanaman. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. Contoh : singkong. Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. Tutup dengan tanah. Pilih batang yang sudah cukup tua (batang bagian bawah). 3. terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). Kerat kambiumnya hingga bersih. kemudian dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. apel. dan angin-anginkan. bugenvil. Cara menyetek : 1. Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). 2. potong cabang atau ranting tersebut. 3. 3. Contoh : arbei.Cara mencangkok: 1. Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya setiap hari. Benamkan batang di dalam tanah. Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut sepanjang 5-10 cm. REPRODUKSI SEKSUAL I. Penyerbukan Pada tumbuhan. Potong batang yang dirundukkan jika sudah mengeluarkan banyak akar.

Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air. Zoidiogami dapat terjadi pada jambu. mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas. Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan. Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. kedudukan benang sari bergantungan. berbulu. Penyerbukan sendiri (autogami) terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji. padi. Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp. Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. jambu-jambuan. tangkai bunga panjang. tangkai putik terjulur ke luar. Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga. dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar). dan teratai. disebut kleistogami. Penyerbukan tetangga (geitonogami). tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil. Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. memiliki kelenjar madu. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar. serbuk sarinya berhamburan jika digoyang. sangat banyak. antara lain lalat. kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. dan terung-terungan. malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot). kepala putik besar. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil. mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun. Misalnya. Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup. Kelompok V Page 7 . Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. serbuk sari kecil. Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. kumbang. Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. dan pepaya. dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. jeruk. dan jagung. mangga. eceng gondok. Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami). tidak mempunyai kelenjar madu. dan lebah).berumah satu adalah kacang-kacangan. Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul. sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). bunga terletak jauh di atas daun. Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut.

bakung. Contoh : beberapa jenis rumput. contohnya pada tumbuhan Angiospermae III. tulip. kunyit. mata tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. leli.terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman. Umbi Batang Bagian batang yang digunakan untuk menyimpan makanan umbi. strawberi. Penyerbukan bastar terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis. Pembuahan Pembuahan tunggal adalah pembuahan yang hanya terjadi sekali. ini mempunyai banyak tunas. Kelompok V Page 8 . Akar Rimpang atau Akar Tinggal (Rizom) Merupakan batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. Pemencaran tumbuhan 1. misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek. Contoh : kentang. bila keadaan lingkungan cocok. rumput gajah. tetapi berbeda varietas. contohnya pada tumbuhan Gymnospermae Pembuahan ganda adalah pembuahan yang terjadi dua kali. Dengan bantuan factor luar Stolon atau Geragih Batang yang menjalar di atas tanah. Contoh : bawang merah. Tunas tumbuh di sepanjang batang. II. dahlia. Contoh : pada rumput teki. lengkuas. Pada setiap ruas terdapat lapisan sisik yang merupakan modifikasi dari daun. Umbi Lapis Merupakan batang dengan ruas-ruas yang sangat pendek dan sangat rapat. Penyerbukan silang (allogami) terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies).

Tanaman yang disebarkan dengan cara ini biasanya mempunyai struktur buah dengan 3 lapis kulit. kapri. delima. tebal dan banyak rongga udara sehingga mengapung di air. Biasanya bij tanaman ini tidak dapat dicerna dan akan keluar bersama kotoran burung. Dengan cara ini.Pemencaran secara sengaja. Contoh : petai.Gerak Higroskopik dari buah polong Buah polong akan pecah bila kering. contoh : mahoni (Sweitenia mahagoni) dan damar (Agathis alba) buah bersayap. Biji dapat terpencar jauh dari induknya. lamtoro. .Kiroptorokori : pemencaran dengan perantaraan kelelawar. Contoh : jambu biji (Psidium guajava). Contoh : biji rumput-rumputan yang menempel pada baju/celana.Ornitokori : pemencaran dengan perantaraan burung. Contohnya : kelapa (Cocos nucifera).biji terpencar karena tangkainya tergoyang angin. pepaya (Carica papaja). Tanpa bantuan faktor luar Anemokori Pemencaran biji dengan bantuan angin. nyamplung (Calophylum sp).biji berbulu atau berambut. . 2. karet.biji bersayap. Zookori Pemencaran dengan perantaraan hewan . .biji kecil dan ringan. eksokarp (lapisan terluar). jarak. .Pemencaran secara tidak sengaja. Contoh : kelapa sawit dari Afrika ke Indonesia. . Bijinya mempmyai ciri ringan dan embrio/lembaganya mempunyai pelindung yang baik. Kelompok V Page 9 . Contoh : wijen (Sesamum sp). Contoh : kopi (Cofea tanaman sp). endokarp (lapisan dalam) yang keras dan kuat sebagai pelindung lembaga/embrio. maka bijinya akan terpental keluar. licin dan berkilat dan kedap air. contoh : biji anggrek dan spora jamur . contoh : alang-alang (Imperata cylindrica) dan kapok (Ceiba pentandra) . contoh : meranti (Shorea sp) dan tanaman suku Dipterocarpaceae .Mammokori : pemencaran dengan perantara mamalia. contoh : Opium (Popover somniferum) Hidrokori Pemencaran biji dengan bantuan air.Entomokori : pemencaran dengan perantaraan serangga. Antropokori Pemencaran dengan perantaraan manusia. mesokarp (lapisan tengah). tembakau (Nicotiana tabacum). benalu (Loranthus sp). Contoh : beringin (Ficus benjamina). alat pemencaran mempunyai ciri sebagai berikut : .

Partenogenesis Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi. Planaria secara spontan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian. Pada beberapa kasus. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Reproduksi Pada Vertebrata Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Reproduksi secara partenogenesis lebih cepat daripada reproduksi secara seksual.BAB II SiSTEM REPRODUKSI PADA HEWAN A. Reproduksi Pada Invertebrata Fragmentasi Fragmentasi merupakan pemutusan bagian tubuh. seperti yang dilakukan oleh Aphid (kutu daun) melakukan partenogenesis pada musim ketika banyak terdapat sumber makanan di sekelilingnya. misalnya jenis cacing pipih (Planaria) berkembang biak dengan cara fragmentasi.Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. tunas tersebut tetap terikat pada induk hingga menyebabkan terjadinya koloni koral. Kelompok V Page 10 . Pada spesies lain. tunas tersebut lepas dan hidup bebas. Pertunasan Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) dari tubuh induk. Setelah tumbuh mencapai ukuran yang normal. seperti pada Obelia. Pada beberapa spesies. hal ini memungkinkan jenis tersebut untuk memanfaatkan sumber makanan yang tersedia dengan cepat. B. Setiap bagian berkembang menjadi dewasa dan proses tersebut akan terulang kembali. partenogenesis merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan hewan tertentu untuk berkembang biak. Tetapi pada umumnya hewan tersebut melakukan partogenesis pada waktu tertentu. Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk. misalnya koral atau anemon laut. contohnya serangga.

c. yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. aves dan Setelah fertilisasi internal. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui). ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. yaitu dengan cara ovipar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu. misalnya hewan dari kelompok reptil. 1. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak). Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah anak siap untuk dilahirkan. Ovovivipar (Bertelur dan Beranak) Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. yakni berlangsung dalam suatu media cair. Ovipar (Bertelur) Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial).Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina. misalnya air. b. misalnya kelinci dan kucing. Setelah cukup umur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. a. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. vivipar dan ovovivipar. ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan Kelompok V Page 11 . namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.Reproduksi Ikan Ikan merupakan kelompok hewan ovipar. Vivipar (Beranak) Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi. telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya.

misalnya katak. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam. Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum. Bersamaan dengan itu.dikeluarkan melalui kloaka. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. merupakan jenis hewan ovipar. Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Sebelumnya. Pada saat kawin. yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih.Reproduksi Amfibi (Amphibia) Kelompok amfibi. Kelompok V Page 12 . `Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya. yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa. ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air. sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka. Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur. Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Dari sedemikian banyaknya anak ikan. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu. katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus. Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. 2. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). serta celah-celah insang mulai tertutup. Saat akan bertelur. ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup. Setelah terjadi fertilisasi eksternal.

Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis. iguana laut. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. yaitu insang dan paru-paru. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar.Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Umumnya reptil bersifat ovipar. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air. Hewan reptil seperti kadal. Kelompok V Page 13 . beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. 3. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. seperti ular garter dan kadal. anak katak bernapas dengan dua organ. 4. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar.Reproduksi Reptil (Reptilia) Kelompok reptil seperti kadal. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka. hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Pada burung betina hanya ada satu ovarium. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya. Pada kebanyakan jenis reptil. yaitu epididimis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk. yaitu ovarium kiri.Reproduksi Burung (Aves) Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Pada saat itu. mulailah terjadi metamorfosis. telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur.

Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sebelum terjadi pembuahan internal. kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Kelompok V Page 14 . terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.Reproduksi Mamalia (Mammalia) Semua jenis mamalia. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri. Testis berisi sperma. misalnya sapi. sehingga pembuahannya bersifat internal. Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk. serta perlu dibesarkan dalam sarang. 5. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina).Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Setelah uterus. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus.

Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus. Setelah uterus. zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar. Kelompok V Page 15 . serta perlu dibesarkan dalam sarang. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Testis berisi sperma. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka.Reproduksi Mamalia (Mammalia) Semua jenis mamalia. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Sebelum terjadi pembuahan internal. misalnya sapi. kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. 5. mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. sehingga pembuahannya bersifat internal. berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful