P. 1
Sistem Reproduksi Pada Tumbuhan

Sistem Reproduksi Pada Tumbuhan

|Views: 3,157|Likes:
Published by Kakak Ind Ra Dyah

More info:

Published by: Kakak Ind Ra Dyah on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karuniaNya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ‘’ SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN DAN HEWAN’’ Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian QUANTUM LEARNING atau yang lebih khususnya membahas penerapan quantum learning, karakteristik sertas perspektif quantum leraning dalam islam diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang quantum learning. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Kelompok V

Page 1

Pada proses fisi individu terbelah menjadi dua bagian yang sama. Kelompok V Page 2 . . Fisi Fisi terjadi pada organisme bersel satu. Reproduksi Aseksual 1.Pada pembelahan sel bakteri. Proses ini disebut skizogoni. Reproduksi aseksual alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.BAB I SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN alami reproduksi aseksual buatan Tumbuhan gymnospermae reproduks seksual angiospermae A. reproduksi dengan fisi berganda. sel yang mengalami skizogoni disebut skizon. yaitu inti sel membelah berulang kali dan kemudian setiap anak inti dikelilingi sitoplasma.Pada Plasmodum. Contoh : .

Bila kondisi lingkungan baik. kemudian setiap bagian akan tumbuh menjadi individu baru yang sama seperti induknya. cacing pipih. Kemudian tunas ini akan lepas dari induknya dan dapat hidup sebagai individu baru. Pada proses propagasi bila bagian tubuh tanaman terpisah maka bagian tersebut akan berkembang menjadi satu/lebih tanaman baru. algae berbentuk benang. lumut. Propagasi vegetatif alamiah dapat terjadi dengan menggunakan organ-organ sebagai berikut : Kelompok V Page 3 . Pembentukan tunas Organisme tertentu dapat membentuk tunas. spora dihasilkan oleh jamur. Fragmentasi terjadi antara lain pada hewan spons (Porifera). maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi individu baru. Fragmentasi Kadang-kadang satu organisme patah menjadi dua bagian atau lebih.Pembentukan spora Dibentuk di dalam tubuh induknya dengan cara pembelahan sel. Propagasi vegetatif Istilah propagasi vegetatif diberikan untuk reproduksi vegetatif/tumbuhan berbiji. paku. Peristiwa fragmentasi bergantung pada kemampuan regenerasi yaitu kemampuan memperbaiki jaringan atau organ yang telah hilang. berupa tonjolan kecil yang akan berkembang dan kemudian mempunyai bentuk seperti induknya dengan ukuran kecil. sporozoa (salah satu kelas protozoa) dan kadangkadang juga dihasilkan oleh bakteri. Pembentukan tunas merupakan ciri khas sel ragi dan Hydra (sejenis Coelenterata).

lengkuas. kersen. beberapa jenis rumput. Di sepanjang stolon dapattumbuh tunas adventisia (liar). cocor bebek) dan akar (misal. jahe dan kencur. Ciri rizom adalah adanya daunyang mirip sisik. sukun). dan masing-masing tunas ini dapat menjadianakan tanaman. melainkan dari bagian tubuh tumbuhan lainnya. Stolon Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Rizom terdapat pada bambu. kunyit. ruas dan antar ruas.Tunas adventif adalah tunas yang muncul bukan dari ujung batang atau pada ketiak daun. Tunas adventif ini biasa disebut juga dengan tunas liar. cemara. tunas. rumput gajah dan strawberi. Rizoma Rizom adalah batang yang menjalar di bawah tanah. Srisip adalah tunas tunas yang berkembang dari bagian pangkal tumbuhan. sukun dan kesemek. bunga iris. Kelompok V Page 4 . seperti pada daun (misal. Contoh tanaman yang berkembang biak dengan tunas adventif ini adalah cocor bebek. Contohnya pada rumput-rumputan.dahlia. dapat berumbi untukmenyimpan makanan maupun tak berumbi. Contoh: pada rumput teki.

dengan tumbuhan mangga yang berakar lemah. Mencangkok adalah menguliti hingga bersih dan menghilangkan kambium pada cabang atau ranting sepanjang 5-10 cm. pada batang tumbuhan yang berakar kuat. Umbi lapis diselubungi oleh sisik-sisik yang mirip kertas. Akan tetapi. tumbuhan hasil cangkokan mudah roboh. Kelompok V Page 5 . Umbi batang Umbi batang adalah batang yang tumbuh di bawah tanah. Tumbuhan dikotil yang dicangkok akan memiliki akar serabut. tulip dan bawang. oleh karena itu berhati-hatilah ketika menanamnya dan umurnya lebih pendek dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji. karena sistem perakarannya adalah serabut. Umumnya dua jenis tanaman yang digabungkan tersebut masing-masing mempunyai kelebihan. Maka cara menempelnya. reproduksi aseksual buatan Menempel (okulasi) Menempel adalah menggabungkan bagian tubuh dua tanaman yang berbeda. Contoh: tumbuhan lili.mata tunas yang akan berkembang menjadi tanaman baru.Umbi lapis Umbi lapis adalah batang pendek yang berada di bawah tanah. ditempelkan kulit yang mempunyai calon tunas dari batang tumbuhan mangga yang berbuah banyak tetapi berakar lemah tadi. buahnya sedikit. Contoh: kentang dan Caladium. Pada umbi terdapat mata tunas . digunakan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan sehingga bentuknya membesar. 2. Misalnya tumbuhan mangga berakar kuat. buahnya banyak. Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya. bukan akar tunggang.

3. Cara merunduk : 1. apel. B. Pada tumbuhan biji tertutup (Gymnospermae) penyerbukan adalah melekatnya serbuk sari langsung pada bakal biji. Kerat kambiumnya hingga bersih. lubangi plastiknya terlebih dahulu.Cara mencangkok: 1. 4. Penyerbukan Pada tumbuhan. REPRODUKSI SEKSUAL I. 3. Bila menggunakan plastik. 3. sebelum terjadi proses pembuahan (fertilisasi). Setelah banyak akar yang tumbuh. setelah terlihat baik tanamlah di tanah Merunduk Merunduk adalah membengkokkan sebagian cabang kemudan membenamkannya ke dalam tanah. Menyetek Menyetek adalah menanam potongan bagian batang tanaman yang memiliki mata tunas. Potong batang yang dirundukkan jika sudah mengeluarkan banyak akar. Cara menyetek : 1. Pilih cabang atau ranting yang tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. Contoh : singkong. 5. Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). kemudian taruhlah pada pot. bugenvil. Kuliti hingga bersih cabang atau ranting tersebut sepanjang 5-10 cm. Pilih batang yang sudah cukup tua (batang bagian bawah). terjadi proses penyerbukan/persarian (polinasi ). dan angin-anginkan. Benamkan batang di dalam tanah. Tumbuhan berumah satu adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tumbuhan. Tanam hasil rundukkan di tempat lain. Tanam batang pada tanah yang sudah dicangkul. Potong dan biarkan beberapa hari di tempat teduh. baik pada satu bunga ataupun pada bunga yang berbeda. Ikat pada kedua ujungnya seperti membungkus permen. Tutup dengan tanah. 2. Contoh tumbuhan Kelompok V Page 6 . 4. potong cabang atau ranting tersebut. Penyerbukan adalah peristiwa jatuhnya melekatnya serbuk sari di kepala putik. Jaga kelembaban tanah dengan cara menyiramnya setiap hari. Contoh : arbei. 2. 2. kemudian dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. 6. melati. Rundukkan batang tanaman.

Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar. berbulu. Penyerbukan ini dapat terjadi pada vanili dan beberapa jenis anggrek. Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. jambu-jambuan. dan pepaya. kepala putik besar. Contoh tumbuhan berumah dua adalah salak dan pakis haji. sangat banyak. dan kiropterogani (penyerbukan dengan bantuan kelelawar). Penyerbukan sendiri (autogami) terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga itu sendiri. Jika terjadinya penyerbukan pada saat bunga masih kuncup.berumah satu adalah kacang-kacangan. padi. dan lebah). dan jagung. tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil. Penyerbukan tetangga (geitonogami). penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. sampainya serbuk sari ke kepala putik dengan bantuan manusia. mangga. Misalnya. kedudukan benang sari bergantungan. dan terung-terungan. antara lain lalat. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp. memiliki kelenjar madu. Hal ini terjadi karena tidak ada perantara yang membantu penyerbukan. Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh ke kepala putik. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan. serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). bunga terletak jauh di atas daun. serbuk sarinya berhamburan jika digoyang. eceng gondok. malakogami (penyerbukan dengan bantuan siput/bekicot). Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik. Tumbuhan berumah dua adalah tumbuhan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam tumbuhan yang berbeda. kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut. jeruk. disebut kleistogami. serbuk sari kecil. tidak mempunyai kelenjar madu. mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas. tangkai putik terjulur ke luar. Kelompok V Page 7 . dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin. Zoidiogami dapat terjadi pada jambu. Entomogami (penyerbukan dengan bantuan serangga. tangkai bunga panjang. Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan. Penyerbukan dengan bantuan manusia (antropogami). Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil. mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun. Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air. Penyerbukan ini dilakukan untuk mendapatkan jenis bibit baru yang unggul. kumbang. dan teratai.

rumput gajah. ini mempunyai banyak tunas. Penyerbukan silang (allogami) terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang termasuk satu jenis (spesies). Contoh : bawang merah. dahlia. Pada setiap ruas terdapat lapisan sisik yang merupakan modifikasi dari daun. Kelompok V Page 8 . kunyit. bakung. misalnya bunga mangga manalagi diserbuki bunga mangga golek. Contoh : kentang. lengkuas. Umbi Batang Bagian batang yang digunakan untuk menyimpan makanan umbi. Tunas tumbuh di sepanjang batang. mata tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Pemencaran tumbuhan 1. tetapi berbeda varietas. Penyerbukan bastar terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga tanaman lain yang sejenis.terjadi apabila serbuk sari yang jatuh ke kepala putik berasal dari benang sari bunga lain dalam satu tanaman. Pembuahan Pembuahan tunggal adalah pembuahan yang hanya terjadi sekali. Umbi Lapis Merupakan batang dengan ruas-ruas yang sangat pendek dan sangat rapat. tulip. bila keadaan lingkungan cocok. Dengan bantuan factor luar Stolon atau Geragih Batang yang menjalar di atas tanah. Akar Rimpang atau Akar Tinggal (Rizom) Merupakan batang yang menjalar di bawah permukaan tanah. strawberi. Contoh : beberapa jenis rumput. contohnya pada tumbuhan Gymnospermae Pembuahan ganda adalah pembuahan yang terjadi dua kali. leli. Contoh : pada rumput teki. II. contohnya pada tumbuhan Angiospermae III.

mesokarp (lapisan tengah). Dengan cara ini. Contoh : petai. Contoh : wijen (Sesamum sp). . Kelompok V Page 9 . tembakau (Nicotiana tabacum).Mammokori : pemencaran dengan perantara mamalia. lamtoro. contoh : alang-alang (Imperata cylindrica) dan kapok (Ceiba pentandra) .Ornitokori : pemencaran dengan perantaraan burung.Gerak Higroskopik dari buah polong Buah polong akan pecah bila kering. Bijinya mempmyai ciri ringan dan embrio/lembaganya mempunyai pelindung yang baik. jarak. 2. Contoh : kopi (Cofea tanaman sp). Biasanya bij tanaman ini tidak dapat dicerna dan akan keluar bersama kotoran burung. .Entomokori : pemencaran dengan perantaraan serangga. endokarp (lapisan dalam) yang keras dan kuat sebagai pelindung lembaga/embrio. maka bijinya akan terpental keluar.biji terpencar karena tangkainya tergoyang angin. karet. eksokarp (lapisan terluar). contoh : meranti (Shorea sp) dan tanaman suku Dipterocarpaceae . . licin dan berkilat dan kedap air.biji berbulu atau berambut. Biji dapat terpencar jauh dari induknya. Contoh : beringin (Ficus benjamina). Contoh : jambu biji (Psidium guajava). Tanaman yang disebarkan dengan cara ini biasanya mempunyai struktur buah dengan 3 lapis kulit.biji kecil dan ringan.Kiroptorokori : pemencaran dengan perantaraan kelelawar. . Contoh : biji rumput-rumputan yang menempel pada baju/celana. delima. contoh : mahoni (Sweitenia mahagoni) dan damar (Agathis alba) buah bersayap. pepaya (Carica papaja). nyamplung (Calophylum sp). Antropokori Pemencaran dengan perantaraan manusia.biji bersayap.Pemencaran secara tidak sengaja. Tanpa bantuan faktor luar Anemokori Pemencaran biji dengan bantuan angin. alat pemencaran mempunyai ciri sebagai berikut : . Contohnya : kelapa (Cocos nucifera). Contoh : kelapa sawit dari Afrika ke Indonesia. . Zookori Pemencaran dengan perantaraan hewan . contoh : Opium (Popover somniferum) Hidrokori Pemencaran biji dengan bantuan air. kapri. tebal dan banyak rongga udara sehingga mengapung di air. benalu (Loranthus sp). contoh : biji anggrek dan spora jamur .Pemencaran secara sengaja.

B. partenogenesis merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan hewan tertentu untuk berkembang biak. Setiap bagian berkembang menjadi dewasa dan proses tersebut akan terulang kembali. misalnya jenis cacing pipih (Planaria) berkembang biak dengan cara fragmentasi. Reproduksi Pada Invertebrata Fragmentasi Fragmentasi merupakan pemutusan bagian tubuh. Setelah tumbuh mencapai ukuran yang normal. Tetapi pada umumnya hewan tersebut melakukan partogenesis pada waktu tertentu. Pada spesies lain. contohnya serangga. misalnya koral atau anemon laut. tunas tersebut tetap terikat pada induk hingga menyebabkan terjadinya koloni koral. Kelompok V Page 10 . hal ini memungkinkan jenis tersebut untuk memanfaatkan sumber makanan yang tersedia dengan cepat. Reproduksi secara partenogenesis lebih cepat daripada reproduksi secara seksual.BAB II SiSTEM REPRODUKSI PADA HEWAN A. seperti yang dilakukan oleh Aphid (kutu daun) melakukan partenogenesis pada musim ketika banyak terdapat sumber makanan di sekelilingnya. tunas tersebut lepas dan hidup bebas. Pada beberapa kasus.Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal. Pada beberapa spesies. Partenogenesis Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi. seperti pada Obelia. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk. Reproduksi Pada Vertebrata Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Pertunasan Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) dari tubuh induk. Planaria secara spontan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian.

Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. misalnya kelinci dan kucing. a. anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui). misalnya hewan dari kelompok reptil. c. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang. tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial). Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil. Vivipar (Beranak) Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya.Reproduksi Ikan Ikan merupakan kelompok hewan ovipar. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu. ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. yaitu dengan cara ovipar. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. misalnya air. namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. yakni berlangsung dalam suatu media cair. Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan Kelompok V Page 11 . Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi. aves dan Setelah fertilisasi internal.Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak). Ovovivipar (Bertelur dan Beranak) Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur. Setelah cukup umur. Setelah anak siap untuk dilahirkan. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. b. 1. vivipar dan ovovivipar. Ovipar (Bertelur) Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina.

Kelompok V Page 12 . Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum. ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur. yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih. Setelah terjadi fertilisasi eksternal. Dari sedemikian banyaknya anak ikan. serta celah-celah insang mulai tertutup. Pada saat kawin. Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup. ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka. Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). merupakan jenis hewan ovipar. 2. Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam. `Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya.Reproduksi Amfibi (Amphibia) Kelompok amfibi.dikeluarkan melalui kloaka. terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Saat akan bertelur. katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus. Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Sebelumnya. Bersamaan dengan itu. Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa. yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air. misalnya katak. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu.

Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi. iguana laut. Hewan reptil seperti kadal. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Kelompok V Page 13 . anak katak bernapas dengan dua organ. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium.Reproduksi Reptil (Reptilia) Kelompok reptil seperti kadal. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air. telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar. Pada saat itu. ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air.Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). yaitu insang dan paru-paru. 4. sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada kebanyakan jenis reptil. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis.Reproduksi Burung (Aves) Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar. Pada burung betina hanya ada satu ovarium. Umumnya reptil bersifat ovipar. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis. seperti ular garter dan kadal. sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. yaitu epididimis. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. 3. mulailah terjadi metamorfosis. yaitu ovarium kiri. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk.

5. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri.Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk. Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. misalnya sapi.Reproduksi Mamalia (Mammalia) Semua jenis mamalia. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. sehingga pembuahannya bersifat internal. berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Testis berisi sperma. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). serta perlu dibesarkan dalam sarang. mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). Kelompok V Page 14 . Sebelum terjadi pembuahan internal. zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar. ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus. Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar. Setelah uterus.

Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Sebelum terjadi pembuahan internal. Setelah uterus. 5. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus.Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus.Reproduksi Mamalia (Mammalia) Semua jenis mamalia. mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina). terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. misalnya sapi. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma. zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar. Testis berisi sperma. serta perlu dibesarkan dalam sarang. sehingga pembuahannya bersifat internal. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus. kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Kelompok V Page 15 . Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->