HUKUM PERIKATAN

HUKUM PERIKATAN dalam pengertiannya perikatan dapat terjadi jika sudah melalui perjanjian yang dilakukan oleh dua

orang atau lebih dan menimbulkan suatu hak dan kewajiban. Dan sumber hukum perikatan adalah Perjanjian dan Undang - Undang. tiga hal yang harus diketahui dalam mendefinisikan suatu perjanjian: - adanya suatu barang yang akan diberi - adanya suatu perbuatan dan - bukan merupakan suatu perbuatan Dalam melakukan Perjanjian sah harus disyaratkan pada - Bebas dalam menentukan suatu perjanjian - Cakap dalam melakukan suatu perjanjian - Isi dari perjajian itu sendiri - Perjanjian dibuat harus sesuai dengan Undang - Undang yang berlaku seorang yang berpiutang memberikan pinjaman kepada yang berutang, dan yang berutang tidak bisa memenuhi kewajibannya dalam membayar utang maka yang berpiutang dapat melakukan tuntutan dengan 3 cara : - Parade Executie (melakukan perbuatan tanpa bantuan dari pengadilan yang hal ini kaitannya dengan hakim) - reel executie ( dimana hakim memberikan kekuasaan kepada berpiutang untuk melakukan suatu perbuatan) - Natuurelijke Verbintenis (Secara suka rela dipenuhi/dibayar) Perikatan adalah hubungan hukum antara dua orang atau lebih didalam lapangan harta kekayaan dimana satu pihak mempunyai hak dan pihak yang lain mempunyai kewajiban atas suatu prestasi. Sedangkan perjanjian adalah perbuatan hukum. Unsur-unsur perikatan : 1. Hubungan hukum. 2. Harta kekayaan. 3. Pihak yang berkewajiban dan pihak yang berhak. 4. Prestasi. Hak dan kewajiban para pihak Debitur : 1. Berkewajiban membayar utang (Schlud). 2. Berkewajiban memberikan harta kekayaannya untuk melunasi hutangnya (HAFTUNG). Unsur-unsur objek perikatan : a) Objek tersebut tidak diperkenankan. b) Harus ditentukan, artinya harus ditentukan jenisnya. Contoh : membeli motor merk Honda. c) Harus dimungkinkan, sesuai dengan akal pikiran. Contoh : pengeluaran lebih besar daripada pendapatan. Hubungan perikatan buku III dengan buku II adalah adanya lapangan harta kekayaan. Buku II bersifat memaksa atau mengikat atau tertutup Buku III bersifat mengatur atau melengkapi atau terbuka. Ruang lingkup hukum perikatan : Perikatan pada umumnya :

• Pengaturan hukum perikatan. • Pengertian-pengertian hukum perikatan. • Subjek perikatan. • Objek perikatan. • Sumber perikatan. • Jenis-jenis perikatan. Perikatan yang bersumber dari perjanjian : • Pengertian perjanjian. • Syarat sahnya perjanjian. • Unsur-unsur perjanjian. • Jenis perjanjian. • Akibat hukum suatu perjanjian. • Hapusnya perjanjian. Perikatan yang bersumber dari undang-undang : • Perikatan yang lahir dari undang-undang saja. • Perikatan yang lahir dari undang-undang karena peruatan manusia yang sah. • Perbuatan melawan hukum : Pengaturannya.¬ Pengertiannya.¬ Unsur-unsurnya.¬ Akibat hukumnya.¬ Perjanjian tertentu atau bernama • Jual beli. • Sewa menyewa. • Pemberian kuasa. Pengaturan hukum perikatan : Perikatan diatur dalam buku III KUH Perdata dari pasal 1233-1456 KUH Perdata.♣ Buku III KUH Perdata bersifat :♣ a. Terbuka, maksudnya perjanjian dapat dilakukan oleh siapa saja asal tidak bertentangan dengan undang-undang. b. Mengatur, maksudnya karena sifat hukum perdata bukan memaksa tetapi disepakati oleh kedua belah pihak. c. Melengkapi, maksudnya boleh menambah atau mengurangi isi perjanjian karena tergantung pada kesepakatan. Hal diatas kebalikan dari buku II yaitu bersifat tertutup.♣ Hubungan perikatan dengan daluwarsa adalah pembuktian. Pengertian hukum perikatan : 1. Istilah : • Perikatan Verbintenisϖ Overeenkomistϖ • KUH Perdata Verbintenis = perikatan.ϖ Overeenkomist = persetujuan.ϖ

Memberikan sesuatu. Definisi hukum perikatan : • Hofmann Perikatan adalah suatu hubungan hukum antara sejumlah subjek-subjek hukum sehubungan dengan itu seorang atau beberpaa orang daripadanya mengikatkan dirinya untuk bersikap menurut cara-cara tertentu terhadap pihak lain yang berhak atas sikap yang demikian. ukuran penilaian tersebut didasarkan pada rasa keadilan masyarakat). maka hukum dapat memaksakannya. • Prestasi (pasal 1234 KUH Perdata). kalau perlu dengan bantuan hakim.ϖ • Ichsan Verbintenis = perjanjian. Berbuat sesuatu. Unsur-unsur dalam perikatan : • Hubungan hukum Maksudnya adalah bahwa hubungan yang terjadi dalam lalu lintas masyarakat. Hal ini yang membedakannya dengan hubungan hukum dibidang moral (dalam perkembangannya. yang terletak didalam . hukum melekatkan hak pada satu pihak dan kewajiban pad apihak lain dan apabila salah satu pihak tidak menjalankan kewajibannya. sedangkan yang wajib memenuhi prestasi = debitur. • Overeenkomist ~ overeen komen ~ setuju atau sepakat Jadi mengandung kata sekapat atau persetujuan. ternyata bahwa perikatan itu ada selama seseorang itu (debitur) harus melakukan suatu prestasi yang mungkin dapat dipaksakan terhadap (kreditur). • Pitlo Perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih atas dasar mana pihak yang satu berhak (kreditur) dan pihak yang lain berkewajiban (debitur) atas sesuatu prestasi. 3.ϖ Overeenkomist = perjanjian. • Para pihak Pihak yang berhak atas prestasi = kreditur. Definisi perikatan “Hubungan hukum yang terjadi diantara dua orang atau lebih. • Vollmar Ditinjau dari isinya. 2. yang dapat dinilai dengan uang.• Utrechts Verbintenis = perikatan. • Harta kekayaan Maksudnya adalah untuk menilai bahwa suatu hubungan hukum dibidang harta kekayaan.ϖ Overeenkomist = persetujuan. prestasi yaitu : a.ϖ • Verbintenis ~ verbinden ~ mengikat Jadi menunjukkan adanya ikatan atau hubungan. c. Tidak berbuat sesuatu. b.

Adalah bahwa kreditur dapat mewujudkan sendiri prestasi yang dijanjikan dengan biaya dari debitur berdasarkan masa yang diberikan hakim. Prestasi berupa : 1. Contoh : penjaminan. UU saja. Tidak berbuat sesuatu => wanprestasi. • Kesalahan . causalitas (condition sinequanon theorie dan adequate theorie). Berbuat sesuatu => tidak memberikan semua hak milik dan perbuatannya tidak termasuk memberikan sesuatu. Harta kekayaan adalah objek kebendaan. 2. apabila debitur enggan melaksanakan prestasi itu. • Kerugian . Hukum perikatan hanya berbicara mengenai harta kekayaan bukan berbicara mengenai manusia. Riele executie : 1. Debitur dan kreditur Debitur : Berkewajiban membayar utang (schuld). perwakilan sukarela (pasal 1354). 3.ϖ Berhak menagih harta kekayaan debitur sebesar piutangnya (verhaalsrecht). UU karena perbuatan manusia : • Perbuatan sah. maka kekayaan A dilelang atau dieksekusi untuk dipergunakan bagi pelunasan. Mora kreditoris adalah pihak kreditur yang berhak dapat merugikan pihak debitur. • Perbuatan melawan hukum : • Perbuatan : berbuat atau tidak berbuat. Sumber perikatan : 1) Undang-undang (pasal 1352 BW) a.ϖ Schuld = kewajiban debitur untuk memenuhi prestasi. material dan immaterial. b. Contoh : A berutang kepada B dan karena A tidak mau membayar hutangnya.lapangan harta kekayaan. 2) Perjanjian o Syarat sahnya perjanjian (pasal 1320). Hukum kontrak bagian dari hukum perikatan. • Melawan hukum .ϖ Berkewajiban memberikan harta kekayaannya untuk melunasi utangnya (Haftung). 2. Pasal 1241 KUH Perdata. Memberikan sesuatu => prestasi atau memberikan semua hak milik. . Titik tolak hukum : Penghormatan pada manusia. lahirnya anak (pasal 250) dan hak bertetangga (pasal 1625). Penghormatan.ϖ Kreditur : Berhak menagih (vordeningsrecht). Pihak dalam perikatan ada dua yaitu pihak yang berhak dan pihak yang berkewajiban. dimana pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak lainnya wajib memenuhi prestasi itu”. sebelum (pasal 1919) dan arti sempit dan sesudah (pasal 1919) dalam arti luas. Perlindungan. Haftung = harta kekayaan debitur yang dipertanggungjawabkan bagi pelunasan utang debitur tersebut (pasal 1131 KUH Perdata). pembayaran tidak wajib (pasal 1359).

Bentuk-bentuk prestasi : Memberikan sesuatu.¬ Tiga unsur-unsur onrechtmatige : 1. 2. Keliru karena bentuknya. Contoh : karena keterlambatan pemenuhan prestasi oleh debitur sehingga dianggap tidak bermanfaat lagi kepada kreditur. contoh : A memesan beras rojo lele dari B. Ganti rugi. pinjam mengganti. Sedangkan adequate theorie = semua sebab yang menimbulkan akibat harus di hukum. 3. Debitur keliru atau tidak pantas memenuhi perikatan. Sumber hukum perikatan secara materil ada dua yaitu uu dan uu Karena perbuatan manusia. Perbuatan melawan hukum.¬ Dikenal dalam KUH Perdata : perjanjian jual beli. 3. Pembatalan. Syarat sahnya perjanjian adalah persetujuan antara kedua belah pihak (pasal 1320) dimana yang dimaksudkan “persetujuan” kedua belah pihak dan kemudian diganti “perjanjian” karena berdasarkan kesepakatan “comunis equino dictum” = doktrin dari para ahli. Sedangkan sub norm theorie = sesuatu yang melawan hukum berarti melawan hukum. adanya hubungan causalitas. kemudian A membayar Rp 5000 tanpa tahu kualitas beras yang diberikan B. 2. Debitur terlambat memenuhi perikatan. Adanya kesalahan. akan tetapi B mengirimkan beras pandan kepada A. Pasal 1365 mengenai akibat melawan hukum dengan menggganti kerugian yaitu dengan adanya pembuktian dan hubungan causalitas. contoh : A membeli beras dari B tetapi. 3. Keliru karena kualitasnya. 2. Tidak berbuat sesuatu. Wanprestasi Bentuk wanprestasi : 1. Theorie Condition sinequanon theorie = hubungan semua unsur dari semua akibat adalah sebab. 2. Ingkar janji itu maknanya terlalu sempit. 4. Keliru ada dua yaitu : 1. Berbuat sesuatu. 4. 1.o Jenis-jenis perjanjian : Tidak dikenal dalam KUH Perdata : perjanjian beli sewa. antara kata “tidak berprestasi sama sekali” memiliki makna yang sama dengan “terlambat prestasi” disatu sisi. leasing. Akibatnya : jika merugikan wajib mengganti kerugian. fiducia. Pelaksanaan + ganti rugi. Objek perikatan Objek perikatan disebut prestasi. maka dapat disebut tidak memenuhi prestasi sama sekali. sewa menyewa. tukar menukar. Debitur sama sekali tidak memenuhi perikatan. Overmacht (keadaan memaksa) : . Pembatalan + ganti rugi. Adanya kerugian.

2. Perbuatan hukum. 3. • Perikatan alternative.1. • Factor penyebab itu tidak diduga sebelumnya dan tidak dipertanggungjawabkan kepada debitur. Jenis-jenis perikatan : a. • Perikatan generic dan spesifik. . 3. Luas ganti rugi (kerugian yang nyata). Adalah suatu ajaran tentang siapakah yang harus menanggung ganti rugi apabila debitur tidak memenuhi prestasi dalam keadaan overmacht. Biaya = ongkos-ongkos yang dkeluarkan oleh debitur. • Perikatan yang dapat dibagi dan tidak dapat dibagi. Jika ada somasi yang lebih dari satu. 3. rugi dan bunga. bukan paling lama. • Perikatan fakultatif. Unsur-unsur overmacht. o dengan akte sejenis (soortgelijke akte) itu telah dinyatakan lalai. Rugi = berkurangnya harta kekayaan dari kreditur. Perbuatan dalam perjanjian terdiri dari : 1. Pasal 1247. • Perikatan sepintas lalu dan berkelanjutan. yaitu : • Tidak memenuhi prestasi. Pasal 1238 KUH Perdata Si ber-utang adalah lalai. Kerugian yang diduga. Pasal 1246. Akibat hukumnya : wajib membayar penggantian biaya. • Ada sebab yang terletak diluar kesalahan debitur. maka yang dipakai adalah yang paling ringan. Bunga = sesuatu yang harus diperoleh kreditur. Perbuatan melawan hukum. dengan tanggal berbeda. Perbuatan biasa. 2. atau o Demi perikatannya sendiri yang menetapkan bahwa berutang lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan. Akibat overmacht : Kreditur tidak dapat menuntut agar perikatan itu dipenuhi tidak dapat mengatakan debitur berada dalam keadaan lalai dan karena itu tidak dapat menuntut. Risiko : 1. Isi dari prestasinya • Perikatan positif dan negative. apabila : o Dengan surat perintah (bevel) atau. Akibat hukumnya : wajib membayar penggantian biaya rugi dan bunga. 2. Pasal 1244. Ada 3 unsur yang harus dipenuhi untuk keadaan memaksa. Somasi Penetapan lalai (somasi) : • Penetapan lalai merupakan upaya untuk sampai kepada suatu saat dimana debitur dinyatakan ingkar janji atau disebut lalai.

A harus menyerahka kuda atau sapinya kepada B. Subjek-subjeknya Perikatan solider atau tanggung renteng. karena keadaan memaksa prestasi primairnya tidak lagi merupakan objek perikatan. Isi daripada prestasinya : • Perikatan positif dan negative. pasal tersebut adlaah tidak lengkap.♣ Jika salah satu prestasi tidak mungkin lagi dipenuhi (pasal 1275). misalnya perikatan untuk menyerahkan barang yang dijual dan membayar harganya. • Perikatan generic dan spesifik. Perikatan-perikatan semacam ini disebut perikatan sepintas lalu.♣ • Perikatan fakultatif. dalam hal jika ada lebih dari dua barang yang termasuk ke dalam perikatan yang terdiri dari berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Kekurangan tersebut dilengkapi oleh pasal 1277 BW. misalnya memberi atau berbuat sesuatu. baik menurut pilihan debitur. Menurut pasal 1272 BW. Berlainan halnya pada perikatan alternative. Perikatan menjadi murni bila : Jika salah satu barang tidak lagi merupakan objek perikatan (pasal 1274). karena hanya mengatur tentang “memberikan sesuatu” dan yang dapat dipilih hanya diantara dua barang saja. kreditur atau pihak ketiga.♣ Debitur atau kreditur telah memilih prestasi yang akan dilakukan.b. jika salah satu prestasinya tidak lagi dapat dipenuhi karena keadaan memaksa. JENIS-JENIS PERIKATAN Perikatan dapat dibedakan menurut : 1. dimana prestasinya bersifat terus menerus dalam jangka waktu tertentu. perkataannya menjadi murni. Perikatan principle atau accesoire. Sedangkan perikatan. Adakalanya untuk pemenuhan perikatan cukup hanya dilakukan dengan salah satu perbuatan saja dan dalam waktu yang singkat tujuan perikatan telah tercapai. • Perikatan sepintas lalu dan berkelanjutan. bahwa dalam perikatan alternative debitur bebas dari kewajibannya. • Perikatan alternative. Perikatan generic adalah perikatan dimana objeknya ditentukan menurut jenis dan . dinamakan perikatan berkelanjutan. dimana debitur berkewajiban melaksanakan satu dari dua atau lebih prestasi yang dipilih. Sedangkan pada perikatan negative prestasinya berupa tidak berbuat sesuatu. yang mengatakan : asas-asas yangs ama berlaku juga. dengan pengertian bahwa pelaksanaan daripada salah satu prestasi mengakhiri perikatan. dimana debitur dapat mengganti dengan prestasi lain. maka perikatannya menjadi hapus. Jika pada perikatan fakultatif. Perikatan alternative adalah suatu perikatan. Perikatan positif adalah perikatan yang prestasinya berupa perbuatan nyata. Perikatan fakultatif adalah suatu perikatan yang objeknya hanya berupa satu prestasi. Misalnya. jika ia menyerahkan salah satu dari dua barang yang disebutkan dalam perikatan. Misalnya perikatan-perikatan yang timbul dari persetujuan sewa menyewa atau persetujuan kerja.

Jadi jika bendanya musnah karena keadaan memaksa. membebaskan debitur-debitur lainnya (tanggung renteng pasif). Akibat daripada perikatan yang tidak dapat dibagi-bagi. Apakah suatu perikatan dapat dibagi atau tidak tergantung apakah prestasinya dapat dibagi-bagi atau tidak. Prestasi yang tidak dapat dibagi-bagi dibedakan : Menurut sifatnya♣ Menurut pasal 1296 BW perikatan tidak dapat dibagi-bagi. Setiap debitur dari dua atau lebih debitur-debitur berkewajiban terhadap kreditur atas keseluruhan prestasi. Sedangkan pembayaran mengenai barang-barang generic harus dilakukan ditempat kreditur. sekalipun sebenarnya perikatan tersebut dapat dibagi-bagi. 1. jika objek daripada perikatan tersebut yang berupa penyerahan sesuatu barang atau perbuatan dalam pelaksanaannya tidak dapat dibagi-bagi. dalam pengertian hukum sesuatu benda dapat dibagi-bagi jika benda tersebut tanpa mengubah hakekatnya dan tidak mengurangi secara menyolok nilai harganya dapat dibagi-bagi dalam bagian-bagian. Menurut Asser’s. Pasal 1299 BW menentukan bahwa jika hanya ada satu debitur atau satu kreditur prestasinya harus dilaksanakan sekaligus. jika maksud para pihak bahwa prestasinya harus dilaksanakan sepenuhnya. sejak terjadinya perikatan barangnya menjadi tanggungan kreditur. dengan pengertian pemenuhan terhadap seorang kreditur membebaskan debitur dari kreditur-kreditur lainnya (tanggung renteng aktif). Dengan dipenuhinya prestasi oleh salah seorang debitur. • Perikatan yang dapat dibagi dan yang tidak dapat dibagi. Arti penting perbedaan antara perikatan generic dan spesifik adalah dalam hal : Resiko♣ Pada perikatan spesifik.jumlahnya. Baru timbul persoalan apakah perikatan dapat dibagi-bagi atau tidak jika para pihak atau salah satu pihak dan pada perikatan terdiri dari satu subjek. Tempat pembayarannya (pasal 1393)♣ Pasal 1393 BW menentukan bahwa jika dalam persetujuan tidak ditetapkan tempat pembayaran. adalah bahwa kreditur dapat menuntut terhadap setiap debitur atas keseluruhan prestasi atau debitur dapat memenuhi seluruh prestasi kepada salah seorang kreditur. dengan pengertian bahwa pemenuhan prestasi menghapuskan perikatan. Sedangkan perikatan spesifik adalah perikatan yang objeknya ditentukan secara terperinci. . Hal ini dapat terjadi jika debitur atau krediturnya meninggal dan mempunyai ahli waris lebih dari satu. maka pemenuhan prestasi mengenai barang tertentu berada sewaktu persetujuan dibuat. Suatu perikatan adalah solider atau tanggung renteng. Subjek-subjeknya : • Perikatan solider atau tanggung renteng. walaupun prestasinya dapat dibagi-bagi. Menurut tujuan para pihak♣ Menurut tujuannya perikatan adalah tidak dapat dibagi-bagi. dapat dibagi-bagi. jika berdasarkan kehendak para pihak atau ketentuan undang-undang : Setiap kreditur dari dua atau lebih kreditur-kreditur dapat menuntut keseluruhan prestasi dari debitur. 2. Perikatan untuk menyerahkan hak milik sesuatu benda menurut tujuannya tidak dapat dibagi-bagi. sekalipun menurut sifat prestasinya. maka debitur bebas dari kewajibannya untuk berprestasi (pasal 1237 dan 1444 BW).

Menurut ketentuan pasal 1253 BW bahwa perikatan bersyarat dapat digolongkan ke dalam : Perikatan bersyarat yang menangguhkan Pada perikatan bersyarat yang menangguhkan. dengan pengertian bahwa pelunasan kepada salah satu daripadanya. Dalam satu persetujuan dapat timbul perikatan-perikatan pokok dan accesoire. Misalnya perikatan utang dan borg. Sebaliknya debitur sebelum ia digugat. perikatan untuk menyerahkan barang merupakan perikatan pokoknya. maka perikatan yang pertama disebut perikatan pokok sedangkan yang lainnya perikatan accesoire. misalnya pada persetujuan jual beli. sehingga perikatan yang satu sampai batas tertentu tergantung kepada perikatan yang lain. Dalam menentukan apakah syarat tersebut pasti terjadi atau tidak harus didasarkan kepada pengalaman manusia pada umumnya. membebaskan debitur dari kewajibannya terhadap kreditur-kreditur lainnya (pasal 1278 BW). Pelepasan perikatan tanggung renteng Pelepasan sepenuhnya mengakibatkan hapusnya tanggung renteng. Suatu perikatan adalah bersyarat. masih tetap terikat secara tanggung renteng atas utang yang telah dikurangi dengan bagian debitur yang telah dibebaskan dari perikatan tanggung renteng. menghapuskan pula perikatan. 3. Akibat daripada perikatan tanggung renteng aktif Adalah setiap kresitur berhak menuntut pemenuhan seluruh prestasi. perikatan baru berlaku setelah syaratnya . Undang-undang hanya mengatur mengenai perikatan tanggung renteng pasif. jika dalam persetujuan secara tegas dinyatakan bahwa kepada masing-masing kreditur diberikan hak untuk menuntut pemenuhan seluruh prestasi. Mulai berlaku dan berakhirnya perikatan : • Perikatan bersyarat. Mereka yang merampas dengan kekerasan dan orang yang menyuruhnya tanggungjawab untuk seluruhnya secara tanggung menanggung. Berdasarkan ketentuan undang-undang¬ Perikatan tanggung renteng yang timbul dari undang-undang tidak banyak kita jumpai. Ketentuanketentuan yang mengatur perikatan tanggung renteng dalam BW adalah pasal 563 BW ayat 2. • Perikatan principle atau accesoire. bahwa pembebasan utang kepada salah satu debitur dalam perikatan tanggung renteng membebaskan para debiturdebitur lainnya. Apabila seorang debitur atau lebih terikat sedemikian rupa. Sedangkan pada pelepasan sebagian. Novasi antara kreditur dengan para debiturnya. dapat memilih kepada kreditur yang manakah ia akan memenuhi prestasinya.Tanggung renteng terjadi karena : Berdasarkan pernyataan kehendak¬ Menurut pasal 1278 BW terdapat perikatan tanggung renteng aktif. jika berlakunya atau hapusnya perikatan tersebut berdasarkan persetujuan digantungkan kepada terjadi atau tidaknya suatu peristiwa yang akan datang yang belum tentu terjadi. Menurut pasal 1440 BW. Hapusnya perikatan tanggung renteng Perikatan hapus jika debitur bersama-sama membayar utangnya kepada kreditur atau debitur membayar kepada semua kreditur. sedangkan kewajiban untuk memelihara barangnya sebagai bapak rumah tangga yang baik sampai barang tersebut diserahkan merupakan perikatan accesoire. bagi debitur-debitur yang tidak dibebaskan dari tanggung renteng.

hanya pelaksanaannya ditunda. maka perikatan menjadi hapus. Perumusan pasal tersebut adalah tidak tepat. adalah batal. Jika perikatan telah dilaksanakan seluruhnya atau sebagian. harus melihat kepada maksud dari pada pihak. Lebih tepat kiranya apa yang telah ditentukan oleh pasal 1268 BW bahwa perikatannya sudah ada. karena bukan syaratnya yang batal akan tetapi perikatannya yang digantungkan pada syarat tersebut. Jadi A harus menyerahkan rumahnya dan B membayar harganya. akan tetapi jika debitur memenuhi prestasinya. maka rumah dan uang harus dikembalikan kepada masing-masing pihak. Waktu atau peristiwa yang telah ditentukan dalam perikatan dengan ketentuan waktu itu pasti terjadi sekalipun belum diketahui bila akan terjadi. • Perikatan dengan ketentuan waktu. maka persetujuan jual beli mulai berlaku. Jadi dalam menentukan apakah sesuatu itu merupakan syarat atau ketentuan waktu. Misal A memberikan uang kepada B dengan syarat jika ia melompat dari ketinggian 100 meter. Syarat yang tidak mungkin harus ditafsirkan sebagai syarat yang secara objektif tidak mungkin dipenuhi. Jika syarat tersebut dipenuhi. Perikatan dengan ketentuan waktu dapat dibagi menjadi : Ketentuan waktu yang menangguhkan¬ Menurut beberapa penulis ketentuan waktu yang menanggungkan. Seorang buruh yang mengadakan ikatan kerja untuk satu tahun. Perikatan bersyarat yang menghapuskan Pada perikatan bersyarat yang menghapuskan. adalah misalnya A menjual rumahnya kepada B dengan syarat batal jika A menjadi Duta Besar.dipenuhi. Akan tetapi jika A memberikan uang kepada B dengan syarat jika ia berenang dipemandian adalah sah. • Hapusnya perikatan untuk waktu selanjutnya. maka ia tidak dapat menuntut kembali. maka : • Keadaan akan dikembalikan seperti semula seolah-olah tidak terjadi perikatan. Syarat-syarat yang tidak mungkin dan tidak susila Menurut pasal 1254 BW. maka dengan dipenuhi syarat perikatan. Memegang peranan terutama dalam perikatan-perikatan yang berkelanjutan. setelah lewat waktu tersebut tidak lagi berkewajiban untuk bekerja. perikatan hapus jika syaratnya dipenuhi. syarat yang tidak mungkin terlaksana dan bertentangan dengan kesusilaan adalah batal. misalnya pasal 1570 dan pasal 1646 sub 1 BW. sekalipun B tidak dapat berenang. Jika hanya debitur tertentu saja yang tidak memenuhi syaratnya. PERIKATAN YANG TERJADI KARENA PERSETUJUAN Persetujuan pada umumnya Pasal 1313 BW memberikan definisi mengenai persetujuan sebagai berikut : “persetujuan . Ketentuan waktu yang menghapuskan¬ Mengenai ketentuan waktu yang menghapuskan tidak diatur oleh masing-masing secara umum. Misal : A akan menjual rumahnya kepada B. Debitur tidak wajib memenuhi prestasi sebelum waktunya tiba. tidak dapat mengakibatkan perikatan batal. Dapat dikemukakan sebagai contoh bahwa perikatan yang harus dikembalikan dalam keadaan semula. Jika syarat tersebut dipenuhi (A menjadi duta besar). Perikatan dengan ketentuan waktu adalah perikatan yang berlaku atau hapusnya digantungkan kepada waktu atau peristiwa tertentu yang akan terjadi dan pasti terjadi. menunda perikatan yang artinya perikatan belum ada sebelum saat yang ditentukan terjadi. jika A diangkat menjadi duta besar. Dengan dipenuhi ketentuan waktunya.

Persetujuan sepihak adalah persetujuan. Persetujuan bernama. Persetujuan konsensuil. Bagian-bagian (unsur-unsur) persetujuan Unsur dari perjanjian terdiri dari : 1. 2. Tidak lengkap karena hanya menyebutkan persetujuan sepihak saja. 3. Antara kedua prestasi tersebut terdapat hubungan hukum satu dengan yang lain (jual beli. Misal : hibah.adalah suatu perbuatan. Rumusan tersebut selain tidak lengkap juga sangat luas. Persetujuan dengan Cuma-Cuma atau atas beban Persetujuan atas beban adalah persetujuan dimana terhadap prestasi pihak yang satu terdapat prestasi pihak yang lain. 2. riil dan formil Persetujuan konsensuil adalah persetujuan yang terjadi dengan kata sepakat.d. Persetujuan dengan CumaCuma adalah persetujuan. dimana oleh undangundang telah diatur secara khusus. Essensialia Bagian ini merupakan hal-hal yang memuat sifat dari perjanjian harus ada. 4. dimana selain diperlukan kata sepakat juga diperlukan penyerahan barang misalnya : penitipan barang. dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih”. Aksidentalia Bagian ini merupakan hal-hal yang sifatnya melekat pada suatu perjanjian karena secara tegas diperjanjikan.ϖ Sehingga perumusannya menjadi : persetujuan adalah suatu perbuatan hukum. Persetujuan sepihak dan timbal balik Hendaknya diperhatikan bahwa setiap persetujuan merupakan perbuatan hukum bersegi dua atau jamak. XVIII ditambah title VII . Naturalia Bagian ini merupakan hal-hal yang bersifat sejajarnya (natuur) ada dalam suatu perjanjian sehingga secara diam-diam melekat pada perjanjian. dimana salah satu pihak mendapatkan keuntungan dari pihak yang lain secara Cuma-Cuma. dimana hanya terdapat kewajiban pada salah satu pihak saja (hibah). dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya atau saling mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih. yaitu : Perbuatan harus diartikan sebagai perbuatan hukum. Sehubungan dengan itu perlu kiranya diadakan perbaikan mengenai definisi tersebut. sewa menyewa). karena menentukan atau menyebabkan perjanjian itu tercipta (constructieve). Macam-macam persetujuan obligatoir : 1. pinjam pakai dan pinjam mengganti. yaitu perbuatan yang bertujuan untuk menimbulkan akibat hukum.ϖ Menambahkan perkataan “atau saling mengikatkan dirinya” dalam pasal 1313 BW. 3. Adakalanya kata sepakat harus dituangkan dalam bentuk tertentu atau formil. Persetujuan timbal balik adalah persetujuan yang menimbulkan kewajiban pokok kepada kedua belah pihak (jual beli. tidak bernama dan campuran Persetujuan-persetujuan bernama adalah persetujuan-persetujuan. Sangat luas karena dengan dipergunakannya perkataan “perbuatan” tercakup juga perwakilan sukarela dan perbuatan melawan hukum. sewa menyewa). Diatur dalam BW bab V s. Persetujuan riil adalah persetujuan. misal : jaminan penjual bahwa tidak ada cacat dari benda yang dijualnya (vrijwaring).

yang tersebut dalam pasal 1601 C. Persetujuan liberatoire (pasal 1440 dan pasal 1442 BW) Persetujuan liberatoire adalah perbuatan hukum yang atas dasar sepakat para pihak mengahpuskan perikatan yang telah ada. 4. karena seseorang yang menanggung pihak ketiga untuk berbuat sesuatu. untuk menyelesaikan persoalan tersebut.A. Macam-macam persetujuan lainnya : 1. mengikatkan dirinya atas sesuatu kewajiban terhadap lawannya dalam persetujuan. yaitu mengenai janji bagi kepentingan pihak ketiga. Karena ada persetujuan-persetujuan yang mengandung berbagai unsur dari berbagai persetujuan yang sulit dikualifikasikan sebagai persetujuan bernama atau tidak bernama (persetujuan campuran). Inipun merupakan persetujuan karena terjadi berdasarkan kata sepakat suami istri. mengubah atau menghapuskan hak-hak kebendaan. Berlakunya persetujuan Persetujuan pada asasnya hanya mengikat pihak-pihak yang membuat persetujuan saja (pasal 1315-pasal 1318 dan pasal 1340 BW). 2. Tetapi hendaknya diperhatikan bahwa persetujuan ini mempunyai ubah atau menghapuskan hak-hak kebendaan. dalam KUHD persetujuan-persetujuan asuransi dan pengangkutan. Menentukan kekuatan alat bukti. Persetujuan kebendaan Persetujuan ini diatur dalam buku II BW dan merupakan persetujuan untuk menyerahkan benda atau menimbulkan. Tidak selalu dengan pasti kita dapat mengatakan apakah suatu persetujuan itu merupakan persetujuan bernama atau tidak bernama. Hanya dalam satu hal undangundang memberikan pemecahannya yaitu. yang dua hari kemudian dibatalkan lagi atas persetujuan mereka. A mengadakan perjanjian jual beli dengan B. Dalam hal ini pihak ketiga menurut hukum tidak terikat oleh persetujuan tersebut. Persetujuan dalam hukum keluarga Misalnya perkawinan. Dapat ditentukan pula alat pembuktian yang tidak boleh dipergunakan. 3. Teori generisϖ Menurut teori ini. Janji bagi kepentingan pihak ketiga (derdenbeding) Janji bagi pihak ketiga adalah suatu janji yang oleh para pihak dituangkan dalam suatu . bahwa manakala pihak ketiga tidak melakukan apa yang diharapkan daripadanya ia akan membayar ganti rugi. Pasal 1316 yang mengatur persetujuan untuk menanggung atau menjamin pihak ketiga untuk berbuat sesuatu. ketentuan-ketentuan daripada persetujuan-persetujuan yang terdapat dalam persetujuan campuran diterapkan secara analogis. Persetujuan mengenai pembuktian Para pihak adalah bebas untuk mengadakan persetujuan mengenai alat-alat pembuktian yang akan mereka gunakan dalam suatu proses. Akan tetapi ternyata terhadap asas tersebut undang-undang mengadakan pengecualian yang tersebut dalam pasal 1317 BW. maka dapat dikemukakan tiga teori : Teori absorptieϖ Menurut teori ini diterapkan ketentuan-ketentuan perundang-undangan daripada persetujuan yang dalam persetujuan campuran tersebut paling menonjol. sebenarnya bukan merupakan pengecualian dari pasla 1315. Teori combinatieϖ Menurut teori ini persetujuan dibagi-bagi dan kemudian atas masing-masing bagian tersebut diterapkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku untuk bagian-bagian tersebut.

Jika seseorang dalam persetujuan membuat suatu janji untuk kepentingan sendiri. Jika kata-kata perjanjian jelas. Penerimaan oleh pihak ketiga meniadakan hak untuk mencabut janji tersebut. Selama pihak ketiga belum menyatakan menerima penawaran tersebut. 2. . yaitu : 1. Penafsiran isi perjanjian : 1. Janji tersebut masih dapat ditarik kembali dan ini akan menghapuskan hak pihak ketiga. Kepatutan Akibat perjanjian yang sah (1338 BW) : 1. 1339. 1347 BW) : 1. 2. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. tidak dikarenakan menyimpang. perjanjian harus ditafsirkan atas kerugian orang yang telah meminta diperjanjikannya sesuatu hal dan untuk keuntungan orang yang telah mengikatkan dirinya untuk itu. 5. yaitu : 1. Janji pihak ketiga baru timbul setelah penawaran diterima. Isi perjanjian 2. misal A menghadiahkan rumahnya kepada B dengan membebankan kepada B kewajiban untuk melakukan sesuatu prestasi untuk C. dimana ditentukan bahwa pihak ketiga akan mendapatkan hak atas suatu prestasi. janji bagi kepentingan pihak ketiga hanya mungkin dalam dua hal. 3. Meskipun arti kata-kata dalam perjanjian luas atau tetapi perjanjian hanya meliputi halhal yang nyata-nyata dimaksudkan untuk kedua belah pihak sewaktu membuat perjanjian. Undang-undang 3. dianggap dimasukan dalam perjanjian meskipun tidak dengan tegas dinyatakan. Jika seseorang memberi sesuatu kepada orang lain. Teori penawaran Menurut teori ini janji untuk pihak ketiga dianggap sebagai suatu penawaran dari seseorang yang menjanjikan sesuatu untuk kepentingan pihak ketiga. dimana kotapraja memberi izin untuk mendirikan pabrik gas dengan syarat bahwa kepada penduduk akan diberi gas dengan kondisi-kondisi tertentu. Timbulnya hak bagi pihak ketiga Untuk menentukan timbulnya hak bagi pihak ketiga. Teori pernyataan yang menentukan sesuatu hak (theorie rechtbevestigende verklaring) Menurut teori ini. Jika ada keraguan. Perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali selai dengan sepakat kedua belah pihak atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Hal-hal yang memuat perjanjian selamanya diperjanjikan. 3. Hal-hal yang mengikat dalam perjanjian (pasal 1338. 2. terdapat tiga teori. Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai bagi yang membuatnya. Janji semacam ini sering tampak dalam praktek seperti pada asuransi jiwa atau pada pemberian konsensi.persetujuan. Menurut pasal 1317 BW. Semua janji yang dibuat dalam perjanjian harus diartikan dalam hubungan satu sama lain (ditafsirkan dalam rangka perjanjian seluruhnya). 4. 2. Kebiasaan 4. penawaran itu masih dapat dicabut kembali. hak pihak ketiga terjadi pada saat dibuatnya pesetujua antara pihak yang menjanjikan sesuatu untuk kepentingan pihak ketiga dan pihak yang mempunyai kewajiban terhadpa pihak ketiga. Misal A menjual rumahnya kepada Bdengan janji bahwa B akan melakukan beberapa prestasi untuk C.

Perjanjian dapat dicabut jika salah satu pihak melanggar ketentuan yang ada (UU). Karena pembaharuan utang. Hibah tidak diperbolehkan dalam pihak suami istri. Jual beli tidak putus karena adanya sewa menyewa. Hapusnya perikatan (1381 BW) : 1. Karena penawaran pembayaran tunai. diikuti dengan penyimpanan atau penitipan. hal mana akan diatur dalam suatu bab tersendiri. yang diatur dalam bab ke satu buku ini. Contoh : A utang pada B. 4. Yang berwenang menagih uang paksa adalah pengadilan.3. maka kalau dulu langsung bebas. Contoh : A kredit uang dibank. 3. Hoge Raad menganut teori ini. karena pailit atau what ever ? maka bank melakukan pembaharuan utang. Organ bertindak untuk memenuhi kewajibannya yang dibebankan kepadanya. Dalam sewa menyewa. Contoh : dalam hutang piutang yang jumlahnya terlalu besar maka hakim dapat melakukan pembatalan. Karena lewatnya waktu. kecuali karena overmacht debitur tidak mengganti uang ganti rugi. Maka utangnya dialihkan. 5. tetapi akhirnya motor tersebut hilang sebelum lunas. Karena musnahnya barang yang terutang. Karena pembayaran. 9. kerusakan barang jika kecil ditanggung oleh penjual. jika dia diluar kewajibannya dalam lapangan hubungan publik yang diembannya. Contoh : perjanjian hutang gadai. pihak ketiga merupakan penjamin dari kedua belah pihak (yaitu pihak kesatu dan kedua). karena barang yang sudah diserahkan kepada penjual tetapi dia punya hak privillege atau hak utama untuk membeli. Contoh : kredit motor. Dalam perjanjian penangguhan hutang. 7. tetapi A punya piutang pada C jumlahnya bisa lebih kecil atau lebih besar. Teori pernyataan untuk memperoleh hak (theorie rechtverkrijgende verklaring) Teori ini mengemukakan bahwa hak pihak ketiga baru terjadi setelah pihak ketiga menyatakan kehendaknya untuk menerima janji tersebut. Leasing adalah bukan termasuk dalam perjanjian jual beli. kewajiban penjual adalah memberikan barang dengan kualitas yang baik. Harus ada hubungan perbuatan dengan lingkungan kerja organ tersebut. Jika debitur melakukan wanprestasi maka dia harus memberikan prestasi dan uang ganti rugi. Karena perjumpaan utang atau kompensasi. 6. setelah 2 tahun dia tidak bisa membayar. Perjanjian jual beli tidak mengatur ketentuan pembelian kembali dari jual beli yang pertama. Perbuatan melawan hukum terhadap orang 1365 BW Perbuatan melawan hukum terhadap badan 1367 BW Perbuatan melawan hukum terhadap penguasa 1365-1367 BW Kategori perbuatan melawan hukum terhadap organ atau badan : 1. Karena berlakunya suatu syarat batal. Karena pembebasan utangnya. tetapi sekarang harus dicicil. Kriteria perbuatan melawan hukum bagi penguasa adalah penguasa hanya dapat melakukan perbuatan melawan hukum. Karena kebatalan atau pembatalan. sewa menyewa tidak diminati lagi apabila tidak ada jangka waktu. kalau kerusakan barang jika besar maka ditanggung oleh pembeli. 2. Dalam sewa menyewa dan jual beli. 2. Karena percampuran utang. 8. 10. Penanggungan hutang . Dalam perkembangannya.

dalam leasing ada hak utama untuk membeli. Jika penanggungan diadakan untuk lebih dari utangnya. jika tidak diperjanjikan sebaliknya. segala kebendaan seorang. Jika namun itu seorang yang cakap untuk membuat perikatan-perikatan. mengembalikan barang itu kepada siapa akan dinyatakan berhak. jaminan secara umum itu sering dirasakan kurang aman. Penitipan barang terjadi dengan sukarela atau karena terpaksa. Sebagaimana diketahui. Namun dapatlah seorang memajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan. melainkan ia adalah sah hanya untuk apa yang diliputi oleh perikatan pokoknya. mengikatkan diri untuk memenuhi perikatannya si berutang. atau dengan syarat-syarat yang lebih berat. guna kepentingan si berpiutang. biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang. dengan syarat bahwa ia akan menyimpannya dan mengembalikannya dalam wujud asalnya. Penitipan Penitipan adalah terjadi. • Sekestrasi Adalah penitipan barang tentang mana ada perselisihan. beserta hasil-hasilnya. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. karena kekayaan si berutang pada suatu waktu bisa habis. misalnya dalam hal kebelumdewasaan. Perjanjian Leasing Pengertian leasing adalah perjanjian pembiayaan dan barang itu langsung menjadi milik kita. atau dengan syarat-syarat yang kurang. Penitipan ini hanya menegnai barang-barang bergerak. Penyertaan modal pada perusahaan sewa guna usaha (leasing) . Seorang penanggung tidak dapat mengikatkan diri untuk lebih. maka perikatan itu tidak sama sekali batal. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari menjadi tanggungan untuk segala perikatannya perseorangan meskipun demikian. Adapun penanggungan boleh diadakan untuk hanya sebagian saja dari utangnya. tetapi tidak pada kenyataannya. manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. apabila barang yang menjadi sengketa diserahkan kepada seorang pihak ketiga oleh satu orang atau lebih secara sukarela. maka tunduklah ia kepada segala kewajiban yang dipikul oleh seorang penerima titipan yang sungguh-sungguh. apabila menerima sesuatu barang dari seorang lain. Penitipan ini ada terjadi dengan perjanjian dan ada pula yang dilakukan atas perintah hakim.Definisi (pasal 1820 BW) Penanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang pihak ketiga. maupun dengan syarat-syarat yang lebih berat. Sekestrasi terjadi dengan perjanjian. ditangannya seorang pihak ketiga yang mengikatkan diri untuk setelah perselisihan ini diputus. Penitipan barang dengan sukarela hanyalah dapat terjadi antara orang-orang yang mempunyai kecakapan untuk membuat perikatan-perikatan. Macam-macam penitipan : • Penitipan yang sejati Dianggap telah dibuat dengan Cuma. daripada perikatan si berutang. menerima penitipan suatu barang dari seorang yang tidak cakap untuk membuat perikatan-perikatan. Penitipan barang dengan sukarela terjadi karena sepakat bertimbal-balik antara pihak yang menitipkan barang dan pihak yang menerima titipan.

Sewa guna usaha adalah istilah yang dipakai untuk menggantikan istilah leasing. Jenis-jenis leasing ini dapat berupa usaha sewa guna usaha. • Jual beli = beli sewa. 1338. sumber dananya dari masyarakat. sedangkan pinjam pakai dilihat dari kuantitas dan kualitas barangnya. berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala yang disertai dengan hak pilih (optie) bagi perusahaan tersebut. • Victoring adalah lembaga penagihan hutang. sedangkan leasing. selain undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa yang telah disepakati. Perbedaan antara bank dan leasing adalah Bank adalah suatu badan usaha yang bertujuan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan. Note : • Sita jaminan = pasal 1822.Dasar hukum bagi bank yang akan menjalankan penyertaan modal pada perusahaan sewa guna usaha (leasing). 1339 dan 1320 • Pinjam pengganti dilihat dari kuantitas barangnya. akantetapi karakteristiknya antara lain : • Ditangguhkan atau pengalihan hak milik dengan sendirinya .013/1988 tentang ketentuan dan tata cara pelaksanaan lembaga pembiayaan. • Sekestrasi terdapat dalam pasal 1771 BW • Beli sewa = jual beli tetapi dialihkan • Beli sewa harus ada akta. Sedangkan persamaan antara bank dan leasing adalah sama-sama meminjamkan uang. kemudian menyalurkan atau meminjamkan dana tersebut kepada pihak yang memerlukannya. sumber dananya dari sewa dan pinjam meminjam. Pada pasal 1 angka 9 keputusan presiden nomor 61 tahun 1988 tentang lembaga pembiayaan. Dalam bahasa Belandanya istilah ini adalah financieringshuur. bentuknya akta kalau tidak ada dinamakan jual beli dengan cicilan. pengertian leasing ini disederhanakan sebagai suatu usaha pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara Finance lease maupun operating lease untuk digunakan oleh penyewa guna usaha selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. yaitu to lease yang berarti menyewakan. modal patungan (ventura). tetapi berbeda pengertiannya dengan rent. contohnya tidak memakai satu nama dan satu sistem manajemen. Sedangkan leasing (sewa guna usaha) adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Leaisng dalam praktek hukum mempunyai pengertian sebagai kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu. juga keputusan Presiden nomor 64 tahun 1988 tentang lembaga pembiayaan dan keputusan menteri keuangan nomor 1251/KMK. • Leasing adalah perjanjian pembiayaan dan barang itu langsung jadi milik kita tetapi ternyata tidak pada kenyataannya tapi ada hak utama untuk membeli atau hak opsi. • Perjanjian dalam perkembangan = franchise. Istilah leasing berasal dari bahasa Inggris. Kalau bank. usaha kartu kredit dan lain-lain.

Pembeli saat itu mempunyai hak pakai atas benda tersebut c. Ada dua alasan: . Pemilikan tetap pada penjual sampai pembelian b.• Jatuh tempo yang menggugurkan • Dilarang memindahtangankan. harus jujur dengan memberikan hak orang lain. 1457 s/d 1864) tentang perjanjian khusus / perjanjian bernama Prestasi (Ps. 1234) →Obyek Perikatan . Pembeli membayar dengan mengangsur pada waktu ditentukan d. 1233 KUHPerdata Sumber Perikatan Ps.Asas kepercayaan Ps. 1381 s/d 1456) tentang hapusnya perikatan Bab V s/d XVIII (Ps.Asas konsensualisme Ps.Open System (sistem terbuka) Asas-asas antara lain: . 1313 s/d 1352) tentang perikatan yang timbul dari perjanjian Bab III (Ps. 1315 dan Ps. 1320 . Setelah pembayaran lunas. pembeli menjadi pemilik barang HUKUM PERIKATAN Perikatan/Perutangan terjemahan dari Verbintenis Verbinden = mengikat ada hak dan kewajiban (prestasi) →Hubungan hukum Ps. Berhak atas prestasi →Kreditur WANPRESTASI Wanprestasi adalah prestasi yang tidak terpenuhi.dapat dinilai dengan uang Peraturan . • Kesimpulannya yaitu dalam prakteknya beli sewa berusaha harus mengandung : a. 1338: 1 Asas iktikad baik Ps.Asas kepribadian Ps. 1338: 1 Pembatasan Ps.Asas mengikat Ps. 1233 s/d 1312) tentang perikatan-perikatan pada umumnya Bab II (Ps. 1338: 1 . 1337 .Kebebasan berkontrak Ps. 1352 s/d 1380) tentang perikatan yang timbul dari undang-undang Bab IV (Ps. 1340 . 1338: 3 * Haftung tanpa Schuld. 1234 KUHPerdata Prestasi Bentuk Obyek Perikatan Prestasi Debitur dan debiture Subyek Perikatan Perikatan diatur dalam Buku III KUHPerdata memuat peraturan yang berlaku bagi perikatan pada umumnya Bagian Umum memuat mengenai peraturan untuk perikatan khusus / benoemde overeenkomst / Perjanjian bernama Bagian Khusus Pengaturan Hukum Perikatan Bab I (Ps.Aanvullendrecht (hukum pelengkap) Pengaturan .

Karena kesalahan.Wanprestasi.1248 . Dalam Wanprestasi tentu ada kelalaian/alpa. Tuntutan ganti rugi dan lain-lain. Prestasi yang bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam perjanjian. Reele Executie (Eksekusi Nyata) 3. . 2. . Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak tepat waktunya (terlambat). Reele Executie atau Eksekusi Nyata .1247 . . 1243 KUHPerdata) Misal: Penjahit pakaian pengantin. Karena keadaan memaksa Ada empat bentuk wanprestasi: 1. kesalahan Sanksi dari wanprestasi: 1. Pembayaran ongkos perkara Untuk terjadinya wanprestasi. Pembatalan Ps. 1237: 2 →3. Akibat wanprestasi ganti rugi berupa : Biaya. 2. Dapat diduga sepatutnya. . * Pernyataan lalai disebut sommatie / somasi yaitu: surat teguran dari Pengadilan Negeri atau ingebreke steling yaitu: surat teguran dari kreditur tidak melalui Pengadilan Negeri.Debitur melanggar perikatan untuk tidak berbuat. Bunga. kekhilafan dari debitur Overmacht. →2.Dalam persetujuan sudah ditentukan adanya vervaal termijn.1250 Ps. 4. →1.Pemenuhan prestasi tidak baik menimbulkan akibat negatif. →Kesengajaan. kesengajaan. 1266 KUHPerdata →2.Tidak memenuhi prestasi sama sekali. Debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali. Parate Executie (Eksekusi Langsung) Penetapan lalai diperlukan/tidak diperlukan: Tidak diperlukan : .Tidak ada vervaal termijn.Prestasi berarti bagi kreditur jika dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan (Ps. 3. Sebagai akibat langsung dari wanprestasi. 2. Diperlukan : . Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak baik/keliru. . Kerugian : 1. Contoh: Penyerahan kuda sakit menular pada kuda yang lain.Dalam pemenuhan prestasi yang tidak baik dan membawa akibat positif. kreditur dapat berupaya: 1. Peralihan risiko 4. Ganti Rugi Biaya Ganti Rugi Rugi Bunga Pembatasan Ganti Rugi: . Kerugian. cidera janji.

Teori Keadaan Memaksa : Subyektif dan Obyektif . Ps 1788 dan Ps 1967 ◊ Pendapat sempit : sumber perikatan wajar adalah undang-undang Pendapat luas: dari undang-undang dan dari kesusilaan dan kepatutan contoh: . →yang menjadi haknya dan biaya ditanggung debitur Parate Executie atau Esekusi langsung oleh kreditur tanpa melalui putusan hakim. Ps. 2. Kesulitan bagi semua debitur. ◊ 6.Risiko ada pada masing-masing pihak/tidak beralih kepada debitur. . →Dasar Sifat Keadaan Memaksa : tetap dan sementara Misal : barang musnah →Tetap Misal : ada larangan →Sementara keadaan ◊ Risiko overmacht Ps 1245 ◊ Perjanjian sepihak ditanggung kreditur Ps 1545. Kesulitan-kesulitan debitur. Overmacht/Force Majeure Unsur-unsur Overmacht : .memberi jaminan hari tua kepada pembantu karena kesetiaannya . Perikatan murni – Perikatan bersyarat (Condition) (Conditional obligation) Syarat tangguh Perikatan bersyarat Syarat batal 2. Perikatan fakultatif 4. ◊ Perjanjian timbal balik ditanggung masing-masing pihak Beban pembuktian overmacht ada pada “debitur” Macam-macam Perikatan 1. →Dasar menyangkut kemampuan semua orang/semua debitur. . →Teori Subyektif Vollmar menyebut “Relatieve Overmacht” . Biaya-biaya. Keuntungan yang seharusnya diperoleh. →Teori Obyektif Vollmar menyebut “absolut overmacht”.Adanya peristiwa/keadaan yang tidak dapat diketahui lebih dahulu. Perikatan dapat dibagi – perikatan tidak dapat dibagi supaya debitur memenuhi prestasinya ◊ Perikatan dengan ancaman hukuman Ps 1304 perikatan yang tidak disertai dengan sanksi hukum.Syarat: Putusan Hakim memberi kuasa kepada kreditur mewujudkan sendiri prestasi Ps. Kerugian yang nyata-nyata diderita. Perikatan dengan ketetapan waktu –> tidak dapat ditagih sebelumm waktunya 3. 1241. Perikatan tangung-menanggung aktif Ps 1278 Perikatan tangung-menanggung pasif Ps 1280 5. Perikatan wajar Ps 1766. 1553. Kesulitan : Prestasi untuk memberi sesuatu. menyangkut pribadi/kemampuan debitur sendiri. 1246 ganti rugi terdiri dua hal: 1.Tidak ada kesalahan/kelalaian debitur. 3.

penggatian kedudukan debitur disebut subrogasi menolak ◊ 2. Perjumpaan hutang/perhitungan hutang/compensation Syarat terjadinya Ps 1427 Semua hutang dapat diperjumpakan kecuali yang disebut dalam Ps 1429 kreditur dan debitur satu tangan –Ps 1436 dan perhatikan Ps 1437 ◊ 5.Orang kaya memberi nafkah kepada yang miskin Hapusnya Perikatan 1. →3. 3.novasi obyektif aktif . Ps 1444 dan 1445 ◊ 7. Daluwarsa / Verjaring (Extinctieve Verjaring – Ps 1967) Pembelaan Debitur yang dituduh wanprestasi: 1. 3.novasi subyektif pasif 4. 4. Parate eksekusi. Pembatalan Ps. Pembayaran Debitur dapat menitipkan pembayaran ke Panitera Pengadilan Negeri untuk disimpan disebut konsinyasi. Pelepasan hak dari kreditur untuk menuntut ganti rugi. →1. Pelepasan hak/rechts verwerking Perlindungan terhadap kreditur menghadapi wanprestasi: 1341 KUHPerdata.. Mengajukan alasan adanya overmacht/force majeur 2. Musnahnya barang yang terhutang tetapi diluar kesalahan debitur Debitur mencuri. 1466 tertulis batal demi hukum tetapi artinya dapat dibatalkan/atau batal demi hukum 8. Actio pauliana 2. maka musnahnya barang ◊ yang menguasai dengan iktikad jelek tidak membebaskan debitur untuk menganti barang yang musnah atau hilang. Pembayaran : dapat uang atau barang yang dilakukan oleh debitur atau pihak penangung. Penggantian kerugian. Percampuran hutang karena debitur dengan tegas melepaskan haknya atas pemenuhan prestasi. . Risiko atas barang dan uang pembayaran dan segala biaya penyimpanan menjadi tanggung jawab kreditur . kecuali dalam hal kepailitan. ◊ Pembebasan hutang Syarat: Ps 1438 dan 1439 6. Penanggung menggantikan debitur. Mengajukan “exeptio non adimpleti contractus”/artinya bahwa kreditur juga telah lalai. Pembaharuan hutang/novasi: . Eksekusi riil.

Wajib meneruskan dan menyelesaikan urusan itu. membela diri. . Dengan atau tanpa pengetahuan orang lain.Melanggar hukum = Melanggar Undang-Undang Tafsiran Luas →Putusan HGH 31 Januari 1919 Melawan hukum: Berbuat atau tindak berbuat yang melanggar hak orang lain. Ditujukan tindakan hukum. Ukuran subyektif orang dapat mengira-irakan perbuatan dilakukan/tidak dilakukan. →. Perbuatan tanpa Kuasa. 3. 4.Syarat berdasar 1341: 1. Kewajiban yang mewakili: .Mengurus kepentingan sampai selesai dan memberikan pertanggungan jawab. sudah dewasa.Ajaran Legisme: Tidak ada hukum di luar Undang-Undang. 1354 KUHPerdata (Wakil tanpa Kuasa/Penyelenggaraan Kepentingan) Unsur-unsur: 1. Harus merugikan kreditur. 3. Dilakukan dengan sukarela. Bertindak menurut hukum. 2. →Ukuran obyektif penyelamatan diri. . 1365 KUHPerdata . tidak di bawah pengampuan. 2. Pihak yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi. 6. . Kerugian ↔ Perbuatan melawan hukum ] Ada 2 teori: .Perbuatan melanggar hak subyektif orang lain atau →Melawan Hukum bertentangan dengan kewajiban hukum dari si pembuat yang telah diatur dalam UU. →“Kesalahan” orang tersebut dapat dipertanggungjawabkan: Sehat akal.Apabila belum mendapat penggantian biaya berhak menahan benda-benda yang diurusnya (hak retensi). Tindakan hukum sukarela. .Kewajiban yang diwakili Mengganti biaya/kerugian • Berhak minta pertanggungan jawab • Onrechtmatige daad – Perbuatan Melawan Hukum Ps. 5.Hak wakil sukarela Mendapat penggantian biaya/pengeluaran tetapi tidak berhak atas upah/imbal jasa. →Kesalahan dapat ditiadakan karena keadaan memaksa Perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian: materiil dan idiil. bertentangan dengan kewajiban hukum atau bertentangan dengan kesusilaan atau sikap hati-hati sebagaimana patutnya dalam lalu-lintas masyarakat terhadap diri atau barang orang lain. Mewakili urusan/kepentingan orang lain. Tafsiran Sempit. Zaakwaarneming/Perwakilan Sukarela – Ps.

. →.Dapat/boleh mengadakan perjanjian yang isinya/obyeknya apa saja. Asas-asas dalam Hukum Perjanjian .Pengertian terlalu luas. Sifat pengaturan dari Hukum perjanjian bersifat terbuka artinya: . Adequate Veroorzaking (Von Kries) Pembuat hanya bertanggung jawab untuk kerugian yang selayaknya dapat diperhitungkan dari perbuatan melawan hukum. karena UU tidak mengatur. • asas kepastian hukum: 1338: 1 KUHPerdata.Syarat tertentu sebagai isi perjanjian.Unsur Naturalia Unsur perjanjian yang ditambahkan. →.Asas Kepribadian : 1315 dan 1340 KUHPerdata. 1318 KUHPerdata.1. Sepakat 2. 2.Bentuk tertentu. . . Sifat “peraturannya” sebagai hukum pelengkap/hukum yang mengatur terjemahan dari “Regelenrecht” atau “aanvullenrecht ”.Persetujuan antara pihak-pihak. Kecakapan . Di sini semua sebab atau peristiwa/fakta mempunyai kedudukan sama.Asas Pacta Suntservanda * Unsur-Unsur Perjanjian * Unsur pokok dalam arti “harus ada ”. .Kata perbuatan terlalu luas.Menggambarkan perjanjian sepihak. . Perikatan Dari Perjanjian Persetujuan : Ps. . Pengecualian: 1792 KUHPerdata • 1317 KUHPerdata Perluasannya yaitu Ps.Unsur accidentalia * Syarat-Syarat Perjanjian * .Asas Konsensualisme : 1320 KUHPerdata. . . →.Prestasi yang akan dilaksanakan. Conditio Sine quanon (Von Buri) Akibat/kerugian karena beberapa fakta. . Persetujuan sumber perikatan harus ada unsur: . →. 1320 KUHPerdata 1.Asas Kebebasan Berkontrak : Ps.Tanpa menyebut tujuan.Ps. .Tujuan yang akan dicapai. .Lain dengan sifat “dwingendrecht” yaitu sebagai “hukum pemaksa” . baik yang sudah ada maupun yang belum diatur dalam KUHPerdata. .Unsur Essensialia UU mengatur tetapi dapat disimpaingi (1476 KUHPerdata dan 1491).Pihak sedikitnya dua orang. 1338: 1 KUHPerdata. 1313 KUHPerdata.

Penipuan (bedrog) barangnya →. Suatu hal tertentu 4.Teori subyektif Dasarnya: Mengenai hakekat/unsur essensiilnya ditentukan oleh para pihak.ada bujuk rayu * harus ada serangkaian kebohongan. Teori Pernyataan (Verklaringst) 3.Pertimbangan untuk menentukan adanya kesesatan yang dapat menjadi alasan dimintakan pembatalan yaitu: Pihak • yang sesat dapat diterima secara layak bahwa dapat mempunyai gambaran yang keliru tentang sifat hakekat obyek perjanjian. • * Bila ceroboh dan tidak waspada kesesatan tak dapat menjadi dasar pembatalan perjanjian 3.3. 2. . Suatu sebab yang halal Sepakat = Kesesuaian Kehendak • Pernyataan tidak selalu sesuai dengan kehendak Ada 3 teori: 1.Teori obyektif Dasarnya: Ukuran umum/masyarakat mengenai hakekat/ unsur essensiilnya. Teori Kehendak (Wilstheori) 2. 4. . Penyaladihubungkan →hgunaan Keadaan (Misbruik van de Omstandigheden) dengan “Kesepakatan pada saat terjadinya perjanjian tetapi juga dapat dihubungkan dengan isinya perjanjian. Paksaan (dwang) Pengertian adalah paksaan jiwa (psychis) bukan paksaan badan (physik). Kekhilafan (dwaling) . Kewaspadaan dan kecerobohan pihak yang merasa tersesat. Teori Kepercayaan (Vertrouwenst) CACAT KEMAUAN atau CACAT KEHENDAK 1.ada tipu muslihat . .

Perhatian: Ps. 1332 KUHPerdata.Faktor hubungan kerja pasien yang membutuhkan pertolongan dokter →. 1468.Ps. 35 Sub 2 melakukan perbuatan hukum II. →Pengertiannya: benda-benda yang menjadi obyek perjanjian Batasan obyek/barang yang boleh menjadi pokok persetujuan adalah: Ps. curatornya tidak merasakan kerugian. 14 Juni 1956.menyatakan bahwa isteri wenang →Ps. Bandingkan : .Faktor ekonomi . maka perjanjian itu berlaku penuh .Ps. Ps. 1334: 1 KUHPerdata. 1470 * Dalam pasal-pasal tersebut sebenarnya orang-orang yang disebut adalah “orang yang cakap ” melakukan perbuatan hukum tetapi oleh Undang-Undang dinyatakan “tidak wenang ”. 1334: 2 KUHPerdata.Pelepasan tanggung jawab. 1337 KUHPerdata .Ps. Di Negeri Belanda Ketidakcakapan isteri dihapus dengan UU. 1 Tahun 1974 . * Kecakapan hubungan dengan 330 KUHPerdata. →* Selama “Si tidak cakap” * Ketentuan mengenai ketidakwenangan untuk melindungi : . 1469. dapat orang tua. misal: penyimpangan Ps. I. 1330: 1 – 2 . →Ps. wali. • Tentang Kecakapan dalam membuat perjanjian harus dibedakan antara “Ketidakcakapan ” dan “Ketidakwenangan ”. * Ketentuan mengenai ketidakcakapan untuk melindungi kepentingan “Si tidak cakap ”. 1329 KUHPerdata. 1467.pihak ketiga atau . perkecualiannya 1330 KUHPerdata * Suatu hal tertentu 1333 dhubungkan dengan Ps. Di Indonesia: UU No. 31 Sub 2 . Ps.Faktor-faktor penyebab: Perjanjian Riba →Misal: . UU menyatakan orang tertentu tidak wenang melakukan tindakan hukum tertentu: Ps. tetapi untuk seorang isteri dalam Undang-Undang memberikan gambaran bahwa diatur tentang “Ketidakwenangan”. 108 dan 110 KUHPerdata supaya tidak berlaku lagi. 3 Tahun 1963 menetapkan. 1491 KUHPerdata Penanggungan terhadap cacat tersembunyi. MA No.kepentingan umum Oleh karenanya: perjanjian yang dibuat oleh orang yang tidak berwenang pada asasnya batal demi hukum . Ps. Ps.pihak lawan janji .Faktor Keadaan Penyalahgunaan keadaan erat hubungan dengan “Exoneratie clausul ” artinya: . Ps. Ternyata: SE. 1330: 3 Anak yang belum dewasa dan orang di bawah pengampuan “tidak cakap”. * Sebab yang halal/kausa yang halal Pengertiannya penjelasan contractio ada pada Ps. 1640.

3Asas–asasdalamHukumPerjanjian 1.AsasKonsensualisme.Perikatanyangtimbuldaripersetujuan(perjanjian).UndangUndang Hubungan perikatan dengan perjanjian adalah perjanjian yang menimbulkan perikatan. perjanjian itu lahir saat tercapainya kata sepakat antara para pihak mengenai hal – hal yang pokokdatidakmemerlukansesuatuformalitas. yakni pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak lainnya wajib memenuhi prestasi.Berlaku sebagai UU bagi mereka yang membuatnya.Tak bertentangan dengan UU . Perjanjian 2. perikatan terjadi karena : 1.Tak memenuhi syarat subyektif (Vernietigbaar) batal demi hukum (nietig) →.CarauntukMembuatSuatuPerjanjin . 3. .KataSepakatntaraaraPihakyangMengikatDiri. Perjanjian merupakan salah satu sumber yang paling banyak menumbulkan perikatan karena hukum perjanjian menganutsistimterbuka. . 1320 mempunyai akibat hukum. Untuksahnyasuatuperjanjiandiperlukanempatsyaratyaitu : 1. segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah sah bagi para pihak yang membuatnya dan berlakusebagaiundang–undangbagimerekayangmembuatnya. Pengertian perikatan lebih luas dari perjanjian. 2.Pelaksanaannya dengan iktikad baik HUKUMPERIKATAN 3.Perjanjian yang memenuhi Ps. . Adalah.1Pengertian Perikatan ialah hubungan hukum yang terjadi diantara dua orang pihak atau lebih. begitu juga sebaliknya.2DasarHukumPerikatan Dasar hukum perikatan berdasarkan KUH Perdata terdapat tiga sumber yaitu : 1.Tak bertentangan dengan Kesusilaan .Perikatanyangyimbuldariundang–undang. 3.Perikatanterjadibukanperjanjian. 3. Adalah.Tak dapat ditarik kembali secara sepihak. 2.AsasKebebasan Berkontrak. 2.Tak bertentangan dengan Ketertiban Umum Syarat Subyektif Syarat-syarat Perjanjian Syarat Obyektif dapat dibatalkan →..Tak memenuhi syarat obyektif .

.3. 4. 4. 3. Risiko dalam Perjanjian Timbal Balik. Lewat waktu. Pembayaran merupakan setiap pemenuhan perjanjian sukarela. 2. Ciri – ciri Memorandum Of Understanding : 1.7 Tujuan Memorandum Of Understanding Untuk memberikan kesempatan kepada pihak yang bersepakat untuk memperhitungkan apakah saling menguntungkan atau tidak jika diadakan kerja sama sehingga agar Memorandum Of Understanding dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian dan dapat diterapkan sanksi – sanksi. Pencampuran utang. Risiko dalam Perjanjian Sepihak. 5. 4. Isinya ringkas. 2. 3.4 Jenis – Jenis Resiko Jenis – jenis resiko digolongkan menjedi dua kategori. 7.engenaiSuatuHalTertentu. Tidak ada kewajiban yang bersifat memaksa. 3. 6. 4. 2. 5. 3. Risiko dalam sewa menyewa diatur dalam pasal 1553 KUH Perdata. 8. Risiko dalam jual beli diatur dalam pasal 1460 KUH Perdata. Pembebasan utang. Penjumpaan uang atau kompensasi. Ada 10 cara penghapusan suatu perikatan adalah sebagai berikut : 1.6 Memorandum Of Understanding Memorandum of understanding adalah suatu perjanjian pendahuluan yang nantinya akan diikuti dan dijabarkan dalam perjanjian lain yang mengaturnya secara lebih detail. Dibuat dalam bentuk perjanjian bawah tangan. Mempunyai jangka waktu berlaklu. Pembaharuan utang. yaitu resiko dalam perjanjian sepihak dan resiko dalam perjanjian timbale balik : 1. Hanya bersifat pendahuluan.5 Hapusnya Perikatan Perikatan itu bisa dihapus jika memenuhi kriteria – kriteria sesuai dengan pasal 1381 KUH Perdata. 3. Berlakunya suatu syarat batal. Suatu Sebab yang Halal. Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan. Berisikan hal – hal yang pokok saja. Musnahnya barang yang terutang. 3. 10. 5. 6. Batal / pembatalan. 9. Risiko dalam tukar menukar diatur dalam pasal 1545 KUH Perdata. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful