P. 1
PANCA SRADA

PANCA SRADA

5.0

|Views: 619|Likes:
Published by Wulandari Putu

More info:

Published by: Wulandari Putu on Oct 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

Nama : I Gede Sudiarta Nim : 08.1.1.1.1.

2625

Kls/No : B/30 Jurusan : Pendidikan Agama Hindhu

PANCA SRADA Dalam ajaran agama Hindu, Tatwa juga termasuk salah satu kepercayaan. Kepercayaan
juga dikenal dengan istilah “Sradha” yang berarti keimanan,keyakinan,kepercayaan. Ada lima macam keyakinan dalam Agama Hindu yang disebut dengan “Panca Sradha”.Panca Sradha, yang berarti lima macam keyakinan/ kepercayaan atau keimanan yang harus dipedomani oleh setiap umat hindu dalam hidup dan kehidupannya.Panca Sradha tersebut terdiri dari : 1. Percaya dengan adanya Tuhan/Brahman (Widhi Sraddha). 2. Percaya dengan adanya atma (Atma Sraddha). 3. Percaya dengan adanya Hukum Karma Phala(Karmaphala Sraddha). 4. Percaya dengan adanya Punarbhawa/Samsara(Punarbhawa Sraddha). 5. Percaya dengan adanya Moksa(Moksa Sraddha). Usaha untuk menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu kelima macam kepercayaan itu mutlak perlu kita yakini. Akan menjadi sempurna apabila penghayatan dan pengamalannya dilandasi dengan cubhakarma (ethika) dan yadnya (ketulusan berkorban).

A.Percaya dengan adanya Tuhan/brahman (Widhi Sraddha).

2. hal ini yang disebut Agama Pramana. Maka berdasarkan logika pasti ada penyebab atau sumber dari gejala keanehan alam raya ini. 2. Kepercayaan Umat Hundu terhadap adanya Brahman didasarkan pada pemberitahuan orang lain yang di percaya atau berdasarkan ajaran agama atau Kitab Suci Veda. yang menyatakan bahwa umat Hindu percaya dan yakin dengan adanya Tuhan.prnyebab atau sumber tersebut tiada lain adalah Tuhan Yang Maha Esa. hal ini dapat di yakini dengan melalui cara-cara yang di sebut Tri Pramana yang berarti tiga cara atau jalan untuk memperoleh pengetahuan. orang suci atau maharesi langsung menerima wahyu Tuhan yang di sebut sebagai Pratyaksa Pramana. Ada pun sifat-sifat Brahman antara lain : 1. Dinana para maharesi secara nyata dan jelas dapat menerima dan mendengar wahyu Tuhan. Hal inilah yang di sebut sebagai Anumana Pramana.Widhi Tatwa yang merupakan salah satu bagian dari panca saradha.Ada pun bagian dari Tri Pramana adalah : 1. Sat: sebagai Maha Ada satu-satunya. tidak ada keberadaan yang lain di luar beliau Dengan kekuatanNya Brahman telah menciptakan bermacam-macam bentuk. binatang. 3.atau cara bagaimana umat Hindu menjadi tahu tentang adanya sesuatu. dalah hal ini yaitu Brahman atau Tuhan. warna. Dengan dasar ajaran Agama umat Hindu percaya dengan adanya Tuhan. serta sifat banyak di alam semesta ini. karena tidak ada barang atau zat lain di alam semesta ini selain Tuhan. Tidak ada satupun benda-benda alam semesta ini yang tidak bisa bersatu kembali dengan Tuhan. Cit: sebagai Maha Tahu . Kepercayaan Umat Hundu terhadap adanya Brahman didasarkan pada logika atau gejala alam atau rahasia alam yang tidak dapat terpecahkan oleh manusia. Planet. Kepercayaan Umat Hundu terhadap adanya Brahman didasarkan pada kenyataan. manusia. tumbuh-tumbuhan serta benda yang disebut benda mati berasal dari Tuhan dan kembali pada Tuhan bila saatnya pralaya tiba.

dari bentuk yang sederhana bergerak menuju bentuk yang sempurna. tetapi sumber segala pengetahuan. Tingkatan yang lebih tinggi ialah kesenangan yang bersifat sementara yang kemudian disusul duka. dan kesenangan yang ada. Maya yang diciptakan Brahman menimbulkan illusi. Tuhan yang hanya stu di percaya mempunyai Tiga wujud kekuatan.kekurangtahuan) menuju vidya atau maha tahu. Tingkatan yang tertinggi adalah suka tan pawali duhka. Dewa Brahma di simbolkan dengan aksara suci A (Ang) 2. kesukaran. yang ditimbulkan oleh materi bersumber pula pada Ananda ini bersumber pula pada Ananda ini.dalam wujudnya sebagai pencipta Tuhan di beri nama Dewa Brahma. Tuhan sebagai maha pemelihara. Ananda Ananda adalah kebahagiaan abadi yang bebas dari penderitaan dan suka duka.Tetapi dalam manisfestasinya atau perwujudannya sebagai Tri Murti. bebas dari daya tarik atau kemelekatan terhadap benda-benda duniawi. Dalam Kitab Suci Agama Hindu mengajarkan bahwa Tuhan itu hanya ada satu Beliau maha besar maha tahu dan ada dimana-mana yang menjadi sumber dari segala yang ada di alam raya ini. Dari avidya (absence of knowledge. 3.Beliaulah sumber ilmu pengetahuan. Tuhan sebagai maha Pencipta. Kebahagiaan yang paling rendah ialah berwujud kenikmatan instingtif yang dimiliki oleh binatang pada waktu menyantap makanan dan kegiatan sex. Tuhan sebagai pemelihara yang melindungi segala ciptaanNya dalam manisestasinya sebagai pemelihara Umat Hindu . Pada hakikatnya semua kegembiraan. Tri yang berarti Tiga dan Mukti yang berarti perwujudan. bedanya hanya dalam tingkatan. Tiga kekuatan atau kebesaran itu yang di maksu adalah : 1. bukan pengetahuan agama. Dengan pengetahuan maka dunia ini menjadi berkembang dan berevolusi. namun tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kebahagiaan Brahman. kebahagian abadi.dikatakan sebagai maha pencipta karena Tuhanlah yang menciptakan alam semesta beserta isinya.

dan disimbolkan dengan aksara suci U (ung) 3. istri Dewa Visnu) • Saraswati (Dewi pengetahuan. putera Dewa Surya) • Candhra (Dewa bulan) • Durgha (Dewi pelebur. pemreline berasal dari kata pralina yang berarti kembali pada asalnya. Tuhan sebagai pelebur umat Hindu menyebut Tuhan sebagai Dewa Siwa.dan disimbolkan dengan aksara suci M (Mang) Pengertian Dewa dalam Agama Hindu adalah Kata Dewa muncul dari kata Deva atau Daiwa dalam bahasa sansekerta yang berasal dari kata Div yang berarti Sinar. Dewa kebijaksanaan. Disamping Tri Murti dalam agama hindu juga ada dewa dan dewi yang di percaya sebagai manispestasi dari Tuhan. istri Dewa Brahma) • Sri (Dewi pangan) .menyebut Tuhan sebagai Dewa Wisnu. istri Dewa Siva) • Ganesha (Dewa pengetahuan. Dewa perang. pemrelina berarti mengembalikan kepada asalny yang disebut juga sebagai pelebur. seperti di bawah ini : • Agni (Dewa api) • Aswin (Dewa pengobatan. putera Dewa Siva) • Indra (Dewa hujan. Tuhan sebagai maha pemrelina. raja surga) • Kuwera (Dewa kekayaan) • Laksm i(Dewi kemakmuran. Dewi kesuburan. jadi Dewa adalah merupakan perwujudan sinar suci Tuhan Yang Maha Esa.

Dewa laut dan samudra) • Bayu (Dewa angin) • Yama (Dewa maut. hakim yang mengadili roh orang mati) B. Dewa akhirat. Atma dipandang sebagai kesadaran sejati yang merupakan hidupnya badan jasmani.pindah • Acala : tak bergerak • Sanatana : selalu sama . Dalam Bagavad Gita di jabarkan mengenai sifat – sifat atman diantaranya adalah : • Achedya : tak terlukai oleh senjata • Adahya : tak terbakar oleh api • Akledya :tak terkeringkan oleh angin • Acesyah : tak terbasahkan oleh air • Nitya : abadi • Sarwagatah : di mana.Percaya dengan adanya atma (Atma Sraddha). dalam Upanisd dinyatakan Atman itu hakikatnya sama dengan Brahman yang dinyatakan bahwa Brahman Atman Aikyam yang artinya Brahman dan Atman itu satu adanya.mana ada • Sthanu : tak berpindah.• Surya (Dewa matahari) • Waruna (Dewa air. Dalam Agama Hindu. Brahman adalah asas alam semesta sedangkan Atman adalah asas hidup manusia.

• Awyakta : tak dilahirkan • Acintya : tak terpikirkan • Awikara : tak berubah dan sempurna tidak laki.laki ataupun perempuan.Phala dari karma itu ada tiga macam yaitu: 1. Kita percaya bahwa perbuatan yang baik (subha karma) membawa hasil yang baik dan perbuatan yang buruk (asubha karma) membawa hasil yang buruk. Karmaphala terdiri dari dua kata yaitu karma dan phala. . 2. Karmaphala memberi keyakinan kepada kita untuk mengarahkan segala tingkah laku kita agar selalu berdasarkan etika dan cara yang baik guna mencapai citacita yang luhur dan selalu menghindari jalan dan tujuan yang buruk. Prarabda Karmaphala Phala dari perbuatan kita pada kehidupan ini tanpa ada sisanya lagi. atau pahala. berasal dari bahasa Sanskerta. Kriyamana Karmaphala Phala perbuatan yang tidak dapat dinikmati pada saat berbuat sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang. Jadi Karmaphala artinya hasil dari perbuatan seseorang. Jadi seseorang yang berbuat baik pasti baik pula yang akan diterimanya. Sancita Karmaphala Phala dari perbuatan dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita sekarang. "Karma" artinya perbuatan dan "Phala" artinya buah. 3. Percaya dengan adanya Hukum Karma Phala(Karma Phala Sraddha). buruk pula yang akan diterimanya. C. hasil. demikian pula sebaliknya yang berbuat buruk.

Neraka adalah alam hukuman. Bila dalam hidupnya selalu berkarma baik maka pahala yang didapat adalah Surga.ulang di dunia ini atau di dunia yang lebih tinggi disebut samsara. sebaliknya bila hidupnya itu selalu berkarma buruk maka hukuman nerakalah yang diterimanya. bik buruknya perbuatan akan menentukan kuwalitas kelahiran manusia. jika yang melekat bekas.bekas perbuatan (karma wasana) itu ada bermacam.macam. Selesai menikmati Surga atau neraka. alam kebahagiaan. alam suksma. Jadi Punarbhawa ialah keyakinan terhadap kelahiran yang berulang. Percaya dengan adanya Punarbhawa/Samsara(Punarbhawa Sraddha). Karmaphala mengantarkan roh (atma) masuk Surga atau masuk neraka. alam yang serba indah dan serba mengenakkan. segala pahala dari perbuatan itu pasti diterima karena sudah merupakan hukum.ulang yang disebut juga penitisan atau samsara. karmaphala merupakan hukum hasil perbuatan. tempat roh atau atma mendapat siksaan sebagai hasil dan perbuatan buruk selama masa hidupnya. dalam kehidupan sekarang atau nanti. Dalam Pustaka suci Weda tersebut dinyatakan bahwa penjelmaan jiwatman berulang. Kata punarbhawa terdiri dari dua kata Sanskerta yaitu "punar" (lagi) dan "bhawa" (menjelma). Bekas. Kelahirannya yang berulang.hal keduniawian sehingga jiwatman itu lahir kembali.ceritera keagamaan dijelaskan bahwa Surga artinya alam atas.Segala perbuatan ini menyebabkan adanya bekas (wasana) pada jiwatma. Hubungan Karmaphala dengan Punarbhawa Hukum karmaphala dan punarbhawa atau reinkarnasi mempunyai hubungan yang amat erat dan timbal balik.ulang ini membawa akibat suka dan duka. cepat atau lambat. demikian pula punarbhawa atau reinkarnasi akan berdampak bagi perbuatan seseorang. D.Punarbhawa atau samsara terjadi oleh karena jiwatman masih dipengaruhi oleh Wisaya dan Awidya sehingga kematiannya akan diikuti oleh kelahiran kembali.bekas keduniawian maka jiwatman akan lebih cenderung dan gampang ditarik oleh hal.pustaka dan ceritera. Dalam pustaka.Dengan pengertian tiga macam Karmaphala itu maka jelaslah. roh atau atma akan mendapatkan kesempatan mengalami penjelmaan kembali sebagai karya penebusan dalam usaha menuju Moksa. Dalam hal ini seseorang yang .

selalu berbuat baik dalam hidupnya dan bila dia meningal nanti maka rohnya akan mendapat tempat yang baik di akhirat atau di sorga. Untuk mencapai ini orang harus selalu berusaha. Percaya dengan adanya Moksa(Moksa Sraddha) Moksa merupakan bahasa sansekerta yang berarti pembebasan. serta hidup kembali tanpa kemauannya sendiri. sehingga penderitaan dapat . tetapi mencapai tempat Brahman yang tertinggi. Nah. Dengan menghayati dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari. E. Dan bila dia lahir kembali atau berreinkarnasi lagi maka akan menjai hidup serba kecukupan dilingkungan orang baikbaik. berbuat demi Brahman maka tak usah disangsikan lagi kita akan kembali kepada Brahman. tiada binasa dikala semua makhluk binasa. Akan tetapi masih ada satu yang tak tampak dan kekal. yang tak tampak dan kekal itulah harus menjadi tujuan utama supaya tidak lagi mengalami penjelmaan ke dunia. misalnya dengan menjalankan sembahyang batin dengan menetapkan cipta (Dharana). Kebebasan yang sulit dicapai banyak makhluk akan lahir dan mati.angsur akan dapat mencapai tujuan hidupnya yang tertinggi ialah bebas dari segala ikatan keduniawian.hari secara baik dan benar.kelepasan. memusatkan cipta (Dhyana) dan mengheningkan cipta (Semadhi). manusia berangsur. Kitab suci telah menunjukkan bagaimana caranya orang melaksanakan pelepasan dirinya dari ikatan maya agar akhirnya Atman dapat bersatu dengan Brahman (suka tan pawali duka). untuk mencapai bersatunya Atman dengan Brahman.atau kelepasan dari keterikatan benda-benda duniawi hingga mencapai bersatunya Atman dengan Brahman Moksa adalah tujuan terakhir bagi umat Hindu. demikianlah subha dan asubhakarma yang menentukan hasil perbuatan atau karmaphala itu sangat mempengaruhi kehidupan jika kita mengalami punarbhawa dikelak kemudian hari. berbuat baik sesuai dengan ajaran agamanya. Jika kita selalu ingat kepada Brahman. tapi bila dalam kehidupan sekarang dia bertindak tidak baik maka setelah meninggal nanti rohnya akan masuk neraka.

Sayujya yaitu pada tahapan ini dimana Atman telah bersatu dengan Brahman. dan Awatara-awatar yang lainnya. seperti apa yang disebut Brahman Atman Aikyam atau Atman dengan Brahman satu atau talah bersatu. Sarupya yaitu moksa yang di capai semasa masih hidup dimana kedudukan Atman mengatasi unsur-unsur maya. tetapi sebagai penolong sesama manusia. Rama. 4. dalam hal ini Atman telah mencapai tingkatan Dewa. sehingga dapat menerima wahyu dari Tuhan. sebagai Awatara. 3. 2.dikikis habis dan tidak lagi menjelma ke dunia ini sebagai hukuman. Salokya yaitu moksa yang dicapai oleh Atman setelah berada dalam posisi kesadaran yang sama dengan Tuhan. Kresna. . misalnya Budha. tetapi belum bisa bersatu dengan Nya. Sampya yaitu moksa yang di capai semasa masih hidup di dunia. yang dapat di capai oleh para maharesi pada waktu melaksanakan yoga samadhi. Tingkatan moksa sesuai dengan kondisi atman dalam hubungannya dengan Tuhan 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->