NAMA NPM JURUSAN MATA KULIAH

: SUPRIANTO : 170110080157 : ILMU ADMINISTRASI NEGARA : EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA

REVITALISASI RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUNG KOTA DI KAMPUNG BANJARSARI, KELURAHAN CILANDAK, JAKARTA SELATAN

GAMBARAN UMUM RUANG TERBUKA HIJAU Persoalan minimnya ruang terbuka hijau (RTH) saat ini menjadi bahasan yang perlu dikaji dan diperhatikan oleh kita masyarakat Indonesia. Persoalan ini muncul sejalan dengan adanya isu pemanasan global yang kini dialami oleh berbagai negara, khususnya Indonesia sebagai negara dunia ketiga. Walaupun demikian, sebelum munculnya isu pemanasan global, krisis RTH telah diyakini menjadi masalah serius yang dialami oleh berbagai kota di negaranegara dunia ketiga. Masalah itu pula yang dialami oleh Jakarta. Jakarta sebagai pusat pembangunan, dikelilingi dengan banyaknya ruang-ruang seperti gedung perkantoran maupun industry. Di sisi lain, RTH semakin tersingkirkan keberadaannya akibat dari banyaknya gedung-gedung tersebut. Tidak heran apabila Jakarta saat ini merupakan daerah yang cukup panas. Tersingkirnya RTH telah berlangsung sejak tahun 1950-an hingga 1970an, yang dialihfungsikan menjadi pemukiman, lapangan terbang, idustri, jalan tol, maupun pusat perbelanjaan. Ketika Jakarta dihadapkan dengan minimnya ruang terbuka hijau, terdapat sebuah perkampungan asri dan hijau, yaitu Kampung Banjarsari, di Kelurahan Cilandak, Jakarta Selatan. Kampung Banjarsari adalah sebuah refleksi dari kepedulian warganya untuk menghijaukan lingkungannya. Kesadaran ini didasari oleh adanya kelompok Wanita Tani (KWT) “Dahlia” dan sekelompok PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) yang diketuai Harini Bambang dengan tujuan menciptakan kawasan pemukiman yang ramah lingkungan, hijau, teduh, sehat, indah, dan produktif. Kelompok ini sama sekali tidak dipaksa, melainkan dengan penuh kesadaran dalam melakukannya. Di depan pagar setiap rumah penduduk selalu ada tanamannya, karena masyarakat sudah terbiasa dalam memisahkan sampah-sampah organik dengan sampah non-organik. Dampak positif yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan yang dilakukan oleh Harini, pada tahun 1996 UNESCO memilih Banjarsari sebagai lokasi

proyek percontohan pengelolaan limbah rumah-tangga dan pengelolaan lingkungan melalui partisipasi warga setempat.  MODEL DALAM EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK (Ira Sharkansky)

BAGAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA

Lingkungan (Environment)

Fisik

1. Lokasi dan posisi geografi 2. Keadaan dan kekayaan alam 3. Kemampuan penduduk

Tri Gatra

Lingkungan (Environment)

Masukan (Inputs)

Proses Konversi (Conversion)

Keluaran (Outputs) Barang-barang dan jasa-jasa (pelayanan) bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pegawai/pejabat cabang pemerintahan yang sah

1. Tuntutan-tuntuan/KeinginganKeinginan 2. Sumber-sumber dana dan daya 3. Dukungan atau tantangan dari masyarakat dan pejabat-pejabat cabang pemerintahan yang lain

Unit Administratif 1. Struktur 2. Prosedur pengambilan keputusan 3. Pengalaman dan keadaan pribadi administrator (aparatur) 4. Prosedur kontrol

Umpan balik: (feedback) Lingkungan (Environment)

Menggambarkan pengaruh keluaran terhadap lingkungan dan dapat menjadi masukan baru Lingkungan (Environment)

Lingkungan

Sosial

1. 2. 3. 4. 5.

Ideologi Politik Ekonomi Sosial budaya Hankam

Panca Gatra

Lingkungan

53 Km2 (14.00 BT. Jawa Tengah. yakni hanya 590 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 112. Ketinggian di atas laut 16. desakan arus migrasi dan urbanisasi ke Jakarta semakin besar. Pada awalnya.2 Celcius dan kelembaban udara ratarata 81%.857. Pada saat itu.39% dari total luas wilayah daratan DKI Jakarta. Kecamatan Kebayoran Lama.8” LS dan 106◦ 45 0. Namun. Wilayah Kotamadya Jakarta Selatan berada pada posisi 0615’40. Penamaan kampung Banjarsari itu sendiri diambil dari nama salah satu kampong di Jawa Tengah.446 Jiwa pada tahun 2005.2 meter.ANALISIS MODEL EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA IRA SHARKANSKY DI KAMPUNG BANJARSARI JAKARTA SELATAN  LINGKUNGAN FISIK 1. Lokasi dan Posisi Geografi KOTA MADYA JAKARTA SELATAN Kotamadya Jakarta Selatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. Kondisi iklim Jakarta Selatan beriklim tropis dengan temperatur sekitar 27. 1227/1989 tanggal 29 Juli 1989 ditetapkan sebanyak 10 (sepuluh) Kecamatan dan 65 Kelurahan dengan luas wilayah 145. wilayah Banjarsari pada awalnya merupakan hamparan kebun karet. jumlah penduduk RW 08 relatif masih kurang.553 ha) atau 22. membuat wilayah ini secara perlahan beralih fungsi menjadi lokasi permukiman. Propinsi Jawa Barat. sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Tangerang. KAMPUNG BANJAR SARI CILANDAK. sebelah timur berbatasan dengan Jakarta Timur. Jakarta . Berdasarkan dari BPS jumlah penduduk mencapai 1. RW 08 Banjarsari masih berada dalam wilayah Kelurahan Cilandak. Pada tahun 1970. Sedangkan batas wilayahnya adalah sebagai berikut: sebelah utara berbatasan degan Jakarta Barat. sebelah selatan berbatasan dengan Depok. diputuskan untuk berpisah dari RW 05. wilayah RW 08 Banjarsari sebenarnya merupakan pemekaran dari wilayah RW 05 Cilandak Barat sejak tahun 1970. Pemekaran ini dilatari oleh kenyataan semakin meningkatnya jumlah warga dan perkembangan lingkungan sehingga dalam musyawarah warga. JAKARTA SELATAN Secara historis. Pemberian nama tersebut juga tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat yang pada saat itu berasal dari Banjarsari Solo.

Gambar 1. Dalam lingkungan RW 08 Banjarsari. Bentuk perkampungannya cenderung persegi empat dengan jalan lingkungan yang memanjang dari arah Timur-Barat dan Utara-Selatan. sebelah selatan berbatasan dengan RW 04 . Simatupang dari sisi Selatan.Selatan. sebelah barat berbatasan dengan RW 06 Terogong. yakni Jl. Peta Kampung Banjarsari Jakarta Selatan Peta di atas menunjukkan gambaran lokasi RW 08 Banjarsari yang luasnya sekitar 33. yakni menghadap ke Utara dan Selatan. Lokasi RW 08 Banjarsari dapat dicapai dari berbagai arah. Sedangkan RW 08 Banjarsari memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut: sebelah utara berbatasan denga RW 05 Kompleks Keuangan. Rumah-rumah penduduk dan sejumlah kantor disekitar Banjarsari juga cenderung memanjang mengikuti arah jalan. Jakarta Selatan. Fatmawati dari sisi Timur dan Jl. terdapat beberapa jalan kecil ukuran lebar sekitar 6 meter sehingga kendaraan roda empat masih bisa lewat dan berpapasan kendatipun harus hati-hati karena di samping kiri dan kanan jalan lingkungan Banjarsari terdapat pot-pot tanaman bunga yang ditanam oleh warga. Tetapi Saat ini Banjarsari masuk dalam wilayah Kelurahan Cilandak Barat Kecamatan Cilandak. Jalan lingkungan di sekitar Banjarsari sebagian besar terbuat dari paving block yang lebih ramah lingkungan. Tol TB.650 m² dan terbagi ke dalam 8 RT. Posisinya strategis karena berada di dekat dua jalan raya.

serta menenggelamkan pulau-pulau kecil. Pada 25 tahun selanjutnya (1975). Keadaan dan kekayaan alam Jakarta dengan kondisi geografis lautan yang lebih luas dari daratan memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar. Pada 1925. berupa minyak bumi dan gas mulai dieksploitasi sejak tahun 2000 dengan rata-ratakapasitas produksi sekitar 4 juta barel per tahun. terjadi kenaikan muka laut 14. serta industri. Kekayaan laut yang dapat dieksploitasi berupa ikan konsumsi dan ikan hias.Kompleks Pertamina (jalan TOL) dan sebelah timur berbatasan dengan RW 09Cilandak (Jln. Fatmawati). Di luar sumber daya alam yang dimiliki Jakarta. Pemuaian air laut dan pelelehan gletser. Kondisi ini dapat mempercepat erosi wilayah pesisir. tepatnya di Pulau Pabelokan. Sumber daya mineral yang dihasilkan. Jika sebelumnya curah hujan dapat meresap ke dalam tanah dan sisanya tersalurkan ke sungai. muka laut bertambah 14. pembangunan masif telah menutupi wilayah resapan air. Pada 1950 atau 25 tahun berikutnya.37 cm. curah hujan yang terjadi di Jakarta sekarang langsung tersalurkan ke sungai dan saluran-saluran air lainnya untuk kemudian dialirkan ke laut. kondisi muka laut di Teluk Jakarta tercatat 51. memicu intrusi air laut ke air tanah. Akibat luas daerah yang tidak terbangun semakin lama semakin menyempit. 2. Kepulauan Seribu. yakni berupa sumber daya mineral dan hasil laut. tiap tahunnya rata-rata produksi ikan konsumsi mencapai 123 ribu ton dan produksi ikan hias mencapai 59. Tidak hanya itu. Masalah ini kemudian diperparah dengan turunnya permukaan tanah akibat pendirian bangunan bertingkat dan pengurasan air tanah secara berlebihan.19 cm.38 cm.86 juta ekor. serta lapisan es di kutub menyebabkan permukaan air laut naik antara 9-100 cm. dan merusak lahan rawa pesisir. dampak perubahan iklim global pada Kota Jakarta adalah kenaikan paras muka air laut. adanya kecenderungan kenaikkan muka air laut. terdapat banyak perubahan telah terjadi sejak tahun 1920-an akibat eksploitasi yang berlebihan. Hasil penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) juga menunjukan. Kenaikan tinggi muka air laut antara 8-30 cm akan berdampak parah pada Jakarta yang rentan terhadap banjir dan limpasan badai. Kondisi alam Jakarta berubah drastis akibat pertumbuhan penduduk dan perluasan kawasan permukiman. Selama lima tahun terakhir. .

sopir. Kondisi tersebut memunculkan kelompok-kelompok di tengah masyarakat dengan latar belakang berbagai jenis profesi. Budha dan Hindu. WALHI. Sedangkan suaminya telah pensiun. Di gambarkan olehnya bahwa tidak ada pepohonan yang rindang di tiap halaman rumah. kelompok buruh seperti SBI (Solidaritas Buruh Indonesia). Jakarta Selatan. kelompok pemuka agama baik Islam. sesuai dengan status sosial warga kota tersebut. pada 2050 diperkirakan muka laut di Teluk Jakarta akan mencapai 1.23 meter. Berdasarkan asumsi tersebut. dan lain-lain. Banyaknya profesi yang terdapat di kota Jakarta yang dapat kita temui dengan mudah. Banyaknya warga kota dengan berbagai latar belakang profesi yang disebutkan juga mempengaruhi kemunculan berbagai jenis kelompok profesi ditengah-tengah masyarakat. Kemampuan Penduduk Kehidupan dinamis dan kegiatan baik sosial. artis. kelompok pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia). polisi. pengacara. karyawan swasta. atau rata-rata kenaikan per tahun 8 mm. pekerja sosial. Tuntutan/Keinginan Bermula dari seorang wanita bernama Ny. tentara. politik dan budaya yang terjadi di perkotaan terutama kota Jakarta dapat mempengaruhi pola kehidupan dan karakter penghuni kotanya. UPC. Jakarta Selatan. Saat menetap di daerah ini.Jumlah kenaikan muka laut Teluk Jakarta setiap 25 tahun berada di kisaran 14. Harini Bambang Wahono yang bermigrasi dari Solo ke Jakarta sekitar tahun 1980 karena mengikuti anak-anaknya yang banyak bekerja di Jakarta. wartawan. pegawai negeri sipil. 3. paguyuban ojeg. padat dan gersang karena terletak di perempatan jalan raya TB Simatupang. dokter. Kristen Protestan. kelompok preman. guru.  MASUKAN (INPUTS) 1. kelompok pekerja seni seperti PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). YLBHI. diantaranya: Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Hal ini senada diungkapkan oleh salah seorang warga H. tukang ojeg dan yang lainnya. . kelompok penasehat hukum seperti LBHI. Keluarga ini menetap di Jakarta dengan membeli sebidang tanah di kawasan Banjarsari. ikatan dokter seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia). pedagang.37 cm. beliau menggambarkan kondisinya yang sumpek. kelompok guru seperti PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). di antaranya: arsitek. pengusaha. kelompok LSM seperti RSA (Road Safety Association). Katolik. pekerja seni. Nurjaya.

lingkungan sekitar yang gersang. Sampah tak tertangani dengan baik. Mereka juga tidak pernah memikirkan kemana sampahsampah itu akan jalan.000.000. pada umumnya.SH yang mengenang Banjarsari pada tahun 1980-an. Atas dasar itulah Harini mulai mengembangkan masyarakat di Banjarsari dalam upaya menjadikan lingkungan daerahnya menjadi lebih terasa nyaman untuk dihuni. Sumber Dana dan Daya Untuk menjamin keberlanjutan upaya yang dilakukan oleh Harini. Kecamatan dan Kotamadya Jakarta Selatan. yakni bahwa pada tahun 1980an. dalam rangka melestarikan lingkungan anggaran yang diperlukan adalah tidak lebih dari Rp. Walaupun mendapatkan bantuan anggaran dari UNESCO. Dengan kondisi yang demikian. dan ini membuat kelompok masyarakat ini mampu menopang dirinya sendiri.500 jiwa atau 218 KK. kampung Banjarsari merupakan tanah yang luas dimana masih banyak pepohonan (tanaman kebun) yang agak gersang. Kegiatan Harini semakin membawa hasil ketika suaminya ditunjuk menjadi ketua RW setempat. diperlukan anggaran dana dalam rangka membiayai fasilitas. 2. panas dan kotor. 50. Harini kemudian berinisiatif bergerak untuk mengajak masyarakat setempat menanam aneka pepohonan di pekarangan rumahnya. Hal ini akan mengakibatkan banjir dan pencemaran. iuran anggota dan iuran pelatihan telah menjadi sumber pendapatan tetap. Harini pun semakin dikenal di lingkungan kelurahan. Pohon yang dipilih adalah sejenis obat-obatan dan palawija. masih belum mau tahu akibat pembuangan sampah sembarangan akibat yang ditimbulkan jika tidak adanya resapan air. pengajaran tentang lingkungan dan sebaginya. Anggaran dana diperoleh melalui melalui penjualan produk daur-ulang dan kompos. Tidak berpikir pendek beliau kemudian mengunjungi tetangganya untuk menerangkan pentingnya menanam pohon-pohon untuk menyehatkan lingkungan. daerah tersebut tampak tak tertata rapi. Dengan jumlah penduduk sekitar 1. hingga propinsi DKI Jakarta. Penduduk belum menyadari bahwa sampah-sampah yang tak terurai dapat akan mengotori sungai dan laut. . Penduduk di kampung itu.

Perlu waktu lama untuk mengubah sikap mereka. melalui kader. Selanjutnya bantuan dari pemerintah (KLH. Secara formal kelembagaan. yang mudah diterima oleh masyarakat setempat dan diterapkan dalam kehidupan seharihari mereka. TANTANGAN Tidak semua warga masyarakat berpartisipasi karena mereka sibuk atau acuhtak-acuh. aspirasi dan kebutuhan individu kepada institusi publik yang lebih luas. yakni mewujudkan keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan. Beberapa orang lainnya bahkan tidak tahu arti penghijauan dan tidak mempunyai pengetahuan dasar mengenai kesehatan. Ini sebagian besar karena tujuan Harini sederhana saja. Institusi seperti RT. Dukungan atau Tantangan dari Masyarakat dan Pejabat-Pejabat Cabang Pemerintahan yang Lain FAKTOR PENDUKUNG Kondisi kritis pengelolaan sampah serta minimnya tata ruang hijau di Ibukota Indonesia telah banyak memicu tindakan lokal. Dinas Kebersihan. Akhirnya Harini memutuskan untuk melakukan pendekatan pribadi secara berhati-hati agar . berjalan sangat efektif dalam mengembangkan tujuannya.3. maka keduanya menjadi mediator yang paling efektif untuk menyalurkan berbagai kepentingan. peran institusi mediasi seperti RT. sementara itu penting sekali mempertahankan momentum kegiatan walau tanpa kemajuan nyata. PU). Sementara tindakan-tindakan tersebut sering tidak berlanjut. Departemen Pertanian. RW 08 yang memiliki delapan RT lebih berperan sebagai fasilitator sekaligus motivator seluruh RT yang ada dalam berbagai kegiatan di Banjarsari. Banjarsari dalam hal ini merupakan pengecualian karena keberlanjutan kegiatannya. lembaga nasional dan internasional (UNESCO) memberikan pengaruh yang sinergis dan membuat pembinaan kader menjadi semakin efektif. RW paling dekat dengan masyarakat. RW dan PKK adalah sebagai bentuk perpanjangan tangan Pemerintah yang memiliki peran penting dalam membangun ruang terbuka hijau dan pengelolaan kebersihan lingkungan di Banjarsari. Penyebaran kegiatan oleh Harini ke masyarakat. Di samping itu Harini juga merasa kesulitan dalam menjelaskan niat karena beberapa warga yang buta huruf. Pengurus RT dan RW adalah sebagai wakil komunitas penghubung di Banjarsari dengan Pemerintah tingkat kecamatan hingga Provinsi.

kegiatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan. Kepadatan ini kemudian berdampak pada minimnya ruang terbuka hijau. Prosedur pengambilan keputusan Dalam hal ini pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Harini Bambang sebagai ketua KWT bersifat top-down juga buttom-up. Rutinnya pertemuan yang dilakukan membangkitkan kepercayaan tetangganya. empat kader lingkungan terlatih (yang melaksanakan kegiatan peningkatan kesadaran lingkungan di tingkat masyarakat). maka struktur dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian lingkungan ini tidak dapat dijabarkan secara rinci. Kelompok ini berdiri dan berkembang sampai saat ini tanpa adanya nama yang resmi. upaya dan inovasi kepada Harini dalam rangka melestarikan lingkungannya. Pengalaman dan keadaan pribadi administrator (aparatur) Seiring dengan berjalannya waktu. 3. Intinya adalah pengelola utama yang mengurusi kesemuanya dari kegiatan kemasyarakatan adalah Harini dengan wakilnya Nina Saleh serta beberapa relawan sebagai kepanjangan tangan dari Harini Bambang. dan dua orang relawan. 2. yang mendasari langkah selanjutnya dalam kegiatan lingkungan. wakil ketua. Beliau yang mendirikan kelompok ini dan sekaligus menjadi ketuanya. Kebijakan top-down dari Harini kemudian membawa dampak yang positif bagi warganya yang kemudian mereka semakin berpartisipasi sehingga pada akhirnya memberikan masukan. Karena ide yang dicetuskan berawal dari dirinya maka para warga sebagai objek hanya bisa mengikuti apa yang dikehendaki oleh Harini. Harini mengajak seluruh warga untuk bisa berpartisipasi menjaga dan melestarikan lingkungan. Selain itu pembangunan industry dan gedung-gedung pencakar langit pun menjadi faktor lain yang menyebabkan terjadinya Kota Jakarta semakin padat. Kota Jakarta semakin hari semakin padat akan penduduknya. Karena tidak formal. Artinya adalah bahwa dalam upaya melestarikan lingkungan.  PROSES KONFERSI (CONVERSION) UNIT ADMINISTRASI 1. Nina Saleh. Struktur STRUKTUR KELOMPOK WANITA TANI KAMPUNG BANJARSARI Kelompok KWT “dahlia” yang didirikan oleh Harini Bambang. .

Kondisi inilah yang menanamkan kesan mendalam akan impian kehidupannya di masa yang akan datang. Peran Pemerintah yang cenderung lebih berorientasi pada politik semata mengakibatkan banyaknya peluang-peluang untuk bisa terjadinya kerusakan pada lingkungan. dijadikan kompos. 25 November 1931. Terkait dengan masalah tersebut. Sebagai ketua Kelompok Wanita Petani (KWT) di Kampung Banjarsari Jakarta Selatan. ketika proses pembangunan berlangsung. Di masa kecil bersama kedua orang tuanya Harini hidup di tengah-tengah rerimbunan pohon dan berkicaunya burung. Beliau juga mulai melakukan pemisahan sampah organik dan non organik. Jawa Tengah. Harini tumbuh menjadi penyayang tanaman dan lingkungan. Tidak menutup kemungkinan bahwa Pemerintah pula yang ikut andil dalam proses pembangunan di Kota Jakarta.Terlebih pembangunan yang dilakukan adalah disekitaran kawasan konservasi atau kawasan resapan air. Harini dalam upaya mengembangkan masyarakat di Banjarsari untuk bisa menjaga lingkungannya. upaya perbaikan lingkungan di Kota Jakarta yang sangat jelas terlihat adalah kegiatan revitalisasi lingkungan yang dilakukan oleh Harini di luar program Pemerintah Kota Jakarta. ini sudah diajarkan almarhum ayahnya yang seorang mantra tani Raden Ngabei Tjitro Diwirjo. Oleh sebab itu revitalisasi adalah salah satu jalan yang perlu ditempuh oleh Pemerintah maupun masyarakat di Kota Jakarta. Artinya adalah. untuk mengelola tanah dan merawat tanaman. Perempuan kelahiran Solo. Harini Bambang sejak 1992 mulai menggalakkan partisipasi sekaligus memberdayakan warga di sekitar rumahnya. Pemerintah pada akhirnya tidak memiliki kemampuan yang maksimal dalam upaya mengatasi dampak yang nantinya di timbulkan. Harini dibesarkan di lingkungan pedesaan yang akrab dengan hijaunya daun dan padi yang menguning di daerah solo. Sampah an-organik . dimulai dengan menanam tanaman pot di rumahnya. Persoalan ini kemudian menjadi satu tantangan bahkan beban bagi Pemerintah untuk dapat diselesaikan. Keterbatasan pemerintah akibat menumpuknya persoalan lingkungan yang menjadi ancaman bagi Kota Jakarta Perhatian Pemerintah sangat diperlukan karena akan berdampak jangka panjang. Pemerintah lebih sibuk untuk memikirkan kepentingannya sendiri daripada lingkungan yang justru akan mempengaruhi kegiatan pemerintahan nantinya. Atas dasar itulah Harini mulai mengembangkan masyarakat di Banjarsari. Sampah organik berupa bahan-bahan alam seperti sayuran. Akibat dari persoalan ini. Nenek ini hanyalah seorang anak pegawai pertanian di zaman penjajahan Belanda.

Dalam forum itu. Sampah yang tidak bisa didaur ulang dipisahkan agar bisa diambil oleh para pemulung. dan pembelajaran berbagai tanaman obat keluarga dan tanaman hias mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik juga disinggung namun tidak terlalu fokus. Dengan cara inilah masyarakat pada akhirnya akan terbentuk jiwa cinta lingkungan akibat sosialisasi dan penyuluhan serta pembelajaran di tempat. Kegiatannya difokuskan untuk sosialisasi. Harini Bambang selaku tuan rumah dan inisiator terus mensosialisasikan tentang urgensi tanaman obat keluarga. juga disinggung sedikitnya tentang pengelolaan sampah. Namun Harini tidak menyerah begitu saja dan terus berusaha dan menggalakkan agar tiap rumah menanam tanaman pot di depan rumahnya. . Hal ini dilakukan dengan pemeriksaan/monitoring bahwa RW 08 Banjarsari sudah bebas jentik-jentik nyamuk karena seluruh saluran air tertutup dan lancar mengalir. Pelaksanaan dilakukan dengan diadakannya kumpul sebulan sekali di rumah Harini Bambang yang dijadikan pusat kegiatan warga Banjarsari dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Walaupun demikian tidak sedikit warga yang bersikap apatis terhadap apa yang dilakukan oleh dirinya.dipisahkan dari sampah yang bisa didaur ulang. Untuk melihat perkembangan dari hasil sosialisasi tersbut. pengolahan hasil tanaman baik buah-buahan dan tanaman obat. Dari hal yang mendasar tersebut. Dengan penuh kesadaran dan melihat Harini yang juga telah bergerak. Procedur control Dalam pelaksanaan kegiatan pelestarian lingkungan ini. maka semakin menyadari bahwa pelestarian lingkungan sangat diperlukan. 4. penyuluhan. Melainkan dengan membentuk kebiasaan warga Banjarsari seperti yang dilakukan oleh Harini dengan cara menanamkan jiwa cinta kepada lingkungan kepada warganya. serta pemeliharaan kebersihan di setiap rumahnya. tidak dilakukan adanya pengawasan secara ketat oleh Harini selaku pendiri KWT “dahlia” di Banjarsari. Hobi dan kebiasaannya ini ditularkan Harini ke anggota PKK-nya. telah tampak bahwa dengan sedikit demi sedikit masyarakat mulai bergerak seperti pembibitan tanaman hias maupun tanaman obat. seperti kertas dan plastik dan sampah yang tidak bisa didaur ulang. sehingga pengawasan tidak menjadi hal yang diutamakan. terciptalah sebuah cara bagaimana Harini bisa menilai apakah yang dilakukan oleh warga Kampung Banjarsari dalam melestarikan lingkungannya sudah berhasil atau belum.

peyuluhan. memilah & mendaur ulang sampah dan menghijaukan lingkungan sehingga mengurangi polusi udara. tanaman hias dan tanaman obat di desa Banjarsari adalah sebagai berikut: Meningkatnya kualitas lingkungan desa Banjarsari dari yang semula kotor dan tidak tertata rapi menjadi lingkungan yang cukup asri dan hijau Menumbuhkan kesadaran masyarakat utk mengelola sampah secara benar sejak dini Meningkatnya kesadaran masyarakat Kampung Banjarsari untuk menjaga lingkungan dengan berbagai cara di antaranya dengan memanfaatkan sampah organik sebagai kompos. . akan lebih menyadari akan arti pentingnya sebuah lingkungan bagi dirinya dan penerusnya. tanaman hias dan produk kreatif kertas daur ulang Terciptanya pola pengelolaan sampah terpadu yang mengedepankan program 3R Meringankan beban Pemerintah Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat  FEED BACK Umpan balik dengan adanya pelaksanaan pelestarian lingkungan di Kampung Banjarsari adalah bahwa warga Kampung Banjarsari lebih menyadari akan arti pentingnya melestarikan lingkungan. Banyak hal-hal positif yang dapat diambil dari apa yang mereka kerjakan ini. tanaman obat. Dengan demikian segenap upaya akan terus dikembangkan oleh warga Kampung Banjarsari sehingga lebih bisa menghasilkan manfaat bagi mereka maupun pengaruhnya terhadap keterbukaan hati pemerintah dalam menanggapi persoalan lingkungan. tanah dan air Melahirkan kader-kader penerus yang di bentuk untuk bisa mengelola lingkungan dengan baik Adanya peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan penghasilan dari hasil penjualan kompos. KELUARAN (OUTPUTS) Hasil kegiatan penyadaran masyarakat melalui proses edukasi. Membangun kebiasaan dalam mengurangi. Masyarakat yang tadinya bersikap antisipatif dengan melihat adanya perkembangan yang ditunjukkan serta manfaat yang ditimbulkan. dan sosialosasi pengelolaan sampah. Itu semua akan menjadi dasar yang dapat diakumulasikan yang kemudian selanjutnya dapat mereka kembangkan seperti inovasi-inovasi yang lebih baik dalam upaya mengelola lingkungan di sekitarnya.

Pemerinah hanya membuat undangundang saja tanpa ada tindak lanjut dari undang-undang tersebut. Para pengusaha terlalu sibuk menguras sumber daya yang ada tanpa memperhatikan bagaimana cara menjaga lingkungan agar tetap terjaga kelestariannya dan tidak rusak karenanya. manusia dengan alam dan manusia sebagai pribadi. Sebab Pancasila ini merupakan kesatuan yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. keserasian dan keseimbangan yang dinamis. Hal ini menyebabkan para pembalak liar tidak jera mengulangi perbuatannya. Dan parahnya lagi sepertinya tidak ada tindakan tegas dari pemerintah menyangkut masalah ini. akan tetapi juga membutuhkan kesadaran yang besar dari tiap-tiap individu yang bersangkutan. Namun. bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan. masyarakat dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik yang selalu harus dibina dan dikembangkan agar tetap dalam keselarasan. saat ini keadaan hutan di Indonesia benar-benar memprihatinkan. dalam rangka mencapai kemajuan lahir dan kebahagiaan batin. keserasian dan keseimbangan. Hampir setengah dari sumber daya alam yang ada di Indonesia dibabat habis oleh para pembalak liar. LINGKUNGAN SOSIAL 1. Karena tanpa adanya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dari setiap individu. Akibat dari semua itu pun tidak bisa diremehkan. Satwa-satwa yang dilindungi mulai memasuki perkampungan warga karena rumah mereka sudah dibabat oleh manusia. maka peraturan-peraturan tersebut akan sia-sia saja. baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun manusia dengan manusia. Berbicara tentang pengelolaan kelestarian lingkungan hidup tentu tidak bisa dilepaskan dari masalah aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Ideologi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam terbesar. Setiap tahunnya warga harus rela mengungsi dari rumahnya karena hutan tak mampu lagi menahan debit air. Untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup tidak hanya dibutuhkan preraturanperaturan yang bersifat tegas dari pemerintah. dengan keanekaragaman jenis tumbuhan yang melimpah ruah. . Antara manusia. bahkan cenderung menyepelekan kebijakan pemerintah tersebut.

masyarakat dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik. dalam rangka mencapai kemajuan lahir dan kemajuan batin. Intervensi manusia terjadi dengan paradigma yang tidak didasarkan pada pertimbangan lingkungan. yang harus selalu dibina dan dikembangkan agar dapat tetap dalam keselarasan. dan manusia sebagai pribadi. Dalam konteks partai politik. baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun manusia dengan manusia. merupakan kesatuan yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Antara manusia. keserasian dan keseimbangan. Politik Secara politik. Ini harus menjadi teladan bagi semua warga masyarakat di Indonesia dalam mengelola lingkungan dengan sikap dan moral yang baik seperti yang di amanatkan di dalam pancasila. Akibatnya kini lingkungan makin bertambah parah. kesadaran untuk memasukkan isu lingkungan dalam agenda politik memang sudah ada. Hampir setiap kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan belum kelihatan. Hal ini sejalan dengan Harini Bambang yang menerapkan nilai-nilai pancasila yang direalisasikan dengan upaya melakukan pelesatian lingkungannya. pengamalan atau aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam aspek pembangunan berwawasan lingkungan tidak bisa dipisahkan. Hal ini diakibatkan karena isu lingkungan tidak menjamah kepada ranah kerakyatan. dan hanya menjamah kepada ranah lembaga swadaya masyarakat (NGO) saja sehingga menjadi bias untuk dikampanyekan takut membawa nama lembaga swadaya masyarakat. Atau dianggap sebagai eksternalitas yang membebani.Penjabaran. Tetapi yang aktif mengkampanyekan lingkungan hidup boleh dibilang tidak ada. 2. Padahal isu lingkungan adalah isu yang sangat global dan menjadi ranah bagi seluruh umat manusia tanpa kecuali. termasuk mengkampanyekan platform partai ke anggotanya. lingkungan boleh dibilang masih terpinggirkan. . bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan. Bahkan lingkungan masih dijadikan beban. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Para pengambil keputusan tidak mempertimbangkan persoalan lingkungan di dalamnya. sebab Pancasila. Persoalan yang sama juga terjadi di tingkat pengambilan keputusan. keserasian dan keseimbangan yang dinamis. seperti dijelaskan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang No. manusia dengan alam.

000 – Rp 5. karena setiap hari warga sudah terbiasa dengan bersih lingkungan. pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup. Dinas Pekerjaan Umum. 3.000 per buah. . Namun sejalan dengan perkembangannya kemudian pelaksanaan pelestarian lingkungan di Kampung Banjarsari. umur tanaman. maka hasil dari proses sampah tersebut dapat dijual sebagai kompos (sampah organik) dengan harga Rp.Dalam hal ini pelaksanaan pelestarian lingkungan sebagai bentuk perwujudan akan pentingnya sebuah lingkungan oleh warga Kampung Banjarsari. Peran yang sudah dirasakan baru pada tahap inisiasi dengan dukungan berupa sosialisasi di masing-masing. Dinas Kebersihan. 5000/kantong plastik. Ekonomi Dengan keberhasilan warga Banjarsari dalam pengelolaan sampah. sang maestro lukis Naturalis Indonesia berlokasi di Kampung Banjarsari). vas dan bunga dari kantong kresek dijual Rp 20.000. bahkan di lingkungan RT 08/RW 08 kegiatan dalam setiap rumah sudah terbagi seperti bapak-bapak setiap pagi bertugas menyapu halaman rumah dan jalan depan rumahnya. Di wilayah Banjarsari sudah tidak ada kegiatan kerja bakti lagi. Untuk sampah anorganik dapat juga dijadikan undangan dan souvenir pernikahan dengan bahan hasil produk daur ulang sampah organik.000 – Rp 30. Poyandu. Selain itu.000. selain unik juga ramah lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena Kampung Banjarsari sudah ditetapkan sebagai daerah destinasi wisata agro dan museum (rumah Basuki Abdullah. Sedangkan tanaman hias dan tanaman obat dijual di rumah masing-masing dengan harga bervariasi tergantung trend. PKK. Departemen Pertanian. arisan dan DKM. Umumnya masyarakat menjual hasil olahan sampah anorganik tersebut ke tokotoko di sekitar Banjarsari. Untuk kertas daur ulang dijual dengan harga sekitar Rp 1. awalnya kelembagaan yang lebih terlihat jelas memiliki peran hanya sebatas pada RT. lembaga nasional dan internasional memberikan bantuan dan pengaruh yang sinergis untuk menciptakan pelestarian lingkungan menjadi semakin efektif. dampak dari keberhasilan warga Banjarsari mengelola lingkungannya dengan mengolah sampah organiknya menjadi kompos dan mendaur ulang sampah anorganik. melihat begitu antusias dan benar-benar diwijudkannya pengelolaan lingkungan. keunikan dan kelangkaan. tas dari bekas bungkus pewangi Rp 20. maka selama proses edukasi tersebut berlangsung solidaritas sosial masyarakat menjadi kuat.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya peluang masyarakat untuk dapat mengolah dan memanfaatkan kembali sampah anorganik yang dapat menghasilkan nilai ekonomi dan dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Pemulung juga diberikan secara cuma-cuma sampah anorganik yang telah dikumpulkan oleh warga untuk diproses oleh pemulung dan dimanfaatkan atau dijual oleh pemulung untuk mendapatkan hasil dan meningkatkan tingkat pendapatannya. melainkan juga pada masyarakat di luar Banjarsari. Kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan di RW 08 Kampung Banjarsari merupakan konsep dasar yang telah terimplemantasikan mengenai sebagian dari prinsipprinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) sehingga perlu untuk disebarluaskan. . 4. adanya kesepakatan antara warga masyarakat Banjarsari dengan pemulung yang diberikan kewenangan mengelola sampah an-organik yang dikumpulkan oleh warga ternyata dapat menimbulkan kerugian bagi sebagian warga khususnya kaum perempuan untuk dapat memanfaatkan sampah an organik tersebut secara penuh karena harus memberikannya kepada pemulung. setiap hari warga sudah secara otomatis menjaga dan memelihara lingkungannya. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut juga ditandai dengan sudah tidak berlakukan lagi jadwal kerja bakti antar seluruh warga untuk membersihkan lingkungan di wilayah RW 08 Banjarsari.Nilai tambah pengolahan sampah selain bermanfaat untuk warga Banjarsari juga bermanfaat bagi warga di luar Banjarsari seperti pemulung yang diberikan pelatihan secara gratis untuk mendaur ulang sampah. Perubahan tersebut dapat diidentifikasi antara lain semakin tingginya partisipasi masyarakat warga akan pengelolaan lingkungan yang indah dan sehat. Saat ini. Masyarakat di lingkungan RW 08 Banjarsari tidak lagi dimobilisasi. Sosial budaya Benefit yang ditimbulkan dengan adanya pengelolaan sampah di Banjarsari. Perubahan perilaku tersebut bukan hanya terjadi pada masyarakat Banjarsari. adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat. Di luar keberhasilan dalam aspek ekonomi. dicontoh dan diterapkan pada lokasi lainnya. Adanya kenyataan mengenai keberhasilan RW 08 Banjarsari dalam pengelolaan sampah dan melestarikan lingkungan telah membuktikan bahwa telah terjadi perubahan perilaku masayarakat ke arah positif. melainkan sudah tumbuh partisipasi secara otomotis dengan kesadaran dari masing-masing warga baik ibu-ibu.

maka saat ini semua warga di RW 08 tersebut termotivasi untuk ikut berperan aktif berpartisipasi secara bersama-sama seluruh warga dengan menyusun beberapa agenda kegiatan.bapak maupun anak. justru dilakukan secara sadar . Sangat banyak kasus yang dapat diamati seperti banyaknya pembalakan hutan secara liar. pembangunan gedung-gedung pencakar langit. Indonesia sebagai negara kepulauan. Segenap ketetapan Undang-Undang maupun Keputusan Pemerintah terkesan hanya dibuat tanpa adanya fungsi yang melekat dari adanya Undang-Undang maupun Keputusan Pemerintah. dengan adanya berbagai penghargaan untuk kelompok wanita tani Dahlia. tidak sedikit kasus yang menyangkut tentang lingkungan alam di Indonesia. Itu semua harus menjadi pusat perhatian oleh pemerintah maupun masyarakat di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh pemerintah sendiri dalam upaya pemenuhan kepentingan pribadinya. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya kegiatankegiatan pembangunan sehingga menyingkirkan kawasan hijau. eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. pembakaran hutan dengan disengaja. polusi udara yang dicemarkan melalui asap kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Masyarakat terkena tekanan lingkungan sehingga mereka yang sebelumnya kurang peduli bahkan tidak perduli dengan lingkungan. Karena efek yang ditimbulkan apabila lingkungan di Indonesia sudah tercemar maka yang selanjutnya akan terjadi adalah kerusakan lingkungan yang cukup parah. Hankam Persoalan lingkungan di Indonesia. sikap keamanan dan pertahanan sepertinya memang tidak dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah. 5. Adanya Ketetapan Undang-Undang maupun Keputusan Pemerintah saat ini tidak berjalan secara optimal. Bisa dibayangkan apabila isu pemenasan global sudah benar-benar terjadi dan tidak dapat dihindari maupun diatasi oleh manusia. pembalakan liar. Menanggapi hal tersebut. Pembuatan ketetapan-ketetapan hanya dibuat secara politis semata tanpa memperhitungakan efek jangka panjangya. Artinya adalah pemerintah seakanakan tidak serius dalam membuat suatu ketetapan yang mengurus tentang persoalan lingkungan. Bahkan di lingkungan RT 07 kaum laki-laki (bapak-bapak) tidak lagi malu-malu lagi menyapu sampah di luar rumah dan di jalan lingkungan. agraris dan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah harus dijaga keberadaannya dari sejumlah oknum-oknum yang ingin menguasi.

Kalau saja semua warga negara peduli akan lingkungan. UNESCO serta berbagai dinas yang terkait lainnya. Dengan adanya peluang ekonomi tersebut dapat lebih . Mereka menyadari bahwa lingkungan alam beserta potensinya harus benar-benar dijaga dan dikembangkan untuk kontinuitas di masa mendatang.  SIMPULAN DAN SARAN 1. Diakui. Menjadi pertanyaan besar apabila pelaksanaan ketahanan dan keamanan konteks lingkungan lebih direalisasikan oleh masyarakat kecil di Kampung Banjarsari sementara pemerintah hanya sibuk mengurusi kepentingan-kentingan yang tidak jelas. pencemaran udara air dan tanah adalah masalah kita maka sudah seharusnya pengelolaannya pun tanggung jawab kita juga. Simpulan Keberhasilan warga Banjarsari dalam mengelola sampah dan membangun kampung yang ramah lingkungan adalah atas kerjasama yang erat antara berbagai pihak. tentu permasalahan kerusakan lingkungan yang timbul sekarang ini dapat dicegah. terutama masyarakat setempat. Oleh karena itu Kampung Banjarsari yang sedikit banyaknya telah berpartisipasi dalam proses pembangunan Indonesia melalui pelestarian lingkungan harus menjadi contoh teladan oleh masyakat lainnya khususnya oleh pemerintah. yang mana rakyat saja bisa melakukan mengapa tidak untuk pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah perlu mengembangkan. Kesuksesannya menempatkan kampung tersebut menjadi model yang dapat direplikasi oleh wilayah-wilayah lain.oleh masyarakat di Kampung Banjarsari. Kerusakan lingkungan seperti sampah. 2. dan memfasilitasi masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak swasta sehingga dapat menciptakan peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah. Saran Kegiatan pelestarian lingkungan dalam upaya merevitalisasi ruang terbuka hijau yang dilakukan masyarakat Banjarsari perlu ditularkan dan diterapkan di lokasi lokasi lain agar semua wilayah lain dapat menciptakan lingkungan yang bersih seperti di Banjarsari. membangun. Peran aktif masyarakat merupakan kunci pokok keberhasilan tersebut. Sudah saatnya wilayah-wilayah lain mencontoh apa yang telah dilakukan oleh warga Banjarsari. Kampung Banjarsari adalah satu-satunya contoh sukses dari pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Jakarta Selatan. penjualan tanaman obat dan tanaman hisa.

Aspek hukum dan penegakan hukum masih perlu dibangun dan dikembangkan. secara kontinyu dan melibatkan seluruh warga melalui program pembangunan berkelanjutan.meningkatkan pendapatan masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengelola lingkungannya dengan lebih baik. pohonpohon serta mengolah sampah yang dihasilkan melalui proses pengumpulan terpilah (sampah organik dan anorganik). aturan pelaksanaan dan penegakannya. daur ulang. tanaman obat. dengan melakukan sosialisasi. meliputi kelengkapan peraturan perundangan dan hukum. pengomposan. Selain itu Pemerintah juga perlu memotivasi masyarakat untuk secara sadar dan sukarela berpartisipasi dalam penanaman tanaman hias. . pembinaan. pelatihan. dan sistem penghargaan bagi mereka yang berjasa (reward) dan sanksi yang tegas secara tertulis bagi yang melanggar (punishment).

NAMA NPM JURUSAN MATA KULIAH : SUPRIANTO : 170110080157 : ILMU ADMINISTRASI NEGARA : EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA ANALISIS MODEL EKOLOGI ADMINISTRASI NEGARA FRED W. Riggs) Dasar-dasar ekonomi Struktur sosial Sistem Politik SISTEM ADMINITRASI NEGARA Jaringan komunikasi Pola-pola ideologi/ Simbol . RIGGS DI KAMPUNG BANJARSARI JAKARTA SELATAN  MODEL DALAM EKOLOGI ADMINISTRASI PUBLIK (Model Keseimbangan/Equilibrium Models Fred W.

Tinjuan ekonomi menjadi penting apabila dikaitkan dengan penggunaan lahan-lahan konservatif serta pengeksplotasian hutan sebagai bagian dari sumber daya alam. Menanggapi hal tersebut upaya masyarakat akan kebutuhan ekonomi melalui sumber daya alam dapat dilakukan dengan cara mengolah sumber daya alam yang ada dengan cara diperbaharui kembali. Jelas untuk bisa memanfaatkan dan mengahsilkan uang. Mereka memanfaatkan lingkungan untuk bisa menghasilkan produk-produk yang nantinya dapat mereka jual dan dapat memenuhi kebutuhan mereka. tidak hanya pada situasi saat ini tetapi lebih penting lagi pada masa yang akan datang dalam peningkatan pendapatan masyarakat maupun sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Tentunya hal ini dapat dilihat sebagai pengaruh lingkungan hidup terhadap aspek ekonomi. mereka sebelumnya telah berupaya bagaimana menciptakan lingkungan yang asri yang dapat menghasilkan banyak manfaat khususnya bagi mereka dan umumnya bagi orang banyak. Untuk itu sosial ekonomi memiliki arti strategis dalam kajian lingkungan khususnya dalam penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya tanah liat. Tentunya mereka dalam pemanfataannya memperhatikan dampak jangka panjangnya. Dalam hal ini warga Kampung Banjarsari dalam menciptakan lingkungan yang asri di sana juga dilakukan upaya-upaya pemanfaatan dari lingkungan yang ada untuk bisa menghasilkan uang. . Kondisi ini dapat membawa pada situasi kemungkinan adanya percepatan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan. menjadi barang lain atau barang daur ulang dan menjualnya. Hal ini seiring dengan menjadikan aspek ekonomi menjadi semakin signifikan karena adanya kecenderungan terjadinya hambatan aksesibilitas masyarakat terhadap sumberdaya alam untuk memanfaatkannya. Dewasa ini masyarakat cenderung untuk memanfaatkan secara lebih intensif terhadap sumberdaya alam dan lingkungan konservasi. Mereka mengolah sumber limbah sekitar mereka yang biasanya dianggap sampah. Sumber daya alam dan lahan konservatif merupakan aset yang memiliki nilai tinggi bagi stakeholder daerah tersebut. Pada akhirnya situasi ini dapat memberi dampak yang serius terhadap eksploitasi yang berlebihan bagi sumberdaya alam serta pergeseran fungsi-fungsi kawasan hijau menjadi proyek pembangunan. DASAR-DASAR EKONOMI Perhatian pada aspek ekonomi dalam setiap kajian dan penerapan kebijakan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan menjadi semakin penting.

Terkait dengan hal itu. Oleh karena itu. Sehingga dapat melakukan tekanan-tekanan ke pemerintahan. Karena tanpa adanya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup dari setiap individu. baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa . bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan. Fungsi kelembagaan. seorang menteri lingkungan harus mampu melakukan aliansi-aliansi strategis dengan masyarakat atau pihak-pihak di luar pemerintahan yang peduli terhadap lingkungan. Upaya yang berkelanjutan yang dilakukan oleh warga Kampung Banjarsari saat ini sedikit banyaknya telah membuka mata pemerintah untuk bisa peduli terhadap lingkungan.  POLA-POLA IDEOLOGI Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup tidak hanya dibutuhkan preraturan-peraturan yang bersifat tegas dari pemerintah. dianggap merupakan cerminan dari sistem yang ada. Dan pengaruh replikasi tersebut sangat tinggi. keserasian dan keseimbangan. SISTEM POLITIK Sistem pemerintahan di Indonesia. Dengan berbagai upaya yang dilakukan mereka untuk menciptakan lingkungannya yang asri sebagai salah satu bentuk revitalisasi lingkungan. namun juga membutuhkan kesadaran yang besar dari tiap-tiap individu yang bersangkutan. persoalan tentang pengelolaan kelestarian lingkungan hidup tentu tidak bisa dipisahkan dari penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan lingkungan hidup. Kampung Banjarsari merupakan satu contoh masyarakat yang menyadari dan peduli terhadap pentingnya suatu lingkungan. Dalam artian bahwa sistem yang ada sekarang yang mengatur tentang lingkungan hidup merupakan replikasi dari sistem yang telah ada. khususnya di kabinet yang sedang memerintah saat ini. terdapat Kementrian Lingkungan Hidup. maka peraturanperaturan tersebut akan sia-sia saja. dengan menterinya yang sekarang menjabat yaitu Gusti Muhammad Hatta. Karena Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. yang selama ini direpresentasikan dengan keberadaan kementerian lingkungan hidup. meningat kondisi Kota Jakarta yang semakin hari semakin tidak terkendali seperti banyaknya penduduk dan kendaraan bermotor yang menyingkirkan tersedianya ruang terbuka hijau. Keberlangsungan lingkungan hidup dapat dilihat dari bagaimana seorang pemimpin baik pemerintah maupun kementrian lingkungan hidup dapat menjalankan tugas dengan semestinya. harus bisa menyadarkan pemerintahan yang saat ini terkesan hanya peduli terhadap kepentingankepentingan pribadi semata.

manusia dengan alam dan manusia sebagai pribadi. manusia dengan alam. media diharapkan mampu berperan dalam menjaga keseimbangan alam. keserasian dan keseimbangan. masyarakat berhak memperoleh pengetahuan tentang lingkungan hidup yang baik dan sehat. merupakan kesatuan yang bulat dan utuh yang memberikan keyakinan kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan dan Lingkungan Hidup. dan manusia sebagai pribadi. Antara manusia. Pada hakikatnya komunikasi harus dapat berjalan seiring dengan program pemeliharaan lingkungan. pengamalan atau aplikasi nilai-nilai Pancasila dalam aspek pembangunan berwawasan lingkungan tidak bisa dipisahkan. lingkungan sosial. sebab Pancasila. ekonomi dan politik yang berkembang dalam satu kawasan. Melalui pemberitaan. masyarakat dan Pemerintah khususnya Pemerintah Kota Jakarta harus bisa mengamalkan nilai-nilai yang terkadung di dalam Pancasila dalam mengembangkan dan melestarikan lingkungan agar tetap terjalin hubungan timbal balik agar terbentuk keselarasan dan keseimbangan di antara keduanya.  JARINGAN KOMUNIKASI Komunikasi sebagau media yang dapat menyebarkan pesan kepada khalayak luas. Penjabaran. kampanye publik. keserasian dan keseimbangan yang dinamis. dalam rangka mencapai kemajuan lahir dan kebahagiaan batin. keserasian dan keseimbangan yang dinamis. masyarakat dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik yang selalu harus dibina dikembangkan agar tetap dalam keselarasan. setiap orang berhak mengajukan usul dan/atau keberatan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan . masyarakat dan lingkungan hidup terdapat hubungan timbal balik. dimanfaatkan untuk menyadarkan masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia. yang harus selalu dibina dan dikembangkan agar dapat tetap dalam keselarasan. Antara manusia. baik dalam hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun manusia dengan manusia. iklan layanan masyarakat. Ini harus menjadi teladan bagi semua warga masyarakat di Indonesia dalam mengelola lingkungan dengan sikap dan moral yang baik seperti yang di amanatkan di dalam pancasila. Beberapa hal yang perlu didukung oleh media massa bentuk komunikasi dalam penegakan peraturan seperti. dan propaganda. Hal ini sejalan dengan Harini Bambang yang menerapkan nilai-nilai pancasila yang direalisasikan dengan upaya melakukan pelestarian lingkungannya.maupun manusia dengan manusia. seperti yang dijelaskan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang No. dalam rangka mencapai kemajuan lahir dan kemajuan batin. bahwa kebahagiaan hidup akan tercapai jika didasarkan atas keselarasan.

Perluasan jaringan tersebut termasuk dalam salah satu dari tiga macam bentuk modal sosial. dan adaptasi satu dengan lainnya. makhluk hidup saling melakukan hubungan timbal balik satu dengan lainnya. yakni linking capital. baik dengan benda hidup maupun mati yang ada di sekitamya. setiap orang berhak untuk berperan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan. . setiap orang berhak melakukan pengaduan akibat dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Selain itu. berinteraksi. juga untuk mengetahui bagaimana makhluk hidup beradaptasi.dampak terhadap lingkungan hidup. interaksi. Salah satu jenis mahkluk hidup yang melakukan kegiatan tersebut adalah manusia. Dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingking capital. Dengan adanya komunikasi maka tujuan pelaksanaan pelestarian lingkungan yang digerakkan oleh Harini Bambang akan semakin efektif. Dengan sosialisasi dan ajakan terus menerus tiap bulannya yang dilakukan oleh Harini Bambang membuat warga Kampung Banjarsari semakin terbuka pikirannya tentang urgensi dari lingkungan. Tanpa adanya komunikasi tersebut maka tujuan awal yang akan hendak dicapai olehnya tidak akan berhasil. Masyarakat Banjarsari dapat dipandang sebagai masyarakat yang lebih berdaya karena mereka sudah mendapat pelatihan dari UNESCO serta telah berhasil mengelola sampah dengan baik. Dengan komunikasi juga Ketua PKK “dahlia” ini semakin membuka peluang untuk bisa mengembangkan potensi dan bisa mendapatkan banyak jaringan atau relasi dalam hal pengelolaan lingkungan. apabila berbicara dan melakukan studi tentang lingkungan hidup. tidak dapat dipisahkan dari hubungan manusia dengan benda-benda yang berada di sekelilingnya. terdapat ikatan antara kelompok yang lemah dengan yang lebih berdaya. Semakin luasnya jaringan sosial masyarakat Banjarsari. dan berkomunikasi di antara satu spesies dengan spesies lainnya dalam suatu komunitas makhluk hidup. Oleh karena itu. mereka juga melakukan komunikasi. menunjukkan komitmen untuk memperluas keberhasilan pengelolaan sampah di tempat-tempat lain. Berhubungan dengan masalah lingkungan hidup Suryani (1987) mengemukakan bahwa pada dasamya ilmu ekologi itu dikembangkan untuk mengetahui peranan dan keberadaan makhluk hidup dalam sistem kehidupan dan apa yang mereka perlukan dari habitatnya (lingkungannya) untuk kelangsungan hidupnya Selain itu.

Perubahan tersebut dapat diidentifikasi antara lain semakin tingginya partisipasi masyarakat warga akan pengelolaan lingkungan yang indah dan sehat. melainkan sudah tumbuh partisipasi secara otomotis dengan kesadaran dari masing-masing warga baik ibu-ibu. bapak maupun anak. setiap hari warga sudah secara otomatis menjaga dan memelihara lingkungannya. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tersebut juga ditandai dengan sudah tidak berlakukan lagi jadwal kerja bakti antar seluruh warga untuk membersihkan lingkungan di wilayah RW 08 Banjarsari. . adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat. maka saat ini semua warga di RW 08 tersebut termotivasi untuk ikut berperan aktif berpartisipasi secara bersama-sama seluruh warga dengan menyusun beberapa agenda kegiatan. Saat ini. Bahkan di lingkungan RT 07 kaum laki-laki (bapak-bapak) tidak lagi malu-malu lagi menyapu sampah di luar rumah dan di jalan lingkungan. melainkan juga pada masyarakat di luar Banjarsari. Masyarakat terkena tekanan lingkungan sehingga mereka yang sebelumnya kurang peduli bahkan tidak perduli dengan lingkungan. dengan adanya berbagai penghargaan untuk kelompok wanita tani Dahlia. STRUKTUR SOSIAL Sampah dipandang oleh masyarakat Banjarsari sebagai sumber dari pencemaran lingkungan yang dapat merugikan dan membahayakan masyarakat. Adanya kenyataan mengenai keberhasilan RW 08 Banjarsari dalam pengelolaan sampah dan melestarikan lingkungan telah membuktikan bahwa telah terjadi perubahan perilaku masayarakat ke arah positif. Masyarakat di lingkungan RW 08 Banjarsari tidak lagi dimobilisasi. Perubahan pandangan dan perilaku tersebut bukan hanya terjadi pada masyarakat Banjarsari. Benefit yang ditimbulkan dengan adanya pengelolaan sampah di Banjarsari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful